<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ayah Poligami, Haruskah Diamini?</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/ayah-poligami-haruskah-diamini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com/ayah-poligami-haruskah-diamini</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 13:43:44 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: awan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ayah-poligami-haruskah-diamini/comment-page-1#comment-10985</link>
		<dc:creator>awan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 16:22:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/ayah-poligami-haruskah-diamini/#comment-10985</guid>
		<description>Ohya, kalau ternyata Anda sendiri mengalami langsung, atau bahkan Anda sendirilah tokoh Upik yg diceritakan di atas.. Sptnya Anda masih perlu mengasah kepiawaian Anda dlm mengolah kata.. Soalnya buat saya yg sudah tau ayah saya berpoligami sjk 5 thn silam saja masih merasa teramat sangat sakit hati membacanya. Bagaimana dgn anak2 muda yg baru saja tau, masih shock2nya, mencoba mencari referensi dan kisah orang lain, lantas tau2 membaca ini. Justru intinya tulisan ini untuk orang2 spt mereka kan? Menenangkan mereka yg sedang hancur hatinya. Mungkin justru lebih tepat kalo sudut pandangnya mlh orang pertama, misalnya Upik sndiri yg menceritakan. Atau kata2nya diubah gimanaaaa gt biar tidak terkesan terlalu menggurui..

Okeiy...........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ohya, kalau ternyata Anda sendiri mengalami langsung, atau bahkan Anda sendirilah tokoh Upik yg diceritakan di atas.. Sptnya Anda masih perlu mengasah kepiawaian Anda dlm mengolah kata.. Soalnya buat saya yg sudah tau ayah saya berpoligami sjk 5 thn silam saja masih merasa teramat sangat sakit hati membacanya. Bagaimana dgn anak2 muda yg baru saja tau, masih shock2nya, mencoba mencari referensi dan kisah orang lain, lantas tau2 membaca ini. Justru intinya tulisan ini untuk orang2 spt mereka kan? Menenangkan mereka yg sedang hancur hatinya. Mungkin justru lebih tepat kalo sudut pandangnya mlh orang pertama, misalnya Upik sndiri yg menceritakan. Atau kata2nya diubah gimanaaaa gt biar tidak terkesan terlalu menggurui..</p>
<p>Okeiy&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: awan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ayah-poligami-haruskah-diamini/comment-page-1#comment-10984</link>
		<dc:creator>awan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 16:10:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/ayah-poligami-haruskah-diamini/#comment-10984</guid>
		<description>Asslkm wr.wb.

Terus terang aku nggak suka artikelnya.. Aku nggak percaya zmn gini ada yg nikah lagi krn murni ibadah pd Allah. Pasti ada embel2 rasa superioritas (merasa sudah mapan/mampu), dan nggak bisa dipungkiri, nafsu. Aku pgn liat orang yg motivasinya krn emg niat ibadah. Contohnya, nikah sm janda yg sm skali nggak menarik scr fisik, dan umurnya udah bnr2 di atasnya. Nggak ada kan? Cuma Rasulullah SAW yg bisa. Kalaupun ada, sangat langka. Orang zmn skrg namanya aja istri muda, pastinya lbh muda dari yg pertama kan. 

Mohon maaf, tapi menurutku, wanita yg mengizinkan suaminya menikah lagi itu aneh.. Aku percaya byk yg mengizinkan, tapi sebetulnya seumur hidup tidak akan pernah menerima. Mungkin spt contoh ibunya upik di atas. Kalau alasannya krn istrinya sndiri yg merasa sdh tidak bisa mendukung suami dan justru dianya yg meminta sang suami menikah lg, okelah. Tapi kalo klgnya fine2 aja, nggak kekurangan suatu apapun, buat apa juga nikah lagi? Spt klg upik di atas, dia aja dah 9 bersaudara!!!!! Trus bgitu bapaknya nikah lagi, punya anak lg 5!!! Padahal usianya dah nggak sepatutnya msh banting tulang, apalagi utk membiayai 2 klg!! Kalau terjadi sesuatu pd bpknya, mslnya beliau wafat, siapa yg mau mengurus kelima anaknya dr pnikahan kedua? Haruskah upik dan kakak-adiknya? Upik sndiri bilang dia tidak rela (menerima tp seumur hidup tdk akan memaafkan, lah bukannya sama aja?). Kalau sampai mereka yg harus membiayai, bukannya malah jadi tidak ikhlas? Malah masalahnya jadi panjang kan...

Aku sndiri ngalemin ini, makanya aku bisa sampai di hlm ini krn ngegoogle (muncul sbg option pertama pas aku masukin kata kunci). Aku 4 bersaudara dlm klg yg fine2 aja. Ibuku masih hidup, sehat, dan masih bisa melayani. Eeeeh.. Bapakku nikah lagi sm wanita separuh usianya ndiri, bhkn hanya beda bbrp taun dari aku yg anak pertama. Aku bnr2 nggak habis pikir. Dan lagi, wanita itu anak bungsu, lajang, sdh mapan bekerja, dan masih punya orang tua lengkap dan kakak yg smuanya bekerja. Apanya yg perlu dibantu? Apanya yg krn ibadah kpd Allah? 

Makanya aku bnr2 kecewa dgn artikel ini. Mohon maaf, tapi Anda yg menulis artikel ini apakah juga mengalami hal yg sama? Apakah ayah Anda juga menikah lagi saat ibu Anda masih hidup? Apakah Anda seorang istri yg berpuluh thn silam begitu bahagia menikah dgn cinta hidup Anda, setiap hari dgn sekuat tenaga menyiapkan makanan 3 kali sehari utk suami tercinta, mencuci dan menyetrika bajunya, mengandung - melahirkan - menyusui - dan membesarkan anak2nya, merelakan kariernya krn bertekad utk menjadi seorang istri dan ibu yg sempurna, menunggunya pulang setiap mlm utk menunggu cerita2nya, lantas.. Berpuluh tahun kemudian diminta utk bersabar krn dia berkata ingin menikahi wanita lain. Yang blm menikah, melihat calon suami sndiri melirik wanita lain saja rasanya pedih, bagaimana mendengar suami sndiri bilang ingin memiliki wanita lain..

Sekali lagi mohon maaf, tapi apakah Anda mengalami ini?

Jika tidak.. Dengan sangat menyesal saya berkata bhw Anda tidak pantas menulis artikel di atas. Anda tidak pantas menasehati orang lain  yg mengalaminya lgsg, krn orang2 spt kami memiliki perspektif berbeda dari masalah seperti ini dan tidak akan bisa menerima dgn alasan apa pun. Ada yg seperti UPIK, menerima tapi tidak akan memaafkan. Namun ada juga yg seperti DIVI, yg tidak menerima dan mgkn jg tidak memaafkan. Yang manapun, pada dasarnya kami mengalami sakit hati yg teramat sangat dan sebetulnya tidak rela. Jika Anda ingin membuat artikel, mohon berempati dulu terhadap orang2 yg mengalami. Try to feel it in our shoes, and you&#039;ll get a whole new feeling of it. 

Sekali lagi mohon maaf. Akan sangat berbeda kalau Anda hanya menulis dgn niat menceritakan ulang dalil2 yg ada atau kisah2 serupa. Tapi masalahnya Anda memasukkan opini Anda juga ke dalam tulisan Anda.. Itu mengapa meskipun blog anda ini muncul di urutan pertama di search engine dan telah ada sejak 2 thn silam, tulisan anda tidak mengalami perkembangan. Satu2nya orang yg mengomentari pun bernada tidak mendukung.

Ini hanya feedback dari seorang anak yg sakit hati dan tidak akan pernah mengamini ayahnya yg berpoligami (dan mgkn akan nambah lagi). Mungkin akan berbeda ceritanya jika yg memberi komentar adalah sang pelaku sndiri. Sekali lagi, ini hanya feedback.. Piiiiiisss ya.....

Wass wr.wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslkm wr.wb.</p>
<p>Terus terang aku nggak suka artikelnya.. Aku nggak percaya zmn gini ada yg nikah lagi krn murni ibadah pd Allah. Pasti ada embel2 rasa superioritas (merasa sudah mapan/mampu), dan nggak bisa dipungkiri, nafsu. Aku pgn liat orang yg motivasinya krn emg niat ibadah. Contohnya, nikah sm janda yg sm skali nggak menarik scr fisik, dan umurnya udah bnr2 di atasnya. Nggak ada kan? Cuma Rasulullah SAW yg bisa. Kalaupun ada, sangat langka. Orang zmn skrg namanya aja istri muda, pastinya lbh muda dari yg pertama kan. </p>
<p>Mohon maaf, tapi menurutku, wanita yg mengizinkan suaminya menikah lagi itu aneh.. Aku percaya byk yg mengizinkan, tapi sebetulnya seumur hidup tidak akan pernah menerima. Mungkin spt contoh ibunya upik di atas. Kalau alasannya krn istrinya sndiri yg merasa sdh tidak bisa mendukung suami dan justru dianya yg meminta sang suami menikah lg, okelah. Tapi kalo klgnya fine2 aja, nggak kekurangan suatu apapun, buat apa juga nikah lagi? Spt klg upik di atas, dia aja dah 9 bersaudara!!!!! Trus bgitu bapaknya nikah lagi, punya anak lg 5!!! Padahal usianya dah nggak sepatutnya msh banting tulang, apalagi utk membiayai 2 klg!! Kalau terjadi sesuatu pd bpknya, mslnya beliau wafat, siapa yg mau mengurus kelima anaknya dr pnikahan kedua? Haruskah upik dan kakak-adiknya? Upik sndiri bilang dia tidak rela (menerima tp seumur hidup tdk akan memaafkan, lah bukannya sama aja?). Kalau sampai mereka yg harus membiayai, bukannya malah jadi tidak ikhlas? Malah masalahnya jadi panjang kan&#8230;</p>
<p>Aku sndiri ngalemin ini, makanya aku bisa sampai di hlm ini krn ngegoogle (muncul sbg option pertama pas aku masukin kata kunci). Aku 4 bersaudara dlm klg yg fine2 aja. Ibuku masih hidup, sehat, dan masih bisa melayani. Eeeeh.. Bapakku nikah lagi sm wanita separuh usianya ndiri, bhkn hanya beda bbrp taun dari aku yg anak pertama. Aku bnr2 nggak habis pikir. Dan lagi, wanita itu anak bungsu, lajang, sdh mapan bekerja, dan masih punya orang tua lengkap dan kakak yg smuanya bekerja. Apanya yg perlu dibantu? Apanya yg krn ibadah kpd Allah? </p>
<p>Makanya aku bnr2 kecewa dgn artikel ini. Mohon maaf, tapi Anda yg menulis artikel ini apakah juga mengalami hal yg sama? Apakah ayah Anda juga menikah lagi saat ibu Anda masih hidup? Apakah Anda seorang istri yg berpuluh thn silam begitu bahagia menikah dgn cinta hidup Anda, setiap hari dgn sekuat tenaga menyiapkan makanan 3 kali sehari utk suami tercinta, mencuci dan menyetrika bajunya, mengandung &#8211; melahirkan &#8211; menyusui &#8211; dan membesarkan anak2nya, merelakan kariernya krn bertekad utk menjadi seorang istri dan ibu yg sempurna, menunggunya pulang setiap mlm utk menunggu cerita2nya, lantas.. Berpuluh tahun kemudian diminta utk bersabar krn dia berkata ingin menikahi wanita lain. Yang blm menikah, melihat calon suami sndiri melirik wanita lain saja rasanya pedih, bagaimana mendengar suami sndiri bilang ingin memiliki wanita lain..</p>
<p>Sekali lagi mohon maaf, tapi apakah Anda mengalami ini?</p>
<p>Jika tidak.. Dengan sangat menyesal saya berkata bhw Anda tidak pantas menulis artikel di atas. Anda tidak pantas menasehati orang lain  yg mengalaminya lgsg, krn orang2 spt kami memiliki perspektif berbeda dari masalah seperti ini dan tidak akan bisa menerima dgn alasan apa pun. Ada yg seperti UPIK, menerima tapi tidak akan memaafkan. Namun ada juga yg seperti DIVI, yg tidak menerima dan mgkn jg tidak memaafkan. Yang manapun, pada dasarnya kami mengalami sakit hati yg teramat sangat dan sebetulnya tidak rela. Jika Anda ingin membuat artikel, mohon berempati dulu terhadap orang2 yg mengalami. Try to feel it in our shoes, and you&#8217;ll get a whole new feeling of it. </p>
<p>Sekali lagi mohon maaf. Akan sangat berbeda kalau Anda hanya menulis dgn niat menceritakan ulang dalil2 yg ada atau kisah2 serupa. Tapi masalahnya Anda memasukkan opini Anda juga ke dalam tulisan Anda.. Itu mengapa meskipun blog anda ini muncul di urutan pertama di search engine dan telah ada sejak 2 thn silam, tulisan anda tidak mengalami perkembangan. Satu2nya orang yg mengomentari pun bernada tidak mendukung.</p>
<p>Ini hanya feedback dari seorang anak yg sakit hati dan tidak akan pernah mengamini ayahnya yg berpoligami (dan mgkn akan nambah lagi). Mungkin akan berbeda ceritanya jika yg memberi komentar adalah sang pelaku sndiri. Sekali lagi, ini hanya feedback.. Piiiiiisss ya&#8230;..</p>
<p>Wass wr.wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Divi</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ayah-poligami-haruskah-diamini/comment-page-1#comment-672</link>
		<dc:creator>Divi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 12:47:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/ayah-poligami-haruskah-diamini/#comment-672</guid>
		<description>gw bela ibu gw buat CERAI (kan di halal kan jg???)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gw bela ibu gw buat CERAI (kan di halal kan jg???)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
