gaulislam.com


Pikirkan Masa Depanmu

Posted in Buletin GAUL Islam, Tahun III/2009-2010 by Leila Amra on the March 29th, 2010

logo-gi-3 gaulislam edisi 127/tahun ke-3 (13 Rabiuts Tsaniy 1431 H/29 Maret 2010)

Hai putih-abuabuers! Alhamdulillah, akhirnya UN kelar juga. Setelah kamu dibikin ‘sport jantung’ ngadepinnya, sekarang kamu bisa sedikit bernapas lega. Eits, inget jangan banyak-banyak dulu bernapas leganya, karena perjuanganmu masih belum berhenti. Jangan dulu terlalu ‘over pede’ ngerasa pasti lulus sebelum surat keputusan kelulusan itu kamu baca dengan mata-kepala sendiri. Ok? Yang pasti, kami segenap kru gaulislam (tanpa diminta pun) bakal selalu ngedoain kalian semua supaya bisa lulus 100% dengan nilai yang memuaskan dan bisa ngelanjutin pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Insya Allah, amin Ya Robb.

Sedikit tips aja buat kamu yang mungkin masih bingung mau ngapain abis UN ini sembari menunggu hasilnya kelar. Pertama, pasrahkan semua usaha yang udah kamu lakukan pada Allah Swt. dalam arti tawakal. Jadikan diri kamu dalam posisi zero alias nol menghadapi ketentuanNya kelak. Kita hanyalah makhluk kecil dan lemah di hadapan keMahaKuasaanNya. Saat usaha sudah kita lakukan semaksimal mungkin, diiringi munajat yang tiada henti-hentinya, maka diri kita sudah harus disiapkan dalam posisi zero tadi. Karena, faidza ‘azzamta fatawakkal ‘alallah (dan jika kamu sudah berusaha, tawakkallah pada Allah Swt). Katakan, “Ya Allah, aku sudah berusaha maksimal, sekarang aku pasrah pada ketentuanMu. Aku yakin, Engkau pasti akan memberi yang terbaik untuk hamba-hambaMu yang senantiasa dekat denganMu.” (more…)

Takwa Sampai Akhir

Posted in Buletin GAUL Islam, Tahun III/2009-2010 by Abdul Shaheed on the March 22nd, 2010

logo-gi-3 gaulislam edisi 126/tahun ke-3 (6 Rabiuts Tsaniy 1431 H/22 Maret 2010)

Semoga kamu pernah dengar ayat ini: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hasyr [59]: 18)

Nah yang menjadi pertanyaan, udah belum ya kita semua bertakwa kepada Allah? Terus gimana caranya supaya bisa bertakwa? Sampe akhir lagi! Ibarat film, kan kagak afdol tuh kalo nggak tahu ending-nya. Nggak tahu jagoannya mati or tetep idup. Gitu juga dengan bertakwa kepada Allah, pastinya nggak afdol dong kalo nggak ampe kelar. Cuma setengah-setengah, eh berakhir di tengah jalan. Akhirnya nggak ketahuan jelas tuh kita tetap bertakwa kepada Allah atau nggak hingga akhir hayat. Idih, serem banget dah!

Oya, ngomongin soal takwa, berdasarkan yang gue pahami, takwa itu adalah menjalankan perintahNya en menjauhi laranganNya. Tapi, ya gitu deh..sayang seribu sayang, cuma tahu artinya tapi nggak nahan ama konsekuensinya. Alesan sih macem-macem. Misalnya: “Secara, kan masih muda. Masa’ sih kudu ngejalanin semua perintahNya, kayaknya nggak fun banget dah!” Eits, emang bertakwa ada umurnya gitu? Sembarangan! Cuma ya gitu, remaja biasanya identik dengan hal-hal yang fun. Tapi, fun yang gimana dulu tuh? Cos, fun juga tergantung ama apa yang kita pahami. Bisa jadi menurut temen-temen kamu seharian nongkrongin pensi, maen skateboard di taman kota, ML ama pacar itu fun (Naudzubillah!). (more…)

Jangan Berhenti Belajar

Posted in Buletin GAUL Islam, Tahun III/2009-2010 by Farah Zuhra on the March 15th, 2010

logo-gi-3 gaulislam edisi 125/tahun ke-3 (29 Rabiul Awal 1431 H/15 Maret 2010)

Bro, waktu pertama kali saya diminta ngisi pengajian, terus terang saja saya merasa takut. Takut salah, takut nggak bisa nguasai audiens, takut kalo ditanya nggak bisa jawabnya. Tapi, atas dorongan dari rekan-rekan DKM sekolah, akhirnya saya mau juga meski agak ragu.

Oya, waktu itu saya kelas 2 atau kelas 3 di sekolah kejuruan kimia di Bogor. Terus, yang membuat saya makin nggak percaya diri waktu itu karena saya pun baru ikutan ngaji. So, tentu ilmunya masih cetek banget. Eh, malah diminta ngisi pengajian untuk membina adik kelas. Jujur, saya stres dan tertekan. Ketika ngisi pengajian, yang lancar keluar adalah keringat dingin. Udah gitu saya selalu ngeliatin jam tangan aja. Sebab, saya rada heran, perasaan udah semua hal saya sampaikan, tapi kok waktu di jam tangan saya seperti bergerak lambat. Ternyata memang baru 20 menitan. (more…)

Jangan Takut Hadapi UN

Posted in Buletin GAUL Islam, Tahun III/2009-2010 by Amira Mehnaaz on the March 8th, 2010

logo-gi-3 gaulislam edisi 124/tahun ke-3 (22 Rabiul Awal 1431 H/8 Maret 2010)


Bro en Sis, ngomongin rasa takut, saat ini ada banyak siswa kelas XII atau kelas IX yang lagi deg-degan menghadapi UN (Ujian Nasional). Kalo nilainya jeblok pas ujian tersebut alamat bakalan nggak lulus. Duh, siapa yang nggak takut? Udah gitu malu lagi. Hmm.. wajar sih punya perasaan seperti itu. Tetapi yang nggak wajar adalah kamu nggak berupaya untuk meminimalisir rasa takut tersebut. Termasuk kalo nggak berusaha sedikit pun untuk mengatasinya. Logika sederhananya kan, kalo takut gagal ujian, ya belajar dong. Kadang, yang udah belajar aja masih gagal ujian apalagi yang nggak belajar. Iya nggak sih?

Siapkan mental

Sobat, kadang pada kondisi tertentu, kemauan lebih utama dari kemampuan. Maksudnya, kemauan untuk belajar, kemauan untuk mengubah keadaan, kemauan untuk bersusah payah mengatasi kendala akan bisa mengalahkan mereka yang memiliki kemampuan tapi malas belajar, tapi tidak mau mengubah keadaan, dan tidak sabar dalam mengatasi kendala. Inilah yang kita sebut kesiapan mental. Kita sudah cukup banyak lho menyaksikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Saya pernah tahu ada teman yang kalo dari segi IQ itu kalah jauh dibanding teman lainnya. Tapi, dia rajin belajar. Rajin berlatih. Akhirnya dia dapat prestasi juga. Jadi, persoalannya bukan melihat kekuatan atau kemampuan yang kita miliki semata, tapi juga sikap mental untuk menghadapi kondisi tertentu dan berusaha agar tidak tegerus meskipun dengan kemampuan seadanya. (more…)

Kado Cinta dari Islam

Posted in Buletin GAUL Islam, Tahun III/2009-2010 by Farah Zuhra on the March 1st, 2010

logo-gi-3gaulislam edisi 123/tahun ke-3 (15 Rabiul Awal 1431 H/1 Maret 2010)

Harta terbesar pada diri manusia adalah adanya iman Islam dalam diri. Betapa banyak manusia lainnya yang tersesat tak menemukan jalan kebenaran meskipun sepanjang hidupnya ia telah mencari. Dalam pencariannya itu, tak jarang di antara mereka kemudian menjadi atheis alias tak percaya adanya Tuhan.

Ludwig Feurbach bilang: “Tuhan itu hanya proyeksi manusia yang kosong hatinya”. Karl Marx bilang: “Kalau manusia secara sosial ekonomi bisa hidup dengan baik, Tuhan just die out”. Fredrich Nietchze bilang: “Tuhan telah mati”. Sigmund Freud: “bertuhan itu seperti mendambakan seorang ayah saja, maka kalau kita langsung dewasa, kita tidak lagi butuh Tuhan”. Richard Dawkins bilang: “kebutuhan akan Tuhan itu hanya meme (semacam gene) yang menular dari brain-to-brain dalam proses evolusi”. Daniel Dennett bilang: “Pikiran akan Tuhan itu hanyalah gen mistik yang tertinggal dalam proses evolusi manusia”. (more…)

 

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites