Jangan Memberhalakan “Multikulturalisme”!
Depag memasukkan “multikulturalisme” sebagai parameter pemahaman keagamaan para dai. Seharunya “multikulturalisme” tak dijadikan “berhala”. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-220
Oleh: Adian Husaini
Di era globalisasi dan westernisasi saat ini, “multikulturalisme” tampaknya sudah dianggap sebagai paham ideal yang harus diterima masyarakat. Seperti paham-paham modern lain, demokrasi, liberalisme, pluralisme, kesetaraan gender, dan sebagainya, multikulturalisme juga diwajibkan - oleh penguasa dunia, entah siapa makhluknya - untuk dipeluk oleh semua orang. Tidak peduli, apakah dia pejabat, dosen, artis, atau dai. Semua harus multikulturalis, menganut paham multikulturalisme.
Maka, sudah beberapa tahun belakangan ini, kita mendengar banyak sekali pimpinan pesantren, dosen, mahasiswa, dan berbagai kalangan masyarakat yang ditraining paham multikulturalisme. Menurut mereka, dengan memeluk paham ini, kita bisa selamat dan membawa kemaslahatan. Tanpa banyak terekspose oleh media massa, pada 11 Desember 2007 lalu, Badan Litbang Departemen Agama mengumumkan hasil penelitiannya tentang “Pemahaman Nilai-nilai Multikultural Para Da’i”. (more…)
Sastra dalam Peradaban Islam
Sastra dalam bahasa Inggris dikenal sebagai literature. Menurut Oxford English Dictionary, sastra berasal dari kata ‘littera’ yang artinya tulisan yang bersifat pribadi. Sedangkan dalam bahasa Arab, sastra disebut adab yang berasal dari sebuah kata yang berarti ‘mengajak seseorang untuk makan’ dan menyiratkan kesopanan, budaya, dan pengayaan.
Sastra menempati posisi yang terbilang penting dalam sejarah peradaban Islam. Sejarah sastra Islam dan sastra Islami tak lepas dari perkembangan sastra Arab. Sebab, bahasa Arab merupakan bahasa suci Islam dan Alquran. Bahasa Arab dalam bentuk klasiknya atau bentuk Qurani mampu memenuhi kebutuhan religius, sastra, artistik dan bentuk formal lainnya. Sastra Arab atau Al- Adab Al-Arabi tampil dalam beragam bentuk prosa, fiksi, drama, dan puisi.
Lalu bagaimanakah dunia sastra berkembang dalam peradaban masyarakat Islam? Sejatinya sastra Arab mulai berkembang sejak abad ke-6 M, yakni ketika masyarakat Arab masih berada dalam peradaban jahiliyah. Namun, karya sastra tertulis yang tumbuh era itu jumlahnya masih tak terlalu banyak. Paling tidak, ada dua karya sastra penting yang terkemuka yang ditulis sastrawan Arab di era pra-Islam. Keduanya adalah Mu’allaqat dan Mufaddaliyat. (more…)
Ledakkan Potensi Dirimu!
Judul Buku: Ledakkan Potensi Dirimu!
Penulis: M. Iwan Januar
Penerbit: Madania Prima
Harga: Rp. 45.000, -
Manusia adalah misteri sekaligus obyek penelitian yang mengasyikkan. Berbagai disiplin ilmu telah berusaha menguak hakikat manusia. Di Yunani, berlaku semboyan populer gnothi seauton, yang bermakna kenali dirimu. Karena dari mengenali hakikat manusia, maka manusia bisa memetakan jalan hidupnya dan apa yang harus dilakukan untuk menempuhnya.
Dalam buku ini, M Iwan Januar yang biasa menulis buku-buku remaja dan pernikahan, mengajak pembaca untuk menyibak ayat-ayat kauniyah dan qawliyah yang sudah Allah datangkan pada diri manusia. Ternyata dalam diri manusia terdapat potensi kehidupan yang bila ?diledakkan’ akan menciptakan enerji besar demi kemakmuran hidup manusia lahir maupun batin. Sebaliknya, terpendamnya potensi kehidupan tersebut, atau penyalurannya yang batil, justru akan membinasakan manusia itu sendiri.
Maka, membaca buku ini menjadi sebuah kemestian bagi setiap insan yang menginginkan jati dirinya yang sejati terungkap. Agar dapat menjalankan hidup lebih bermakna, adil, dan semakin tunduk pada kekuasaan Allah SWT. Karena ujung penyibakkan misteri kehidupan manusia itu adalah mengenal dan mengimani al-Khalik. Sebagaimana petuah Imam Ali bin Abi Thalib ra. “Siapa mengenal dirinya, niscaya mengenal Rabbnya.”š[]
“Tujuan Didirikannya IAIN”
Oleh: Adian HusainiDalam dua pekan terakhir, saya berkesempatan mengisi berbagai acara dawrah dirasah Islamiyah dan workshop tentang pemikiran Islam di berbagai daerah: Denpasar, Bogor, Makasar, Malang, Semarang, dan Solo. Daurah dan workshop ini diikuti oleh kalangan dosen, mahasiswa, para ustad, dan wakil-wakil dari berbagai organisasi dan lembaga Islam. Ketika saya menyampaikan peta pemikiran Islam dan tren perkembangan paham liberalisme di lingkungan perguruan tinggi Islam dewasa ini, muncul banyak pertanyaan, bagaimana mungkin semua itu bisa terjadi?
Dari laporan sejumlah peserta dawrah yang mengambil kuliah S-2 studi Islam di berbagai perguruan tinggi Islam di daerahnya, rata-rata menceritakan tentang dosen yang mengajarkan paham relativisme. Dalam satu forum, ada seorang dosen di Malang yang secara terbuka menyampaikan bahwa Islam adalah banyak dan tidak satu. (more…)
Kufah Pusat Gerakan Ilmiah Islam
Bendera Islam mulai berkibar di Kufah ketika pasukan tentara Muslim yang dipimpin panglima Sa’ad bin Abi Waqqas berhasil mengalahkan kerajaan Romawi dan Bizantium dalam Perang Yarmuk pada 630 M.
Sejak abad ke-7 M, kota Kufah merupakan salah satu kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam. Inilah kota bersejarah di Irak yang dibangun pada masa ekspansi pertama Islam ke luar Semenanjung Arab. Kufah pun tercatat sebagai salah satu dari empat kota terpenting bagi penganut aliran Syiah, selain Samarra, Karbala, dan Najaf.
Kufah sempat memegang peranan penting pada masa pemerintahan Khulafa ar-Rasyidin. Khalifah Ali bin Abi Thalib sempat memindahkan ibu kota pemerintahan Islam dari Madinah ke kota ini. Selain itu, Kufah pun sempat menjadi pusat gerakan ilmiah Islam yang telah melahirkan sejumlah ulama dan ilmuwan Muslim terkemuka. (more…)
Ilmu Militer Dalam Peradaban Islam
Pada era Khalifah Al-Mamluk produksi buku mengenai ilmu militer itu berkembang pesat. Sedangkan, pada jaman Salahudin, ada buku manual militer karya Al-Tharsusi (570 H/1174 M) yang membahas keberhasilan menaklukan Yerussalem.
Semenjak awal Islam memang menaruh perhatian khusus mengenai soal perang. Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah meminta agar para anak lelaki diajari berenang, gulat, dan berkuda. Berbagai kisah peperangan seperti legenda Daud dan Goliath juga dikisahkan dengan apik dalam Alquran. Bahkan, ada satu surat di Alquran yang berkisah tentang `heroisme’ kuda-kuda yang berlari kencang dalam kecamuk peperangan.
”Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah. Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya). Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi. Maka, ia menerbangkan debu dan menyerbu ke tengah kumpulan musuh.” (Alquran, surat Al ‘Adiyat 1-4). Kaum muslim sebenarnya pun sudah menulis berbagai karya mengenai soal perang dan ilmu militer. Berbagai jenis buku mengenai ‘jihad’ dan pengenalan terhadap seluk beluk kuda, panahan, dan taktik militer. Salah satu buku yang terkenal dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris The Catologue yang merupakan karya Ibnu Al-Nadim (wafat antara 380 h - 338 H/990-998 M). (more…)
“Al-Qiyadah Islamiyah dan Kaum Liberal”
Ormas Islam sepakar Al-Qiyadah Al Islamiyah “Sesat”. Namun pemikiran yang mendukungnya, jauh lebih “sesat”. Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-212Adian Husaini
Akhir-akhir ini kita disibukkan oleh berita tentang kasus kelompok “Al-Qiyadah Islamiyah”. MUI, NU, Muhammadiyah, Dewan Da’wah? Islamiyah Indonesia, dan berbagai organisasi Islam lainnya, dengan tegas menyatakan bahwa ajaran kelompok al-Qiyahad Islamiyah adalah sesat dan menyesatkan. Kelompok ini mempunyai syahadat yang berbeda dengan umat Islam. Setelah bersemedi selama 40 hari di sebuah goa di Bogor, pemimpinnya mengaku sebagai nabi dan menerima wahyu dari Tuhan.
Melihat ajaran semacam itu, sebagai Muslim, dengan mudah kita bisa menilai bahwa kelompok itu sesat dan menyesatkan. Tidak perlu terlalu cerdas dan terlalu serius berpikir untuk membuat penilaian semacam itu. Sepanjang sejarah Islam, sudah banyak yang mengaku sebagai nabi, dan selama itu pula, umat Islam dengan mudah menyatakan bahwa mereka semua - yang mengaku sebagai nabi - adalah pendusta. (more…)
Perguruan Tinggi di Masa Kejayaan
Tak hanya sekolah dasar yang tumbuh pesat di era keemasan Kerajaan Usmani. Sekolah yang levelnya lebih tinggi, seperti madrasah atau perguruan tinggi juga bermunculan. Dari madrasah itulah lahir sarjana-sarjana handal yang menguasai sains dan peradaban. Itulah salah satu modal yang membuat Imperium Turki menjadi negara yang kuat, pada masanya.Kekuatan pemerintahan Usmani yang mampu menciptakan stabilitas politik dan ekonomi juga turut menopang perkembangan madrasah. Sistem pendidikan madrasah yang diterapkan pemerintahan Usmani sedikit-banyak turut mengadopsi warisan dari Dinasti Seljuk Turki. Bagi Kerajaan Usmani, pendidikan merupakan bidang yang terbilang amat penting. (more…)
Voice of Islam Edisi Juni 2008
Bagi pendengar setia acara Voice of Islam di manapun Anda berada, berikut ini adalah daftar menu siaran Voice of Islam edisi Juni 2008. Bagi yang beminat mengoleksinya dalam bentuk PDF, silakan [klik di sini]. Semoga bermanfaat
MEDIAISLAMNET
Meneropong Dunia dengan Ilmu Optik
”Ilmu optik merupakan penemuan ilmiah para sarjana Muslim yang paling orisinil dan penting dalam sejarah Islam,” ungkap Howard R Turner dalam bukunya Science in Medieval Islam. Pernyataan Turner itu membuktikan bahwa dunia modern yang didominasi Barat saat ini tak boleh menafikkan peran sarjana Muslim di era keemasan. Sebab, dari para ilmuwan Muslimlah, sarjana Barat seperti Leonardo da Vinci, Kepler, Roger Bacon, serta yang lainnya belajar ilmu optik.Keberhasilan umat Islam menguasai bidang optik di masa kekhalifahan berawal dari kerja keras para filosof, matematikus, dan ahli kesehatan yang mempelajari sifat fundamental dan cara bekerja pandangan dan cahaya. Di abad ke-9 M, ilmuwan Muslim dengan tekun menggali dan mempelajari karya-karya ilmuwan Yunani seperti Euclid serta risalah-risalah astronom Mesir, Ptolemeus tentang optik. (more…)

