Setelah Ujian Nasional Berlalu
edisi 027/tahun I (21 Rabiul Akhir 1429 H/28 April 2008 )
Alhamdulillah, akhirnya pecah juga tuh bisul ya? Hehehe… iya kita anggap aja Ujian Nasional (UN) sebagai ?penyakit bisul’. Sebab, rasa-rasanya persiapan sebelum UN udah bikin otak kita nggak bisa kerja nyantai, pikiran dibuat pusing, perasaan nggak tenang, emosi nggak stabil. Kadang semangat, kadang melempem. Ditambah lagi suasana tegang pas hari H Ujian Nasional SMA yang baru aja lewat pekan kemarin. Wuih, selama ujian tiga hari itu kamu pasti berkecamuk dengan banyak pikiran dan perasaan. Maka, setelah UN berlalu, rasanya lega dan plong. Kayak pecah bisul tuh (baksound: bagi yang udah pernah ngerasain bisul, apalagi tuh bisul di pantat. Wah!)
Guyz, kita semua berdoa semoga saja apa yang kamu harapkan dan inginkan terkabul ya. Tentu saja keinginan yang baik-baik: kamu semua lulus UN. Insya Allah. Namun, perlu diingat juga lho bahwa lulus UN tuh bukan akhir dari segalanya. Sehingga kamu nggak bisa bebas gitu aja. Masih ada babak baru kehidupan yang bakal kamu jalani. Bisa nerusin kuliah, dan itu berarti kudu ikut seleksi lagi. Bisa pula terjun ke dunia kerja atau wirausaha. Begitu juga buat kamu yang kebetulan belum berhasil lulus, tetap sabar dan ambil hikmahnya aja. Selama langit belum runtuh dan bumi belum terbelah, kamu masih punya kesempatan untuk maju, agar hidup kamu tetap memiliki harga dan bermakna. Setuju kan?
(more…)
Globalisasi Cinta
EDITORIAL/Feb/2008
Dunia saat ini dipenuhi dengan globalisme, informasi, hiburan, dan komersialisme. Kritikus Lorraine Gam?man dan Marga?ret Marshment, keduanya pe?nyunting buku “The Female Ga?ze: Women as Viewers of Popu?lar Culture (1998)”, berse?pakat bah?wa bu?daya popu?ler adalah sebu?ah medan pergu?latan ketika me?ngemukakan bah?wa tidaklah cu?kup bagi kita untuk semata-mata menilai bu?daya populer se?bagai alat kapi?talisme dan pat?riarki yang menciptakan kesadaran palsu di kalangan banyak orang. Bagi mereka, budaya populer juga tempat dipertarungkannya makna dan digugat?nya ideologi dominan.
Sebenarnya ukuran populer bagi budaya populer itu sendiri juga bersifat kualitatif dan serba relatif. Ukurannya tak ada yang baku. Tapi yang jelas, pop culture faktanya adalah budaya dan gaya hidup yang banyak disukai orang. Alasan disukai? Bisa saja disukai karena memang dibutuhkan, juga disukai setelah mendapat “komporan” dari pihak lain sehingga jadi terpaksa menyukai. Saat ini sebagai besar dari kita tunduk pada logic of capital, logika proses produksi, di mana hal yang dangkal dan cepat ditangkap itulah yang cepat laku. Itu sebabnya, Valentine’s Day (VD) menjadi sarana penyebaran globalisasi produk gaya hidup dan bisnis berlabel cinta yang sangat efektif. (more…)
Masih Adakah Cinta?
INSPIRASI/Feb/2008
Majalah Reader’s Diggest edisi Indonesia pada tahun lalu pernah menurunkan hasil survey perilaku berbagai bangsa di dunia. Salah satu hasilnya, Indonesia adalah bangsa dengan tingkat kesopanan tergolong rendah. Anda boleh protes, tapi marilah bercermin dengan jujur. Betapa bangsa ini telah mengalami pelunturan norma-norma yang luhur. Simaklah televisi berapa kali sehari ditayangkan berita kriminalitas? Simak juga kualitas kriminalitasnya, kian hari kian kejam. Kita pun jarang bertemu orang yang murah senyum. Di kota-kota besar, dengan tingkat kesibukan dan tekanan hidup yang tinggi, orang lalu lalang begitu saja nyaris tanpa ekspresi keramahan. Bahkan, kata ‘maaf’ pun jadi amat mahal diberikan ketika terjadi kesalahan.
Jangan tanya pula sikap pemerintah ketika mengurusi rakyatnya. Penggusuran adalah kebijakan mereka. Tanpa mau tahu di mana mereka akan tinggal dan bagaimana mereka hidup. Yang penting bagi mereka adalah ketertiban dan kelancaran. (more…)
Ranting
CERITA/Feb/2008?
Oleh: Nafisah FB
Angin malam yang berhembus semilir membuat mata Sarji sebentar menutup. Sedetik kemudian matanya membuka lalu menutup lagi. Dia terkantuk lalu terlelap? sekejap. Pensilnya menyusul terhempas dari tangannya.
Seorang wanita berusia sekitar 30-an menghampiri pintu kamar Sarji yang terbuka. Lastri, wanita itu, menatap Sarji yang telah terlelap itu dengan senyum.
“Sarji sudah tid ….” Suara seorang pria hendak bertanya.
“Sssst.”
Lastri menempelkan telunjuk tangan kanannya ke bibirnya. Seorang pria yang baru saja tiba tadi berhenti bersuara.
“Dia sudah tidur.” Lastri memberitahu. (more…)
Haramkah Makan Tape Singkong?
VOICORNER/Feb/2008
Diasuh oleh Ustadzah Ir. Lathifah Musa
Assalaamu’alaikum wr wb.Ustadzah, saya guru sekolah swasta di Nganjuk. Saya mau tanya, apa hukumnya tape ketela/singkong. Ada yang mengatakan haram dan ada yang mengatakan boleh sebab belum mengandung alkohol?
Guru di Nganjuk, Jawa Timur (more…)
[VOI] Tertarik Bergabung dengan VoiRadioNetwork?
Assalaamu’alaikum wr wb
Kesempatan masih terbuka lebar bagi para pengelola radio di seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari? VoiRadioNetwork dalam menyiarkan program “Majalah Udara” Voice of Islam di radio masing-masing.
Jika radio Anda berada di wilayah yang belum ada radio yang menyiarkan Voice of Islam, Anda boleh mengajukan permohonan kerjasama untuk menyiarkan program Voice of Islam dan akan bergabung dalam VoiRadioNetwork.
Adapun ketentuan yang kami berlakukan sementara ini adalah: hanya memberikan lisensi penyiaran program untuk satu radio di satu kota. Contoh, untuk Bogor, kami hanya memberikan kepada satu radio di Kota Bogor dan satu radio lagi di Kabupaten Bogor. Jadi, jika di kota Anda bila di kota Anda belum ada radio yang menyiarkan Voice of Islam, dan Anda ingin menjadi bagian dari VoiRadioNetwork, segera untuk mengajukan permohonan kepada kami. Untuk informasi radio yang sudah tergabung dalam VoiRadioNetwork,? dan untuk mencek apakah di kota Anda sudah ada radio yang menyiarkan VOI sebelumnya, silakan [unduh di sini, file dalam format PDF].
Cara pengajuan insya Allah mudah, Anda cukup mengirim SMS ke Divisi Distribusi Voice of Islam: +628562875954
Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Salam,
MediaIslamNet
Salahnya Demokrasi
EDITORIAL/Jan/2008
Pertanyaan yang harus dijawab oleh mereka yang masih pro-demokrasi adalah; apakah demokrasi memberikan kebebasan? Kebebasan seperti apa yang didefinisikan oleh demokrasi? Apakah kebebasan itu mutlak atau relatif? Pada kondisi apa kebebasan boleh mutlak dan pada kondisi apa kebebasan menjadi relatif? Apakah demokrasi memiliki kejelasan konsep dan tanpa bisa dimultitafsirkan oleh para penggagas dan pejuang demokrasi itu sendiri?
Sebenarnya masih banyak pertanyaan lainnya yang mendekam dengan sangat gelisah di benak. Tapi, rasa-rasanya cukup pertanyaan di atas yang wajib dijawab dengan gamblang. (more…)
Otda dan Ancaman Persatuan
FRESH!/Jan/2008
Ancaman perpecahan sedang mengintai bangsa ini. Berbagai daerah berlomba memekarkan diri, seiring dengan era otonomi daerah. Mulai wilayah setingkat provinsi, kabupaten, kota hingga desa. Tak heran bila negeri ini semakin terkerat-kerat, bahkan berkeping-keping ibarat sobekan kertas. ?Sungguh kasihan pembuat peta, setiap saat harus mengganti cetakannya karena batas-batas wilayah cepat sekali berubah. Para pelajar pun terpaksa harus mengup-grade terus hapalan geografinya. Penulis sejarah pun dituntut merevisi terus buku-bukunya.
Upaya pemekaran wilayah itu senantiasa mengatasnamakan rakyat. Demi pemerataan. Demi kesejahteraan. Demi keadilan. Maka, dengan tameng otonomi daerah atau otonomi khusus, sejengkal demi sejengkal tanah negeri ini berdiri, bangkit menuntut kemandirian. Sayang, kemandirian yang diidamkan cenderung kebablasan. Akibatnya, Papua di ambang kemerdekaan, Aceh terus bergejolak dan Maluku minta merdeka. Sungguh berbahaya. Otonomi daerah ibarat menggali lubang kuburan bagi sejengkal demi sejengkal bagian wilayah nusantara. (more…)
Siapkah Anda Menjadi Pahlawan?
INSPIRASI/Jan/2008
Hari Pahlawan, 10 November, memang telah lewat. Tapi ada sisi penting yang amat baik untuk kita renungi. Ingatkah Anda siapa Bung Tomo? Rasanya sedikit saja orang yang tidak mengenal namanya. Meski hanya lewat buku-buku sejarah, terbayang betapa heroiknya pria ini. Konon lewat corong RRI di Surabaya ia membakar semangat perjuangan arek-arek Suroboyo dengan pekikan takbirnya. Hampir tak ada orang yang menyangsikan kepahlawanannya.
Tapi, Bung Tomo tak pernah masuk dalam daftar pahlawan nasional. Seorang menteri di jaman Orba berkomentar bahwa ia ‘hanya’ pahlawan lokal, bukan nasional. (more…)
Balada Upik Abu dan Betty La Fea [2]
CERITA/Jan/2008
By: Nafiisah FB
Upik Abu menatap langit-langit dan berucap,”Walaupun kita juga pintar.”
“Tapi, ga cantik.” Betty La Fea menghela nafas panjang.
“Walaupun kita juga punya kemampuan, keahlian,” ucap Upik Abu dalam suara yang mulai sendu.
“Tapi kita enggak CAN-TIK,” kata Betty La Fea menambah sendu.
“Padahal kita juga ….”
“Iya !? Tapi, kita enggak cantiiiiik!!!!!”
Upik Abu meloncat dari posisi duduknya. Dia mengusap-usap telinga kanannya yang pengeng. Sekarang dia berdiri menatap Betty La Fea yang tampak bernafas tersengal menata emosinya. (more…)
