Dunia Nggak Selebar Daun Kelor
gaulislam edisi 238/tahun ke-5 (23 Jumadits Tsaniy 1433 H/ 14 Mei 2012)
Bro en Sis, dunia nggak selebar daun kelor apalagi kolor (uups!). Ya, gue maklumin yang namanya masalah selama diri kita hidup di dunia dijamin akan selalu ada. Udah jelas kok dalilnya. Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah No. 4024, ad-Darimi No. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib No. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Tuh.. udah jelas kan kalo yang namanya masalah (sekaligus ujian or cobaannya) bakal selalu ada. Tinggal kitanya aja menyikapinya kudu gimana. Kalo bahasa para motivator mah, jangan tanya ‘ kenapa’ tapi kudu nanya ‘bagaimana’. Bingung? Makanya pegangan. Maksudnya gini nih, kalo kita ketemu masalah jangan ngomong ‘kenapa kita sampe dapetin masalah’ tapi seharusnya kudu ngomong dan mikir ‘gimana supaya kita bisa ngadepin masalah yang nyamperin kita’. Naah! Artinya kudu cari SOLUSI! Yup, Solusi, Bro en Sis! (more…)
Buka Topengmu, Sobat!
gaulislam edisi 237/tahun ke-5 (16 Jumadits Tsaniy 1433 H/ 7 Mei 2012)
Amati dirimu di cermin! Apa yang kamu dapati tentang dirimu? Kamu punya wajah. Cantik? Syukurlah. Ganteng? Alhamdulillah. Jerawatan? Jangan marah. Tapi nggak mau jerawatan? Ya, ampelaslah wajahmu itu jika kamu nggak pede dengan dirimu. Mungkin karena kamu merasa lebih pede jika punya wajah selicin porselin yang sering diiklankan di tivi. Tetapi ingat, itu bisa saja palsu. Bukan dirimu. Kamu mungkin saja bisa bersandiwara di depan kawan-kawanmu bahwa dengan wajah yang mulus kamu akan dikagumi temanmu. Tetapi ingat, itu kan bukan dirimu yang asli. Kamu mengemas wajahmu agar kelihatan manis dan cantik atau ganteng di hadapan orang lain.
Begitu pun ketika kamu tampil dengan karakter yang bukan dirimu. Meski kamu berusaha meyakinkan setiap orang bahwa kamu dicitrakan (digambarkan) sebagai orang yang pinter, tetapi faktanya kamu—maaf, bloon—ya suatu saat akan ketahuan juga. Meski kamu setengah hidup menjejali pikiran orang lain bahwa kamu dicitrakan sebagai orang yang dermawan, tetapi faktanya kamu justru pelit, suatu saat orang akan tahu jati dirimu yang asli. Itu artinya, kamu hidup di bawah bayang-bayang bukan dirimu. Tetapi kamu pura-pura bahwa itu dirimu. Duh, hidup kayak gitu capek, Bro en Sis. Bener lho!
Hidup kayak gitu capek? Bener banget! Lihat deh bapak-ibu yang lagi berebut suara di berbagai pilkada di tanah air. Mereka berusaha mati-matian meyakinkan masyarakat agar memilih mereka. Caranya? Membuat pencitraan. Sederhananya, membuat gambaran tentang diri mereka. Ada yang tiba-tiba dicitrakan dekat dengan wong cilik dengan harapan masyarakat melihat dan memiliki imej bahwa orang tersebut pantas untuk memimpin daerahnya. Padahal dalam kehidupan sehari-harinya, kenyataannya dia justru dekat dengan wong licik dan doyan korupsi. Ini jelas penipuan. (more…)
Bete? Ngaji Aja!
gaulislam edisi 236/tahun ke-5 (9 Jumadits Tsaniy 1433 H/ 30 April 2012)
Kamu pernah baca buku yang memotivasi kalo lagi bete diminta untuk nulis? Ya, isinya cukup bagus tuh, karena bisa ngasih solusi. Nah, kalo di buku yang saya tadi tanyakan menawarkan solusi bahwa kalo lagi bete nulis aja (ini juga baik kok, asal isi tulisannya bener), maka saya menawarkan kalo kamu didera rasa bete, ya ngaji aja.
Sobat muda muslim, kalo lagi bete rasanya emang nggak enak ati ye. Bawaannya uring-uringan mulu, kepala nyut-nyutan, hilang mood deh. Terus sebel juga pas ngeliat wajah-wajah yang kita nggak sukai. Lihat si anu langsung mual (karena wajahnya tiba-tiba aja agak mirip-mirip septic tank). Phew! Pokoknya kalo lagi bete rasanya hilang semangat tuh. Lemes! Mau ngapa-ngapain juga bawaannya males aja. Jadinya, rasa bete selain jadi beban kita, juga bikin kita nggak kreatif.
Kalo kita kena sindrombete, itu karena kita kehilangan sesuatu yang bisa bikin kita seneng ati. Mungkin perlu ditanyain sama diri kamu sendiri, kira-kira apa yang bikin kamu bete. Mungkin tentang teman yang marahan sama kamu. Bisa juga bejibunnya tugas-tugas sekolah yang kayaknya kagak ada abisnya. Suasana rumah yang berantakan; bukan cuma berantakan kondisi fisiknya, tapi juga amburadul suasana hati para penghuninya. Ayah bawaannya marah-marah mulu, ibu kian kecanduan nonton sinetron aja, adik juga terus rewel. Duh, bener-bener bikin pusing!
Eh, bisa juga bikin bete kalo kamu nggak ada kegiatan di luar rumah, lho. Ngadem seharian di rumah mulu bisa bikin boring. Apalagi seharian nggak ada kawan yang nyapa. Wuih, dunia rasanya sempit bin sumpek, dan kita merasa satu-satunya penghuni yang jadi korban. Nggak ada ruang sedikit pun untuk berdiri atau sekadar bernafas. Semua kenyataan ini bikin sesak dada kita. Memenuhi semua ruang perasaan dan pikiran kita. Walah, gawat banget tuh. (more…)
Jangan Korbankan Wanita!
gaulislam edisi 235/tahun ke-5 (2 Jumadits Tsaniy 1433 H/ 23 April 2012)
Bro en Sis pembaca setia gaulislam, ketika akan menulis edisi ini, saya jadi inget tulisan saya waktu jadi editor di Buletin STUDIA 12 tahun silam—tahun 2000 (ini juga buletin remaja yang saya kelola bersama kawan-kawan sebelum saya dan kawan-kawan lainnya mengelola gaulislam di tahun 2007). Ya, rasa-rasanya cocok kalo ditulis ulang (tentu dengan beberapa update informasi) untuk merespon gonjang-ganjing pembahasan RUU KKG (Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender) di DPR yang diprotes banyak kaum muslimin. Wah, gaulislam ngebahas yang serius nih? Iyalah. Kan kalo ngebahas soal musik udah, ngebahas soal boyband SuJu (Super Junior) yang berisikan cowok-cowok keren asal Korea yang bikin histeris para ELF (sebutan untuk para penggemar Super Junior) karena akan manggung selama tiga hari di Indonesia akhir April 2012 ini, gaulislam udah bahas secara umum tentang musik di edisi 231 dan edisi 233. Silakan dibaca lagi ya. Insya Allah mewakili.
Nah, sekarang gaulislam bakalan ikut peduli soal harkat dan martabat kaum perempuan. Ciee.. bukan karena setuju feminisme lho, tapi karena Islam memang mengajarkan kita memuliakan wanita. Tetapi sepertinya saat ini, fakta menunjukkan bahwa wanita diciptakan untuk menyenangkan laki-laki semata. Di tempat-tempat hiburan, perempuan telah menjadi barang dagangan yang bisa menggairahkan bagi laki-laki. Tak ada tempat hiburan yang ‘menjual’ laki-laki, kan? Malah Demosthenes (orator hebat di masa Yunani Kuno) pernah berkata, “Kita perlukan gundik untuk memuaskan kesenangan kita, dan istri untuk melahirkan keturunan kita.” Halah!
Sejauh ini fakta telah menempatkan wanita pada posisi yang membuatnya terpuruk. Di jaman dulu, wanita ditempatkan pada posisi yang rendah. Boleh dikatakan, tak layak hidup. Seperti apa yang pernah dilakukan oleh para ayah di masa jahiliyah yang mengubur hidup-hidup anak perempuannya. Masa itu terus berlanjut seiiring dengan makin berkembangnya ilmu dan teknologi, yang membuat penindasan itu bervariasi dalam model-model yang tak kalah sadis. (more…)
Ujian Nasional dan Produk Gagal Kapitalisme
gaulislam edisi 234/tahun ke-5 (24 Jumadal Uulaa 1433 H/ 16 April 2012)
Hari ini, 2,5 juta murid SMA dan SMK mengikuti Ujian Nasional. “Totalnya 2.580.446. Laki-laki 1.281.022 dan Perempuan 1.299.420,” ujar Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan (Mendikbud), M. Nuh, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (12/4/2012) lalu (detik.com/16/04/2012)
Detik.com juga melaporkan bahwa menurut Mendikbud M. Nuh, siswa-siswi itu merupakan murid dari 27 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Jumlah sekolah paling banyak ada di Jawa Timur, sebanyak 2.568. Jumlah kelas yang disiapkan untuk ujian ini sebanyak 148.352 ruangan dengan jumlah pengawas mencapai 296.704 orang. Biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mengadakan ujian ini total mencapai Rp 600 miliar. Jika dibagi rata-rata, setiap siswa biayanya mencapai Rp 50 ribu.
Tepat di hari pertama Ujian Nasional ini, gaulislam yang secara rutin terbit setiap hari Senin sejak 29 Oktober 2007 lalu pengen ikut meramaikan berita seputar Ujian Nasional. Eh, lebih pas disebut memanfaatkan momen Ujian Nasional kok. Sebab kalo berita udah pasti kalah sama media cetak maupun media elektronik (termasuk internet) yang getol memberitakan pernak-pernik Ujian Nasional. Tulisan khas dari gaulislam adalah bagaimana membahas setiap persoalan yang muncul di tengah kehidupan manusia untuk diberikan penilaian dan solusinya menurut sudut pandang Islam. Ya, sebagai muslim kita memang harus menjadikan Islam sebagai cara hidup, sebagai aturan hidup. Itu sebabnya, sudut pandang kita wajib Islam dalam menilai setiap persoalan, termasuk dalam hal ini adalah Ujian Nasional.
Bro en Sis rahimakumullah, baca judul gaulislam edisi 234 di tahun ke-5 ini mungkin ada di antara kamu yang berpikir bahwa gaulislam jadi bacaan dewasa banget. Judulnya dipilih kata yang formal sehingga kesannya serius. Lha, memangnya kalo remaja kudu nyantai terus ya? Sekali-kali bolehlah serius. Apalagi kalo gaulislam juga dibaca para guru dan kakak-kakak mahasiswa, kan nggak seru kalo judulnya berbau remaja terus. Tul nggak? (more…)
Indonesia Digempur Musik!
gaulislam edisi 233/tahun ke-5 (17 Jumadal Uulaa 1433 H/ 9 April 2012)
Setelah 350 tahun lebih dijajah secara fisik, saat ini kondisi Indonesia digempur oleh musik. Bagaimana tidak, bila hampir di setiap sudut kota yang namanya musik hampir tak pernah absen. Perhatikan saja mulai warung-warung kopi hingga plaza-plaza tinggi, semua full musik. Bajaj, metromini, taksi dan bus kota pun tak ketinggalan. Di kuping hampir tiap orang yang berpapasan di jalan, selalu ada earphone yang tersambung ke HP atau MP4.
Itu yang dalam skala kecil, gratisan dan tak butuh dana banyak. Kegandrungan akan musik ini ditangkap dengan cermat oleh pelaku bisnis untuk semakin mempertebal pundi-pundi uang mereka. Tayangan di televisi oleh stasiun apapun selalu ada program musiknya. Parahnya adalah jadwal tayang ini bertepatan dengan remaja-remaja seusia kamu harusnya pergi sekolah. Bukannya belajar, para remaja ini malah jejingkrakan nonton acara musik yang ditayangkan secara langsung. Kalo pun mereka sekolah siang, apa nggak dimanfaatkan waktunya buat belajar or ngerjain PR? Aneh!
Tak puas sampai di sini, didatangkanlah penyanyi mancanegara untuk meramaikan gairah musik di tanah air. Mulai dari zamannya NKOTB (New Kids On The Block), Colour Me Bad (kamu mungkin belum lahir pas tenarnya grup musik ini ya hehehe), Westlife, Justin Bieber, hingga yang lagi in si Katy Perry dan Lady Gaga yang kontroversi. Boro-boro gratis, tiket yang berharga ratusan ribu bahkan sampai jutaan rupiah ini terjual dengan cepat kok. Benar-benar Indonesia ini dihuni oleh remaja tajir yang mengeluarkan uang jutaan kayak lagi beli jajan gorengan seribu tiga. (more…)
Revolusi Diri, Revolusi Negeri
gaulislam edisi 232/tahun ke-5 (10 Jumadal Uulaa 1433 H/ 2 April 2012)
Afwan bin sorry alias punten binti maaf. Halah, nih bahasa campur-aduk kayak gado-gado. Lho kok kenapa kata-kata di awal kalimatnya ujug-ujug alias tiba-tiba minta maaf? Begini ceritanya. Meski mungkin nggak ada hubungannya (lho?). Minta maaf ini sebenarnya ditujukan kepada redaktur gaulislam yang udah bela-belain bikin tulisan. Hingga ditungguin di akhir deadline, tapi kemudian pagi hari menjelang dicetak malah diganti dengan tulisan baru. Sebabnya, tema yang hendak kita bahas sekarang ini lebih ‘seksi’, lebih bikin ngiler dan bikin jakun kamu turun-naik menelan ludah (*lebay!)
Lebay? Hehehe.. nggak juga sih. Nggak apa-apa akan menggunakan istilah dan bahasa yang kayak penggambaran pada alinea di atas? Apa yang bikin saya, sebagai editor gaulislam, mengubah tema tulisan? Karena eh karena seminggu terakhir ini marak unjuk rasa mahasiswa dan juga elemen masyarakat yang menolak rencana kenaikan BBM (yang mungkin saja ketika tulisan ini terbit di buletin kesayangan kamu pada 2 April 2012 udah ada keputusan dari pemerintah: dibatalkan atau ditetapkan kenaikan harga BBM tersebut, dan kamu udah tahu kan jawabannya sekarang).
Bro en Sis, terlepas dari itu semua, yang bikin saya geregetan untuk menulis tema ini adalah karena tergelitik dengan istilah revolusi. Contoh misalnya: “BBM Naik, SBY Turun”, “Ganti Sistem Ganti Rezim”, dan slogan-slogan lainnya yang bernada revolusi. Wah, gaulislam ngomongin politik dong? Lho, emangnya nggak boleh? Emangnya tabu? Remaja nggak berhak ngomongin dan aktif berpolitik? Ooppss.. jawaban atas pertanyaan itu mudah saja. Ngomongin politik dan beraktivitas politik bagi remaja ya boleh-boleh saja. Nggak tabu. Emangnya yang umumnya dilakukan bagi remaja cuma ngomongin pacaran, ngebudah soal musik, ngobrol ampe dower soal gaya hidup kaum seleb? Nggak lah. Remaja kudu cerdas, remaja harus serius juga (meski dengan gayanya yang khas remaja), plus jadi remaja beriman dan giat berdakwah serta berprestasi di sekolah. Wuih, ideal bin keren lah. Ya, memang demikian harusnya, mumpung masih muda kudu nunjukkin kalo remaja adalah agent of change (agen perubah). Apa yang harus diubah? Banyak. Ubah diri kita yang tadinya malas jadi rajin, ubah kebiasaan buruk ngerokok jadi antirokok, ubah kelakuan yang doyan maksiat jadi remaja taat syariat. Semoga ya. (more…)
“Tragedi Girlband Berkerudung”
gaulislam edisi 231/tahun ke-5 (3 Jumadal Uulaa 1433 H/ 26 Maret 2012)
Alhamdulillah ketemu lagi nih dengan sobat gaulislam semua ya. Sekarang, gue bakal ngulik soal ‘pick the band’ acara ajang adu bakat BoyGirl Band Indonesia alias BGBI yang sempat tayang di sebuah stasiun televisi swasta . Hmm, mungkin menurut kamu rada basi yah cos acaranya udah kelar bahkan pemenangnya pun udah terpilih. Tapi better late than never dah. Daripada kalo nggak pernah dibahas malah jadinya nggak ngeh gimana seharusnya muslimah berekspresi seni namun tetep syar’i. Setidaknya acara yang pernah ada itu, pas sekarang dibahas di buletin kesayangan kamu, ke depannya nggak akan terulang lagi, dan kamu juga udah punya pemahaman Islam jika suatu saat ajang sejenis muncul lagi. Sehingga kamu bisa menilai baik-buruknya, benar-salahnya, terpuji-tercelanya sesuai standar syariat Islam. Betul?
Ya, betul. Lho, kok gue jawab sendiri? Hihihihi… bukan lagi kumat lho, tapi emang lagi senewen. Halah! Sama aja ya. Maksudnya, kamu insya Allah punya jawaban yang sama dengan gue. Bukan kegeeran lho. Sori ya banyak candanya, gue emang kadang suka error kalo lagi “on” penuh semangat buat cerita. Hah?
Hanya permainan bisnis
Semua juga tahu kalo acara ‘pick the band’ BGBI ini sebenarnya arus latah dari K-wave yang lagi melanda blantika musik yang nggak cuma di Asia, tapi nyaris dunia (baca: go international). Acara BGBI yang dipresenter oleh Andhika Pratama plus dilengkapi para ‘judge’ mulai dari Melly Goeslaw (inget BBB deh), Maia Estianti (inget PASTO deh), Kevin Aprillio (inget PRINCESS deh), Dewi Sandra (wah… inget siapa ya? SUNNI dong!) (more…)
Bahagia Tanpa Narkoba
gaulislam edisi 230/tahun ke-5 (26 Rabiul Akhir 1433 H/ 19 Maret 2012)
Sobat muda muslim, di jaman sekarang ini siapa sih yang tak pernah mendengar istilah narkoba? Semua tentu sudah pernah mendengarnya. Kecuali memang balita yang masih belum ngerti omongan. Atau mungkin juga orang tua yang sudah sering lupa ingatan alias pikun hehehe. Narkoba itu sendiri sebenarnya adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif.
Mungkin kamu akan bertanya, apa sih Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif itu. Narkotika adalah semacam zat yang berasal dari tanaman atau juga selain tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Sedangkan Bahan Adiktif ialah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat. Fakta tentang narkoba seperti ini jelas bahwa narkoba merusak fisik penggunanya.
Namun yang pasti, jangan sampai karena mendengar istilah narkoba, kamu lalu jadi penasaran, ingin tahu lebih jauh, dan akhirnya nyobain barang haram itu. Waduh, jangan dong. Sebab, di awal-awal, rasa penasaranlah yang biasanya mendorong seseorang untuk mencoba menggunakan barang haram ini. Mulanya penasaran, lama-lama ketagihan, hmm. Awas! (more…)
Berdakwah di Dunia Maya
gaulislam edisi 229/tahun ke-5 (19 Rabiul Akhir 1433 H/ 12 Maret 2012)
Bro en Sis, di jaman serba canggih ini, dakwah bisa disampaikan dengan banyak cara. Bahkan dirasa cukup efektif juga lewat dunia maya. Meski sebagai penunjang, tapi efeknya bisa sangat dahsyat. Apalagi kini internet jadi ‘makanan’ sehari-hari bagi penduduk kota. Cobalah!
Pembaca setia gaulislam, di sini saya ingin ngajak kamu semua untuk memanfaatkan teknologi itu dalam menunjang dakwah kita. Sebab, dakwah itu sendiri kan artinya menyampaikan. Nah, sarana untuk menyampaikannya bisa dengan lisan, bisa juga dengan tulisan. Dakwah via tulisan, bisa dengan memanfaatkan SMS, bisa via e-mail, dan tentunya bisa juga dengan menampilkan tulisan kita di website. Pembacanya, tentu para pengunjung website (bukan pengunjung dukun, halah, lebay!).
Nggak usah khawatir, sekarang internet udah jadi kebutuhan harian sebagian besar masyarakat perkotaan. Sehingga mereka akan senantiasa mencari informasi apa pun dari internet. Saat ini, jutaan website dan blog udah wara-wiri di dunia maya. Menawarkan banyak gagasan dan ide. Termasuk menampilkan ragam foto. Banyak website dan blog yang menjadi penyambung kemaksiatan dan kejahatan, tapi nggak sedikit juga website yang menyampaikan hal yang bermanfaat untuk kehidupan dan juga menyampaikan dakwah Islam. Percayalah.
Kalo pengen bukti, silakan geber mesin pencari (search engine) untuk mencari website berisi informasi Islam. Insya Allah banyak. Ada yang memang komersial seperti situs berita Islam, tapi banyak juga informasi Islam yang dipajang di situs pribadi dan bebas iklan. Semuanya bisa diakses. Artinya, kalo kita majang pesan-pesan dakwah di website, insya Allah akan dibaca banyak orang. Nah, siapa tahu informasi dakwah yang kita tampilkan di website tersebut akan bermanfaat dan bukan tak mungkin pula jika kemudian menyadarkan orang untuk gemar berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Oke nggak sih kalo kayak gitu? So, yo ayo berlomba nampilin tulisan di website dan blog. Kita manfaatkan teknologi internet ini. Semangat! (more…)
Next Page »
