gaulislam.com


Suka Sejenis, Idih-idih… Najis!

Posted in Opini by sholihin on the November 30th, 2008

Dunia emang udah jungkir balik. Udah tahu di dunia ini ada dua makhluk cowok-cewek agar terjalin saling kasih-sayang, eh… malah suka ama sesama jenis. Itulah perilaku para aktivis homoseksual. Nyleneh? Emang iya.

Penganut homoseksual (suka sesama jenis), dari tahun ke tahun makin meningkat aja. Bahkan, kalo dulu mereka beraninya under ground alias ngumpet-ngumpet, sekarang udah lebih pede menonjolkan identitas dirinya. Aktivis lesbian di Indonesia misalkan, malah udah punya wadah organisasi. Namanya Suara Srikandi yang anggotanya para lesbi dari berbagai profesi, termasuk para eksekutif. Komunitas ini juga udah punya website segala, buat curhat antarsesama mereka. Emang, di lingkungan tempat tinggal atawa di keluarga, banyak juga di antara mereka yang belon terbuka mengenai kelainannya. But, soal aktivitas nge-lesbi ama sohib-sohibnya udah makin berani aja. Konon, jumlah anggota mereka juga terus bertambah. (more…)

Mandul

Posted in Opini by Amira Mehnaaz on the November 29th, 2008

Midun memanen sekeranjang protes dan penentangan. Meskipun prestasi di sekolahnya secerah bintang tapi tidak bisa memberikan cahaya. Dia dikenal sebagai siswa yang cerdas, berotak panjang, dan berakal seribu. Berbagai piala dalam bidang sains seperti piala lomba kimia, fisika, dan matematika berjejer di rumahnya. Wajar saja yang mengkilat bukan rambutnya tapi jidatnya alias kribo, kriting agak botak. Di luar semua itu, Midun adalah sosok yang menyedot perhatian kalangan siswa aktivis Islam. Pasalnya, Midun dengan segala prestasinya justru hadir sebagai pembawa obor pengerdilan Islam. Dengan nada sombong yang dibumbui sinis, dia selalu mengatakan bahwa menurunnya prestasi siswa dikarenakan mereka terlalu sibuk mengikuti pengajian keislaman. Sehingga tidak ada waktu untuk mengembangkan prestasi. Bahkan jilbab menurut dia dapat menurunkan daya tahan tubuh karena menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam tubuh. Wah..wah.. baru agak botak saja sudah menendang agama, bagaimana kalau sudah gundul plontos? (more…)

Cewek Bispak, Kepepet apa Butuh?

Posted in Opini by Hafsa Mutazz on the November 28th, 2008

Cewek-cewek jaman sekarang kayaknya banyak yang udah kagak bisa jaga diri. Malah, cenderung mengeksploitasi potensi dirinya buat mengeruk duit, sekadar bersenang-senang. Modal cantik dan body aduhai, dimanfaatkan buat menggaet cowok hidung belang. Syerem!

KAMU-kamu pasti pernah dong denger istilah ?cewek bispak’ alias bisa dipake. Idih, kayak barang aja. Emang kok, cewek model gini layaknya barang, bisa dipinjem, dipake and diapa-apain aja semau yang make. Mulai yang sekadar diajak jalan-jalan nemenin lelaki hidung belang, ditraktir makan di caf? or resto yang wah, dibeliin baju ampe diajak bobo bareng alias zina. Na’udzubillahi min dzalik. Gampangan banget, kan? Kok bisa mereka sampe begitu sih? Gimana pandangan kamu?

?’Ih, amit-amit. Gue gak setuju, suer! Bagaimanapun itu kan dosa, melanggar nilai-nilai agama,” cetus Dewi, siswi SMU YPHB Bogor kepada Permata. Menurut doi, jadi cewek bispak berarti nggak punya harga diri alias murahan banget. ?’Jangan sampai deh melakoni profesi kayak gitu. Bahkan kalo ada temen gue yang bispak, pasti gua ogah jadi temennya lagi,” imbuhnya serius. (more…)

Kini Tapi Kuno

Posted in Opini by Hasna Hawwa on the November 27th, 2008

Pemenuhan naluri seksual secara tidak senonoh sebenarnya telah terjadi semenjak jumlah manusia masih bisa dihitung dengan jari. Pada masa Nabi Musa dan Harun ada sel teroris yang bernama Fir’aun. Menurut perhitungan Tuan Sufi, sebelum George W Bush memproklamirkan diri sebagai bapak teroris dunia, sebenarnya Fir’aun telah lebih dulu jadi kakek moyang teroris. Fir’aun-lah yang telah menebar teror untuk menumpas semua bayi laki-laki yang tak berdosa. Mungkin pada masa itu semua bayi laki-laki oleh Fir’aun dituding sebagai anggota jaringan teroris yang mesti dilenyapkan. Misalnya dengan nama operasi the war against terrorist baby. Semua orang juga dipaksa untuk memuja, mengagungkan, menuhankan, dan menyembahnya. Kuali besar berisi minyak mendidih telah disiapkan sebagai swimming pool gratis bagi mereka yang berani menentangnya. (more…)

Robot

Posted in Opini by Farah Zuhra on the November 26th, 2008

Di seberang kompleks pertokoan itu asap mengepul berwarna hitam pucat. Jelas bukan berasal dari asap rokok Mang Midun Kumis yang gemar jenis rokok klobot yang lintingannya sebesar kelingking gajah. Bukan juga berasal dari warung sate ‘goyang lidah’ milik Bang Mu’in asal Madura. Tapi asap itu berasal dari bangkai mobil VW dan sedan Corona. Rupanya tidak hanya kodok atau celana kolor yang bisa jadi bangkai,? mobl pun bisa jadi bangkai arang hitam kalau sudah bermesraan dengan api. Bangkai mobil yang masih berasap itu adalah sisa dari keributan beberapa jam yang lalu. Pelakunya bukanlah preman bertatto yang sedang mabuk lalu ditabok preman lain yang juga mabuk karena minum sprite dicampur bensin. Tapi pelakunya justru sekelompok remaja belia berseragam SMP dan SMU. Sebagai pelajar mestinya mereka berwajah manis dan berkepribadian luhur, tapi kenyataannya malah berwajah keji seperti George W Bush, berbibir kecut seperti John Howard, dan berkepribadian gelap seperti Tony Blair. (more…)

Obama dan Isu-Isu Panas Dunia Islam

Posted in Opini by Abdul Shaheed on the November 26th, 2008

Sebagian Muslim menaruh harapan perubahan drastis pada Presiden kulit hitam pertama negeri Paman Sam, Barack Hussein Obama.Tapi apakah janjinya sesuai dengan saat kampanye?

Oleh: Musthafa Luthfi *

Dalam buku karangan Sheikh Abi Al-Hassan An-Nadawi, pakar Muslim asal India antara lain disinggung tentang studi komparasi kondisi umat Islam di era para Sahabat terutama pada masa Khulafaurroshidin di era dua imperium super-power saat itu (Persia dan Romawi) dan kondisi umat Islam akhir abad ke-20 Masehi saat keberadaan dua negara super power (AS dan Uni Soviet).

Buku yang dalam edisi bahasa Arabnya berjudul “Maza khasiral aalam min inhithat al-Muslimin” (apa kerugian dunia akibat kemunduran kaum Muslimin), antara lain menyebutkan bahwa kekuatan dan potensi umat Islam di akhir abad ke-20 (lebih-lebih saat ini pen.) jauh lebih besar dari era para Sahabat terdahulu untuk tampil sebagai pemimpin dunia. (more…)

VINOL

Posted in Opini by Amira Mehnaaz on the November 25th, 2008

Seorang perempuan agak senior sudah menunggu para remaja itu. Tidak jelas berapa umurnya, mungkin sekitar 40 tahun lebih sedikit. Tapi yang jelas umurnya masih lebih muda dari Mak Lampir ataupun Mak Erot. Dia berobsesi menjadi penggerak remaja di daerah itu, tentu dengan cara pandangnya sendiri. Dari rumah dan perabotannya dia tampak sebagai perempuan berduit. Siapkah dia itu? Kalau memutar memori otak pada sekitar 20 tahun yang lampau akan mudah mengenali dia. Dialah Vinol Guanista yang sempat mengejutkan daerah itu dengan gaya nekatnya yang membuat ubun-ubun remaja menggigil. Aksi panggungnya saat melantunkan lagu dengan tarian eksotiknya sungguh melebihi panasnya Bollywood. Setiap penampilannya selalu dipadati oleh penggemarnya, tidak hanya remaja bahkan bapak-bapak dan kakek-kakek ikut tersihir. Tapi harus dibedakan karena mereka memang remaja yang berakal slebor, bapak-bapak dan kakek-kakek yang bernafsu gempor. Bahkan saat pementasan ada seorang kakek harus dilarikan ke tukang urut di Cimande karena kejang-kejang begitu Vinol beraksi erotis. Apalah artinya rusaknya generasi, yang penting bagi Vinol khan koceknya. (more…)

Balada Syekh Puji dan Ulfa

Posted in Buletin gaulislam,Tahun II/2008-2009 by Hasna Hawwa on the November 24th, 2008

edisi 057/tahun ke-2 (26 Dzulqa’idah 1429 H/24 Nopember 2008)

Iigh…kecil-kecil kok jadi manten? Apa bisa ngurus rumah tangga, sekolah aja baru lulus SD, usia aja masih 12! Apa bisa? Gitu deh respon publik pas denger dan liat fenomena pernikahan Luthfiana Ulfa yang baru berusia 12 tahun dengan Syekh Puji, seorang pengusaha kaya asal Semarang. Jadi inget sinetron “Kecil-Kecil Jadi Manten”-nya Rohaye yang gokil abis itu dan pernah ditayangin di salah satu tv swasta beberapa taon yang lalu.آ  Taon jebot lah!

By the way, kebayang nggak sih merit di usia 12 tahun? Hm… apalagi Ulfa ternyata dianggap menikah di bawah umur dan katanya nih melanggar Undang-Undang Perkawinan di negeri ini. Duuuh… asal deh ah!

Ada apa dengan Ulfa?

Kalo beraninya cuma berandai-andai, beda nih ama Ulfa, demikian panggilan akrab dari Lutfiana Ulfa, gadis cilik berusia 12 tahun asal desa Bedono-Semarang. Ia berani menerima pinangan Syekh Puji yang berusia 43 tahun dan status mereka hingga kini masih suami istri, lho. Jadi heran kan kalo diminta pisah?

Tapi, begitu media massa mengangkat realita ini ke masyarakat, wuzzzz… secepat kilat Ketua Komnas Perlindungan Anak, Kak Seto mendatangi Syekh Puji dan menasihati agar nggak menikahi gadis yang masih tergolong anak-anak. Lebay deh! (more…)

Genderang Teror

Posted in Opini by Leila Amra on the November 23rd, 2008

Ada kegiatan rutin tambahan di majlis Tuan Sufi. Biasanya di majlis itu para remaja aktivis Islam itu berkumpul rutin untuk membahas beberapa kajian keislaman sebagai bekal mereka untuk berdakwah membangun kesadaran umat. Tapi hari-hari terakhir ini mereka menambah kegiatan rutinnya setiap ba’da shalat Isya’.  Yaitu mencermati berita tentang aksi kebiadaban pasukan teroris pimpinan AS (ptp AS) di negeri 1001 malam, Iraq. Mereka sengaja memilih saluran tv yang merelai liputan khusus dari Al Jazirah dan membuang jauh-jauh saluran tv yang merelai CNN , NBC, dan Fox. Alasannya jelas, karena CNN, NBC, dan Fox merupakan media teroris yang mendukung penuh aksi memalukan ptp AS. Misalnya, media-media tersebut hanya menayangkan kehebatan semu ptp AS dengan perlengkapan mesin pembunuhnya seperti helikopter Apache, pesawat siluman F-117 Nighthawk, tank Abrams sampai rudal Tomahawk. Sementara Al Jazirah menayangkan kenyataan di lapangan, mulai dari rontoknya helikopter Apache yang ditembak oleh petani Irak dengan senapan AK, korban sipil bayi, anak-anak, sampai ibu-ibu hamil yang insyaallah wafat sebagai syuhada. (more…)

Basa Basi

Posted in Opini by Ahmad Jibraan on the November 22nd, 2008

Dalam pergaulan remaja terkadang diperlukan basa basi. Misalnya, ada orang yang ngomongnya banyak sampai-sampai masuk teori ekonomi makro segala padahal ujung-ujungnya mau pinjam duit. Ada juga yang pasang basa basi dulu ketika diajak makan padahal finalnya satu setengah porsi ludes. Bahkan bisa juga basa basi sebagai senjata ampuh untuk menyenangkan teman. Ketika ada yang berbusana dengan paduan warna norak kita mengatakan misalnya sang pemakainya berjiwa seniman. Saat main ke rumah teman yang barang-barangnya berantakan bak angin peting beliung kita mengomentarinya, ‘bagus, seperti lukisan abstrak’. (more…)

 
Next Page »

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites