gaulislam.com


“3 Hati 2 Dunia 1 Cinta”

Posted in Buletin GAUL Islam,Tahun III/2009-2010 by Farah Zuhra on the July 26th, 2010

logo-gi-3 gaulislam edisi 144/tahun ke-3 (14 Sya’ban 1431 H/ 26 Juli 2010)

Sudah pernah nonton film “3 Hati 2 Dunia 1 Cinta” belum? Kalo belum, nggak usah malu. Itu karena film ini isinya nggak penting alias nggak bermutu. Tema yang diangkat oleh film ini adalah hubungan cinta beda agama antara laki-laki muslim dengan perempuan non muslim. Diceritakan dalam film tersebut tentang cinta sepasang remaja yang berbeda keyakinan. Antara Rosid dan Delia. Rosid adalah seorang seniman keturunan Arab sedangkan Delia adalah seorang penganut Kristen Katolik. Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul “The Da Peci Code”. Dalam film ini tokoh Rosid yang kribo diperankan oleh Reza Rahadian. Dalam film ini juga turut bermain Laura Basuki dan Arumi Bachsin.

Campur aduk hak dan batil

Usaha musuh-musuh Islam untuk mengalahkan kaum muslimin begitu kreatif. Anak-anak muda yang cenderung suka having fun dicekoki dengan film yang mengarahkan ke tujuan tertentu. Tak bisa meraih tujuan dengan cara biasa, maka diambillah langkah tak biasa. Toleransi semu yang seringkali digembar-gemborkan misalnya ajakan untuk merayakan hari raya agama lain tak berhasil, maka dicarilah cara lain. Salah satunya adalah dengan memberikan topik ringan yang disuka kaum muda yaitu tema cinta. (more…)

Unlimited Liability

Posted in Buletin GAUL Islam,Tahun III/2009-2010 by Farah Zuhra on the July 19th, 2010

logo-gi-3gaulislam edisi 143/tahun ke-3 (7 Sya’ban 1431 H/ 19 Juli 2010)


Buat new comer seperti kamu alias siswa anyar pasti baru aja bisa bernapas lega setelah ’disambut’ serangkaian acara MOS di sekolah baru. Mudah-mudahan udah nggak ada lagi perploncoan yang keterlaluan. Kalo masih ada praktiknya di sekolah baru kamu, wajib tuh dilaporin ke Disdik di daerahmu. Coz, udah nggak musim yang kayak gitu. Lagian nggak mendidik. Alhamdulillah, saya liat di beberapa sekolah konten acara MOSnya tahun ini mulai terkemas baik dan lebih bermakna. Salah satunya ada sesi training motivasi The Spirit of Soul dari saya dan temen-temen Segi3 Learning Centre, lho (wew, iklan niye). Tema training motivasi yang diangkat pun sama persis dengan judul di atas.

Sobat muda, kalo ngomongin sekolah saya jadi inget film India yang baru saya tonton sekitar dua minggu yang lalu. File filmnya dikasih sama temen yang dia copyin ke USB saya. Saking banyaknya temen yang merekomendasikan buat nonton film ini, akhirnya terpaksa saya tonton (padahal hobi) dan kemudian dapet beberapa pelajaran berharga dari film yang berjudul “3 Idiots” ini.

Btw, kamu udah nonton belum, pren? Kalo belum, hitung-hitung refreshing ba’da MOS saya ceritain deh sedikit. Buat kamu yang ngerasa kakak kelasnya boleh juga kok ikutan baca. Pengen tahu apa pelajaran dari film tersebut? Klik… (more…)

Pengalaman adalah Guru Terbaik

Posted in Buletin GAUL Islam,Tahun III/2009-2010 by Hasna Hawwa on the July 12th, 2010

logo-gi-3 gaulislam edisi 142/tahun ke-3 (30 Rajab 1431 H/ 12 Juli 2010)


Bro en Sis, tanggal 12 Juli 2010 ini adalah hari petama masuk sekolah ya? Sip deh. Bagi kamu yang naik kelas, jadikan pelajaran kemarin untuk lebih baik lagi prestasinya. Kamu yang udah lulus sekolah juga dan masuk SMA atau kuliah, jadikan pengalaman selama belajar sebelumnya untuk evaluasi kita. Semoga menjadi lebih baik lagi segalanya.

Pepatah yang mengatakan bahwa “Pengalaman adalah guru yang terbaik”, kayaknya ada benarnya juga lho. Sumpah. Saya sering ngalamin kejadian begitu. Bisa kejadian buruk atau baik. Keduanya bisa dijadikan sebagai pengalaman untuk pelajaran pada waktu yang akan datang. Istilah kerennya sih, menjadi cermin gitu deh. Jadi bisa ngukur. Bisa membandingkan. Misalnya, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Sebab, hari-hari kemarin setelah dievaluasi ternyata kita banyak ngelakuin kesalahan. Sehingga kesempatan hari ini dan hari esok harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Tidak mengulangi kesalahan apalagi menambah kesalahan baru. Jadikan sebagai pelajaran berharga bagi kita. Insya Allah.

Begitu pula sebaliknya, kalo itu pernah ngalamin kejadian yang menyenangkan tentang sesuatu, maka jadikan sebagai ukuran dan pelajaran berharga agar kejadian yang menyenangkan itu bisa terulang lagi, atau bahkan bisa lebih menyenangkan lagi. Tul nggak sih? Itu semua belajar dari pengalaman.

Di dunia sepakbola, seringkali pengalaman bertanding yang banyak bisa mengalahkan teknik dan strategi dari klub atau timnas yang belum pengalaman. Timnas Spanyol contohnya. Timnas Spanyol di Piala Dunia 2010 ini sebagian dihuni pemain yang punya pengalaman bertarung di kompetisi Eropa sebelumnya. Bahkan pernah menjuarai Piala Eropa 2008 yang di final mengalahkan Jerman melalui gol Fernando Torres. Banyak pengamat soccer menyebutkan bahwa pasukan yang dibesut Vicente Del Bosque ini punya pengalaman bertanding yang cukup. Pada semifinal Piala dunia 2010 melawan Jerman, Carlos Puyol dan kawan-kawan berhasil memupus mimpi juara pasukan muda Jerman yang ditangani Joachim Loew. Jerman menyerah. Maklum, pasukan mudanya, meski pada Piala Dunia 2010 menunjukkan agresivitas yang oke ketika melumat Inggris dan Argentina dengan skor telak, tapi sejatinya pengalaman bertanding mereka sangat kurang, apalagi melawan timnas Spanyol yang dihuni para pemain berpengalaman dalam kompetisi tersebut. Bahkan akhirnya Spanyol menjadi juara dunia untuk pertama kalinya setelah di final mengalahkan Belanda lewat gol tunggal Andres Iniesta. (more…)

“Mangan ora Mangan”, Facebook!

Posted in Buletin GAUL Islam,Tahun III/2009-2010 by Leila Amra on the July 5th, 2010

logo-gi-3 gaulislam edisi 141/tahun ke-3 (23 Rajab 1431 H/ 5 Juli 2010)

Budayawan Umar Kayam pernah nulis buku, “Mangan ora Mangan Kumpul”. Ini memang diambil dari kultur masyarakat Jawa secara umum di masa lalu, bahwa makan tidak makan yang penting ngumpul. Artinya, dalam kondisi apapun, baik susah maupun senang tetap kumpul bersama keluarga. Makan itu simbol bahwa kita senang. Nggak makan perlambang kalo kita susah. Jadi, apapun kondisinya, sing penting ngumpul, rek!

Nah, kalo sekarang saya plesetkan jadi mangan ora mangan yang penting facebook! Hehehe… soalnya ngeliat fenomena yang ada, kok orang betah banget berintim-ria dengan facebook. Sehari nggak ketemu situs jejaring sosial ini perasaannya kok seperti nggak plong. Masih menyimpan penasaran. Meski praktiknya, sekadar ngecek status teman atau melihat apakah ada permintaan teman baru yang masuk ke akun facebook kita. Jika ada remaja yang tak bisa lepas dari facebook meskipun untuk itu dia nggak makan, berarti udah parah tingkat ketergantungannya kepada situs jejaring sosial ini.

Facebook emang bisa dijabanin kapan aja, situs itu nggak peduli orang yang mengunjungi dan bekumpul di komunitas yang difasilitasinya udah makan atau belum. Makan secara fisik dengan memasukkan makanan ke tubuh bisa jadi akan tahan beberapa saat, tapi yang tak bisa dilakukan orang yang terkena facebook addict itu adalah tahan dari tidak berinteraksi dengan sesamanya di dunia maya. Agar bisa tetap berinteraksi dengan teman-temannya di dunia tersebut, dia akan ambil jatah uang makannya untuk beli pulsa telepon agar bisa ngenet terus. Atau setidaknya nongkrong di warnet. Waduh! (more…)

 

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites