gaulislam.com


Palestina Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

Posted in Indahnya Islam, Khazanah by Hasna Hawwa on the August 10th, 2008

(Taufiq Ismail 1989)

ketika rumah-rumahmu dirubuhkan buldozerdengan suara gemuruh menderu,
serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku
meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah

ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar sapu tangan
lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor agraria,
serasa kebun kelapku dan pohon manggaku dikawasan katulistiwa, yang dirampas mereka (more…)

Malu

Posted in Hikmah, Khazanah by Hasna Hawwa on the August 6th, 2008

Ibn Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, (yang artinya): Sesungguhnya di antara kalam nubuwwah (ungkapan kenabian) yang disampaikan kepada manusia adalah, “Jika kamu tidak punya rasa malu, berbuatlah sesukamu!” (HR al-Bukhari).

Ibn Hajar, terkait dengan syarah (komentar) atas hadis ini, menyatakan antara lain: Pertama, kalam nubuwwah bermakna apa saja yang disepakati para nabi, yakni yang biasa diperintahkan oleh mereka (kepada manusia, pen.), yang tidak dihapus bersamaan dengan dihapusnya syariah mereka, karena memang perintah tersebut dibebankan kepada setiap akal manusia (di mana pun dan pada zaman kapan pun, pen.). Kedua, berbuatlah sesukamu adalah kalimat perintah yang mengandung konotasi berita, yakni berupa ancaman. Kalimat tersebut antara lain bermakna: “Berbuatlah sesukamu karena pasti Allah akan membalasmu”. Makna lainnya, ia justru merupakan dorongan untuk memiliki rasa malu (Ibn Hajar, Fath al-Bari, XVII/303). (more…)

Let’s Taste Being Muslim

Posted in Indahnya Islam, Khazanah by Leila Amra on the July 27th, 2008

Gadis asal Czeckolovakia? yang sebelumnya Katolik ini begitu kaget dan mengaku betapa nikmatnya bisa merasakan Islam. Lets’s taste being Muslim…”, undangnya

ImageHidayatullah.com–Pengajian mingguan yang aku hadiri tidak seramai biasanya. Agak sunyi. Beberapa hari terakhir memang London tengah diguyur hujan hingga menyebabkan semua kegiatan rutin agak tersendat-sendat. Beberapa peserta banyak yang terkena sakit flue atau alasan lainnya.

Meski banyak yang absen, tapi hari itu ada keistimewaan tersendiri. Tiga diantara peserta yang hadir adalah dua brothers dan satu sister muallaf. Mereka adalah? brother Gaffar? (Jaffar)? alias Gavin yang baru sembilan bulan menjadi Muslim, Jamal alias James dan? sister Aisyah, gadis cantik asal Czeckolovakia.

Sebelum mengakhiri pengajian,? kami memberi kesempatan kepada sahabat kami, seorang muallaf yang hadir hari itu untuk menyampaikan pendapat serta pengalaman spiritual mereka selama menjadi Muslim. (more…)

Manuskrip Islam dalam “Genggaman” Barat [3]

Posted in Indahnya Islam, Khazanah by Hafsa Mutazz on the July 25th, 2008

Jutaan karya ulama masih terabaikan. Padahal, itu sumbangan penting menuju kembalinya kejayaan Islam. Anehnya lagi, malah tersimpan di perpustakan Barat. Bagaimana bisa terjadi? [Ketiga-Habis]

Kita Tak Peduli, Mereka Memburunya

Hidayatullah.com–Ketika umat Islam tak peduli manuskrip, para orientalis dan ilmuwan Barat malah memburunya. Dan nyatanya, mereka memetik manfaat yang besar dari karya para ulama itu.

Para ilmuwan Rusia misalnya, mereka serius mengkaji manuskrip para ulama yang berhubungan dengan ilmu astronomi, yang disimpan di Perpustakaan Petersburg.

Salah satu manuskrip yang mereka kaji adalah al Madhal ila Shina’ah Ahkam an Nujum, karya Kusyar bin Lubban, salah satu ulama Persia. Kitab ini? ditulis pada tahun 1130 Masehi.

Perpustakaan Petersburg, memang? menjadi pusat rujukan banyak orientalis. Mereka dengan bergairah mengkaji karya-karya ulama yang tersimpan di situ,? terlepas tujuan mereka mengkaji. Mestinya, umat Islam sebagai penerus ilmu para ulama, lebih giat dari mereka. (more…)

Manuskrip Islam dalam “Genggaman” Barat [2]

Posted in Indahnya Islam, Khazanah by Amira Mehnaaz on the July 24th, 2008

Jutaan karya ulama masih terabaikan. Padahal, itu sumbangan penting menuju kembalinya kejayaan Islam. Anehnya lagi, malah tersimpan di perpustakan Barat. Bagaimana bisa terjadi? [bagian kedua]

ImageHidayatullah.com–Di antara? ratusan kitab yang ditulis Imam Nawawi adalah al Adzkar.? Kitab yang berisi kumpulan doa ini masih menjadi rujukan umat hingga sekarang. Tapi jangan kaget, kalau kitab ini aslinya justru tersimpan di Dublin Finlandia,? sebuah negara sekuler. Tepatnya di perpustakaan? Alfred Chester Beatty.

Demikian juga kitab Fawa’id fi Naqd al Asanid, karya Hafidz as Shuri.? Kitab ini aslinya tersimpan di Perpustakaan Museum Inggris di London. Bukan perpustakaan di sebuah negeri Islam.

Begitu pula Majmu’ Al Fatawa, karya Ibnu Taimiyah yang diterbitkan di Mesir pada tahun 2005, merujuk manuskrip yang berasal dari Perpustakaan Nasional Berlin di Jerman. Tidak hanya itu, masih ada ribuan kitab karya para ulama lainnya yang tersimpan di negeri Barat. Memang aneh, tapi ini nyata. Bagaimana itu bisa terjadi?

Bermula dari penjajahan negara-negara Barat pada negeri Muslim. Saat itulah, ratusan ribu manuskrip Islam diboyong ke Barat. Koran Sarq Al Ausath (14/3/2004) menyebutkan, ada 15.000 manuskrip Arab yang berada di perpustakaan museum Inggris. Prof. Dr. Muhammad Isa as Shalihiyah menyatakan, “Lebih dari 30 dari 72 ruangan yang berada di museum Inggris berisi peninggalan Mesir yang dicuri. Begitu juga di Prancis, walau tidak sebanyak itu.” Pernyataan Muhammad itu tertuang di dalam bukunya, Taghrib Turats al Arabi Baina ad Diblumasiyah wa at Tijarah (Pembaratan Karya Klasik Arab, antara Diplomasi dan Perdagangan) . (more…)

Manuskrip Islam dalam “Genggaman” Barat [1]

Posted in Indahnya Islam, Khazanah by Hasna Hawwa on the July 23rd, 2008

Jutaan karya ulama masih terabaikan. Padahal, itu sumbangan penting menuju kembalinya kejayaan Islam. Anehnya lagi, malah tersimpan di perpustakan Barat. Bagaimana bisa terjadi? [bagian pertama]

ImageHidayatullah.com-ULAMA generasi salaf banyak yang produktif menulis kitab. Imam Suyuthi misalnya, menulis tak kurang 600 kitab. Demikian juga Imam Nawawi, ada ratusan kitab yang lahir dari penanya.

Jangan dibayangkan kitab-kitab yang mereka tulis itu seperti buku sekarang. Kitab-kitab itu hanya berupa tulisan tangan. Itu pun, untuk membacanya butuh keahlian khusus. Jadi, tak semua orang mampu membacanya. Itulah yang disebut manuskrip atau naskah kuno.

Dalam bahasa Arab disebut mahthuthat, yakni karya seorang ulama yang masih berupa tulisan tangan. Atau perkataan ulama yang di-imla’-kan (didiktekan) kepada muridnya, atau para sahabatnya.

Memang, mayoritas manuskrip? (mahthutha) ditulis oleh penulisnya sendiri. Contohnya kitab Al Majmu’ah Al Fatawa, ditulis oleh Ibnu Taimiyah. Tapi ada juga yang ditulis oleh para murid dan sahabatnya, seperti kitab Al Umm. Kitab ini sejatinya bukan tulisan Imam Syafi’i, akan tetapi hasil dikte Imam Syafi’i kepada beberapa muridnya. Mereka adalah Al Muzani, Rabi’ bin Sulaiman? Al Buwaiti. (more…)

Pilihan Terakhir Aquill

Posted in Indahnya Islam, Khazanah by Farah Zuhra on the July 16th, 2008

Ia dibesarkan dalam keluarga Kristen semenjak kecil. Ia juga keluar-masuk gereja di saat dewasa. Tapi tak pernah ia temukan kebahagiaan. Kini ia berlabuh pada pelukan Islam

ImageHidayatullah.com–‘Tatkala kecil? ia dimasukkan ke ‘Sunday School‘. Tapi ia berhenti karena bosan. Mencoba menjadi pengunjung gereja Anglikan, lagi-lagi ia kecewa. Lalu mencoba dengan Kristen spiritual, di situ? ia tadak menemukan apa apa. Aquil mencoba mengikuti ritual Budha, secara fisik ia merasakan goncangan namun jiwanya masih merasa kosong. Lewat kebaikan Ibraim teman sekerjanya,? serta melalui research dan dari bacaan literatur ISLAM, akhirnya? Aquil menemukan Islam sebagai pilihan terakhir.

“Bulan Suci Ramadhan adalah sesuatu yang ingin saya alami sebelum saya memutuskan memeluk agama Islam” ujarnya. Ia mengatakannya di acara buka bersama.

Sis ini titipan dari Lina, lumayan buat buka puasa,” Aquil menyerahkan satu baki penganan manis. “Istri saya mengalah, tinggal di rumah, nemani anak kami berbuka puasa,” begitu? Aquil mengatakan. (more…)

Timbuktu, Kota Legenda Islam di Afrika Barat

Posted in Indahnya Islam by Hafsa Mutazz on the June 26th, 2008

Sungguh tragis nasib Timbuktu. Kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam di benua Afrika Barat itu, kini telah berubah menjadi wilayah yang terisolasi dan terpencil. Situasi dan pemandangan ‘negeri di ujung dunia’ itu, begitu kontras bila dibandingkan dengan Timbuktu 900 tahun lalu - ketika Islam mencapai kejayaannya di wilayah itu.

Sejarah mencatat, pada abad ke-12 M Timbuktu telah menjelma sebagai salah satu kota pusat ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang termasyhur. Di era kejayaan Islam, Timbuktu juga sempat menjadi sentra perdagangan terkemuka di dunia. Rakyat Timbuktu pun hidup sejahtera dan makmur. (more…)

Dirham dan Dinar Mata Uang di Era Kejayaan Islam

Posted in Indahnya Islam by Leila Amra on the June 25th, 2008

Sejarah telah membuktikan bahwa emas dan perak merupakan alat tukar paling stabil yang pernah dikenal dunia.

Peradaban Islam di era keemasan selama berabad-abad menjelma menjadi salah satu kekuatan perekonomian dunia. Tak heran, jika pada masa itu, kekhalifahan Islam sudah memiliki mata uang sendiri bernama dirham (koin perak) dan dinar (koin emas). Dengan menggunakan kedua mata uang itu, perekonomian di dunia Islam tumbuh dengan begitu pesat.

Sejarah penggunaan perak dan emas sebagai alat pertukaran, sejatinya telah berkembang jauh sebelum Islam hadir. Para peneliti sejarah Dirham menemukan fakta bahwa perak sebagai alat tukar sudah digunakan pada zaman Nabi Yusuf AS. Hal itu diungkapkan dalam Alquran, surat Yusuf ayat 20. Dalam surat itu tercantum kata darahima ma’dudatin (beberapa keping perak). (more…)

Para Ahli Botani dan Zoologi di Era Khilafah

Posted in Indahnya Islam by Hafsa Mutazz on the June 24th, 2008

* Al-Ghafiqi ( wafat 1165 M).
”Dialah ahli botani paling cerdas pada masanya,” begitu George Sarton, ahli sejarah Barat menyebut Al-Ghafiqi. Ia mengoleksi beragam jenis tumbuh-tumbuhan yang diperolehnya dari wilayah Spanyol dan Afrika. Al-Ghafiqi membuat catatan yang menggambarkan secara akurat jenis-jenis tumbuhan koleksinya itu.

Deskripsi tentang tumbuh-tumbuhan yang dibuat Al-Ghafiqi diakui sebagai karya yang paling membanggakan yang pernah dibuat seorang Muslim. ”Dia memberi nama setiap tanaman dalam tiga bahasa, yaitu Arab, Latin, dan Barbar,” ujar Sarton. Karya fenomenal Al-Ghafiqi yang berjudul Al-Adwiyah al-Mufradah memberikan inspirasi kepada Ibnu Baytar untuk meneliti tumbuh-tumbuhan dengan cara sederhana seperti yang dilakukan Al-Ghafiqi. (more…)

 
Page 1 of 612345»...Last »

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia     rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites