Pernikahan Dini
Hampir saban hari kita melihat klip promo dari sinetron “Pernikahan Dini’ di layar RCTI yang disampaikan oleh Syahrul Gunawan dan Agnes Monica. Sinetron tersebut ditayangkan rutin setiap Sabtu malam di RCTI. Dengan menggunakan inisial ‘PD’, kelihatannya sinetron ini begitu mengena bagi pemirsanya, terutama bagi remaja yang emang dekat dengan idiom ‘PD’ alias percaya diri. Sinetron yang menceritakan Pak Duta (diperankan Rudy Salam) yang keras dan itu membuat kedua anaknya tertekan; diperankan oleh Attalarik Syach dan Agnes Monica. (more…)
Surti dan Tejo
Surti dan Tejo adalah tokoh khayalan yang diciptakan Yanto dan kawan-kawan dari kelompok musik Jamrud. Surti-Tejo bukan kisah cinta biasa. Bercerita tentang seorang pemuda desa yang berubah drastis karena pergaulan kota, lagu ini berisi sindiran nilai-nilai budaya yang tergeser akibat globalisasi. (more…)
Kisah Negeri Yang Terkoyak
Apa kabar sobat? Bagaimana, sehat dan aman-aman saja kan? Enak tidur, enak makan? Alhamdulillah, malah sebagian dari kita udah biasa makan di resto nomor wahid, makanan â€?bule’, lagi. Bisa sekolah? Tentu, malah banyak yang bisa nembus sekolah favorit dengan harga pendidikan selangit. Iya nggak? Ibu dan bapak kamu masih ada? Lengkap semua dong, malah merekalah yang mensuplai uang jajan dan uang sekolah. Bagaimana dengan pergaulan kamu? Asyik-asyik aja kan? Tentu, malah bisa menikmati konser musik segala. Aduh, enak benar ya hidup kamu? (more…)
Yang Berlalu, Tak Kembali
Penyesalan Angga begitu mendalam. Hari-harinya diisi hanya dengan duduk melamun. Dunia terasa begitu sempit. Hidup baginya adalah semacam pilihan sulit. Betapa tidak, saat teman-temannya suka cita merayakan keberhasilannya menembus perguruan tinggi favorit dalam UMPTN, ia hanya bisa bengong dengan tatapan mata kosong. Penyesalan emang selalu di akhir. Sekarang Angga nyadar, bahwa selama ini, waktu yang begitu luang telah ia sia-siakan. Entah untuk ngeceng di mal, entah untuk hura-hura bersama ganknya, atau ia habiskan dalam gemerlap pesta konser musik. Sementara belajar adalah aktivitas yang sangat berat untuk dilakukan bagi Angga. Tapi sayang, penyesalan aja nggak cukup baginya. (more…)
Kuch Kuch Hota Hai
Aduh, lagunya aja bikin hati kita berbunga-bunga, apalagi filmnya? Wow, dijamin bagi remaja yang lagi dimabuk cinta bisa “tentremâ€? banget. Gimana nggak, meski ceritanya “pasaranâ€?, tapi plotnya menarik. Dimulai dari tengah, kemudian melakukan kilas balik, lalu kembali lagi untuk melanjutkan cerita hingga akhir. Teknik plot seperti ini memang sudah cukup lazim digunakan sekarang, dan Kuch Kuch Hota Hai telah melakukannya dengan cukup baik. (more…)
Merdeka atau Mati?
Menjelang perayaan kemerdekaan negeri ini, semua warga dibikin sibuk. Ada yang nyiapin pohon pinang. Jelas bukan untuk dipinang, tapi untuk lomba panjat pinang. Selain lomba paling favorit dan jadi trademark perayaan kemerdekaan ini, masih banyak lomba lain yang tujuannya emang untuk menghibur; seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba masukin belut ke botol dengan cara buntutnya duluan, ada juga lomba ngambil uang logam yang ditempelkan di jeruk Bali yang telah dilumuri oli dengan cara digigit—dengan gigi tentu, dan beragam lomba yang sifatnya menghibur lainnya. (more…)
Katakan dengan Jilbab!
Mira, gadis itu biasa dipanggil. Manis, dan memang kembang kampus. Makin manis dan anggun saat gadis ini memilih mengenakan jilbab. Mira bisa mengenakan jilbab merupakan surprise tersendiri, lho. Sebab, selain keputusan “kontroversialnyaâ€? yang bikin geger seisi kampus, doi juga kena semprot keluarganya. Berat nian memang perjuangannya. Di kampus geger, di keluarga juga penghuninya bagai pada kebakaran jenggot. Di kampus, anak-anak cowok jadi nggak bisa lagi liat makhluk manis bernama Mira yang biasanya tampil bak peragawati. Di rumah, keluarganya sempat kaget dan terbengong-bengong. Termasuk kakaknya yang super cerewet dan sok ngatur. (more…)
Generasi “Kwek, Kwek, Kwek…â€
Mengamati aktivitas remaja, emang asyik. Betul, nggak bohong, kok. Dunia remaja yang kaya warna itu menyimpan pesona yang “wahâ€?. Jujur saja, bila kita ngomongin remaja, kayaknya seperti nggak ada abisnya. Selalu saja ada hal-hal baru—meskipun kadang itu daur ulang dari tren sebelumnya. Lucunya lagi, apa yang dilakukan remaja sering menjadi tren dan heboh. Meskipun hal itu menyebalkan. Sebab, urusan salah or bener bukan perkara pokok, yang penting tren. So, akhirnya kamu juga suka lihat, bahwa banyak di antara teman remaja yang suka bertingkah aneh; yang penting dikenal orang dan dianggap eksis. (more…)
Mimpi Kali Yee!
Ada yang mengusik perasaan penulis kira-kira sepekan yang lalu. Waktu itu, kebetulan sedang menyantap hidangan di salah satu warung. Interior warung tersebut lumayan bagus dan tertata rapi. Ruangannya pun relatif bersih, meski tempatnya di pinggir jalan banget. Di salah satu sudut ruangannya “nemplokâ€? televisi ukuran empat belas inci. Dan yang menarik, saat itu acara yang sedang ditayangkan televisi adalah “Mimpi Kali Yee…â€?. Pasti kamu juga sangat apal. Bener kan? Sebab acara yang ditayangkan tiap hari Kamis jam setengah delapan malam di SCTV itu kelihatannya memang program yang ditunggu sebagian besar remaja. (more…)
Masihkah Remaja Punya Idealisme?
Di ujung gang sempit dan bau, seorang pemuda ceking terkulai lemas. Matanya melotot dan berwarna merah, mulutnya berbusa. Di sampingnya tergeletak botol minuman keras merek terkenal yang isinya sudah ludes diminum. Ia pingsan dan menjadi tontonan banyak orang. (more…)
« Previous Page — Next Page »
