<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaulislam.com &#187; Anak Muda</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/category/konsultasi/konsultasi-anak-muda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bingung Memilih &#8220;Aliran dalam Islam&#8221;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bingung-memilih-aliran-dalam-islam</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bingung-memilih-aliran-dalam-islam#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 04:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Dari Qomar di cilacap, skrg banyak aliran islam bermunculan buat bingung umat tapi semua egois merasa yg paling benar. Umat butuh imam. Mana yg harus saya ambil.
[08562640xxx] 
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Memang benar, di masa tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Dari <strong>Qomar di cilacap</strong>, skrg banyak aliran islam bermunculan buat bingung umat tapi semua egois merasa yg paling benar. Umat butuh imam. Mana yg harus saya ambil.</em></p>
<p><strong><em>[08562640xxx]</em> </strong><span id="more-1221"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Memang benar, di masa tidak adanya kesatuan umat dan kepemimpinan khilafah, umat Islam didera beragam masalah, salah satunya adalah munculnya firqah-firqah atau kelompok sempalan yang menyimpang. Nabi saw. telah menjelaskan hal ini dalam sabdanya, <em>&#8220;Hati-hatilah sesungguhnya sebelum kalian dari kaum ahli kitab terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi 73 golongan ; tujuh puluh dua di dalam neraka, dan satu di surga (dalam riwayat lain dikatakan: &#8220;seluruhnya di neraka kecuali satu kelompok; yakni yang aku dan para sahabatku berada di sana.&#8221;</em> <strong>(hr Ahmad, Tirmidzi)</strong></p>
<p>Kelompok yang akan selamat adalah kelompok yang senantiasa berpegang pada Al Quran dan as sunah, serta meneladani para sahabat. Ini dikuatkan dalam hadits-hadits lain:</p>
<p><em>&#8220;Kutinggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat (jika berpegang pada keduanya): kitabullah/Al Quran dan sunnahku.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang hidup di antara kalian akan menyaksikan perbedaan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang pada sunahku dan sunah khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk, berpeganglah padanya dan gigitlah dengan geraham kalian,&#8221;</em> <strong>(hr Tirmidizi)</strong></p>
<p>Nabi saw. tidak menyebutkan nama kelompok, tapi menjelaskan ciri-ciri kelompok yang akan selamat. Yaitu yang berpegang pada Al Quran, as sunnah dan mengikuti jejak para sahabat. Jadi lihat saja apakah kelompok yang ada sesuai dengan ciri-ciri itu ataukah tidak?</p>
<p>Kelompok yang mendukung ide sesat semisal nabi baru seperti Ahmadiyah, atau kalangan yang menghina Al Quran, mencaci nabi dan para sahabat seperti Islam Liberal, Ingkar sunnah, atau yang mendukung kebebasan beragama dan mengakui kebenaran semua agama &#8211; termasuk pemurtadan &#8211; semisal AKKBB, jelas kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam. Bahkan bukan bagian dari Islam sama sekali.</p>
<p>Karenanya kita membutuhkan kepemimpinan yang berdiri di atas akidah Islam dan menegakkan syari&#8217;at. Hanya dengan kepemimpinan seperti itu umat Islam akan terjaga dari berbagai aliran yang sesat.</p>
<p>Untuk itu, semua kalangan yang berjuang untuk kemurnian dan tegaknya Islam harus bersatu padu, menjaga ukhuwah, dan menghilangkan sikap egois. Semoga Allah menolong kita semua.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bingung-memilih-aliran-dalam-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batasan Aurat</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/batasan-aurat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/batasan-aurat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 02:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1219</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu?alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Saya mau tanya yang mana sajakah termasuk aurat, yang wajib ditutup, dari Masni di Bima NTB.
[085242748xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Adanya kewajiban menutup aurat selain merupakan perintah Allah juga amat efektif mencegah terjadinya perbuatan asusila, lho dik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu?alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Saya mau tanya yang mana sajakah termasuk aurat, yang wajib ditutup, dari <strong>Masni di Bima NTB</strong>.</em></p>
<p><em><strong>[085242748xxx]</strong></em><span id="more-1219"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Adanya kewajiban menutup aurat selain merupakan perintah Allah juga amat efektif mencegah terjadinya perbuatan asusila, lho dik Masni. Adapun batasannya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Untuk pria, maka batasan auratnya adalah apa yang ada di antara pusar hingga paha. Seorang pria tidak boleh menampakkan auratnya baik kepada sesama pria maupun kepada wanita. Ketika salah seorang ahli shuffah (sahabat yang tinggal di mesjid Nabawi) tersingkap pakaiannya sehingga tampak pahanya, Nabi saw. menegur, <em>&#8220;Apakah engkau tidak tahu bahwa paha adalah aurat?&#8221;</em>(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Malik). Seorang pria juga tidak boleh melihat aurat pria lain. Sabda Nabi saw. <em>&#8220;Janganlah seorang laki-laki melihat kepada aurat laki-laki dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita&#8221;</em>(HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)</li>
<li>Aurat wanita telah Allah jelaskan dalam QS. An Nur: 31 dan Al Ahzab: 59. Yakni seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali muka dan telapak tangan.</li>
</ol>
<p>Semoga jelas ya Dik Masni[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/batasan-aurat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Bershalawat kepada Rasulullah?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mengapa-harus-bershalawat-kepada-rasulullah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mengapa-harus-bershalawat-kepada-rasulullah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 03:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1217</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu?alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm.wr.wb. Ana mo tanya, mengapa kita diperintah untuk bersholawat kepada Rosulullah saw padahal keselamatan beliau telah dijamin Allah SWT. Syukron. Dari Slamet di Pemalang.
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. di antaranya memang ditujukan mendoakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu?alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm.wr.wb. Ana mo tanya, mengapa kita diperintah untuk bersholawat kepada Rosulullah saw padahal keselamatan beliau telah dijamin Allah SWT. Syukron.<strong> </strong>Dari<strong> Slamet di Pemalang</strong>.</em><span id="more-1217"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. di antaranya memang ditujukan mendoakan keselamatan, keberkahan, dan kebaikan untuk beliau. Tapi bershalawat juga merupakan ibadah seorang muslim, seperti halnya shalat dan membaca puji-pujian kepada Allah. Bukankah Allah Zat yang serba Maha, tapi toh kita tetap diminta memuji Allah dan membaca asmaul husna?</p>
<p>Bershalawat juga tanda kecintaan kita kepada Nabi Muhammad saw. Bukankah orang yang cinta pada orang lain senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang yang dicintainya?</p>
<p>Adapun tentang anjuran bershalawat Nabi saw. bersabda, <em>&#8220;Orang yang bakhil ialah orang yang tidak membaca salawat untukku ketika diriku disebut di hadapannya,&#8221;</em>(hr. Tirmidzi).</p>
<p>Nabi saw. juga memberitahu kita bahwa orang yang bershalawat akan mendapatkan ganjaran besar dari Allah SWT.</p>
<p><em>&#8220;Siapa yang membaca satu shalawat untukku maka Allah akan bershawalat (melimpahkan kebaikan) padanya 10 kali, dan menghapuskan 10 kesalahannya, serta menaikkan derajatnya 10 tingkat.&#8221;</em></p>
<p>Jadi bershalawat itu mendatangkan balasan kebaikan untuk orang yang membacanya. Mau, kan?[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mengapa-harus-bershalawat-kepada-rasulullah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Menyemir Rambut</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hukum-menyemir-rambut</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hukum-menyemir-rambut#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 04:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1215</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Saya Riyan dari Pekalongan saya salah satu penggemar acara Voice of Islam. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukum menyemir rambut putih (uban), dengan semir warna hitam? Saya masih sekolah, karena kalau semir selain hitam, nggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Saya <strong>Riyan dari Pekalongan</strong> saya salah satu penggemar acara Voice of Islam. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukum menyemir rambut putih (uban), dengan semir warna hitam? Saya masih sekolah, karena kalau semir selain hitam, nggak dibolehin ama pihak sekolah, dikira anak nggak bermoral, thanks atas jawabannya.</em></p>
<p><em><strong>[085642821xxx]</strong></em><span id="more-1215"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Menyemir rambut hukumnya adalah halal selama bukan dengan warna hitam. Ketika <em>fathul Mekkah</em> (penaklukkan Mekkah) Abu Bakar membawa ayahnya, Abu Kuhafah, ke hadapan Nabi saw. Waktu itu rambut dan jenggotnya berwarna putih bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya dan bunganya. Lalu Nabi saw. berkata padanya, <em>&#8220;Ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam,&#8221;</em>(hr. Muslim).</p>
<p>Akan tetapi sebagian ulama membolehkan mengecat rambut dengan warna hitam dalam kondisi perang, yaitu untuk menakutkan musuh, karena melihat tentara-tentara Islam seolah-olah masih muda. Wallahualam.</p>
<p>Kalau adik mau mengecat, pakai saja dengan warna hitam yang berkombinasi dengan warna lain. Biasanya para sahabat seperti Abu Bakar ash shiddiq dan Umar bin Khaththab mengecat rambut mereka dengan pewarna alami yang menghasilkan warna hitam kemerah-merahan.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hukum-menyemir-rambut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdiskusi dengan Lawan Jenis</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/berdiskusi-dengan-lawan-jenis</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/berdiskusi-dengan-lawan-jenis#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 02:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Saya Ipah dari Langsa NAD. Bagaimana hukumnya seorang wanita yang sering berdiskusi agama dengan seorang pria via telepon? Jazakallah khoiron katsiro atas jawabannya.
[081361319xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Interaksi pria dan wanita dibolehkan hukum syara&#8217; di antaranya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Saya <strong>Ipah dari Langsa NAD</strong>. Bagaimana hukumnya seorang wanita yang sering berdiskusi agama dengan seorang pria via telepon? Jazakallah khoiron katsiro atas jawabannya.</em></p>
<p><em><strong>[081361319xxx]</strong></em><span id="more-1213"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Interaksi pria dan wanita dibolehkan hukum syara&#8217; di antaranya untuk keperluan pendidikan. Apa yang ditanyakan termasuk kategori itu, maka hukumnya adalah boleh bahkan berpahala karena bagian dari amal tholabul ?ilmi.</p>
<p>Hanya saja harus dijaga nada pembicaraan agar tidak termasuk yang dilarang dalam surat Al Ahzab ayat 32, yaitu dengan nada suara yang manja, merayu, dsb. Firman Allah:</p>
<p><em>&#8220;Janganlah kamu tunduk ketika berbicara (dengan manja, merayu, dsb.) sebab nanti akan timbul keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, maka berkatalah dengan perkataan yang ma&#8217;ruf.&#8221;</em></p>
<p>Bagaimana? Semoga jelas, dan cobalah cari narasumber akhwat/ustadzah agar lebih bisa menjaga diri dan leluasa untuk bertanya.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/berdiskusi-dengan-lawan-jenis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMS+Call Termasuk Khalwat?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/smscall-termasuk-khalwat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/smscall-termasuk-khalwat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 04:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1211</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Disebut berhalwatkah jika pria wanita bermesraan via SMS+CALL? Sedangkan kami tidak saling tau wajah dan hubungan ini dah berlangsung lama. Gimana menurut syariah Islam?
[085258772xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Agama Islam telah mengatur dengan rinci hubungan pria dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Disebut berhalwatkah jika pria wanita bermesraan via SMS+CALL? Sedangkan kami tidak saling tau wajah dan hubungan ini dah berlangsung lama. Gimana menurut syariah Islam?</em></p>
<p><em><strong>[085258772xxx]</strong></em><span id="more-1211"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Agama Islam telah mengatur dengan rinci hubungan pria dan wanita, baik sebelum ataupun setelah pernikahan. Sebelum pernikahan, maka kehidupan pria dan wanita adalah terpisah kecuali yang diizinkan oleh hukum syara&#8217; seperti untuk muamalah, pendidikan dan medis.</p>
<p>Dalam kehidupan umum, pria dan wanita diminta untuk menutup aurat dan saling menjaga pandangan. Islam juga meminta muslim dan muslimah mencegah diri dari perbuatan yang menjurus pada perzinaan, semisal cumbu rayu, khalwat, dsb. Termasuk dalam hal ini percakapan yang berisi rayuan dan kata-kata mesra kepada lawan jenis yang bukan mahram di luar pernikahan. Nabi saw. bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Anak Adam tidak bisa lepas dari perbuatan (yang mengantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata adalah dengan melihat (aurat lawan jenisnya), zina telinga adalah dengan mendengar (kata-kata porno, rayuan dari wanita/pria yang bukan suami/istri), zina lidah adalah dengan ucapan (menggoda lawan jenis dengan rayuan dan kata-kata kotor/porno), zina tangan adalah dengan bertindak kasar, zina kaki adalah dengan berjalan (ke tempat maksiat), dan farji (kemaluan) yang menerima dan menolaknya,&#8221;</em> <strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Menelepon atau mengirim sms yang berisi rayuan dan kata-kata mesra kepada wanita/pria yang bukan pasangan jelas perbuatan haram. Sebaiknya segera ditinggalkan, atau mungkin mas segera melamarnya dan mengajaknya menikah. Itu lebih baik.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/smscall-termasuk-khalwat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Hukum Ciuman?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/apa-hukum-ciuman</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/apa-hukum-ciuman#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 06:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1209</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslmwrwb. Aku Heri anak Merapi Barat. Di sini aku mau bertanya. Tapi sebelumnya aku mohon kalo pertanyaan sedikit janggal. Apa hukum ciuman? Menurut al-Qur`an wal hadits. Tolong jawabannya.
[081373243xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Dik Heri, mencium wanita yang bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslmwrwb. Aku <strong>Heri anak Merapi Barat</strong>. Di sini aku mau bertanya. Tapi sebelumnya aku mohon kalo pertanyaan sedikit janggal. Apa hukum ciuman? Menurut al-Qur`an wal hadits. Tolong jawabannya.</em></p>
<p><em><strong>[081373243xxx]</strong></em><span id="more-1209"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Dik Heri, mencium wanita yang bukan mahram dan bukan istrinya adalah perbuatan terlarang. Hal itu termasuk perkara yang mendekatkan seseorang pada zina. Nabi saw. bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Anak Adam tidak bisa lepas dari perbuatan (yang mengantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata adalah dengan melihat (aurat lawan jenisnya), zina telinga adalah dengan mendengar (kata-kata porno, rayuan dari wanita/pria yang bukan suami/istri), zina lidah adalah dengan ucapan (menggoda lawan jenis dengan rayuan dan kata-kata kotor/porno), zina tangan adalah dengan bertindak kasar, zina kaki adalah dengan berjalan (ke tempat maksiat), dan farji (kemaluan) yang menerima dan menolaknya,&#8221;</em>(HR. Muslim).</p>
<p>Dik Heri, para pria muslim diminta untuk menundukkan pandangan dari aurat wanita, juga dilarang menatap wanita dengan syahwat. Terlarang ia melanggar hal itu, apalagi sampai menciumnya.</p>
<p>Demikianlah, Dik Heri, semoga jelas dan dapat diamalkan, dan kita dijauhkan Allah dari perbuatan keji dan munkar.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/apa-hukum-ciuman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umur 5 Tahun Hubungan Seks</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/umur-5-tahun-hubungan-seks</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/umur-5-tahun-hubungan-seks#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 05:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1207</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm wrwb. Nih Dewi dari Lampung mo nanya. Waktu masih umur 5 tahun Dewi pernah melakukan hubungan seks sama teman sebaya. Kira2 sudah 3 kali. Sekarang Dewi kalo ingat semua itu takut akan dosa. Waktu melakukan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm wrwb. Nih <strong>Dewi dari Lampung</strong> mo nanya. Waktu masih umur 5 tahun Dewi pernah melakukan hubungan seks sama teman sebaya. Kira2 sudah 3 kali. Sekarang Dewi kalo ingat semua itu takut akan dosa. Waktu melakukan itu Dewi masih kecil apakah keperawanan saya masih ada apa sudah nggak ada lagi. Tolong dibalas. Wassalam.</em></p>
<p><em>[085269193xxx]</em><span id="more-1207"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>JAWAB:</strong></span></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Adik Dewi, semoga Allah senantiasa memberkahi dan melimpahkan hidayah untuk kita semua. Tentu amat tidak mengenakkan punya masa lalu yang tidak baik, meskipun itu dilakukan saat masih anak-anak. Saya berempati pada apa yang dirasakan adik Dewi.</p>
<p>Meski begitu, Allah Maha Pemurah lagi Penyayang. Perbuatan tidak baik yang dilakukan kita di waktu kanak-kanak (belum baligh) tidak akan dicatat sebagai dosa, dan tidak akan mendapatkan siksa dari Allah. Nabi saw. bersabda bahwa ada tiga golongan yang tidak akan dihisab oleh Allah yakni di antaranya anak-anak sampai ia dewasa/baligh. Maka adik Dewi jangan berputus asa, Allah tidak akan menghisab itu semua.</p>
<p>Mengenai keperawanan atau yang identik dengan selaput dara, kita baru tahu masih utuh atau tidak jika divisum oleh dokter. Akan tetapi Dewi jangan terlalu berpikir bahwa selaput dara adalah segalanya. Sekarang, yang penting, Dewi terus berusaha agar menjadi muslimah sejati, menjaga pergaulan dan banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Toh, apa yang Dewi lakukan di masa lalu di luar kendali dan tak akan dihisab oleh Allah.</p>
<p>Jika nanti Dewi menikah, maka Dewi juga tidak perlu menceritakan hal ini pada siapa pun, termasuk kepada calon suami. Karena Umar bin Khaththab pernah menegur seorang bapak yang menceritakan bahwa anaknya telah berzina, dengan alasan bahwa Allah telah menutupi kemaksiatan sang anak, tapi ayahnya malah menceritakannya.</p>
<p>Andaipun suami penasaran, maka barulah adik menjawab sejujurnya. Suami yang soleh insya Allah akan mengerti masalah ini. Semoga Adik Dewi diberikan jodoh yang soleh dan penuh pengertian. Amin.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/umur-5-tahun-hubungan-seks/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Pahala Sedekah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/tentang-pahala-sedekah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/tentang-pahala-sedekah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 02:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1174</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
asslmwrwb. Ana mau brtanya ayat / hadist yg mnerangkan kalo kita bersedekah maka Allah akan menggantinya 10x lipat?
[085276983xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Banyak sekali nash-nash syara, baik Al Quran dan al Hadits yang menyebutkan keutamaan bersedekah. Di antaranya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>asslmwrwb. Ana mau brtanya ayat / hadist yg mnerangkan kalo kita bersedekah maka Allah akan menggantinya 10x lipat?</em></p>
<p><em>[085276983xxx]</em><span id="more-1174"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Banyak sekali nash-nash syara, baik Al Quran dan al Hadits yang menyebutkan keutamaan bersedekah. Di antaranya ada dalam surat Al Baqarah ayat 261;</p>
<p><em>&#8220;Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir bercabang seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunianya) lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em></p>
<p>Demikian, semoga kita semakin rajin berinfak dan semakin besar lagi harta yang kita infakkan di jalan Allah.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/tentang-pahala-sedekah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Hadiah dari Kuis</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hukum-hadiah-dari-kuis</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hukum-hadiah-dari-kuis#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 03:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1173</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm wr? wb. Gmn hokum dpt brg dr mngundi lewat kuis2? Bahas dong? Lg rame nih?!
[081210293xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Umat Islam harus berhati-hati terhadap kuis yang bersifat judi. Ciri-ciri judi ialah (1) ada dua pihak yang berlawanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm wr? wb. Gmn hokum dpt brg dr mngundi lewat kuis2? Bahas dong? Lg rame nih?!</em></p>
<p><em>[081210293xxx]</em><span id="more-1173"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Umat Islam harus berhati-hati terhadap kuis yang bersifat judi. Ciri-ciri judi ialah (1) ada dua pihak yang berlawanan mis. bandar dan petaruh (2) ada harta yang berpindah jika salah satu pihak kalah. Misalnya kuis memanfaatkan telepon atau sms dengan tarif premium (di atas tarif normal), itu sudah terkategori judi. Haram bagi umat Islam mengadakan dan ikut serta dalam kuis seperti itu.</p>
<p>Adapun kuis/undian dengan tanpa menyertakan harta &#8211; seperti uang, barang atau pulsa premium&#8211; dari peserta, maka itu dikategorikan sebagai sayembara. Hukumnya adalah mubah/halal. Misalnya mendapat hadiah langsung ketika membeli barang, baik dengan cara terdapat kupon/tanda pemenang di dalam barang yang kita beli, maupun dengan menukarkan kupon atau bungkusnya ke agen barang tersebut.</p>
<p>Semoga jelas dan jangan lupa banyak bersedekah agar harta kita barakah.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hukum-hadiah-dari-kuis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sisi Positif dan Negatif dari Film</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/sisi-positif-dan-negatif-dari-film</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/sisi-positif-dan-negatif-dari-film#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 02:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1172</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm, ustadzah yg ada distudio, sy mw tny, ap sih segi positif dr felm itn &#38; ap sih segi negative dr film itu juga? Mhon dijelaskan, agar kami bs mengambil kebaikannya. Wassalam. Ananda d NAD tamiang.
[085261496xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm, ustadzah yg ada distudio, sy mw tny, ap sih segi positif dr felm itn &amp; ap sih segi negative dr film itu juga? Mhon dijelaskan, agar kami bs mengambil kebaikannya. Wassalam. Ananda d NAD tamiang.</em></p>
<p><em>[085261496xxx]</em><span id="more-1172"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Ananda di NAD, sesuatu yang ditayangkan secara audio visual seperti film memang lebih mudah diserap oleh kita dan lebih lama bertahan dalam memori. Mengenai dampak positif dan negatifnya amat bergantung pada isi film tersebut. Jika cerita dalam film itu mengandung kebaikan bisa jadi akan mengajarkan hal-hal positif dan mudah mengena perasaan serta mudah untuk ditiru oleh pemirsanya. Akan tetapi hal yang sama juga berlaku sebaliknya.</p>
<p>Meski demikian kekurangan film masa kini adalah cenderung mengabaikan syari&#8217;at Islam. Andaipun alur ceritanya Islami tapi para pemainnya ada saja yang tidak menjiwai nilai Islam di luar film.</p>
<p>Selain itu, dibandingkan menonton jauh lebih baik membaca. Dengan membaca, otak kita bekerja melakukan analisa, memperkaya kosa kata dan pastinya mudah untuk diulang.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/sisi-positif-dan-negatif-dari-film/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdandan Bagi Wanita</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/berdandan-bagi-wanita</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/berdandan-bagi-wanita#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 05:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
Asslm wr wb. VOI, saya Rahma dr Bone, sulsel. Sekarang ini anak remaja 12 tahun kebawah udah mulai dandan. Pakai? alat make up dan parfm yg semakin mudah murah dipasaran. Apakah hal itu dimubahkan ataukah diharamkan syari&#8217;ah? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>Asslm wr wb. VOI, saya Rahma dr Bone, sulsel. Sekarang ini anak remaja 12 tahun kebawah udah mulai dandan. Pakai? alat make up dan parfm yg semakin mudah murah dipasaran. Apakah hal itu dimubahkan ataukah diharamkan syari&#8217;ah? Mengapa demikian?, bagaimanakah syaria&#8217;ah mengatur masalah berhias dan berdandan untuk kaum hawa? Trimakasih atas jwbnnya assm wr wb.</em></p>
<p><em>[081343531xxx]</em><span id="more-1166"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p>&#8216;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh</p>
<p>Rahma di Bone, alhamdulillah kalau kamu ikut prihatin dengan gaya hidup remaja sekarang. Banyak teman-teman kita yang tidak paham kalau mereka sudah mengikuti gaya hidup Barat, khususnya dalam berpakaian. Anting dan kalung pada pria, tato, juga pakaian wanita yang semakin minim dan ketat dan make up serta parfumnya.</p>
<p>Padahal umat Islam sudah diberikan syariat berpakaian yang mulia, untuk menutup aurat dan menjaga kerawanan sosial. Bagi muslimah, ada larangan melakukan tabarruj atau bermake up secara berlebihan. Allah Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah kamu berhias (tabarruj) dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.&#8221;</em>(QS. Al Ahzab: 33).</p>
<p>Nabi saw. bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Perempuan yang menanggalkan pakaiannya di tempat selain rumah suaminya, maka ia telah menghancurkan satr (rasa malu) antara ia dan Allah,&#8221;</em>(hr. Ibnu Majah)</p>
<p>Mengenai parfum ataupun wewangian bagi wanita, maka syariat Islam melarangnya jika dikenakan untuk keluar rumah atau bertemu pria yang bukan mahramnya. Larangan ini tegas, lho! Sabda Nabi saw.:</p>
<p><em>&#8220;Setiap perempuan yang menggunakan parfum kemudian berjalan di tengah-tengah suatu kaum agar mereka mencium aromanya, maka ia adalah pezina,&#8221;</em>(hr. Ahmad),</p>
<p>Membudayanya gaya hidup seperti ini adalah akibat jauhnya teman-teman kita dari Islam dan serangan pemikiran (<em>ghazwul fikri</em>) yang dilancarkan Barat pada dunia Islam.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/berdandan-bagi-wanita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum tentang Musik</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hukum-tentang-musik</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hukum-tentang-musik#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 06:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1139</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]
TANYA:
aslmkm, aku ingin tanya apakah musik itu hukumnya haram? Dan tolong tunjukkan hadistnya! Trimakasih atas jawabannya.
[085642248xxx]
JAWAB:
Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya bermain musik dan mendengarkannya. Sebagian dari mereka mengharamkannya berdasarkan firman Allah di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa,  VOI]</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>TANYA:</strong></span></p>
<p><em>aslmkm, aku ingin tanya apakah musik itu hukumnya haram? Dan tolong tunjukkan hadistnya! Trimakasih atas jawabannya.</em></p>
<p><em>[085642248xxx]</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">JAWAB:</span></strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaykum salam warahmatullah wa barakatuh.</em></p>
<p>Para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya bermain musik dan mendengarkannya. Sebagian dari mereka mengharamkannya berdasarkan firman Allah di antaranya:</p>
<p><em>&#8220;Dan hasutlah siapa saja yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu,&#8221;</em>(Al Isra: 64).</p>
<p>Menurut mereka pengertian <em>&#8220;bi shautika&#8221;</em> pada ayat itu adalah dengan lagu dan irama musik. Selain itu ada juga hadits-hadits yang menurut mereka melarang nyanyian, alat musik dan bermain alat musik.<span id="more-1139"></span></p>
<p>Ulama-ulama yang termasuk kelompok ini adalah dari kalangan sahabat Ibnu Abbas, Abdullah bin Mas&#8217;ud. Adapun dari kalangan tabi&#8217;in di antaranya ialah Hasan al Basri, Mujahid, Ikrimah, Said bin Zubair, Qatadah.</p>
<p>Sebagian lagi ada yang membolehkan lagu, memainkan alat musik dan mendengarkannya. Mereka berpendapat di antaranya dengan ayat Al Quran;</p>
<p><em>&#8220;Dan sederhanakanlah cara berjalanmu di muka bumi dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai,&#8221;</em>(QS. Luqman: 19).</p>
<p>Menurut mereka, <em>mafhum mukhalafah</em> (makna berkebalikan) dari ayat itu ialah diperbolehkannya bersuara dengan lembut dan indah seperti bernyanyi. Selain itu, terdapat sejumlah hadits-hadits shahih yang menunjukkan bahwa Nabi saw. mengijinkan kaum muslimin bernyanyi dengan syair yang islami.</p>
<p>Ulama yang termasuk kelompok ini ialah dari kalangan sahabat Umar, Usman, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah bin Al Jarrah, dsb. Adapun dari kalangan tabi&#8217;in di antaranya Said bin al Musayyab, Salim bin Umar, Ibnu Hassan, Kharizah bin Zaid, dsb.</p>
<p>Meski demikian, para ulama yang membolehkan musik mensyaratkan sejumlah hal yang tak boleh dilanggar oleh kaum muslimin, di antaranya:</p>
<ol type="1">
<li>Tidak      diperbolehkan membawakan lirik lagu yang merusak agama, akhlak dan      menyuruh kejahatan.</li>
<li>Wanita      hanya diperkenankan bernyanyi di hadapan mahram atau kaum wanita saja.</li>
<li>Para penyanyinya harus menutup aurat dan      berpenampilan sopan serta tidak memprovokasi orang lain untuk berbuat      tercela.</li>
<li>Alat-alat      musik yang khusus dipergunakan dalam peribadatan non muslim tidak boleh      dipergunakan karena ada larangan menyerupai orang kafir. Misalnya organ      khusus yang dipakai di gereja, lonceng gereja, tambur orang Hindu, dsb.</li>
<li>Bermain      musik dan bernyanyi adalah sekedar hiburan dan tidak diperkenankan untuk      dijadikan profesi/nafkah. Nabi saw. bersabda, &#8220;Pendapatan penyanyi wanita      terlarang.&#8221;(HR. Ibnu Hibban).</li>
</ol>
<p>Dalam kehidupan kaum muslimin bermusik dan bernyanyi adalah sekedar hiburan, bukan kegiatan utama. Aktifitas utama umat adalah mencari ilmu, menegakkan syariat, amar maruf nahiy mungkar, dan jihad fi sabilillah. Maraknya kegiatan musik dan bernyanyi &#8211; termasuk nasyid &#8211; yang sudah menjadi aktifitas harian umat adalah bagian dari kemunduran kaum muslimin.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hukum-tentang-musik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjilbab Hanya Saat Main Film</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/berjilbab-hanya-saat-main-film</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/berjilbab-hanya-saat-main-film#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 00:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1092</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]
Asslm wrwrb. Sy salah seorg mahasiswa yg kuliah di universitas agama islam (sulteng), sy punya kritikan terhadap seorang artis yg bermain di film ayat2 cinta, bagi saya hanya mempermainkan ayat2 yg sesungguhnya, karna hanya pada saat berakting saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]</em></p>
<p>Asslm wrwrb. Sy salah seorg mahasiswa yg kuliah di universitas agama islam (sulteng), sy punya kritikan terhadap seorang artis yg bermain di film ayat2 cinta, bagi saya hanya mempermainkan ayat2 yg sesungguhnya, karna hanya pada saat berakting saja ia menggunakan jilbab/brjilbab tp realitx/nyataannya dlm keseharianx ia tdk brjilbab. Bg sy itu sungguh hak yg mluKN jk dilihat oleh orang2 yg benci thd islam apa kt mrk Nantix?. Mohon penjelasannya, sukron kaziron wasslm.</p>
<p>[085241108xxx]</p>
<p>Jawab:</p>
<p>?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Seorang muslim dan muslimah semestinya memahami kewajiban agama, seperti kewajiban menutup aurat. Kapanpun dan di manapun ia menjalankan ini dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>Meski ada unsur positif dari film ini, tapi tentu kita menyayangkan ini terjadi. Harapan kita setiap muslim dan muslimah taat kepada Allah setiap waktu. Baiknya kita doakan agar para pihak yang terlibat dalam pembuatan film itu menyadari segala kekurangannya. Tentu saja dengan memperhatikan kaidah-kaidah agama yang lain dalam proses pembuatan sebuah film/drama, seperti tidak boleh ada adegan bermesraan ?suami-istri&#8217; karena para pemainnya bisa jadi bukan suami-istri sungguhan.</p>
<p>Di sisi lain, berdakwah lewat lisan, tulisan dan perbuatan rasanya lebih ma&#8217;ruf ketimbang lewat layar perak. Wallahu&#8217;alam bi ash shawab.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/berjilbab-hanya-saat-main-film/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton Konser &#8220;Pakai Hijab&#8221;?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/nonton-konser-pakai-hijab</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/nonton-konser-pakai-hijab#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 23:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1091</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]
Asslm wrwb. Ust, apa hukumnya nonton konser tetapi dipisah cowo n cewe dgn panggung konser yang sama dengan waktu yg sama seperti di aceh..izal di aceh..
[081263065xxx]
Jawab:
?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh.
Dik Izal, hukum asalnya ikhtilat (campur baur) pria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]</em></p>
<p><em>Asslm wrwb. Ust, apa hukumnya nonton konser tetapi dipisah cowo n cewe dgn panggung konser yang sama dengan waktu yg sama seperti di aceh<strong>..izal di aceh..</strong></em></p>
<p><em>[081263065xxx]</em></p>
<p>Jawab:</p>
<p>?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Dik Izal, hukum asalnya ikhtilat (campur baur) pria wanita adalah haram, kecuali ada kepentingan syar&#8217;iy seperti pendidikan, muamalah dan kesehatan. Jika bercampur dalam konser musik seperti sekarang ini jelas haram menurut agama.</p>
<p>Tapi hukum berkumpulnya pria dan wanita juga bukan sekedar terpisah atau tidak terpisah, juga bergantung pada tujuannya dan kondisi lain. Pada konser musik, harus dilihat apakah lagu-lagu yang dibawakannya tidak bertentangan dengan agama &#8211; misal lirik lagunya merayu lawan jenis, porno, dsb. &#8211;, kemudian apakah musisinya berpenampilan baik atau tercela. Lalu apakah penonton menjadi histeris atau tidak, dan apakah tidak mengabaikan kewajiban yang lain &#8211; bagaimana dengan waktu shalatnya? &#8211;. Lalu penyanyi wanita tidak boleh tampil di hadapan jamaah pria seperti tercantum dalam surat QS al-Ahzab ayat 32.</p>
<p>Kalau semuanya ?aman&#8217; menurut Islam, maka boleh saja kita hadir di pentas musik. Tapi apa tidak ada kegiatan lain yang lebih produktif dan bermanfaat untuk? keilmuan dan keislaman kita, dik? Pasti banyak, kan? Nah, itu yang harus kita dahulukan.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/nonton-konser-pakai-hijab/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Temanku Penganut Ilmu Sihir</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/temanku-penganut-ilmu-sihir</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/temanku-penganut-ilmu-sihir#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 01:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1090</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom

[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]
Asslm wr wb. Sy adalah seorang akhwat yg ingin bertanya: bagaimn pandangan islam jk kita memberi tw sesame teman tentang latrbelakang kehdpn teman yg ln (menganut ilmu hitam) it bkn aib kan?
[085265768xxx]
Jawab:
?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh
Ilmu hitam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p><strong>Diasuh oleh M. Iwan Januar, S.IKom<br />
</strong></p>
<p><em>[Penulis buku-buku remaja dan narasumber rubrik Yang Muda Yang Bertakwa, VOI]</em></p>
<p><em>Asslm wr wb. Sy adalah seorang akhwat yg ingin bertanya: bagaimn pandangan islam jk kita memberi tw sesame teman tentang latrbelakang kehdpn teman yg ln (menganut ilmu hitam) it bkn aib kan?</em></p>
<p><em>[085265768xxx]</em></p>
<p>Jawab:</p>
<p>?Alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh</p>
<p>Ilmu hitam atau sihir seperti tenung, pelet, adalah perkara yang diharamkan Islam. Sabda Nabi saw. <em>&#8220;ada tiga golongan yang tidak dapat masuk surga &#8230; orang yang membenarkan sihir.&#8221;</em> (HR Ahmad dan Hakim)</p>
<p>Mengenai kawan yang belajar ilmu hitam, tentu tidak sembarangan kita boleh mengatakan begitu. Harus ada cukup bukti bahwa ia memang mempelajarinya. Kalo tidak, bisa jatuh pada fitnah.</p>
<p>Adapun menceritakan hal itu pada orang lain, maka selain harus mengikuti syarat di atas &#8211; yakni jelas buktinya, bukan ?kata orang&#8217; &#8211;, juga bergantung pada niat. Jika sekedar obrolan maka tidak boleh karena kita dilarang membuka aib saudara kita.</p>
<p>Tapi jika ada kepentingan syar&#8217;iy (sesuai agama), misalnya orang itu akan mencelakakan orang lain, maka kita harus mencegahnya. Termasuk memberitahukannya pada orang yang berkepentingan.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/temanku-penganut-ilmu-sihir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
