Logika-Logika Kacau
INSPIRASI/Oktober/2008
Ketika brahim muda bertanya kepada ayahnya, Azar, mengapa kaumnya menyembah berhala sedangkan berhala adalah ciptaan ayahnya, dan mengapa tidak menyembah saja ayah, Azar yang tidak bisa menjawab menjadi sangat marah. “Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”.(TQS al-Anbiya [21]: 53)
Ketika Ibrahim berdebat dengan Namrudz, raja otoriter yang musyrik, mengapa Namrudz tidak bertanya saja kepada berhala terbesar siapa yang menghancurkan berhala-berhala lain, Namrudz pun marah. “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)”, (TQS al-Anbiya [21]: 63-64) (more…)
Militer Penjaga Syariat
FRESH!/Oktober/2008
Posisi militer di negeri-negeri kaum muslimin saat ini adalah sebagai penjaga kekuatan kufur dan melestarikannya. Ibaratnya, militer di negeri-negeri Islam tak ubahnya sebagai ?anjing penjaga’ demokrasi dan kapitalisme yang kini diterapkan di hampir seluruh negara. Meski jumlah pasukan di negeri-negeri muslim sangat besar dan banyak, tapi para tentara ini tidak sedang menjalankan tugas mulianya sebagai penjaga syariat Islam. Tapi sebagai ?penghambat’ tegaknya syariat Islam. Sungguh sebuah ironi.
Kepedihan kita kian dalam saat mengetahui bahwa para tentara di negeri-negeri Islam justru bermusuhan dengan kaum muslimin yang hendak memperjuangkan kembalinya Islam sebagai ideologi. Lihatlah, betapa beringasnya tentara-tentara Uzbekistan di bawah komando Islam Karimov sebagai pemimpin negeri itu dalam mengejar, mengusir, memenjarakan, dan bahkan membunuh banyak kaum muslimin yang berjuang demi tegaknya Khilafah Islamiyah. Padahal, banyak dari tentara itu adalah muslim juga. Para tentara Turki juga tak beda sikap, demi menerapkan sekularisme warisan Mustafa Kamal, para tentara ini justru gemar dan aktif merazia para muslimah Turki yang kedapatan mengenakan busana muslimah di luar rumah. Perih. Bukan syariat Islam yang dijaga dan diperjuangkan, tapi justru kekufuran yang dibela habis-habisan. Musibah. (more…)
Satukan Kekuatan!
EDITORIAL/Oktober/2008
Berapa banyak tentara kaum muslimin di dunia? Anda pernah berpikir tentang jumlah kekuatan militer kaum muslimin? Untuk Indonesia saja, tahun 2002 tercatat ada 302.000 personel. Jika jumlah tentara di negeri-negeri kaum Muslimin di kawasan Timur Tengah digabung, maka jumlah itu akan melumat Israel yang menjajah Palestina. Jumlah tentara Israel hanya 167.200 (tahun 2002). Sementara pada tahun yang sama, jumlah gabungan tentara negeri-negeri Islam di kawasan yang ?melingkari’ Israel adalah 2.525.450 personel (dengan rincian: Iran: 540.000; Iraq: 389.000; Kuwait: 15.500; Lebanon: 72.100; Yordania: 100.500; Mesir: 450.000, Saudi Arabia: 124.500; Turki: 514.850, Syiria: 319.000. Subhanallah, kekuatan militer yang sangat besar. Tapi tragisnya, para tentara itu tidak dikerahkan untuk menghancurkan kezaliman dan kebiadaban yang diperagakan Israel sejak 1948 silam hingga kini. Para pemimpin negeri-negeri Islam lebih memilih diam sambil ?menikmati’ penderitaan rakyat Palestina. Pikiran dan perasaan mereka lebih mengikuti jejak setan untuk tunduk kepada tekanan Amerika dan sekutunya dalam melindungi Israel. Menyedihkan. (more…)
Mbok Mar [2]
CERITA/Oktober/2008
By: Nafiisah FB
Pasar penuh sesak.? Mbok Mar terseok menjinjing keranjang hijaunya yang telah penuh dengan bahan untuk membuat penganan gorengan. Suara riuh-rendah orang-orang yang bertransaksi menambah kepenatan.
Di sebuah warung nasi uduk Mbok Mar berhenti. Keranjang hijau segera dilepaskan dari tangan.
“Mbok? Minum teh?”? Seorang wanita muda berkerudung menghampiri Mbok Mar.
“Iya, ?Nduk.”
“Mbak Ajeng, nasi uduknya. Komplit, ya,” pesan seorang bapak yang baru datang. Dia langsung duduk di samping Mbok Mar.
“Oh, iya, Pak. Sebentar, ya,” jawab Ajeng, wanita muda berkerudung itu, ramah.
“Mas, nasi uduk komplit satu! Eh, iya. Sama teh manis buat Mbok Mar!” Ajeng meneruskan pesanan.
“Siap!” sahut seorang pria berjenggot tipis. (more…)
