gaulislam.com


Maria Ozawa, Pornografi, dan Remaja Islam

Posted in Buletin gaulislam,Tahun II/2008-2009 by Amira Mehnaaz on the September 28th, 2009

logo-gi-3 gaulislam edisi 101/tahun ke-2 (9 Syawal 1430 H/28 September 2009)

Akhir-akhir ini Miyabi alias Maria Ozawa udah bikin kontroversi seputar rencana kedatangannya ke Indonesia. Siapa Maria Ozawa dan apa keperluannya datang ke Indonesia? Maria Ozawa ini meski ada nama “zawa” bukanlah orang Jawa (halah, apa hubungannya?), tapi wong Jepang, Bro. Di negeri asalnya dan oleh para penggemarnya di seluruh dunia doi terkenal sebagai bintang film porno. Nah, rencana kedatangannya nanti pada tanggal 15 Oktober 2009, menurut ‘gosip’ di media massa yang udah berkembang sih Miyabi akan memenuhi undangan dari Maxima Picture untuk syuting film terbaru yang skenarionya ditulis Raditya Dika dengan judul “Menculik Miyabi”. Film ini menceritakan tiga orang mahasiswa yang terobsesi dengan arti film porno asal Jepang tersebut. Ketiga mahasiswa itu ingin menculik Miyabi ketika mereka tahu artis tersebut berada di Jakarta.

Sejak pertengahan September lalu udah heboh media massa ngeberitain rencana kedatangan Miyabi. Sampe-sampe MUI juga udah menolak rencana kedatangan artis film porno dari negerinya pemain sepakbola klub Espanyol, Shunsuke Nakamura ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tujuan kedatangan Miyabi ke Indonesia harus ditelusuri. “Kalau dia (Miyabi) mau datang ke Indonesia, dilihat dulu tujuannya apa. Kalau mau main film porno ya kita tolak dengan tegas karena merusak kepribadian bangsa ini,” kata Ketua MUI, Amidhan Shaberah kepada VIVAnews, Kamis 24 September 2009. (more…)

Yuk, Jadi Lebih Baik!

Posted in Buletin gaulislam,Tahun II/2008-2009 by Farah Zuhra on the September 21st, 2009

logo-gi-3 gaulislam edisi 100/tahun ke-2 (2 Syawal 1430 H/21 September 2009)

Nggak kerasa bulan Ramadhan udah berlalu lagi. Sedih rasanya berpisah dengan bulan mulia ini. Sebab, dalam bulan Ramadhan, begitu banyak keutamaannya. Entah kenapa seluruh umat Islam di dunia pasti merasakan keunikan bulan ini. Unik yang bagaimana? Unik karena kita kudu puasa di siang hari. Sementara malamnya, kita sholat malam, kemudian bangun lebih awal untuk sahur dan beribadah lagi. Namun demikian, kegiatan sehari-hari tetap kudu berjalan, walau kadang kurang optimal karena ngantuk, lemes dan susah konsentrasi. Sebenarnya semua kegiatan tersebut biasa aja, dan bukan merupakan hal yang aneh bagi orang Islam. Cuma karena kita jarang melakukannya, kegiatan tersebut terasa berbeda di bulan Ramadhan.

Datang dan perginya bulan Ramadhan pasti akan terjadi sepanjang masih ada kehidupan di dunia ini. Nah, karena sifatnya sudah pasti terjadi, mestinya kita yang udah cukup sering berpuasa Ramadhan. Tentunya udah mahir banget. Sama seperti naik sepeda, pada mulanya terasa sulit. Sering kali kita harus jatuh berkali-kali. Kadang malah sampai berdarah-darah segala. Namun kemudian perlahan kita mulai bisa. Terus berlatih sampai akhirnya jadi mahir banget. Nggak cuma jalan biasa aja yang bisa dilewatin. Mulai dari gunung sampai trek yang biasanya dipake buat skateboard pun di jabanin. Yang semula naik sepeda biasa aja, karena berlatih terus akhirnya kita bisa, lepas stang, jumping, flip 360 derajat dll. (more…)

Untung Ditangkap Taliban, Bukan Militer AS

Posted in Indahnya Islam by Amira Mehnaaz on the September 19th, 2009

Hidayah bisa datang di tempat dan saat yang tidak terduga, termasuk ketika seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang pernah dianggap kejam dan menyeramkan

28 September 2001, tujuhbelas hari setelah peristiwa runtuhnya gedung World Trade Center di New York. Pemimpin reporter Sunday Express, seorang single mother berusia 43 tahun, dikirim ke Islamabad untuk meliput “perang melawan teroris” yang baru saja dimulai oleh George W. Bush, presiden Amerika Serikat kala itu.

Yvonne Ridley mengenakan pakaian khas wanita Afganistan lengkap dengan burkanya, ia berusaha masuk ke Afganistan secara ilegal lewat perbatasan Pakistan. “Untuk meliput krisis kemanusiaan dan berbicara dengan orang-orang Afganistan yang tidak bisa atau tidak mau meninggalkan negara itu,” katanya memberi alasan mengapa ia ingin masuk ke negara itu. (more…)

Tuntunan Sholat Ied

Posted in Tsaqofah by Hasna Hawwa on the September 18th, 2009

Engga terasa sebentar lagi mo lebaran, udah seharusnya kita nyiapin diri untuk menyambut hari yang fitri tersebut dengan seoptimal mungkin. Kebanyakan orang Indonesia seringnya disibukkan dengan persiapan baju baru, makanan, mudik, THR dll, ya sebenernya engga salah banget sih cuma jangan sampai prioritas berubah, karena kewajiban kita di dunia ini adalah ibadah, so jangan sampe persiapan ibadah kamu gatot (gagal total)  gara-gara mikirin hal-hal yang tidak perlu. Nah untuk menyegarkan lagi ingatan kita untuk mempersiapkan diri ber-lebaran, yuk simak  tuntunan ringkas untuk sholat idul fitri.
(more…)

Media Massa, “labelling”, dan Pengalihan Opini

Posted in Editorial GI by sholihin on the September 17th, 2009

Assalaamu’alaikum wr wb

Hari ini media massa menjejali headline-nya dengan aksi Densus 88 dalam upayanya melakukan pengepungan di sebuah rumah di Solo yang konon kabarnya ditempati oleh mereka yang diduga teroris. Aksi yang dimulai sejak kemarin malam itu berakhir tadi pagi dengan hasil 4 tewas dan 3 hidup. Inilah satu berita yang saya baca. Namun terlepas dari masalah pemberitaan, kita dan masyarakat lainnya pasti membutuhkan sebuah “kebenaran”. Masyarakat perlu tahu  dan harus bisa membedakan antara berita dan kebenaran. Sebab, itu berbeda. Bagaimana pun juga media massa harus mendidik masyarakat sekaligus memberikan hak-hak mereka untuk mendapatkan kebenaran dari masalah yang diberitakan.

Selain itu, labelling atau penjulukkan kerap dilakukan media massa tertentu. Terutama dalam masalah terorisme ini. Seperti contoh satu situs berita di internet menulis lead: “Pengepungan teroris di Solo. Lead itu ditulis sejak dinihari, tapi belakangan sekitar jam 10-an WIB, entah karena kesadarannya atau ada protes dari pihak lain, akhirnya diubah dengan cukup menuliskan “Penggerebekan di Solo”. Meski agak telat, tapi citra media itu cukup memberikan kesan bahwa mereka (yang belum tentu citra-dirinya yang asli) sudah diberi label sebagai teroris oleh media massa tersebut. (more…)

Antara “Miss Universe” dan “Sapi Perah”

Posted in Opini by Leila Amra on the September 15th, 2009

Tak akan ada gadis sumbing terpilih menjadi ratu kecantikan,  meski IQ-nya tinggi. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-268

Oleh: Dr. Adian Husaini*

Menjelang bulan suci Ramadhan 1430 Hijriah, media massa Indonesia banyak menyiarkan berita tentang prestasi yang diraih oleh Zivanna Letisha Siregar, anak Indonesia yang ikut dalam Kontes Ratu Kecantikan Sejagad (Miss Universe) 2009.

Hasil jajak pendapat di missuniverse.com pada Kamis (20/8/2009) menunjukkan, Zizi – panggilan Zivanna – menduduki peringkat ketiga, satu prestasi yang belum pernah diraih oleh putri Indonesia sebelumnya. Prestasi itu diraih karena banyaknya orang Indonesia yang mendukungnya lewat polling. Media massa pun gegap gempita mendukungnya. Banyak yang  secara terbuka bangga dan berharap, Zizi akan menang dalam kontes Miss Universe tersebut.

Menariknya, hampir tidak tampak lagi suara yang mempersoalkan keikutsertaan wakil Indonesia tersebut di pentas pemilihan Ratu Sejagad. Nyaris tak terdengar suara MUI, Departemen Agama, NU, Muhammadiyah, dan sebagainya. Seolah-olah kehadiran Zizi di pentas kecantikan internasional itu memang sudah direstui oleh bangsa Indonesia. Padahal, dalam kontes tersebut,  Zizi menampilkan pakaian bikini yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu mengundang kontroversi. (more…)

Berharap Bertemu Ramadhan Kembali

Posted in Buletin gaulislam,Tahun II/2008-2009 by Farah Zuhra on the September 14th, 2009

logo-gi-3 gaulislam edisi 099/tahun ke-2 (24 Ramadhan 1430 H/14 September 2009)

Bro, nggak terasa ya Ramadhan udah di penghujung bulan. Dalam hitungan hari kita akan berpisah dengan Ramadhan. Bulan mulia yang penuh barokah dan ampunan. Saya sendiri sering merenung, apakah memang saya memanfaatkan Ramadhan dengan sebaiknya? Atau malah ‘memperlakukan’ Ramadhan seperti bulan biasanya? Shalat kita mungkin tak beda dengan saat shalat selain Ramadhan, shaum kita tak sempurna, shadaqah kita dihiasi dengan sikap riya’, dan amalan lainnya yang kita khawatir sia-sia belaka. Naudzubillah min dzalik. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikanNya. Memanfaatkan Ramadhan sebaik mungkin demi mengumpulkan pahala. Semoga.

Bro en Sis, kalo menjelang berakhirnya Ramadhan ini, saya jadi inget juga nih bait-bait puisi dari Pak Taufik Ismail, salah satu penyair favorit saya. Kebetulan saya pernah juga mengisi bareng beliau dalam satu acara di sebuah universitas di Malang tentang sastra. Tahu kan puisi beliau yang saya maksud? Yup, puisi itu berjudul “Setiap Habis Ramadhan”, yang makin keren ketika dilagukan oleh Bimbo. Syairnya begitu syarat makna dan mendalam. Inilah bait-bait puisi beliau: Setiap habis rama­dhan/ hamba rindu lagi ramadhan/ Saat-saat padat beribadah/ tak terhingga nilai mahalnya/ setiap habis ramadhan/ hamba cemas kalau tak sampai/ umur hamba di tahun depan/ berilah hamba kesempatan/ Setiap habis Ramadhan Rindu hamba tak pernah menghilang Mohon tambah umur setahun lagi Berilah hamba kesempatan/Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan/ Sekeluarga, sekampung, senegara Kaum muslimin dan muslimat se dunia/Seluruhnya kumpul di persatukan Dalam memohon ridho-Nya. (more…)

Di Ujung Jalan Berliku Terdapat Telaga Kedamaian

Posted in Indahnya Islam,Khazanah by Hafsa Mutazz on the September 12th, 2009

Hidupnya penuh liku-liku, keinginannya untuk meraih kebahagiaan membawa Abdullah Al-Kanadi menemukan Islam

Nama saya  sekarang Abdullah Al-Kanadi. Nama asli saya adalah Craigh Robertson. Saya dilahirkan di Vancouver, Kanada. Keluarga saya penganut Katolik Roma membesarkan saya sebagai seorang Katolik Roma hingga usia 12 tahun. Sekarang saya sudah menjadi Muslim dan ingin berbagi dengan Anda cerita tentang perjalanan saya menuju Islam.

Semasa kecil saya bersekolah di sekolah agama Katolik. Di sana saya diajarkan tentang kepercayaan Katolik, disamping mata pelajaran lainnya. Prestasi saya di kelas agama sangat baik, secara akademis saya mendapat nilai sangat baik dalam bidang studi ajaran-ajaran gereja.

Sejak di usia sangat dini, orangtua memaksa saya untuk mengikuti kegiatan pelayanan, menjadi “anak altar”, yang mana hal itu sangat membanggakan kakek dan  nenek. Namun, semakin saya pelajari, semakin saya mempertanyakan ajaran agama saya. (more…)

Ramadhan Tak Istimewa di Layar Kaca

Posted in Buletin gaulislam,Tahun II/2008-2009 by Hasna Hawwa on the September 7th, 2009

logo-gi-3 gaulislam edisi 098/tahun ke-2 (17 Ramadhan 1430 H/7 September 2009)

Kalo kamu di rumah punya televisi, paling nggak bisa deh ngamatin en nyimak acara-acaranya. Kalo pun kamu adalah tipe orang yang malas nonton acara televisi selain yang isinya baik-baik dan menambah wawasan, mungkin sedikit mah tahu deh nama-nama acaranya melalui informasi di stasiun televisi masing-masing yang sempat kamu tonton. Nah, masalahnya sekarang adalah, di bulan Ramadhan ini—yang mau nggak mau biasanya identik dengan hal-hal yang religi atau tepatnya bernuansa Islam, eh ternyata nggak juga tuh. Setidaknya acara yang tidak mencerminkan nuansa Ramadhan jauh lebih banyak. Padahal, Ramadhan adalah saat yang tepat—jika kita dalam kehidupan sehari-hari di bulan lain nggak terlalu peduli dengan ibadah.

Bro en Sis, saya nggak mau nyebut nama-nama acaranya ya, khawatir malah jadi iklan. Hehehe.. pastinya kamu bisa nunjuk sendiri dan ngeh sendiri deh. Yup, yang saya maksud adalah acara-acara yang memenuhi prime time di layar kaca. Naha, masalahnya adalah acara tersebut lebih banyak yang sifatnya hura-hura aja. Labelnya sih bernuansa Islam, khususnya yang berkenaan dengan menjelang dan setelah berbuka puasa, plus acara di waktu sahur. Kamu tahu sendirilah gimana acara itu. Yup, cuma nama acaranya aja yang identik dengan Islam. Tapi isinya? Banyak yang menjauhkan nilai-nilai Islam. Baik format acara maupun para pengisinya, yang kebanyakan adalah selebriti. Di situ, bertabur hal-hal yang sama sekali tak menjadikan Ramadhan sebagai bulan istimewa. Sayang sekali bukan? (more…)

Kita yang selalu berharap

Posted in Personality by sholihin on the September 6th, 2009

Assalaamu’alaikum wr wb

Teman-teman, kita selalu berharap agar kita mendapat kebaikan. Tapi, pernahkah kita berbuat baik? Kita selalu berharap mendapat kebahagiaan. Tapi pernahkah kita membahagiakan orang lain? Kita juga nyaris selalu berharap mendapatkan perhatian, tapi pernahkah kita juga memperhatikan orang lain?

Mungkin dari ketiga pertanyaan ini ada jawaban yang beragam dari teman-teman. Jawaban “ya” yang beragam, dan begitupun jawaban “tidak” yang beragam.

Kita mulai dari jawaban “ya”. Ya, kita selalu berharap mendapat kebaikan, dan kita juga senantiasa berbuat baik. Syukurlah kalo memang demikian adanya. Ada lagi jawaban lainnya; selalu berharap tapi lemah berbuat. Kita senantiasa ingin mendapat kebaikan, tapi lemah dalam berbuat baik. Jadi, apa pantas kita selalu berharap mendapat kebaikan, sementara kita jarang berbuat baik? Mungkin juga ada yang lemah berharap, pun lemah berbuat. Ini agak menyedihkan, karena berharap mendapat kebaikan saja jarang, pun kurang dalam berbuat baik. Dari ketiga jenis jawaban itu yang tahu hanyalah yang bersangkutan dan Allah Swt. Ya, kita bisa interospeksi diri. (more…)

 
Next Page »

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites