gaulislam.com


Jalan Masih Panjang

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Sobat muda muslim, nggak terasa ya kita udah ada di ujung tahun 2005. Setahun itu memang cepat sekali. Benar juga kata Musashi, “Seribu tahun itu ibarat kilatan cahayaâ€?. Ragam peristiwa tentu sudah kita jalani selama ini. Jika kamu umur 16 tahun saat ini, maka hidupmu yang sudah dilalui adalah selama itu. Dan di penghujung tahun ini, insya Allah usiamu akan memasuki sweet seventeen, usia 17 tahun! (more…)

Dosa-dosa Kita…

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Rasa-rasanya jarang banget di antara kita-kita yang sering nginget-nginget soal dosa. Justru sebaliknya kita paling asyik dan hot kalo ngomongin tentang kebaikan kita. Mungkin itu naluriah kali ye? Manusia kan punya harga diri. Itu sebabnya manusia bisa malu kalo dirinya dianggap rendah di hadapan orang lain. Siapa sih yang nggak malu kalo ketahuan kita berbuat salah? Pasti malu banget. Loss pride. Iya kan? (more…)

Free Sex, IDU, dan HIV

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

â€?Say No to Free Sex and Drugs’. Tulisan poster itu mendominasi perayaan Hari AIDS di seluruh dunia tanggal 1 Desember kemaren. Perayaan tahunan ini ngingetin kita akan bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV). Suatu virus yang menyerang sel darah putih manusia dan menyebabkan menurunnya kekebalan/ daya tahan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi/penyakit. Kalo udah parah, tubuh penderita bakal menjadi sarang berbagai penyakit yang tak kunjung sembuh. Kondisi inilah yang disebut AIDS alias Acquired Immunodeficiency Syndrome. (more…)

Sumpah, Nggak Abis Pikir!

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Beberapa hari terakhir ini saya sering dibuat bingung. Entah karena saya sudah mulai banyak pikiran atau memang yang membuat saya berpikir itu membingungkan. Banyak peristiwa yang mengherankan. Baca koran, banyak yang bikin saya nggak abis pikir.

Ngeliat acara berita dan tayangan program lainnya di televisi juga menurut saya banyak yang bikin heran. Eh, denger radio juga sering muncul celetukan dan komentar yang menurut saya sendiri menganehkan. Begitu surfing di internet, keanehan makin meraja. Duh, kenapa saya memandang itu semua sebagai keanehan? Apakah saya sudah tidak aneh sehingga merasa perlu menganggap sesuatu dan orang lain sebagai keanehan, atau saya yang justru dianggap aneh oleh mereka yang saya nilai aneh itu? Ah, bener-bener aneh, heran dan membingungkan. Sumpah deh, nggak abis pikir banget. (more…)

Kapitalisme Tetap Berbahaya, Bro!

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Tewasnya Dr. Azahari yang dicap sebagai gembong teroris di Indonesia pada 9 Nopember 2005 silam di Batu, Malang, Jatim, spontan menjadi headline media massa nasional. Buronan nomor wahid berkewarganegaraan Malaysia ini emang udah lama diburu pihak kepolisian. Terutama pascatragedi bom Bali I yang menyeret â€?Mr. Smile’ Amrozi cs ke balik jeruji besi. Sebab hasil penyelidikan polisi menyimpulkan bahwa pimpinan aksi teror Bom yang menghujani negeri ini beberapa tahun terakhir didalangi oleh duet maut, Dr. Azahari dan Noordin M. Top. (more…)

Teman Tapi Mesra

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Kayaknya kamu sering dengerin deh lagunya Ratu yang berjudul Teman Tapi Mesra. Seperti ini sebagian liriknya: “Cukuplah saja berteman denganku/ janganlah kau meminta lebih/ ku tak mungkin mencintaimu/ kita berteman saja/ teman tapi mesra…�

Ehm, punya teman tuh emang asyik. Selain ada orang yang bisa diajak ngobrol dan saling membantu di kala saling membutuhkan, teman juga bisa menjadi tempat muara emosi kita. Ngobrol biasa mungkin sering. Tapi ngobrol yang lebih dalam, rasanya agak jarang dilakukan dengan seseorang yang sekadar teman biasa. Kita agak canggung. Itu sebabnya, kehadiran seorang sahabat karib yang bisa menjadi tempat muara emosi kita, sangat diharapkan. (more…)

Abis Ramadhan Mau Ngapain?

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Kewajiban shaum alias puasa di bulan Ramadhan udah tamat. Hari Raya Idul Fitri baru aja lewat. Hidangan ketupat pun habis disikat. Nggak ketinggalan, baju lebaran ikut dipamerkan di lingkungan sanak kerabat. Namun, apa yang kita dapat? Adakah kesan yang dalem yang kita dapet dari Ramadhan kemaren? Tentu, kita sendiri yang tahu.

Sobat, lima tahun lalu, seorang Inneke Koesherawati alias Bunda Arini punya pengalaman religius yang menarik di bulan Ramadhan. Dulunya doi dikenal sebagai bintang film panas sebangsa adegan kebakaran hutan atau dikejar-kejar lahar gunung berapi (upss.. maksudnya, seks!). Ceramah agama yang membanjiri tayangan televisi saat itu memaksa doi untuk menyimak meski dengan rasa malas. (more…)

Kaum Muslimin Bukan Teroris!

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Seorang pria berjalan memasuki Rajaâ€?s Bar and Restaurant di Kuta Square, Denpasar, Bali. Dengan tas punggung yang nemplok di pundaknya, pria itu terus berjalan ke tengah-tengah kafe yang saat itu dipadati pengunjung wisatawan asing dan turis domestik. Maklum, pada asyik weekend tuh. Nggak ada angin nggak ada ujan, tak lama kemudian……buum!!! Sebuah ledakan terdengar memecah keramaian kafe tepat pukul 19.33 WITA. (more…)

Meraih Cinta di Bulan Ramadhan

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Rasa-rasanya nggak ada deh orang yang nggak mau dicintai. Saya yakin kita semua pengen dicintai. Karena ketika dicintai seseorang, insya Allah akan tumbuh rasa percaya diri. Cinta juga akan memberikan rasa pasti dalam diri kita bahwa kita diakui sekaligus dihargai. Nggak kebayang banget kan kalo kita dimusuhin temen. Percaya diri kita bakalan drop banget. Mau ketemu orang tersebut jadi minder, dan mungkin malah takut. Terus, jelas aja kalo kita dimusuhi berarti nggak diterima oleh teman kita itu. Artinya, kita nggak diakui dan dihargai. Wuih, merana banget euy! (more…)

Akur Sama Ortu

Posted in Buletin Studia Tahun keenam by abu fikri on the April 21st, 2007

Ortu, orang utan eh orang tua yang melahirkan, membesarkan dan mendidik kita. Sedari kita kecil sampe kita jadi manusia sebenarnya (emangnya kita dulunya belum manusia ya?). 24 jam sehari waktu kita mayoritas ada bersama mereka. Apalagi kalo masih balita. Gedean dikit (jangan banyak-banyak, nanti batuk!), banyak waktu dihabiskan lebih dengan teman sebaya. Sekolah, kursus ini-itu, mendekam dalam kamar, main gitar lebih menjadi favorit kita daripada ngobrol dan bercengkerama dengan ortu. Iya apa bener? (jangan milih apa, lho!)

Belum lagi ortu yang biasanya suka otoriter dan diktator (bukan jual diktat beli motor) bikin si anak malas dekat-dekat. Mau ini jangan, mau itu nggak boleh. Semua serba dilarang. Jadilah jurang antara ortu dan anak menganga lebar (kayak mulutmu yang sedang menguap itu. Awas ada lalat!) (more…)

 
Next Page »

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites