gaulislam.com


Merdeka? Ih, Mau Dong!

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Leila Amra on the August 18th, 2008

edisi 043/tahun I (16 Sya’ban 1429 H/18 Agustus 2008 )


Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, katanya. Upaya untuk memperingati pun dilakukan dengan berbagai cara mulai dari lomba makan kerupuk hingga panjat pinang dan tangkap belut. Di setiap sudut kota, kampung dan desa dihias sedemikian rupa dengan warna dominan merah dan putih sebagai simbol bendera bangsa. Lampu-lampu dipasang warna-warni menyemarakkan suasana. Meriah!

Bro, kayaknya nih bulan bagi hampir seluruh rakyat Indonesia diperingati sebagai momen kemerdekaan. Bebas dari penjajahan secara fisik oleh Wong Londo. Pada tanggal 17 Agustus, konon kabarnya sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih diadain upacara peringatan detik-detik proklamasi. Tapi lucunya, begitu udah beres, eh malah lomba balap karung dan panjat pinang. Lebih seru lomba nginjek ranjau kali ya? Atau lomba manjat tiang bendera daripada panjat pinang. Tapi, itulah fakta saat ini. Memperingati kemerdekaan kok jauh dari makna merdeka itu sendiri. Kasihan bangsa Indonesia! (more…)

Remaja ‘Gajah’

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Amira Mehnaaz on the August 11th, 2008

edisi 042/tahun I (9 Sya’ban 1429 H/11 Agustus 2008)

Huss, ini bukan lagi ngomongin remaja yang kena penyakit kaki gajah. Juga bukan ngomongin remaja yang jadi pawang gajah, apalagi pemakan daging gajah (hiii…!). Tapi yang mau kita omongin di sini ialah remaja yang gajah alias gagap sejarah.

Apaan tuh? Yoi, kamu udah sering denger istilah ?gatek’ alias gagap teknologi. Itu tuh orang yang nggak tahu apa-apa soal teknologi. Nggak ngerti cara ngoperasiin komputer, pake internet, ponsel, dll. Nah remaja ?gajah’ it means remaja yang gagap sejarah, alias nggak ngerti soal sejarah.

Mereka yang mengidap penyakit gajah alias gagap sejarah ini serba nggak tahu en kurang informasi tentang sejarah, khususnya sejarah Islam. Ditanya siapa ayahanda Nabi saw. Dijawab “Ali bin Abi Thalib”, ditanya siapa-siapa saja istri-istri Rasulullah saw., nggak ngeh, ditanya apa itu Perang Khandaq juga nggak tahu. Duh, jangan sampe deh! (more…)

Sadisme di Sekitar Kita

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Hafsa Mutazz on the August 4th, 2008

edisi 041/tahun I (2 Sya’ban 1429 H/4 Agustus 2008)

Kamu masih inget kan dengan berita pembunuhan berantai yang dilakukan seorang pria bernama Ryan? Korban kekejaman pemuda asal Jawa Timur itu udah menghiasi headline harian nasional dan daerah. Soalnya, jumlah korban yang diduga kuat dibunuh sama Ryan ini mencapai 10 orang. Malah, ada korban yang sampe dimutilasi segala. Tahu kan mutilasi? Tubuh korbannya dipotong-potong. Ryan melakukan itu kepada korban bernama Heri Susanto yang dimutilasi tubuhnya menjadi 7 bagian lalu dimasukkan ke koper gede dan dibuang di sekitar Ragunan, Jakarta Selatan. Wuih, sadis banget tuh!

Bro, tentu ini kabar yang bikin bulu kuduk kita berdiri dan nggak mau duduk lagi. Terus berdiri saking ngeri en takutnya ngebayangin kalo sampe menimpa diri kita. Ih, naudzubillahi mindzalik. Jangan sampe deh!

Sebenarnya sih, kasus pembunuhan yang disertai mutilasi bukan kali pertama terjadi. Udah puluhan kasus lain yang pernah ada. Hanya saja, ini bisa dibilang lebih sadis karena korbannya banyak dan seperti pembunuhan “berseri”. Banyak nyawa yang dihabisi oleh pria ini. Memang nggak semua dimutilasi, tapi tetap aja ujungnya dibunuh. Pokoknya, sadis abis dah! (more…)

Comments Off

Jadi Senior Jangan ‘Diktator’

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Leila Amra on the July 28th, 2008

edisi 040/tahun I (25 Rajab 1429 H/28 Juli 2008)

Bro, kalo menurut Kamus Bahasa Indonesia sih, istilah diktator itu adalah kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan mutlak. Ciri-cirinya antikritik. Anti perubahan, wis pengen gayanya sendiri gitu lho. Nah, kenapa dalam judul tulisan ini diberi tanda petik: ?diktator’? Karena bukan arti sesungguhnya sebagai kepala pemerintahan. Tapi bisa pula meliputi kepemimpinan di sebuah sekolah, mungkin ada kepala sekolah yang diktator, ada ketua OSIS yang diktator, ada ketua Rohis yang juga diktator. Termasuk para senior di sekolah or di pengajian yang merasa besar kepala nggak mau dikalahkan sama yuniornya. Prinsipnya: aturan pertama adalah senior pasti benar. Aturan kedua: kalo senior ngelakuin kesalahan, lihat aturan pertama. Wacks! (beeeuh, itu sih namanya pengen menang sendiri, dong ya?)

Sobat muda muslim, istilahnya emang serem abis ya: Diktator! Jadi bisa ngebayangin deh kalo model gini berarti pemimpinnya galak bener. Kalo dalam pemerintahan bisa refresif alias brutal secara fisik: mengejar, memukul, meringkus, memenjarakan, bahkan membunuh orang-orang yang nggak setuju dengan pendapatnya. Bukan diajak dialog, tapi langsung dimusuhi. Lha, piye iki ya? Apa kamu suka punya senior macam gitu? Kerjaannya bukan melindungi yunior tapi malah memeras yunior agar mau tunduk pada mereka. Jadi ada jatah wajib setor duit atau harta sama senior dan melakukannya dengan ancaman bahkan kekerasan. Idih, ini senior atau preman? (more…)

MOS Tanpa Plonco? Bisa Kok!

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Amira Mehnaaz on the July 21st, 2008

edisi 039/tahun I (18 Rajab 1429 H/21 Juli 200 8)

Tahun ajaran baru gini, biasanya musim apaan sih? Yup, pasti musim MOS alias Masa Orientasi Siswa. Hari-hari perdana para pelajar memasuki sebuah lingkungan sekolah baru (SMP dan SMA) diharuskan mengikuti program MOS yang biasanya di-handle ama kakak kelasnya. Berbagai peraturan pun diterapkan, mulai dari membawa tas dari karung beras atau kantung kresek ukuran jumbo, rambut dikucir sejumlah tanggal lahir (bagi cewek) dengan pita warna-warni, pakai sabuk dari tali plastik, sampai kertas dikalungkan bertuliskan nama-nama aneh yang harus diikat di leher sampai kegiatan MOS selesai. Itu adalah sebagian gambaran umum MOS yang berlaku di sekolah-sekolah, termasuk di kampus-kampus perguruan tinggi dengan nama OSPEK. Malah, sangat boleh jadi lebih keras dan lebih sadis, gitu lho. Gawat! (more…)

Remaja Dikepung ‘Hantu’

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Hasna Hawwa on the July 14th, 2008

edisi 038/tahun I (11 Rajab 1429 H/14 Juli 2008)

Eit, bukan maksudnya remaja dikepung hantu betulan, tapi dikepung film-film hantu. Sebut saja di Planet Hollywood, pertengahan November 2006, menjelma menjadi Planet Hantu. Pemutaran perdana film Bangku Kosong diisi dengan belasan remaja berseragam sekolah yang berambut acak-acakan dan dengan?celak tebal. Mereka memasang wajah yang bermaksud seram, tapi malah jadi lucu.

Di luar bioskop, sebuah mobil ambulans menunggu. Mobil ini dilengkapi dengan tim paramedis segala. Tim tersebut bertugas merawat penonton yang, siapa tahu, “terguncang” setelah menonton film horor garapan sutradara Helfi Ch. Kardir itu. (more…)

Lulus Sekolah, Lalu Ngapain?

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Ahmad Jibraan on the July 7th, 2008

edisi 037/tahun I (4 Rajab 1429 H/7 Juli 2008)

Tahun ajaran baru segera dimulai. Tahun ajaran lama udah kita tinggalin. Bagi kamu yang masih tercatat sebagai siswa sih tentunya berharap tahun ajaran baru ini membawa perubahan baru. Tentu ke arah yang lebih baik. Tapi buat kamu yang udah lulus SMA dan nggak nerusin ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kayaknya rada nyantai dikit deh (atau malah always nyantai?). Iya, dibilang nyantai tuh karena nggak perlu mikirin lagi pelajaran kimia yang konon kabarnya bikin ubun-ubun ngebul, nggak ada lagi pelajaran fisika yang bisa bikin rambut jadi ubanan (idih hiperbolis banget! Ngarang deh lo!). Selamat tinggal pelajaran matematika yang bikin nggak karuan, maklum kata Ucup Kelik, matematika tuh akronim dari makin tekun makin tidak karuan. Pokoknya bebas lepas sesuka kamu mau ngapain aja. Tapi apa iya sebebas itu? Merasa bebas karena nggak belajar lagi? Idih, jadi selama ini kamu belajar di sekolah merasa terbebani dong? Nggak enjoy. Betul nggak?

Bro en Sis, sebenarnya kita sekolah bertahun-tahun sejak TK sampe lulus SMA itu isinya emang penuh dengan belajar. Selain belajar bidang akademik untuk ilmu umum dan ilmu agama, juga kita belajar berteman, belajar bergaul dengan kalangan manapun, belajar untuk saling menghargai dan menghormati dengan sesama komunitas tempat kita gaul, siap untuk terinspirasi oleh orang lain, sekaligus siap menjadi inspirasi bagi orang lain. Itulah hidup, Bro. Itulah makna belajar. Sekolah sebenarnya hanya satu cara kita belajar secara formal. Status kita sebagai pembelajar diakui oleh lembaga tertentu, belajar di tempat tertentu, mengenakan seragam tertentu, ada standar penilaian tertentu pula, serta kalo lulus memiliki surat tanda bukti tamat belajar alias ijazah. (more…)

Comments Off

Muslimah Hebat Dambaan Umat

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Amira Mehnaaz on the June 30th, 2008

edisi 036/tahun I (26 Jumadits Tsaaniy 1429 H/30 Juni 2008)

Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada benernya sama sekali.

Jalan lain ini seringnya sok menjadi pahlawan kesiangan bagi perempuan sehingga seakan-akan perempuan sendiri merasa diistimewakan. Salah satunya adalah ide feminisme yang (katanya) memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Tapi muslimah cerdas nggak bakal dong terjebak dengan ide yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam ini. Sebab, bukannya menjadi mulia, feminisme justru membawa perempuan kepada keterpurukan yang makin parah dalam semua sendi kehidupan (tema ini akan dibahas khusus di edisi berikutnya, insya Allah). (more…)

Cewek Tapi Preman

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Hafsa Mutazz on the June 23rd, 2008

edisi 035/tahun I (19 Jumadits Tsaaniy 1429 H/23 Juni 2008)

Do you know Gang Nero? Yup, kelompok gank anak cewek ini ngedadak jadi terkenal gara-gara rekaman video berisi aksi mereka “mempermak” sesama anak cewek tersebar luas di internet dan juga ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Kalo celana jeans dipermak, jadi bagus. Lha, kalo wajah orang dipermak? Bonyok, Bro!

Nama gank-nya aja serem banget: Nero. Ini sama dengan nama kaisar kelima Roma: Nero (hidup antara 37-68 SM) yang pernah bikin geger karena membakar hampir 2/3 kota Roma pada tahun 64 SM. Oya, karena urusan bakar-membakar ini, akhirnya ada juga yang bikin software untuk burning CD/DVD dengan nama Nero. Lho, kok jadi ngelantur? Hehehe… (more…)

Beragama Kok Bebas?

Posted in Buletin gaulislam,Tahun I/2007-2008 by Amira Mehnaaz on the June 16th, 2008

edisi 034/tahun I (12 Jumadits Tsaaniy 1429 H/16 Juni 2008)

Jamaah Ahmadiyah masih bisa senyam-senyum. Pasalnya mereka lagi di atas angin. Setelah kasus Monas, justru umat Islam yang menuntut pembubaran Ahmadiyah jadi terdakwa. Bukan cuma itu, umat Islam juga malah berantem sendiri di berbagai daerah.

Ini semua terjadi atas nama kebebasan berkeyakinan dan beragama. Menurut para pendukungnya, seperti AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), Ahmadiyah nggak boleh dibubarkan. Melarangnya sama dengan melanggar HAM dan kebebasan beragama.

Sebenarnya gimana sih soal kebebasan beragama? Apa bener Islam tuh selalu maksain keyakinannya pada pemeluk agama lain? En apa bener Ahmadiyah itu adalah islami? Itu semua kita bahas di gaulislam edisi ini. Loading… (more…)

 
« Previous PageNext Page »

  rank blog indonesia