<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaulislam.com &#187; Tahun I/2007-2008</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/category/media-network/buletin-gaul-islam/buletin-gaulislam-tahun-pertama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 17:26:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Laskar Remaja Islam</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/laskar-remaja-islam</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/laskar-remaja-islam#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 21:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1681</guid>
		<description><![CDATA[edisi 052/tahun I (20 Syawal 1429 H/20 Oktober 2008) Akhir-akhir ini banyak orang yang lagi kesengsem ama film Laskar Pelangi. Berawal dari novel laris dengan judul yang sama karya Andrea Hirata, akhirnya diangkat ke layar bioskop oleh sutradara Riri Reza. Hasilnya, banyak orang yang senang dan terinspirasi ama film itu. Konon banyak politisi yang ikutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /> <!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p><strong> </strong>edisi 052/tahun I (20 Syawal 1429 H/20 Oktober 2008)</p>
<p>Akhir-akhir ini banyak orang yang lagi kesengsem ama film <em>Laskar Pelangi</em>. Berawal dari novel laris dengan judul yang sama karya Andrea Hirata, akhirnya diangkat ke layar bioskop oleh sutradara Riri Reza. Hasilnya, banyak orang yang senang dan terinspirasi ama film itu. Konon banyak politisi yang ikutan nonton juga terharu oleh adegan demi adegan pada film itu.</p>
<p>Film ini menceritakan perjuangan anak-anak sekolah di daerah yang tertinggal menggapai masa depan. Jangan bandingkan ama kota Jakarta yang hingar bingar en segala ada, bersekolah aja mereka kudu menghindari hadangan seekor buaya besar. Tapi karena ketekunannya, banyak di antara mereka yang menjadi orang sukses di masa depan.<span id="more-1681"></span></p>
<p><strong>Nggak manja</strong></p>
<p>Mungkin banyak yang tersentuh oleh film itu, tapi berapa banyak nih remaja jadi nyadar, bahwa hidup itu emang perjuangan? Kejadian dalam novel itu bukan bohongan. Banyak teman kita yang berjuang untuk bisa sampai ke sekolah. Di satu harian nasional pernah dipampang foto seorang anak SD yang sedang berenang untuk tiba di sekolah. Ya, sekolahnya emang terhalangi oleh sungai besar. Untuk itu ia kudu berangkat pagi-pagi banget dan siap-siap berenang. Tas, sepatu, seragam sekolah, dan buku-buku pelajarannya dimasukkan ke dalam kantong plastik agar tidak basah. Dan &#8230; byur! Ia pun berenang agar tiba di sekolah.</p>
<p>Saudara-saudara saya pun sering bercerita kalo dulu mereka harus jalan kaki 4-5 kilometer? ke sekolah. Untuk itu mereka melewati perkebunan teh, karet, dan melintasi jembatan kereta api yang tingginya masya Allah! Kadangkala di tengah jembatan harus berpapasan dengan kereta api. Mereka pun menghindar ke bahu jembatan yang sengaja disiapkan oleh perusahaan kereta api, atau bergelantungan di bawah rel!</p>
<p>Wah beda banget ya dengan kita semua. Yang kalo ke sekolah berjalan kaki sekian puluh meter saja udah ngeluh kejauhan, lalu milih naik angkutan umum, antar jemput, atau bawa kendaraan sendiri ke sekolah. Nggak ada ceritanya kudu berenang, melewati kebun karet, apalagi berpapasan ama buaya atau kudu pontang-panting menghindari kereta api.</p>
<p>Udah begitu, di sekolah nggak ada cerita kelaperan. Kantin ada dengan menu jajanan yang komplit. Uang saku pun terjamin. Malah nggak sedikit anak sekolah yang uang sakunya di atas UMR buruh pabrik atau kuli bangunan! Belum lagi ponsel setia menemani dengan pulsa yang dijamin selalu ada.</p>
<p>Punya fasilitas yang oke emang nggak salah. Yang salah kalo kemudian kita jadi kebawa manja dan nggak mandiri. Selalu menggantungkan semuanya pada orang lain. Nggak terbayangkan bahwa bersekolah itu nggak gratis dan orang tua banting tulang menghidupi kita semua.</p>
<p>Sikap mandiri itulah yang di antaranya pengen ditampilkan dalam kisah <em>Laskar Pelangi</em>. Meski dalam keadaan seadanya &#8211; malah serba susah &#8211; tapi pantang menyerah. Kita tidak tahu apakah pesan itu bisa ditangkap oleh para pembaca dan pemirsa film. Jangan-jangan orang lebih terpukau pada jalinan cerita di buku, atau sinematografinya di film ketimbang menangkap pesannya.</p>
<p>Di Indonesia, jadi remaja yang punya semangat tinggi untuk belajar nggak gampang. Pasalnya sejak remaja udah dicekoki aneka dugem (dunia gemerlap). Yang namanya sukses itu bukanlah kerja keras apalagi ngandelin kecerdasan otak, tapi cukup tampang keren atau suara merdu. Maka bangku sekolah udah mulai ditinggalkan banyak remaja. Kalo pun sekolah atau kuliah ya untuk formalitas punya ijazah. Yang lebih parah, nggak sedikit remaja kita cuek abis kalo nggak naek kelas atau putus sekolah gara-gara sibuk cari duit en popularitas. Musibah deh tuh!</p>
<p>Saya jadi teringat, beberapa tahun silam, di sebuah infotainment diliput cerita beberapa selebritis yang nggak naek kelas atau <em>drop out</em> karena kesibukan mereka. Rata-rata dengan enteng mereka menceritakan pengalaman tersebut. Bukankah ini kampanye negatif buat kaum remaja bahwa bersekolah itu nggak penting, yang penting elo-elo bisa cari duit. Toh, jadi kaya nggak perlu pake ijazah.</p>
<p>Ini juga yang jadi tema sebuah iklan rokok. Pilih mana; lulus dulu or kerja dulu? Menurut kamu gimana?</p>
<p>Di Amerika, banyak pakar pendidikan dan tokoh masyarakat yang prihatin melihat kualitas pendidikan para remaja AS. Di kampus-kampus ternama seperti Harvard, indeks prestasi mahasiswa asal AS kalah oleh mahasiswa asal Asia.</p>
<p>Di Indonesia? Masih ada aja anak SMA yang berangkat hanya bawa satu buah buku tulis yang dilipat dan dimasukkan ke saku belakang celananya. Pulang sekolah ada ekskul informal; nongkrong di mall dan di pinggir jalan, atau tawuran. Halah!</p>
<p>Ada beberapa kawan yang pernah jadi guru di sekolah-sekolah swasta unggulan. Di sana, kata mereka, banyak guru yang jiper alias takut ngasih nilai kecil pada muridnya. Soalnya orang tua siswa bakal marah pada sekolah kalo sampai anaknya dapet nilai kecil, apalagi sampai nggak naek kelas. Bukankah ini berarti membuat remaja kita jadi makin manja?</p>
<p><strong>Remaja Islam, remaja pejuang</strong></p>
<p>Bro en sis, mungkin nggak banyak remaja tahu apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika hidup dalam asuhan Abu Thalib, pamannya. Setelah kedua orang tuanya wafat, kemudian kakeknya juga wafat, Rasulullah saw. diajak tinggal di rumah pamannya itu. Abu Thalib bukan orang yang kaya. Anaknya pun banyak. Maka Rasulullah saw. pun berinisiatif mencari pekerjaan untuk meringankan beban pamannya. Salah satunya beliau bekerja sebagai penggembala kambing. Beliau juga bercerita kalo para nabi dan rasul pun adalah orang-orang yang hidupnya mandiri, ada yang menjadi penggembala kambing, atau yang lain.</p>
<p>Ketika dewasa, Nabi saw.? bekerja membawa barang dagangan milik Khadijah ra. Berkali-kali Beliau melakukan perdagangan dan membawa keuntungan besar. Sampai akhirnya menikahi wanita yang suci dan mulia itu.</p>
<p>Guyz, umat Islam diajarkan oleh Nabi saw. untuk jadi umat pejuang. Beliau memuji orang-orang yang giat belajar dan giat bekerja. Orang yang mencari ilmu dijanjikan akan mudah meniti jalan ke surga. Sabdanya:</p>
<p dir="rtl"><strong>????</strong><strong> </strong><strong>??????</strong><strong> </strong><strong>?????????</strong><strong> </strong><strong>????????</strong><strong> </strong><strong>?????</strong><strong> </strong><strong>???????</strong><strong> </strong><strong>??????</strong><strong> </strong><strong>?????</strong><strong> </strong><strong>????</strong><strong> </strong><strong>?????????</strong><strong> </strong><strong>?????</strong><strong> </strong><strong>??????????</strong></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu di sana, niscaya Allah mudahkan jalannya ke surga.&#8221;</em></p>
<p>Hakim bin Hizam ra. pernah bertutur bahwa ia pernah meminta sesuatu kepada Nabi saw. lalu beliau memberinya. Ia meminta lagi, dan kembali Beliau saw. memberinya. Kemudian ia meminta lagi, tapi kali ini Rasulullah saw. berkata padanya, <em>&#8220;Hai Hakim, harta ini memang indah dan manis, maka siapa yang mengambilnya dengan kelapangan hati diberi berkat baginya. Sebaliknya, siapa yang menerimanya dengan kerakusan tidak berkah baginya, bagaikan orang yang tak kunjung kenyang. Dan tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.&#8221;</em> Hakim kemudian berkata, <em>&#8220;Ya Rasulullah, demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, saya tidak akan menerima apapun dari seseorang sepeninggalmu hingga mati.&#8221;</em> Maka semenjak itu Hakim tidak pernah menerima pemberian dari siapapun termasuk dari baytul mal.</p>
<p>Sobat muda muslim, kesuksesan yang diceritakan dalam film <em>Laskar Pelangi</em> itu adalah buah kerja keras dan ketekunan. Nggak datang begitu aja. Dua hal itulah yang jadi resep siapa aja yang pengen sukses.</p>
<p><em>So</em>, nyadar deh kalo masa muda yang kamu sedang miliki itu adalah impian banyak orang yang udah lanjut usia? Karena kamu tuh punya satu kesempatan yang oke banget, yang kalo dimanfaatkan semaksimal mungkin bakal menjadi sesuatu yang hebat. Termasuk jadi kepala negara yang hebat pun ditentukan hari ini selagi kamu muda. Pepatah lama bilang, <em>&#8220;pemuda hari ini, pemimpin masa depan&#8221;.</em></p>
<p>Hari ini, umat Islam butuh banget remaja-remaja yang punya semangat untuk maju. Cinta agama, mandiri dan pastinya nggak egois. Nabi saw. bersabda: <em>&#8220;Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya; &#8230; pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya.&#8221; </em><strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Udah gitu, umat Islam juga butuh remaja-remaja yang istiqamah dengan agamanya. Nggak peduli orang lain mau ngomong apa yang penting maju terus pantang mundur membela kebenaran. Maklum aja, hari gini banyak orang yang mencela orang-orang yang cinta pada agamanya (Islam). Yakin aja, yang namanya kebenaran nggak ditentukan ama suara terbanyak, tapi oleh Al Quran dan as sunnah. Allah Swt. Berfirman (yang artinya): <em>&#8220;Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).&#8221; </em><strong>(QS al-An&#8217;am [6]: 116)</strong></p>
<p>Jujur aja, kita udah kelamaan jadi bangsa yang manja. Maju mundurnya bangsa ini digantungkan kepada pihak lain. Tanah air kita bangun dengan uang hasil ngutang pada bangsa lain, yang entah kapan bisa dilunasi. Teknologi harus beli dari pihak lain dengan harga yang mahal. Ironinya ketika minggu-minggu ini perekonomian Amerika dilanda krisis, eh kita juga ikutan panik. Kena imbas masalah ekonomi dari bangsa lain. Duh, betapa hidup kita ditentukan oleh bangsa lain. Manja banget ya kita ini.</p>
<p>Moga-moga, bakal segera berjejer barisan remaja Islam yang siap memajukan agamanya. Remaja yang mandiri. Nggak manja. Yakin banget bahwa Allah bakal ngasih pertolongan buat hamba-hambaNya yang berbaris rapi memperjuangkan agama Allah. Allah Swt. Berfirman (yang artinya): <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu&#8217;min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.&#8221; </em><strong>(QS al-Maidah [5]: 54)</strong></p>
<p>Yuk, sama-sama benahi diri, permak pemahaman kita, siap hidup mandiri, tekun mengkaji Islam dengan benar dan baik,? dan jadilah remaja pejuang dan pembela Islam. Maju terus pantang mundur, Bro! <strong>[januar]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/laskar-remaja-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[klinik] GAULISLAM edisi 15 Oktober 2008</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/klinik-gaulislam-edisi-15-oktober-2008</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/klinik-gaulislam-edisi-15-oktober-2008#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 02:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1627</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu?alaikum wr wb Bagi teman-teman remaja di Bogor dan sekitarnya, kalo abis shubuh jangan pada tidur lagi ya (apalagi belum bangun). Mendingan nyari ilmu dan bisa curhat bareng kru Buletin gaulislam di acara: [klinik] GAULISLAM di Radio KISI 93.4 FM Bogor Acaranya, setiap hari Rabu mulai pukul 05.15 &#8211; 06.00 WIB Tema yang dibahas adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<div class="snap_preview"><em>Assalaamu?alaikum wr wb</em></div>
<div class="snap_preview">Bagi teman-teman remaja di Bogor dan sekitarnya, kalo abis shubuh jangan pada tidur lagi ya (apalagi belum bangun). Mendingan nyari ilmu dan bisa curhat bareng kru Buletin gaulislam di acara:</div>
<div class="snap_preview">
<h2><span style="color: #0000ff;">[klinik] GAULISLAM di Radio KISI 93.4 FM Bogor</span></h2>
<h3>Acaranya, setiap hari Rabu mulai pukul 05.15 &#8211; 06.00 WIB</h3>
<p>Tema yang dibahas adalah tema-tema yang tampil di Buletin gaulislam pada pekan tersebut. Jadi, untuk tanggal <span style="color: #0000ff;"><strong>15 Oktober 2008</strong></span> ini, yang akan dibahas adalah Buletin gaulislam edisi 051:<span style="color: #ff0000;"><strong> ?VIRGINITAS REMAJA?<br />
</strong></span></p>
<p>Kamu bisa ngobrol dan curhat dengan kru gaulislam dan Media Islam Net:</p>
<h4>O. Solihin, M. Iwan Januar, dan lainnya</h4>
<p>Ditanggung antimanyun deh! Bisa interaktif di acara via telepon 0251-8370340</p>
<p>Catat ya. Dan sebarkan aja ke seluruh teman yang kamu kenal. Ok?</p>
<p>Oya, buat kamu yang nggak bisa menjangkau siaran langsung acara ini dari Radio KISI 93.4 FM ini, kamu bisa mantengin aja streamingnya di: www.kisifm.com</p>
<h4><em>Acara ini terselenggara atas kerjasama apik antara Buletin gaulislam, Media Islam Net dan Radio KISI 93.4 FM.</em></h4>
<h4><em>Sebagai pendukung acara ini adalah Bimbingan Belajar BTA Group Bogor [0251-8373681] </em></h4>
<p>Salam,</p>
<p>O. Solihin</p></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/klinik-gaulislam-edisi-15-oktober-2008/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Virginitas Remaja</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/virginitas-remaja</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/virginitas-remaja#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 21:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1621</guid>
		<description><![CDATA[edisi 051/tahun I (13 Syawal 1429 H/13 Oktober 2008) Ngomongin virginitas remaja, bukan hanya dominasi kaum cewek. Kaum cowok juga kudu turut ambil bagian dalam masalah ini. Karena makna virgin bukan hanya ?kegadisan&#8217; saja, tapi juga mencakup ?keperjakaan&#8217;. Virginitas sangat dekat hubungannya dengan melakukan hubungan seks. Menjaga virginitas berarti menjaga hubungan pergaulan dengan lawan jenis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 051/tahun I (13 Syawal 1429 H/13 Oktober 2008)</p>
<p>Ngomongin virginitas remaja, bukan hanya dominasi kaum cewek. Kaum cowok juga kudu turut ambil bagian dalam masalah ini. Karena makna virgin bukan hanya ?kegadisan&#8217; saja, tapi juga mencakup ?keperjakaan&#8217;.</p>
<p>Virginitas sangat dekat hubungannya dengan melakukan hubungan seks. Menjaga virginitas berarti menjaga hubungan pergaulan dengan lawan jenis agar nggak kebablasan. Virgin nggaknya seseorang bukan hanya pada kondisi selaput dara saja, tapi sudah pada perilaku seksual dia yang menjurus.</p>
<p>Wah&#8230;kayaknya hot banget neh bahasan kita kali ini. Baca terus sampai tuntas, yuukkkk!<span id="more-1621"></span></p>
<p><strong>Virginitas, bukan tentang selaput ?gadis&#8217;</strong></p>
<p>Virginitas bukan melulu pada utuh tidaknya selaput dara yang menunjukkan kegadisan seorang cewek. Tapi virginitas adalah kondisi mental dan akhlak seseorang dalam perilaku seksualnya. Jadi pihak cowok pun juga bisa dikatakan nggak virgin kalo ia sudah mulai berani melakukan seks bebas sebelum nikah.</p>
<p>Ada banyak kasus selaput dara robek karena aktivitas olahraga atau naik sepeda. Ada juga kasus gonta-ganti pasangan atau pacar tapi selaput dara masih utuh. Nah, di antara dua kasus itu manakah yang masih virgin dan suci?</p>
<p>Jelas yang pertama dong. Meskipun selaput dara sudah robek, tapi kasus pertama menunjukkan kesucian seorang gadis. Tentu saja dengan catatan selama dia bukan pengikut aliran gaul bebas loh yah. Sedangkan kasus kedua, biar kata dia kemana-mana membual suci hanya karena selaput dara utuh, itu juga masih sangat bisa dipertanyakan. Selama dia beraktivitas mendekati zina alias penggiat pacaran, maka kesucian dia hanya sebatas <em>lip service</em> semata. Omong kosong, Non!</p>
<p>Begitu juga dengan halnya para cowok. Jangan karena kamu nggak punya selaput dara, bisa seenaknya saja main seruduk sana-sini tanpa aturan. Emangnya kamu ayam? Meskipun banyak orang bilang bahwa resiko cowok cenderung nggak ada karena nggak meninggalkan bekas semisal hamil kayak kasus pada cewek, tapi ingatlah bahwa dosa yang kamu tanggung juga sama besarnya. Jadi mending kamu berpikir ribuan kali sebelum melakukan tindakan bodoh dengan melakukan seks sebelum nikah. Iya nggak sih?</p>
<p>Jadi bagi kamu kaum cowok, kudu juga tetap harus mempertahankan ?virginitas&#8217; hingga nanti saatnya tiba. Kapan tuh? Yaitu kalo kalian sudah berani mengucapkan akad nikah di depan ortu/wali calon istrimu yang disaksikan banyak orang dan dicatat sama pak penghulu. Okay dong yah? ??????</p>
<p>?</p>
<p><strong>Virgin ternoda, salah siapa?</strong></p>
<p>Jawabannya adalah salah semua. Lho, kok? Rentannya virginitas pada remaja saat ini, nggak peduli cewek ataukah cowok, bukan melulu urusan individu yang lemah iman. Masyarakat yang lepas kontrol dan individualis juga menjadi pemicu maraknya seks bebas di kalangan remaja. Sebagai contoh adalah seorang pemilik kost-an yang cenderung permisif (serba boleh) tentang aturan berkunjung tamu putra ke kost putri. Mereka bisa pura-pura tidak tahu bila mendapati hal tersebut di depan mata, hanya karena supaya tempat kost-nya laku. ?????? Begitu juga dengan minimnya kepedulian dari masyarakat sekitar. Alih-alih menegur apalagi menggerebek pelaku zina, mereka hanya ambil jalan pintas ?yang penting nggak mengganggu aku aja&#8217;.</p>
<p>Jadilah remaja yang dasarnya lemah iman ini semakin bebas aja mau melakukan hal-hal yang amoral. Mereka merasa mendapat pembenaran dari sekitar. Apalagi dari pihak berwenang dalam hal ini kontrol negara, juga sangat lemah. Selama tak ada pasal pengaduan sikap seseorang melanggar atau mengganggu orang lain, maka pezina tak bisa dijerat undang-undang yang notabene memang mengadopsi dari hukum pidana Belanda. Selama masing-masing pezina melakukannya suka sama suka, tak ada hukum positif di negeri ini yang bisa menjerat perilaku asusila mereka.</p>
<p>Apalagi akhir-akhir ini pelaku aktif gaul bebas semakin giat saja menolak RUU pornografi dan pornoaksi. Mereka berdalih dengan mengatasnamakan pengekangan terhadap kebebasan berekspresi. Belum lagi di pihak lain, mereka juga gencar membagikan kondom gratis bagi para pemuda. Kondisi ini diperparah dengan tayangan tivi dan sinetron yang semuanya nyaris mengumbar aurat dan membangkitkan syahwat para pemirsanya. Bahkan beberapa tahun lalu film <em>Virgin</em> pun dibuat dengan alasan untuk mengingatkan remaja tentang bahaya gaul bebas. Tapi bukannya malah ingat, tuh film malah mengumbar aurat dan membikin remaja mupeng (muka pengen) untuk coba-coba. Waduh&#8230;lengkap sudah upaya penodaan terhadap kaum muda ini.</p>
<p>????</p>
<p><strong>Islam juga ngomongin virginitas</strong></p>
<p>Islam sangat menjaga kesucian diri baik cewek maupun cowok. Islam sebagai pandangan hidup yang paripurna dan lengkap, telah memunyai aturan hingga hal terkecil sekalipun. Islam mempunyai langkah-langkah yang bukan hanya <em>curative</em> (penyembuh) tapi juga <em>preventif</em> (pencegah). Maksudnya, sebelum terjadi kerusakan masyarakat karena seks bebas dan hilangnya virgintas pada remaja, ada langkah-langkah pencegahan yang harus ditempuh.</p>
<p>Pertama, ada aturan yang lengkap dan detil tentang gaya berpakaian baik cewek maupun cowok. Batas-batas aurat mana yang dipatuhi untuk tidak dipamerkan semaunya sendiri. Bagi cewek ada kerudung dan jilbab yang harus dikenakan bila keluar rumah. Untuk cowok pun, hati-hati dengan sesuatu yang ada di atas lutut dan di bawah pusar. Karena itulah area batas aurat cowok. ada perintah menundukkan pandangan dari melihat hal-hal yang bukan menjadi haknya.</p>
<p>Kedua, aturan pergaulan laki-laki dan perempuan yang sempurna. Larangan berduaan bagi laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom karena pihak ketiga pastilah setan. Tahu sendirilah apa kerjaan setan yang bakal ngomporin kedua orang beda jenis ini untuk melakukan hal-hal terlarang. Rasulullah saw. Bersabda: <em>&#8220;</em><em>Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.&#8221;</em> <strong>(HR Ahmad)</strong></p>
<p>Ketiga, peran serta masyarakat harus ada. Menegur, menasehati, dan peduli harus ditingkatkan ketika terjadi gejala perilaku seseorang menuju ke arah gaul bebas. Yang namanya tetangga apalagi pak RT dan pak RW harus tegas memberi teguran, peringatan hingga sanksi untuk perilaku yang kebablasan.</p>
<p>Keempat, peran negara sangat vital dalam hal ini. Selain sebagai pihak yang mengelurkan aturan bekekuatan hukum, negaralah yang berhak memberi sanksi secara hukum pula bila ada pelanggaran. Negara harus mensosialisaskan aturan-aturan ini agar diketahui dan dipahami masyarakat. Bila sudah begini, orang-orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukan tindakan amoral bila saja saksinya tegas. Cambuk 100 kali bagi yang pezina yang belum pernah menikah dan rajam bagi pezina yang sudah menikah. Bukan gertak sambal, tapi harus serius dilaksanakan. Bisa dijamin, angka gaul bebas yang notabene mengarah ke seks bebas langsung turun drastis.</p>
<p>dalil sanksi bagi pezina <em>ghairu</em> <em>muhshan</em> adalah ayat tentang <em>jilid</em> (hukuman cambuk), yakni firman Allah swt.:</p>
<h1 dir="rtl">???????????? ??????????? ??????????? ????? ??????? ????????? ??????? ????????</h1>
<p>&#8220;<em>Pezina laki dan perempuan jilidlah masing-masing keduanya dengan seratus kali jilid&#8221;</em> <strong>(QS an-N?r [24]: 2)</strong><em></em></p>
<p>Oya, untuk hukuman rajam adalah berdasarkan riwayat dari ?Abdull?h bin Buraidah dari bapaknya berkata, &#8220;<em>Telah datang kepada Rasulullah saw., al-Ghamidiyyah dan ia berkata, &#8220;Ya Rasulullah saw., aku telah berzina, sucikanlah aku!&#8221; Beliau saw. menolaknya. </em></p>
<p>Besoknya ia berkata,<em> &#8220;Wahai Rasulullah jangan engkau menolak aku, semoga? engkau merehabilitasi aku sebagaimana engkau merehabilitasi al-M?&#8217;iz. Demi Allah saya telah hamil. Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Jangan, pulanglah sampai engkau melahirkan.&#8221; </em></p>
<p>Ketika ia telah melahirkan ia mendatangi Rasulullah saw. dengan anaknya yang ada di gendongan, dan ia berkata,<em> &#8220;Ini adalah anakku.&#8221; </em>Rasulullah saw bersabda,<em>&#8220;Pergi, dan susuilah sampai engkau menyapihnya!&#8221; </em>Ketika ia telah menyapihnya ia mendatangi Rasulullah saw. dengan anaknya? yang membawa sepotong roti.<em> &#8220;Ya Nabiyullah, saya telah menyapihnya, dan ia sudah bisa memakan makanan. Lalu, anak itu diberikan kepada salah seorang laki-laki dari kaum Muslim. Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan menanam wanita itu hingga dadanya, kemudian memerintahkan manusia untuk merajamnya.&#8221;? </em></p>
<p>Hadis ini dengan jelas menunjukkan bahwa wanita hamil ditunggu sampai ia melahirkan, dan wanita yang menyusui ditunggu hingga ia menyapih anaknya.</p>
<p>????</p>
<p><strong>Ati-ati en waspada</strong></p>
<p>Jangan main-main masalah virginitas ini, apalagi berniat untuk coba-coba. Karena mirip dengan narkoba, awalnya coba-coba selanjutnya bisa kecanduan. Bagi para cewek, kehilangan virginitas sangat kuat dugaan menjadi pintu awal baginya untuk terjerumus ke arah jalan nggak bener selanjutnya. Banyak kasus menunjukkan bahwa cewek yang udah terlanjur kehilangan virginitas, akhirnya memilih masuk menjadi pelacur dengan anggapan hidupnya telah hancur dan nggak berguna lagi.</p>
<p>Bagi cowok juga nggak jauh beda. Awalnya yang berniat coba-coba bisa membuatnya menjadi ketagihan dan nggak lagi takut dosa. Apalagi mereka ini cenderung nggak punya beban sosial karena nggak ada selaput keperjakaan yang bisa membuktikan kesucian mereka or nggak. Plus, pihak cowok juga nggak nanggung kehamilan akibat gaul bebas. Bahkan tak jarang banyak cowok yang akhirnya memilih jadi gigolo (pelacur laki-laki) demi uang dan kenikmatan sesaat. <em>Naudzubillah.</em></p>
<p>So, mulai saat ini, detik ini, kamu kudu nyadar bahwa masalah virginitas baik bagi cewek maupun cowok sama pentingnya. Sudah nggak zamannya lagi cewek menuding cowok sebagai pihak yang disalahkan. Begitu juga cowok menuding cewek sebagai pihak yang keganjenan. Semua kudu kembali melihat diri masing-masing, menjaga iman diri agar tidak tergoda untuk coba-coba gaul bebas yang itu bisa berakibat hilangnya virginitas. Bila benteng diri berupa keimanan sudah oke, maka saatnya kamu melihat sekitar. Ajak teman-temanmu untuk peduli virginitas dan mempertahankannya hingga menikah kelak. Gimana caranya?</p>
<p>Begini Bro ena Sis, di usia kamu yang masih remaja dan sangat muda ini, jauhkan hal-hal yang bisa mengakibatkan nafsu syahwat muncul. Buang jauh-jauh majalah porno, hindari tontonan yang memancing syahwat, tolak pacaran yang jelas-jelas langkah awal setan untuk menjerumuskan kamu pada perzinaan dan nggak usah coba-coba untuk ikhtilat&#8211;yaitu bercampur baur antara cewek dengan cowok kecuali dalam tiga hal; pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.</p>
<p>Lakukan aktivitas positif yang bisa meraup pahala semisal rajin belajar dan gabung dengan kelompok ilmiah remaja, olahraga yang tidak bertentangan dengan syariat, aktif di kegiatan rohis (kerohanian Islam), dan berkumpul dengan teman-teman yang sholih bagi cowok dan sholihah bagi cewek. Yang nggak boleh dilupa, pertebal keimanan kamu dengan selalu taat ajaran Islam, dan yakini bahwa Allah Maha Melihat di mana pun kamu berada. <em>So</em>, hal ini bakal bikin kamu malu dan malas untuk berbuat maksiat.</p>
<p>????</p>
<p><strong>Finally&#8230;</strong></p>
<p>Virginitas selain bukan melulu tentang selaput dara yang menunjukkan masih perawan tidaknya seorang gadis, ia bisa menjadi tolok ukur keimanan dan akhlak perilaku seseorang. Seseorang ini bisa cewek dan bisa juga cowok. Meskipun pada seorang cowok sulit dideteksi apakah ia masih virgin ataukah nggak, tapi sesungguhnya jawaban itu bisa ditemui di dalam kejujuran hati masing-masing individu. <em>Most of all</em>, ada Allah yang Mahatahu tentang virgin tidaknya seseorang, suci ataukah ternoda.</p>
<p>Musuh-musuh Islam selalu mencari celah dan berupaya untuk menjerumuskan remaja dan pemuda-pemudi muslim agar berlumur dosa. Celah ini adalah siasat untuk merusak Islam secara keseluruhan sebagai tujuan akhir. Generasi muda adalah lahan empuk yang digunakan sebagai sasarannya. Gimana nggak kalo di usia kamu ini, perkembangan hormon seksual emang mulai berkembang dan daya ingin tahu pun mulai meledak-ledak. Kalo nggak dibentengi dengan iman yang kuat, pastilah korban dari para pemuda akan berjatuhan.?</p>
<p>Jangan tinggal diam, remaja muslim kudu diselamatkan dari gaul bebas yang bisa mengakibatkan hilang dan murahnya harga virginitas. Itu semua bakal berat dilakukan selama paham kebebasan berperilaku yang menjadi salah satu sendi demokrasi terus dipertahankan. Nah, demokrasi ini ditopang oleh kapitalisme yang emang materi menjadi tujuan. Bagi mereka yang pikirannya dijejali ide kapitalisme, nggak masalah remaja rusak yang penting uang bisa dihasilkan dari sana. Apalagi bila itu dianggap sebagai penghasil devisa negara, maka tempat maksiat pun dilestarikan bahkan kalo bisa diperbanyak.</p>
<p>Hiii&#8230;pantas aja negeri ini nggak pernah putus dirundung malang dari satu musibah ke musibah yang lain. Soalnya, Tuhan emang pantas murka melihat tingkah manusia dan negara model kayak gini. Dan ternyata emang pangkal dari semua kerusakan ini terutama betapa murah harga virginitas remaja itu berpangkal dari sistem pergaulan, sosial, kemasyarakatan dan bahkan hukum kita itu mengacu pada selain Islam.</p>
<p><em>So</em>, nggak ada jalan lain bila kita ingin menyelamatkan generasi muda dari kerusakan yang makin parah kecuali kembali pada aturan yang berasal dariNya. Dan aturan ini nggak akan mungkin sempurna dilaksanakan kecuali oleh sebuah sistem tertentu bernama Daulah Khilafah Islamiyah. Sistem ini nggak akan tegak kalo nggak ada pemuda muslim yang berusaha untuk memperjuangkannya. Jadi, nggak ada pilihan lain kalo pingin mulia di dunia dan akhirat kecuali kita semua, saya dan kamu, turut ambil bagian dalam perjuangan ini.</p>
<p>Jadi, ayo kita sepakat untuk mempertahankan virginitas sampai merit kelak dan mencampakkan ide gaul bebas ke tong sampah peradaban. Akur? Seeeppp dah! <strong>[ria: riafariana@yahoo.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/virginitas-remaja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eh, Primbon Itu Warisan Jahiliyah, Lho!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/eh-primbon-itu-warisan-jahiliyah-lho</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/eh-primbon-itu-warisan-jahiliyah-lho#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 20:48:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1613</guid>
		<description><![CDATA[edisi 050/tahun I (6 Syawal 1429 H/6 Oktober 2008) Kamu yang doyan melototin layar kaca, kayaknya pernah deh nemuin iklan kayak gini: &#8220;Kamu kan lahirnya Selasa Kliwon. Tak cocok kerja di air. Harusnya berdagang.&#8221; Terus nyaranin penonton untuk kirim SMS ke nomor tertentu. Bro, memang lucu juga ya? Menentukan nasib lewat primbon. Sangat boleh jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --><!--[endif]--><!--  --></p>
<p><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]-->edisi 050/tahun I (6 Syawal 1429 H/6 Oktober 2008)</p>
<p>Kamu yang doyan melototin layar kaca, kayaknya pernah deh nemuin iklan kayak gini: &#8220;Kamu kan lahirnya Selasa Kliwon. Tak cocok kerja di air. Harusnya berdagang.&#8221; Terus nyaranin penonton untuk kirim SMS ke nomor tertentu.</p>
<p>Bro, memang lucu juga ya? Menentukan nasib lewat primbon. Sangat boleh jadi orang yang dalam adegan di iklan sebagai pekerja yang hubungannya dengan air itu justru sukses di tempat yang menurut primbon tidak cocok dengan tanggal lahirnya. Bisa aja pernyataannya jadi begini: &#8220;Kamu ini lahirnya Selasa Kliwon. Nggak cocok kerja yang berhubungan dengan air, kecuali jadi direktur PDAM&#8230;&#8221; Hehehe&#8230;</p>
<p>Ngomongin soal primbon memang lucu abis sekaligus nggak abis pikir. Waktu saya SD juga ada tuh buku tentang primbon, tafsir mimpi di rumah orang tua saya. Tapi sejak kecil saya selalu nggak percaya karena banyak yang bertolak-belakang dengan kenyataan dan suka mengada-ngada. Ngarang, gitu lho.<span id="more-1613"></span></p>
<p>Misalnya, ada orang yang diramal nasibnya berdasarkan tanggal kelahiran. Ada juga yang diramal rejekinya dengan indikator banyaknya bersin di jam tertentu, ada juga ukuran untuk menentukan jodoh dari tahi lalat dan seabreg tanda lainnya yang aneh-aneh banget yang dihubungkan dengan kepribadian atau nasib seseorang.</p>
<p><strong>Jangan percaya primbon</strong></p>
<p>Untuk memenuhi rasa penasaran manusia dalam hal yang supranatural dan serba ganjil, sering juga diciptakan mitos yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari yang dialami dan ada di sekitar manusia itu sendiri. Lalu dihubung-hubungkan dengan kehidupan yang telah, sedang, atau akan dijalani oleh manusia itu sendiri. Intinya, segala sesuatu yang aneh atau dianggap aneh akan dihubungkan dengan nasib manusia di masa depan.</p>
<p>Meski sering tak masuk akal, banyak di antara kita yang tetep aja percaya atau mungkin ada yang setengah percaya terhadap ramalan tersebut. Maka, jangan heran jika para dukun, tukang ramal, tukang tenung tumbuh subur sesuai kaidah <em>supply and demand</em>. Jika permintaan tinggi maka penawaran juga tinggi, gitu lho. Kalo animo masyarakat kita yang percaya pada ramalan tinggi, maka tukang ramal dan dukun juga banyak. Malah ada yang mungkin saja pura-pura jadi dukun atau tukang ramal.</p>
<p>Itu sebabnya, di masyarakat kita berkembang juga mitos tentang ramalan nasib yang dihubungkan dengan kejadian di sekitarnya atau ada yang memvonis nasib seseorang dari tanda-tanda di tubuh, berdasarkan mimpi, bentuk wajah, garis tangan dan lain sebagainya. Maka, untuk menguatkan argumentasi asal-asalannya dibuat dalam bentuk buku. Sekadar tahu aja, di masyarakat Jawa misalnya, ada kitab yang sangat boleh jadi lebih sering dibaca ketimbang al-Quran, yakni kitab Primbon.</p>
<p>Misalnya aja nih, karakter orang bisa dilihat dari bibir <em>(</em><em>www.primbon.com pada pembahasan tentang tanda di tubuh)</em>. Bila bentuk bibirnya agak lebar,<strong> </strong>memiliki kepribadian pandai mengatur uang, sabar, dan agak berani. Bila bentuk bibirnya agak kecil,<strong> </strong>memiliki kepribadian suka berterus terang, berhati kecil dan sering menganggap dirinya tidak bahagia. Bila bentuk bibirnya agak besar dan terbuka (menganga),<strong> </strong>memiliki kepribadian suka mementingkan diri sendiri namun rela berkorban untuk orang yang disukai. Bila bentuk bibirnya agak tipis,<strong> </strong>memiliki kepribadian cepat terpengaruh, tidak mempunyai prinsip. Bila bentuk bibirnya agak dower,<strong> </strong>memiliki kepribadian selalu mementingkan diri sendiri, tidak mau mengalah. Bila bentuk bibirnya agak kecil dan agak sempit,<strong> </strong>memiliki kepribadian selalu bimbang dan tidak bisa mengambil keputusan dengan baik.</p>
<p>Apakah benar semua itu? Jawabannya bohong. Kalo pun kemudian ada yang mirip-mirip dengan apa yang ditulis dalam primbon tersebut, itu hanya faktor kebetulan. Karena apa? Sangat boleh jadi orang yang digambarkan dengan memiliki bibir dower justru kepribadiannya malah tidak mementingkan diri sendiri dan mau mengalah (bertolak belakang dengan penetapan yang asal-asalan itu). Iya kan?</p>
<p>Wadooohh.. lagian kalo kepribadian udah di-<em>default</em> kayak gitu di kitab primbon, jadinya nggak bisa ngerubah karakter dong ya? Buat apa adalah sekolah kepribadian atau bermunculan trainer motivasi dan juga para ustad untuk memberikan pencerahan dalam kehidupan kalo dari bentuk fisik aja udah ?divonis&#8217; begini dan begitu dalam menentukan karakter seseorang. Iya nggak sih? Aneh-aneh aja deh ah.</p>
<p>BTW, ada yang lebih konyol tapi lucu di primbon juga dibahas nasib seseorang melalu bersin. Sekadar contoh aja ya. Bersin antara jam 01-02 pagi hari bermakna akan ada kabar yang kurang mengenakkan jiwa dan hati anda yang datangnya dari luar daerah. Bersin antara jam 02-03 pagi hari bermakna akan ada undangan yang datang kepada anda untuk dapat menghadiri suatu perayaan. Bersin antara jam 03-04 pagi hari bermakna akan ada teguran dari pimpinan untuk anda. Bersin antara jam 04-05 pagi hari bermakna akan ada penyambutan dari anda untuk tamu yang datang dari jauh. Bersin antara jam 05-06 pagi hari bermakna akan ada rasa yang sangat menggambarkan kenikmatan dan kebahagiaan kepada anda.</p>
<p>Hmm.. ini satu contoh prediksi tentang nasib yang asal-asalan bin ngawur. Gimana kalo kita sedang flu? Bila seharian kita sering bersin, berarti gimana dong nentuin nasib kitanya? Kayaknya yang bikin primbon juga bingung sendiri deh tuh.</p>
<p>Jangankan bersin, soal mimpi aja dibahas kok dalam primbon atau kepercayaan yang berkembang di masyarakat saat ini. Misalnya aja kalo kita mimpi menjadi orang kaya, ternyata tafsirnya adalah kebalikannya, yakni kita akan tidak berhasil dalam jangka waktu yang lama. Duilee.. kejam amat ya? Gimana jadinya kalo kita sering mimpi jadi kaya? Berarti selama hidup kita nggak berhasil terus dong? Asal deh!</p>
<p>Ada yang cukup menggelikan yang ditulis dalam website primbon, kalo kita mimpi sedang berolahraga bermakna akan ada kemajuan dalam soal perjuangan (usaha yang anda harapkan akan tergapai). Hehehe.. perlu juga kita bertanya kepada orang-orang yang berhasil dalam hidupnya, pernah nggak tuh mimpi berolahraga? Tapi yang jelas dan pasti, Frank Lampard Cs di klub sepakbola Chelsea terus mengolah tubuhnya dan tekniknya bermain bola bukan di alam mimpi, tapi di dunia nyata supaya bisa berhasil menjadi klub yang kini cukup disegani di Liga Inggris itu. Iya kan?</p>
<p><strong>Bukan warisan Islam</strong></p>
<p>Benar banget. Kitab primbon itu bukan warisan dari ajaran Islam. Bahkan sebaliknya, itu adalah warisan budaya jaman jahiliyah alias jaman kebodohan dan kegelapan.</p>
<p>Bro, kalo kita percaya dengan semua yang diajarkan dalam primbon, ati-ati karena itu bisa menjerumuskan diri kita kepada hal syirik (menyekutukan Allah Swt. alias menduakan). Allah menjelaskan bahwa perbuatan syirik itu adalah dosa besar sebagaimana firmanNya:</p>
<p dir="rtl"><strong>?????? ????? ????????? ????????? ?????? ???????? ?????????? ??? ???????? ????????? ????? ????????? ???????? ???????</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: &#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar&#8221;</em><strong> (QS Luqman [31]: 13)</strong></p>
<p>Jadi, syirik adalah kezaliman yang paling zalim dan tauhid adalah keadilan yang paling adil. Hal-hal yang bertentangan dengan tauhid adalah dosa paling besar. Dan apa yang paling sesuai dengan prinsip tauhid adalah kewajiban yang paling wajib dan ketaatan yang paling diutamakan. Kesyirikan adalah hal yang paling bertentangan dengan tauhid, maka kesyirikan mutlak merupakan dosa yang paling besar <strong>(</strong><strong>Ibnu Qayyim al-Jauziyah, <em>Penawar Hati Yang Sakit</em>, hlm. 153)</strong></p>
<p>Bro and Sis, kalo sikap kita kepada ramalan primbon seperti itu juga, berarti kita pun nggak ada bedanya dengan orang-orang yang telah lebih dulu percaya sama dukun alias tukang ramal. Pokoknya nggak usah melibatkan dirimu dalam kancah ramal-meramal; kamu nggak boleh percaya bualan mereka yang membuat ramalan di primbon atau malah mendatangi dukun secara langsung. Hih, amit-amit deh.</p>
<p>Terus terang, bahwa manusia-siapa pun ia-nggak tahu dan nggak bakal dikasih tahu sama Allah tentang masa depan kehidupan dunianya; rizki, bahagia, sengsara, jodoh, usaha, dan juga kematian. Nggak ada yang tahu kecuali Allah. Kenapa? Karena? masalah ini termasuk ke dalam ?wilayah&#8217; ghaib. Firman Allah Swt.:</p>
<p dir="rtl"><strong>?????????? ????????? ????????? ??? ??????????? ?????? ???? ?????????? ??? ???</strong><strong> </strong><strong>???????? ??????????? ????? ???????? ???? ???????? ?????? ??????????? ????? ??????? ??? ????????? ????????? ????? ?????? ????? ??????? ?????? ??? ??????? ???????</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)</em><em> </em><em>&#8221; </em><strong>(QS al-An&#8217;am [6]: 59)</strong><strong></strong></p>
<p>Dalam ayat lain diterangkan bahwa Allah tidak akan memberi semacam ?bocoran&#8217; kepada manusia tentang masa depan kehidupannya, kecuali hanya kepada Rasul yang diridhoiNya. Firman Allah Swt.:</p>
<p dir="rtl"><strong>??????? ????????? ????? ???????? ????? ???????? ???????.?????? ???? ???????? ???? ??????? ????????? ???????? ???? ?????? ???????? ?????? ???????? ???????</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.&#8221;</em> <strong>(QS al-Jin [72]: 26-27)</strong></p>
<p>Imam al-Qurthubi menyebutkan-ketika menafsirkan ayat tersebut-bahwa ramalan bintang (termasuk dalam hal ini ramalan di primbon, red.) tak ada faedahnya sama sekali, dan tidak menunjukkan celaka atau bahagia (seseorang). Ramalan tersebut tiada lain adalah penentangan terhadap al-Quran yang agung. Sikap penentangan terhadap al-Quran ini berarti telah menghalalkan darah orang yang melakukan ramalan perbintangan itu.<strong><em></em></strong></p>
<p><strong>Tanggung jawab bersama</strong></p>
<p>Betul. Kita berharap banyak ada orang atau pihak yang bisa membela dan menyuarakan Islam dengan benar. Aksinya amat diperlukan dalam kondisi saat ini, lho. Bener. Di tengah gelombang arus informasi yang kian cepat ini, bukan mustahil kalo kita bakalan kebawa arusnya yang deras. Sementara, kita kudu mengakui, nggak semuanya informasi itu membawa berkah. Sebaliknya, justru malah membawa malapetaka. Contohnya soal ramalan zodiak, primbon dan sihir. Bagaimana pun, ide rusak yang dikemas dalam bentuk yang sangat menghibur, bahkan interaktif karena muncul di media massa canggih seperti televisi dan internet, maka bila tak ada langkah pencegahan, jangan salahkan mereka aja bila akhirnya kaum Muslimin jadi berantakan pemikirannya. Sebab, ada yang salah juga dari kita. Yakni, diem aja atau bahkan larut dalam gaya hidup yang diajarkan mereka (musuh-musuh Islam).</p>
<p>Kita, remaja Islam sebenarnya sangat berharap akan ada media Islam yang mampu bersaing dengan media-media lain. Apakah majalah atau tabloid, juga novel, pokoknya bisa tampil memikat, gaul, ngertiin gaya remaja dan tentu saja menampilkan wajah Islam yang ramah. Jangan malah media yang ada menjadi alat propaganda tahayul, tathayyur, sihir, primbon, ramalan bintang dan sejenisnya. Menyedihkan banget.</p>
<p>Lagipula, untuk urusan dakwah bukankah keikhlasan dan keseriusan menjadi prioritas. Sekarang pilih mana; membiarkan terus remaja dan anak-anak kita tenggelam dalam bacaan dan tontonan yang ?menyesatkan&#8217; atau memberikan bacaan dan tayangan alternatif yang ?mencerahkan&#8217;? Kita pasti tahu jawabannya. Itu sebabnya, ini tugas bersama untuk mengatasi problem ini. Terutama pemerintah yang harus segera memberlakukan aturan dan sanksi bagi para penyebar propaganda kekufuran dan penyebar kesyirikan di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Namun, kita juga masih sangsi alias ragu kalo pemerintah mau memberlakukan aturan dan sanksi yang tegas. Maklum, pemerintah masih bermesraan dengan kapitalisme-sekularisme yang memang telah memberikan jalan bagi para pemuja kebebasan. Itu sebabnya, hanya dengan Islam yang diterapkan sebagai ideologi negara, berbagai problem kehidupan umat ini bisa diselesaikan. Lagian, di Indonesia kan mayoritas penduduknya Muslim, sekitar 80-an persen. Wajar dong kalo diterapkan syariat Islam. Betul nggak?</p>
<p>Nah, bila kita berkaca kepada ajaran Islam, rasanya kita akan berpikir beribu kali sebelum melibatkan emosi kita dalam dunia klenik (perdukunan alias sihir) juga ramal-meramal semacam primbon dan zoidak tersebut. Kehidupan yang serba tak menentu bagi sebagian masyarakat kita, tidak lantas kemudian jatuh ke dalam pelukan para pembual alias para tukang sihir dan peramal yang mencoba menggoda dengan menawarkan jasanya. Yakinlah, bahwa Allah akan menjamin kehidupan setiap hambaNya selama hamba tersebut percaya bahwa hanya Allah <em>Ta&#8217;ala</em> lah yang wajib disembah dan dimintai pertolongan. Kita tak perlu mencoba meramal nasib, atau dengan alasan menjaga diri kemudian kita terjebak dalam dunia klenik tersebut.</p>
<p>Kehidupan sekarang boleh berubah, meski dengan perubahan yang menyebabkan sebagian dari kita bangkrut dalam kehidupan ini. Namun tak berarti bahwa kemudian merasa sah-sah saja ketika harus melibatkan diri dalam dunia klenik alias perdukunan, atau percaya kitab primbon, ramalan bintang, dan mendatangi para tukang ramal nasib. Jangan sampe deh.</p>
<p>Nah, daripada kita terbuai oleh ramalan bintang dan ramalan sejenisnya yang emang cuma bualan dan bikin akidah Islam kita cacat, mendingan energi kita disalurkan buat belajar tentang Islam. Islam sebagai akidah dan syariat. Itu berarti, selain kita telah melaksanakan salah satu kewajiban&#8211;yakni mencari ilmu&#8211;kita juga bisa lebih pandai dari orang yang nggak belajar. Walhasil, kita bakal tahu, mana yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang untuk dilakukan.</p>
<p>Kita berharap juga kepada pemerintah supaya serius untuk menghentikan program pengrusakan akidah secara massal lewat media massa ini. Dan secara teknis kini kita kudu mulai ninggalin kebiasaan percaya sama ramalan zodiak, primbon, perdukunan dan sejenisnya itu. Bisa dosa lho. Eh, yang pasti emang itu nggak ada gunanya, kok. Oke? <strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/eh-primbon-itu-warisan-jahiliyah-lho/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makin Takwa Setelah Ramadhan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/makin-takwa-setelah-ramadhan</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/makin-takwa-setelah-ramadhan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 00:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1517</guid>
		<description><![CDATA[edisi 049/tahun I (29 Ramadhan 1429 H/29 September 2008) Bro, hanya dalam hitungan jam dari sekarang, saat buletin kesayangan kamu ini diterbitkan pada 29 Ramadhan, kita akan meninggalkan Ramadhan dengan segala kenangan dan keindahan yang kita rasakan. Kalo umur bulan Ramadhan ini 29 hari, berarti insya Allah besok kita merayakan Idul Fithri (bertepatan dengan 30 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 049/tahun I (29 Ramadhan 1429 H/29 September 2008)</p>
<p>Bro, hanya dalam hitungan jam dari sekarang, saat buletin kesayangan kamu ini diterbitkan pada 29 Ramadhan, kita akan meninggalkan Ramadhan dengan segala kenangan dan keindahan yang kita rasakan. Kalo umur bulan Ramadhan ini 29 hari, berarti insya Allah besok kita merayakan Idul Fithri (bertepatan dengan 30 September 2008). Tetapi kalo nggak terlihat hilal (bulan sabit sebagai penanda awal bulan baru), maka akan digenapkan menjadi 30 hari. Itu artinya insya Allah 1 Syawal 1429 H ini akan masuk pada hari Rabu. Itu bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 2008. Tentu saja kita bergembira karena Idul Fithri adalah satu dari dua hari raya umat Islam setelah Idul Adha. Kita berdoa kepada Allah Swt. semoga shaum kita selama Ramadhan ini diterima oleh Allah Ta&#8217;ala. Semoga kucuran nikmat, rahmat, dan ampunan dariNya berbuah pahala dan makin bikin kita tambah takwa kepadaNya. Amin.<span id="more-1517"></span></p>
<p>Oya, sekadar tahu aja bahwa Idul Fithri adalah hari di mana kita kembali berbuka. Setelah selama sebulan penuh kita berpuasa (shaum) di bulan Ramadhan. Dari Abi Hurairah (ia berkata), sesungguhnya Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam telah bersabda. <em>&#8220;Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan korban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan.&#8221;</em></p>
<p>Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah (artinya): <em>&#8220;(Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adha pada hari kamu menyembelih hewan.&#8221;</em> <strong>(Ibnu Majah, hadis no. 1660)</strong></p>
<p>?Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud (artinya): <em>&#8220;Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (Idul) Adha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan.&#8221;</em> <strong>(Abu Dawud, hadis no. 2324)</strong></p>
<p>Aduh, jangankan kita berbuka seterusnya, sebab ketika berbuka setelah puasa seharian aja senengnya bukan main. Bahkan seneng banget meskipun hanya berbuka dengan seteguk air dan sebutir kurma (apalagi kalo ditambah seporsi nasi goreng lengkap dengan lauk dan daging, hehehe..). Jadi, kalo diminta berbuka selama 11 bulan itu namanya seneng banget. Maklum, shaum yang wajib kan hanya di bulan Ramadhan. Selain itu adalah shaum-shaum sunnah saja.</p>
<p>Oya, biar mantep ngadepin Idul Fithri ada beberapa yang perlu kita perhatikan. Di antaranya:</p>
<p>?</p>
<p><strong>Jangan gila belanja</strong></p>
<p>Hah, belanja ada gilanya ya? Iya, maksudnya kamu kayak orang kesetanan aja belanja untuk kebutuhan Idul Fithri. Mentang-mentang banyak uang hasil dikasih bonus dari ortu dan keluarga besar lainnya, atau karena dapat THR kalo kamu udah kerja, akhirnya kamu beli apa aja yang kamu suka dan pengen dipamerin saat Idul Fithri. Baju baru, sendal baru, kopiah baru, sarung baru, hape baru, pokoknya segala baru. Nggak hanya soal pakaian, tapi belanja makanan juga nyaris nggak terkontrol. Apa aja dibeli. Duh, meskipun hari raya dan boleh berbahagia, tapi tentu bukan dengan cara seperti itu kita merayakannya. Iya nggak sih?</p>
<p>Untuk sekadar ada makanan di rumah buat ngejamu tamu dan keluarga yang sowan ke rumah boleh-boleh aja. Asal jangan berlebihan dengan niat pengen ngebuktiin bahwa kita tuh dianggap mampu dan berpunya karena bisa beli barang dan makanan yang mahal harganya. Ya, kalo gitu jadi nggak ikhlas dong ya. Sayang banget tuh jadinya nggak dapat nilai pahala. Biasa saja lah. Jangan pengen ada poin di hadapan manusia, tapi yang utama adalah poin plus dari Allah Swt. karena kita ingin mendapat ridhoNya.</p>
<p>Bro, sebaiknya menjelang dan di hari Idul Fithri kita bisa empati kepada saudara-saudara kita yang kekurangan secara ekonomi. Mungkin kalo nggak bisa sepanjang hari selama setahun, momen Idul Fithri bisa kita pake untuk melakukan kebaikan-kebaikan itu. Di hari-hari biasa kita sibuk dengan urusan kita masing-masing, paling nggak saat Idul Fithri kita bisa silaturahim dengan kerabat dekat, dan bisa menjalin ukhuwah dengan kaum muslimin lainnya, mulai dari tetangga dekat sampai dengan kaum muslimin di tempat lain yang kita kenal tapi jarang komunikasi dengannya meski kita punya nomor kontaknya. Sekarang kan udah jamannya teknologi komunikasi yang canggih, kirim aja SMS atau telepon, bisa ngucapin selamat dan minta maaf. Ini insya Allah lebih bermakna ketimbang kita gila belanja atau menghamburkan uang untuk kebutuhan yang tak terlalu perlu.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Banyak berdoa dan berdzikir </strong></p>
<p>Sobat muda muslim, Islam ngajarin kita untuk disunnahkan memperbanyak dzikir berupa takbir, tahmid, tasbih dan tahlil di malam Idul Fithri. Itu sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Ta&#8217;ala karena senantiasa mendapatkan berbagai nikmat, hingga bisa merayakan Idul Fithri dan berharap puasa kita diterima olehNya. Allah Swt. berfirman:</p>
<p dir="rtl"><strong>???????????????? ?????? ????? ??? ????????? ????????????? ???????????</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;&#8230;dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.&#8221;</em> <strong>(QS al-Baqarah [2]: 185)</strong></p>
<p>Allah Swt. juga menyampaikan firmanNya (artinya): <em>&#8220;Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.&#8221;</em> <strong>(QS al-Hasyr [59]: 23)</strong><strong></strong></p>
<p>Dalam ayat lain, Allah <em>?Azza wa Jalla</em> juga berfirman:</p>
<p dir="rtl"><strong>????????? ???????? ??????? ??????????????? ??????? ????? ?????????</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.&#8221;</em> <strong>(QS an-Nashr [110]: 3)</strong><strong></strong></p>
<p>Yup, betul banget kalo di malam Idul Fithri kita diminta untuk lebih banyak berdzikir dan berdoa. Mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sepanjang malam juga sepanjang hari di 1 Syawal tersebut. Ini untuk nunjukkin bahwa kita nggak ada apa-apanya di hadapan Allah Swt. Kalo saja nikmat sehat dicabut, kita bisa sakit. Nikmatnya makanan nggak bakalan terasa, bahkan kita berbaring tak berdaya, ada juga di antara kita sampai koma berhari-hari di rumah sakit. <em>So</em>, kalo kita masih bisa menghirup nafas kita dengan gratis tanpa bantuan alat, kalo kita masih diberi umur panjang hingga bisa merayakan Idul Fithri, itu artinya Allah Ta&#8217;ala sayang sama kita. Maka, sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita, kita udah sepantasnya kalo memanjatkan doa tanda syukur dan senantiasa mengagungkan nama Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantisa bersyukur dan selalu mencari ridho Allah Swt. dalam kehidupan di dunia fana ini. Supaya ketika kembali kepadaNya kita sudah bisa berbangga dengan banyaknya amal shalih yang kita kerjakan sambil berharap rahmat Allah atas kita. Amin.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Perhatikan makanan dan minumanmu</strong></p>
<p>Sobat muda muslim, meski pada Idul Fithri kita dibolehkan makan dan minum sambil bergembira-ria karena sudah selesai shaum <em>full</em> sebulan, tapi bukan berarti sepuasnya dan sesukanya dalam <em>menggares</em> (mengkonsumsi makanan-minuman). Tetep ada aturan mainnya dong. Jangan sampe berlebihan apalagi mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram. Pernah lho ada kejadian, pas lebaran ada juga sekelompok remaja muslim di kampung saya yang merayakannya dengan minum-minuman keras. Waduh, itu sih namanya berpesta dengan kemaksiatan. Semoga kita semua terhindar dari perbuatan maksiat tersebut dan maksiat lainnya.</p>
<p>Kenapa perlu memperhatikan makan dan minuman yang bakal masuk ke tubuh kita saat Idul Fithri? Yup, sebab biasanya sih alat pencernaan kita ?merasa kaget&#8217;, karena selama bulan Ramadhan tuh ritmenya teratur hanya ?bekerja berat&#8217; pada pagi dan sore hari saja. Tapi pas Idul Fithri bisa jadi malah nonstop seharian kerja berat mengolah makanan. Mau yang enak di lidah atau pahit di lidah, alat pencernaan kita nggak pernah pilih-pilih, tapi risiko ditanggung sendiri. Kalo sampe kejadian <em>menwa</em> alias mencret <em>wae</em> (baca: <em>always</em> mencret) itu bukan salah alat pencernaan kita, tapi salah kita karena masukkin benda-benda yang berpotensi bikin teler alat pencernaan kita. Opor ayam, ketupat, rendang, rujak kangkung, bakwan, ikan asin, sirup, soft drink, bir pletok (baca: bandrek), bajigur, en apa aja masuk. Nyaris sepanjang hari. Gimana nggak kolaps tuh usus dan lambung kita. <em>So</em>, jaga diri ya. Jangan sampe mentang-mentang dikasih kesempatan berbuka di hari raya, eh kita malah lupa diri. Ngumpanin mulut dan lidah kita dengan yang enak-enak tanpa memikirkan bagian pencernaan. Nggak seru banget kan kamu masuk rumah sakit gara-gara nggak ngontrol makanan dan minuman saat Idul Fithri?</p>
<p>?</p>
<p><strong>Takwanya meningkat dong ya</strong></p>
<p>Brur en Sis, Allah Swt. mewajibkan shaum (puasa) di bulan Ramadhan selama sebulan penuh targetnya adalah supaya kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Tentu nggak semua orang bisa melakukannya, bahkan Allah Swt. pun hanya memerintahkan kepada orang-orang yang beriman saja. Itulah sebabnya kadang kita masih melihat banyak kaum muslimin yang masih tidak berpuasa di bulan Ramadhan padahal nggak ada udzur syar&#8217;i yang membolehkannya tidak berpuasa. Seorang muslim, yakni orang Islam, belum tentu beriman (mukmin) dengan penuh kepada Allah Swt. Tapi, seorang mukmin, insya Allah ia sudah sekaligus muslim. Semoga saja kita termasuk orang-orang yang bukan hanya sebagai muslim, tapi sekaligus mukmin. Sehingga perintah shaum Ramadhan kepada kaum mukminin ini berbuah takwa sebagaimana firmanNya:</p>
<p dir="rtl"><strong>??? ???????? ????????? ???????? ?????? ?????????? ?????????? ????? ?????? ????? ????????? ??? ?????????? ??????????? ??????????</strong><strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,&#8221;</em> <strong>(QS al-Baqarah [2]: 183)</strong></p>
<p>Betul sekali, sungguh nikmat banget kalo shaum kita membekas dalam perilaku kita. Membekas dalam ibadah kita, membekas dalam pengamalan syariat Allah dan RasulNya. Insya Allah kita menjadi jawara sejati setelah Idul Fihtri, makin takwa setelah Ramadhan. Itu artinya Ramadhan benar-benar sudah menjadi tempat penempaan diri untuk melatih kesabaran kita, rasa syukur kita, keimanan kita, dan keyakinan akan ampunan Allah Swt. jika kita mau bertobat atas segala dosa.</p>
<p>Selama bulan Ramadhan ini kita udah terbiasa hidup teratur dan memiliki rasa takut yang cukup tinggi kepada Allah Swt. Kita rela menahan untuk tidak makan dan minum di siang hari semata karena kita taat kepada Allah Swt. dan menjaga puasa kita agar tidak batal. Betapa kita rela mati-matian istiqamah dalam menjalankan perintah Allah ini. <em>Subhanallah.</em></p>
<p>Siang dan malam hari jadi giat beribadah seolah hari esok maut menjemput kita. Semarak shalat tarawih berjamaah memberikan suasana kebersamaan yang tinggi, tilawah al-Quran bergema hebat dari mulut kita. Juz demi juz kita lalui dengan penuh semangat dan keikhlasan sehingga begitu Ramadhan selesai, al-Quran khatam dibaca. Semoga amalan kita diterima Allah Swt. Jerih payah beribadah siang dan malam semoga menambah nilai takwa kita di hari-hari ke depanya. Jangan sampe deh, ibadah yang rajin dan taat menjalankan perintah Allah Swt. hanya terjadi di bulan Ramadhan saja. Sayang banget.</p>
<p>Maka, agar kita tetap bisa menjalankan ibadah di luar Ramadhan dan makin kuat ketakwaan kita, nggak ada salahnya kita ciptakan suasana yang sama dengan saat Ramadhan. Agar kita senantiasa merasa dekat dengan Allah Swt. dan dihindarkan dari perbuatan dosa. Kamu pernah dengar kan lagunya Opick yang berjudul <em>Tombo Ati</em>? Isinya pasti kamu pada hapal deh. Yup, obat hati itu ada lima perkara. Pertama, membaca al-Quran (meresapi makna untuk mencerahkan akal dan jiwa). Kedua, shalat malam (agar bisa meraih disiplin orang-orang shalih). Ketiga, bergaul dengan orang-orang shalih (untuk mendapatkan ilmu dan nasihatnya). Keempat, shiyam, yakni puasa (agar lapar kita berbuah sadar). Kelima, dizkir malam (membiasakan dzikir di malam hari di saat banyak manusia terlelap dalam tidurnya).</p>
<p>Nah, semoga saja ini bisa membuat kita senantiasa menumbuhkan ketakwaan meski Ramadhan sudah berlalu meninggalkan kita. Artinya, ada hasilnya gitu lho. Shaum Ramadhan berbuah takwa, bukan cuma dapetin lapar dan haus doang.</p>
<p>Terakhir, ada hadis qudsiy yang oke banget untuk memotivasi agar kita senantiasa dekat dengan Allah untuk meraih takwa kepadaNya:</p>
<p dir="rtl"><strong>????? ????????? ????????? ??????? ??????? ??????????? ???????? ???????? ?? ????? ????????? ??????? ???????? ?????? ?????? ?? ????? ????????? ???????? ?????????? ??????????</strong></p>
<p><em>?&#8221;Jika seorang hamba mendekat kepadaKu sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta; jika ia mendekatiKu sehasta, aku akan mendekatinya sedepa; jika ia datang kepadaKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari&#8221;</em> <strong>(Shahih Bukhari, XI/199)</strong></p>
<p>Oke Bro, Ramadhan udah di akhir perjalanannya. Idul Fithri menjelang. Entah, harus bergembira atau bersedih. Sebab, di satu sisi kita bergembira dengan datangnya Idul Fithri, tapi kita juga pantas bersedih ketika hendak meninggalkan Ramadhan. Bulan yang telah ?mempermak&#8217; kita menjadi orang yang taat dan gemar beramal shalih demi meraih ridho Allah Swt. Khawatir kalo tahun depan kita nggak bertemu lagi dengan Ramadhan. Tapi, semoga kita bisa jumpa lagi dengan Ramadhan di tahun depan. Kalo pun nggak, semoga kita bisa reuni di surgaNya kelak.</p>
<p>Nah, saya dan seluruh kru Buletin Remaja gaulislam, yang selama hampir setahun ini menemani kamu semua berbagi ilmu dan mengenal Islam, mohon maaf lahir-bathin jika ada banyak salah dan selamat hari raya Idul Fithri 1429 H. <em>Taqabalallahu minna wa minkum</em>. Semoga kita kian bertakwa kepada Allah Swt. Amin. <strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/makin-takwa-setelah-ramadhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Miskin Dilarang Hidup</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/orang-miskin-dilarang-hidup</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/orang-miskin-dilarang-hidup#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 01:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1466</guid>
		<description><![CDATA[edisi 048/tahun I (22 Ramadhan 1429 H/22 September 2008) Bro, kayaknya masih membekas deh dalam ingatan kita semua soal meninggalnya 21 orang saat antri ngambil jatah pembagian zakat oleh seorang pengusaha di Pasuruan pada pertengahan September 2008 lalu. Kalo ngeliat faktanya, zakat salah satunya emang harus diberikan kepada warga miskin. Kita miris banget euy, ngelihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 048/tahun I (22 Ramadhan 1429 H/22 September 2008)</p>
<p>Bro, kayaknya masih membekas deh dalam ingatan kita semua soal meninggalnya 21 orang saat antri ngambil jatah pembagian zakat oleh seorang pengusaha di Pasuruan pada pertengahan September 2008 lalu. Kalo ngeliat faktanya, zakat salah satunya emang harus diberikan kepada warga miskin. Kita miris banget <em>euy</em>, ngelihat di layar televisi ratusan orang berebut jatah zakat yang dibagikan. Minimnya pengamaman dan cara pembagiannya yang dipusatkan di satu tempat menjadi alasan utama peristiwa menyedihkan tersebut terjadi.</p>
<p>Sebelumnya, kita juga disuguhi pemandangan yang nggak kalah menyedihkannya. Ada banyak orang yang-karena kemiskinannya-harus melakukan perbuatan yang bisa membahayakan kesehatan orang lain. Kamu masih ingat juga kan? Yup, daging rusak hasil pengumpulan sisa makanan dari berbagai rumah makan. Parahnya, tuh makanan sisa ditaro bersisian bareng dengan kumpulan barang bekas lainnya. Boleh dibilang itu udah makanan sampah deh. Untuk mengelebui calon pembeli, daging itu digoreng sampe kering. Dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga yang murah. Pembelinya siapa? Warga miskin juga, Bro. Sedih banget.<span id="more-1466"></span></p>
<p><em>Boys and gals</em>, jumlah orang miskin di negeri ini emang cukup banyak. Nggak perlu data statistik yang dipake pun kita udah bisa ngelihat dengan jelas. Data statistik itu cuma ukuran-meski bisa juga berbohong dengan statistik-untuk menentukan berapa jumlah dan prosentasenya aja. Meningkat atau menurun digambarkan dalam bentuk jumlah dan persen. Supaya kelihatan dramatis, dibandingkanlah dengan data sebelumnya. Kalo berkurang jumlah orang miskinnya berarti ada peningkatan kesejahteraan. Kinerja pemerintah bisa dinilai baik ketika bisa mengurangi angka kemiskinan. Begitu juga sebaliknya. Intinya, data itu cuma alat ukur. Meski seringnya juga datanya salah yang mengakibatkan keliru juga mengambil keputusan.</p>
<p>Oya, Presiden SBY pernah menegaskan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan dari 17,7 persen pada 2006, menjadi 15,4 persen dari total jumlah penduduk Indonesia pada Maret 2008. Angka kemiskinan tahun 2008 ini merupakan yang terendah, baik besaran maupun prosentasenya, selama 10 tahun terakhir.</p>
<p>&#8220;Tren penurunan angka kemiskinan ini juga terjadi walaupun kita menggunakan kriteria angka kemiskinan Bank Dunia. Ini merupakan suatu kemajuan yang nyata dan patut kita syukuri,&#8221; ungkap Presiden, saat menyampaikan pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah tentang RAPBN 2009, di hadapan Sidang Paripurna DPR, di Jakarta, 15 Agustus 2008.</p>
<p>Benarkah menurun? Nyatanya nggak juga kok. Banyak pengamat ekonomi bilang data itu diambil sebelum kenaikan harga BBM akhir Mei 2008 lalu. &#8220;Pemerintah harus melihat kenyataannya lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya data yang ada kadang tidak sesuai fakta yang ada,&#8221; ujar ekonom Indef Aviliani seperti yang dilansir okezone.com (15/08/2008).</p>
<p>Aviliani menambahkan, padahal saat pengambilan sampel untuk survei Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tersebut tidak mencerminkan dampak kenaikan harga BBM yang dilakukan pada akhir Mei 2008.</p>
<p>Oke, kita kayaknya udah tahu gimana memperlakukan data statistik. Kita bisa menunjukkan kepada siapa pun dengan angka statistik, tapi banyak juga orang menggunakan data statistik untuk berbohong demi kepentingan tertentu. Jadi kacau banget kan? Hehehe.. nggak usah ikut-ikutan bingung apalagi berdebat soal data statistik, karena jumlah orang miskin tetap banyak dan itu bisa kita lihat faktanya dengan mata telanjang. Nggak perlu pake data statistik segala. Iya nggak sih?</p>
<p><strong>Nggak hidup layak</strong></p>
<p>Brur en Sis, dalam kehidupan sehari-hari udah sangat jelas bahwa banyak orang yang nggak hidup layak. Di Jakarta, kolong jembatan layang bukan sebatas tempat berteduh di kala panas dan hujan, tapi sudah menjadi ?surga&#8217; untuk hidup di bawahnya, berkembang-biak, dan menyambung hidup di ganasnya belantara ibu kota. Kalo kamu pernah naik kendaraan menelusuri jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta, di bawah jembatan layang itulah banyak dari saudara kita yang bermukim di sana. Gubuk-gubuk bertebaran dan berdesakan di bawah sana. Sementara nggak jauh dari situ, puluhan ?gubuk pencakar langit&#8217; (baca: apartemen) berdiri megah menampung ribuan orang yang bisa membeli atau menyewanya dengan harga mahal. Sebuah ironi. Tapi, itulah memang kenyataannya. Ini baru di satu tempat lho, belum tempat lain di sudut-sudut gelap Jakarta, Bro.</p>
<p>Untuk warga miskin di kota besar, jangankan kepikiran untuk ngomongin soal pendidikan bagi anak-anak mereka, untuk urusan dapur aja seringnya nggak mencukupi. Gimana nggak, kerja seharian banting-tulang dan peras-keringat, penghasilannya hanya berkisar di angka Rp 20 ribu ampe Rp 30 ribu. Malah ada yang di bawah banget, yakni nggak nyampe Rp 10 ribu sehari. <em>So</em>, wajar kalo ada di antara mereka yang berpikir ?kreatif&#8217; dengan menjual daging rusak dan nggak layak konsumsi. Siapa tahu bisa menyambung hidupnya yang empot-empotan. Kasihan memang.</p>
<p>Sobat muda muslim, boleh dibilang kemiskinan itu bikin segalanya jadi susah. Mau belajar susah kalo nggak punya duit banyak, karena pendidikan sekarang hanya bisa dibeli dengan duit yang nggak sedikit. Memangnya ada pendidikan gratis di jaman sekarang? Ada kok. Tapi kualitas dan fasilitasnya ya seadanya gitu. Lagipula jumlahnya nggak sebanyak sekolah yang harus bayar. Sehingga akses untuk mendapatkan pendidikan pun jadi terbatasi bagi warga miskin. Maka, wajar kalo kemudian ada penulis yang bikin buku: <em>Orang Miskin Dilarang Sekolah</em> sebagai bentuk satire alias sindiran kepada siapa pun terutama pemerintah.</p>
<p>Bagaimana dengan kesehatan? Hmm.. nggak jauh beda <em>euy</em>. Bagi warga miskin, kesehatan tak mudah untuk bisa mereka dapatkan begitu saja. Memang pemerintah melalui Departemen Sosial dan Departemen Kesehatan ngadain banyak program untuk memperhatikan warga miskin, khususnya di bidang kesehatan, tapi prosedur untuk ngedapetin surat keterangan miskin aja agar bisa berobat berbelit sampe akhirnya orang yang sakit jadi malas ngurus begituan. Hasilnya, ya pasrah aja sampe maut menjemput. Duh, sampe segitunya ya? Jadi bener nih orang miskin dilarang hidup?</p>
<p>Mungkin sebagian orang berpikir, daripada tinggal di kota besar tapi hidup nggak layak, pulang kampung saja. Hmm.. nggak semua orang bisa hidup enak di kampung halamannya. Justru banyak orang desa yang niat awalnya datang ke ibu kota adalah untuk mengadu nasib. Di desa udah nggak ada yang bisa dikerjakan, karena di desanya juga kemiskinan menderanya tak kunjung henti. Kalo di kota besar, paling nggak kalo mau rajin bisa dapet duit. Ngamen di bis atau di perempatan lampu merah, atau jadi pemulung barang-barang bekas yang bisa didaur-ulang, atau sebagian ada juga yang merasa harus mengeksploitasi cacat tubuhnya untuk memicu iba dari banyak orang demi ngumpulin rupiah. Banyak yang bisa dilakukan di kota besar. Mulai dari yang terpuji sampai yang tercela, dari yang baik sampe yang buruk, dari yang benar sampe yang salah. Bergantung kepada kualitas iman yang dimilikinya.</p>
<p><strong>Kemiskinan struktural</strong></p>
<p>Miskin, menurut Imam Syafi&#8217;i dan jumhur ulama, adalah &#8220;memiliki sesuatu (penghasilan/pendapatan) tapi tidak mencukupi (kebutuhan pokok)&#8221;. Secara sunatullah kemiskinan telah muncul dalam kehidupan manusia. Allah Swt. emang meninggikan rizki sebagian manusia atas sebagian yang lain. Sebagaimana firman Allah Swt.:</p>
<p dir="rtl"><strong>??????? ???????? ????????? ????? ?????? ???? ????????? ?????????? ???? ????? ??????? ??????? ?????? ???????</strong><strong><em> </em></strong></p>
<p><em>&#8220;Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8221;</em> <strong>(QS al-Ankabuut [29]: 62)</strong></p>
<p>Bro, secara faktual atau kenyataannya, Pak A.M. Saefudin, mantan Menpangan, pernah membagi kemiskinan sebagai kemiskinan alamiah (<em>natural poverty</em>) dan kemiskinan struktural (<em>stuctural poverty</em>). Yang pertama, terjadi karena misalnya cacat mental atau fisik, lahir dari dan dalam keadaan keluarga miskin dan faktor lain yang tak terduga (bencana alam, kebangkrutan dan lain-lain). Sedangkan kemiskinan struktural diciptakan oleh sistem, nilai dan perilaku bejat manusia.</p>
<p>Dalam masyarakat sekarang yang dibangun atas dasar kapitalisme-sekularisme, sangat mungkin terjadi yang namanya kemiskinan struktural. Kemiskinan buatan akibat diterapkannya kebijakan oleh pemerintah yang berakibat kepada kemiskinan massal untuk kalangan tertentu dan kekayaan massal untuk kalangan tertentu pula. Lihat deh, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Nggak imbang banget.</p>
<p>Akibat diterapkannya kebijakan kenaikan harga BBM pada akhir Mei 2008 lalu, kini jadi banyak warga miskin baru. Nggak perlu angka statistik yang rumit, karena faktanya bisa kita jumpai di sekitar kita. Silakan tajamkan mata untuk melihat kenyataan. Asahlah kepekaan telinga untuk mendengar jeritan tertahan warga miskin yang antre minyak tanah (meski kini udah semakin langka karena diganti gas elpiji-yang ternyata juga ikutan susah dicari karena belum terdistribusi semua dan produksinya belum cukup). Dampak ikutannya juga nggak kalah mencekik, maka kita saksikan bersama harga-harga sembako merayap naik secara mengejutkan karena ongkos kirim membengkak gara-gara harga BBM naik, ongkos transportasi juga ikutan melambung tinggi. Biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan lainnya yang merupakan bagian dari rangkaian akibat kebijakan tersebut akhirnya makin bikin parah keadaan. Yup, kita sengsara bersama kapitalisme.</p>
<p>Kita semua sadar dan tahu bahwa kemiskinan akan selalu ada dalam masyarakat apapun. Hanya saja masalahnya adalah, bagaimana upaya untuk menanggulangi dan memecahkan problem kemiskinan tersebut. Bila bicara tentang pengaturan dan pemecahan problem kemiskinan, maka hal ini jelas berkaitan erat dengan sistem yang diterapkan oleh negara yang bersangkutan. Tak mustahil, kemiskinan yang sifatnya sudah <em>sunatullah</em> akan tetap langgeng karena negara membantu memperparah kemiskinan tersebut dengan sistem yang diterapkannya. Inilah yang berbahaya dan sangat mematikan kehidupan masyarakat.</p>
<p>Dalam sistem kapitalisme, para konglomerat (baik kelas kakap maupun kelas teri) dengan leluasa bisa mengendalikan sistem perekonomian. Penimbun misalnya, mereka bisa dengan bebas mengumpulkan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat, kemudian menunggu waktu yang pas untuk dilempar ke konsumen dengan harga yang melambung. Ironinya, negara masih percaya dan rela diinjak-injak di bawah telapak kaki para konglomerat. Nggak bisa apa-apa. Jelas ini akan membuat masyarakat menderita karena harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Hasilnya, kemiskinan alaminya udah ditambah dengan kemiskinan struktural yang membuat masyarakat semakin terpuruk.</p>
<p>Apa yang harus kita lakukan? Hmm.. nggak usah jauh-jauh nyari jalan keluar, Islam udah punya solusinya, kok. Tentu jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Sistem Islam akan mengupayakan langkah-langkah dalam mensejahterakan rakyat. Pertama, mengharamkan penimbunan harta. Islam melarang siapapun yang menimbun harta. <em>Ihtik?r</em> (penimbunan) hukumnya haram. Sa&#8217;id bin al-Musayyab dari Ma&#8217;mar bin Abdullah al-Adawi menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: &#8220;<em>Tidak akan melakukan penimbunan selain orang yang salah (al Kh?thi`</em>)&#8221; <strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Hal ini umum berlaku untuk semua barang termasuk makanan. Al-Asram meriwayatkan dari Abi Umamah dengan menyatakan: &#8220;<em>Rasulullah saw. telah melarang penimbunan makanan</em>.&#8221;</p>
<p>Karena itu, tindak penimbunan ini merupakan suatu tindakan kriminal. Islam menetapkan hukumannya adalah <em>ta&#8217;z?r</em>. Artinya, bisa diambil salah satu atau kombinasi dari bentuk hukum Islam baik denda, cambuk, diasingkan, penjara, dipotong tangan, atau hukum Islam lain seperti hukuman mati. Sekalipun demikian, Abdurrahman al-Malikiy menyatakan hukuman bagi penimbun adalah hukum cambuk dan penjara tiga tahun (<em>Nizham</em> <em>al &#8216;Uq?bt</em>, hlm. 191).</p>
<p>Kedua, memerintahkan agar harta beredar di seluruh anggota masyarakat, tidak hanya beredar di kalangan tertentu saja. Sebagai firman Allah Swt. (yang artinya): <em>&#8220;supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.&#8221;</em> <strong>(QS al-Hasyr [59]: 7)</strong></p>
<p>Ketiga, pemerintah hendaklah mengeluarkan dana khusus untuk kebutuhan mendesak anggota masyarakatnya. Bisa diambil dari Baitul Maal (bukan Baitul Maal yang ada sekarang, itu<em> mah</em> cuma nama doang), Baitul Maal di masa Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) adalah &#8220;rumah harta&#8221; yang disuplai pemasukannya dari zakat, jizyah, dan pos pemasukan lainnya (lebih lengkap bisa dibaca dalam Kitab <em>al-Amwal fi Daulah al-Khilafah</em>, karya Syaikh Abdul Qadim Zallum). Cadangan harta yang ada di situ bisa digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat.</p>
<p>Keempat, menetapkan hukum waris, sebagai upaya untuk memecah dan membagikan harta kepada yang berhak atasnya. Kalo sekarang, orang malah rebutan harta waris. Yang seharusnya berhak kagak dapet, yang seharusnya nggak dapat malah ngambil paling banyak. Kacau banget kan?</p>
<p>Kelima, Islam melarang berlaku kikir dengan tidak menikmati dan memanfaatkan harta yang dimilikinya dalam batas-batas yang ditentukan syara&#8217;. Yup, dilarang bagi kaum muslimin untuk pelit bin kikir, dan tentu dianjurkan untuk berbagi dengan sesamanya. Dilarang pula kaum muslimin untuk membelanjakan hartanya di jalan yang maksiat atau menikmati kemaksiatan dengan hartanya.</p>
<p>Keenam, Islam menjadikan sebab-sebab pemilikan harta berdasarkan hukum syara&#8217;, dengan beberapa cara. Dalam hal ini Islam akan melarang bentuk sistem ekonomi ribawi. Akan diatur tuh, dapetnya dari mana. Kalo hasil judi, hasil nyolong atau korupsi pasti akan dimintai pertanggungan-jawabnya dan hukuman siap menanti.</p>
<p>Insya Allah, dengan adanya aturan dan sanksi yang diterapkan Islam, nggak bakalan ada lagi orang miskin yang hidupnya nggak layak, apalagi dilarang hidup dengan dibiarkan mereka nyari selamat sendiri. Tapi inget lho, kapitalisme-sekularisme, yakni sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara saat ini, sampe tuyul gondrong juga nggak bakalan bisa menyelesaikan masalah ini-termasuk masalah kehidupan lainnya. Cuma Islam yang bisa. Namun ada syaratnya, yakni Islam yang diterapkan dan dijadikan sebagai ideologi negara. Setuju kan? Harus dong ya. <strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/orang-miskin-dilarang-hidup/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Ceria Tanpa Maksiat</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ramadhan-ceria-tanpa-maksiat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/ramadhan-ceria-tanpa-maksiat#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 00:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1457</guid>
		<description><![CDATA[edisi 047/tahun I (15 Ramadhan 1429 H/15 September 2008) Tepat saat kamu membaca buletin gaulislam edisi kali ini, Ramadhan kamu pas udah di tengah-tengah. Betul apa bener? Ramadhan udah separuh? jalan, itu artinya separuh langkah lagi bakal menjumpai Idul Fitri (dalam bahasa pasaran di sini disebut lebaran). Gimana perasaan kamu menjelang lebaran yang itu artinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 047/tahun I (15 Ramadhan 1429 H/15 September 2008)</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Tepat saat kamu membaca buletin gaulislam edisi kali ini, Ramadhan kamu pas udah di tengah-tengah. Betul apa bener? Ramadhan udah separuh? jalan, itu artinya separuh langkah lagi bakal menjumpai Idul Fitri (dalam bahasa pasaran di sini disebut lebaran). Gimana perasaan kamu menjelang lebaran yang itu artinya mengakhiri Ramadhan? Pasti nano-nano kali yah, ada senengnya, ada sedihnya ada harap-harap cemas alias H2C. Kok bisa?</p>
<p>Seneng karena lebaran adalah momen kemenangan dari menahan hawa nafsu selama sebulan penuh. Siapa juga yang nggak senang bila ia meraih kemenangan, tul kan? Sedih karena meninggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah Swt. H2C alias harap-harap cemas karena kita nggak bakal tahu seberapa panjang umur kita sehingga bisa menjumpai Ramadhan tahun depan. Nah, mumpung masih suasana Ramadhan, semangat ini kudu kamu jaga hingga akhir nanti bahkan selama 11 bulan berikutnya dong ya. Jangan cuma taat dan insaf ketika Ramadhan aja, tapi kemudian malah balik lagi berbuat maksiat ketika di bulan lain. <em>Naudzubillah</em> banget deh!<span id="more-1457"></span></p>
<p><strong>Fenomena bunglon</strong></p>
<p>Kamu tahu binatang bunglon? Itu tuh, yang kulitnya suka berubah-ubah warnanya tergantung di mana ia hidup. Kalo pas ia ada di tanah, warna kulitnya jadi coklat kehitaman kayak tanah. Kalo pas di deket daun, warna kulitnya jadi ikutan hijau kayak daun. Pokoknya ?plin-plan&#8217; gitu deh, tergantung situasi dan kondisi. Wajar aja sih, namanya juga hewan.</p>
<p>Tapi jangan salah, banyak banget manusia saat ini yang demen ikutan jejak si bunglon. Ketika Ramadhan menjelang, banyak cewek jadi pake kerudung. Apalagi dengan <em>booming</em>-nya film Ayat-Ayat Cinta dan wajah cantik Rianti Cartwright yang pake cadar, banyak banget cewek jadi ikut-ikutan. Tapi karena Mbak Rianti sendiri pake kerudung dan cadar pas cuma main film, maka banyak cewek juga ikut-ikutan pake kerudung dan menutup aurat secara bongkar pasang alias nggak konsisten. Momen Ramadhan pun menjadi waktu yang pas buat tampil dengan penampilan baru full ?kerudung Humairah&#8217; yang lagi tren kayak di sinetron.</p>
<p>Nggak ada yang salah sih dengan tren ?kerudung Humairah&#8217;, cuma jadi salah kalo berkerudungnya muslimah bukan karena kesadaran tapi cuma ikut-ikutan aja. Bintang pujaan pake kerudung, dia ikutan. Besoknya bintang pujaan lepas kerudung, eh&#8230;dia ikutan juga. Gawat kan?</p>
<p>Itu dari segi busana, belum lagi dari segi perilaku dan akhlak. Baju boleh berjilbab bagi yang cewek, berpeci dan berbaju koko bagi yang cowok. Sah-sah aja kok dengan itu semua. Tapi jadi aneh ketika cewek berjilbab dan cowok berpeci jalan berduaan padahal mereka non mahrom dan jelas bukan suami istri. Di sinilah yang namanya kebajikan dan kebatilan dicampur aduk nggak karuan dengan takaran suka-suka. Kalo es campur sih emang segar. Lha kalo ini, air susu dicampur air comberan, emang kamu mau meminumnya? Ih&#8230;nggak banget deh.</p>
<p>Fenomena inilah yang saat ini berusaha ditawarkan oleh sinetron bunglon yang pastinya juga dihuni oleh para seleb bunglon juga. Gaul bebas tapi dengan bungkus Islam biar laku dijual. Apalagi yang jadi produsernya kebanyakan bukan muslim. Sudah pasti pertimbangan sesuai or nggaknya dengan hukum Islam nggak jadi soal. Yang penting gimana produknya laku dan banyak yang pasang iklan. Ujung-ujungnya duit juga. Khas kapitalis banget, Non!</p>
<p><strong>Kenapa terjadi?</strong></p>
<p>Tidak lain dan tidak bukan, itu semua terjadi karena dangkalnya pemahaman umat Islam terhadap Islam itu sendiri. Islam dianggap sebagai ibadah ritual semata yang muncul cuma di bulan Ramadhan. Maka tak heran banyak orang jadi kelihatan islami ketika bulan Ramadhan tiba. Tayangan-tayangan TV juga jadi ikut islami meski kesannya terpaksa, gitu. Gimana nggak kalo tema yang diangkat nggak beda jauh dengan sinetron umumnya yaitu seputar pacar, harta dan dendam. Bedanya para pemainnya pada pake kerudung, pake nama islami dan istilah yang dipake juga yang berbau Islam semacam ta&#8217;aruf.</p>
<p>Selain karena lemahnya pemahaman Islam di tubuh kaum muslimin, merasuknya paham materialisme sudah begitu membudaya di kalangan masyarakat kita. Agama pun menjadi komoditi dagangan selama bisa menghasilkan uang. Tak masalah menutup aurat meskipun gerah dan panas asal tawaran job makin membanjir. Mereka takut dosa nggak sih? <em>Walllahu&#8217;alam</em> itu <em>mah</em>. Tapi yang pasti kalo emang takut dosa mereka udah ninggalin dunia entertainment itu. Kamu bisa nilai sendiri deh. <em>So</em>, jadinya banyak kita saksikan para selebritis yang berkerudung tapi juga aktif pacaran, menutup aurat tapi mainnya ke diskotik. Tak heran, bila generasi STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan) jadi membudaya di tengah masyarakat terutama remaja kita.</p>
<p>Baju muslim dan muslimah hanya dijadikan pilihan mode saja tanpa ada kesadaran penuh tentang syariat Islam. Memang sih, pilihan baju seseorang tidak lantas menunjukkan kualitas takwanya. Tapi seharusnya penampilan luar itu merupakan salah satu indikasi tentang ketaatan manusia kepada Sang Khalik. Jadi tak peduli bulan Ramadhan atau bulan lainnya, menutup aurat sesuai syariat tetap wajib. Akhlak yang baik dan terpuji juga kudu itu. Nggak ada tuh yang namanya pemisahan antara agama dengan kehidupan alias sekulerisme. Islam adalah satu kesatuan yang utuh dalam membentuk pribadi muslim, bukan pribadi bunglon.</p>
<p><strong>Jangan mau jadi bunglon!</strong></p>
<p>Bagi kamu yang merasa diri sebagai manusia, jangan mau disamakan dengan bunglon. Kamu kudu punya jati diri yang jelas. Dalam hal ini, jati dirimu Islam saja. Dengan standar Islam kamu berpakaian. Dengan standard Islam, kamu berbuat dan berakhlak. Semua kamu lakukan dengan penuh kesadaran, bukan cuma bisa ikut-ikutan aja.</p>
<p>Ramadhan bagi kamu yang merasa menjadi manusia utuh, bukan tipe bunglon adalah ajang untuk menempa diri agar menjadi manusia bertakwa. Bila kamu yang sebelumnya masih belum menutup aurat dengan sempurna, sholat masih bolong-bolong, masih suka nyontek pas ulangan, masih suka bengal terhadap guru dan orang tua, maka inilah saat yang tepat untuk berbenah diri. Keinsafan yang kamu lakukan itu serius, dengan sebenarnya. Bukan cap tomat alias sekarang pas Ramadhan tobat eh&#8230;selepas Ramadhan kumat lagi. Semoga kamu bukan tipe seperti ini ya.</p>
<p>Ramadhan itu hadir sebagai ajang untuk menempa kamu menjadi manusia bertakwa. Allah Swt. berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa</em> <strong>(QS al-Baqarah [2]: 183)</strong></p>
<p>Nah, ciri-ciri orang bertakwa itu menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Ketika kamu diperintahkan berpuasa, maka kamu kudu puasa biarpun nggak ada yang melihat. Jangan sampai berangkat dari rumah puasa karena malamnya ikutan makan sahur, eh&#8230;sampai sekolah mojok di kantin minum es teh. Terus, sorenya pura-pura lagi ikut berbuka bersama keluarga. Aduh..semoga kamu bukan tipe bunglon yang ini ya. Karena meskipun sepertinya nggak ada yang tahu perbuatanmu, tapi Allah Maha Mengetahui. Tak ada satu jengkal pun di bumi ini yang bisa sembunyi dari penglihatanNya.</p>
<p>Mungkin kamu bisa menipu mata manusia dengan bertingkah seperti bunglon. Tapi kamu nggak akan pernah bisa menipu Allah dan yang terutama dirimu sendiri. Nggak asyik banget jadi manusia yang nggak punya prinsip. Nggak keren jadi remaja plin-plan itu, lho. Sebaliknya, yang asyik dan keren itu adalah jadi remaja yang mampu berteriak ?gue tahu apa yang gue mau&#8217;. Maksudnya teriakan itu nggak usah kamu ucapkan kenceng-kenceng, entar malah keselek lho. Teriakan itu cukup tercermin dari sikapmu yang menjalankan syariat Islam tanpa perlu harus plin-plan. Jati dirimu sebagai seorang muslim dan muslimah jelas, nggak lagi kabur.</p>
<p>Oke deh, yang jelas kamu sekarang udah pada ngeh kalo Ramadhan itu bulan penempaan diri untuk mencapai derajat muttaqin. Ramadhan bukan bulan taat sementara tapi teus balik maksiat lagi sesudahnya, naudzhubillah. Oya, supaya Ramadhan kamu jadi lebih oke, nih ada langkah-langkah jitu buat kamu.</p>
<p><strong>Tips dan triks di bulan Ramadhan</strong></p>
<p>Di bawah ini ada langkah-langkah yang kayaknya pas banget buat kamu supaya Ramadhan kamu jadi lebih ceria dan bermakna.</p>
<p>Pertama, berpuasa kudu ikhlas, dong. Maksudnya kamu kudu bener-bener niat untuk menjalankan puasa sebulan penuh tanpa ada niatan untuk batal kecuali bila sakit atau ada halangan yang syar&#8217;i. Bakal rugi banget kalo sampai kamu batal puasa karena tergoda teman minum es campur, misalnya. Selain dosa besar, nilai dan pahala puasa di bulan Ramadhan tidak akan mungkin bisa diganti dengan puasa di hari lain sebanyak apa pun juga. Rasulullah bersabda: <em>&#8220;Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhsoh atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidupnya&#8221;</em> <strong>(HR. at-Tirmidzi)</strong></p>
<p>Kedua, tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan karena alasan berpuasa, kamu jadi bermalas-malasan untuk melakukan sesuatu. Belajar, membantu orang tua, berangkat ngaji dll itu kudu tetap harus dilakukan. Benar sih, tidurnya orang berpuasa itu memang berpahala, tapi beraktivitasnya orang berpuasa itu jauh lebih berpahala daripada cuma tiduran mulu. Jadi tak ada alasan lagi bagi kamu untuk merasa lemas dan malas ya. Inget lho. Ok?</p>
<p>Ketiga, perbanyak amal kebajikan semisal membaca al-Quran, ibadah sunah dan bersedekah. Sebab, setiap perbuatan baik di bulan Ramadhan itu dilipatgandakan ganjarannya. Rugi banget kan kalo kamu beribadah sekedarnya saja? Sholat tarawih jangan lupa dikerjakan supaya ibadah puasamu lebih afdhol. Ketika berangkat ke masjid atau musholla, niatkan mencari pahala dan ridho Allah saja. Nggak usah lirik-lirikan mencari gebetan dengan cuci mata. Ingat, ini bulan Ramadhan loh. Di bulan lain aja nggak boleh jelalatan, apalagi di bulan Ramadhan. Tul nggak sih?</p>
<p>Keempat, menjauhi hal-hal yang sia-sia dan tak berguna. Bergunjing, ngerumpi, ngegosip dan teman-temannya itu kudu dijauhi daripada nilai puasamu jadi ternoda karena perbuatan tersebut. Mending waktu yang ada digunakan untuk belajar bersama, tilawah bareng, atau ikut pengajian rame-rame. Dijamin Ramadhan kamu jadi indah dan bermakna karena bukan musuh yang dicari tapi persahabatan dan persaudaraan sejati.</p>
<p>Moga sedikit tips di atas bisa membantu kamu untuk melalui Ramadhan ini dengan penuh ketakwaan. Nggak ada jaminan dari siapa pun kalo kamu masih bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. <em>So</em>, jangan sia-siakan Ramadhan kali ini dengan beribadah secara asal aja. Maksimalkan amalmu dengan hal-hal positif untuk menabung pahala buat bekal di akhirat nanti. Ingat, pahala berlipat-ganda menanti kita lho di bulan mulia ini. Jadi, ayo berlomba-lomba dalam kebaikan dengan garis finish di surgaNya kelak, insya Allah. <strong>[ria: riafariana@yahoo.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/ramadhan-ceria-tanpa-maksiat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obama dan Oma Irama</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/obama-dan-oma-irama</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/obama-dan-oma-irama#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 23:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[edisi 046/tahun I (8 Ramadhan 1429 H/8 September 2008) Di Amrik sono, rakyatnya sedang mengharu-biru. Tengah tampil calon pemimpin yang ditunggu-tunggu banget oleh mereka; Barack Obama. Meski pemilu di Amrik belum dimulai, tapi banyak orang dan banyak media massa di Amrik yang udah kepincut ama Barack Obama. Masih muda, cerdas, jago pidato, dan &#8211; yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /> edisi 046/tahun I (8 Ramadhan 1429 H/8 September 2008)</p>
<p>Di Amrik sono, rakyatnya sedang mengharu-biru. Tengah tampil calon pemimpin yang ditunggu-tunggu banget oleh mereka; Barack Obama. Meski pemilu di Amrik belum dimulai, tapi banyak orang dan banyak media massa di Amrik yang udah kepincut ama Barack Obama. Masih muda, cerdas, jago pidato, dan &#8211; yang paling disuka rakyat AS &#8211; anti-perang. Beda banget dengan apa yang dilakukan pendahulunya, George Bush Jr. dari Partai Republik.</p>
<p><strong>Tampil beda</strong></p>
<p>Kehebatan Obama udah dimulai dengan terlebih dahulu mengalahkan kandidat capres sesama Partai Demokrat. Nggak tanggung-tanggung, yang dibikin keok adalah mantan <em>first lady</em> &#8211; ibu negara &#8211; Amerika Serikat; Hillary Clinton. Tapi Obama sukses merebut banyak suara dari para pendukung Partai Demokrat untuk menjadi satu-satunya capres mereka di ajang pemilu nanti.</p>
<p>Sekarang, Obama udah dijagokan bakal mengalahkan kandidat capres dari Partai Republik, McCain. Dalam konvensi Partai Demokrat yang baru berakhir minggu lalu, pidato Barack Obama dipuji banyak orang. Sejumlah orang terharu dan menangis. Dan tiap menit khalayak melakukan <em>standing ovation</em> dan bertepuk tangan.<span id="more-1422"></span></p>
<p>Konvensi Partai Demokrat di AS, menyedot banyak rakyat Amrik yang antusias. Sekitar 84 ribu orang datang menyongsong Obama. Stasiun televisi CNN menayangkan acara tersebut, yang diisi pidato tokoh-tokoh Demokrat, mantan Presiden AS Bill Clinton, John Kerry, cawapres Joe Biden dan pastinya capres Obama, tanpa jeda. Ada yang bilang itu berarti acara ini lebih ?hebat&#8217; ketimbang <em>American Idol</em> dan <em>Anugerah Oscar</em>. <em>Ya iyyalah!</em></p>
<p>Kenapa Barack Obama segitu memesona banyak orang di Amrik? Pertama, jelas peran tim suksesnya yang sukses jual kecap kehebatan Obama. Sering diceritain kalo Barack Obama ini rajin mengunjungi dan membela rakyat miskin, ngajarin pentingnya politik kepada kaum muda, dsb.</p>
<p>Kedua, Obama masih muda dan enerjik. Sementara lawannya McCain udah tua. Banyak warga AS yang menaruh harapan pada Obama yang muda, yang dipercayai bisa bikin perubahan. Maka banyak yang menyamakan Obama sama presiden J.F. Kennedy yang jadi presiden termuda di AS. Kebetulan keduanya dari Partai Demokrat.</p>
<p>Tapi kan Obama berkulit hitam? Itu memang sempat meragukan banyak kalangan. Soalnya dalam sejarah, belum ada satupun presiden AS yang berkulit hitam. Bahkan dulunya warga kulit putih AS giat memperbudak warga kulit hitam. Dan sampe hari ini, warga kulit hitam masih belum sepenuhnya lho setara dengan warga kulit putih. Nah, Obama diharapkan jadi terobosan baru di Amrik. Bahwa orang kulit hitam juga bisa jadi presiden.</p>
<p>Ketiga, Obama tampil di saat rakyat Amerika udah kesel banget sama pemimpin mereka dari Partai Republik, George Bush Jr. Itu orang gemar banget menebar perang atas nama ?melawan terorisme&#8217;. Setelah serangan terhadap gedung WTC 11 September 2001, pemerintah Bush melancarkan banyak ancaman perang buat siapa saja dan negara mana saja yang dituduh mendukung terorisme (maksudnya melawan kepentingan Amrik).</p>
<p><em>So</em>, atas nama demokrasi dan anti-terorisme, Afghanistan dan Irak diterjang. Hasilnya? Jutaan rakyat Irak yang tak bersalah &#8211; termasuk anak-anak, wanita dan orang tua &#8211; tewas disambar rudal dan peluru tentara koalisi pimpinan AS. Sebelumnya, sekitar 3 juta rakyat Irak sudah mati duluan karena embargo ekonomi oleh PBB. Alasannya Irak dicurigai punya senjata pemusnah massal berupa nuklir dan senjata biologis serta kimia. Semua kebijakan pembunuhan itu pastinya atas usulan Amrik, dong!</p>
<p>Di Indonesia, tekanan Amerika Serikat juga kerasa banget. Penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir adalah buah tekanan AS kepada pemerintah di sini. Begitupula pembentukan satuan keamanan antiteror Densus 88 adalah atas prakarsa dan bantuan Amrik.</p>
<p>Nah, akibat kelewat getol menekan bangsa-bangsa lain, ekonomi Amerika hancur lebur. Kemiskinan dan pengangguran meningkat dibanding era kepresidenan Bill Clinton. Selain itu, banyak orang tua di AS yang benci kepada Bush karena anak-anaknya yang menjadi tentara mati sia-sia di medan perang Irak dan Afghanistan. Apalagi sampai hari ini Bush ngotot untuk tidak menarik pasukan AS dari dua negara itu.</p>
<p>Makanya, Obama yang punya program beda jadi harapan baru rakyat AS. Obama berjanji bakal menarik pasukan AS dari Irak, mengurangi pajak untuk para pekerja AS, membangun sekolah-sekolah yang berkualitas dan menciptakan lapangan kerja.</p>
<p><strong>Kenapa ikut-ikutan?</strong></p>
<p>Ternyata, pesona Obama itu nggak cuma ada di Amrik sono, tapi banyak orang Indonesia yang juga kesengsem. Ada lho orang Indonesia ngefans sama Obama sampai-sampai bikin fans club-nya, bahkan ikutan ngedukung Obama jadi capres Amerika. Mereka juga ngajak-ngajak orang Indonesia untuk ngedukung capres keling alias berkulit hitam itu.</p>
<p>Malah, pesona Obama juga menular ke kalangan politisi muslim. Dalam sebuah acara dialog di sebuah stasiun televisi swasta, ada serombongan anak muda dari parpol Islam yang terinspirasi ama Obama. Ngaku sama-sama pengen punya pemimpin usia muda dan cinta perubahan. Pokoke, Obama jadi inspirator, weleh-weleh apa kekurangan idola muslim, akhi?</p>
<p>Orang Indonesia yang juga kesengsem ama Obama juga karena berharap pemerintah Amerika Serikat berubah sikap. Nggak melulu menekan dunia ketiga dan lebih <em>friendly</em>. Bahkan mereka berharap agar pemerintah AS nggak menyerang umat Islam, dan mau menciptakan perdamaian di Timur Tengah.</p>
<p>Selain itu, dukungan sebagian orang Indonesia pada Obama karena dia pernah besar tinggal di Jakarta. Yoi, Obama beberapa tahun pernah jadi amen alias anak Menteng. Gara-gara itu ada orang Indonesia yang pro-Obama. Aih-aih, nasionalis banget!</p>
<p>Sayang, orang-orang yang kepincut ama Obama nggak tahu atau lupa, bahwa sebenarnya Partai Demokrat dan Partai Republik setali tiga uang. Nggak ada bedanya. Malah, dalam soal sosial-budaya, Partai Demokrat itu lebih berbahaya. Dalam pidatonya di konvensi Partai Demokrat, Obama berjanji akan mendukung kaum homoseks. Ia juga akan mencabut larangan kaum gay menjadi tentara.</p>
<p>Antara Partai Demokrat dan Partai Republik emang ada sejumlah perbedaan. Partai Republik dikuasai oleh kaum fanatik Kristen. Malah keluarga Bush adalah pengikut aliran Evangelis yang terkenal fundamentalis. Kebijakan Partai Republik terkenal pro-agama, seperti anti aborsi dan homoseksual.</p>
<p>Oya, Partai Demokrat diisi oleh kaum liberal. Selain mendukung kaum gay, mereka juga mendukung praktik aborsi. Hal itu ternyata juga ada dalam kebijakan Barack Obama.</p>
<p>Soal menghadapi Islam, Obama nggak jauh beda ama Bush. Dalam kunjungannya ke Israel, ia udah menyatakan dukungannya terhadap keberadaan negara Yahudi itu. Nah, lu, apa yang begini mau jadi idola politisi muslim? Mikir, man!</p>
<p><strong>Bangsa yang keok</strong></p>
<p>Bro en Sis, kalo sekarang umat Islam &#8211; khususnya yang di Indonesia &#8211; begitu berharap pada seorang Barack Obama, itu adalah tanda-tanda bangsa yang keok en terjajah. Sampai-sampai harapan perubahan di negeri mereka aja digantungkan pada pemilihan kepala negara lain. Nggak pede amat, sih.</p>
<p>Sejatinya kita emang masih bangsa terjajah. Pengaruh dan kekuasaan Barat masih bercokol di tanah air. Kenaikan harga BBM dan kebijakan konversi minyak tanah ke gas, dan kenaikan harga gas yang gila-gilaan ternyata atas tekanan dari IMF (<em>International Monetery Fund</em>) (<em>Kompas</em>, 31/12). Udah begitu, sejak lama gas alam di negeri ini diobral murah kayak kacang goreng oleh pemerintah Megawati kepada bangsa Cina. Eh, bangsa ini manut aja kayak bebek kepada bangsa asing. Gawat!</p>
<p>Setiap kali pemilihan presiden di Amerika, semua mata tertuju ke sana. Itu adalah tanda Amerika dianggap sebagai pemimpin dunia. Karena, pergantian kepemimpinan di Amrik, dipercayai bakal mengubah arah dunia. Begitupula dengan pemilu presiden Amerika nanti. Dan Obama, salah satu kandidat presiden kuat yang diyakini sejumlah kalangan bakal memajukan Amerika &#8211; dan dunia.</p>
<p>Kasihan betul umat Islam, mereka seperti tidak punya pilihan. Mereka kudu menggantungkan harapan perubahan kepada bangsa lain, bahkan kepada seorang Obama. Padahal ada 1 miliar lebih orang beragama Islam di dunia ini. Masa&#8217; sih nggak ada yang bisa mengubah nasib dunia Islam? Renungkanlah sobat!</p>
<p>Sebabnya ini terjadi karena lemahnya mental umat Islam. Lemahnya mental karena lemahnya iman. Tidak percaya bahwa seorang mukmin itu lebih mulia ketimbang siapapun. Firman Allah:<em>&#8220;Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.&#8221; </em><strong>(TQS. Ali Imran [3]: 139)</strong></p>
<p>Allah juga mengingatkan kita semua agar jangan tunduk kepada umat-umat lain, karena bakal menyesengsarakan diri sendiri. FirmanNya:<em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.&#8221; </em><strong>(TQS. Ali Imran [3]: 100)</strong></p>
<p><em>So, wake up &amp; rise!</em> Bangun deh umat Islam. Jangan kebanyakan bobok! Saatnya mandiri, jangan bergantung kepada bangsa lain. Yakin deh Allah Ta&#8217;ala bakal ngasih bantuan dan pertolongan kalo kita percaya diri, dan pastinya percaya pada pertolongan Allah. Buktiin bahwa kita bisa mengulangi kejayaan yang udah dirintis oleh Rasulullah saw., para sahabat dan generasi terdahulu. Dulu dunia berada dalam genggaman kita, semua bangsa tunduk kepada kita. Sekarang kita kudu bangkit untuk mengambil kejayaan tersebut. Allah Swt. udah berjanji pada kita:<em>&#8220;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.&#8221;</em><strong>(TQS. an-Nur [24]: 55)</strong></p>
<p>Gimana caranya? Bang Haji Rhoma Irama udah pernah ngasih nasihat pada kita; berjuang dan berkorban. <em>&#8220;Pengorbanan takkan terelakkan/dalam setiap perjuangan.&#8221;</em> Bener banget, Bang! Yuk, kita mulai deh cintai Islam, pahami ajarannya, dan amalkan dalam kehidupan. <em>So</em>, berjuang dan rela berkorban! <strong>[iwan januar]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/obama-dan-oma-irama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gembira Sambut Ramadhan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/gembira-sambut-ramadhan</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/gembira-sambut-ramadhan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 00:35:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1359</guid>
		<description><![CDATA[edisi 045/tahun I (1 Ramadhan 1429 H/1 September 2008) Ramadhan yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. Bulan yang dirindukan oleh orang-orang yang beriman ini hadir dan pantas banget kalo menyambutnya dengan penuh gembira. Bukan dengan nyundut petasan-apalagi ngelempar bom molotov ke tiap rumah-tapi kita sambut dengan doa-doa, berharap kita bisa full mengisinya dengan amalan shalih. Kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p><strong> </strong>edisi 045/tahun I (1 Ramadhan 1429 H/1 September 2008)</p>
<p>Ramadhan yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. Bulan yang dirindukan oleh orang-orang yang beriman ini hadir dan pantas banget kalo menyambutnya dengan penuh gembira. Bukan dengan nyundut petasan-apalagi ngelempar bom molotov ke tiap rumah-tapi kita sambut dengan doa-doa, berharap kita bisa full mengisinya dengan amalan shalih. Kita sambut dengan hati yang ikhlas dan penuh sanjungan kepada Allah Swt. yang Maha Memberi. Soalnya, kita udah dikasih nikmat bisa sampe ke bulan yang mulia dan penuh barokah ini.</p>
<p>Bro en Sis, di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah seperti yang dijelaskan dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairah ra berkata: berkata Rasulullah saw.: <em>&#8220;Ketika telah masuk bulan Ramadhan maka dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka jahannam, dan dibelenggu semua syaithan.&#8221;</em> Dalam Riwayat Bukhari yang lain; <em>&#8220;ketika telah tiba bulan Ramadhan maka di bukakan pinti-pintu surga.&#8221;</em><span id="more-1359"></span></p>
<p>Subhanallah, betapa mulianya bulan ini, Bro. Kalo boleh mengumpamakan, Allah Swt. di bulan Ramadhan ini ngasih semacam BIG SALE pahala. Banyak bonus-bonus amalan shalih yang kita lakukan bakalan dilipat-gandakan oleh Allah Swt. Luar biasa!</p>
<p>Ah, jadi inget khutbah Rasulullah saw. di akhir bulan Sya&#8217;ban untuk menyambut Ramadhan. Di antara penggalan khutbahnya:<em>&#8220;Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan olehNya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca KitabNya. </em><em>Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.&#8221; </em>Catet tuh, Bro!</p>
<p><strong>Jangan sia-siakan puasamu</strong></p>
<p>Kayaknya kamu semua udah pada tahu dong kalo puasa Ramadhan itu wajib hukumnya. Kalo ada yang belum tahu, waduh kasihan banget tuh. Tapi insya Allah semuanya udah paham ya? Sebab Allah Swt. berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 183)</strong></p>
<p>Nah, ngomongin soal puasa, sepertinya semua orang udah ngeh bahwa yang namanya puasa itu adalah aktivitas fisik kita. Kudu kuat nahan lapar dan haus dari mulai shubuh sampe waktu maghrib. Selama kurang lebih 12 jam organ tubuh tertentu kita di-off-kan dari aktivitas mengolah makanan. Kalo hari biasa mulut kita nggak henti-hentinya <em>ngegares</em> makanan, di bulan Ramadhan <em>pere</em> dulu di siang hari. Sekaligus memberi kesempatan kepada lambung kita untuk ?istirahat&#8217;.</p>
<p>Insya Allah deh, kalo aktivitas nahan lapar dan nahan haus hampir bisa dilakukan setiap orang, termasuk anak kecil sekalipun. Bener, <em>wong</em> mahasiswa yang demo, ada juga lho yang nekat &#8220;mogok makan&#8221;. Itu artinya secara fisik bisa kuat. Anak kecil aja, banyak yang udah mulai ikutan puasa. Malah hari biasa aja mereka bisa tahan untuk tidak makan kalo udah asyik dengan teman mainnya. Apalagi kalo udah lengket dengan video gim, dijamin bisa lupa segalanya. Jangan heran kalo ortu kamu misuh-misuh kesel karena adikmu ogah makan. Karena pikiran adikmu (atau malah kamu juga? He..he..) tertuju kepada level demi level, lengkap dengan ketegangan yang ada dalam permainan di video gim itu. Jadi intinya, secara fisik banyak di antara kita yang sanggup menahan rasa lapar dan haus. Kuat deh. Apalagi cuma seharian.</p>
<p>Tapi jangan salah lho, puasa juga sebetulnya bisa dijadikan sarana untuk menambah kuantitas amal kita, sekaligus memperbaiki kualitas amal kita. Jadi, kalo kamu kuat nahan lapar, belum tentu juga kuat nahan godaan hawa nafsu kamu untuk ngomongin orang, untuk ngejailin orang, dan untuk berbuat maksiat lainnya. Insya Allah kita percaya deh sama kamu kalo kamu bisa menahan mulut kamu untuk tidak makan dan minum selama puasa, tapi kita khawatir kalo mulut kamu juga bisa puasa dari ghibah dan berbohong.</p>
<p>Emang sih, puasa kamu kagak batal kalo berbohong, tapi itu bisa mengurangi pahala puasa kamu. Sayang kan, udah capek-cepak, eh, cuma dapet lapar dan dahaga aja. Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga&#8221; </em> <strong>(HR Ahmad)</strong></p>
<p>Jadi sayang banget kalo puasa fisik nggak dibarengi juga dengan ?puasa&#8217; dari perbuatan yang maksiat. Sungguh rugi pula kalo berlalu begitu saja tanpa ada aktivitas amal shaleh yang kita lakukan. Sebab, saat Ramadhan Allah memberikan &#8220;bonus&#8221; yang besar dalam ibadah.</p>
<p>Jadi, jangan sia-siakan deh puasamu. Sayang banget. Apalagi belum tentu tahun depan kita ketemu lagi Ramadhan. Yuk, kita manfaatkan kesempatan ini. Jangan sampe lepas begitu saja. Puasa fisik wajib, tapi menjaga agar puasa ini nggak sia-sia juga wajib. Mulai sekarang, kita isi Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai pahala di sisi Allah. Setuju kan? Siap&#8230;siap, siap..siap. Gitu dong!</p>
<p><strong>Nahan lapar, nahan nafsu</strong></p>
<p>Nahan lapar insya Allah banyak yang kuat. Tapi, ternyata banyak yang gagal dalam menahan hawa nafsu. Bener lho. Udah banyak faktanya. Sekadar contoh, mulutnya emang puasa dari makan dan minum, tapi nggak puasa dari ngomongin kejelekan orang lain. Nah lho? Puasanya emang nggak batal, tapi pahalanya bisa berkurang karena ngomongin kejelekan orang alias <em>ghibah</em> atawa ngegosip.<em> </em>Arghhh..</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga&#8221; </em> <strong>(HR Ahmad)</strong></p>
<p>Sobat muda muslim, ada beberapa hal yang kayaknya perlu diperhatikan lagi dalam aktivitas puasa Ramadhan. Paling nggak, ini sebagai rambu-rambu supaya kita selamat dalam perjalanan mengarungi Ramadhan ini. Nah, dalam urusan menahan lapar dan nafsu ini bisa disiasati dengan beragam aktivitas yang bisa menjaga puasa kita. Di antaranya adalah:</p>
<p><strong>Pertama, </strong>jaga kondisi tubuh. Caranya? Olah raga adalah alternatif paling murah. Istirahat cukup. Tapi jangan? kebanyakan lho. Mentang-mentang kalo puasa tidur juga ibadah, seharian tidur melulu. Ih, malu dong, masa udah jenggotan en bau tanah masih kayak anak kecil aja. Menjaga kondisi tubuh tentu tujuannya agar kita bisa sukses menjalani puasa tanpa kudu ada yang bolong-bolong. Emang sih, kalo sakit bisa diganti di hari lain di luar Ramadhan, tapi alangkah nikmatnya bila kita full puasa selama sebulan penuh (kecuali anak putri, yang kayaknya mesti nggak penuh puasanya, alasannya tahu sendiri kan?)</p>
<p><strong>Kedua</strong>, banyakkin aktivitas amal sholeh. Well, bukannya kalo banyak aktivitas malah capek, Mas? Begini sobat, aktivitas di sini adalah yang berkaitan dengan pelaksanaan amal baik kita; seperti getol tarawih berjamaah di masjid, tadarus al-Quran, bikin atau ikut acara sanlat, menghadiri kuliah shubuh, ceramah Ramadhan, seminar tentang kajian Islam. Wis, pokoke, banyak aktivitas yang kudu kita jalani. Dan pastikan, niatnya adalah dalam rangka mencari pahala. Jadi, pahala kita dari kegiatan lain bertambah dan puasa kita juga selamat karena banyak aktivitas yang bermanfaat.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, hindari perbuatan maksiat, baik yang terang-terangan maupun tersembunyi. <em>Suer</em>, ini dia yang rada susah. Terus terang aja, untuk urusan nahan lapar, insya Allah kita kuat. Tapi bila harus nahan godaan hawa nafsu, kayaknya bagi sebagian teman remaja ada yang kesulitan. Tapi bukan berarti tanpa bisa diselesaikan lho. Insya Allah asal berusaha bisa.</p>
<p>Tapi, ya namanya juga manusia, tempatnya lupa dan salah. Adakalanya kita tanpa terasa atau bahkan sengaja berbuat maksiat. Biasanya nih, tanpa terasa-bisa juga karena ketidaktahuan kita-suka mencampur-adukan antara yang hak dan yang bathil. Pergi ke masjid sih emang getol, tapi pas yang lain khusyu sholat, eh doi malah asyik-masyuk ama gebetannya. Oya, bukan hanya malam hari lho remaja yang melakukan maksiat secara &#8220;terselubung&#8221;, acara jalan-jalan selesai shalat shubuh pun jadi alternatif aktivitas yang bisa nyerempet-nyerempet dosa. Kayaknya udah pada mafhum deh, kalo banyak remaja yang <em>jjs</em> campur-baur antara yang laki dan perempuan. Aduh, bisa-bisa menguap deh pahala puasa kita. Bener lho, mungkin sebagian di antara kamu nggak merasa kalo itu adalah peluang untuk berbuat dosa. Bayangin, kalo setiap hari sepanjang Ramadhan kita berbuat begitu, bisa-bisa puasa kita cuma dapat lapar dan dahaga saja. <em>Naudzubillah min dzalik.</em></p>
<p>Oya, jangan salah lho, saat puasa kita juga terlarang untuk ngomongin yang jorok, keji, atau tercela. Kenapa? Bisa ngurangi pahala puasa kita, sayang. Kalo ada teman kamu yang nekat ngajakin kamu untuk ngegosip, berkata kotor, jorok dan keji misalnya, kamu jangan tergoda. Malah harusnya kamu nasihatin aja. Terus bilang bahwa kamu sedang puasa. Dan seharusnya saat kamu ngomong begitu doi paham, bahwa bila sedang puasa nggak boleh (terlarang) untuk melakukan itu. Abu Hurairah mengatakan, bahwa Nabi saw. bersabda:</p>
<p><em>Apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa</em> <strong>(HR Bukhari Muslim)</strong></p>
<p><strong>Keempat</strong>, hilangkan aktivitas yang miskin manfaat bagi puasa kita. Main gim seharian? Inget lho, meski aktivitas itu tergolong mubah alias boleh-boleh saja dilakukan, tapi kalo seharian gimana urusannya? Kawan, puasa bukan berarti menghambat aktivitas kita yang lain. Sehingga pengennya di rumah aja. Itu nggak bener, dan yang pasti bisa bikin Ramadhan nggak bermakna. Meski tujuan main gim atau main ludo, halma, monopoli, ular tangga, karambol, bakar petasan, dan jenis mainan lainnya adalah untuk menghilangkan kejenuhan, tapi bukan berarti seharian penuh dan setiap hari selama Ramadhan kita begitu. Wah, bisa-bisa Ramadhan nggak ada bedanya dengan bulan yang lain. Nggak nikmat dan nggak bermakna. Jangan sia-siakan &#8220;bulan bonus&#8221; dari Allah ini, kawan.</p>
<p>Yuk, sambut gembira dan siapkan diri untuk mengisinya dengan amal shalih. Oke? <strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/gembira-sambut-ramadhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buktikan Kalo Kamu Cinta Islam!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/buktikan-kalo-kamu-cinta-islam</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/buktikan-kalo-kamu-cinta-islam#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 21:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1355</guid>
		<description><![CDATA[edisi 044/tahun I (23 Sya&#8217;ban 1429 H/25 Agustus 2008) Malu tampil islami? Waduh, malu tuh kalo kamu berbuat salah. Kalo nggak berbuat salah mah, nggak perlu malu dong ya. Tampil islami tuh buat nunjukkin kepribadian kita bahwa kita adalah muslim or muslimah. Nggak usah malu pake jilbab dan kerudung. Nggak perlu malu yang cowok pake [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 044/tahun I (23 Sya&#8217;ban 1429 H/25 Agustus 2008)</p>
<p>Malu tampil islami? Waduh, malu tuh kalo kamu berbuat salah. Kalo nggak berbuat salah <em>mah</em>, nggak perlu malu dong ya. Tampil islami tuh buat nunjukkin kepribadian kita bahwa kita adalah muslim or muslimah. Nggak usah malu pake jilbab dan kerudung. Nggak perlu malu yang cowok pake baju koko dan peci plus sarung. Meski tentu jilbab dan baju koko or sarung tuh bukan jaminan kalo kamu benar-benar islami. Kok bisa? Iya, percuma aja pake simbol-simbol agama tersebut, tapi pikiran dan perasaan kamu nggak konek sama sekali dengan Islam. Artinya, meski pake baju koko dan jilbab tapi dalam keseharian tuh malah gaul bebas dengan lawan jenis, terlibat narkoba, ngomongnya sering nyakitin hati orang, termasuk ghibah alias ngegosip jadi acara wajibnya. Waduh, itu sih nggak islami dong ya.</p>
<p>Sobat, berani tampil islami tuh emang luas banget. Tapi yang pasti kudu mendapat perhatian adalah bukan cuma aksesoris luar yang kamu berani kenakan. Tapi kepribadian kamu juga kudu mencerminkan ajaran Islam. Biar <em>match</em> alias kagak tulalit gitu lho.<span id="more-1355"></span></p>
<p>Bro, idealnya memang orang yang ngerti agama tuh selain seneng mengenakan simbol agama, juga pikiran dan perasaannya harus taat dengan aturan agama. Kalo cuma mengenakan peci dan baju koko, siapa aja bisa dan mampu. Kalo hanya mengenakan kerudung dan jilbab, orang kafir aja bisa kok mengenakannya. Kita jadi nggak tahu apakah mereka muslim atau bukan. Bahkan sangat boleh jadi penilaian kita langsung menyimpulkan kalo yang mengenakan simbol agama (Islam) itu adalah Muslim atau Muslimah. Betul nggak? <em>Wong</em> dalam film <em>ar-Risalah</em> aja, pemeran Hamzah adalah bintang Hollywood bernama Anthony Queen, yang pada waktu itu bukan Muslim. Meski ada kabar (yang masih perlu dicek kebenarannya) setelah main di film itu, doi kemudian masuk Islam. <em>Wallahu&#8217;alam</em>.</p>
<p>Tapi soal pikiran dan perasaan yang akan menggerakkan tingkah laku kita, itu yang nggak bisa ditutup-tutupi. Rambut boleh ditutupi kerudung, seluruh tubuh dihijab jilbab, tapi kalo perbuatannya tak mencerminkan ajaran Islam, patut dipertanyakan keislamannya. Misalnya, orang tersebut malah menyerang ajaran Islam dan semangat menyerukan ide feminisme.</p>
<p>Begitu pula kalo ada anak cowok yang pake peci, baju koko, berjenggot, aktif di rohis, tapi masih senang pacaran, atau minimal gaul bebas dengan lawan jenis (meski dengan sesama anak rohis), itu juga nggak bisa ditutup-tutupi karena udah nyata perbuatannya. Perbuatan yang bisa diukur sebagai pembeda mana yang ngerti ajaran Islam dan yang nggak. Selain itu, tentu saja perbuatannya yang seperti itu adalah melanggar hukum syara&#8217;. Nah, jadi kudu ati-ati deh. Gaul tentang segala hal bukan berarti kemudian mencoreng predikat santri atau anak ngaji yang ngerti Islam. Jadi, kudu tahu batasannya, dan itu standarnya adalah Islam. Tul nggak?</p>
<p><strong>Tunjukkin kepribadian Islam kita!</strong></p>
<p>Sobat muda muslim, kepribadian Islam atau <em>syakhsiyyah islamiyah</em> kita itu nggak bisa dinilai langsung dari pakaian yang dikenakan, lho. Sebab, itu cuma aksesoris dan bisa dipake untuk nipu bin ngibulin orang. Tapi standar penilaian kepribadian Islam adalah pemikiran dan perasaan. Pemikiran dan perasaan Islam ini akan tergambar dalam sikap dan perbuatan. Itu udah pasti. Sebab, yang namanya tingkah laku pasti ngikutin pemikiran dan perasaan. <em>So</em>, kalo pemikiran dan perasaannya udah islami, insya Allah perbuatan dan tingkah laku juga bakalan Islami.</p>
<p>Itu sebabnya, kalo ada akhwat yang kepribadiannya udah islami, maka bukan saja ia gemar mengenakan jilbab dan kerudung, tapi juga pemikiran dan perasaannya senantiasa berdasarkan ajaran Islam. Beda banget kalo yang cuma nyadar dengan simbol doang, tapi belum mantap pemikiran dan perasaannya. Mungkin cuma seneng pake kerudung doang tapi pemikiran dan perbuatannya nggak mencerminkan seorang muslimah. Iya nggak sih?</p>
<p>Maka, satu-satunya jalan untuk menumbuhkan kepribadian Islam kita adalah belajar. Yakni, belajar Islam dengan rutin dan intensif biar mantap, gitu lho. Kenapa harus belajar? Karena dengan belajar diharapkan kita bisa dapetin perubahan beberapa aspek, yakni aspek kognitif alias ilmu pengetahuan (tadinya nggak tahu tentang Islam jadi tahu banyak), aspek afektif alias perasaan atau emosi (tadinya nggak mau mengenakan jilbab jadi mau mengenakan jilbab karena tahu aturan dan hukumannya-pahala dan dosa), dan aspek psikomotorik alias keterampilan (tadinya nggak bisa pake jilbab jadi mahir pakenya). Oke?</p>
<p><em>So</em>, mari kita belajar mengkaji Islam dengan rutin dan intensif untuk membentuk kepribadian Islam kita. Rutin bisa seminggu sekali, misalnya. Intensif berarti materinya berkesinambungan. Membentuk kerangka berpikir yang utuh tentang Islam. Sehingga kita lebih mantap karena tahu ilmunya. Nggak asal ikut-ikutan tren doang. Betul nggak sih? <em>So</em>, jangan takut jadi pinter dan shaleh-shalihah ya!</p>
<p>Itu sebabnya, jangan bilang cinta sama Islam deh, kalo ternyata kita nggak mau tampil islami dengan nunjukkin kepribadian Islam kita. Gimana, setuju kan?</p>
<p><strong>Cintai kebenaran Islam, pasti berbalas</strong></p>
<p>Kalo ngomongin soal kecintaan, menurut saya sih, satu-satunya cinta kita yang pasti berbalas adalah ketika kita mencintai kebenaran Islam. Islam yang sudah dijanjikan kemuliaannya oleh Allah Swt. ini rasa-rasanya nggak mungkin untuk mengecewakan kita (kalo kita yang mengecewakan Islam, kayaknya sangat mungkin deh. Semoga saja kita bukan termasuk golongan yang mengecewakan Islam itu).</p>
<p>Cinta kepada kebenaran Islam pasti akan berbalas. Insya Allah kita nggak akan kecewa ketika mencintai kebenaran dan menjadi pejuang kebenaran. Cinta, pengorbanan, dan perjuangan kita dalam mencintai kebenaran Islam ini pasti berbalas alias bersambut. Nggak usah khawatir. Karena apa? Karena kebenaran Islam itu sudah dijamin langsung oleh Allah Swt. Mencintai Islam, membelanya, dan juga memperjuangkannya sama dengan mencintai Allah Swt. dan RasulNya. Mencintai Allah <em>Ta&#8217;ala</em> dan Rasulullah saw. sama artinya dengan mencintai kebenaran. Dan, yakinlah bahwa cinta kita akan berbalas, yakni dengan mendapatkan garansi berupa pahala atas kesetiaan dan kesediaan kita berkorban dan berjuang dalam membela kebenaran Islam ini. Allah Swt. berfirman (yang artinya):<em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.&#8221; </em><strong>(QS Muhammad [47]: 7)</strong></p>
<p>Sobat muda muslim, ini sudah janji Allah Swt. Dia pasti menepatinya. Yakin itu. Allah nggak lupa, Allah nggak pernah tidur, Allah nggak pernah ingkar janji. Firman Allah Swt. (yang artinya):<em> &#8220;Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janjiNya.&#8221; </em><strong>(QS az-Zumar [39]: 20)</strong></p>
<p>Jadi, berbahagialah wahai para pejuang kebenaran Islam. Karena cinta kalian pasti berbalas alias bersambut. Allah yang akan langsung menyambut cinta kita. Cinta kita kepada kebenaran, sekaligus tanda cinta kita kepada Allah Swt. Itu sebabnya, jangan khawatir dan jangan merasa cinta kita kepada kebenaran ini akan sia-sia. Insya Allah jika kita ikhlas melakukannya, Allah pasti juga mencintai kita dan akan menepati janjiNya. <em>So</em>, kita kudu yakin dan jangan pernah merasa khawatir. Oke?</p>
<p>Sobat muda muslim di mana saja kalian berada, hidup kita kian berat. Pejuang Kapitalisme terus menggencarkan tekanannya kepada kita. Bahkan para pengemban Sosialisme-Komunisme merasa harus berjuang lagi untuk menghancurkan dominasi ideologi yang ada di dunia ini. Kita, juga tak boleh tinggal diam. Segala sarana pendukung untuk perjuangan dakwah Islam ini harus kita optimalkan perannya. Kita harus bisa meraih sebanyak mungkin pendukung dakwah ini. Agar dakwah ini semakin kuat, semakin bertenaga dan ada jaminan dilanjutkan oleh penerus kita. Karena sangat boleh jadi, perjuangan menegakkan Islam ini akan berlangsung lebih lama dan usia kita akan menggerogoti sisa tenaga untuk menggerakkan potensi yang kita miliki. Jika ada jutaan bahkan miliaran pengemban dakwah yang berjuang membela Islam, insya Allah kita tak perlu khawatir. Bahkan jika kita dijemput lebih dulu untuk menghadap Allah Swt. kita tak perlu resah dan gelisah karena telah menularkan begitu banyak ilmu dan semangat kepada para pejuang lain dan generasi penerusnya.</p>
<p>Hanya saja, jika kita berdiam diri, jangankan miliaran atau jutaan umat yang mau menceburkan dirinya dalam dakwah, mungkin ratusan saja tak akan sampai. Itu sebabnya, mumpung masih ada waktu, masih kuat tenaga dan pikiran kita, gencarkan perjuangan dakwah ini. Tak perlu merasa bahwa kita harus menuai hasilnya pada saat kita masih hidup. Bukankah para pahlawan perjuangan banyak yang tak menyaksikan hasil perjuangannya? Dan Allah pun hanya akan mencatat usaha yang kita lakukan. Bukan hasil yang kita dapat. Biarlah, anak-cucu kita saja yang akan menikmati keberhasilan upaya kita. Itu sebabnya, jadilah seorang pejuang dakwah yang bisa dikenang sejarah tanpa kita sendiri merasa harus mengakui sebagai pahlawan. Biarlah hanya Allah yang mencatat amal baik kita.</p>
<p>Semoga kita masih bisa menikmati hasil perjuangan dakwah kita. Kita bisa bertemu dalam kesempatan yang lebih baik dari sekarang. Kesempatan ketika Khilafah Islamiyah sudah berdiri. Tapi, jika pun Allah mewafatkan kita semua sebelum menikmati hasil perjuangan ini, semoga kita bisa ?reuni&#8217; di surgaNya yang sangat luas dan hanya diperuntukkan bagi hamba-hambaNya yang bertakwa kepadaNya dan berjuang menegakkan agamaNya. Insya Allah. Semoga Allah memberkahi kita semua. Amin.</p>
<p>Itu sebabnya sobat, buktikan merahmu, eh, buktikan cintamu kepada Islam dengan menjadi pejuang dan pembela Islam. Sebab, jangan nekat bilang cinta sama Islam kalo ternyata kamu malah ogah jadi pejuang dan pembela Islam. Iya kan? Kemenangan Islam segera datang, Bro. Rasulullah saw. bersabda: (yang artinya): <em>&#8220;Perkara ini (Islam) akan merebak di segenap penjuru yang ditembus malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik gedung maupun gubuk melainkan Islam akan memasukinya sehingga dapat memuliakan agama yang mulia dan menghinakan agama yang hina. Yang dimuliakan adalah Islam dan yang dihinakan adalah kekufuran&#8221; </em><strong>(HR Ibnu Hibban)</strong></p>
<p><em>So</em>, tunggu apa lagi? Semoga kita semua menjadi pejuang dan pembela Islam yang ikhlas dan gagah berani, sebagaimana Muhammad al-Fatih sang pembebas Konstantinopel. Beliau dan pasukannya menaklukkan Konstantinopel alias Byzantium yang saat itu merupakan pusat kekaisaran Romawi Timur pada 1453 M (857 H). Insya Allah kita akan ikuti jejak beliau. Allahu Akbar!<strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/buktikan-kalo-kamu-cinta-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merdeka? Ih, Mau Dong!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/merdeka-ih-mau-dong</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/merdeka-ih-mau-dong#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 04:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1339</guid>
		<description><![CDATA[edisi 043/tahun I (16 Sya&#8217;ban 1429 H/18 Agustus 2008 ) Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, katanya. Upaya untuk memperingati pun dilakukan dengan berbagai cara mulai dari lomba makan kerupuk hingga panjat pinang dan tangkap belut. Di setiap sudut kota, kampung dan desa dihias sedemikian rupa dengan warna dominan merah dan putih sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 043/tahun I (16 Sya&#8217;ban 1429 H/18 Agustus 2008 )</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, katanya. Upaya untuk memperingati pun dilakukan dengan berbagai cara mulai dari lomba makan kerupuk hingga panjat pinang dan tangkap belut. Di setiap sudut kota, kampung dan desa dihias sedemikian rupa dengan warna dominan merah dan putih sebagai simbol bendera bangsa. Lampu-lampu dipasang warna-warni menyemarakkan suasana. Meriah!</p>
<p>Bro, kayaknya nih bulan bagi hampir seluruh rakyat Indonesia diperingati sebagai momen kemerdekaan. Bebas dari penjajahan secara fisik oleh Wong Londo. Pada tanggal 17 Agustus, konon kabarnya sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih diadain upacara peringatan detik-detik proklamasi. Tapi lucunya, begitu udah beres, eh malah lomba balap karung dan panjat pinang. Lebih seru lomba nginjek ranjau kali ya? Atau lomba manjat tiang bendera daripada panjat pinang. Tapi, itulah fakta saat ini. Memperingati kemerdekaan kok jauh dari makna merdeka itu sendiri. Kasihan bangsa Indonesia!<span id="more-1339"></span></p>
<p><strong>Merdeka, atau&#8230; mati?</strong></p>
<p>Secara konstitusi, Indonesia dinyatakan merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945 yang dideklarasikan oleh Presiden Soekarno dan Bung Hatta. Hal inilah yang diyakini oleh mayoritas manusia baik dalam maupun luar negeri tentang kapan hari kemerdekaan Indonesia. Sejak anak TK hingga professor sepakat menjawab dengan tanggal tersebut.</p>
<p>Faktanya, apa benar Indonesia sudah benar-benar merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945? Merdeka itu kan artinya bebas. Bebas dari penjajahan dalam bentuk apa pun juga. Nah, sekarang yuk kita telusuri apa benar kita sudah terbebas dari penjajahan alias merdeka dalam segala bidang?</p>
<p>Merdeka secara formal konstitusional (halah, bahasanya bikin lidah kelipet, hehehe..) Indonesia bisa dibilang sudah merdeka. Tapi merdeka secara hakiki alias bebas menentukan nasib sendiri tanpa didikte oleh bangsa lain, hmm&#8230; kayaknya belum deh. Why? Coba lihat aja hal-hal di sekitar kita yang dekat dengan kehidupan kamu. Ketika berangkat sekolah, berapa kamu harus bayar angkot mengingat kenaikan BBM yang makin mencekik akhir-akhir ini. Terus berapa uang SPP yang harus dibayar ortumu supaya kamu bisa tetap sekolah, harga buku, harga baju seragam dll. Walhasil, kalo kamu nggak bisa bayar itu semua, jangan harap kamu bisa menikmati bangku sekolah seperti saat ini. Makanya, pantas aja sampai-sampai ada buku terbit dengan judul ‘Orang miskin dilarang sekolah&#8217; sebagai sindiran betapa mahalnya harga pendidikan di negeri ini.</p>
<p>Pulang sekolah, kamu pasti merasa lapar apalagi bagi mereka yang uang sakunya pas-pasan jadi nggak bisa jajan di kantin sekolah. Sesampai di rumah, makanan belum ada karena ibumu pusing dengan harga minyak tanah yang melambung tinggi. Sudah mahal, tuh minyak hilang pula dari pasaran. Mau beli elpiji, nggak punya uang untuk beli isi satu tabung hijau kecil itu, yang bagaimana pun harganya lebih mahal daripada minyak tanah. Duh pusing&#8230;.katanya Indonesia kaya akan tambang minyak bumi, tapi harga minyak malah melambung tinggi.</p>
<p>Fenomena antrian minyak tanah yang sampai puluhan meter di banyak daerah di Indonesia, mengingatkan kita pada zaman penjajahan Jepang dulu. Belum lagi antrian yang lainnya semisal beras murah, minyak goreng murah hingga pembagian BLT yang masih pro dan kontra itu. Persis kayak zaman Indonesia tempo dulu ketika kebutuhan pokok sulit diperoleh karena memang itu adalah salah satu taktik penjajah dalam mengendalikan tanah jajahannya. Bedanya kalo di zaman penjajahan dulu itu para pemimpin mencari cara untuk merdeka hingga titik darah penghabisan, lha kalo pemimpin kita sekarang malah merdeka sendiri sambil duduk di kursi empuk sembari menikmati tetesan keringat dan darah rakyatnya. Waduh!</p>
<p>Pemerintah sering berdalih kalo semua kebijakan menaikkan harga BBM adalah untuk mengurangi angka kemiskinan. Angka kemiskinan memang berkurang drastis karena banyak rakyat mati akibat kebijakan yang sarat dengan nuansa pesanan asing ini. Kalo rakyat miskin banyak yang mati kelaparan, secara statistik hal ini akan mengurangi angka kemiskinan yang ada di negeri ini. Ironis! Bukan merdeka, tapi mati!</p>
<p>Seperti inikah potret merdeka yang dicita-citakan oleh negeri ini? Terus, kalo dipikir-pikir, kenapa juga negeri ini seakan-akan sulit sekali meraih kemerdekaan hakiki dalam makna yang sebenarnya, bukan hanya merdeka semu yang setiap tahun diperingati dengan lomba murahan dan upacara. Ternyata semua itu ada jawabannya loh.</p>
<p><strong>Duh, nyatanya kita masih terjajah</strong></p>
<p>Yup, Indonesia sebetulnya belum benar-benar merdeka dalam arti sesungguhnya. Negeri ini masih terjajah dalam banyak segi atau bahkan di semua segi kehidupannya. Mulai dari perekonomiannya yang sangat kapitalistik dengan sistem riba, pendidikan yang sekuler pol, kehidupan sosial yang egois dan mementingkan diri sendiri, kebudayaan yang bisanya cuma membebek asing, politiknya berlaku hukum rimba siapa kuat dia yang menang, pertahanan keamanan yang masih tergantung pada kebijakan Amerika dan sekutunya, penegakan hukum yang setengah hati, dll. Belum lagi ideologinya yang nano-nano alias campur-baur antara kapitalis, sosialis dan sedikit Islam.</p>
<p>Pernah nggak di sekolah kamu mendapat dogma dari pelajaran PPKN bahwa Indonesia bukan negara agama tapi juga bukan negara sekuler. Terus apaan tuh? Karena semua serba bukan, Indonesia akhirnya jadi negara yang bukan-bukan kayak sekarang ini. Nggak jelas mau berpijak kemana or melangkah kemana. Ibarat orang mau membangun rumah, bentuk pondasinya kacau balau dan nggak tahu apa yang dimau. Semua serba setengah hati. Karena pondasi atau dasar yang nggak jelas, akhirnya banyak masuk pesanan asing mendikte apa mau mereka untuk dipaksakan pada pondasi dan bangunan yang akan didirikan.</p>
<p>Indonesia pun masih terjajah. Selamanya negeri ini akan terjajah bila tak ada kemauan kuat dari masyarakatnya untuk keluar dari penjajahan ini. Ironisnya, sangat sedikit orang yang sadar bahwa bangsa ini masih terjajah. Mayoritas yang ada malah bersikap sebaliknya, yaitu bersuka-ria karena menganggap bahwa bangsa ini sudah merdeka sehingga sulit diajak nyadar dan berpikir. Lomba-lomba sekadar lucu-lucuan giat dilaksanakan, semisal lomba balap karung, sepakbola pake sarung, menangkap belut, makan krupuk, dll. Semua itu hanya hiburan sesaat untuk melupakan beban hidup yang berat. Setelah lomba selesai, masyarakat dihadapkan lagi pada masalah hidup yang menghimpit. Sungguh, negeri ini benar-benar belum merdeka!</p>
<p><strong>Yuk, raih kemerdekaan!</strong></p>
<p>Bro en Sis, kamu udah pada ngeh kan bahwa negeri ini tuh masih belum merdeka dan terjajah dalam semua segi kehidupan? Hanya manusia hidup saja yang enggan hidup dalam kondisi terjajah. Dan cuma mayat hidup saja yang pasrah dengan nasib buruk sebagai bangsa terjajah. Saya yakin kamu semua bukan termasuk golongan zombie ini. Jadi ayo, mulai sekarang kita bergerak untuk keluar dari penjajahan ini. How?</p>
<p>Pertama mula, merdekakan pikiran kamu dari semua hal berbau penjajahan. Bebaskan diri kamu dari mental sebagai orang terjajah. Buang pemikiran rusak dan bobrok dari penghambaan kepada hawa nafsu berganti menjadi penghambaan pada Allah Swt. saja. Campakkan sikap membebek pada ideologi dan gaya hidup selain Islam untuk kemudian meyakini bahwa hanya Islam yang pantas jadi ideologi dan gaya hidup seorang muslim. Emang ada yang lain? Nggak mungkin!</p>
<p>Kedua, bila keyakinan ini telah menancap kuat dalam benakmu, jangan diam. Meraih kemerdekaan bukan kerja satu orang, tapi kerja bersama melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan. Ayo sebarkan keyakinan bahwa kita harus meraih kemerdekaan ini hanya dengan kembali pada Islam dan aturannya saja. Ideologi dan gaya hidup Islam ini hanya bisa terwujud dalam sebuah institusi bernama Khilafah Islamiyyah.</p>
<p>Jangan takut susah dan menderita dalam perjuangan meraih kemerdekaan yang hakiki ini. Karena sungguh, tak ada yang namanya jalan enak bagi para pejuang. Terjal dan berliku adalah sunatullah perjuangan. Dan hanya satu saja yang membedakan mental pejuang sebenarnya dengan yang pura-pura sok jadi pejuang. Pejuang sejati tak kenal kompromi dengan para penjajah. Sedangkan pejuang gadungan selalu mencari dalih agar kerasnya perjuangan bisa diperlunak dengan beribu alasan.</p>
<p>Perbedaan yang lain adalah, kalo perjuangan standar biasanya berbumbu nasionalisme, perjuangan kita kali ini berskala internasionalisme. Dengan melakukan langkah di atas, kita tak cuma membebaskan Indonesia dari penjajahan namun secara bertahap, kita membebaskan dunia secara keseluruhan. Yakinlah, saudara-saudara kita di belahan bumi yang lain juga sama-sama berjuang menuju kemerdekaan hakiki dengan Islam. Dan yang lebih asyik lagi, kemerdekaan yang akan kita raih, tidak hanya berdimensi dunia saja namun bakal kita bawa hingga akhirat kelak berupa pahala dan surgaNya. Wow&#8230;keren kan?</p>
<p><em>So</em>, perjuangan belum berhenti, teman. Perjuangan meraih kemerdekaan ini harus dilaksanakan tanpa kekerasan. Jangan mau kamu diadu-domba sesama muslim oleh kaum kafir dengan tudingan terorisme. Jangan pula kamu mau dijebak dengan isu bom dan sebutan Islam garis keras, radikal, ekstrimis dan berbagai julukan menyudutkan lainnya. Perjuangan kita adalah perjuangan pemikiran yaitu membebaskan umat dari pengaruh dogma rusak semacam penyakit demokrasi dan sipilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme). Kita nggak butuh bom untuk menyerang paham-paham rusak di atas. Yang kita butuhkan hanya pemikiran yang kuat dan tajam, bukti akurat dan pemahaman Islam yang utuh, nggak separuh-separuh. Itu saja senjata kita. Plus tentunya keimanan yang mendalam sehingga pertolongan Allah akan segera terwujud di tengah-tengah kita.</p>
<p>Semoga tulisan sederhana ini mampu menyadarkan kamu-kamu yang dulunya percaya bahwa negeri ini telah merdeka. Dan semoga tulisan ini bisa menjadi bekal kamu untuk menularkan semangat perjuangan meraih kemerdekaan hakiki dari tangan penjajah kapitalis dan sistem kufurnya. Yuk sama-sama kita tekadkan di hati bahwa hidup terjajah itu nggak asik. Hidup sebagai budak ideologi sekuler itu nggak keren. Emang kamu nyaman bisa khusyu shalat sementara begitu kelar sholat langsung pamer aurat? Ih, memalukan! Yang asik dan keren nih cuma ketika kita menjadi makhluk bebas dan merdeka dalam sebuah sistem sempurna yaitu syariat Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah. Untuk menuju ke sana, tentu butuh perjuangan kita bersama.</p>
<p>Pertanyaannya, maukah kamu menjadi salah satu pejuang itu? Imbalannya bukan hanya mulia di dunia saja namun kebahagiaan akhirat pun telah menunggu kita, insya Allah. Jadi, tak ada alasan lagi kan bagi kita untuk mangkir dari meraih kemerdekaan hakiki dalam naungan ilahi? Iya nggak sih? <em>So</em>, merdeka? Ih, mau dong! <strong>[ria: riafariana@yahoo.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/merdeka-ih-mau-dong/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Remaja &#8216;Gajah&#8217;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/remaja-gajah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/remaja-gajah#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 00:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1245</guid>
		<description><![CDATA[edisi 042/tahun I (9 Sya&#8217;ban 1429 H/11 Agustus 2008) Huss, ini bukan lagi ngomongin remaja yang kena penyakit kaki gajah. Juga bukan ngomongin remaja yang jadi pawang gajah, apalagi pemakan daging gajah (hiii&#8230;!). Tapi yang mau kita omongin di sini ialah remaja yang gajah alias gagap sejarah. Apaan tuh? Yoi, kamu udah sering denger istilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 042/tahun I (9 Sya&#8217;ban 1429 H/11 Agustus 2008)</p>
<p>Huss, ini bukan lagi ngomongin remaja yang kena penyakit kaki gajah. Juga bukan ngomongin remaja yang jadi pawang gajah, apalagi pemakan daging gajah (hiii&#8230;!). Tapi yang mau kita omongin di sini ialah remaja yang gajah alias gagap sejarah.</p>
<p>Apaan tuh? Yoi, kamu udah sering denger istilah ?gatek&#8217; alias gagap teknologi. Itu tuh orang yang nggak tahu apa-apa soal teknologi. Nggak ngerti cara ngoperasiin komputer, pake internet, ponsel, dll. Nah remaja ?gajah&#8217; <em>it means</em> remaja yang gagap sejarah, alias nggak ngerti soal sejarah.</p>
<p>Mereka yang mengidap penyakit gajah alias gagap sejarah ini serba nggak tahu en kurang informasi tentang sejarah, khususnya sejarah Islam. Ditanya siapa ayahanda Nabi saw. Dijawab &#8220;Ali bin Abi Thalib&#8221;, ditanya siapa-siapa saja istri-istri Rasulullah saw., nggak ngeh, ditanya apa itu Perang Khandaq juga nggak tahu. Duh, jangan sampe deh!<span id="more-1245"></span></p>
<p>Bro en Sis, buanyak banget remaja yang mengidap penyakit gagap sejarah ini. Mereka nyaris buta seperti apa sejarah Islam. Yang mereka tahu cuma Gajah Mada, Hayam Wuruk, Serangan Umum 1 Maret, dll. Malah ada remaja yang lebih apal sejarah klub sepakbola Manchester United atau Barcelona ketimbang sejarah Islam. Wow, gagaaap banget!</p>
<p>Paling banter, yang diketahui cuma sejarah kelahiran Nabi Saw. &#8211; misalnya tahun gajah tapi nggak tahu tahun berapa masehi, atau istri pertama Nabi saw., atau nama-nama khulafaur rasyidin.</p>
<p>Nah, kira-kira kita termasuk nggak di dalamnya. Sekarang, tanya diri kamu sendiri deh, berapa banyak pengetahuan sejarah Islam yang kamu tahu; tahu nggak siapa saja <em>as sabiqunal awwalun</em> (golongan pertama yang masuk Islam). Apakah kamu tahu siapa saja 10 golongan sahabat yang dijamin masuk surga, en tahu nggak apa perang pertama yang dikobarkan oleh kaum muslimin?</p>
<p>Kalo ternyata pengetahuan kita cekak bin bokek alias dikit bin tekor, nah berarti kita termasuk jamaah gajah &#8211; orang-orang nan gagap sejarah. Sedih, deh!</p>
<p><strong>Emang penting?</strong></p>
<p>Lho, emangnya penting kita tahu sejarah Islam? Apa nggak lebih penting tahu sejarah tanah air atau dunia? Lagian, itu kan nggak bakal ditanya kalo ujian semesteran apalagi ujian nasional.</p>
<p>Ehm, begini Bro en Sis, tahu sejarah nasional dan tanah air oke-oke aja. Tapi tahu sejarah Islam itu jauh lebih penting. Pasalnya sejarah Islam itu banyak yang berkaitan dengan masalah hukum Islam dan penyebaran agama Islam. Selain itu, perlu kamu catet nih, banyak penipuan terhadap sejarah Islam oleh kaum orientalis. Penipuan itu bertujuan membuat citra buruk tentang Islam dan umatnya. Kalo kita gagap sejarah, alamat bakal percaya gitu aja dengan kebohongan mereka.</p>
<p>Sosok Rasulullah saw. sering jadi sasaran cerita bohong mereka. Nabi saw. yang mulia ini suka digambarkan kejam, perampok dan kecanduan wanita karena istrinya banyak. Padahal, gambaran itu jauuuh banget dari realita. Jihad yang dilakukan kaum muslimin nggak lah barbar seperti serangan yang dilakukan tentara Kristen Serbia pimpinan Radovan Karadzic atau Mlatko Radic kepada umat muslim Bosnia. Dalam setiap peperangan Rasulullah saw. selalu berpesan agar nggak membunuh anak-anak, wanita, orangtua, para pendeta, bahkan hewan ternak pun nggak boleh dibunuh.</p>
<p>Sementara serangan Kristen Serbia itu menghabisi umat muslim tanpa belas kasihan. Sedangkan kaum muslimahnya dirusak kehormatannya dengan keji oleh tentara mereka.</p>
<p>Selain itu, orang-orang Barat sering banget menjadikan kisah <em>Seribu Satu Malam</em> sebagai gambaran umat Islam dan para khalifahnya. Dalam kisah <em>Seribu Satu Malam</em> yang berisikan tokoh-tokoh terkenal seperti Aladdin dan Sinbad si Pelaut, digambarkan kalo umat Islam itu miskin, bodoh, suka berperang dan para pemimpinnya itu kejam en <em>playboy</em>. Misalnya khalifah Harun ar-Rasyid sering diilustrasikan sebagai khalifah yang ganteng, kaya tapi buaya darat karena punya banyak gundik alias perempuan simpenan. Padahal <em>mah</em>, beliau ini termasuk khalifah yang cerdas, dekat dengan ulama, sukses memimpin kekhilafahannya untuk menyebarkan Islam.</p>
<p>Barat juga sering yang mengklaim berbagai karya sains dan pengetahuan lahir dari dunia mereka. Atau paling tidak mereka tidak mau cerita dengan jujur bahwa iptek yang berkembang di dunia mereka ambil dari para ilmuwan muslim. Contohnya dunia lebih kenal William Harvey sebagai penemu sirkulasi darah. Padahal jauh sebelum itu ada Mansur Ibnu Muhammad sebagai ilmuwan pertama yang menggambarkan organ tubuh manusia yang belum pernah ditemukan para ilmuwan Yunani, lalu ada Ibnu Nafis orang pertama yang menemukan sirkulasi darah. Lalu ada Al Khazini yang menemukan teori gravitasi bumi sebelum Newton mengakuinya 900 tahun kemudian.</p>
<p>Soal sejarah penyebaran dan penerapan Islam di tanah air juga banyak hal yang nggak jelas. Selama ini yang kita tahu Islam itu masuk secara kebetulan lewat para pedagang asal Gujarat. Padahal agama Islam berkembang di tanah air lewat pengiriman para dai utusan Khilafah Islamiyah di masa Utsmaniyah. Jadi pada masa itu sudah ada upaya dari Khilafah Islamiyah untuk menyebarkan Islam ke Nusantara. Bahkan khalifah juga membantu umat muslim di Aceh ketika berjihad melawan kolonial Belanda.</p>
<p>Jadi, gimana, penting banget kan belajar sejarah Islam?</p>
<p><strong><em>Sirah</em></strong><strong> dan <em>Tarikh</em></strong></p>
<p>Wah, apapula itu? Yup, mungkin banyak orang yang belum ngeh dengan dua kata di atas. Padahal, jika ingin belajar maka kudu berkenalan dan menyelami dua hal itu. Sirah ringkasnya bisa kita katakan adalah biografi Rasulullah saw. Hanya saja isinya nggak melulu tentang figur Beliau, tapi juga berbagai kejadian di masa Beliau. Semisal aktivitas dakwah menegakkan Islam, peperangan yang terjadi, riwayat para sahabat hingga wafatnya Nabi saw. Kitab sirah disusun oleh para ulama menggunakan metode periwayatan yang teruji sehingga isinya bisa dipercaya layaknya hadits-hadits Nabi saw.</p>
<p>Di antara kitab sirah yang terkenal adalah <em>al-Maghazi</em> karya Wahhab al-Munabbih. Sayangnya kitab ini telah musnah dan nggak pernah sampai ke tangan kaum muslimin pada hari ini. Untungnya, ada sejumlah ulama yang mau berjuang menuliskan sirah Nabi saw. Di antaranya ada kitab <em>Sirah</em> karya Ibnu Hisyam. Yang satu ini sudah ada terjemahannya, lho. Selain itu juga ada sejumlah ulama masa kini yang juga menulis kitab-kitab sirah. Lagi-lagi udah banyak banget Bro, terjemahannya ke bahasa Indonesia. Tinggal beli atau pinjem en baca di rumah. OK?</p>
<p>Adapun <em>Tarikh</em> berisi sejarah umat Islam secara umum. Biasanya ditulis sampai masa kehidupan sang penulisnya. Tapi untuk yang satu ini kita kudu ati-ati. Pasalnya nggak semua kitab tarikh bisa dipercaya. Kitab tarikh yang bisa dijadikan rujukan adalah kitab tarikh yang pencatatannya menggunakan metode periwayatan layaknya pencatatan hadits. Di antaranya adalah kitab <em>Tarikh</em> karya Imam ath-Thabariy dan <em>Bidayah wa Nihayah</em> karya Imam Ibnu Katsir.</p>
<p>Bro en Sis, mempelajari sirah dan tarikh ini wajib lho, hukumnya. Dengan belajar sejarah Islam kita jadi tahu dakwah dan perjuangan Nabi saw. beserta umat muslim sepanjang jaman. Bahwa dakwah Beliau itu nggak gampang, ada pengorbanan. Mulai dari tetesan keringat sampai kucuran darah.</p>
<p>Dari belajar sejarah Islam kita juga akan tahu bahwa umat muslim pernah jaya belasan abad. Dari masalah kemanusiaan, sosial, militer sampai ipteknya digdaya. Semua bukan karena kita menerapkan demokrasi, Kapitalisme, HAM apalagi Sosialisme. Semuanya sampah, Bro! Suer! Tapi kaum muslimin dulu jaya karena berlandaskan akidah Islamiyah dan menerapkan syariat Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah. Semenjak masa Khulafaur Rasyidin sampai jaman Turki Utsmani.</p>
<p>Rev. Charles Francis Potter, seorang ilmuwan Barat dalam bukunya <em>The Faiths Men Live By</em>, menulis, <em>&#8220;Para pengemban dakwah Islam mengajarkan perdamaian dunia, persaudaraan dunia, toleransi, ketinggian derajat wanita dan penghancuran dinding rasialisme. Islam sama sekali suci dari segala bentuk minuman keras, dan Islam mempraktikkan persamaan ras.&#8221;</em></p>
<p>Nah, apakah yang dikatakan Francis Potter pernah terwujud dalam sejarah demokrasi, kapitalisme, HAM dan sosialisme-komunisme? Kagak pernah, Bro! Semua ajaran selain Islam justru menindas umat manusia. Lihat saja di Irak, jutaan muslim Irak meregang nyawa sejak jaman embargo hingga penyerangan pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat. Semuanya dengan dalih menegakkan demokrasi dan HAM!</p>
<p><strong>Prihatin pelajaran sejarah</strong></p>
<p>Bro en sis, kita pantas bersedih. Pasalnya sejarah kejayaan Islam &#8211; juga keruntuhannya &#8211; tidak pernah masuk dalam pelajaran sejarah di tanah air. Malah yang sering terjadi adalah distorsi bahkan pemalsuan sejarah. Misalnya, nggak pernah kan disebut-sebut dalam buku pelajaran sejarah kalo para pejuang di tanah air seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Pattimura sampai Bung Tomo adalah pejuang-pejuang muslim. Semuanya berjuang membebaskan tanah air dengan <em>ruhul jihad</em>. Pelajaran sejarah kita miskin dari sejarah Islam.</p>
<p>Hasilnya udah ketahuan. Banyak pemuda kita yang nggak kenal sejarahnya sendiri. Bahkan banyak di antara orang Islam yang antipati pada agamanya dan budayanya sendiri. Mereka lebih akrab dengan budaya lokal atau global yang belum jelas manusiawi atau tidak.</p>
<p>Minimnya pelajaran sejarah Islam bukannya karena ?kecelakaan&#8217;. Tapi memang ada rekayasa global dari musuh-musuh Islam untuk menjauhkan umat Islam dari warisan leluhurnya. Misalnya, rakyat Indonesia hari ini nggak akrab lagi dengan huruf Arab semenjak Sumpah Pemuda tahun 1928. Padahal sebelumnya huruf Arab sudah dijadikan bahasa antar kesultanan Islam di tanah air.</p>
<p>Di Turki, upaya menghancurkan warisan sejarah Islam malah lebih kejam lagi. Semenjak Mustafa Kamal at-Taturk menghancurkan Khilafah Islamiyah, semua budaya yang beraroma Arab dan Islam dibuang. Penggunaan bahasa Arab dan nama-nama Arab terlarang. Kumandang azan pun harus diganti dengan bahasa Turki. Selama belasan tahun radio-radio dilarang menyiarkan bacaan al-Quran. Bahkan sampai sekarang muslimah yang ingin berjilbab pun diuber-uber dan dijebloskan ke dalam penjara oleh para penguasa yang juga muslim!</p>
<p>Sampai hari ini, Barat berhasil mencetak generasi muda Islam yang nggak kenal siapa diri mereka sendiri dan dari mana asalnya. Persis film <em>Bourne Identity</em> yang dimainkan Mark Wahlberg, di mana ia memerankan tokoh yang kehilangan ingatannya secara total.</p>
<p>Kini umat Islam juga mengalami hal yang sama. Khususnya kaum muda, banyak lho yang nggak tahu kalo mereka punya sejarah yang gemilang, yang kudu diperjuangkan lagi. Bukan nggak mungkin nanti banyak remaja Islam yang sampai nggak kenal siapa nabinya sendiri. Ah, kasihan remaja Islam. <strong>[iwan januar]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/remaja-gajah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sadisme di Sekitar Kita</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/sadisme-di-sekitar-kita</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/sadisme-di-sekitar-kita#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 02:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[edisi 041/tahun I (2 Sya&#8217;ban 1429 H/4 Agustus 2008) Kamu masih inget kan dengan berita pembunuhan berantai yang dilakukan seorang pria bernama Ryan? Korban kekejaman pemuda asal Jawa Timur itu udah menghiasi headline harian nasional dan daerah. Soalnya, jumlah korban yang diduga kuat dibunuh sama Ryan ini mencapai 10 orang. Malah, ada korban yang sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 041/tahun I (2 Sya&#8217;ban 1429 H/4 Agustus 2008)</p>
<p>Kamu masih inget kan dengan berita pembunuhan berantai yang dilakukan seorang pria bernama Ryan? Korban kekejaman pemuda asal Jawa Timur itu udah menghiasi headline harian nasional dan daerah. Soalnya, jumlah korban yang diduga kuat dibunuh sama Ryan ini mencapai 10 orang. Malah, ada korban yang sampe dimutilasi segala. Tahu kan mutilasi? Tubuh korbannya dipotong-potong. Ryan melakukan itu kepada korban bernama Heri Susanto yang dimutilasi tubuhnya menjadi 7 bagian lalu dimasukkan ke koper gede dan dibuang di sekitar Ragunan, Jakarta Selatan. Wuih, sadis banget tuh!</p>
<p>Bro, tentu ini kabar yang bikin bulu kuduk kita berdiri dan nggak mau duduk lagi. Terus berdiri saking ngeri en takutnya ngebayangin kalo sampe menimpa diri kita. Ih, <em>naudzubillahi mindzalik</em>. Jangan sampe deh!</p>
<p>Sebenarnya sih, kasus pembunuhan yang disertai mutilasi bukan kali pertama terjadi. Udah puluhan kasus lain yang pernah ada. Hanya saja, ini bisa dibilang lebih sadis karena korbannya banyak dan seperti pembunuhan &#8220;berseri&#8221;. Banyak nyawa yang dihabisi oleh pria ini. Memang nggak semua dimutilasi, tapi tetap aja ujungnya dibunuh. Pokoknya, sadis abis dah!<span id="more-1233"></span></p>
<p>Sobat muda muslim, tentu saja kita wajib prihatin dengan fakta seperti ini. Soalnya, ini menandakan bahwa masyarakat udah sakit banget, parah lagi. Gimana nggak, kok masih ada orang yang tega mencincang tubuh manusia. Kayaknya dingin banget tuh waktu motongin bagian tubuhnya satu per satu. Weleh, sori berat nih nulisnya begini kalo sampe kamu jadi pengen mumun alias mual muntah.</p>
<p>Ini memang kejadian nyata, bukan fiksi. Jadi efek ngerinya emang terasa banget. Meski sebenarnya kita udah sering sih dijejali kekejaman, keganasan, dan kebuasan melalui layar kaca dan juga film layar lebar. Film yang isinya berdarah-darah dan adegan kekerasan banyak juga lho ditayangkan dan jadi konsumsi publik. Parahnya, kengerian itu ternyata dinikmati. Makin ngeri dan kejam makin diminati kayak adegan pembunuhan dengan menggunakan gergaji mesin. Idih, nggak usah disebutin deh judul filmnya, entar kamu malah nonton. Tapi bagi yang udah pernah lihat, tulisan ini bukan bermaksud membangkitkan ingatan kamu tentang kengerian itu. Wis pokoknya, sadisme ada di sekitar kita. Baik yang nyata maupun khayalan. Waspadalah!</p>
<p><strong>Sadisme yang jadi hiburan</strong></p>
<p>Boys and gals, nggak jauh-jauh kayaknya kalo <em>content</em> sadisme ternyata ada di video game dan film. Tindak kriminal pun banyak yang terilhami dari adegan-adegan di video game atau jalan cerita di film. Mungkin ada di antara kamu yang masih ingat atau paling nggak pernah baca informasinya tentang kasus Eric Harris (18) dan Dylan Klebold (17), dua pelajar Columbine High School di Littleton Colorado, Amerika, yang menewaskan 11 rekannya dan seorang guru dengan cara menembaki mereka pada 20 April 1999. Dari keterangan temannya diperoleh, Dylan Klebold bisa berjam-jam main <em>game</em> yang tergolong penuh kekerasan seperti <em>Doom</em>, <em>Quake</em>, dan <em>Redneck Rampage</em>.</p>
<p>Untuk film kayaknya banyak banget yang bisa disebut. Tapi intinya, kebanyakan film yang memuat unsur sadisme adalah jenis film laga. Pasti ada banyak kekerasan. Kalo sekadar tubuh ditembus peluru sih efek ngerinya nggak hebat, tapi gimana kalo ada penggambaran adegan kepala orang yang terpisah dari tubuhnya setelah kena sabetan pedang? Sadis!</p>
<p>Belum lagi film kartun tuh, sebut aja <em>Tom and Jerry</em> yang penuh adegan kekerasan. Juga <em>Tweety and Silvestre, Power Ranger, Pokemon, Tazmanian Devil, Sonic Hedgehog,Road Runner, </em>dan sejenisnya. <em>So</em>, video game dan film bertema kekerasan dan sadisme dinikmati sebagai hiburan. Duh, kacau banget tuh. Bukan tak mungkin lho kalo akhirnya bisa menginspirasi para gamer maupun penikmat tayangan kekerasan itu. Iya nggak sih? Ati-ati!</p>
<p>Sobat, berarti emang ada yang error dalam pikiran kita. Awalnya mungkin ngeri, tapi akhirnya jadi hiburan dan menikmatinya. Ih!</p>
<p><strong>Berita kriminal yang jadi inspirasi </strong></p>
<p>Sobat muda muslim, dalam dunia jurnalistik, khususnya teknis pemberitaan ada kaidah <em>details make clear</em> alias terperinci itu menjadi gamblang. Cuma masalahnya gimana jadinya kalo pemberitaan tentang kriminalitas jadi kayak di film. Seringkali diperagakan adegan dari mulai hendak melakukan pembunuhan, saat melakukan pembunuhan, termasuk aksi apa saja setelah melakukan pembunuhan. Terperinci sekali. Bahkan berita yang ditampilkan bukan lagi eksploratif, tapi sudah mengarah kepada eksploitatif. Terlalu <em>overact</em> bin vulgar, gitu lho.</p>
<p>Ya, sudah jadi rahasia bersama kalo banyak orang bisa saling terinspirasi satu sama lain. Nggak sedikit kasus pembunuhan justru terinspirasi dari berita tentang pembunuhan yang rekonstruksi alias reka ulangnya digambarkan dengan detil banget. Dampaknya bisa positif seperti pemirsa bisa tahu sesadis apa orang tersebut melakukan kejahatannya, tapi juga bisa berdampak buruk karena dengan mengetahui kedetilan seperti itu bagi orang yang punya pikiran dan niat ke arah sana jadi ada inspirasi. Dengan demikian berita itu bukan lagi informatif, tapi sudah inspiratif. Bahaya banget tentunya.</p>
<p>Maka, untuk kasus pembunuhan dengan disertai mutilasi yang kemudian beritanya sampai detil banget ditayangkan di televisi, kita malah jadi khawatir kalo reka ulang itu malah dijadikan bahan inspirasi bagi pemirsa lainnya. Bukan tak mungkin kan? Meski tentunya kita nggak mengharap itu terjadi. <em>So</em>, waspadalah dan cermatlah memilih berita. Sebab, seharusnya tayangan-tayangan kriminalitas bertujuan menciptakan <em>awareness</em> (kepekaan) bagi penontonnya. Mereka akan waspada dan menghargai harta dan nyawa orang lain. Bukan menginspirasikan hal serupa pada mereka.</p>
<p><strong>Jangan ada lagi sadisme </strong></p>
<p>Bro, emang agak susah untuk bisa menghindari tindak kejahatan sampe bernilai zero alias nol. Paling banter kita bisa meredamnya. Itu pun harus sepakat terlebih dahulu bahwa sadisme memang nggak diperbolehkan ada serta jangan pernah ada. Sudut pandang kita terhadap jenis kejahatan apapun harus sama bahwa hal itu dilarang dan melanggar hukum. Sehingga kita bisa menentukan nilai, menetapkan jenis hukuman, dan memutuskan perkara hukum. Wuih, asyik banget kan?</p>
<p>Cuma masalahnya, apa kita masih berharap terus kepada sistem yang ada saat ini? Kapitalisme-Sekularisme udah terbukti nggak bisa nangani masalah apa pun. Bahkan kalo pun ada penanganan masalah, malah menambah masalah baru. Bukan menyelesaikannya secara tuntas. Ambil contoh kemarin sempat heboh tentang perlunya hukuman mati. Eh, masih ada juga yang menolaknya dengan alasan HAM. Padahal, seharusnya para penolak hukuman mati juga memikirkan keluarga yang menjadi korban pembunuhan. Pasti kecewa berat kalo sampe pelaku pembunuhan terhadap anggota keluarganya itu dibiarkan bebas berkeliaran tanpa dihukum setimpal.</p>
<p>Bro, sekadar kamu tahu aja bahwa dalam Islam hal ini sangat diperhatikan dan ada aturannya tuh. Khususnya untuk kasus pembunuhan yang disengaja ini, Islam sudah mengaturnya melalui firman Allah Swt. (yang artinya):<em>&#8220;Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh.&#8221; </em><strong>(QS al-Isr? [17]: 33)</strong><em> </em></p>
<p>Dalam kitab Nidzam al-Uqubat, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Ustad Abdurrahman al-Maliki menjelaskan secara cukup rinci tentang hadis-hadis yang berkaitan dengan qishash. Qish?sh adalah sebanding, yakni membunuh si pembunuhnya. Imam Bukh?ri meriwayatkan dari Ab? Hurayrah<strong> </strong>bahwa Nabi saw. bersabda, &#8220;<em>Barangsiapa terbunuh, maka walinya memiliki dua hak, bisa meminta tebusan (diyat), atau membunuh si pelakunya.&#8221; </em></p>
<p>Imam Ab? D?wud<strong> </strong>meriwayatkan dari Ab? Syuraih al-Khaz?&#8217;iy, ia berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,<em> &#8220;Barangsiapa tertumpah darahnya atau tersakiti, maka ia bisa memilih salah satu dari tiga pilihan, bisa meng-</em>qish?sh<em>, atau mengambil tebusan, atau memaafkan, jika ingin yang keempat, maka kuasailah dirinya (dibuang).&#8221;</em></p>
<p>Sobat muda muslim, ini cara Islam dalam menangani masalah pembunuhan. Jadi intinya, kalo emang pihak keluarga korban meminta si pelaku pembunuhan dihukum mati, ya akan dilaksanakan hukuman itu. Tapi, kalo pun kemudian meminta denda (diyat) maka si pelaku harus membayar diyat tersebut.</p>
<p>Oya, sebenarnya diyat sendiri ada dua, yakni yang berat dan tidak berat. Diyat yang berat, yakni 100 ekor unta, 40 ekor unta di antaranya bunting. Diyat semacam ini diambil dari pembunuhan yang disengaja, asalkan walinya memilih untuk meminta diyat. Kalo diyat yang nggak berat, yakni cukup 100 ekor unta aja. Nggak ada embel-embel lain. Diyat semacam ini diambil dari kasus pembunuhan yang tidak sengaja. Duh, lumayan juga tuh, kalo pun nggak sampe dihukum mati, tapi si pelaku kudu bayar diyat kepada keluarga korban sebanyak 100 ekor unta (40 ekor unta di antaranya sedang bunting). Kalo harga seekor unta itu Rp 5 juta. Maka kalo sampe 100 ekor berarti setengah miliar rupiah. Gimana pula kalo yang dibunuh lebih dari satu orang. Waduh, bisa dibayangin sendiri dah gimana pusingnya.</p>
<p>Bro, dalam Islam ?uqubat (sanksi-hukuman) berfungsi sebagai <em>zawajir</em> (pencegah) dan <em>jawabir</em> (penebus). Keberadaan uqubat sebagai zawajir, karena mampu mencegah manusia dari perbuatan dosa dan tindakan pelanggaran. Keberadaan ?uqubat sebagai <em>jawabir</em>, dikarenakan &#8216;uqubat dapat menebus sanksi akhirat. Sanksi akhirat bagi seorang muslim akan gugur oleh sanksi yang dijatuhkan negara Islam saat di dunia. Dalilnya adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dari ?Ubadah bin Shamit ra berkata, &#8220;<em>Kami bersama Rasulullah saw dalam suatu majelis dan beliau bersabda, &#8220;Kalian telah membai&#8217;atku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, kemudian beliau membaca keseluruhan ayat tersebut. &#8220;Barangsiapa di antara kalian memenuhinya, maka pahalanya di sisi Allah, dan barangsiapa mendapatkan dari hal itu sesuatu</em> <em>maka sanksinya adalah kifarat (denda) baginya, dan barangsiapa mendapatkan dari hal itu sesuatu, maka Allah akan menutupinya, mungkin mengampuni atau mengadzab.&#8221; </em></p>
<p>Jadi intinya nih, jangan main-main dengan nyawa orang lain. Kalo sampe melenyapkannya berarti kita melakukan pembunuhan dan tentu aja bukan cuma sadis tapi juga melanggar hukum dan tentu akan dihukum. Ati-ati yo! <strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
<p>====</p>
<p><strong><em>STOP PRESS</em></strong><br />
Dan.. nantikan pembahasannya secara live dalam obrolan di program <span style="font-size: medium;">[klinik] gaulislam</span> di <strong>Radio KISI 93,4 FM</strong> <strong>Bogor</strong> pada Hari Rabu, 6 Agustus 2008, jam 05.15 &#8211; 06.00 WIB. Bisa juga dengerin streaming-nya di <a href="http://www.kisifm.com/">www.kisifm.com</a>. Atau bisa juga di audiobloger-nya, syaratnya harus gabung dulu kali ye di YM-nya KISI FM dengan Yahoo ID: penyiarkisi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/sadisme-di-sekitar-kita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Senior Jangan &#8216;Diktator&#8217;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/jadi-senior-jangan-diktator</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/jadi-senior-jangan-diktator#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 00:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1225</guid>
		<description><![CDATA[edisi 040/tahun I (25 Rajab 1429 H/28 Juli 2008) Bro, kalo menurut Kamus Bahasa Indonesia sih, istilah diktator itu adalah kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan mutlak. Ciri-cirinya antikritik. Anti perubahan, wis pengen gayanya sendiri gitu lho. Nah, kenapa dalam judul tulisan ini diberi tanda petik: ?diktator&#8217;? Karena bukan arti sesungguhnya sebagai kepala pemerintahan. Tapi bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /> <strong></strong>edisi 040/tahun I (25 Rajab 1429 H/28 Juli 2008)</p>
<p>Bro, kalo menurut Kamus Bahasa Indonesia sih, istilah diktator itu adalah kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan mutlak. Ciri-cirinya antikritik. Anti perubahan, wis pengen gayanya sendiri gitu lho. Nah, kenapa dalam judul tulisan ini diberi tanda petik: ?diktator&#8217;? Karena bukan arti sesungguhnya sebagai kepala pemerintahan. Tapi bisa pula meliputi kepemimpinan di sebuah sekolah, mungkin ada kepala sekolah yang diktator, ada ketua OSIS yang diktator, ada ketua Rohis yang juga diktator. Termasuk para senior di sekolah or di pengajian yang merasa besar kepala nggak mau dikalahkan sama yuniornya. Prinsipnya: aturan pertama adalah senior pasti benar. Aturan kedua: kalo senior ngelakuin kesalahan, lihat aturan pertama. Wacks! (beeeuh, itu sih namanya pengen menang sendiri, dong ya?)</p>
<p>Sobat muda muslim, istilahnya emang serem abis ya: Diktator! Jadi bisa ngebayangin deh kalo model gini berarti pemimpinnya galak bener. Kalo dalam pemerintahan bisa refresif alias brutal secara fisik: mengejar, memukul, meringkus, memenjarakan, bahkan membunuh orang-orang yang nggak setuju dengan pendapatnya. Bukan diajak dialog, tapi langsung dimusuhi. Lha, piye iki ya? Apa kamu suka punya senior macam gitu? Kerjaannya bukan melindungi yunior tapi malah memeras yunior agar mau tunduk pada mereka. Jadi ada jatah wajib setor duit atau harta sama senior dan melakukannya dengan ancaman bahkan kekerasan. Idih, ini senior atau preman?<span id="more-1225"></span></p>
<p>Maka, nggak heran dong kalo sampe budaya &#8220;perbedaan kelas&#8221; ditunjukkin sama senior untuk menekan yunior. Senior malah fasih teriak memaki yunior ketimbang menemani mereka belajar dan mengenalkan apa itu arti penghormatan dan penghargaan. Umumnya para senior malah bersuka-cita dan bersemangat melayangkan pukulan ke tubuh dan wajah yunior ketimbang mendidik disiplin para yunior dengan cinta dan persahabatan. Ini memang aneh bin ajaib. Aneh tapi nyata. Kalo sekadar ngerjain yang sifatnya bikin kesel kayak di MOS masih banyak yang nggak ngerasa sebagai tindakan penghinaan. Tapi kalo udah kekerasan secara fisik, biasanya kelakuan itu dicap sebagai perbuatan yang sungguh terlalu abis! (ciee, pilihan katanya nekuk bener: &#8220;sungguh&#8221;, ditambah &#8220;terlalu&#8221;, eh masih juga dilengkapi &#8220;abis&#8221;!)</p>
<p>Oya, sebenarnya kelakuan para diktator itu bisa macam-macam lho levelnya. Ada yang ringan, biasa, dan keras. Contohnya, kalo yang ringan biasanya tipe senior ini atau orang yang berkuasa itu bisanya cuma nyuruh-nyuruh aja. Kalo levelnya sebagai diktator level biasa, bisa diukur dari gayanya yang antikritik dan mau menang sendiri serta memaksakan kehendak. Kalo diktator level yang keras bisa sampe menyingkirkan, menyiksa, menyakiti, dan bahkan membunuh lho. Idih, serem banget!</p>
<p><strong>Senior antikritik, harus diingatkan</strong></p>
<p>Kamu pernah ikut organisasi Rohis atau OSIS? Terus, pernah bekerjasama dengan senior yang jadi ketua organisasi tapi memiliki gaya seperti para diktator yang ditunjukkannya dengan antikritik? Kalo belum pernah, beruntunglah kamu. Tapi kalo sedang mengalaminya, juga beruntung. Lho, gimana maksudnya nih? Kok untung dua-duanya? Kayak promo sebuah operator seluler aja.</p>
<p>Iya, kalo belum pernah bekerjasama dengan senior yang jadi ketua OSIS model gitu, kamu emang beruntung. Sebabnya, sang senior yang jadi ketua OSIS tersebut pastilah enak diajak ngobrol, asik diajak sharing, nggak bete kalo diajak diskusi. Singkat kata, sang senior yang memegang jabatan penting itu orangnya terbuka. Bukan orang yang antikritik. Waktu MOS kemarin ada nggak senior yang antikritik? Udah tahu tuh senior ngelakuin salah tapi nggak nerima kalo dikritik yunior.</p>
<p>Terus, kalo pun sekarang kamu ngalami bekerjasama dengan senior yang jadi ketua OSIS tapi punya gaya kepemimpinan diktator, kamu juga tetap dianggap beruntung karena jadi ada ladang amal untuk ngingetin sang senior. Jangan diem aja. Nggak perlu takut untuk ngingetin doi. Yup, sampaikan bahwa sikap antikritik tuh nggak benar en nggak baik. Sang senior itu boleh aja jadi ketua OSIS, tapi kan bukan berarti sebagai ketua berhak memaksakan kehendak dan antikritik. Menganggap bahwa dirinya lebih benar, lebih baik, sembari mengabaikan usulan dan masukan dari yunior, bahkan menolak masukan dan kritikan dari temannya sendiri. Memang kalo dipikir-pikir bete juga punya senior yang memimpin OSIS kayak gitu. Tapi, sebagai bentuk perhatian kita, boleh dong kita berani sedikit aja untuk ngingetin doi. Iya nggak sih? Siapa tahu kepedulian kita dengan cara ngingetin doi jadi ladang amal buat kita dalam melakukan <em>amar ma&#8217;ruf </em>en<em> nahi munkar</em>. Tul nggak sih?</p>
<p>Emang sih, nggak mudah buat ngingetin senior model gitu. Maklumlah, dia ngerasa lebih dalam soal umur, ngerasa juga lebih soal ilmu, bisa juga lebih soal jabatan. Ya, nggak masalah sih asal kelebihan itu bisa dirasakan manfaatnya oleh para yunior atau kelebihan itu tak menjadikan sang senior arogan atau merendahkan yunior. Jangan sampe deh kejadian ada senior yang tega-teganya menyiksa yunior hanya gara-gara beda pendapat dan sang senior ogah dapetin kritik dari yunior. Ke laut aja deh, senior model gitu <em>mah</em>. Udah kadaluarsa en nggak perlu dibudidayakan (idih, emangnya lele dumbo dibudidayakan?). Iya, udah nggak jaman deh ada senior yang antikritik dan maksain pendapatnya ke yunior, bahkan berani menyerang secara fisik kepada yunior hanya gara-gara si yunior doyan banget ngingetin doi. Wih, parah banget, euy!</p>
<p><strong>Senior jangan belagu deh!</strong></p>
<p><em>Boys and gals</em>, semoga saja kamu kalo kebetulan sebagai senior nggak belagu di hadapan yunior ya. Nggak asik banget. Capek abis kalo terus ngikutin persepsi bahwa senior pasti lebih keren, senior pasti oke, senior harus jaga imej di hadapan yunior. Bila perlu pasang tampang galak dan sok berwibawa dan nggak mau disandingkan dengan yunior apalagi dibanding-bandingkan kemampuannya. Wah, kalo ada senior tipe gini bisa dicap belagu tuh. Nggak benar en tentunya nggak baik punya sikap belagu bin sombong, Bro. Sumpah!</p>
<p>Bener banget. Jangan mentang-mentang kita lebih senior di sekolah atau di pengurusan OSIS dan Rohis, lalu kita berhak untuk mendapatkan kehormatan dan tak bisa dianggap salah di hadapan yunior. Kalo kamu punya pikiran kayak gini, pasti deh nggak bakalan maju dan berkembang. Sebab, kamu selalu melupakan orang-orang di sekitar kamu. Kamu bisa ditunjuk jadi ketua OSIS atau Rohis karena ada orang yang mau dipimpin. Lha, kalo sekarang jadi belagu, gimana urusannya tuh? Iya nggak?</p>
<p>Jangan belagu, apalagi sombong, Bro. Jabatan itu ada habisnya kok. Kamu yang kuat aja bakalan keropos dimakan usia. Kamu yang kini gagah bisa bakalan lemah suatu saat nanti. Jangan menganggap orang lain yang nggak punya jabatan dan statusnya masih yunior lebih rendah daripada kamu. Meskipun faktanya demikian, tetap aja kamu nggak bisa en nggak boleh nunjukkin diri bahwa kamu tuh berada di atas mereka dan nggak bisa dikritik meskipun kamu melakukan kesalahan. Itu namanya sombong, Bro. Sombong itu artinya menolak kebenaran dan mengecilkan manusia. Duh, jangan sampe deh.</p>
<p>Suatu hari Lukman al-Hakim menasihati anaknya: &#8220;Janganlah engkau palingkan wajahmu dari manusia dan jangan menjauhkan diri dari mereka. Janganlah engkau memandang manusia dengan remeh dan hina. Janganlah engkau bergaul dengan orang-orang yang hasad, dengki, dan sombong. Hiduplah engkau bersama manusia dan untuk manusia. Dengarlah dengan teliti jika manusia berbicara dan bergaul denganmu. Tunjukkanlah kepada mereka wajah manis, riang, dan gembira. Senantiasa kamu melemparkan senyum kepada mereka. Jika engkau selalu bersama mereka, mereka akan mencintaimu. Senyum selalu, dan berlemah lembutlah kepada mereka. Jika engkau merendah diri terhadap mereka, mereka akan memuliakan kamu. Ketahuilah wahai anakku, bahwa orang sombong itu tak ubahnya seperti seorang yang berdiri di puncak bukit. Apabila dia melihat ke bawah, semua manusia kelihatan kecil, sedangkan dia sendiri nampak kecil di mata semua manusia lainnya.&#8221; <strong>[Mutiara Nasihat Lukman al-Hakim, karya Dr. Fathullah al-Hafnawi]</strong></p>
<p><strong>Karena kita manusia, Bro!</strong></p>
<p>Sobat muda muslim, sebagai manusia biasa tentunya kita membutuhkan masukan dan mungkin saja kritikan dari orang lain. Sebab, orang lain itu ibarat cermin. Jangan sampe kita yang berkelakuan jelek dan diingatkan oleh orang lain yang melihat diri kita, lalu kita malah memarahi orang tersebut. Padahal, yang jelas salah adalah kita. Kalo kita begitu rupa, artinya kita nggak mengakui kesalahan kita dan sekaligus kita menyangkal bahwa kita tuh manusia yang memang butuh bantuan dari manusia lainnya karena kelemahan dan keterbatasan kita sebagai manusia. Tul nggak sih?</p>
<p>Inilah kita saat ini. Meski kita sekarang tampak kuat, bisa berpikir dengan cepat, melahirkan berbagai karya adiluhung, semuanya itu tetap tak lepas dari peran Allah Swt. Jadi, kayaknya kita perlu nyadar deh bahwa kalo aja Allah mematikan kita, nggak ada seorang pun bisa mencegahnya. Teknologi paling canggih yang telah berhasil diciptakan oleh manusia, ternyata belum tercipta (dan nggak mungkin ada) teknologi untuk memperlambat datangnya ajal. Betul ndak? Inilah, karena memang kita adalah manusia. Bahkan <em>Radja</em> dengan manisnya berdendang, <em>&#8220;Aku hanyalah manusia biasa, yang tak pernah lepas dari khilaf.&#8221;</em></p>
<p>Dalam hidup ini kita selalu membutuhkan orang lain di sekitar kita. Sekecil apapun kontribusi mereka, adalah sebuah anugerah yang sangat bernilai bagi hidup kita. Bayangkan jika di dunia ini kita hidup masing-masing tanpa mengenal aturan bermasyarakat. Masing-masing individunya cuek semua. Kayaknya seperti tinggal di kota mati deh (atau malah di hutan sendirian?). Mengerikan bukan?</p>
<p>Beruntung sebagai seorang muslim, kita diajarkan oleh Allah Swt. dan RasulNya untuk senantiasa saling mengingatkan dengan saudara yang lain. Firman Allah Swt.(yang artinya):</p>
<p><em>&#8220;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar (berada) dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan? saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.&#8221;</em> <strong>(QS al-?Ashr [103]: 1-3)</strong></p>
<p>Yuk ah, nggak ada ruginya senior bergandengan tangan dengan yunior. Jangan jaim demi mementingkan wibawa. Apalagi ngerasa sok benar sendiri dan meremehkan yunior. <em>So</em>, jangan sampe kamu jadi senior yang memiliki gaya seperti diktator. Nggak benar en nggak baik di mata manusia, apalagi di hadapan Allah Swt. Nggak asik banget gitu lho. Sumpah! <strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/jadi-senior-jangan-diktator/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MOS Tanpa Plonco? Bisa Kok!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mos-tanpa-plonco-bisa-kok</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mos-tanpa-plonco-bisa-kok#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 00:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1170</guid>
		<description><![CDATA[edisi 039/tahun I (18 Rajab 1429 H/21 Juli 200 Tahun ajaran baru gini, biasanya musim apaan sih? Yup, pasti musim MOS alias Masa Orientasi Siswa. Hari-hari perdana para pelajar memasuki sebuah lingkungan sekolah baru (SMP dan SMA) diharuskan mengikuti program MOS yang biasanya di-handle ama kakak kelasnya. Berbagai peraturan pun diterapkan, mulai dari membawa tas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /> edisi 039/tahun I (18 Rajab 1429 H/21 Juli 200 <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tahun ajaran baru gini, biasanya musim apaan sih? Yup, pasti musim MOS alias Masa Orientasi Siswa. Hari-hari perdana para pelajar memasuki sebuah lingkungan sekolah baru (SMP dan SMA) diharuskan mengikuti program MOS yang biasanya di-<em>handle</em> ama kakak kelasnya. Berbagai peraturan pun diterapkan, mulai dari membawa tas dari karung beras atau kantung kresek ukuran jumbo, rambut dikucir sejumlah tanggal lahir (bagi cewek) dengan pita warna-warni, pakai sabuk dari tali plastik, sampai kertas dikalungkan bertuliskan nama-nama aneh yang harus diikat di leher sampai kegiatan MOS selesai. Itu adalah sebagian gambaran umum MOS yang berlaku di sekolah-sekolah, termasuk di kampus-kampus perguruan tinggi dengan nama OSPEK. Malah, sangat boleh jadi lebih keras dan lebih sadis, gitu lho. Gawat!<span id="more-1170"></span></p>
<p><strong>Jaman dulu lebih &#8220;error&#8221;</strong></p>
<p>Dulu, kegiatan MOS ini dibungkus oleh kegiatan wajib yang bernama Penataran P4 yang <em>booming</em> banget di masa orde baru. Di dalam kelas para siswa dan mahasiswa dicekokin tentang Pancasila, di luar ruangan mereka dikerjain para senior, dari perlakuan biasa sampe yang membahayakan nyawa. Gimana nggak, kalo ternyata para yunior ini ada yang menemui ajal karena dikerjain senior untuk meminum air aki (beeuh, error abis tuh!). Hal ini beneran terjadi di era tahun 80-an. Yup, kalo sekadar bonyok-bonyok karena dipukuli senior, itu hal yang lumrah banget.</p>
<p>Terus di tahun 90-an, MOS dengan selubung penataran P4 udah mulai agak manusiawi. Hukuman fisik sudah mulai dilarang di sekolah-sekolah dan kampus-kampus. Hal ini tidak terlepas dari peran media massa yang banyak memberitakan tentang kekejaman MOS. Sedikit bisa bernafas lega bagi mereka yang masuk tahun ajaran di era akhir 90-an meski belum benar-benar hilang budaya kekerasan ini. Memang sih nggak sampai main pukul ke yunior, tapi hukuman semisal push-up, dan lari-lari keliling lapangan masih kental terasa. Apalagi yang namanya bentakan, masih ada kok.</p>
<p>Aksesoris lain yang menyertai MOS biasanya disuruh pake tas yang nyeleneh. Mulai dari yang berbahan karung goni yang biasa untuk menampung beras hingga karung kain yang biasa dipake tepung terigu. Rambut juga nggak boleh dibiarkan nganggur alias diberi rumbai-rumbai atau pita warna-warni. Persis deh kayak pasien kabur dari RSJ hehehe&#8230;</p>
<p>Oya, ada lagi persyaratan tambahan semisal hari pertama bawa coklat dua batang, hari kedua bawa soft drink. Nggak jarang ada yang disuruh bawa lembaran koran/surat kabar dan beberapa ons bawang putih. Alasannya sih untuk dijual kembali dan digunakan bakti sosial. Tapi kalo cokelat dan minuman kaleng, so pasti masuk perut kakak senior dong. Curang yah?</p>
<p><strong>MOS, ajang kenalan dan disiplin?</strong></p>
<p>Banyak yang berdalih bahwa ajang orientasi semacam ini adalah momen perkenalan antara senior dengan yunior, dan begitu sebaliknya. Dengan kekerasan dan tindakan-tindakan ?kejam&#8217; diharapkan si yunior mudah hapal dan kenal dengan kakak senior. Kenal sih kenal tapi apa asyiknya dikenal seseorang karena kekejamannya? Trus masa&#8217; iya sih, ajang perkenalan harus pake hukuman dan bentakan? Apa nggak ada cara lain yang lebih tepat dan manusiawi?</p>
<p>Saya ingat sebuah sekolah (nggak usah disebutin namanya ye) yang di saat sekolah-sekolah lain masih menerapkan orientasi ala barbar, sekolah ini udah menerapkan MOS yang beda. Pembuatan makalah secara berkelompok, kuis pengasah otak, dan beberapa permainan mendidik menjadi alternatif untuk mengenal sekolah dan seniornya. Tak ada suara bentakan, hukuman fisik atau teriakan kasar senior ke yunior. Keren kan?</p>
<p>Cara di atas jauh lebih efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan daripada sebuah ajang kekerasan di dalam institusi sekolah maupun kampus. MOS dengan kekerasan hanya akan melestarikan budaya kekerasan dari generasi ke generasi. Sang yunior yang dibentak-bentak dan diberi hukuman fisik, pastilah menyimpan sebuah dendam di hati yang itu nantinya akan dilampiaskan ke yunior tahun berikutnya. Selalu seperti ini berulang terus tiap tahunnya. Masih ingat kan kasus IPDN? Lalu yang masih anget adalah kasus kekerasan di dalam kampus STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran).</p>
<p>Oya, alasan tentang perlunya kekerasan dalam MOS sebagai ajang perkenalan, nggak masuk akal. Dalih kedua adalah demi menegakkan disiplin. Apa iya disiplin bisa diterapkan dengan cacian dan makian? Naif banget alasan itu.</p>
<p><strong>Mengapa ini terjadi?</strong></p>
<p>Budaya kekerasan dalam dunia pendidikan adalah hal yang aneh dan tak masuk akal bagi mereka yang masih berakal sehat. Lha <em>wong</em> pendidikan itu gunanya untuk mengubah perilaku dari yang semula tidak terdidik menjadi generasi yang terdidik. Pernah dengar istilah ?kayak orang nggak berpendidikan aja&#8217; bila ada seseorang atau oknum terdidik tapi melakukan tindakan-tindakan yang nggak semestinya? Itu artinya, tujuan pendidikan memang seharusnya melahirkan orang-orang dengan perilaku selayaknya orang terdidik. Nah, kalo ada orang-orang yang berpendidikan tinggi namun masih menerapkan sikap dan perilaku kayak orang nggak berpendidikan, siapa yang salah?</p>
<p>Coba kita telusuri satu per satu adanya kekerasan di dunia pendidikan. Nggak peduli level SMP, SMA, perguruan tinggi negeri maupun swasta bahkan sekolah tinggi milik negara, semua aktivitas yang terjadi di dalamnya termasuk kegiatan MOS pastilah atas sepengetahuan dan izin atasan. Bo&#8217;ong banget kalo ada pimpinan sekolah, kampus, atau institusi yang mengatakan nggak tahu adanya budaya kekerasan di dalam wilayah yang dipimpinnya. Toh nyatanya bila sang pemimpin tegas dengan ancaman pemberian sanksi bagi yang masih melanggar, maka angka kekerasan di dunia pendidikan bisa juga ditekan.</p>
<p>Masalahnya, nggak semua orang yang punya kedudukan sebagai pemimpin punya ketegasan sikap. Banyak dari mereka yang seolah-olah nggak peduli adanya penyimpangan dalam lembaga yang dipimpinnya. Ini semua hal yang lumrah banget terjadi akibat kebingungan pihak pemerintah sendiri dalam merumuskan tujuan pendidikan. Aduh, kacau banget kan? Ya, memang menyedihkan.</p>
<p><strong>Solusinya, gimana dong?</strong></p>
<p>Maksud awal masa orientasi itu sesungguhnya positif yaitu untuk pengenalan lingkungan sekolah atau kampus kepada calon penghuni baru termasuk para senior. Masa orientasi ini jadi negatif ketika disalah-gunakan dengan kekerasan meski dalihnya demi kedisiplinan. Kedisiplinan nggak mungkin bisa ditegakkan dengan bentakan, cacian bahkan tonjokan. Bila pun ada yang terlihat disiplin akibat diterapkannya sistem ala preman ini, bisa dipastikan itu hanya semu belaka.</p>
<p>Saya dulu punya teman yang disiplin banget dengan diterapkannya MOS dengan bentakan, cacian dan hukuman fisik. Tapi apa yang terjadi ketika waktu sholat tiba? Ia santai aja tuh, nggak tergerak untuk segera ambil wudhu dan menunaikan sholat. Kalo benar kedisiplinan ada pada dirinya sebagaimana dia tunduk di depan senior, maka seharusnya ia lebih tunduk dong di hadapan Sang Mahakuasa (karena pasti di atas segalanya). <em>See</em>, ternyata kedisiplinan dengan kekerasan hanya menghasilkan hal yang palsu saja. Bahkan banyak terjadi, yunior bersikap sok menantang senior bila ia semakin ditekan untuk tunduk dengan kekerasan.</p>
<p>MOS yang santun bisa diterapkan kok di tengah budaya teriakan dan hukuman fisik. Saya dulu pernah mencobanya ketika SMA jadi senior, dengan menerapkan hukuman yang berbeda ketika ada yunior yang melanggar peraturan. Suruh aja tuh yunior menghapal ayat Qursy atau surat-surat pendek lainnya. Terus ajak dialog tentang motivasi dia melanggar dan apa penyebabnya. Dijamin deh, selain muka kakak senior nggak perlu harus kayak Nenek Lampir dan Si Gerandong karena teriak-teriak biar kelihatan sok jahat, sikap ini jauh lebih terlihat bijak dan manjur menekan angka pelanggaran. Dengan cara ini, saya dulu jadi spesialis menangani yunior-yunior bengal yang sulit diatur (ciee&#8230; kagak maksud nyombong lho&#8230;)</p>
<p>Intinya, para yunior itu adalah manusia yang punya akal dan hati. Sentuhlah kedua hal ini (akal dan perasaannya), maka sebengal apa pun karakter manusia, insya Allah bisa disembuhkan kok. Selain tidak menimbulkan dendam, cara elegan ini bisa membuat seseorang mendapat hidayah dengan semakin tebalnya iman dan keyakinannya terhadap keindahan Islam yang penuh dengan kelembutan.</p>
<p>&#8220;Sekolah/kampus saya bukan sekolah/kampus Islam&#8221;, mungkin di antara kamu ada yang berdalih. Harap tahu saja, saya pun tak pernah bersekolah atau masuk kampus Islam. Tapi bisa tuh cara di atas diterapkan. Buang pikiran kamu yang terkotak-kotak antara sekolah/kampus Islam dan umum. Pola pikir kayak gini khas banget milik para sekuleris alias mereka yang suka memisahkan agama dengan kehidupan. Padahal kalo Islam, nggak berlaku tuh yang namanya sekularisme. Munculnya carut-marut pendidikan termasuk penyelenggaraan MOS ini, yang pasti adalah karena dihilangkannya unsur keimanan dan ketakwaan dalam kurikulum. Ada sih, tapi secuil dan banyak guru yang nggak bisa cara ngajarinnya, karena antara ilmu dan amal nggak nyambung.</p>
<p>Sudah saatnya kita semua, tidak peduli sekolah/kampus Islam atau umum, balik ke sistem pendidikan Islam yang bertujuan menciptakan generasi berkepribadian Islam juga. Yang namanya kepribadian Islam, standarnya dalam berbuat pasti Islam juga dong. Jadi, nggak perlu tuh pemerintah teriak-teriak melarang perpeloncoan berkedok MOS. Sudah otomatis orang yang punya kepribadian Islam nggak akan melakukan sesuatu yang melanggar syariat Islam, termasuk penggunaan kekerasan dalam area pendidikan.</p>
<p>Jadi ternyata, Islam itu solutif banget yah. Bahkan dalam penyelenggaraan MOS pun, bila acuannya Islam maka tak perlu ada masalah kayak gini. Jadi udah saatnya deh negeri ini menoleh ke Islam bila menginginkan kehidupan generasi yang lebih baik. Supaya fenomena kekerasan ala IPDN, STIP atau genk motor dan Gank Nero bisa diberantas tuntas bila pihak yang berwenang menghendaki kebaikan bagi para siswanya.</p>
<p>Oya, buat kamu-kamu yang kebetulan jadi panitia MOS atau OSPEK, jangan takut untuk memberikan nafas segar bagi dunia pendidikan kita dimulai dari keberanian kamu menawarkan konsep Islam yang indah ini. Mau kan kamu jadi <em>agent of change</em> ini? Harus dong, karena imbalannya nggak main-main, yaitu berupa kemuliaan di dunia dan pahala di akhirat kelak. Asyik kan? <strong>[ria: riafariana@yahoo.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mos-tanpa-plonco-bisa-kok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Remaja Dikepung &#8216;Hantu&#8217;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/remaja-dikepung-hantu</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/remaja-dikepung-hantu#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 00:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1163</guid>
		<description><![CDATA[edisi 038/tahun I (11 Rajab 1429 H/14 Juli 2008) Eit, bukan maksudnya remaja dikepung hantu betulan, tapi dikepung film-film hantu. Sebut saja di Planet Hollywood, pertengahan November 2006, menjelma menjadi Planet Hantu. Pemutaran perdana film Bangku Kosong diisi dengan belasan remaja berseragam sekolah yang berambut acak-acakan dan dengan?celak tebal. Mereka memasang wajah yang bermaksud seram, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></p>
<p>edisi 038/tahun I (11 Rajab 1429 H/14 Juli 2008)</p>
<p>Eit, bukan maksudnya remaja dikepung hantu betulan, tapi dikepung film-film hantu. Sebut saja di Planet Hollywood, pertengahan November 2006, menjelma menjadi Planet Hantu. Pemutaran perdana film <em>Bangku Kosong</em> diisi dengan belasan remaja berseragam sekolah yang berambut acak-acakan dan dengan?celak tebal. Mereka memasang wajah yang bermaksud seram, tapi malah jadi lucu.</p>
<p>Di luar bioskop, sebuah mobil ambulans menunggu. Mobil ini dilengkapi dengan tim paramedis segala. Tim tersebut bertugas merawat penonton yang, siapa tahu, &#8220;terguncang&#8221; setelah menonton film horor garapan sutradara Helfi Ch. Kardir itu.<span id="more-1163"></span></p>
<p>Film horor <em>Bangku Kosong</em> adalah salah satu film horor buatan anak negeri. Seperti bisa kamu liat di berbagai bioskop, film-film Indonesia dipenuhi dengan hantu. Sepanjang tahun 2007 saja diproduksi 30 film horor, sedangkan tahun 2006 ?hanya&#8217; sekitar 20 judul. Mungkin kamu pernah ngelirik poster film-film hantu lokal seperti <em>Tali Pocong Perawan, Tiren (Mati Kemaren), Pulau Hantu 2, Sumpah Pocong Di Sekolah, Hantu Perawan Jeruk Purut</em>, dsb. Tahun-tahun sebelumnya kita ditakut-takutin dengan film <em>Terowongan Casablanca</em>, <em>Hantu Jeruk Purut</em>, <em>Pocong</em>, <em>Kuntilanak</em>, <em>Pulau Hantu</em> dan kawan-kawannya. Semuanya konon laris manis ditonton banyak orang. Temanya apa? Pokoke semua tentang hantu dan syaithon. Hiii&#8230;!</p>
<p><strong>Kenapa harus hantu?</strong></p>
<p>Kalo dulu kita lebih kenal en ?akrab&#8217; ama hantu impor macam Vampire or Dracula, Zombie, Frankenstein, Mummy, Vampire Mandarin, kini kawula muda mungkin lebih akrab ama yang namanya Hantu Jeruk Purut en Suster Ngesot. Khusus Suster Ngesot kayaknya fenomenal banget dan udah jadi ikon perhantuan di tanah air setelah Kuntilanak.</p>
<p>Mengorbitnya hantu-hantu lokal nggak lepas dari makin semangatnya para sineas lokal untuk memproduksi film horor <em>made in</em> Indonesia. Nggak cuma dimunculin ikon-ikon baru seperti Suster Ngesot ama hantu bocah botak di film Jelangkung, tapi para sineas lokal juga menggali lagi hantu-hantu lawas seperti Kuntilanak, Genderuwo dan Pocong.</p>
<p>Hantu-hantu yang bermunculan di layar bioskop &#8211; juga layar televisi &#8211; bisa dibilang sebagai kebangkitan film nasional. Setelah para sineas lokal terpuruk dan babak belur dihajar film-film Hollywood, Bollywood juga Mandarin, dunia perfilman Indonesia bernafas lagi. Adalah film <em>Jelangkung</em> garapan sutradara Rizal Mantovani &amp; Jose Purnomo yang mengawali kebangkitan film nasional&#8230;dan film hantu, pastinya. Film itu konon ditonton oleh 1,2 juta orang.</p>
<p>Setelah itu, berbagai film-film ber-genre horor dibuat. Sebut saja <em>Tusuk Jelangkung</em> garapan Dimas Jayadiningrat, <em>Kafir</em> karya Sujiwo Tejo, <em>Rumah Pondok Indah, Lentera Merah, Kuntilanak</em>, <em>Lawang Sewu, Pocong, Pulau Hantu, Suster Ngesot, Lewat Tengah Malam, Lantai 13</em>, dsb. Menurut catatan media massa, film-film itu laris manis tanjung kimpul! Rata-rata film horor ditonton sampai setengah juta penonton. Salah satu film hantu yang paling rame ditonton adalah <em>Kuntilanak</em> garapan sutradara Rizal Mantovani yang ditonton oleh 1,5 juta penonton.</p>
<p>Ternyata, film-film horor Indonesia dan hantu-hantu lokalnya juga disukai di negeri jiran Malaysia. <em>&#8220;Film `Beranak Dalam Kubur` sukses karena kami menerima pendapatan sebesar 250.000 ringgit (Rp 725 juta) setelah diputar satu bulan di bioskop Kuala Lumpur dan Lembah Klang. Baru satu minggu diputar, kami pun mendapat pemasukan 40.000 ringgit (Rp 116 juta),&#8221;</em> kata juru bicara Sendi Mutiara Sdn Bhd, Dankerina, di Kuala Lumpur, Kamis, 26/6-2008.</p>
<p>Sendi Mutiara terhitung perusahaan yang meraih sukses besar setelah mengedarkan film-film Indonesia, terutama film-film hantu. &#8220;Yang paling sukses adalah ketika kami mengedarkan film Pocong 2 dan Pocong 3,&#8221; kata Dankerina, pada acara preview film &#8220;Hantu Jembatan Ancol&#8221; di TGV, Suria KLCC. Film &#8220;Hantu Jembatan Ancol&#8221; akan mulai beredar di bioskop papan atas Kuala Lumpur dan Lembah Klang, pada Kamis 3 Juli 2008.</p>
<p>Nah, soal keuntungan itulah yang bikin produser dan sineas tanah air semanget 45 nakut-nakutin penonton. <em>Rumah Pondok Indah</em> yang diputar pada awal tahun 2007, misalnya, mencatat jumlah 700 ribu penonton; <em>Lentera Merah</em> yang disutradarai Hanung Bramantyo ditonton 300 ribu orang; <em>Hantu Jeruk Purut</em> karya Koya Pagayo alias Nayato Fio Nuala meraih 790 ribu penonton; <em>Pocong 2</em> garapan Rudi Soedjarwo meraup 813 ribu penonton pada pemutaran hari ke-26. Sejauh ini, film horor yang berhasil meraup penonton tertinggi adalah film Rizal Mantovani, <em>Kuntilanak</em>, yang menembus angka 1,5 juta penonton! Jika harga tiket bioskop dihitung rata-rata Rp 20 ribu, <em>Kuntilanak</em> telah memperoleh pendapatan kotor Rp 30 miliar.</p>
<p>Padahal, katanya, biaya pembuatan film-film horor nggak semahal film drama apalagi <em>action</em>. Lokasi pengambilan gambar nggak banyak, pemainnya juga yang baru-baru sehingga bisa dibayar lebih murah (kebanyakan pemain top ogah main dalam film horor). Makanya, bikin film horor cukup dengan duit Rp 1,7 miliar. Sementara keuntungan yang diraih terbilang gede. Kalo sudah bisa menyedot 300 ribu penonton aja, maka udah dipastikan balik modal.</p>
<p>Emang, yang namanya film horor, udah sedari dulu menyedot banyak penonton. Indonesia punya sejarah panjang seputar film-film horor. Menurut catatan dunia perfilman, film seram yang pertama kali dibuat adalah Doea Siloeman Oelar Poeti yang disutradarai The Teng Cun pada tahun 1932. pada tahun-tahun itu dunia perfilman nasional banyak diisi hantu-hantu legenda Cina.</p>
<p>Barulah di tahun 1970-an, banyak dibikin film horor dengan hantu lokal, dengan salah satu ikonnya; Suzanna. Sebut aja film <em>Beranak Dalam Kubur</em> yang legendaris itu.</p>
<p>Terus muncul juga film laris <em>Si Manis Jembatan Ancol</em> (1973), yang dibintangi Lenny Marlina dan Farouk Afero, Setan Kuburan (1975) karya sutradara Daeng Harris.</p>
<p>Periode berikutnya, film-film horor tren ditambah dengan adegan seks. Misalnya Yurike Prastika lewat <em>Pembalasan Ratu Laut Selatan</em> (1989) yang kontroversial itu. Film ini meraih 500 ribu penonton, sebuah jumlah yang amat tinggi waktu itu. Film yang laris pada dasawarsa ini antara lain <em>Nyi Blorong</em> (1982), yang membukukan 354 ribu penonton, <em>Nyi Ageng Ratu Pemikat</em> (1985, 236 ribu penonton), <em>Petualangan Cinta Nyi Blorong</em> (1987, 290 ribu), <em>Malam Satu Suro</em> (1988, 290 ribu), dan <em>Santet</em> (1989, 352 ribu). Jumlah penonton 100 ribu ke atas sudah tergolong laris saat itu.</p>
<p><strong>Bermutu nggak?</strong></p>
<p>Okelah film-film horor itu sukses ngeruk keuntungan dari penonton, tapi sebenarnya sukses nggak sih bikin penonton jadi ngacir alias takut? Alias gimana sih mutu film-film itu?</p>
<p>&#8220;Hantunya sih nggak seram, tapi musiknya itu yang bikin kaget,&#8221; katanya Merry, 26 tahun, Account Support Executive Nuskin Indonesia. Merry telah menonton <em>Jelangkung, Kuntilanak, dan Bangku Kosong</em>.</p>
<p>Kembali pada bagian awal tulisan ini, yang film <em>Bangku Kosong</em> diputar di Planet Hollywood, ternyata bukannya bikin seram tapi malah bikin banyak remaja yang nonton pada cekikikan. Ketawa-ketiwi. Nggak ada penonton yang pingsan sama sekali. Lho, ini film horor atau film humor? Ambulan yang udah disiapin produsernya pun nongkrong aja nggak terpakai.</p>
<p>Seorang pengamat film bahkan berkomentar, <em>&#8220;Kalau nonton film-film horor sekarang, merindingnya hanya sebentar. Tetapi kalau memutar kembali film-film yang dibintangi Suzanna, rasanya bulu kuduk ini tak mau tidur lagi.&#8221;</em></p>
<p>Yup, kudu jujur, kalo secara kualitas, film-film itu kalah kelas. Ini diakui ama Shanker, produser <em>Hantu Jeruk Purut</em> dan <em>Panggil Namaku XXX</em> (2005). Ia nggak ambil pusing dengan kritik pedas soal mutu film horor. Alasannya apa lagi kalo bukan keuntungan. <em>&#8220;Sekarang coba lihat berapa film drama yang bisa menembus satu juta penonton dalam satu tahun?&#8221;</em> tanyanya. Jadi ini persoalan duit, bukan yang lain. Kalo yang biasa-biasa aja udah laku keras ngapain bikin yang mahal.</p>
<p>Film <em>Rumah Pondok Indah</em>, melalui posternya, bahkan terang-terangan menulis begini; <em>&#8220;Cuma buat penggemar film sampah,&#8221;</em>. Alamak!</p>
<p><strong>Jaga akidah</strong></p>
<p><em>But</em>, buat kita, Bro en Sis, yang kudu dicermati bukan masalah itu film syerem atau malah bikin ngakak. Mau hantunya baru atau jadul (jaman dulu) kagak ngaruh. Mau suster ngesot atau dokter ngerangkak, maupun kuntilanak, kagak usah dipikirin. Tapi yang kita kudu jaga adalah ketahanan akidah kita.</p>
<p>Film-film seperti itu kan dibuat dari imajinasi alias tahayul. Bentuk para hantu seperti pocong, genderuwo, suster ngesot, dkk., adalah rekaan manusia. Nggak ada catatan resmi apalagi yang disahkan menurut al-Quran dan as-Sunah tentang bentuk-bentuk setan, meski mereka emang bisa mengubah wujud dalam aneka rupa. <em>So</em>, maraknya sinema horor dikhawatirkan bikin orang jatuh pada tahayul alias superstisi.</p>
<p>Begitupula cerita bahwa ada setan yang baik dan suka menolong manusia seperti <em>Casper</em> atau <em>Constantine</em> yang diperankan Keanu Reeves, ataupun <em>Spawn</em>. Mana ada setan bertugas membasmi kejahatan. Kok setan ngelawan setan?</p>
<p>Dalam al-Quran, Allah menjelaskan bahwa ada sejumlah mahluk gaib; yakni malaikat, jin dan iblis. Adapun malaikat adalah mahluk yang selalu taat pada Allah. Sedangkan iblis, Allah sudah kabarkan pada kita bahwa ia punya misi menyesatkan umat manusia. FirmanNya:</p>
<p><em>&#8220;Iblis berkata, ?Ya Rabb, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. </em><em>Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka.&#8217;&#8221; </em><strong>(QS al-Hijr [15]: 39-40)</strong></p>
<p>Dalam menjalankan tugasnya ini, iblis merekrut sejumlah anak buah dari golongan jin dan manusia. Mereka itulah yang dinamakan syetan. Seperti yang tercantum dalam surat an-Naas: <em>&#8220;Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.&#8221; </em><strong>(QS an-Naas [114]: 4-6)</strong></p>
<p>Sedangkan jin adalah mahluk gaib yang diciptakan dari api yang sangat panas. Seperti halnya manusia, bangsa jin juga ditaklif oleh Allah untuk taat pada perintahNya. firmanNya:<em>&#8220;Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu,&#8221; </em><strong>(QS adz-Dzaariyaat [51]: 56)</strong></p>
<p>Perlu kamu ketahui, manusia tidak mampu melihat rupa jin yang aslinya, kecuali jika mereka mendatangi manusia dalam rupa yang lainnya. Misalnya, di jaman Nabi saw., salah seorang sahabat, Abu Hurairah ra., pernah didatangi jin yang hendak menipunya, tapi kemudian Nabi saw. memberikan nasihat kepada Abu Hurairah. Akhirnya jin itu malah mengajarkannya ayat Qursiy (lihat hadits Imam Bukhari no. 2311-red.). <em>So</em>, bisa aja jin muncul ke hadapan kita (hiii&#8230;na&#8217;uzubillahi min dzalik!) dalam rupa orang yang sudah meninggal, kyai, binatang, bahkan mahluk menyeramkan seperti kuntilanak, genderuwo, pocong, dsb.</p>
<p>Buat kita neh, iblis dan syetan jelas musuh yang nyata. Pantang umat Islam jadi anak buah mereka. Begitu pula nggak pada tempatnya untuk takut. Karena iblis dan syetan adalah musuh yang nyata yang kudu diperangi oleh orang beriman. Yang diperangi di sini bukan seperti digambarkan dalam film-film yaitu dihancurkan oleh <em>Ghostbuster</em> atau program acara <em>Pemburu Hantu</em> yang pernah ada di sebuah stasiun televisi swasta, tapi menjauhkan diri dari godaan mereka. Karena mereka udah pasti akan mencari cara untuk menyesatkan kaum beriman.</p>
<p>Allah Swt. berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka (umat manusia) dengan bujukanmu, dan kerahkanlah kepada mereka pasukan berkudamu dan pasukanmu yang berjalan kaki dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan berjanjilah kepada mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.&#8221; </em><strong>(QS al-Isra 17]: 64)</strong></p>
<p>Permusuhan kita pada iblis dan syetan adalah dengan taat pada Allah. Kita laksanakan syariat Islam di muka bumi, di bawah naungan negara yang menerapkan Islam sebagai ideologinya, yakni Khilafah Islamiyah. Itulah tanda perlawanan kepada mereka. Tapi kalo sekadar ngerapalin mantera, tapi kemudian aturan Allah nggak kita taati-juga nggak mau atau bahkan menolak dakwah untuk menegakkan syariat Islam di muka bumi ini&#8211;itu artinya kita kalah en tunduk pada iblis dan syetan. Nah, moga-moga kita bisa menjadi pembasmi hantu yang sesungguhnya, yakni taat pada Allah dan RasulNya en siap memperjuangkan kalimatullah. Allahu Akbar! Usir Iblis! <strong>[iwan januar]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/remaja-dikepung-hantu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lulus Sekolah, Lalu Ngapain?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/lulus-sekolah-lalu-ngapain</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/lulus-sekolah-lalu-ngapain#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 23:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[edisi 037/tahun I (4 Rajab 1429 H/7 Juli 2008) Tahun ajaran baru segera dimulai. Tahun ajaran lama udah kita tinggalin. Bagi kamu yang masih tercatat sebagai siswa sih tentunya berharap tahun ajaran baru ini membawa perubahan baru. Tentu ke arah yang lebih baik. Tapi buat kamu yang udah lulus SMA dan nggak nerusin ke jenjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<style>
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
</style>
<p> <![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p> <![endif]--></p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /> <strong> </strong>edisi 037/tahun I (4 Rajab 1429 H/7 Juli 2008)</p>
<p>Tahun ajaran baru segera dimulai. Tahun ajaran lama udah kita tinggalin. Bagi kamu yang masih tercatat sebagai siswa sih tentunya berharap tahun ajaran baru ini membawa perubahan baru. Tentu ke arah yang lebih baik. Tapi buat kamu yang udah lulus SMA dan nggak nerusin ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kayaknya rada nyantai dikit deh (atau malah <em>always</em> nyantai?). Iya, dibilang nyantai tuh karena nggak perlu mikirin lagi pelajaran kimia yang konon kabarnya bikin ubun-ubun ngebul, nggak ada lagi pelajaran fisika yang bisa bikin rambut jadi ubanan (idih hiperbolis banget! Ngarang deh lo!). Selamat tinggal pelajaran matematika yang bikin nggak karuan, maklum kata Ucup Kelik, matematika tuh akronim dari makin tekun makin tidak karuan. Pokoknya bebas lepas sesuka kamu mau ngapain aja. Tapi apa iya sebebas itu? Merasa bebas karena nggak belajar lagi? Idih, jadi selama ini kamu belajar di sekolah merasa terbebani dong? Nggak enjoy. Betul nggak?</p>
<p>Bro en Sis, sebenarnya kita sekolah bertahun-tahun sejak TK sampe lulus SMA itu isinya emang penuh dengan belajar. Selain belajar bidang akademik untuk ilmu umum dan ilmu agama, juga kita belajar berteman, belajar bergaul dengan kalangan manapun, belajar untuk saling menghargai dan menghormati dengan sesama komunitas tempat kita gaul, siap untuk terinspirasi oleh orang lain, sekaligus siap menjadi inspirasi bagi orang lain. Itulah hidup, Bro. Itulah makna belajar. Sekolah sebenarnya hanya satu cara kita belajar secara formal. Status kita sebagai pembelajar diakui oleh lembaga tertentu, belajar di tempat tertentu, mengenakan seragam tertentu, ada standar penilaian tertentu pula, serta kalo lulus memiliki surat tanda bukti tamat belajar alias ijazah.<span id="more-1135"></span></p>
<p>Nah, selain di sekolah sebenarnya kita masih bisa belajar. Bahkan sangat boleh jadi belajar informal ini sangat banyak tempat dan kesempatannya. Kalo di sekolah itu, yang <em>full day</em> sekalipun, berada di lingkungan pendidikan tersebut maksimal 9 jam. Masih ada waktu 15 jam dari hitungan satu hari yang 24 jam itu. Pada jumlah jam inilah kita masih bisa belajar lagi. Belajar di sekolah kehidupan. Seperti apa tuh?</p>
<p><em>Boys and guys</em>, waktu kamu naik kendaraan dari rumah ke sekolah, yang rata-rata ditempuh nggak kurang dari satu jam (ini kalo jarak rumahmu dengan sekolah nggak jauh), kamu masih bisa belajar untuk memperhatikan kehidupan ini. Jangan bengong aja pas naik angkot, tapi lihatlah ke sekeliling kamu. Memperhatikan para penumpang lain. Misalnya sesama teman satu sekolah atau sekolah lain. Kamu bisa ngobrol. Sebab, dengan ngobrol itulah wawasan kamu jadi terbuka. Kamu pun akhirnya jadi bisa tahu persoalan yang dialami teman kamu. Bahkan kamu sendiri bisa berbagi informasi kepada siapapun.</p>
<p>Belum lagi kalo kamu bisa merenungkan setiap peristiwa yang kamu lihat dalam perjalanan itu. Ketika ada orang yang meminta-minta atau mengamen di perempatan jalan ketika lampu pengatur lalulintas berwarna merah, kamu bisa memperhatikan mengapa mereka bisa seperti itu, mengapa mereka memilih hidup seperti itu dan lain sebagainya. Kamu bisa empati kepada mereka yang berada di jalur kehidupan seperti itu (dan mungkin aja kan kalo kamu punya solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut?). <em>So</em>, satu pelajaran lagi tentang hidup bisa dijadikan wawasan dan pemahaman kamu. Bener nggak sih?</p>
<p><em>So</em>, sebenarnya ketika kamu lulus SMA dan nggak ngelanjutin kuliah, sebenarnya kamu udah terjun langsung dalam pelajaran hidup yang sebenarnya. Waktu yang kamu miliki bisa jauh lebih banyak untuk belajar di sektor informal. Bahkan saat itulah hidup penuh petualangan baru saja dimulai meski ada kewajiban yang hampir sama ketika masih sekolah. Misalnya kamu kerja bareng orang lain, entah di toko, di kantoran atau di pabrik. Pasti ada aturan mainnya, pasti ada ketentuan tambahan lainnya seperti wajib mengenakan seragam tertentu, harus mengerjakan tugas tertentu dan ada pertanggunganjawab atas apa yang kamu kerjakan. Iya kan?</p>
<p>Jadi sebenarnya polanya sama hanya kondisinya yang berbeda. Di sini, kamu juga tetap sebagai orang yang wajib belajar. Meski tak ada penilaian di bidang akademik tertentu, tapi penilaian dalam bidang lain, yakni keseriusan kerja, disiplin kerja, kebersamaan dalam sebuah <em>team work</em>, menghormati dan menghargai kawan kerja, memberikan kepercayaan kepada pemimpin perusahaan, dan lain sebagainya. Intinya, kita tetap belajar dan belajar selama hayat masih dikandung badan. Setuju nggak sih?</p>
<p><strong>Jangan mau jadi penganggur!</strong></p>
<p>Bro, hidup ini terlalu indah kalo cuma dipake bengong saban harinya. Lulus sekolah dan nggak ngelanjutin ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bukan berarti berhenti belajar dan berhenti beraktivitas. Sebaliknya, karena baru saja masuk gerbang petualangan hidup yang baru, maka kamu wajib serius mikirin. Sebab, ortu kamu bisa dibilang udah boleh berharap sama kamu untuk bisa mandiri. Bila perlu malah kamu jadi ikut bertanggung jawab dengan kehidupan keluarga kamu. Apalagi kalo ayah kamu udah pensiun kerja atau malah udah nggak ada di dunia ini. Maka, ketika kamu lulus sekolah pun, tanggung jawab ibu kamu jadi lebih ringan. Tinggal mikirin sekolah adik-adikmu (kalo kamu punya adik tentunya). Bersamaan dengan itu, tentu kamu kudu lebih kreatif nyari penghasilan. Ingat ya, bukan nyari pekerjaan, tapi mencari penghasilan untuk nafkah.</p>
<p>Itu sebabnya, kalo fokus kamu cuma nyari kerjaan, maka kamu jadi nggak terlalu kreatif. Karena yang dipikirin gimana caranya bikin surat lamaran dan segala kelengkapannya sambil berburu info lowongan kerjaan. Boleh aja sih, tapi harus juga dibarengi dengan kegiatan lain yang bisa menghasilkan uang. Sehingga nantinya kalo pun kamu dapetin kerjaan, kamu bisa nyambi mencari tambahan dengan keterampilan yang kamu miliki. Atau kalo pahit banget, yakni nggak dapetin kerjaan, tapi kamu masih bisa hidup dari aktivitas kamu yang bisa menghasilkan uang.</p>
<p>Banyak cara untuk mencari nafkah Bro. Jangan bebani lagi ortu kamu dengan urusan kita. Mulailah untuk mandiri. Kamu bisa coba jenis usaha kecil-kecilan dengan modal sedikit. Misalnya jualan pulsa telepon. Jangan bayangkan kalo jualan pulsa telepon itu modalnya harus gede. Nggak juga kok. Mungkin bisa gabung aja dulu ama teman yang udah punya usaha itu. Minimal kamu jadi makelarnya. Misalnya, kamu ngasih tahu ke temen-temen kamu yang punya ponsel bahwa kalo mo isi pulsa bisa ke temen kamu aja. Terus kamu bikin perjanjian sama teman kamu yang punya usaha jualan pulsa itu untuk dapetin <em>fee</em> juga. Ini pasti kecil deh hasilnya. Tapi kan bisa dibarengi dengan usaha lain, misalnya yang hubungannya dengan ponsel lagi. Saya punya teman yang model gitu. Dia nggak bisa membetulkan ponsel rusak, hanya saja dia punya kenalan yang bisa betulin ponsel rusak. Ya, sebagai makelar lah. Lumayan kan? Pasti ada pemasukan penghasilan tuh. Beruntung pula dia tergabung dalam sebuah komunitas dakwah, promosi usahanya bisa dilakukan MLM alias Marketing Lewat Mulut yang dilakukan teman-temannya. Ya, mirip-mirip kalo kita masuk jejaring sosial di dunia maya macam Friendster dan Multiply. Temannya teman kita yang belum tahu tentang kita bisa ngelihat profil kita lewat daftar kenalan yang dimiliki temannya itu. Wah, asyik banget kan?</p>
<p>Hmm.. itulah kenapa ukhuwah itu bisa membuka jalan bagi rejeki kita atau manfaat lainnya. Kita bisa saling memberi dan menerima, kita bisa saling menasihati dan mengingatkan. Insya Allah banyak manfaatnya. Jadi, jangan bengong aja di rumah. Cari teman sebanyak mungkin, Tentu teman yang baik-baik untuk ukhuwah kita. Syukur-syukur kalo bisa gabung dalam komunitas dakwah. Lebih mulia lagi aktivitasnya. Sehingga kalo pun nggak dapet-dapet kerjaan, kita masih bisa nyari peluang usaha bareng teman, nyari peluang dapetin penghasilan berkat kerjasama dengan teman lainnya sambil berdakwah menyampaikan kebenaran Islam. Duit dapet, pahala juga dapet. Jadi, nggak ada alasan untuk bengong di rumah sambil membebani ortu atau menikmati masa nganggur gara-gara belum dapet kerja. Padahal, usia kamu tuh usia produktif.</p>
<p><strong>Hargai waktumu!</strong></p>
<p>Bro en Sis, mumpung masih muda. Lulus sekolah dan nggak ngelanjutin pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bukanlah akhir dari hidup kita. Waktu kita insya Allah masih banyak. Tentu, harus kita gunakan dengan benar dan baik. Kita bisa beramal shalih, sekaligus waktu tersebut kita gunakan untuk mencari peluang penghasilan secara materi. Banyak cara bagi kita untuk bertahan hidup dengan jalan yang halal. Maka, segera hentikan diam kita dan mari hargai waktu dengan cara memanfaatkannya dengan benar dan baik di jalan yang diridhoi Allah Swt.</p>
<p>Nah, ngomongin soal waktu sebenarnya udah sering banget dibahas ya? Sebab, setiap dari diri kita masing-masing pasti udah punya sistem managemen sendiri dalam mengatur kebiasaan hidup kita. Jadi sebenarnya kalo mau disamakan modelnya agak susah. Tapi yang terpenting dalam mengatur waktu adalah pastikan sesuai dengan tujuan dan tak ada waktu yang disia-siakan begitu saja. Sebab, waktu ini akan terus berjalan. Sang waktu nggak perlu minta ijin sama kita yang lagi bengong, main gaple, ngobrol nggak jelas, dan aktivitas miskin manfaat lainnya. Ia akan terus berlari meninggalkan kita yang nggak pernah bergerak sedikit pun. Sering tak terasa, waktu seminggu sangat cepat, itu kita tahu setelah kita melewatinya. Bagi kita yang melewatinya dengan banyak amal baik insya Allah menjadi tabungan pahala kita kelak. Tapi bagi kita yang melewati hari demi hari dalam seminggu itu hanya dengan bengong dan bertopang dagu saja, rasa-rasanya sangat rugi, apalagi kalo melakukan maksiat, ruginya berlipat-lipat.</p>
<p>Allah berfirman dalam al-Quran:</p>
<p><em>&#8220;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&#8221; </em><strong>(QS al-?Ashr [103]: 1-3)</strong></p>
<p>Waktu memang ibarat pedang. Setiap detik ia memenggal kesempatan kita, dengan tak kenal kompromi. Kejam, kita rasa memang demikian. Tapi alangkah lebih kejamnya lagi apabila kita tidak memanfaatkannya untuk kebaikan. Itu namanya kita menzalimi diri kita sendiri. Sebab, ini persoalan bagaimana kita mengatur waktu yang terbatas yang diberikan oleh Allah Swt. Jangan sampai kita gunakan untuk hal-hal yang nggak ada manfaatnya.</p>
<p>Terbatas? Memang demikian faktanya, kawan. Andai saja usia kita di dunia ini 60 tahun. Maka itulah batas hidup kita di dunia ini. Ukuran panjang dan pendek, adalah hitungan logika kita, tapi tetap pada hakikatnya itu terbatas. Jadi, jangan sia-siakan waktumu.</p>
<p>Sebagai manusia, kita emang terbatas dan nggak sempurna. Itu sebabnya, kita jangan sampe melupakan siapa kita dan misi keberadaan kita di dunia ini. Ini wajib kita pahami betul, sobat. Kalau nggak? Wah, bisa kacau-beliau tuh. Coba aja perhatiin orang yang nggak sadar siapa dirinya dan misi adanya dia dunia ini, hidupnya suka semau gue. Seakan hidup nggak kenal waktu. Bahkan bagi orang yang kehidupannya diberikan kebahagiaan berlebih oleh Allah, suka lupa dan merasa ia akan hidup selamanya di dunia ini. Apalagi bila kita menjalaninya dengan serba mudah dan indah. Nikmat memang. Namun, sebetulnya kita sedang digiring ke arah tipu daya yang bakal menyesatkan kita bila kita tak segera menyadarinya. Rasulullah saw bersabda: <em>&#8220;Ada dua nikmat, dimana manusia banyak tertipu di dalamnya; kesehatan dan kesempatan.&#8221; </em><strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p>Benar, bila badan kita sehat, segar, dan bugar, bawaannya seneng dan merasa bahwa kita nggak bakalan sakit. Kalo lagi sehat nih, diajak jalan kemana aja kita antusias. Makan apa aja kita paling duluan ngambil dan mungkin paling gembul. Waktu kita sehat, kita lupa bahwa kita juga bakal sakit. Nggak heran kalo kemudian kita melakukan apa saja sesuka kita, termasuk yang deket-deket dengan dosa. Kesehatan memang nikmat yang bisa menipu kita. Melupakan kita dari aktivitas yang seharusnya kita lakukan.</p>
<p>Begitu pula dengan kesempatan. Kalo lagi ada waktu luang, bawaan kita pengennya nyantai aja. Coba, kalo tiba musim liburan (termasuk yang lulus sekolah), serta-merta kita bersorak kegirangan (bila perlu sambil nyanyi lagu &#8220;Sorak-Sorak Bergembira&#8221; karya Cornel Simanjuntak). Bukan karena kita bisa mengerjakan aktivitas yang nggak bisa dilakukan saat kita sekolah, tapi karena itu adalah semata-mata waktu luang. Kita menganggap bahwa itulah saatnya bersantai dan melepaskan beban penderitaan selama belajar di sekolah.</p>
<p>Ya, kesempatan juga bisa menipu kita. Padahal, waktu luang itu bisa kita gunakan utuk kegiatan yang bermanfaat dan berpahala. Namun nyatanya sedikit banget yang ngeh. Udah kepepet aja, baru nyesel. Ketika masih jauh dengan waktu ujian, kita nyantai banget. Eh, begitu hari &#8220;H&#8221;-nya, kita langsung kelabakan nyari bahan belajar untuk ujian. Soalnya selama itu nggak pernah nyatet pelajaran. Kalo begitu, buat apa sekolah ya? Dan yang pasti, banyak waktu terbuang percuma.</p>
<p>Jadi, sayangi dirimu kawan. Apalagi sekarang udah lulus sekolah. Waktumu seharusnya jadi tambah banyak untuk melakukan berbagai kegiatan yang benar dan baik, dakwah menyebarkan Islam contohnya. Yup, lulus sekolah bukan untuk nyatai, tapi justru kamu baru saja melangkah menuju arena kehidupan yang sebenarnya. Bisa lebih keras, bisa lebih terjal, tapi insya Allah selama keimanan dan akidah jadi landasan hidup kita, tak ada yang sama sekali menakutkan. Sebaliknya, kita jalani kehidupan ini dengan penuh semangat untuk tetap hidup dan menjadi jawara sejati. <em>So</em>, jangan pernah menatap masa depan dengan mata penuh ketakutan. Tetap semangat! <strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/lulus-sekolah-lalu-ngapain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muslimah Hebat Dambaan Umat</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/muslimah-hebat-dambaan-umat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/muslimah-hebat-dambaan-umat#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 23:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1082</guid>
		<description><![CDATA[edisi 036/tahun I (26 Jumadits Tsaaniy 1429 H/30 Juni 2008) Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span></p>
<style>
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
</style>
<p><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/logo-gi-34.jpg"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></a></p>
<p><strong> </strong>edisi 036/tahun I (26 Jumadits Tsaaniy 1429 H/30 Juni 2008)</p>
<p>Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada benernya sama sekali.</p>
<p>Jalan lain ini seringnya sok menjadi pahlawan kesiangan bagi perempuan sehingga seakan-akan perempuan sendiri merasa diistimewakan. Salah satunya adalah ide feminisme yang (katanya) memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Tapi muslimah cerdas nggak bakal dong terjebak dengan ide yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam ini. Sebab, bukannya menjadi mulia, feminisme justru membawa perempuan kepada keterpurukan yang makin parah dalam semua sendi kehidupan (tema ini akan dibahas khusus di edisi berikutnya, insya Allah).<span id="more-1082"></span></p>
<p>Trus, gimana dong supaya kamu, saya, dan kita semua bisa menjadi perempuan mulia dan hebat dunia-akhirat? Pasti dong ada langkah-langkah jitu untuk mencapainya. Ikuti terus yuk bahasannya.</p>
<p><strong>Muslimah itu harus cerdas</strong></p>
<p>Poin ini selalu saya tujukan bagi perempuan siapa pun dia adanya dan di mana pun dia berada. Why? Karena perempuan cerdas itu indah. Ia nggak mudah dibohongi oleh apa pun atau siapa pun, baik oknum itu berupa sosok bernama laki-laki ataupun sosok bernama ideologi. Laki-laki di sini yang dimaksud adalah laki-laki yang nggak beriman dong. Karena kalo yang beriman, otomatis ia pasti memuliakan perempuan. Sedangkan sosok bernama ideologi utamanya kapitalisme dan sosialisme, akan mudah mempecundangi perempuan nggak cerdas dengan banyak cara. Eksploitasi perempuan adalah salah satunya.</p>
<p>Perempuan cerdas nggak akan mudah terpesona dengan bujuk rayu nggak bermutu ini. Ia memahami bahwa kecerdasan perempuan itu bukan hanya aksesori semu di atas panggung semata. Perempuan cerdas itu terwujud dalam karya nyata. Ia berprestasi dalam bidang yang memang benar-benar memaksimalkan peran otak dan akal, bukan sekadar akal-akalan saja. Memang ada? Banyak malah. Tuh lihat aja kontes puteri atau miss apalah itu namanya, menjadikan otak alias brain sebagai pajangan asal pantas. Soalnya tanpa kriteria <em>brain</em>, si panitia takut kalo masyarakat akan menganggap lomba-lomba semacam itu hanya bisa mengandalkan tubuh seksi perempuan semata. Padahal <em>mah</em> kenyataannya iya banget. Naif banget kalo kamu masih percaya kecerdasan turut diperhitungkan dalam kontes semacam ini. Sumpeh deh lo!</p>
<p>Perempuan cerdas itu langsung terasa efeknya ke masyarakat. Selain mengukir prestasi dalam bentuk kemampuan akademis yang oke, kecerdasan pun bisa juga diraih dalam bentuk lain. Salah satunya adalah kecerdasan dalam menyikapi fakta yang tersaji di depan mata lalu berusaha menicarikan solusi cerdas atas semua masalah yang ada. Misalnya dalam menyikapi harga BBM yang semakin mahal. Perempuan cerdas langsung memahami bahwa itu semua terjadi gara-gara diterapkan sistem Kapitalisme yang jadi kiblat pemerintah saat ini. Negara menjadi macan ompong yang nggak mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya. Negara cuma berperan sebagai pedagang untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dengan dalih pengurangan subsidi.</p>
<p>Sayangnya, sekolah yang ada saat ini sangat tidak mencerdaskan muridnya terutama kaum perempuan. Diperparah dengan liberalisasi pendidikan alias pemerintah sudah nggak mau bertanggung jawab terhadap pendidikan rakyatnya, jadilah sekolah-sekolah itu disulap menjadi barang mewah yang mahal dan tak terjangkau. Klop banget untuk menjadikan perempuan jauh dari kecerdasan.</p>
<p>Tapi sebenarnya yang namanya kecerdasan, bisa ditempuh dan diasah dalam ranah kehidupan yang lain. Sekolah kehidupan internasional adalah solusinya. Apa itu? Yaitu sebuah sekolah yang menjadikan kurikulum universal sebagai materi pelajarannya, dengan standar Islam sebagai patokan. Laboratoriumnya juga canggih karena langsung terjun ke masyarakat tanpa harus nunggu program KKN yang biasa ada di perguruan tinggi. Muslimah jenis ini, sudahlah cerdas otaknya, cerdas pula empatinya. Top banget dah.</p>
<p><strong>Berakhlak mulia juga harus dong!</strong></p>
<p>Non, selain cerdas, perempuan itu kudu berakhlak islami. Percuma aja punya kecerdasan kalo ternyata nggak bermoral dan akhlaknya rusak. Banyak banget tuh kejadian ayam kampus atau ayam abu-abu (sebutan untuk pelacur yang masih kuliah atau SMA) yang berotak brilian namun jangan ditanya soal akhlak. Mereka obral diri hanya demi gepokan rupiah. Tentu bukan seperti ini gambaran perempuan mulia dan hebat itu.</p>
<p>Akhlak bisa ada pada diri perempuan bila ia beriman. Karena sesungguhnya standar akhlak sendiri adalah bagian dari syariat Islam dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan hal ini berkaitan banget dengan akidah yang dianut seseorang. Misal nih, kamu mempunyai akhlak dengan sifat jujur. Bukan semata-mata karena jujur itu baik, tapi seharusnya kamu sadar bahwa jujur itu baik karena Allah bilang jujur itu baik. Dan kalau Allah bilang itu baik maka itu artinya perbuatan itu akan memperolah nilai dan pahala di hadapanNya.</p>
<p>Pada satu momen, ketika Allah bilang jujur nggak baik ya kita harus nurut bahwa jujur itu nggak baik. Ada tiga kondisi dalam Islam yang memperbolehkan seseorang untuk berlaku tidak jujur. Pertama adalah dalam hubungan suami istri untuk membahagiakan pasangan, kedua adalah dalam peperangan, dan ketiga adalah ketika mendamaikan dua orang yang bermusuhan. Jadi, dalam kejujuran pun standar yang kita pake jelas banget yaitu Islam saja. Hal ini berlaku juga untuk bentuk-bentuk akhlak lainnya semisal ramah, baik hati, tidak sombong, suka menabung, patuh pada orang tua dll (hihi, kayak dasadarma pramuka yah).</p>
<p><strong>Kecantikan diri patut dijaga</strong></p>
<p>Kecantikan adalah sebuah hal yang secara alami ada pada diri tiap perempuan. Yakinlah, tak ada istilah perempuan berparas buruk. Bila ada yang mempunyai pendapat seperti ini, sungguh pada saat yang sama ia telah menghina Allah <em>Ta&#8217;ala</em> yang menciptakan paras tersebut. Cantik atau jelek kan cuma masalah selera. Yang dianggap paras kurang cantik bagi orang Asia, eh&#8230;.ternyata digandrungi sama orang bule di daratan Eropa sana. Eksotis, katanya&#8230;ciee.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, kecantikan yang ada pada diri perempuan kudu dijaga sebagai bentuk amanah kita pada Sang Pencipta. Menjaga kecantikan nggak harus ke salon tiap hari. Merawat kecantikan nggak harus juga luluran merata ke seluruh tubuh biar kinclong, mandi berjam-jam karena harus memakai berbagai macam krim untuk tubuh, menikur en pedikur atau apa pun namanya yang jelas-jelas itu semua hanya menghamburkan uang dan waktu.</p>
<p>Jangan sampai karena pedulinya kamu sama kecantikan sehingga membuat sebagian besar waktu dan uangmu habis untuk hal ini saja. Merawat kecantikan yang ideal itu sebetulnya adalah ketika tubuh kita bisa beraktivitas secara maksimal karena sehat. Percuma juga tubuh cantik bagai porselen kalo ternyata malas beraktivitas dengan dalih takut bedak luntur, misalnya. Percuma juga langsing kayak tiang listrik kalo penyakitan karena diet yang ketat.</p>
<p>Intinya, mempertahankan kecantikan diri cukup dengan standar Islam saja yang sangat menyukai kebersihan. Mandi minimal dua kali sehari, sikat gigi teratur, jaga kebersihan rambut dan anggota tubuh yang lain juga.</p>
<p><em>Last but not least</em>, kecantikan itu bagaimana pun bentuknya, standarnya kudu Islam saja. Percuma juga cantik kalo ternyata nggak menutup aurat. Percuma juga kulit mulus kalo ternyata nggak pernah sholat. Ih&#8230;.<em>naudzhubillah</em>. Karena ternyata kecantikan hakiki itu adalah gabungan dari kecerdasan otak dan akhlak yang nantinya memancar pada sikap dan perilaku seseorang sebagai bukti ketaatan pada hukum syara&#8217; yang telah ditetapkan aturannya oleh Allah Swt.</p>
<p><strong>Adakah sosok idaman itu?</strong></p>
<p>Hmm&#8230;pertanyaan yang nggak mudah untuk dijawab. Kalo saya mau angkat tangan, kesannya kok narsis banget (hehehe..). Biar adil, saya akan menunjuk seseorang lain yang memenuhi kriteria di atas itu. Seorang perempuan, yang pasti muslimah dong, cerdas, berakhlak bagus dan cantik. Ia kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, jurusannya pun terkenal sangat sulit ditembus oleh orang yang berotak pas-pasan.</p>
<p>Sampai di sini, jelas banget kalo muslimah ini punya otak dan kecerdasan di atas rata-rata. Tidak itu saja, pemahaman keislamannya pun top banget. Kalo saya mengatakan paham, itu beda dengan ?tahu&#8217;. Artinya, ia mengamalkan Islam dengan maksimal. Ia ramah dan supel, baik hati, tidak sombong, suka menabung dan patuh pada orang tua. Hapalan al-Qurannya top, kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggrisnya juga oke.</p>
<p>Dari segi kecantikan, subhanallah. Ia dikaruniai Allah fisik yang sempurna. Nggak ada orang yang bilang ia jelek. Saya aja sesama cewek, juga ikut tersepona dengan kecantikanya yang inner dan outer itu. Apa inti dari ?sharing&#8217; saya ini? Maksudnya ingin saya tunjukkan bahwa sosok muslimah ideal dan idaman umat itu ada. Hanya saja ia ada dalam jumlah dan stok yang terbatas. Why?</p>
<p>Setangkai bunga yang indah akan tumbuh dengan sempurna bila tanah dan iklimnya bagus serta sesuai. Begitu juga dengan muslimah idaman umat. Sosok-sosok ini akan tumbuh bila iklim alias lingkungan yang ada mendukungnya untuk berkembang dengan sempurna. Tapi apa fakta yang ada? Sistem yang diberlakukan kepada kita saat ini sungguh iklim rusak yang penuh noda. Sekulerisme yang diterapkan saat ini meniadakan peran agama dalam kehidupan. Kapitalisme yang mendewakan materi sebagai sumber kebahagiaan hidup pun juga dipuja-puja.</p>
<p>Lihat tuh, para perempuan cantik yang seksi mengumbar aurat di tempat umum, teryata sholatnya rajin juga. Bahkan saya sempat terkecoh dengan salah satu teman yang ketika berangkat ke kampus berkerudung rapat padahal hari-hari biasanya nggak. Saya pun mengucapkan selamat padanya. Bukankah kebaikan itu harus disyukuri dan diucapkan selamat padanya agar berkesinambungan? Ternyata ia mengatakan bahwa berkerudungnya itu karena ia habis menghadiri rapat sebuah perkumpulan mahasiswa muslim. Ia menyebutnya fleksibel karena itu artinya ia bisa berada di mana-mana. Rapat tentang Islam oke yang itu artinya ia berbaju muslimah. Dugem pun ayo aja yang itu artinya pake baju buka-bukaan. Waduh, jadinya baju muslimah itu dipakai hanya sekedar <em>dress code</em> aja yah? Capee deh.. ngikutin jalan pikiran kayak elo!</p>
<p>Dari kedua sosok di atas, sudah bisa dipastikan bahwa contoh kedua-lah yang paling banyak ditemui di sekeliling kita. Islam tidak lagi diakui sebagai <em>the way of life</em>. Namun Islam hanya sebagai mode dan gaya yang kebetulan lagi tren. Apalagi diperparah dengan ide demokrasi yang sangat mengagungkan kebebasan berekspresi termasuk dalam hal pakaian, jadilah baju muslimah dianggap sebagai salah satu pilihan yang bisa dipilih suka-suka. Kalo suka ya dipake, kalo nggak ya dilipat aja dalam lemari. Waduh!</p>
<p>Nggak bisa dibayangkan wajah bangsa ini ke depan, bila perempuannya plin-plan kayak gini. Tapi sangat bisa diprediksi sehebat apakah suatu kaum apabila perempuannya sekaliber contoh pertama di atas. Dan itu telah dibuktikan oleh Islam yang gilang-gemilang selama 13 abad dengan kualitas perempuan yang mulia dan hebat. Kalo sudah ada bukti cemerlangnya peradaban dalam naungan Islam, so buat apa kita butuh peradaban lain semacam demokrasi dan Kapitalisme? Jadi, tak ada pilihan lain untuk menciptakan generasi muslimah hebat dambaan umat kecuali kita campakkan bersama-sama semua ide yang rusak dan merusakkan. Setuju? Akur dong! <strong>[ria: riafariana@yahoo.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/muslimah-hebat-dambaan-umat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cewek Tapi Preman</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/cewek-tapi-preman</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/cewek-tapi-preman#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 03:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1069</guid>
		<description><![CDATA[edisi 035/tahun I (19 Jumadits Tsaaniy 1429 H/23 Juni 2008) Do you know Gang Nero? Yup, kelompok gank anak cewek ini ngedadak jadi terkenal gara-gara rekaman video berisi aksi mereka &#8220;mempermak&#8221; sesama anak cewek tersebar luas di internet dan juga ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Kalo celana jeans dipermak, jadi bagus. Lha, kalo wajah orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/logo-gi-34.jpg"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></a> <strong> </strong>edisi 035/tahun I (19 Jumadits Tsaaniy 1429 H/23 Juni 2008)</p>
<p><em>Do you know Gang Nero</em>? Yup, kelompok gank anak cewek ini ngedadak jadi terkenal gara-gara rekaman video berisi aksi mereka &#8220;mempermak&#8221; sesama anak cewek tersebar luas di internet dan juga ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Kalo celana jeans dipermak, jadi bagus. Lha, kalo wajah orang dipermak? Bonyok, Bro!</p>
<p>Nama gank-nya aja serem banget: Nero. Ini sama dengan nama kaisar kelima Roma: Nero (hidup antara 37-68 SM) yang pernah bikin geger karena membakar hampir 2/3 kota Roma pada tahun 64 SM. Oya, karena urusan bakar-membakar ini, akhirnya ada juga yang bikin software untuk burning CD/DVD dengan nama Nero. Lho, kok jadi ngelantur? Hehehe&#8230;<span id="more-1069"></span></p>
<p>Nah, kembali ke soal Gank Nero yang anggotanya cewek semua ini, ternyata keberadaan gank ini semula adalah merupakan komunitas pecinta bola basket di kalangan remaja. Eh, tapi lama kelamaan ternyata berubah tujuan dan fungsinya. Malah ngandelin aksi kekerasan. Mengutip pernyataan sebuah sumber di daerah Pati, tempat gank ini hidup, Nero itu ternyata akronim dari: &#8220;Neko-neko, keroyok!&#8221;. Artinya, kalo ada yang neko-neko alias macam-macam dengan anggota gank Nero, pastinya bakalan dikeroyok. Yee.. beraninya keroyokan!</p>
<p><em>So</em>, jangan heran kalo dalam rekaman video yang tersebar luas sampe ke mancanegara (maklum, udah nangkring di situs penyimpan video: You Tube), digambarkan Gank Nero sedang memelonco seorang cewek juga. Disuruh hormat kepada Gank Nero, tapi ya sambil dipukuli kepala dan wajahnya. Wis, pokoke sadis banget! Idih, cewek kok preman gitu ya? Hmm.. nggak asyik banget!</p>
<p><strong>Kok milih jadi galak?</strong></p>
<p>Aksi kekerasan yang dilakukan anak sekolah bukan cuma milik Gank Nero dari Pati, Jawa Tengah. Kalo kamu masih inget tulisan di gaulislam edisi 005 yang bahas tentang gang anak sekolah, maka sebenarnya aksi model gini udah lama terjadi. Sekadar ngingetin aja, bahwa banyak gank yang terkenal gara-gara aksinya yang kebablasan. Sebut aja gank <em>Gazper</em> di SMA 34 Jakarta yang pernah bikin heboh, juga ada di SMA 112 Jakarta dengan nama gank <em>Black &amp; White</em>. Kalo mau dirunut kayaknya selain nama-nama itu juga banyak banget.</p>
<p>Sudah jadi rahasia umum kalo anak-anak sekolah udah nge-gank alias bikin gank. Dari yang sekadar seneng-seneng aja kumpul bareng teman-teman yang satu hobi, sampe yang bikin gank untuk kekerasan. Di kampung saya nun jauh dari kota, pernah ada gank anak muda dengan nama Jibril. Waduh, tuh nama malaikat dibawa-bawa. Ternyata, itu akronim dari Jiwa Berandal Ingat Ilahi. Halah! Ada-ada aja. Aktivitasnya ya nggak jauh dari mabok-mabokan. Tapi mereka ngakunya masih ingat sama Allah. Buktinya, mereka katanya juga rajin sholat, minimal shalat jumat. Waduh!</p>
<p>Bro, aksi Gank Nero ini jujur aja bikin kaget, karena biasanya yang galak-galak itu cowok, ini kok malah cewek. Apa merela terinspirasi dari trio <em>Charlie&#8217;s Angels</em>? Aksi tiga cewek jagoan yang perkasa dalam menumpas kejahatan itu? Nggak tahu juga. Tapi terlepas dari asumsi bahwa mereka terinspirasi dari tayangan televisi atau melihat aksi teman-temannya di dunia gank lain, yang jelas aksi itu nggak bisa ditolerir.</p>
<p>Ini memang memprihatinkan, seharusnya mereka berkumpul dan berinteraksi dalam sebuah kelompok yang bisa memberikan manfaat bagi dirinya maupun orang lain. Mungkin bisa bikin gank bernama KIR alias Kelompok Ilmiah Remaja, atau mungkin bikin gank MARBOT alias Markas Bocah Takwa. <em>So</em>, gank model ini insya Allah ada manfaatnya karena mengedepankan <em>okol</em> (akal) dan juga akhlak ketimbang nunjukkin kekuatan otot.</p>
<p>Gank Nero asal Pati ini kayaknya perlu diteliti lebih lanjut, mengapa mereka mau nekat ngelakuin aksi kekerasan kepada sesama pelajar lainnya. Apakah mereka korban dari maraknya budaya kekerasan yang ditampilin media massa, baik cetak maupun elektronik? Memang dilematis sih bagi pengelola media. Di satu sisi ingin memberitakan kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat, tapi di sisi lain, dampak publikasi kasus itu bisa saja menjadi inspirasi bagi kalangan tertentu. Bahaya banget kan? Tentu, kalo tanpa ada penjelasan yang menilai baik-buruk suatu kasus yang diberitakan oleh media massa tersebut.</p>
<p><strong>Banyak ruginya!</strong></p>
<p>Emangnya kalo memelonco kudu dengan aksi fisik? Apalagi menjadi keharusan untuk main tampar dan main tonjok kepada pihak yang sedang diplonco. Oya, sebenarnya bukan sedang memelonco, adakalanya memang tuntutan tugasnya begitu rupa. Artinya senang bikin <em>bullying </em>gitu. Wah, bahaya banget tuh!</p>
<p>Seorang Muslim yang melakukan penyerangan atau membunuh sesama Muslim tanpa ada alasan yang dibolehkan oleh syara&#8217; (aturan Islam) adalah berdosa. Firman Allah Swt.:</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.&#8221;</em> <strong>(QS al-M?idah [5]: 32)</strong></p>
<p>Bro en Sis, inget juga lho bahwa Allah Swt. bakalan minta pertanggungjawaban kita atas apa yang kita lakukan. Nggak bisa bebas gitu aja. Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala pasti akan menyiksa pula orang-orang yang melakukan penyiksaan di dunia.&#8221; </em><strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Dalam hadist lain, Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya, dengan tidak mendzaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya, dan tidak merendahkannya. Letak takwa ada di sini </em>(Nabi saw. menunjuk ke dada beliau, sampai diulang tiga kali).<em> Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya&#8221;</em> <strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Kalo ada yang masih petantang-petenteng dan merendahkan serta menganiaya orang lain, segera sadar deh. Sebab, Allah Ta&#8217;ala nggak bakalan salah mengkalkulasi amalan kita. <em>So</em>, kepada seluruh kru Gank Nero, dan juga gank lainnya yang masih suka bikin onar, yuk kita tobat. Lagian, ngapain sih nunjukkin kekuatan kalo niat dan perbuatannya ternyata bikin sakit orang, bikin takut orang. Iya nggak sih? Jadi, nggak ada untungnya, yang ada justru banyak ruginya. Dibenci banyak orang, apalagi jika kemudian berurusan dengan polisi. Ciloko!</p>
<p><strong>Murni tanggung jawab orangtua?</strong></p>
<p>Pihak sekolah umumnya lepas tangan alias nggak mau terlibat kalo ada kasus macam gini. Banyak alasan, salah satunya kalo aksi kekerasan itu terjadi di luar sekolah, maka bukan lagi tanggung jawab sekolah. Terus tanggung jawab sekolah apa dan bagaimana?</p>
<p>Nah, kalo emang bukan tanggung jawab sekolah, apakah murni menjadi tanggung jawab orangtua? Benarkah? Sehingga kita perlu menuding orangtuanyalah yang patut dinilai gagal mendidik anaknya di tingkat keluarga. Sehingga anak yang salah asuh itu berpotensi mempengaruhi anak lainnya di sekolah untuk melakukan perbuatan tercela. Bisakah kesalahan ditimpakan 100 persen kepada para orangtua? Ehm, nggak bisa langsung diamini.</p>
<p>Betul emang kalo pendidikan pertama kali dikenalkan oleh orangtua. Keluarga adalah institusi terkecil yang bisa memberikan arahan dan pembinaan kepada anak-anaknya. Orangtua akan meng-<em>create</em> anaknya untuk jadi baik atau malah jadi buruk. Dalam ajaran Islam pun, peran orangtua termasuk cukup penting lho. Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, ibu bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi, nasrani, atau majusi.&#8221;</em> <strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p><em>So</em>, ini nunjukkin kepada kita bahwa peran orangtua cukup penting sebagai pembina awal anak-anaknya. Itu sebabnya, Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyah melontarkan pernyataan: <em>&#8220;Bila terlihat kerusakan pada diri anak-anak, mayoritas penyebabnya adalah bersumber dari orangtuanya.&#8221;</em></p>
<p>Wah, kalo gitu salah orangtua dong? Hmm.. tidak selalu. Lagian Syaikh Ibnu Qayyim juga ?hanya&#8217; menyatakan, &#8220;mayoritas&#8221;, berarti tidak semua dong. Tapi, tetap aja harus dipahami bahwa orangtua di rumah emang harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan semaksimal mungkin dalam membina anaknya.</p>
<p>Sobat, ada ungkapan tulus dari Syaikh Sayyid Qutb saat memberikan testimoni bagi ayahnya: <em>&#8220;Semasa kecilku, ayah tanamkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut akan hari akhirat. Engkau tak pernah memarahiku, namun kehidupan sehari-harimu telah menjadi teladanku, bagaimana prilaku orang yang ingat akan hari akhir.&#8221;</em></p>
<p>Namun tentu saja, secanggih-canggihnya orangtua dalam mendidik anak akan jadi terasa ?sia-sia&#8217; ketika masyarakat dan negara malah nggak peduli dengan persoalan manusia, termasuk remaja di dalamnya. Nggak adil banget kan kalo seluruh tanggung jawab diserahkan ke ortu? Emang sih, di rumah ortu kita melarang jangan berkata kasar, eh, di sekolah kita ketemu ama anak yang ngomongnya kasar. Ya, lama-lama bisa kebawa tuh, apalagi kalo kita ditekan sama teman kita supaya solider ama mereka. Sehingga yang dikerjakan itu, meskipun salah, tapi akan dipuji demi solidaritas. Lama kelamaan akan kebawa rusak juga lho.</p>
<p>Oya, kondisi ini diperparah dengan kurang berdayanya pemerintah dalam ngatur urusan kehidupan, termasuk ngurus pendidikan bagi masyarakat. Terkesan diam aja ngelihat kasus seperti ini. Apalagi pemerintah melalui lembaga terkait (yakni departemen pendidikan) nggak maksimal ngasih program pendidikan dalam hal akhlak atau budi pekerti karena hanya lebih fokus ke sisi akademis. Bukan tidak ada pendidikan akhlak dan budi pekerti. Ada, tapi nggak maksimal, nggak menyentuh persoalan, dan para guru yang menyampaikan juga mungkin beragam ilmunya (sangat boleh jadi banyak juga yang nggak ngerti cara nyampeinnya). Kalo begini kenyataannya, ya sudah, wasalam tuh!</p>
<p>Jadi biar kompak sih, harus ada kerjasama semua pihak. Orangtua membina anaknya, di masyarakat (termasuk institusi pendidikan) mengawasi dan memberi bimbingan, serta negara melindungi masyarakat dengan menerapkan aturan dan sanksi. Negara akan menerapkan kurikulum guna membina kepribadian pelajar sehingga memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami. Bukan saja ilmu akademisnya yang keren, tapi juga punya kepribadian Islam tangguh. Sembari begitu, diterapkan juga sanksi bagi para pelanggar aturan. Inilah kombinasi apik: ortu, masyarakat dan negara.</p>
<p>Oke deh, buat aktivis Gank Nero, belum ada kata terlambat untuk bertobat, minta maaf kepada mereka yang telah dizalimi, dan jangan ulangi perbuatan itu. Oke? <em>Peace</em> ah! <strong>[solihin: osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/cewek-tapi-preman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beragama Kok Bebas?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/beragama-kok-bebas</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/beragama-kok-bebas#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 17:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1027</guid>
		<description><![CDATA[edisi 034/tahun I (12 Jumadits Tsaaniy 1429 H/16 Juni 2008) Jamaah Ahmadiyah masih bisa senyam-senyum. Pasalnya mereka lagi di atas angin. Setelah kasus Monas, justru umat Islam yang menuntut pembubaran Ahmadiyah jadi terdakwa. Bukan cuma itu, umat Islam juga malah berantem sendiri di berbagai daerah. Ini semua terjadi atas nama kebebasan berkeyakinan dan beragama. Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/logo-gi-34.jpg"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></a> <strong> </strong>edisi 034/tahun I (12 Jumadits Tsaaniy 1429 H/16 Juni 2008)</p>
<p>Jamaah Ahmadiyah masih bisa senyam-senyum. Pasalnya mereka lagi di atas angin. Setelah kasus Monas, justru umat Islam yang menuntut pembubaran Ahmadiyah jadi terdakwa. Bukan cuma itu, umat Islam juga malah berantem sendiri di berbagai daerah.</p>
<p>Ini semua terjadi atas nama kebebasan berkeyakinan dan beragama. Menurut para pendukungnya, seperti AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), Ahmadiyah nggak boleh dibubarkan. Melarangnya sama dengan melanggar HAM dan kebebasan beragama.</p>
<p>Sebenarnya gimana sih soal kebebasan beragama? Apa bener Islam tuh selalu maksain keyakinannya pada pemeluk agama lain? En apa bener Ahmadiyah itu adalah islami? Itu semua kita bahas di gaulislam edisi ini. <em>Loading&#8230;</em><span id="more-1027"></span></p>
<p><strong>Soal Ahmadiyah</strong></p>
<p>Umat Islam memang pantes geram en kesel. Sebab, SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga menteri yang dikeluarkan pada Senin, 9 Juni 2008 lalu sekadar &#8220;peringatan&#8221; untuk Jamaah Ahmadiyah. Bukan melarang apalagi membubarkan kelompok tersebut. Rencananya para ulama dan tokoh-tokoh Islam akan kembali meminta pemerintah untuk membuat SKB tentang pelarangan dan pembubaran Ahmadiyah. Belum ada perubahan &#8220;status&#8221; SKB sampai tulisan ini dibuat.</p>
<p>Eksistensi jamaah Ahmadiyah juga didukung oleh sejumlah kalangan, di antaranya ya AKKBB itu. Para penggiat Ahmadiyah juga berkampanye kalo ajaran mereka nggak menyimpang dari Islam. Di koran <em>Republika </em>pada 23 Mei 2008, misalnya, mereka menulis kalo Ahmadiyah itu bagian dari jamaah Islam.</p>
<p>Pendapat mereka juga diperkuat oleh sejumlah orang yang mengaku kyai. Para ?kyai&#8217; ini bilang kalo kitab <em>Tadzkirah</em> yang dijadikan pegangan oleh jamaah Ahmadiyah, hanyalah kumpulan fatwa. Bukan kitab suci seperti yang dituduhkan banyak orang. Kesimpulan sejumlah kyai ini, tuduhan bahwa Ahmadiyah itu sesat adalah mengada-ada dan ngawur.</p>
<p>Pendukung Ahmadiyah yang lain adalah jamaah AKKBB. Bagi mereka, ajaran Ahmadiyah kudu dibela. Pasalnya dalam UUD 45 pasal 29 ayat 2, kan negara wajib menjaga kebebasan berkeyakinan dan beribadah. Negara nggak mengatur mau berkeyakinan apa dan ibadahnya bagaimana, yang penting semua agama dan aliran layak hidup di bumi Indonesia. Lagian, kata mereka, itu adalah hak asasi manusia. Nggak boleh ada kelompok manapun yang memaksakan keyakinannya pada orang lain, atau melarang keyakinan tertentu.</p>
<p><em>Of course</em>, pernyataan bahwa ajaran Ahmadiyah itu sesat, bukan cuma isapan jempol. Kitab Tadzkirah yang dikatakan sejumlah orang yang mengaku ?kyai&#8217; itu bukan cuma kumpulan fatwa lho, tapi sudah dianggap <em>wahyu muqaddas</em> (wahyu yang disucikan). Kemudian pengakuan Mirza Ghulam Ahmad (MGA) sebagai nabi juga bukan tuduhan, emang dari sononya ia ngaku begitu. MGA berkata, <em>&#8220;Dalam wahyu ini Tuhan menyebutkanku RasulNya, karena sebagaimana sudah dikemukakan dalam Brahin Ahmadiyah, Tuhan Maha Kuasa telah membuatkan manifestasi dari semua nabi, dan memberiku nama mereka. Aku Adam, aku Seth, aku Nuh, aku Ibrahim, aku Ishaq, aku Ismail, aku Ya&#8217;qub, aku Yusuf, aku Musa, aku Daud, aku Isa, dan aku adalah penjelmaan sempurna dari Nabi Muhammad saw, yakni aku adalah Muhammad dan Ahmad sebagai refleksi</em>&#8220;. (<strong>Haqiqatul Wahyi</strong>, h. 72). (<strong>Majalah Sinar Islam</strong> (terbitan Ahmadiyah) edisi 1 Nopember 1985).</p>
<p>MGA juga mengkafirkan orang-orang yang tidak beriman kepadanya; <em>&#8220;Seseorang yang tidak beriman kepadaku, ia tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. </em>(Haqiqat ul-Wahyi, hal. 163)<em>. </em>Juga perkataannya,<em> &#8220;Sikap orang yang sampai dakwahku kepadanya tapi ia tak mau beriman kepadaku, maka ia kafir.</em> <strong>(S.k. al-Fazal, 15 Januari 1935)</strong></p>
<p>Bro en sis, Jemaah Ahmadiyah jelas-jelas mengkafirkan kaum muslimin. Basyiruddin, adik Mirza Ghulam Ahmad, berkata: Di Lucknow, seseorang menemuiku dan bertanya: <em>&#8220;Seperti tersiar di kalangan orang ramai, betulkah Anda mengafirkan kaum Muslimin yang tidak menganut agama Ahmadiyah?&#8221; </em> Kujawab: <em>&#8220;Tak syak lagi, kami memang telah mengafirkan kalian!&#8221;</em> Mendengar jawabanku, orang tadi terkejut dan tercengang keheranan <strong>(Anwar Khilafat, h. 92)</strong></p>
<p>Ucapannya lagi: <em>&#8220;Barangsiapa mengingkari Ghulam Ahmad sebagai nabi dan rasul Allah, sesungguhnya ia telah kufur kepada nash Quran. Kami mengafirkan kaum Muslimin karena mereka membeda-bedakan para rasul, mempercayai sebagian dan mengingkari sebagian lainnya. Jadi, mereka itu kuffar!&#8221;</em> <strong>(S.k. al-Fazal, 26 Juni 1922)</strong></p>
<p>Dan Basyir Ahmad menegaskan lagi <em>&#8220;Setiap orang ?yang beriman kepada Muhammad tapi tidak beriman kepada Ghulam Ahmad, ?dia kafir, kafir, tak diragukan lagi kekafirannya&#8221;</em> <strong>(Review of Religions, No. 35; Vol. XIV, h. 110)</strong></p>
<p>Nah lho, kalo ternyata udah mengaku sebagai nabi, bahkan mengkafirkan orang lain yang nggak mengimaninya, apa itu nggak bertentangan dengan al-Quran dan as-Sunnah? Kalo begitu, kyai-kyai yang kemarin ngebelain Ahmadiyah dari mana mereka punya alasan, ya? Jangan-jangan mereka juga kena dibohongin jamaah Ahmadiyah.</p>
<p><em>Guyz</em>, makanya kamu kudu prihatin deh, kenapa aliran sesat itu dibiarkan tumbuh subur di tanah air. Malah jamaah Ahmadiyah ini diistimewakan oleh pemerintah. Khalifah IV Ahmadiyah di London, Thahir Ahmad pernah diundang ke Indonesia di masa reformasi. Kedatangannya atas prakarsa seorang cendekiawan muslim Indonesia. Waktu itu Khalifah IV ini disambut dan dipeluk oleh Ketua MPR yang juga tokoh reformasi kala itu.</p>
<p><strong>Beragama, bebas?</strong></p>
<p>Barangkali, susahnya memberantas aliran sesat seperti Ahmadiyah dikarenakan hari ini ada orang berteriak-teriak soal kebebasan berkeyakinan dan beragama. Menurut para pendukungnya, hal itu merupakan hak asasi manusia. Nggak boleh dipaksa atau dilarang. Udah mutlak kudu dijamin.</p>
<p>Pertanyaannya, apa iya kebebasan beragama juga berarti bebas untuk ngacak-ngacak agama? Kalo soal bebas memilih agama, sebenarnya udah nggak aneh dalam ajaran Islam. Agama kita emang nggak memaksakan manusia untuk masuk ke dalam agama Islam. Kamu pastinya udah apal betul dengan ayat, <em>&#8220;Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).&#8221;</em>(QS al-Baqarah: 256). Ayat itu adalah garansi bahwa setiap insan nggak akan dipaksa memeluk agama Islam. Bo&#8217;ong banget kalo dikatakan bahwa Islam itu dipaksakan, apalagi dengan jalan kekerasan.</p>
<p><em>But</em>, buat orang yang udah berada dalam agama Islam, nggak ada pilihan lain kecuali tunduk pada Islam. Allah Ta&#8217;ala berfirman;</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya ucapan orang-orang beriman jika diseru kepada Allah dan RasulNya untuk berhukum di antara mereka adalah ?kami mendengar dan kami taat&#8217;,&#8221; </em><strong>(QS an-Nuur [24]: 51)</strong></p>
<p>Juga firmanNya (yang artinya):<em>&#8220;Dan tidak pantas bagi orang beriman laki-laki dan orang beriman perempuan jika Allah dan RasulNya telah menetapkan satu keputusan, ada pilihan bagi mereka.&#8221; </em><strong>(QS al-Ahzab [33]: 36)</strong></p>
<p><em>So</em>, apa pantes seorang muslim menolak shalat lima waktu? Nggak puasa Ramadlan? Apalagi sampai mengacak-acak ajaran Islam, seperti ngaku-ngaku jadi nabi, jadi malaikat, dll. Untung aja nggak sampai ngaku jadi pocong atau kuntilanak. Halah!</p>
<p>Pada kenyataannya, nggak bakal ada umat beragama &#8211; agama manapun &#8211; yang rela ajarannya diacak-acak. Umat Kristiani, misalnya, pasti akan marah kalo jumlah tuhannya ditambah atau dikurangi. Atau Injil yang mereka pakai disebut bukan kitab suci, atau dianggap kurang. Atau lagi jika salibnya diubah, atau patung Yesus pada salib itu diganti dengan patung orang lain, pastinya mereka juga tidak terima bahkan marah. Betul nggak?</p>
<p>Ketika novel <em>The Da Vinci Code</em> karya Dan Brown keluar, banyak pastur dan tokoh Kristiani yang marah. Novel itu dianggap bisa merusak keyakinan umat Kristiani. Kemudian sejumlah buku dirilis oleh kalangan Kristiani untuk menyelamatkan keyakinan mereka. Maklum, dalam novel yang kemudian difilmkan oleh Tom Hanks, dikisahkan bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena. Padahal umat Kristiani percaya bahwa Yesus tidak menikah, apalagi Maria Magdalena dikenal sebagai seorang pelacur.</p>
<p>Begitu pula dengan agama-agama lainnya pasti umat mereka nggak bakal terima dan marah jika ajarannya diacak-acak. Umat Hindu misalnya pernah memprotes sampul novel <em>Supernova</em> karya Dewi Lestari karena membawa-bawa simbol agama mereka. Penyanyi Iwan Fals juga pernah berurusan dengan pengikut agama Hindu dalam kasus yang sama pada sampul kasetnya <em>Manusia Setengah Dewa.</em></p>
<p>Jadi, kayaknya kebebasan beragama yang menjurus pada pengacauan agama atau penodaan agama, nggak bakal diterima oleh umat manusia. Lagian apa mau umat beragama saling menukar ajaran ibadahnya? Misalnya umat Kristiani kudu wajib shalat Jumat dan puasa Ramadlan sebulan penuh, atau orang Islam kalo meninggal jangan dikubur tapi dibakar dalam upacara Ngaben, dsb. Kayaknya nggak bakal ada yang rela tuh.</p>
<p>Lalu gimana dong kebebasan beragama yang sekarang lagi dikampanyekan? Wah, itu <em>mah</em> kampanye untuk menyudutkan Islam. Karena orang-orang yang berteriak kebebasan beragama selalu ngebelain Ahmadiyah, dan nyalahin kaum muslimin yang anti Ahmadiyah. Padahal udah jelas banget kalo jamaah Ahmadiyah itu ngerusak ajaran Islam.</p>
<p>Kalangan penyeru kebebasan beragama seperti AKKB juga sering menghina ajaran Islam. Guntur Romli, salah seorang aktivis AKKBB yang kena gebug FPI di Monas kemarin, dalam sebuah tulisannya di Jurnal Perempuan pernah memutarbalikkan ayat-ayat al-Quran untuk menghalalkan homoseksual dan lesbian. Ia juga pernah menulis di sebuah koran ibu kota kalau al-Quran itu hasil contekan dari kitab-kitab sebelumnya. Waduh, buruan tobat Mas!</p>
<p>Parahnya lagi, keberadaan mereka itu tak lebih dari perpanjangan tangan kaum imperialis Amerika Serikat. Ketika umat Islam di tanah air menuntut pembubaran Ahmadiyah, negara-negara Barat justru menekan pemerintah khususnya Departemen Agama agar tidak membubarkannya. Negara-negara itu adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Inggris. Catet itu!</p>
<p><strong>Sikap kita</strong></p>
<p>Buat kita, udah jelas kalo beragama itu ada pedomannya. Nggak bisa kita berkeyakinan dan beribadah semau-maunya. Ngawur aja kalo orang bilang beragama itu bebas. Kalo begitu bisa-bisa orang bikin agama sendiri, nabi sendiri, kitab suci sendiri, bahkan punya tuhan sendiri (iiih).</p>
<p>Maka, semangat bebas dalam beragama itu nggak sejalan dengan ajaran Islam. Setiap muslim kudu taat en patuh pada syariat Islam dan berpegang pada akidah Islam. Kalo terjadi penyimpangan maka pelakunya kudu bertobat.</p>
<p>Terakhir, umat Islam kudu jernih ngelihat persoalan ini. Jangan gara-gara pemberitaan di televisi, majalah, koran en internet, kemudian kamu jadi bersimpati pada orang-orang yang menyuarakan kebebasan beragama. Padahal mereka tengah menyiapkan perangkap untuk merusak ajaran Islam. Ditambah lagi mereka punya misi untuk mempertahankan ajaran sesat Ahmadiyah.</p>
<p>Sayangnya, banyak orang Islam nggak nyadar. Mereka malah sibuk menyalahkan sesama muslim, lupa dengan masalah penodaan agama oleh Ahmadiyah. Sudah begitu, lebih rela berantem dengan ?saudara sendiri&#8217; ketimbang melawan musuh yang sesungguhnya. Lihat aja banyak kaum muslimin yang malah pada minta supaya FPI dibubarkan, bukannya ngelarang Ahmadiyah. Ah, kasihan umat Islam. Sudahlah agamanya dirusak, masih mau juga diadu domba. Hmm&#8230;. <strong>[iwan januar] </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/beragama-kok-bebas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Cuma Islam di Hati Gue&#8221;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/cuma-islam-di-hati-gue</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/cuma-islam-di-hati-gue#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 23:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1010</guid>
		<description><![CDATA[edisi 033/tahun I (5 Jumadits Tsaaniy 1429 H/9 Juni 2008) Kamu yang doyan ngelahap berita pasti tahu dong kasus &#8220;Insiden Monas&#8221; pada tanggal 1 Juni 2008 lalu? Yup, kasus itu berupa main &#8220;timpuk-timpukan&#8221; antara ormas Islam dengan para pendukung ormas yang menentang Islam. Sebut aja deh namanya, massa FPI (Front Pembela Islam) yang merupakan salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/logo-gi-34.jpg"><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" alt="" width="128" height="31" /></a> edisi 033/tahun I (5 Jumadits Tsaaniy 1429 H/9 Juni 2008)</p>
<p>Kamu yang doyan ngelahap berita pasti tahu dong kasus &#8220;Insiden Monas&#8221; pada tanggal 1 Juni 2008 lalu? Yup, kasus itu berupa main &#8220;timpuk-timpukan&#8221; antara ormas Islam dengan para pendukung ormas yang menentang Islam. Sebut aja deh namanya, massa FPI (Front Pembela Islam) yang merupakan salah satu elemen dari Laskar Islam versus massa AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan).</p>
<p>Peristiwa itu disebarluaskan oleh media massa. Emang sih, ada media massa yang terlalu berat sebelah alias memihak salah satu, terutama kepada AKKBB yang katanya berada pada pihak yang menjadi korban ?kekerasan&#8217; FPI. Maka, media sekelas <em>Koran Tempo</em> aja bisa salah nulis berita (kesalahan atau kesengajaan?). Meski demikian, nggak sedikit juga media massa yang menampilkan komentar berbagai kalangan yang menilai bahwa &#8220;tak ada asap jika tak ada api&#8221;. Artinya, ?penyerangan&#8217; FPI kepada massa AKKBB bukan asal pentung aja, tapi ada sebabnya.<span id="more-1010"></span></p>
<p>Apa sebabnya? Menurut penelusuran gaulislam di berbagai media massa (televisi, koran, dan internet), ternyata massa AKKBB inilah yang pertama kali bikin provokasi, bahkan menggalang dukungan dari berbagai pihak dan mengiiklankan kegiatannya di beberapa media massa nasional dengan nada &#8220;menantang&#8221;. Mereka bahkan merasa berada paling depan dalam menyerukan pembelaan dan dukungannya kepada jamaah Ahmadiyah yang udah dinilai sesat oleh Islam. Jelas, ini kan aneh bin ajaib dan tentu nantangin banget. Maka, mendukung jamaah atau organisasi yang sudah jelas dilarang dan dinyatakan sesat dalam pandangan Islam, adalah sebuah keberpihakan dan tentu kita nilai AKKBB berpihak kepada kesalahan.</p>
<p>Bro en Sis, sebagai remaja tentu kamu-kamu jangan cuek bebek aja atau pura-pura menutup mata atas kejadian ini. Benar. Jangan benamkan dirimu dalam urusan pribadimu atau menjauh dari urusan agamamu dan lebih memilih dugem, hura-hura atau suka-suka demi memuaskan nafsu hedonis dan permisif kamu. Nggak lha yauw. Kalo kamu ngaku remaja muslim, maka jangan biarkan dirimu nggak peduli dengan urusan Islam dan kaum muslimin. Sebaliknya, kamu harus berada di barisan terdepan dalam membela dan memperjuangkan Islam. Harus itu! Sebab, hidup-mati kita hanyalah untuk Islam. Bukan untuk yang lain.</p>
<p><strong>Bela siapa? Tentu belain Islam, dong!</strong></p>
<p>Kalo kamu ditanya: &#8220;Kamu ngebela siapa?&#8221; Jawab aja: &#8220;Ngebela Islam dan kaum muslimin!&#8221; Itu jawaban tepat. Gimana pun juga kita nggak usah terpancing oleh segala bentuk provokasi. Tapi juga jangan cuek bin nggak peduli dengan kondisi yang ada. Bahkan seharusnya ketika diminta memilih mana yang akan kamu dukung dan kamu bela berkaitan dengan kasus FPI vs AKKBB, kamu wajib bilang: &#8220;Aku bela Islam!&#8221;. Betul banget. Membela dan berjuang hanya untuk Islam. Bukan untuk seseorang atau bukan untuk golongan tertentu, tapi membela dan berjuang untuk Islam dan kaum muslimin.</p>
<p>Sekarang, kamu wajib ngeh dengan kondisi yang berkembang dari kasus tersebut. Kamu wajib mengenali siapa yang benar dan siapa yang salah menurut ajaran Islam. Emang sih, sekarang opini yang berkembang adalah memojokkan dan menuduh FPI sebagai biang kerusuhan dan sebagai ormas Islam yang tukang bikin ribut, sehingga berbagai kalangan, tentu saja yang berseberangan idenya dengan FPI meminta kepada pemerintah agar ormas Islam tersebut dibubarkan.</p>
<p>Sebaliknya, FPI dan banyak ormas Islam, meminta polisi mengusut para provokator dan aktor intelektual dalam &#8220;Insiden Monas&#8221; tersebut, yakni para pentolan dan pendukung petisi yang disebar AKKBB yang jika dicermati, nama-nama mereka sih udah nggak asing lagi sebagai pihak yang setuju dengan pluralisme, sekularisme, HAM, dan liberalisme. Tentu aja semua ide itu bertentangan dengan prinsip ajaran Islam. Maka, wajar bila terjadi bentrokan karena sejak awal visi dan misi mereka bertentangan dan bahkan menentang Islam.</p>
<p>Nah, kamu jangan ketar-ketir, apalagi ngeper dan nggak mau terlibat dalam pilihan ini. Ini kenyataan hidup. Bahkan sejak kita memilih Islam sebagai agama dan keyakinan hidup kita, berarti kita udah memilih untuk: diatur sepenuhnya oleh Islam; taat kepada syarat dan ketentuan sebagai muslim; punya keberanian untuk menjaga kebenaran Islam; semangat menyebarkan ajaran Islam kepada siapa pun; dan tentu saja rela berkorban demi Islam. Itu sebabnya, Islam itu pilihan kita. Pikiran dan perasaan kita wajib selaras dengan Islam. Bukan dengan yang lain. Maka, pembelaan kita pun tentu saja hanya kepada Islam. Bukan kepada yang lain.</p>
<p><strong>Mengingkari kemungkaran</strong></p>
<p>Sobat muda muslim, banyak sudah kemungkaran di tengah kehidupan kita. Saat ini bisa kita saksikan dan rasakan bahwa kemaksiatan kian merajalela; kriminalitas meningkat; budaya jahiliyah ditumbuh-suburkan; pornografi jadi menu sehari-hari; merebaknya pemikiran sesat seperti paham liberalisme, pluralisme, sekularisme, kapitalisme dan sejenisnya; aliran sesat pun ikut-ikutan memperkeruh suasana. Jika sudah begini kenyataannya, jelas kita dihadapkan pada kenyataan bahwa semua itu adalah problem yang kudu diselesaikan.</p>
<p>Sebagai muslim, tentu aja kita wajib mengingkari segala bentuk kemungkaran yang ada di tengah-tengah kita. Bahkan sejatinya kita diminta untuk mengubah kemungkaran tersebut supaya kehidupan ini berjalan dengan benar dan baik. Rasulullah saw. Bersabda: <em>&#8220;Siapa saja di antara kalian yang menyaksikan kemungkaran, hendaknya mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, hendaknya dengan lisannya; jika tidak mampu, hendaknya dengan hatinya. </em><em>Dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.&#8221; </em><strong>(HR Muslim; an-Nawawi dalam <em>Syarh Shahih Muslim</em>, juz I, hlm. 356)</strong></p>
<p>Jadi, kita bukan hanya dituntut untuk mengingkari kemungkaran, tapi juga sekaligus diminta untuk mengubah kemungkaran yang kita saksikan. Kalo dalam kasus &#8220;FPI vs AKKBB&#8221; ini, yang terjadi akhirnya adalah menyeret opini bahwa yang harus dibubarkan adalah FPI, bukan pangkal persoalannya, yakni Ahmadiyah yang wajib dibubarkan. Meski mungkin saja nggak semua orang setuju dengan cara &#8220;main pukul&#8221; seperti yang dilakukan saudara-sudara dari FPI dan Laskar Islam, tapi adakalanya memang perlu dibikin ?kejutan&#8217; terhadap pihak-pihak yang memang udah terang-terangan menghina Islam dan para pejuangnya. <em>Sori ye</em>, tulisan ini bukan maksud &#8220;manas-manasin&#8221; atau memperkeruh suasana. Nggak. Kita cuma ingin nunjukkin aja keberpihakan kita kepada Islam. Bukan kepada selain Islam. Setuju kan?</p>
<p>Terlepas dari cara mengingkari dan mengubah kemungkaran yang dilakukan saudara-saudara kita dari FPI dan Laskar Islam, yang wajib kita bela adalah Islam. Bukan yang lain. Maka, nggak perlulah kaum muslimin yang lain ikut-ikutan menghujat FPI dan bahkan meminta pemerintah untuk membubarkan FPI. Justru yang harus ditunjukkan adalah kemuliaan kita sebagai muslim melalui sikap penentangan yang keras terhadap segala bentuk kemungkaran, dalam hal ini justru rasa marah dan benci kita harus dialamatkan kepada musuh-musuh Islam <em>wa man tabi&#8217;ahum</em> (dan siapa saja yang mengikuti mereka). Itu sebabnya, ketika menyaksikan adanya kemungkaran, sementara kita sebenarnya mampu mengubahnya namun hanya diam aja, Rasulullah saw. ngasih <em>warning</em> melalui sabdanya: <em>&#8220;Tidak satu kaum pun yang di antara mereka ada orang yang berbuat maksiat, sementara mereka lebih kuat dan perkasa ketimbang orang tersebut (yang melakukan maksiat), namun mereka tidak mengubahnya, maka pasti Allah ?Azza wa Jalla akan menimpakan kepada mereka hukuman dari sisiNya.&#8221; </em><strong>(HR Ahmad; dalam <em>Musnad Imam Ahmad</em>, juz IV, hlm. 363)</strong></p>
<p>Nah lho, ati-ati deh jangan sampe kita kena marah Allah Swt. hanya gara-gara kita nggak berani mengubah kemungkaran padahal kita mampu untuk melakukannya, bahkan dengan kekuatan &#8220;tangan&#8221;, yakni fisik. Bukan sekadar lisan (termasuk tulisan) dan nolak dalam hati.</p>
<p><strong>Islam, <em>the way of life</em></strong></p>
<p>Singkirkan pemahaman, ide, atau ideologi selain Islam (<em>example</em>: pluralisme, sekularisme, liberalisme, HAM, demokrasi, kapitalisme, hedonisme, permisivisme dan sejenisnya). Cuma Islam yang kita jadikan pegangan hidup. Hanya Islam sebagai cara hidup kita. <em>Yes</em>, Islam <em>the way of life</em>. Remaja muslim kudu mulai mengasah kepekaan hati dengan nilai-nilai Islam. Cinta dan benci atas dasar ajaran Islam. Marah dan kecewa pun disesuaikan dengan landasan Islam. Jangan asal cinta, jangan asal benci, jangan asal marah dan jangan asal kecewa. Maka, pembelaan kita bukanlah kepada seseorang dan golongan atau kelompok, tapi tunjukkan pembelaan yang kuat kepada kebenaran Islam dan tentu saja dukungan kepada siapapun yang berjuang membela Islam.</p>
<p>Bro en Sis, banyaknya fitnah dan kerusakan di negeri ini, dan di banyak negeri Muslim di seluruh dunia adalah karena tidak diterapkannya aturan Islam. Islam sebagai cara hidup nggak ditampakkan oleh sebuah kekuatan negara. Hanya ada pada segelintir individu atau kelompok aja. Padahal, kalo Islam diterapkan oleh sebuah kekuatan negara, maka insya Allah segala kemungkaran akan dilibas habis tanpa ampun. Tentu, jika para pelakunya nggak mau tobat padahal sudah dinasihati sebelumnya.</p>
<p>Sekarang ini, banyak kaum muslimin yang ?geregetan&#8217; gara-gara SKB (Surat Keputusan Bersama) tentang pembubaran Ahmadiyah nggak keluar-keluar, ditambah para pendukung kebebasan beragama dan berkeyakinan juga makin nantangin. Daripada makin terprovokasi dan makin gemes bin kesal, kita kampanyekan saja sekalian tentang wajibnya menegakkan Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang bakalan ?menghabisi&#8217; seluruh kemungkaran. Sulit ngarepin penyelesaian melalui sistem demokrasi seperti saat ini. Dijamin deh, demokrasi nggak bakalan bisa menyelesaikan masalah. Bahkan yang terjadi adalah menambah masalah baru. Liat aja sekarang. Parah, Bro!</p>
<p><em>So</em>, seluruh elemen Islam sewajibnya bersatu untuk menegakkan Khilafah Islamiyah. Syariat Islam yang ditegakkan dalam bingkai negara Islam bernama Khilafah Islamiyah, insya Allah akan mampu menjamin keamanan dan memberikan kesejahteraan bagi warga negaranya. Kok bisa? Ya iya lah. Sebab, Islam adalah agama sempurna yang tidak hanya mengatur aspek ibadah ritual, namun juga mengatur aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara seperti aspek politik, ekonomi, pendidikan, militer, dan budaya. Karenanya wajar bila Islam mewajibkan eksistensi negara untuk merealisasikan semua aturan tersebut, sebab tanpa negara mustahil segala aturan bernegara dan bermasyarakat itu dapat terwujud <strong>(Imam al-Mawardi, <em>al-Ahk?m as-Sulth?niyyah</em>, hlm. 5)</strong></p>
<p>Oke deh, mulai sekarang, kita tekadkan untuk terus mengkampanyekan dan mendakwahkan Islam sebagai &#8220;cara hidup&#8221; bagi individu, masyarakat, dan negara. Perbaiki diri kita mulai dari sekarang dengan wawasan berpikir Islam dan perasaan yang islami, agar kita bisa katakan dengan lantang: &#8220;Cuma Islam di hati gue!&#8221; <strong>[solihin: www.osolihin.wordpress.com] </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/cuma-islam-di-hati-gue/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga BBM Naik? Sungguh Terlalu!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/harga-bbm-naik-sungguh-terlalu</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/harga-bbm-naik-sungguh-terlalu#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 17:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/harga-bbm-naik-sungguh-terlalu/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 032/tahun I (27 Jumadil Awwal 1429 H/2 Juni 2008) Akhirnya, pemerintah menaikkan juga harga BBM mulai pukul 00.00 WIB tanggal 24 Mei 2008. Pengumuman kenaikan harga BBM untuk jenis bensin, solar, dan minyak tanah tersebut disampaikan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 23 Mei 2008 pukul 21.30 WIB. Waduh, ini sungguh informasi yang bikin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/logo-gi-34.jpg"><img src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-34.jpg?w=128" height="31" width="128" /></a><strong> </strong>edisi 032/tahun I (27 Jumadil Awwal 1429 H/2 Juni 2008)</p>
<p>Akhirnya, pemerintah menaikkan juga harga BBM mulai pukul 00.00 WIB tanggal 24 Mei 2008. Pengumuman kenaikan harga BBM untuk jenis bensin, solar, dan minyak tanah tersebut disampaikan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 23 Mei 2008 pukul 21.30 WIB. Waduh, ini sungguh informasi yang bikin sesak nafas bagi banyak kalangan. Teganya.. teganya.. teganya&#8230;</p>
<p>Bro, sebagai remaja kita bukan berarti cuek aja lho ngelihat dan ngerasain kondisi ini. Tapi kudu mulai berpikir jauh ke depan bahwa masalah ini adalah bagian dari dinamika kehidupan yang lambat-laun ngimbas juga ke kamu semua. Memang sih, kamu rata-rata tinggal nodong aja sama ortu untuk ongkos sekolah dan jajan. Namun, cobalah empati dikit aja bahwa ortu kita juga sangat pusing mikirin naiknya harga BBM ini. Bener lho, yang udah-udah juga ngimbas ke sektor lain. Misalnya naiknya ongkos transportasi, harga-harga sembako yang kompakan ikut naik, harga kertas juga iri jadi kepengen ikutan naik, dan kebutuhan lainnya pasti harganya naik dengan alasan &#8220;menyesuaikan&#8221;. Sementara, gaji ortu nggak naik, pendapatan seret, malah nggak imbang dengan pengeluaran. Jadinya, meski terlihat pada sebagian kalangan (seperti pedagang) ada peningkatan harga yang berpotensi untung, tapi pendapatan tetep aja segitu-gitunya. Ujungnya, jatah uang jajanmu dari ortu juga bakalan kena diskon tuh. Betul?<span id="more-983"></span></p>
<p>Sobat muda muslim, ini ironi banget. Sebab, kita hidup di tempat yang sebenarnya sumber daya alamnya melimpah, baik di darat maupun di laut. Tapi dalam pengelolaannya nggak maksimal. Malah anehnya yang memaksimalkan sumber daya alam negeri ini adalah pihak-pihak asing. Khusus untuk urusan minyak aja, Pertamina sebagai perusahaan pemerintah nggak begitu aja bisa langsung mengeksplorasi minyak bumi. Entah dengan alasan minimnya teknologi atau memang ada tekanan pihak asing, akhirnya untuk eksplorasi minyak mentah dan gas diserahkan kepada perusahaan-perusahaan asing macam Chevron, Total FinaElf, Shell, ExxonMobile, ConocoPhilips, Texaco, British Petroleum (BP), Unocal, PetroChina dsb.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan asing itu dapat apa? Tentu dapat penghasilan yang gede dong. Mereka menguasai ladang minyak dan kilang minyak yang ada di negeri ini sekitar 92 persen. Sementara Pertamina cuma kebagian 8 persen aja. Parahnya, di tubuh Pertamina pun, saham pemerintah hanya 60 persen, dan sisanya dimiliki asing. Waduh!</p>
<p><em>Boys and gals</em>, pemerintah ngasih alasan kalo naiknya harga BBM karena kenaikan harga minyak dunia yang sempat menyentuh angka 124 US dollar/barrel. Tentu ini rekor banget. Sebab, yang udah-udah cuma nyampe 70-an US dollar/barrel. Sehingga, menurut kacamata pemerintah, ini bakalan menggerogoti APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Nah, karena harga minyak ini selalu disubsidi oleh pemerintah (dan itu dimasukkan dalam hitungan di APBN), maka pastinya jumlah duit untuk menyeimbangkan neraca APBN bakalan tambah gede. Satu-satunya jalan, dan yang selama ini ditempuh adalah mencabut subsidi. Nah, karena yang gede itu adalah subsidi pemerintah terhadap BBM, maka subsidi di sektor inilah yang harus dimusnahkan.</p>
<p>Sekadar tahu aja, dalam APBN-P 2008 pemerintah mengalokasikan subsidi BBM sebesar Rp 126 triliun. Cukup gede memang. Ini dengan asumsi harga minyak dunia di bawah 100 US dolar per gentong (dalam bahasa perminyakan disebut barel). Ini yang sering jadi alasan pemerintah untuk sesegera mungkin nyari jalan pintas menyeimbangkan APBN dengan cara mencabut subsidi BBM karena dinilai terlalu besar dan tentunya naikkin juga harga BBM. Sungguh terlalu!</p>
<p><strong>Rakyat ?disogok&#8217; BLT?</strong></p>
<p>Halah, selalu aja gini. Dulu waktu naikkin harga BBM pada Oktober 2005, pemerintah juga ngeluarin anggaran untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai). Alasannya, sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM yang katanya tepat sasaran, yakni untuk kalangan masyarakat miskin. Padahal mah, meskipun dapetin BLT tiap bulan tapi kan harga-harga kebutuhan hidup tetap aja naik sebagai dampak dari kenaikan harga BBM waktu itu. Belum lagi pada faktanya pemerintah malah kebingungan karena penerima BLT juga nggak tepat sasaran karena datanya tak valid. Sampe-sampe mereka yang udah di alam kubur aja masih terdata sebegai penerima BLT. Walhasil, kacau-balau dah!</p>
<p>Sobat, BLT akhirnya jadi semacam ?sogokan&#8217; aja buat rakyat miskin biar mereka nggak protes terus dengan kenaikan harga BBM kali ini. Seharusnya seluruh rakyat sadar dan menyadari bahwa kondisi ini nggak ngejamin hidup mereka seterusnya. Sebab, bersamaan dengan harga BBM naik, maka bakalan terjadi efek domino, yakni efek ikutan akibat satu sektor naik. BBM naik, otomatis ongkos transportasi ikut naik. Bagi mereka yang usaha, maka kudu nambahi jatah beli solar dan bensin untuk ngangkut produk dan hasil usaha mereka untuk dipasarkan. Karena nggak mau rugi, maka harga produknya dinaikkan. Begitu sampe pasar, pedagang eceran juga naikkin lagi harga dan sampe ke konsumen pasti ikutan naik tuh harga. <em>So</em>, tetep aja duit dapet dari BLT bakalan cepet nguap lagi. Maka, penghematan Rp 35 triliun dari pencabutan subsisi yang akan dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan, salah satunya program BLT, jadi nggak ada apa-apanya. Apalagi dibatasin waktunya.</p>
<p>Selain sektor kebutuhan pokok yang naik akibat kenaikan harga BBM, maka sektor pendidikan, kesehatan, informasi, dan lain sebagainya bakalan ?menyesuaikan&#8217;. Media cetak atau para penerbit pastinya kelimpungan dengan harga kertas yang kian naik tajam (bahkan udah duluan naik sebelum harga BBM melonjak). Mereka terancam gulung tikar dan masyarakat pun siap-siap miskin informasi. Maka, jangan heran kalo nanti beli buku pelajaran pun jadi mahal. Kalo yang punya duit palingan jadi kudu merogoh kocek makin dalam, sementara yang nggak punya duit atau ngepas dijamin nggak bisa beli tuh buku pelajaran. Bener-bener sengsara banget!</p>
<p>Itu sebabnya, adanya program BLT menurut Sultan Hamengku Buwono X nggak akan memecahkan persoalan kemiskinan. Bener juga sih. Sebab, nggak serta-merta rakyat jadi kaya mendadak. Malah, kesannya cuma mengalihkan perhatian masyarakat biar ada anggapan bahwa pemerintah masih pro rakyat kecil dengan adanya BLT ini. Gawat bener kalo sampe terjadi ?penipuan&#8217; kayak gini. Hmm.. nggak seindah waktu kampanye. Jadi inget lagu dangdut: <em>&#8220;Kau yang berjanji, kau yang mengingkari&#8230;&#8221; </em>Beeuuh..nekuk bener tuh!</p>
<p><strong>?Cerai&#8217; aja ama kapitalisme! </strong></p>
<p>Brur en Sis, kamu wajib tahu bahwa kondisi kita saat ini adalah akibat diberlakukannya sistem kapitalisme di negeri ini. Sistem kehidupan ini bukan saja merusak sektor ekonomi, tapi juga ngerusak gaya hidup kita sebagai muslim. Maklum, dengan akidah sekularismenya, kapitalisme berhasil ngacak-ngacak tatanan kehidupan kaum muslimin dan siapa pun untuk jadi sekuler, yakni pelaksanaan kehidupan dunia tanpa aturan agama. Sebab, yang jadi ukuran bukan lagi halal-haram, tapi asas manfaat. Itu artinya, meskipun perzinaan adalah haram dalam pandangan Islam, tetapi karena aktivitas itu mendatangkan manfaat berupa kekayaan materi, maka kapitalisme tetap memeliharanya. <em>Wat margawat ta iye!</em></p>
<p>Nah, khusus dalam kasus krisis energi ini, pemerintah bukannya mencari solusi lain yang tidak terlalu memberatkan rakyat banyak, malah mencabut subsidi BBM yang sebenarnya bukan cuma memicu gejolak sosial tapi juga gejolak ekonomi, karena rakyat akan kian bertambah miskin. Pertanyaan yang harus diajukan adalah: apakah menaikkan harga BBM adalah satu-satunya jalan dan jalan terakhir untuk menyelamatkan keuangan negara?</p>
<p>Bro, minyak bumi itu adalah sumber energi yang nggak bisa diperbaharui dalam waktu dekat. Bahkan sebetulnya nyaris nggak bisa diperbaharui lagi. Kalo cadangan minyak ini habis, maka kudu siap-siap nyari sumber energi baru. Memang sih, cadangan minyak itu masih sampe puluhan tahun ke depan. Tapi kan kudu disiapkan dari sekarang kalo sewaktu-waktu energi tersebut habis. Konon kabarnya Indonesia tuh cuma memiliki ladang minyak 4 persen saja dari total cadangan minyak dunia.</p>
<p>Nah, salah satu energi alternatif yang kayaknya cocok untuk dikembangkan adalah nuklir. Nuklir <em>for power</em> tentu yang didahulukan, bukan nuklir <em>for weapon</em>. Memang sih dari sisi teknologi sangat mahal dan perlu keamanan tingkat tinggi. Tapi, bukan halangan kalo memang mau. Sebab negara seperti Iran, India, Amerika, dan Korea Utara saja, mereka sudah mengembangkan energi nuklir. Sekadar gambaran aja ya betapa dahsyatnya energi nuklir, saya pernah baca tulisan terapan tentang nuklir bahwa uranium yang sudah diperkaya dengan jumlah hanya 100 gram bisa menyalakan lampu pijar 100 watt nonstop selama 100 tahun. Fantastis banget kan?</p>
<p>Oke, sebelum bicara soal energi alternatif macam nuklir itu, pemerintah seharusnya bisa mengontrol kebijakan dalam migas (minyak dan gas) ini. Baik undang-undangnya maupun tata-niaganya.Harus ada revolusi total deh.</p>
<p>Pertama, harus dinasionalisasi tuh eksplorasi ladang-ladang minyak, jangan diserahkan ke perusahaan asing. Negara sebagai wakil kaum muslimin (rakyat) yang harus mengelola, karena energi tersebut milik rakyat. Rasulullah saw. bersabda:</p>
<p dir="rtl"><strong>??????????????? ????????? ??? ??????? ??? ????????? ?????????? ??????????? </strong></p>
<p><em>&#8220;Kaum muslimin itu berserikat dalam tiga perkara, dalam padang gembalaan, air dan api (energi)&#8221;</em> <strong>(HR Abu Dawud)</strong></p>
<p>Kedua, karena saat ini belum punya banyak kilang minyak untuk pengolahan minyak mentah menjadi bensin, solar dsb, maka ketika mengeskpor ke luar negeri untuk dijadikan BBM lalu diimpor lagi, musnahkan tuh para mafia minyak yang ternyata orang Indonesia sendiri supaya harga bisa ditekan. &#8220;Ekspor dan impor itu ada mafianya, dan hal itu yang memberatkan APBN. Maka itu, reformasi tata niaga migas perlu dilakukan. Hal itu yang memberatkan APBN,&#8221; ujar pengamat ekonomi Hendri Saparini <em>(okezone.com, 18 Mei 2008)</em></p>
<p>Bro, yang terpenting dari semua itu adalah pemerintah wajib mengganti sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini dengan sistem Islam yang diterapkan dalam bingkai Khilafah Islamiyah jika mau problem ini selesai dengan tuntas. Sebab, udah terbukti kapitalisme tak mampu memberikan apapun kecuali kesengsaraan bagi mereka yang tak memiliki kekuasaan dan modal gede. Apa mau terus begini? <strong>[osolihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/harga-bbm-naik-sungguh-terlalu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asmara Aktivis Rohis</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/asmara-aktivis-rohis</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/asmara-aktivis-rohis#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 06:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/asmara-aktivis-rohis/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 031/tahun I (20 Jumadil Awwal 1429 H/26 Mei 2008) Anak Rohis juga manusia. Punya hati, punya rasa. Juga, tentu punya rasa suka dan bisa jatuh cinta. Huhuy! Justru kalo anak rohis nggak pernah bisa merasa jatuh cinta adalah kagak normal, atau jangan-jangan bukan makhluk hidup. Wacks! Ya iyalah, kalo masih merasa manusia sih ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/logo-gi-33.jpg"><img src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-33.jpg?w=128" class="alignleft alignnone size-thumbnail wp-image-1399" style="float: left" height="31" width="128" /></a><strong> </strong>edisi 031/tahun I (20 Jumadil Awwal 1429 H/26 Mei 2008)</p>
<p>Anak Rohis juga manusia. Punya hati, punya rasa. Juga, tentu punya rasa suka dan bisa jatuh cinta. Huhuy! Justru kalo anak rohis nggak pernah bisa merasa jatuh cinta adalah kagak normal, atau jangan-jangan bukan makhluk hidup. Wacks! Ya iyalah, kalo masih merasa manusia sih ya pasti punya rasa cinta. Hewan aja punya kok. Selama masih hidup. Tapi tentu manusia punya aturan dalam mengekspresikan cintanya. Ada syariat yang harus ditaati. Kalo hewan nggak ada syariat yang harus mereka taati. Bener lho.</p>
<p>Kalo manusia sih untuk mencintai manusia lainnya harus jelas aturan mainnya. Kalo hewan? Nggak ada. Emang pernah dengar ada kambing jantan yang tertarik dengan kambing betina terus mereka mengikatnya dengan khitbah untuk seterusnya menikah dan diramein dengan pesta ngundang tamu dan diiringi hiburan nasyid? Hihihi.. film kartun kaleee!<span id="more-984"></span></p>
<p>Bro en Sis, karena aktivis Rohis (kerohanian Islam) juga punya rasa suka dan rasa cinta, pasti mereka pernah dong ngalamin yang namanya DDA alias debar-debar asmara. Meskipun dalam mengekspresikannya agak sedikit beda ama remaja umumnya. Kalo remaja umumnya langsung kenalan, terus janjian dan jadian deh dalam ikatan bernama pacaran. Kalo anak Rohis? Kalo untuk pacaran secara terang-terangan kayaknya jarang ada. Mungkin mereka malu. Tapi kalo yang dikamuflase dengan istilah &#8220;pacaran islami&#8221; kayaknya banyak deh. Ini juga sering dianggap sebagai pembenaran atas aktivitas yang dilakoninya. Halah!</p>
<p><strong>Ngaji doyan, pacaran kuat</strong></p>
<p>Nah lho, nggak salah nih ngasih subjudul? Hehehe&#8230; kamu jangan protes dulu dong. Banyak juga lho yang ngaji tapi pacarannya minta ampun kuatnya. Ini khusus berlaku buat yang ngajinya cuma ikut-ikutan or emang nggak paham. Termasuk yang ngerasa udah tahu tentang hukum Islam, tapi nggak sampe paham dan cuma teori doang, sementara praktiknya nol gede. <em>So</em>, cuma modal semangat aja, tanpa pengen paham lebih dalam. Kadang, ada juga lho yang emang nafsunya lebih gede ketimbang nalarnya. Maaf ye bagi yang kesinggung. Itu tandanya dirimu masih manusia. Ya iyalah, kalo monyet sih dihina ama dipuji tetep diem aja kagak ngarti, boro-boro tersinggung. Jadi, kalo masih tersinggung berbahagialah karena kamu masih manusia. Pletak!</p>
<p>Oya, gaya pacaran aktivis Rohis agak lain. Awalnya sih ukhuwah, tapi kebablasan jadi demenen. Mulanya cuma bergaul sesama pengurus pengajian, lama-lama muncul benih-benih cinta. Bersemi dalam dada dan melahirkan kerinduan. Huhuy! Ati-ati, bisa gaswat!</p>
<p>Sobat muda muslim, jangan heran or jangan kaget, sebab siapa pun orangnya, termasuk anak ngaji, bisa tumbuh dalam dirinya rasa cinta, rasa sayang, juga pengen memiliki begitu ngelihat lawan jenisnya. Ser-seran aja dalam dada kalo kebetulan bertemu di masjid or di perpustakaan. Bergetaran dalam jiwa (apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin vibrasinya lebih kuat tuh! Halah!). Pokoknya, seperti ada yang bergejolak dalam hati. Tapi sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata (cieee&#8230;). Pokoknya, bikin jantung berdetak dua kali lebih kenceng deh. <em>But</em>, itu wajar kok. Namanya juga manusia. Suer.</p>
<p>Malah boleh jadi, kalo iman kamu nggak kuat-kuat amat, bisa-bisa kecemplung melakoni aktivitas pacaran layaknya mereka yang masih awam dengan ajaran Islam. Maklumlah sobat, kalo nafsu udah jadi jenderal, akal sehat jadi keroconya. Celaka dua belas euy!</p>
<p><strong>Saat cinta mulai bersemi</strong></p>
<p>Cinta itu ibarat jelangkung. Datang nggak dijemput, pulang pun nggak dianter. Suka tiba-tiba aja datangnya. Udah gitu, nggak mengenal status lagi. Mau doi pelajar, guru, tokoh masyarakat, anak ngaji, ulama, dan bahkan kepala negara. Cinta bakalan tumbuh di dada mereka. Kamu masih inget kali ye kasusnya Bill Clinton dan Monica Lewynski? Hmm.. itu perselingkuhan yang mengguncang Gedung Putih beberapa tahun lalu. Geger seisi dunia. Awalnya, jelas rasa cinta. Meski akhirnya disalip oleh hawa nafsu.</p>
<p>Hati-hati lho, anak ngaji juga bisa tergoda saat cinta mulai bersemi. Ehm..ehm.. (ditambah pura-pura batuk nih) kamu jadi sering tampil klimis kalo pergi ke sekolah or kampus. Dandanan jadi rapi jali. Pendek kata, pengen tampil beda dan sempurna di hadapan sang pujaan hati. Sering terjadi lho. Cinta lokasi sesama aktivis pengajian. Wajar <em>euy,</em> sebab cinta itu naluriah. Udah <em>built-in</em> saat manusia diciptakan oleh Allah Swt. Dalam salah satu firmanNya disebutkan:<em>&#8220;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak,&#8221; </em><strong>(QS Ali Imraan [3]:14)</strong></p>
<p>Cuma masalahnya, saat cinta mulai bersemi, jarang ada yang bisa bertahan dari godaannya yang kadang menggelapkan mata dan hati seseorang. Jangan heran dong kalo sampe ada yang nekat pacaran. Wah, aktivis pengajian kok pacaran? Malu atuh!</p>
<p>Kalo udah gitu, bisa ngerusak predikat tuh. Bener. Sebab, serangan kepada orang yang dianggap tahu dan paham agama lebih kenceng. Jadi kalo ada aktivis pengajian (anak Rohis) yang pacaran, orang di sekililing mereka dengan sengit mengolok-olok, mencemooh, bahkan mencibir sinis. Kejam juga ya? Bandingkan dengan orang yang belum paham agama, atau nggak aktif di organisasi kerohanian Islam, biasa-biasa aja tuh. Sobat, inilah semacam ?hukuman sosial&#8217; yang kudu ditanggung seseorang yang udah dipandang ngerti. Padahal, sama aja dosanya. Tapi, seolah lebih besar kalo itu dilakukan oleh aktivis pengajian. Gawat!</p>
<p>Jadi hati-hati deh, jangan sampe kamu kebablasan jadi demenan, padahal kamu niat awalnya mau menjalin ukhuwah sesama aktivis Rohis. Jadi, jelas emang kudu ada aturan mainnya. Nggak sembarangan bergaul, lho.</p>
<p><strong>Jangan main api dong!</strong></p>
<p>Iya, bara bisa jadi api yang berkekuatan besar dalam membakar apa saja yang ada di hadapannya, manakala kita rajin ngipasin. Makanya, jangan main bara api nafsu, bisa berabe dan bikin banyak dosa. Kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya saja, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! (hei! kok kayak Bang Napi sih? Hihihi&#8230;). Gaul bebas bisa bablas <em>euy!</em></p>
<p>Oke deh, supaya gaul kamu sesama aktivis pengajian selamat di dunia dan di akhirat, ada beberapa poin yang kudu diperhatikan. Jangan sampe ukhuwah malah berubah jadi pacaran.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, kurangi frekuensi pertemuan yang nggak perlu. Memang, kalau sudah cinta, berpisah sejam serasa 60 menit, eh maksudnya sewindu (lama amat! Hiperbolis nih!). Bawaannya pengen ketemu melulu. Ini nggak sehat, Bro. Perbuatan seperti itu bukannya meredam gejolak, tapi akan memperparah suasana hati kita. Pikiran dan konsentrasi kita malah makin nggak karuan. Selain itu bukan mustahil kalo kebaikan yang kita kerjakan jadi tidak ikhlas karena Allah. Misal, karena si doi jadi moderator di acara pengajian, eh kita bela-belain datang karena pengen ngeliat si doi, bukan untuk nyimak pengajiannya itu sendiri.</p>
<p>Yup, kurangi frekuensi pertemuan, apalagi kalau memang tidak perlu. Kalo sekadar untuk minjem buku catatan, ngapain minjem pada si doi, cari aja teman lain yang bisa kita pinjam bukunya. Lagipula, kalo kamu nggak sabaran, khawatir ada pandangan negatif dari si doi. Bisa-bisa kamu dicap sebagai ikhwan agresif atau akhwat yang genit. Zwing&#8230;zwing.. gubrak!</p>
<p><strong>Kedua</strong>, jangan ?menggoda&#8217; dengan gaya bicara dan penampilan yang gimanaa.. gitu. Jadi jangan saling memberi perhatian. Bisa-bisa diterjemahkan lain lho. Ati-ati deh. Firman Allah Swt. (yang artinya):<em>&#8220;Jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu terlalu lemah lembut (mengucapkan perkataan), nanti orang-orang yang dalam hatinya ragu ingin kepadamu. Dan berkatalah dengan perkataan yang baik. </em>&#8221; <strong>(QS. al-Ahzab [33]: 32)</strong></p>
<p><strong>Ketiga</strong>, menutup aurat. Nggak salah neh? Kalo aktivis kan udah ngeh soal itu Bang? Bener. Harusnya memang begitu. Tapi, banyak juga yang belum tahu bagaimana cara mengenakan busana sesuai syariat. Akhwatnya masih pake kerudung gaul yang ?cepak&#8217; abis! (kalo yang bener kan ?gondrong&#8217;. Maksudnya lebar gitu lho.). Iya, kerudungnya aja modis banget. Pake gaya dililit ke belakang, dan untung aja nggak ditarik lagi ke atas (gantung diri kalee..). Terus, bibirnya dipoles lipstik tebel-tebel. Bedakannya menor pula. Minyak wanginya? Bikin ikan sekolam teler! (apa hubungannya?)</p>
<p><em>So</em>, buat para akhwat, jangan <em>tabarujj</em> deh. Duh, kebayang banget lucunya kalo aktivis pengajian <em>tabarujj</em> alias tampil pol-polan dengan memamerkan kecantikannya. Allah Swt. berfirman: <em>&#8220;&#8230;dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu&#8221; </em><strong>(QS al-Ahzab [33]: 33)</strong></p>
<p><strong>Keempat</strong>, kurangi berhubungan. Mungkin ketemu langsung sih nggak, tapi komunikasi jalan terus tuh. Mulai dari sarana ?tradisional&#8217; macam surat via pos, sampe yang udah canggih macam via telepon, HP, dan juga internet. Wuih, ketemu langsung emang jarang, tapi kirim SMS dan nelponnya kuat. Apalagi kalo urusan <em>chatting</em>, pake ada jadwalnya segala. Udah gitu, kirim-kirim e-mail pula. Hmm&#8230; jadi tetep berhubungan kan? Emang sih bukan masuk kategori khalwat. Tapi itu bikin suasana hati makin nggak kondusif karena mikirin si dia aja. Nggak percaya? <em>Don&#8217;t be tried! </em>Jangan dicoba!</p>
<p><strong>Kelima</strong>, jaga hati. Ya, meski sesama aktivis Rohis, bisikan setan tetap berlaku. Bahkan sangat boleh jadi makin kuat komporannya. Itu sebabnya, kalo hatimu panas terus karena panah asmara itu, dinginkan hati dengan banyak mengingat Allah. Mengingat dosa-dosa yang udah kita lakukan ketika sholat dan membaca al-Quran. Firman Allah Swt.:<em> &#8220;Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenang.&#8221; </em><strong>(QS ar-Ra&#8217;du [13]: 28)</strong></p>
<p>Oke deh, kamu udah punya modal sekarang. Hati-hatilah dalam bergaul dengan teman satu pengajian. Jaga diri, kesucian, dan kehormatan kamu dan temanmu. Jangan nekat berbuat maksiat. Kalo udah kebelet, (emangnya buang hajat?) segera menikah saja kalo emang udah mampu. Kalo belum mampu karena masih sekolah? Banyakin aktivitas bermanfaat dan seringlah berpuasa.</p>
<p>Emang sih kalo pengen lebih mantap solusinya, kudu ada kerjasama semua pihak; individu, masyarakat dan juga negara. Hmm.. soal cinta juga urusan negara ya? Yup, negara wajib meredam dan memberantas faktor-faktor yang selalu ngomporin masyarakat untuk berbuat yang negatif. Jadi, jangan sampe ukhuwah kita berubah jadi demenan! Pokoknya, malu atuh kalo ngajinya getol, tapi pacaran juga <em>puool</em>. Catet yo!<strong>[solihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/asmara-aktivis-rohis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangsa Iseng bin Usil</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bangsa-iseng-bin-usil</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bangsa-iseng-bin-usil#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 20:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/bangsa-iseng-bin-usil/</guid>
		<description><![CDATA[? edisi 030/tahun I (13 Jumadil Awwal 1429 H/19 Mei 2008) Minggu lalu kamu-kamu yang punya ponsel mungkin sem-pet ketar-ketir. Pasalnya, beredar isu penyantetan lewat SMS. Sahibul isu bilang kalo si penerima membaca SMS itu maka layar ponselnya bakal meme-rah dan kemudian si pemba-canya bakal pingsan bahkan mati. Terang aja siapa yang kagak takut dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/logo-gi-32.jpg"><img src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-32.jpg?w=128" class="alignleft alignnone size-thumbnail wp-image-1366" style="float: left" height="31" width="128" /></a>?<strong> </strong>edisi 030/tahun I (13 Jumadil Awwal 1429 H/19 Mei 2008)</p>
<p>Minggu lalu kamu-kamu yang punya ponsel mungkin sem-pet ketar-ketir. Pasalnya, beredar isu penyantetan lewat SMS. <em>Sahibul isu</em> bilang kalo si penerima membaca SMS itu maka layar ponselnya bakal meme-rah dan kemudian si pemba-canya bakal pingsan bahkan mati. Terang aja siapa yang kagak takut dapat kabar kayak gitu.</p>
<p>Banyak pengguna ponsel kemudian minta kejelasan soal SMS itu kepada pemerintah. Apalagi isu SMS santet itu sampai ngebawa-bawa nama sebuah operator seluler yang baru beroperasi. Wah, akhirnya pemerintah turun tangan dan para operator ponsel pun ngasih penjelasan kalo SMS itu aman dan nggak berbahaya buat manusia.<span id="more-961"></span></p>
<p>Alhamdulillah, dalam itungan hari, akhirnya isu SMS santet itu berakhir. Ternyata pelakunya seorang remaja yang iseng ngirim SMS berisi ancaman santet kepada teman-temannya. Entah gimana ceritanya SMS itu ke-<em>forward</em> ke banyak orang en jadinya bikin geger. Si remaja itu akhirnya diciduk kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.</p>
<p><strong>Negeri iseng</strong></p>
<p>Bukan sekali dua kali kejadian iseng bikin susah banyak orang. Kalau dulu para pelaku surat kaleng, yakni surat yang kagak jelas siapa pengirimnya, kini berkat kecanggihan teknologi keisengan itu pake telepon atawa SMS. Yang paling sering telepon en SMS gelap itu berisi ancaman bom lewat SMS. Mall, gedung perkantoran swasta, kantor pemerintah sampe sekolahan pernah diancam bom lewat SMS. Yang paling parah ketika ada orang ngirim ancaman bom itu ke rumah sakit. Kebayang kan, kayak apa paniknya pasien, dokter, en perawat ketika tempat mereka diancam bakal diledakkin. Untung aja para jenazah yang ada di kamar mayat nggak ikutan panik. Wacks!</p>
<p>Ngomongin soal iseng, keisengan orang di sekitar kita emang macem-macem. Ada yang suka iseng mencet bel rumah orang terus kabur, ngumpetin sendal temen waktu sholat di masjid, iseng mesen makanan pake layanan antar tapi dengan alamat palsu, sampai yang bikin laporan palsu ke nomor pemadam kebakaran. Tujuannya, apalagi kalo pengen ketawa-ketawa dari ngerjain orang.</p>
<p>Menghibur diri sih sah-sah aja. Tapi kalo iseng itu ternyata udah bikin susah orang lain, apalagi masyarakat, nah itu namanya keterlaluan. En kayaknya keisengan orang &#8211; khususnya remaja &#8211; makin hari makin ngawur. Bayangin aja, siapa yang nggak bakal panik mendengar tempat kerjanya mau dibom. Gimana juga tegangnya aparat keamanan mengamankan tempat kejadian. Iseng bin usil kayak gitu terang aja bikin susah banyak orang.</p>
<p>Keisengan yang ngawur dan bikin urat syaraf tegang juga jadi tontonan di layar kaca. Sebagian emang udah nggak nongol lagi, tapi muncul lagi yang lain. Sebut aja acara yang pernah tayang macam <em>Paranoid, Emosi, MOP (Mbikin Orang Panik)</em>, dll. Acara-acara itu abis-abisan ngerjain orang sampai takut setengah mati atau marah banget. Sampai akhirnya beberapa tahun silam ada acara yang kena batunya, yakni seorang polisi dipecat dari jabatannya karena ikutan dalam acara itu. Nah, kalo udah begini nggak lucu lagi kan jadinya.</p>
<p>Tayangan-tayangan iseng dan usil itu intinya adalah bikin &#8220;penonton tertawa di atas derita orang lain&#8221;. Menurut pengamat pertelevisian dan sosial kemasyarakatan, tayangan macam itu bikin empati kita pada orang lain jadi tipis. Tahu kan apa itu empati? Yang jelas bukan singkatan empal ama ati. Empati itu artinya adalah turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Misalnya nih, kita ikutan sedih manakala ngeliat orang lain ketiban musibah. Juga merasa susah ketika ngeliat orang lain kesusahan.</p>
<p>Nah, gimana kita bisa berempati pada orang lain, kalo kita justru dibikin supaya ketawa ngeliat orang lain dikerjain. Yang ada, masyarakat malah ketularan untuk ngerjain orang lain demi kepuasan diri sendiri. Termasuk telepon dan SMS gelap yang menurut mereka sih untuk bercanda. Kalo kita udah nggak lagi punya empati, wah kita nggak bakal sungkan lagi menjadikan penderitaan orang lain sebagai bahan tertawaan kita. Bukan cuma itu, perbuatan yang lebih ?kejam&#8217; lagi bisa juga dilakukan. Apa? Vandalisme! Ih, apaan tuh?</p>
<p><strong>Vandalis</strong></p>
<p>Menurut <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em>, vandalisme artinya adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dsb.).</p>
<p><em>So</em>, kalo udah nggak punya perasaan sama orang lain, maka nggak cuma bernafsu ngerjain orang lain, tapi juga kepengen rusak barang orang. Nah, kelakuan macam ini juga yang kayaknya ampir jadi budaya di tanah air. Coba deh itung, berapa fasilitas umum yang rusak di sekitar kita; corat-coret di tembok, telepon umum yang jebol, pintu dan jendela kereta yang rusak, <em>traffic light</em> yang dirusak, dsb.</p>
<p>Tengok juga kelakuan brutal para suporter sepakbola kita. Meski ada juga yang tertib, tapi masih lebih banyak yang suka rusuh. Jangankan kalah, kalo menang aja suka pada ngamuk. Mau fasilitas di stadion, kendaraan pribadi apalagi kendaraan umum seperti bus dan kereta sering jadi sasaran pengrusakan penonton. Belum lagi kebiasaan tawuran antar suporter. Wuih, pokoknya ngeri banget deh.</p>
<p>Terus nih, pencurian sarana-sarana umum yang penting, cukup sering terjadi lho di tanah air. Pencurian kabel telepon, motong saluran air PAM, bahkan pernah kejadian menara listrik digergaji oleh orang nggak bertanggung jawab.</p>
<p>Yang lebih parah, nggak sedikit orang yang ngerjain itu semua, nggak mikirin keselamatan orang lain. Mungkin kamu masih inget kasus pencurian peralatan sinyal milik PT Kereta Api Indonesia, juga pencurian baut-bautnya, sampai motong rel kereta api. Demi duit yang kayaknya nggak seberapa, ada lho orang yang tega ngerusak milik umum en mengancam ratusan nyawa orang lain.</p>
<p>Emang sih, sebagian pengrusakan itu ada yang bermotif ekonomi. Di jaman krisis kayak gini, kalo perut udah laper, apapun digasak. Apalagi BBM udah bakal dinaikkan ama pemerintah, makin banyak aja orang dibikin sengsara ama penguasa. Sayangnya, pelakunya hanya mikirin perut mereka sendiri, tapi lupa ama nyawa orang lain. Betul kata Imam Ali ra., <em>&#8220;Kemiskinan itu dekat pada kekufuran.&#8221;</em></p>
<p>Tapi, ada juga pengrusakan itu karena iseng belaka. Di Lampung, pernah kejadian rangkaian gerbong kereta api terputus karena sambungannya sengaja dilepas oleh sejumlah remaja iseng. Akhirnya rangkaian yang lepas itu ditabrak kereta yang berada di belakangnya.</p>
<p>Kalo kamu pengguna jasa kereta api &#8211; seperti Kereta Listrik Jakarta-Bogor -, suka ada aja orang di luar kereta yang iseng melem-pari kereta. Ada yang pake telor busuk, adakalanya batu juga ikutan ngelayang. Zwing! Pletak! Kebayang kan kalo tuh batu kena kepala penumpang. Nggak cuma benjol, tapi bisa bikin kepala bocor dan pastinya berdarah-darah.</p>
<p><strong>Lagi sakit</strong></p>
<p>Bro en Sis, bercanda dengan orang lain untuk menghibur diri boleh-boleh aja. Rasulullah saw. acapkali bercanda bersama para sahabat atau keluarganya. Beliau juga pernah lho berkata pada seorang nenek bahwa di surga tak ada orang lansia (lanjut usia). Ketika nenek itu bersedih, Rasulullah saw. lalu menjelaskan bahwa di surga semua orang dikembalikan pada usia muda.</p>
<p>Bercanda yang dilakukan Rasullah saw. tujuannya untuk menghibur diri juga menambah keakraban. Bukan untuk bikin malu orang lain apalagi bikin takut. Kalo sampai bikin orang lain takut, itu mah udah <em>dzalim</em>. Dan umat Islam kudu menjauhinya.Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Seorang muslim adalah yang sesama muslim selamat dari gangguan lidah dan tangannya.&#8221; </em><strong>(HR Bukhari-Muslim)</strong></p>
<p>Juga sabdanya, <em>&#8220;Sesungguhnya orang yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah adalah orang yang dijauhi manusia karena takut akan kejahatannya (kekasarannya)&#8221; </em><strong>(Muttafaq ?alayhi)</strong></p>
<p>Perlu dicatet juga, bercanda tujuannya bukan untuk &#8220;bahagia di atas derita orang lain&#8221;. Malu deh kalo jadi orang Islam kalo sampai tega berbuat kayak begini. Sabda Nabi saw. <em>&#8220;Engkau tidak boleh menampakkan gembira atas kesusahan yang menimpa saudaramu. </em><em>Bisa jadi Allah akan memberi rahmat kepadanya dan memberikan ujian kepadamu.&#8221; </em><strong>(HR at-Tirmidzi)</strong></p>
<p>Dalam bercanda juga pantang untuk berbohong. Bohong bin bokis itu kejahatan di mata Allah dan manusia. Sabda Nabi saw.:<em>&#8220;Kalian harus menjauhi dusta, karena dusta akan bersama dengan kejahatan, dan keduanya ada di neraka.&#8221; </em><strong>(HR Ibnu Hibban)</strong></p>
<p>Jangan lupa, berbohong itu juga termasuk tanda-tanda kemunafikan. Hii&#8230;mau disebut munafik? Nggak lha yaw. Berbohong itu ya termasuk di dalamnya lewat surat kaleng, SMS, telepon gelap, atau email.</p>
<p>Dalam Islam, pelaku iseng kayak begitu, pantas masuk pengadilan dan diganjar hukuman yang setimpal. Apalagi kalo sampai memba-hayakan orang lain. Pokoknya kudu ditumpas, pas, pas! Sampe ke akar-akarnya deh!</p>
<p>Apa yang sekarang ini marak; iseng dengan berbohong &#8211; apalagi ngebohongin banyak orang -, nakut-nakutin orang lain pake ancaman, atau ngerusak fasilitas umum maupun pribadi, adalah sebagian tanda kalo bangsa ini lagi ?sakit&#8217;. Penyebabnya apalagi kalo bukan sekularisme, pemisahan agama dari kehidupan. Virus sekularisme ini bikin orang nggak lagi mikir bahwa Allah Maha Melihat dan bakal membalas semua perbuatan hamba-hambaNya. Mereka mikir, kalo Allah nggak bakal tahu perbuatan mereka karena tersembunyi. Mereka juga mikir kalo nggak bakal ada balasan dari Allah. Padahal <em>mah</em> Allah Swt. berfirman (yang artinya): <em>&#8220;Jika ada padamu sesuatu sebesar biji sawi berada di dalam batu, atau di langit, atau di bumi maka Allah akan membalasnya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.&#8221; </em><strong>(QS Luqman [31]: 16)</strong></p>
<p>Sekularisme juga bikin banyak jadi kapitalis. Nah, salah satu ciri kapitalis adalah suka mengeksploitasi kesusahan orang lain, <em>and then</em> tertawa di atasnya. Derita orang dianggap komoditi yang layak jadi tontonan bahkan dijadikan duit alias diperdagangkan.</p>
<p><em>So</em>, SMS ?santet&#8217; itu bukanlah yang terakhir yang bakal mengguncang banyak orang. Selama umat muslim di Indonesia masih betah dengan sekularisme-kapitalisme, selama itu pula teror keisengan en keusilan bakal terus ada. Itu hanya bisa diberantas dengan ngeberantas dulu biangnya; sekularisme en kapitalisme.</p>
<p>Buat kita-kita, nggak pantes deh bikin orang lain susah lalu kita hepi di atasnya. Itu ciri kaum kapitalis, Bro! bukan ciri seorang muslim. Percaya deh! <strong>[iwan januar]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bangsa-iseng-bin-usil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngintip Pelacuran ABG</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ngintip-pelacuran-abg</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/ngintip-pelacuran-abg#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 01:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/ngintip-pelacuran-abg/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 029/tahun I (6 Jumadil Awwal 1429 H/12 Mei 2008) ABG (Anak Baru Gede) adalah sebutan bagi remaja usia belasan tahun. Istilah kerennya sih teenager. Usia yang menurut para pakar psikologi berada di saat rawan karena penuh pemberontakan dan pencarian jati diri. Usia yang ibarat kembang yaitu sedang mekar-mekarnya, indah. Nah, keindahan inilah yang seringkali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/05/logo-gi-3.jpg" title="logo-gi-3.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/05/logo-gi-3.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-3.jpg" align="left" /></a><strong> </strong>edisi 029/tahun I (6 Jumadil Awwal 1429 H/12 Mei 2008)</p>
<p>ABG (Anak Baru Gede) adalah sebutan bagi remaja usia belasan tahun. Istilah kerennya sih <em>teenager</em>. Usia yang menurut para pakar psikologi berada di saat rawan karena penuh pemberontakan dan pencarian jati diri. Usia yang ibarat kembang yaitu sedang mekar-mekarnya, indah. Nah, keindahan inilah yang seringkali disalahgunakan untuk hal-hal yang nggak bener. Melacurkan diri adalah salah satunya.</p>
<p>Ketika <em>browsing</em> internet untuk mencari data tentang pelacuran ABG ini, saya langsung terhenyak. Mulai blog pribadi yang dikelola amatiran hingga media selevel <em>Tempo</em>, semuanya menyediakan data dan laporan lengkap tentang seluk beluk dunia esek-esek ala ABG ini. Seragam putih-biru alias SMP dan putih abu-abu atau SMA, lengkap ada semua. Mulai layanan tingkat amatir dengan harga cuma dibelikan makan siang hingga yang profesional sejumlah ratusan ribu bahkan jutaan, lengkap tersaji.<span id="more-942"></span></p>
<p>Saya pun memandang monitor komputer dengan nanar, bagaimanakah masa depan bangsa ini dengan polah ABG seperti ini? Tapi, tak ada masalah hadir tanpa solusi. <em>So</em>, kita telusuri yuk fenomena keberadaan pelacuran ABG ini untuk ditemukan akar masalahnya sehingga bisa dilakukan <em>treatment</em> untuk pengobatannya. Yuuuk!</p>
<p><strong>ABG sayang, ABG malang</strong></p>
<p>Melalui sejumlah wawancara dan investigasi, banyak di antara para ABG yang memutuskan dirinya melacur itu karena alasan ekonomi. Biaya sekolah yang mahal, harga buku yang tak murah serta kebutuhan hidup lainnya yang mendesak menjadi salah satu alasan yang dipilih untuk diberikan. Apalagi bila menjelang ujian yang jelas-jelas ada tagihan ini-itu dari pihak sekolah, walhasil jalanan jadi rame dipenuhi para ABG yang menjajakan diri.</p>
<p>Di antara mereka ada yang melakukannya tanpa sepengetahuan keluarga, tapi tidak sedikit yang mendapat restu orangtua. Bahkan ada seorang ibu yang sengaja menyelipkan kondom ke tas sekolah anaknya bila mereka akan keluar rumah. <em>Nadzhubillah.</em></p>
<p>Kesulitan ekonomi bukan menjadi satu-satunya alasan para ABG jual diri. Tidak sedikit juga yang berasal dari kalangan atas bahkan ada anak pejabat terkenal yang sering muncul di TV nasional. Ketika diwawancarai, ia berkilah bahwa yang dilakukannya itu sebagai protes terhadap ayahnya yang jarang berada di rumah.</p>
<p>Tergiur gaya hidup yang konsumtif biar nggak dianggap kuno sama teman-teman sebaya juga bisa menjadi faktor yang lain. Punya HP keluaran model terbaru, MP4 Player, tas dan baju keluaran butik terkenal, jalan-jalan ke mal, bisa membuat para ABG lupa daratan. Persaingan antar teman juga bisa dijadikan alasan. Wih..si A kemarin habis jalan bareng sama om-om keren, si B nggak mau kalah hari ini menggandeng eksekutif papan atas ibu kota. Habis dikecewakan dan dinodai mantan pacar juga disebut-sebut sebagai alasan favorit para ABG ini. Ya, seabreg alasan bisa diberikan kalau sekadar sebagai pembenaran untuk perbuatan yang nggak bener. Ckckck&#8230;</p>
<p><strong>Yuk berbenah!</strong></p>
<p>Bro en Sis, kebebasan berekspresi dan bertingkah laku adalah sandaran yang tak dapat diganggu-gugat selama masyarakat masih menganut paham demokrasi ini. Para ABG ini pun sedang menyalurkan kebebasan sehingga payung hukum mana pun tak dapat menjeratnya. Paling pol yang bisa dilakukan pemerintah setempat adalah alasan usia yang masih di bawah umur. Lha kalo umur sudah cukup untuk melacur, pemerintah mau apa? Bahkan hukum pun telah ada dan sengaja dibuat untuk melindungi mereka yang menyebut dirinya sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial).</p>
<p>Kebebasan lain yang diusung oleh demokrasi adalah bebas dalam kepemilikan. Harta bisa dimiliki dengan cara apapun juga, termasuk jalan haram sekalipun. Tak heran, bila lokalisasi prostitusi menjadi legal bin sah dalam kondisi seperti ini selama negara diuntungkan dari tarikan pajaknya. Apalagi bila dalih favorit yang sering dipakai alasan mulai dikeluarkan ?keberadaan lokalisasi memberi nafkah pada banyak lapisan masyarakat&#8217;. Ciloko tenan kalo sudah begini.</p>
<p>Kita nggak mungkin tinggal diam dengan maraknya fenomena pelacuran ABG. Karena sungguh adzab Allah tidak saja akan menimpa mereka yang berbuat kerusakan di muka bumi, tapi semua bakal kena termasuk mereka yang alim. Allah Swt. berfirman:</p>
<p dir="rtl"><strong>??????????? ???????? ???? ?????????? ????????? ????????? ??????? ???????? ???????????? ????? ?????? ??????? ??????????</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaanNya.&#8221;</em> <strong>(QS al-Anfaal [8]: 25)</strong></p>
<p>Apalagi dalam keadaan ini, para ABG hanyalah korban dari sistem rusak yang sedang berlangsung di tengah-tengah kita. Jadi sayang sekali bila generasi muda tidak diselamatkan sejak dini mulai detik ini.</p>
<p>Peran serta orangtua yang bekerjasama dengan para guru harus digalang. Orangtua tak bisa menimpakan pendidikan anak-anaknya melulu kepada pihak sekolah saja. Begitu juga sebaliknya. Kedua elemen ini harus bahu-membahu meningkatkan kepedulian terhadap para ABG ini. Kepedulian ini pun harus ada ujud nyatanya dengan melakukan pendekatan kepada individu-individu ABG.</p>
<p>Akan lebih baik bila kedua elemen ini mengajak institusi keislaman yang jelas-jelas visi dan misinya mengerti masalah remaja. Tidak bisa dipungkiri usia orangtua dan guru yang termasuk ?angkatan lama&#8217; mengalami kendala dalam memahami gejolak jiwa remaja. Para ABG ini butuh sosok yang memahami dunia mereka dan berjalan mengiringi proses kedewasaan mereka. Sehingga tak perlu ada sikap ketakutan tanpa dasar pada pihak orangtua atau guru bila ada sosok yang peduli dengan dunia remaja. Waspada memang perlu tapi hendaklah disertai dengan sikap bijak. Berkomunikasi dan ?sharing&#8217; visi misi adalah langkah bijaksana daripada melarang tanpa alasan munculnya mereka yang berusaha peduli untuk menyelamatkan generasi ini.</p>
<p><strong>Selalu ada ?Second Chance&#8217;</strong></p>
<p>Selama nafas masih ada dalam diri kita, tak pernah ada kata terlambat untuk bertaubat. Begitu juga bila kamu menemui atau mempunyai teman yang pernah menempuh keadaan di atas, maka janganlah dicibir atau dijauhi. Dekatilah mereka dengan kasih sayang dan tanpa ada prasangka. Karena selalu ada kesempatan lain dalam kehidupan bila kita memang benar-benar berniat untuk berubah. Ulurkan persahabatan tulus pada mereka yang telah sadar dan mau berubah. Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, dalam artian para ABG ini tak berniat kembali ke jalan yang benar, maka sungguh, Allah telah melihat upayamu dan bukan hasilmu.</p>
<p>Permasalahan ini memang tak bisa diselesaikan secara individual saja. Tak akan cukup hanya melibatkan pihak orangtua, para guru dan pihak sekolah, serta orang-orang yang peduli dengan masa depan remaja, namun dibutuhkan lebih daripada itu. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan pengurus urusan rakyatnya harus juga peduli terhadap keselamatan moral dan akhlak generasi muda. Fakta di lapangan banyak berbicara bahwa maraknya pelacuran ABG melibatkan para oknum yang seharusnya melindungi tapi malah menarik untung dari transaksi haram ini.</p>
<p>Sindikat perdagangan ABG untuk dilacurkan juga harus ditindak dengan setegas-tegasnya. Bukan seperti yang terjadi sekarang ini, oknum yang seharusnya bertugas melindungi warga masyarakat, malah terlibat memperdagangkan ABG demi gepokan rupiah. Dan yang parah adalah pejabat-pejabat bermental rusak yang malah minta ?disediakan&#8217; ABG bila mereka melakukan kunjungan ke daerah-daerah.</p>
<p>Pemerintah harus serius menangani masalah pelacuran ABG ini, bukan sekadar ngurusi kursi apalagi menjelang pemilu begini. Pelacuran ABG merupakan puncak gunung es dari permasalahan yang lebih mendasar. Selebihnya masih banyak hal yang harus dibenahi mulai dari tingkat perekonomian masyarakat, moralnya, sistem pergaulan yang diadopsi, dll. Semua hal yang disebutkan di atas itu cuma cabang saja dari sebuah akar masalah yaitu ideologi suatu bangsa. Selama kita masih bangga dengan ideologi nano-nano alias kapitalis, sosialis dan agama dicampur aduk kayak sekarang ini, maka jangan pernah berharap bahwa masalah akan selesai.</p>
<p>Karena sungguh, kebenaran selamanya tak akan pernah bisa diaduk-aduk dengan kebatilan. Yang muncul akhirnya adalah kompromi-kompromi yang tidak masuk akal. Pelacuran ABG diperangi dengan alasan mereka masih di bawah umur. Lha kalo sudah dewasa, itu artinya mereka boleh melacurkan dirinya lagi? Malah sudah disediakan tuh lokalisasinya dengan stempel pelacuran sah dan resmi atas ijin negara. Benar-benar kacau balau kalo sudah begini urusannya. Maka tak heran, bila negeri ini tak putus dirundung malang. Seperti kata Om Ebiet G Ade dalam sebuah lagunya: <em>&#8220;Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa&#8230;&#8221;</em> Silakan renungkan ya.</p>
<p>Namun, selalu ada kesempatan kedua alias <em>second chance</em> bila kita mau bertaubat. Taubat dengan sebenar-benarnya taubat. Bukan tobat jenis tomat alias sekarang tobat besok kumat lagi, halah. Ini sama saja dengan mempermainkan Allah, tul kan? Taubat nasuha ini bukan saja dilakukan oleh individu ABG yang sudah terlanjur menempuh jalan haram, tapi juga harus dilakukan oleh segenap masyarakat dan negara. Barengan, gitu lho.</p>
<p>Yakinlah, selalu ada peluang untuk meniti jalan lurus demi meraih ridho ilahi. Jangan cuma bangga sebagai negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, bila ternyata pelacuran terbesar pun ada di negara ini. <em>Naudzhubillah.</em></p>
<p>Tak ada jalan lain untuk keluar dari kemelut ini kecuali menjalankan resep dari Yang Mahamempunyai Solusi yaitu Allah <em>Rabbul Izzati</em>. Resep itu harus dijalankan dengan keseluruhan, bukan separuh-separuh diambil yang enak-enak dan membawa manfaat saja. Karena resep yang cuma diminum separuh bukannya menyembuhkan, malah menimbulkan munculnya penyakit-penyakit baru.</p>
<p>Islam harus diterapkan secara keseluruhan atau kaaffah. Sangat tidak adil bila Islam hanya diambil ibadah ritualnya dan dibuang aspek sosial kemasyarakatan, pendidikan, ekonomi, pidana, pemerintahan, politik, dan lain sebagainya. Karena sungguh, tak ada satu sisi pun dalam kehidupan ini yang tak ada aturannya dalam Islam. Apalagi hanya untuk menuntaskan masalah pelacuran ABG, Islam sangat punya jawabannya. Benar itu. Ditanggung!</p>
<p>Pertanyaannya, apakah kita mau mengambil Islam saja sebagai solusi kehidupan? Ataukah kita masih bangga dan silau dengan sekularisme dan hukum pidana yang bersumber darinya? Hanya orang bebal dan tidak mempunyai akal saja yang masih percaya pada kapitalisme-sekularisme yang jelas-jelas kerusakannya itu. <em>So</em>, bagi kamu-kamu yang merasa dirimu orang pintar, cukup Islam saja sebagai solusi dan <em>the way of life</em> sekarang dan selamanya. Dijamin pasti tokcer. Dengan Islam, ABG pun bisa tumbuh berkembang menempuh jalan kedewasaan di jalan yang benar. Bila sudah begini, cerahlah masa depan suatu bangsa dan negara. Jadi, ambil Islam sebagai cara hidup. Campakkan demokrasi, sekularisme dan kapitalisme sebagai biang kerok pelacuran ABG. Yuuukkk! <strong>[ria: riafariana@yahoo.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/ngintip-pelacuran-abg/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Remaja Islam, Remaja Dakwah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/remaja-islam-remaja-dakwah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/remaja-islam-remaja-dakwah#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 01:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/remaja-islam-remaja-dakwah/</guid>
		<description><![CDATA[? edisi 028/tahun I (28 Rabiul Akhir 1429 H/5 Mei 2008) Dakwah? Hmm.. kok kayaknya berat banget kedengarannya ya? Lho, emangnya kenapa? Sebagian teman remaja biasanya denger atau ngucapin kata dakwah terasa sangat berat. Telinga pekak en lidah kelu dan yang terbayang di benaknya pasti urusannya dengan jenggot, kopiah, baju koko, sarung, dan jilbab. Well. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/logo-gi-3.jpg"><img src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/05/logo-gi-3.jpg?w=128" class="alignleft alignnone size-thumbnail wp-image-1343" style="float: left" height="31" width="128" /></a><strong>? </strong>edisi 028/tahun I (28 Rabiul Akhir 1429 H/5 Mei 2008)</p>
<p>Dakwah? Hmm.. kok kayaknya berat banget kedengarannya ya? Lho, emangnya kenapa? Sebagian teman remaja biasanya denger atau ngucapin kata dakwah terasa sangat berat. Telinga pekak en lidah kelu dan yang terbayang di benaknya pasti urusannya dengan jenggot, kopiah, baju koko, sarung, dan jilbab. Well. Nggak salah-salah amat sih. Cuma nggak lengkap penilaiannya.</p>
<p>Lagian juga terkesan adanya pemisahan antara dakwah dan kehidupan umum, gitu lho. Kesannya kalo dakwah adalah bagiannya mereka yang ada di kalangan pesantren atau anak-anak ngaji aja. Anak-anak nongkrong sih nggak tepat kalo berurusan dengan dakwah. Dakwah kesannya jadi tugas mereka yang hobinya dengerin lagu-lagu nasyid macam <em>Demi Masa</em>-nya Raihan. Bukan tugas anak-anak yang hobinya dengerin lagu-lagu pop macam <em>Terima Kasih Cinta</em>-nya Afgan. Halah, itu salah banget, Bro. Nggak gitu deh seharusnya. Sumpah.<span id="more-934"></span></p>
<p>Gini nih, sebenarnya urusan dakwah atau tugas dakwah jadi tanggung jawab bersama seluruh kaum muslimin. Cuma, karena tugas dakwah ini cukup berat dan nggak semua orang bisa tahan menunaikannya, jadinya dakwah secara tidak langsung diserahkan kepada mereka yang ngerti aja. Anggapan seperti ini insya Allah nggak salah. Cuma, kalo dengan alasan seperti ini lalu kaum muslimin yang belum ngerti atau masih awam tentang Islam jadi bebas untuk nggak berdakwah, atau nggak mau terjun dalam dakwah, itu tentu salah, Bro. Why? Karena tetap aja punya kewajiban untuk belajar. Tetap punya kewajiban mencari ilmu. Jadi, nggak bisa bebas juga kan? Malah kalo nekat nggak mau belajar dan nggak mencari ilmu, hal itu dinilai berdosa, man! Bener.</p>
<p>Baginda kita, Rasulullah Muhammad saw. bahkan menyatakan bahwa aktivitas belajar dan mencari ilmu adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin dari buaian ibu hingga ke liang lahat. Kalo mencari ilmu itu adalah wajib, berarti bagi yang nggak mencari ilmu selama hidupnya, jelas berdosa dong. Allah Swt. bahkan menjamin orang-orang yang beriman dan berilmu akan diberikan derajat lebih tinggi dibanding orang yang nggak berilmu (apalagi nggak beriman). Firman Allah Swt.:</p>
<p><em>&#8220;&#8230;Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. </em><em>Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; </em><strong>(QS al-Muj?dalah [58]: 11)</strong></p>
<p>Bro, emang bener banget. Urusan dakwah ini sangat erat hubungannya dengan tingkat keilmuan. Dakwah itu jelas membutuhkan ilmu. Jadi, betul kalo dikatakan bahwa tugas berdakwah hanya diberikan kepada mereka yang udah menguasai ilmu agama. Tapi, buat kita yang belum menguasai ilmu agama secara mantap bukan berarti nggak ada kewajiban dakwah. Sebab, rasa-rasanya untuk ukuran sekarang nih, nggak mungkin banget ada kaum muslimin yang nggak ngerti sama sekali tentang Islam. Pasti deh, satu keterangan atau dua keterangan dalam ajaran agama Islam sudah pernah didengarnya dan menjadi pengetahuannya. <em>So</em>, sebenarnya tetap punya kewajiban nyampein dakwah meskipun cuma sedikit yang diketahui. Kalo pengen lebih banyak tahu tentang Islam, ya tentu saja kudu belajar lagi dan mencari ilmu lagi. Sederhana banget kan solusinya? Insya Allah kamu pasti bisa ngejalaninya, asal kamu mau. Yakin deh.</p>
<p><strong>Mengapa dakwah itu wajib?</strong></p>
<p>Jawabnya gini, sebab Islam adalah agama dakwah. Salah satu inti dari ajaran Islam memang perintah kepada umatnya untuk berdakwah, yakni mengajak manusia kepada jalan Allah (tauhid) dengan <em>hikmah</em> (hujjah atau argumen). Kepedulian terhadap dakwah jugalah yang menjadi <em>trademark</em> seorang mukmin. Artinya, orang mukmin yang cuek-bebek sama dakwah berarti bukan mukmin sejati. Bener, lho. Apa iya kamu tega kalo ada teman kamu yang berbuat maksiat kamu diemin aja? Nggak mungkin banget kan kalo ada temen yang sedang berada di bibir jurang dan hampir jatuh, nggak kamu tolongin. Iya nggak sih?</p>
<p><em>Boys and gals</em>, bahkan Allah memuji aktivitas dakwah ini sebagai aktivitas yang mulia, lho. FirmanNya:</p>
<p><em>&#8220;Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: &#8220;Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim&#8221; </em> <strong>(QS Fushshilat [41]: 33)</strong></p>
<p>Dalam ayat lain Allah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk berdakwah. Seperti dalam firmanNya:</p>
<p><em>&#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.&#8221; </em><strong>(QS an-Nahl [16]: 125)</strong></p>
<p>Menyeru kepada yang ma&#8217;ruf (kebaikan) dan mencegah dari perbuatan munkar merupakan identitas seorang muslim. Itu sebabnya, Islam begitu dinamis. Buktinya, mampu mencapai hingga sepertiga dunia. Itu artinya, hampir seluruh penghuni daratan di dunia ini pernah hidup bersama Islam. Kamu tahu, ketika kita belajar ilmu bumi, disebutkan bahwa dunia ini terdiri dari sepertiga daratan dan dua pertiga lautan. Wah, hebat juga ya para pendahulu kita? Betul, sebab mereka memiliki semangat yang tinggi untuk menegakkan kalimat &#8220;tauhid&#8221; di bumi ini. Sesuai dengan seruan Allah (yang artinya):<em> &#8220;Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.&#8221; </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 193)</strong></p>
<p>Kini, di jaman yang udah jauh berubah ketimbang di &#8220;jaman onta&#8221;, arus informasi makin sulit dikontrol. Internet misalnya, telah mampu memberikan nuansa budaya baru. Kecepatan informasi yang disampaikannya ibarat pisau bermata dua. Bisa menguntungkan sekaligus merugikan. Celakanya, ternyata kita kudu ngurut dada lama-lama, bahwa kenyataan yang harus kita hadapi dan rasakan adalah lunturnya nilai-nilai ajaran Islam di kalangan kaum muslimin. Tentu ini akibat informasi rusak yang telah meracuni pikiran dan perasaan kita. Utamanya remaja muslim. Kita bisa saksikan dengan mata kepala sendiri, bahwa banyak teman remaja yang tergoda dengan beragam rayuan maut peradaban Barat seperti seks bebas, narkoba, dan beragam kriminalitas. Walhasil, amburadul deh!</p>
<p>Itu sebabnya, sekarang pun dakwah menjadi sarana sekaligus senjata untuk membendung arus budaya rusak yang akan menggerus kepribadian Islam kita. Kita lawan propaganda mereka dengan proganda kembali. Perang pemikiran dan perang kebudayaan ini hanya bisa dilawan dengan pemikiran dan budaya Islam. Yup, kita memang selalu &#8220;ditakdirkan&#8221; untuk melawan kebatilan dan kejahatan.</p>
<p>Sobat muda muslim, Islam membutuhkan tenaga, harta, dan bahkan nyawa kita untuk menegakkan agama Allah ini. Dengan aktivitas dakwah yang kita lakukan, maka kerusakan yang tengah berlangsung ini masih mungkin untuk dihentikan, bahkan kita mampu untuk membangun kembali kemuliaan ajaran Islam dan mengokohkannya. Tentu, semua ini bergantung kepada partisipasi kita dalam dakwah ini.</p>
<p>Coba, apa kamu nggak risih dengan maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja? Apa kamu nggak merasa was-was dengan tingkat kriminalitas pelajar yang makin tinggi? Apa kamu nggak kesel ngeliat tingkah remaja yang hidupnya nggak dilandasi dengan ajaran Islam? Seharusnya masalah-masalah model beginilah yang menjadi perhatian kita siang dan malam. Beban yang seharusnya bisa mengambil jatah porsi makan kita, beban yang seharusnya menggerogoti waktu istirahat kita, dan beban yang senantiasa membuat pikiran dan perasaan kita nggak tenang kalo belum berbuat untuk menyadarkan kaum muslimin yang lalai.</p>
<p>Untuk ke arah sana, tentu membutuhkan kerjasama yang solid di antara kita. Sebab, kita menyadari bahwa kita bukanlah manusia super yang bisa melakukan aksi menumpas kejahatan hanya dengan seorang diri. Kalo kita ingin cepat membereskan berbagai persoalan tentu butuh kerjasama yang apik, solid dan fokus pada masalah. Pemikiran dan perasaan di antara kita kudu disatukan dengan ikatan akidah Islam yang lurus dan benar. Kita harus satu persepsi, bahwa Islam harus tegak di muka bumi ini. Kita harus memiliki cita-cita, bahwa Islam harus menjadi nomor satu di dunia untuk mengalahkan segala bentuk kekufuran. Itulah di antaranya kenapa kita wajib berdakwah, Bro. Semoga kamu paham.</p>
<p><strong>Dakwah itu tanda cinta</strong></p>
<p>Bro en Sis, seharusnya kita menyambut baik orang-orang yang mau meluangkan waktu dan mengorbankan tenaganya untuk dakwah menyampaikan kebenaran Islam. Sebab, melalui merekalah kita jadi banyak tahu tentang Islam. Kita secara tidak langsung diselamatkan oleh seruan mereka yang awalnya kita rasakan sebagai bentuk ?kecerewetan&#8217; mereka yang berani ngatur-ngatur urusan orang lain. Padahal, justru itu tanda cinta dari sesama kaum muslimin yang nggak ingin melihat saudaranya menderita gara-gara nggak kenal Islam dan nggak taat sama syariatnya.</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Perumpamaan keadaan suatu kaum atau masyarakat yang menjaga batasan hukum-hukum Allah (mencegah kemungkaran) adalah ibarat satu rombongan yang naik sebuah kapal. Lalu mereka membagi tempat duduknya masing-masing, ada yang di bagian atas dan sebagian di bagian bawah. Dan bila ada orang yang di bagian bawah akan mengambil air, maka ia harus melewati orang yang duduk di bagian atasnya. Sehingga orang yang di bawah tadi berkata: &#8220;Seandainya aku melubangi tempat duduk milikku sendiri (untuk mendapatkan air), tentu aku tidak mengganggu orang lain di atas.&#8221; </em><em>Bila mereka (para penumpang lain) membiarkannya, tentu mereka semua akan binasa.&#8221; </em><strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p>Sobat, dakwah adalah darah dan napas kehidupan Islam. Itu sebabnya, kita yang masih remaja pun dituntut untuk mampu tampil sebagai pengemban dakwah yang handal. Kita khawatir banget, seandainya di dunia ini nggak ada orang-orang yang menyerukan dakwah Islam, bagaimana masa depan kehidupan umat manusia nanti? Jangan sampe Islam dan umat ini hanya tinggal &#8220;kenangan&#8221;. Yuk, kita kaji Islam biar mantap dan semangat mendakwahkannya. <strong>[osolihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/remaja-islam-remaja-dakwah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setelah Ujian Nasional Berlalu</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/setelah-ujian-nasional-berlalu</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/setelah-ujian-nasional-berlalu#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 02:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/setelah-ujian-nasional-berlalu/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 027/tahun I (21 Rabiul Akhir 1429 H/28 April 2008 ) Alhamdulillah, akhirnya pecah juga tuh bisul ya? Hehehe&#8230; iya kita anggap aja Ujian Nasional (UN) sebagai ?penyakit bisul&#8217;. Sebab, rasa-rasanya persiapan sebelum UN udah bikin otak kita nggak bisa kerja nyantai, pikiran dibuat pusing, perasaan nggak tenang, emosi nggak stabil. Kadang semangat, kadang melempem. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/04/logo-gi-35.jpg"><img src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/04/logo-gi-35.jpg?w=128" height="31" width="128" /></a><strong> </strong>edisi 027/tahun I (21 Rabiul Akhir 1429 H/28 April 2008 )<br />
Alhamdulillah, akhirnya pecah juga tuh bisul ya? Hehehe&#8230; iya kita anggap aja Ujian Nasional (UN) sebagai ?penyakit bisul&#8217;. Sebab, rasa-rasanya persiapan sebelum UN udah bikin otak kita nggak bisa kerja nyantai, pikiran dibuat pusing, perasaan nggak tenang, emosi nggak stabil. Kadang semangat, kadang melempem. Ditambah lagi suasana tegang pas hari H Ujian Nasional SMA yang baru aja lewat pekan kemarin. Wuih, selama ujian tiga hari itu kamu pasti berkecamuk dengan banyak pikiran dan perasaan. Maka, setelah UN berlalu, rasanya lega dan plong. Kayak pecah bisul tuh (baksound: bagi yang udah pernah ngerasain bisul, apalagi tuh bisul di pantat. Wah!)</p>
<p>Guyz, kita semua berdoa semoga saja apa yang kamu harapkan dan inginkan terkabul ya. Tentu saja keinginan yang baik-baik: kamu semua lulus UN. Insya Allah. Namun, perlu diingat juga lho bahwa lulus UN tuh bukan akhir dari segalanya. Sehingga kamu nggak bisa bebas gitu aja. Masih ada babak baru kehidupan yang bakal kamu jalani. Bisa nerusin kuliah, dan itu berarti kudu ikut seleksi lagi. Bisa pula terjun ke dunia kerja atau wirausaha. Begitu juga buat kamu yang kebetulan belum berhasil lulus, tetap sabar dan ambil hikmahnya aja. Selama langit belum runtuh dan bumi belum terbelah, kamu masih punya kesempatan untuk maju, agar hidup kamu tetap memiliki harga dan bermakna. Setuju kan?<img src="http://osolihin.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-118/plugins/wordpress/img/trans.gif" title="Selebihnya..." /><span id="more-920"></span></p>
<p>Sobat muda muslim, tulisan gaulislam kali ini sekadar ingin mengajak kamu evaluasi diri sekaligus menggali potensi yang kamu miliki agar terus termotivasi untuk maju dan bangkit dengan kemampuan yang kamu miliki. Mudah-mudah ini membantu kamu untuk bisa mengubah cara pandang kamu tentang masa depan dan juga tentang pendidikan dan agar tradisi belajar menjadi lebih progresif.</p>
<p>Maklumlah, banyak cara pandang di tengah masyarakat yang mengukur kesuksesan seseorang semata dari tingkat pendidikannya, dari nilai akademiknya, dari status sosialnya. Padahal, nggak selalu dan nggak otomatis kalo ada yang nilai akademiknya pasti sukses hidupnya. Belum tentu. <em>Wong</em>, bertebaran alias <em>pabalatak</em> sarjana yang baru lulus tapi nggak punya pekerjaan, sementara di antara mereka banyak yang nilai akademiknya bagus dan dari kalangan berada. Jadi, tingkat pendidikan dan nilai akademik serta status sosial bukan jaminan mutlak hidup bisa sukses.</p>
<p>Oya, saya nulis gini bukan nakut-nakutin atau mengabaikan tingkat pendidikan dan nilai akademik. Nggak juga. Hanya saja ini bicara dalam konteks kesuksesan. Tentu aja, yang ideal tuh menurut ukuran logika kita adalah pendidikan tinggi, nilai akademiknya bagus, status sosialnya di level atas dan hidupnya sukses. Dunia dan akhirat pula. Wah, itu keren banget. Tapi sekali lagi, nggak selalu begitu kenyataannya.</p>
<p><strong>Geber terus motivasi dan kreativitasmu</strong></p>
<p>Sobat, setelah Ujian Nasional tingkat SMA kamu ikutin, tentu saja kamu semua berharap untuk lulus. Itu wajar dan sah-sah saja. Manusiawi kok. Pengen dapet nilai bagus juga wajar karena dengan begitu kita jadi bisa ngukur kemampuan diri dari angka-angka yang didapat itu. Namun, nilai ujian yang bagus dan kelulusan kamu nggak bisa ngejamin juga untuk kemudian bisa menikmati pendidikan di perguruan tinggi, yang-selain harus ikut seleksi masuk lagi, juga bakal tambah biaya untuk nerusin pendidikan di tempat tersebut.</p>
<p>Maka, kini saatnya kamu dan kita semua berpikir lebih realistis dan pandai mencari peluang untuk bisa tetap esksis meskipun kenyataan pahit-tidak lulus UN atau nggak bisa nerusin studi, plus nggak dapet kerjaan dengan background pendidikan yang kamu miliki-tidak menjadikan kamu putus asa dan bahkan buntu berpikir. Padahal, dunia tak selebar daun telinga, Bro. <em>So</em>, di sinilah perlunya motivasi dan kreativitas yang kuat untuk tetap bisa bertahan hidup dan menghasilkan karya dan prestasi demi kemaslahatan diri dan orang lain. Bisa kok. Insya Allah.</p>
<p>Bro, kadang dalam hidup ini tak selamanya kita bisa memilih. Kalo bisa milih sih, pasti yang baik-baik inginnya semua diraih. Tapi, sayangnya hidup nggak selalu begitu. Kadang, atau bahkan seringkali kenyataan pahit yang kita terima. <em>So</em>, sepahit apapun, kenyataan itu harus kita telan sambil berusaha untuk bangkit agar tak dijajah oleh kenyataan pahit tersebut. Di sinilah perlunya motivasi dan kreativitas kita untuk bisa terus bertahan sambil berusaha mengubah kenyataan hidup menjadi lebih baik.</p>
<p>Banyak kok, mereka yang tetap bisa berjalan dengan kepala tegak meski tingkat pendidikannya paling tinggi mentok di sekolah lanjutan tingkat atas atau malah cuma finish di tingkat SD dan SMP. Tapi soal kemampuan di bidang tertentu yang dimiliki, mereka bisa bersaing kok dengan orang yang ngenyam pendidikan tinggi. Nah, jadi yang penting adalah semangat belajar dan kreatif. Dan, yang namanya belajar dan berkreativitas tak harus mengenyam pendidikan tinggi dan &#8220;makan&#8221; bangku sekolahan. Tidak selalu. Betul itu.</p>
<p>Buktinya? Sekadar contoh aja ya. Saya pernah bekerjasama dalam sebuah tim untuk mengelola media massa, dan salah seorang di antara kami yang mengerti tentang komputer dan teknologi informasi kalo nggak salah pendidikan SMP-nya aja nggak kelar, gitu. Boleh percaya boleh tidak, tapi itu kenyataannya.</p>
<p>Sebabnya apa dia bisa memiliki kemampuan itu? Karena ia banyak belajar dari siapa pun secara informal dan motivasinya untuk belajar sangat tinggi ditambah kreatif sehingga ilmu yang didapat itu langsung dipraktikkan. Bahkan lucunya, dia mahir bahasa Inggris tanpa belajar di sekolah dan tempat kursus khusus, doi hanya sekadar nonton film berbahasa Inggris dan mencoba mencocokkan teks terjemahan yang ada dengan gerak mulut pemain film tersebut dalam berbicara. Unik juga ya? Itulah belajar yang mudah dan murah.</p>
<p>Oya, kalo boleh sedikit berbagi sih, saya juga termasuk yang &#8220;anomali&#8221; menurut sebagian orang. Katanya sih begitu. Setidaknya kalo saya ngisi acara jurnalistik atau kepenulisan, padahal menurut mereka latar belakang pendidikan saya nggak <em>match</em> dengan kemampuan menulis saya yang lebih banyak menyoroti dunia remaja dari sudut pandang Islam. Yup, memang waktu pertama menulis beberapa buku itu, pendidikan yang saya cantumin di biodata adalah alumnus sekolah kejuruan kimia. <em>So</em>, nggak nyambung banget kata mereka. Tapi, saya sih merasa biasa-biasa aja (ciee.. kagak maksud nyombong, Bro!).</p>
<p>Adapun kemampuan menulis dan mengkaji Islam yang saya miliki karena saya belajar sendiri secara informal, dari siapa pun dan dari buku siapa pun. Inspirasi yang saya dapatkan langsung saya praktikkan. Motivasi saya untuk bisa menulis cukup kuat dan saya berusaha untuk kian kreatif dengan setiap ilmu atau keterampilan baru yang saya dapatkan.</p>
<p><em>So</em>, kamu semua bisa melakukan hal sama atau bahkan lebih baik lagi dari saya dan teman saya itu. Kuncinya di motivasi dan kreativitas. Oya jangan lupa, kita harus ikhlas dalam belajar dan semata mengharap ridho Allah. Tiada kesuksesan tanpa izin dari Allah Swt. Oke?</p>
<p><strong>Tentukan tujuan hidup, Bro</strong></p>
<p>Menentukan tujuan hidup untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat sebenarnya bisa sejak kecil ketika kita sudah mulai ngerti. Prinsip dan pemahaman itu ditanamkan kuat dalam benak kita. Namun, insya Allah belum terlambat jauh kalo sekarang kamu mulai berpikir ke arah sana. Sebab, kamu pasti butuh pijakan dan arah jalan hidup. Setelah lulus sekolah tingkat lanjutan atas umumnya cuma dua pilihan. Nerusin studi sampe ke jenjang pendidikan tinggi atau langsung terjun ke dunia kerja. Meski banyak pula yang akhirnya cuma nongkrong nggak punya aktivitas yang bermanfaat banyak untuk diri dan orang lain.</p>
<p><em>Boys and gals</em>, semangat belajar harus tetap ada di jiwamu, sebab dalam hidup ini memang senantiasa belajar. Pilih bidang keahlian yang kamu sukai dan minati dengan sangat kuat. Mulailah memoles diri dengan banyak belajar agar kemampuanmu makin mahir. Sambil tentunya mempraktikannya dengan benar dan baik. Kalo kamu ingin terjun ke dunia usaha dengan berjualan kecil-kecilan, silakan nikmati dan terus berusaha untuk mengembangkannya. Jika kamu berminat terhadap dunia tulis-menulis, belajarlah dengan tekun karena kemahiran-apalagi kesuksesan tidak ditempuh dengan instan.</p>
<p>Oya, jangan lupakan juga kehidupan masa depanmu yang abadi, yakni di akhirat. Maka, cari deh peluang usaha dan keterampilan yang halal dan bisa mendatangkan berkah. Kalo bisnis ya jangan curang, jangan menipu. Jika menulis, menulis untuk syiar kebenaran Islam. Kalo punya minat mempelajari komputer dan internet, hasilnya dipraktikkan untuk mendakwahkan keagungan Islam. Hmm&#8230; insya Allah itu akan mendatangkan pahala dan manfaatnya bisa dirasakan banyak orang. Sip kan?</p>
<p>Lagi pula, hidup di dunia ini cuma sementara dan cuma diberi kesempatan sekali. Manusia nggak ada yang abadi hidup di dunia dan nggak ada yang udah mati balik lagi. Maka, mumpung masih diberi waktu untuk hidup, kita selalu bergerak untuk belajar tentang kebenaran dan kebaikan dalam menempuh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Kamu pasti bisa deh. Dunia dan seisinya bukanlah tujuan akhir. Ya, sebatas tempat istirahat saja. Tapi tentu harus nyaman dan bisa membuat kita bahagia. Sementara akhirat adalah tujuan abadi dan harus nyaman dan bahagia juga di sana. Amalan kita saat ini yang menentukannya.</p>
<p><em>So</em>, cobalah beberapa tips berikut. Pertama, luruskan niat dalam beramal, yakni ikhlas karena Allah Swt. memang mewajibkan kita beramal dengan benar dan baik. Kedua, pelihara terus semangat belajar meski udah lulus sekolah dan nggak mengenyam lagi pendidikan formal. Belajar tiada henti deh untuk mengetahui bidang keahlian apa pun. Siapa tahu bisa digunakan kelak dan membantu kehidupan kita. Ketiga, kuatkan motivasi dan asah terus kreativitas agar kemampuan kita makin hebat. Keempat, belajarlah dengan keras dan sabar. Kelima, teruslah berinovasi untuk mencoba hal-hal baru. Siapa tahu berguna pada esok hari.</p>
<p>Ayo, tetap semangat belajar meski ujian nasional udah berlalu. Dan, jangan bengong aja kalo pun kemudian kamu nggak nerusin kuliah atau bagi kamu yang dari sekolah kejuruan belum juga dapetin pekerjaan yang cocok dengan bidang keahlian yang kamu pelajari di sekolah. Jangan putus asa. Insya Allah masih banyak peluang usaha untuk bisa sukses. Siapa tahu ?pintu&#8217; rejeki kamu memang ada di bidang keahlian lain yang bertolak-belakang dengan keahlian yang kamu pelajari di sekolah atau kuliah. Jadi, teruslah belajar tak pernah henti. Semangat! <strong>[osolihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/setelah-ujian-nasional-berlalu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dag-Dig-Dug Ujian Nasional</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/dag-dig-dug-ujian-nasional</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/dag-dig-dug-ujian-nasional#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 20:03:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/dag-dig-dug-ujian-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 026/tahun I (14 Rabiul Akhir 1429 H/21 April 2008) Hari-hari gini, jantung kamu yang duduk di kelas 12 bisa jadi lagi sering berdetak keras. Dag dig dug&#8230;dher! Pastinya bukan karena dikejar utang atawa putus cinta, tapi karena jadwal Ujian Nasional (UN) udah di depan mata. Tepatnya tanggal 22-24 April 2008, kamu-kamu bakal menghadapi ?final [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.files.wordpress.com/2008/04/logo-gi-34.jpg"><img src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/04/logo-gi-34.jpg?w=128" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1270" height="31" width="128" /></a><strong> </strong>edisi 026/tahun I (14 Rabiul Akhir 1429 H/21 April 2008)</p>
<p>Hari-hari gini, jantung kamu yang duduk di kelas 12 bisa jadi lagi sering berdetak keras. <em>Dag dig dug&#8230;dher!</em> Pastinya bukan karena dikejar utang atawa putus cinta, tapi karena jadwal Ujian Nasional (UN) udah di depan mata. Tepatnya tanggal 22-24 April 2008, kamu-kamu bakal menghadapi ?final battle&#8217; yang katanya nentuin banget hasil belajar kamu selama tiga tahun di bangku SMA/SMK/MAN. Sementara itu kamu-kamu yang duduk di kelas 9, bakal ngadepin UAN pada tanggal 5-8 Mei 2008.</p>
<p>Yang bikin ujian nasional kali ini beda adalah jumlah mata pelajaran yang diujikan bertambah. Tahun lalu, untuk sobat muda yang duduk di kelas 9 &#8211; atau kelas 3 SLTP &#8211; hanya 3 mata pelajaran yang diujikan. Nah, tahun ini ditambah satu mata pelajaran lagi; Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dan buat kamu-kamu yang duduk di kelas 12, mata pelajaran ditambah pula. Dari yang tadinya cuma 3 kini jadi 6 mata pelajaran. <em>So</em>, kalian bakal diuji kemampuannya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, fisika, biologi,  en kimia.<img src="http://osolihin.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-111/plugins/wordpress/img/trans.gif" class="mceWPmore" title="Selebihnya..." /><span id="more-886"></span></p>
<p>Oya, yang bikin tambah deg-degan, bukan cuma jumlah mata pelajaran yang diujikan nambah, tapi standar kelulusannya yang juga ikutan naik. Yang tadinya 5,00 kini menjadi 5,25 dengan tidak boleh ada nilai di bawah 4,25.</p>
<p>Nah, kalo kriteria di atas tidak tercapai, maka ada kriteria kedua yang mensyaratkan: boleh terdapat nilai 4,00 hanya pada satu mata pelajaran yang di-UN-kan, dan 5 mata pelajaran lainnya harus mencapai nilai sekurang-kurangnya 6,00 dan mencapai nilai rata-rata minimal 5,25. Kebayang betapa kerja keras kudu dikerahkan abis-abisan. Tiga mata pelajaran aja ngos-ngosan apalagi ditambah?</p>
<p><strong>Bingung UN</strong></p>
<p>Terus terang aja, ujian nasional, sampai hari ini masih terus jadi perdebatan. Ada kalangan yang pro dan kontra terhadap ujian nasional. Mereka yang nggak setuju dengan adanya ujian nasional di antaranya beralasan kalo UN itu nggak <em>fair</em>. Bayangkan, kata mereka, hasil belajar bertahun-tahun baik itu di SD, SLTP atau SLTA dengan sekian macam mata pelajaran, tapi hasilnya hanya ditentukan oleh 3 sampai 6 mata pelajaran.</p>
<p>Menurut mereka itu nggak adil banget. Banyak pelajar yang berprestasi, jadi jawara sepanjang tahun, tapi keok di UN. Bahkan sampai kejadian nggak lulus. Bingung, kan?</p>
<p>Selain itu, standar kelulusan UN juga nggak memperhatikan kualitas sekolah. Begini ceritanya, di Indonesia itu masih banyak sekolah yang ketinggalan, baik sarananya maupun jumlah dan kualitas gurunya. Bayangin, ada sekolah yang satu guru bisa ngerangkep mengajar sekian mata pelajaran. Belum lagi dengan kondisi sekolah yang memprihatinkan. Jangankan punya laboratorium, <em>lha wong</em> gedung sekolahnya aja ada yang ambruk. Jangankan yang jauh di pelosok daerah, di Jakarta saja ada gedung sekolah dasar (SD) yang ambruk saking udah <em>reyot</em>-nya.</p>
<p>Ya, kondisi belajar-mengajar di tanah air yang ideal belum merata. Ada sih sekolah yang udah oke, tapi nggak sedikit yang masih ketinggalan. Tentunya nggak <em>fair</em> kalau semua dituntut untuk lulus dengan standar yang sama. Ibarat motor bebek 2 tak disuruh adu pacu dengan <em>Ducati</em>-nya Casey Stoner. Pastinya tuh motor 2 tak bakal ?pingsan&#8217; keabisan nafas.</p>
<p>Yang terjadi kemudian adalah aneka kecurangan di lapangan. Banyak temen pelajar yang sudah lulus bisik-bisik kalo mereka dapat bocoran jawaban soal ujian ketika UN berlangsung. Ada yang dikirim via sms, ada yang lembaran kertas, ada juga yang diberitahu langsung jawabannya. Pelakunya? Guru-guru mereka sendiri. Waduh!</p>
<p>Menurut sumber yang bisa dipercaya, malah ada sekolah yang memerintahkan guru-guru mereka untuk mengoreksi hasil ujian para siswa sebelum disetor ke panitia ujian. Tujuannya tidak lain agar jumlah kelulusan di sekolah yang bersangkutan tinggi.</p>
<p>Tentang aneka kecurangan ini bukannya tidak ada yang melapor. Mungkin kamu masih inget ketika sejumlah guru yang idealis dari <em>Komunitas Air Mata Guru</em> mengadukan berbagai kecurangan saat UN berlangsung. Tapi, bukannya dihargai dan diperjuangkan, gara-gara itu sejumlah guru malah dipecat oleh sekolah tempat mereka mengajar. Sementara laporan kecurangan itu sampai sekarang nggak jelas juntrunganya. Ihik&#8230;ihik. Jadinya bener-bener banjir air mata.</p>
<p><strong>Sekolah aja nggak cukup</strong></p>
<p>Terus terang aja, yang namanya ujian atau ulangan bikin kita deg-degan. Apalagi ujian nasional yang nentuin kita lulus atau nggak. Banyak temen pelajar yang tegang bahkan takut menghadapi ujian nasional. Apalagi dengan standar kelulusan yang terus dinaikkin setiap tahunnya. Lha wong dengan standar rendah seperti beberapa tahun silam aja yang nggak lulu juga banyak, apalagi kalo dinaikkin.</p>
<p>Cerita takut nggak lulus nggak hanya dialami pelajar yang prestasi belajarnya biasa-biasa aja, apalagi yang kemampuan otaknya cekak. Tapi mereka yang berprestasi juga ikutan tegang, lho! Nggak ada jaminan kalo rapor dan ulangan harian yahud maka bakal lolos dari hadangan ujian nasional. Beberapa tahun silam, ada pelajar berprestasi di sebuah SMA di Jakarta, selalu masuk peringkat 3 besar, dapat jatah PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan) hanya bisa termangu, tidak lulus UN karena nilai matematikanya 4. Ihik&#8230;ihik.</p>
<p>Lebih parah lagi ada seorang pelajar yang sampe nekat bunuh diri gara-gara tidak lulus. Sebelumnya ia ingin mengikuti ujian Paket C tapi orangtuanya nggak sanggup, karena tidak punya biaya. Sang pelajar akhirnya putus asa dan nekat mengakhiri hidupnya karena malu tidak lulus sekolah. Bagaimana tanggapan pemerintah? Adem ayem tuh. Seperti kata pepatah, anjing menggonggong, kafilah berlalu.</p>
<p><em>Guyz</em>, demi menghadapi hadangan ujian nasional, banyak temen-temen kelas 9 dan 12 yang membekali diri dengan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Lho, apa bimbingan guru di sekolah kurang?</p>
<p>Kayaknya itu yang dirasakan oleh banyak pelajar. Tanpa bermaksud merendahkan jasa bapak dan ibu guru, nggak sedikit pelajar yang ngerasa bahwa untuk menghadapi UN nggak cukup hanya mengandalkan bimbingan di sekolah. Apalagi, dirasakan oleh banyak pelajar kalo bimbel di luar sekolah itu lebih menarik, kreatif dan bervariasi latihan soalnya. Maka menjamurlah aneka bimbel di tanah air. Peminatnya pun membludak.</p>
<p>Peserta bimbel nggak cuma mereka yang ngerasa otaknya cekak, tapi para pelajar yang udah berprestasi juga ikut bimbel. Pasalnya mereka pasang target bukan sekadar lulus UN, tapi juga jebol SPMB ke PTN favorit mereka.</p>
<p>Tentu aja hal yang kayak begini menyisakan persoalan. Berarti selama ini kegiatan belajar-mengajar di sekolah jangan-jangan kurang menarik bagi siswa, kurang atraktif dan miskin latihan soal sehingga siswa milih bimbel. Waduh, gimana mau mendongkrak kelulusan?</p>
<p>Selain itu, ikut bimbel berarti kan pengeluaran ekstra. Dan itu relatif nggak murah. Nggak semua orangtua mampu memasukkan anaknya ke bimbel. Bagaimana dong nasib para pelajar yang ortunya nggak mampu memasukkan anaknya ke bimbel?</p>
<p><strong>Perbaiki keadaan</strong></p>
<p>Guyz, bagaimanapun juga ujian emang kudu ada. Pelajar harus menempuh ujian untuk mengetahui hasil belajar mereka; apakah bener-bener serius atau jangan-jangan cuma numpang ngisi absen lalu selebihnya jajan, maen, dan ngeceng. Akan tetapi ujian itu harus menyeluruh dan lengkap. Nggak cuma segelintir mata pelajaran yang diujikan, karena itu nggak mewakili seluruh mata pelajaran yang diajarkan selama bertahun-tahun.</p>
<p>Tapi sebelum ngomong soal ujian, seharusnya pemerintah terlebih dahulu memperbaiki dunia pendidikan. Seperti sarana sekolah; gedungnya yang layak, laboratorium yang memadai, alat-alat peraga, dan pastinya guru-guru yang berdedikasi tinggi untuk mengajar lagi berkualitas.</p>
<p>Terlebih lagi, tujuan pendidikan itu seharusnya menciptakan pelajar yang berkepribadian islami. Yakni insan yang cara berpikirnya Islam dan bersikapnya pun islami. Artinya pelajar tuh kudu jadi insan yang baik luar-dalam; <em>be smart and be a good student</em>. Sayang sekarang ini, dunia pendidikan kita baru bisa mencetak pelajar yang pinter. Ukurannya apalagi kalo bukan indeks prestasi, peringkat di kelas, dan nilai ujian nasional. Sementara itu akhlaknya dan ibadahnya belum tergarap. Banyak lho pelajar SLTA yang belum lancar baca al-Quran, belum lagi yang suka pacaran, nge-dugem, ataupun tawuran.</p>
<p>Nah, karena sekolah kita melulu disuruh ngejar nilai, maka orang suka ngambil jalan pintas; berbuat curang. Di antaranya ya ngebocorin soal ujian dan kunci jawabannya. Ampun!</p>
<p>UN juga jadi ukuran bahwa selama ini selalu hasil akhir yang diperhitungkan, bukannya proses belajar. Padahal banyak siswa baik en pinter berguguran di UN, atau hasilnya nggak bagus meski mereka jawara kelas.</p>
<p>Para pelajar juga dibikin mabok dengan hasil akhir UN. Maka begitu dinyatakan lulus aneka selebrasi yang nggak pantas pun digelar; coret-coretan baju, pawai keliling kota, dsb. Tanpa mereka mikir apakah selama belajar di sekolah mereka beneran belajar atau sekadar main. Atau mau ngapain juga setelah lulus sekolah. Tapi yang penting; lulus! Musibah deh.</p>
<p><strong>Berjuanglah sobat!</strong></p>
<p>Kita tentu kepengen kegiatan belajar mengajar itu enak dan menyenangkan. Tapi apa boleh buat inilah sekarang keadaannya. Kita belum bisa nih melepaskan diri dari keadaan yang nggak ideal, malah menyesengsarakan banyak pihak. <em>So</em>, buat kamu yang bentar lagi ngadepin UN, bagaimanapun kudu berjuang.</p>
<p><em>Pertama</em>, kuatkan niat dan tekad. Yakinkan dirimu bahwa tujuan kamu bersekolah adalah menjadi insan cendekia yang bertakwa. Bahwa kamu kudu jadi muslim yang cerdas dan berguna. Sabda Nabi saw.: <em>&#8220;Manusia yang paling utama adalah orang beriman lagi berilmu yang jika dibutuhkan bisa membantu dan jika ditinggalkan sendiri ia bisa mengurus dirinya sendiri.&#8221;</em></p>
<p>Jadi juara atau lulus UN dengan nilai tertinggi emang asyik. Tapi kalo untuk kepuasan sendiri, bukan untuk kebanggaan umat Islam itu namanya egois. <em>So</em>, berjuang lulus UN itu adalah untuk kebaikan kaum muslimin.</p>
<p><em>Kedua</em>, kerja keras. Pokoke gebet abis semua materi ujian. Jika memang kamu ngerasa bimbel di sekolah kurang, nggak ada salahnya kamu juga ikut bimbel di berbagai lembaga bimbel yang ada. Tentunya pilih bimbel yang kualitasnya oke dan terjangkau pula biayanya. Tapi kudu inget jangan sampai kamu pake acara maksa-maksa ortu untuk ikut bimbel kalo ortu emang nggak punya biaya.</p>
<p>Lengkapi pula belajarmu dengan aneka latihan soal. Di toko-toko buku banyak lho dijual bank soal UN. Kamu bisa beli atau pinjam ke kakak kelas untuk dipakai berlatih. Tapi kalo minjem jangan lupa balikin lagi setelah ujian.</p>
<p><em>Ketiga</em>, atur waktu dan jaga kesehatan. Jangan karena belajar keras kamu jadi lupa kontrol kesehatan dan ngatur waktu. Istirahat juga perlu, demikian pula asupan makanan bergizi. Banyak remaja yang kelewat ngotot belajar eh pas ujian ambruk; sakit.</p>
<p><em>Keempat</em>, minta restu orangtua. Yup, dukungan orang tua perlu banget. Minta mereka mendoakan kamu agar lulus dan jadi pelajar yang oke.</p>
<p><em>Kelima</em>, banyak mendekatkan diri kepada Allah. Bagusnya sih nggak cuma pas waktu mau UN doang. Setiap saat perbanyak ibadah dan berdoa kepadaNya. Sabda Nabi saw.:<em>&#8220;Mintalah kepada Allah dari anugerahNya, sesungguhnya Allah senang untuk diminta.&#8221; </em><strong>(HR Tirmidzi)</strong></p>
<p>Jangan lupa jauhi perbuatan haram dan kemaksiatan. Karena perbuatan itu bisa membuat Allah Swt. tidak ridlo, dan Dia bisa saja menggagalkan segala usahamu. <em>So</em>, selamat ujian! <strong>[iwan januar]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/dag-dig-dug-ujian-nasional/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari &#8220;Idola Cilik&#8221; Sejati</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mencari-idola-cilik-sejati</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mencari-idola-cilik-sejati#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 08:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/mencari-idola-cilik-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 025/tahun I (7 Rabiul Akhir 1429 H/14 April 2008) Setelah kontes idol-idol remaja yang pamornya semakin tergusur karena satu dan lain hal, Idola Cilik muncul memberi warna baru pada tayangan TV Indonesia. Dengan peserta anak-anak usia 7 &#8211; 12 tahun, pihak stasiun TV, dalam hal ini RCTI, berusaha menjaring potensi olah vokal adik-adik kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/logo-gi-3.jpg" title="logo-gi-3.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/logo-gi-3.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-3.jpg" align="left" /></a><strong> </strong>edisi 025/tahun I (7 Rabiul Akhir 1429 H/14 April 2008)<br />
Setelah kontes idol-idol remaja yang pamornya semakin tergusur karena satu dan lain hal, <em>Idola Cilik</em> muncul memberi warna baru pada tayangan TV Indonesia. Dengan peserta anak-anak usia 7 &#8211; 12 tahun, pihak stasiun TV, dalam hal ini RCTI, berusaha menjaring potensi olah vokal adik-adik kita. Tak terhitung banyaknya calon peserta yang mendaftar untuk audisi, berharap terpilih agar bisa tampil di panggung pertunjukkan di Jakarta.</p>
<p><em>Boys and Gals</em>, menjadi terkenal dan banyak uang adalah jawaban seragam yang diberikan oleh adik-adik kita yang begitu bernafsu mengikuti audisi (mungkin juga atas desakan dan dukungan ortunya). Jika ini yang dituju, maka rusaklah generasi mendatang.<span id="more-855"></span></p>
<p><strong>Adik-adik lugu, tapi&#8230;</strong></p>
<p>Usia yang dibidik pihak produser adalah usia dini yang masih sangat labil. Usia yang masih hijau untuk mengerti sebuah makna idola dan diidolakan. Pada usia ini anak-anak cenderung pasrah akan dibentuk menjadi apa dan siapa oleh orangtua dan lingkungannya.</p>
<p>Anak-anak adalah kertas putih yang polos dan bersih. Ia akan mudah sekali ?ditulisi&#8217; oleh sesuatu: bisa baik dan buruk. Ia akan menerima apa saja yang diberikan oleh orang lain terhadap dirinya. Daya tolak mereka lemah sekali.</p>
<p>Anak-anak ini mudah sekali menjadi korban hasrat orangtua yang terpendam. Bila orangtuanya tidak bisa menjadi terkenal, maka anaknya saja yang dipersiapkan menjadi selebritis. Bila orangtuanya tidak bisa bernyanyi, maka anaknya saja yang diikutkan les menyanyi dan ikut lomba ini dan itu agar menang dan terkenal. Syukur-syukur ada produser yang tertarik untuk mengajak rekaman. Lebih hoki lagi bila ada pencari bakat yang mengajak anaknya main sinetron. Wuih&#8230;pundi-pundi uang orangtuanya bisa dipastikan akan penuh sesak tuh.</p>
<p>Lucunya, saat ada orang yang peduli dan prihatin dengan kondisi ini, malah dengan entengnya orangtua si anak yang sudah silau dengan uang menjawab, &#8220;Ah, itu kan pendapat orang-orang yang iri dengan popularitas anak saya. Itu karena anaknya tidak mempunyai kesempatan untuk menjadi kaya dan terkenal.&#8221;</p>
<p>Orangtua seperti ini tak lagi memikirkan kebutuhan anak. Kebutuhan asasi yang dipunyai seorang anak adalah kebutuhan bermain dan berkembang dengan maksimal dalam koridor yang positif. Bagaimana mungkin seorang anak bisa berkembang dengan alami dan maksimal bila sejak kecil ia sudah berkenalan dengan sejumlah <em>make-up</em>, dandanan meniru orang dewasa, aktivitas bejibun seputar konser sana-sini, pemotretan dan syuting sana-sini, dll.</p>
<p>Anak-anak ini kehilangan ruang pribadinya, waktu bermain dan mudah stres atau tertekan karena berada di area dewasa secara mendadak. Apalagi bila umur popularitas itu tak bertahan lama, maka hal ini akan menyebabkan si anak merasa kehilangan perhatian dari khalayak. Peran orangtua dalam hal ini sangat besar dalam membentuk kepribadian anak, apakah akan menjadi sosok rapuh dan semu ataukah menjadi pribadi yang tangguh dan kokoh.</p>
<p><strong>Adik kecil sebagai korban</strong></p>
<p><em>Idola Cilik</em> menciptakan sebuah dunia lain yang penuh imitasi, semu, dan palsu. Anak-anak pun menjadi besar dalam balutan tubuh yang kecil. Mereka dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya. Mereka menjadi ?orang dewasa mini&#8217;. Menurut seorang psikolog perkembangan anak dari UI, anak-anak seperti ini mengalami loncatan kehidupan dari bermain menjadi bekerja. Gimana nggak, bila sebagian besar waktu mereka habis di lokasi syuting mulai dari persiapan konser, latihan-latihan, permintaan iklan, rekaman untuk nada sambung, atau bahkan main sinetron. Nggak jarang mereka harus bekerja hingga larut malam bila jadwal sudah sedemikian padat. Tak peduli badan yang sudah sangat lelah hingga suara serak dan habis, jadwal syuting harus tetap dijalankan.</p>
<p>Mereka menjadi produk karbitan demi nafsu serakah oknum-oknum budak kapitalis. Gimana nggak, lagu-lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu yang sangat tidak sesuai dengan usia dan perkembangan jiwa anak-anak. Di bawah ini saya kutip dari sebuah <em>mailing list </em>yang prihatin terhadap fenomena idola cilik ini. Berikut tingkah mereka:</p>
<p><em>&#8220;Tak pelnah kulagu dan slalu kuingat kelingan matamu dan sentuhan hangat. Saat itu aku telbawa cinta. Menghilup lindu yang sesakkan dada.. </em>[dinyanyiin sama keponakannya Mona Ratuliu, Kisha]</p>
<p>Yang lebih mengenaskan adalah lirik lagu di bawah ini yang dinyanyikan dengan cadel pula: <em>&#8220;Otakmu seksi, itu telbukti dali calamu memikilkan aku. Bibilmu seksi, itu telbukti dali calamu mencium pipiku. Kamulah mahluk Tuhan yang telcipta yang paling seksi. Cuma kamu yang bisa membuatku telus menjelit. Aw aw aw ah ah ah&#8230;aw aw aw ih ih ih &#8230;&#8221;</em> Ancur deh!</p>
<p>Jangankan dinyanyikan oleh anak kecil, sedangkan judul lagunya aja sudah cukup untuk bikin kita merinding. Belum lagi aksi penyanyi aslinya di video klip yang udah terkategori pornografi itu. Bisa dipastikan adik-adik kecil itu telah menontonnya berulang-ulang sebelum akhirnya bisa menghapal lirik lagunya. Sedih rasanya memikirkan sosok generasi mendatang bila fenomena seperti ini yang dijadikan idola.</p>
<p>Sungguh menggiriskan hati. Adik-adik kita menjadi korban dari sebuah gaya hidup fana dan semu. Masih belum puas merusak remaja, perempuan dan ibu atau mama kita dieksploitasi sedemikian rupa, eh adik-adik pun dimangsanya pula. Bukan tak mungkin esok atau lusa, nenek-nenek kita atau bahkan bayi-bayi yang imut diembat juga selama itu bisa mendatangkan materi. Dasar kapitalis!</p>
<p>Materi ini pula yang menjadi penyangga gaya hidup semu ini. Karena sesungguhnya ideologi yang diemban juga nggak jauh-jauh dari sini, Kapitalisme. Kapital atau modal adalah hal yang dikejar dan dipuja melebihi apapun juga. Ditunjang dengan akidah berupa sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan), klop sudah ideologi ini merajalela melahap generasi muda untuk menuju jurang kebinasaan. Duhh&#8230; akankah semua ini dibiarkan saja?</p>
<p><strong>Idola cilik sejati</strong></p>
<p>Dunia anak adalah dunia bermain, berteman dan belajar memahami sesuatu dari sudut pandang yang baik saja. Nggak boleh mengganggu teman, patuh pada orangtua, rajin belajar demi cita-cita, dan yang utama adalah mengenal Allah dan RasulNya. Inilah seharusnya dunia anak-anak. Dunia yang dibangun penuh keceriaan di atas fitrah kanak-kanak mereka, tanpa polesan yang akan merusak jiwa mereka.</p>
<p>Peradaban yang dibangun di atas pondasi yang rusak pastilah menghasilkan generasi semu seperti halnya adik-adik kita di atas. Peradaban yang dibangun di atas pondasi kuat dan kokoh, pastilah menghasilkan generasi tangguh dan kuat pula. Peradaban mulia ini adalah Islam dengan segenap kisah anak-anak teladan yang seharusnya menjadi idola sejati adik-adik kita.</p>
<p>Ali bin Abi Thalib adalah seorang sahabat Rasulullah yang paling muda. Beliau ini masuk Islam di saat usianya masih 8 tahun. Saat itu ia datang ke hadapan Rasulullah untuk menyatakan dirinya beriman pada Allah dan RasulNya. Tapi Rasulullah sempat menyuruhnya pulang untuk meminta ijin kepada kedua orangtuanya lebih dulu karena usianya yang masih sangat belia. Namun apa jawab Ali ra?</p>
<p><em>&#8220;Ya Rasulullah, bila dulu Allah menciptakanku tidak perlu izin dari kedua orangtuaku, mengapa pula ketika aku ingin beriman padaNya harus meminta ijin pula?&#8221;</em> Keren jawabannya!</p>
<p>Tidak berhenti di situ aja, setiap Rasulullah saw. berceramah dan menyampaikan wahyu serta mengadakan majelis ilmu, Ali bin Abi Thalib yang masih sangat imut itu selalu berada di barisan terdepan untuk mendengarkan. Ali pun menjadi tempat rujukan para sahabat lain yang usianya jauh lebih tua bila mereka menginginkan pendapat dan nasihat.</p>
<p>Bila di kalangan cowok ada anak-anak sekaliber Ali bin Abi Thalib, di kalangan cewek ada sebuah nama indah yaitu Asma binti Abu Bakar. Beliau ini dijuluki sebagai <em>Dzatun Nithaqain</em> atau wanita yang memiliki dua ikat pinggang. Itu karena ikat pinggang yang biasa dipakainya, ia belah menjadi dua supaya beban yang ada di atasnya menjadi ringan dan bisa digunakan untuk menyembunyikan makanan dan minuman yang akan dibawa ke gua Hira untuk Rasulullah saw. dan ayahnya ketika hijrah.</p>
<p>Tidak itu saja, ketika Asma masih kanak-kanak pun, jiwa keberanian itu telah nampak pada dirinya. Satu hari, Abu Jahal mendatanginya untuk membujuknya agar mau membuka rahasia di mana posisi ayahnya berada. Tetapi meskipun ia masih kecil, rasa tanggung jawab telah kokoh pada dirinya. Ia tahu apa pun yang keluar dari bibirnya, hal itu akan membahayakan posisi ayahnya dan Rasulullah saw., maka ia memilih diam ketika ditanya dan dibujuk oleh Abu Jahal. &#8220;Saya tidak tahu&#8221;, adalah jawaban yang diberikannya. Karena keteguhannya memegang tanggung jawab, Abu Jahal pun menampar Asma dengan keras hingga anting-antingnya jatuh. Subhanallah banget tuh!</p>
<p>Bandingkan dua kisah ini dengan ?perjuangan&#8217; adik-adik kita di <em>Pentas Idola Cilik</em>. Bila sudah, sekarang bayangkan masa 20 tahun ke depan ketika mereka ini sudah menjadi besar dan dewasa. Jangan heran bila kondisi bangsa ini tak akan pernah bangkit bila bibit yang ditanam adalah selevel <em>Idola Cilik</em> yang di benaknya cuma popularitas semu dan uang. Jangan heran pula bila nantinya mereka memegang tampuk jabatan sebagai pimpinan negara, maka popularitas dan uang pula yang menjadi tujuan, bukan kesejahteraan rakyat.</p>
<p><strong>Apa peran kita?</strong></p>
<p>Kita nggak akan pernah rela membiarkan perusakan generasi ini berjalan mulus-mulus saja. Kita nggak mau dong adik-adik kecil kita menjadi mangsa kaum kapitalis yang cuma uang dan materi saja tujuannya. Harus ada langkah nyata dilakukan untuk perubahan.</p>
<p><em>How? </em>Mulai dari diri sendiri dulu dengan sadar bahwa ini semua adalah perangkap dan bagian dari penjajahan bentuk halus. Terus, sadarkan adik-adik kita, keponakan-keponakan kita, anak-anak tetangga plus ortunya tentu saja. Karena yang namanya anak kecil, pembinaan utama masih di tangan orangtua dan guru bagi yang sudah sekolah. Bisakah dikerjakan sendiri-sendiri? Kayaknya nggak mungkin deh. Kita butuh berjamaah, kita butuh bekerjasama, kita butuh saling percaya, dan kita butuh persatuan. Semua itu hanya ada dalam ikatan akidah dan ukhuwah Islamiyah yang kuat nan kokoh.</p>
<p>Yuk, kita sama-sama bahu-membahu untuk menyadarkan umat. Kita campakkan kapitalisme dan sekularisme, terus ambil Islam saja sebagai solusi pembentukan generasi cerdas dan berkualitas. Idola cilik sejati kita persiapkan sejak dini supaya kelak, mental dan karakternya kuat dan tangguh dalam balutan akidah Islam dan tuntunan syariatnya.</p>
<p>Sobat, kita punya Islam yang akan menjadikan pemeluknya berwibawa dan punya harga diri. Bukan Islam sebatas ritual aja, tapi Islam sebagai sistem hidup dan ideologi. Bila ini yang diterapkan, ditanggung pasti populer di dunia-akhirat, insya Allah. Ditanggung pasti oke dah. <em>So</em>, idola cilik? Boleh, tapi dengan standar Islam saja ya sebagai ukurannya. Seeepppp ah! <strong>[ria: riafariana@yahoo.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mencari-idola-cilik-sejati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Jadi &#8220;Negara Porno&#8221;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/jangan-jadi-negara-porno</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/jangan-jadi-negara-porno#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 05:11:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/jangan-jadi-negara-porno/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 024/tahun I (30 Rabiul Awal 1429 H/7 April 2008) Ehm, jangan marah atau gondok duluan ya baca judul artikel gaulislam kali ini. Bukan maksud mo menjelek-jelekkan (backsound: karena udah jelek), tapi ini sebagai warning dan renungan aja buat kita semua. Gimana nggak, dari tahun jebot ampe sekarang, masalah pornografi dan perbuatan porno selalu hadir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/logo-gi-3.jpg" title="logo-gi-3.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/logo-gi-3.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-3.jpg" align="left" /></a>edisi 024/tahun I (30 Rabiul Awal 1429 H/7 April 2008)<br />
Ehm, jangan marah atau gondok duluan ya baca judul artikel gaulislam kali ini. Bukan maksud mo menjelek-jelekkan (backsound: karena udah jelek), tapi ini sebagai warning dan renungan aja buat kita semua. Gimana nggak, dari tahun jebot ampe sekarang, masalah pornografi dan perbuatan porno selalu hadir di tengah masyarakat kita. Di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani.</p>
<p>Bro, konten bernuansa pornografi sebenarnya udah tersebar banyak di media. Baik di media cetak maupun media elektronik. Oya, termasuk dalam hal ini adalah di internet yang kini lagi marak dibahas. Setelah lima tahun digodok, Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa (25/3/2008). Dengan adanya UU ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi penerapan hukum di dunia maya di Indonesia. Situs porno atau pornografi di internet akan diblokir atau paling tidak kini diatur UU. Salah satu pasal yang dianggap krusial dalam UU ITE adalah diblokirnya situs-situs porno baik dari dalam maupun luar negeri.<span id="more-853"></span></p>
<p>Oya, kalo mo dijembrengin semuanya sih banyak banget, termasuk dalam kehidupan nyata kita, pornografi dan aktivitas yang dibalut porno sangat mudah dijumpai dan bahkan pelakunya sangat banyak. Nah, karena saking banyaknya dan dilakukan oleh hampir seluruh penduduk negeri, maka nggak heran dong kalo negeri ini dapetin sebutan negara porno. Gitu deh alasan kenapa nulis artikel ini dengan judul seperti di atas. Betul nggak sih?</p>
<p>Bagi yang nggak setuju jangan marah, dan yang setuju juga jangan seneng dulu. Karena sebenarnya ini adalah prestasi yang buruk. Sama buruknya dengan gelar &#8220;negeri terkorup se-Asia&#8221;, misalnya. <em>So</em>, tulisan ini sekadar buat ngingetin aja, buat ngajak merenung, sekaligus nyari solusi tuntas dari masalah yang dihadapi sekarang, khususnya tentang pornografi.</p>
<p><strong>Mental porno!</strong></p>
<p>Hehehe.. jangan ngambek dan cemberut kalo baca subjudul ini. Bukan maksud nuduh atau menghakimi. Tapi emang kenyataannya demikian. Mereka yang nggak punya mental porno, ketika mengembangkan kreativitas dia akan melakukan apa pun yang bernilai manfaat dan <em>useful</em> alias berguna bagi siapa pun.</p>
<p>Sebaliknya, bagi mereka yang punya mental porno&#8211;piktor gitu deh, maka kreativitasnya nggak jauh dari mentalnya itu. Bikin majalah, eh majalah bertabur pornografi. Bikin blog di internet, isinya pornografi. Ketika mengelola website, ya isinya nggak jauh dari situ. Kalo dia ngomong? Ya, pembicaraannya menjurus ke wilayah porno dan pornografi.</p>
<p><em>So</em>, kalo udah jadi cara pandang dan kaidah berpikir, maka pelakunya akan melakukan apa yang memang menjadi pemahamannya. Gimana pun juga, tingkah laku orang itu bergantung kepada pemahamannya. Kalo memahami bahwa pornografi itu adalah seni, dan seni adalah ekspresi yang tidak boleh dikekang dan dibatasi, maka ia akan mewujudkannya dalam perbuatannya. Begitu pula kalo memahami bahwa bertaburannya konten pornografi di internet adalah bagian dari <em>freedom of speech</em> dan kebebasan berkreasi, maka dia akan mati-matian melakukannya en merasa nggak boleh ada pihak manapun-termasuk negara- yang melarang kreativitasnya tersebut.</p>
<p>Bayangin aja deh, kalo yang model begini jumlahnya banyak dan menguasai media informasi. Bisa bikin berabe. Mereka bukan saja melek teknologi, tapi juga melek terhadap peluang yang memungkinkan untuk melakukan kemaksiatan termasuk kejahatan. Padahal nih, gaul dengan teknologi nggak mesti error. Justru sebaliknya, gaul soal teknologi untuk memberantas kemungkaran dan menegakkan kebenaran dengan memanfaatkan teknologi.</p>
<p><strong>Definisi pornografi</strong></p>
<p>Yup, definisi emang penting banget, itu sebabnya Ibnu Sina pernah berkomentar: &#8220;Tanpa definisi, kita tak akan pernah bisa sampai kepada konsep.&#8221; Karena itu, definisi, menurut filsuf Iran itu, sama pentingnya dengan silogisme (baca: logika berpikir yang benar) bagi setiap proposisi (dalil atau pernyataan) yang kita buat.</p>
<p>Oya, definisi yang jelas bakalan menolong kita untuk menentukan keputusan dan penilaian. Nggak ragu en nggak bingung. Nggak kayak sekarang nih, menentukan definisinya aja sesuai persepsi masing-masing orang. Karuan aja hasilnya beragam. Ada yang bilang kalo berpose telanjang tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya baru dibilang pornografi, ada juga yang bilang kalo masih mengenakan busana, meski kayak kekurangan bahan (terlihat auratnya) belum masuk definisi pornografi. Malah nih, kalo sesuai budaya ketimuran, belum dianggap porno. Misalnya kalo di Jawa pake kemben atau di Papua dengan kotekanya. Waduh, makin bingung aja tuh definisi pornografi.</p>
<p>Itu sebabnya, paling nggak kudu buka kamus nih. Biar bisa dapetin gambaran. Seperti disebutkan dalam <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em>, bahwa pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; atau bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.</p>
<p>Dalam <em>Microsoft Encarta Dictionary Tools</em>, pornografi didefinisikan sebagai <em>sexually explicit material: films, magazines, writings, photographs, or other materials that are sexually explicit and intended to cause sexual arousal</em>. Tuh jelas banget kan, bahwa pornografi tuh adalah penggambaran secara tegas tentang seksual; bisa dalam film, majalah, tulisan, foto dan bahan lainnya yang bermaksud menimbulkan rangsangan seksual.</p>
<p>Oya, pornografi tuh nggak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan seni. Karena sejatinya, estetika (seni) tetap harus berdampingan dengan etika.</p>
<p>Bagaimana dengan Islam? Sebagai Muslim, tentu kita wajib menjadikan Islam sebagai pedoman hidup kita. Terus, nggak boleh juga kita setengah-setengah dalam mengamalkan Islam. Nggak boleh juga ada pilihan lain untuk ngatur urusan kehidupan kita dengan aturan selain Islam. Jadi intinya, apa kata Islam deh. Kita wajib taat kepada ketentuan Allah dan RasulNya dan harus secara menyeluruh (<em>kaaffah</em>). Allah Swt. Befirman: <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.&#8221; </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 208)</strong></p>
<p>Dalam? menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir menyatakan: <em>&#8220;Allah Swt. telah memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya agar mengadopsi sistem keyakinan Islam (?akidah) dan syari&#8217;at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya dan meninggalkan seluruh laranganNya selagi mereka mampu.&#8221;</em></p>
<p><em>Guys</em>, Islam juga udah mengatur tentang aurat. Itu sudah cukup untuk memberikan definisi tentang pornografi atau pornoaksi. Batasan aurat ini memungkinkan kita untuk bisa menentukan apakah suatu perilaku, gambar, atau gaya berpakaian seseorang termasuk memamerkan aurat atau nggak ke khalayak umum.Oya, aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya <strong>(Ahkaamul Quran al-Jashash III/318)</strong>.</p>
<p>Kalo anak laki, yang termasuk wilayah auratnya adalah dari pusar ampe lutut. Itu batasan auratnya. Jadi nih, kalo ada anak cowok pake koteka dan dipamerin di depan orang banyak, jelas termasuk membuka auratnya. Itu sudah terkategori bentuk pornoaksi. Begitu pun kalo ada anak cewek pake kemben (salah satu pakaian adat Jawa), dan dipake di depan umum, maka sudah terkategori pamer aurat (itu masuk pornoaksi). Membuka aurat di depan umum dalam pandangan Islam terkategori dosa. Nah, ini jelas kan definisinya.</p>
<p>Itu sebabnya, kayaknya ampir semua media massa yang ada saat ini bakalan dicap sebagai media massa penyebar pornografi kalo pake definisi Islam. Dan, seharusnya memang standar itulah yang dipake oleh setiap Muslim ketika menilai suatu fakta berupa perbuatan maupun pemikiran. Catet yo!</p>
<p><strong>?Mengeksekusi&#8217; pornografi</strong></p>
<p>Kalo dibiarin aja nggak bakalan selesai-selesai. Lihat aja penanganan yang selama ini dilakukan oleh negeri ini, yang menganut ideologi Kapitalisme-Sekularisme, malah menjadikan kebebasan sebagai <em>the way of life</em>. Ideologi macam apa itu? Kok malah bikin rusak kepribadian umat manusia?</p>
<p>Sobat, sebagai sebuah ideologi, Islam punya cara penyelesaian terhadap masalah ini. Tentu, jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Menurut Abdurrahman al-Maliki, &#8220;Barangsiapa yang mencetak atau menjual, atau menyimpan dengan maksud untuk dijual atau disebarluaskan, atau menawarkan benda-benda perhiasan yang dicetak atau ditulis dengan tangan, atau foto-foto serta gambar-gambar porno, atau benda-benda lain yang dapat menyebabkan kerusakan akhlak, maka pelakunya akan dikenakan sanksi penjara sampai 6 bulan.&#8221; <strong>(<em>Sistem Sanksi dalam Islam</em>, hlm. 288-289)</strong></p>
<p>Oya, hukuman tersebut termasuk dalam perkara <em>ta&#8217;zir</em> alias jenis dan bentuk hukumannya diserahkan kepada <em>qadhi</em> (hakim). Kalo emang tingkat bahayanya besar banget, bisa aja <em>qadhi</em> menghukum lebih lama atau bentuk hukuman lain, misalnya dicambuk.</p>
<p>Bro, untuk memelihara diri dan membebaskan diri dari jeratan pornografi secara teknis, coba deh lakukan mulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat kita: temen, keluarga. Tentu kita nggak mau kan diri dan lingkungan kita rusak karena racun pornografi. Percaya deh, pornografi nggak ada gunanya. Nggak perlu tuh ngintip-ngintip penasaran sama yang namanya pornografi. Jangan sampe kita berkoar-koar tentang pornografi tapi kalo nemu di depan mata diembat juga. <em>Naudzubillah!</em></p>
<p>Kapan dan di mana pun kita menemukan media yang berbau pornografi, jangan ragu-ragu untuk menghancurkannya. Jaga diri, jaga keluarga, dan teman-teman. Saling mengawasi dan mengingatkan bukan berarti ikut campur urusan orang lho, tapi kita menjaga diri dan lingkungan untuk menghindari kerusakan dan maksiat. Ok, guys?</p>
<p>BTW, kalo nanti Islam udah diterapkan sebagai ideologi negara, mereka yang ada di pedalaman seperti di Papua dan suku dayak lainnya, nggak bakalan dijadikan sebagai obyek wisata. Nggak kayak sekarang, mereka dianggap sebagai warisan budaya bangsa. Itu dzalim, karena seharusnya pemerintah memberikan pembinaan dan mendakwahi mereka agar mau hidup lebih mulia. Tapi nyatanya, malah dipelihara agar tetap jahiliyah seperti itu. Kasihan banget kan?</p>
<p>Terus nih, nggak kayak sekarang, pemerintah hendak menerapkan pemblokiran situs-situs porno aja masih banyak yang menolak dengan alasan melanggar prinsip demokrasi itu sendiri yang memang memberikan kebebasan tanpa batas kepada siapa pun. Halah, hari <em>gene</em> masih memuja dan membela demokrasi? Padahal, sistem ini udah ketahuan lemot, bobrok, dan membahayakan manusia.</p>
<p>Oke deh, kalo nggak mau negeri ini jadi negara porno, maka mulai sekarang jauhkan demokrasi-sekulerisme-kapitalisme dan antek-anteknya dari pikiran kita. Sebaliknya, kita wajib cinta Islam, pelajari Islam, dan kampanyekan agar Islam diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Insya Allah akan berkah dan menyelamatkan seluruh umat manusia. Bukan hanya kaum muslimin. Percayalah! <strong>[osolihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/jangan-jadi-negara-porno/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentas Seni? Udah Basi!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/pentas-seni-udah-basi</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/pentas-seni-udah-basi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 00:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/pentas-seni-udah-basi/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 022/tahun I (16 Rabiul Awal 1429 H/24 Maret 2008) Emang nggak seru kali ye kalo hidup diisi dengan serius mulu. Nggak ada bunga-bunganya, nggak ada hiburan, hanya fokus pada kerjaan atau belajar mulu. Katanya sih gitu. Apalagi kalo yang ditanya adalah remaja. Simak nih pendapat teman kamu yang berhasil dijerat dan ditodong via Yahoo! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/03/logo-gi-3.jpg" title="logo-gi-3.jpg"><img src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/03/logo-gi-3.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-3.jpg" align="left" /></a><strong> </strong>edisi 022/tahun I (16 Rabiul Awal 1429 H/24 Maret 2008)</p>
<p>Emang nggak seru kali ye kalo hidup diisi dengan serius mulu. Nggak ada bunga-bunganya, nggak ada hiburan, hanya fokus pada kerjaan atau belajar mulu. Katanya sih gitu. Apalagi kalo yang ditanya adalah remaja. Simak nih pendapat teman kamu yang berhasil dijerat dan ditodong via Yahoo! Messenger, &#8220;Hidup gue bakalan garing Mas, kalo cuma belajar, belajar dan belajar. Sekali-kali boleh dong hiburan!&#8221; tulis Andre asal Bandung. BTW, kalo kamu mo pada nyapa en ikutan ngobrol sama gaulislam bisa langsung add nih Yahoo! ID kita di YM (gaul.islam). Ditunggu ye! Eh, kok ini malah jadi kayak <em>request</em> lagu-lagu di radio: AMKM alias Anda Meminta Kami Manyun! (backsound: manyun karena lagu yang diminta kagak ada hehehe&#8230;)</p>
<p>Teman lain, namanya Lessya, doi nulis begini, &#8220;Hidup harus seimbang dong. Serius kudu, belajar harus, tapi otak kita kan perlu refreshing, misalnya sesekali diisi dengan menikmati hiburan, gitu.&#8221;</p>
<p>Hmm&#8230; ternyata emang butuh hiburan. Meskipun tentu aja kalo kebanyakan hiburan juga malah jadi malas. Nggak ngerasa harus serius. Nggak ngerasa harus fokus belajar dan berdakwah. Memang harus ada keseimbangan. Namanya juga seimbang, berarti nggak berat sebelah. Nah, ngomong-ngomong soal berat sebelah, ada juga lho teman kita yang berpendapat agak lain, &#8220;Hiburan boleh. Belajar harus. Tapi menurutku, hiburan harusnya seperlunya aja. Belajar yang harus dibanyakkin. Jadi kalo mo berat sebelah, sebaiknya berat ke ibadahnya, berat ke belajar dan dakwah. Jangan berat lebih banyak dipake hiburan. Hiburan seperlunya aja.&#8221; Rully panjang lebar ngasih jawaban saat ditodong gaulislam di YM.<span id="more-835"></span></p>
<p>Nah, ngomong-ngomong soal hiburan, biasanya di sekolah suka ada tuh pentas seni dengan beragam aksi. Biasanya diisi band lokal sekolahan atau penyanyi dadakan yang penting ada hiburan. Tapi, di sekolah tertentu yang punya modal gede mah bisa aja datengin band terkenal (minimal terkenal di kota tersebut) untuk manggung di sekolahnya.</p>
<p>Sobat, sebenarnya setuju nggak sih ada pensi alias pentas seni di sekolahmu? &#8220;Gue sih setuju aja. Sebagai hiburan. Tapi jangan sampe ada kerusuhan,&#8221; tulis Andre.</p>
<p>&#8220;Perlu banget, tapi harus band lokal sekolahan. Soalnya kalo ngundang dari band terkenal, aku khawatir terjadi kerusuhan karena membludaknya penonton dari sekolah lain,&#8221; Lessya berpendapat.</p>
<p>Lain lagi dengan Rully, yang aktivis rohis katanya sih, &#8220;Aku nggak setuju. Sebab, pensi yang diadain sekarang ini lebih banyak mudharatnya. Kalo nasyid juga sebenarnya khawatir karena yang nonton tetep histeris juga. Jadi lebih baik nggak ada deh. Kalo mau ada pentas kreasi, mending lomba nulis atau lomba pidato deh,&#8221; Rully ngasih alasan.</p>
<p>Rima, yang ngakunya asal Medan saat ditodong sama gaulislam di YM pas chatting, komen begini: &#8220;Boleh aja pentas seni diadain di sekolah. Tapi harus steril dari maksiat, miras, campur baur cowok-cewek. Konser nasyid aja harus dipisah duduk cowok-ceweknya. Kalo nggak bisa dikondisikan begitu jangan diadain aja. Daripada dosa kan?&#8221; Rima dengan penuh semangat menulis. Hati-hati tuh jari tangan jadi keriting karena kecepatan ngetik di keyboard hehehe&#8230;</p>
<p><strong>Pentas Seni, ajang unjuk kreasi?</strong></p>
<p>Bro, setiap manusia tuh pengen tampil dan menampilkan keterampilannya. Itu wajar. Maklumlah, karena manusia nggak mau dirinya cuma dianggap sebagai bilangan aja, tapi juga ingin diperhitungkan. Iya dong, sebab manusia memang memiliki naluri mempertahankan diri (gharizah al-Baqa&#8217;) yang penampakkan or perwujudannya adalah dengan kecintaan kepada dirinya sendiri. Buktinya, kalo mo nyebrang jalan aja reflek tengok kanan-kiri. Takut juga kan kalo ketabrak mobil or sepeda motor? Begitu pula secara naluri kita pengen diakui dan dihargai oleh orang lain. Buktinya kalo dihina marah, dilecehkan ngambek, disindir kesinggung, dipuji bangga. Iya nggak?</p>
<p>Itu sebabnya, wajar pula kalo kita ingin dianggap lebih sama orang lain. Maka untuk unjuk gigi-meskipun tuh gigi udah gondrong bin surplus, rela melakukan aksi agar dilihat dan dianggap keberadaannya sama orang lain. Bikin pensi konon kabarnya bisa mendongkrak gengsi sekolah lho. Ada anggapan kalo sekolah udah bisa ngadain pensi dan berani ngundang band terkenal, minimal band lokal di kotanya tuh sekolah jadi naik derajat dan pangkat.</p>
<p>Apa benar seperti itu? Mungkin iya, mungkin juga nggak. Tergantung yang ngeliat sih. Kalo yang ngeliatnya adalah mereka yang setuju dengan pensi bisa jadi iya jawabannya. Kalo yang nggak setuju bisa jadi mengingkari anggapan tersebut.</p>
<p>Kalo dikatakan pensi adalah ajang untuk unjuk kreasi bisa dimaklumi. Memang begitu adanya. Cuma masalahnya, apa benar unjuk kreasi hanya dengan pentas seni? Apa benar menaikkan gengsi dan derajat nama sekolah bisa diangkat dari pensi? Nggak selalu kan? Apalagi sebagai muslim, kita nggak bisa dan nggak boleh melakukan perbuatan sebelum tahu hukumnya. Apalagi perbuatan yang sudah tahu hukumnya, harus hati-hati. Sebab, nggak bisa kita asal lakuin aja dengan pertimbangan asas manfaat. Sebagai muslim, bukan asas manfaat yang didahulukan, tapi apakah perbuatan tersebut diperbolehkan atau dilarang dalam ajaran Islam. Itu aja. Setuju?</p>
<p>Meski niatnya unjuk kreasi dan kreativitas diri tapi bukan berarti menghalalkan segala cara dong. Niat aja belum cukup kalo caranya nggak benar. Niat dan cara harus klop. Niat ibadah, maka caranya pun harus benar sesuai tuntunan Allah Swt. dan RasulNya. Nah, yang kacau banget adalah niatnya salah, caranya juga salah. Yo wis, itu mah wassalam.</p>
<p><strong>Seni harus ngikutin syariat</strong></p>
<p>Mohon diingat ya Bro, bukan syariat yang ngikutin seni, tapi seni yang wajib ngikutin syariat. Kalo syariat ngikutin seni, itu keliru. Nanti seni akan memaksakan supaya syariat ngasih legitimasi terhadap kebebasan seni. Syariat cuma pelengkap doang, atau stempel legalisasi adanya seni dan syariat nggak bisa ngatur lebih jauh soal seni. Sehingga akhirnya rancu en bias. Contoh, kalo <em>band kepret</em> alias qasidahan manggung, nggak terlalu dilarang meskipun penyanyinya tabarruj alias berlebihan dalam berhias, terus joget-joget dan pake kerudungnya juga <em>roll-on</em> alias bisa ditutup buka secara kilat. Waduh, itu udah salah kaprah deh, Sis. Nggak banget alias jangan sampe hal itu dilakukan sama seorang muslim sejati.</p>
<p>Nah, seharusnya seni yang mengikuti syariat. Jadi apa kata syariat. Harus taat sama aturan main syariat. Jangankan seni, seluruh aspek persoalan kehidupan wajib ngikutin apa kata syariat. BTW, apakah syariat Islam ngatur masalah seni?</p>
<p>Waduh, jangan sampe kamu ketinggalan informasi gara-gara malas mengkaji Islam. Banyak lho ulama yang ngebahas tentang seni. Islam memandang seni musik, seni suara, seni tari, seni lukis dan jenis lainnya harus diatur dan disesuaikan dengan ketentuan ajaran Islam. <em>So</em>, kudu ngikutin apa kata Islam, gitu.</p>
<p>Tentang nyanyian dan musik ini, Islam menilai empat pokok persoalan: 1) melantunkan nyanyian, 2) mendengarkan nyanyian, 3) memainkan alat musik, dan 4) mendengarkan musik. Selain itu, dalam Islam diatur pula kondisi ketika menyanyi, mendengarkan nyanyian, bermain musik dan mendengarkan musik supaya nggak kecampur dengan perbuatan maksiat.</p>
<p>Oya, soal musik ini, sebenarnya ada pendapat yang mengharamkan, dan ada pula yang menghalalkan. Nah, lho kok bisa? Nggak kompak banget. Hehe..gini nih penjelasannya. Pendapat yang mengharamkan nyanyian misalnya berdasarkan firman Allah dalam QS. Luqman ayat 6, artinya? <em>&#8220;Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna (lahwal hadits) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu ejekan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.&#8221;</em><strong>(QS Luqman [31]: 6)</strong></p>
<p>Beberapa ulama menafsirkan maksud <em>lahwal hadits</em> ini sebagai nyanyian, musik atau lagu, di antaranya al-Hasan, al-Qurthubi, Ibnu Abbas dan Ibnu Mas&#8217;ud. Ayat-ayat lain yang dijadikan dalil pengharaman nyanyian adalah QS an-Najm : 59-61, dan QS al-Isra? : 64 <strong>(al-Jazairi, 1992 : 20-22).</strong></p>
<p>Kemudian pendapat yang menghalalkan nyanyian adalah berdasarkan Firman Allah Swt. dalam QS al-Maidah [5] ayat 87; artinya : <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.&#8221;</em></p>
<p>Juga dalam riwayat Ruba&#8217;i Binti Mu&#8217;awwidz Bin Afra yang berkata;<em> &#8220;Nabi saw. mendatangi pesta perkawinanku, lalu beliau duduk di atas dipan seperti dudukmu denganku, lalu mulailah beberapa orang hamba perempuan kami memukul gendang dan mereka menyanyi dengan memuji orang yang mati syahid pada perang Badar. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka berkata; &#8220;Di antara kita ada Nabi saw. yang mengetahui apa yang akan terjadi kemudian.&#8221; Maka Nabi saw. bersabda : &#8220;Tinggalkan omongan itu. Teruskanlah apa yang kamu (nyanyikan) tadi</em>.&#8221; <strong>(HR al-Bukhari, dalam <em>Fathul Bari</em> III:113 dari Aisyah ra.)</strong></p>
<p>Ehm, mungkin kamu bengong karena ada beda pendapat. Nah, kalo terjadi ta&#8217;arud alias perbedaan yang bertolak belakang, antara halal dan haram padahal keduanya punya dalil yang kuat dari sumber yang sama, gimana?</p>
<p>Imam asy-Syafi&#8217;i mengatakan bahwa tidak dibenarkan dari Nabi saw. ada dua hadits shahih yang saling bertentangan, di mana salah satunya menafikan apa yang ditetapkan yang lainnya, kecuali dua hadits ini dapat dipahami salah satunya berupa hukum khusus sedang lainnya hukum umum, atau salah satunya global (<em>ijmal</em>) sedang lainnya adalah penjelasan (<em>tafsir</em>). Pertentangan hanya terjadi jika terjadi <em>nasakh</em> (penghapusan hukum), meskipun mujtahid belum menjumpai nasakh itu <strong>(asy-Syaukani, t.t. : 275)</strong></p>
<p>Kesimpulan singkatnya, biar kamu nggak pusing-pusing dan mual-mual baca artikel ini, mengenai kedua dalil yang seolah bertentangan di atas dapat dipahami sebagai berikut: bahwa dalil yang mengharamkan menunjukkan hukum umum nyanyian. Sedang dalil yang membolehkan, menunjukkan hukum khusus, atau perkecualian (<em>takhsis</em>), yaitu bolehnya nyanyian pada tempat, kondisi, atau peristiwa tertentu yang dibolehkan syara&#8217;, seperti pada hari raya. Atau dapat pula dipahami bahwa dalil yang mengharamkan menunjukkan keharaman nyanyian secara mutlak. Sedang dalil yang menghalalkan, menunjukkan bolehnya nyanyian secara <em>muqayyad</em> (ada batasan atau kriterianya) <strong>(al-Baghdadi, 1991 : 63-64; asy-Syuwaiki, t.t. : 102-103)</strong></p>
<p>Jadi gimana? Boleh nyanyi asal: nyanyian yang mengajak ibadah, semangat perjuangan dan dakwah Islam. Tempat acaranya: nggak campur baur cowok-cewek, nggak ada miras, nggak ada maksiat lainnya. <em>So</em>, kalo ngadain pentas seni tapi masih jauh dari nilai-nilai ajaran Islam, itu namanya nabung dosa en udah basi. Sementara ini dulu ye. Terus semangat belajar Islam! <strong>[solihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/pentas-seni-udah-basi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Bisik-bisik&#8217; Soal Cewek</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bisik-bisik-soal-cewek</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bisik-bisik-soal-cewek#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 08:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/bisik-bisik-soal-cewek/</guid>
		<description><![CDATA[edisi 021/tahun I (9 Rabiul Awal 1429 H/17 Maret 2008) Biasanya kamu-kamu pada familiar dengan istilah cewek daripada perempuan. Tul apa betul? Tapi kali ini kita akan membahas sesuatu agak lebih serius, ehem&#8230;tapi tetap dengan gaya bahasa yang kamu paham. Kita akan membahas soal perempuan bukan tentang cewek. Lha, apa bedanya? Kalo menurut saya sih, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/03/logo-gi-3.jpg" title="logo-gi-3.jpg"><img src="http://osolihin.wordpress.com/files/2008/03/logo-gi-3.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-3.jpg" align="left" /></a><strong> </strong>edisi 021/tahun I (9 Rabiul Awal 1429 H/17 Maret 2008)</p>
<p>Biasanya kamu-kamu pada familiar dengan istilah cewek daripada perempuan. Tul apa betul? Tapi kali ini kita akan membahas sesuatu agak lebih serius, ehem&#8230;tapi tetap dengan gaya bahasa yang kamu paham. Kita akan membahas soal perempuan bukan tentang cewek. Lha, apa bedanya? Kalo menurut saya sih, yang namanya cewek, wanita, putri, perempuan, women, itu sama saja. Tapi kalo menurut orang-orang tertentu, pemilihan kata ini bisa jadi masalah.</p>
<p>Kalau ?cewek&#8217; adalah pilihan kata yang cenderung dipakai oleh remaja-remaja seusia kamu. Kalau putri, itu adalah penghalusan aja supaya terdengar lebih sopan. Kalo <em>woman</em>, jelas-jelas ini bahasa Inggris. Tapi kalo wanita, beberapa pihak terutama kaum feminis ogah memakainya. Why? Karena kosakata wanita itu berasal dari bahasa Jawa yang artinya <em>wani ditata</em> (mau atau berani ditata). Hal ini dianggap oleh mereka yang menyatakan dirinya pejuang perempuan, adalah menghinakan karena menganggap perempuan sebagai objek saja yang bisa ?dikerjai&#8217;.<span id="more-830"></span></p>
<p>Itulah alasan mengapa mereka lebih memilih istilah perempuan karena mengandung makna ?empu&#8217; yaitu artinya bijak atau berilmu pengetahuan. Halah, sampe segitunya ya? Emang sih, bila udah berkaitan dengan perempuan, kaum feminis ini bisa sangat segitunya. Bahkan isi kitab suci-dalam hal ini al-Quran-juga sangat segitunya untuk digugat dan dipertanyakan bila berkaitan dengan kepentingan perempuan. Ciloko!</p>
<p>Oya, kali ini kita mo ngobrolin tentang Hari Perempuan yang lumayan menyita perhatian baik di TV ataupun di surat kabar. Meski udah berlalu, nggak ada salahnya dong kita membahasnya. Sebagai bekal kamu agar bijak menyikapinya bila hari perempuan ini datang lagi tahun depan, oke?</p>
<p><strong>Hari Perempuan, asal-muasalnya?</strong></p>
<p>Pasti kamu semua pada bertanya-tanya tentang Hari Perempuan sedunia ini. Sebelumnya, yuk kita tengok asal-muasal Hari Perempuan sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret lalu itu.</p>
<p>Menurut Wikipedia, hari perempuan yang diperingati setiap tanggal 8 Maret itu adalah sebuah perayaan yang memperingati kebakaran Pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan kehilangan nyawanya.</p>
<p>Gagasan tentang perayaan ini pertama kali dikemukakan pada saat memasuki abad ke-20 di tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City. Para buruh garmen memprotes apa yang mereka rasakan sebagai kondisi kerja yang sangat buruk dan tingkat gaji yang rendah. Para pengunjuk rasa diserang dan dibubarkan oleh polisi. Kaum perempuan ini membentuk serikat buruh mereka pada bulan yang sama dua tahun kemudian.</p>
<p>Di Barat, Hari Perempuan Internasional dirayakan sekitar tahun 1910-an dan 1920-an, tetapi kemudian menghilang. Perayaan ini dihidupkan kembali dengan bangkitnya feminisme pada tahun 1960-an. Pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional. <em>(www.wikipedia.org)</em></p>
<p>Hari Perempuan ini juga merupakan penanda perjuangan kaum perempuan agar haknya diakui baik dalam peran sertanya berkiprah di masyarakat maupun dalam pemilu. Soalnya kan, di zaman-zaman sebelumnya, kondisi dan nasib perempuan memang sangat memprihatinkan. Wajar aja kalo mereka ini butuh hari perempuan untuk memperingati perjuangannya. Nah, di era kekinian, gimana sih bentuk nyata perjuangan kaum perempuan ini?</p>
<p>Perempuan di masa kini, menjadi komoditi yang sedang laris-manis untuk dibicarakan. Ibarat orang jualan produk tertentu, tema tentang perempuan selalu laku untuk dijual. Orang akan segera menoleh dan menanggapi dengan antusias kalo udah ngomongin soal perempuan.</p>
<p>Fakta bahwa perempuan banyak menderita di sekitar kita, emang nggak bisa dihindari. Mulai dari kebodohan, kemiskinan, kekerasan rumah tangga hingga pelecehan seksual dan pembunuhan, perempuan selalu jadi korban. Atas dasar inilah muncul sekelompok orang yang berdalih ingin memperjuangkan kaum perempuan. Mereka inilah yang menyebut dirinya sebagai kaum feminis yang memegang erat paham feminisme.</p>
<p>Eh, asal-muasal feminisme nggak jauh-jauh banget dari munculnya hari perempuan sedunia. Insya Allah <em>next time</em>, kita akan ngobrolin hal ini juga. Sekarang kita lebih fokus ke hari perempuan aja ya.</p>
<p><strong>Perempuan dan harapan</strong></p>
<p>Kebalikan dari kenyataan di atas yang menimpa perempuan, ada sebuah harapan terukir ketika kita membicarakan sosok lembut yang satu ini. Perempuan cerdas itu harus. Bila ia cerdas, maka ia nggak akan menjadi miskin. Bila ia tak miskin, maka ia tak mudah dipancing untuk melakukan pekerjaan yang haram semisal jadi penari, penyanyi atau bahkan jual diri, hiii&#8230;<em>naudzhubillah</em>. Bila perempuan pintar, maka ia nggak akan menjadi objek kekerasan dalam rumah tangga. Ia nggak akan mudah dilecehkan karena perempuan cerdas akan tahu membawa dirinya dengan berwibawa dan elegan. Betulkah seperti itu?</p>
<p>Kenyataannya banyak perempuan yang menganggap dirinya pintar malah rumah tangganya kacau. Karena pintarnya, ia berkiprah sangat aktif di luar rumah. Ia hadir dari satu seminar ke seminar lain. Ia memberi ceramah dan penyuluhan dimana-mana. Ia mendirikan lembaga perlindungan perempuan. Ia bergaji besar dan tak pernah mengalami kemiskinan dan kekerasan. Namun, pernahkah kita tengok kondisi keluarga dan anak-anaknya? Si anak belum bangun, si ibu sudah pergi. Si anak sudah tidur, si ibu baru pulang. Begitu terus. Berulang-ulang.</p>
<p>Apakah salah menjadi perempuan aktif di luar rumah? Bukan itu masalahnya. Kecerdasan dan kepandaian saja ternyata tak mampu memberi kenyataan sesuai dengan harapan. Perempuan cerdas tanpa mempunyai pemahaman Islam yang benar, hanya menjadi mangsa perusahaan-perusahaan kapitalis. Mereka duduk manis sebagai <em>customer service</em>, marketing, bendahara dan sebagainya. Perempuan adalah salah satu mesin uang dengan memanfaatkan kecantikan dan kelembutannya untuk menggaet konsumen.</p>
<p>Perempuan pintar yang masih mengalami pelecehan seksual di jalan atau di tempat kerja juga sangat banyak. Meski tak sampai sentuhan fisik, kata-kata yang merendahkan juga termasuk ke dalam pelecehan ini. Lalu apa yang salah dengan semua ini?</p>
<p><strong>Bukan hanya tentang perempuan</strong></p>
<p>Bila perempuan mau cerdas, permasalahan yang ada saat ini tidak melulu tentang perempuan aja. Harga sembako yang mahal, minyak goreng semakin melambung harganya, minyak tanah menghilang di pasaran, pendidikan tak terjangkau, ekonomi amburadul, pengangguran meningkat, kriminalitas merajalela, apakah cuma perempuan yang susah?</p>
<p>Bapak-bapak kita susah, adik dan abang kita juga susah. Tetangga, Pak RT, Pak RW, Pak ustadz, dan kaum laki-laki pasti juga susah dengan kondisi ini. Pelecehan seksual bukan melulu ?milik&#8217; perempuan tapi laki-laki juga bisa terkena kondisi ini. Jadi sebagai perempuan jangan GR dulu dengan merasa bahwa dunia sangat tidak adil terhadapnya. Coba kita lepas kacamata kuda akibat pengaruh feminisme ini, untuk mulai terbuka melihat bahwa ini semua terjadi akibat syariah Islam dicampakkan.</p>
<p>Ketika kita mengabaikan hukum Allah, yakinlah bahwa janji Allah untuk memberi kesempitan pada kehidupan pasti akan terbukti. Sekarang ini faktanya. Semua pada mentok untuk mencari jalan keluar dari rumitnya masalah kehidupan. Ingat, ini masalah semua orang, masalah kemanusiaan secara umum, bukan melulu tentang perempuan. Bila demikian kondisinya, maka marilah bertanya resepnya kepada Yang Mahamenciptakan manusia dan kemanusiaan itu sendiri, yaitu Allah Swt., gitu gals! Paham kan?</p>
<p><strong>Back to Islam, Non!</strong></p>
<p>Bila ada sebuah rumah yang udah sangat parah kondisinya dan hampir roboh, akankah kita betulkan satu per satu batu-batanya? Mungkin bisa, tapi hal itu sangat-sangat nggak efektif dan nggak efisien. Bila ada rumah mudah goyah dan rapuh, lihatlah pondasinya. Ternyata pondasi ini dulu yang harus dibenarkan dan dikuatkan.</p>
<p>Begitu juga dengan masalah perempuan. Nasib perempuan tak akan pernah berubah bila pondasi yang dipakai masih sekularisme. Solusi yang ditawarkan juga masih berbau feminisme bawaan kapitalisme. Perjuangan yang dilakukan perempuan ibarat jalan di tempat aja. Sudah capek, tapi tak ada hasilnya sama sekali. Boro-boro pahala, malah laknat Allah yang bakal menimpa bila kaum perempuan menganggap bahwa syariat Islam itu hanya untuk jaman kuno atau malah menolak sama sekali. Ati-ati!</p>
<p>Bila perempuan nonmuslim berjuang atas nama feminisme, kita masih bisa maklum. Mereka tak punya mabda (ideologi) yang mumpuni untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Tapi bila ada seorang muslimah yang mengambil solusi selain dari Islam, kita patut bertanya-tanya. Apakah memang tidak paham, ataukah memang sengaja ingin menghancurkan Islam dari dalam? Betul nggak sih?</p>
<p>Saat ini yang menjadi tren adalah mengajak para muslimah untuk berjuang atas nama perempuan dengan dasar ide feminisme. Langkah inilah yang paling jitu untuk membuat muslimah semakin jauh dari pemahaman Islam yang benar. Pertanyaannya, apa iya kita masih juga terlena dengan solusi yang jelas-jelas makin menjauhkan kita dari Islam?</p>
<p>Islam dengan seluruh aturan hidup yang lengkap, memberi rambu-rambu bagi perempuan dan manusia seluruhnya untuk berbuat, bersikap dan beramal. Bila perempuan nonmuslim berjuang hanya sekadar untuk bisa ikut dalam pemilu di abad 19, Islam udah memberi hak itu sejak awal turunnya yaitu sekitar abad 6. Bila mereka protes untuk banyaknya pelecehan seksual pada diri perempuan, muslimah sudah dilindungi mulai dari cara berpakaiannya hingga harga dirinya. Masih ingat kan sejarah indah tentang bagaimana Khalifah al-Mu&#8217;tashim mengerahkan beribu-ribu pasukan ?hanya&#8217; untuk membela kehormatan satu orang muslimah saja?</p>
<p>Nggak ada kemuliaan kecuali dengan Islam. Namun, Islam nggak ada artinya bila dijauhkan dari kehidupan. Maka ayo kita serukan <em>Back to Islam</em>, buang semua yang merusak Islam termasuk ide feminisme, kapitalisme, sosialisme dan semua isme yang batil itu. Hal ini hanya bisa terwujud bila Islam diterapkan dengan sempurna bukan hanya dalam akidah saja tapi juga syariahnya oleh institusi negara.</p>
<p>Gimana caranya? Langkah praktis, ayo ngaji, biar kamu jadi muslimah yang nggak kupeng (kurang pengetahuan). Biar kamu nggak jadi muslimah yang gampang tergiur ide feminisme yang seolah-olah memihak perempuan, padahal mencelakakan. Biar kamu nggak mudah dibodohi dan dikadalin. Karena sesungguhnya hanya Islam yang peduli dengan nasib perempuan dan umat manusia seluruhnya. Kita nggak butuh dengan semua isme (paham) selain Islam. Ayo perempuan (termasuk cewek ya), kita berjuang dengan dasar Islam saja, bukan yang lain. Jangan mau dijajah dan disiksa oleh gaya hidup selain Islam. Kamu, para cewek&#8211;para perempuan, hanya bisa mulia bersama Islam. Akur? <em>So</em> pasti dong! <strong>[ria: riafariana@yahoo.com]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bisik-bisik-soal-cewek/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korupsi Musuh Remaja!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/korupsi-musuh-remaja</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/korupsi-musuh-remaja#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 10:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/korupsi-musuh-remaja/</guid>
		<description><![CDATA[Edisi 020/tahun I (2 Rabiul Awal 1429 H/10 Maret 2008) Wuih, negeri ini emang selalu dibikin heboh dengan urusan Korupsi-Kolusi-Nepotisme (KKN). Baru saja kita mendengar bahwa pemerintah nggak bisa lagi mengusut korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dilakukan sejumlah konglomerat. Sebabnya mereka mendapatkan &#8220;pengampunan&#8221; pemerintah di masa Presiden Megawati yang membuat Surat Keterangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-8.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" />Edisi 020/tahun I (2 Rabiul Awal 1429 H/10 Maret 2008)</p>
<p>Wuih, negeri ini emang selalu dibikin heboh dengan urusan Korupsi-Kolusi-Nepotisme (KKN). Baru saja kita mendengar bahwa pemerintah nggak bisa lagi mengusut korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dilakukan sejumlah konglomerat. Sebabnya mereka mendapatkan &#8220;pengampunan&#8221; pemerintah di masa Presiden Megawati yang membuat Surat Keterangan Lunas yang berisi <em>release and discharge</em>. Maka para obligor (penerima kucuran uang pemerintah) dipastikan bakal melenggang bebas, dan uang negara yang sebesar 138,4 triliun rupiah itu pun bakal tak bisa diselamatkan lagi.</p>
<p>Nah, belum kelar urusan dengan para penunggak dana BLBI, eh ketua tim jaksa pemeriksa kasus BLBI ikutan ditangkap. Beliau ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap sebesar Rp 6,1 miliar dari para koruptor BLBI. Ngakunya sih, uang itu hasil jual-beli permata.<span id="more-829"></span></p>
<p>Maka, pantas saja bila Jaksa Agung Hendarman Supandji marah, <em>&#8220;</em>Nama institusi rusak&#8221;. Bukan sekali ini doang aparat penegak hukum ditangkap karena terlibat kasus suap atau korupsi. Sebelumnya, anggota Komisi Yudisial, Irawadi Joenoes, ditangkap karena menerima suap. Uang haram sebesar 30 ribu US$ disimpan di kantong celana belakang, dan 600 juta rupiah disimpan dekat WC.</p>
<p>Bahkan, KPK juga tengah menyelidiki dua lembaga negara yang katanya sama-sama terhormat; Bank Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat. Ada temuan sejumlah pejabat tinggi BI menggelontorkan uang suap 100 miliar rupiah ke Komisi IX DPR RI periode sebelumnya.</p>
<p>Wah, wah, wah, apa yang terjadi belakangan di negeri ini kayaknya menguatkan anggapan banyak orang kalau Indonesia itu sarang koruptor. Banyak hasil survey yang menunjukkan kalo Indonesia selalu &#8220;berprestasi&#8221; dalam soal korupsi. Misalnya, tahun 2007, Indonesia menduduki peringkat ke-2 dalam jajaran negara terkorup di Asia, dan peringkat ke-133 dari 162 negara terkorup versi Transparency International.</p>
<p>Di era reformasi ini, KKN justru makin menggila. Ambil contoh, di jaman pemerintahan Megawati, yang katanya rajin membela wong cilik, korupsi mencapai Rp 166,5 triliun. Pada waktu itu, Badan Pemeriksa Keuangan menemukan 22 kasus yang berindikasi KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dengan nilai nominal Rp166,5 triliun dan US$ 62,7 juta selama kurun 1999-2003. Artinya, setiap tahun uang negara yang dikorupsi mencapai Rp 321, 98 triliun.</p>
<p>Edunnya lagi, di jaman reformasi ini terjadi yang namanya pemerataan korupsi. Kalo kita rajin nyimak beragam berita soal korupsi, makin banyak aja pejabat pemerintah daerah yang terlibat KKN. Ada gubernur, bupati, walikota, sampai kepala desa. Malah tentara juga terlibat korupsi, seperti yang dilakukan sejumlah oknum TNI yang menyikat jatah tabungan anggotanya di ASABRI. Sejumlah jenderal juga terlibat korupsi pada pembelian dua unit helikopter Bell-412 dan satu unit pesawat Cassa 212-200 untuk kebutuhan militer TNI dari PT Dirgantara Indonesia (DI) yang merugikan negara sekitar Rp 51 miliar.</p>
<p>Yang bikin kita tambah gemes, ada kecenderungan korupsi dilakukan berjamaah! Yup ini, terlihat dari penangkapan sejumlah ketua DPRD I atau II beserta anggota-anggotanya akibat melakukan korupsi. Seperti di Kampar, 7 anggota DPRD dijebloskan ke dalam penjara karena korupsi dana bantuan Rp 210 juta.</p>
<p>Sudah begitu, apa saja kini bisa dikorupsi. Bikin SIM, STNK sampai KTP sarat KKN. Malah sejumlah aparat desa tega mengorupsi jatah beras miskin (raskin) warga kampungnya. Beras itu dijual oleh mereka atau dibagi-bagikan hanya untuk kerabatnya. Ampun, jatah orang miskin masih disikat juga. Sungguh terlalu!</p>
<p><strong>Musuh remaja!</strong></p>
<p>Bro en Sis, siapa aja kudu kesel en marah mendengar dan mengetahui adanya korupsi. Termasuk kita-kita yang masih remaja. Korupsi itu musuh remaja, <em>tauk! </em>Jangan ngerasa bahwa remaja nggak dirugikan dengan yang namanya korupsi. Sadar atau nggak, korupsi jelas merugikan remaja.</p>
<p>Begini deh, dari ratusan triliun uang BLBI yang dirampok para konglomerat, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki sekolah yang rusak, menaikkan gaji guru, membayar biaya sekolah agar gratis uang pangkal+SPP, membangun desa-desa tertinggal, dsb. Banyak banget hal yang bisa dilakukan dengan triliunan uang yang dikorupsi.</p>
<p>Korupsi juga membunuh rakyat. Ratusan triliun rupiah yang diembat para koruptor itu kan bermanfaat untuk biaya pengobatan gratis bagi rakyat miskin, membantu kebutuhan sandang dan pangan, atau membuka lapangan kerja. Tapi karena uang itu hanya dinikmati segelintir orang &#8211; dengan cara terkutuk &#8211; maka banyak rakyat Indonesia yang mati karenanya. Mau berobat susah, mau bekerja susah, bahkan mau makan juga susah.</p>
<p>Para koruptor itu jelas musuh bersama. Mereka manusia berhati serigala. Mereka bisa makan enak, tidur nyenyak, punya kendaraan keren, dan anak-anaknya pun sehat-sehat dan bisa bersekolah di tempat-tempat elit di mancanegara. Sementara jutaan anak dan remaja Indonesia putus sekolah, bekerja di pabrik-pabrik, jadi pengamen di jalanan juga menjadi pengemis, dan tinggal di emper-emper toko atau kolong jembatan. Sebagian dari mereka juga ada yang menderita busung lapar, bahkan mati karena kelaparan.</p>
<p><strong>Sanksinya ringan banget!</strong></p>
<p>Tapi kenapa kok korupsi seperti kagak ada matinya di negara ini? Yang pertama karena emang pelakunya menikmati banget tuh uang hasil korupsi. Dengan miliaran bahkan triliuan rupiah, apa aja bisa mereka beli. Rumah mewah, sedan mewah macam Mercedez Benz seri 3 yang teranyar, motor gede keren, sampai bisa nyekolahin anak ke kampus-kampus keren di luar negeri.</p>
<p>Artinya, pelaku korupsi emang udah nggak mikir lagi soal kesengsaraan banyak orang, apalagi soal dosanya yang bejibun. Pelaku korupsi adalah mereka yang bermuka tembok, kulit badak, dan hatinya udah mati. Padahal korupsi jelas perbuatan dosa. Nabi saw. Bersabda: <em>&#8220;Setiap daging yang tumbuh dari barang haram maka neraka lebih layak mendapatkannya.&#8221;</em></p>
<p>Yang kedua, korupsi makin marak di tanah air karena sering dilakukan berjamaah alias bareng-bareng. Melibatkan atasan sampai bawahan. Malah sering melibatkan dari pusat sampai ke daerah. Karena itu, pelaku korupsi merasa aman. Lha wong barengan en ada bekingnya.</p>
<p>Ketiga, di Indonesia, pelaku korupsi sering dilindungi oleh atasannya, temen-temennya, tempatnya bekerja dan partainya. Bandingkan dengan di Korea Selatan misalnya, yang mantan presiden aja bisa diseret ke pengadilan. Pada 19 Mei 2002 polisi menangkap putra ketiga Presiden, Kim Hong-gul (39). Hong-gul menjadi tersangka kasus korupsi senilai 1,52 miliar won (sekitar Rp11 miliar). Ia langsung ditahan di sebuah sel kecil di penjara Seoul. Sementara itu putera keduanya, Kim Hong-up, juga menjadi tersangka kasus KKN yang lain.</p>
<p>Keempat, yang bikin KKN makin edun adalah karena sanksinya kelewat ringan. Belum ada kan di tanah air koruptor yang dihukum mati? Bandingkan di RRC, banyak koruptor yang dieksekusi. Pemerintah Cina setiap hari mengeksekusi 28 orang pelaku kejahatan. Termasuk di dalamnya adalah para koruptor. Pada tahun 2000 lalu sederet pejabat penting sebuah kota secara bersamaan juga dihukum penjara, yaitu walikota, komandan kepolisian, kepala bea cukai, kepala pelabuhan, dll. Bahkan salah seorang di antaranya adalah ketua tim pemberantasan korupsi yang dibentuk pemerintah. Di antara mereka ada yang dihukum mati (<em>suaramerdeka.com</em>, 23/04/2001).</p>
<p><strong>Berantas dengan Islam</strong></p>
<p>Pantas aja kalo Islam memusuhi abis korupsi-kolusi-nepotisme. Rasulullah saw. pernah murka pada seorang petugas zakat suku Azad yang menerima hadiah. Beliau saw. naik ke atas mimbar dan berkhutbah, <em>&#8221; Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya tidaklah aku menugaskan seseorang atas suatu pekerjaan yang dipercayakan Allah kepadaku, kemudian ia berlaku curang, maka pada Hari Kiamat ia akan datang dengan memikul unta yang mulutnya tak henti-hentinya meneteskan busa, atau sapi yang terus-terusan mengauk atau kambing yang tak berhenti mengeluarkan kotoran.&#8221;</em></p>
<p>Khalifah Umar bin Khaththab ra. pernah menyita unta milik putranya sendiri, Abdullah bin Umar ra., setelah tahu unta itu digembalakan di padang gembalaan yang merupakan fasilitas umum. Hasil penjualannya kemudian dibagi dua; separuh untuk putranya, separuh untuk baytul mal.</p>
<p>Beliau juga selalu melakukan audit terhadap harta orang-orang yang ia angkat sebagai pejabat; sebelum dan sesudah menjadi pejabat. Jika ia melihat kelebihan, maka ia tidak segan-segan menyitanya dan disimpan di baytul mal. Umar bin Khaththab juga melakukannya terhadap Abu Hurairah yang hartanya berlipat setelah jadi gubernur. Ia memanggilnya ke Madinah dan mengambil sebagian harta miliknya untuk disimpan di baytul mal.</p>
<p>Eh, kalo sekarang malah banyak orang yang kekayaannya berlipat-lipat setelah jadi pejabat. Malah ada orang yang dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia justru setelah menjadi pejabat tinggi negara.</p>
<p>Dalam Islam, KKN jelas-jelas dilarang. Nabi saw. melarang penerimaan selain gaji lho!, sabda beliau: <em>&#8220;Siapa yang kami pekerjakan atas suatu pekerjaan, kemudian kami berikan upah, maka yang ia ambil selain itu adalah kecurangan.&#8221; </em><strong>(HR Abu Daud)</strong></p>
<p>Selain itu, jika ada pejabat ketauan KKN, maka negara bakal menyita harta mereka dan mengumumkan nama-nama para pelakunya (<em>tasyhir</em>). Juga ada sejumlah sanksi lain yang akan diberikan pada mereka. Menurut Syaikh Abdurrahman al-Maliki dalam kitab <em>Nidzam Al ?Uqubat</em> pelaku korupsi diberi sanksi jilid dan penjara hingga 5 tahun.</p>
<p>Tapi bagaimana pun juga mencegah lebih baik daripada mengobati. Makanya Islam menyeleksi pejabat yang benar-benar takwa, bukan karena nepotisme atau kenalan. Selain itu juga mereka digaji yang layak agar nggak gampang tergoda melakukan korupsi. Di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz para pegawai kekhilafahan digaji sebesar 300 dinar (setara dengan 1,275 kg emas) setiap bulannya. Kebijakan ini diambil untuk mencegah terjadinya pengkhianatan para pejabat atas harta negara.</p>
<p>Guyz, pokoke nggak ada sikap untuk korupsi kecuali satu; lawan. Udah jelas korupsi itu bikin sengsara masyarakat, juga remaja. Kita kudu tunjukkan sikap anti-korupsi dan KKN lainnya. Salah satu caranya adalah bersikap amanah, jujur dan bertanggung jawab. Kalo kita dipercaya orang untuk megang uang kelas, uang OSIS, uang DKM, maka itu uang kudu dijaga dan nggak boleh dipakai untuk keperluan pribadi. Itu namanya korupsi kecil-kecilan. Jangan sampai teriak anti-korupsi tapi karena belum kebagian. Katanya, banyak orang yang anti-korupsi karena emang nggak bisa korupsi, bukan karena beneran benci ama korupsi.</p>
<p>Masalahnya, memerangi korupsi nggak bakal tuntas kalau tidak dengan landasan iman-takwa dan penegakkan syari&#8217;at Islam. Terbukti di jaman Nabi saw. KKN bisa dikurangi sekecil-kecilnya. Lha, kalo sekarang korupsi jadi budaya dan gaya hidup. <em>So</em>, kalo masih terus pake sistem demokrasi dan kapitalisme kayak sekarang, terbukti korupsi nggak ada matinye. Sebabnya apa? Ya, karena dilestarikan dan ?dibudidayakan&#8217;. Celaka! <strong>[iwan januar]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/korupsi-musuh-remaja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaga Virgin Sampe Kawin</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/jaga-virgin-sampe-kawin</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/jaga-virgin-sampe-kawin#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 01:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/jaga-virgin-sampe-kawin/</guid>
		<description><![CDATA[Edisi 015/tahun I (26 Muharam 1429/4 Februari 2008) Hayo, siapa di antara kamu yang cewek yang masih virgin? Oppss.. sori, nanyanya sensanif, eh sensitif banget ya? Ehm.. maklumlah, jaman kiwari soal virginitas kayaknya makin murah aja. Kesannya gampangan untuk diobral atau malah cuci gudang, gitu deh. Nggak percaya? Banyak kasus kok kalo kamu mau jeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-8.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" />Edisi 015/tahun I (26 Muharam 1429/4 Februari 2008)<br />
Hayo, siapa di antara kamu yang cewek yang masih virgin? Oppss.. sori, nanyanya sensanif, eh sensitif banget ya? Ehm.. maklumlah, jaman kiwari soal virginitas kayaknya makin murah aja. Kesannya gampangan untuk diobral atau malah cuci gudang, gitu deh. Nggak percaya? Banyak kasus kok kalo kamu mau jeli melihat dan merasakan bahwa hubungan cowok-cewek di kalangan remaja udah sampe batas yang mengkhawatirkan banget. Mau bukti? Coba deh baca aja koran, majalah, tabloid, atau nonton berita di televisi dan <em>surfing</em> di internet.</p>
<p>Sekadar contoh nih, Hasil survei yang dilakukan oleh <em>Annisa Fondation </em>cukup mengejutkan karena 42,3 % pelajar perempuan telah melakukan hubungan seks pra-nikah. Siaran pers lembaga independen yang bergerak di bidang kemanusian dan kesejahteraan gender ini, menerangkan sebanyak 42,3 persen pelajar di Cianjur sudah hilang keperawanannya saat duduk di bangku sekolah. Parahnya, mereka yang terlibat kegiatan seks bebas itu bukan berarti karena tidak mengerti atau tidak paham nilai agama atau budi pekerti. Sebab hampir 90 persen dari mereka mengaku praktik hubungan seksual di luar nikah merupakan perbuatan dosa yang seharusnya dihindari. <em>(Hidayatullah.com, 12/02/2007)</em><span id="more-809"></span></p>
<p>Nah lho, ini sekadar satu contoh, dulu di tahun 2002 sempat heboh juga saat penelitian yang dilakukan Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah.</p>
<p>Sobat muda muslim, emang sih dalam setiap penelitian bisa berbeda metode dan analisis datanya, itu sebabnya, banyak orang yang juga meragukan beberapa hasil penelitian. Sebabnya, mungkin saja orang bisa berbohong dengan statistik. Okelah, untuk kasus seks bebas yang salah satu dampaknya adalah harga keperawanan jadi begitu murah (backsound: dan ini berbanding terbalik dengan harga sembako untuk saat ini), sebenarnya tanpa memperhatikan hasil survei dan penelitian dari lembaga manapun, faktanya memang bisa dengan mudah kita saksikan via media massa atau dalam kehidupan sehari-hari. Lagian, survei kan ?sekadar&#8217; ingin mengetahui level positif atau negatif dari sebuah obyek survei/penelitian dalam bentuk angka atau prosentasi jumlah. Itu sebabnya, jika ada dua orang saja yang melakukan perbuatan seks bebas, artinya tetap harus menjadi perhatian dan dicari solusinya. Tul nggak sih?</p>
<p><strong>Hati-hati dengan kelaminmu!</strong></p>
<p>Sobat, pernah nggak beli barang tertentu dan nggak boleh coba-coba sebelum kita pasti akan membelinya? Ada banyak penjual barang tertentu yang sama sekali tidak membolehkan barang yang hendak dijualnya itu dijajal terlebih dahulu oleh calon pembelinya tanpa pasti akan membeli tuh barang. Memang tidak semua barang, tapi ada barang tertentu. Pengalaman saya sih, beberapa kali membeli ponsel untuk sendiri, istri dan nganter teman, tuh barang hanya boleh dilihat-lihat saja brosurnya, atau modelnya (replika) saja. Sementara barang aslinya tetap ada di kardusnya dan disegel. Baru deh ketika kita hendak membelinya dengan pasti, kardusnya dibuka, ponselnya dikeluarin dan bisa langsung digunakan. Uangnya tentu saja kita berikan karena udah jadi beli.</p>
<p>Tapi banyak juga barang yang dijual bebas dan pembeli bisa leluasa mencoba bin menjajalnya tak perlu khawatir ada kewajiban harus membelinya. Artinya, bebas mencoba dan kalo nggak cocok nggak akan dibeli. Misalnya, beli sepatu. Pengalaman sih begitu. Tapi mungkin saja kalo beli sepatunya merek terkenal dan harganya cukup mahal bisa saja sang penjual menerapkan kebijakan tanpa mencoba, pembeli hanya diperbolehkan melihat replikanya dan menyesuaikan ukurannya saja. Jika cocok dan hendak membeli maka tuh barang akan dikeluarkan dari wadahnya.</p>
<p>Bro, untuk jualan dan membeli barang saja betapa telitinya kita, betapa ketatnya menjaga kualitas, dan amat memperhatikan kesempurnaan. Dan, untuk semua itu, ada kompensasi harga yang nggak sedikit. Nah, tentu saja logikanya, untuk harga sebuah virginitas atau keperawanan ini, sangatlah mahal. Persoalannya bukan lagi menyangkut persepsi orang lain terhadap kita, tapi lebih dari itu adalah penilaian Allah Swt. terhadap ketakwaan kita. Sebab, sebagai seorang muslim, perbuatan kita senantiasa akan dipantau dan dinilai oleh Allah Swt.</p>
<p>Oke, itu sebabnya kita nggak boleh lho mengobral kelamin kita begitu murahnya, bahkan tak berharga. Jangan sampe kamu bertekuk lutut dan berbuka paha di hadapan cowok yang belum sah jadi suami kamu. Meskipun itu pacarmu, tapi tetap saja pacarmu bukan suamimu, toh? Ibarat kendaraan bermotor, kamu belum punya BPKB alias Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor. Boleh dibilang kamu &#8220;memilikinya&#8221; dengan cara ilegal (hati-hati kena tilang lho!). Iya dong, gimana bisa disebut legal, wong bukti kepemilikan aja kita nggak punya. Nah, sama dengan pacaran. Pacaran itu kan ?HTI&#8217; alias hubungan tanpa ikatan. Benar kan? Coba, memangnya kalo pacaran ada tanda bukti tertulis tentang sebuah ikatan dan perjanjian seperti halnya dalam buku nikah? Nggak ada kan? (semoga tidak ada yang nekat merencanakan bikin buku legalitas sebagai bukti pengesahan atas aktivitas pacaran. Hmm&#8230;)</p>
<p>Sobat muda muslim, ketika kamu pacaran, kamu cuma boleh bilang, dan memang cuma bisa bilang ke teman-teman kamu bahwa yang kamu gandeng ke tempat kondangan itu adalah sebagai pacarmu, bukan suamimu. Dari definisi ini saja sudah jelas bahwa pacar emang beda dengan pengertian istri atau suami. Itu artinya, tidak ada hak dan kewajiban sebagaimana yang ada dalam hubungan suami-istri. Dengan kata lain, karena statusnya sebagai pacar, maka tidak bisa (dan memang tidak boleh en nggak berhak) melakukan kegiatan layaknya mereka yang sudah terikat pernikahan. Meski kamu dalam pacaran nekat memanggil pasangan dengan &#8220;mama-papa&#8221;, tapi bukan berarti boleh juga melakukan &#8220;kegiatan mama-papa&#8221; seperti dalam ikatan pernikahan. Karena memang akan dinilai berbeda dan jelas definisi dari kegiatannya pun akan berbeda, gitu lho.</p>
<p>Misalnya, kalo kamu menggandeng tangan pacarmu dengan mesra, maka kemesraan kalian berdua justru dilarang oleh Allah Swt. Kenapa? Karena bermesraan dengan orang yang belum halal menjadi pasanganmu adalah berdosa. Tapi kalo sudah resmi menjadi suami-istri, jangankan sekadar menggandeng tangan, menciumi dan berpelukan mesra, bahkan berhubungan seksual pun halal dilakukan. Jadi intinya, kalo pas pacaran kegiatan seperti itu dinilai dosa, maka setelah menikah bernilai pahala. Jelas beda banget kan?</p>
<p><strong>Kendalikan nafsumu!</strong></p>
<p>Memang, kalo menurut PNdK alias Penelusuran Nafsu dan Kekuatan, sangat boleh jadi mereka yang pacaran sangat memenuhi kriteria ini. Maklum, soal nafsu dan kekuatan emang bisa mengalahkan akal sehat dan juga keimanan. Sebab, ketika keimanan yang cuma nyangkut di KTP itu, setan pun getol bergerilya dan menaburkan jerat-jerat dan mengobarkan hawa nafsu kepada mereka yang imannya kendor. Kalo udah gitu, setan tinggal jejingkrakan sambil diriingi irama kesesatan karena udah berhasil menjerumuskan manusia ke jurang nista karena akal sehat dan imannya terkubur hawa nafsu.</p>
<p>Benar adanya firman Allah Swt.: <em>&#8220;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?&#8221;</em> <strong>(QS al-Jaatsiyah [45]: 23)</strong></p>
<p>Sobat, dalam kamus virgin itu bermakna keperawanan. Artinya, tak pernah melakukan seks. Dalam <em>Encarta Dictionary Tools</em> misalnya, virgin diartikan sebagai: <em>somebody, especially a woman, who has never had sexual intercourse</em>.</p>
<p>Sementara pengertian perawan dalam <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em> adalah: belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; masih murni (tt anak perempuan). <em>(KBBI, 2003, hlm. 855)</em></p>
<p><em>Boys and gals</em>, dari pengertian menurut kamus tersebut, tentunya kita harus berhati-hati dengan kelamin kita. Nggak boleh diobral dan dijajal or diujicoba sebelum waktunya, yakni sebelum menikah. Pemuasan hawa nafsu melalui kelamin masing-masing hanya halal setelah adanya pernikahan di antara kalian. Kalo belum terikat pernikahan? Itu namanya perzinaan. Dosa besar dalam ajaran agama kita.</p>
<p>Dalam sebagian jalan (riwayat) hadits Samurah bin Jundab yang disebutkan di dalam <em>Shahih Bukhari</em>, bahwa Nabi saw. bersabda: <em>&#8220;Semalam aku bermimpi didatangi dua orang. Lalu keduanya membawaku keluar, maka aku pun pergi bersama mereka, hingga tiba di sebuah bangunan yang menyerupai tungku api, bagian atas sempit dan bagian bawahnya luas. Di bawahnya dinyalakan api. Di dalam tungku itu ada orang-orang (yang terdiri dari) laki-laki dan wanita yang telanjang. Jika api dinyalakan, maka mereka naik ke atas hingga hampir mereka keluar. Jika api dipadamkan, mereka kembali masuk ke dalam tungku. Aku bertanya: ?Siapakah mereka itu?&#8217; Keduanya menjawab: ?Mereka adalah orang-orang yang berzina.&#8221;</em> Ih, <em>naudzubillahi min dzalik.</em></p>
<p>Nah, itulah hukuman di akhirat nanti yang bakal dijalani oleh para pezina. Jadi, kalo sekarang ada teman-teman kamu yang merasa aman-aman saja karena nggak dapat hukuman di dunia-karena nggak diterapkan aturan Islam-siap-siaplah karena Allah akan memberi adzab yang pedih dan berat di akhirat kelak. Firman Allah Swt.:</p>
<p><em>&#8220;Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): &#8220;Rasakanlah azab yang membakar ini&#8221;.</em><strong> (QS al-Hajj [22]: 22)</strong></p>
<p>Lalu, bagi yang menjaga diri dari perbuatan tersebut? Allah akan memberikan pahala dan tempat yang baik di surga.</p>
<p>Abu Hurairah dan Ibnu Abbas r.a. berkata: &#8220;Rasulullah Saw. berkhutbah sebelum wafatnya, yang di antaranya beliau bersabda: <em>&#8220;Barangsiapa mampu bersetubuh dengan wanita atau gadis secara haram, lalu dia meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah menjaganya pada hari yang penuh ketakutan yang besar (kiamat), diharamkannya masuk neraka dan memasukkannya ke dalam surga.&#8221;</em> <strong>(Ibnu Qayyim al-Jauziyyah</strong>, dalam <em>Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin).</em></p>
<p>Hmm.. adil banget. Untuk yang maksiat, ganjarannya neraka, dan untuk yang beramal shalih, ganjarannya surga. Ayo, pilih mana? Orang cerdas dan takwa, pasti pilih surga<em>.</em></p>
<p><em>So</em>, buat kamu para cewek, kendalikan nafsumu: jaga virgin sampe kawin! Gimana, setuju kan? <strong>[solihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/jaga-virgin-sampe-kawin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasib &#8220;Bangsa Tempe&#8221;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/nasib-bangsa-tempe</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/nasib-bangsa-tempe#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 05:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/nasib-bangsa-tempe/</guid>
		<description><![CDATA[Edisi 014/tahun I (19 Muharam 1429/28 Januari 2008) Seorang penjual gorengan langganan saya bilang: &#8220;Mas, karena terigu dan minyak goreng mahal, mungkin awal bulan depan nih bakalan seribu rupiah sebiji,&#8221; katanya saat saya tanya harga tempe dan bakwan goreng, yang dijualnya saat ini kok udah naik jadi lima ratus rupiah sebiji, padahal ukurannya segede-gede upil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-8.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" />Edisi 014/tahun I (19 Muharam 1429/28 Januari 2008)</p>
<p>Seorang penjual gorengan langganan saya bilang: &#8220;Mas, karena terigu dan minyak goreng mahal, mungkin awal bulan depan nih bakalan seribu rupiah sebiji,&#8221; katanya saat saya tanya harga tempe dan bakwan goreng, yang dijualnya saat ini kok udah naik jadi lima ratus rupiah sebiji, padahal ukurannya segede-gede upil (backsound: ih, itu masih mending dong, daripada upil yang segede-gede bakwan!)</p>
<p>Sobat, kita bisa ngerasain sih gimana susah dan beratnya kondisi ekonomi saat ini. Penjual gorengan di atas sekadar satu contoh, kita masih yakin ada banyak ribuan pedagang lainnya yang kebingungan jualan. Naikkin harga atau ngurangi ukuran barang dagangannya, sama-sama nggak enak. Kasihan ya? Belum lagi di rumah tangga, kalo ini sih hampir seluruh rumah tangga di Indonesia kayaknya perlu deh yang namanya terigu dan minyak goreng. Total bisa jutaan orang yang merana gara-gara naiknya harga sebagian bahan pokok tersebut.<span id="more-802"></span></p>
<p>Bro, kita juga kemarin-kemarin sempat dibuat kalang-kabut waktu tempe dan tahu ngilang dari peredaran, padahal bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah, kebutuhan protein paling mungkin adalah disuplai dari tahu dan tempe. Kalo ngarepin daging kayaknya tinggal impian aja (iya, masa&#8217; sih mo nekat makan daging sendiri?&#8221;), terus berhenti berharap juga untuk dapetin telur karena harganya latah ngikut naik. Tapi gimana jadinya kalo sumber protein yang murah-meriah macam tempe dan tahu aja susah didapat? Sedih banget deh nasib kita-kita.</p>
<p><em>So</em>, sebagai remaja bukan berarti kita berhenti atau ngelewatin pembahasan kayak beginian. Justru sebaliknya kita wajib peduli dengan kondisi seperti ini. Syukur-syukur kalo kemudian bisa memberikan kontribusi atau sumbangan pemikiran untuk nyadarin masyarakat tentang kondisi kita saat ini dan sebaiknya apa yang kudu dilakukan untuk menghadapi persoalan ini. Tul nggak sih? Jangan diem aja, apalagi PPH (Puluhak Polohok Heuay-itu bahasa Sunda, artinya: Bengang-Bengong, Nguap aja! Hihihi).</p>
<p><em>Boys and gals</em>, remaja macam kita seharusnya nggak usah malu ngebahas dan tahu soal ini. Jangan cuma bisanya ngabisin duit jatah dari ortu untuk jajan menuhin perut aja atau untuk dugem semata. Kalo kita udah ngeh dengan persoalan ini, kan kita bisa ngasih pendapat untuk nyari jalan keluar dari problem ini. Setuju kan, Bro en Sis?</p>
<p><strong>Kita bisa mandiri, kok</strong></p>
<p>Tempe dan tahu yang sempat ngilang dan dicari-cari banyak orang ternyata bahan dasarnya, yakni kacang kedelai malah diimpor. Sekitar 60% adalah hasil impor dari Amerika Serikat. Maklum, konon kabarnya lebih baik ngimpor karena harganya murah ketimbang harus memberikan subsidi untuk produksi pertanian kedelai di dalam negeri yang belum tentu hasilnya bagus. Padahal, sekadar tahu aja ya, kebijakan impor ini bisa berdampak nggak sehat dan rawan manipulasi serta mudahnya mempermainkan harga. Bener lho. Bagi pengusaha importir yang nakal, atau kalo pun dikelola oleh badan negara tapi mental pejabatnya bobrok, ya bisa juga tuh barang ditimbun dulu. Nggak disalurkan langsung. Nah, ketika masyarakat panik nyari, baru deh dikeluarin tuh kacang kedelai kemudian dijual dengan harga mahal. <em>So</em>, yang menanggung derita adalah pengusaha kecil pembuat tempe dan tahu, penjualnya, serta <em>end user </em>macam kita-kita ini. Hmm.. itu sih ?pembunuhan&#8217; massal secara perlahan-lahan namun pasti.</p>
<p>Bro, kalo emang kita ingin lebih mandiri, sebenarnya bisa kok. Iya, kita nggak mesti bergantung terus kepada orang lain atau pihak lain. Sementara kita hanya ongkang-ongkang kaki pengen nerima enaknya aja sambil berharap harga-harga murah. Beuuuh itu sih namanya Pungguk merindukan planet pluto (backsound: kalo pluto masih dianggap planet saat ini). Iya, maksudnya susah alias nyaris mustahil bisa menyelesaikan masalah, gitu lho.</p>
<p>Mandiri di sini maksudnya adalah kita bisa memberikan kesempatan kepada para petani kedelai di sini untuk menanam kedelai dan menjualnya dengan harga yang layak, bukan lewat para tengkulak tapi langsung ke badan pemerintah yang menangani persoalan ini seperti Bulog, misalnya. Jangan dibiarkan seperti sekarang, petani berjuang <em>alone</em> alias sendirian melawan importir yang jaringannya sudah menggurita di mana-mana. Kasihan deh para petani kedelai yang harus berjuang sendirian, wong klub sepakbola Liverpool aja masih punya dukungan dari <em>liverpudlian</em> alias fans berat Liverpool dan punya lagu &#8216;kebangsaaan&#8217; <em>You Will Never Walk Alone</em> untuk menyemangati tim kesayangannya saat bertanding melawan rival-rivalnya.</p>
<p>Jika mekanismenya benar dan baik, insya Allah kita nggak usah berharap banyak kedelai buatan asing, gitu lho. Sebab, kalo dibiarin kayak gini-berharap dari barang impor, kita nggak punya <em>bargaining position</em> alias posisi tawar, bahkan untuk ngurus makanan &#8220;rumahan&#8221; dan murah seperti tempe dan tahu kesannya jadi nunggu jatah dan belas kasihan pihak lain. Hehehe, kalo dipikir lebih lanjut, mungkin kita bisa ketawa sendiri, jangankan bersaing di bidang teknologi komunikasi dan militer, wong mau produksi tempe dan tahu aja bahan bakunya nunggu jatah dari Amerika. Tragedi buanget, rek!</p>
<p>Memang sih nggak semudah ngebalikkin telapak tangan ngurus kayak ginian, tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan kan? Asal ada kemauan dan usaha yang dilengkapi dengan doa, insya Allah nggak ada yang nggak mungkin untuk diraih. Kita jadi mandiri ke depannya dan nggak manut saja dengan kebijakan yang ada jika hal itu memang merugikan bahkan menyengsarakan diri kita dan seluruh masyarakat di negeri ini. Setuju?</p>
<p><strong>Jangan impor budaya dan gaya hidup</strong></p>
<p>Yup, kalo kekurangan beras dan kekurangan kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu kemudian jalan keluarnya adalah ngimpor dari negara lain, mungkin kita masih bisa bertahan hidup dan sehat jasmani walaupun kudu keluar duit lebih banyak. Tapi gimana jadinya kalo yang diimpor adalah budaya dan gaya hidup yang rusak bin bejat?</p>
<p>Hmm.. kita udah bisa saksikan sendiri bahwa beberapa budaya negeri ini udah kalah pamor dengan budaya asing. Apalagi kalo bicara budaya Islam, mengingat sebagian besar penduduk negeri ini adalah kaum muslimin, wuih, jauh banget deh. Budaya Islam sebagai identitas kehidupan malah diilangin dan diganti dengan budaya sekuler yang jelas-jelas hasil impor dari bangsa lain.</p>
<p>Oya, impor-mengimpor sebenarnya boleh-boleh aja, selama yang diimpor adalah hal yang mubah macam barang kebutuhan pokok golongan pangan, atau ngimpor barang sandang sekalipun termasuk teknologi nggak masalah selama hal itu memang nggak ada hubungannya dengan akidah atau ideologi tertentu yang bertentangan dengan ajaran Islam saat harus menggunakan produk tersebut.</p>
<p>Nah, yang jadi masalah adalah kalo yang diimpor itu adalah sesuatu yang berbahaya, seperti gaya hidup yang bertentangan dengan ajaran Islam. Oya, untuk yang mubah sekalipun, tapi kemudian upaya impor itu bikin kita nggak mandiri dan malas tentu bisa membahayakan juga. Karena kita jadi tergantung banget dengan negara lain untuk memenuhi hajat hidup kita tersebut. Tul nggak sih?</p>
<p>Sobat muda muslim, jangan sampe kita diperparah di berbagai sisi. Udah <em>mah</em> kita merana karena kebutuhan bikin tempe dan tahu aja harus nunggu jatah impor, untuk makan nasi aja harus menanti kucuran beras impor, eh untuk ngatur kehidupan kita pun malah rela menggunakan produk impor. Lengkap sudah penderitaan kita.</p>
<p>Kaum muslimin, tentunya hanya wajib menggunakan produk budaya dari Islam, bukan dari impor budaya asing yang bertentangan dengan Islam. Maka, aneh bin ajaib kalo ada seorang muslim yang menjadi aktivis berat seks bebas. Sebab, seks bebas tak pernah ada dalam ajaran Islam, dan itu hanya ada di jaman pra Islam dan jaman sekarang yang menganut ide liberalisme. Tentu saja, itu produk impor budaya yang membahayakan kehidupan kaum muslimin jika diadopsi oleh kaum muslimin untuk mengatur kehidupannya.</p>
<p>Demokrasi, HAM, sekularisme, liberalisme dan segala turunannya sama sekali bukan produk budaya Islam, tapi itu produk impor dari ideologi lain. Namun amat disayangkan, ternyata banyak kaum muslimin yang lebih bangga menyandang gelar liberal atau sekuler ketimbang menyandang gelar muslim yang taat kepada ajaran Islam. Anehnya pula, ternyata banyak intelektual muslim yang lebih merasa percaya diri berpegang teguh kepada demokrasi dan HAM ketimbang kepada al-Quran dan produk akidah dan syariat Islam lainnya. Tapi, inilah kenyataan di depan mata kita, di lingkungan yang setiap hari kita diami dan kita terlibat di dalamnya. Betapa parahnya kehidupan kaum muslimin. <em>So</em>, hentikan diam kita. Jangan sampe nasib &#8220;bangsa tempe&#8221; berpenduduk muslim terbesar ini mentalnya makin lembek dan kian keropos digerus liberalisasi gaya hidup dan dihempas kemiskinan yang kian menjadi-jadi.</p>
<p><strong>Jalan keluar</strong></p>
<p>Sebenarnya kita bisa mandiri dan bahkan kehidupan kita akan mendapat berkah dari Allah Swt. jika kita tetap berpegang teguh (beriman dan bertakwa) pada keyakinan agama kita. Allah Swt. berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&#8221;</em> <strong>(QS al-A&#8217;raaf [7]: 96)</strong></p>
<p>Tapi yang terjadi sekarang? Beeuuh! Malu banget deh kalo harus ngomongin keimanan dan ketakwaan di antara kita. Bisa dibuktiin sendiri faktanya. Mana mungkin kalo beriman dan bertakwa dengan mantap masih aktif seks bebas, korupsi, membunuh, mencuri, memperkosa, menipu, ngisep ganja, pamer aurat, dan ragam tidak kriminal dan perilaku asusila lainnya yang nyaris setiap hari bisa kita tahu beritanya di media massa atau menyaksikan sendiri di lingkungan sekitar.</p>
<p>Maka, untuk memperbaiki nasib kita saat ini, ada beberapa langkah yang kudu ditempuh dengan benar dan baik: 1) perkokoh akidah islamiyah; 2) taat syariat Islam; 3) semarakkan dakwah Islam. Sementara untuk menempuh tiga jalan di atas, cara paling efektif adalah belajar. <em>So</em>, kalo emang mau berubah, tekadkan dengan kuat untuk mulai belajar tentang Islam dengan benar dan baik. Agar kehidupan kita lebih baik lagi dari sekarang. Lebih mandiri dan lebih kuat. Cukup sudah nasib buruk &#8220;bangsa tempe&#8221; sampe di sini saja. Kita songsong kehidupan yang lebih baik dan mandiri dengan landasan keyakinan dan prinsip hidup yang kokoh dan kuat, yakni akidah Islamiyah. Tetap semangat! <strong>[solihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/nasib-bangsa-tempe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Balada Para Game-Mania</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/balada-para-game-mania</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/balada-para-game-mania#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 04:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/balada-para-game-mania/</guid>
		<description><![CDATA[Edisi 013/tahun I (12 Muharam 1429/21 Januari 2008) Yang namanya permainan emang nggak ada matinya. Inget jadul &#8211; jaman dulu &#8211; kita suka maen gobag sodor, kelereng, layangan, dll. Biasanya hampir nggak inget waktu. Main dari dluhur sampe ampir maghrib. Sholat aja bisa keliwat, bro! Nah, berhubung ini jaman udah canggih, dolanan anak sekarang juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-8.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" />Edisi 013/tahun I (12 Muharam 1429/21 Januari 2008)</p>
<p>Yang namanya permainan emang nggak ada matinya. Inget jadul &#8211; jaman dulu &#8211; kita suka maen gobag sodor, kelereng, layangan, dll. Biasanya hampir nggak inget waktu. Main dari dluhur sampe ampir maghrib. Sholat aja bisa keliwat, bro!</p>
<p>Nah, berhubung ini jaman udah canggih, dolanan anak sekarang juga ikutan canggih; video game. Tengok aja di tempat kamu tinggal. Ampir tiap gang ada rental PS 2. Belum lagi yang rental-rental komputer en warnet nggak cuma nyediain jasa pengetikan, tapi juga penyewaan game. Dengan teknologi on line orang bisa main game rame-rame.</p>
<p>Nggak cuma itu, dengan ditemukannya dunia maya, kini game juga bisa dimainkan lintas kota malah lintas benua. Banyak temen-temen kamu yang sering main game on line bareng dengan gamer dari berbagai lokasi.</p>
<p>Tapi buat kamu yang udah menyandang sebutan gamer, nyadar nggak sih sebetulnya video game itu juga menyimpan efek negatif? Nah, kalo belum tahu itu yang mau kita omongin di gaulislam edisi kali ini.<span id="more-801"></span></p>
<p><strong>Hukum main <em>video game</em></strong></p>
<p>Yang namanya permainan pastinya diciptakan untuk menghibur. Ya, kalo pikiran udah mampet, badan terasa letih, manusia manapun pastinya butuh hiburan. Baik untuk mengalihkan kesibukan atau melepaskan ketegangan. Itulah tujuan permainan, ajang relaksasi/istirahat bagi kita.</p>
<p>Nah, soal menghibur diri, sudah diberikan aturannya oleh agama. Mencari hiburan buat seorang muslim adalah boleh/mubah selama dengan yang halal. Tapi kalau sudah menghibur diri dengan yang haram ya jelas haram dong.</p>
<p>Ada kisah yang menarik ketika seorang sahabat yang bernama Handhalah al Asidi ra. berdialog dengan Nabi Muhammad saw. Suatu ketika ia mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, &#8220;Handhalah telah berbuat nifak, duhai Rasulullah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa gerangan yang menimpamu?&#8221; tanya Beliau saw.</p>
<p>&#8220;Duhai Rasulullah, kami saat bersamamu diingatkan tentang neraka dan surga sehingga kami seolah-olah menyaksikannya dengan mata kepala kami sendiri, tetapi jika kami telah pergi darimu dan menjumpai istri-istri dan anak-anak kami, kami banyak lupa dan lalai.&#8221;</p>
<p>Rasulullah saw. berkata, <em>&#8220;Demi jiwaku yang berada di genggamanNya, sesungguhnya jika kalian tetap berada pada apa yang ada di sisiku, dan berzikir, niscaya para malaikat akan bersamamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalanmu, akan tetapi duhai Handlalah sesaat, sesaat, sesaat&#8221;</em> <strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p>Ya, kalo hidup ini diisi dengan keseriusan melulu, atau malah ibadah melulu, kalbu manusia bisa mencapai titik jenuh. Lama-lama orang bisa stres. Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah berkata, <em>&#8220;Hiburlah hatimu sekadarnya, sebab hati itu apabila lelah ia menjadi buta.&#8221;</em></p>
<p>Mengenai permainan dan hiburan ini para ulama membagi menjadi dua macam. Pertama, hiburan dan permainan yang haram, seperti berjudi, tari-tarian erotis dan dibawakan oleh pria dan wanita di muka umum, juga nyanyian yang berlirik merusak agama, dsb.</p>
<p>Kedua, hiburan dan permainan yang boleh (mubah), seperti olahraga, nyanyian dengan lirik yang sopan juga tarian yang dibawakan di hadapan mahram atau suami, bepergian dengan keluarga (tamasya), dsb.</p>
<p>Imam Syathibi dalam kitabnya <em>al-Muwafaqat</em> jilid II hlm. 195 berkata: <em>&#8220;Hiburan, permainan dan keadaan yang kosong dari kesibukan/santai, jika tidak terdapat suatu hal yang terlarang adalah mubah/boleh.&#8221;</em> Lebih lanjut beliau berkata lagi, <em>&#8220;Namun demikian hal ini tercela dan tidak disukai oleh para ulama, bahkan mereka tidak menyukai seseorang yang dipandang tidak berusaha untuk memperbaiki kehidupannya di dunia maupun tempat kembali di akhirat kelak, karena ia telah menghabiskan waktunya dengan berbagai macam kegiatan yang tidak mendatangkan hasil duniawi atau ukhrawi. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakim dengan sanad shahih, ?Setiap permainan di dunia ini adalah batil, kecuali tiga hal; memanah, menjinakkan kuda, dan bercanda dengan istri &#8230;&#8217;&#8221;</em> Yang dimaksud batil di sini adalah sia-sia atau tidak berguna.</p>
<p>Bermain video game ya boleh-boleh saja. Selama tujuannya untuk menghibur diri. Lagipula bermain itu memang memberikan manfaat lho buat kita. Dalam buku <em>Game-Mania</em> yang kebetulan saya tulis, saya mencantumkan pendapat para pakar mengenai manfaat permainan video game ini. Menurut Antropolog UGM Dr Heddy Shri Ahimsa-Putra permainan berteknologi tinggi seperti halnya permainan elektronik, pada dasarnya tidak bersifat negatif. ?&#8217;Permainan elektronik seperti <em>video game</em> dan permainan sejenisnya, pada dasarnya tidak bersifat negatif. Masalahnya, dalam permainan itu si anak diajak bermain lebih baik, untuk mencapai hasil yang lebih tinggi. Jadi sifatnya, lebih pada memberikan tantangan,&#8221; jelasnya. Wah, girang banget deh para <em>gamer</em>.</p>
<p>Pakar pendidikan anak-anak dan remaja, Kak Seto Mulyadi juga berpendapat bahwa beberapa game juga melatih kemampuan anak mengatur strategi dan taktik. Para <em>gamer</em> juga dilatih untuk mengembangkan kecerdasan moral. Tapi beliau juga berpesan agar orangtua mendampingi anak-anaknya bermain, mengajak berdiskusi, dan mengatur waktu.</p>
<p><strong>Sst, ada bahayanya juga</strong></p>
<p>Guyz, apapun di dunia ini kalau udah overdosis pastinya berbahaya. Kebanyakan makan bikin perut sakit, kebanyakan minum bikin perut kembung, dsb. Nah, kebanyakan main video game juga sama berbahaya. Ternyata banyak penelitian yang menunjukkan ancaman video game terhadap kesehatan seorang gamer yang udah kecanduan.Dalam buku <em>Game-Mania</em> dituliskan sejumlah gangguan kesehatan yang mengancam para gamer kalo udah kecanduan. Di antaranya:</p>
<p><strong>Pertama, sindrom pada tangan</strong>. Pernah ngerasa pegel-pegel pada jari dan tangan sehabis main <em>video game</em>? Sering? Ati-ati, brur! <em>Cos</em>, menurut catatan Gavin Cleary seorang dokter di Rumah Sakit <em>Great Ormond Street London</em>, gamer yang memakai <em>joystick</em> atau <em>pad</em> dengan mode getar (<em>vibrate</em> <em>mode</em>) selama 7 jam sehari, bisa terkena semacam sindrom berupa pembengkakan dan rasa nyeri pada tangan pemakainya.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> <strong>nyakitin otak</strong>. Wacks! Siapa sih yang mau otaknya rusak? Emang nggak ada yang mau, tapi kenyataannya <em>video game</em> bisa merusak otak. Satu penelitian di Inggris menunjukkan bahwa permainan <em>video game</em> dapat mempengaruhi komposisi sekresi dopamin di otak. Perubahan ini diduga terkait dengan tingkat kepekaan otak dalam merespon sejumlah input rangsangan syaraf. Dari analisa terhadap citra hasil pemindaian <em>scanning</em> otak yang dilakukan oleh Dr Paul M. Grasby dan koleganya di Hammersmith Hospital dan Imperial College of Medicine, London, menjejak adanya aktivitas yang memacu pelepasan dopamine. Dopamine adalah satu senyawa kimia yang bertanggungjawab dengan masalah koordinasi gerak dan kegiatan nalar. Oya, kecanduan main game juga bisa memicu penyakit <em>schizophrenia</em> dan depresi, lho. Mau kena <em>schizophrenia?</em> Iy, amit-amit!</p>
<p><strong>Ketiga, merusak mata</strong>.<strong> </strong>Wah, ini sih untuk nakut-nakutin anak kecil! Suer, ini serius! Bukan cuma untuk nakut-nakutin. Boleh aja para gamer yang udah kecanduan nggak percaya. Tapi simak dulu penuturan DR. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Dr., Sp.M., Kepala Bagian/KSMF Ilmu Penyakit Mata FKUI/RSCM.</p>
<p>Dijelaskan oleh beliau bahwa pada mata yang normal, bayangan benda dari tempat yang jauh akan jatuh dalam titik fokus tanpa mata perlu kerja. Mata kita baru perlu kerja kalau melihat dekat. Soalnya bila melihat dari jarak dekat, bayangan benda akan jatuh di belakang retina atau syaraf mata.</p>
<p>&#8220;Nah, sekarang kalau kita melihat <em>video game</em>, di sana ada beberapa unsur yang berbeda,&#8221; kata dokter yang pernah dianugerahi predikat sebagai peneliti muda terbaik bidang kedokteran pada tahun 1994 oleh LIPI.</p>
<p>Apanya yang beda? Satu, jaraknya. Dengan jarak yang demikian dekat, berarti mata harus bekerja berat. Dua, coba bandingkan kerja mata kita antara main <em>video game </em>dengan membaca koran atau buku. Waktu membaca surat kabar biasa yang hitam-putih, maka mata kita tidak akan mendapatkan banyak masalah seperti soal warna. Juga tidak ada masalah kontras, ketajaman dan sebagainya. Tapi pada <em>video game</em>, selalu ada <em>background</em> warna, masalah kontras, juga <em>brightness</em> (kecerahan). Dalam hal ini, anak-anak biasanya tidak begitu peduli dengan masalah kontras dan sebagainya itu.</p>
<p>Tiga, soal kecepatan. Pergerakan pada layar <em>video game</em> itu diatur oleh kecepatan komputer atau mesinnya. Makin cepat mesin bergerak, makin cepat mata si anak harus mengejar. Tak pelak lagi, matanya tidak pernah punya kesempatan untuk istirahat. Dari jarak dekat, mata si anak terus bekerja, melirik ke kiri dan ke kanan. Begitu pun tangannya, aktif memencet tombol.</p>
<p>&#8220;Bila dibandingkan orang dewasa yang kerja biasa misalnya membaca atau menulis, maka mata anak-anak itu (para gamer) bekerja dua setengah hingga empat kali lebih berat,&#8221; papar dosen teladan ke II dalam seleksi yang diadakan FKUI pada tahun 1995 ini.</p>
<p>Nah, gimana masih sayang nggak sama badan sendiri? Main gim boleh-boleh saja, tapi kalau sampai tangan kena sindrom, otak jadi <em>schizofrenia</em>, en mata jadi cape, pikir-pikir lagi. Seorang remaja muslim yang oke, pastinya sayang sama badannya sendiri. Inget lho, badan kita cuma satu-satunya. Susah malah mustahil ada <em>sparepart</em> untuk organ-organ tubuh kita. Karena itulah Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya pada badanmu ada hak dan sesungguhnya pada matamu ada hak,&#8221; </em><strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p><em>So</em>, bukannya kagak boleh main <em>video game</em>. Tapi inget kesehatan, bro! Sebagai peringatan terakhir, ada seorang cowok asal Korea Selatan, 38 tahun, tewas akibat kelelahan setelah main game di internet selama 10 hari nonstop. Menurut polisi, laki-laki itu bermain sepanjang hari dari pagi hingga malam dan bahkan sering melewatkan waktu tidur (<em>Koran Tempo</em>, 15/12/2005). Ck,ck, ck. Jadi, bukan cuma putaw aja yang bisa bikin orang ?lewat&#8217; kalau OD (overdosis), <em>video game</em> juga bisa bisa ?membunuh&#8217; orang.</p>
<p>Selain menimbulkan gangguan kesehatan, main video game yang mencapai level overdosis juga menimbulkan efek antisosial. Iyalah, seorang gamer yang udah <em>addicted</em> pastinya malas keluar rumah, ogah ketemu keluarga, belajar jadi loyo. Banyak lho karyawan yang kerjanya amburadul gara-gara kecanduan main game baik di PC ataupun konsol macam PS.</p>
<p>Yang juga kudu diwaspadi, nggak sedikit game yang muatannya antisosial seperti kekerasan dan pornografi. Tahun lalu pemerintah Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa mem-<em>banned</em>/melarang peredaran game bertitel <em>Manhunt 2</em>. Ini game konon isinya mengumbar sadisme. Dan masih banyak lagi game-game baik untuk konsol ataupun PC yang peredarannya diawasi ketat oleh sejumlah negara, baik karena mengumbar sadisme, pornografi atau rasialisme.</p>
<p>Jadi gimana dong? Saran kita neh, utamakan deh kegiatan yang positif, mencerdaskan akal, memajukan umat Islam dan menyehatkan badan ketimbang main video game. Apalagi di Indonesia belum ada tuh badan resmi yang melakukan pengawasan terhadap isi game-game yang beradar. Padahal banyak di antara game itu yang isinya bisa ngerusak generasi muda. Halah, bangsa Indonesia memang telat mulu kalo udah urusan yang bener dan baik. Plus, cenderung cuek, gitu. <em>Kacian</em> deh para <em>gamer</em>. <strong>[iwan januar] </strong></p>
<p align="right"> <!--[if supportFields]&amp;gt;<b></b>tc &quot;<i>tiga hari kemudian. </i><b>[Abdullah Ibnu Mubarak]</b><b>&quot;</b>&amp;lt;![endif]&#8211;><!--[if supportFields]&amp;gt;<b></b>&amp;lt;![endif]&#8211;></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/balada-para-game-mania/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Super Mama yang Sebenarnya</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/super-mama-yang-sebenarnya</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/super-mama-yang-sebenarnya#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 07:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/super-mama-yang-sebenarnya/</guid>
		<description><![CDATA[Edisi 012/tahun I (5 Muharam 1429/14 Januari 2008) &#160; Acara Supermama di stasiun TV Indosiar cukup menyita perhatian banyak orang. Kelanjutan Mamamia ini diyakini menjadi tontonan favorit karena melibatkan ibu dan anak yang notabene artis berwajah cantik dan ganteng. Kebolehan menyanyi diadu di atas pentas. Sang ibu diminta berpromo tentang anaknya di depan seratus juri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-8.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" /><em>Edisi 012/tahun I (5 Muharam 1429/14 Januari 2008)</em></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Acara <em>Supermama</em> di stasiun TV Indosiar cukup menyita perhatian banyak orang.  Kelanjutan <em>Mamamia</em> ini diyakini menjadi tontonan favorit karena melibatkan ibu dan anak yang notabene artis berwajah cantik dan ganteng. Kebolehan menyanyi diadu di atas pentas. Sang ibu diminta berpromo tentang anaknya di depan seratus juri <em>votelock</em> agar tidak tereliminasi.</p>
<p align="justify">Banyolan di sana-sini oleh sang host membuat  tontonan ini semakin digemari. Dengan hanya sekitar lima pasang kontestan,  acara <em>Supermama</em> membutuhkan waktu sekitar lima jam yaitu mulai pukul 6 hingga 11 malam. Wow! Dengan alokasi waktu sebanyak itu, betulkah acara <em>Supermama</em> mampu menghadirkan sosok mama yang super-duper? Ataukah <em>Supermama</em> ini sekadar lip service dunia infotainment yang jelas-jelas merupakan kepanjangan kapitalis? Yuk, kita kupas sama-sama bareng gaulislam.<span id="more-795"></span></p>
<p align="justify"><strong>?Sihir&#8217; <em>Supermama</em></strong><br />
Kemampuan menyihir bukan hanya nenek sihir ataupun  milik <em>Harry Potter</em> yang emang bercerita tentang pernik-pernik dunia kepenyihiran. Kemampuan menyihir juga dimiliki oleh media bernama televisi dengan berbagai ragam acara unggulannya. <em>Supermama</em> hanyalah salah  satunya yang dianggap mampu meraup rating tinggi sehingga memancing pemasang  iklan untuk berdatangan. <em>So</em>, banyaknya iklan itu bermakna banyaknya duit  yang akan berhamburan untuk acara tersebut.</p>
<p align="justify"><em>Supermama</em> adalah ide brilian untuk menyedot iklan setelah pemirsa dibuat bosan dengan acara pencarian idola semacam AFI (Akademi Fantasi Indosiar) dan <em>Indonesian  Idol</em>. Kenapa saya katakan brilian? Karena melibatkan sosok seorang mama atau ibu adalah hal yang sangat alami dibandingkan dengan program apa pun juga. Mama adalah sosok istimewa di hati manusia, siapa pun dia adanya. Sosok ini mampu menggugah sisi lembut manusia secara universal.</p>
<p align="justify">Kakak saya cowok bisa berkaca-kaca matanya setiap  menyaksikan acara <em>Mamamia</em> yang merupakan pendahulu ide <em>Supermama</em>. Kenapa? Ia terharu melihat sosok ibu yang bernyanyi dengan harmonis bersama putrinya. Lalu dosen saya sering menyebut sistem penjurian dalam acara <em>Mamamia</em> dan <em>Supermama</em> sebagai contoh dalam salah satu mata kuliah. Bisa ditebak, beliau ini pastilah fans berat acara tersebut. Sebab kalau nggak, bagaimana bisa beliau menyebutkan setiap perkembangan acara <em>Supermama</em> dengan  detil?</p>
<p align="justify">Dua contoh di atas hanya sedikit bukti tentang  keberadaan ?sihir&#8217; <em>Supermama</em>. ?Sihir&#8217; yang tanpa sadar mampu menyihir pemirsa untuk duduk manis selama kurang lebih lima jam! Bandingkan waktu sebanyak itu dengan berapa lama kamu belajar, mengaji, menghapal rumus fisika, dan hapalan surat dalam al-Quran. Walah, pastinya ?sihir&#8217; <em>Supermama</em> jauh  lebih top. Belum lagi acaranya yang tersela oleh adzan Maghrib, apa iya sih  para juri <em>votelock</em>, kontestan <em>Supermama</em>, para host, dan para  penonton di studio sempat untuk menunaikan sholat? Nggak tahu pasti deh. Cuma  saya meragukan aja.</p>
<p align="justify"><strong>Mama yang tereksploitasi</strong><br />
Ketika melihat acara <em>Supermama</em>, saya langsung merasa iba dengan sosok mulia ini. Gimana nggak bila di sana, sosok yang seharusnya kita hormati dan junjung tinggi ini dijadikan bahan olok-olok. Mama yang latah menjadi semakin gencar digoda agar keluar latahnya. Mama yang periang terus digoda agar semakin terlihat lucu di panggung. Mama yang pendiam pun juga mendapat kritikan karena sikap pasifnya. Duh, mama.</p>
<p align="justify">Penampilan mama juga dikritik oleh komentator mode dalam hal ini diwakili oleh Ivan Gunawan (di sini berjuluk Madam Ivan). Kritik tentang alis mata yang kurang begini, yang bau kurang begitu, yang kerudung harus begini-begitu dll. Penampilan mama yang semula anggun dan sederhana harus tereksploitasi demi kepuasan mata dunia entertainment.</p>
<p align="justify">Belum lagi bila sang mama harus menghiba-hiba di  hadapan seratus juri <em>votelock</em> supaya anaknya dipilih sehingga bisa tampil lagi keesokan hari. Sungguh tak pantas seorang mama mengemis sedemikian rupa hanya demi segepok rupiah dan ketenaran sesaat nan semu. Sosok mama yang mulia meluncur bebas ke area yang serba bebas dan tak ada lagi penghargaan atas jasa-jasanya. Menyedihkan!</p>
<p align="justify">UUD (Ujung-Ujungnya Duit) adalah tujuan dari program serupa meskipun dikemas dalam bentuk apa pun juga. Sangat khas kemasan kaptalismenya yang emang memuja-muja harta dan popularitas meski semu adanya. Nggak berhenti mengeksploitasi para remaja belia dengan kontes-kontes idol dan <em>Miss-Miss</em> apa pun namanya, sosok ibu akhirnya terkena jerat eksploitasi ini. Tampil duet dengan sang anak, bisa anak laki-laki atau pun perempuan, klop sudah acara eksploitasi antara ibu dan anak demi meningkatnya rating.</p>
<p align="justify">Mama tereksploitasi atas nama kekompakan dengan sang anak. Biar pun sang mama tampil berkerudung yang penting anak masih tetap bisa gaya. Sosok mama sesungguhnyalah hanya sebagai pajangan untuk mendongkrak popularitas sang anak yang masih muda dan segar. Jangan berharap mama akan menjadi bintang dalam acara ini meskipun judulnya <em>Supermama</em>. Bahkan bila ada sosok mama yang menonjol lebih daripada anaknya, maka sang komentator pasti akan menyarankan mama untuk mundur dan memberi kesempatan anaknya untuk maju. Intinya, tetap yang muda, segar dan cantik yang jadi idola. Mama kembali terpuruk meski terpoles sesaat sekadar hiasan si anak tampil. Waduh!</p>
<p align="justify"><strong>Mama yang berprestasi</strong><br />
Super Mama adalah milik semua mama yang mempunyai anak unggul dan bisa dibanggakan. Siapakah anak unggul dan bisa dibanggakan ini? Kalo kamu bertanya pada mama yang di kepalanya hanya duit binti fulus aja, maka jawabnya pastilah tidak sama dengan mama yang di benaknya menginginkan sang anak menjadi pejuang dan pembela Islam. Jauh beda banget. Jauuuh!</p>
<p align="justify">Lagu yang menjadi <em>themesong</em> <em>Supermama</em> masih memakai lirik terdahulu dari tayangan <em>Mamamia</em>. &#8220;Aku dan mama, maju ke depan, menggapai dunia.&#8221; Pertanyaannya, benarkah dengan acara itu, mama dan anak mampu maju ke depan untuk menggapai dunia?</p>
<p align="justify">Lirik lagu <em>Supermama</em>, jujur saja, mampu menggetarkan hati saya. Karena tak jarang banyak sosok mama yang rela ?menjual&#8217; anaknya ke dunia entertainment dengan alasan mengembangkan potensi dan bakat si anak. Bukannya sibuk belajar dan mengasah akhlak agar mulia, si anak yang masih sangat belia malah akrab dengan blitz kamera, berakting semu di depan sutradara, bahkan keluar masuk acara pesta hura-hura dan pergaulan bebas. Persis banget dengan isi nyanyian untuk menggapai dunia. Namun benarkah dunia bisa digapai hanya dengan acara seperti itu? Lalu, bagaimanakah dengan akhirat? Masih perlukah dunia ?hereafter&#8217; ini untuk digapai juga?</p>
<p align="justify">Bayangan yang muncul dalam benak saya tentang menggapai dunia adalah sosok Super Mama yang bukan tereksploitasi di TV demi menarik pemasang iklan. Tapi mereka yang benar-benar menghasilkan anak-anak yang mampu menggapai dunia dalam makna sebenarnya. Bayangan sosok Mama yang muncul adalah mereka sosok-sosok yang mampu melahirkan dan mendidik anak-anak hebat pengguncang dunia selevel penakluk Konstantinopel; Muhammad al-Fatih. Mama yang berkualitas super sehingga menghasilkan anak-anak sehebat Ibnu Taimiyah, Imam Bukhari, Imam Muslim, Umar Bin Abdul Aziz, Ibnu Abbas, Shalahuddin al-Ayubi, Imam Syafi&#8217;i, Hasan al-Bana, Taqiyuddin an-Nabhani, Buya Hamka, dll. Dunia benar-benar di tangan mereka, namun akhirat juga tak dilupakan. Hebat banget!</p>
<p align="justify"><strong><em>The  Real </em></strong><strong>Super <em>Mama</em></strong><br />
Yang dibutuhkan seorang anak hingga mampu mencapai  kesuksesan dunia-akhirat adalah <em>the real </em>supermama, bukan super  mama palsu, imitasi atau bahkan jadi-jadian. <em>The real </em>super mama adalah mama yang mampu menjadi pendidik anak-anaknya dalam arti sebenarnya. Bukan kompak di atas panggung hiburan nan penuh maksiat, <em>the real</em> super mama adalah sosok mama yang kompak dengan anak-anaknya dalam semua aspek kehidupan yang benar dan baik. Seorang mama hebat yang mampu menghantarkan sang anak menjadi sosok yang hebat. Bagaimanakah sosok riil super mama yang hebat ini?</p>
<p align="justify">Super Mama adalah ibu yang harus mempunyai kepribadian Islam. Pola pikir dan pola sikapnya hanya Islam saja sebagai standar dalam menjalani kehidupan termasuk dalam hal mendidik anak-anaknya. Bukan seperti yang tersaji pada episode Super Mama palsu di TV ketika mama berkerudung tapi si anak malah mengumbar aurat dengan bebas.</p>
<p align="justify">Super Mama adalah ibu yang menyadari bahwa mendidik anak dengan baik dan benar sesuai tuntunan Islam adalah satu-satunya pilihan yang harus diambil. Mama akan mendidik anaknya dengan baik bukan hanya sejak dalam kandungan, melainkan sejak dalam pemilihan jodoh siapa yang bakal menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya kelak. <em>So</em>, mereka milih calon suami yang agamanya kualitas oke. Mama seperti inilah yang nantinya akan melahirkan generasi hebat karena sejak menanam ?benih&#8217; beliau ini sungguh berhati-hati.</p>
<p align="justify">Super Mama akan dengan sabar memantau perkembangan  anak-anaknya sesuai dengan tuntunan al-Quran. Bukan dengan lagu <em>Beethoven</em> yang katanya bisa mencerdaskan otak bayi, tapi mama yang baik yakin bahwa hanya bacaan al-Quran dan majelis-majelis ilmu yang mampu mendidik otak bayi agar berkembang maksimal. Bayi pun tumbuh menjadi anak yang sholih dan sholihah karena berada di tangan seorang mama hebat seperti ini.</p>
<p align="justify">Super Mama menanamkan kecintaan pada Allah dan RasulNya sejak dini. Mama yang baik akan menyertai perkembangan putra-putrinya dengan kemampuan sendiri yang dilandasi keimanan. Bukan menyerahkan ke pembantu atau pun ke rumah penitipan anak. Sosok mama seperti ini ingin memastikan pendidikan anaknya benar-benar sesuai dengan kepribadian Islam. Anak-anak pun tumbuh menjadi pembela dan pejuang Islam sejati. Meskipun banyak lomba <em>Idol</em> di TV, didikan mama super tak akan tergiur demi popularitas semu semata. Jadilah anak-anak ini tumbuh menjadi remaja berkualitas yang mengukir prestasi dengan otak dan akhlak, bukan dengan otot dan gemulai lenggak-lenggok di panggung maksiat.</p>
<p align="justify">Super Mama memang ada. Tapi sosok ini tak mungkin kita dapati di panggung hiburan yang sifatnya semu dan sementara. Kita butuh sosok panutan super mama yang benar-benar super, bukan polesan kosmetik dan produk kilat dunia entertainment. Kita rindu super mama selevel Khadijah, Aisyah, Khonsa&#8217;, Asiyah, Asma&#8217;, dan wanita-wanita lain yang memang super. Wanita-wanita ibunda para syuhada yang memang mempersembahkan anak-anaknya untuk perjuangan dan kejayaan Islam. Ibunda para ulama, para mujtahid, para mujaddid, dan para pengemban dakwah yang ikhlas inilah yang pantas disebut super mama sejati.</p>
<p align="justify">Sungguh, sangat rindu hati ini akan hadirnya <em>the  real</em> super mama yang mempersembahkan putra-putrinya untuk perjuangan menegakkan syariat Islam di muka bumi ini yang udah penuh dengan manusia-manusia yang akhlaknya kelas ?rongsokan&#8217; dan hina-dina. Siapakah dia adanya? Semoga kita nanti adalah salah satunya yang menjadi super mama, insya Allah. <strong>[ria: <a href="mailto:riafariana@yahoo.com">riafariana@yahoo.com</a>]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/super-mama-yang-sebenarnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Remaja Biasa</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bukan-remaja-biasa</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bukan-remaja-biasa#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 17:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/bukan-remaja-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[Edisi 011/tahun I (28 Dzulhijjah 1428/7 Januari 2008) Pernah beli martabak dengan menu yang &#8220;biasa&#8221;? Hmm&#8230; rasanya juga kayaknya biasa-biasa aja. Beda banget dengan martabak yang spesial atau istimewa, baik penyajian maupun rasa so pasti lebih keren, lebih nikmat. Iya nggak sih? Begitupun ketika kita disuruh milih produk ponsel misalnya, kita pasti milih produk yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-8.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" />Edisi 011/tahun I (28 Dzulhijjah 1428/7 Januari 2008)<br />
Pernah beli martabak dengan menu yang &#8220;biasa&#8221;? Hmm&#8230; rasanya juga kayaknya biasa-biasa aja. Beda banget dengan martabak yang spesial atau istimewa, baik penyajian maupun rasa so pasti lebih keren, lebih nikmat. Iya nggak sih? Begitupun ketika kita disuruh milih produk ponsel misalnya, kita pasti milih produk yang lebih keren ketimbang yang biasa-biasa aja. Kalo ponsel fungsinya sekadar bisa ngirim SMS or nelepon, produk ponsel dari berbagai merek terkenal sekalipun harganya bisa jauh lebih murah. Maklum, fasilitas biasa dan harga ?dirinya&#8217; juga biasa, gitu lho. Tapi silakan bandingkan sendiri dengan produk ponsel yang tak biasa, artinya yang luar biasa dalam arti positif: tampilannya, fiturnya, kemampuannya yang menganggumkan dibanding ponsel biasa, dan pasti harganya juga bakalan lebih mahal. Maklumlah, ponsel &#8220;sejuta umat&#8221; harganya pasti jauh di bawah ponsel jenis <em>smartphone</em> atau <em>communicator</em>. Bahkan ada barang yang saking kerennya nggak bisa dijual di sembarang tempat dan jumlahnya terbatas.<span id="more-782"></span></p>
<p>Sobat muda muslim, kalo ngomongin benda biasa dan luar biasa insya Allah bisa nyambung ya. Nah, begitu pun dengan diri kita ini. Hidup kita pengen biasa-biasa aja, atau malah pengen banget menjadi luar biasa? Jawaban umumnya pasti ingin menjadi yang luar biasa, menjadi &#8220;the special one&#8221;, menjadi istimewa di hadapan siapa pun. Apakah menjadi istimewa atau spesial itu bisa dengan sendirinya? Hmm.. sayangnya nggak tuh. Tapi harus diupayakan sama diri kita sendiri. Sumpah, manusia biasa kayak kita-kita ini nggak ada yang begitu lahir punya kemampuan luar biasa. Seiring dengan perkembangan usia dan juga pendidikan, insya Allah kita akan menjadi luar biasa. Yakin saja asal kita mau belajar dan mau mengubah diri kita untuk menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.</p>
<p><em>Boys and gals</em>, insya Allah kita bisa menjadi luar biasa. Bukan biasa-biasa aja. Kita juga bisa mempermak diri menjadi remaja luar biasa. Tentu, itu bergantung kepada komitmen kita, tanggung jawab kita, harapan kita, cita-cita kita dan kerja keras kita. Betul, kita nggak mau kalo cuma dianggap remaja biasa. Sebab, dalam diri kita bersemayam naluri untuk mempertahankan diri, yang salah satu penampakkannya kita nggak mau dianggap rendah. Dalam pergaulan aja, kita pasti nggak mau kan kalo cuma dianggap bilangan aja dalam sebuah komunitas, tapi sekaligus kita juga ingin diperhitungkan. Yup, kita nggak sudi kalo dalam sebuah komunitas dianggap sebagai &#8220;ngajejegan&#8221; alias pelengkap bin ganjel aja. Tapi keberadaan kita dalam sebuah komunitas itu memang benar-benar diharapkan karena memiliki kelebihan dan kemampuan yang tak dimiliki oleh anggota komunitas pada umumnya.</p>
<p>Bro, kamu pasti bisa melakukannya. Kita semua pasti bisa mengubah diri menjadi yang terbaik. Kalo kata Pak Fauzil ?Adhim yang penulis itu, jika mampu menjadi yang terbaik, menjadi baik saja belum cukup. Duile keren abis dah! <em>So</em>, kalo kamu mampu menjadi keren, maka menjadi biasa-biasa aja apalagi cupu (culun punya) nggak asyik banget. Sumpah tujuh turunan dan tujuh tanjakan! (backsound: capek dong jalannya? Hehehe.. iya apalagi jalannya berbatu dan terjal! Uppss.. apa hubungannya?)</p>
<p><strong>Kita bukan hewan</strong></p>
<p>Halah, pasti kita semua tahu dan sadar dong kalo diri kita adalah manusia, dan tentunya bukan hewan. Betul, kita semua paham bahwa dilihat dari sisi biologis, kita adalah manusia. Tapi, kalo soal pikiran dan perasaan, nggak otomatis juga kok. Banyak di antara kita ternyata malah mirip-mirip dengan pikiran dan perasaan hewan. Mau contoh? Singa kalo mau makan suka berebut nggak dengan singa lainnya? Kalo kamu perhatiin dalam acara <em>Animal Planet </em>sih emang gitu deh. Main cakar dan saling gigit lawan masing-masing untuk dapetin makanan incerannya. Manusia, kalo nggak belajar norma dan aturan, kayaknya gitu juga deh. Banyak banget kasus gara-gara rebutan penumpang, sopir angkutan umum berantem, malah pake ngeluarin senjata tajam segala. Ujungnya, yang satu masuk bui, yang satu masuk kubur. Rugi semuanya kan?</p>
<p>Oya, kita juga paham bahwa antara manusia dan hewan sama-sama memiliki otak. Tapi perbedaannya, hewan nggak dibekali akal, sementara kita diberikan karunia besar oleh Allah Swt. berupa kemampuan berpikir. Buktinya, dalam peradaban hewan nggak dikenal kemajuan teknologi, nggak ada juga yang sampe sekarang gajah bisa bikin rumah sendiri, atau sesama gajah saling bantu untuk bikin kandang, nggak ada juga gajah yang jualan bahan bangunan. Ya, karena kemampuannya yang &#8220;segitu-gitunya&#8221; itu gajah nggak memiliki kemampuan untuk berpikir. Maka, ?peradaban&#8217; gajah nggak berkembang, dari dulu sampe sekarang dan masa yang akan datang gajah hanya makan makanan yang &#8220;itu-itu&#8221; juga. Kalo manusia? Hmm.. mungkin yang mau makan gajah juga ada. Manusia bisa mengolah bahan makanan seperti singkong aja bisa menjadi produk combro, <em>peuyeum</em> alias tape, colenak, keripik dan sebagainya. Iya nggak sih? Tapi gajah? Belum ada ceritanya ada combro buatan gajah. Kalao combro yang diinjek gajah bisa jadi ada.</p>
<p>Sobat, di dunia hewan nggak dikenal ajang audisi macam <em>Dangdut Mania</em>, <em>Super Mama</em>, <em>Mamamia</em>, <em>KDI</em>, <em>Indonesian Idol</em> dan lainnya seperti halnya dalam dunia kita, manusia. Di dunia hewan persaingan mendapat harta dan ketenaran, kayaknya nggak ada seperti dalam kehidupan manusia. Maka, hewan manapun tak ada yang mencoba bikin ajang seperti yang disebutin di atas.</p>
<p>?Peradaban&#8217; hewan nggak mengenal adanya ajang buka aurat, karena emang nggak punya aturan (maksudnya, mau buka aurat atau nggak yang emang nggak ada aturannya yang dihasilkan oleh hewan itu sendiri). Nah, adanya aturan itu bagi manusia justru lahir dari kemampuan berpikir manusia dan kemampuan memahami pesan dari aturan-aturan yang dibuatkan untuk dirinya. Itu sebabnya, dengan segala perbedaan antara manusia dan hewan, jelas banget konsekuensi hidup dan tanggung jawab hidup antara manusia dan hewan juga beda banget. Bener lho.</p>
<p>Allah Swt. nggak mengatur hewan betina yang sudah baligh (backsound: cara ngukur hewan itu baligh atau belum gimana ya?) kalo keluar kandang harus menutup aurat, pake jilbab dan pake kerudung (khimar). Nggak ada pula aturan bahwa sapi jantan harus melakukan <em>ghadul bashar</em> alias menundukkan pandangan ketika melihat sapi betina lewat di depannya. Kedua aturan itu hanya untuk manusia. Yup, manusia. Karena manusia dibekali kemampuan berpikir. Tapi, sedih banget karena sekarang banyak manusia yang melanggar aturan. Kamu bisa lihat sendiri, wanita yang udah baligh pas keluar rumah malah membuka auratnya, atau sengaja memamerkannya kepada khlayak ramai tanpa ingat dosa sekaligus lupa bahwa dirinya sebagai manusia punya kemampuan memahami aturan bagi kehidupannya. Hmm&#8230; menyedihkan banget. Benar-benar tragedi kemanusiaan yang terbesar dan terberat. Padahal, Allah Swt. udah mewanti-wanti manusia dengan firmanNya (yang artinya):</p>
<p><em>&#8220;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221; </em><strong>(QS al-A&#8217;raaf [7]: 179)</strong></p>
<p>Waduh, kita yang nggak mau nurut sama aturan yang dibuatkan oleh Allah Swt. untuk kita kayaknya siap-siap dicap mirip binatang ternak kelakuannya. Iya, maksudnya adalah karena kita udah diberikan kemampuan untuk berpikir, sementara hewan nggak, tapi kelakuan kita malah beda tipis atau malah sama dengan hewan. Iya kan?</p>
<p><strong>Menjadi luar biasa dengan takwa</strong></p>
<p>Okelah, kalo disamain dengan hewan kayaknya banyak yang nggak mau meski faktanya ternyata mendekati ?sempurna&#8217; dengan hewan dalam soal perilaku. Sekarang kita ngomongin sesama kita sendiri. Meski manusia diciptakan dari bahan yang sama, yakni dari sel sperma dan sel telur, tapi hasil akhirnya nggak ada yang sama. Para begundal macam Mussolini, Hitler, dan Vladimir Lenin sekalipun, diciptakan dari tetes air hina. Sama dengan para ulama dan orang baik-baik lainnya diciptakan dari bahan tersebut oleh Allah Swt. Tapi kehidupan di dunia yang memolesnya menjadi berbeda. Dan, semua itu memang ada konsekuensinya atas segala yang menjadi pilihan hidup mereka.</p>
<p>Allah Swt. berfirman (yang artinya): <em>&#8220;Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.&#8221; </em><strong>(QS as-Sajdah [32]: 7-9)</strong></p>
<p>Menjadi manusia biasa, dalam arti bahwa kita nggak mau berkembang menjadi lebih baik, tentunya sangat menyedihkan sekali. Kita banyaknya tuh &#8220;panasan&#8221; hati manakala temen kita punya ponsel baru, punya pakaian baru atau harta dan kesenangan dunia lainnya. Buru-buru deh untuk meredam panasnya hari akibat iri itu kita beli ponsel atau harta dan kesenangan sejenis, bila perlu yang lebih baik dari teman saingan kita itu. Tapi sungguh sangat disayangkan, untuk masalah ibadah kok jarang banget yang &#8220;panasan&#8221; hatinya ya? Lihat temennya yang pake kerudung dan jilbab, hatinya nggak panas, malah biasa-biasa saja. Nggak ngiri, gitu lho. Lihat temennya aktif di masjid dan ngurus remaja masjid, hatinya sedikitpun nggak ?terbakar&#8217; untuk melakukan hal yang sama. Aneh ya? Ya, bener-bener heran.</p>
<p>Bro, padahal dengan rajinnya kita ibadah kepadaNya dan menjadi takwa itulah yanga akan membuat diri kita spesial dan bukan manusia biasa di hadapan Allah Swt. langsung, bukan cuma di hadapan manusia. Sebab, ketakwaanlah yang menjadi ukuran biasa dan bukan biasa. Allah Swt. berfirman (yang artinya):</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.&#8221; </em><strong>(QS al-Hujuraat [49]: 13)</strong></p>
<p>Subhanallah, masa&#8217; sih kita nggak mau jadi orang yang istimewa nan mulia, apalagi di hadapan Allah Swt.? Kebangetan kalo sampe kita ogah dapat sebutan orang-orang yang bertakwa. Imam Syafi&#8217;i rahimahullah berkata, &#8220;Barangsiapa belajar al-Quran maka ia akan agung di pandangan manusia. Barangsiapa yang belajar hadis akan kuat hujjahnya. Barang siapa yang belajar nahwu maka dia akan dicari. Barang siapa yang belajar bahasa Arab akan lembut tabiatnya. Barang siapa yang belajar ilmu hitung akan banyak fikirannya. Barang siapa belajar fiqih akan tinggi kedudukannya. Barang siapa yang tidak mampu menahan dirinya maka tidak bermanfaat ilmunya dan inti dari itu semua adalah takwa.&#8221; <em>(pernyataan senada ada dalam kitab </em><strong>Kalam Hikmah Imam Syafi&#8217;i<em> </em></strong><em>karya </em><strong>Shalih Ahmad asy-Syami</strong><em>)</em></p>
<p><em>Boyz and galz</em>, kita harus bangga lho menjadi remaja yang bertakwa, karena ketakwaan kita kepada Allah akan membuat kita mulia di hadapanNya dan tentu bukan remaja biasa. Maklumlah menjadi takwa itu berat, harus belajar, harus menahan diri dari perbuatan dosa, harus taat kepada aturan Allah Swt. meskipun aturanNya membuat kita berat melakukannya. Intinya sih, yuk kita benahi diri kita dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Cara mudahnya adalah belajar. Belajar memahami Islam dengan benar dan baik. Buletin gaulislam insya Allah mau kok membantu kamu. Yuk, kita amalkan Islam secara utuh, yakni sebagai akidah dan syariat. Meski berat dan merasa terpaksa tapi kita harus tetap taat demi meraih derajat orang-orang yang bertakwa dan menjadi remaja luar biasa takwanya. Bukan lagi remaja biasa.</p>
<p><em>So</em>, pada akhirnya kalo boleh memilih sih, &#8220;Lebih baik masuk surga secara terpaksa, daripada masuk neraka dengan kesadaran penuh&#8221;. Tul nggak sih? <strong>[solihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bukan-remaja-biasa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haruskah Merayakan Tahun Baru?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/haruskah-merayakan-tahun-baru</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/haruskah-merayakan-tahun-baru#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 11:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/haruskah-merayakan-tahun-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Edisi 010/tahun I (31 Desember 2007) Nggak terasa perjalanan hidup kita di tahun 2007 ini tinggal menghitung detik aja. Itu dihitung saat artikel di buletin kesayangan kamu ini terbit pada akhir bulan Desember 2007. Sebenarnya hitungan tahun itu sekadar untuk ukuran. Bisa ditentukan aturan pengukurannya sama kita sendiri sebagai bahan untuk membuat target dan program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-8.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" />Edisi 010/tahun I (31 Desember 2007)</p>
<p>Nggak terasa perjalanan hidup kita di tahun 2007 ini tinggal menghitung detik aja. Itu dihitung saat artikel di buletin kesayangan kamu ini terbit pada akhir bulan Desember 2007. Sebenarnya hitungan tahun itu sekadar untuk ukuran. Bisa ditentukan aturan pengukurannya sama kita sendiri sebagai bahan untuk membuat target dan program dalam jangka waktu tertentu. Misalnya sedetik, semenit, satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, satu windu, satu dasawarsa, satu abad, satu milenium. Selain membuat target dan program, tentunya ukuran waktu tersebut sebagai bahan evaluasi diri dan perjalanan hidup kita.</p>
<p>Nah, ngomong-ngomong soal tahun baru masehi yang senantisa dirayakan dengan sangat meriah, kadangkala bahkan ada yang sengaja melupakan sejenak persoalan hidup yang berat untuk sekadar merayakan pergantian tahun: <em>old and new</em>. Haruskah kita merayakan pergantian tahun tersebut? Padahal, isinya tak jauh dari &#8220;itu-itu&#8221; juga: kumpul bareng dengan keluarga, atau bersama komunitas yang kita buat, atau rame-rama membaur dengan masyarakat pada umumnya di tempat tertentu sambil menikmati makanan dan hiburan. Termasuk melanggengkan tradisi niup terompet pas detik jarum jam yang disepakati sebagai penanda awal dan akhir tahun tepat di angka 12 atau pada jam digital menunjukkan kombinasi angka &#8220;00.00&#8243;.<span id="more-770"></span></p>
<p>Idih, apa enaknya kayak gitu? Cuma hiburan sesaat, suka-suka sejenak, setelah itu esok hari kita stres lagi dihadapkan pada langkanya minyak tanah, pada nasib diri yang tak kunjung membaik, pada semua harga-harga yang makin tak terbeli, pada banjir yang menenggelamkan kota, pada tanah longsor yang siap mengubur dan pada semua beban hidup yang mendera. Maklumlah, jaman sekarang lagi krisis kayak gini kalo sampe hura-hura keterlaluan banget! Iya nggak sih?</p>
<p>Belum lagi kalo kita ngomongin hukum merayakan pergantian tahun baru masehi, boleh apa nggak, haram apa nggak bagi kaum muslimin. Iya kan? Kita harus tahu. Malu <em>atuh</em> ama jenggot yang tumbuh di mana-mana (eh, jenggot kan cuma tumbuh di bawah dagu ya?). Iya, maksudnya udah gede tapi nggak tahu aturan syariat kan kayaknya gimana gitu? Nggak layak, gitu lho! Sori ini bukan merendahkan, tapi sekadar nyindir bin nyentil aja. Supaya kamu yang belum tahu terpacu untuk belajar. Setuju kan?</p>
<p><strong>Hukum merayakan tahun baru masehi</strong></p>
<p>Nah, sebelum membahas lebih lanjut, saya sengaja menempatkan subjudul ini lebih dulu ketimbang tema lain. Iya, ini supaya kita sebagai muslim bisa berhati-hati sebelum melakukan perbuatan. Sebab, berdasarkan kaidah fiqih dalam ajaran agama kita, bahwa hukum asal suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syara (sayriat Islam). Itu sebabnya, sebelum melakukan suatu perbuatan kita harus tahu apakah perbuatan tersebut dihukumi sebagai perbuatan yang dibolehkan, diwajibkan, disunnahkan, diharamkan atau dihukumi sebagai makruh.</p>
<p>Lalu apa hukumnya merayakan tahun baru masehi bagi seorang muslim? Jawaban singkatnya adalah SSTBAH alias sangat sangat tidak boleh alias haram. Titik.</p>
<p>Duh, kok saklek banget sih? Oke, kalo kamu pengen tahu sebabnya, gaulislam mo ngasih bocorannya nih. Bahwa merayakan tahun baru masehi adalah bukan tradisi dari ajaran Islam. Meskipun jutaan atau miliaran umat Islam di dunia ini merayakan tahun baru masehi dengan sukacita dan lupa diri larut dalam gemerlap pesta kembang api atau melibatkan diri dalam hiburan berbalut maksiat tetap aja nggak lantas menjadikan tuh perayaan jadi boleh atau halal. Sebab, ukurannya bukanlah banyak atau sedikitnya yang melakukan, tapi patokannya kepada syariat.Oke?</p>
<p>So, sekadar tahu aja nih, tahun baru masehi itu sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Nasrani, lho. Masehi kan nama lain dari Isa Almasih dalam keyakinan Nasrani. Sejarahnya gini nih, menurut catatan di <em>Encarta Reference Library Premium 2005</em>, orang pertama yang membuat penanggalan kalender adalah seorang kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada tahun 45 SM jika mengunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus Kristus.</p>
<p>Tapi pada perkembangannya, ada seorang pendeta Nasrani yang bernama Dionisius yang kemudian ?memanfaatkan&#8217; penemuan kalender dari Julius Caesar ini untuk diadopsi sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus. Itu sebabnya, penanggalan tahun setelah kelahiran Yesus Kristus diberi tanda AD (bahasa Latin: <em>Anno Domini</em> yang berarti: <em>in the year of our lord</em>) alias Masehi. Sementara untuk jaman prasejarahnya disematkan BC (Before Christ) alias SM (Sebelum Masehi)</p>
<p>Nah, Pope (Paus) Gregory III kemudian memoles kalender yang sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan kemudian mengukuhkannya sebagai sistem penanggalan yang harus digunakan oleh seluruh bangsa Eropa, bahkan kini di seluruh negara di dunia dan berlaku umum bagi siapa saja. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan Nasrani. <em>&#8220;The Gregorian calendar is also called the Christian calendar because it uses the birth of Jesus Christ as a starting date.&#8221;</em>, demikian keterangan dalam <em>Encarta</em>.</p>
<p>Di jaman Romawi, pesta tahun baru adalah untuk menghormati Dewa Janus (Dewa yang digambarkan bermuka dua-ini bukan munafik maksudnya, tapi merupakan Dewa pintu dan semua permulaan. Jadi mukanya dua: depan dan belakan, depan bisa belakang bisa, kali ye?). Kemudian perayaan ini terus dilestarikan dan menyebar ke Eropa (abad permulaan Masehi). Seiring muncul dan berkembangnya agama Nasrani, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai satu perayaan &#8220;suci&#8221; sepaket dengan Natal. Itulah sebabnya mengapa kalo ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu: <em>Merry Christmas</em> <em>and</em> <em>Happy New Year</em>, gitu lho.</p>
<p>Nah, jadi sangat jelas bahwa apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru masehi adalah bukan berasal dari budaya kita, kaum muslimin. Tapi sangat erat dengan keyakinan dan ibadah kaum Nasrani. Jangankan yang udah jelas perayaan keagamaan seperti Natal, yang masih bagian dari ritual mereka seperti tahun baru masehi dan ada hubungannya serta dianggap suci aja udah haram hukumnya dilakukan seorang muslim. Why?</p>
<p>Di antara ayat yang menyebutkan secara khusus larangan menyerupai hari-hari besar mereka adalah firman Allah Swt.: &#8221;</p>
<p dir="rtl"><strong>??????????? ??? ??????????? ???????? </strong></p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang tidak memberikan perasaksian palsu&#8221;</em> <strong>(QS al-Furqaan [25]: 72)</strong></p>
<p>Ayat ini berkaitan dengan salah satu sifat para hamba Allah yang beriman. Ulama-ulama Salaf seperti Ibnu Sirin, Mujahid dan ar-Rabi&#8217; bin Anas menafsirkan kata &#8220;az-Zuura&#8221; (di dalam ayat tersebut) sebagai hari-hari besar orang kafir.</p>
<pre>Itu artinya, kalo sampe seorang muslim merayakan tahun baru masehi berarti melakukan persaksian palsu terhadap hari-hari besar orang kafir. <em>Naudzubillahi min dzalik</em>. Padahal, kita udah punya hari raya sendiri, sebagaimana dalam hadits yang shahih dari Anas bin Malik ra, dia berkata, saat Rasulullah saw. datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar ('Ied) untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, "Dua hari untuk apa ini?" Mereka menjawab, "Dua hari di mana kami sering bermain-main di masa jahiliyyah". Lantas beliau bersabda: <em>"Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua </em><em>hari yang lebih baik dari keduanya: Iedul Adha dan Iedul Fithri"</em> <strong>(</strong><strong>Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya, No. 11595, 13058, 13210)</strong>

Terus, boleh nggak sih kita merayakan tahun baru karena niatnya bukan menghormati kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan agama Nasrani? Ya, sekadar senang-senang aja gitu, sekadar refreshing deh. Hmm.. ada baiknya kamu menyimak ucapan Umar Ibn Khaththab: <em>"</em><em>Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka</em><em>"</em> <strong>(</strong><strong>Dikeluarkan oleh Imam </strong><strong>a</strong><strong>l-Baihaqy No. 18640</strong><strong>)</strong> Umar ra. berkata lagi, <em>"Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka"</em> <strong>(ibid, No. 18641)</strong> Dalam keterangan lain, seperti dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra, dia berkata, <em>"Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festi</em><em>v</em><em>al seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan</em><em> </em><em>dikumpulkan pada hari kiamat bersama merek</em><em>a"</em> <strong>(</strong><strong>'Aun </strong><strong>a</strong><strong>l-Ma'bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarh hadits no. 3512</strong><strong>)</strong></pre>
<p>Nah, berkaitan dengan larangan menyerupai suatu kaum (baik ibadahnya, adat-istiadanya, juga gaya hidupnya), Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka&#8221; </em><strong>(HR Imam Ahmad dalam Musnad-nya jilid II, hlm. 50)</strong></p>
<p><em>At-Tasyabbuh </em>secara bahasa diambil dari kata <em>al-musyabahah </em>yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. <em>At-Tasybih</em><em> </em>berarti peniruan. Dan <em>mutasyabihah </em>berarti <em>mutamatsilat </em>(serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya.</p>
<p><em>Tasyabbuh </em>yang dilarang dalam al-Quran dan as-Sunnah secara syar&#8217;i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka. Hmm.. catet ye!</p>
<p><strong>Tahun baru, dosa baru?</strong></p>
<p>Waduh, masa&#8217; sih kita memulai bilangan tahun dengan dosa baru? Apalagi untuk dosa lama aja kita belum pernah melakukan tobatnya, tapi udah bikin dosa baru. Keterlaluan abis deh kalo sampe punya cita-cita seperti itu. Tapi kenyataannya, ternyata banyak di antara kita yang malah merayakan tahun baru masehi dengan melakukan aktivitas maksiat. Kasihan deh!</p>
<p><em>Boys and gals</em>, sebenarnya dalam pandangan Islam, untuk mengevaluasi diri selama ini udah ada tuntunannya dalam al-Quran, sebagaimana firman Allah Swt. (yang artinya): <em>&#8220;Demi Waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran&#8221;</em> (<strong>QS al-Ashr [103] 1-3</strong>)</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.&#8221;</em> <strong>(HR Ahmad)</strong></p>
<p>Orang yang pasti beruntung adalah orang yang mencari kebenaran, orang yang mengamalkan kebenaran, orang yang mendakwahkan kebenaran dan orang yang sabar dalam menegakan kebenaran. Mengatur waktu dengan baik agar tidak sia-sia adalah dengan mengetahui dan memetakan, mana yang wajib, sunah, haram, mana yang makruh, en mana yang mubah. Intinya kudu taat sama syariat Islam.</p>
<p>Itu artinya perubahan waktu ini harusnya kita jadikan momentum (saat yang tepat) untuk mengevaluasi diri. Jangan malah hura-hura bergelimang kesenangan di malam tahun baru masehi. Sudahlah merayakannya haram, eh, caranya maksiat pula. Halah, apa itu nggak dobel-dobel dosanya? <em>Naudzubillahi min dzalik!</em></p>
<p>Sobat muda muslim, nggak baik hura-hura, lho. Hindari deh ya. Jangan sampe lupa diri. Itu sebabnya, Rasulullah saw. mewanti-wanti tentang dua hal yang bikin manusia tuh lupa diri. Sabda beliau saw.: <em>&#8220;Ada dua nikmat, dimana manusia banyak tertipu di dalamnya; kesehatan dan kesempatan.&#8221; </em><strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p>Nggak baik kalo kita nyesel seumur-umur akibat kita menzalimi diri sendiri. Sebab, kita nggak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat, bila kita udah meninggalkan dunia ini. Firman Allah Swt.:</p>
<p dir="rtl"><strong>???????????? ??? ???????? ????????? ???????? ?????????????? ????? ???? ???????????????</strong></p>
<p><em>&#8220;Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.&#8221; </em><strong>(QS ar-R?m [30]: 57)</strong></p>
<p>Jadi, nggak usah deh kita ikutan heboh merayakan tahun baru masehi. Kita evaluasi diri, dan itu dilakukan setiap hari biar lebih seru. Jangan nunggu pergantian tahun baru masehi, entar tobat belum eh udah mati duluan. Rugi berat! Yuk kita tingkatin terus amal baik kita, jangan cuma menumpuk dosa. Hari demi hari harus lebih baik. Yup, mari mulai sekarang juga untuk evaluasi diri. <em>Are you ready?</em> <strong>[solihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/haruskah-merayakan-tahun-baru/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Save Our Earth!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/save-our-earth</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/save-our-earth#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 22:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin gaulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun I/2007-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/save-our-earth/</guid>
		<description><![CDATA[ edisi 009/tahun I (24 Desember 2007) Kalo kamu termasuk penggemar berita terkini, dan bukan gosip terkini apalagi sinetron terkini, pasti denger dan ngeh dong dengan hajatan KTT Bumi di Bali kemarin (3-14 Desember 2007). Ada 9.575 peserta dari 185 negara datang untuk ngebahas penyelamatan bumi dari kerusakan, khususnya mencegah meluasnya pemanasan global. Idih emangnya ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/logo-gi-8.thumbnail.jpg" alt="logo-gi-8.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" /> edisi 009/tahun I (24 Desember 2007)</p>
<p>Kalo kamu termasuk penggemar berita terkini, dan bukan gosip terkini apalagi sinetron terkini, pasti denger dan ngeh dong dengan hajatan KTT Bumi di Bali kemarin (3-14 Desember 2007). Ada 9.575 peserta dari 185 negara datang untuk ngebahas penyelamatan bumi dari kerusakan, khususnya mencegah meluasnya pemanasan global. Idih emangnya ada pengaruhnya buat kita-kita yang remaja dan imut-imut?<span id="more-767"></span></p>
<p>Ada lagi. Menurut laporan para ahli, bumi kita ini udah mengalami kerusakan yang parah. Di antaranya es di kutub udah banyak yang mencair. Akibatnya permukaan air laut jadi meninggi. Nah, kalo ini terus menerus terjadi bukan nggak mungkin akan banyak pulau yang hilang terendam air dan begitu pula kawasan tepi laut pun kerendam.</p>
<p>Selain itu, pemanasan global juga bikin kekacauan iklim. Coba aja kalo kamu iseng-iseng meneliti, sering kan terjadi musim panas yang berkepanjangan, curah hujan yang kelewat deras, gelombang laut yang tinggi, sampe naiknya permukaan air laut. Contohnya nih, di Jakarta udah beberapa kali kebanjiran akibat naiknya air laut ke daratan. Malah baru-baru ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta sampai lumpuh akibat jalan menuju bandara direndam air hujan. Banyak penerbangan yang tertunda akibatnya.</p>
<p>Kekacauan iklim juga terasa banget ama para petani dan nelayan. Petani susah menebak musim bercocok tanam yang pas. Para nelayan juga jadi ngeri melaut karena gelombang air laut terus-terusan meninggi. Nah, buat kita-kita, efek pemanasan global juga terasa dengan makin gerahnya suhu di sekitar kita. Contohnya nih di kota Bogor tempat redaksi gaulislam mangkal, udah nggak sesejuk 10-20 tahun silam. Bogor juga sekarang udah ikut-ikutan panas, man!</p>
<p><strong>Akibat ulah manusia</strong></p>
<p>Nggak mungkin ada asap kalo nggak ada api. Begitu pula pemanasan global atau yang keren dengan sebutan global warming pasti ada sebabnya. Menurut catatan <em>Wikipedia</em>, pemanasan global disebabkan karena naiknya konsentrasi gas <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida" title="Karbondioksida">karbondioksida</a> (CO<sub>2</sub>) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO<sub>2</sub> ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_minyak" title="Bahan bakar minyak">bahan bakar minyak</a> (BBM), <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara" title="Batu bara">batu bara</a> dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.</p>
<p>Seperti kamu tahu, tumbuh-tumbuhan kan punya kemampuan menyerap CO<sub>2</sub> dan mengubahnya menjadi O<sub>2</sub>. Nah,  karena konsentrasi gas CO<sub>2 </sub>kelewat banyak, akhirnya tumbuh-tumbuhan keok. Kagak sanggup lagi menerimanya. Keadaan ini makin diperparah dengan aktivitas penggundulan hutan. Jadi, semakin berkuranglah kemampuan alam untuk menyerap gas CO<sub>2</sub>. Menurut Walhi kerusakan hutan di Indonesia adalah 7,2 hektar permenitnya. Ancur banget.<br />
<img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/instrumental_temperature_record.gif" alt="Globalwarming" /></p>
<p align="center">Kenaikan suhu global dari tahun 1860-2000</p>
<p>Padahal akibat penggundulan hutan udah ketauan jelas. Kalau musim hujan menyebabkan longsor dan memudahkan terjadinya banjir. Contoh paling gampang ialah banjir di Jakarta itu disebabkan area serapan air di daerah Bogor-Puncak-Cianjur udah berubah fungsi jadi lahan perumahan, pertokoan atau industri. <em>So</em>, begitu air hujan turun ia nggak bisa lagi diserap tanah dan tanaman, tapi langsung meluncur ke sungai dan terjadilah banjir.Di Jakarta konon ada sekitar 300 danau alam, tapi kini hanya tersisa belasan saja akibat dirusak manusia untuk dijadikan lahan pemukiman, dsb. Padahal danau itu kan berfungsi untuk menampung air hujan sekaligus menjadi persediaan air. Alasannya sih pembangunan dan pengembangan wilayah.</p>
<p>Udah begitu kawasan pantai yang semula area hutan bakau (<em>mangrove</em>) dihancurkan untuk dibuat kawasan pemukiman. Yup, beberapa komplek elit dan mall megah berdiri di tepi laut setelah menghancurkan hutan bakau di sana. Padahal hutan bakau itu bermanfaat untuk mencegah terjadi abrasi pantai oleh air laut. Selain juga bermanfaat untuk menahan naiknya air pasang ke permukaan. Gara-gara dihancurkan, akhirnya ibu kota jadi sering kebanjiran, baik oleh naiknya air laut ataupun air hujan. Kalo gitu salah siapa dong?</p>
<p><em>Guyz</em>, rusaknya alam juga menyebabkan kerusakan rantai makanan. Dengan hutan yang kian gundul banyak hewan yang kehilangan tempat tinggal juga makanan mereka. Sebagian dari hewan-hewan itu hampir punah. Harimau Jawa dan Sumatera misalnya, udah kalah bersaing dengan orang Jawa dan orang Sumatera. Seremnya lagi seringkali terjadi serangan oleh hewan semisal gajah dan harimau kepada kawasan pemukiman warga. Hal itu disebabkan hewan-hewan liar itu kehabisan makanan, atau marah karena habitatnya dirusak oleh manusia. Maka benarlah Allah Swt. yang menyebutkan bahwa kerusakan alam ini karena perbuatan manusia sendiri, lho! FirmanNya:</p>
<p><em>&#8220;Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)&#8221; </em><strong>(QS ar-Ruum [30]: 41)</strong></p>
<p><strong>Ajakan Islam</strong></p>
<p>Sobat muda,  Allah Swt. sudah menciptakan bumi ini dengan indah dan pastinya bermanfaat untuk manusia. Firman Allah <em>Ta&#8217;ala</em>:<em>&#8220;Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.&#8221; </em><strong>(QS ‘Abasa [80]: 25-32)</strong></p>
<p>Islam mengajak manusia untuk menjaga lingkungan, mulai dari kebersihan diri sampai larangan mengacak-acak apalagi ngerusaknya. Tentang kebersihan lingkungan Nabi saw. bersabda: <em>&#8220;Janganlah seseorang kencing di air yang diam, yang tidak mengalir, lalu ia mandi di dalamnya.&#8221; </em><strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p>Sayang, banyak orang Islam yang nggak ngerti soal ini. Sering kan kita lihat orang buang hajat di tempat-tempat umum &#8211; pinggir jalan, di bawah pohon rindang tempat orang berteduh, dsb. &#8212; padahal Nabi udah mengancam pelakunya. Sabda beliau:<em>&#8220;Awaslah kamu dari dua tempat-tempat kutukan orang.&#8221;</em> Ditanyakan oleh orang-orang, <em>&#8220;Apakah dua tempat yang dikutuk itu?&#8221;</em> Jawab Nabi saw. <em>&#8220;Orang yang buang hajat di jalan atau di tempat berteduh mereka.&#8221; </em><strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Wah, kalo kamu udah kebelet pengen pipis atau BAB mending cari MCK aja deh yang terdekat, atau air mengalir seperti kali/sungai. Jangan malah &#8216;ditumpahkan&#8217; seenaknya di sembarang tempat. Kalo nggak ada ya tahan aja sampai tiba di rumah (tahan nggak ya?)</p>
<p>Jangan coba-coba juga menyiksa dan membunuh hewan. Nabi saw. bersabda bahwa ada seorang Nabi yang ditegur Allah Swt. karena membakar sarang semut yang sudah menyengatnya. Kepadanya, Allah menurunkan wahyu, <em>&#8220;Sesungguhnya hanya seekor semut yang menyengatmu, dan engkau bakar salah satu umat yang bertasbih kepada Tuhan?&#8221;</em></p>
<p>Nabi saw. juga bercerita bahwa ada orang yang masuk neraka karena menyiksa hewan, sabda beliau: <em>&#8220;Seorang perempuan telah disiksa karena kucing yang telah dikurungnya sampai mati, maka ia masuk ke dalam neraka, karena ketika ia mengurung tidak diberinya makan dan tidak dilepaskan untuk mencari makan sendiri dari binatang-binatang bumi yang menjadi makanannya.&#8221; </em><strong>(HR Bukhari, Muslim)</strong></p>
<p>Ibnu Umar ra. berjalan dan bertemu dengan pemuda-pemuda Quraisy yang sedang meletakkan burung sebagai sasaran latihan memanah, dan tiap kali lemparan itu tidak tepat, maka anak panah kembali ke bagian tubuh burung itu. Ketika mereka melihat Ibnu Umar mereka lari berpencar. Ibnu Umar bertanya, <em>&#8220;Siapa yang berbuat ini? Allah melaknat siapa yang berbuat ini. Rasulullah saw. telah melaknat siapa yang mempergunakan binatang bernyawa untuk dijadikan sasaran.&#8221;</em> <strong>(HR Bukhari, Muslim)</strong></p>
<p>Allah Swt. dan Nabi saw. juga melarang manusia merusak hutan dan tanaman-tanaman. Bahkan dalam peperangan sekalipun pantang bagi umat Islam merusaknya. Nabi saw. mengatakan bahwa kalau ada orang fasik yang mati maka sesama manusia, alam, tumbuh-tumbuhan dan hewan merasa tenang. Ketenangan mereka karena tidak ada lagi yang merusaknya, baik karena merusak alam ataupun karena kemaksiatan pelakunya. Rasulullah saw. bersabda:<em>&#8220;Apabila seorang meninggal dunia, maka dia telah tenang (istirahat) dari kesusahan dunia. Dan bisa seorang jahat mati maka dia menyenangkan seluruh manusia, seluruh negeri dan binatang dari kejahatannya.&#8221; </em><strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Selain itu, kita juga dianjurkan untuk menanam pohon dengan ganjaran pahala sedekah dari Allah Swt. Sabda Nabi saw.:<em>&#8220;Barangsiapa di antara orang Islam yang menanam tanaman maka hasil tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekah. Dan barangsiapa yang merusak tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari Kiamat.&#8221; </em><strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Tuh, hebat banget, menanam pohon dapet pahala, meskipun tanamannya itu kemudian dicuri oleh orang lain atau ada yang merusaknya. Tetep aja, ada pahala bagi yang menanam tanaman tersebut.</p>
<p><strong>Ulah Barat juga</strong></p>
<p>Sobat muda, ada yang ganjil neh dalam KTT Bumi kemarin. Keliatan banget negara-negara maju paling getol menekan negara-negara berkembang. Amerika Serikat misalnya, ini negara berkoar-koar terus soal pentingnya pencegahan <em>global warming</em>, tapi mereka sendiri nggak pernah mau ikut terlibat dalam setiap perjanjian. Mereka ogah menandatangani Protokol Kyoto di tahun 1997. Pada KTT Bumi di Bali kemarin, mereka juga hanya berjanji en berjanji tapi nggak keliatan mau serius terlibat menangani efek pemanasan global. Padahal, negara Paman Sam itu adalah negara dengan penduduk terboros menggunakan BBM, sekitar 6 kali lipat penduduk di negara manapun. Belum lagi pemakaian pendingin ruangan dan parfum yang melepaskan gas berbahaya pada lingkungan. Dampaknya jelas, AS menjadi penyumbang terbesar efek pemanasan global. Eh, lucunya, mereka menolak kesepakatan pengurangan emisi gas buang sebesar 25-40%. Wah itu sih namanya bermuka dua. Pengen enaknya, tapi nggak mau ngaca pada diri sendiri. Tapi begitulah Amerika emang sok jagoan, suka menekan negara lain, tapi mereka sendiri nggak mau disalahkan.</p>
<p>Kita jadi curiga, jangan-jangan KTT Bumi dan Protokol Kyoto hanya alat untuk terus menekan kaum muslimin. Orang-orang Barat seenaknya merusak alam, terus kita yang disuruh menanggung solusinya. Soal hutan, soal hewan langka, soal air, soal emisi gas buang, kita melulu yang disalahkan. Padahal kerusakan lingkungan itu akibat dieksploitasi oleh para kapitalis/pengusaha yang bekerja sama dengan para penguasa yang bejat. Dan banyak pengusaha-pengusaha itu sebenarnya berasal dari negara-negara maju.</p>
<p>Makanya, penyelesaian kerusakan lingkungan nggak cukup hanya dengan perjanjian-perjanjian internasional. Tapi kudu ada kekuatan dari kaum muslimin. Hanya dengan Islam dan syariatnya, berbagai macam masalah kehidupan bisa diselesaikan, termasuk soal lingkungan. Caranya umat Islam kudu dibuat melek dulu tentang agamanya, biar sadar kalo agama Islam itu menawarkan gaya hidup yang sehat dan indah. Terus tegakkan deh syariat Islam di muka bumi, barulah umat manusia merasakan rahmatnya.</p>
<p><em>So</em>, jangan sampe kita sendiri yang nggak kenal Islam atau malah memusuhi Islam, jangan pula ajaran Islam cuma dipahami sebagai ibadah ritual melulu. Beuuh.. sampe ada kodok berbulu pun masalah tak akan pernah usai. Percaya deh, ama Allah dan RasulNya. Yuk, jadikan Islam sebagai jalan hidup kita, untuk keselamatan di dunia dan di akhirat.Gimana? <em>Yes!</em> <strong>[iwan januar]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/save-our-earth/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

