<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaulislam.com &#187; Sobat Muda Tahun 1</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/category/media-network/soda/majalah-sobat-muda-tahun-pertama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Anggapan Tidak Boleh Mengubah Hukum</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/anggapan-tidak-boleh-mengubah-hukum</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/anggapan-tidak-boleh-mengubah-hukum#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 01:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/anggapan-tidak-boleh-mengubah-hukum/</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu?alaikum wr. wb.
Salam kenal buat Mbak Lathifah. Saya mau tanya, bagaimana pandangan Islam bila kita bergaul dengan cowok (bukan mahram) tapi sudah kita anggap sebagai kakak atau keluarga sendiri? Apakah Islam membolehkan kita menganggapnya sebagai kakak? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. Wassalaamu?alaikum wr wb.
Inur
[085261609xxx]
Wa?alaikumus salam wr. wb.
Salam kenal juga buat Inur, semoga dirahmati Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu?alaikum wr. wb.<br />
Salam kenal buat Mbak Lathifah. Saya mau tanya, bagaimana pandangan Islam bila kita bergaul dengan cowok (bukan mahram) tapi sudah kita anggap sebagai kakak atau keluarga sendiri? Apakah Islam membolehkan kita menganggapnya sebagai kakak? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. Wassalaamu?alaikum wr wb.<span id="more-820"></span></p>
<p>Inur<br />
[085261609xxx]</p>
<p>Wa?alaikumus salam wr. wb.<br />
Salam kenal juga buat Inur, semoga dirahmati Allah Swt. Mbak sering lho mendengar adik-adik akhwat mengatakan, ?Eh, dia itu udah kayak kakak gue sendiri kok!? Ini untuk mengomentari seorang ikhwan bukan mahram yang usianya lebih tua. Sebaliknya ada ikhwan yang mengatakan, ?Oh, dia sih udah seperti adik sendiri aja.? Yang ini untuk menyebut akhwat bukan mahram yang usianya lebih muda.</p>
<p>Sebenarnya tidak masalah, bila hanya sekadar bentuk penghargaan, penghormatan atau sebutan sebagaimana kepada saudara sesama muslim. Kita biasa menyebut yang lebih tua sebagai ?Mbak?, ?Teteh?, ?Mas?, ?Kakak?, ?Uda?, ?Abang? atau memanggil yang lebih muda sebagai ?Adik?,? Akhi? dan ?Ukhti?. Hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi untuk Indonesia yang secara kultur menganggap seseorang kurang sopan bila memanggil orang yang lebih tua hanya namanya saja, tanpa sebutan-sebutan itu.</p>
<p>Tapi, yang Mbak lihat cukup ?bermasalah?, adalah ketika penyebutan ?kakak? atau ?adik? ini berimbas kepada interaksi keduanya. Misalnya sang adik kalau bicara dengan sang kakak, jadi lebih manja, lebih akrab, bahkan kadang-kadang jadi suka ?curhat? sama yang disebut kakak tadi. Padahal keduanya lawan jenis yang bukan mahram.</p>
<p>Adik Inur, Islam sebagai sebuah agama yang sempurna telah mengatur masalah pergaulan antar pria dan wanita. Aturan ini dimulai sejak pria dan wanita bertemu, kemudian berinteraksi, bahkan bila berlanjut ke interaksi-interaksi berikutnya. Pengaturan ini bersifat memecahkan persoalan-persoalan yang timbul atau mungkin timbul dengan adanya interaksi tersebut. Pemecahan ini tidak mungkin dibuat oleh akal manusia yang lemah dan sangat terbatas. Untuk itu aturan pergaulan selalu dikembalikan kepada Allah Swt., Yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur.</p>
<p>Mengenai mahram dan bukan mahram, penyebutan ini pun sudah menunjukkan adanya aturan tersendiri. Mahram adalah mereka yang haram dinikahi, baik karena hubungan darah, persusuan maupun sebab perkawinan. Al-Quran menyebutkan para mahram ini (dari kalangan wanitanya) secara jelas dalam QS an-Nisa [4]: 22-24.</p>
<p>Sementara itu ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang siapa yang juga termasuk mahram. Yakni, mereka yang memiliki hubungan persusuan dan sebab perkawinan. Penyetaraan persusuan dengan hubungan darah terdapat dalam hadits Rasulullah saw.: ?<em>Sesungguhnya persusuan itu (akan) mengharamkan apa yang diharamkan melalui (sebab) kelahiran</em>.? (<strong>HR Muslim</strong>). Begitu juga dengan hubungan perkawinan. Ini semisal mertua. Selamanya para mertua haram dinikahi menantunya, sekalipun menantu ini sudah bercerai dengan anaknya.</p>
<p>Adik Inur, adanya perbedaan aturan antara mereka yang mahram dengan non-mahram bisa dilihat dari:</p>
<ol>
<li><strong>Keharaman menampakkan tempat-tempat perhiasan</strong> (misalnya: rambut, leher, lengan, betis) kepada laki-laki dewasa mana pun selain mahramnya, sebagaimana yang disebutkan dalam QS an Nur [24]: 31. Berdasarkan nash ini, para mahram memiliki kekecualian, yakni boleh melihat rambut, leher, lengan atau betis.</li>
<li><strong>Keharaman seorang wanita melakukan safar</strong> (perjalanan sehari-semalam) tanpa ditemani mahramnya. Rasulullah saw. bersabda:? ?<em>Tidak dibolehkan seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir melakukan perjalanan selama sehari semalam, kecuali ditemani mahramnya</em>.? Berarti wanita boleh melakukan safar kalau ditemani mahramnya.</li>
<li><strong>Larangan khalwat dengan pria yang bukan mahramnya</strong>. Khalwat adalah berkumpulnya seorang pria dan seorang wanita di suatu tempat yang tidak memberikan kemungkinan orang lain untuk bergabung dengan keduanya kecuali dengan ijin keduanya (Syaikh Taqiyuddin an Nabhany, dalam? an-Nizham al-Ijtima?iy fii al-Islam). Rasulullah saw. bersabda: ?<em>Tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali jika wanita itu ditemani mahramnya</em>.?? Untuk itu, berdiam diri di suatu rumah atau tempat bersama seorang mahram tidak terkategori khalwat. Sebaliknya bila hal ini dilakukan dengan orang yang bukan mahramnya, maka terkategori khalwat. Islam melarang dengan tegas setiap bentuk khalwat.</li>
</ol>
<p>Adik Inur, Islam sangat menjaga kehormatan dan kemuliaan umatnya. Islam telah mengatur agar hubungan kerjasama antar pria dan wanita yang bukan mahramnya hendaknya bersifat umum dalam urusan-urusan muamalat. Itulah sebabnya pria dan wanita yang bukan mahramnya tidak boleh saling mengunjungi (walaupun dengan alasan seperti kakak kepada adik), tidak boleh jalan-jalan atau makan-makan bersama (misalnya rekreasi, ?ngebakso?, jajan siomay dll). Bagaimana kalau ramai-ramai? Misal, yang dianggap kakak: dua orang dan yang dianggap adik: tiga orang. Sama saja. Islam memisahkan komunitas wanita dengan komunitas laki-laki. Kalau pun ada kebolehan interaksi, itupun hanya untuk muamalat (seperti jual beli, sewa menyewa, kerjasama bisnis), pendidikan (belajar mengajar), kedokteran dan amar ma?ruf nahi munkar. Pelaksanaannya diatur dengan rambu-rambu syariat.</p>
<p>Melihat adanya perbedaan hukum antara mahram dengan non mahram, adik Inur akan bisa menyaksikan bahwa tidak mungkin kita menyamakan perlakuan non mahram dengan mahram. Kalau kita kemudian menyamakan perlakuan kepada orang yang bukan mahram kita, yakni seperti terhadap kakak sendiri, maka akan terbuka peluang pelanggaran terhadap aturan-aturan Allah. Jangan-jangan nanti malah menghalalkan apa-apa yang sudah diharamkan Allah atau sebaliknya, mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah, misalnya mengharamkan menikah dengan seseorang yang dianggap kakak atau adik sendiri, padahal Allah tidak mengharamkannya. Intinya, anggapan tidak boleh mengubah status hukum.</p>
<p>Adik Inur, bergaul dengan non mahram harus dengan batas-batas syariat. Kalaupun hanya? sekedar penghormatan dengan menyebut ?kakak?, boleh-boleh saja. Tapi tetap tidak boleh khalwat, harus menundukkan pandangan dan berinteraksi hanya dalam urusan yang dibolehkan.</p>
<p>Demikian, semoga Inur selalu dimudahkan Allah Swt. dalam menjalani hidup sesuai dengan aturan Allah untuk mengharap ridha-Nya.[Latifah Musa]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/anggapan-tidak-boleh-mengubah-hukum/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Playboy, Dibenci Tapi Diburu</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/playboy-dibenci-tapi-diburu</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/playboy-dibenci-tapi-diburu#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 01:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/playboy-dibenci-tapi-diburu/</guid>
		<description><![CDATA[Playboy emang cowok unik; dibenci tapi juga dicari-cari. Meski udah sering bikin patah hati, tapi cewek-cewek tetep ngantri. Benarkah impian banyak cowok? Ngomongin soal cewek kayaknya udah jadi bagian hidup cowok. Gitu juga kali ya sebaliknya? Mau cowok yang masih preman, atau yang udah ngaji, soal naksir cewek mah sama aja. Cowok alim kan juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Playboy emang cowok unik; dibenci tapi juga dicari-cari. Meski udah sering bikin patah hati, tapi cewek-cewek tetep ngantri. Benarkah impian banyak cowok? Ngomongin soal cewek kayaknya udah jadi bagian hidup cowok. Gitu juga kali ya sebaliknya? Mau cowok yang masih preman, atau yang udah ngaji, soal naksir cewek mah sama aja. Cowok alim kan juga manusia, tul nggak? Mungkin bedanya kalo cowok preman nyebut perempuan itu cewek, kalo cowok alim bilangnya akhwat. Padahal sih sama aja, bo!<span id="more-819"></span></p>
<p>Kalo sebatas ngomongin doang nggak jadi masalah. Apalagi kalo yang diomongin yang bagus-bagusnya, nggak bakal jadi ghibah yang negatif. Tapi cilokonya, kalo udah berani bikin aksi. Salam sana, salam sini, tebar pesona, tebar senyum. Ini yang bahayyya!</p>
<p><strong>Cap playboy</strong><br />
Bro, buat sebagian cowok menjadi playboy adalah sebuah prestasi. Ada kebanggaan tersendiri kalo bisa menggaet cewek sebanyak-banyaknya. Itu tandanya doski laku. Cowok tipe playboy kagak kenal kata setia. Buat mereka, girlz are toyz! Cewek itu sekedar mainan. So, mereka hobi betul gonta-ganti pasangan, atau malah punya banyak gebetan pada waktu yang bersamaan.</p>
<p>Pastinya cowok jadi playboy karena emang ngerasa punya kelebihan yang bisa ?dijual?. Entah itu penampilan fisik atau popularitas. Makanya kagak usah heran banyak cowok ngetop yang betah jadi playboy. Sebut saja penyanyi bersuara empuk Julio Iglesias, ini tipikal tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Meski udah seumuran bapakmu, malah udah pantes jadi kakekmu, eh masih betah juga ngelakonin peran sebagai cowok cap kelinci. Konon ia udah pernah tidur dengan 200 wanita. Jumlah yang sama juga diakui mantan penjaga gawang timnas Italia, Gianluca Pagliuca. Sementara itu di belakang mereka ada Robbie William penyanyi bandel asal Inggris, pesepakbola seperti Christian Vieri, Francesco Coco ? keduanya dari Italia ? juga striker MU yang mau dijual Alan Smith. Yang parah adalah Wayne Rooney, striker berbakat dari MU dan timnas England ini kedapetan doyan pergi ke rumah bordil. Gara-gara kebiasaannya itu hubungan dengan Coleen McLoughlin, sang tunangannya, kisruh terus.</p>
<p>Kebiasaan buruk para pesepakbola di negeri Inggris diakui sejumlah kalangan. Mantan penyerang asal Skotlandia Frank McAvennie yang pernah merumput di liga Inggris baru-baru ini nge-launching buku yang berisi catatan skandal seks para pemain liga Inggris. Dalam buku yang berjudul Playing Away &#8212; The A-Z Soccer Sex Scandals itu ia ngakuin kalau para pemain bola liga Inggris banyak yang gonta-ganti teman kencan setiap malam, dan juga ada yang keranjingan pesta seks. Amit-amit!</p>
<p>Anehnya, meski seorang cowok udah dicap playboy, tapi masih banyak aja cewek yang ngebet ama mereka. Baik itu yang belum kenal kelakuan ngaco itu cowok, atau emang cewek itu udah cintrong berat sama sang playboy. Konon Casanova, playboy legendaris asal Italia, tetap dicintai oleh mantan pacar-pacarnya. Wah, wah pake pelet mbah dukun mana, ya?</p>
<p><strong>Modal &amp; motif playboy</strong><br />
Kenapa cowok yang playboy tetap memikat banyak cewek? Itu karena si cowok emang bisa jaga imej, kalo doi bisa meyakinkan banyak cewek kalau dia anak baik, romantis, dan tetep inget sama mantan pacarnya.</p>
<p>So, jadi playboy itu kagak sembarangan. Nggak semua cowok bisa jadi playboy. Ada modal yang kudu disiapin, selain juga ada rule atawa aturan yang kudu dijalanin. Tulisan ini bukan diniatin ngasih tips supaya kaum cowok jadi playboy, tapi justru supaya kamu kudu waspada. Jangan-jangan gue playboy, nih!</p>
<p>Ada beberapa modal en rule yang biasanya dimiliki para playboy:</p>
<p><strong>Fisik</strong></p>
<p><strong>Tampang</strong>: jelas kudu keren. Salah satu modal para playboy adalah tampang yang keren abis. Julio Iglesias, Vieri, Coco, James Bond (mulai dari Connery sampai Brosnan), kagak ada yang jelek. Ibarat roti, nggak ada yang bantat alias kagak ngembang. Dengan tampang kayak mereka semua, cewek mana yang kagak tergoda?</p>
<p><strong>Bodi</strong>: atletis, bo! Nggak mesti gede kayak atlit binaraga. Cewek malah suka takut ngeliat cowok yang bodinya kelewat berotot. Ini beda ama cowok yang seneng ototnya gede. Semua nama yang ditulis di atas, rata-rata punya bodi yang proporsional. Makanya Arnold Schwarzenegger atau Silvester Stallone kagak pernah dipanggil untuk casting atau audisi film-film James Bond, badannya kelewat gede.</p>
<p><strong>Tajir</strong>. Ini juga jadi salah satu modal cowok playboy. Dengan uang yang berlimpah, mobil keren, kuda besinya alias motornya juga oke, itu semua modal untuk memikat para cewek. Maksudnya cewek matre, gitu deh.</p>
<p><strong>Non-fisik</strong><br />
<strong>Pinter ngomong dan jago PDKT</strong>. Ada lho temen saya yang dulu sering ngedeketin cewek. Tampangnya seh biasa aja, tapi doski emang nekat dan bisa PDKT. Walhasil banyak cewek yang bersimpati (atau kasian?) sama doi. Lucunya, ini temen kagak ngerasa kalo dia tuh suka tebar pesona, alias berbakat jadi playboy.</p>
<p><strong>Tebal muka, alias kagak punya malu</strong>. Meski udah ketahuan hidung belang, tetep aja doi enjoy dengan statusnya sebagai playboy. Biar udah ditabok banyak cewek, playboy mah never die, atuh!</p>
<p><strong>Pantang jatuh cinta</strong>. Kalau playboy bilang I love u, itu bukan berarti doi cinta, tapi itu ngebual supaya bisa ngejatuhin cewek buruannya ke pangkuannya. Cewek mana yang tahan dibilangin cinta ama cowok keren? Buat seorang playboy, ngeliat cewek bertekuk lutut adalah sebuah prestasi. Lagian, kalo playboy jatuh cinta itu alamat ia bakal kehilangan kebiasaan gonta-ganti cewek.</p>
<p><strong>Tetep ngejomblo</strong>. Yup, playboy itu adalah jomblo sejati. Sebabnya jelas, ia nggak betah tetap di satu hati. Beliau kagak tahan ngeliat kembang yang bermekaran di taman. So, kalo ada cowok yang udah berumur masih ngejomblo besar kemungkinan ia playboy, atau emang belum laku aja.</p>
<p>Lalu kenapa ada cowok yang mau meniti karir jadi playboy? Ada dua alasan; pertama, adalah mereka yang emang senang ngisengin dan mempermainkan kaum cewek. Kedua, adalah para cowok yang pernah disakitin cewek. Pernah jadian, eh tahu-tahu sang cewek selingkuh, berpaling ke lain hati. Jadinya dendam. Pengen bales menyakiti semua cewek dengan cara jadi playboy.</p>
<p><strong>Dibenci Allah</strong><br />
Oke deh, kamu para cowok bisa bangga punya banyak gebetan. Kamu juga bisa bangga ngibulin en ngadalin banyak cewek di dunia ini. Tapi sori aja, di mata Allah kamu tuh dibenci banget. Being playboy, udah mendekati zina, apalagi kalo pake zina beneran. Na?udzubillahi min dzalik!</p>
<p>Allah tuh amat cinta banget ama anak cowok yang bisa ngejaga kehormatan dirinya. Dalam surat Al Mu?minun Allah berfirman:</p>
<p>?<em>Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela</em>.?(<strong>QS al-Mu?minuun [23]: 1-6</strong>)</p>
<p>Tebar pesona yang kamu bikin, dengan tatapan mata yang mengundang itu udah kagak pantes banget. Allah tuh nyuruh kita menjaga pandangan, pergaulan dan perkataan. Lho, mata kan mata gue? Emang itu mata elo, tapi siapa tuh yang nyiptain dan ngasih itu mata? Allah, kan? Nah, Dia udah ngasih rambu-rambu penggunaan panca indera kita dan seluruh anggota badan kita. Melanggarnya cuma bikin sengsara badan kita dunia dan akhirat.</p>
<p>Bayangkan juga perasaan cewek-cewek yang udah kamu patahin hatinya setelah dikasih harapan. Periiiih, bro! Gimana kalo itu menimpa ibumu, saudarimu, atau kerabatmu yang cewek. Ngambek juga kan?</p>
<p>So, buat kamu-kamu yang ngerasa punya tampang layak jual, mendingan banyak bersyukur dan jaga diri. Jangan deh jual tampang dan tebar pesona. Ingat, semuanya ada tanggung jawabnya di hadapan Allah Swt.[<em>januar</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/playboy-dibenci-tapi-diburu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biar Ortu Senang dan Kita Tenang</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/biar-ortu-senang-dan-kita-tenang</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/biar-ortu-senang-dan-kita-tenang#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 01:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/biar-ortu-senang-dan-kita-tenang/</guid>
		<description><![CDATA[Kalo kamu dijodohin ortu, nggak usah pusing tujuh keliling. Jalani aja dulu, toh nggak dosa kok kalo kamu nolak. Sebab itu menyangkut masa depanmu, jadi keputusan ada di tanganmu. Tapi, agar ortu nggak kecewa dan kamunya juga nggak merasa dipaksa, mungkin hal-hal berikut ini bisa membantu:

Jalin komunikasi. Bicaralah secara terbuka pada ortu, gimana sih pandangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo kamu dijodohin ortu, nggak usah pusing tujuh keliling. Jalani aja dulu, toh nggak dosa kok kalo kamu nolak. Sebab itu menyangkut masa depanmu, jadi keputusan ada di tanganmu. Tapi, agar ortu nggak kecewa dan kamunya juga nggak merasa dipaksa, mungkin hal-hal berikut ini bisa membantu:<span id="more-818"></span></p>
<ol>
<li><strong>Jalin komunikasi</strong>. Bicaralah secara terbuka pada ortu, gimana sih pandangan kamu soal pernikahan. Misal apakah udah siap atau belum, bagaimana kriteria calon pendamping yang kamu idamkan, dll. Komunikasi ini penting untuk menyatukan pola pikir dengan ortu agar sama-sama konek dalam mencari jodoh.</li>
<li><strong>Cari informasi sebanyak-banyaknya</strong>. Ketika akhirnya ortu menyodorkan pilihannya, carilah sebanyak-banyaknya informasi mengenai si dia. Misal mengenai pemahaman agamanya, pekerjaannya, latar belakang keluarganya, riwayat pendidikannya, sifat-sifatnya, dan seterusnya. Selain dari ortu, kamu perlu nyari info lewat orang-orang dekatnya, temen atau sodaranya. Ini agar lebih objektif dan komprehensip. Sebab jika informasinya hanya dari ortu, bisa bias karena memang mereka telah menginginkannya menjadi mantu.</li>
<li><strong>Sholat istikharah</strong>. Setelah mengetahui seluk beluk si dia, mintalah petunjuk pada Yang di Atas. Dialah yang akan meneguhkan keputusan kita, apa bakal menerima atau nggak.</li>
<li><strong>Tawakal</strong>. Jika kemudian kamu memutuskan untuk menerima tuh ikhwan, ikhlas dan tawakallah. Yakinlah bahwa memang itulah keputusan terbaik yang diberikan oleh Allah Swt. Percayalah bahwa dia adalah jodoh dari Allah Swt yang terbaik buat kamu. So, apapun yang terjadi nanti kita kudu siap menghadapi. Bergembiralah karena itu berarti telah tiba saatnya bagi kamu untuk menyempurnakan separuh agama melalui gerbang pernikahan. Duh? senengnya. Selamat menempuh hidup baru ye! [<em>kholidah</em>]</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/biar-ortu-senang-dan-kita-tenang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dijodohin Ortu? Mau?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/dijodohin-ortu-mau</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/dijodohin-ortu-mau#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 01:51:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/dijodohin-ortu-mau/</guid>
		<description><![CDATA[Dijodohin mau aja? Nggak salah nih? Maklum, perjodohan identik ama beli kucing dalam karung. Apa benar? Sebagai seorang gadis gimana perasaanmu kalo dijodohin? &#8220;Dijodohin? Nggak enak lagi, enakan milih sendiri. Karena apa? Kita kan gak tau &#8217;siapa dia&#8217; yang bakal dijodohin ama kita. Jangankan ama yang dijodohin, ama yang hasil nyari sendiri aja kadang-kadang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dijodohin mau aja? Nggak salah nih? Maklum, perjodohan identik ama beli kucing dalam karung. Apa benar? Sebagai seorang gadis gimana perasaanmu kalo dijodohin? &#8220;Dijodohin? Nggak enak lagi, enakan milih sendiri. Karena apa? Kita kan gak tau &#8217;siapa dia&#8217; yang bakal dijodohin ama kita. Jangankan ama yang dijodohin, ama yang hasil nyari sendiri aja kadang-kadang kita masih salah dalam menilai kok,&#8221; ujar Widyandaru Tapi kalo yang dijodohin cakep, kenapa nggak? Hi..hi..just kidding,&#8221; cetusnya.<span id="more-817"></span></p>
<p>Setali tiga uang ama Widyandaru, Ayu Apriani komentar &#8220;Perjodohan buat aku adalah satu tradisi kuno yang udah basi di jaman ini. Logika aja, kita yang pacaran udah lama aja bisa putus, gimana yang baru kenal langsung merit?&#8221;</p>
<p>Pendapat sedikit bijak keluar dari mulut Hartanti. &#8220;Kalau mendengar kata dijodohkan kesannya memang kayak memaksa. Tapi yang namanya jodoh itu kan banyak cara buat ketemunya, salah satunya ya dijodohkan itu. Dijodohin kayak gimana pun kalau bukan jodoh pasti juga nggak bakalan jadi langgeng nantinya. Menurut aku orang nggak suka dijodohin mungkin karena orang yang dijodohkan sama kita itu ngga cocok sama kita. Tapi kalau cocok dan oke sih, siapa takut?&#8221; paparnya panjang lebar.</p>
<p>Sementara Irma, nggak menganggap buruk jika dijodohin ortu. &#8220;Kenapa nggak? Ortu kan lebih pengalaman dalam berumah tangga. Pasti mereka bakal nyariin yang terbaik buat kita. Asal caranya aja, jangan maksa,&#8221; tutur Pur yang masih pelajar abu-abu putih ini.</p>
<p><strong>Tugas ortu vs hak anak </strong><br />
Sebagai anak perempuan yang masih jomblo, itu berarti kita masih berada dalam tanggungjawab ortu. Salah satu tugas orang tua adalah mencarikan jodoh buat anaknya dan mengantarkannya menuju gerbang pernikahan dengan pasangan yang terbaik. Jadi, kalo ada ortu yang berbaik hati mencarikan jodoh, jangan ditolak mentah-mentah. Mustinya kita bersyukur karena itu berarti sebetulnya ortu memahami tugasnya. Bangga dong punya ortu yang pengertian akan kebutuhan anaknya.</p>
<p>Terlebih jika kita sendiri udah &#8216;diburu&#8217; waktu, sementara sang belahan jiwa nggak juga kunjung tiba, apa salahnya mencoba &#8216;menyeleksi&#8217; para pria yang dikenalkan ortu pada kita. Siapa tahu ada yang cocok gitu loh. Kan enak, nggak usah repot-repot &#8216;berburu&#8217; lelaki kayak cewek-cewek yang rebutan satu cowok di acara Joe Millionaire Indonesia itu. Jijay banget kan!</p>
<p>Apalagi sebagai MC (bukan Master of Ceremony, tepatnya Mak Comblang neh?) ortu tentunya lebih pengalaman soal memilih pasangan. Iya dong, mereka kan udah merit puluhan tahun dan sukses membesarkan kita, pasti punya pengalaman segudang soal memilih suami. Pepatah bilang, urusan bibit, bebet dan bobot ortu lebih tahu.</p>
<p>Yakin deh, Insya Allah ortu pasti memilihkan jodoh yang terbaik bagi anaknya. Hanya ortu yang nggak waras aja yang menjerumuskan anak gadisnya dengan menjodohkannya pada pria bejat. Tapi masalahnya, bagaimana jika kita nggak suka dengan pria yang &#8216;disodorkan&#8217; nyokap and bokap? Misalnya karena kita belum kenal sama sekali dengan tuh cowok? Atau sekalipun kenal, tapi nggak sreg? Tenang, don&#8217;t worry be happy. Sebab sebagai anak, kita punya hak kok buat menolak keinginan ortu. Sebab, masalah pernikahan itu kan kita yang njalani, jadi itu termasuk hak anak untuk memutuskan: yes or no. Ini bukan berarti kita menentang atau malah durhaka pada ortu ya. Tetapi semata-mata sebagai wujud pelaksanaan hak perempuan. Cieeh?catet!</p>
<p>Makanya, ortu juga kudu paham kedudukannya, bahwa mencarikan jodoh bagi anaknya sekadar menjalankan tugas sebagai ortu, dan bukan sebagai penentu. Keputusan tetap berada di tangan si anak. Maklum, soal perasaan ini kan nggak bisa dipaksakan. Gimana lagi, kalo emang nggak ada kecenderungan masak mau dipaksain? Ntar malah nggak enak buntutnya. Jadi sekali lagi, ortu nggak berhak maksa ke si anak agar bersedia menikah dengan pilihannya itu.</p>
<p>Yang pasti, agar antara pilihan ortu dan pilihan anak matching, keduanya kudu punya standar yang sama dalam memilih jodoh. Yang utama tentulah pertimbangan agama. Yup, cowok yang dijodohkan kudu sholeh, karena dia calon pemimpin rumah tangga yang akan menjamin terbentuknya keluarga sakinah. Kalo doi sendiri nggak sholeh, gimana mau membimbing anak dan istrinya?</p>
<p>Masalahnya, bagaimana jika orangnya sholeh tapi kita masih tetap &#8216;nggak ada rasa&#8217;? Yah, gimana lagi. Namanya perasaan memang nggak bisa dibohongi. Kalau emang udah shalat istikharah meminta petunjuk Allah Swt. dan tetap nggak sreg, nggak masalah nggak diterusin. Mungkin akan mengecewakan ortu, namun dengan penjelasan yang logis Insya Allah ortu bakal ngerti. Ortu harus legowo karena memang itu adalah hak anak. Namun perlu dicatat, kurang bijak rasanya jika menolak pria yang dikenal sholeh. Lagian kalo kita menerimanya, Insya Allah kita akan mendapatkan pahala karena menyenangkan hati orang tua. Yang pasti, diterimanya perjodohan bukan paksaan seperti imej yang berkembang, tapi kudu berdasar kerelaan kedua belah pihak.</p>
<p><strong>Pacaran vs perjodohan </strong><br />
Kamu perlu tahu bahwa perjodohan yang dimaksud tentunya kudu Islami. Maksudnya nggak melanggar hukum syara&#8217; gitu deh. Yang gimana tuh? Bahwa perjodohan kudu dilandasi akidah Islam. Maksudnya, menjodohkan anak agar kemudian menikah adalah dalam rangka menjalankan ajaran agama. Jangan sampai teracuni oleh landasan materi. Misalnya ortu yang maksain anaknya merit dengan laki-laki yang kebetulan anak orang kaya, padahal ia bukan laki-laki yang sholeh. Apalagi jika beda keyakinan.</p>
<p>Perjodohan juga diniatkan untuk khitbah (kemudian nikah), bukan terikat dalam tali pacaran. Khitbah adalah pernyataan resmi dari pria kepada wanita untuk memintanya menjadi calon isteri. Setelah dikhitbah, keduanya boleh saling mengenal, tentu dengan cara yang nggak melanggar syara&#8217;. Misal nggak khalwat (dua-duaan), nggak ngobrolin masalah yang ngeres, dll. Masa-masa khitbah sebelum merit inilah ajang pengenalan dan penjajakan mengenai pribadi masing-masing. Kalo selama khitbah terjadi ketidakcocokan dan ketidakmantapan untuk melanjutkan ke pernikahan, nggak masalah khitbah dibatalkan. Tentunya dengan berbagai pertimbangan.</p>
<p>So, salah besar kalo perjodohan itu identik ama beli kucing dalam karung. Sementara pacaran hanya aktivitas baku syahwat dengan dalih sebagai ajang penjajakan sebelum menikah. Di situ ada aktivitas yang melanggar syara&#8217; seperti dua-duaan alias khalwat. Bukan pacaran kan namanya kalo perginya rame-rame? Trus, lebih banyak syahwat, mulai cara memandang, memegang tangan, bercumbu, dll (pokoknya syerem abis). Coba itung, banyakan mana aktivis pacaran yang akhirnya lanjut ke pernikahan dibanding bubaran? Kalo toh merit, biasanya karena didahului &#8216;kecelakaan&#8217;.? Belum lagi setelah merid, nggak bertahan lama karena cintanya dah keburu digeber waktu pacaran. Oke deh semoga nggak keberatan dojodhin ya! [<em>kholidah</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/dijodohin-ortu-mau/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nulis itu ibadah!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/nulis-itu-ibadah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/nulis-itu-ibadah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 01:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/nulis-itu-ibadah/</guid>
		<description><![CDATA[Ada bedanya antara penulis muslim dengan penulis lain. Penulis muslim dituntut ngegabungin kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Yup, seorang penulis muslim harus menomorsatukan keikhlasan; meraih ridlo Allah. Ada beberapa tips yang kudu dimiliki penulis muslim, ini di antaranya:

Yakinkan diri kalau tema yang akan ditulis bermanfaat bagi banyak orang. Jauhkan diri dari tema-tema yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada bedanya antara penulis muslim dengan penulis lain. Penulis muslim dituntut ngegabungin kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Yup, seorang penulis muslim harus menomorsatukan keikhlasan; meraih ridlo Allah. Ada beberapa tips yang kudu dimiliki penulis muslim, ini di antaranya:</p>
<ol>
<li>Yakinkan diri kalau tema yang akan ditulis bermanfaat bagi banyak orang. Jauhkan diri dari tema-tema yang bikin mudlarat</li>
<li>Gali tsaqofah Islam seluas dan sedalam-dalamnya. Ini adalah modal utama seorang penulis muslim. Bukankah kita mau mendakwahkan Islam? So pasti butuh ?amunisi? yang banyak</li>
<li>Jadilah penulis kreatif. Buku-buku Islam sekarang udah banyak bertebaran, jadilah the different one, sesuatu yang beda, gitu deh! Kuncinya adalah jangan pernah bosan dan malas untuk belajar menulis.</li>
<li>Jaga niat. Kudu ikhlas jadi penulis muslim, jangan cuma mikirin royalti doang, berapa tiras penjualan, atau berapa kali naik cetak. Ingat, menulis bagian dari dakwah dan ibadah</li>
<li>Bertanggung jawab. Jangan lupa sobat, setiap amal yang kita bikin di dunia ini ? ngomong, nguping, ngeliat, dan nulis ? ada tanggung jawabnya di hadapan Allah kelak.</li>
</ol>
<p>Semoga bermanfaat dan tetap semangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/nulis-itu-ibadah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kala Pena Setajam Pedang</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/kala-pena-setajam-pedang</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/kala-pena-setajam-pedang#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 01:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/kala-pena-setajam-pedang/</guid>
		<description><![CDATA[Kiprah penulis muslim makin bergelora. Saatnya bikin sesuatu yang beda dan bernilai dakwah. Karena menulis buat seorang muslim adalah ladang dakwah dan ibadah. Yang namanya pendekar, biasanya punya senjata sakti. Wiro Sableng punya kapak maut Naga Geni 212, Thio Bu Khie di cersil To Liong To-nya Chin Yun punya Pedang Langit &#38; Golok Pembunuh Naga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kiprah penulis muslim makin bergelora. Saatnya bikin sesuatu yang beda dan bernilai dakwah. Karena menulis buat seorang muslim adalah ladang dakwah dan ibadah. Yang namanya pendekar, biasanya punya senjata sakti. Wiro Sableng punya kapak maut Naga Geni 212, Thio Bu Khie di cersil To Liong To-nya Chin Yun punya Pedang Langit &amp; Golok Pembunuh Naga, King Arthur punya Excalibur. Semua sakti mandraguna bisa menghabisi lawan-lawannya.<span id="more-815"></span></p>
<p>Tapi, kesaktian senjata itu paling banter cuma bisa ngebunuh puluhan atau ratusan orang. Sementara, goresan pena seorang penulis bisa mengguncangkan jutaan orang. Bahkan lebih. Maka, pena itu emang setajam pedang, atau malah lebih tajam lagi. Begitu tajamnya, sampai-sampai Kaisar Prancis yang masyhur, Napoleon Bonaparte lebih ngeri pada pena para penulis ketimbang ribuan bayonet musuh yang terhunus.</p>
<p><strong>Kesaktian para penulis</strong><br />
Sobat, kita bukannya lagi ngebual. Ini fakta. Ambillah contoh, kalangan Kristiani akhir-akhir ini lagi resah setelah terbitnya sebuah novel berjudul The Da Vinci Code. Tulisan fiksi garapan penulis muda Dan Brown ini ditakutkan mengguncangkan ?keimanan? kalangan umat Kristiani. Pasalnya, dalam buku fiksi itu Dan Brown menuliskan kalau sebenarnya Yesus Kristus berstatus menikah dengan seorang wanita yang bernama Maria Magdalena. Mereka, tulis Brown, juga punya keturunan yang sampai sekarang tinggal di satu kawasan di Prancis.</p>
<p>Tulisan ini jelas bikin geger. Pasalnya kalangan Kristen percaya betul Yesus itu tidak pernah menikah. Dan lagi, kalau kamu tahu, dalam sejarah Kristen, Maria Magdalena itu adalah seorang pelacur. Jelas aja banyak pastor yang tersinggung. Tapi ada daya, buku itu malah jadi best seller di AS dan Eropa.</p>
<p>Sekarang kita flashback, liat ke masa lampau. Tepatnya di tahun 1896 keluar sebuah buku berbahasa Jerman dengan titel Der Judenstaat. Pengarangnya adalah Theodore Hertzl. Buku inilah yang jadi inspirasi jutaan orang Yahudi di dunia untuk bikin sebuah negara rasis; Yahudi Raya, atau kita kenal dengan Israel. Bayangin, sebuah buku bisa melahirkan revolusi sekaligus sebuah negara.</p>
<p>Wah, masih banyak karya-karya para penulis yang spektakuler; positif ataupun negatif. Goresan pena mereka, atau ketikan mereka, bisa membangkitkan emosi masyarakat. Bahkan ada yang bisa melahirkan sebuah pergolakan sosial dan politik seperti Dar Judenstaat-nya Herzl dan Das Kapital-nya Karl Marx.</p>
<p><strong>Dakwah lewat pena</strong><br />
Tapi, kita juga patut bersyukur kemudian banyak lahir para penulis muslim. Dari luar negeri, siapa sih yang luput baca bukunya asy-Syahid Sayyid Quthb yang beken dengan Ma?alim fi ath Thariq dan tafsir Fi Dzilaalil Qur?an. Buku tafsir yang dibuat dalam penjara rezim Mesir ini dinilai banyak ulama sarat dengan muatan dakwah dan perlawanan terhadap kezaliman kaum imperialis dan antek-anteknya.</p>
<p>Di dalam negeri? remaja muslim juga ngeh banget dengan nama Helvi Tiana Rossa, Pipiet Senja, Gola Gong, Boim Lebon, Afifah Afra Amatullah, Adian Husani, Faudzil Adhim, Oleh Solihin, dsb. Nama-nama itu udah jadi ikon penulis muslim. Tulisan mereka, insya Allah, nggak sekadar menghibur, tapi juga berisi muatan dakwah. Ajakan untuk meniti jalan menuju kehidupan yang Islami.</p>
<p>Lagipula, dakwah lewat tulisan ini punya beberapa keunggulan dibandingkan via lisan. Dengan tulisan pastinya materi dakwah akan terdokumentasikan dengan baik. Biarpun ada tape recorder, atau rekaman video, tetep aja nggak bisa mengalahkan asyiknya menelusuri ide dakwah lewat tulisan. Membaca emang kagak ada matinya!</p>
<p>Buat pembaca sendiri ada keuntungan lain. Mereka bisa menyimak dakwah itu kapan saja dan dimana saja. Bisa sambil santai, tiduran di bawah pohon kelapa, awas aja ketiban buahnya. Pokoknya, enak dinikmati sambil apa aja.</p>
<p>Selain itu, dakwah lewat tulisan bisa jauh lebih mendalam. Karena penulisnya bisa mengeksplor berbagai buku-buku rujukan. Penulisnya bisa berpikir panjang sebelum menuangkan gagasan. Beda kan dengan dakwah secara lisan, apalagi yang modelnya live show, seorang da?i dituntut bisa berpikir cepat dan tepat. Jelas ini berat karena nggak semua da?i bisa melakukan hal itu.</p>
<p><strong>Ada tanggung jawab</strong><br />
Karenanya, jadi penulis jangan lagi diliat sebagai hobi. Iseng ngisi waktu luang. But, nulis itu udah jadi bagian dari perjuangan umat. Tulisan-tulisan mereka bertaburan muatan dakwah menuju kehidupan Islam. Ide-ide mereka nggak cuma ngasih penjelasan tentang Islam, tapi juga bisa mukul balik aneka gagasan gila alias yang membahayakan umat Islam.</p>
<p>So, jadi penulis muslim, nggak cuma dituntut kreatif, tapi juga bertanggung jawab atas karya yang mereka buat. Penulis muslim itu kudu bisa menulis dengan benar dan baik. Benar, artinya menuliskan hal-hal yang islami, nggak bikin pembaca jadi bodo apalagi ?gila?, seperti mencaci maki Al Qur?an, para sahabat, dan agama Islam pada umumnya.</p>
<p>Yang dimaksud ?baik? adalah bisa nulis dengan kreatif. Maksudnya bukan kudu nulis sambil nyelam di air, sambil nungging, sambil merem, atau gimana gitu. Tapi bisa bikin tulisan yang memikat, enak dibaca dan perlu (afwan, TEMPO!).</p>
<p>Nah, modal jadi penulis itu emang gampang-gampang susah. Gampang karena setiap orang pastinya bisa nulis. Susahnya, dia kudu punya teknik menulis yang oke banget, dan pastinya nguasai tsaqofah islamiyah (pengetahuan keislaman).</p>
<p>Insya Allah, tanah air bakal terus kebanjiran penulis muslim yang berbakat. Semoga talenta mereka betul-betul bermanfaat untuk kebangkitan Islam. Kita menunggu perubahan masyarakat agar agama ini tegak di atas muka bumi. Kalau Rusia bisa berevolusi dengan Das Kapital-nya Karl Marx, atau kaum Yahudi bisa mendirikan negara Yahudi Raya lewat Dar Judenstaat, umat Islam pasti juga bisa. Nah, semoga para penulis muslim bisa mewujudkannya. Amin [<em>januar</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/kala-pena-setajam-pedang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berprestasi Lewat Pena</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/berprestasi-lewat-pena</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/berprestasi-lewat-pena#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 01:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/berprestasi-lewat-pena/</guid>
		<description><![CDATA[Buat kamu, sobat muda, jembrengin deh beberapa temen kita yang berprestasi lewat pena berikut ini, jadikan contoh dan pemicu supaya kita semua jangan ketinggalan, selamat mebaca:
Syamsa Hawa. Shinta Dewi Indriani, nama aslinya. Lahir di Jakarta, 17 Desember 1986. Doi yang ngetop lewat VCD Girls (Asy-Syamil-Bandung), kini kuliah di universitas Indonesia. Karya-karyanya yang sudah on-air antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat kamu, sobat muda, jembrengin deh beberapa temen kita yang berprestasi lewat pena berikut ini, jadikan contoh dan pemicu supaya kita semua jangan ketinggalan, selamat mebaca:<span id="more-814"></span></p>
<p><strong>Syamsa Hawa</strong>. <em>Shinta Dewi Indriani</em>, nama aslinya. Lahir di Jakarta, 17 Desember 1986. Doi yang ngetop lewat VCD Girls (Asy-Syamil-Bandung), kini kuliah di universitas Indonesia. Karya-karyanya yang sudah on-air antara lain:</p>
<ol>
<li>Di Balik Cahaya Rembulan (Era Intermedia-Solo)</li>
<li>VCD Girls (Asy-Syamil-Bandung)</li>
<li>The Story of Jomblo (Lingkar Pena Publish. House-Jakarta, Antologi cerpen)</li>
<li>Pacar Akhwat (Cakrawala Publishing-Jakarta)</li>
<li>Putri Tidur (GIP-Jakarta)</li>
<li>Revolusi di 181 (Lingkar Pena Publishing House)</li>
</ol>
<p><strong>Eliza V. Handayani</strong>. Pernah baca novel Area X terbitan Dar! Mizan? Ini dia orangnya. Cewek kelahiran Jakarta, 23 Juli 1982 yang sekarang mukim di Amrik untuk studi di jurusan Sinematografi Wesleyen University dengan beasiswa penuh, ini emang punya banyak prestasi. Dan salah satu puncaknya adalah saat noveletnya yang berjudul Area X, menang dalam lomba menulis naskah film/video Departemen Penerangan RI tahun ?99. Dan setelah itu, novelet tersebut pun akhirnya diterbitkan. Keren, nggak tuh?</p>
<p><strong>Adzimattinur Siregar</strong>. <em>Butet</em>, begitu biasa ia disapa, emang cukup punya potensi di bidang ini. Tahun 2004, serial pertamanya, ABG; Cover Boy Lemot terbit di bawah bendera Zikrul Hakim. Menyusul kemudian Cool&#8230; Man (Zikrul Hakim, 2004) yang jadi best seller, Loving U (Cakrawala Publishing) dan Amerika&#8230; Siapa Takut (Zikrul Hakim, 2004).</p>
<p>Sebelumnya, cerpen-cerpennya juga nongol di beberapa antologi cerpen. Antara lain: Surga Yang membisu (Zikrul Hakim, 2003), Menjaring Angin (Zikrul Hakim, 2004), Lukisan Perkawinan (Zikrul Hakim, 2004), Bintang Pun Tersenym (GIP, 2004), Matahari Tak Pernah Sendiri 2 (Lingkar Pena Publshing House, 2004). Dan kini, Adzi, masih sekolah di SMAN 3 Depok, dan selalu siap untuk menghadirkan karya-karya selanjutnya.</p>
<p><strong>Shafwan al-Bana Chairulzadd</strong>, Cah Jogja yang kini tinggal di Depok ini nggak kalah sama nama-nama yang disebut di awal. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun ini, Ofan-begitu doi biasa dipanggil-udah nunjukkin diri sebagai salahsatu penulis berkelas. ini dibuktikan dengan terbitnya buku Ramadhan Is Dead?! dan Palestina, Emang Gue Pikirin! yang ringan, ngocol, tapi tetap berbobot. Cowok yang sekarang jadi mahasiswa di Fisip UI terus berazzam bahwa dia akan terus berdakwah, ya salah satunya dengan tulisan.</p>
<p>So mana karya mu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/berprestasi-lewat-pena/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akulah Penulis Muda</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/akulah-penulis-muda</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/akulah-penulis-muda#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 07:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/akulah-penulis-muda/</guid>
		<description><![CDATA[Bangga banget ngeliat banyak penulis muda muslim bermunculan di negeri ini. Hasil ketukan jarinya pada tuts keyboard komputer membawa manfaat buat umat. Tertarik mengikuti jejaknya?
Kalo dulu banyak yang melirik sebelah mata or rada-rada sinis kalo ada orang yang menekuni dunia kepenulisan. Saat itu profesi penulis rupanya masih diragukan untuk mendapatkan masa depan yang cerah. Tapi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangga banget ngeliat banyak penulis muda muslim bermunculan di negeri ini. Hasil ketukan jarinya pada tuts keyboard komputer membawa manfaat buat umat. Tertarik mengikuti jejaknya?<span id="more-812"></span></p>
<p>Kalo dulu banyak yang melirik sebelah mata or rada-rada sinis kalo ada orang yang menekuni dunia kepenulisan. Saat itu profesi penulis rupanya masih diragukan untuk mendapatkan masa depan yang cerah. Tapi, kini ternyata banyak yang terjun menjadi penulis. Entah karena banyak penerbit baru bermunculan, entah emang karena kita udah kebanjiran para penulis baru. Yang jelas, tumbuh pesatnya penulis berbanding lurus dengan maraknya dunia penerbitan. Yup, simbiosis mutualisme lah.</p>
<p>Nah, yang perlu mendapat perhatian tentunya booming penulis muslim. Mereka ada di mana-mana. Mereka rata-rata masih muda belia. Ada yang kemudian mengorbit setelah karya-karyanya diterbitkan mayor label dan disukai pembaca, tapi nggak sedikit mereka yang menulis di jalur ?underground?. Perkembangan mereka tentunya sangat menggembirakan.</p>
<p>Banyak juga teman kita yang ngejabanin media massa sekolah; mading, buletin, atau majalah kampus yang cukup dinikmati kalangan terbatas. Sebut saja Mayashi yang jadi kru redaksi majalah di sekolahnya, ?Kalo di majalah sekolah sempat di beberapa rubrik, artikel-artikel berbahasa Jawa, en artikel tentang kesehatan,? ungkap pelajar yang masih sekolah di SMUN 3 Malang ini.</p>
<p>Oya, nggak sedikit pula lho yang terjun lebih jauh dengan menggandeng penerbit besar, sehingga karyanya bisa dibaca banyak kalangan (lihat box). Dua-duanya sama kerennya. Ini sekaligus membuktikan bahwa budaya menulis belum mati.</p>
<p>Sobat muda muslim, kita jadi pengen tahu nih, kenapa sih teman-teman kita pada suka nulis? ?Pertama kan suka baca majalah, dulu sih majalah BOBO. Kedua, karena paksaan dari tugas-tugas sekolah juga sih. Tapi lewat tulisan itu kita lebih terbuka untuk menemukan jatidiri kita. Kita pun lebih bebas untuk berekspresi,? aku Liyan, mahasiswa UPI yang juga aktif di Forum Lingkar Pena Bandung.</p>
<p>Itu kata Liyan lho, gimana pendapat teman lainnya? Sebut saja Ronal yang kena todong SoDa pas ikutan SPMB di sebuah kampus, ?Tertarik dunia tulis menulis karena banyak novel kacangan (Indonesia) di luar sana,? paparnya. Nggak dijelasin sih yang kacangannya tuh yang kayak gimana dan yang mana.</p>
<p>Oke deh, tapi yang jelas, menulis sekarang bukan sekadar hobi, tapi sudah mengarah kepada penyaluran segala unek-unek yang kita dapetin tentang kehidupan ini. Beruntung banget para remaja yang hidup di jaman serba digital ini. Karena apa? Karena bisa menyalurkan inspirasi dengan bebas dan banyak sarana untuk membanjirkan gagasannya.</p>
<p><strong>Berkiprah di dunia maya</strong><br />
Kalo dulu buku harian dianggap catatan paling pribadi, catatan yang hanya akan dibaca penulisnya sendiri. Tapi kini setelah berkembang internet, diary bisa ditulis di dunia maya dan dibaca banyak orang di seluruh dunia. Blog istilahnya. Kalo kamu tertarik untuk menuangkan gagasan, unek-unek dan sebagainya, bisa pake deh sarana ini. Kamu bisa bikin blog sendiri yang keren.</p>
<p>?Aku ingin agar puisi-puisiku dan juga tulisanku dibaca orang, maka aku bikin blog sendiri. Sekalian dakwah deh. Kamu bisa kunjungi alamat blog-ku di www.blog.indosiar.com/astari_sa. Klik ya!? Astari Sekar Ayu yang berhasil diajak chatt kru SoDa ngasih tahu alasannya menuliskan puisi di dunia maya. Wah, Astari promosi nih. Ehm&#8230;</p>
<p>Teman kita, Astari, adalah satu dari sekian banyak remaja yang biasa menulis. Bagi teman kita yang punya tipe seperti ini, mungkin nggak perlu publishing tertentu untuk bisa menerbitkan karyanya. Selain karena ribet ngurusnya, belum tentu tulisannya bakalan dimuat dan diterbitkan. Maklumlah, tiap penerbit kan punya aturan main sendiri. Kalo di internet kan bisa bebas. Atau bikin zine sendiri kan enak. Lagian siapa yang mau capek-capek nyensor? Wong kita terbitin sendiri kok. Tul nggak?</p>
<p>Tapi, ada juga lho yang cuma iseng nulis di blognya, malah ketiban rejeki diterbitkan oleh penerbit mayor label dalam bentuk buku. Salah satunya adalah Raditya yang blog-nya dibukukan dengan judul ?kambingjantan?. Dus, karena isi blognya unik dan diakses ribuan orang, maka Raditya Dika yang lagi studi di Australia berhasil mendapatkan ?Best Indonesian Blog Award 2003?. Tuh, jadi menulis dan menulis deh. Tapi inget lho, jangan asal nulis juga. Kudu ada manfaatnya (bahasan soal ini bisa kamu simak di Bidik 2)</p>
<p><strong>Masa depan cerah</strong><br />
Sobat muda muslim, menjadi penulis yang ditujukan kepada banyak orang adalah bagian dari kepedulian. Apalagi jika informasi yang kita sampaikan bermanfaat dan membawa kemaslahatan. Selain masa depan di akhirat insya Allah bagus karena banyak amal baiknya yang dikerjakan dengan iklhas, di dunia pun insya Allah berasa juga. Paling nggak, kalo karya kita diminati, berarti jualannya kan laku. Tul nggak?</p>
<p>Dalam sebuah pertemuan dengan para penulis dan penerbit, Pak Fauzil ?Adhim, penulis buku best sellers ?Indahnya Penikahan Dini? pernah cerita bahwa hasil dari royalti penjualan beberapa bukunya sudah bisa membeli sebidang tanah dan membangun rumah di atasnya. Alhamdulillah. Insya Allah pahalanya juga banyak. Amin.</p>
<p>Kamu tentu tahu dong JK Rowling? Yup, ?ibunya? Harry Potter ini tercatat dalam jajaran orang terkaya di dunia versi majalah Forbes yang dirilis bulan Maret 2005 lalu dengan total kekayaan menyentuh angka Rp 9 triliun!</p>
<p>Mungkin ada yang bilang, itu sih tergantung orangnya dan juga rejekinya. Betul. Tapi kalo kita berusaha, pasti ada reward-nya juga kan?</p>
<p>?Kalo di Indonesia kan masih jarang ya yang menjadi penulis. Malahan saya aja dilarang jadi penulis karena dianggap MADESU (masa depan suran, red.). Tapi dengan semakin banyaknya perlombaan ya mengenai kepenulisan juga munculnya penerbit-penerbit baru, saya rasa sih menjanjikan. Asal kita selalu produktif,? jelas Liyan.</p>
<p>?Dikasih fasilitas buat mereka yang layak biar hidupnya bisa terjamin,? saran Irfan yang anak SMU 1 Bandung</p>
<p>Oke deh, kita berharap semoga para penulis muda muslim kita terus berkiprah di jalur dakwah dan tentunya masa depan kehidupan dunianya juga cerah. Kita sama-sama mendoakan dan mendukungnya. Tetep semangat! [<em>solihin, liputan: Gilang dan Rizki</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/akulah-penulis-muda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengobati Asam Urat</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mengobati-asam-urat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mengobati-asam-urat#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 00:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/mengobati-asam-urat/</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum,
Sejak beberapa waktu yang lalu tangan kanan saya sering sakit (ngilu). Aktivitas saya jadi terganggu. Saya hanya bisa membaca. Kata orang saya menderita asam urat. Apa benar? Apa pantangannya?
Adha-MKS
[+6281342189xxx]
’alaikumsalam,
Rasa nyeri di anggota gerak sering sekali dikeluhkan. Meskipun yang dirasakan sama-sama nyeri, namun penyebab belum tentu sama. Penyebab nyeri bisa saja karena posisi yang tidak tepat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu’alaikum,<br />
Sejak beberapa waktu yang lalu tangan kanan saya sering sakit (ngilu). Aktivitas saya jadi terganggu. Saya hanya bisa membaca. Kata orang saya menderita asam urat. Apa benar? Apa pantangannya?<span id="more-733"></span></p>
<p>Adha-MKS<br />
[+6281342189xxx]</p>
<p>’alaikumsalam,<br />
Rasa nyeri di anggota gerak sering sekali dikeluhkan. Meskipun yang dirasakan sama-sama nyeri, namun penyebab belum tentu sama. Penyebab nyeri bisa saja karena posisi yang tidak tepat, jatuh, terkilir, atau karena ada penyakit tertentu yang menyerang sendi. Di antaranya adalah rematik dan gout atau pirai yang sering disebut dengan asam urat.</p>
<p>Sebenarnya penyebutan nama penyakit ini merujuk pada kadar asam urat yang tinggi. Jadi apa yang adik rasakan belum tentu asam urat. Untuk diagnosis pasti, lebih baik periksa darah di laboratorium untuk mengetahui kadar asam urat di dalam darah. Biasanya akan ditemukan kadar yang tinggi pada darah. Normalnya kadar asam urat dalam darah tidak lebih dari 7 mg%.</p>
<p>Nyeri sendi karena asam urat yang tinggi biasanya bersifat nyeri hebat, bengkak, merah dan teraba panas. Biasanya menyerang satu sendi, serangan awal lebih banyak dimulai pada sendi-sendi besar kaki. Kebanyakan serangan pertama terjadi pada malam hari menjelang pagi. Nyeri juga bisa terjadi pada pergelangan kaki, lutut, jari tangan atau sendi lain.</p>
<p>Penyakit ini dapat timbul pada usia muda 15 – 30 tahun. Nyeri ini perlu dibedakan dengan nyeri karena rematoid artritis atau radang pada sendi yang penyebabnya merupakan proses auto imun dan bukan karena asam urat yang tinggi. Pada penderita rematik, pada permulaan yang terkena adalah sendi-sendi kecil tangan lalu pergelangan tangan, lutut dan kaki. Biasanya nyerinya simetris, bilaterral yaitu kanan dan kiri.</p>
<p>Asam urat yang berlebih ini bisa mengendap di jaringan dalam bentuk kristal urat. Kalau timbunan di daerah sendi, maka akan timbul benjolan di sekitar sendi yang terasa nyeri. Selain di sendi, kristal urat bisa juga mengendap di ginjal. Bila tidak diobati dengan baik, timbunan ini akan mengganggu fungsi ginjal, bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal.</p>
<p>Pencetus utama rasa nyeeri ini biasanya bila terjadi peningkatan kadar asam urat yang tinggi secara mendadak, misalnya setelah menyantap makanan yang mengandung kadar asam urat yang tinggi. Makanan yang dapat menyebabkan tingginya asam urat dalam darah misalnya daging, jeroan juga kacang-kacangan, taoge, bayam, dan ikan sarden.</p>
<p>Terkait dengan keluhan adik, cobalah pergi ke dokter untuk mendapatkan kejelasan diagnosis. Jangan menentukan jenis penyakit sendiri dan mengobati sendiri, apalagi ketika belum jelas penyakitnya. Mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mengobati-asam-urat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seandainya Aku Ada di Palestina</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/seandainya-aku-ada-di-palestina</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/seandainya-aku-ada-di-palestina#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 08:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/seandainya-aku-ada-di-palestina/</guid>
		<description><![CDATA[Jika aku di Palestina, cita2 terbesarku adalah bisa ikut jadi Syahidah! Ato paling nggak aku punya keberanian untuk melempar batu kayak putra2 temanku, seiman. Atau aku punya keberanian kayak Asma binti Abu Bakar.
Tahu kenapa? Muslim cerdas pasti paham (cieee). Aku ingin seperti Asma, yang disebut sebagai pemilik dua ikat pinggang, yang satu untuk mengikat kudanya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika aku di Palestina, cita2 terbesarku adalah bisa ikut jadi Syahidah! Ato paling nggak aku punya keberanian untuk melempar batu kayak putra2 temanku, seiman. Atau aku punya keberanian kayak Asma binti Abu Bakar.<span id="more-732"></span></p>
<p>Tahu kenapa? Muslim cerdas pasti paham (cieee). Aku ingin seperti Asma, yang disebut sebagai pemilik dua ikat pinggang, yang satu untuk mengikat kudanya, dan yang satu untuk mengikat makanan untuk para Mujahid. yang Aku pingin jadi seorang bunda yang berani seperti Asma. Aku juga mau, kalau harus ‘hebat’ naik turun tebing di Gua Hira kayak yang dilakukan Khadijah, wanita pemberani di jamannya.</p>
<p>Dengan keberanian en keyakinan akan datangnya Nasrulloh aku akan bantu perjalanan jihad jundi2 Islam yang dengan tegak berani berkata:  “Walau aral melintang, tiada kata yang surut sedikitpun dari mulut ini”</p>
<p>Ehm…aku juga ingin jadi bunda yang penuh keikhlasan melepas jundi2ku, untuk pergi berperang melawan kemaksiatan yang ada. Juga ga biarin Abinya anak2 manggut2 di atas kursi sambil ke’asyik’an dengerin musik nasyid!</p>
<p>Dengan melepas “Baju Perang” pada 3 kekasih hati, yakni 2 Jundi dan satu suami, untuk menjemput syahid dan moga aja bisa jumpa di Syurga. Sehingga panji Islam akan tegak berdiri di Palestina…Allohu Akbar. Akhirnya syahid akan dapat kita tempuh sekeluarga.</p>
<p>Adanya kerja keras yang penuh SEMANGAT, maka insya Alloh Negara Islam yang  diidamkan kaum muslimin, selama ± 80 tahun akan terwujud dengan indahnya, pasti kaum muslimin yang cerdas akan bilang: “ yah! aku sangat merindukannya”.</p>
<p>Karena tiada kemuliaan tanpa Islam. “Kapitalis mana bisa bikin kita bangga?” TIDAK SAMA SEKALI!</p>
<p>Kalau Khilafah yang gagah itu dapat diawali berdirinya di Palestina-kita tidak tahu kapan dan dimana titik berdirinya Daulah -maka negeri2 yang lain akan sangat mudah untuk gabung dan nyatu bak Purnama yang tiada celah SEDIKITPUN ato Sapu Lidi&#8211; sapu lidi ga bisa buat menyapu halaman kalau ga nyatu! [<em>Bunga Melati &#8211; Mahasiswi Psikologi UIN Malang</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/seandainya-aku-ada-di-palestina/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IF I meet akang Ariel Sharon</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/if-i-meet-akang-ariel-sharon</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/if-i-meet-akang-ariel-sharon#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 00:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/if-i-meet-akang-ariel-sharon/</guid>
		<description><![CDATA[(nb:akang sharon itu ‘mantan yayang’ku dimasa lalu)
Sstt,&#8230; ini gue, Shar! &#8230; Maruko! Uih, Shar! Jangan pangling gitu, cuma karena gue pake kerudung ,dong! &#8211;gue lagi nyamar neh!&#8211; Gila! Salute ih! Tak-tik pembebasan 400 tahanan Palestine kemaren OK juga ! tapi gue ada rencana lebih ashoy, Shar! Soal Gaza..! dijamin ciamik!
He he,.. gue bisa kasih sederet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(nb:akang sharon itu ‘mantan yayang’ku dimasa lalu)<br />
Sstt,&#8230; ini gue, Shar! &#8230; Maruko! Uih, Shar! Jangan pangling gitu, cuma karena gue pake kerudung ,dong! &#8211;gue lagi nyamar neh!&#8211; Gila! Salute ih! Tak-tik pembebasan 400 tahanan Palestine kemaren OK juga ! tapi gue ada rencana lebih ashoy, Shar! Soal Gaza..! dijamin ciamik!<span id="more-731"></span></p>
<p>He he,.. gue bisa kasih sederet nama dan tempat persembunyian orang-orang Palestine yg selama ini bikin rencana akang susah! Aye cuma minta imbalan buat  bekal  usaha majalah aye : $2500 juga cukup. Deal..?? (aku sorongkan tanganku untuk sebuah jabatan tanda deal)</p>
<p>Naah, pas tangan kami berjabatan, saat itu juga aku ‘Kelitikin’ urat nadinya sampe putus sama cutter yang karatan dan beracun (yang of course tak sembunyiin dibalik lengan jilbabku) hitungan menit, doi akan kita gelari: RIP: Ariel Sharon.</p>
<p>Ha ha ha ha !</p>
<p>Eits! Siapa itu yang mencemooh ketawaku? emangnya kenapa kalo aku bunuh doi ? wong doi itu jenis: Kafir harby yg darahnya HALAL buat dibunuh ! Makanya, liat dong  AQ (1): 193 dan AQ (8): 60. Dan sekarang, faeces busuk Israel lainnya yang menyaksikan aksi ‘kelitik maut’, bergegas ingin menangkapku!</p>
<p>“Terlambat,sayang! Kita akan mati bersama&#8230;. sekarang &#8230;”(kuaktifkan perangkat bom yang selalu kupersiapkan ketika aku pergi. Bom yang selalu setia menempel ditubuhku)</p>
<p>Bismillah&#8230;.</p>
<p>BuMMM..! Pyar..!!</p>
<p>Kamu jangan sedih gitu dong ah! Kematian ini toh tidak akan dibeli murah oleh Allah Swt. Bodoh bagiku ketika kalian masih saja berfikir bahwa penyelesaian konflik Palestine-Israel adalah dengan membagi tanah ini untuk dimiliki  2 negri!</p>
<p>Ini bukan lagi sekedar karena di tanah ini ada sebuah Masjidil Aqsa, ataupun tempat Rasul ber Isra’miraj! Ini hanya potongan kecil, bahwa betapa naasnya kaum muslim tanpa adanya sebuah Pelindung yang Nyata. Kami sungguh tak beda dengan muslim lainnya di chechnya, uzbek, Irak, Afghan.. di seluruh negri muslim,.. bahkan di Indonesia!</p>
<p>Oi! bahkan Kami tak ada beda dengan dirimu! Kami dan kamu membutuhkan pelindung itu tegak kembali. Pelindung untuk pelaksanaan seluruh aturanNya.</p>
<p>Pelindung untuk menegakkan kembali kemuliaan SyariatNya. Membuat kita dapat berdiri dengan tegak di hari penghisaban nanti.</p>
<p>Aku dah ready nih! Kamu dah siap belom..???</p>
<p>++ <em>Tiada kemuliaan tanpa Islam ! Tak sempurna Islam tanpa syariat ! Tak kan tegak syariat tanpa Daulah! Daulah Khilafah Rasyidah</em> ++</p>
<p>[<em><strong>by C. Maruko</strong></em>]<br />
(<em>PR nya Open Mind &amp; Pinkant –mini monthly magazine</em>)<br />
openmind_club@yahoo.com / sister_pinkant@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/if-i-meet-akang-ariel-sharon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lapar</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/lapar</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/lapar#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 04:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/lapar/</guid>
		<description><![CDATA[Saat SMP, kita diajarkan aneka kebutuhan hidup manusia. Guru ekonomi kita menerangkan bahwa pangan adalah kebutuhan primer manusia. Konon hanya seminggu manusia mampu bertahan hidup tanpa makan, dan tiga hari tanpa minum. Para ahli juga sepakat kalau makanan adalah kebutuhan dasar manusia. Sebelum berpikir untuk jadi orang kaya, jatuh cinta, jadi terkenal, perut manusia harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat SMP, kita diajarkan aneka kebutuhan hidup manusia. Guru ekonomi kita menerangkan bahwa pangan adalah kebutuhan primer manusia. Konon hanya seminggu manusia mampu bertahan hidup tanpa makan, dan tiga hari tanpa minum. Para ahli juga sepakat kalau makanan adalah kebutuhan dasar manusia. Sebelum berpikir untuk jadi orang kaya, jatuh cinta, jadi terkenal, perut manusia harus terisi dulu.<span id="more-730"></span></p>
<p>Di Amerika, pernah dilakukan sebuah percobaan tentang rasa lapar, yakni sejauh mana pengaruhnya terhadap pikiran manusia. Sejumlah orang disimpan dalam laboratorium tanpa diberi makan dan diamati perilakunya selama berhari-hari. Setelah sekian hari terjadilah perubahan mental. Subyek penelitian menjadi tidak sabaran, mudah marah ketika lapar. Mereka lebih tertarik dan memikirkan sebatang coklat ketimbang cewek seksi. Manusia amat bergantung pada makanan.</p>
<p>Makan juga tidak asal makan. Guru biologi kita mengajarkan bahwa makanan manusia harus bergizi; cukup proteinnya, karbohidratnya, juga berserat kasar. Adagium lama bilang; empat sehat, lima sempurna. Jangan asal kenyang.</p>
<p>Sedangkan Islam menjelaskan bahwa makanan itu yang paling pokok adalah halal. Gizi tidak berarti kalau di dalamnya tercampur zat yang haram, walaupun cuma sepersekiannya. Makanya Lembaga Pengawas Obat dan Makanan (LP POM MUI) pernah memprotes sebuah produk minuman yang menyatakan kandungan alkoholnya 0 %, padahal belum lolos uji kehalalan.</p>
<p>Begitu pentingnya kehalalan, sampai-sampai khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq pernah memuntahkan lagi segelas susu pemberian bawahannya. Apa pasal? Ternyata sang bawahan mengaku kalau susu itu adalah upah hasil meramal nasib. Tidak rela perutnya diisi barang haram, Abu Bakar mencolok tenggorokannya dengan jari. Susu itu pun berhamburan keluar dari lambungnya.</p>
<p>Karenanya, halal dan bergizi itu penting. Halal menentukan keberkahan makanan dan badan kita. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka neraka lebih layak baginya.” Sedangkan gizi menentukan kesehatan badan kita. Dengan tubuh yang sehat – berkat gizi yang cukup &#8211;, kita bisa shalat dengan tenang, mengaji, bersekolah, dan mungkin berdemonstrasi menentang Amerika Serikat.</p>
<p>Karenanya, saya amat kaget, shock, dan berduka, bahwa ketika tulisan ini dibuat, ratusan balita di Nusa Tenggara Barat dan Timur, sedang menderita penyakit busung lapar. Marasmus dan kwashiorkor begitu nama lainnya. Penyakit marasmus menimpa siapa saja ketika ia kekurangan nutrisi. Berat tubuh jadi di bawah normal, tidak berdaging dan berotot. Sedangkan kwashiorkor dialami mereka yang kekurangan protein. Kedua penyakit ini sudah merenggut sekitar nyawa 5 balita di dua propinsi itu.</p>
<p>Ironinya, penyakit yang banyak menimpa orang miskin ini justru terjadi saat propinsi Nusa Tenggara Barat tengah surplus beras. Propinsi itu diberitakan sudah bisa mengirim beras ke propinsi tetangganya, NTT. Namun di tengah berlimpahnya hasil panen, ternyata kemiskinan mendera dan busung lapar mengancam. Persis anak ayam yang mati di lumbung padi. Kelaparan di tengah tumpah ruahnya pangan. Para orang tua yang anaknya terkena busung lapar adalah kaum papa yang tak mampu membeli makanan yang bergizi cukup buat anak-anak mereka.</p>
<p>Sementara itu, di beberapa tempat, termasuk Jakarta, diberitakan pengungkapan kasus korupsi yang menggila, dan menyeret orang-orang yang terhormat. Ada yang wakil rakyat, mantan pengamat politik, atau kepala pemerintahan daerah. Mereka juga orang-orang yang lapar; lapar harta dan kekuasaan. Berbeda dengan laparnya ratusan balita di NTB dan NTT. Tragis nian. [<em>januar</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/lapar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Moekti, Masa Lalu, Jangan Biarkan Berlalu</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hari-moekti-masa-lalu-jangan-biarkan-berlalu</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hari-moekti-masa-lalu-jangan-biarkan-berlalu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 01:08:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/hari-moekti-masa-lalu-jangan-biarkan-berlalu/</guid>
		<description><![CDATA[Hidup menjadi penyanyi tenar, boleh jadi impian setiap orang. Di atas panggung, sang bintang disanjung. Di luar panggung, sang bintang dipandang. Harta dan materi baginya bukanlah perkara yang merisaukan hati. Dengan suara merdunya, pundi rupiah pun segera terpenuhi. Tidak hanya materi, perhatian dari lawan jenis pun selalu tertuju padanya. Itulah sekilas gambaran masa lalu saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup menjadi penyanyi tenar, boleh jadi impian setiap orang. Di atas panggung, sang bintang disanjung. Di luar panggung, sang bintang dipandang. Harta dan materi baginya bukanlah perkara yang merisaukan hati. Dengan suara merdunya, pundi rupiah pun segera terpenuhi. Tidak hanya materi, perhatian dari lawan jenis pun selalu tertuju padanya. Itulah sekilas gambaran masa lalu saya sebelum insyaf.<span id="more-699"></span></p>
<p>Dulu saya ngerasa, jadi artis kan kehendak Allah. Saya mikir, kalo begitu pelacur juga kehendak Allah. Berarti Allah itu jahat dong. Nggak adil. Saya pun mulai bertanya-tanya, bener nggak sih hidup kaya gini (jadi artis)?</p>
<p>Saya mulai menyadari kalo yang saya jalani itu menyengsarakan. Pilihan untuk meninggalkan gemerlap dunia selebritis bukan tanpa perhitungan. Saya udah siapkan diri untuk menghadapi segala risiko. Saya sadar pasti nanti nggak punya uang lagi. Pasti nggak ada kesempatan untuk bermaksiat lagi. Tapi saya bisa bercermin pada Umar bin Khaththab. Umar bisa berubah, padahal beliau punya karakter yang keras. Kalo Umar bisa, kenapa saya nggak. Dengan tekad itu saya pun berusaha untuk berubah.</p>
<p>Ya, kini saya bukan artis lagi. Semua embel-embel dunia keartisan sudah saya tanggalkan. Meski ada yang menyayangkan perubahan yang terjadi pada diri saya, justru saya lebih membanggakan status sekarang sebagai dai.</p>
<p>Memang, nggak sedikit yang meragukan komitmen saya untuk meninggalkan dunia keartisan. Pernah ada yang bilang, kalo artis itu seperti kerbau. Meski udah didandanin dengan pakaian bagus, tetep aja nanti larinya ke lumpur-lumpur juga. Tapi itu kan artis, sementara saya mantan artis.</p>
<p>Ketika saya berubah, orang masih memandang saya sebagai artis islami. Padahal prinsip saya, menjalani tantangan demi sebuah perubahan itu harus total. Kalo mau dakwah, dakwah beneran. Nggak pake embel-embel artis. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Bukan sebuah beban. Sehingga saya bisa mensikapi tantangan itu secara ringan.</p>
<p>Karena itu, jangan biarkan masa lalu berlalu begitu saja tanpa pesan. Kesalahan yang dilakukan di masa lalu kita jadikan sebagai pendorong untuk membingkai masa depan yang lebih indah. Nggak usah terlalu bersedih, tapi kita tutupi dengan kebajikan.</p>
<p>Kuncinya, dengan menjadikan Ilmu, iman, dan amal sebagai bekal dalam hidup. Banyak ilmu tanpa iman, bakal salah jalan. Makanya saya yakin kalo mengaji adalah modal dari taqwa. Motto saya: Ngaji sekarang juga. Jangan tunggu esok! Kamu siap?[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hari-moekti-masa-lalu-jangan-biarkan-berlalu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Digital vs Analog</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/digital-vs-analog</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/digital-vs-analog#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 09:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/digital-vs-analog/</guid>
		<description><![CDATA[Kamu tentu sering banget ngegunain istilah digital, semuanya serba digital mulai dari jam digital, kamera digital, dan radio digital, serta seabrek barang digital lainnya. Tapi kamu sebenarnya ngeh nggak sih apa artinya digital? Barang-barang elektronik yang ada di sekitar kita tentu akan terus berkembang menjadi lebih; baik lebih kecil, lebih canggih, lebih cepat, dan sebagainya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamu tentu sering banget ngegunain istilah digital, semuanya serba digital mulai dari jam digital, kamera digital, dan radio digital, serta seabrek barang digital lainnya. Tapi kamu sebenarnya ngeh nggak sih apa artinya digital? Barang-barang elektronik yang ada di sekitar kita tentu akan terus berkembang menjadi lebih; baik lebih kecil, lebih canggih, lebih cepat, dan sebagainya. Pesawat televisi misalnya, perkembangannya selalu mencari bentuk yang lebih canggih, lebih tajam gambarnya, lebih besar dan tentunya lebih murah (ini kan yang kamu cari? He&#8230;he&#8230;he..).<span id="more-697"></span></p>
<p>Kalaupun kamu tahu apa artinya digital tapi kamu pasti bakal kesulitan buat ngegambarin gimana sih proses digital itu. Digital emang gampang diucapkan tapi sulit untuk dijelaskan (wuih kayak puisi aja).</p>
<p><strong>Definisi digital dan analog</strong><br />
Nah kita mulai dengan 01010101 eh digital, kata ini sebenarnya menggambarkan sebuah sistem yang berdasarkan aliran data terputus. Kata yang penting di sini adalah terputus, yang berarti aliran data tersebut berlangsung tidak terus menerus atau memiliki jeda.</p>
<p>Lawan dari digital adalah analog. Analog merupakan sebuah proses informasi yang kurang lebih mengalir secara terus menerus. Contoh yang paling gampang ialah jam, jam analog berputar secara terus menerus sehingga kita bisa melihat jarumnya berada di antara angka yang ada. Ini memungkinkan kita bisa mengatakan misal jam satu lewat satu setengah menit.</p>
<p>Sedangkan jam digital menunjukkan waktu hanya dengan memperlihatkan angka jam dan menit yang memang kita tidak bisa melihat lagi pembagian dari angka tersebut, karena memang jam tersebut hanya berubah dalam rentang waktu tertentu dari 1 ke 2, dari 2 ke 3, dst.</p>
<p>Berdasarkan penjelasan tadi menurut beberapa orang jam analog lebih akurat karena bisa menunjukkan pecahan waktu lebih spesifik, tapi asumsi ini mungin tidak tepat. Meskipun jam digital biasa menunjukkan hanya jam dan menit, akan tetapi jam digital yang lebih canggih bisa menunjukkan detik, hingga jam digital dengan pembagian seperjuta detik seperti yang dipergunakan untuk lab, yang hal ini tentu tidak akan bisa dilakukan oleh jam analog.</p>
<p><strong>Digital lebih keren</strong><br />
Peralatan digital dapat menghasilkan waktu yang sangat akurat, sehingga proses digital ini menjadi penting karena dapat membuat komputer dan peralatan digital lainnya dapat memproses dan menyimpan sinyal digital lebih cepat dan mudah. Dan juga sinyal digital ini dapat diubah menjadi sinyal analog dengan kualitas yang luar biasa, coba bayangkan CD yang tersimpan merupakan sinyal digital akan tetapi setelah diubah menjadi sinyal analog maka kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan dengan kaset yang memang menyimpan datanya dalam bentuk sinyal analog.</p>
<p>Sinyal digital tidak seperti sinyal analog yang berbentuk gelombang yang bisa memiliki amplitudo yang sangat bervariasi, sinyal digital hanya memiliki dua sinyal yaitu 0 dan 1 atau hidup dan mati. Nggak ada nilai selain itu atau di antaranya misal ½.</p>
<p>Dalam komputer semua data harus diproses sebagai sebuah angka 0 atau 1, yang jika dikombinasikan secara tepat dapat menirukan proses yang dimiliki oleh sinyal analog. Manusia alaminya merespon sesuatu dalam bentuk analog, kita melihat dan mendengar serangkaian gelombang (ingat kalo cahaya juga memiliki gelombang/frekuensi). Penglihatan juga merupakan proses analog karena kita menerima secara terus menerus gradasi bentuk dan warna serta cahaya.</p>
<p>Kebanyakkan proses analog dapat disimulasikan atau ditiru secara digital. Misalnya sebuah gambar di koran, kalau kita perhatikan merupakan sekumpulan titik hitam dan putih. Dari jarak tertentu kita tidak bisa melihat titik-titik (yang kita ibaratkan sebagai sinyal digital) tersebut tetapi hanya sebuah gambar yang utuh seolah merupakan sebuah kesatuan (seperti sinyal analog). Meskipun pada hasilnya digital dan analog hampir sama tetapi menyimpan data dalam bentuk sinyal digital jauh lebih mudah dan lebih efisien, karena hanya terdiri dari sekumpulan 0 dan 1 saja.</p>
<p>Yang menjadi kunci ialah konversi dari digital ke analog dan sebaliknya. Ini merupakan prinsip dasar dari CD. Musik yang asalnya merupakan sinyal analog diubah terlebih dahulu kebentuk digital lalu kemudian disimpan dalam bentuk CD. Dan ketika kita memainkannya maka sinyal digital tersebut diubah kembali menjadi sinyal analog yang kemudian setelah melalui amplifier maka akan bisa kita dengar melalui speaker.</p>
<p>Digital meupakan kunci teknologi masa depan, karena dapat dengan akurat menunjukan sebuah data dan dapat dengan mudah dimanipulasi serta disimpan. Keuntungan lainnya ialah data digital tidak termakan oleh waktu (karena hanya 0 dan 1 yang tidak akan berubah sampai kapanpun) dan data digital dapat kita mampatkan sehingga tempat penyimpannya lebih efisien. Perkembangan dunia ke era digital tentu tak terelakkan. Nah kita semua sebagai generasi muda muslim sudah melakukan apa?[<em>andi</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/digital-vs-analog/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MOS; Nyebelin Nggak Seh?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mos-nyebelin-nggak-seh</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mos-nyebelin-nggak-seh#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 01:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/mos-nyebelin-nggak-seh/</guid>
		<description><![CDATA[MOS alias Masa Orientasi Siswa itu ada enaknya en ada nggak enaknya. Lebih banyak mana nih? Baca deh curahan hati teman-teman kamu yang kena ‘garap’ koresponden SoDa.
Khusnul, cewek 17 tahun
SMAN 4 Surabaya
Waktu MOS panitia suka ngerjain gak?
Nggak juga sih, cuma mereka [yang cowok -red] cari tampang aja di cewek-cewek baru.
Tapi kamu setuju dengan MOS yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MOS alias Masa Orientasi Siswa itu ada enaknya en ada nggak enaknya. Lebih banyak mana nih? Baca deh curahan hati teman-teman kamu yang kena ‘garap’ koresponden SoDa.<span id="more-683"></span></p>
<p><strong>Khusnul</strong>, cewek 17 tahun<br />
SMAN 4 Surabaya</p>
<p><strong>Waktu MOS panitia suka ngerjain gak?</strong><br />
Nggak juga sih, cuma mereka [yang cowok -red] cari tampang aja di cewek-cewek baru.</p>
<p><strong>Tapi kamu setuju dengan MOS yang model perploncoan ?</strong><br />
Jelas nggak. Apalagi yang ngeri itu kalau mau masuk Perguruan Tinggi. Kabarnya bukan cuma pingsan, tapi sampai ada yang meninggal.</p>
<p><strong>Harapanmu OSPEK atau MOS yang baik itu yang gimana ?</strong><br />
Ya yang happy-happy aja. Jangan cari tampang dengan modal garang [kekerasan mental dan fisik -red]. Terus isinya pengenalan tentang sekolah kita sendiri, dll.<br />
<strong><br />
Terus kapan  dong MOS bisa berubah seperti Khusnul inginkan.</strong><br />
Ntar kalo Khusnul jadi Presiden aja kali yak.</p>
<p><strong>Bukannya tambah capek ?</strong><br />
Hehe&#8230; iya juga &#8230; udahlah terserah ama temen-temen sendiri, yang penting baik2an setelahnya, jangan mendendam delelel [dll -red].</p>
<p><strong>Rendy </strong>17 tahun, siswa SMU di Bandung</p>
<p><strong>Kamu pernah dikerjain waktu MOS? </strong><br />
Pernah. Tapi sekarang pas saya pengen ngerjain juga boleh. Padahal lumayan tuh buat cari anak cewek kelas 1 yang cakep. Hehehe..</p>
<p><strong>Pengen balas dendam? </strong><br />
Ya jelas dong. Tapi kan kata saya sekarang dah ga boleh</p>
<p><strong>Menurut kamu yang galak dan yang ga galak bagus yang mana?</strong><br />
Ada kekurangan dan kelebihannya sih. Yang satu biar adik kelas ga melunjak, yang satu biar ga punya sifat kekerasan. Tergantung</p>
<p><strong>Bagusnya gimana?</strong><br />
Gabungnin aja deh. Ga galak tapi disiplin. Jangan kayak tentara banget deh.</p>
<p><strong>Ika</strong> &#8211; 16 tahun, Bandung</p>
<p><strong>Suka dikerjain nggak sama kakak kelasmu? </strong><br />
Ya pas waktu MOS iya. Disuruh ini. Disuruh itu</p>
<p><strong>Pengen balas dendam? </strong><br />
Pengen sih. Tapi ga berani. Takut</p>
<p><strong>Trus yang kamu inginkan gimana dong?</strong><br />
Ya sudahin ajah deh yang kayak gitu. Ga da gunanya. Ntar juga pas kuliah kita malah jadi temen.</p>
<p><strong>Bagusnya konsep MOS yang bagus gimana?</strong><br />
Gimana yah??? Ya jangan yang kayak gitu-gitu lagi ah. Sekarang kan jaman reformasi</p>
<p><strong>Ardhi</strong> &#8211; SMUN 3 Malang</p>
<p><strong>Sudah ada persiapan untuk MOS tahun ajaran baru?</strong><br />
Iya Mas, temen2 OSIS memang lagi sibuk dengan agenda besar itu.</p>
<p><strong>Ikutan jadi panitia ?</strong><br />
Nggak lah, cuman ngamatin adik-adik baru aja, siapa tahu ada yang cocok [senyum -Red]</p>
<p><strong>Tapi tau gimana acaranya ?</strong><br />
Biasa aja, kayak tahun kemaren. Habis subuh disuruh berangkat bawa pernak-pernik yang aneh-aneh, sorenya mau pulang dipressing dulu.</p>
<p><strong>Pendapatmu tentang MOS di SMU kamu ?</strong><br />
Ya, asik-asik aja sih, kan marahnya boongan, buat ngetes mental adik-adik baru. Tapi takut juga kalo ada yang pingsan. Guru BP pasti marah.</p>
<p><strong>Tapi model MOS seperti itu ngefek nggak buat diri kamu sekarang ?</strong><br />
Nggak tau ya, biasa-biasa aja. Cuman mbikin kita agak dewasa dikit.</p>
<p><strong>Didi</strong> &#8211; Mahasiswa D3 STIE Triguna Bogor</p>
<p><strong>Tahun kemaren, di kampus kamu ada Ospek gak? </strong><br />
Ada.</p>
<p><strong>Ngapain aja saat MOS?</strong><br />
Banyak macem-macem. Dikerjain ama kakak kelas. Disuruh nyanyi, jalan kodok. Kaya gitu-gitu deh.</p>
<p><strong>Kamu dendam gak ama senior yang ngerjain kamu?</strong><br />
Nggak sih kalo dendam. Tapi Cuma kesel doang.</p>
<p><strong>Ada yang sampe kelewatan nggak ngerjainnya?</strong><br />
Nggak sih biasa aja. Paling fisik doang.</p>
<p><strong>Kalo kamu jadi senior, kamu mau ikut ngerjain juga?</strong><br />
Ngerjain tapi nggak kayak kemaren-kemaren gitu.</p>
<p><strong>Kenapa sih senior pada pengen ngerjain?</strong><br />
Balas dendam.</p>
<p><strong>Ospek yang baik dan benar?</strong><br />
Yang biasa aja. Ngenalin sekitar kampus. Nggak usah ngerjain fisik segala.</p>
<p><strong>Pesan kamu buat para senior? </strong><br />
Jangan terlalu ngerjain siswa banget. Kasian. Yang biasa aja gitu. Jangan terlalu keras banget.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mos-nyebelin-nggak-seh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uzbekistan: Riwayatmu Dulu…</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/uzbekistan-riwayatmu-dulu</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/uzbekistan-riwayatmu-dulu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 01:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/uzbekistan-riwayatmu-dulu/</guid>
		<description><![CDATA[Secara geografis, Uzbekistan terletak di Asia Tengah. Tetanggaan ama Kazakhstan, Turkmenistan, Afghanistan, Tajikistan, dan Kyrgistan. Pokoknya, yang belakangnya ‘tan’, tapi nggak termasuk ketan lho!
