<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaulislam.com &#187; Konsultasi</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/category/konsultasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Format Penulisan Karya Tulis</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/format-penulisan-karya-tulis</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/format-penulisan-karya-tulis#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh: O. Solihin
[penulis buku-buku remaja, editor Buletin Remaja gaulislam]


TANYA:
Bagaimana format penulisan Karya Tulis?
Terima kasih
Pengirim: RizkaArdhyana
JAWAB:
Mengenai karya tulis, sebetulnya yang dimaksud karya tulis seperti apa?  Karena ada banyak karya tulis: cerpen, puisi, esai dan sejenisnya. Jika istilah  yang dimaksud dengan karya tulis adalah karya tulis ilmiah misalnya, sebenarnya  ada sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh: O. Solihin</strong></p>
<p><em>[penulis buku-buku remaja, editor Buletin Remaja gaulislam]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p>Bagaimana format penulisan Karya Tulis?</p>
<p>Terima kasih</p>
<p>Pengirim: RizkaArdhyana</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Mengenai karya tulis, sebetulnya yang dimaksud karya tulis seperti apa?  Karena ada banyak karya tulis: cerpen, puisi, esai dan sejenisnya. Jika istilah  yang dimaksud dengan karya tulis adalah karya tulis ilmiah misalnya, sebenarnya  ada sedikit perbedaan dengan esai atau artikel pada umumnya. Karya tulis ilmiah  persiapan menulisnya (menyiapkan bahan dan data tulisan) sama dengan penulisan  esai. Hanya saja, karya tulis ilmiah lebih banyak menampilkan data teknis,  bahkan hasil penelitian langsung.<span id="more-1095"></span></p>
<p>Nah, yang perlu diperhatikan dalam karya tulis ilmiah adalah:</p>
<p>1. Dalam pengantar, paling nggak kudu menuliskan:<br />
a. sifat, skop  (ruang-lingkup), dan tujuan penelitian<br />
b. tinjauan pustaka yang relevan  dengan permasalahan<br />
c. cara penelitian<br />
d. hasil utama penelitian  (ditambahkan setelah penelitian selesai) dan manfaat penelitian.</p>
<p>Bahan dan cara, harus menyertakan:<br />
a. sampel, jumlah sampel, dan  karakteristiknya (misalnya: umur, jenis kelamin, dll)<br />
b. keterbatasan  pengambilan sampel (kalo ada tentunya)<br />
c. uraian prosedur detail penelitian  (ini bermanfaat supaya penelitian bisa diulang oleh peneliti lain).</p>
<p>2. Dalam hasil, setidaknya harus menuliskan:<br />
a. karakteristik sampel<br />
b.  pemaparan hasil (harus menggunakan variabel-variabel yang digunakan sebagai alat  untuk menjawab permasalahan penelitian).</p>
<p>3. Pembahasanmu harus meliputi:<br />
a. tinjauan penemuan-penemuan penting  penelitian<br />
b. pertimbangan penemuan-penemuan dalam kaitannya dengan  penelitian terdahulu yang relevan<br />
c. implikasi penemuan terhadap teori<br />
d.  pemeriksaan yang hati-hati terhadap hasil yang tidak mendukung atau hanya  sebagian yang mendukung hipotesis<br />
e. keterbatasan-keterbatasan studi yang  mungkin berakibat pada kesimpulan dan generalisasi studi<br />
f. rekomendasi untuk  penelitian selanjutnya<br />
g. implikasi studi untuk praktisi atau studi terapan  (opsional aja, nggak harus).</p>
<p>4. Kesimpulanmu bisa memberi gambaran:<br />
a. menyatakan kembali tesis secara  singkat<br />
b. meringkas interpreatasi hasil dan membahasnya dalam konteks  teoritis yang lebih luas<br />
c. pendek dan langsung ke sasaran<br />
d. menjelaskan  manfaat khusus dan umum hasil studi<br />
e. menuju ke kata-kata penutup (jadi  jangan sampe bikin kata-kata yang malah membuka kembali pembahasan..he..he..he..  bisa berabe tuh!).</p>
<p>5. Dalam abstraksi (ikhtisar atau ringkasan) yang harus ditulis adalah:<br />
a.  problem penelitian<br />
b. subjek penelitian<br />
c. metode dan prosedur penelitian  (kalo kamu menuliskan dalam bahasa Inggris, dibuat dalam past tense)<br />
d. hasil  penelitian<br />
e. kesimpulan dan implikasi studi (kalo kamu menuliskannya dalam  bahasa Inggris, pastikan dibuat dalam Present tense). Tambahan, untuk desertasi  panjangnya 150 kata. Oke?</p>
<p>6. Judul tulisan:<br />
a. memuat kata-kata kunci penting yang mewakili isi  tulisan (contoh: &#8220;Tuberkulosis pada masyarakat Indian kuno: Analisi DNA&#8221;. Tapi  judul juga jangan terlalu panjang; misalnya &#8220;Seks bebas di kalangan anak-anak  remaja di Jakarta dan pengaruhnya terhadap konsentrasi siswa, mata pelajaran,  kenaikan kelas, dan kehidupan bergama&#8221; Walah, itu mah bisa semeter lebih atuh.  He..he..he. itu judul itu kamu bisa diperpendek menjadi &#8220;Seks bebas di kalangan  remaja Jakarta dan pengaruhnya terhadap prestasi akademik dan kehidupan  beragama&#8221;<br />
b. lepas dari kata-kata berulang yang tidak menyumbangkan makna isi  penelitian<br />
c. mengandung sebanyak-banyaknya 12-15 kata kunci yang merupakan  rangkuman ide utama</p>
<p>7. Dalam ucapan terima kasih, boleh menuliskannya seperti ini:<br />
a.  pihak-pihak yang membantu penelitian dalam hal: penyediaan daftar pustaka,  organisasi ide dan penulisan, penyediaan bahan dan alat, dan proses penelitian  itu sendiri (bisa individu, institusi, atau organisasi). Juga, sebagai yang  pertama dan utama, adalah kepada Allah Swt. yang telah memberikan kemudahan kita  dalam membuat penelitian tersebut. Betul?<br />
b. sumber dana penelitian:  nama/jenis dana, nomor (bila ada), dan tahun penerimaan dana.</p>
<p>8. Aturan penulisan efektif pada tingkat kalimat:<br />
a. tunjukkan tindakan  penting dengan kata kerja, bukan kata benda<br />
b. letakkan pelaku sebagai subjek  dari kata kerjanya<br />
c. letakkan informasi yang lebih singkat sebelum informasi  yang panjang an kompleks<br />
d. letakkan infromasi yang udah akrab dan berulang  pada awal kalimat<br />
e. letakkan pula informasi baru dan tidak terduga pada  akhir kalimat<br />
f. desain tali topik kalimat supaya membentuk pandangan yang  koheren (saling berhubungan) dan konsisten.</p>
<p>9. Penulisan efktif dalam paragraf:<br />
a. buatlah semacam desain issue (pokok  persoalan) yang jelas pada bagian akhir di mana kamu memperkenalkan tali-temali  tema, istilah kerennya thematic strings<br />
b. rumuskan maksud-maksud kalimat  (point sentence) yang tepay untuk setiap unit tulisan (discourse)<br />
c. biasakan  untuk memperlihatkan maksud paragraf (paragraph point) di bagian akhir pokok  bahasan (pada awal paragraf), dan jangan terlalu sering memaparkannya di bagian  akhir diskusi (di akir paragraf).</p>
<p>10. Untuk daftar pustaka bisa dituliskan (catatan: penulisan ditulis  berurutan):<br />
a. Sistem Harvard: nama pengarang, tahun di dalam tanda kurung,  judul karangan, nama jurnal dan volume/nomor, sertakan nomor halaman, (plus,  nama penerbit dan kota di mana diterbitkan bila sumbernya buku).<br />
b. Sistem  Vancouver: nama pengarang, judul karangan, nam jurnal, tahun tanpa tanda kurung,  volume/nomor, dan nomor halaman jurnal, (plus, nama penerbit dan kota di mana  diterbitkan bila sumbernya buku).<br />
c. Sistem alfabetik: nama pengarang, judul  karangan, nama jurnal, volume/nomor, dan nomor halaman jurnal, tahun tanpa tanda  kurung, (juga penerbit dan kota di mana diterbitkan jika sumbernya buku).</p>
<p>11. Tabel yang dibuat harus:<br />
a. judul tabel harus ada<br />
b. nomor tabel  juga kudu ada dong<br />
c. diletakkan segera setelah disebut dalam teks<br />
d.  harus disebut di dalam teks<br />
e. format tabel yang satu dengan yang lain harus  konsisten<br />
f. satuan harus disebutkan<br />
g. singkatan harus diterangkan  kepanjangannya dalam catatan di bawah tabel<br />
h. judul lajur dan baris harus  mewakili variabel yang diukur pada lajur dan baris<br />
i. bilangan desimal dari  atas ke bawah harus konsisten (jika dua angka di belakang koma, semuanya  sama).</p>
<p>12. Untuk gambar/grafik, perlu diperhatikan hal-hal berikut:<br />
a. nomor dan  judul gambar harus ada<br />
b. sumbu vertikal dan horisontal pada grafik kudu  diberi nama<br />
c. satuan ukuran pada masing-masing sumbu harus dicantumkan<br />
d.  keterangan gambar dibuat seringkas mungkin, sedangkan penjelasan lengkap  dijelaskan di dalam teks<br />
e. diletakkan segera setelah disebut dalam  teks<br />
f. harus disebut dalam teks.</p>
<p>Saya pikir ini beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penulisan  kartya tulis ilmiah. Semoga ini yang dimaksud Rizka. Terima kasih. Maaf jika  jawaban tidak pas dengan maksud pertanyaan, mengingat pertanyaannya terlalu  umum.</p>
<p>Terima kasih.</p>
<p>Salam,</p>
<p>O. Solihin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/format-penulisan-karya-tulis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Mengandung Alkohol</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/obat-mengandung-alkohol</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/obat-mengandung-alkohol#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 17:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/obat-mengandung-alkohol/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini obat yang mengandung alkohol semakin banyak diproduksi. Sedangkan alhokol itu sendiri haram dikonsumsi walaupun sedikit. Bagaimana hukum mengkonsumsi obat tersebut, apakah hal itu diperbolehkan?
Asy-Syaukani
Bogor
JAWAB :
Adik Asy-Syaukani, ada perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan ulama, mengenai hukum berobat (at-tadaawi/al-mudaawah) dengan benda najis dan haram. Termasuk dalam hal ini berobat dengan obat yang mengandung alkohol (etanol), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini obat yang mengandung alkohol semakin banyak diproduksi. Sedangkan alhokol itu sendiri haram dikonsumsi walaupun sedikit. Bagaimana hukum mengkonsumsi obat tersebut, apakah hal itu diperbolehkan?</p>
<p>Asy-Syaukani<br />
Bogor</p>
<p><strong>JAWAB :<br />
</strong>Adik Asy-Syaukani, ada perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan ulama, mengenai hukum berobat (at-tadaawi/al-mudaawah) dengan benda najis dan haram. Termasuk dalam hal ini berobat dengan obat yang mengandung alkohol (etanol), sebab alkohol adalah haram dan najis. Ada yang mengharamkan, seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Ada yang membolehkan seperti ulama Hanafiyah. Ada yang membolehkan dalam keadaan darurat, seperti Yusuf al-Qaradhawi. Ada pula yang memakruhkannya, seperti Taqiyuddin an-Nabhani. Pendapat yang rajih (kuat) menurut pengasuh, adalah yang memakruhkannya. <span id="more-698"></span></p>
<p>Terdapat dua kelompok hadits yang nampak bertentangan (ta’arudh) dalam masalah ini. Di satu sisi, ada hadits-hadits yang melarang berobat dengan benda yang haram dan najis, misalnya hadits Rasulullah saw. bersabda,”Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagimu pada apa-apa yang diharamkan.&#8221; (HR Bukhari dan Baihaqi).</p>
<p>Di sisi lain, ada hadits-hadits yang membolehkan berobat dengan benda najis dan haram. Misalnya hadits bahwa Nabi saw. membolehkan suku ‘Ukl dan ‘Uraynah berobat dengan meminum air kencing unta (HR Muslim) (Lihat Imam al-Wahidi, Asbabun Nuzul, hamisy [catatan pinggir] kitab Tafsir wa Bayan Kalimat Al-Qur`an, karya Syaikh Hasanain M. Makhluf, hlm 168). Hadits ini membolehkan berobat dengan najis, sebab air kencing unta itu najis.</p>
<p>Dalam hadits lain dari Anas r.a, Rasulullah saw. memberi keringanan (rukhsah) kepada Zubair bin Al-‘Awwam dan Abdurrahman bin Auf untuk memakai kain sutera karena menderita penyakit gatal-gatal. (HR Bukhari dan Muslim) (Lihat Imam Nawawi, Terjemah Riyadhus Shalihin, I/623). Hadits ini membolehkan berobat dengan benda yang haram (dimanfaatkan), sebab sutera haram dipakai oleh laki-laki, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits lain dalam riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi.</p>
<p>Di sinilah lalu Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani mengkompromikan (men-jama’) kedua kelompok hadits di atas. Menurut an-Nabhani, sabda Nabi saw. untuk tidak berobat dengan yang haram tidak otomatis menunjukkan keharaman, tapi sekadar menunjukkan tuntutan (thalab) untuk meninggalkan perbuatan. Sedangkan dua hadits di atas yang membolehkan berobat dengan benda najis dan haram, oleh an-Nabhani dijadikan qarinah (petunjuk) yang memperjelas sifat tuntutan tersebut. Kesimpulannya, tuntutan tersebut adalah tuntutan (thalab) yang tidak tegas (ghairu jazim), sehingga hukum syara’ yang diistinbath adalah makruh, bukan haram (Taqiyuddin An-Nabhani, Asy-Syakhshiyah al-Islamiyah, III/110).</p>
<p>Dengan demikian, berobat dengan suatu materi yang zatnya najis, atau zat yang haram untuk dimanfaatkan (tapi tidak najis), hukumnya adalah makruh. Jadi, berobat dengan obat yang mengandung alkohol adalah makruh, tidak haram. Wallahu a’lam [shiddiq al-jawi] | <em>pernah dimuat di Majalah SOBAT Muda</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/obat-mengandung-alkohol/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajar Privat Seorang Murid Perempuan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mengajar-privat-seorang-murid-perempuan</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mengajar-privat-seorang-murid-perempuan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 19:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[khalwat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/mengajar-privat-seorang-murid-perempuan/</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum, Saya seorang guru, mempunyai murid privat seorang perempuan. Bagaimana hukum mengajar privat kepadanya? Untuk diketahui bahwa saya mengajar di ruang tamu
Ali Mu’tashim
‘alaikumsalam,
Dik Mu’tashim, aktivitas seperti itu adalah perkara yang syubhat, yaitu perkara yang halal tapi sangat berdekatan dengan yang haram (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizham al-Ijtima’i fil Islam, hlm. 100). Sebaiknya itu dihindari. Mengapa? Sebab aktivitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu’alaikum, Saya seorang guru, mempunyai murid privat seorang perempuan. Bagaimana hukum mengajar privat kepadanya? Untuk diketahui bahwa saya mengajar di ruang tamu<br />
Ali Mu’tashim</p>
<p>‘alaikumsalam,<br />
Dik Mu’tashim, aktivitas seperti itu adalah perkara yang syubhat, yaitu perkara yang halal tapi sangat berdekatan dengan yang haram (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizham al-Ijtima’i fil Islam, hlm. 100). Sebaiknya itu dihindari. Mengapa? Sebab aktivitas Anda mengajar itu hukumnya boleh, karena termasuk akad ijarah (akad atas jasa dengan mendapat upah) (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizham al-Iqtishadi fil Islam, hlm. 85).<span id="more-616"></span></p>
<p>Tetapi aktivitas itu sangat dekat dengan khalwat yang diharamkan. Khalwat adalah bertemunya pria dan wanita secara menyendiri. Rasulullah saw. bersabda,”Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan, karena sesungguhnya teman ketiga mereka adalah setan.” (HR Ahmad, dari Umar r.a. Lihat Abdul Aziz bin Baz dkk, Fatwa-Fatwa Tentang Memandang, Berkhalwat, dan Berbaurnya Pria dan Wanita, hlm. 37).</p>
<p>Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, khalwat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan di suatu tempat yang tidak memungkinkan seseorang untuk masuk (atau berada) di tempat mereka berdua, kecuali atas ijin keduanya. Misalnya, bertemu di sebuah rumah, atau di suatu tempat sunyi yang jauh dari jalan dan keramaian orang (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizham al-Ijtima’i fil Islam, hal. 103).</p>
<p>Dari definisi itu, aktivitas Anda bisa saja belum tergolong ¬khalwat, karena Anda mengajar di ruang tamu, bukan di ruangan yang pintunya tertutup. Ini artinya, masih dimungkinkan adanya mahram murid Anda (atau anggota keluarganya yang lain) untuk lalu lalang atau mengawasi aktivitas tersebut. (Beda halnya kalau dilakukan di kamar atau ruangan yang pintunya tertutup. Ini jelas haram). Namun demikian, aktivitas mengajar seperti itu sangat mudah menjadi khalwat yang diharamkan, khususnya jika suasana rumah menjadi sepi sehingga Anda hanya berduaan dengan murid Anda.</p>
<p>Maka dari itu, sikap terbaik adalah menghindarkan diri dari keadaan syubhat seperti itu, dalam rangka bersikap wara’ dan menjaga kesucian. Wara’  adalah menjauhi syubhat karena takut terjerumus ke dalam perkara yang diharamkan (tajannub al-syubhat khaufa al-wuqu’ fi al-muharram) (Subulus Salam, IV/171). Rasulullah saw. bersabda,”…barangsiapa menjauhi perkara syubhat, berarti dia telah menjaga agama dan kehormatannya.” (Muttafaqun ‘alaihi, dari an-Nu’man bin Basyir r.a).</p>
<p>Meninggalkan yang syubhat dapat Anda tempuh dengan jalan menghentikan aktivitas Anda. Atau, dengan memindahkan tempat kursus privat ke tempat umum, misalnya di teras masjid atau di ruang kelas. Atau dengan cara menambah jumlah murid privat sehingga Anda terhindar dari peluang khalwat. Dan tak boleh dilupakan, dalam kegiatan belajar murid perempuan Anda tetap harus menutup aurat secara sempurna, walaupun kursus dilaksanakan di rumah dia sendiri (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizham al-Ijtima’i fil Islam, hlm. 37). Wallahu a’lam.[shiddiq al-jawi] | <em>pernah dimuat di Majalah SOBAT Muda</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mengajar-privat-seorang-murid-perempuan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bingung Memilih &#8220;Aliran dalam Islam&#8221;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bingung-memilih-aliran-dalam-islam</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bingung-memilih-aliran-dalam-islam#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 04:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Dari Qomar di cilacap, skrg banyak aliran islam bermunculan buat bingung umat tapi semua egois merasa yg paling benar. Umat butuh imam. Mana yg harus saya ambil.
[08562640xxx] 
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Memang benar, di masa tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Dari <strong>Qomar di cilacap</strong>, skrg banyak aliran islam bermunculan buat bingung umat tapi semua egois merasa yg paling benar. Umat butuh imam. Mana yg harus saya ambil.</em></p>
<p><strong><em>[08562640xxx]</em> </strong><span id="more-1221"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Memang benar, di masa tidak adanya kesatuan umat dan kepemimpinan khilafah, umat Islam didera beragam masalah, salah satunya adalah munculnya firqah-firqah atau kelompok sempalan yang menyimpang. Nabi saw. telah menjelaskan hal ini dalam sabdanya, <em>&#8220;Hati-hatilah sesungguhnya sebelum kalian dari kaum ahli kitab terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi 73 golongan ; tujuh puluh dua di dalam neraka, dan satu di surga (dalam riwayat lain dikatakan: &#8220;seluruhnya di neraka kecuali satu kelompok; yakni yang aku dan para sahabatku berada di sana.&#8221;</em> <strong>(hr Ahmad, Tirmidzi)</strong></p>
<p>Kelompok yang akan selamat adalah kelompok yang senantiasa berpegang pada Al Quran dan as sunah, serta meneladani para sahabat. Ini dikuatkan dalam hadits-hadits lain:</p>
<p><em>&#8220;Kutinggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat (jika berpegang pada keduanya): kitabullah/Al Quran dan sunnahku.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang hidup di antara kalian akan menyaksikan perbedaan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang pada sunahku dan sunah khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk, berpeganglah padanya dan gigitlah dengan geraham kalian,&#8221;</em> <strong>(hr Tirmidizi)</strong></p>
<p>Nabi saw. tidak menyebutkan nama kelompok, tapi menjelaskan ciri-ciri kelompok yang akan selamat. Yaitu yang berpegang pada Al Quran, as sunnah dan mengikuti jejak para sahabat. Jadi lihat saja apakah kelompok yang ada sesuai dengan ciri-ciri itu ataukah tidak?</p>
<p>Kelompok yang mendukung ide sesat semisal nabi baru seperti Ahmadiyah, atau kalangan yang menghina Al Quran, mencaci nabi dan para sahabat seperti Islam Liberal, Ingkar sunnah, atau yang mendukung kebebasan beragama dan mengakui kebenaran semua agama &#8211; termasuk pemurtadan &#8211; semisal AKKBB, jelas kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam. Bahkan bukan bagian dari Islam sama sekali.</p>
<p>Karenanya kita membutuhkan kepemimpinan yang berdiri di atas akidah Islam dan menegakkan syari&#8217;at. Hanya dengan kepemimpinan seperti itu umat Islam akan terjaga dari berbagai aliran yang sesat.</p>
<p>Untuk itu, semua kalangan yang berjuang untuk kemurnian dan tegaknya Islam harus bersatu padu, menjaga ukhuwah, dan menghilangkan sikap egois. Semoga Allah menolong kita semua.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bingung-memilih-aliran-dalam-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batasan Aurat</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/batasan-aurat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/batasan-aurat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 02:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1219</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu?alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Saya mau tanya yang mana sajakah termasuk aurat, yang wajib ditutup, dari Masni di Bima NTB.
[085242748xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Adanya kewajiban menutup aurat selain merupakan perintah Allah juga amat efektif mencegah terjadinya perbuatan asusila, lho dik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu?alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Saya mau tanya yang mana sajakah termasuk aurat, yang wajib ditutup, dari <strong>Masni di Bima NTB</strong>.</em></p>
<p><em><strong>[085242748xxx]</strong></em><span id="more-1219"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Adanya kewajiban menutup aurat selain merupakan perintah Allah juga amat efektif mencegah terjadinya perbuatan asusila, lho dik Masni. Adapun batasannya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Untuk pria, maka batasan auratnya adalah apa yang ada di antara pusar hingga paha. Seorang pria tidak boleh menampakkan auratnya baik kepada sesama pria maupun kepada wanita. Ketika salah seorang ahli shuffah (sahabat yang tinggal di mesjid Nabawi) tersingkap pakaiannya sehingga tampak pahanya, Nabi saw. menegur, <em>&#8220;Apakah engkau tidak tahu bahwa paha adalah aurat?&#8221;</em>(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Malik). Seorang pria juga tidak boleh melihat aurat pria lain. Sabda Nabi saw. <em>&#8220;Janganlah seorang laki-laki melihat kepada aurat laki-laki dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita&#8221;</em>(HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)</li>
<li>Aurat wanita telah Allah jelaskan dalam QS. An Nur: 31 dan Al Ahzab: 59. Yakni seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali muka dan telapak tangan.</li>
</ol>
<p>Semoga jelas ya Dik Masni[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/batasan-aurat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Bershalawat kepada Rasulullah?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mengapa-harus-bershalawat-kepada-rasulullah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mengapa-harus-bershalawat-kepada-rasulullah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 03:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1217</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu?alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm.wr.wb. Ana mo tanya, mengapa kita diperintah untuk bersholawat kepada Rosulullah saw padahal keselamatan beliau telah dijamin Allah SWT. Syukron. Dari Slamet di Pemalang.
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. di antaranya memang ditujukan mendoakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu?alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm.wr.wb. Ana mo tanya, mengapa kita diperintah untuk bersholawat kepada Rosulullah saw padahal keselamatan beliau telah dijamin Allah SWT. Syukron.<strong> </strong>Dari<strong> Slamet di Pemalang</strong>.</em><span id="more-1217"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. di antaranya memang ditujukan mendoakan keselamatan, keberkahan, dan kebaikan untuk beliau. Tapi bershalawat juga merupakan ibadah seorang muslim, seperti halnya shalat dan membaca puji-pujian kepada Allah. Bukankah Allah Zat yang serba Maha, tapi toh kita tetap diminta memuji Allah dan membaca asmaul husna?</p>
<p>Bershalawat juga tanda kecintaan kita kepada Nabi Muhammad saw. Bukankah orang yang cinta pada orang lain senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang yang dicintainya?</p>
<p>Adapun tentang anjuran bershalawat Nabi saw. bersabda, <em>&#8220;Orang yang bakhil ialah orang yang tidak membaca salawat untukku ketika diriku disebut di hadapannya,&#8221;</em>(hr. Tirmidzi).</p>
<p>Nabi saw. juga memberitahu kita bahwa orang yang bershalawat akan mendapatkan ganjaran besar dari Allah SWT.</p>
<p><em>&#8220;Siapa yang membaca satu shalawat untukku maka Allah akan bershawalat (melimpahkan kebaikan) padanya 10 kali, dan menghapuskan 10 kesalahannya, serta menaikkan derajatnya 10 tingkat.&#8221;</em></p>
<p>Jadi bershalawat itu mendatangkan balasan kebaikan untuk orang yang membacanya. Mau, kan?[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mengapa-harus-bershalawat-kepada-rasulullah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Menyemir Rambut</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hukum-menyemir-rambut</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hukum-menyemir-rambut#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 04:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1215</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Saya Riyan dari Pekalongan saya salah satu penggemar acara Voice of Islam. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukum menyemir rambut putih (uban), dengan semir warna hitam? Saya masih sekolah, karena kalau semir selain hitam, nggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Saya <strong>Riyan dari Pekalongan</strong> saya salah satu penggemar acara Voice of Islam. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukum menyemir rambut putih (uban), dengan semir warna hitam? Saya masih sekolah, karena kalau semir selain hitam, nggak dibolehin ama pihak sekolah, dikira anak nggak bermoral, thanks atas jawabannya.</em></p>
<p><em><strong>[085642821xxx]</strong></em><span id="more-1215"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Menyemir rambut hukumnya adalah halal selama bukan dengan warna hitam. Ketika <em>fathul Mekkah</em> (penaklukkan Mekkah) Abu Bakar membawa ayahnya, Abu Kuhafah, ke hadapan Nabi saw. Waktu itu rambut dan jenggotnya berwarna putih bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya dan bunganya. Lalu Nabi saw. berkata padanya, <em>&#8220;Ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam,&#8221;</em>(hr. Muslim).</p>
<p>Akan tetapi sebagian ulama membolehkan mengecat rambut dengan warna hitam dalam kondisi perang, yaitu untuk menakutkan musuh, karena melihat tentara-tentara Islam seolah-olah masih muda. Wallahualam.</p>
<p>Kalau adik mau mengecat, pakai saja dengan warna hitam yang berkombinasi dengan warna lain. Biasanya para sahabat seperti Abu Bakar ash shiddiq dan Umar bin Khaththab mengecat rambut mereka dengan pewarna alami yang menghasilkan warna hitam kemerah-merahan.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hukum-menyemir-rambut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdiskusi dengan Lawan Jenis</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/berdiskusi-dengan-lawan-jenis</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/berdiskusi-dengan-lawan-jenis#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 02:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Saya Ipah dari Langsa NAD. Bagaimana hukumnya seorang wanita yang sering berdiskusi agama dengan seorang pria via telepon? Jazakallah khoiron katsiro atas jawabannya.
[081361319xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Interaksi pria dan wanita dibolehkan hukum syara&#8217; di antaranya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Saya <strong>Ipah dari Langsa NAD</strong>. Bagaimana hukumnya seorang wanita yang sering berdiskusi agama dengan seorang pria via telepon? Jazakallah khoiron katsiro atas jawabannya.</em></p>
<p><em><strong>[081361319xxx]</strong></em><span id="more-1213"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Interaksi pria dan wanita dibolehkan hukum syara&#8217; di antaranya untuk keperluan pendidikan. Apa yang ditanyakan termasuk kategori itu, maka hukumnya adalah boleh bahkan berpahala karena bagian dari amal tholabul ?ilmi.</p>
<p>Hanya saja harus dijaga nada pembicaraan agar tidak termasuk yang dilarang dalam surat Al Ahzab ayat 32, yaitu dengan nada suara yang manja, merayu, dsb. Firman Allah:</p>
<p><em>&#8220;Janganlah kamu tunduk ketika berbicara (dengan manja, merayu, dsb.) sebab nanti akan timbul keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, maka berkatalah dengan perkataan yang ma&#8217;ruf.&#8221;</em></p>
<p>Bagaimana? Semoga jelas, dan cobalah cari narasumber akhwat/ustadzah agar lebih bisa menjaga diri dan leluasa untuk bertanya.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/berdiskusi-dengan-lawan-jenis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMS+Call Termasuk Khalwat?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/smscall-termasuk-khalwat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/smscall-termasuk-khalwat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 04:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1211</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Disebut berhalwatkah jika pria wanita bermesraan via SMS+CALL? Sedangkan kami tidak saling tau wajah dan hubungan ini dah berlangsung lama. Gimana menurut syariah Islam?
[085258772xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Agama Islam telah mengatur dengan rinci hubungan pria dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Disebut berhalwatkah jika pria wanita bermesraan via SMS+CALL? Sedangkan kami tidak saling tau wajah dan hubungan ini dah berlangsung lama. Gimana menurut syariah Islam?</em></p>
<p><em><strong>[085258772xxx]</strong></em><span id="more-1211"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Agama Islam telah mengatur dengan rinci hubungan pria dan wanita, baik sebelum ataupun setelah pernikahan. Sebelum pernikahan, maka kehidupan pria dan wanita adalah terpisah kecuali yang diizinkan oleh hukum syara&#8217; seperti untuk muamalah, pendidikan dan medis.</p>
<p>Dalam kehidupan umum, pria dan wanita diminta untuk menutup aurat dan saling menjaga pandangan. Islam juga meminta muslim dan muslimah mencegah diri dari perbuatan yang menjurus pada perzinaan, semisal cumbu rayu, khalwat, dsb. Termasuk dalam hal ini percakapan yang berisi rayuan dan kata-kata mesra kepada lawan jenis yang bukan mahram di luar pernikahan. Nabi saw. bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Anak Adam tidak bisa lepas dari perbuatan (yang mengantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata adalah dengan melihat (aurat lawan jenisnya), zina telinga adalah dengan mendengar (kata-kata porno, rayuan dari wanita/pria yang bukan suami/istri), zina lidah adalah dengan ucapan (menggoda lawan jenis dengan rayuan dan kata-kata kotor/porno), zina tangan adalah dengan bertindak kasar, zina kaki adalah dengan berjalan (ke tempat maksiat), dan farji (kemaluan) yang menerima dan menolaknya,&#8221;</em> <strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Menelepon atau mengirim sms yang berisi rayuan dan kata-kata mesra kepada wanita/pria yang bukan pasangan jelas perbuatan haram. Sebaiknya segera ditinggalkan, atau mungkin mas segera melamarnya dan mengajaknya menikah. Itu lebih baik.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/smscall-termasuk-khalwat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Hukum Ciuman?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/apa-hukum-ciuman</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/apa-hukum-ciuman#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 06:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1209</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Aku Heri anak Merapi Barat. Di sini aku mau bertanya. Tapi sebelumnya aku mohon kalo pertanyaan sedikit janggal. Apa hukum ciuman? Menurut al-Qur`an wal hadits. Tolong jawabannya.
[081373243xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Dik Heri, mencium wanita yang bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Aku <strong>Heri anak Merapi Barat</strong>. Di sini aku mau bertanya. Tapi sebelumnya aku mohon kalo pertanyaan sedikit janggal. Apa hukum ciuman? Menurut al-Qur`an wal hadits. Tolong jawabannya.</em></p>
<p><em><strong>[081373243xxx]</strong></em><span id="more-1209"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Dik Heri, mencium wanita yang bukan mahram dan bukan istrinya adalah perbuatan terlarang. Hal itu termasuk perkara yang mendekatkan seseorang pada zina. Nabi saw. bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Anak Adam tidak bisa lepas dari perbuatan (yang mengantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata adalah dengan melihat (aurat lawan jenisnya), zina telinga adalah dengan mendengar (kata-kata porno, rayuan dari wanita/pria yang bukan suami/istri), zina lidah adalah dengan ucapan (menggoda lawan jenis dengan rayuan dan kata-kata kotor/porno), zina tangan adalah dengan bertindak kasar, zina kaki adalah dengan berjalan (ke tempat maksiat), dan farji (kemaluan) yang menerima dan menolaknya,&#8221;</em>(HR. Muslim).</p>
<p>Dik Heri, para pria muslim diminta untuk menundukkan pandangan dari aurat wanita, juga dilarang menatap wanita dengan syahwat. Terlarang ia melanggar hal itu, apalagi sampai menciumnya.</p>
<p>Demikianlah, Dik Heri, semoga jelas dan dapat diamalkan, dan kita dijauhkan Allah dari perbuatan keji dan munkar.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/apa-hukum-ciuman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umur 5 Tahun Hubungan Seks</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/umur-5-tahun-hubungan-seks</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/umur-5-tahun-hubungan-seks#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 05:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1207</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm wrwb. Nih Dewi dari Lampung mo nanya. Waktu masih umur 5 tahun Dewi pernah melakukan hubungan seks sama teman sebaya. Kira2 sudah 3 kali. Sekarang Dewi kalo ingat semua itu takut akan dosa. Waktu melakukan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm wrwb. Nih <strong>Dewi dari Lampung</strong> mo nanya. Waktu masih umur 5 tahun Dewi pernah melakukan hubungan seks sama teman sebaya. Kira2 sudah 3 kali. Sekarang Dewi kalo ingat semua itu takut akan dosa. Waktu melakukan itu Dewi masih kecil apakah keperawanan saya masih ada apa sudah nggak ada lagi. Tolong dibalas. Wassalam.</em></p>
<p><em>[085269193xxx]</em><span id="more-1207"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Adik Dewi, semoga Allah senantiasa memberkahi dan melimpahkan hidayah untuk kita semua. Tentu amat tidak mengenakkan punya masa lalu yang tidak baik, meskipun itu dilakukan saat masih anak-anak. Saya berempati pada apa yang dirasakan adik Dewi.</p>
<p>Meski begitu, Allah Maha Pemurah lagi Penyayang. Perbuatan tidak baik yang dilakukan kita di waktu kanak-kanak (belum baligh) tidak akan dicatat sebagai dosa, dan tidak akan mendapatkan siksa dari Allah. Nabi saw. bersabda bahwa ada tiga golongan yang tidak akan dihisab oleh Allah yakni di antaranya anak-anak sampai ia dewasa/baligh. Maka adik Dewi jangan berputus asa, Allah tidak akan menghisab itu semua.</p>
<p>Mengenai keperawanan atau yang identik dengan selaput dara, kita baru tahu masih utuh atau tidak jika divisum oleh dokter. Akan tetapi Dewi jangan terlalu berpikir bahwa selaput dara adalah segalanya. Sekarang, yang penting, Dewi terus berusaha agar menjadi muslimah sejati, menjaga pergaulan dan banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Toh, apa yang Dewi lakukan di masa lalu di luar kendali dan tak akan dihisab oleh Allah.</p>
<p>Jika nanti Dewi menikah, maka Dewi juga tidak perlu menceritakan hal ini pada siapa pun, termasuk kepada calon suami. Karena Umar bin Khaththab pernah menegur seorang bapak yang menceritakan bahwa anaknya telah berzina, dengan alasan bahwa Allah telah menutupi kemaksiatan sang anak, tapi ayahnya malah menceritakannya.</p>
<p>Andaipun suami penasaran, maka barulah adik menjawab sejujurnya. Suami yang soleh insya Allah akan mengerti masalah ini. Semoga Adik Dewi diberikan jodoh yang soleh dan penuh pengertian. Amin.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/umur-5-tahun-hubungan-seks/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Pahala Sedekah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/tentang-pahala-sedekah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/tentang-pahala-sedekah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 02:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1174</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
asslmwrwb. Ana mau brtanya ayat / hadist yg mnerangkan kalo kita bersedekah maka Allah akan menggantinya 10x lipat?
[085276983xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Banyak sekali nash-nash syara, baik Al Quran dan al Hadits yang menyebutkan keutamaan bersedekah. Di antaranya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>asslmwrwb. Ana mau brtanya ayat / hadist yg mnerangkan kalo kita bersedekah maka Allah akan menggantinya 10x lipat?</em></p>
<p><em>[085276983xxx]</em><span id="more-1174"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Banyak sekali nash-nash syara, baik Al Quran dan al Hadits yang menyebutkan keutamaan bersedekah. Di antaranya ada dalam surat Al Baqarah ayat 261;</p>
<p><em>&#8220;Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir bercabang seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunianya) lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em></p>
<p>Demikian, semoga kita semakin rajin berinfak dan semakin besar lagi harta yang kita infakkan di jalan Allah.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/tentang-pahala-sedekah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Hadiah dari Kuis</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hukum-hadiah-dari-kuis</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hukum-hadiah-dari-kuis#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 03:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1173</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm wr? wb. Gmn hokum dpt brg dr mngundi lewat kuis2? Bahas dong? Lg rame nih?!
[081210293xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Umat Islam harus berhati-hati terhadap kuis yang bersifat judi. Ciri-ciri judi ialah (1) ada dua pihak yang berlawanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm wr? wb. Gmn hokum dpt brg dr mngundi lewat kuis2? Bahas dong? Lg rame nih?!</em></p>
<p><em>[081210293xxx]</em><span id="more-1173"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Umat Islam harus berhati-hati terhadap kuis yang bersifat judi. Ciri-ciri judi ialah (1) ada dua pihak yang berlawanan mis. bandar dan petaruh (2) ada harta yang berpindah jika salah satu pihak kalah. Misalnya kuis memanfaatkan telepon atau sms dengan tarif premium (di atas tarif normal), itu sudah terkategori judi. Haram bagi umat Islam mengadakan dan ikut serta dalam kuis seperti itu.</p>
<p>Adapun kuis/undian dengan tanpa menyertakan harta &#8211; seperti uang, barang atau pulsa premium&#8211; dari peserta, maka itu dikategorikan sebagai sayembara. Hukumnya adalah mubah/halal. Misalnya mendapat hadiah langsung ketika membeli barang, baik dengan cara terdapat kupon/tanda pemenang di dalam barang yang kita beli, maupun dengan menukarkan kupon atau bungkusnya ke agen barang tersebut.</p>
<p>Semoga jelas dan jangan lupa banyak bersedekah agar harta kita barakah.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hukum-hadiah-dari-kuis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sisi Positif dan Negatif dari Film</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/sisi-positif-dan-negatif-dari-film</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/sisi-positif-dan-negatif-dari-film#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 02:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1172</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm, ustadzah yg ada distudio, sy mw tny, ap sih segi positif dr felm itn &#38; ap sih segi negative dr film itu juga? Mhon dijelaskan, agar kami bs mengambil kebaikannya. Wassalam. Ananda d NAD tamiang.
[085261496xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm, ustadzah yg ada distudio, sy mw tny, ap sih segi positif dr felm itn &amp; ap sih segi negative dr film itu juga? Mhon dijelaskan, agar kami bs mengambil kebaikannya. Wassalam. Ananda d NAD tamiang.</em></p>
<p><em>[085261496xxx]</em><span id="more-1172"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Ananda di NAD, sesuatu yang ditayangkan secara audio visual seperti film memang lebih mudah diserap oleh kita dan lebih lama bertahan dalam memori. Mengenai dampak positif dan negatifnya amat bergantung pada isi film tersebut. Jika cerita dalam film itu mengandung kebaikan bisa jadi akan mengajarkan hal-hal positif dan mudah mengena perasaan serta mudah untuk ditiru oleh pemirsanya. Akan tetapi hal yang sama juga berlaku sebaliknya.</p>
<p>Meski demikian kekurangan film masa kini adalah cenderung mengabaikan syari&#8217;at Islam. Andaipun alur ceritanya Islami tapi para pemainnya ada saja yang tidak menjiwai nilai Islam di luar film.</p>
<p>Selain itu, dibandingkan menonton jauh lebih baik membaca. Dengan membaca, otak kita bekerja melakukan analisa, memperkaya kosa kata dan pastinya mudah untuk diulang.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/sisi-positif-dan-negatif-dari-film/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdandan Bagi Wanita</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/berdandan-bagi-wanita</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/berdandan-bagi-wanita#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 05:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm wr wb. VOI, saya Rahma dr Bone, sulsel. Sekarang ini anak remaja 12 tahun kebawah udah mulai dandan. Pakai? alat make up dan parfm yg semakin mudah murah dipasaran. Apakah hal itu dimubahkan ataukah diharamkan syari&#8217;ah? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm wr wb. VOI, saya Rahma dr Bone, sulsel. Sekarang ini anak remaja 12 tahun kebawah udah mulai dandan. Pakai? alat make up dan parfm yg semakin mudah murah dipasaran. Apakah hal itu dimubahkan ataukah diharamkan syari&#8217;ah? Mengapa demikian?, bagaimanakah syaria&#8217;ah mengatur masalah berhias dan berdandan untuk kaum hawa? Trimakasih atas jwbnnya assm wr wb.</em></p>
<p><em>[081343531xxx]</em><span id="more-1166"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>&#8216;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh</p>
<p>Rahma di Bone, alhamdulillah kalau kamu ikut prihatin dengan gaya hidup remaja sekarang. Banyak teman-teman kita yang tidak paham kalau mereka sudah mengikuti gaya hidup Barat, khususnya dalam berpakaian. Anting dan kalung pada pria, tato, juga pakaian wanita yang semakin minim dan ketat dan make up serta parfumnya.</p>
<p>Padahal umat Islam sudah diberikan syariat berpakaian yang mulia, untuk menutup aurat dan menjaga kerawanan sosial. Bagi muslimah, ada larangan melakukan tabarruj atau bermake up secara berlebihan. Allah Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah kamu berhias (tabarruj) dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.&#8221;</em>(QS. Al Ahzab: 33).</p>
<p>Nabi saw. bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Perempuan yang menanggalkan pakaiannya di tempat selain rumah suaminya, maka ia telah menghancurkan satr (rasa malu) antara ia dan Allah,&#8221;</em>(hr. Ibnu Majah)</p>
<p>Mengenai parfum ataupun wewangian bagi wanita, maka syariat Islam melarangnya jika dikenakan untuk keluar rumah atau bertemu pria yang bukan mahramnya. Larangan ini tegas, lho! Sabda Nabi saw.:</p>
<p><em>&#8220;Setiap perempuan yang menggunakan parfum kemudian berjalan di tengah-tengah suatu kaum agar mereka mencium aromanya, maka ia adalah pezina,&#8221;</em>(hr. Ahmad),</p>
<p>Membudayanya gaya hidup seperti ini adalah akibat jauhnya teman-teman kita dari Islam dan serangan pemikiran (<em>ghazwul fikri</em>) yang dilancarkan Barat pada dunia Islam.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/berdandan-bagi-wanita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukuman Bagi Pezina</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hukuman-bagi-pezina</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hukuman-bagi-pezina#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 05:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[ 
Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
 
Diasuh oleh Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti
[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]


TANYA:
Assalamualaikum&#8230; Ustazah bagaimana klau zina tpi gk hamil, dan apa hukuman bgi mereka yg pantas dberikan? [0852xx] 
Asslam&#8230;Ustdzah bgm hukum berzina dgn dasar suka sama suka. Atw bgm klw istri org, mnt tlong, smntra suaminya lg brada d [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p> <![endif]--></p>
<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p> <![endif]--></p>
<p><strong>Diasuh oleh Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti</strong></p>
<p><em>[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Assalamualaikum&#8230; Ustazah bagaimana klau zina tpi gk hamil, dan apa hukuman bgi mereka yg pantas dberikan? [0852xx] </em></p>
<p><em>Asslam&#8230;Ustdzah bgm hukum berzina dgn dasar suka sama suka. Atw bgm klw istri org, mnt tlong, smntra suaminya lg brada d luar daerah. Blz. Syukran. [0813xx] </em></p>
<p><em>Bagimna cara membri hukumn? kpd orng yg berbuat zina/ perslingkuhn [0852xx] </em><span id="more-1138"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><em><br />
</em></strong></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p><em>&#8216;alaikumussalam wr wb</em></p>
<p>Hukuman bagi pezina sudah sangat jelas disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an surat An-Nuur ayat 2 yang artinya:</p>
<p><em>&#8220;Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah (pukullah) ?tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.&#8221;</em></p>
<p>Ini hukuman bagi pezina yang belum berumah tangga.? Bagi pezina yang sudah bersuami/ beristri hukumannya adalah dengan &#8220;<em>rajam&#8221;.</em> Yaitu tubuh pezina ditanam dalam tanah sebatas leher, kemudian dipukuli/ dilempari sampai meninggal.? Na&#8217;udzubillah&#8230; jangan coba-coba deh.? Hal ini dijelaskan dengan perbuatan Rasul saat menghukumi Al-Ghomidiyah yang melakukan zina.</p>
<p>Insya Allah dengan hukuman ini dosa-dosa pezina diampuni karena ketundukan mereka terhadap hukum Allah tersebut.</p>
<p>Namun, saat ini hukuman bagi pezina tidak bisa diterapkan karena tidak ada institusi yang menjadi eksekutor.? Sehingga para pezina tidak merasa ragu melakukannya karena paling banter mereka akan dikawinkan kalau berzina sampai hamil.? Tapi, kalau hukum Allah yang berlaku, orang-orang akan berfikir ribuan kali untuk melakukannya.? Orang tercegah berbuat zina, masyarakat tenang dan aman juga terjaga kehormatan manusia.? Mau pilih mana? Hukum jahiliyah buatan manusia atau hukum Allah yang menyelamatkan kehidupan manusia?[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hukuman-bagi-pezina/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taat Kepada Orangtua atau Suami?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taat-kepada-orangtua-atau-suami</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/taat-kepada-orangtua-atau-suami#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 05:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
 
Diasuh oleh Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti
[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]
TANYA:
Asslm wr wb. Orang tuaku melarng aku ikut suamiku, durhakakah aku kpd orang tuaku bila aku kabur dr rmh pergi bersama suamiku? Bgmn hukum islam kpd anak yg sudah menikah. Apakah suami atau orang tua yg lebih dituruti??
[0813xx]
JAWAB:
&#8216;alaikumussalam wr [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p> <![endif]--></p>
<p><strong>Diasuh oleh Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti</strong></p>
<p><em>[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">TANYA:</span></strong></p>
<p><em>Asslm wr wb. Orang tuaku melarng aku ikut suamiku, durhakakah aku kpd orang tuaku bila aku kabur dr rmh pergi bersama suamiku? Bgmn hukum islam kpd anak yg sudah menikah. Apakah suami atau orang tua yg lebih dituruti??</em></p>
<p><em>[0813xx]</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong><span id="more-1137"></span></p>
<p><em>&#8216;alaikumussalam wr wb</em></p>
<p>Bagi anak perempuan yang sudah menikah maka suami yang lebih utama untuk ditaati.? Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p dir="rtl">?????? ??????? ????: ?? ??????? ???? ???? ??? ?????? ???: ?????</p>
<p>Aisyah berkata: <em>&#8220;Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap wanita? Jawab nabi: &#8220;Suaminya&#8221;.</em> (<strong>HR. al-Hakim</strong>)</p>
<p>Namun ini bukan berarti anak perempuan yang sudah menikah itu tidak mempunyai kewajiban untuk berbuat baik kepada orangtuanya.? Berbuat baik kepada orangtua diwajibkan kepada setiap anak baik sebelum orangtua meninggal maupun sesudahnya.? Dalam hal ini, cobalah dibicarakan dengan baik dan tenang antara orangtua dan suami.? Karena memilih untuk kabur dari rumah pun bukan langkah yang tepat.? Orangtua akan merasa sakit hatinya dengan tindakan ini.? Satu hal yang harus diingat, ketaatan pada suami dan keharusan berbuat baik pada orangtua jangan dikontradiktifkan/dibenturkan.? Tetapi pada saat secara bersamaan suami meminta sesuatu dan orangtua juga demikian, Islam telah memberi cara untuk memilih yang prioritas.? Untuk itu dalam hal ini diperlukan pemahaman yang baik diantara kita (suami istri) dengan orang tua.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/taat-kepada-orangtua-atau-suami/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komputer Rakitan atau Built-up?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/komputer-rakitan-atau-built-up</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/komputer-rakitan-atau-built-up#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 00:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Shaheed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1097</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh: Abu Fikri, ST dan Purwa Ariandi [Pakar IT]

TANYA:
Assalaamu&#8217;alaikum wr wb. Saya mau membeli komputer, hanya saya bingung mana yang saya pilih apakah saya membeli komputer rakitan atau komputer built-up?
Anisa
[Jakarta]
JAWAB:
&#8216;alaikumussalam wr wb,
Adalah sebuah istilah yang salah ketika memisahkan komputer antara rakitan dan built-up, yang lebih tepat ialah komputer rakitan atau branded. Kenapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh: Abu Fikri, ST dan Purwa Ariandi </strong><em>[Pakar IT]<br />
</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb. Saya mau membeli komputer, hanya saya bingung mana yang saya pilih apakah saya membeli komputer rakitan atau komputer </em><em>built-up?</em></p>
<p><strong>Anisa</strong></p>
<p>[Jakarta]<span id="more-1097"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p><em>&#8216;alaikumussalam wr wb,</em></p>
<p>Adalah sebuah istilah yang salah ketika memisahkan komputer antara rakitan dan <em>built-up</em>, yang lebih tepat ialah komputer rakitan atau <em>branded</em>. Kenapa istilah branded lebih tepat digunakan dibanding <em>built-up</em>, karena paket komputer yang dikeluarkan oleh satu <em>vendor</em>/merk bukan hanya didominasi oleh pemain asing, tetapi banyak juga pemain lokal yang menyediakan paket komputer jenis ini. Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara membeli komputer rakitan dengan komputer <em>branded</em> kecuali dalam hal merek dan harga.</p>
<p>Komputer rakitan ialah komputer yang dirakit sesuai dengan keinginan pembeli atau atas saran toko komputer tempat kita membeli, yang sudah tentu barang yang dipergunakannya baik merek, jenis, serta kualitas tergantung dari pilihan sang pembeli. Sedangkan komputer <em>branded</em> ialah komputer yang memiliki merek tertentu yang isi dari komputer tersebut sudah ditentukan dari perusahaan yang membuatnya. Ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pilihan tersebut.</p>
<p>Komputer rakitan memiliki kelebihan kita bisa memilih isi dari komputer sedetail mungkin, mulai dari merek, tipe, jenis komponen yang akan dipasang. Komputer jenis ini juga umumnya lebih murah dibanding komputer branded dengan spesifikasi yang sama. Kemampuan komputer untuk di<em>-up-grade </em>jauh lebih besar karena komponen yang dipakai ialah komponen umum. Dan dari pengalaman komputer rakitan jauh lebih mudah untuk mengklaim garansi, karena cukup membawa komponen yang rusak saja, sedangkan komputer <em>branded</em> harus membawa CPU-nya.</p>
<p>Sedangkan komputer <em>branded</em> memiliki kelebihan dari kualitas komponen yang pasti bagus, tidak seperti komputer rakitan yang kualitas komponennya tergantung pilihan. Keuntungan lainnya ialah jaminan <em>vendor</em>/perusahaan pembuatnya lebih bisa dipertanggung jawabkan, dan jauh dari kemungkinan menghindar dari klaim garansi, meskipun biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mengklaim lebih lama.</p>
<p>Dari penjelasan diatas tinggal dipilih yang mana yang lebih cocok bagi kita, apakah komputer rakitan atau komputer <em>branded</em> <strong>[ariandi]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/komputer-rakitan-atau-built-up/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum tentang Musik</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hukum-tentang-musik</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hukum-tentang-musik#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 06:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1139</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
aslmkm, aku ingin tanya apakah musik itu hukumnya haram? Dan tolong tunjukkan hadistnya! Trimakasih atas jawabannya.
[085642248xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya bermain musik dan mendengarkannya. Sebagian dari mereka mengharamkannya berdasarkan firman Allah di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>aslmkm, aku ingin tanya apakah musik itu hukumnya haram? Dan tolong tunjukkan hadistnya! Trimakasih atas jawabannya.</em></p>
<p><em>[085642248xxx]</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</em></p>
<p>Para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya bermain musik dan mendengarkannya. Sebagian dari mereka mengharamkannya berdasarkan firman Allah di antaranya:</p>
<p><em>&#8220;Dan hasutlah siapa saja yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu,&#8221;</em>(Al Isra: 64).</p>
<p>Menurut mereka pengertian <em>&#8220;bi shautika&#8221;</em> pada ayat itu adalah dengan lagu dan irama musik. Selain itu ada juga hadits-hadits yang menurut mereka melarang nyanyian, alat musik dan bermain alat musik.<span id="more-1139"></span></p>
<p>Ulama-ulama yang termasuk kelompok ini adalah dari kalangan sahabat Ibnu Abbas, Abdullah bin Mas&#8217;ud. Adapun dari kalangan tabi&#8217;in di antaranya ialah Hasan al Basri, Mujahid, Ikrimah, Said bin Zubair, Qatadah.</p>
<p>Sebagian lagi ada yang membolehkan lagu, memainkan alat musik dan mendengarkannya. Mereka berpendapat di antaranya dengan ayat Al Quran;</p>
<p><em>&#8220;Dan sederhanakanlah cara berjalanmu di muka bumi dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai,&#8221;</em>(QS. Luqman: 19).</p>
<p>Menurut mereka, <em>mafhum mukhalafah</em> (makna berkebalikan) dari ayat itu ialah diperbolehkannya bersuara dengan lembut dan indah seperti bernyanyi. Selain itu, terdapat sejumlah hadits-hadits shahih yang menunjukkan bahwa Nabi saw. mengijinkan kaum muslimin bernyanyi dengan syair yang islami.</p>
<p>Ulama yang termasuk kelompok ini ialah dari kalangan sahabat Umar, Usman, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah bin Al Jarrah, dsb. Adapun dari kalangan tabi&#8217;in di antaranya Said bin al Musayyab, Salim bin Umar, Ibnu Hassan, Kharizah bin Zaid, dsb.</p>
<p>Meski demikian, para ulama yang membolehkan musik mensyaratkan sejumlah hal yang tak boleh dilanggar oleh kaum muslimin, di antaranya:</p>
<ol type="1">
<li>Tidak      diperbolehkan membawakan lirik lagu yang merusak agama, akhlak dan      menyuruh kejahatan.</li>
<li>Wanita      hanya diperkenankan bernyanyi di hadapan mahram atau kaum wanita saja.</li>
<li>Para penyanyinya harus menutup aurat dan      berpenampilan sopan serta tidak memprovokasi orang lain untuk berbuat      tercela.</li>
<li>Alat-alat      musik yang khusus dipergunakan dalam peribadatan non muslim tidak boleh      dipergunakan karena ada larangan menyerupai orang kafir. Misalnya organ      khusus yang dipakai di gereja, lonceng gereja, tambur orang Hindu, dsb.</li>
<li>Bermain      musik dan bernyanyi adalah sekedar hiburan dan tidak diperkenankan untuk      dijadikan profesi/nafkah. Nabi saw. bersabda, &#8220;Pendapatan penyanyi wanita      terlarang.&#8221;(HR. Ibnu Hibban).</li>
</ol>
<p>Dalam kehidupan kaum muslimin bermusik dan bernyanyi adalah sekedar hiburan, bukan kegiatan utama. Aktifitas utama umat adalah mencari ilmu, menegakkan syariat, amar maruf nahiy mungkar, dan jihad fi sabilillah. Maraknya kegiatan musik dan bernyanyi &#8211; termasuk nasyid &#8211; yang sudah menjadi aktifitas harian umat adalah bagian dari kemunduran kaum muslimin.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hukum-tentang-musik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayi Tabung</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bayi-tabung</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bayi-tabung#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 05:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti
[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]
TANYA:
Aslmualkm.. Ustzah bgmn tentg maraknya istlh bayi tabung? sah atau tdk dan bgmn hukumnya? mnrt kaca mata syari&#8217;at? dr namtara di takengon.
[0852xx] 
JAWAB:
&#8216;alaikumussalam wr wb
Bayi tabung adalah upaya medis agar pembuahan antara sel sperma suami dan sel telur istri dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti</strong></p>
<p><em>[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">TANYA:</span></strong></p>
<p><em>Aslmualkm.. Ustzah bgmn tentg maraknya istlh bayi tabung? sah atau tdk dan bgmn hukumnya? mnrt kaca mata syari&#8217;at? dr <strong>namtara di takengon</strong>.</em></p>
<p><em>[0852xx] </em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p><em>&#8216;alaikumussalam wr wb</em></p>
<p>Bayi tabung adalah upaya medis agar pembuahan antara sel sperma suami dan sel telur istri dapat terjadi diluar rahim.? Karena sel sperma dan sel telur tadi tidak bisa bertemu dan tidak terjadi pembuahan dalam rahim karena ada satu hambatan.? Jika proses ini dilakukan antara sel sperma suami dan sel telur istrinya, kemudian seteleh terjadi pembuahan janin tersebut disimpan dalam rahim istrinya, maka upaya ini dibolehkan.? Namun, jika janin suami istri tadi disimpan dalam rahim perempuan lain (bukan istri pemilik sperma) seperti ini diharamkan.? Begitu juga bila yang ditemukan itu sel sperma dan sel telur bukan suami istri jelas diharamkan.? Nah, dengan begitu jelas bahwa kebolehan bayi tabung dipandang karena ini adalah upaya yang membawa kemanfaatan bagi suami istri yang terhambat untuk memperoleh keturunan.? Dan diperhatikan aturan nasab keturunan itu, harus dari sel sperma dan sel telur suami istri yang sah.? Demikian penjelasannya, semoga bisa difahami[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bayi-tabung/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjilbab Hanya Saat Main Film</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/berjilbab-hanya-saat-main-film</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/berjilbab-hanya-saat-main-film#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 00:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1092</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]
Asslm wrwrb. Sy salah seorg mahasiswa yg kuliah di universitas agama islam (sulteng), sy punya kritikan terhadap seorang artis yg bermain di film ayat2 cinta, bagi saya hanya mempermainkan ayat2 yg sesungguhnya, karna hanya pada saat berakting saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]</em></p>
<p>Asslm wrwrb. Sy salah seorg mahasiswa yg kuliah di universitas agama islam (sulteng), sy punya kritikan terhadap seorang artis yg bermain di film ayat2 cinta, bagi saya hanya mempermainkan ayat2 yg sesungguhnya, karna hanya pada saat berakting saja ia menggunakan jilbab/brjilbab tp realitx/nyataannya dlm keseharianx ia tdk brjilbab. Bg sy itu sungguh hak yg mluKN jk dilihat oleh orang2 yg benci thd islam apa kt mrk Nantix?. Mohon penjelasannya, sukron kaziron wasslm.</p>
<p>[085241108xxx]</p>
<p>Jawab:</p>
<p>?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Seorang muslim dan muslimah semestinya memahami kewajiban agama, seperti kewajiban menutup aurat. Kapanpun dan di manapun ia menjalankan ini dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>Meski ada unsur positif dari film ini, tapi tentu kita menyayangkan ini terjadi. Harapan kita setiap muslim dan muslimah taat kepada Allah setiap waktu. Baiknya kita doakan agar para pihak yang terlibat dalam pembuatan film itu menyadari segala kekurangannya. Tentu saja dengan memperhatikan kaidah-kaidah agama yang lain dalam proses pembuatan sebuah film/drama, seperti tidak boleh ada adegan bermesraan ?suami-istri&#8217; karena para pemainnya bisa jadi bukan suami-istri sungguhan.</p>
<p>Di sisi lain, berdakwah lewat lisan, tulisan dan perbuatan rasanya lebih ma&#8217;ruf ketimbang lewat layar perak. Wallahu&#8217;alam bi ash shawab.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/berjilbab-hanya-saat-main-film/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Azl (Senggama Terputus)</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/tentang-azl-senggama-terputus</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/tentang-azl-senggama-terputus#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 06:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1134</guid>
		<description><![CDATA[Assaalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh : Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti
[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]
TANYA:
Aslm.wr.wb. Ustadzah Ratu, saya mohon penjelasan tentang berazal bagi suami istri, boleh nggak dengan alasan membatasi anak demi kualitas, imtaqnya, bagaimana hukumnya. Mohon? saran. Trima kasih. Wass.
[0818-057xxx]
JAWAB:
&#8216;alaikumus salam wr. wb.
Azal atau senggama terputus (coitus interuptus) adalah tindakan seorang suami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assaalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh : Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti</strong></p>
<p><em>[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">TANYA:</span></strong></p>
<p><em>Aslm.wr.wb. Ustadzah Ratu, saya mohon penjelasan tentang berazal bagi suami istri, boleh nggak dengan alasan membatasi anak demi kualitas, imtaqnya, bagaimana hukumnya. Mohon? saran. Trima kasih. Wass.</em></p>
<p><em>[0818-057xxx]</em><span id="more-1134"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p><em>&#8216;alaikumus salam wr. wb.</em></p>
<p>Azal atau senggama terputus (<em>coitus interuptus) </em>adalah tindakan seorang suami &#8211; yang sedang menggauli istrinya &#8211; menarik alat kelaminnya pada saat spermanya akan keluar dan berupaya menumpahkannya di luar vagina istrinya.? Azal dalam pengertian tadi dibolehkan dalam Islam.? Dalam hal ini terdapat riwayat dari &#8216;Atha yang berasal dari Jabir dan dikeluarkan oleh Imam Bukhari:</p>
<p><em>&#8220;Kami pernah melakukan azal pada masa Rasulullah SAW, sementara pada saat itu al-Qur&#8217;an masih turun.</em>&#8221;</p>
<p>Jabir juga berkata:</p>
<p>&#8220;<em>Kami pernah melakukan azal pada masa Rasulullah SAW.? Hal itu disampaikan kemudian sampai kabarnya kepada beliau, dan Rasulullah tidak melarang kami&#8221;.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Nash ini merupakan pembenaran dari Nabi atas perbuatan sahabat, karena jika azal itu diharamkan tentulah Rasulullah tidak akan mendiamkan perbuatan sahabatnya itu.</p>
<p>Nash lain yang menunjukkan hal ini adalah:</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya seorang laki-laki pernah menjumpai Rasulullah SAW seraya berkata, sebetulnya saya mempunyai seorang jariyah (budak wanita).? Ia adalah pelayan kami sekaligus tukang menyiram kebun kurma kami.? Saya sering menggaulinya, tetapi saya tidak suka jika sampai ia hamil.? Mendengar itu kemudian Nabi SAW bersabda: </em></p>
<p><em>&#8220;Jika engkau mau lakukanlah azal kepadanya, karena sesungguhnya akan sampai juga kepada wanita itu apa yang memang telah ditakdirkan oleh Allah baginya.&#8221;</em></p>
<p>Imam Muslim juga meriwayatkan hal yang sama bersumber dari Abu Sa&#8217;id:</p>
<p><em>&#8220;Kami pernah keluar bersama-sama Rasulullah SAW dalam perang Bani Mustholiq.? Kami memperoleh tahanan dari kalangan orang Arab.? Kami memiliki hasrat kepada para wanita, karena kami merasa berat hidup membujang, sementara kami menyukai azal. </em><em>Oleh karena itu kami menanyakan hal ini kepada Rasulullah SAW.? Beliau menjawab: </em></p>
<p><em>&#8220;Mengapa kalian tidak melakukannya? Sebab sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan apa yang memang akan diciptakan-Nya sampai hari kiamat.&#8221;</em></p>
<p>Dengan demikian, secara mutlak azal dibolehkan apapun motifnya.? Termasuk diantaranya untuk mengatur jarak kelahiran anak atau perencanaan kelahiran.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/tentang-azl-senggama-terputus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola lagu di iPod</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mengelola-lagu-di-ipod</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mengelola-lagu-di-ipod#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 03:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1096</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh: Abu Fikri, ST, dan Purwa Ariandi [pakar IT]
TANYA:
Assalaamu&#8217;alaikum. Saya punya sebuah iPod Video 30 Gb, saya bingung bagaimana memindahkan lagu ke dalam iPod saya, jika menggunakan cara yang sama seperti MP3 Player lainnya maka lagunya tidak terbaca di iPod-nya, dan pernah juga rusak hingga tidak nyala iPod tersebut karena saya memindahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh: Abu Fikri, ST, dan Purwa Ariandi</strong> [pakar IT]</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">TANYA:</span></strong></p>
<p>Assalaamu&#8217;alaikum. Saya punya sebuah iPod Video 30 Gb, saya bingung bagaimana memindahkan lagu ke dalam iPod saya, jika menggunakan cara yang sama seperti MP3 Player lainnya maka lagunya tidak terbaca di iPod-nya, dan pernah juga rusak hingga tidak nyala iPod tersebut karena saya memindahkan lagu dengan meng-<em>copy</em> langsung ke iPod?</p>
<p><strong>Rusli</strong></p>
<p>[Bogor]<span id="more-1096"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>&#8216;alaikumussalam wr wb,</p>
<p>iPod habitat alaminya ialah dunia Macintosh, sehingga sistem file yang terdapat padanya tidak cocok dengan sistem file pada Windows. Untuk menjembatani ketidaksamaan sistem file tersebut dalam paket penjualannya iPod selalu menyertakan program iTunes dalam CD drivernya.</p>
<p>Nah, satu kebiasaan pada kebanyakan orang ialah malas untuk membaca buku panduan yang terdapat pada barang apapun, termasuk iPod. Dalam buku panduan iPod ada peringatan yang jelas untuk jangan sekali-kali menghubungkan iPod ke komputer sebelum program yang terdapat pada CD drivernya diinstal. Kalau semua program pada CD driver yang disertakan diinstal terlebih dahulu maka kamu baru boleh menghubungkan iPod kamu dengan komputer dan memindahkan lagu dari komputer ke iPod dengan menggunakan <em>software</em> iTunes.</p>
<p>Jangan sekali-kali memindahkan file lagu langsung ke iPod yang kamu miliki karena dapat menyebabkan <em>firmware</em> (sistem) pada iPod kamu terhapus dan harus diinstal ulang, padahal untuk menginstal <em>firmware</em> jauh lebih sulit dari sekedar menginstal program seperti iTunes. Saran dari kami ialah baca buku petunjuk dengan teliti sebelum mengoperasikannya. [ariandi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mengelola-lagu-di-ipod/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton Konser &#8220;Pakai Hijab&#8221;?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/nonton-konser-pakai-hijab</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/nonton-konser-pakai-hijab#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 23:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1091</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]
Asslm wrwb. Ust, apa hukumnya nonton konser tetapi dipisah cowo n cewe dgn panggung konser yang sama dengan waktu yg sama seperti di aceh..izal di aceh..
[081263065xxx]
Jawab:
?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
Dik Izal, hukum asalnya ikhtilat (campur baur) pria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]</em></p>
<p><em>Asslm wrwb. Ust, apa hukumnya nonton konser tetapi dipisah cowo n cewe dgn panggung konser yang sama dengan waktu yg sama seperti di aceh<strong>..izal di aceh..</strong></em></p>
<p><em>[081263065xxx]</em></p>
<p>Jawab:</p>
<p>?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Dik Izal, hukum asalnya ikhtilat (campur baur) pria wanita adalah haram, kecuali ada kepentingan syar&#8217;iy seperti pendidikan, muamalah dan kesehatan. Jika bercampur dalam konser musik seperti sekarang ini jelas haram menurut agama.</p>
<p>Tapi hukum berkumpulnya pria dan wanita juga bukan sekedar terpisah atau tidak terpisah, juga bergantung pada tujuannya dan kondisi lain. Pada konser musik, harus dilihat apakah lagu-lagu yang dibawakannya tidak bertentangan dengan agama &#8211; misal lirik lagunya merayu lawan jenis, porno, dsb. &#8211;, kemudian apakah musisinya berpenampilan baik atau tercela. Lalu apakah penonton menjadi histeris atau tidak, dan apakah tidak mengabaikan kewajiban yang lain &#8211; bagaimana dengan waktu shalatnya? &#8211;. Lalu penyanyi wanita tidak boleh tampil di hadapan jamaah pria seperti tercantum dalam surat QS al-Ahzab ayat 32.</p>
<p>Kalau semuanya ?aman&#8217; menurut Islam, maka boleh saja kita hadir di pentas musik. Tapi apa tidak ada kegiatan lain yang lebih produktif dan bermanfaat untuk? keilmuan dan keislaman kita, dik? Pasti banyak, kan? Nah, itu yang harus kita dahulukan.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/nonton-konser-pakai-hijab/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kufu Dalam Pernikahan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/kufu-dalam-pernikahan</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/kufu-dalam-pernikahan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 06:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1133</guid>
		<description><![CDATA[Assaalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh : Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti
[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]
TANYA:
Assalamualaikum.? Saya harap dpt dibhas mslah apakah benar HARAM HUKUMYA seorg wanita yg ktanya nasab ahlulbait/ habaib Menikah dgn lelaki wlaupun dia islm tp bukn ktrunan dr rasulullah itu haram.TOLONG beri ketegasan slama ini tdk ada yg brani mengangkt [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assaalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh : Usth. Ir. Ratu Erma Rahmayanti</strong></p>
<p><em>[Pengasuh Forum Mar'ah Shalihah Pusat Pengembangan Islam Bogor]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Assalamualaikum.? Saya harap dpt dibhas mslah apakah benar HARAM HUKUMYA seorg wanita yg ktanya nasab ahlulbait/ habaib Menikah dgn lelaki wlaupun dia islm tp bukn ktrunan dr rasulullah itu haram.TOLONG beri ketegasan slama ini tdk ada yg brani mengangkt kasus ini. Akibatnya byk phk wanita yg dirugikan krn dianggap anak durhaka bila brani memilih laki2 di luar habaib. pdhl mnikah itu halal asal dg laki2 yg berakhlaq dan muslim. mhn bantuan untuk meluruskan smua ini.</em></p>
<p><em>[0813457xxx]</em><span id="more-1133"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p><em>?alaikumus salaam wr. wb. </em></p>
<p>Syariat Islam tidak pernah menyebutkan adanya perbedaan kedudukan hukum antara bangsa Arab dan bukan Arab. Sebab semua adalah manusia ciptaan Allah SWT. Banyak dari orang Arab yang kalah imannya dari bukan Arab. Ke-Araban sama sekali bukan jaminan keimanan. Dan kebukan-Araban juga bukan ukuran ketidakimanan.</p>
<p>Rasulullah SAW menyatakan:</p>
<p>&#8220;<em>Laa fadhla li&#8217;Arabiyyin ?alaa ?ajamiyyin illaa bittaqwa</em>&#8220;.</p>
<p>Apalagi masalah keturunan Nabi Muhammad SAW, tentu juga tidak ada kaitannya dengan masalah hukum boleh tidaknya dinikahi. Satu pun kita tidak dapatkan dalil tentang anjuran untuk menikahi ahlul bait, sebagaimana kita tidak mendapatkan satu pun dalil yang melarang seorang ahlul bait menikah dengan selain ahlul bait. Pilihan jodoh itu tidak pernah dikaitkan dengan ahlul bait atau bukan, tetapi berdasarkan kematangan dalam beragama serta implementasinya dalam kehidupan nyata.? Demikian Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang kriteria calon pasangan hidup.? Hadits ini sudah sangat familiar di kalangan kita, yaitu:</p>
<p><em>&#8220;Jika ada seseorang (pria) yang hendak melamar datang kepada kalian sedangkan agama dan akhlaqnya kalian ridhai, maka kawinkanlah dia.? Jika kalian tidak melakukannya, hal itu dapat memunculkan fitnah di atas dunia dan kerusakan yang besar.&#8221;</em></p>
<p>Dalam riwayat lain Hanzhalah ibn Sufyan al-Jamahi menuturkan riwayat yaitu:</p>
<p><em>&#8220;Aku melihat saudara perempuan ?Abdurrahman bin ?Auf sudah berada di bawah tanggungjawab (telah dinikahi) Bilal.&#8221; </em></p>
<p>Kita tahu siapa keluarga Abdurrahman bin Auf? dan siapa Bilal.? Semua dalil itu menunjukkan bahwa persoalan kufu (sederajat) dalam pernikahan dari sisi status, materi, keturunan, dll tidak ada dasarnya sama sekali.? Yang menjadi tolok ukur adalah adanya keridhoan dari masing-masing pihak.</p>
<p>Rasulullah SAW sendiri pernah menikahkan menikahkan keponakan perempuannya, Zainab binti Jahsyi, putri pembesar Quraisy dengan Zayd bin Haritsah seorang hamba sahaya yang telah dimerdekakan.</p>
<p>Masalah kesederajatan antara calon pengantin pria dan wanita sebenarnya tidak ada dasarnya sama sekali.? Masalah ini tidak disinggung sama sekali kecuali dalam sejumlah hadits palsu.? al-Qur&#8217;an sendiri menolaknya.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>&#8220;<em>Inna akromakum ?indallaahi atqookum.&#8221;</em></p>
<p><em>Artiny: &#8220;Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa.&#8221;</em></p>
<p>Begitu juga sejumlah hadits shahih:</p>
<p>&#8220;<em>Laa fadhla li &#8216;Arabiyyin ?alaa ?ajamiyyin illaa bittaqwa&#8221;</em>.</p>
<p>Artinya: Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang ?Ajam (selain Arab) kecuali dengan ketaqwaan.&#8221;</p>
<p>Oleh karena itu, setiap muslimah pada dasarnya sederajat dengan muslim manapun, begitupun sebaliknya.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/kufu-dalam-pernikahan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Temanku Penganut Ilmu Sihir</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/temanku-penganut-ilmu-sihir</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/temanku-penganut-ilmu-sihir#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 01:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1090</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]
Asslm wr wb. Sy adalah seorang akhwat yg ingin bertanya: bagaimn pandangan islam jk kita memberi tw sesame teman tentang latrbelakang kehdpn teman yg ln (menganut ilmu hitam) it bkn aib kan?
[085265768xxx]
Jawab:
?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh
Ilmu hitam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]</em></p>
<p><em>Asslm wr wb. Sy adalah seorang akhwat yg ingin bertanya: bagaimn pandangan islam jk kita memberi tw sesame teman tentang latrbelakang kehdpn teman yg ln (menganut ilmu hitam) it bkn aib kan?</em></p>
<p><em>[085265768xxx]</em></p>
<p>Jawab:</p>
<p>?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh</p>
<p>Ilmu hitam atau sihir seperti tenung, pelet, adalah perkara yang diharamkan Islam. Sabda Nabi saw. <em>&#8220;ada tiga golongan yang tidak dapat masuk surga &#8230; orang yang membenarkan sihir.&#8221;</em> (HR Ahmad dan Hakim)</p>
<p>Mengenai kawan yang belajar ilmu hitam, tentu tidak sembarangan kita boleh mengatakan begitu. Harus ada cukup bukti bahwa ia memang mempelajarinya. Kalo tidak, bisa jatuh pada fitnah.</p>
<p>Adapun menceritakan hal itu pada orang lain, maka selain harus mengikuti syarat di atas &#8211; yakni jelas buktinya, bukan ?kata orang&#8217; &#8211;, juga bergantung pada niat. Jika sekedar obrolan maka tidak boleh karena kita dilarang membuka aib saudara kita.</p>
<p>Tapi jika ada kepentingan syar&#8217;iy (sesuai agama), misalnya orang itu akan mencelakakan orang lain, maka kita harus mencegahnya. Termasuk memberitahukannya pada orang yang berkepentingan.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/temanku-penganut-ilmu-sihir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
