gaulislam.com


Remaja Juga Bisa Berkorban

Posted in Buletin gaulislam,Tahun III/2009-2010 by Farah Zuhra on the November 30th, 2009

logo-gi-3 gaulislam edisi 110/tahun ke-3 (13 Dzulhijjah 1430 H/30 Nopember 2009)


Di senin pagi ini, tanggal 30 Nopember 2009 atau bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1430 H, kita masih merasakan suasana Idul Adha, kurban, dan tentunya hari Tasyrik. Apa itu hari Tasyrik? Singkatnya gini deh, hari Tasyrik itu adalah tanggal 11-13 Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut kaum muslimin mengagungkan Allah Swt., senantisa mengingat asmaNya seraya menghayatiNya sehingga mampu mempertajam rasa takwa kepadaNya. Soalnya pada jaman pra Islam, orang-orang yang telah selesai menjalankan ibadah haji, berkumpul di pasar ‘Ukaz dan di pasar-pasar lain. Di sana mereka saling menyombongkan kebesaran dan kehebatan orang tua dan nenek moyang mereka. Nah, tradisi or adat istiadat itu nggak dibenarkan dalam ajaran Islam.

Selain itu, pada hari Tasyrik ini juga disembelih hewan-hewan kurban semata sebagai wujud ketaatan dan sekaligus mengagungkan Allah Swt. Di hari Tasyrik pula para jamaah haji melakukan ritual melempar jumrah. Oya, karena hari Tasyrik berkaitan dengan hari raya Idul Adha, maka kaum muslimin diharamkan berpuasa. Ok? Sekarang kamu paham deh ya. Sip lah. Gitu dong, remaja cerdas ya ngerti syariat. Gejlig! (more…)

Cowok Sok Pahlawan?

Posted in OnlyBoy,Pernik by Hasna Hawwa on the November 29th, 2009

Cewek emang seneng ama cowok yang baik hati dan siap menolong. Bener nggak sih itu tabiat cowok? Gimana juga kalau malah sok pahlawan?

Suatu hari, sepulang dari aksi unjuk rasa di Bunderan HI, serombongan akhwat mau pulang dengan naik kereta listrik (KRL). Eh, mungkin karena sedang meleng, seorang akhwat nyaris celaka. Doski nggak sadar kalau KRL yang akan dinaikinya sudah akan berangkat, sementara sebelah kakinya masih ada di luar KRL. Beruntung, seorang ikhwan dengan sigap menarik tangan sang akhwat ke dalam KRL sehingga tidak nyungsep jatuh di pelataran stasiun, apalagi ke kolong KRL (hiii!). Merasa udah diselamatin jiwanya, sang akhwat berkali-kali ngucapin syukron en jazakallah khairan pada ‘the hero’, cowok tadi. Reaksi sang cowok? Nggak tahu, mesem-mesem kalee ya! (more…)

Mantan Pendeta Itu Menjadi Muslim

Posted in Indahnya Islam,Khazanah by Farah Zuhra on the November 28th, 2009

Gold Fret mantan Pendeta : “Eli, Eli, lama sabakhtani?” mengantarnya kepada Hidayah Islam

AYAH saya seorang pastor atau pendeta dalam agama Kristen Katolik. Beliau mengajarkan Alkitab (Injil) pada saya sejak saya masih kecil dengan harapan agar saya menjadi penerus cita-citanya di kemudian hari. Saya belajar Alkitab pasal demi pasal dan ayat demi ayat dengan seksama. Berkat bimbingannya, saya betul-betul memahami kandungan dan tafsiran Alkitab. Sejak saya berumur empat belas tahun, saya diberi kepercayaan berceramah di gereja pada setiap hari Minggu dan hari-hari keagamaan Kristen lainnya. Setelah saya banyak membaca Alkitab, banyak saya dapatkan kejanggalan-kejanggalan di dalamnya. Dalam Alkitab, antara pasal satu dan pasal lainnya banyak terjadi pertentangan, dan banyak ajaran gereja yang bertentangan dengan isi Alkitab.

Misalnya, Yohanes pasal 10 ayat 30, menerangkan bahwa Allah dan Yesus (Isa) bersatu, yaitu, “Aku dan Bapa adalah satu.” Sedangkan, pada Matius pasal 27 ayat 46 menjelaskan bahwa Yesus dan Allah berpisah, yaitu, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” ‘Artinya, “Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (more…)

Anak Kita dan Zaman

Posted in Keluarga by Leila Amra on the November 27th, 2009

“Wah sudah besar, ya anakmu?” apa yang kita rasakan ketika mendengar sapaan itu. Bangga? Rata-rata demikian. Setiap orang tua akan bangga ketika disapa demikian. Anakku sudah besar, pikir kita.

Tapi pernahkah kita tersentak mendengar sapaan itu, “anakku sudah besar” Ya anakmu sudah besar. Sudah bertambah usianya. Dan apa saja yang telah engkau berikan kepada anakmu sepanjang usianya? Tahukah kau peristiwa apa saja yang telah terjadi sepanjang usianya? Ketika ia tertawa bahagia, mendapatkan momen yang membungakan perasaannya, hadirkah engkau di sana, turut tertawa bahagia bersamanya? Dan ketika ia meneteskan air mata duka karena kecewa dan hatinya luka, apakah engkau ada di sisinya? Engkau jadikan dadamu sebagai tumpahan air matanya? Dan engkau usap rambutnya yang halus agar ia tahu bahwa ia tak menangis sendirian, bahwa engkau ada bersamanya? Berempati merasakan duka dengannya. Seberapa sering itu kau lakukan? (more…)

Martir Revolusi

Posted in Cerpen,Pernik by Amira Mehnaaz on the November 25th, 2009

Ria Fariana

Svetlana bangkit, dan membuka pintu yang sebelumnya sempat ada uluk salam dari orang di baliknya. Mereka berbincang sebentar dengan memakai pintu sebagai tabir kemudian laki-laki itu pergi. Svetlana masuk dan menemui empat perempuan yang berkerudung dan berjilbab duduk mengelilingi meja.

“Kalian harus segera pulang sekarang. Halaqah kali ini ditiadakan.” Dengan sigap Svetlana mengemasi kitab-kitab kajian di meja. Bahkan ia tak sempat lagi untuk menutup forum kajian kali itu.

“Aparat Karimov mulai digerakkan untuk menggerebek kumpulan muslim atau pun muslimah yang mengkaji kitab kebangkitan,” Svetlana menjelaskan sambil tangannya terus bergerak merapikan meja. (more…)

Ibn Juljul, Herbalis dari Cordoba

Posted in Indahnya Islam,Khazanah by Leila Amra on the November 24th, 2009

Abu Da’ud Sulayman bin Hassan atau yang dikenal dengan panggilan Ibn Juljul lahir di Cordoba, Spanyol pada tahun 944. Sejak kecil dia sangat tertarik dengan ilmu pengetahuan dan banyak menghabiskan waktu untuk belajar.

Pada usia 10 tahun, dia sudah belajar tentang tata bahasa dan tradisi masyarakatnya. Lalu pada usia 15 tahun, dia mulai mempelajari ilmu kedokteran. Padahal pada zaman modern ini, ilmu kedokteran baru dipelajari di bangku kuliah.

Pengalaman memelajari ilmu kedokteran pada usia sangat dini, membuat Ibn Juljul, pada usia yang relatif muda sudah sangat terampil dalam ilmu kedokteran dan pengunaan obat-obatan herbal. Menurut catatan sejarah yang dikutip Muslimheritage.com , dia pernah bekerja sebagai dokter pribadi Al-Mu’ayyad Billah Hisyam, seorang Kalifah yang berkuasa pada tahun 977-1009 Masehi. Selama masa pemerintahan Kalifah Al-Mu’ayyad, Ibn Juljul banyak menghabiskan waktu untuk mempraktekkan keahlian medisnya dan menulis karya-karya medis. (more…)

2012

Posted in Buletin gaulislam,Tahun III/2009-2010 by Ahmad Jibraan on the November 23rd, 2009

logo-gi-3 gaulislam edisi 109/tahun ke-3 (6 Dzulhijjah 1430 H/23 Nopember 2009)

Angka 2012, akhir-akhir ini sering banget kita denger. Entah itu dari TV, radio atau pun dari berbagai media massa lainnya. Nggak tahu kenapa angka 2012 tiba-tiba jadi sangat terkenal. Berbagai artikel yang menjelaskan mengenai fenomena 2012 sudah banyak dibuat, ditambah pula dengan film mengenai 2012 dan MUI pun ikutan meramaikan dengan mengeluarkan himbauan mengenai 2012. Terus sebenarnya apaan sih 2012? Kok heboh banget ya? Emang apa bedanya 2012 dengan angka-angka lain? Yuk kita simak terus artikel ini.

Visualisasi singkat dari 2012 memang sudah sangat dikenal, karena thriller film 2012 sudah bisa diperoleh jauh-jauh hari sebelum filmnya sendiri di-release sama Bang Sony, eh maksudnya Sony Entertainment. Dalam thriller tersebut, digambarkan para biksu yang ada di pegunungan Himalaya, berlari bergegas, seperti abis lihat setan atau mungkin lebih mirip kayak orang udah kebelet banget (huehuehue…). Kemudian di antara mereka ada yang buru-buru membunyikan lonceng gede. Entah apa maksudnya. Tapi kemudian dari arah pegunungan Himalaya yang dibalut es abadi, eh keluar air kayak tsunami yang cukup tinggi dan membenamkan gunung tersebut. (more…)

Menyambung Tali Kasih

Posted in Personality by Amira Mehnaaz on the November 22nd, 2009

Oleh Kang Hari Moekti

Menjadi bagian dari sebuah keluarga besar memang menyenangkan, tapi sekaligus bikin kita ketar-ketir. Kenapa? Karena hubungan di antara anggota keluarga akan semakin kompleks. Hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang bernama keluarga juga bisa menciptakan benih-benih konflik. Ini sangat wajar mengingat anggota keluarga yang banyak dan beragam pendapat. Namun, bukan berarti hal itu tak bisa dikendalikan. Pendapat dan keinginan boleh berbeda selama hal itu masih dalam batas kewajaran dan bisa dipertanggungjawabkan. Tapi hubungan kekeluargaan atau silaturahmi harus tetap terjalin.

Sangat boleh jadi, dalam kondisi tertentu, muncul konflik. Tapi yakinlah, munculnya konflik itu adalah hal yang amat wajar. Bahkan bisa semakin mendewasakan kita dalam bersikap. Kita diuji untuk menyelesaikan setiap konflik yang terjadi dengan bijak. Tidak membela salah satu, atau menjerumuskan yang lain. Karena tujuan kita adalah melanggengkan ikatan tali kasih di antara keluarga. (more…)

Baron Omar Rolfvon Ehrenfels Menemukan Kebenaran Islam

Posted in Indahnya Islam by Hasna Hawwa on the November 21st, 2009

Islam telah memberikan rasa aman dengan cara tunduk (patuh) pada hukum yang abadi (ketentuan Allah).

Sejak masa kanak-kanak, Leopold Werner von Ehrenfels telah memperlihatkan ketertarikannya terhadap dunia Timur, khususnya dunia Islam. Demikian sepenggal kisah yang disampaikan saudara perempuannya, seorang penyair berkebangsaan Austria, Imma von Bodmershof, dalam sebuah artikel majalah sastra Islam Lahore terbitan tahun 1953, tentang Leopold Werner von Ehrenfels, yang kemudian berganti nama menjadi Baron Omar Rolf von Ehrenfels.

Ketertarikan Rolf, demikian biasa ia disapa, pada dunia Timur kemudian diwujudkan dengan mengunjungi negara-negara Balkan dan Turki manakala ia menginjak usia dewasa. Di setiap negara yang dikunjunginya, Rolf kerap mengikuti shalat berjamaah di masjid-masjid yang disambangi, meski pada saat itu dia masih seorang Nasrani. Apa yang dilakukan Rolf ini mendapat sambutan baik dari kaum Muslimin Turki, Albania, Yunani, dan Yugoslavia. (more…)

Al-Ghazali, Perang Salib, dan Kebangkitan Islam

Posted in Opini by Leila Amra on the November 20th, 2009

Dr Adian Husaini

Perang Salib dimulai pada 1095. Pada 50 tahun pertama, Pasukan Salib  berhasil mendominasi peperangan. Kekuatan kaum Muslim porak-poranda. Sebagian jantung negeri Islam, seperti Syria dan Palestina ditaklukkan. Ratusan ribu kaum Muslim dibantai. Pasukan Salib yang memasuki Jerusalem (1099) kemudian melakukan pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Kota Suci itu. Di Masjid al-Aqsha terdapat genangan darah setinggi mata kaki, karena banyaknya kaum Muslimin yang dibantai. Fulcher of Chartress menyatakan, bahwa darah begitu banyak tertumpah, sehingga membanjir setinggi mata kaki: “If you had been there your feet would have been stained to the ankles in the blood of the slain.”

Seorang tentara Salib menulis dalam Gesta Francorum, bagaimana perlakuan tentara Salib terhadap kaum Muslim dan penduduk Jerusalem lainnya, dengan menyatakan, bahwa belum pernah seorang menyaksikan atau mendengar pembantaian terhadap ‘kaum pagan’ yang dibakar dalam tumpukan manusia seperti piramid  dan hanya Tuhan yang tahu berapa jumlah mereka yang dibantai: “No one has ever seen or heard of such a slaughter of pagans, for they were burned on pyres like pyramid, and no one save God alone knows how many there were.” (David R. Blanks and Michael Frassetto (ed), Western Views of Islam in Medieval and Early Modern Europe, (New York, St. Martin’s Press, 1999)). (more…)

 
Next Page »

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites