Tuhan Ada dan Tuhan Tidak Mati
gaulislam edisi 156/tahun ke-3 (10 Dzulqaidah 1431 H/ 18 Oktober 2010)
Apa yang kamu tahu tentang Friedrich Wilhelm Nietzsche? Yup, doi lebih akrab dengan panggilannya “Nietzsche Sang Pembunuh Tuhan” yang memproklamirkan bahwa “Tuhan telah mati” menjelma menjadi tokoh atheis yang cukup ternama. Kamu tahu band metal di Bandung yang bernama Forgotten? Yup, band ini juga mempunyai lagu dengan judul yang sama dengan apa yang telah diproklamirkan oleh Nietzsche: “Tuhan telah mati”.
Mungkin Forgotten banyak terinspirasi dari Nietzsche. Nietzsche tidaklah sendirian dalam keatheisannya, masih ada beberapa tokoh seperti Sigmun Freud, Charles Darwin, Ludwig Feuerbach, Stephen Hawkins dan lain-lain. Tokoh-tokoh ini adalah orang-orang yang tidak percaya akan eksistensi Tuhan dan mungkin bila Tuhan itu ada, Tuhan tidak lagi dibutuhkan di dunia ini dan telah menjadi sampah. Begitulah kalo kaum agnostik ngomongin soal Tuhan yang hampir-hampir mirip dengan golongan atheis.
Kebanggaan atheis
Bro en Sis, para atheis sering lho ngebangga-banggain teori Big Bang dalam proses penciptaan bumi dan pada proses tersebut mereka mengatakan tidak ada campur tangan Tuhan di sana. Ada juga beberapa pertanyaan klasik dari para atheis yang sering dilemparkan kepada para theis, yaitu: “Dapatkah Tuhan menciptakan batu yang sangat besar sehingga Tuhan tidak dapat mengangkatnya?” dan yang kedua “Untuk apa Tuhan menciptakan manusia?”. (more…)
Bakat Anak Indonesia Dieksploitasi!
gaulislam edisi 155/tahun ke-3 (3 Dzulqaidah 1431 H/ 11 Oktober 2010)
Acara bertajuk mencari bakat anak-anak Indonesia sedang menjamur sekarang ini. Hampir semua stasiun TV berlomba-lomba menggelar acara yang mirip satu sama lain. Indonesia Mencari Bakat yang diselenggarakan oleh Trans TV muncul lebih dulu dan menyedot banyak perhatian permirsa. Tak lama kemudian, nongol Indonesia’s Got Talent, sebuah acara yang mendapat lisensi dari Fremantle Media. Isinya persis plek dengan America’s Got Talent, Britain’s Got Talent, dll.
Setelah era AFI, Indonesian Idol dan dan beberapa acara sejenis namun kurang tenar berlalu, muncul yang namanya Mama Mia dan hal-hal yang ber’bau’ anak dan mama. Kemudian, muncullah ajang pencarian bakat baik yang memakai judul bahasa Indonesia ataupun yang menjiplak plek dari bahasa aslinya yaitu bahasa Inggris. Tapi intinya mah saja, mengekor kreativitas dari negara yang dianggap lebih daripada dirinya sendiri.
Masyarakat Indonesia pun terlena, mulai dari anak kecil hingga dewasa bahkan ibu-ibu dan bapak-bapak serta kakek-nenek pada mantengin acara pencarian bakat ini. Semua punya jago masing-masing. Ada yang milih Hudson, penyanyi ‘transgender’ alias separuh laki-laki dan separuh perempuan. Ada juga yang ngefans berat dengan Brandon, si kecil yang lincah kayak bola bekel. Lalu ada juga yang berada di pihak Putri, si penyanyi seriosa atau bahkan Klanthink, grup pemusik jalanan yang bisa eksis hingga tahap final. (more…)
Pemimpin-pemimpin Hebat
gaulislam edisi 154/tahun ke-3 (25 Syawal 1431 H/ 4 Oktober 2010)
Sobat muda muslim, ngomongin soal Islam, nggak lengkap kalo kita nggak ngebahas tentang pemimpin-pemimpin Islam yang mejadikan Islam tersebar dan terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Memberikan manfaat terbanyak yang menjangkau wilayah hampir 1/3 luas daratan di dunia. Subhanallah.
Kalo mikirin pemimpin sekarang?Aduh, kayaknya ribet. Sori ya bukan maksud merendahkan, tapi faktanya lebih banyak yang rese. Korupsi merajalela di mana-mana, kriminalitas membengkak jumlahnya, kerusakan moral ada di tiap sektor kehidupan, banyak juga remaja yang asik masyuk dalam birahi ilegal, seneng nyantai mantengin game online sampe nggak shalat, narkoba jadi barang dagangan dan lain sebagainya. Selain itu, aksi Densus 88 Antiteror yang main hakim sendiri dan menebar teror atas nama keamanan negara. Ngeri. Welcome to the Jungle! (begitu kira-kira Axl Rose, vokalisnya Guns N’ Roses berteriak di album Appetite for Destruction, 1987). (more…)
Peduli Dakwah, Kenapa Tidak?
gaulislam edisi 153/tahun ke-3 (18 Syawal 1431 H/ 27 September 2010)
Sori bin maaf Bro en Sis, pas mau liburan kemarin nggak bilang-bilang dulu. Nggak ngasih pengumuman di edisi cetak. But, bagi kamu yang stay tune terus di edisi online-nya, gaulislam tetap terbit tanpa henti setiap pekannya. Lagian nggak ada alasan untuk nggak terbit tiap pekan. Sebabnya, gaulislam udah punya website, terus editor dan para penulisnya juga pada punya website, blog dan akun di facebook, jadi publikasi tulisannya bisa langsung deh di website, blog, dan akun facebook mereka. Belum lagi gaulislam punya kerjasama dengan banyak pihak, khususnya para pengelola website, jadi bisa naro naskah di manapun. Adapun edisi cetak, ini untuk memberikan kesempatan bagi kamu yang nggak bisa akses internet. Supaya bisa ngikutin juga manfaat yang ditebar gaulislam. Insya Allah.
Bro en Sis, akhir-akhir ini kita disuguhkan dengan banyaknya informasi yang bikin umat Islam merasa terpojok. Abisnya, gimana dong, kasus di Ciketing, Bekasi, malah umat Islam di situ yang dituduh tidak toleran kepada umat agama lain, sampe-sampe ada lho mereka yang ngaku muslim malah merasa minder dan bela-belain agama lain. Padahal, mereka bukan orang yang tinggal di sana dan hanya tahu dari media massa. Jadinya gimana? Ya, jadinya ngawur,, ngasih judgement nggak pas. Tuduh sana tuduh sini. Seharusnya kan, lakukan investigasi, media massa juga wajib beritakan secara berimbang. Bagi kita yang ingin mendapatkan keputusan akurat, bawalah kasus itu ke pengadilan atau pihak berwenang sejenisnya untuk mengurus masalah itu. Setelah tahu duduk perkaranya, bolehlah kita menilai. Siapa yang salah, siapa yang benar, siapa yang berbohong, siapa yang jujur. Gitu lho. (more…)
Sinetron: Yang Dibenci, Yang Dinanti
gaulislam edisi 152/tahun ke-3 (11 Syawal 1431 H/ 20 September 2010)
Hari gini yang punya TV pasti nggak asing sama tontonan yang namanya sinetron. Sinema elektronik atawa sinetron –istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Bapak Soemardjono, salah satu pendiri Institut Kesenian Jakarta (IKJ)-udah jadi menu sehari-hari yang buat sebagian orang kudu dinikmati. Mau yang sinetron sekali tayang habis ala FTV atau yang stripping beratus episode ala Cinta Fitri ada penggemarnya sendiri. Atau sinetron yang diimpor dari luar Indonesia kayak telenovela yang asalnya dari Amerika Latin atau soap opera alias opera sabun yang lahir pertama kali di Amerika, plus drama seri Asia yang diisi akting para artis Korea, Taiwan, dan Jepang, semua makin bikin warna sinetron di Indonesia beragam, banyak pilihan.
Banyak yang suka sama sinetron karena cerita sinetron yang bikin orang penasaran. Tiap episode berakhir dengan cerita yang dibuat ngegantung, bikin orang geregetan dan “nagih” untuk besok nonton lagi. Plus juga pemain-pemainnya yang cantik-cantik en ganteng bikin tangan makin nggak sanggup pencet remote pindah channel.
Tapi ternyata nggak semua masyarakat merespon keberadaan sinetron ini dengan suka. Ada juga sebagian masyarakat yang memilih untuk nggak nonton sinetron apalagi yang produk dalam negeri. Bahkan ada yang sampai bikin gerakan “Anti Sinetron”! (more…)
Menapaki Jejak Ramadhan
gaulislam edisi 151/tahun ke-3 (4 Syawal 1431 H/ 13 September 2010)
Pekan ini, saat buletin remaja kesayangan kamu ini terbit, adalah hari keempat di bulan Syawal. Yup, edisi Senin tanggal 13 September 2010 adalah bertepatan dengan tanggal 4 Syawal 1431 H. Subhanallah. Nggak terasa ya, kayaknya minggu kemarin kita masih berada di bulan Ramadhan. Waktu itu, di sepuluh hari terakhir Ramadhan, kita menikmati semua fasilitas yang diberikan Allah Swt. untuk mengeruk pahala sebanyak mungkin di bulan penuh barokah. Seminggu kemudian, ya pekan ini, kita udah ada di bulan Syawal, bulan kesepuluh dalam hitungan tahun hijriah. Gimana, masih terasa kan indahnya Ramadhan? Masih terasa saat-saat nikmat beribadah? Insya Allah ya. Semoga jejak Ramadhan masih terasa bekasnya hingga saat ini dan pada bulan-bulan yang akan datang.
Bro en Sis, Ramadhan memang telah berlalu. Tak mungkin bisa kita minta kembali pada saat ini. Sebab, waktu memang hakikatnya adalah terus berjalan tanpa perlu menunggu kita siap atau nggak untuk ngikutinnya. Maka, berbahagialah bagi kita yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan bahkan sangat baik. Kita akui bahwa Ramadhan masih menyisakan kenangan, menyisakan segala pernik indah hari-hari penuh semangat ibadah. Berbagai kegiatan kita gelar. Semua aktivitas yang berpeluang mendapatkan pahala kita lakukan. Kadang, saking semangatnya, hujan tak peduli, malam tak kita takuti. Subhanallah. Berkah Ramadhan bisa memberikan energi bagi kita untuk memanfaatkan momen beribadah dengan sebaik-baiknya. Insya Allah, kita senantiasa berdoa agar apa yang selama ini kita kerjakan mendapat pahala yang setimpal di sisi Allah Swt. Allah Ta’ala berkenan pula mengampuni dosa-dosa kita sesuai harapan yang kita selalu penjatkan dalam bait-bait doa kita kepadaNya. Insya Allah. (more…)
Lebaran Sebentar Lagi
gaulislam edisi 150/tahun ke-3 (27 Ramadhan 1431 H/ 6 September 2010)
Udah tradisi dan udah jadi kebiasaan kalo nyambut Idul Fitri harus pake yang ‘serba baru’! Hm, bisa dibayangin ya, tiap jauh hari sebelum lebaran, semua pusat perbelanjaan full Sale alias diskon gede-gedean bahkan ampe Midnight Sale (tengah malem, bo!) yang akhirnya dipenuhin pembeli yang berjubel (awas copet!). Toples kue baru, cangkir baru, mukena baru, kerudung baru, baju baru, sepatu baru, HP baru, kue-kue baru seabreg…semuanya dah serba baru! Habis berapa duit tuh? Waduh…Jadi pada shopaholic alias gila belanja!
Belum lagi yang kudu mudik. Pasti pusing banget mikirin tiket or karcis. Kalo dapet sih ya udah booking jauh hari. Bahkan sebelum Ramadhan tiba udah booking di agen. Cuma ada aja yang bookingnya pas Ramadhan ato mepet-mepet lebaran, padahal udah masuk Peak Season. So, pastilah kena harga mahhhaaal! Sementara nih pikiran cuma mikir kampung halaman en keluarga aja. Bikin ibadah jadi nggak khusyuk deh.
Nah, kayaknya di Indonesia nih kalo nyambut Idul Fitri kok justru paling heboh banget ya? Tapi ya namanya juga hari rayanya umat muslim jadi ya kudu tetep disambut dengan gembira, cuma jangan berlebihan lah. Itu aja kok. Cos, berhasilnya shaum Ramadhan kita kan bukan dinilai dari yang serba baru yang kita pake pas lebaran tapi dari pemikiran en sikap kita terhadap segala sesuatunya apakah udah make Islam sebagai sudut pandang dan standar berpikir plus berbuat? Kalo belum? Nah, gagal maning dunk… (more…)
Industri Ramadhan
gaulislam edisi 149/tahun ke-3 (20 Ramadhan 1431 H/ 30 Agustus 2010)
Suatu siang di kota Hujan, gue berada di antara ribuan angkot yang berjubel memenuhi jalanan. Gue kejebak macet di Pasar Anyar. Di tengah macet parah, gue melamun. Sambil mata gue ngeliat keluar angkot dan gue dapatin sederet pedangang lengkap dengan barang dagangannya, berusaha memikat pembeli, dan selalu aja ada orang yang mampir atau paling tidak milih-milih dan cuma nanya harga doang. Beberapa saat kemudian baru gue nyadar ternyata emang ada yang beda dengan pemandangan ini. Jumlah barang yang didagangkan lebih banyak, jumlah orang yang lalu lalang juga lebih banyak, macem/jenis dagangan juga lebih bervariasi. Jelas banget kalo pasar yang tiap hari gue lewatin ini, emang sekarang nampak lebih hidup. Nggak ada yang istimewa akhir-akhir ini, kecuali… sekarang bulan puasa, iya bulan puasa!
Hmm… jadi inget gue obrolan dengan temen soal keberhasilan doi jualan HP dengan keuntungan per unit yg cukup lumayan, plus perkembangan dagang dia dan rencana-rencana ke depan. Masih inget juga berita pagi ini soal harga sembako yang beranjak melangit, dan yang paling gress adalah harga tiket yang naik ugal-ugalan dibanding tahun kemaren. Hei guys, this all happened during Ramadhan. Ya ini adalah kondisi klasik Ramadhan di negeri kita. Sepertinya tidak ada yang baru dari fakta yang gue sodorin, karena emang kita udah biasa banget ngadepin suasana seperti ini. Menyedihkan ya? Loh kok menyedihkan? (more…)
Nggak Virgin Nggak Ok!
gaulislam edisi 148/tahun ke-3 (13 Ramadhan 1431 H/ 23 Agustus 2010)
Sori Bro, di bulan puasa gini ane kudu nulis masalah virginitas. Sekali lagi harap dipersori ya. Soalnya ente kan juga puasa. Khawatir kalo bahas ginian jadi langsung ngerumpi deh ama temen-temen ente ngomongin soal ini, ujung-ujungnya bukan buka bersama tapi batal puasa bersama. Padahal kan kalo puasa kata temen ane nih, kudu ngomongin atau bahas seputar puasa dong. Tapi ane sih berpikirnya sederhana aja. Nggak ada larangan kok kalo kita bahas tema selain puasa meski lagi bulan Ramadhan. Iya nggak sih? Sebab, yang penting isinya ngajak kepada kebaikan, ada pesan takwanya, ada pesan sponsor dari Islam sebagai ideologi kita. Ok? Sip deh.
Tulisan di buletin gaulislam edisi ini sengaja ane pilih dengan tema virginitas. Sebabnya, sekarang banyak remaja putri yang lemah iman dan pergaulannya naudzubillah udah menganggap bahwa virginitas bukanlah hal penting. Ada sayup-sayup terdengar sampai ke meja redaksi nih, bahwa banyak remaja putri (di Bandung khususnya) yang berprinsip: “Virgin nggak ok!” Waduh, berarti itu artinya ngeledekin yang masih virgin dong ya. Makin bermasalah karena yang ngomongin adalah remaja putri yang masih duduk di bangku SMA. Naudzubillah banget deh. Wajar kalo sekarang angka aborsi meningkat, karena pergaulan bebasnya juga makin marak. Nggak heran kalo kehamilan tak diinginkan kian sering terdengar beritanya, karena banyak remaja putri yang gampangan diajak berzina. Jangan kaget kalo “keong racun’ berkeliaran karena “tokek racun”-nya juga gampang dicari. Hehehe.. sori bukan ane latah ikutan trennya si Jojo ama Sinta, tapi nih fakta emang bikin miris, Bro en Sis. Ente semua pada paham deh kayaknya. (more…)
Ngaku Mukmin? Akan Diuji, Lho!
gaulislam edisi 147/tahun ke-3 (6 Ramadhan 1431 H/ 16 Agustus 2010)
Hmm.. kebagian juga jatah nulis di buletin gaulislam. Ya, lumayan buat isi kegiatan sehari-hari gue yang kurang produktif akhir-akhir ini. Maklum, setelah keluar dari tempat kerja, gue keseringan tidur, makan, ngopi, main, dan tentu nggak lupa ibadah. Lumayanlah, nggak kayak Patrick Star lagi gue sekarang, yang kerjaannya hanya bermalas-malasan di balik batu. Walaupun dia bilang “menganggur” itu adalah pekerjaan tersulit, terkadang kita harus menggaruk punggung, di mana itu bagian yang sulit terjangkau oleh kita. Setelah itu kita harus bolak-balik memutar antenna televisi untuk mendapatkan gambar yang jernih dan harus kehilangan remote juga. Lho, jadi ngomongin Patrick gini yah? Hahaha… Mumpung lagi bisa diajak kerja sama nih otak, kayaknya langsung ajah deh gue mulai nulisnya. Daripada ngalor ngidul.
Bro en Sis, di antara remaja saat ini banyak juga lho yang jauh dari ajaran Islam. Nggak tahu deh apa alasannya. Mungkin mereka malu dengan Islam atau cuman pengen hidup ala hedonis yang kehidupannya hanya bersenang-senang dengan hal yang berbau dunia dengan jargonnya “Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati.”
Kalau denger kata-kata ini jadi ingat seorang teman waktu gue lagi aktif main skate di Taman Kencana. Dia sih ngakunya “Atheis”. Pas gue tanya “Emang elo atheisnya apa?” Dia cuma ngejawab, “Ya atheis”. Gue pojokin lagi deh buat mengetahui nih orang ngerti atheis dan bener atheis nggak yah? (more…)
Next Page »