Pengaruh agama Islam mulai merembes ke kawasan ini pada abad 7-8 M di masa kekhilafahan Abdul Malik bin Marwan. Adalah seorang pejuang Islam terkemuka bernama Quataiba bin Muslim Bahli yang menjadikan kawasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara geografis, Uzbekistan terletak di Asia Tengah. Tetanggaan ama Kazakhstan, Turkmenistan, Afghanistan, Tajikistan, dan Kyrgistan. Pokoknya, yang belakangnya ‘tan’, tapi nggak termasuk ketan lho!<span id="more-682"></span></p>
<p>Pengaruh agama Islam mulai merembes ke kawasan ini pada abad 7-8 M di masa kekhilafahan Abdul Malik bin Marwan. Adalah seorang pejuang Islam terkemuka bernama Quataiba bin Muslim Bahli yang menjadikan kawasan ini tunduk di bawah kekhilafahan pada tahun 706 M, setelah berjihad selama sembilan tahun. Kaum Uzbek pun menerima Islam tanpa sungkan. Buktinya, bahasa Arab diterima menjadi bahasa resmi Uzbekistan.</p>
<p>Dalam sejarah dunia Islam, daerah penghasil katun ini dikenal sebagai tempat lahirnya ilmuwan Islam seperti al-Khawarizmi, al-Biruni, al-Farabi, Abu Ali Ibnu Sina dan pionir hadits terkemuka, Imam Bukhori.</p>
<p>Kejayaan Islam bangsa Uzbek sempet kolaps akibat penyerangan bangsa Mongol pada abad ke-13 M. Di kemudian hari, muslim Uzbek bangkit melawan bangsa Mongol di bawah pimpinan putra Mongol, The Great Timur atau Timur Leng. Muslim Uzbek menyebut pahlawan besar yang hidup antara tahun 1336 hingga tahun 1405 M ini sebagai Amir Timur.</p>
<p>Setelah dijajah Rusia sejak tahun 1860-an, pada tanggal 1 September 1991 negara mandiri Uzbekistan dideklarasikan dengan Islam Karimov, seorang Rusia keturunan Yahudi sebagai presidennya. Kepemimpinan seorang pewaris trah komunisme Soviet bernama asli Abdulghanievich Karimov ini malah makin menggencarkan tindakan represif terhadap muslim Uzbek. Tragedi Andijan, Uzbek pada Mei 2005 lalu yang memakan korban 7000 muslim cukup membuktikannya.</p>
<p>Sobat, dulu Uzbekistan dikenal sebagai mutiara Islam di jantung Asia Tengah. Namun kini, nasib mutiara ini kian redup atau cenderung padam akibat makar (tipu daya) dari musuh-musuh Islam. Tugas kitalah bersama-sama untuk memancarkan kembali cahaya Islam. Nggak cuma di Uzbek, tapi di bumi Allah ini. Oke? Berangkaat! [<em>Hafidz, diolah dari berbagai sumber</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/uzbekistan-riwayatmu-dulu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Badan yang Sehat</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/badan-yang-sehat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/badan-yang-sehat#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2007 02:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/badan-yang-sehat/</guid>
		<description><![CDATA[Selain akidah yang sehat tubuh juga kudu sehat, selain itu jangan lupa untuk menyeimbangkan antara kesehatan badan secara proporsional (baca tidak kegemukan), dengan badan yang proporsional, selain penyakit &#8216;emoh&#8217; hinggap dibadan kita, kita pun bisa jadi tambah pede! Berikut ini adalah tips melangsingkan tubuh dan beberapa mitos mengenai diet yang kudu kamu ketahui, semoga bermanfaat.
Tips [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain akidah yang sehat tubuh juga kudu sehat, selain itu jangan lupa untuk menyeimbangkan antara kesehatan badan secara proporsional (baca tidak kegemukan), dengan badan yang proporsional, selain penyakit &#8216;emoh&#8217; hinggap dibadan kita, kita pun bisa jadi tambah pede! Berikut ini adalah tips melangsingkan tubuh dan beberapa mitos mengenai diet yang kudu kamu ketahui, semoga bermanfaat.<span id="more-680"></span></p>
<p><strong>Tips melangsingkan tubuh</strong></p>
<ul>
<li>Tiap kali makan, usahakan lengkap gizinya. Sedikit protein, sedikit lemak, kaya serat.  Pingin ngemil? Pilih buah dan sayuran segar.</li>
<li>Jangan mengurangi jumlah kalori atau porsi makan secara drastis. Tubuh akan bingung dengan perubahan mendadak. Tapi krangilah porsi setiap kali makan.</li>
<li>Makanan enak masih boleh dikonsumsi, asal atur porsinya. So, harus disiplin dengan porsi yang tidaka penuh.</li>
<li>Usahakan kalori yang masuk tidak berupa minuman tapi makanan yang bisa membuat kenyang.</li>
<li>Kombinasikan diet dengan olah raga teratur</li>
</ul>
<p><strong>Mitos diet ( jangan sampai terkecoh!)</strong></p>
<ul>
<li>Bebas makan asal olah raga teratur</li>
<li>Tidak sarapan itu bisa mengurangi berat badan</li>
<li>Minum air putih banyak-banyak tiap hari dapat mengurangi berat badan</li>
<li>Sayur dan buah tak perlu dikonsumsi bila sudah minum vitamin</li>
<li>Makan dengan porsi kecil dapat menurunkan BB, berapapun kalori yang dikandungnya</li>
</ul>
<p>Itu saja dulu tips dari kami, kalo ada yang mau ngebantuin nambahin tips atau mitos yang biasanya salah dipahami, monggo alias welcome banget lho!, manfaatin saja comment form dibawah artikel ini. [<em>Arum</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/badan-yang-sehat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obesitas? Nggak Lha Yauw!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/obesitas-nggak-lha-yauw</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/obesitas-nggak-lha-yauw#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 01:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/obesitas-nggak-lha-yauw/</guid>
		<description><![CDATA[Obesitas jadi hantu yang paling mengerikan buat para ABG, khususnya remaja putri. Semua mati-matian menjaga berat badan agar stabil di garis langsing. Bisa-bisa tiap hari nimbang badan, khawatir bertambah bengkak badannya. Iya apa iya?
Obesitas alias kegemukan atau berat badan over weight adalah satu kondisi dimana Berat Badan (BB) seseorang lebih dari yang normal. Lebihnya berapa?  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Obesitas jadi hantu yang paling mengerikan buat para ABG, khususnya remaja putri. Semua mati-matian menjaga berat badan agar stabil di garis langsing. Bisa-bisa tiap hari nimbang badan, khawatir bertambah bengkak badannya. Iya apa iya?<span id="more-679"></span></p>
<p>Obesitas alias kegemukan atau berat badan over weight adalah satu kondisi dimana Berat Badan (BB) seseorang lebih dari yang normal. Lebihnya berapa?  Nah, ini ada macam-macam.  Ada yang mengatakan BB lebih 10% dari BB normal sudah dikatakan gemuk. Pendapat lainnya mengatakan kalau obesitas itu BB lebih 25 % dari BB normal.<br />
Yang jadi masalah adalah berapa sih BB normal itu? Ini juga aneka macam ukurannya. Ada yang berpedoman pada rumus TB-110 adalah BB ideal. Ada juga pendapat yang mengatakan kalau BB normal adalah TB – 100 – (10% (BB-100)).</p>
<p>Misal TB si Fulan adalah 155 cm, maka BB ideal menurut rumus pertama adalah 45 kg, namun berdasarkan rumus kedua BB idealnya adalah 49,5 kg.  Nah lho, bedanya jauh amat!</p>
<p>Si Fulan dikatakan obesitas bila BBnya di atas 49,5 kg menurut rumus pertama. Tapi bila memakai rumus kedua kegemukan melanda si Fulan jika BB di atas 54,45 kg. Angka itu diperoleh bila kita mengambil pendapat kelebihan 10%. Kalau dengan pedoman di atas 25%? Hitung aja sendiri (hehehe&#8230;)</p>
<p>Ada cara mudah untuk mengetahui apakah badan mengalami kegemukan atau tidak.  Cubit kulit di daerah atas pusar atau di pinggang di bawah rusuk. Bila jarak antara ibu jari dengan telunjuk lebih dari 2,5 cm, wah, harus sudah hati-hati, karena kegemukan telah bersahabat dengan kita. Ayo rame-rame tes kegemukan. Tapi sendiri-sendiri di rumah masing-masing ya.</p>
<p>Biasanya banyaknya lemak tubuh berkisar antar 10-20% dari berat badan pria dewasa dan sekitar 25% pada wanita dewasa. Umumnya BB ideal seseorang akan tercapai pada usia remaja.  BB akan berangsur-angsur bertambah dengan bertambahnya usia dan mencapai puncaknya pada sekitar 50 tahun.  Pertambahan usia akan mengurangi kebutuhan energi. Karena keaktifan para lanjut usia ini makin berkurang.  Namun kebanyakan jumlah makanan yang dikonsumsi tidak berkurang meskipun aktivitasnya berkurang.  Nah disinilah mulai muncul masalah obesitas.</p>
<p>Namun perlu menjadi perhatian, bahwa kegemukan tidak hanya menyerang para lansia saja. Remaja yang makannya lahap lebih dari kebutuhannya bisa juga menjadi gemuk sekali.  Begitu juga dengan anak-anak. Jadi kegemukan bisa mengancam pada semua manusia pada semua umur. Apakah hanya wanita saja? Tentu saja tidak. Wanita maupun laki-laki semua bisa mengalami kegemukan. Para lelaki, jangan tenang-tenang saja. Kegemukan pun bisa menyerang kalian. Jadi, waspadalah!</p>
<p><strong>Kok jadi gemuk sih?</strong><br />
Kegemukan pada seseorang banyak penyebabnya. Artinya ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Di antaranya adalah kondisi emosional seseorang (misalnya nih; ada masalah, nafsu makan malah jadi meningkat), keturunan gemuk, keadaan metabolik tubuh, atau faktor genetik. Atau kegemukan juga bisa timbul bila terdapat penyakit endokrin atau gangguan metabolisme. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu secara rutin juga bisa mengakibatkan tubuh jadi melar. Nah, kalian jadi tahu sekarang, bahwa banyak faktor yang berperan menjadikan seseorang berbadan gemuk.</p>
<p>Dari sisi metabolisme tubuh, penyebab kegemukan adalah karena kalori yang masuk ke dalam tubuh melebihi kalori yang dibutuhkan tubuh. Banyak sisa kalori yang ditimbun dalam tubuh. Jadi deh tubuh melar dengan teratur.</p>
<p>Nah, lebihnya berat badan sekitar 5 kg kadang masih dianggap normal. Namun yang jauh lebih penting adalah bahwa obesitas itu tidak sehat. Banyak risiko yang berteman akrab dengan obesitas ini. Di antaranya adalah meningkatkan risiko kesakitan dan kematian karena hipertensi (darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis), gangguan kandung kencing, gout, dan yang paling menjadi momok pada masa kini adalah penyakit jantung koroner.</p>
<p>Selain itu, ada kecenderungan meningkatnya resiko untuk terkena kanker, baik kanker payudara, rahim, kandung kemih atau usus besar. Obesitas juga menimbulkan masalah atau penyulit pada penderita yang akan mengalami pembedahan atau pada wanita hamil.</p>
<p><strong>Supaya langsing kembali</strong><br />
Prinsip dasar untuk menurunkan BB adalah membakar energi lebih banyak dari pada energi yang masuk ke tubuh. Pertama adalah dengan merubah diet atau makanan yang dikonsumsi. Kedua adalah memperbanyak olahraga.</p>
<p>Agar BB bisa berkurang maka harus ada pengaturan makanan yang dikonsumsi. Harus ada perubahan jenis makanan dan jumlah yang dikonsumsi. Dianjurkan perubahan diet ini tidak secara drastis, namun secara bertahap. Perubahan diet yang tiba-tiba kurang berdampak, karena tidak mendorong tubuh untuk menerima perubahan yang baru. Diet yang seperti ini hanya akan berlaku sementara, untuk kemudian kembali ke pola semula. Diet yang baik adalah yang bertahap yang ditujukan untuk mengubah kebiasaan ngemil di luar waktu makan.</p>
<p>Pengurangan 500 kkal setiap hari dari jumlah kalori yang dibutuhkan dapat menurunkan BB hampir 0,5 kg per minggu.</p>
<p>Nih, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kalian ingin mengurangi BB:</p>
<ul>
<li><strong>Hentikan atau kurangi semua makanan yang manis atau tinggi kalori</strong>, seperti daging berlemak, mentega, es cream, gorengan, coklat, cake, kacang-kacangan dan minuman manis. Makanan yang boleh dimakan dalam porsi biasa adalah daging tak berlemak, buncis atau sayuran kacang-kacangan, telur, ikan, keju, susu, nasi atau roti. Selain itu juga boleh makan kentang, sayuran, susu skim (susu tanpa lemak) dan buah. Perubahan BB akan terlihat dalam waktu 2 minggu.</li>
<li><strong>Jika BB belum turun juga dalam waktu 2 minggu, hentikan secara total makan makanan manis dan berkalori tinggi</strong>. Kurangi konsumsi ikan, telur, keju, susu, daging tak berlemak, nasi, roti. Makanlah sebanyak mungkin sayuran, buah segar, kentang, susu skim.</li>
<li><strong>Jika gagal menurunkan BB setelah minggu kedua, kurangi porsi makan sayuran, buah segar, kentang susu skim</strong>.  Makanlah sesedikit mungkin ikan tanpa lemak, nasi, roti dan telur. Bila masih gagal juga untuk menurunkan BB setelah 4 minggu, segera pergi ke dokter.</li>
</ul>
<p>Sobat muda sekalian yang pingin tubuh tetep langsing, mulai sekarang atur pola makanmu ya. Makan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Namun jangan sampai kita jadi budaknya makanan. Penting untuk diingat, makanlah dengan akal sehat, jangan dengan perasaan! Kalo sudah kenyang, jangan makan lagi walaupun makanannya menarik hati atau makanan favoritmu.</p>
<p>Nabi saw. pernah berpesan untuk tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Jangan sebaliknya, makan sebelum lapar, berhenti setelah kenyang. Itu namanya rakus bin kemaruk.</p>
<p>OK, sobat muda. Perbanyak sayuran segar dan buah-buahan. Tinggalkan makanan yang tinggi kalori tapi kosong gizi. Kurangi goreng-gorengan dan makanan berlemak. Insya Allah badan akan sehat langsing berseri. [<em>arum</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/obesitas-nggak-lha-yauw/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Putri Sejagat</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/putri-sejagat</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/putri-sejagat#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 01:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/putri-sejagat/</guid>
		<description><![CDATA[‘Perjuangan’ wakil Indonesia di ajang Miss Universe 2005, Artika Sari Devi, hanya sampai di babak 15 besar. Artika adalah satu-satunya wakil dari Asia. Dan, seperti kita tahu semua, gelar Miss Universe alias Putri Sejagat tahun ini diraih Natalie Glebova, gadis berusia 23 tahun asal Kanada.
Kita tak hendak menyesali usaha Artika yang gagal, atau mengucap syukur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>‘Perjuangan’ wakil Indonesia di ajang Miss Universe 2005, Artika Sari Devi, hanya sampai di babak 15 besar. Artika adalah satu-satunya wakil dari Asia. Dan, seperti kita tahu semua, gelar Miss Universe alias Putri Sejagat tahun ini diraih Natalie Glebova, gadis berusia 23 tahun asal Kanada.<span id="more-654"></span></p>
<p>Kita tak hendak menyesali usaha Artika yang gagal, atau mengucap syukur karena Artika menjadi satu-satunya wakil Indonesia (dan Asia pada umumnya) di ajang bergengsi pemilihan orang tercantik di dunia itu. Nggak keduanya. Kita sejatinya merasa kecewa karena ternyata pendapat masyarakat dalam kasus ini malah terbelah menjadi dua kubu. Seharusnya satu kubu saja. Yakni menolak ajang pamer aurat ini.</p>
<p>Mengapa kita bisa berbeda pendapat justru pada masalah yang seharusnya satu suara ini? Karena kaum muslimin saat ini menggunakan standar yang berbeda. Sebagian menganggap bahwa ajang itu cuma bermanfaat bagi kalangan tertentu saja, dan membawa mudharat bagi banyak kalangan lain, khususnya kaum muslimin. Mereka ada di kubu yang menolak ajang tersebut. Sebagian lagi bersikukuh mendukung gelaran itu karena ajang itu menurut mereka bisa mengangkat martabat bangsa di mata dunia. Bahkan kubu ini melontarkan alasan bahwa penolakan ajang itu hanya akan memasung kreativitas dan hak orang lain. Apa benar?</p>
<p>Oke lah, terlepas dari pro-kontra di antara kaum muslimin ini, sebaiknya kita berpikir jernih. Merenung dan mencari kebenaran. Saran saya sih, nggak usahlah kita bicara dari sudut pandang kaum nonmuslim (atau dari standar yang bukan berasal dari Islam), karena pasti akan berbeda karena memang akidahnya lain dengan kita. Biarlah, mereka mau berbuat apa saja untuk kehidupannya kita nggak bakalan turut campur. Ini juga bagian dari toleransi.</p>
<p>Tapi, kita akan ‘cerewet’ jika itu menyangkut masalah kita sendiri. Karena kita semua adalah bersaudara. Artika seorang wanita muslim. Sama seperti kita (muslim dan muslimah). Mukmin yang satu dengan muknim yang lain adalah bersaudara. Satu cirinya adalah saling mengingatkan jika ada di antara kita sedang lalai dan tentunya saling mendukung ketika ada di antara kita yang berbuat baik.</p>
<p>Ajang pemilihan Putri Sejagat, Ratu Sejagat, atau apalah namanya memang sudah berlalu. Tapi itu tetap menambah pekerjaan berat bagi kita yang rajin mengkampanyekan penerapan syariat Islam dalam kehidupan bernegara ini.</p>
<p>Sekadar tahu saja, pro-kontra ajang Miss Universe sebenarnya bukan barang baru. Karena dalam banyak kasus kita juga sering berbeda pendapat, padahal pendapat kaum muslim terhadap kasus-kasus tersebut seharusnya satu suara. Misal, tempat pelacuran. Aneh, sudah jelas merusak, sudah tegas dilarang dalam Islam, tapi masih aja ada yang pro.</p>
<p>Soal terorisme yang dituduhkan kepada Islam dan kaum muslimin, lagi-lagi kita juga berbeda pendapat. Padahal, seharusnya satu. Kalo kita merasa bahwa Islam tak mungkin melegalkan kekerasan tanpa alasan yang jelas dan syar’i, kita yakin bahwa aksi itu bukan gaya Islam dan kaum muslimin. Jadi, tak usah ikut-ikutan latah mencap para pejuang Islam sebagai teroris. Bukan saja tidak benar, tapi tidak fair. Karena kita seringkali hanya ‘ikutan-ikutan’ menilai sesuai propaganda media massa yang tak mendukung Islam.</p>
<p>Semoga kita segera sadar bahwa pada kasus Putri Sejagat ini tak perlu berbeda pendapat. Tapi cukup satu pendapat. Menolak. Itu sebabnya, yang harus dilakukan adalah menolak diadakannya kembali ajang seperti ini atau sejenisnya. Atau, minimal negeri-negeri Muslim tidak mengirimkan wakilnya untuk pamer aurat. Biarlah, kaum nonmuslim saja yang begitu. Karena memang akidah kita beda[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/putri-sejagat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta via SMS dan telepon</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/cinta-via-sms-dan-telepon</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/cinta-via-sms-dan-telepon#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 01:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/cinta-via-sms-dan-telepon/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Mbak Lathifah,
Salam kenal mbak, nama saya Eva, saya mau tanya bagaimana pendapat mbak tentang cinta lewat SMS dan telepon, sementara mereka belum pernah ketemu. Apakah itu dibolehkan? 
Eva
[+6285261545xxx]
Wa ’alaikumus salam wr. wb.
Salam kenal juga buat Eva. Bagaimana sih seseorang itu bisa jatuh cinta hanya melalui SMS dan telepon? Mestinya ada hal yang membuat tertarik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Mbak Lathifah,<br />
Salam kenal mbak, nama saya Eva, saya mau tanya bagaimana pendapat mbak tentang cinta lewat SMS dan telepon, sementara mereka belum pernah ketemu. Apakah itu dibolehkan? <span id="more-653"></span></p>
<p>Eva<br />
[+6285261545xxx]</p>
<p>Wa ’alaikumus salam wr. wb.<br />
Salam kenal juga buat Eva. Bagaimana sih seseorang itu bisa jatuh cinta hanya melalui SMS dan telepon? Mestinya ada hal yang membuat tertarik. Bila melalui SMS, mungkin dengan bahasanya (pilihan kata-katanya). Via telepon bisa melalui bahasa plus suaranya. Apakah hanya dengan sedikit poin itu lalu seseorang bisa jatuh cinta? Sementara mereka belum pernah bertemu. Jawabnya bisa saja dan ada saja, karena baik bahasa tulisan maupun suara keduanya adalah fakta yang mampu membangkitkan naluri. Bukankah ada orang yang jatuh cinta pada suara penyiar radio?</p>
<p>Allah Swt. menciptakan naluri-naluri yang salah satunya adalah naluri melestarikan jenis (gharizah nau’). Salah satu penampakannya adalah rasa suka/cinta seseorang kepada lawan jenisnya. Yang lain adalah kasih sayang keibuan, kebapakan atau persaudaraan.</p>
<p>Mengenai bolehkah jatuh cinta? Boleh saja, asalkan tidak dalam kemaksiatan dan kesesatan serta tidak menyebabkan kita bermaksiat kepada Allah Swt. Untuk itu kita memang harus mengendalikan rasa cinta kita agar tidak menjerumuskan dan menyengsarakan. Bagi seorang muslim, hendaknya rasa cinta disertai oleh pemahaman yang sesuai dengan arahan Islam. Rasa cinta yang tertinggi dan menjadi pengendali kecintaan-kecintaan lainnya adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Insya Allah cinta kita kepada makhluk-makhluk-Nya akan terkendali dan tidak menyengsarakan.</p>
<p>SMS atau telpon, memang hanya sekadar sarana komunikasi. Namun bukan berarti boleh dimanfaatkan untuk sekadar ngobrol dengan lawan jenis dan akhirnya akan terbawa pada situasi “pacaran”. Penggunaan sarana-sarana ini bagi pergaulan muda-mudi haruslah hati-hati. Jangan dimanfaatkan untuk bicara tanpa perlu, “ngobrol intim”, bahkan saling menggoda dan merayu. Islam mengajarkan kita untuk menjaga kehormatan, harga diri dan kemuliaan sebagai seorang muslim. Oke ya Eva? Makasih.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/cinta-via-sms-dan-telepon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khitbah via telepon</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khitbah-via-telepon</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/khitbah-via-telepon#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 01:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khitbah-via-telepon/</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum wr.wb.
Salam kenal buat Mbak Lathifah. Saya punya sedikit masalah. Begini Mbak, bagaimana hukumnya seorang cowok mengkhitbah saya kepada orang tua tetapi lewat telepon. Trus kami juga saling mengenal lewat telepon. Kami merasa cocok dan kami saling memberi foto. Mbak, bagaimana khitbah lewat telepon? Apakah hubungan kami termasuk aktivitas pacaran? Terima kasih atas jawaban Mbak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu’alaikum wr.wb.<br />
Salam kenal buat Mbak Lathifah. Saya punya sedikit masalah. Begini Mbak, bagaimana hukumnya seorang cowok mengkhitbah saya kepada orang tua tetapi lewat telepon. Trus kami juga saling mengenal lewat telepon. Kami merasa cocok dan kami saling memberi foto. Mbak, bagaimana khitbah lewat telepon? Apakah hubungan kami termasuk aktivitas pacaran? Terima kasih atas jawaban Mbak Lathifah. <span id="more-652"></span></p>
<p>Cintia <br />
[+628562087xxx]</p>
<p>Wa ’alaikumus salam wr. wb.<br />
Salam kenal untuk Cintia. Khitbah lewat telepon, atau dengan surat, faximile, teleconference dan lain-lain, hanyalah sarana saja untuk menyampaikan maksud. Barangkali saja yang mengkhitbah berada nun jauh di seberang samudera atau antarbenua. Jadi telepon dan teknologi informasi lainnya akan memudahkan komunikasi. Intinya tidak apa-apa mengkhitbah melalui telepon. Tapi kalau dekat, baiknya ya datanglah ke rumah. Tentu akan lebih sopan dan menghargai orang tua.</p>
<p>Kemudian kalau kalian saling mengenal melalui telepon dan memberikan foto. Tidak masalah, sebatas rambu-rambu yang diperkenankan syara’. Batasannya antara lain:</p>
<ol>
<li><strong>Berkomunikasi seperlunya baik menyangkut prinsip hidup dan konsep berumah tangga masing-masing</strong>, atau hal-hal lain yang memang perlu untuk hidup berumah tangga. Misalnya, latar belakang keluarga, pekerjaan, pendidikan, penyakit dan cacat fisik yang perlu diketahui, atau barangkali karakter umum.</li>
<li><strong>Saling menjaga kehormatan dan harga diri masing-masing dengan berbicara sewajarnya</strong>, tanpa rayuan atau suara yang terlalu lemah lembut dan manja, karena hal-hal tersebut bisa membuka peluang masing-masing untuk melakukan kemaksiatan. Ingat, saling merayu juga termasuk aktivitas mendekati zina!</li>
<li><strong>Saling memberikan foto, boleh saja karena termasuk dari mengenal calon suami atau istri.</strong> Islam membolehkan masing-masing melihat calon pasangannya agar semakin terdorong untuk menyegerakan pernikahan. Tapi ada yang Mbak perlu sampaikan mengenai foto ini. Hendaknya berhati-hati. Karena seringkali foto-foto “calon” ini dipajang di dompet atau meja belajar. Memang tidak ada larangan untuk memajang foto, tetapi karena pada masa khithbah (berbeda dengan setelah menikah) tidak perlu untuk disebarluaskan beritanya, maka hendaknya hal ini tidak dilakukan. Masa khithbah adalah masa untuk memutuskan apakah akan berlanjut ke pernikahan atau tidak. Sehingga segala berita dan persoalan yang terjadi pada masa khitbah ini tidak perlu disebarluaskan. Kalaupun pernikahan akhirnya tidak jadi dilangsungkan, terkait dengan kelemahan masing-masing, maka segala aib harus ditutupi.</li>
</ol>
<p>Mengenai apakah hubungan kalian termasuk pacaran atau tidak, maka tergantung dari aktivitas yang dilakukan pada masa khitbah. Bila ada aktivitas yang termasuk mendekati zina, maka apa bedanya dengan pacaran. Makanya kalau sudah cocok, segera saja menikah. Semoga Allah Swt. memudahkan. Ditunggu berita bahagianya ya. Ehm…[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/khitbah-via-telepon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengingatkan orang kepada Allah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mengingatkan-orang-kepada-allah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mengingatkan-orang-kepada-allah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2007 01:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/mengingatkan-orang-kepada-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum wr.wb.
Mbak, aku mau nanya nih. Aku sering mengingatkan orang untuk selalu ingat kepada Allah Swt.. Apa aku salah Mbak? Aku sering SMS dan miscall pas waktu shalat. Aku takut Mbak, makanya Mbak harus balas. Now. 
WS
[+6285220285xxx]
Wa ‘alaikumus salam wr wb.
Mengingatkan orang untuk selalu dzikrullah itu bagus sekali. Apalagi kalau yang diingatkan adalah orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu’alaikum wr.wb.<br />
Mbak, aku mau nanya nih. Aku sering mengingatkan orang untuk selalu ingat kepada Allah Swt.. Apa aku salah Mbak? Aku sering SMS dan miscall pas waktu shalat. Aku takut Mbak, makanya Mbak harus balas. Now. <span id="more-651"></span><br />
WS<br />
[+6285220285xxx]</p>
<p>Wa ‘alaikumus salam wr wb.<br />
Mengingatkan orang untuk selalu dzikrullah itu bagus sekali. Apalagi kalau yang diingatkan adalah orang yang lalai dan sering lupa. Boleh aja teman yang biasanya suka lupa shalat diingatkan waktu sholatnya dengan SMS atau miss called. Biasanya sholat subuh tuh, nggak sedikit teman-teman yang masih suka telat bangun. Rumahnya pun jauh dari masjid, jadi sulit mendengar adzan.</p>
<p>Tapi Mbak ingatkan niatnya memang benar-benar Lillaahi Ta’ala ya. Dan jangan antar teman cowok-cewek. Karena biasanya akan mempengaruhi hati masing-masing. Bahaya kan! Sarankan aja mereka untuk beli weker atau mengaktifkan alarm ponsel yang disetel pas waktu sholat yang sering lupa. Selanjutnya kalau niat mengingatkannya sudah benar plus dengan hati yang “bersih, lurus dan ikhlas”, semata-mata karena Allah Swt. maka nggak usah takut dengan apapun. Termasuk dengan celaan orang-orang yang mencela. Makasih.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mengingatkan-orang-kepada-allah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boys Don’t Cry?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/boys-dont-cry</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/boys-dont-cry#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2007 01:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Shaheed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/boys-dont-cry/</guid>
		<description><![CDATA[Kata mitos, anak cowok tabu nangis. Bener begitu? Apa iya cowok kagak boleh menitikkan air mata? Kan, cowok juga manusia? Kamu kudu simak penjelasannya.
Jadi anak cowok nggak enteng juga. Ada ‘aturan’ beribet yang mengekang anak-anak cowok. Salah satunya soal nangis. Lama dislogankan kalo anak cowok kagak boleh nangis, boys don’t cry. Pokoknya, malu-maluin deh kalo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata mitos, anak cowok tabu nangis. Bener begitu? Apa iya cowok kagak boleh menitikkan air mata? Kan, cowok juga manusia? Kamu kudu simak penjelasannya.<span id="more-650"></span></p>
<p>Jadi anak cowok nggak enteng juga. Ada ‘aturan’ beribet yang mengekang anak-anak cowok. Salah satunya soal nangis. Lama dislogankan kalo anak cowok kagak boleh nangis, boys don’t cry. Pokoknya, malu-maluin deh kalo sampe ada anak cowok yang meneteskan air mata (kecuali kelilipan atau kecolok golok!). Cowok selalu dituntut tegar, kuat, en tahan banting. Kalo gampang meneteskan air mata – apalagi sampai jejeritan (mèwèk kata orang Bandung, mah!), bisa disebut banci. Kayak cewek aja, lu! Kata cowok-cowok yang lain.</p>
<p>Ini nggak cuma kata sesama cowok, tapi juga menurut mayoritas kaum cewek. Di mata cewek, cowok itu jangan cengeng. Biar cewek aja deh yang jadi makhluk penumpah air mata. Cowok justru harus jadi mahluk yang bisa menguatkan hati dan iman (taela!) cewek, juga tempat cewek menumpahkan air matanya. Makanya, di banyak lagu-lagu cinta selalu ada kalimat “I will be your shoulder to cry on”. Itu maksudnya, bahu si cowok kudu jadi tempat cewek menangis, bukan sebaliknya.</p>
<p><strong>Cowok pantes nangis</strong><br />
Wah, wah, wah, apa iya cowok-cowok kagak sah kalo nangis? Padahal kan cowok en cewek sama-sama dikasih Allah kelenjar air mata, masa’ nggak boleh nangis? Ihik…ihik</p>
<p>“Menurut gw sih sah-sah aja cowok menangis,” kata Annur, seorang cowok yang sempat dimintai pendapatnya ama Sobat Muda. Terus apa aja yang pantas ditangisi cowok? “Kehilangan orang yang dikasihi, diputusin cewek, misalnya,” kata pemilik wajah yang mirip-mirip Delon sambil senyam-senyum. Aih, aih, Annur ternyata kamu tuh melankolis. Kirain cuma mahluk sejenis Titi Kamal aja yang bisa begitu. Tuh, kan boys en girls, nggak cuma kaum Hawa yang bisa nangis saat ditinggal orang yang dikasihi. Kaum Adam ternyata juga bisa bersimbah darah, eh air mata lho! TJHK &#8212; Tampang Jamrud, Hati mah Krisdayanti.</p>
<p>Menangis juga pernah dialami cowok lain yang bernama Yaduk. Cowok yang lagi ngerantau di Kota Hujan Bogor, ini ngaku ia pernah nangis gara-gara berpisah dengan kakeknya yang tercinta. Ceritanya, setelah bertahun-tahun tinggal bareng sang grandpa, Yaduk pengen banget kuliah di tempat lain. Sementara sang kakek berat hati melepas Yaduk. Nah, perpisahan dengan sang kakek itulah yang bikin cowok berambut ikal ini meneteskan air mata. Wah, kita percaya banget ama kamu, soalnya kamu nyeritainnya aja sambil sedih. Ihik, ihik.</p>
<p>Lalu apa sih yang bisa bikin cowok menangis? Nah, ini beda-beda jawabannya. Ada cowok yang bisa jadi melankolis kalo diputus cewek, seperti kata Annur. Atau Yaduk yang sedih berat karena harus ber-say goodbye pada kakeknya. Macam-macam. Belum tentu satu kejadian bisa mengundang cucuran air buat cowok yang lain. Patah hati, misalkan, nggak bikin semua cowok sedih. Seenggaknya itu kata Braniar, salah seorang temanmu. Cowok keling ini ngerasa nggak pantes aja nangis gara-gara patah hati. Ia sendiri ngaku pernah nangis sewaktu kakeknya meninggal.</p>
<p>Hal lain juga datang dari Arif. Kata mahasiswa yang lagi nguber tugas akhir di kampusnya ini, nggak ada masalah cowok menangis. Cowok juga kan manusia (ampuuun Candil Seurieus!). Hanya menurut cowok jangkung ini, kaumnya pantes banget nangis karena menyesali dosa-dosa, misalkan. Setujuuu!</p>
<p>Ia sendiri ngaku pernah nangis gara-gara nonton layar tancep yang nayangin film Ratapan Anak Tiri. Ngakunya sih, semua jama’ah, eh penonton juga sama-sama terharu, hanyut dalam suasana film yang menguras air mata itu. Ihik…ihik. Baru Ratapan Anak Tiri, gimana kalau Ratapan Anak Paus ya, Rif? Bisa kelelep tuh layar tancepnya.</p>
<p>Nah, apapun alasannya, para cowok emang bisa en boleh menangis, kok. Jadi kagak usah malu untuk menangis, boyz, please deh!</p>
<p><strong>Sehat &amp; penting</strong><br />
Tapi, emang tetap harus diakui, tangisan cowok emang nggak sesering cewek. Kalau cewek mah, peka banget. Kesinggung dikit, matanya berkaca-kaca (tapi nggak sampai kaca riben apalagi kaca nako), keinjek jempolnya – apalagi pake mesin giling – bisa nangis. Untuk cowok, kagak segampang itu. But, ini bukan berarti tangisan cewek itu tangis murahan la yauw!</p>
<p>Aturan konvensional emang memperlakukan cowok jadi mahluk yang keras. Menangis itu tanda kelemahan dan kagak maskulin atawa jantan. Makanya, kaum cowok suka jaim – jaga imej &#8211;. Mereka bakal tengsin berat kalau sampai ketahuan nangis di muka umum, apalagi di muka hakim (he…he…). Mereka lebih milih nahan nangis meski hatinya remuk redam kayak kacang ijo dibikin bakpia pathok.</p>
<p>Hal inilah yang coba diluruskan oleh Profesor Bernard Capp, ahli sejarah dari University of Warwick. Kata dia, rugi banget kalo cowok nahan-nahan diri untuk menangis. Karena, menahan tangisan itu ternyata beresiko untuk kesehatan. Untungnya, lanjut Prof yang satu ini, mental para cowok udah berevolusi sehingga kini jadi gampang nangis. Salah satunya, adalah berkat jasa sepakbola. Kagak percaya? Liat aja, begitu kesebelasan AC Milan keok di tangan Liverpool di final Liga Champion, si gelandang ganteng asal Brazil, Kaka dan striker Sheva yang biasanya ‘garang’ di depan gawang lawan, justru sesenggukan bareng para supporter-nya.</p>
<p>Para psikolog juga bilang buat cowok menangis itu sama pentingnya kayak cewek. Psikolog klinis Ron Bracey mengatakan, menangis baik bagi tubuh kita. Menangis mengatur fungsi penting dengan melepaskan hormon stress. Nah, nangis itu sehat, bro!</p>
<p><strong>Nangis Yang Baik</strong><br />
Meski menangis itu boleh, para cowok harus tahu apa saja yang pantas ditangisi dan gimana caranya. Ingat, hukum asal perbuatan itu terikat hukum syara’. Karena nangis itu perbuatan, maka harus ikut aturan Islam. Gimana nangis yang halal dan berpahala, dan yang haram ya jangan ditangisi. Misalnya, nggak pantas seorang muslim menangisi Ariel Sharon seandainya dia koit. Apalagi sampai mendoakan agar dia diterima iman dan amalnya. Lha wong dia memusuhi Islam dan membunuhi kaum muslimin, ya mana bisa diterima baik-baik sama Allah. Pastinya dia bakal nyungsep ke neraka jahanam.</p>
<p>Begitu juga seorang muslim kagak pantes nangis karena diputusin pacar. Seharusnya ia bersyukur en hepi kalau bisa berhenti pacaran, karena sudah menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.</p>
<p>Ada beberapa tangisan yang dibolehkan dan dianjurkan agama, yakni:</p>
<ul>
<li><strong>Saat mendapat musibah</strong>, seperti kematian orang yang dikasihi. Imam Muslim meriwayatkan bahwa suatu ketika salah seorang putra Rasulullah saw. sakit keras. Kemudian beliau memangkunya sedangkan nafas anak itu telah tersengal-sengal. Maka jatuhlah air mata Rasulullah saw. membasahi pipi. Sahabat beliau, Sa’ad bin Ubadah ra. yang menyaksikan hal itu bertanya, “Apakah air mata ini (mengapakah engkau menangis sedang engkau melarang meratap)?” Rasulullah saw. menjawab, “Air mata itu bukti rahmat yang telah diletakkan Allah dalam hati hambaNya. Sesungguhnya Allah akan mengasihi hamba-hambaNya yang berkasih sayang pada sesamanya.”</li>
<li><strong>Nangis karena inget dosa, takut pada Allah</strong>. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut pada Allah hingga air susu masuk lagi ke dalam payudara.”(HR. Tirmidzi). Boyz, jangan pernah lupa ama dosa-dosa, apalagi sampe nyombongin diri. Amit-amit. Ada baiknya kita renungkan kesalahan yang udah kita lakuin; ngelawan ortu, bohong, lupa shalat 5 waktu, ngelirikin cewek, ngegodain cewek, dsb. Rasulullah saw. juga pernah ngingetin kita supaya nggak ngebanggain amal baik kita karena belum tentu diterima Allah, dan jangan ngelupain dosa-dosa yang udah kita kerjain karena Allah pasti mencatatnya. So, menangislah jika kita pernah berbuat kesalahan, itu tanda hambaNya yang beriman.</li>
<li><strong>Nangis waktu membaca atau mendengar al-Quran</strong>. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw. mendengar sahabat Nabi saw. yang bernama Abdullah bin Mas’ud membaca Al Qur’an, beliau mencucurkan air mata. Begitu pula Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq adalah orang yang sering menangis saat membaca al-QuranMenangis saat membaca al-Quran adalah tanda kekhusyu’an. Hal inilah yang dicontohkan oleh para sahabat Nabi Muhammad saw. Kalau mereka membaca ayat-ayat tentang neraka, mereka menghentikan sejenak membacanya lalu berdoa sambil menangis, berharap mereka bukan termasuk penghuninya. Lalu saat membaca ayat-ayat yang berkisah tentang surga, mereka juga menangis dan berdoa, berharap agar termasuk ke dalam golongan penghuninya.Selain itu, para ulama juga menganjurkan kita untuk menangis saat membaca al-Quran. Mereka juga bilang, kalau kita tidak bisa menangis saat membaca ayat-ayat Allah, maka menangislah karena hal itu memang pantas ditangisi. Khawatir hati kita sudah menjadi batu, tidak tergetar dengan ayat-ayatNya. “Orang-orang yang jika disebut nama Allah bergetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah keimanannya.” (QS al-Anfal [8]: 2).</li>
<li><strong>Nangis waktu shalat</strong>. Ini bukan karena kaki kita keinjek makmum sebelah kita. Tapi menangis karena perasaan takut dan cinta kepada Allah. Bro, Rasulullah saw. dan para sahabatnya adalah orang-orang yang terbiasa menangis ketika shalat. Pernahkah kita demikian? Semoga.</li>
</ul>
<p>[<em>januar, dari berbagai sumber</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/boys-dont-cry/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pornografi dalam Genggaman</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/pornografi-dalam-genggaman</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/pornografi-dalam-genggaman#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2007 01:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/pornografi-dalam-genggaman/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan sulap bukan sihir. Pornografi kini bisa dinikmati di telapak tangan kita. Ponsel-ponsel keren kini jadi sarana paling mudah untuk menyebarkan dan mendownload pornografi.
Kalo dulu untuk bisa ngintip tetangga mandi ada orang yang nekat ngelubangi dinding kamar mandi yang emang terbuat dari bilik bambu. Atau pura-pura salah masuk ke pemandian umum kaum wanita. Tapi perkembangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan sulap bukan sihir. Pornografi kini bisa dinikmati di telapak tangan kita. Ponsel-ponsel keren kini jadi sarana paling mudah untuk menyebarkan dan mendownload pornografi.<span id="more-645"></span></p>
<p>Kalo dulu untuk bisa ngintip tetangga mandi ada orang yang nekat ngelubangi dinding kamar mandi yang emang terbuat dari bilik bambu. Atau pura-pura salah masuk ke pemandian umum kaum wanita. Tapi perkembangan jaman telah mengubah segalanya. Khusus untuk teknologi informasi, bisa mengintip gambar idup berkode XXX di video, atau memelototi gambar-gambar panas (bukan gambar kompor mleduk lho!) di internet, tabloid, majalah, dan koran yang sudah mengkhususkan diri untuk menampilkan gambar full aurat. Selain di dua media cetak dan elektronik tersebut, kini ponrografi bisa hadir dalam ponsel. Khususnya ponsel yang sudah dilengkapi teknologi kamera digital.</p>
<p>Itu sebabnya, dari genggaman tangan kita, pornografi bisa menyebar ke mana pun. Tak perlu capek-capek nongkrong di warnet untuk men-download gambar-gambar panas itu, cukup dengan ponsel yang dilengkapi koneksi Bluetooth atau koneksi Infrared maka kita sudah bisa saling tukar gambar itu; mengirim dan menerima! Oya, bukan hanya gambar, tapi juga bisa berkirim film pendek hasil rekaman sendiri atau dapet download. Hmmm…</p>
<p>Andre sebut saja begitu, mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ngasih komen saat kena todong SoDa, “Selama ini gue sih nggak pernah punya niat atau sengaja nyari2. paling juga kiriman kawan aja,” akunya ketika ditanya soal gambar-gambar yang tersimpan di memori ponselnya.</p>
<p>Tapi Andre memberi catatan soal gambar or film pendek yang disimpan di ponselnya, “Siapa dulu artisnya. Kan film gitu juga kan ada artisnya juga. Klo Dian Sastro atau Bunga, pasti gue simpen deh. Suer. He..he..he..”.</p>
<p>Teman kamu di Bandung nggak kalah serunya. Rendy, siswa sebuah sekolah di Bandung mengaku senang dengan ponsel berkamera, “Ya buat foto-foto saya dong. Sama buat fotoin kalo ada cewek cakep. hehehehe&#8230;” celoteh anak umur 17 tahun ini ketika berhasil diciduk SoDa.</p>
<p>Waduh, dan begitu diajukan pertanyaan, “Berarti kamu suka ambil gambar pake hidden camera juga dong? “Ya, pengen sih. Tapi ga berani. Takut ketauan. Cuma ya kalo sebatas curi2 sih nggak. Tapi kalo sengaja kayak di bokep2 sih nggak. Takut,” ujarnya polos.</p>
<p>Wahhh&#8230;. suka liat bokep juga ya?</p>
<p>“Ya sedikit sih. hehehehe&#8230;.. Palagi sekarang kan lagi banyak tuh yang hidden-hidden cam gitu,” Rendy cengengesan. Ckckck.. pantesan lo ganti HP dengan yang berkamera. Ati-ati lho Ren!</p>
<p>Nah lho, buat para cewek, waspadalah dengan tipe cowok kayak gini. Jangan-jangan pas lagi ngobrol atau lagi di ruang privasi, tuh HP dan diaktifkan kamera videonya. Gawat banget kan?</p>
<p>Atau, jangan ampe sregepan beli ponsel berkamera second hand, karena siapa tahu di dalamnya masih tersimpan gambar-gambar syuur pemilik HP-nya atau hasil download pemilik pertama. Kan lucu kalo anak rohis di ponselnya ada gambar begituan gara-gara nggak teliti saat membeli. Lebih malu lagi kalo pas diadain razia di sekolahmu. Wadau, mo di kemanain tuh muka yang satu-satunya itu?</p>
<p>Nggak percaya? Nih, seorang penjaga counter HP bernama Dimas ngasih pengalamannya, “Pernah, ada cewek yang jual 3650-nya. Trus kita cek-up barang, eh nggak taunya ada foto2 telanjang dia sendiri. Mungkin dia lupa nge-delete, atau biar HP-nya cepat laku dengan harga di atas standard second hand lain,” kata cowok yang juga alumni sebuah SMU di Surabaya ini.</p>
<p>Oya, doi juga mengaku punya video anak-anak cewek sebuah SMU di Jakarta. Kok tahu kalo tuh video anak SMU di Jakarta? “Kan kelihatan badge-nya” Gubrak! (kasus ini udah banyak yang tahu dan udah nyebar ke berbagai pemilik ponsel berkamera di negeri ini)</p>
<p>Sobat muda muslim, pengalaman tiga orang teman kamu di Jakarta, Bandung, dan Surabaya ini cukup buat catatan bahwa ternyata teknologi ponsel berkamera ini bisa disalahgunakan juga. Itu memang tergantung siapa yang pake, karena teknologi itu pada dasarnya netral.</p>
<p><strong>Udah nggak malu</strong><br />
Memang, orang kalo udah nggak punya rasa malu, maka ia akan berbuat apa saja sesuai keinginannya. Buka aurat di hadapan orang banyak dianggap wajar. Bahkan membuat gambar atau video porno yang direkam di ponsel pun bagian dari eksplorasi dan imajinasi dirinya. Nggak puas menikmatinya secara live, maka ia rekam dan kapan-kapan bisa ditonton detik-detik jahanam itu. Mengerikan. Sudah nggak waras euy!</p>
<p>Celakanya, bukan cuma berhasil direkam dan ditonton untuk dirinya, tapi ternyata gambar itu dikirim (atau mungkin dikerjain temennya dengan mengirim ke berbagai pihak) lewat ponsel. Tentu saja, meski kejadiannya dilakukan anak Jakarta seperti yang disampaikan Dimas, sang penjaga counter HP itu, tapi ternyata sudah bisa dinikmati di Bandung dan juga Surabaya (mungkin juga kota lainnya).</p>
<p>Tapi benarkah mereka yang begitu sudah malu? Bisa jadi. Karena kalo malu mana mungkin berbuat senekat itu. Atau, jika pun mereka sebenarnya malu, tapi karena tekanan dan provokasi teman sepermainannya bisa saja menyulap si pemalu jadi malu-maluin. Iya kan? Jadi memang ini lebih karena faktor lingkungan yang manas-manasin dan membiarkan apa saja terjadi. Tanpa dikontrol oleh masyarakat sekitar, tanpa ditegur pula, eh, tanpa aturan dan sanksi oleh negara. Ancur semua dah!</p>
<p>Sobat muda muslim, pornografi memang bukan barang baru. Yang berbeda saat ini cuma faktor medianya. Sarananya. Kalo dulu susah didapat, kini pornografi justru dalam genggaman. Mudah didapat dan objeknya bahkan bisa diri sendiri. Udah gitu, kalo di ponsel tentunya bisa dinikmati secara pribadi lagi.</p>
<p>Memang nggak semuanya udah putus urat malunya, ada juga teman-teman kita yang jijik melihat gambar panas seperti itu. Lita, bukan nama sebenarnya mengaku jijik kalo ngelihat gambar begituan di ponsel. “Nggak, sumpah! Gue cuma tau sekali. Itu pun waktu temen cewek gue yg sekelas ngasih unjuk gambar gitu ke gua. Itu pun cuma sekali&#8230; abis gitu gua jijik bgt deh,” seru siswi di sebuah sekolah di Jakarta ini.</p>
<p>Tapi, apa boleh buat, dengan kecepatan menyebar yang melebihi keagresifan virus HIV, kini banyak ponsel keren yang udah ‘menginapkan’ gambar dan video porno di memorinya. Wah, kalo dibiarin terus, bisa nambah nih jumlah orang yang jadi korban perlakuan seperti ini. Korban hidden camera, korban kebodohannya sendiri dengan mengirim atau menyimpan gambar begituan di ponselnya. Makanya, jaga rasa malumu, jangan ampe kemudian malu-maluin. Oke?</p>
<p><strong>Nyadar ngapa?</strong><br />
Kesadaran memang diperlukan. Sadar diri dari perbuatan bodoh dan maksiat adalah suatu keharusan en tentunya kewajiban. Ini memang teknologi. Bergantung siapa yang menggunakannya. Bisa baik dan juga bisa buruk. Itu sebabnya, sikap waspada, bijak, dan hati-hati dalam menghadapi kasus ini sangat diharapkan muncul. Minimal, dari kita sendirilah mulai sadar, meski tentunya komponen lain harus mendukung juga. Rame-rame berperan untuk menumpas pornografi. Ayo, siapkan diri kalian yang oke, ketakwaannya juga tinggi, keluarga yang menjadi teladan, masyarakat yang peduli, dan yang terpenting adalah negara yang mengatur dan melindungi warganya.</p>
<p>Sedikit untuk ngingetin kita-kita nih, Rasulullah saw. bersabda: “Anak Adam tidak dapat menghindar dari perbuatan (yang menghantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata adalah dengan melihat (aurat wanita), zina telinga adalah dengan mendengar (kata-kata porno, cinta asmara dari wanita/lelaki yang bukan suami/istri), zina lidah adalah dengan ucapan (menggoda wanita dengan rayuan dan kata-kata kotor dan porno), zina tangan adalah dengan tindakan kasar (memperkosa, menjawil bagian tertentu dari tubuh wanita), zina kaki adalah dengan berjalan (ke tempat maksiat, misalnya ke komplek pelacuran). (Dalam hal ini), hatilah yang punya hajat dan cenderung (kepada perbuatan-perbuatan tersebut), dan farji (kelamin) yang menerima dan menolaknya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah).</p>
<p>Masalahnya, meski hadis ini digembar-gemborkan tapi kalo negara tetap cuek berpelukan dengan kapitalisme, bukan dengan menerapkan syariat Islam, maka dipastikan pornografi di ponsel ini akan memberi peluang dan mengantarkan dengan mudah kepada mereka yang imannya setipis kulit ari untuk berzina. Naudzubillahi min dzalik. [<em>solihin, liputan: Fahd, Gilang, Rizki</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/pornografi-dalam-genggaman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghilangkan Bau Badan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/menghilangkan-bau-badan</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/menghilangkan-bau-badan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2007 00:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/menghilangkan-bau-badan/</guid>
		<description><![CDATA[Asalaamu’alaikum,
Langsung aja ya Dok, bagaimana sih caranya menghilangkan bau badan yang tidak mengenakkan? Soalnya itu sangat mengganggu sekali. Apalagi bagi saya yang harus bertemu dengan banyak orang. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Ayung Sunandar
Jawab:
‘alaikumsalam,
Dik Ayung, bau badan memang masalah yang perlu segera diatasi. Kita sendiri merasa tidak nyaman ketika berkawan dengan Bau Badan alias BB, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asalaamu’alaikum,<br />
Langsung aja ya Dok, bagaimana sih caranya menghilangkan bau badan yang tidak mengenakkan? Soalnya itu sangat mengganggu sekali. Apalagi bagi saya yang harus bertemu dengan banyak orang. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.<span id="more-643"></span></p>
<p>Ayung Sunandar</p>
<p>Jawab:<br />
‘alaikumsalam,<br />
Dik Ayung, bau badan memang masalah yang perlu segera diatasi. Kita sendiri merasa tidak nyaman ketika berkawan dengan Bau Badan alias BB, apalagi orang lain yang berada di sekitar kita.</p>
<p>Sumber bau badan yang tidak sedap bisa macam-macam. Misalnya karena mengkonsumsi bahan makanan tertentu yang memiliki aroma tidak sedap, seperti bawang mentah, petai atau jengkol. Hal lain yang juga bisa menjadi penyebab BB adalah keringat yang melekat di badan kita.  Jadi orang yang banyak keringat lebih beresiko untuk menderita BB.</p>
<p>Untuk menyelesaikan problem BB ini maka kita perlu melihat penyebabnya. Bila karena makanan yang “berbau”, maka tentu saja makanan tersebut harus dipantang.  Dalam Islam makruh hukumnya bila makan makanan yang menimbulkan bau tidak sedap. Jadi, lebih baik hindari makanan pemicu bau tadi.</p>
<p>Nah, bagaimana bila karena keringat? Pada dasarnya, keringat tidak berbau. Namun bila keringat tersebut menempel di badan dalam waktu yang lama bisa menimbulkan bau. Bau ini akibat dari aktivitas bakteri yang hidup alami pada kulit kita. Bakteri-bakteri ini berkembang biak dengan cepat di keringat, terutama yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin yang menghasilkan kelenjar yang mengandung lemak dan protein.</p>
<p>Itu sebabnya, untuk mencegah supaya badan tidak bau, maka kita harus rajin membuang alias menghilangkan keringat yang melekat erat di badan kita. Mandi bersih adalah satu cara terbaik untuk menghilangkan BB. Dengan sering mandi, apalagi dengan menggunakan sabun, maka keringat yang menempel di badan kita akan hilang. Dengan sering mandi, maka akan hilanglah keringat yang masam, dan akan mengendalikan pertumbuhan bakteri. Selain sabun, adik juga bisa menggunakan bedak yang khusus untuk menghilangkan BB. Kalau hilang sumber BB-nya, maka pasti badan bebas dari BB.  Sabun antiseptik juga bisa dipakai untuk menghilangkan bakteri yang ada dalam kulit kita.</p>
<p>Sesudah mandi, cobalah memakai deodoran yang mengandung antiperspiran pada ketiak.  Deodoran akan memberikan aroma yang sedap, sementara antiperspiran akan mengurangi produksi keringat pada tempat tersebut. Pemakaian deodoran ber-antiperspiran ini bisa memberi perlindungan sepanjang hari.</p>
<p>Ada bermacam-macam merk dan bentuk deodoran yang beredar di tengah masyarakat.  Silakan adik memilih yang disukai. Hanya saja adik perlu mengenali kulit adik. Karena ada jenis kulit yang sensitif dengan bahan yang ada pada deodorant. Jangan gunakan deodoran pada kulit yang lecet, karena akan menimbulkan rasa sakit.</p>
<p>Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah pakaian yang kita kenakan.  Keringat yang menembus serat pakaian bisa menimbulkan bau tidak enak. Jadi, seringlah mengganti baju bila sudah basah oleh keringat. Segeralah cuci pakaian yang berkeringat tadi.</p>
<p>Mudah-mudahan jawaban Mbak bermanfaat buat Dik Ayung, dan adik bisa segera terbebas dari masalah BB yang meresahkan tadi.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/menghilangkan-bau-badan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toxoplasmosis yang bikin miris</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/toxoplasmosis-yang-bikin-miris</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/toxoplasmosis-yang-bikin-miris#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 04:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/toxoplasmosis-yang-bikin-miris/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar penyakit toxoplasmosis? Nggak tahu? Hmm… penyakit ini tidak terkenal di kalangan remaja, baik putra maupun putri. Tapi bagi para wanita yang sudah menikah, wah ini penyakit yang sangat di takuti. Why?
Toxoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, yang biasa diderita oleh binatang peliharaan manusia seperti kucing, anjing dan kambing. Penyakit ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar penyakit toxoplasmosis? Nggak tahu? Hmm… penyakit ini tidak terkenal di kalangan remaja, baik putra maupun putri. Tapi bagi para wanita yang sudah menikah, wah ini penyakit yang sangat di takuti. Why?<span id="more-642"></span></p>
<p>Toxoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, yang biasa diderita oleh binatang peliharaan manusia seperti kucing, anjing dan kambing. Penyakit ini merupakan penyakit binatang, namun ternyata bisa ditularkan kepada manusia. Jadi, kita manusia tidak boleh menganggap remeh penyakit ini, karena berat akibatnya. Mungkin kalian bertanya, bagaimana manusia dapat terinfeksi penyakit yang menyerang binatang ini. Betul?</p>
<p>Begini nih ceritanya. Parasit yang namanya cantik ini terdapat di dinding sel usus binatang seperti kucing dan kawan-kawannya berupa ookista yang merupakan protozoa awal. Ookista ini kemudian keluar melalui feses binatang tadi, dan kemudian mencemari makanan hewan ternak yang biasa dikonsumsi dagingnya oleh manusia, seperti sapi dan kambing. Atau bisa juga mencemari sayur-sayuran. Jadi kalian yang hobi makan sayuran mentah harap hati-hati, karena bisa jadi ada ookista yang nempel di sayuran tadi. Kalian yang suka asal waktu mencuci sayuran yang akan dimakan mentah, punya risiko tinggi dirasuki parasit ini.</p>
<p>Ookista ini bahkan bisa juga langsung masuk ke tubuh manusia. Ketika lagi main-main sama si pus, bisa jadi ada ookista yang terhirup melalui udara, atau melalui tangan yang nggak dicuci sebelum makan. Bisa juga lewat sate kambing yang kurang matang. Wah, wah, banyak bener cara masuknya ke tubuh untuk menginfeksi tubuh kita tercinta ya. Nah, itu sebabnya kita emang kudu ekstra hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Kita mesti punya banyak jurus juga untuk menangkalnya.</p>
<p>Oya, Ookista yang merupakan bakal parasit dewasa ini, bisa bertahan hidup di udara luar berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, bila udaranya lembab. Bila Ookista ini masuk ke dalam tubuh kita, maka akan masuk ke dalam lambung, kemudian akan berkembang biak dalam usus, dan terbentuk sporozoid yang beredar mengikuti peredaran darah dan terbawa ke berbagai jaringan. Di mana pun dia berdiam, maka di situlah terjadi infeksi. Organ tubuh yang terkena ternyata tidak hanya rahim saja, namun bisa juga pada organ tubuh yang lain seperti hati, otot dan otak. Well, rasa-rasanya pantas deh kalo kamu hati-hati. Iya nggak?</p>
<p><strong>Gejalanya</strong><br />
Pada orang dewasa, penyakit ini tidak menimbulkan gejala-gejala yang jelas. Orang yang daya tahan tubuhnya sedang lemah, sering lebih nyata gejala-gejalanya; seperti demam, sakit sendi, radang paru bisa saja dirasakan. Kadang-kadang ditemukan pembesaran kelenjar getah bening yang disertai rasa nyeri. Kalau parasit ini bersemayam di otak, akan timbul rasa nyeri di kepala. Nah lho, jangan anggap remeh nyeri di kepala, apalagi nyeri yang berulang dan kronis.  Karena ternyata bisa jadi akibat toxoplasma yang ngendon di otak.</p>
<p>Infeksi ini bisa menyerang siapa saja. Yang paling menakutkan adalah bila yang terinfeksi itu wanita hamil dan bayi. Wanita hamil yang terkena toxoplasmosis dapat menularkan penyakitnya kepada janin yang dikandungnya. Bila terjadi infeksi pada awal kehamilan, maka yang bersangkutan bisa mengalami keguguran, kematian janin, atau lahir dengan cacat bawaan, dan juga kematian neonatal.</p>
<p>Bila infeksi terjadi pada kehamilan tua, maka tanda-tanda anak terkena toxoplasmosis bisa muncul setelah bayi berumur beberapa hari atau bulan. Bayi yang lahir hidup dapat menderita cacat bawaan, seperti hidrosefalus (kepalanya membesar karena banyak cairan), mikrosefal (ukuran kepala lebih kecil dari normal), anensefalus (tidak punya tulang tempurung kepala), gangguan di mata dan lain-lainnya. Di kemudian hari, anak-anak tadi mudah menderita serangan kejang-kejang dan hambatan dalam perkembangan mental. Wah, wah, ngeri amat ya akibat toxoplasmosis ini?</p>
<p>Sobat muda muslim, diagnosis toxoplasmosis pada orang dewasa sangat sulit, karena penyakit itu tidak disertai gejala yang khas. Kecurigaan baru muncul setelah melahirkan bayi yang menderita cacat seperti tersebut di atas. Atau setelah seorang wanita mengalami keguguran secara berulang. Bila terjadi yang demikian itu, biasanya baru terpikir adanya kemungkinan terinfeksi toxoplasmosis. Biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya toxoplasmosis.</p>
<p>Namun sayangnya pemeriksaan laboratoriumnya mahal. Laboratoriumnya harus khusus pula. Tidak semua laboratorium punya fasilitas untuk mendeteksi keberadaan toxoplasma tadi.  Jadi jarang sekali ada orang yang sengaja periksa darah untuk mengetahui adanya toxoplasmosis di dalam tubuhnya. Biasanya ibu-ibu yang sudah mengalami keguguran berulang, atau yang lama belum dikaruniai buah hati yang mau melakukan pemeriksaan laboratorium jenis itu.</p>
<p>Nah, jika sudah jelas terinfeksi toxoplasma gondii, maka perlu dilakukan pengobatan.  Pengobatan ini sangat perlu terutama bagi wanita yang ingin hamil. Pengobatan ini memerlukan waktu yang lama. Jadi dituntut kesabarannya, baik kesabaran dalam berobat sampai tuntas, maupun kesabaran akan duit yang harus dikeluarkan.  Ehm… begitu sobat.</p>
<p><strong>Pencegahan</strong><br />
Nah, sekarang kamu udah tahu tentang bagaimana bahayanya penyakit ini ya. Itu sebabnya, kita harus melakukan upaya pencegahan. Pencegahan seperti apa? Apa saja yang mesti dilakukan? Sabar dong… coba deh catat baik-baik nih:</p>
<ol>
<li>Biasakanlah cuci tangan sebelum makan.</li>
<li>Sayuran dan buah harus dicuci saampai bener-bener bersih.</li>
<li>Masaklah daging sampai benar-benar matang.</li>
<li>Kalo kamu punya kucung, pastikan tempat makanny jangan sampai lembab.</li>
<li>Kebersihan kandang (kucing, anjing, kambing) harus diperhatikan juga. Usahakan tiap hari selalu dibersihkan. Tempat bab alias buang air besar kucing mesti rajin juga dibersihin. Buang kotoran kucing segera dalam galian tanah yang agak dalam.</li>
<li>Oya, waspada neh. Hati-hati jangan akrab-akrab dengan si pus meong. Jangan dibiarin juga para meong berkeliaran ke mana-mana. Kalian juga mesti mengawasi adk-adik kalian, jangan sampai terlalu asyik bermain dengan si pus. Bahkan kalo bisa, jauhin tuh si kucing.</li>
</ol>
<p>Oke deh, tuntas sudah bahasan tentang toxoplasmosis. Jadi tambah ilmunya kan? Sedari remaja jalani hidup sehat, supaya sehatnya awet sampai senja. Selamat menjaga tubuh dari ancamaan si toxoplasma. Jaga tubuhmu dari pagi sampai sore, agar kuman nakal itu tidak menyerangmu. Sehat itu investasi lho… [<em>arum</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/toxoplasmosis-yang-bikin-miris/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaga Jarak</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/jaga-jarak</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/jaga-jarak#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2007 00:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/jaga-jarak/</guid>
		<description><![CDATA[Di jalan raya ada sejumlah etika yang berlaku sesama pengemudi. Etika itu bukan sekadar untuk sopan santun, apalagi basa basi, tapi juga bermanfaat untuk keamanan berkendara. Misalkan, dilarang mendahului dari kiri, memberi lampu bila ingin mendahului (kalau di luar negeri justru untuk mempersilakan pengemudi lain mendahului), dsb.
Pengemudi juga diminta untuk menjaga jarak dengan kendaraan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di jalan raya ada sejumlah etika yang berlaku sesama pengemudi. Etika itu bukan sekadar untuk sopan santun, apalagi basa basi, tapi juga bermanfaat untuk keamanan berkendara. Misalkan, dilarang mendahului dari kiri, memberi lampu bila ingin mendahului (kalau di luar negeri justru untuk mempersilakan pengemudi lain mendahului), dsb.<span id="more-639"></span></p>
<p>Pengemudi juga diminta untuk menjaga jarak dengan kendaraan di depannya. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan tabrakan kalau tiba-tiba kendaraan di depan melakukan rem mendadak. Sayang, nggak semua pengendara mematuhi etika itu. Kita bisa lihat, banyak pengemudi yang bawa kendaraan seenaknya, berhenti di sembarang tempat, dan ugal-ugalan. Nggak aneh kalau kemudian tingkat kecelakaan – bahkan kematian – di jalan raya terbilang tinggi.</p>
<p>Menjaga jarak buat kita juga penting dalam kehidupan, bukan cuma dengan kendaraan. Yup, kita harus menjaga jarak dengan sesuatu yang ada kemungkinan haramnya. Dalam agama kita, Islam, ada perkara yang dinamakan syubhat. Orang sering menyebutnya hal yang samar-samar. Sesuatu yang belum jelas halal atau haramnya. Tentang hal ini ada sebuah hadits dari Nabi saw. yang berbunyi: “<em>Yang halal itu jelas, yang haram juga jelas, dan di antara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjaga diri dari perkara yang samar-samar maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa yang selalu melakukan perkara yang samar-samar itu, maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram seperti penggembala yang menggembala di sekeliling tanah terlarang, lambat laun ia akan masuk ke dalamnya</em>.”(<strong>HR Bukhari &amp; Muslim</strong>)</p>
<p>Teman, untuk hal yang jelas haram sudah pasti kita nggak boleh terlibat di dalamnya; makan daging bangkai, babi, narkoba, percaya tahayul, ramalan bintang, dsb. Tetapi, seringkali kita tergoda untuk mencoba sesuatu yang samar-samar (syubhat). Padahal ibarat penggembala yang membawa hewan ternaknya ke tanah orang lain, kata Nabi saw., lambat laun ia bisa masuk ke tanah larangan tersebut.</p>
<p>Nah, untuk sesuatu yang kita belum jelas halal-haramnya, obatnya adalah bertanya. Tanyakanlah pada orang yang lebih tahu; ustad, guru kita, orang tua, dan siapa saja yang lebih tahu. Sehingga ada semua perkara adalah jelas, bukan lagi remang-remang. Para ulama terdahulu amat berhati-hati dalam perkara yang syubhat, bahkan mereka tidak mau sembarangan memakan sesuatu sebelum jelas kehalalannya. Dalam sebuah kisah ada seorang pemuda yang rela berjalan bermil-mil menyusuri sungai setelah memakan sebuah apel yang hanyut di dalamnya. Ia takut seandainya pemilik buah itu tidak merelakan perbuatannya. Maka ia menyusuri sungai untuk mencari tahu pemiliknya dan meminta maaf padanya. Subhanallah!</p>
<p>Kita juga diminta untuk menjaga jarak dengan apa saja yang bisa membawa kita pada perbuatan haram. Guys, untuk sebagian orang, jalan bareng dengan lawan jenis oke-oke saja. Beberapa remaja nggak sungkan naik motor berboncengan, atau naik mobil berduaan saja dengan lawan jenis. Sama seperti beberapa remaja yang senang hiking bersama, bahkan kemping juga bersama, cowok-cewek. Atau remaja yang ikutan nongkrong di café, padahal di sana bertebaran minuman keras. Mereka sudah bermain-main di tepi jurang. Bukan nggak mungkin lambat laun mereka terpeleset, bahkan terperosok ke dalamnya.</p>
<p>Sayang, kita suka meremehkan rambu-rambu agama dalam kehidupan. Sama seperti para pengemudi kendaraan yang seenaknya melaju di jalanan. Seringkali mereka baru sadar setelah terjadi kecelakaan. Malah, ada juga yang tidak kapok-kapok untuk mengulanginya kembali. [januar]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/jaga-jarak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila aku ketemu mantan pacarku</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bila-aku-ketemu-mantan-pacarku</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bila-aku-ketemu-mantan-pacarku#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 00:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/bila-aku-ketemu-mantan-pacarku/</guid>
		<description><![CDATA[Gimana ya? Mungkin yang pertama aku rasakan adalah bangkitnya kembali kenangan masa lalu. Perhatian, penampilannya, cara bicaranya dan cara memandang yang pernah ia tujukan juga masih terekam rapi dalam benakku. Begitu juga dengan degupan jantung mungkin lebih kencang dari biasanya. Mungkin karena grogi kali ya. Tapi aku pikir bukan aku saja yang merasakan hal ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gimana ya? Mungkin yang pertama aku rasakan adalah bangkitnya kembali kenangan masa lalu. Perhatian, penampilannya, cara bicaranya dan cara memandang yang pernah ia tujukan juga masih terekam rapi dalam benakku. Begitu juga dengan degupan jantung mungkin lebih kencang dari biasanya. Mungkin karena grogi kali ya. Tapi aku pikir bukan aku saja yang merasakan hal ini. Karena ini adalah suatu hal yang wajar. Iya  kan?<span id="more-638"></span></p>
<p>BTW nih, sikap aku ke dia jadi lebih terarah nggak uring-uringan artinya bisa mengontrol emosi kalo pas ketemu. Kenapa? Karena aku tahu dari teman kalo dalam Islam itu pergaulan laki-laki dan perempuan ada aturan mainnya, jadi aku menyikapinya pun jadi tenang, getu loh.</p>
<p>Lagian aku bersikap bisa tenang begini karena aku belajar tentang Islam semuanya. Bukan cuma pergaulannya aja. Mulai dari keyakinan bahwa ajal, jodoh dan rizky semua diatur olehNya juga mempelejari bagaimana hakikat hidup yang sesungguhnya. Bahwa hidup kita cuma sementara, ada amalan yang harus dipertanggungjawabkan di hari pembalasan dan bagaimana menjadi seorang muslimah yang sejati.</p>
<p>Oya aku akan menyapanya dengan ucapan “assalamu’alaikum” terlebih dahulu kalo dia yang diam. Kali aja dia memang gugup ketemu aku mantan pacarnya. Bukankah salam keselamatan lebih baik dan terjaga daripada cuma dikasih senyuman? Bisa-bisa kenangan lama bangkit kembali. padahal nggak ada maksud lho untuk membuka kenangan lama.</p>
<p>Selanjutnya ya tanya yang umum-umum aja seperti sudah kuliah atau kerja? Terus tanya aja tentang kabar teman-temannya. Bagi aku pantang (ceilee…) menanyakan tinggalnya di mana sekarang atau kabarnya hari ini. Soalnya khawatir ngasih perhatian khusus buatnya. Gaswat kan kalo dia masih menyimpan ‘perasaan’ itu. Kecuali kalo dia yang tanya, ya jawabnya sesingkat mungkin. Kalo bisa jawabannya jangan sampai mengundang pertanyaan baru. Jelas, singkat dan padat.</p>
<p>Selanjutnya kalo pas ketemu kebetulan aku bawa buku kecil judulnya “Islam Bikin Pede”, ya kasih aja. Moga-moga saja dia juga bangga jadi orang Islam dan mulai sungguh-sungguh mempelajari Islam. Apalagi kalo saat itu Allah menghendaki dirinya untuk menjemput hidayah. So, barisan Islam jadi bertambah kan. Atau.. kalo aku bawa buku “Jomblo Itu Pedih, Jenderal!”, ya dikasih aja biar dia pede jadi jomblo (eh, nggak salah neh?) [<em>Iis Susanti Cikarang-Bekasi</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bila-aku-ketemu-mantan-pacarku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PR Buat Presiden, Dikumpulin minggu depan ya…!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/pr-buat-presiden-dikumpulin-minggu-depan-ya</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/pr-buat-presiden-dikumpulin-minggu-depan-ya#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 00:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/pr-buat-presiden-dikumpulin-minggu-depan-ya/</guid>
		<description><![CDATA[Eh, kamu percaya nggak, sebenarnya presiden itu sama seperti anak TK atawa anak SD lho. Maksudnya sama-sama pusing kalo lagi punya PR. Namun bedanya, PR-nya anak TK or anak SD cuma PR ngewarnai gambar gajah yang lagi manyun, atau bikin pagar-pagaran. Kalo presiden, PR-nya ya permasalahan yang numpuk di negeri ini.
Nggak kebayang kan seandainya kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eh, kamu percaya nggak, sebenarnya presiden itu sama seperti anak TK atawa anak SD lho. Maksudnya sama-sama pusing kalo lagi punya PR. Namun bedanya, PR-nya anak TK or anak SD cuma PR ngewarnai gambar gajah yang lagi manyun, atau bikin pagar-pagaran. Kalo presiden, PR-nya ya permasalahan yang numpuk di negeri ini.<br />
Nggak kebayang kan seandainya kamu yang jadi presiden. Berapa banyak neuron en’ dendrit yang harus kamu betot untuk mikirin problemo- problemo di negeri ini. Kamu juga pasti tau kan, apa aja sih PR-PR beliau yang belum terselesaikan. <span id="more-637"></span></p>
<p>Kalau beliau berstatus sebagai murid, pasti beliau dimarahi gurunya karena sampe sekarang PR-PR itu belum tuntas. Kalau di sekolah sih enak, PR nggak selesai di rumah, bisa nyontek di kelas sama sang juara umum. Tul ga? Kepada para pelaku, dimohon kesadarannya untuk mengaku. Hihi…</p>
<p>Kalau dilihat-lihat sih, PR-PR-nya presiden itu emang rumit. Njelimet. Kita liat aja, perkorupsian semakin meraja-dangdut, eh merajalela. Belum lagi kasus-kasus kriminal yang saban hari beritanya nongkrong di Sergap, TKP, Buser, Lacak, Patroli, Patromak, Patrio, dan sejenisnya. (Lho? Dua nama terakhir itu, nama acara di stasiun televisi mana tuh? Stasiun kereta api ya? Hihi). Semuanya itu menambah deretan panjang PR-PR di negeri ini.</p>
<p>Selain itu, PR lainnya ada kemiskinan yang semakin bertambah, rakyat yang teriak karena BBM dinaikkan, pemberontakkan yang menggerogoti beberapa wilayah, bencana alam yang datang silih berganti, mahalnya biaya pendidikan, utang negara yang menumpuk, Ambalat yang mau direbut, kekayaan alam yang dikuasai asing, dan seabrek dan seabrek.</p>
<p>Ya beginilah. PR-PR nakal itu makin hari makin gila-gilaan aja. Mereka dengan seenaknya menginjak-injak negeri ini. Mempermainkan negeri ini. Menguras energi dan otak penduduk negeri ini. Dan Membuat pusing bapak presiden kita. Huh, aku nggak rela, tau!</p>
<p>Makanya aku mau ngasih solusi. Dan solusinya adalah… kenapa kita nggak kembali kepada syariat Islam saja. Aku liat, banyak banget aturan di negeri ini yang diatur oleh aturan dari sistem kapitalis. Padahal mayoritas negeri ini penduduknya muslim. So, ada pertanyaan yang muncul. Kalau ada sistem Islam (Kekhilafahan tea), mengapa pilih sistem kapitalis(Demokrasi dan konco-konconya)?</p>
<p>Lagian, sistem Islam itu, WAJIB, lagi. Dan ternyata, tidak diterapkannya syari’at Islam itulah yang menyebabakan semua permasalahan di negeri ini.</p>
<p>Nah, buat bapak presiden. Kalau menurut aku sih, Pak. Mendingan kita ganti aja sistem yang sekarang ada dengan sistem Islam, yakni dalam bentuk instituisi Daulah Khilafah Islamiyyah. Pemimpinnya, kalau mau bapak lagi juga boleh. Asal memenuhi syarat aja. Dan itu bisa diusahakan kok. Hehe, maaf lho, Pak. Ini hanya sekedar unek-unek dari seorang mahasiswa. Ada pepatah bilang, MAHASISWA ITU PANDAI BERPENDAPAT, TAPI NGGAK PUNYA PENDAPATAN. Tul nggak, Pak?</p>
<p>Jadi untuk Pak Presiden, jika sudah ada solusi seperti ini, PR-nya bisa dikumpul minggu depan nggak, Pak? [<em>Syahid alFatih Ketua Divisi Propaganda DKM Unpad</em>]</p>
<p>Salam untuk semua pembaca SoDa &amp; Gaulislam dari aku. Panggil saja aku Syahid. for discuss, just send your e-mail to <a href="mailto:syahid_alfatih1924@yahoo.com">syahid_alfatih1924@yahoo.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/pr-buat-presiden-dikumpulin-minggu-depan-ya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesona Sepakbola</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/pesona-sepakbola</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/pesona-sepakbola#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 12:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/pesona-sepakbola/</guid>
		<description><![CDATA[“Life was about girls, a few beers, football, good music, and being a shag-magnet. I love every minute of it!”, kata  George Best, mantan pemain Manchester United kelahiran Belfast, Irlandia yang ngetop sepanjang tahun 60-an dan 70-an suatu saat dalam wawancara dengan Majalah FourFourTwo. Saking ngetopnya, Best diakui oleh legenda sepakbola Brasil, Pele, sebagai pemain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Life was about girls, a few beers, football, good music, and being a shag-magnet. I love every minute of it!”, kata  George Best, mantan pemain Manchester United kelahiran Belfast, Irlandia yang ngetop sepanjang tahun 60-an dan 70-an suatu saat dalam wawancara dengan Majalah FourFourTwo. Saking ngetopnya, Best diakui oleh legenda sepakbola Brasil, Pele, sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Pria Irlandia ini telah mengoleksi 178 gol dari 466 pertandingannya bersama MU. Dan memang, aksinya sangat memukau, saya pernah melihat rekamannya dalam “1001 Greates Goals”-nya Manchester United.<span id="more-636"></span></p>
<p>Sejak dulu sepakbola sudah melahirkan bintang-bintang lapangan hijau. Best, salah satunya. Kini bertebaran cowok-cowok keren di lapangan hijau yang aksinya juga oke punya. Mereka tidak saja lihai menggocek si kulit bundar, tapi juga menciptakan gaya hidup. Sebagai sebuah pertandingan, sepakbola sekaligus telah memberikan hiburan menarik bagi penontonnya (sekaligus pengagumnya).</p>
<p>Ketika industri sepakbola kian tak terbendung kemajuannya, kini hadir sisi-sisi lain dari sepakbola. Televisi, majalah, koran, dan tabloid menjadi jembatan komunikasi para fans dengan bintang idolanya. Pesonanya terbawa sampai di luar lapangan. Maka, kita bisa menyantap koran dan tabloid berisi gaya hidup para pesohor sepakbola dunia. Sangat boleh jadi pernyataan George Best di awal tulisan ini memang mewakili kehidupan selebritas lapangan hijau lainnya.</p>
<p>Mungkin, sekadar suka menonton aksi bintang lapangan hijau, masih dianggap wajar. Tapi jika sampai nyandu, barangkali ini yang tak wajar. Bagaimana tidak, kalau orang sudah nyandu bola, akal sehatnya bisa jadi sudah ‘ditaro’ di dengkul. Bahkan sepakbola jadi bagian untuk dijadikan sarana berjudi. Gawatnya jika sudah nyandu, maka bagi orang tersebut sepakbola jadi kebutuhan. Kalau sudah butuh dan bergantung, sepakbola bagi dirinya adalah agama. Ya, agama baru jaman kiwari adalah sepakbola.</p>
<p>Bila memakai perspektif Robert N. Bellah tentang civil relegion, maka sepak bola boleh dibilang jadi sebuah agama. Civil religion, menurut Bellah, tidak dalam arti agama konvensional. Tapi suatu bentuk kepercayaan dan gugusan nilai dan praktik yang memiliki semacam ‘teologi’ dan ritual tertentu yang di dalam realisasinya menunjukkan kemiripan dengan agama. Boleh jadi ia adalah sebuah sistem atau praktik-praktik yang tidak ada hubungannya dengan agama.</p>
<p>Bentuk ‘teologi’ dari sepakbola adalah para suporter rela membela klub kebanggaannya atau tim nasionalnya. Dukungan pun tak sekadar bersorak dan jejingkrakan di tribun sepanjang pertandingan berlangsung, tapi seringkali mereka gelap mata. Bahkan saking cintanya, mereka rela berkorban demi klub pujaan hatinya. Mereka siap ‘gagah-gagahan’, bila perlu berjuang sampai titik darah yang penghabisan dalam 2 kali 15 menit perpanjangan baku hantam dengan kesebelasan dan pendukung lawan. Jadi ingat bagaimana budaya sepakbola di negeri ini yang memang lebih hebat adu jotosnya ketimbang menggocek bola.</p>
<p>Omong-omong kebrutalan, sebanrnya di negara lain juga ada kok. Sekadar contoh, ada sekolompok suporter Madrid yang kelewat beringas, “Ultra Sur” namanya. Bagaimana aksinya? Mereka menjadikan Stadion Santiago Bernabeu sebagai markas untuk berkumpul dalam merencanakan serangan. Mereka sudah menyimpan semua alat ‘perang’ tersebut di sebuah toko di sekitar stadion. Begitulah, sepakbola acapkali dianggap sebagai pemuas atas gejolak jiwa para penganggum beratnya.</p>
<p>Mungkin ada orang yang bilang, “Itu kan ulah suporter edan saja!” Betul, tapi itu kan bagian dari hiburan yang mewarnai sepakbola. Tanpa suporter, sepakbola jadi hambar dinikmati. Tapi jika suporternya beringas seperti itu, mana tahan? Tapi inilah ‘aturan’ sepakbola sebagai pelengkap permainan.</p>
<p>Di Italia, ketika digelar Lega Calcio Serie A setiap pekannya banyak orang nongkrong di stadion dan di depan televisi ketimbang kebaktian di gereja. Di negeri kita juga nggak kalah serem. Pertandingan di ajang Ligina (Liga Indonesia) saja, rasanya masih ragu ada pelatih, pemain, dan penonton muslim yang ingat dan melakukan sholat. Padahal, rata-rata pertandingan itu digelar pas jam empat sore. Dan barangkali sebagian besar tentunya udah stand by sejak jam dua siang. Sholat Ashar sih sepertinya lewat ya. Maghrib, kemungkinan sudah capek teriak-teriak, jadi lewat juga. Isya? Mungkin sudah kecapekan di jalan, sehingga pas datang ke rumah langsung nyungsep. Shubuh? Walllahualam.</p>
<p>Kini, sebagian kenikmatan tersebut terampas karena monopoli salah satu stasiun televisi prabayar, yang memperoleh hak siar tunggal liga ingris, tayangan pertandingan secara live yang hampir setiap pekan di layar televisi kita, tidak kita temui lagi, para bola-mania yang biasanya dimanjakan dengan suguhan aksi-aksi bintang lapangan hijau ingris yang memukau, kini tiada lagi. Sensasi aksi mereka dalam pertandingan dan gaya hidupnya pun seakan hilang dari “wirid” harian kita.</p>
<p>Sontak masyarakatpun marah, sebuah kemarahan sosial yang terjadi karena terampasnya &#8216;kesenangan&#8217; bersama yang selama ini dinikmati, inilah sebuah fakta yang menyadarkan kita, bahwa kita marah pada saat tidak bisa melihat pertandingan sepakbola di tv, sementara kita diam saja ketika orang-orang main bola pada saat adzan berkumandang, Kita berteriak kegirangan dengan keras tak kala goal tercipta, tapi kita diam membisu takkala saudara &#8211; saudara kita dibantai. Jangan-jangan, tanpa sadar kita sudah menjadikan sepakbola sebagai poros kehidupan kita.</p>
<p>Dan yang pasti saya prihatin, karena ternyata sepakbola bagi teman-teman yang tak bisa mengendalikan diri, bisa mengalahkan kewajiban agamanya. Pendek kata, pesona agama kalah pamor dengan pesona sepakbola. Benar-bernar tragedi![<em>O. Solihin</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/pesona-sepakbola/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lulus UN, kuliah atau kerja?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/lulus-un-kuliah-atau-kerja</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/lulus-un-kuliah-atau-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 01:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/lulus-un-kuliah-atau-kerja/</guid>
		<description><![CDATA[Hmm.. baca neh suara hati sebagian teman kita yang berhasil ngobrol bareng SoDa di berbagai daerah. Berangkaaat
Yusdi &#8211; Kelas III SMKN 3 Bogor (SMKK jurusan Pariwisata)
Pas mo UN, persiapan kamu apa?
Belum sih. Tapi biasanya entar kalo udah deket pake sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) banget.
Abis lulus, ada rencana ngelanjutin kuliah?
Kayanya sih nggak. Mau kerja dulu.
Sekarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm.. baca neh suara hati sebagian teman kita yang berhasil ngobrol bareng SoDa di berbagai daerah. Berangkaaat<span id="more-625"></span></p>
<p><em><strong>Yusdi &#8211; Kelas III SMKN 3 Bogor (SMKK jurusan Pariwisata)</strong></em></p>
<p><strong>Pas mo UN, persiapan kamu apa?</strong><br />
Belum sih. Tapi biasanya entar kalo udah deket pake sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) banget.</p>
<p><strong>Abis lulus, ada rencana ngelanjutin kuliah?</strong><br />
Kayanya sih nggak. Mau kerja dulu.</p>
<p><strong>Sekarang biaya kuliah kan makin mahal, menurut kamu?</strong><br />
Nggak ngerti. Indonesia kan pengen maju tapi pendidikan mahal. Jangankan kuliah, SMA aja udah mahal. Bakal banyak pengangguran.</p>
<p><strong>Setuju nggak kamu dengan otonomi pendidikan?</strong><br />
Ya setuju aja sih. Abis mau protes juga percuma. Nggak didengerin.</p>
<p><strong><em>Dian &#8211; SMU 1 Sooko Mojokerto kelas 3</em></strong></p>
<p><strong>Setelah lulus SMA?</strong><br />
Yaa nerusin sekolah, Kuliah</p>
<p><strong>Dimana? Optimis Ga? Usaha kamu apa aja?</strong><br />
Sebenernya pengen masuk Teknik Elektro, tetapi kata bapak disuruh milih FKU saja. Sebenarnya pesimis juga sih mas, sebab banyak yang underestimated, jadi kalo ketemu orang, terus katanya susaaah banget, tapi khan perjuangan belum berakhir (sambil ngepalin tangannya).</p>
<p><strong>Bagaimana dengan biayanya?</strong><br />
Kalau dulu murah Mas, tapi denger2 sekarang tambah mahal aja.</p>
<p><strong>Menurutmu pendidikan itu sebenarnya tanggungjawab siapa?</strong><br />
Ya tanggungjawab keluarga dan sekolahan. Dalam skup yang lebih luas, Ya negara. Sebab yang mengatur sistem pendidikan ya Negara itu, sementara sekolahan tinggal menjalankan.</p>
<p><em><strong>Nurul &#8211; MA di Bandung</strong></em></p>
<p><strong>Menurut kamu UN tuh ngaruh ga buat masa depan kamu?</strong><br />
Ya pasti ngaruh banget lah, klo ga ikut UN q-ta ga bakalan lulus SMA dan ga bisa nerusin kuliah ya walau yang nentuin Allah Swt., tapi kita kudu usaha donk</p>
<p><strong>Apa ada rencana kuliah ato langsung kerja ato malah menikah?</strong><br />
Ya, pengennya sih kuliah</p>
<p><strong>Bagaimana dengan biayanya?</strong><br />
Itu mah ya urusan Ortu, tapi mudah2an sih ada</p>
<p><strong>Kenapa kamu pilih itu?</strong><br />
Saya belum puas aja buat nyari ilmu/belajar</p>
<p><strong>Kalo kamu ga keterima SPMB?</strong><br />
Nyari tempat kuliah aja yang walau swasta, tapi tetep OK dan yang pasti suasananya kondusif buat dakwah</p>
<p><strong><em>Dea &#8211; SMA N 4 Bogor</em></strong></p>
<p><strong>Ada rencana ngelanjutin kuliah?</strong><br />
Ya.</p>
<p><strong>Biaya kuliah mahal lho&#8230; </strong><br />
Emang sih ngeberatin orang tua. Tapi asalkan kita bener sekolahnya, orang tua juga seneng.</p>
<p><strong>Adil nggak sih pemerintah dengan pendidikan mahal ini?</strong><br />
Sebenernya sih pemerintah nggak salah. Cuma kurang peduli aja ama rakyat. Banyak yang terbentur biaya untuk ngelanjutin sekolah or kuliah.</p>
<p><strong>Komentar kamu buat temen-temen yang nggak sanggup lanjutin kuliah?</strong><br />
Tetep belajar. Ambil kursus atau apa gitu. Yang penting punya kemampuan untuk menghasilkan.</p>
<p><em><strong>Randi &#8211; Kelas 3 SMA di Bandung</strong></em></p>
<p><strong>Apa ada rencana kuliah ato langsung kerja ato malah menikah? </strong><br />
Kuliah donk</p>
<p><strong>Kenapa kamu pilih itu?</strong><br />
Ingin mencari ilmu lebih banyak</p>
<p><strong>Kalau pas ujian kepepet ga bisa jawab soal, apa yang kamu lakukan? </strong><br />
Nyontek ke yang pinter</p>
<p><strong>Kalau suatu saat ada pilihan; mending ikut SPMB atau dinikahkan sama anak orang kaya yang kekayaannya 7 turunan, cantiknya selangit, trus baik banget, dll. Kamu milih yang mana?</strong></p>
<p>Ikut SPMB, masa depan terjamin</p>
<p><em><strong>Haryo &#8211; SMUN 5 Surabaya. Kelas 3</strong></em></p>
<p><strong>Lulus UN, kamu ngapain? </strong><br />
Kuliah aja, kalau nikah belum kepikiran.</p>
<p><strong>BTW, soal biaya dan mutu pendidikan?</strong><br />
Gak tau yah, tapi yang jelas sekarang ini usaha pribadi itu lebih dominan untuk menghasilkan output terbaik, padahal harusnya lingkungan dan sistem pendidikan itulah yang menentukan.</p>
<p><strong>Ada kiat ga buat temen2 yang kesulitan biaya?</strong><br />
Kan kemaren udah dicanangkan subsidi silang untuk pendidikan, jadi harusnya pendidikan di Indonesia lebih murah. Tapi nggak tahu gimana kelanjutannya. Sekarang mending cari2 beasiswa aja deh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/lulus-un-kuliah-atau-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk!, Bikin Film Sendiri</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/yuk-bikin-film-sendiri</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/yuk-bikin-film-sendiri#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 02:27:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/yuk-bikin-film-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu, salah satu stasiun televisi swasta mengadakan festival film independent. Apaan tuh? Itu lho, film bebas yang dibikin oleh kita yang nantinya bakalan dilombakan dan dinilai oleh dewan juri. Pemenangnya bisa dapetin uang 200 juta. Lumayan buat biaya nikah. Eh, bikin film lagi deh! He..he.. 
Sekilas kalo kita bayangkan, sepertinya bikin film itu sulit. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan lalu, salah satu stasiun televisi swasta mengadakan festival film independent. Apaan tuh? Itu lho, film bebas yang dibikin oleh kita yang nantinya bakalan dilombakan dan dinilai oleh dewan juri. Pemenangnya bisa dapetin uang 200 juta. Lumayan buat biaya nikah. Eh, bikin film lagi deh! He..he.. <span id="more-617"></span></p>
<p>Sekilas kalo kita bayangkan, sepertinya bikin film itu sulit. Emang sobat, itu mah bukan cuma bayangan, tapi kenyataan. Karena untuk membuat film yang sebanding film-film Hollywood misalnya, butuh biaya yang sangat besar. Selain harus punya peralatan teknis seperti camera, lampu shoting, pemantul cahaya, kereta kameramen, dan sebagainya yang harganya We O We, kita juga kudu bayar artis dan aktor yang lumayan mahal. Tapi, bukan berarti dengan cara sederhana kamu nggak bisa bikin film sendiri. Selama ada kemauan pasti kamu bisa. Apalagi sekarang handycam atau handphone dengan fasilitas video recorder sudah menjamur.</p>
<p>Digcam (camera digital) juga yang tadinya berfungsi hanya untuk mengambil gambar diam saja, sekarang sudah dilengkapi dengan fasilitas pengambilan gambar bergerak (movie). So, sekarang bikin film serasa mudah kalo ada fasilitas yang beginian.</p>
<p>Nah sobat, apa aja yang diperlukan untuk membuat sebuah film? Yuk, kita bahas rame-rame.</p>
<p><strong>Skenario<br />
</strong>Yup, bikin film emang harus pake skenario. Apa sih skenario itu? Kalo dalam kamus ilmiah populer, skenario adalah alur cerita dari sebuah sandiwara atau film. Jadi sebelum memulai segalanya dari pembuatan film, kita harus terlebih dahulu membuat skenarionya. Tentang tema, judul, pelaku (tokoh), lokasi, naskah, dan sebagainya semua disusun di sini.</p>
<p>Nah, kalo udah dibikin skenarionya, baru deh kamu tentuin orang-orang yang akan memerankan tokoh dalam film kamu. Nggak usah pake artis dulu deh, pake sodara atau tetangga kamu dulu aja. Biar gratis. Phew!</p>
<p>Eh, tapi kalo kamu mau bikin film tanpa skenario bisa juga lho. Misalnya kamu pengen bikin film tentang kejadian-kejadian unik yang ada di tengah-tengah kehidupan kamu seperti di keluarga, teman, atau di mana saja, tinggal kamu cari aja en terus kamu rekam deh kejadian tersebut. But, kamu kudu nyadar juga, kalo kamu rekam pake HP atau digcam tentunya cuma bisa memuat film beberapa detik atau menit saja. Kecuali kalo memori di digcam atau ponsel kamu gede, tentunya lebih leluasa buat kamu untuk merekam gambar.</p>
<p><strong>Mengenal alat shoting</strong><br />
Yup, nih dia yang kudu jadi perhatian dalam menyusun sebuah film. Alat recorder sekarang emang banyak seperti yang udah ditulis di atas. Ada handycam, camera digital, atau handphone juga bisa. Buat handycam, banyak sekali merk-merk yang sudah bertebaran di pasar elektronik. Sony, Samsung, Panasonic, Canon, JVC, dan lain-lain. Begitu juga dengan digcam. Kalo handphone, banyak juga sih yang udah mendukung fasilitas ini. Sebut saja Nokia 8680 yang cameranya bisa bolak-balik. Atau Sony Ericson s700i, Samsung, dan lain-lain, yang kameranya tidak hanya berfungsi mengambil foto saja, tetapi juga bisa merekam gambar bergerak. Nah, dari sini tinggal kamu pilih saja sesuai dengan yang kamu miliki. Kalo belom punya, nabung dulu deh dari sekarang. Oke?</p>
<p><strong>Pengenalan software editing</strong><br />
Sip deh, kalo kamu udah nge-shoot beberapa film. Tinggal sekarang gimana nih supaya hasil shoot-an kamu bisa dinikmati juga oleh keluarga atau temen-temen kamu. Yup, pake shoftware yang udah kamu install ke komputer kamu tentunya. Software yang biasanya diandalkan untuk meng-capture movie dari media seperti handycam, digcam, atau HP, adalah Adobe Premiere, Ulead Video/Media Studio Pro, dan lain-lain. Oya, ada juga software Vegas keluaran Sony.</p>
<p>Menurut penulis sih, memang vegas lebih mudah digunakan dibandingkan dengan software-software lainnya. Tapi nggak usah khawatir, kalo kamu belum punya software-software tersebut di Windows XP kamu, tapi yang Service Pack 2 lho. Di situ ada program untuk membuat film, namanya movie maker. Dengan program ini, film sederhana bisa kamu rangkai. Mau lebih canggih lagi? Tambahin SFX sama kamu. Tapi kudu tambah software lagi, seperti Adobe After Effect, 3Dsmax, atau alias maya.</p>
<p>Oke deh, cobain aja sama kamu rasanya bikin film sendiri. Yang penting dan yang perlu kamu perhatiin, kalo bisa film yang kamu buat isinya bukan yang asal-asalan. Tetapi memiliki sebuah makna dan orang yang melihatnya merasa tersentuh atau gimana gitu. Lebih baik lagi kalo terdapat nilai-nilai dakwah dalam film hasil buatan kamu sendiri. Lumayan buat nambah-nambah pahala.</p>
<p><strong>Simple Tapi Keren</strong><br />
Mau bikin film yang simple tapi keren? Gampang aja sih, misalnya dengan membuat film-film dokumenter. Kalo di tivi-tivi kan ada tuh dari discovery channel film tentang dokumenter binatang. Atau juga seperti 9/11 Fahrenheit yang juga merupakan film dokumenter. Kamu juga bisa lho. Nah, di bawah ini pilihan buat kamu untuk bikin sebuah dokumenter yang asyik:</p>
<p><strong>Dokumenter demonstrasi</strong><br />
Sekarang tuh kan banyak demo-demo atau aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa atau kalangan lainnya. Nah, bagus juga kayaknya kalo kamu kumpulkan dokumentasinya en terus kamu rangkai jadi satu film.</p>
<p><strong>Dokumenter pernikahan</strong><br />
Kalo ada temen kamu yang nikah, boleh juga tuh kamu shoot buat kenang-kenangan. Lumayankan, siapa tau nantinya bisa jadi bisnis.</p>
<p><strong>Dokumenter Wisuda/Perpisahan<br />
</strong>Kalo yang ini emang kudu ada dokumentasi. Soalnya buat kenang-kenangan kan. Asyik juga tuh kayaknya kalo merekam acara seperti ini.</p>
<p>Masih banyak lagi yang bisa kamu jadiin film dokumenter. Baik di keluarga atau temen-temen kamu. Misalnya dokumenter memasak. Kalo ibu kamu lagi masak kamu film aja tuh. Lebih asyik lagi, kamu tambahan narasi dari kamu nudah gitu kamu jadiin deh CD atau DVD supaya yang lain bisa ikut menikmati. Ya itung-itung jadi artis di rumahan nggak mengapa kan? He..he.. [<em>putra</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/yuk-bikin-film-sendiri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesabaran Mu’awiyah bin Abu Sufyan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/kesabaran-mu%e2%80%99awiyah-bin-abu-sufyan</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/kesabaran-mu%e2%80%99awiyah-bin-abu-sufyan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 01:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/kesabaran-mu%e2%80%99awiyah-bin-abu-sufyan/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kebun ‘Abdullah bin Zubair berdampingan dengan kebun milik Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Baik ‘Abdullah maupun Mu’awiyah sama-sama menempatak seorang budak untuk menjaga kebunnya. Suatu hari budak Mu’awiyah menyelinap ke kebun ‘Abdullah dan menyerobot sebagian tanah milik ‘Abdullah. Mengetahui kejadian itu ‘Abdullah bin Zubair menulis surat dan mengirimnya kepada Mu’awiyah:
“Amma ba’du…
Wahai Mu’awiyah, sesungguhnya budakmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kebun ‘Abdullah bin Zubair berdampingan dengan kebun milik Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Baik ‘Abdullah maupun Mu’awiyah sama-sama menempatak seorang budak untuk menjaga kebunnya. Suatu hari budak Mu’awiyah menyelinap ke kebun ‘Abdullah dan menyerobot sebagian tanah milik ‘Abdullah. Mengetahui kejadian itu ‘Abdullah bin Zubair menulis surat dan mengirimnya kepada Mu’awiyah:<span id="more-604"></span></p>
<p>“Amma ba’du…<br />
Wahai Mu’awiyah, sesungguhnya budakmu telah menyerobot sebagain tanah milikku. Perintahkan mereka untuk tidak melakukan perbuatan itu. Kalau tidak maka di antara kamu dan aku ada urusan yang harus kita selesaikan!”</p>
<p>Singkat cerita, surat itu sampai ke tangan Mu’awiyah dan dibaca. Mu’awiyah  lantas menyerahkan surat itu kepada putranya, Yazid. Beberapa saat setelah Yazid membacanya, Mu’awiyah bertanya, “Bagaimana pendapatmu, Wahay Yazid?”</p>
<p>“Menurut pendapatku, sebaiknya ayah mengirimkan padanya pasukan untuk memenggal kepalanya. Dengan demikian ayah akan bebas dari ancamannya,” jawab Yazid geram.</p>
<p>“Aku punya pendapat yang lebih baik dari pendapatmu”</p>
<p>“Apakah itu ayah?”</p>
<p>“Ambilkan pena dan kertas!”</p>
<p>Kemudian Mu’awiyah menulis sepucuk surat yang berisi:</p>
<p>“Aku telah menerima surat dari saudara. Sungguh aku merasa prihatin dengan kejadian ini. Dunia dan segala isinya tidak berarti apa-apa dibanding dengan keridhaanmu. Sungguh aku telah wajibkan atas diriku sebuah keputusan yang aku persaksikan kepada Allah dan kaum muslimin, bahwa kebun milikku dan segala isinya, serta para budak yang menjaganya, menjadi milikmu. Maka gabungkanlah kebunku dengan kebunmu, budak-budakku dengan budak-budakmu. Wassalam.”</p>
<p>Setelah menerima balasan dari Mu’awiyah, ‘Abdullah bin Zubair kembali menulis<br />
mengirim balasan:</p>
<p>“Telah kuterima surat Amirul Mukminin. Semoga Allah tidak membinasakanku dengan kekuasaannya. Dan semoga tidak membinasakannya pula dengan keputusannya menghalalkan tempat (kebun) miliknya. Wassalam.”</p>
<p>Seperti surat yang diterimanya dulu, saat meneri surat kedua ini pun, Mu’awiyah menyerahkan pada Yazid. Setelah Yazid membacanya, nampak wajahnya merona penuh gembira.</p>
<p>“Anakku,” ujar Mu’awiyah, “Bila kamu dicoba dengan penyakit semacam ini, obatilah dengan obat ini. Karena kita adalah bangsa yang berprinsip bahwa kesabaran tidak akan mendatangkan apa pun, kecuali kebaikan.” [<em>source: Kebun Hikmah, Syamsuddin Muhammad al-Maqqarrie</em>]</p>
<p>&#8212;-<br />
“Mereka yang menguasai bahasa Arab adalah jin yang berupa manusia, mereka melihat apa yang tidak dilihat orang lain.” [<em>Imam Syafi’i</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/kesabaran-mu%e2%80%99awiyah-bin-abu-sufyan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Aku, Ayah, dan Masa Laluku&#8230;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/antara-aku-ayah-dan-masa-laluku</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/antara-aku-ayah-dan-masa-laluku#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 00:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/antara-aku-ayah-dan-masa-laluku/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak kecil, aku nggak pernah merasa dekat dengan orangtua, terutama ayahku. Aku nggak pernah tahu kesibukan beliau apa saja selain tentunya menjadi seorang perwira menengah di Angkatan Darat. Aku lebih sering bergaul dengan anak-anak sebayaku di luar rumah ketimbang membetahkan diri untuk diam di dalam rumah.
Saat aku duduk di bangku SD, tepatnya di kelas 4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kecil, aku nggak pernah merasa dekat dengan orangtua, terutama ayahku. Aku nggak pernah tahu kesibukan beliau apa saja selain tentunya menjadi seorang perwira menengah di Angkatan Darat. Aku lebih sering bergaul dengan anak-anak sebayaku di luar rumah ketimbang membetahkan diri untuk diam di dalam rumah.<span id="more-602"></span><br />
Saat aku duduk di bangku SD, tepatnya di kelas 4 sebuah SD di bilangan Jakarta Pusat, orangtuaku mendadak sering bertengkar. Aku nggak paham. Pikirku saat itu, “Ah, kebiasaan orang dewasa”. Pertengkaran itu terus berlanjut, bahkan membesar. Hingga aku kelas 6 SD, aku nggak peduli. Sampai di satu  saat, setelah aku dan ayah jalan-jalan ke Taman Puring (satu kawasan belanja di Jakarta Selatan-red.), ayah mengajakku mampir ke sebuah rumah yang  aku nggak tahu pemiliknya. Setelah kami masuk, barulah aku tahu siapa pemiliknya. Ayah memperkenalkannya sebagai Tante Mira. Masa bodoh aku saat itu.</p>
<p>Waktu terus berlalu, sementara kecekcokan antara kedua orangtuaku tak ada habisnya. Sedikit-sedikit, aku mulai ingin mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. setelah mengorek informasi dari ibu, kakak-kakak, dan keluarga lainnya, aku baru tahu kalau ayah punya istri simpanan. Ya, Tante Mira! Tak bisa lagi terlukiskan kegeramanku saat itu. Ingin rasanya mendatangi rumah si Tante centil itu dan menghajarnya habis-habisan. Tapi sayang, waktu yang berlalu telah menenggelamkan ingatan itu, jauh ke dasar otakku.<br />
Aku cuma ingat, saat aku main-main dengan kawan SMP (saat itu aku kelas 3 SMP), aku melihat ayah, seorang wanita dan seorang anak perempuan kecil sedang makan di sebuah restoran fastfood di Kelapa Gading. Aku tahan dalam-dalam amarah itu, hingga saat kami berkumpul di rumah, tak terbayang lagi apa yang terjadi saat itu. Kudatangi ayah dengan nada tinggi, menanyakan siapa wanita yang kulihat bersamanya tadi siang, juga anak perempuan kecilnya. Ayah mengelak. Bahkan ayah menciumku dengan sendalnya. Mulai saat itulah aku makin jauh dengan rumah. Hari-hari kuhabiskan di jalanan daerah Pocol-Pasar Senen-Tanah Tinggi, Jakarta Pusat bersama kawan-kawan jalananku.</p>
<p>Hingga saat itu, aku hanya berpikir kalau ayahku itu hobi selingkuh. Tapi ternyata anggapanku salah. Saat aku duduk di kursi SMA, ibu membocorkan rahasia kalau ayah memang hobi mengkoleksi wanita. Bahkan kata ibu, ibu sendiri nggak tahu persis berapa jumlah resmi istri-istrinya, dan berapa jumlah “selir”nya. Aku nggak begitu percaya hingga aku kroscek ke beberapa orang lainnya, barulah aku percaya. Bahkan kalau aku hitung, “istri-istri” ayahku sekitar 9 orang.</p>
<p><strong>Besar di jalan</strong><br />
Sejak kecil, perangaiku memang keras. Itulah yang menjadi bekalku untuk hidup di jalan. Sebenarnya aku nggak all out jadi anak jalanan sampai aku lulus kuliah. Aku masih butuh uang. Jadi, aku masih baik-baikan sama ortu. Sebenarnya aku sekolah pun hanya formalitas saja. Aku sering bolos, mabuk di kelas, berkelahi dengan sesama siswa bakan dengan guru. Termasuk kejahatan-kejahatan cetek yang “biasa” dikerjakan anak sekolah sekarang. Dan jujur saja, aku lebih suka menyogok guru-guruku untuk naik kelas ketimbang harus belajar. But after school, aku hampir nggak pernah pulang ke rumah! Hidup di jalan, menikmati gelap, redup, dan cerahnya dunia dan larut di dalamnya.</p>
<p>Hidup di jalan pun nggak membuat aku jadi lebih baik. Jalanan justru membawaku beberapa kali menginap di tahanan polisi. Bahkan dua kali masuk ke LP Cipinang dengan berbagai macam kasus yang berbeda. Dari mulai narkoba, premanisme, hingga pembunuhan.</p>
<p>Waktu aku pertama kali dijebloskan ke penjara Cipinang, ayah masih mau menolongku. Satu kali bahkan ia merelakan kesempatannya untuk naik pangkat demi mengeluarkanku. Tapi sayang, untung tak bisa didapat, malang tak bisa dicegah. Aku kembali ke jalan, dan “berpakaian” seperti sebelumnya. Saat itulah orangtuaku mulai acuh denganku. Dan aku pun sama dengan orangtuaku, aku mulai membenci mereka, terutama ayah. Bahkan satu perkataan ayah yang paling membuatku kesal saat itu, “Gue udah ngelahirin lo, gue juga udah masukin lo sekolah ama pengajian biar lo pinter, sekarang gue tinggal nunggu kapan lo nikah dan kapan lo mati. Kalo lo masuk penjara lagi, itu sih masa bodo!”   kesal rasanya saat itu, bahkan hampir saja kutebas leher ayah dengan sebilah clurit. Untung saja ada ibu yang melerai.</p>
<p>Sampai akhirnya aku mendekam dua tahun 8 bulan di Cipinang akibat membunuh seorang preman, ayah nggak pernah menjengukku. Inilah salahsatunya yang membuatku akhirnya nggak peduli pada ayah. Selepas dari LP pun aku nggak langsung menginjakkan kaki ke rumah. Aku ke jalan, terus di jalan, bahkan cari makan di jalan. Kerja apa saja. Dari ngamen, tukang parkir, sampai pernah juga jadi kuli harian percetakan.</p>
<p><strong>Menyingkir dari Jakarta</strong><br />
Dua tahun selepas dari LP, aku mulai bosan tinggal di Ibukota. Aku pun pindah ke sebuah daerah di pinggiran Jakarta (masuk wilayah Kabupaten Bogor, sih). Aku di sana bekerja pada sebuah perusahaan konstruksi pabrik. Biasa, jadi kuli lagi! Tapi aku cuek saja. Nggak peduli kalau aku seorang sarjana teknik sipil. Di tempat baru ini, hobi burukku kayak mabuk, judi, tetap nggak hilang. Hingga satu ketika, aku kehabisan uang. Kondisiku pun super parah. Sakaw abis, ketagihan judi, pokoknya ancur, deh!</p>
<p>Saat itu aku kepikir nyari uang (lagi-lagi) dengan cara yang tidak baik. Aku berniat merampok sebuah toko milik pak haji, tetangga dan bapak kosku sendiri. Pikiranku sudah sangat kacau waktu itu. Dengan nekat, aku pun melancarkan aksiku bertiga bareng kawan-kawan error-ku. Saat itulah Allah menolongku. Saat aksiku berlangsung, kami kepergok polisi dan nggak bisa kabur. Sekali lagi, aku masuk tahanan polisi. Tapi Allah Mahapengasih dan Mahapenyayang. Saat itu, Pak haji, yang jadi korban, nggak mau memperluas masalah. Dia mengerti keadaanku waktu itu, dan memilih menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan.</p>
<p>Peristiwa itu, dan kebaikan hati Pak haji telah membukakan hatiku dan jadi titik tolak perubahan dalam hidupku. Aku pun mulai bertekad untuk tidak mengulangi segala kebejatanku dan aku pun tak akan sudi jika anak-anakku kelak meniru kelakuan bejat bapak dan kakeknya. Pak haji bukan cuma memafkanku. Setelah kejadian itu, beliau justru mempercayakan sebuah usahanya untuk kukelola, dan memberikan tempat tinggal gratis buatku.</p>
<p>Sobat, masa laluku biarlah berlalu. Kini, aku hanya ingin memperbaiki hidupku dengan Islam yang kâffah dan menjadi muslim yang sebenarnya. Aku sekarang mulai lagi berkenalan dengan Islam dengan mengaji. Kuharap, cukup aku saja yang merasakan kelamnya masa lalu itu. [<em>seperti yang diceritakan supri pada munir</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/antara-aku-ayah-dan-masa-laluku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat dengan teman cowok</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/curhat-dengan-teman-cowok</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/curhat-dengan-teman-cowok#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 01:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/curhat-dengan-teman-cowok/</guid>
		<description><![CDATA[Mbak, saya  belum lama hijrah. Dulu saya suka berteman dengan cowok dan curhat pada cowok. Tapi setelah ngaji, saya menjaga jarak dan saya sering curhat pada teman sepengajian. Semua masalah saya ceritakan padanya tapi ia mengkhianati malah ia ceritakan pada orang lain, mungkin untuk memecahkan masalah. Tapi saya tidak bisa terima, malahan saya kembali seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak, saya  belum lama hijrah. Dulu saya suka berteman dengan cowok dan curhat pada cowok. Tapi setelah ngaji, saya menjaga jarak dan saya sering curhat pada teman sepengajian. Semua masalah saya ceritakan padanya tapi ia mengkhianati malah ia ceritakan pada orang lain, mungkin untuk memecahkan masalah. Tapi saya tidak bisa terima, malahan saya kembali seperti dulu lagi. Saya sekarang lebih suka curhat sama cowok lagi. Apakah ini boleh? Apakah yang harus saya lakukan mbak? Saya sangat bingung.<span id="more-601"></span></p>
<p>Nafasi Salsabila<br />
Di bumi Allah<br />
[+6281371393xxx]</p>
<p>‘alaikum salam,<br />
Nafasi Salsabila, semoga Allah Swt. melindungi dan memelihara adik dalam hijrah ini. Kalau pun ada godaan untuk kembali seperti dulu, semoga Allah Swt. membukakan kembali hati dan pikiran adik untuk tetap istiqomah di jalan kebaikan, betapa pun sulitnya.</p>
<p>Curhat dengan cowok, kenapa sih banyak anak gadis yang suka curhat dengan teman laki-lakinya? Investigasi sementara Mbak, menunjukkan katanya nih: (1) asyik aja, karena ngomong sama para cowok bisa to the point, nggak perlu basa-basi cari kata yang nggak nyakitin hati. Para cewek biasanya gampang tersinggung (2) Enak aja, karena mereka (para cowok tuh) nggak suka bawel ‘en ngegosip (3) Klop aja, karena wawasannya lebih luas. Para cewek paling cuma ngomongin dandanan dan pernak-perniknya.</p>
<p>Akhirnya Mbak hanya bisa bilang: ah semua itu cuma alasan kalian aja. Karena kenyataannya, ada juga cowok yang gampang tersinggung, bawel, suka gosip dan berwawasan sempit. Begitu juga sebaliknya, nggak sedikit cewek yang bisa diajak ngomong apa adanya, not bawel ‘en gosip serta berwawasan luas.</p>
<p>Adik Nafasi, meniti jalan kebaikan itu memang tidak mudah. Perlu motivasi yang kuat dan pengetahuan yang memadai terhadap medan yang dilalui. Kita akan menemui banyak sekali onak dan duri, juga godaan-godaan yang membuat kita ingin berhenti atau berpaling. Adakalanya perjalanan juga memerlukan pendakian yang membuat kita terengah-engah kepayahan. Tapi itulah jalan yang berakhir surga.</p>
<p>Sebaliknya jalan ke neraka diliputi oleh kesenangan yang menipu. Seolah-olah di dunia ini sungguh nikmat bebas berbuat apa saja tanpa kekangan (semau gue). Syariat Islam pun dianggap belenggu kebebasan.</p>
<p>Untuk itu, bersyukurlah saat Allah memberi karunia berupa hidayah. Hidayah adalah petunjuk bagi kita sehingga bisa melihat, mana jalan yang harus dipilih. Mengikuti syariat Islam atau meninggalkannya. Taat pada syariat Islam akan selamat, berpaling darinya akan tersesat. Tinggalkanlah mengikuti hawa nafsu.</p>
<p>Firman Allah Swt. yang artinya:“…dan janganlah  kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah…” (QS Shaad [38]: 26)</p>
<p>Adik Nafasi, berhijrah itu hanya karena Allah semata. Inilah motivasi yang akan membuat kita istiqomah. Kita tidak akan berputus asa dan kecewa bila ternyata ada hal yang tidak menyenangkan dalam perjalanan hijrah kita. Adik Nafasi tidak perlu kecewa dan meninggalkan proses hijrahnya bila ternyata ada kawan yang mengkhianati amanah. Bahkan bila mayoritas orang berkhianat, tetaplah teguh pada jalan kebenaran yang kita tuju. Allah Maha Besar. Dia tidak akan pernah mengecewakan hambaNya. Anggap saja semua cobaan sebagai batu loncatan untuk semakin menguatkan iman. Bila demikian maka ujian adalah bentuk kasih sayang Allah agar hambaNya menempati kedudukan yang lebih mulia.</p>
<p>Curhat kepada lawan jenis yang bukan mahramnya, berpeluang besar melanggar batas-batas pergaulan yang dibolehkan Islam. Mengapa demikian? Namanya saja curhat, yang dimaknai “mencurahkan isi hati”. Biasanya terkait dengan persoalan pribadi yang tidak ingin diketahui orang lain. Sehingga menimbulkan hubungan intens antara yang curhat dan yang dicurhati. Bisa jadi aktivitas curhat ini akan menabrak rambu khalwat (berdua-duaan di tempat sepi atau yang tidak memungkinkan orang lain ikut nimbrung). Islam melarang keras aktivitas khalwat dan menyebutnya sebagai bagian mendekati zina. Kalaupun tidak khalwat, misalnya dengan surat  menyurat, tetap memiliki peluang munculnya kecenderungan hati untuk memikirkan lawan jenis (sasaran curhat). Kalau berlarut-larut, bisa menyebabkan zina hati. Untuk itu, jauhilah curhat kepada lawan jenis. Ini adalah bentuk penjagaan terhadap kehormatan dan harga diri seorang muslimah. Curhat bisa kepada orang yang kita percaya, seperti pembina pengajian adik misalnya.</p>
<p>Adik Nafasi, curhat yang terbaik adalah mengadukan segala persoalan, kesulitan dan kepayahan kita kepada Allah Swt. Bahkan kita bisa mengadu dan menangis sepuasnya. Yakinlah, bahwa Allah Swt pasti memberikan jalan keluar yang terbaik, bila kita senantiasa berpegang teguh pada syariatNya dan berusaha meraih keridloanNya. Semoga Allah Swt. memudahkan kita untuk menekuni jalan ketaatan. Amin.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/curhat-dengan-teman-cowok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Comedi Corner</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/comedi-corner</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/comedi-corner#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 10:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/comedi-corner/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, terjadi konferensi ideologi antar bangsa. Di suatu Cafe, duduk delegasi dari AS, China dan Indonesia.
Si Amerika mencela China, ”Di negeri China memang semua orang dapat makan, tapi orang-orang dilarang bicara”.
Si China tersinggung dan berkata: ”Di Amerika semua orang memang bebas bicara, tapi banyak orang lapar tak makan”
Delegasi Indonesia menarik nafas dalam-dalam, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari, terjadi konferensi ideologi antar bangsa. Di suatu Cafe, duduk delegasi dari AS, China dan Indonesia.<br />
Si Amerika mencela China, ”Di negeri China memang semua orang dapat makan, tapi orang-orang dilarang bicara”.<br />
Si China tersinggung dan berkata: ”Di Amerika semua orang memang bebas bicara, tapi banyak orang lapar tak makan”<br />
Delegasi Indonesia menarik nafas dalam-dalam, lalu bicara ”Di negeri kalian rakyatnya lebih beruntung. Di negeri saya yang berazaskan Pancasila, rakyat bukan cuma tak dapat bicara, tapi juga tidak dapat makan”<span id="more-593"></span></p>
<p><strong>Indonesia<br />
</strong>Suatu hari dua orang teman baik ingin keliling dunia. Satunya pilot dan yang satunya lagi peramal cuaca. Mereka menaiki pesawat kecil yang dikemudikaan oleh sang pilot.<br />
Peramal cuaca: ”Saya bisa menebak kira-kira kita berada di mana dengan hanya mengeluarkan tangan saya”<br />
Pilot: ”Masa’ sih?”<br />
Peramal cuaca: ”Sekarang saya keluarkan tangan saya. Oh kita berada di Atlantic”<br />
Pilot: ”Kok kamu tahu.?”<br />
Peramal cuaca: ”Tangan saya bisa merasakan dinginya udara di bawah sana”<br />
Pilot: ”Ooh&#8230;”<br />
Setelah beberapa lama penerbagaan, sang peramal cuaca menegeluarkaan tangannya lagi.<br />
Peramal cuaca: ”Kita sekarang berada di atas Jepang!”<br />
Pilot: ”Kok kamu tahu juga?”<br />
Peramal cuaca: ”Tangan saya merasakaan aroma kembang Cherry..”<br />
Pilot: ”Ooh&#8230;”<br />
Mereka melanjutkan penerbagaan lagi.<br />
Setelah terbang beberapa lamanya sang peramal cuaca mengeluarkaan tangannya lagi. Tapi tiba-tiba langsung tanganya ditarik sambil bicara, ” Kita pas berada di atas Indonesia”<br />
Pilot: ”Kok kamu tahu aja sih?”<br />
Peramal cuaca: ”Jam tangan saya hilang&#8230;”</p>
<p><strong>Takut isteri</strong><br />
Ada isu bahwa sebagian besar menteri kabinet di suatu negara ternyata takut sama isterinya. Presiden ingin mengetahui kebenaran isu yang menggemparkan itu. Dalam rapat kabinet terbatas presiden meminta menteri-menteri yang merasa takut sama isterinya untuk pindah duduk di sebelah kanan sang presiden. Tanpa ba-bi-bu, seluruh menteri pindah duduknya di sebelah kanan presiden, kecuali si menteri pertahanan.<br />
Semua yang hadir di situ kaget dan curiga. Saking pengin tahunya, menteri dalam negeri nanya: ”Mister Menhankan, kenapa anda tidak pindah kemari?”<br />
Menhankam: ”Karena. tadi pagi isteri saya pesan, agar saya jangan suka ngikutin yang lain”<br />
Seluruh peserta: ????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/comedi-corner/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nguping Rumpian Cowok</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/nguping-rumpian-cowok</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/nguping-rumpian-cowok#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 09:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Shaheed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/nguping-rumpian-cowok/</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata kaum Adam juga doyan ngerumpi. Mereka juga punya teman curhat. Apa aja sih isi rumpian mereka?
Cewek ngerumpi itu biasa, tapi kalo cowok ngerumpi? Kayaknya perlu diselidiki tuh. Bukan apa-apa, kegiatan rumpian selalu diidentikkan ama cewek. Kesannya, cewek itu bawel, doyan ngegrup sekaligus ngegosip. Sementara cowok suka digambarkan seneng dengan kegiatan fisik; olah raga, berorganisasi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata kaum Adam juga doyan ngerumpi. Mereka juga punya teman curhat. Apa aja sih isi rumpian mereka?<span id="more-590"></span></p>
<p>Cewek ngerumpi itu biasa, tapi kalo cowok ngerumpi? Kayaknya perlu diselidiki tuh. Bukan apa-apa, kegiatan rumpian selalu diidentikkan ama cewek. Kesannya, cewek itu bawel, doyan ngegrup sekaligus ngegosip. Sementara cowok suka digambarkan seneng dengan kegiatan fisik; olah raga, berorganisasi, dsb. Padahal, kaum cowok juga menyimpan potensi dan kebiasaan ngerumpi. Cowok juga suka ngegrup dan doyan ngegosip.</p>
<p>Kebiasaan ngerumpi ini diiyakan ‘segerombolan’ cowok yang sukses ‘diciduk’ Sobat Muda. Romi, sebut saja. Cowok berkepala cepak ngaku doyan ngerumpi ama teman-temannya. “Apa aja kita obrolin, mulai dari soal kuliah sampai akhwat,” cerocosnya. Lokasi ngerumpi? “Tempat kos, warteg, warnet,” jawab Romi ditimpali temen-temennya. Sambil makan di warteg mereka juga ngobrol ngalor ngidul. Selain ngerumpi di tempat-tempat tadi, Romi juga suka ngerumpi via internet. Friendster-nya Yahoo jadi ajang ‘cuap-cuap’ sama netter lain yang lagi online. Bisa ama sesama ikhwan bisa juga ama akhwat. Ngerumpi via internet itu bisa dilakuinnya dua kali seminggu. Pernah kopi darat? Romi cuma mesem-mesem.</p>
<p>Jangan dikira cowok nggak anticurhat. Di balik jenggotnya yang lebat, atau badannya yang tegap cowok juga butuh lho temen berbagi cerita; suka dan duka (cieee!). Sebut aja Indra, cowok yang sekuliahan ama Romi ini, ngaku sering curhat kalo bete-nya lagi datang. Kalau lagi pegel ati alias bete, doi jalan deh ke warnet untuk curhat ama sesama netter di dunia maya.</p>
<p>Yuhuu, kamu yang cewek nggak usah takut kalau suka ngerumpi, karena ternyata para ikhwan juga doyan ngerumpi. Satu-satu!</p>
<p><strong>Emang kebiasaan cewek?<br />
</strong>Sebenarnya kebiasaan cowok ngerumpi udah ada dari dulu. Biasanya kaum lelaki ngumpul di warung kopi, sambil duduk di bangku panjang yang terbuat dari bambu, nyeruput kopi dan makan pisang goreng. Nah, di situlah biasanya para cowok saling cerita. Kalau nggak di warung kopi, para bapak juga suka kongkow-kongkow di pos ronda. Baik waktu ngeronda di malam hari, ataupun sekadar kumpul di siang hari. Jeleknya, ngerumpi di gardu suka diselingi main kartu, terkadang malah sambil judi.</p>
<p>Kalau sekarang, remaja punya kebiasaan hang out dan clubbing. Mereka kumpul di klab, kafé, music room, atau diskotik. Untuk ngumpul di tempat kayak begini jelas butuh duit nggak sedikit. Kalau di warung kopi segelas kopi tubruk seharga 2000 perak, di kafé secangkir capuccino bisa dibandrolin 50 ribu perak. Kalau sudah asyik, ngerumpi seharian kagak terasa. Seorang cowok presenter sebuah acara infotainment pernah ngerumpi di café dari siang sampai jam sepuluh malam. Alamak!</p>
<p>Hanya saja, kebiasaan ngobrol memang lebih sering dilakukan kaum wanita ketimbang para pria. Hal ini disebabkan kerja otak pria dan wanita emang berbeda. Mau bukti?</p>
<p>Berkat teknologi yang makin canggih, kini manusia bisa melakukan brain mapping (pemetaan otak). Nah, dari situ ketahuan bahwa otak kanan dan kiri manusia tersambung oleh sekumpulan saraf kecil yang disebut corpus calossum. Ternyata, ukuran corpus calossum cowok umumnya 25% lebih kecil dibandingkan kepunyaan cewek. Kaum cowok mengolah bahasa hanya di otak sebelah kirinya saja, sedangkan para cewek menggunakan enam atau tujuh daerah korteks di kedua belahan otaknya untuk mengolah bahasa. Menurut para pakar otak, inilah yang menyebabkan cowok lebih sedikit memainkan perasaan atau pikiran yang berhubungan dengan kata.</p>
<p>So, meskipun cowok juga senang ngerumpi, tapi kegiatan itu tidak sebanyak dilakukan para cewek. Ada kawan yang bilang, kalo cowok berdua main catur, bertiga main remi, berempat, main gapleh. Tapi kalo cewek, mau berdua, bertiga, atau berempat, pasti ngerumpi.</p>
<p><strong>Sehat nggak sih?</strong><br />
Tapi ngomong-ngomong, sehat nggak sih punya kebiasaan ngerumpi? Sehat aja, apalagi kalau dilakukan sambil lari pagi atau fitness (he…he…he). Ini serius, bo. Menurut penelitian modern, ngerumpi (baca: sosialisasi) adalah obat stress yang mujarab. Saat ngobrol, manusia bisa saling berbagi cerita dan meminta dukungan dari teman-temannya. Bahkan bisa jadi dari obrolan itu ada solusi buat masalah yang lagi ada di pikiran.</p>
<p>Ngerumpi juga baik buat ibu-ibu yang lagi hamil. Nah, lho! Penelitian yang dilakukan UCLA pada tahun 2001 ini melibatkan 247 ibu hamil. Melalui wawancara diketahui bahwa mereka yang memiliki hubungan baik dengan keluarga dan teman akan mendapatkan bayi yang lebih gemuk. Kalau bapak-bapak yang hamil? Mimpi kali, ye!</p>
<p>Ngerumpi dan curhat itu asalnya adalah mubah. Tetapi ia juga bisa menjadi amal yang baik kalau dari rumpian itu ajang ngasih solusi buat saudara kita yang lagi kesusahan. Dari riwayat Imam Bukhari, Rasulullah saw. pernah mengatakan bahwa salah satu hak muslim atas muslim ada enam, di antaranya adalah memberikan nasihat jika saudaranya membutuhkan. Bukankah itu salah satu manfaat persaudaraan seiman?</p>
<p>Hmm, kalau begitu, jika kamu punya masalah ada baiknya nggak disimpan sendiri. Coba deh, curhat pada orang terdekatmu. Moga-moga dia bisa ngasih solusi. Kalaupun nggak, setidaknya dengan berbagi perasaan, dan ada dukungan (seperti tepukan di bahu), itu sudah melegakan diri kita. Apalagi kalau teman curhat mau mendoakan kita agar terlepas dari kesusahan.</p>
<p>Abu Hurairah ra., sahabat Rasulullah saw. pernah berniat untuk itikaf di masjid Nabawi. Saat tiba di dalam mesjid, beliau melihat ada seorang pria yang tengah duduk dan bersedih. Ia pun terdorong untuk menghampiri lelaki itu dan bertanya sebab kesedihannya. Akhirnya pria itu pun menceritakan kesusahannya. Kemudian Abu Hurairah berkata, “Berdirilah bersamaku, aku akan memenuhi kebutuhanmu.” Lelaki itu berkata, “Apakah engkau akan meninggalkan i’tikafmu di masjid Rasulullah saw. ini demi diriku?”</p>
<p>Abu Hurairah meneteskan air mata dan berkata, “Aku mendengar penghuni kuburan ini (yakni Rasulullah saw.) berkata, ‘Berjalannya salah seorang di antara kalian untuk memenuhi kebutuhan saudaranya sampai terpenuhi, lebih baik baginya daripada i’tikafnya di masjidku ini selama 10 tahun’.”</p>
<p>Teman curhat itu bisa orang tua, kakak, adik atau teman-teman kita. Ardi, salah seorang sobatmu, ngaku ia sering curhat sama ibu dan kakak perempuannya. Apalagi untuk urusan cewek, Ardi paling sering dapat advis yang bermanfaat dari kakak perempuannya. Iya lah! Selain Ardi, yang juga suka curhat sama ortu adalah Erik. Sementara itu, Indra malah ngaku susah curhat sama ortu. “Enggak enak, aja,” katanya. Apalagi doi ngaku suka dimarahin sama ibunya. Aduh, Indra makanya kamu jangan nakal, ya?</p>
<p>Agak unik yang dilakukan Saeful yang juga sempat ditodong Sobat Muda. Cowok berambut ikal ini mengaku punya teman curhat seorang akhwat teman SMU-nya. Hubungannya dengan cewek ini sudah lama dilakukan. Untuk urusan curhat, surat menyurat jadi sarana. Wah, wah, wah, ati-ati, Pul. Entar bisa jadi demen, berabe.</p>
<p>By the way, ngerumpi dan curhat itu boleh-boleh saja. Kamu yang cowok jangan ngerasa tabu atau mokal untuk berbagi cerita sama orang lain. Bisa jadi, dari rumpian itu berkembang ide-ide bagus untuk sekolah, kuliah atau kerja. Bukan nggak mungkin juga, dari rumpian sederhana ada solusi buat masalah-masalah kita. Oke, selamat ngerumpi! [<em>januar</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/nguping-rumpian-cowok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menurunkan Panas</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/cara-menurunkan-panas</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/cara-menurunkan-panas#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2007 02:47:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/cara-menurunkan-panas/</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum,
Dok, kapan sih badan seseorang dikatakan panas? Bagaimana cara yang benar untuk menurunkan panas? Tetangga saya menganjurkan untuk kompres dengan air es, tapi kata tetangga yang lain tidak boleh. Mana yang benar?
Anisa, Bogor
Jawab:
‘alaikumsalam,
Dik Anisa, panas atau demam adalah salah satu gejala yang muncul bila ada yang tidak beres dalam tubuh kita. Bisa hanya karena kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu’alaikum,<br />
Dok, kapan sih badan seseorang dikatakan panas? Bagaimana cara yang benar untuk menurunkan panas? Tetangga saya menganjurkan untuk kompres dengan air es, tapi kata tetangga yang lain tidak boleh. Mana yang benar?<span id="more-577"></span></p>
<p>Anisa, Bogor</p>
<p>Jawab:</p>
<p>‘alaikumsalam,<br />
Dik Anisa, panas atau demam adalah salah satu gejala yang muncul bila ada yang tidak beres dalam tubuh kita. Bisa hanya karena kurang cairan atau kurang minum, bisa juga karena ada infeksi di dalam tubuh kita.</p>
<p>Suhu badan normal adalah 37,5 derajat Celcius. Bila suhu badan di atas suhu normal tersebut, maka dikatakan tubuh mengalami demam. Demam merupakan tanda bahwa tubuh dalam kondisi yang tidak normal, oleh karena itu tidak boleh dibiarkan. Harus dilakukan upaya untuk menurunkan demam tadi sehingga suhu tubuh kembali normal. Suhu tubuh yang makin tinggi juga berbahaya, terutama pada anak. Bila tubuh tidak bisa mentolerir suhu yang tinggi tadi, bisa terjadi kejang. Terjadinya kejang akan memberikan pengaruh buruk pada otak.</p>
<p>Upaya untuk menurunkan demam adalah sebagai berikut: </p>
<ol>
<li>Kenakan pakaian yang tipis, karena pakaian yang tebal justru menghambat keluarnya panas sehingga suhu tubuh tidak segera turun.</li>
<li>Jika pakaian basah oleh keringat, segera ganti dengan pakaian yang kering.</li>
<li>Lakukan tindakan mengompres badan dengan menggunakan air biasa. Bagian yang dikompres adalah dahi, ketiak dan selangkangan, yang merupakan tempat dengan pembuluh darah yang besar.</li>
<li>Tidak dianjurkan mengompres dengan es atau alkohol, karena terdapat perbedaan suhu yang besar dengan tubuh, yang justru akan menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan bisa memicu timbulnya kejang. </li>
<li>Perbanyak cairan yang masuk ke dalam tubuh dengan banyak minum. Selain itu minumlah obat penurun panas secara teratur sesuai dengan dosis yang dianjurkan.</li>
</ol>
<p>Demikian Dik Anisa, semoga beberapa cara ini bisa bermanfaat. Sebaiknya memang mencegah lebih baik dari mengobati. Terima kasih.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/cara-menurunkan-panas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila ayah poligami…</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bila-ayah-poligami</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bila-ayah-poligami#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 10:38:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/bila-ayah-poligami/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai anak, kita wajib berbakti pada ayah dan ibu. Termasuk ketika ayah memiliki istri lebih dari satu alias poligami. Baik kepada ayah, ibu kandung maupun ibu tiri, tetep harus menjaga hubungan baik. Untuk itu, kamu sebisa mungkin: 

Bersikap netral. Wajar jika kamu lebih membela ibu dan sodara kandungmu dibanding anggota keluarga yang lain. Namun jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai anak, kita wajib berbakti pada ayah dan ibu. Termasuk ketika ayah memiliki istri lebih dari satu alias poligami. Baik kepada ayah, ibu kandung maupun ibu tiri, tetep harus menjaga hubungan baik. Untuk itu, kamu sebisa mungkin: <span id="more-589"></span></p>
<ol>
<li><strong>Bersikap netral</strong>. Wajar jika kamu lebih membela ibu dan sodara kandungmu dibanding anggota keluarga yang lain. Namun jika terjadi konflik, lebih baik bersikap netral. Jangan terlalu menyudutkan ayah, menyalahkan ibu tiri dan sodara  tiri. Sebab bisa jadi, semakin ditentang, ayahmu akan semakin ‘menjauh’ dari kamu dan ibu kandungmu.</li>
<li><strong>Jaga ucapan dan perasaan</strong>. Nggak baik menyakiti ibu tiri atau sodara tiri, walau dengan lisan. Mereka juga sodara sedarah denganmu. Berempatilah, jika kamu di posisi mereka yang seolah-olah sebagai pihak ‘pendosa’, tentu nggak enak hati kan. Jadi, jaga perasaan mereka.</li>
<li><strong>Husnudzon</strong>. Berbaik sangkalah kepada ayahmu atas apa yang dilakukannya. Insya Allah beliau selalu berusaha adil, meski sebagai manusia biasa itu nggak mudah.</li>
<li><strong>Jangan dengerin omongan orang</strong>. Kadang ada saja pihak yang memanas-manasi situasi dalam keluarga besar kamu. Anggap saja angin lalu. Jangan mudah terpancing emosi.</li>
<li><strong>Berpikir realistis</strong>. Lebih baik kamu konsentrasi menyiapkan masa depan kamu. Nggak bakal ada habisnya bila kamu hanya menyesali nasib. [<em>kholidah</em>]</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bila-ayah-poligami/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hitam-putih Dunia Maya</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/hitam-putih-dunia-maya</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/hitam-putih-dunia-maya#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 05:14:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/hitam-putih-dunia-maya/</guid>
		<description><![CDATA[Dunia maya emang menjanjikan banyak ragam kenikmatan, kesenangan dan kemudahan. Tapi, ancamannya juga sangat serius. Waspadalah! Waspadalah!
Bang Napi benar, kita harus waspada. Kata maskot Sergap di RCTI ini, “Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan.” Internet, gimana pun juga bak pisau bermata dua. Bisa menolong, tapi sekaligus mengancam penggunanya. Itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia maya emang menjanjikan banyak ragam kenikmatan, kesenangan dan kemudahan. Tapi, ancamannya juga sangat serius. Waspadalah! Waspadalah!<span id="more-585"></span></p>
<p>Bang Napi benar, kita harus waspada. Kata maskot Sergap di RCTI ini, “Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan.” Internet, gimana pun juga bak pisau bermata dua. Bisa menolong, tapi sekaligus mengancam penggunanya. Itu sebabnya, rasa-rasanya tak salah jika kita harus waspada. Karena bukan tak mungkin ‘umpan’ informasi buruk di internet itu tidak saja karena niat para pelakunya untuk meracuni user lainnya, tapi juga karena kesempatan yang terbuka lebar saat kita memanfaatkannya.</p>
<p>Jangan salah lho. Warung internet kini bertebaran dengan harga murah dan menawarkan fasilitas wah. Di satu komplek pertokoan terkenal di jantung kota Bogor saja, ngumpul sekitar 6 warnet. Mereka saling bersaing menawarkan harga termurah dan fasilitas yang menggiurkan. Kalo kamu punya duit 1500-3000 perak saja udah bisa tuh berselancar selama satu jam dengan fasilitas headphone, komputer pentium 3, tempat flahsdisk yang mudah dijangkau, monitor 17 inci bo, plus webcam gratis (ini biasanya dipake pas chatting di Yahoo! Mesenger, biar lawan ngobrol kita bisa ngelihat wajah kita yang penuh jerawat itu..uppss..).</p>
<p>Sobat muda muslim, internet memang menawarkan kemudahan dalam menerima dan mencari informasi. Dalam ilmu komunikasi, komputerisasi dan internet bahkan dinobatkan sebagai pencapaian tahap keempat dari manusia dalam mengembangkan teknologi data dan informasi.</p>
<p>Tentu saja, kemudahan ini nggak netral sepenuhnya. Bisa aja dimanfaatkan untuk hal-hal yang kurang baik. Atau paling nggak yang miskin manfaatnya. Selain tentunya banyak juga untuk membantu dalam menyebarkan informasi yang benar dan banyak manfaatnya. Pendek kata, tergantung user-nya deh. Seperti kata pepatah, “the man behind the gun”.</p>
<p>Sebut saja Deni, anak kerempeng berkaca minus tiga ini yang berhasil kena sundut, eh kena todong SoDa pas lagi ngetem di sebuah warnet ngasih komentarnya, “Internet sangat menolongku untuk nyari bahan-bahan buat ngelengkapin tugas sekolah. Aku biasanya cari di google,” kata pelajar di salah satu SMA favorit di Bogor ini.</p>
<p>Eh, selain main-main di google.com, kamu ngapain aja kalo lagi OL? “Aku kadang suka main Ragnarok, Laghaim, dan Nexia, bo!” Deni malu-malu. Jadi main gim online neh? Hmm.. asyik juga kali ye bisa main di dunia maya. Tapi ati-ati Den, entar duitmu abis buat yang sedikit manfaatnya. Tul nggak? Ini sih ngingetin aja. Oke?</p>
<p><strong>Ajang nyari jodoh</strong><br />
Dunia jaman bapak-ibu kita beda banget ama kita-kita sekarang. Dulu kalo mo nyari jodoh kudu langsung berhadapan dengan orang yang ingin kita mau. Kita tahu wujud nyata orangnya. Tapi, kini udah berubah, Bro. Tanpa tahu wujud nyatanya, kita adakalanya begitu yakin bahwa doi ngertiin kita saat ketemuan di mailing list (komunitas diskusi dan berbagi informasi) dan chat room karena gaya bertuturnya dalam menulis pendapatnya menggoda hati kita. Awalnya simpati, lama-lama kita empati, dan akhirnya jatuh hati karena kekuatan bahasanya. Hebat banget ya? Bayangin, karena kekuatan bahasa, kita bisa jatuh cinta (hmm… jadi inget film Message in a Bottle yang dibintangi Kevin Costner dan Robin Wright Penn. Eh, lagunya juga ada tuh yang digeber sama The Police. Huhuy!)</p>
<p>Kalo kamu cukup punya nyali, pasti akan terus nyari info soal doi. Berani kirim e-mail langsung ke doi atau lebih agresif untuk pdkt saat chatting di YM atau MSN, misalnya. Ada lho, pengalaman seorang teman kita yang nyari jodoh via internet. Doi nggak mau disebutin namanya, takut tenar katanya, tapi yang jelas, doi kini udah hidup berumah tangga dengan gadis yang berhasil diburunya di dunia maya. “Cuma tukeran foto setelah banyak tahu info masing-masing, terus aku serius mo nikahin dia. Eh, dia juga mau, ya udah kita kopdar dan langsung aku lamar. Yes!” ungkapnya pede banget. Giliran saya yang geleng-geleng kepala!</p>
<p>Tapi, gimana jadinya kalo nyari jodohnya dalam pengertian pacaran? Wah, itu sih bisa banyak euy. Maklumlah namanya juga ABG. Kenalan cuma sekadarnya aja buat main-main. Uniknya, yang pemalu sekalipun ngedadak jadi berani untuk wara-wiri di dunia ini. Karena memang identitasnya bisa disembunyikan. Ati-ati deh, jangan mudah tergoda, karena banyak juga yang niatnya cuma ingin mempermainkan kamu. Ngakunya pengen kopi darat alias ketemuan off-air, nggak tahu punya niat jahat. Berabe kan? Waspadalah!</p>
<p><strong>Jangan terlena, Bro!<br />
</strong>Berapa jam kamu main-main di dunia maya?</p>
<p>“Biasanya sih sekitar 4-5 jam, tapi itu kan nggak pasti seminggu sekali, kadang sebulan sekali malahan,” ujar Dian anak Mojokerto yang sekolah di SMU 1 Sooko itu.</p>
<p>Wah, nggak pegal tuh 4-5 jam? Tapi, masih mending sih, karena doi nggak tiap hari. Kalo tiap hari, udah kebayang gimana kan? Waktu dan duitnya tersedot di dunia maya.</p>
<p>“Aku sih, kalo OL cuma 1-2 jam,” aku Randi, yang sekolah di sebuah SMA di Bandung.</p>
<p>Masih untung kayaknya kalo sekadar 1-2 jam nongkrong di warnet. Tapi, gimana jadinya kalo saban hari ngetem di sono? Sssttt.. biasanya yang model gini adalah para pekerja yang disediain fasilitas internet di kantornya. Tiap perusahaan emang beda-beda ngasih jatah main internet bagi karyawannya. Seorang teman yang bekerja nun jauh di pedalaman Kalimantan, malah cerita kalo waktunya untuk main-main di internet dijatah alias ditentukan waktunya. Nggak bisa bebas. Katanya sih untuk menghemat. Betul juga sih. Mungkin sekaligus untuk mengendalikan para pekerjanya biar nggak main-main mulu.</p>
<p>Sekadar tahu aja, bahwa e-mail dan SMS ternyata lebih berbahaya dari ganja. What? Iya, paling nggak menurut penelitian di Inggris yang hasilnya dipublikasikan pada April 2005 lalu di koran The Times dan The Guardian. Penelitian ini atas sponsor raksasa teknologi Hewlett Packard (HP).</p>
<p>Menurut penelitian, yang juga dilansir ANP itu, kecanduan penggunaan email dan SMS menyebabkan ngantuk, apatis dan gangguan konsentrasi. Terungkap juga bahwa e-mail dan SMS ternyata merupakan kegiatan yang membuat ketagihan dan akhirnya nggak produktif bekerja. Wah, wah, jangan sampe terlena Bro!</p>
<p><strong>Sisi gelap internet</strong><br />
Sobat muda muslim, internet menawarkan beragam jenis informasi, termasuk sisi gelapnya; judi dan pornografi. Dua jajanan ini perlu diwaspadai. Khusus tentang pornografi di internet, mungkin lebih tepatnya disebut cybersex, seks di dunia maya kudu ekstra hati-hati. Karena apa? Karena situs ini mudah dijumpai dan kadang diiklankan dengan menyusup ke situs tertentu yang kemudian tak sengaja kita membukanya.</p>
<p>Randi, seorang siswa SMA di Bandung yang berhasil dibujuk SoDa untuk ngasih komentar mengaku, “Saya tertarik sih utuk buku situs porno, tapi bukan buat disalahgunain, ya buat pengetahuan aja.” Nah lho, hati-hati Ran, itu tegangan tinggi!</p>
<p>Kalo Randi masih tertarik, lain dengan Nurul, doi ogah banget ngunjungi situs porno. “Ga kali, muak, dan yang pasti dosa gitu loh”, aku mojang Priangan ini.</p>
<p>Oke, terlepas dari pro-kontra, tapi yang jelas cybersex ini berbahaya, Bro. Pemerintah Arab Saudi aja sampe kudu memblokir sekitar 2000 situs. Meski tidak semuanya situs porno, tapi pemerintah Arab Saudi khawatir situs-situs kesehatan, informasi tentang wanita, busana dll itu disinyalir akan disalahgunakan dengan menampilkan aroma seksualitas. Bahaya!</p>
<p>Sobat muda muslim, pencegahan lebih baik dari pengobatan. Bukan apa-apa, secara umum banyak orang berkencan dan mendapatkan sumber erotika dari sex on line. Satu hal yang pasti dalam hal ini adalah: kita tidak melibatkan kontak fisik. Lantas mengapa orang melakukannya? Cybersex menurut ahli terapi seks Joel D. Block. PhD adalah perangsang seksual bagi sebagian orang, suatu cara menjadi terangsang secara aman tanpa risiko emosional dan fisik.</p>
<p>Para peneliti yakin bahwa fantasi seksual merupakan fenomena universal yang dialami oleh sebagian besar laki-laki dan perempuan. Ahli psikologi, Dr Pomeroy, mendorong orang untuk menikmati fantasi seksualnya. “Hampir semua orang  normal menikmati  pikiran dan fantasi tentang seks, dan&#8230; visi tersebut seringkali membantu perangsangan selama hubungan seksual.” (kompas.com)</p>
<p>Itu sebabnya, tugas negara neh buat ngelindungi kita-kita. Para pejabat mohon untuk tidak memelihara terus hobi mempertahankan kekuasaan dan doyan korupsi. Tanggung jawab lho Pak. Tapi.. berharap perbaikan kepada kapitalisme ibarat pungguk merindukan bulan. Nggak mungkin! Ya, mustahil! Cuma Islam yang diterapkan sebagai ideologi negara yang bakal mampu mensejahterakan, dan membuat aman kehidupan kita. Ayo berjuang! [<em>solihin, liputan: gilang, dan rizki</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/hitam-putih-dunia-maya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
