Globalisasi Cinta
EDITORIAL/Feb/2008
Dunia saat ini dipenuhi dengan globalisme, informasi, hiburan, dan komersialisme. Kritikus Lorraine Gam?man dan Marga?ret Marshment, keduanya pe?nyunting buku “The Female Ga?ze: Women as Viewers of Popu?lar Culture (1998)”, berse?pakat bah?wa bu?daya popu?ler adalah sebu?ah medan pergu?latan ketika me?ngemukakan bah?wa tidaklah cu?kup bagi kita untuk semata-mata menilai bu?daya populer se?bagai alat kapi?talisme dan pat?riarki yang menciptakan kesadaran palsu di kalangan banyak orang. Bagi mereka, budaya populer juga tempat dipertarungkannya makna dan digugat?nya ideologi dominan.
Sebenarnya ukuran populer bagi budaya populer itu sendiri juga bersifat kualitatif dan serba relatif. Ukurannya tak ada yang baku. Tapi yang jelas, pop culture faktanya adalah budaya dan gaya hidup yang banyak disukai orang. Alasan disukai? Bisa saja disukai karena memang dibutuhkan, juga disukai setelah mendapat “komporan” dari pihak lain sehingga jadi terpaksa menyukai. Saat ini sebagai besar dari kita tunduk pada logic of capital, logika proses produksi, di mana hal yang dangkal dan cepat ditangkap itulah yang cepat laku. Itu sebabnya, Valentine’s Day (VD) menjadi sarana penyebaran globalisasi produk gaya hidup dan bisnis berlabel cinta yang sangat efektif. (more…)
Masih Adakah Cinta?
INSPIRASI/Feb/2008
Majalah Reader’s Diggest edisi Indonesia pada tahun lalu pernah menurunkan hasil survey perilaku berbagai bangsa di dunia. Salah satu hasilnya, Indonesia adalah bangsa dengan tingkat kesopanan tergolong rendah. Anda boleh protes, tapi marilah bercermin dengan jujur. Betapa bangsa ini telah mengalami pelunturan norma-norma yang luhur. Simaklah televisi berapa kali sehari ditayangkan berita kriminalitas? Simak juga kualitas kriminalitasnya, kian hari kian kejam. Kita pun jarang bertemu orang yang murah senyum. Di kota-kota besar, dengan tingkat kesibukan dan tekanan hidup yang tinggi, orang lalu lalang begitu saja nyaris tanpa ekspresi keramahan. Bahkan, kata ‘maaf’ pun jadi amat mahal diberikan ketika terjadi kesalahan.
Jangan tanya pula sikap pemerintah ketika mengurusi rakyatnya. Penggusuran adalah kebijakan mereka. Tanpa mau tahu di mana mereka akan tinggal dan bagaimana mereka hidup. Yang penting bagi mereka adalah ketertiban dan kelancaran. (more…)
Ranting
CERITA/Feb/2008?
Oleh: Nafisah FB
Angin malam yang berhembus semilir membuat mata Sarji sebentar menutup. Sedetik kemudian matanya membuka lalu menutup lagi. Dia terkantuk lalu terlelap? sekejap. Pensilnya menyusul terhempas dari tangannya.
Seorang wanita berusia sekitar 30-an menghampiri pintu kamar Sarji yang terbuka. Lastri, wanita itu, menatap Sarji yang telah terlelap itu dengan senyum.
“Sarji sudah tid ….” Suara seorang pria hendak bertanya.
“Sssst.”
Lastri menempelkan telunjuk tangan kanannya ke bibirnya. Seorang pria yang baru saja tiba tadi berhenti bersuara.
“Dia sudah tidur.” Lastri memberitahu. (more…)
Haramkah Makan Tape Singkong?
VOICORNER/Feb/2008
Diasuh oleh Ustadzah Ir. Lathifah Musa
Assalaamu’alaikum wr wb.Ustadzah, saya guru sekolah swasta di Nganjuk. Saya mau tanya, apa hukumnya tape ketela/singkong. Ada yang mengatakan haram dan ada yang mengatakan boleh sebab belum mengandung alkohol?
Guru di Nganjuk, Jawa Timur (more…)
