Nggak Ngaji Nggak Trendy
gaulislam edisi 131/tahun ke-3 (12 Jumadil Ula 1431 H/ 26 April 2010)
Halah, ini kan semboyannya program [klinik] gaulislam yang kita geber saban Rabu abis shubuh di Radio KISI 93.4 FM Bogor ya? Hehe.. bener Bro, ini sengaja kita jadikan judul buletin gaulislam edisi ini. Biar mantaplah. Soalnya, kita masih sering ketemu sama temen-temen yang lebih asyik ngomongin dandanan, gaul soal film terbaru, konser musik, berbusa-busa bahas kehidupan selebriti, gitu lho. Untuk apa tujuan mereka ngobrolin semua itu? Konon kabarnya biar disebut anak gaul dan ngetren. Sementara kalo urusan ngaji mah dibilangnya kampungan dan jatahnya orang yang udah TOP alias Tua Ompong Peot. Glodak!
Bro en Sis, udah saatnya deh kita percaya diri bilang kalo ngaji adalah bagian dari tren saat ini. Saat ini emang banyak orang udah stres dengan kehidupan dunia. Stres cari duit, stres pengen terkenal, stres pengen naik jabatan, stres dengan tekanan target pekerjaan dan bentuk-bentuk tekanan jiwa lainnya, Itu sebabnya, sebenarnya orang udah mulai senang lho ngaji. Seneng kumpul-kumpul bahas persoalan agama. Mereka banyak yang yakin kok bahwa kembali kepada ajaran agama adalah obat antistres. Insya Allah. Semoga demikian. So, itu artinya pula, sebenarnya kalo orang nggak ngaji saat ini, bisa dibilang nggak trendy dong ya? Hmm.. betul betul betul. (more…)
Jangan Main-main dengan Hidupmu
gaulislam edisi 130/tahun ke-3 (5 Jumadil Ula 1431 H/19 April 2010)
Pernah dengar nggak ungkapan-ungkapan kayak gini? “Ah elo nggak keren kalo nggak mabok!” ; “Ah elo nggak jantan kalo nggak ngerokok”; “Ah elo nggak gaul kalo nggak ditato”
Setuju nggak elo sama ungkapan-ungkapan tersebut? Kalo elo nggak setuju gue kasih jempol deh buat elo karena elo bisa menggunakan pikiran dan akal sehat elo dengan baik. Tetapi kata-kata tersebut sering banget menginspirasi banyak orang—nggak peduli tua atau pun muda—yang penting orang yang pikirannya pendek pasti akan ngikut aja. Orang model gini, biasanya berprinsip: yang penting sebuah pengakuan supaya bisa dibilang kerenlah, jantanlah gaullah dan sejuta predikat yang nggak nyambung sama fakta. Iya nggak?
Hasrat menjadi penting
John Dewey pernah bilang: “Desakan yang paling dalam di dalam diri manusia adalah hasrat menjadi penting”. Maka dari itu sesuai dengan faktanya banyak manusia berlaku bodoh hanya untuk menjadi penting, merasa dihargai, dipandang, serta dihormati, bahkan tak jarang hal bodoh itu dapat merusak diri mereka sendiri, orang lain serta membuat mereka tampak lebih bodoh. (more…)
Anak Belajar dari Kehidupannya
gaulislam edisi 129/tahun ke-3 (27 Rabiuts Tsaniy 1431 H/12 April 2010)
Bro en Sis, mungkin kamu tahu berita tentang anak umur 4 tahunan yang udah lihai merokok dan terbiasa bicara cabul. Aduh, pas tahu ada berita ini, saya sedih banget. Terus jadi inget deh waktu saya nulis di buku Jangan Jadi Bebek (2002). Pada bagian akhir buku ini membahas tentang perilaku orang tua yang akan dicontek oleh anak-anaknya. Baik orang tuanya, insya Allah baik anaknya. Buruk orang tuanya, buruk pula anaknya. So, emang kudu ati-ati memberikan contoh perilaku kepada anak kecil. Memang sih, nggak murni salah orang tua kandungnya aja. Orang dewasa di sekitar kehidupan anak kecil juga akan turut mempengaruhi lho.
Ada pepatah/peribahasa lama, “Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga”. Yup, pepatah ini pernah menjadi judul tulisan di buku saya, Jangan Jadi Bebek. Dengan indah peribahasa itu mengumpamakan orang tua sebagai atap, bagian paling atas dari rumah. Posisi yang memberikan perlindungan kepada seluruh anggota keluarga. Atap jugalah yang kemudian meneteskan air ke pelimbahan, yakni anak-anak kita. Dan air, adalah karakter yang diwariskan kepada anak-anak, meluncur deras – sesuai sunatullah — dari atap menuju pelimbahan. (more…)
Guru Bule di Sekolahmu
gaulislam edisi 128/tahun ke-3 (20 Rabiuts Tsaniy 1431 H/5 April 2010)
Diberlakukannya internasionalisasi pendidikan di Indonesia, telah mengakibatkan berbagai dampak sosial dalam kehidupan pendidikan di negara kita. Mulai dari pendidikan biaya tinggi, pengkelasan level pendidikan hingga standardisasi mutu pendidikan dengan UN. Namun tidak banyak yang memperhatikan bagaimana sekolah bisa mengejar ‘status’ internasional mereka, sehingga bisa mengklaim dengan instan kalo pendidikan yang mereka selenggarakan adalah berskala internasional. Salah satu cara yang paling sering dan mungkin paling mudah ditempuh, adalah dengan mengimpor guru asing. Yuk kita bedah lebih dalam bagaimana kiprah guru asing di sekolah-sekolah elit di negara kita.
Perut keroncongan and konsentrasi buyar adalah dua tanda yang sangat jelas kapan gue harus makan siang, setelah sholat dhuzur, gue turun deh cari makan, (maklum ngantor di atas puhun). Longok kanan, en kiri, hmmm kok nggak ada yang menarik. Akhirnya setelah berfikir keras selama tiga jam, gue putusin makan di kantin sekolah, sebelah kantor. Siang itu kantin udah kaya pasar. Namanya juga kantin sekolah, rame banget. Dari pembicaraan seputar gosip paling gress di kelas sampe berapa jumlah rambut tupai langsung bisa kita denger seketika. Di antara kericuhan kantin itu, sempet gue simak diskusi soal guru bule. (more…)
