gaulislam.com


Lembayung Hati

Posted in Cerpen by Farah Zuhra on the October 31st, 2008

By: Ria Fariana

Sore itu di pelataran parkir SMU Cita terlihat cukup ramai. Beberapa siswi terlihat bermandi peluh. Tapi tetap wajah mereka terlihat riang dan sesekali canda tawa terdengar. Latihan cheerleaders untuk persiapan Hari Kartini yang masih dua minggu lagi sudah mulai dipersiapkan dengan serius. Gelar sebagai tim cheerleaders terbaik jangan sampai ternoda (cie…ternoda, emangnya baju). Sebagai remaja generasi muda harapan bangsa mereka juga tak mau ketinggalan dengan anak TK yang memperingati Hari Kartini dengan mengadakan pawai jalan keliling kota memakai baju-baju adat.

“Nilam, jangan lupa. Persiapan kostum harus sudah siap seminggu sebelum hari H,” Tika, sang ketua tim mengingatkan Nilam. Yang diajak bicara cuma mengacungkan jempol kanan (yang pasti sih jempol tangan dan bukan kaki lho) sebagai tanda oke. Satu per satu para gadis itu meninggalkan lapangan parkir yang mulai lengang. Ada yang dijemput motor bahkan tak jarang yang memakai mobil. Mayoritas yang bersekolah di SMU Cita memang kalangan menengah ke atas. (more…)

Amerika Serikat, Sekarang Republik Pisang [2]

Posted in Opini by Hafsa Mutazz on the October 30th, 2008

Krisis ?menggulung’ perusahaan raksasa Amerika. Kini semuanya berubah. Era kapitalisme laissez-faire berakhir, super-power Amerika kehilangan pengaruh dan uang. Ia kini mirip Republik Pisang (Banana Republic) tapi punya senjata nuklir . Bagaimana Indonesia? [bagian kedua]

Oleh: Amran Nasution *

HANCURNYA MANUFAKTUR

Artinya, walau pun rancangan penyelamatan keuangan berbiaya 700 milyar dollar diterima DPR, tak ada jaminan krisis ini segera berakhir. Pada saat DPR menerima rancangan itu indeks saham di Wall Street malah jatuh 157 poin, setelah beberapa hari sebelumnya terjun bebas dengan 778 poin.

Agaknya pasar terkejut pada pengumuman Departemen Perburuhan pada Jumat pertama bulan Oktober bahwa sepanjang September telah hilang kesempatan kerja sebanyak 159.000. Jumlah itu merupakan tertinggi selama lima tahun terakhir. Dengan demikian, pekerjaan yang hilang sepanjang tahun ini menjadi 760.000.

Sekarang di Amerika Serikat terdapat 9,5 juta penganggur. Sebanyak 2 juta di antaranya sudah menganggur lebih dari 6 bulan. Sebanyak 6,1 juta bekerja serabutan karena tak dapat mencari pekerjaan penuh dengan gaji penuh pula. (more…)

Amerika Serikat, Sekarang Republik Pisang [1]

Posted in Opini by Ahmad Jibraan on the October 28th, 2008

Krisis ?menggulung’ perusahaan raksasa Amerika. Kini semuanya berubah. Era kapitalisme laissez-faire berakhir, super-power Amerika kehilangan pengaruh dan uang. Ia kini mirip Republik Pisang (Banana Republic) tapi punya senjata nuklir . Bagaimana Indonesia? [bagian pertama]

Hidayatullah.com–Kaum Republik masih mencoba memperlihatkan loyalitas membela sistem kapitalisme laissez-faire. Maka Senin, 29 September lalu, mereka menolak rancangan penyelamatan ekonomi senilai 700 milyar dollar dari pemerintahan George Bush. Rancangan itu pun kalah dalam voting di DPR (House of Representative), di Washington.

Akibatnya bursa saham Amerika terpuruk. Menyebar ketidak-pastian akan nasib ekonomi negeri super-power yang sedang dilanda krisis keuangan dahsyat itu. Isu itu kemudian berpengaruh ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, negeri yang punya hubungan politik dan ekonomi sangat dekat dengan Amerika. Sejak reformasi 1998, berkat pengaruh IMF, Indonesia mengikuti Amerika melaksanakan sistem ekonomi kapitalisme laissez-faire. Presiden SBY menjadi sekutu dekat Presiden Bush.

Banyak pengamat berpendapat program 700 milyar itu esensinya untuk mencegah menyebarnya malapetaka ekonomi. Tapi yang menjadi masalah besar bagi kaum Republik, program penyelamatan itu jelas-jelas merupakan campur tangan pemerintah ke pasar, sesuatu yang diharamkan oleh ideologi laissez-faire. Berbagai langkah dalam program penyelamatan itu bertentangan dengan prinsip-prinsip pasar bebas (free market). ?’Penyelamatan yang masif ini bukanlah solusi. Ini cara sosialisme dan bukan Amerika,” kata Senator Jim Bunning dari Partai Republik (The Washington Post, 28 September 2008). (more…)

Islam Tak Bisa Disentuh?

Posted in Buletin gaulislam,Tahun II/2008-2009 by Leila Amra on the October 27th, 2008

edisi 053/tahun ke-2 (27 Syawal 1429 H/27 Oktober 2008)

Hehe… Islam tak bisa disentuh alias untouchable? Ah, jadi inget judul film lawas, The Untouchables (1987) yang dibintangi Sean Connery, Kevin Costner dan Robert De Niro. Film tentang gangster yang merajalela di Chicago tahun 1920-an ini dikemas apik oleh sutradara Brian De Palma–yang juga sukses menggarap Mission: Impossible (1996). Disebut untouchable karena kelompok bandit itu tak pernah bisa tersentuh hukum alias kejahatannya tetap menakutkan masyarakat tanpa bisa dijerat hukum karena lembaga pengadilan kalah pamor dan tentu saja para pengadilnya bisa dengan mudah dijejali duit oleh gerombolan bandit ini.

Nah, yang saya maksud Islam tak bisa disentuh ini adalah seolah Islam tuh nggak bisa disentuh sama umatnya sendiri. Kok bisa sih? Buktinya, banyak kaum muslimin yang nggak kenal dengan ajaran Islam. Malah banyak kaum muslimin yang mengambil ajaran dari Barat. Banyak kaum muslimin yang nggak paham hukum syariat tentang larangan mendekati zina, misalnya. Sebaliknya, banyak kaum muslimin lebih suka mempraktikkan gaya hidup permisif dan hedonis warisan budaya Barat. Wajar kalo seks bebas marak, perjudian bejibun, dan kriminalitas meningkat.? Para tokoh cendekiawan muslimnya pun lebih mahir meng-hapal dan mengamalkan pendapat-pendapatnya Voltaire dan Montesque ketimbang hadis-hadis Rasulullah saw. dan pendapat para imam mazhab. Apakah ini salah Islam? Tentu tidak. (more…)

Tembang Lar Perangkai Kata [4-habis]

Posted in Cerpen by Hasna Hawwa on the October 26th, 2008

Oleh: Putra Gara


Kaki mungil Riri susul-menyusul di antara beceknya aspal. Wajahnya pucat bukan karena dinginnya hujan, tetapi kekhawatiran di dalam hati akan keberadaan Emak-lah yang membuat Riri terus berlari menuju pasar.

“Kak Sari….!” Teriak Riri, suaranya dibarengi gemericik hujan yang jatuh bagai jutaan jarum lembut. Membasahi genting, dedaunan, lalu mengalir di sepanjang jalan menuju selokan.

Beberapa orang yang mengenal Riri menoleh ke arahnya.

Riri terus berlari.

Napasnya turun naik.

“Kak Sari …!” suara samar itu didengar Sari, ia menoleh ke arah Riri yang tengah berlari ke arahnya. Belum langkah Riri sampai tujuan, tubuh kurus itu terjerembab di jalan.

“Riri …!” teriak Sari, histeris, begitu mendapati adiknya terjatuh. Sari yang tengah merapihkan dagangan es-nya karena hujan, langsung berlari ke arah Riri. Gelas di tangannya terjatuh.

Langkahnya diperlebar.

Tubuh Riri sudah kuyup dengan air hujan.

“Kak Sari … Emak, Kak,” suara Riri pelan terdengar. (more…)

Semoga SBY Baca The New York Times [2-habis]

Posted in Opini by Abdul Shaheed on the October 25th, 2008

Perusahaan-perusahaan raksasa Amerika bertumbangan. Pemerintah terpaksa menyiapkan dana talangan 700 milyar dollar. Semuanya akibat sistem kapitalisme liberal sebagaimana halnya di Indonesia. [bagian kedua-habis]

Kapitalisme Laissez-Faire

Hidayatullah.com–Apa sesungguhnya yang terjadi? Krisis ini bermula dari macetnya kredit perumahan di Amerika karena ternyata para pemilik rumah memang tak mampu membayar cicilan kredit. Kemacetan itu merembet ke mana-mana, terutama menimbulkan krisis keuangan di Amerika, dan kemudian berdampak ke berbagai belahan dunia.

Di Amerika, krisis ini menyebabkan harga rumah turun sampai 16%, angka pengangguran meningkat bersama meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan-perusahaan yang terguncang krisis. Penjualan rumah macet.

Maka berbagai lembaga keuangan raksasa yang bangkrut, seperti disebut di atas, umumnya adalah perusahaan yang terlibat dalam pemberian kredit, penjaminan kredit, dan asuransi kredit perumahan subprime mortgage. (more…)

Ayesha,Tertarik Islam Karena Jilbab

Posted in Indahnya Islam by Hafsa Mutazz on the October 24th, 2008

Semenjak mengenal Islam, wanita kelahiran Polandia, tapi besar di Denmark dan Swedia ini makin hari makin berubah. Sangat realistis dengan hidup, makin peduli dan respek terhadap sesame. Dan masih banyak perubahan positif lainnya

Hidayatullah.com– Namanya Ayesha Islam. Dia dilahirkan di Polandia, tapi besar di Denmark dan Swedia. Jadi, bisa dikatakan telah mengenal dunia internasional sejak kecil. Perjalanannya menuju Islam dimulai tahun 1995 saat masih di Swedia. Di sanalah Ayesha berjumpa dengan muslim asal? Lebanon . Meskipun mereka itu tidak begitu agamis, bahkan mereka tak pernah menceritakan pada Ayesha apa itu Islam, namun mereka cukup punya kesan mendalam dalam perjalanannya menuju Islam.

“Karena dengan merekalah saya pertamakali berada dalam lingkungan muslim,” katanya. Dalam sebuah parade di AS dia berpapasan dengan beberapa wanita berjilbab yang juga ikut menonton pawai tersebut. Itulah awal dari semuanya. Selepas pertemuan itu Ayesha rajin mengikuti pengajian dan akhirnya bersyahadah. Berikut kisah lengkapnya. (more…)

Semoga SBY Baca The New York Times [1]

Posted in Opini by Farah Zuhra on the October 23rd, 2008

Perusahaan-perusahaan raksasa Amerika bertumbangan. Pemerintah terpaksa menyiapkan dana talangan 700 milyar dollar. Semuanya akibat sistem kapitalisme liberal sebagaimana halnya di Indonesia. [bagian pertama]

Oleh: Amran Nasution *

Hidayatullah.com–Lehman Brothers, perusahaan raksasa keuangan berusia 158 tahun itu kini bangkrut. Dalam sejarah Amerika, inilah perusahaan paling besar yang pernah bangkrut. Kemudian Fannie Mae dan Freddie Mac, dua perusahaan keuangan terbesar dalam bisnis perumahan – semacam Bank Tabungan Negara di sini – terpaksa diambil-alih pemerintah guna menyelamatkannya dari kepailitan.

Hal yang sama dilakukan terhadap American International Group (AIG), perusahaan asuransi terbesar di dunia yang berpusat di New York. Sponsor klub sepak bola Inggris Manchester United ini memiliki asset senilai 1 triliun US Dollar dengan 100.000 karyawan tersebar di seluruh dunia.

Kini 80% sahamnya dimiliki? Bank Sentral Amerika The Fed, begitu pula manejemennya. Sebelumnya, The Fed mengambil-alih Bear Stearns, bank investasi di Wall Street, New York, yang sudah oleng. Bank itu kemudian dikawinkan dengan JP Morgan Chase.

Masih ada lagi yang lain. Merrill Lynch, perusahaan keuangan yang amat terkenal itu, terpaksa dijual kepada Bank of America. Lalu perusahaan raksasa lainnya seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Washington Mutual Wachovia, dikabarkan sedang berusaha melego saham karena membutuhkan dana segar. Ada juga yang menyebutkan manajemen perusahaan itu sedang berunding dengan pengusaha China dan Timur Tengah. (more…)

“Antara Usman Bin Affan dan Faraq Fouda”

Posted in Opini by Hafsa Mutazz on the October 22nd, 2008

Kebiasaan kaum liberal adalah senang tampil beda. Jika ulama malarang, mereka ?justru membolehkan. Jika ulama mengecam penghina Nabi dan sahabat, mereka justru membelanya. Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian ke-246

Oleh: Adian Husaini

Tampaknya, ada sifat yang khas dari kaum liberal di Indonesia. Mereka senang dengan hal-hal yang nyeleneh dan asal beda dengan umat Islam pada umumnya. Orang Jawa bilang: yang penting Waton suloyo alias WTS atau asal beda. Jika umat Islam menolak Ahmadiyah, mereka malah mendukung Ahmadiyah. Umat Islam mendukung RUU Anti-pornografi, mereka justru menolaknya. Jika umat Islam mengecam perkawinan sesama jenis, mereka justru mendukungnya. Umat Islam menolak perkawinaan antar-agama, tapi mereka malah mempromosikannya. (more…)

Kembang Kertas di Taman Sekolah

Posted in Cerpen by Amira Mehnaaz on the October 21st, 2008

By: O. Solihin

“Ah, lagi-lagi dia menyita perhatianku!” ucap Ogi sambil tarik nafas panjang.

“Ternyata ada juga orang yang hobinya memetik kembang kertas,” Ogi geleng-geleng kepala nggak habis pikir. Tapi Ogi tak bisa membohongi diri bahwa orang tersebut mampu mencairkan dinding es yang selama ini mulai ia bangun. Meski Ogi sendiri nggak terlalu serius menanggapinya. Maklum kejadian sebulan yang lalu yang telah membuatnya shock.

Gimana nggak, Ogi sempat digosipkan ‘jadian’ sama Leony. Udah gitu yang menggosipkannya Rosa, lagi. Benar-benar kacau. Meski begitu, terus terang diam-diam Ogi memang tak bisa melupakan kelakuan orang yang hobinya memetik kembang kertas di taman sekolah, yang tak lain adalah si anak baru di kelasnya, Leony! (more…)

 
Next Page »

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites