Antara Militan dan Teroris
gaulislam edisi 094/tahun ke-2 (19 Sya’ban 1430 H/10 Agustus 2009)
Televisi pada tanggal 7-8 Agustus 2009 udah menayangkan ‘reality show’ paling heboh, yakni perburuan teroris di Temanggung. Meski banyak pihak yang meragukan apakah korban tewas adalah orang yang selama ini dicari, yakni Noordin M Top. Susah juga mengklarifikasi dan memverifikasi berita seperti itu. Karena nampaknya banyak wartawan yang akhirnya hanya percaya pada satu sumber, yakni pihak kepolisian. Padahal, selama ini pertanyaan lain juga masih banyak yang belum terjawab soal terorisme ini. Ah, makin kentara deh skenario opini yang tengah dibangun saat ini, yakni menggiring masyarakat bahwa terorisme ada bubungannya dengan Islam, dengan ustad, dengan pesantren, dan sejenisnya. Kacau banget tuh!
Bro en Sis, kita mungkin nggak terlalu peduli apakah yang jadi korban adalah beneran orang yang selama ini cari, dan dituduh sebagai teroris, atau orang yang lain. Susah juga konfirmasinya, wong korbannya udah jadi mayat. Tapi yang harus kita perhatikan adalah banyaknya opini yang menyebutkan bahwa para teroris itu adalah orang-orang dari Islam garis keras. Lha, kirain minuman doang yang pake embel-embel keras, ternyata ada juga ya orang yang bilang Islam garis keras. Menurut mereka, pemahaman Islam yang radikal-fundamentalis-militan inilah yang membuat banyak keonaran. Halah, mereka lupa, atau pura-pura lupa, bahwa Amerika dan Israel adalah contoh nyata terorisme yang dilakukan oleh negara. Jelas, kedua negara ini sudah mempertontonkan kebiadaban. Jadi, sebenarnya yang layak disebut teoris adalah Amerika, Israel dan para begundalnya yang mendukung aksi kedua negara tersebut. Bukan Islam dan kaum muslimin. Iya nggak sih? (more…)
Awas, Jangan Jadi Musyrik!
gaulislam edisi 093/tahun ke-2 (12 Sya’ban 1430 H/3 Agustus 2009)
Bro and Sis, salah satu yang bisa membatalkan keislaman kita adalah ketika kita dengan sungguh-sungguh menyekutukan Allah Swt. dengan yang lain alias menduakanNya dengan sesuatu yang lain. Padahal, Allah Swt. udah jelas banget ngasih wanti-wanti kepada kita dalam firmanNya: “Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu.” (QS adz-Dzaariyaat [51]: 56)
Oya, makna ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah Ta’ala dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw. Inilah hakikat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada Allah semata, yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepadaNya, dengan penuh rasa rendah diri dan cinta. Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun batin, yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Dan suatu amal akan diterima oleh Allah sebagai ibadah apabila diniati dengan ikhlas karena Allah semata; dan mengikuti tuntunan Rasulullah saw. (more…)
Kenal Islam, Sayang Islam
gaulislam edisi 092/tahun ke-2 (5 Sya’ban 1430 H/27 Juli 2009)
Untuk mengenal sahabat kita lebih dekat lagi, maka perlu pengorbanan dari kita untuk berusaha mengenalinya lebih dalam lagi. Untuk kenal Islam lebih detil, diperlukan usaha kita untuk menumbuhkan keyakinan yang lebih dalam lagi tentang Islam. Supaya efeknya bisa kita rasakan dengan baik, yakni berupa rasa bangga menjadi muslim.
Kata pepatah kan, “Tak kenal maka tak sayang.” Tak kenal banyak, maka tak sayang banget. Sebab, kayaknya ini seperti deret ukur. Kalo kita baru sampe mengukur di batas tertentu, maka sebatas itu pula rasa yang kita miliki. Nah, rasa-rasanya memang harus terus ditingkatkan biar lebih merasa yakin dan mantap. Makin banyak yang kita tahu dari Islam, maka akan makin kuat dan makin yakin kita dengan Islam. Tumbuh juga rasa percaya diri yang besar dalam kehidupan kita. Itu sebabnya, ketika ada orang yang udah melatih ilmu bela dirinya sedemikian rupa, maka akan tumbuh keyakinan bahwa dirinya bisa pantas untuk percaya diri karena udah berhasil menguasai banyak jurus olah kanuragan tersebut. (more…)
Pacaran? Nggak, Ah!
gaulislam edisi 091/tahun ke-2 (27 Rajab 1430 H/20 Juli 2009)
Hmm.. dari judulnya aja udah pastinya seru dibahas nih, apalagi kalo udah ngomongin cinta-cintaan nggak bakalan ada habisnya buat dibahas. Dari jaman baheula sampe sekarang yang namanya cinta selalu seru untuk diobrolin. Lihat deh acara-acara di tivi kebanyakan tentang percintaan. Nggak ketinggalan majalah remaja, tabloid, novel, sinetron, film layar lebar sampai reality show semua isinya percintaan. Kalo masih kurang lagu-lagu anak band sekarang tidak jauh dari lirik-lirik cinta. So, nilai jual cinta nggak bakalan turun (jiaaah, cinta kok dijual?). Termasuk tulisan ini juga akan membahas tema yang sama. Tapi sudut pandangnya Islam, karena saya seorang muslim.
Bro en Sis, cinta itu anugerah. Dateng gitu aja, tiba-tiba muncul tanpa diundang (dah kayak jalangkung!). Nggak peduli tua atau muda, cantik atau jelek, ganteng atau tampan (loh? Curang nih cow) love doesn’t know difference deh. Contoh cowok kalo udah suka sama cewe, bisa lupa segalanya, mulai dari ngelamun, ketawa sendiri (cinta gila kali ya?) sampe rela ngelakuin apa aja demi ceweknya. Padahal bisa aja dimanfaatin, aji mumpung jalan kemana aja dibayarin, dari makan sampai nonton. Ini cewek matre atau sekadar numpang makan (ngirit banget lo!). Atau mungkin dia punya prinsip “seefesien mungkin”. Kalo ada yang gratisan kenapa nggak? Pletak! (more…)
Jilbab Bukan Sekadar Simbol
gaulislam edisi 090/tahun ke-2 (20 Rajab 1430 H/13 Juli 2009)
Siapa sih yang nggak tahu jilbab itu apa? Yupz…jilbab adalah baju takwa seorang muslimah. Meski banyak salah kaprah dalam memahami definisi jilbab tapi kita semua sepakat bahwa aurat muslimah itu semua bagian tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Dan itu, kudu ditutup biar yang tidak berkepentingan nggak bisa lihat.
Seiring dengan gencarnya dakwah Islam di tengah masyarakat, Alhamdulillah banyak muslimah yang sadar untuk menutup aurat. Di satu pihak, hal ini kudu kita syukuri. Tapi di pihak lain, ternyata jilbab marak itu hanya sekedar trend. Parahnya, ada juga pihak yang menjadikan jilbab ini hanya sebatas simbol berupa secarik kain penutup kepala. Bahkan akhir-akhir ini banyak pro dan kontra tentang jilbab yang katanya sebagai komoditi politik golongan tertentu.
Hmm…ternyata jilbab membawa bahasan yang tak kalah serunya untuk diobrolin. Biar anti manyun, ikuti terus yuk topik tentang jilbab ini. Tarik maaang! (more…)
The Lies That We Tell to Our Self
gaulislam edisi 089/tahun ke-2 (13 Rajab 1430 H/6 Juli 2009)
Horeee, dapet kesempetan lagi nulis buat gaulislam. Setelah lama absen nggak nulis, sekarang giliran gue lagi, memulai nulis setelah agak lama vakum ternyata nggak mudah, berkali-kali udah gue coba untuk mulai nulis yang terjadi malah gue main sim 3 atau justru facebook-an. Bukannya tulisan beres, malah tidur pun jadi kurang, tulisan amburadul, besoknya jadi telat sholat subuh, rugiiiiii. Huh, pinter nian setan mencuri waktu gue.
BTW, artikel ini sengaja gue kasih judul dari bahasa Inggris. Bukan keren-kerenan, lho. Tapi emang gue pengen aja udah lama gaulislam nggak pake bahasa Inggris. Ya, modal gue jalan-jalan ke luar negeri sih, ke Singaparna (halah, ini sih di Tasikmalaya ya!). Tahu nggak itu artinya apa? Sederhananya, tuh rangkaian kata di judul tersebut berarti “ngebo’ongin diri sendiri”. Kalo bahasa habitat asli mah ngerti kan? Hehehe.. (more…)
Remaja Masjid Kudu Gaul!
gaulislam edisi 088/tahun ke-2 (6 Rajab 1430 H/29 Juni 2009)
Wah nggak nyangka ini pertama kalinya gue mendapat tawaran untuk nulis di buletin gaulislam, deg-degan dan agak nervous nih maklum baru belajar. But, gue tetep kudu lakuin juga. Sebuah tantangan yang kudu gue taklukkin. Ciee.. “pede abis mode on!”
Oya, gue kali ini dapet jatah nulis seputar remaja masjid. Hmm… pastinya gue bisa dong buat jelasin soal ini. Kamu tahu kan remaja masjid itu apa? Bukan remaja yang nongkrongin di masjid sambil jagain beduk lho. Yup, remaja masjid adalah sekelompok pemuda/pemudi yang melakukan aktivitas sosial dan ibadah di lingkungan masjid. Walaupun tidak menutup kemungkinan di suatu daerah ada juga anggota remaja masjid yang berumur 35 tahun atau lebih (nggak tahu deh, di tempat lain mungkin ada yang udah kakek-kakek hehehe..). (more…)
Islam Pilihan Hidup Gue!
edisi 087/tahun ke-2 (28 Jumadil Akhir 1430 H/22 Juni 2009)
Hari gini kalau ngomongin soal remaja gaul pasti nggak jauh dari sosok cewek-cowok yang fashionable alias mereka yang selalu update penampilan sesuai tren; rambut bonding atau ala harajuku, di-highlight warna-warni, baju harus minimal distro atau FO (factory outlet). Parfum dengan segala jenisnya juga nggak ketinggalan dimasukkin ke dalam daftar belanja bulanan. Plus, supaya nggak dinilai mati gaya, handphone kudu yang 3,5G atau minimal yang GPRS connected supaya internet tetap online dan acara chatting jalan terus. Supaya nggak dianggap makhluk purbakala, info musik, film, olahraga, en fashion kudu jadi santapan harian.
Eh, ada yang protes nih kayaknya. Gue nggak segitu-gitunya deh ya. Gaul emang kudu. Remaja gitu loh. Tapi, nggak harus juga kayak gitu. Belajar yang bener en jadi orang pinter itu yang harusnya jadi tujuan! Soal baju sih yang penting enak dipake dan nggak telanjang. HP jadul bekas lengseran bokap atau nyokap? Nggak apa-apa. Yang penting kan masih bisa buat nelpon dan sms-an. Iya, ada juga kok emang remaja yang rajin belajar, hemat, baik hati, en nggak sombong lagi. Swit..swiw… (more…)
Sukses Tanpa Noda
edisi 086/tahun ke-2 (21 Jumadil Akhir 1430 H/15 Juni 2009)
Sukses tanpa noda? Heuheu… kayak iklan deterjen aja nih. Tapi pada pernah denger kata SUKSES kan? Yaeyalah, pasti! Selain denger pastinya juga pengen ngedapetin tuh sukses. Tapi ati-ati nih. Ati-ati banget dah! Jangan tersihir ama nih kata sukses. Loh? Sejak kapan sukses punya ilmu sihir? Heuheu… maksudnya sih, jangan sampe kejebak ama sukses semu. Gitu.
Sukses di matamu
Bro en Sis, saat dibuka pendaftaran jadi VJ, casting di suatu production house (PH), festival band indie, kontes nyanyi idol, or kontes miss-miss’an pasti lah orang-orang muda kayak kita gini yang jadi korban. Harapan kita sih pengennya selain cari pengalaman, terus juga bisa ‘sukses’ pas ikutan berbagai ajang tersebut. Sukses dalam artian bisa terkenal, tajir, bisa bikin album musik sendiri, terus banyak produser PH yang ngontrak kita buat proyek entertainment mereka, bisa masuk tv, ujung-ujungnya jadi seleb. So, demi meraih sukses pokoknya jatuh bangun deh! Lintas kota, lintas propinsi dijalani (emang bus apa?). Demi meraih sukses! Waaahhh! Gitu yah? (more…)
Politik, Jilbab, dan Remaja
edisi 085/tahun ke-2 (14 Jumadil Akhir 1430 H/8 Juni 2009)
Banyak berita berseliweran di media massa. Dari mulai berita gosip selebriti, kriminalitas, perkembangan ekonomi, fenomena sosial, peristiwa budaya, sampe berita hukum dan politik. Semua menghiasai mata dan telinga kita. Media cetak, media elektronik, hingga internet. Malah media yang memanfaatkan jaringan internet nggak henti-hentinya alias nonstop selama 24 jam sehari untuk menyampaikan informasi. Kita bisa memilih dan memilah informasi semampu dan sesuai keperluan kita. Nggak mungkin lah kalo sampe semua kita perhatiin. Iya nggak sih?
Kamu pasti tahu dong kasus Manohara Odelio Pinot yang kabur dari suaminya, sang pangeran Kerajaan Kelantan, Malaysia? Tahu juga kan kasus Ibu Prita yang ‘berperang’ melawan RS Omni Internasional, Tangerang? Ngeh juga kan seputar gosip artis terkini? Hmm. Tapi kita nggak bakalan bahas itu. Nah, yang sekarang kita bakalan bahas adalah yang ada hubungannya langsung dengan remaja, juga masalah pakaian (khususnya kerudung dan jilbab), yang kemudian ada yang menghubung-hubungkannya dengan masalah politik. Wow, berat amir nih temanya. Ah, nggak juga sih. Tergantung sudut pandang kamu kok. Kalo kamu nganggepnya berat, bakalan berat, tapi kalo kamu anggap masalah ini enteng, insya Allah akan enteng juga. Makanya, supaya nggak berat, pas baca buletin kesayangan kamu ini jangan sambil gendong traktor ya, dijamin nggak berat. Lho, apa hubungannya? Gejlig! (more…)
« Previous Page — Next Page »
