Muslimah Hebat Dambaan Umat
edisi 036/tahun I (26 Jumadits Tsaaniy 1429 H/30 Juni 2008)
Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada benernya sama sekali.
Jalan lain ini seringnya sok menjadi pahlawan kesiangan bagi perempuan sehingga seakan-akan perempuan sendiri merasa diistimewakan. Salah satunya adalah ide feminisme yang (katanya) memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Tapi muslimah cerdas nggak bakal dong terjebak dengan ide yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam ini. Sebab, bukannya menjadi mulia, feminisme justru membawa perempuan kepada keterpurukan yang makin parah dalam semua sendi kehidupan (tema ini akan dibahas khusus di edisi berikutnya, insya Allah). (more…)
Sahabat, Tunggu Aku…
By: Munir
“Tiiit..tiit…tiit”
“Aduh…berisik amat sih nih jam. Nggak tahu orang masih ngantuk apa?” kuraih jam weeker di meja. Dan dengan pandangan yang masih sayu, kupandangi jarum jamnya.
“Brak..,” Kubanting jam itu. Nggak disangka sudah jam setengah tujuh. Padahal waktu shubuh jam enam lebih satu menit.
“Astaghfirullahal’adzim, shubuh hampir lewat” bergegas kuberlari menuju kamar mandi untuk wudhu. Dan segera sholat shubuh. (more…)
Misi Kristen untuk Aceh
Misionaris Kristen Virginia AS, WoldHelp, telah membawa lalri 300 anak yatim Aceh ke panti-panti Kristen. Serbuan misionaris Kristen di Aceh bukan mimpi. Baca CAP, Adian Husaini, MA ke-86
Aceh tidak hanya berduka dari segi fisik dihantam gempa bumi dan gelombang tsunami. Keimanan rakyat Aceh –terutama anak-anaknya– pun terancam diporakporandakan misionaris Kristiani. Serbuan misionaris Kristen di Aceh bukan mimpi. Seperti ungkap sebelumnya oleh The Washington Post, (13/1) kelompok misionaris Kristen dari Virginia AS, WoldHelp, telah memindahkan 300 anak yatim Aceh ke panti Kristen di Jakarta. Seperti dikutip koran Republika, WorldHelp, kelompok misionaris itu, menjemput langsung anak-anak Aceh itu dari Banda Aceh terus dibawa ke Jakarta, dan ditempatkan di keluarga-keluarga Kristen. (more…)
Lelaki Tetangga Sebelah
By: Ibnu Tosanov
“Dao Ming Shi (baca: Tao-ming-she)… ah… tidak…!!” Sari teriak histeris. Jerry Yan yang tampil di Meteor Garden tengah beraksi.
“Berisik!” Sari menoleh ke arah suara.? Wajah jutek Nurul didapati.
“Usil!” balasnya pedes.
“Eh, dibilangin!” untung biji matanya yang melotot tidak keluar. “Teh Evi mo shalat witir tau!” tegasnya, menyembul dari balik pintu kamar. Sari cengengesan. Malu.
“lya… entar Sari kecilin!” janjinya menggerutu. Bibirnya sontak mengerucut.
“Awas, ya!” ancam Nurul pura-pura.
Meteor Garden terus berlangsung. Tentang empat cowok: Dao Ming Shi, Hua Zhe Lei, Wu Jian Hao, Xi Men, dan seorang San Tjai yang beralur cerita melenakan para remaja tanggung.? Istilah Nurul, setali tiga uang dengan sodara-sodaranya: Beverly Hills, Melrose Place, Friends, Dawson’s Creek, dan film beracun lainnya! Bedanya cuma satu, film asal Taiwan ini bercitra Asia. (more…)
Tragedi Ramadhan Fair
By: O. Solihin
Seperti tahun kemarin, Ogi selalu kebagian ikutan heboh wara-wiri jadi panitia kegiatan Ramadhan di sekolahnya tahun ini. Segala macem disiapkan. Pokoknya sibuk. Tapi bukan berarti Ogi ditempatkan di bagian ADM lho, alias angkat, dorong, manggul. Hih, itu sih kebangetan aja ketua panitianya kalo anak seganteng Ogi kudu dipajang di bagian itu. Harusnya kan di bagian jagain sendal dan ngecengin beduk. Hi..hi..hi..
Oya, Ogi kebetulan jadi seksi acara. Termasuk bagian yang penting di kepanitiaan. Jadi kalo acaranya jeblok maka yang pertama kali ditunjuk hidung adalah seksi acara. Itu sebabnya Ogi ketar-ketir banget menghadapi ajang Ramadhan Fair di sekolahnya tahun ini. Selain ditempatkan di pos yang rawan, Ogi malah jadi ketuanya. Coba, siapa yang nggak resah dan gelisah. Apalagi di situ bercokol Jamil. Anak yang penyakit sablengnya kumat kalo pas gabung sama Ogi. Waduh! (more…)
Sosok Orientalisme dan Kiprahnya [2]
Snouck Hurgronje harus berpura-pura masuk Islam untuk menjauhkan kaum Muslim dengan Islam.? Begitu cara orientalis [bagian kedua habis]
Hidayatullah.com–“Adalah kewajiban kita untuk membantu penduduk negeri jajahan -maksudnya warga Muslim Indonesia- agar terbebas dari Islam”. Demikian ujar Snouck tahun 1876, saat menjadi mahasiswa di Leiden.
Untuk merobah wajah Islam, Snouck sampai berpura-pura masuk Islam. ?Snouck pernah menulis laporan panjang yang berjudul kejahatan-kejahatan Aceh. Laporan ini kemudian jadi acuan dan dasar kebijakan politik dan militer Belanda dalam menghadapai masalah Aceh.
Snouck pernah menegaskan bahwa Islam harus dianggap sebagai faktor negatif, karena dialah yang menimbulkan semangat fanatisme agama di kalangan Muslimin. Pada saat yang sarna, Islam membangkitkan rasa kebencian dan permusuhan rakyat Aceh terhadap Belanda. Jika dimungkinkan “pembersihan” ‘Ulama dari tengah masyarakat, maka Islam takkan lagi punya kekuatan di Aceh. Setelah itu, para tokoh-tokoh adat bisa menguasai dengan mudah. (more…)
Sosok Orientalisme dan Kiprahnya
Kalangan liberal memuji setinggi langit kaum orientalis tanpa kritik. Kaum Muslim seolah diminta belajar Islam dari orang yang tak mengimani Islam. [bagian pertama]
Hidayatullah.com–Sekitar tahun 70-an, ?almarhum Prof. HM Rasjidi pernah menunjukkan kuatnya pengaruh metode orientalis terhadap buku wajib dalam studi Islam di Indonesia. Yang dimaksudkan adalah buku “Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya“, karya Prof. Harun Nasution.
30 tahun setelah benih orientalisme ditanamkan oleh Prof. Harun Nasution, ?cengkeraman’ orientalis dalam studi Islam sudah semakin merambah ke berbagai bidang studi-studi lain, baik dalam studi agama-agama maupun dalam studi Al-Quran. Belum lagi dengan masuknya ?proyek-proyek pesanan’ negara-negara dan LSM Barat dalam studi dan pemikiran Islam. Masuknya studi kritis Al-Quran dan mata kuliah hermeneutika di IAIN atau UIN, hari ini, adalah salah satu bagian kecil dari imbas orientalis yang tidak bisa dianggap hal yang enteng.
Dalam sebuah kolom,? berjudul, “Mempertimbangkan Ulang Orientalisme“, yang dimuat di situs http://islamlib.com,? aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Novriantono,memuji ?selangit’ kiprah para orientalis. (more…)
Dirham dan Dinar Mata Uang di Era Kejayaan Islam
Sejarah telah membuktikan bahwa emas dan perak merupakan alat tukar paling stabil yang pernah dikenal dunia.
Peradaban Islam di era keemasan selama berabad-abad menjelma menjadi salah satu kekuatan perekonomian dunia. Tak heran, jika pada masa itu, kekhalifahan Islam sudah memiliki mata uang sendiri bernama dirham (koin perak) dan dinar (koin emas). Dengan menggunakan kedua mata uang itu, perekonomian di dunia Islam tumbuh dengan begitu pesat.
Sejarah penggunaan perak dan emas sebagai alat pertukaran, sejatinya telah berkembang jauh sebelum Islam hadir. Para peneliti sejarah Dirham menemukan fakta bahwa perak sebagai alat tukar sudah digunakan pada zaman Nabi Yusuf AS. Hal itu diungkapkan dalam Alquran, surat Yusuf ayat 20. Dalam surat itu tercantum kata darahima ma’dudatin (beberapa keping perak). (more…)
Laissez-Faire Pak SBY, Laissez-Faire [2]
Kenaikan harga BBM, obral BUMN tak lain hanya untuk menjalankan agenda kapitalisme laissez-faire. Bisa-bisa, pompa bensin milik perusahaan asing bertumbuhan di Jakarta [bagian 2]
Tulisan sebelumnya menjelaskan, akibat penerapan ideologi kapitalisme-laissez-faire –atau dikenal sebagai sistem ekonomi liberal– yang dianut pemerintah kita, dalam prakteknya, sistem ini menyebabkan orang kaya bertambah kaya, orang miskin bertambah miskin.
Oleh: Amran Nasution *?
Raksasa Carrefour dan Kios Eceran
Hidayatullah.com–Krisis ekonomi yang menimpa Asia pada 1997, jelas momentum yang ditunggu-tunggu oleh operator utama sistem kapitalisme global – IMF, Bank Dunia, dan WTO – dan itu dengan lengkap dilaporkan Klein di dalam The Shock Doktrine. Operasi IMF di Indonesia, misalnya, ditulis detil. Bagaimana IMF yang katanya datang untuk mengobati krisis, ternyata bekerja lebih untuk kepentingan ideologi? kapitalisme.
Bagaimana deregulasi, privatisasi, dan berbagai perangkat ideologi laissez-faire dipaksakan. Dan untuk itu, menurut The Shock Doktrine, IMF bisa sukses karena bekerja sama dengan kelompok Mafia-Berkeley di Indonesia yang dipimpin Profesor Widjojo Nitisastro (halaman 271). Biarlah sejarah kelak membuktikan, apakah tindakan kelompok Mafia-Berkeley itu penghianatan kepada bangsa Indonesia, atau tidak. (more…)
Lelaki Di Atas Sungai Seine
By: Arum Suprihatin
Di atas sungai Seine yang mengalir tenang, waktu seakan berhenti berputar. Di dalamnya, aku adalah seorang musafir yang tersesat dan kehabisan bekal. Tenggelam dalam kepedihan di tengah keindahan Paris yang menakjubkan. Dengan menara Eiffel yang angkuh menjulang dan gemerlap cahaya lampu di sepanjang L’avenue des Champs-Elysees.? Aku rindu maman dan grand-pere.
Namaku Renaud Durand. Lahir dua puluh tiga tahun yang lalu di Toulouse, ibukota Midi-Pyrenees, sebuah daerah di sebelah selatan Prancis. Ibuku adalah seorang wanita yang cantik dan lembut. Ayahku? Aku tak pemah mengenalnya. Melihat fotonya pun belum pernah. Kenangan tentang ayahku ada di benak seorang balita yang bertanya tentang ayah kepada ibunya. Maman, ibuku, menyentuh lembut hidungku sambil berkata:
“Papa sudah pergi, mignon. Dia tak kan kembali. Tak akan pernah.” (more…)
Next Page »
