gaulislam.com


Kusir dan Keledai

Posted in Personality by Ahmad Jibraan on the January 5th, 2010

Orang Barat punya pepatah yang cukup bagus untuk kita renungkan. Kata mereka

You are what you eat

You are what you drink

You are what you think

(Kamu adalah apa yang kamu makan

Kamu adalah apa yang kamu minum

Kamu adalah apa yang kamu pikirkan)

Ya, sadar nggak sih kalau performa alias penampilan diri adalah kita sendiri yang menentukan. Mulai dari kesehatan diri, kitalah yang punya peranan. Apa yang kita makan dan minum secara alami atawa sunnatullah, pastinya punya efek buat badan kita. Orang yang terbiasa makan manis dan berlemak, badannya pasti gemuk dan rawan terkena penyakit gula. Mereka yang makan dengan teratur dan gizi yang cukup pastinya berpeluang besar untuk hidup lebih sehat. (more…)

Pencuri Terburuk

Posted in Personality by Farah Zuhra on the December 29th, 2009

Mencuri itu buruk, tapi kata seorang ahli hikmah ada jenis pencurian yang lebih buruk lagi. Apa itu? Berbohong. Ya, tahukah kamu kalau berbohong itu termasuk jenis ‘pencurian’, mencuri akal. Malah, dibandingkan pencurian biasa, berbohong bisa lebih menyakitkan dan menyebalkan.

Memang, tidak ada orang yang senang bila kecurian. Apalagi bila barang yang dicuri adalah benda berharga kesayangan, seperti jam tangan, ponsel atau motor. Sulit rasanya untuk percaya dan menerima kenyataan kalau barang-barang itu sudah raib. Ludes disikat maling. Tapi, biasanya luka itu akan segera hilang karena memang kita sadar barang-barang itu sudah tidak ada di depan mata dan lenyap dari genggaman tangan kita.

Nah, berbohong berarti mengelabui orang lain, memanipulasi sesuatu, membuat orang lain percaya pada sesuatu yang tidak ada. Itu bisa terjadi untuk waktu sehari, dua hari atau malah seumur hidup. Orang yang dibohongi nggak sadar kalau ia telah kehilangan sesuatu, yakni kepercayaannya. Bila seorang pembohong mendapatkan kepercayaan dari orang yang berhasil dikelabuinya, maka si pembohong bukan saja mendapat simpati, tapi juga harta, kehormatan, dan apa saja yang ia inginkan. Inilah pencurian yang paling menyakitkan dan menyebalkan. (more…)

Kritik Itu Tanda Peduli

Posted in Personality by Leila Amra on the December 22nd, 2009

Oleh Kang Hari Moekti

Memang nggak enak ya, kalo kita dikritik orang. Rasanya dunia begitu kejam bagi seorang yang sedang dikritik dan dipojokan. Bahkan kita seperti menjadi orang paling terhina di dunia ini. Itu sebabnya, nggak jarang kita menjadi benci setengah mati kepada orang yang telah berani mengusik kita. Dendam pun mengumpal dalam dada kita dan siap dimuntahkan. Bagi kamu yang masih segan kepada sang pengkritik, biasanya cukup dinikmati dalam hati, tapi dengan segudang rasa kesal yang berkecamuk. Dan, bagi kamu yang kurang bisa memendam perasaan, biasanya langsung menumpahkan kekesalan itu dalam bentuk sumpah serapah dan makian.

Kalo kamu lagi enak-enak pacaran sama teman sekelasmu, tiba-tiba ada yang menegurmu, rasanya dongkol banget kan? Terus kamu jadi naik darah. Pengen rasanya ngamuk atau menyumpal mulut bawel teman kamu itu. Reaksi spontan mempertahankan diri adalah ciri khas orang yang sedang diserang. Meski kamu melakukan kesalahan, tapi rasanya nggak rela kalo dikritik begitu. Rasanya kok orang mau-maunya turut campur urusan orang lain. Padahal, urus saja diri sendiri. (more…)

Menyambung Tali Kasih

Posted in Personality by Amira Mehnaaz on the November 22nd, 2009

Oleh Kang Hari Moekti

Menjadi bagian dari sebuah keluarga besar memang menyenangkan, tapi sekaligus bikin kita ketar-ketir. Kenapa? Karena hubungan di antara anggota keluarga akan semakin kompleks. Hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang bernama keluarga juga bisa menciptakan benih-benih konflik. Ini sangat wajar mengingat anggota keluarga yang banyak dan beragam pendapat. Namun, bukan berarti hal itu tak bisa dikendalikan. Pendapat dan keinginan boleh berbeda selama hal itu masih dalam batas kewajaran dan bisa dipertanggungjawabkan. Tapi hubungan kekeluargaan atau silaturahmi harus tetap terjalin.

Sangat boleh jadi, dalam kondisi tertentu, muncul konflik. Tapi yakinlah, munculnya konflik itu adalah hal yang amat wajar. Bahkan bisa semakin mendewasakan kita dalam bersikap. Kita diuji untuk menyelesaikan setiap konflik yang terjadi dengan bijak. Tidak membela salah satu, atau menjerumuskan yang lain. Karena tujuan kita adalah melanggengkan ikatan tali kasih di antara keluarga. (more…)

Dengarkanlah!

Posted in Pernik, Personality by Farah Zuhra on the November 15th, 2009

Sebagai mahluk bertulang belakang (vertebrata), manusia juga dikaruniai telinga. Dan sebagai mahluk mamalia, telinga manusia tergolong jenis yang kompleks. Seperti yang pernah kita dapat dari pelajaran biologi, telinga kita terbagi atas; telinga luar, tengah, dan dalam. Pada telinga, Allah dengan kuasaNya menciptakan beragam komponen yang membuat kita bisa menangkap aneka suara. Daun telinga kita yang terbuat dari tulang rawan membantu pengumpulan suara, kemudian getaran gendang telinga mengirimkan sinyal pada organ-organ yang lain untuk diantarkan kepada otak. Manusia, umumnya mampu menangkap 15 hingga 18,000 gelombang perdetiknya dan pada frekuensi 15 Hz to 20,000 Hz.

Fungsi telinga memang untuk mendengar, meski memang juga menambah keindahan kepala dan wajah kita. Bayangkan kalau telinga manusia selebar milik gajah atau sepanjang telinga kelinci, atau seperti telinga Mr. Spock dalam serial Startrek. Dengan bentuk yang seperti sekarang wajah kita terlihat proporsional, tanpa cacat dan cela. (more…)

Korupsi

Posted in Pernik, Personality by Ahmad Jibraan on the November 11th, 2009

Ekonom dan politikus Dr Sjahrir pernah menyebutkan bahwa korupsi di negeri kita ini sama dengan penyakit kanker stadium empat. Berarti penyakit itu tidak mungkin lagi diobati atau disembuhkan. Si pasien tinggal menghitung hari sambil menanti keajaiban.

Sekarang gonjang-ganjing korupsi melanda KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai buntut dari penyuapan kepada petugas audit BPK dan pengadaan dana taktis yang dipungut “secara sukarela” kepada para rekanan KPU. Dana taktis itu jumlahnya cukup besar, Rp 20 miliar dan penggunaannya diketahui semua anggota KPU. (more…)

Kita yang selalu berharap

Posted in Personality by sholihin on the September 6th, 2009

Assalaamu’alaikum wr wb

Teman-teman, kita selalu berharap agar kita mendapat kebaikan. Tapi, pernahkah kita berbuat baik? Kita selalu berharap mendapat kebahagiaan. Tapi pernahkah kita membahagiakan orang lain? Kita juga nyaris selalu berharap mendapatkan perhatian, tapi pernahkah kita juga memperhatikan orang lain?

Mungkin dari ketiga pertanyaan ini ada jawaban yang beragam dari teman-teman. Jawaban “ya” yang beragam, dan begitupun jawaban “tidak” yang beragam.

Kita mulai dari jawaban “ya”. Ya, kita selalu berharap mendapat kebaikan, dan kita juga senantiasa berbuat baik. Syukurlah kalo memang demikian adanya. Ada lagi jawaban lainnya; selalu berharap tapi lemah berbuat. Kita senantiasa ingin mendapat kebaikan, tapi lemah dalam berbuat baik. Jadi, apa pantas kita selalu berharap mendapat kebaikan, sementara kita jarang berbuat baik? Mungkin juga ada yang lemah berharap, pun lemah berbuat. Ini agak menyedihkan, karena berharap mendapat kebaikan saja jarang, pun kurang dalam berbuat baik. Dari ketiga jenis jawaban itu yang tahu hanyalah yang bersangkutan dan Allah Swt. Ya, kita bisa interospeksi diri. (more…)

Membekali Remaja dengan Agama

Posted in Personality by Hasna Hawwa on the July 26th, 2009

Oleh Kang Hari Mukti

Agama adalah pegangan hidup kita. Jangan heran jika kita hidup tanpa bimbingan ajaran agama, hidup kita terasa sempit dan gersang. Itu sebabnya, saya selalu mendahulukan pendidikan agama untuk anak-anak dan keluarga saya. Bahkan harus sejak dini diajarkan kepada mereka. Menerapkan disiplin dan tanggung jawab, misalnya. Ketika anak saya masih kecil, yang bisa saya lakukan adalah berusaha memberi teladan yang baik dalam berperilaku di hadapan dia.

Untuk membina kepribadiannya, jika pun ada perbedaan pendapat dalam banyak hal dengan istri saya, saya berusaha untuk menghindari ‘pertengakaran’ di depan anak-anak. Sebab, ia akan merekam apa yang dilihatnya dari perilaku orangtuanya. Sedikit-banyaknya hal ini akan membekas dalam memorinya dan terbawa sampai besar. Dan tentunya itu akan mempengaruhi kehidupannya. (more…)

Jangan Turuti Nafsumu!

Posted in Personality by Amira Mehnaaz on the July 19th, 2009

Oleh Kang Hari Mukti

Satu hal yang seringkali sulit untuk dikendalikan adalah hawa nafsu. Bila hawa nafsu sudah menguasai diri kita, jangan harap kita bisa begitu saja dengan mudah melepaskan diri dari cengkeramannya. Sangat boleh jadi butuh waktu lama untuk bisa menjinakan hawa nafsu. Tidaklah heran jika kemudian kita menjadi budak nafsu. Kita disetir oleh “makhluk” yang bernama hawa nafsu. Kita didikte oleh keinginan-keinginan yang muncul dari hati kita, bahkan sebenarnya hawa nafsu cenderung membutakan hati dan akal sehat kita.

Pengalaman saya waktu masih hidup sebagai selebritis. Orang lain yang melihat saya bsia jadi berdecak kagum. Itu sebabnya, di depan orang lain, saya harus tampil semaksimal mungkin demi jaim, alias jaga imej. Maklum saja, sebagai bintang idola, saya harus selalu terlihat lebih istimewa ketimbang penggemarnya. Bila perlu dan memungkinkan saya harus bisa memberikan ciri khas sebagai seorang bintang. Sebab, saya yakin, bila kemudian banyak penggemar yang meniru gaya hidup seperti saya, hati kecil saya merasa bangga dan puas. Itulah namanya idola. (more…)

Penyakit itu Bernama Sombong

Posted in Personality by Abdul Shaheed on the July 12th, 2009

Oleh Kang Hari Mukti

Berada di puncak popularitas seringkali membuat orang lupa diri. Bahkan menganggap orang lain itu remeh. Nggak layak duduk selevel dengan dirinya yang sudah berada di awang-awang. Inilah awal tumbuhnya penyakit hati bernama sombong. Orang bijak mengatakan, bahwa perang yang tidak ada habisnya adalah perang melawan diri sendiri. Musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah diri sendiri.

Saya punya pengalaman pribadi soal ini. Saat saya menjadi artis. Bayangkan, saya dulu merasa malu kalau naik mobil yang biasa-biasa aja. Untuk menutupi rasa malu dan tentunya untuk jaga gengsi di hadapan teman-teman sesama artis, termasuk di depan fans, saya terpaksa harus menyewa mobil mewah untuk show. Dalam hati saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa saya bukan artis murahan. Bahkan ingin menyampaikan pesan bahwa saya artis ngetop dan banyak duit. (more…)

 
Page 1 of 41234»

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites