Ati-ati; Kanker Payudara!
Kanker payudara ini banyak terjadi pada wanita di Indonesia. Umur penderita beragam, mulai dari usia 20 tahunan hingga lanjut usia, dan terbanyak penderita kanker ini berusia antara 40-49 tahun. Waspadalah!
Kanker, dalam dunia medis merupakan salah satu jenis penyakit yang belum diketahui penyebabnya. Ada banyak macamnya, bahkan hampir semua organ tubuh bisa terserang, termasuk payudara. Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel secara berlebihan sehingga mendesak atau bahkan mengganggu organ lain. Pertumbuhan sel-sel yang berlebihan ini akan menyebabkan terbentuknya benjolan pada organ tubuh yang terkena. Benjolan ini dalam istilah kedokteran disebut dengan tumor.
Menurut sifat pertumbuhannya, pertumbuhan yang berlebihan ini dibedakan menjadi dua macam, yakni lambat dan cepat. Kelainan yang dihasilkan oleh pertumbuhan yang lambat dinamakan dengan tumor jinak, sementara yang cepat dinamakan sebagai tumor ganas. Nah, tumor ganas inilah yang dikenal dengan istilah kanker.
Sebagaimana kanker yang lain, penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Wanita-wanita yang infertil (yang tidak memiliki anak) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terkena kanker payudara. Penyakit ini juga memiliki kecenderungan bersifat familial, artinya seorang wanita dengan ibu penderita kanker payudara, memiliki kemungkinan lebih besar untuk terserang kanker ini. Wanita yang mendapatkan menstruasi pertama pada usia yang sangat awal (kurang dari 12 tahun) atau wanita yang terlambat mengalami menopause (di atas 50 tahun) memiliki kemungkinan yang lebih besar terkena kanker ini. Begitu pula dengan para wanita yang menderita penyakit kista pada payudaranya, wanita yang telah menderita kanker pada payudara yang satunya, atau wanita yang memiliki banyak papiloma (tonjolan tonjolan kecil) pada payudaranya.
Apa sih tanda-tandanya?
Nih, catat baik-baik ya. Kecurigaan akan adanya kanker payudara bisa bermula dari adanya benjolan di payudara, yang pada umumnya diketahui tanpa sengaja alias secara kebetulan. Bila ada benjolan, maka yang perludi perhatikan adalah kecepatan perubahan ukuran itu. Jika perubahan ukuran terjadi dalam waktu singkat, kita perlu curiga adanya kanker.
Selain itu, ukuran yang berbeda antara payudara kanan dan kiri merupakan satu hal yang perlu diperhatikan. Kecurigaan makin besar bila permukaan kulit payudara berpenampilan seperti kulit jeruk (peau d’ orange), atau kulit sebagian tertarik ke dalam dan putting yang tenggelam tertarik ke dalam payudara.
Begitu juga jika terjadi luka yang lama tidak sembuh meskipun sudah dilakukan upaya pengobatan, perlu dipikirkan akan kemungkinan terjadinya kanker payudara. Nyeri yang terjadi pada payudara juga jangan dianggap sepele, meskipun 70% penderita kanker tidak ditandai adanya rasa nyeri ini.
Lebih baik sedia payung sebelum hujan, begitu kata pepatah, agar kita tidak terlambat menyadari adanya gangguan pada payudara. Apalagi, menurut penelitian 90 % kasus gangguan di payudara diketahui pertama kali oleh penderita sendiri.
Tempat tumbuhnya sel-sel kanker di payudara bisa bermacam-macam. Payudara kiri lebih sering terkena kanker daripada yang kanan. Paling sering di daerah tepi atas samping bagian payudara (45%), baru kemudian di daerah sekitar putting yaitu sebanyak 25%. Dan paling jarang pada bagian bawah payudara.
Pria juga bisa kena
Ternyata, kanker payudara tidak hanya menyerang kaum wanita saja, lho. Seorang laki-laki bisa saja terkena kanker jenis ini, meskipun jumlahnya relatif sedikit, sekitar 1% dari jumlah penderita wanita. Meski demikian, tingkat keparahan lebih besar pada pria daripada pada wanita. Pada laki-laki, kanker payudara banyak terjadi pada usia 60 tahun atau lebih. Nah, lho, kaum Adam pun harus tetep waspada kan?
Ada dua macam klasifikasi kanker payudara, yaitu klasifikasi patologik dan klasifikasi klinik. Klasifikasi ini penting untuk menentukan tindakan dan prognosis (perkiraan kesembuhan) penderita. Klasifikasi ini berlaku baik untuk penderita wanita maupun pria. Yang pertama adalah berdasarkan gambaran patologik sel kankernya, sementara yang kedua berdasarkan besarnya kanker, adanya perlekatan dan penyebarannya.
Bentuk kanker yang paling awal adalah yang dikenal dengan istilah Paget’s disease. Ini merupakan bentuk kanker tahap permulaan yang ujudnya berupa ekzem menahun putting susu, yang biasanya merah dan menebal, dan biasanya teraba satu benjolan di daerah areola mammae (daerah sekitar putting yang berwarna kehitaman).
Penanganannya
Kalau dicurigai adanya kanker di payudara, maka perlu segera ditindaklanjuti. Biasanya akan dipastikan dulu benar-benar kanker atau tidak. Untuk memastikan diagnosa kanker payudara, ada alat yang dinamakan mammograf. Alat ini digunakan untuk memastikan keberadaan kanker dan tingkat keparahannya.
Namun biaya pemeriksaan dengan alat ini cukup mahal dan belum tersedia di semua sarana kesehatan. Itu sebabnya, biasanya bila diduga kuat ada kanker, maka akan dilakukan tindakan biopsi terlebih dahulu. Biopsi merupakan tindakan pengambilan jaringan sebagai contoh jaringan yang akan diperiksa oleh ahli patologi anatomik, untuk menentukan jenis selnya. Bila ternyata terdapat sel-sel kanker di jaringan tersebut, maka biasanya dilanjutkan dengan tindakan operasi.
Penanganan yang dilakukan untuk penderita kanker payudara beragam, tergantung kepada keadaan umum penderita dan keparahan penyakitnya. Tindakan yang dilakukan bisa berupa tindakan bedah atau operasi mengambil kankernya, terapi sinar alias radioterapi, terapi kimia dengan obat-obatan, atau bisa juga kombinasi.
Bila kanker masih terlokalisir pada satu tempat, maka akan dilakukan tindakan bedah untuk mengangkat jaringan kankernya. Kemungkinannya bisa hanya mengangkat jaringan kankernya saja. Namun bisa juga dengan mengangkat seluruh jaringan payudara bila sel-sel kanker sudah tersebar di seluruh payudara, sampai kepada kelenjar yang ada di daerah ketiak. Selanjutnya bisa dilakukan terapi sinar dan atau dengan obat-obat anti kanker. Penderita dengan sel kanker yang sudah tersebar ke jaringan lain, biasanya tidak dilakukan tindakan pembedahan. Terapi sinar dan pemakaian obat antikanker akan menjadi pilihan.
Deteksi dini
Mengingat hingga saat ini kanker belum diketahui penyebab pastinya, dan lebih sering diketahui adanya kanker setelah tahap lanjut, maka yang paling penting adalah deteksi dini. Artinya berusaha untuk mengetahui keberadaan adanya kanker seawal mungkin. Deteksi dini ini juga menentukan besarnya harapan kesembuhan pasien (prognosis).
Makin awal kanker diketahui, dan makin cepat dilakukan tindakan penanganan, maka makin besar harapan kesembuhan penderita. Bila kanker diketahui pada kondisi awal dan segera ditangani, maka survival rate (harapan hidup) besar sekali hingga 85 %. Namun bila keberadaan kanker diketahui sudah pada stadium lanjut, sudah ada penyebaran ke organ tubuh yang lain, maka angka harapan hidupnya makin kecil. Apalagi bila penanganannya juga terlambat. Memang sih, umur manusia ada ditangan Allah Swt. Tapi paling nggak kita bisa berusaha seoptimal mungkin. Usaha inilah yang akan dilihat oleh Allah. Iya nggak?
Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk deteksi dini. Pertama, dengan program skrining alias pemeriksaan awal pada masyarakat. Biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik oleh tenaga kesehatan dan pemeriksaan dengan menggunakan mammografi. Biaya yang dibutuhkan sangat besar. Ini adalah tugas pemerintah, yang entah kapan bisa dilakukan oleh pemerintah kita.
Kedua, yang murah meriah dan bisa dilakukan oleh siapa saja adalah pemeriksaan sendiri. Khusus untuk deteksi dini kelainan di payudara dikenal dengan istilah SADARI alias pemeriksaan payudara sendiri. Semua wanita yang berusia di atas 20 tahun (kalian termasuk juga dong ya) sebaiknya (baca: harus) melakukan sadari ini sebulan sekali. Para wanita menjelang menopause sebaiknya segera melakukan sadari ini setiap selesai menstruasi.
Gimana caranya? Berdirilah sambil menghadap cermin dengan kedua lengan berada di samping badan. Amati kedua payudara dengan seksama, baik ukuran, posisi maupun adanya benjolan atau kelainan lain. Kemudian angkat kedua tangan lurus di samping kepala. Amati keadaan payudara. Selanjutnya tidur berbaring dengan satu tangan dilipat dan diletakkan di bawah kepala. Dengan tangan yang bebas, periksa payudara pada sisi yang berlawanan.
Lakukan untuk kedua payudara secara bergantian. Perlu diingat nih, bila dengan pemeriksaan sendiri seperti itu ditemukan adanya kelainan, segera konsultasi ke tenaga kesehatan, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan selanjutnya. Jangan ditunda, nanti terlambat!
Oke deh, ini sekilas tentang kanker payudara. Mudah-mudahan nambah ilmu dan bermanfaat untuk kamu semua. [arum]
































on July 29th, 2007 at 06:13
Kanker biasanya terjadi bila kita melanggar ketentuanNya. Kanker payudara lebih tinggi kekerpannya pada, menarche (haid yang dini dibawah 11 tahun, perenpuan yang terlambat atau tidak kawin, tidak punya anak, tidak menyusui, memnopause terlambat.
on October 20th, 2007 at 06:37
Hmm… Kanker Payudara? :-/
on October 20th, 2007 at 06:42
[...] & masang banner ajah, tentuna kita juga perlu tau tentang kanker payudara itu sendiri.. Maka dari itu, ayuk belajar! dan jangan lupa kasih tau juga orang-orang sekitar kita If you don’t understand this articles [...]
on January 16th, 2008 at 11:31
SELAMAT IBU, BPK. maaf aku punya pacar yang sekarang sepertinya dia menderita kanker payudara. gejalanya sakit dibawah payudara dan sekitarnya. kalau ditekan rasanya sagat sakit. dan sekarang katanya sudah merambat kebagian payudaranya. rasanya juga seperti ditusuk jarum dan pembuluh darahnya sagat kelihatan bila sedang rasa sakit. namun sampai sekarang dia belum periksa ke dokter. aku maksa dia agar dia segera kedokter. masalahnya dia belum punya pekerjaan dan belum punya uang. dia baru tamat kuliah dan saya sendiri masih kuliah. sangat sulit bagi dia masalah keuangan. katanya dia mulai menstruasi kurang lebih umur 11 tahun atau waktu tamat sekolah dasar. aku sters banget karena aku tidak mau kehilangan dia. kami saling mencintai dan saling sayang. kami dah pacaran mulai kelas 3 smp sampai sekarang. solusinya gimana yaa? gejala sakitnya mauluai tgl 2 januari. sampai sekarang dia belum kedokter. kadang aku juga rasa kecewa dengan diri saya karena saya tidak bisa membantu dia. kalo periksa itu apakah jkeluar uang banyak? apakah obat untuk menyembuhkan kanker payudara ada dan relatif harganya gimana? tolong yaaa, solusinya gimana?
on February 7th, 2008 at 20:32
Assalamualaikum. Ibu saya yang kini berusia 49 tahun sering mengeluh bahwa dikedua payudarannya terasa panas. Tahun 2006 kemarin setelah di mamografi dan usg dinyatakan terdapat kista dikedua payudaranya sebesar 1,5 cm atau kira-kira sebesar uang logam. Rumah sakit tidak menyarankan pembedahan atau operasi dengan alasan itu tidak diperlukan. Namun hingga kini Ibu semakin sering mengeluh bahwa dikedua payhudaranya panas. Bahkan beberapa kali Ibu merasa sekujur tubuhnya terasa panas meski diruang dingin (ber-AC). Apakah ini berbahaya? Apakah rasa panas (tubuh terasa panas seperti kena cabai tanpa demam, hanya rasa panas) disekujur tubuh Ibu saya ada hubungannya dengan kista tersebut? Apakah benar kista pada payudara tidak perlu dioperasi? Mohon bantuannya, terima kasih. Wassalamualaikum.
on February 19th, 2008 at 15:52
bismillah, buat marcel.. kamu tinggal dimana? kalau di surabaya, ada namanya rs.onkologi surabaya. yang perlu saya tekankan di sini, belum tentu keluhan pacarmu adalah kanker, tapi, kita harus memastikan. untuk periksa saja saya pikir tidak terlalu mahal, lebih mahal kesehatan & nyawa kan? periksa biasanya ke dokter bedah, baik umum maupun oncologist. kalau umur pacarmu belum 35 tahun biasanya dilakukan USG, tapi sebaiknya dilakukan oleh radiolog yang biasa melakukan usg payudara. untuk perkiraan biaya pemeriksaan usg, kamu bisa tanya ke laboratorium2 klinik di kotamu. semoga sedikit bisa memberi semangat pada mu dan pacar..
on May 21st, 2008 at 14:13
Hmmm, makin pengen tau aja nih tentang seluk beluk payudara. Dua hari yang lalu saya baru saja didiagnosa oleh dokter umum (dokter kantor sih) kalo saya terkena tumor. Kaget? pastilah! umur saya baru 24 tahun. Tapi si dokter gak serta merta menvonis saya sih, dia anjurkan untuk USG dulu (pemberitahuan USG digunakan untuk memeriksa payudara wanita berumur 40th…hehehe baru dikasih tau sama dokternya sih).
Alhamdulillah hasilnya negatif, tapi kenapa payudara saya terasa sangat sakit seperti ditusuk jarum? atau bahu dan tangan saya yang tak kunjung berhenti merasa pegal? atau ada benjolan di payudara kiri saya? si dokter bedah yang membacakan hasil USG saya hanya tersenyum dan bilang itu masalah hormonal. Ketidak seimbangan hormon membuat kelenjar susu menjadi tambah melebar (ini yang menyebabkan nyeri) dan ada kelenjar yang melebar dengan tidak seimbang (ini yang menyebabkan kelenjar saya terasa seperti benjolan yang cenderung membesar). Dan obatnya? GA ADA! haaaaahhhhh?? Si dokter cuma bilang coba hidup sehat dengan makan banyak sayur dan buah, hindari Junk food dan MSG, hormon akan mencari titik seimbangnya sendiri tanpa membutuhkan bantuan obat (masalahnya ga tau kapan bakal seimbangnya) atau semua nyeri saya akan hilang sendiri ketika masa manepouse (maksud loh nunggu sampe gw jadi nenek2 dulu gituhhhh????). Fiuuuhhhh…emosiiiii!!
Trus sebenarnya bahaya ga sih kalo kelenjar melebar kaya gitu?? Dokternya menarik napas n berusaha cool, yah ga ada sih paling cuma nyeri…yah kalo ada sumbatan paling kena kista (maksud loooo???) *kembali emosi*
inilah permasalahan dokter-dokter disini, informasinya setengah2, ngasih tau kalo ditanya…itu pun berusaha dengan cool padahal yang denger (pasien.red) udah ketar ketir (meski umur ditentukan Allah, tapi kita tetap berusaha kan??). Yang pasti sekarang jadi bingung sendiri, musti ngapain? masa mau pake obat nyeri seumur hidup atau nunggu waktu sampe si kista datang. Belum lagi kanan kiri udah menyarankan untuk keberbagai pengobatan alternatif. Yaa Allah….!
Sebenarnya ada saran dari seorang perawat yang saya ajak sharing, katanya cepatlah menikah dan punya anak Insya Allah pasca melahirkan hormon2 baik akan keluar dan mencapai keseimbangannya serta meminimalkan resiko terkena kista. Entah benar atau tidak, karena sudah 2 hari saya mecari artikel kesehatan dan tidak ada satupun yang menuliskan solusi seperti itu. Higzzzzzz…!
Ps: untuk yang pacarnya kemungkinan kena atau sudah kena kanker/ tumor/kista dan teman2nya, tolong jangan ditinggalkan, bahkan harus di semangati untuk berusaha bertahan hidup, dan satu lagi segera nikah aja kali ya….munkin saja itu salah satu obatnya, dan andaikan pasangan anda toh akhirnya meninggal (sekali lagi umur ditangan Allah)…ya setidaknya dia meninggal dalam keadaan telah menikah (bukankah seburuk2nya meninggal adalah meninggal dalam keadaaan membujang?). Hmmm gitu aja sih sharingnya, moga bermanfaat bagi semua yang membaca dan memiliki kegundahan yang saya rasakan saat ini. ^^
on September 15th, 2008 at 03:42
Sy cwE 17taun,,tante sy pernah kna kanker payudara.N skrg sy ngalamin tanda2 yg kykNya kok kanKer ya?Y ada benjolan gtu di payudara kiri,,tp benjolannya kcil2,n banyak lg..truz pegel mpe ketiak.
Wad yg ngasuh rubrik niy,tlg dijawab dunk..,pa mungkin cih sy kna kanker??Sy kn mch muda bgd..,trus gmn sy ngasih tw ke ortu sy?Pdhl buat pemeriksaannya kan mhl bgd ya???
on September 18th, 2008 at 19:53
saya wanita berumur 19 th. sekitar 2 minggu yang lalu, saya meraba payudara saya dan ternyata payudara sebelah kiri terlihat lebih besar daripada yang kanan. perbedaannya tidak terlalu besar dan saya tidak menemukan adanya benjolan tetapi payudara kiri saya terasa gatal (walaupun tidak sering). dan kalau saya memakai baju yang ngepas di badan,perbedaanya akan terlihat.mengapa ini bisa terjadi?apakah ini berbahaya?dan bagaimana mengatasinya?makasi. .
on October 15th, 2008 at 14:49
sy cwe bru berumur 16 tahun,sy punya keluhan tentang payudara saya,sejak sy berumur 13 tahun sy sudah mengetahui adanya tonjolan di payudara saya..
tetapi sy tidak berani memberitahukan ke or2 saya.
sy sering memikirkan hal yg aneh_aneh..bahwa sy akan mati..sy sadar bahwa Allah lah yg mengatur semuanya.
semakin tahun tonjolan itu membesar.
dan payudara saya pun jd besar sebelah…tonjolan itu berada di sebelah kiri.
tolonk di jawab:apakah sy benar_benar mengidap penyakit kanker payudara…
on October 22nd, 2008 at 15:54
saya 23th, payudara saya sebelah kiri lebih besar dari yang kanan walau tidak jauh beda. salain itu payudara kanan saya mengeluarkan cairan , seperti air susu. dulu waktu masih SMA pernah saya periksakan , tapi kata dokter tidak ada apa2. waktu itu cuma ada perbedaan ukuran saja belum keluar cairan, katanya masih dalam proses perkembangan saja. sebenarnya tidak ada benjolan yang mencurigakan, cuma hal itu saja. tapi apakah ini termasuk kanker? saya takut untuk periksa ke dokter.gimana solusi yang baik? karena saya selalu cemas.
on November 23rd, 2008 at 00:51
bgini, saya baru menyadari rasa sakit yg muncul pada payudara kiri saya. dan ketika saya lihat, ternyata ada benjolan kecil di bawah puting susu. dan rasanya nyeri kalau tersentuh. sampai sekarang perubahan bentuk tidak terlihat dan cairan yang keluar itu tidak ada.
Apa ini gejala kanker? atau hanya tumor jinak?
tolong jawab saya, ya, saya mohon…
on December 1st, 2008 at 14:46
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Untuk pengasuh rubik ini, saya coba ingin kunsultasi nih…Maaf isteri saya (33 th) di ketiaknya ada benjolan kecil banyak agak keras kadang sempat saya tekan ada yang keluar seperti lemak jerawat. tapi kebanyakan ga keluar karena tertutup tidak ada pori-pori jalan keluar benjolan tersebut. yang ingin saya tanyakan apakah benjolan itu salah satu tanda-tanda adanya gejala kanker? tapi selama ini di sekitar payudaranya tidak ada benjolan atau rasa sakit. mohon dengan hormat penjelasannya, makasih banyak.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
on January 16th, 2009 at 14:10
mba ada tugas nih dri skulah.bisa bantu???
1.jelaskan apakah mengkonsumsi baso dan sayuran mentah dapat memicu terjadinya kanker payudara???
2.jlaskan kebiasaan berjemur di terik matahari dengan terjadinya kanker kulit!!
reply pliss cepet ya mba ke email saya.
mksh sblumnya!!!
on April 17th, 2009 at 18:20
katanya payu dara wanita itu ada kelainan pada ukuran antara yang kiri dengan yang kanan, emangnya bener ya??????
info ini aku dapat dari teman pria aku, soalnya selama aku pacaran ga’ pernah terlalu aku perhatikan kali…karena bagiku itu ga’ penting, syukur dikasih sama dia, kalo ga’??? ya ga’ tau tuch yang namanya PAYUDARA
he….he……..he………
on April 24th, 2009 at 12:09
Assalamualaikum
pengasuh yang d muliakan Allah,,,saya mw konsultasi,,minta penjelasannya ya,,,
gini,,umur saya baru 20 tahun belum menikah dan blm pernah berhbgan layaknya suami istri,payudara saya jg tidak pernah dsentuh laki2,,. Terkadang puting sering saya bersihkan kalo lg ada kotoran, trus yang kanan sepertinya agak lecet ato ada luka, baru2 ini ada air yang keluar, ketika saya pencet, keluar lg, agak banyak, tp cm sperti air biasa dan tidak berbau. setelah itu puting yang keluar air terasa agak gatal… saya sudah melakukan pemeriksaan d sekitar payudar,,tidak ada benjolan baik d sekitar payudara ato dibawah ketiak,,rasa sakit jg tidak ada.
dengan penjelasan seperti itu bagaimana bu??
apakah saya ada tanda2 kanker payudara?? tolong djawab ya,,,saya takut nih,,
terima kasi sebelumnya
on April 29th, 2009 at 13:25
Ass.. . .
Saya ingin bertanya, apakah ketika pengangkatan benjolan yang ada pada payudara itu,bisa sembuh dari kanker payudara tersebut???
on June 6th, 2009 at 10:40
ass..sya mau bertanya
saya ada benjolan di payudara saya sebalah kiri tepatnya di dekat puting…….dan benjolan itu ada lagi di sebalah kanan payudara,memang tdk tersa sakit tapi saya takut klau itu kanker,saya harap itu bukan,padahal umur saya masih 18 tahn,,sebenarnya apa benjolan itu?????????????
dan bagaimana cara penanganannya sejak dini???????saya tdk bisa periksa kedokter karna keterbatasan biaya untuk periksa.
trimakasih.saya harapkan balasan anda di email saya
pipit_prth@ayahoo.co.id