<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaulislam.com &#187; Media Watch</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/category/media-watch/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dramatisasi Sepakbola</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/dramatisasi-sepakbola</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/dramatisasi-sepakbola#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 21:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/dramatisasi-sepakbola/</guid>
		<description><![CDATA[Nonton tayangan sepakbola di televisi lebih mengasyikan ketimbang nonton langsung di lapangan hijau. Suguhan gambar-gambarnya keren. Itu karena dipasang kamera video di sekujur lapangan. Lebih dramatis!
Sobat, coba kamu tebak? Kenapa orang suka nonton sepakbola semalaman? Padahal, kalo di pikir-pikir jenuh juga nonton olahraga yang satu ini karena waktu pertandingan yang panjang, dan skornya pun kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nonton tayangan sepakbola di televisi lebih mengasyikan ketimbang nonton langsung di lapangan hijau. Suguhan gambar-gambarnya keren. Itu karena dipasang kamera video di sekujur lapangan. Lebih dramatis!</p>
<p>Sobat, coba kamu tebak? Kenapa orang suka nonton sepakbola semalaman? Padahal, kalo di pikir-pikir jenuh juga nonton olahraga yang satu ini karena waktu pertandingan yang panjang, dan skornya pun kurang lebih paling hanya sampe sepuluh angka. Itu juga jarang. Paling banter cuma 2,3, atau 4 gol dalam waktu 90 menit. Tapi kenapa banyak orang yang suka? Mungkin termasuk kamu yang lagi baca rubrik kali ini juga nggak kalah doyannya menonton pertandingan sepakbola di TV.<span id="more-681"></span></p>
<p>Biasanya nih, orang menilai nikmatnya menonton sepakbola dilihat dari golnya yang seru dan dramatis, ada juga yang bilang permainannya yang cantik dan penuh taktik jadi nggak ngeobosenin, kalo buat cewek yang gibol alias gila bola paling juga karena pemainnya yang cute abizzz. Hayooo&#8230; yang girls pada ngaku! :p</p>
<p>Ada satu yang kelewat dan mungkin nggak pernah kebayang sama kita kalo trik yang satu ini bisa bikin penonton asik dan bertahan pada posisinya untuk menonton pertandingan sepak bola. Yup, kamera video! Kalo kita menyaksikan sepakbola dari TV, kita pasti disajikan visual tidak dengan satu kamera yang monoton. Ada beberapa angle yang disuguhkan dan memang membuat kita lebih dekat dengan pemainnya. So, pada edisi kali ini kita mo nyuguhin teknologi kamera dalam pertandingan sepakbola dari segi penempatannya, dan juga apa aja yang diperlukan untuk teknologi ini.</p>
<p><strong>Camera Corner</strong><br />
Ada beberapa sudut yang diambil kameramen untuk mengambil gambar olahraga sepakbola ini. Memang dalam setiap pertandingan tidak pernah disebutkan sudut kamera mana yang akan digunakan. Tapi dari tampilan di layar TV kamu, bisa ditebak kamera sisi mana yang digunakan. Sudut yang sudah dikenal dan sering digunakan antara lain adalah, Tower, End To End, Sideline, Panoramic, Action, Dynamic End, Swing, dan Tele. Sudut-sudut kamera tersebut sering kali digunakan dalam pelaksanaan pertandingan. Apalagi kalo terjadi gol, hampir setiap sudut dipertontonkan dalam tayangan replay.</p>
<p><strong>Teknologinya nih!</strong><br />
Memang, pemanfaatan kamera dalam pertandingan sepakbola nggak lepas dari teknologi. Yang pasti penggunaan komputer untuk mengatur posisi kamera sangat diperlukan sekali. Setidaknya dalam praktiknya, ada tiga bagian yang memegang peran penting dalam penyiaran pertandingan sepakbola ini. Bagian tersebut adalah kameramen lapangan, control room, dan bagian broadcasting. Ketiga bagian ini saling berkomunikasi agar tayangan pertandingan di televisi terlihat rapi dan tidak terjadi kesalahan.</p>
<p><strong>Kameramen lapangan</strong><br />
Udah pada tahu dong, tugas kameramen adalah men-shoot pertandingan dari awal sampai akhir. Pada pelaksanaannya di sekeliling stadion terdapat beberapa kameramen pada titik-titik tertentu. Setiap kameramen bisa berhubungan dengan seorang pemandu gambar yang berada di control room. Setiap kameramen akan mengambil gambar sesuai permintaan sang pemandu. Misalnya kamera 1 men-shot pelatih dan manajer, kamera 2 men-shoot jalannya pertandingan dari samping, kamera 3 men-shoot pertandingan dari sisi atas (tower), dan seterusnya. Biasanya dalam setiap pertandingan, ada 8 kamera yang terpasang dan ditempatkan pada tempat yang berbeda-beda. Nah, setiap gambar yang diambil kameramen dapat dilihat dan akan diatur di ruang control (control room).</p>
<p><strong>Control Room</strong><br />
Lumayan repot tugas yang dilakukan di ruang kontrol. Makanya dalam ruang kontrol terdapat beberapa bagian yang bertugas mengatur gambar. Jumlah monitor operator sesuai dengan kamera yang terpasang dilapangan. Kemudian bagian lainnya seperti pemberi title, effect, dan transisi gambar, dipegang oleh masing-masing bagian yang sudah ahli. Satu lagi yang memiliki peran paling penting adalah pemandu gambar. Dialah yang memilih gambar dan menentukan mana yang harus ditayangkan, diberi efek, ataupun diberi transisi. Kalo menurut sang pemandu gambar sudah OK, gambar akan dilanjutkan ke bagian broadcasting.</p>
<p><strong>Broadcasting</strong><br />
Tugas bagian broadcasting adalah menyiarkan jalannya pertandingan. Tentunya gambar yang akan disiarkan adalah gambar yang sudah di edit terlebih dahulu di ruang kontrol. Bagian broadcast akan mengirim sinyal ke satelit dan dari satelit dipancarkan lagi ke stasiun televisi yang sudah membayar royalti penyiaran.</p>
<p>Bagian broadcasting juga bertugas merekam hasil gambar ke dalam tape sebagai dokumentasi yang suatu waktu bisa ditayangkan kembali.</p>
<p><strong>Metode baru</strong><br />
Dalam perjalanannya tentu teknologi terus berkembang. Saat ini untuk pengambilan tayangan pertandingan sepakbola sudah mulai menggunakan sistem GPS yang diletakan di bawah lapangan dan dihubungkan ke kamera. Dengan sistem ini, kameramen tidak dilibatkan lagi untuk mengambil gambar. Karena dengan sistem GPS, kamera akan mengikuti kemana pun arah bola. Tetapi tetap saja, untuk control room dan broadcasting-nya tetap manual, yakni menggunakan kemampuan manusia.</p>
<p>Nah, begitu ceritanya supaya tayangan sepakbola lebih dramatis dan enak ditonton. Tentunya biaya yang dikeluarkan untuk teknologi seperti di atas nggak bisa diitung sedolar dua dolar. Apalagi pake rupiah, duit lo jauh deh. Tapi nggak mengapa, biar pun kita belum sanggup mengaplikasikan teknologinya, seenggaknya kita tahu teorinya. Oke! [<em>P.Djarkasih</em>] | <em>pernah dimuat di Majalah SOBAT Muda</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/dramatisasi-sepakbola/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reality Show Sosial</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/reality-show-sosial</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/reality-show-sosial#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 01:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>
		<category><![CDATA[reality show]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/reality-show-sosial/</guid>
		<description><![CDATA[Stasiun teve kita saat ini kebanjiran realty show. Ada yang impor macam The Apprentice, The Next American Top Model, Fear Factor dan lain-lain. Produk impor itu sebagian besar disadur menjadi versi Indonesianya –meski tak seheboh aslinya&#8211; misal Joe Millionaire Indonesia, Tantangan atau The Apprentice Indonesia.
Produk (orisinil?) lokal yang nggak kalah seru adalah realty show yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Stasiun teve kita saat ini kebanjiran realty show. Ada yang impor macam The Apprentice, The Next American Top Model, Fear Factor dan lain-lain. Produk impor itu sebagian besar disadur menjadi versi Indonesianya –meski tak seheboh aslinya&#8211; misal Joe Millionaire Indonesia, Tantangan atau The Apprentice Indonesia.</p>
<p>Produk (orisinil?) lokal yang nggak kalah seru adalah realty show yang bersifat sosial. Ada Uang Kaget, Rejeki Nomplok, Toloong!, Terima Kasih, Lunas, Bedah Rumah dan Sekolahku Sahabatku. Sebagian besar program acara tersebut dibidani oleh sang kreator Helmi Yahya. Kreatif memang.</p>
<p>Tayangan tersebut cukup menyentuh emosional penonton, cukup bagus, menghibur dan ‘membumi’. Ini jika dibandingkan dengan realty show yang kebarat-baratan abis dan cenderung melecehkan kaum hawa seperti Joe Millionaire.<span id="more-700"></span></p>
<p>Tayangan realty show yang memasang orang-orang miskin sebagai bintang utamanya itu tak jarang mampu menguras air mata pemirsa. Bagaimana ekspresi histeris seorang pedagang kaki lima misalnya, yang tiba-tiba  mendapatkan uang 10 juta rupiah. Atau sebuah keluarga miskin yang rumahnya reyot tak kuasa menahan isak ketika didatangi tim bedah rumah. Bikin haru, sedih, trenyuh, dan akhirnya ikut gembira.</p>
<p>Kita berhusnuzhon, kehadiran orang-orang tak punya dalam tayangan tersebut, mudah-mudahan bukan diniatkan untuk mengekploitasi mereka. Lebih sebagai bentuk kepedulian stasiun teve (baca: sponsor) yang selama ini sarat dengan tayangan hura-hura. Mudah-mudahan memang diniatkan untuk mengangkat harkat dan martabat mereka yang kurang beruntung.</p>
<p>Yang perlu dijaga adalah jangan sampai gara-gara tayangan tersebut masyarakat miskin kita &#8211;yang jumlahnya puluhan juta&#8211; akhirnya terbuai mimpi dan angan-angan. ‘Kapan ya akan ketiban keberuntungan menjadi bintang teve dadakan dalam realty show tersebut?’. Mental seperti ini yang harus dijaga.</p>
<p>Nah, salah satu realty show yang paling menarik menurut saya adalah program  Sekolahku Sahabatku. Pada acara yang digeber tiap Selasa pukul 18.30 di stasiun SCTV ini, pembawa acaranya mengunjungi sebuah sekolah elit yang memiliki fasilitas serba ada. Lalu di hadapan siswa-siswi sekolah tersebut diputarlah ‘film’ tentang kondisi sebuah sekolah yang sangat memprihatinkan yang membutuhkan uluran tangan. Dalam sebuah episode digambarkan bagaimana sekolah tersebut temboknya sudah pada retak, atapnya pada bocor, jika hujan kebanjiran, lantai tak berauran, bangku patah dan minimnya fasilitas seperti peta, buku dan sebagainya.</p>
<p>Untuk lebih mendramatisir keadaan, seorang siswa dari sekolah rusak tersebut menceritakan bagaimana proses belajar mengajar dan kondisi sekolahnya itu. Setelah itu, pembawa acara menggugah siswa-siswi dari sekolah elit tersebut untuk memberikan bantuan. Secara spontan mereka pun mengumpulkan apa saja untuk disumbangkan kepada sekolah rusak dan teman-teman barunya di sekolah rusak itu. Ada yang merelakan bukunya, tempat pensil, atau bahkan uang jajan. Maklum, anak-anak orang kaya.</p>
<p>Selanjutnya, dengan naik bus mereka pun berkunjung langsung ke sekolah tersebut. Di sana mereka menyerahkan sumbangan, berbincang akrab dengan teman-teman barunya yang kurang beruntung itu dan bahkan membantu membereskan renovasi sekolah. Ya, sekolah rusak tersebut –dengan bantuan siswa-siswi sekolah elit maupun sponsor tentunya— lantas direnovasi dalam waktu 24 jam. Yang lebih greget, program ini juga melibatkan orang tua siswa sekolah elit serta guru-gurunya untuk ikut berpartisipasi. Jadilah setelah direnovasi sekolah rusak tersebut kini menjadi layak untuk digunakan sebagai sarana belajar mengajar.</p>
<p>Program ini sangat positif, sangat konkret dan menggugah kepedulian terhadap sesama. Manfaat yang dirasakan bukan hanya bagi satu-dua individual, tapi bagi kelangsungan proses belajar mengajar calon penerus generasi bangsa.</p>
<p>Mudah-mudahan acara ini dapat menanamkan jiwa sosial pada anak-anak yang kebetulan dilahirkan dari keluarga the have, membuka mata mereka setelah menyaksikan realitas betapa banyak anak-anak sebaya mereka yang tidak beruntung. Mudah-mudahan dengan begitu muncul rasa syukur dan kepedulian sosial yang berkelanjutan. Bukan hanya sesaat karena disyuting dan masuk teve.</p>
<p>Bagi pelaku bisnis, pengusaha atau siapapun yang peduli,  mudah-mudahan juga terpacu untuk memberikan kontribusi dalam program ini. Misalnya sebagai sponsor. Yang nggak kalah penting, semoga acara ini mampu menjadi ‘tamparan’ bagi penguasa. Ya, di manakah mereka saat ini hingga membuat orang-orang miskin merana dan  membiarkan sektor pendidikan terlunta-lunta? Wahai penguasa, sekali-kali tontonlah acara ini (promosi dikit GPP kan?!) [<em>Oleh: Asri Supatmiati - Wartawati Harian RADAR BOGOR</em>]</p>
<p style="text-align: right;"><em>[Pernah dimuat di Majalah SOBAT Muda]</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/reality-show-sosial/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Buku Bergizi untuk Anak</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/memilih-buku-bergizi-untuk-anak</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/memilih-buku-bergizi-untuk-anak#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 12:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=2435</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak kita yang masih lucu-lucu, perlu kita lindungi kesehatan pikiran dan mentalnya dengan memberi bacaan bergizi 
oleh Mohammad Fauzil Adhim 
Aku Bisa Pakai Kaos Kaki Sendiri. Begitu judul salah satu buku kesukaan anak saya -yang sekarang sudah tidak berbentuk lagi. Buku itu saya beli sewaktu jalan-jalan dengan anak saya yang ketiga, Muhammad Hibatillah Hasanin. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Anak-anak kita yang masih lucu-lucu, perlu kita lindungi kesehatan pikiran dan mentalnya dengan memberi bacaan bergizi </em></strong></p>
<p><img src="http://1.1.1.3/bmi/hidayatullah.com/images/stories/FauzilFoto_thumb.jpg" border="0" alt="" width="96" height="119" align="left" />oleh <strong>Mohammad Fauzil Adhim </strong></p>
<p><em>Aku Bisa Pakai Kaos Kaki Sendiri</em>. Begitu judul salah satu buku kesukaan anak saya -yang sekarang sudah tidak berbentuk lagi. Buku itu saya beli sewaktu jalan-jalan dengan anak saya yang ketiga, Muhammad Hibatillah Hasanin. Di rumah, kami memang biasa menjadikan toko buku sebagai tempat jalan-jalan, tujuan rekreasi, dan sekaligus sebagai hadiah terindah bagi anak-anak. Meskipun kadang saya harus belajar menahan diri untuk tidak membeli setiap buku yang menarik, tetapi toko buku tetap menjadi tempat rekreasi terindah.</p>
<p>Kalau ada buku bagus seperti itu, biasanya mereka minta ibunya membacakan. Kadang lampu sudah dimatikan pun mereka masih bersemangat minta dibacakan buku. Sekarang yang lagi semangat-semangatnya membaca adalah Muhammad Nashiruddin An-Nadwi, anak keempat kami yang usianya dua tahun satu bulan. Kadang-kadang bi?ngung juga menghadapinya. Mata sudah mengantuk, lampu sudah dimatikan, tetapi Owi -begitu kami biasa memanggil-masih saja minta dibacakan buku. Apalagi kalau kakaknya turut serta minta dibacakan. Untunglah si sulung, Fathimah, sudah bisa mengajari adik-adiknya sekarang. Sering kalau ada buku bagus, Fathimah yang membacakan buku untuk adik-adiknya. Atau kadang Fathimah membaca buku untuk dirinya sendiri, kemudian adiknya datang ikut nimbrung mendengarkan.<span id="more-2435"></span></p>
<p><em>Alhamdulillah</em>, Fathimah sudah lancar membaca semenjak ia masih belajar di Ta?man Kanak-kanak. Tepatnya di TKIT Salman Al-Farisi Warungboto, Yogyakarta. Sekarang usianya tepat enam tahun, duduk di kelas satu SDIT Salman Al-Farisi Klebengan, Yogyakarta. Banyak buku yang ia sukai. Salah satunya adalah seri Ensiklopedi Bocah Muslim. Buku ini merupakan salah satu favorit anak-anak. Saking favoritnya, seri 15 Ensiklopedi Bocah Muslim sudah rusak. Padahal kami beli belum terlalu lama. Owi rupanya meman?faatkan ensiklopedi ini sebagai buku mewarnai. Sementara ia biasa menggoreskan crayon dengan kekuatan penuh.</p>
<p>Ada cerita tersendiri tentang <em>Ensiklopedi Bocah Muslim</em> ini. Sebelum beredar, saya sudah mendengar kabar dari Mas Ali Muakhir -editor di penerbit DAR! Mizan yang menerbitkan ensiklopedi tersebut. Waktu itu saya sedang berada di Bandung. Begitu pu?lang ke Yogya, saya ceritakan kabar dari Mas Ali ini kepada istri saya maupun kepada Fathimah dan adik-adiknya. Antusias sekali mereka. Apalagi ketika saya mendapat undangan peluncuran buku ini di Jakarta. Meskipun saya tidak bisa hadir, tetapi gambar di kartu undangan telah merangsang rasa ingin tahu mereka.</p>
<p>Bulan Maret 2004, ada Islamic Book Fair di Yogya?karta. Salah satu stand men?jual ensiklopedi tersebut. Se?gera saja kami berunding. Fa?thimah punya celengan uang receh di rumah. Adik-adiknya punya celengan juga. Mereka berunding dan sepakat memecah semua celengan mereka. Terkumpullah uang yang membuat mata mereka berbinar-binar. &#8220;Wow, Pak. Banyak sekali!&#8221; kata Husain, anak saya yang kedua. Tapi uang sejumlah itu tetap masih kurang. Oh, ada tabungan Fathimah di sekolah. Kalau diambil mungkin men?cukupi.</p>
<p>Esoknya tabungan itu diambil dan ternyata masih belum cukup. Lalu Fathimah berkata, &#8220;Ibu, bagaimana? Aku kepingin beli ensiklopedi.&#8221; Lalu Fathimah dan ibunya berbicara dengan saya, minta supaya ditambah dengan uang saya. Alhamdulillah, ada rezeki. Bisa buat menutupi kekurangan. Ensiklopedi pun kami beli saat itu (Fathim, alhamdulillah ya, Nak. Kita punya sesuatu yang lebih baik daripada TV. Ensi?klopedi harganya lebih mahal lho daripada TV).</p>
<p>Kembali ke soal buku <em>Aku Bisa Pakai Kaos Kaki Sendiri</em>. Hasanin segera saja memperoleh kegembiraan tersendiri ketika buku itu dibacakan ibunya. Saudara-saudara?nya ikut serta. Mereka berkumpul melingkar, mengitari kaki ibunya. Mereka terpingkal-pingkal mendengar cerita tentang kaos kaki yang dipakai terbalik. Mereka bergembira. Dan yang lebih menggembirakan saya, Husain dan Hasanin bersemangat pakai kaos kaki sendiri. Tapi di rumah, anak laki-laki tidak biasa pakai kaos kaki-sebagaimana saya sen?diri tidak biasa memakainya. Mereka kemudian belajar pakai celana sendiri dan baju sendiri-ketika itu usia Hasanin belum mencapai tiga tahun. Dan uff&#8230; jatuh. Dua kaki masuk satu lubang. Tentu saja sulit bergerak. Dan karena tidak seimbang, segera saja Hasanin terjatuh. Dan lihat apa yang terjadi dengan kakaknya? Rupanya Husain juga demikian. Jadilah mereka saling tertawa.</p>
<p>O ya, masih ada buku lain yang kami beli pada kesempatan berikutnya. <em>Aku Be?rani Minum Obat</em>. Buku tipis ini memberi manfaat yang besar. Saya tidak tahu pasti apakah anak saya terpengaruh oleh buku ini atau terpengaruh oleh cara ibunya meminumkan obat yang cerdas dan menarik. Yang jelas kami syukuri, Owi sangat mudah diminumi obat. Sejak usianya belum satu setengah tahun, ia begitu mudah menerima obat yang disodorkan kepadanya. Kalau pahit? Ia akan segera meminta segelas teh.</p>
<p>Banyak pengalaman menarik dari kegiatan sehari-hari bergaul dengan buku. Membaca buku <em>Aku Sayang Adik</em> (DAR! Mizan), Fathimah menjadi lebih sayang dengan adik-adiknya. Fathimah suka menggendong adiknya, mengajaknya bermain, dan mendiamkannya apabila menangis.</p>
<p>Ada buku-buku lain yang mengesankan. Tetapi pada kesempatan kali ini, biarlah saya mencukup?kan cerita saya sampai di sini. Ada yang lebih penting un?tuk saya sampaikan. Mengingat begitu kuatnya pengaruh buku -lebih-lebih pada masa kanak-kanak-maka penting seka?li kita perhatikan nilai gizi buku untuk anak-anak kita. Ibarat makanan, kandungan gizi buku sangat mempe?ngaruhi cara berpikir, bersikap, dan bertindak anak. Inilah yang sangat perlu kita perhatikan mengingat usia me?reka merupakan masa paling strategis untuk membangun fondasi kepribadian, termasuk di dalamnya fondasi paradigma berpikir, bersikap, dan bertindak. Pada masa-masa ini pula kepekaan emosi anak sangat efektif un?tuk diasah atau justru ditumpulkan.</p>
<p>Kalau David Shenk menggambarkan sebagian besar informasi yang beredar di era <img src="http://1.1.1.3/bmi/hidayatullah.com/images/stories/bacaan_thumb.JPG" border="0" alt="" width="300" height="225" align="right" />informasi sekarang ini sebagai kotoran dan buangan, seperti tercermin dalam judul bukunya <em>Data Smog</em> (Ko?toran Data); dan kotoran itu menyebabkan kita mengalami <em>brain meltdown</em> (penurunan kemampuan otak), maka bagaimana lagi jika anak-anak yang-ibarat komputer-<em>operating system</em>nya belum terbangun kokoh? Sama seperti bayi yang perlu dilindungi dengan memberi makanan terbaik berupa ASI, anak-anak kita yang masih lucu-lucunya itu juga perlu kita lindungi kesehatan pikiran dan mentalnya dengan hanya memberi bacaan-ba?caan bergizi. Melalui bacaan-bacaan bergizi tersebut, mereka akan memiliki kekuatan yang kokoh, imunitas yang tangguh, dan rangsangan berpikir maupun mental yang kaya.</p>
<p>Buku bergizi berbeda dengan buku yang menarik. Sekadar menarik saja tidak cukup sebagai alasan untuk memilih buat anak kita. Tetapi buku bergizi yang tidak me?narik, sulit membuat anak bergairah membacanya, kecuali kalau orangtua menunjukkan antusiasmenya yang besar atau anak memang sudah gila membaca. Pada sebagian buku yang benar-benar bergizi, baik tulisan maupun ilustrasi, benar-benar merangsang pikiran, perasaan, dan imajinasi anak.</p>
<p><strong>Menimbang Gizi Buku Anak</strong></p>
<p>Bincang soal buku bergizi, apa saja <em>sih</em> yang menentukan gizi sebuah buku <em>wa bil khusus</em> buku anak-anak? Beberapa catatan berikut, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Kita bicara secara ringkas saja tentang gizi buku buat anak-anak kita. <em>Pertama</em>, kita perhatikan kesesuaian buku dengan anak. Sue Bredekamp sangat menekankan aspek kesesuaian ini untuk memperoleh keberhasilan yang maksimal. Anak benar-benar menye?rap manfaat yang besar tanpa harus merasa terbebani. Kesesuaian (appropriateness) itu mencakup kesesuaian usia dan kesesuaian individual.</p>
<p>Saya tidak hendak mendiskusikan terlalu jauh tentang kesesuaian individual ini. Saya hanya ingin menekankan bahwa se?tiap buku anak, seharusnya sesuai dengan tahap perkembangan di usia yang menjadi bi?dikan buku tersebut. Tampaknya, masih banyak penerbit yang belum mampu membi?dik umur sasaran dengan baik. Bayangkan, ada buku anak yang ditujukan untuk anak TK hingga SD kelas enam. Ini luar biasa (luar biasa mengherankan!). Padahal karakteristik perkembangan di rentang usia itu sangat beragam dan benar-benar berbeda.</p>
<p><em>Kedua</em>, daya rangsang buku untuk memantik gagasan-gagasan segar pada anak, baik yang secara langsung ditulis atau pun tidak. Sering saya jumpai buku-buku anak yang pesan permukaannya (surface message) bagus, tetapi di dalamnya (inner message) buruk. Sekilas isinya bergizi, tetapi tanpa disadari -kadang penulisnya pun tak sadar me?mantik gagasan buruk pada anak (inspiring bad).</p>
<p><em>Ketiga</em>, kekuatan gagasan dan alur cerita. Ilustrasi yang bagus akan sangat me?nunjang kuatnya alur yang diciptakan penulisnya. Gagasan yang kuat dan memiliki pi?jakan yang mampu membangun visi anak, akan lebih bertenaga apabila disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan hidup. Kekuatan bahasa inilah pertimbangan <em>keempat</em> dalam menakar gizi buku anak. [<a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=9195:memilih-buku-bergizi-untuk-anak-&amp;catid=99:m-fauzil-adhim-&amp;Itemid=75" target="_blank">www.hidayatullah.com</a>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/memilih-buku-bergizi-untuk-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama populer di Ingris</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/nama-populer-di-ingris</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/nama-populer-di-ingris#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jul 2007 02:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/nama-populer-di-ingris/</guid>
		<description><![CDATA[Dari hasil studi kantor nasional statistik Ingris (ONS) nama Muhammad menempati peringkat ke 23 sebagai salah satu nama yang paling populer di Ingris. Dari laporan yang dikeluarkan oleh The Times 6 Juni lalu, nama Muhammad dengan berbagai variasinya diprediksi akan menjadi nama yang paling populer dalam beberapa tahun kedepan.
Namun demikian dari hasil analisis 3000 nama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari hasil studi kantor nasional statistik Ingris (ONS) nama Muhammad menempati peringkat ke 23 sebagai salah satu nama yang paling populer di Ingris. Dari laporan yang dikeluarkan oleh The Times 6 Juni lalu, nama Muhammad dengan berbagai variasinya diprediksi akan menjadi nama yang paling populer dalam beberapa tahun kedepan.<span id="more-564"></span></p>
<p>Namun demikian dari hasil analisis 3000 nama paling populer di Ingris menunjukkan, dengan menghitung semua variasi penulisan nama Muhammad (terdapat 14 variasi) dan mengelompokkan-nya menjadi satu grup, maka nama Nabi kita ini menempati posisi ke dua dalam statistik tahun 2006.</p>
<p>Studi tersebut juga memprediksi bila kenaikan kepopuleran penggunaan nama Muhamad (rata-rata kenaikan 12 persen pertahun) tetap stabil saja, maka pada tahun 2008, nama Muhammad akan menjadi nama paling populer di Ingris.</p>
<p>Mohammad, yang dalam bahasa arab berarti &#8216;orang yang mulia&#8217;, merupakan nama yang sangat umum digunakan bagi umat muslim di seluruh dunia. Nama Muhammad juga memiliki berbagai &#8216;cara penulisan&#8217; yang berbeda-beda sesuai dengan logat/dialek setempat.</p>
<p>Patut disyukuri bahwa orang tua muslim saat ini memiliki keinginan yang cukup tinggi untuk menunjukkan hubungan antara agama mereka dalam nama yang disandangnya.</p>
<p>Menurut sebuah hadith dari Rasulullah SAW bahwa nama yang baik diberikan kepada anak-anak dari kaum muslimin ialah nama para nabi. Manakala yang lebih afdhal (utama) dan disukai oleh Allah SWT ialah Abdullah dan Abdur Rahman. Sedangkan nama yang paling tepatnya ialah Harith dan Hammam. Nama yang paling buruk pula ialah Harb (perang) dan Murrah (pahit).</p>
<p>Pada dasarnya, memberikan nama yang baik kepada anak-anak bukanlah wajib hukumnya. Namun, jika ditinjau dari segi kesan dan akibat yang timbul daripadanya, maka hukumnya bisa beralih menjadi wajib secara sendirinya. Alhamdullilah di Ingris mulai banyak orang tua muslim yang sadar akan hal ini dan memberikan nama yang baik bagi anak-anaknya, bagaimana di Indonesia? [<em>Abu Fikri</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/nama-populer-di-ingris/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buatlah Film Idiot Yang Cerdas!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/buatlah-film-idiot-yang-cerdas</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/buatlah-film-idiot-yang-cerdas#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2007 10:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>
		<category><![CDATA[Sobat Muda Tahun 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/buatlah-film-idiot-yang-cerdas/</guid>
		<description><![CDATA[Sinetron Indonesia sedang dibanjiri cerita seputar keterbelakangan mental. Bahasa kerennya idiot. Itu sebabnya, layar kaca dipenuhi aksi Teuku Ryan yang menjelma jadi sosok â€œSi Yoyoâ€?, Anjasmara yang menyulap dirinya jadi â€œSi Cecepâ€?, dan Titi Kamal yang berperan sebagai â€œChandaâ€?. Selain itu, masih ada deretan cerita lainnya yang deket-deket dengan idiot, sebut saja misalnya Culunnya Pacarku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sinetron Indonesia sedang dibanjiri cerita seputar keterbelakangan mental. Bahasa kerennya idiot. Itu sebabnya, layar kaca dipenuhi aksi Teuku Ryan yang menjelma jadi sosok â€œSi Yoyoâ€?, Anjasmara yang menyulap dirinya jadi â€œSi Cecepâ€?, dan Titi Kamal yang berperan sebagai â€œChandaâ€?. Selain itu, masih ada deretan cerita lainnya yang deket-deket dengan idiot, sebut saja misalnya Culunnya Pacarku dan Cewek Tulalit.<span id="more-431"></span></p>
<p>Fenomena seperti ini bisa disikapi berbeda. Pertama, sebagai sebuah cerita, sah-sah saja bercerita tentang segala hal, termasuk menggambarkan kehidupan mereka yang kebetulan menderita keterbelakangan mental. Asal itu menarik, bisa saja sebagai altenatif hiburan. Sambil berharap ada pesan yang bisa diambil hikmahnya. Syukur-syukur kalo pemirsa menemukan jawaban atas masalah yang digambarkan dalam cerita itu. Kedua, meski hal ini sebagai cerita, tapi sangat boleh jadi menyimpan potensi masalah di kemudian hari. Artinya, dampak dari tayangan itu akan memberi warna tersendiri bagi masyarakat.</p>
<p>Menarik untuk disimak adalah kasus terpengaruhnya pemirsa lewat pesan dari tayangan seperti itu. Seperti penuturan seorang ibu di Jakarta yang menulis surat pembaca tentang anak balitanya. Beliau menuturkan, tiba-tiba anaknya gagap dan tidak lagi berbicara normal seperti biasa, ibu tersebut amat terkejut. Setelah diselidiki ternyata si anak mengikuti cara bicara Yoyo dalam sinetron â€œSi Yoyoâ€? yang ditontonnya lewat layar kaca. (Kompas, 20/06/04)</p>
<p>Sobat muda, cerita model begini sebenarnya sudah ada sebelum â€œSi Yoyoâ€? dan â€œSi Cecepâ€?. Sebut saja Forrest Gump. Film layar lebar buatan Hollywood ini cukup cerdas meski bertema idiot. Tom Hanks, yang berperan sebagai Forrest Gump berhasil memvisualisasikan tokoh dalam cerita bernada satire dari novel berjudul sama karya Winston Groom itu. Sutradara Robert Zemeckis berhasil menerjemahkan skenario Eric Roth dan menjadikan Forrest Gump berhasil â€œmendidikâ€? pemirsanya lewat aksi-aksi memukau. Ia menjadi menjadi pahlawan di Perang Vietnam, jagoan catur, jawara ping-pong, sempat pula ikut program NASA menjadi astronot, dan bahkan tampil perkasa dalam â€?menyelesaikanâ€™ skandal Watergate yang melibatkan Presiden Richard Nixon di tahun 1973. Ya begitulah hidup, seperti yang diucapkan dengan lirih oleh Forrest Gump sembari duduk di halte menunggu bis, â€œLive is just like a box of Chocolateâ€?.<br />
? <br />
<strong>Cenderung Eksploitatif</strong><br />
Tak perlu menuduh sinis jika saya berkomentar bahwa sinetron Indonesia yang bercerita tentang keterbelakangan mental ini tidaklah cerdas. Tapi justru cenderung eksploitatif. Kenapa? Lihat saja tayangan â€œSi Cecepâ€? yang cenderung eksploitatif atas keterbatasan seseorang yang idiot. Dijadikannya bahan tertawaan penonton. Ini tidak mendidik. Bahkan dalam level tertentu akan menjadikan mereka yang bernasib seperti Si Cecep sebagai bahan tertawaan juga.</p>
<p>Seorang teman pernah bercerita, bahwa dulu di sebuah rumah sakit jiwa di kotanya sering diadakan pertandingan sepakbola sebagai bagian dari acara Peringatan 17 Agustus. Bisa dibayangkan, kita menonton orang-orang yang bukan lagi lemah akal, tapi sudah kehilangan akalnya. Ya, penonton menikmati kekonyolan-kekonyolan yang terjadi. Buktinya, banyak yang terbahak-bahak bahkan terpingkal-pingkal ngelihat cara bermain yang tentu saja tanpa pola. Bahkan pelatih sekaliber Otto Rehhagel yang membawa Yunani jawara Euro 2004 pun nggak bakalan bisa memberi instruksi kepada pemain yang emang sudah terganggu akalnya itu.</p>
<p>Apakah sebuah film atau sinetron komedi dibuat hanya untuk membuat penontonnya semata-mata tertawa? Apalagi jika bahan tertawaannya tak cerdas. Itu sama saja kita menikmati pertandingan sepakbola dengan pemain orang yang tak waras akalnya seperti cerita seorang teman?  saya yang saya tulis tadi. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa tayangan seperti itu tak membuat pemirsanya pintar dan mengambil hikmah dari jalan cerita yang dipaparkannya. Tapi sekadar puas bisa menikmati eksploitasi kebodohan dan kekonyolan yang bertebaran dalam cerita tersebut.</p>
<p>Bila kenyataannya memang demikian, lalu apa yang bisa diharapkan dari sebuah tontonan yang menghibur? Saya pikir, sebuah hiburan pun mestinya memberikan kesegaran dan wawasan bagi pikiran dan perasaan kita, meski hiburan tersebut mengangkat tema idiot. Bukan hiburan an sich. Itu sebabnya, kasus â€œSi Cecepâ€?, â€œSi Yoyoâ€? dan tayangan bernuansa idiot lainnya sangat disayangkan, karena alih-alih kita mendapatkan hikmah dan pelajaran berarti dari tayangan itu, bahkan untuk sekadar hiburan yang sifatnya mencerdaskan sekali pun tak kita dapatkan. Benar-benar tragedi!</p>
<p>Pada kasus â€œsinetron idiotâ€? yang kini bertebaran di layar kaca kita, adalah sebuah proses bahwa pengelola media massa, khususnya media elektronik, ingin mengetengahkan agenda medianya untuk membentuk satu opini kepada khalayak bahwa tayangan semacam itu pantas untuk disimak dan bahkan dijadikan sebagai tren. Sayangnya, mereka gagal mengkondisikan sebuah tujuan hiburan yang bermanfaat, bahkan untuk sekadar hiburan alternatif yang bisa mencerdaskan pemirsanya. Atau jangan-jangan memang tujuannya adalah untuk membodohi (dan menganggap bodoh) masyarakat pemirsanya? Wallahuâ€™alam.[O.S]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/buatlah-film-idiot-yang-cerdas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehebatan Tentara Zionis-Israel hanya mitos</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/kehebatan-tentara-zionis-israel-hanya-mitos</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/kehebatan-tentara-zionis-israel-hanya-mitos#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2007 06:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Shaheed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/kehebatan-tentara-zionis-israel-hanya-mitos/</guid>
		<description><![CDATA[Zionis-Yahudi merupakan kaum yang banyak diselubungi mitos dan kedustaan. Beberapa mitos yang terus dipelihara hingga kini dan terus disebar-luaskan lewat corong-corong media massa yang dikuasainya, antara lain: Kaum Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, kaum Yahudi adalah bangsa yang cerdas.
Mitos lainnya, kaum Yahudi merupakan korban terbesar dalam Perang Dunia II lewat peristiwa pembantaian massa yang dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zionis-Yahudi merupakan kaum yang banyak diselubungi mitos dan kedustaan. Beberapa mitos yang terus dipelihara hingga kini dan terus disebar-luaskan lewat corong-corong media massa yang dikuasainya, antara lain: Kaum Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, kaum Yahudi adalah bangsa yang cerdas.<span id="more-407"></span></p>
<p>Mitos lainnya, kaum Yahudi merupakan korban terbesar dalam Perang Dunia II lewat peristiwa pembantaian massa yang dilakukan Nazi-Jerman lewat apa yang dinamakan Holocoust (The Final Solution), MOSSAD dan Israeli Defense Force (IDF) merupakan dinas rahasia dan tentara terhebat di dunia, dan sebagainya.</p>
<p>Klaim Zionis-Yahudi tentang Tanah Palestina juga merupakan kebohongan besar. Karena lewat pengkajian sejarah yang banyak dilakukan sejarawan Barat sendiri, mereka menemukan bahwa klaim Yahudi ini tidak ada dasar ilmiah dan historisnya.</p>
<p><strong>Mitos Tentara Israel</strong><br />
Salah satu mitos yang paling banyak digembar-gemborkan kaum Zionis, adalah klaim bahwa tentara Zionis-Israel merupakan tentara yang paling canggih peralatannya, paling kuat staminanya, paling berani nyalinya, paling cerdik strateginya, dan paling hebat segala-galanya.</p>
<p>Banyak kalangan kena tipu oleh klaim tidak berdasar ini. Bahkan perwira Indonesia juga banyak yang terkecoh dengan promosi Zionis yang menyebutkan bahwa senjata buatan Israeli Military Industries (IMI) merupakan yang terhebat di dunia. Beberapa tahun lalu kita tentu pernah mendengar kontroversi pembelian sejumlah senjata api buatan Israel yang dilakukan militer kita.</p>
<p>Salah satu senjata api yang jadi dibeli TNI adalah sejenis Assault Rifle (Senjata Serbu) bernama Galil-Galatz/99R yang telah dimodifikasi menjadi senjata sniper dengan tambahan teropong dan dudukan di depan magasinnya. Senjata dengan kaliber 7, 62 mm ini oleh IMI dipromosikan sebagai senjata andalan IDF dan termasuk senjata sniper multi target, bisa menembak personel maupun anti-material.</p>
<p>Benarkah Galil-Galatz/99R ini hebat? Ternyata tidak sepenuhnya benar. Menurut review Janeâ€™s Defense International yang melakukan perbandingan (benchmarking) terhadap sejumlah senjata sejenis, disimpulkan bahwa Galil-Galatz/99R jempolan hanya di harga jual alias mahal harganya, sedangkan tingkat akurasi payah.</p>
<p>Senjata made in Israel ini berada di bawah senjata sejenis seperti M76/SVD Dragunov (Rusia), L96A1/Magnum (Inggris), Barret 82 (AS), Heckler &amp; Koch PSG-1 (Jerman), dan FR-F2/F1 (Perancis).</p>
<p>Bukan itu saja, salah satu kebohongan yang dilansir tentara Zionis ini adalah tentang kehebatan Tank Merkava sebagai tank serbu yang sangat lincah, dahsyat daya hantamnya, dan kuat lapisan bajanya. Mitos tank Mekava hancur beberapa bulan lalu saat tank-tank andalan AB Israel ini banyak yang hancur-lebur jadi korban hantaman misil-misil panggul milisi Hizbullah di Lebanon.</p>
<p><strong>Kopassus-nya Israel Pengecut<br />
</strong>Seorang dokter yang banyak melanglang buana ke banyak daerah konflik dunia seperti Afghanistan, Irak, Palestina, beberapa bulan lalu baru tiba dari Lebanon. Saat itu perang antara tentara Zionis-Israel melawan milisi Hizbullah baru saja berakhir dengan kemenangan di pihak Hizbullah.</p>
<p>Kepada Eramuslim.com, dokter ini membawa oleh-oleh cerita yang dia dapat dari lapangan. Dia sempat bertemu dengan sejumlah tokoh puncak HAMAS dan Hizbullah dan mendapat banyak informasi menarik yang bisa diambil sebagai pelajaran.</p>
<p>Ada dua peristiwa menarik. Yang pertama, saat pasukan elit Israel, Brigade Golani, menyerbu Bent Jubail, sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu basis Hizbullah di Lebanon.</p>
<p>â€œTidak ada yang mengetahui siapa saja anggota gerilyawan Hizbullah. Mereka sehari-hari bekerja sebagai penduduk biasa. Ada yang jualan buah, dagang di pasar, dan sebagainya. Namun ketika ada tanda bahaya bahwa tentara Israel menyerbu, maka semua â€?orang biasaâ€™ itu lenyap. Pasar jadi sepi. Mereka semua mengambil senjatanya yang entah disembunyikan di mana dan berlarian secepat kilat menyongsong kedatangan tentara Zionis, â€? ujar dokter tersebut.</p>
<p>Hal ini membuat kaget Brigade Golani Israel dan mereka kemudian kabur secepatnya. Banyak anggota milisi Hizbullah mengeluh kecewa karena tidak jadi bertempur satu lawan satu melawan tentaranya Yahudi ini. Yang kemudian datang adalah heli-heli Apache Israel yang menyemburkan ribuan peluru dan rudal-rudalnya ke bawah.</p>
<p>â€œKepada saya, orang-orang Hizbullah ini bercerita bahwa tentara elit Israel itu pengecut-pengecut. Tidak berani bertempur secara jantan, berhadapan muka, â€? tambahnya.</p>
<p>â€œSaya juga menanyakan kepada orang-orang Hizbullah ini mengapa RPG mereka bisa menghancurkan tank-tank Merkava Israel yang diklaim sebagai tank yang hebat. Orang-orang Hizbullah ini tertawa dan menyatakan bahwa yang mereka panggul bukan lagi RPG jenis konvensional, tapi sudah semacam misil panggul sejenis misil Milan yang memiliki daya rusak yang jauh lebih dahsyat, â€? lanjut dokter tersebut.</p>
<p>Dokter ini juga memaparkan saat tentara elit Israel dari Brigade Golani ini dikepung gerilyawan Hizbullah di sebuah rumah sakit di Lebanon. â€œSaat itu malam hari dan gelap gulita. Diam-diam dari atas heli Apache yang mengaktifkan sistem senyap, sehingga sama sekali tidak mengeluarkan suara, puluhan personel tentara Israel turun lewat tali yang dijulurkan ke bawah. Mereka segera mendobrak rumah sakit untuk mencari orang-orang Hizbullah yang bersembunyi di lokasi ini. â€?</p>
<p>Hanya saja, tentara Israel ini tidak tahu bahwa kontra-spionase yang dijalankan Hizbullah jauh lebih cerdik. Rencana pasukan elit ini sudah bocor sehingga rumah sakit tersebut telah dikosongkan. Bahkan di sekitar rumah sakit sejumlah gerilyawan Hizbullah telah mengepung lokasi tersebut dengan senjata siap ditembakkan.</p>
<p>â€œJadilah malam itu bagaikan neraka bagi tentara elit Israel ini. Mereka menjadi sasaran empuk rentetan tembakan yang dilakukan gerilyawan Hizbullah dari segala penjuru. Banyak yang tewas bersimbah darah. Tiba-tiba Apache berdatangan dan melakukan manuver bantuan kepada tentara Israel yang terjebak. Sejak kejadian di rumah sakit itu, tidak pernah lagi Brigade Golani melakukan serbuan besar-besaran dan sendirian, â€? lanjutnya.</p>
<p>Menurut sang dokter, umat Islam seharusnya jangan pernah termakan klaim-klaim palsu yang segaja disebarluaskan media-media Zionis. â€œMereka bukan kaum yang hebat. Mereka itu pengecut, jadi kita jangan sampai menderita rendah diri di hadapan mereka. Kita harus yakin bahwa umat Islam adalah umat terbaik di muka bumi. Kita harus bekerja keras untuk mewujudkan hal itu. â€?</p>
<p><em>Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok</em>&#8230;(<strong>QS. Al-Hasyr: 14</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/kehebatan-tentara-zionis-israel-hanya-mitos/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>78</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas! Kamus Arab Bikinan Pendeta</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/awas-kamus-arab-bikinan-pendeta</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/awas-kamus-arab-bikinan-pendeta#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2007 13:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/awas-kamus-arab-bikinan-pendeta/</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda pernah menuntut ilmu di pesantren, tradisional maupun modern, atau bahkan berguru di berbagai perguruan tinggi Islam seperti Universtias Islam Negeri (UIN) Jakarta, Anda pasti mengenal Kamus al-Munjid. Sebuah kamus yang dianggap paling lengkap dan komperehensif, antara lain karena dihiasi dengan gambar-gambar, yang dijadikan kamus utama di berbagai kampus Islam dan pondok pesantren seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda pernah menuntut ilmu di pesantren, tradisional maupun modern, atau bahkan berguru di berbagai perguruan tinggi Islam seperti Universtias Islam Negeri (UIN) Jakarta, Anda pasti mengenal Kamus al-Munjid. Sebuah kamus yang dianggap paling lengkap dan komperehensif, antara lain karena dihiasi dengan gambar-gambar, yang dijadikan kamus utama di berbagai kampus Islam dan pondok pesantren seluruh dunia.<span id="more-396"></span></p>
<p>Bahkan di beberapa pondok pesantren seperti Ponpes Darunnajah Ulu Jami Jakarta, ada satu mata pelajaran khusus untuk menggunakan Kamus al-Munjid yang disebut Mata Pelajaran Fathul Munjid.</p>
<p>Namun tahukah Anda, bahwa Kamus Arab al-Munjid yang dipakai di seluruh ponpes dan kampus Islam dunia itu ternyata disusun oleh dua orang pendeta (rahib) Katolik bernama Fr. Louis Maâ€™luf al-Yassuâ€™i dan Fr. Bernard Tottel al-Yassuâ€™i yang dicetak, diterbitkan, dan didistribusikan oleh sebuah percetakan Katolik sejak tahun 1908.</p>
<p>Penggunaan Kamus al-Munjid yang sudah lama dan masih dipakai hingga kini bukanlah tanpa penentangan. Sebagian ulama menganggap kamus tersebut merupakan bagian dari operasi para orientalis yang memiliki agenda tersembunyi terhadap Dunia Islam.</p>
<p>Sekurangnya ada dua kitab yang ditulis ulama Islam yang berisi penentangan terhadap Kamus al-Munjid, yakni:</p>
<ul>
<li>â€?Atsrat al-Munjid fi al-adab wal ulum wa aâ€™lam (Prof. Ibrahim al-Qhatthan, 664 halaman, terbit 1392 H), ini adalah kitab paling utama dalam mengkritisi Kamus al-Munjid.</li>
<li>An-Nazâ€™ah an-Nashraniyah fi Qamus al-Munjid (DR. Ibrahim Awwad, 50 hal, terbit 1411 H)</li>
</ul>
<p>Kamus al-Munjid sendiri memiliki beberapa kekurangan, jika tidak dikatakan sebagai kesengajaan, yakni:</p>
<ul>
<li>Ketika memuat entry â€œAl-Qurâ€™anâ€?, tidak pernah menyambungkannya dengan istilah â€œal-Kariemâ€? dan sebagainya, namun ketika memuat entry kitab suci Kristen dan Yahudi, maka kamus ini menambahkan istilah â€œal-Muqaddasâ€?,</li>
<li>Ketika memuat entry â€œNabi Muhammadâ€?, tidak pernah mengikutsertakan gelar â€?Shalallahu Allaihi Wassalamâ€?, demikian pula entry para shahabat tidak pernah ditambahkan dengan â€œRadiyallahu Anhuâ€?,</li>
<li>Tidak ada kalimat â€?Basmallahâ€™ di atas setiap bab seperti halnya kitab-kitab umat Islam,</li>
<li>Entry â€œal-Basmallahâ€? yang sesungguhnya milik umat Islam namun dalam keterangannya tertulis â€œBismil ab-wal ibn wa Ruhil Qudsâ€? yang memiliki arti sebagai â€œDengan menyebut Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Ruh Kudusâ€?, setelah itu baru ada entry â€œBismillahirahmannirahimâ€?,</li>
<li>Kamus ini juga tidak membahas akidah Islam, namun banyak membahas hal-hal yang bersifat penyimpangan-penyimpangan akidah,</li>
<li>Nama- nama tokoh Islam yang utama seperti para shahabat, tabiin, dan para ulama terkemuka juga tidak dimuat, namun di lain sisi nama-nama tokoh Barat Kristen banyak dimuat,</li>
<li>Kamus ini tidak pernah merujuk pada sumber-sumber Islam yang asli, tapi sebaliknya merujuk pada sumber-sumber Barat, dan ini sangat jelas terlihat dalam entry â€?ibadatâ€™ dan penyebutan nama-nama nabi dan rasul yang menggunakan istilah kristen,</li>
<li>Banyak kesalahan penulisan nama-nama tokoh dan kaitannya dengan sejarah,</li>
<li>Mengatakan bahwa daging babi itu sangat lezat,</li>
<li>Dimasukkannya gambar-gambar dan aneka lukisan yang berasal dari Barat yang sama sekali tidak berdasarkan kebenaran, seperti halnya gambar Nabi Isa dan nabi-nabi lainnya. Bahkan ada sebuah gambar sepasang manusia dewasa telanjang yang tengah menangis, gambar itu dikatakan sebagai gambar Adam dan Hawa,</li>
<li>Nabi Nuh, Luth, dan Sulaiman dikatakan bukan sebagai nabi, tapi Lukman disebut sebagai nabi. Nuh dikatakan sebagai â€?Manusia Taurat pertamaâ€™, Luth dikatakan hanya sebagai â€?keponakan Ibrahimâ€™ dan Sulaiman dikatakan sebagai â€?Rajaâ€™ bukan nabi,</li>
<li>Nabi Daud disebut sebagai pembunuh banyak lelaki untuk memperisteri jandanya, padahal beliau telah memiliki isteri sebanyak 100 orang.</li>
</ul>
<p>Masih teramat banyak catatan-catatan tentang kamus produk orientalis ini yang sampai sekarang, entah kenapa, masih saja dipergunakan di banyak lembaga pendidikan Islam. Sudah saatnya umat Islam menyadari dan berhenti memakai kamus ini. Dan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), sudah sepatutnya melarang peredaran dan penggunaan kamus ini di seluruh Indonesia. [<em>eramuslim-Rz</em>]</p>
<p><strong>Segala Cara</strong><br />
Musuh &#8211; musuh islam Selalu berusaha untuk menghancurkan islam dengan berbagai macam cara, dari penistaan terhadap ajaran agam Islam hingga kofrontasi terbuka dengan kaum muslimin di seluruh dunia, seperti yang telah Alloh firmankan:</p>
<p>?ˆ???„???† ?????±?’?¶???‰ ?¹???†?ƒ?? ?§?„?’?????‡???ˆ?¯?? ?ˆ???„?§?? ?§?„?†?‘???µ???§?±???‰ ?­?????‘???‰ ???????‘???¨???¹?? ?…???„?‘???????‡???…?’ ?‚???„?’ ?¥???†?‘?? ?‡???¯???‰ ?§?„?„?‘?‡?? ?‡???ˆ?? ?§?„?’?‡???¯???‰ ?ˆ???„???¦???†?? ?§???‘???¨???¹?’???? ?£???‡?’?ˆ???§???‡???… ?¨???¹?’?¯?? ?§?„?‘???°???? ?¬???§???ƒ?? ?…???†?? ?§?„?’?¹???„?’?…?? ?…???§ ?„???ƒ?? ?…???†?? ?§?„?„?‘?‡?? ?…???† ?ˆ???„?????‘?? ?ˆ???„?§?? ?†???µ??<br />
??<br />
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)&#8221;. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu (QS: 2:120)</p>
<p>Kalo kamus yang umumnya merupakan sumber rujukan sudah salah, kira-kira gimana ya hasil pendidikan? dengan menggunakan sumber-sumber? salah tersebut?? Tanpa merendahkan berbagai institusi pendidikan Islam yang menggunakan kamus ini, kemungkinan besar? hasil pendidikan yang diperoleh pun juga ngaco. Nah Loo!</p>
<p>Ayat diatas sangat jelas merupakan peringatan bagi kaum muslim untuk selalu waspada terhadap tipu daya musuh-musuh islam, Tetap Waspada! [<em>abu fikri</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/awas-kamus-arab-bikinan-pendeta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arsitek dipecat karena desain masjid yang terlalu besar</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/arsitek-dipecat-karena-desain-masjid-yang-terlalu-besar</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/arsitek-dipecat-karena-desain-masjid-yang-terlalu-besar#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2007 04:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/arsitek-dipecat-karena-desain-masjid-yang-terlalu-besar/</guid>
		<description><![CDATA[Di Ingriss baru-baru ini 2 orang arsitek dipecat karena desain masjidnya dinilai terlalu besar. Komite pembangunan masjid tersebut memecat arsitek-nya setelah desain mesjidnya dianggap terlalu berlebihan dan menuai banyak kritikan oleh penduduk sekitar, kelompok kristen dan bahkan para pemimpin islam setempat. 
Mesjid yang direncanakan terletak di Abbey Mills berdekatan dengan West Ham underground station itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Ingriss baru-baru ini 2 orang arsitek dipecat karena desain masjidnya dinilai terlalu besar. Komite pembangunan masjid tersebut memecat arsitek-nya setelah desain mesjidnya dianggap terlalu berlebihan dan menuai banyak kritikan oleh penduduk sekitar, kelompok kristen dan bahkan para pemimpin islam setempat. <span id="more-374"></span></p>
<p>Mesjid yang direncanakan terletak di Abbey Mills berdekatan dengan West Ham underground station itu pada awalnya memang didesain sebagai masjid terbesar di Eropa. Masjid yang akan dibangun diatas area seluas 45 hektar ini dibangun oleh lembaga jamaah Tabligh Ingris dan akan menelan biaya 100 Juta Poundssterling.</p>
<p>Desain masjid ini akan menggunakan style tenda raksasa yang akan melingkupi sebuah masjid, perpustakaan, sekolah, taman, restoran, fasilitas umum dan exhibition hall. Fasilitas ini akan mampu menampung 40.000, dengan kemungkinan pengembangan hingga 70.000 orang.</p>
<p>Hubungan antara komite pembangunan masjid dengan masyarakat setempat memburuk setelah Jamaah Tabligh yang diperkirakan memiliki 80 juta pengikut diseluruh dunia, diklaim memiliki hubungan dengan kelompok teroris, setelah sebuah laporan dari intelegen perancis menyebutkan bahwa 2 dari 7 tersangka pengebomb-an di Ingris juli lalu mendatangi markas kelompok ini di Dewsbury, West Yorkshire. [30/04/07 - <a href="http://www.thisislondon.co.uk/">www.thisislondon.co.uk</a>]</p>
<p>Dalam berita lain, masih dari sumber yang sama, disebutkan juga bahwa komite pembangunan masjid di Abbey Mills ini hanya merencanakan pembangunan masjid untuk 12.000 orang saja.</p>
<p>Sedikit agak aneh bila menyimak berita diatas, karena arsitek harus mempertanggung jawabkan desain mereka dengan diberhentikan dari kontrak mereka, karena menuai kritikan dari berbagai pihak. Kenapa? Karena dalam process kerja seorang desainer, tidak akan luput dari pengawasan dan feedback dari clientnya dalam hal ini komite pembangunan masjid, jadi sangat lucu bila komite tidak mengetahui desain arsitek tersebut telah melampaui ekspektasi awal mereka, selain itu membangun sebuah area dengan kapasitas 12.000 orang dibandingkan dengan 40.000 orang , pasti sangat jauh sekali perbedaannya, terutama dalam hal biaya.</p>
<p>Apapun alasan dan motivasi dibalik pembangunan masjid ini, yang jelas ide perencanaan sebuah kawasan islam di arean &#8220;non islam&#8221; patut di acungi jempol dan layak untuk mendapat dukungan. alhamdullilah telah muncul sebuah kesadaran untuk berislam secara menyeluruh bagi saudara &#8211; saudara kita yang tinggal di Ingris, konsekuensi dari berislam secara menyeluruh memerlukan tidak hanya sebuah masjid saja, namun juga fasilitas umum seperti restoran halal, sekolah islami, aula pertemuan dll, namun sekali lagi jangan lupa, Islam hanya akan terpelihara dengan adanya negara yang melindungi, Khilafah! [<em>Abu Fikri</em>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/arsitek-dipecat-karena-desain-masjid-yang-terlalu-besar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
