gaulislam.com


Puasa Melatih Tanggung Jawab

Posted in Personality by Leila Amra on the July 5th, 2009

Oleh Kang Hari Mukti

Sejak kecil saya memahami bahwa puasa itu adalah suatu perbuatan yang menguntungkan dan bisa menghapuskan dosa-dosa kita. Sehingga, sejak kecil saya memang sudah melakukan puasa. Kebiasaan itu terus terbawa sampai saya dewasa.

Pernah suatu kali pada tahun 1991, saat saya masih menjadi artis, ada tetangga di daerah Gudang Peluru Jakarta bertanya kepada saya tentang makna puasa. Ya, saya jawab sebagaimana pemahaman saya selama ini. Tapi pernyataan tetangga saya berikutnya seperti membalikkan anggapan saya. Menurut beliau, tidak begitu. Sebab, jika di lain waktu kita kembali berbuat maksiat, kembali kepada kebiasaan lama kita, maka itu percuma saja. (more…)

Anak Itu Emas Perhiasan

Posted in Personality by Ahmad Jibraan on the June 28th, 2009

Oleh Kang Hari Mukti

Remaja itu adalah lukisan anak-anak di masa depan, dan orang tua itu adalah lukisan remaja di masa depan. Jangan harap akan lukisannya tentang remaja di masa depan bakalan bagus kalau sejak masa anak-anak jiwa mereka tidak pernah diolah dengan pembinaan keislaman. Meski memang ada segelintir remaja yang menjadi baik meski masa anak-anaknya, tapi itu prosesnya amat sulit.

Karenanya saya melihat kalau pembinaan anak-anak itu jadi penting banget. Saya rasakan itu pada diri saya sendiri. Keluarga kami memang tidak Islami. Orang tua saya kurang memberikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berkeluarga. Mereka hanya mengajarkan norma-norma atau etika moral saja. Ya, kalau masalah sholat dan puasa memang masih mereka lakukan, cuma untuk mengajarkan secara detail dari bagian-bagian itu tidak pernah. Saya saja bisa sholat dan bisa ngaji karena ikut teman-teman ketika masih di komplek, di Cimahi. Kebetulan di sana ada seorang ustadz yang suka mengadakan pengajian. Pokoknya, saya bisa begini karena bisa sendiri. Pernah sewaktu bercerita tentang hal ini dalam satu ceramah, ibu saya – almarhumah — yang hadir di sana tersinggung, tapi untunglah saya bisa berbaikan lagi dengan beliau. (more…)

R.I.P

Posted in Personality by Abdul Shaheed on the May 12th, 2009

Itu memang singkatan dari Rest In Peace – istirahat dalam damai –. Sebutan bagi mereka yang telah meninggal dalam khasanah Barat. Tapi sedamai-damainya mati, tidak ada orang yang ingin buru-buru mati. Apalagi para remaja, pastinya nggak bakalan mau mati muda. Masa remaja itu memang asyik punya, terlalu indah untuk dilewatkan dengan cepat. Chairil Anwar yang penyair saja sampai mengatakan ‘aku ingin hidup seribu tahun lagi’ dalam sajak Aku-nya, tapi beliau sendiri mati muda. Lalu ada lagu lama dari kelompok Alphaville, Forever Young, dan Who Wants To Live Forever dari Freddie Mercuri. Tapi lagu itu tetap saja tidak bisa memperpanjang umur Freddie yang akhirnya mati kesambar virus HIV.

Man propose, but God dispose. Manusia punya keinginan, tapi Tuhan yang menentukan. Siapa yang tahu kapan kematian akan datang merampas segala impian dan cita-cita kita? (more…)

Comments Off

Allah itu Ada

Posted in Personality by Leila Amra on the May 5th, 2009

Kata Karl Marx, bapak komunisme, sebenarnya tuhan tidak menciptakan manusia, tapi manusialah yang menciptakan tuhan. Ia adalah khayalan manusia, kata Karl Marx. Sebegitu hebatnya khayalan manusia, akhirnya manusia menjadi percaya bahwa tuhan itu ada. Demikian ringkasnya pendapat Marx tentang manusia dan tuhan.

Kalau demikian, dalam pikiran Karl Marx, tuhan itu tidak ada bedanya dengan Superman, Spiderman bahkan bisa jadi Dora Emon. Jagoan-jagoan dunia khayal yang sudah seolah-olah nyata. Buktinya ada kan orang yang begitu terkesannya sama si manusia Krypton sampai akhirnya menjadikannya sebagai idola (bayangkan, tokoh kartun jadi idola!). Sama juga dengan sejumlah remaja putri seumurmu yang memimpikan jadi pacarnya Dao Ming She, satu lakon di serial Meteor Garden. Padahal si kasep berambut shaggy ini kan fiktif. Cuma khayalan. (more…)

Fair Play

Posted in Pernik,Personality by Abdul Shaheed on the April 16th, 2009

Gimana caranya untuk menang? Ada dua; main jujur atau curang. Megabintang sepakbola asal Argentina, Diego Armando Maradona ternyata memilih cara yang kedua. Ketika melawan Inggris di babak perempat final Piala Dunia 1986, si boncel ini mencetak gol dengan tangannya ke gawang tim Inggris. Sang kiper, Peter Shilton, dan kawan-kawannya mengajukan protes. Sayang, wasit tak melihat. Gol disahkan, dan Argentina pun melenggang ke babak final dengan skor 2-1. Gilanya, Maradona menyebut gol curangnya sebagai ‘tangan tuhan’.

Apa yang dilakukan Maradona terus jadi bahan kontroversi. Sebagian orang mendukungnya. Malah tidak sedikit pemain bola yang ingin melakukan hal yang serupa. Yang penting kan bisa menang, prinsip mereka. Tidak aneh kalo dalam sepakbola sering terlihat pemain yang bermain tidak jujur. Nggak fair play. Kasar dan licik. Sebut saja teknik diving atau pura-pura jatuh di kotak penalti lawan agar mendapat hadiah tendangan penalti seperti yang kerap dilakukan Filipo Inzaghi, striker AC Milan. (more…)

Comments Off

Bersalah

Posted in Pernik,Personality by Amira Mehnaaz on the March 20th, 2009

Ada dua hal yang menurut kebanyakan orang termasuk hal yang tidak menyenangkan; pertama berbuat salah dan kedua mengaku salah. Keduanya terasa tidak enak di hati terutama karena berurusan dengan pihak di luar kita, yakni orang lain. Ambil contoh, pelajar yang NEM-nya yang tidak memuaskan pastinya menjadi tidak enak hati karena akan mendapat teguran dari guru atau orang tua. Belum lagi orang tua menjadi curiga; jangan-jangan selama ini di sekolah tidak pernah serius belajar.

Menabrakkan motor pinjaman ke mobil orang lain, pastinya bukan perkara yang menyenangkan. Secara materi, sudahlah harus mempertanggungjawabkan kerusakan motor pinjaman pada teman kita, termasuk membawanya ke bengkel, juga harus memperbaiki mobil yang kita tabrak. Secara mental, kita merasa malu luar biasa pada teman yang sudah mempercayakan motor pada diri kita, dan pastinya pudar sudah kepercayaan teman pada kita. Bukan tidak mungkin bila suatu saat kita akan meminjam mobil miliknya, langsung ditolak mentah-mentah. Motor saja tabrakan, apalagi mobil, pikir kawan kita. (more…)

Ikhlas

Posted in Pernik,Personality by Hafsa Mutazz on the March 18th, 2009

“Beramal itu kudu ikhlas!”

“Cuma amal yang ikhlas yang diterima orang!”
“Jangan pernah mengharap apa-apa dari orang lain!”

Hmm, betapa banyak kita diminta untuk menjadi orang yang ikhlas. Untuk urusan apapun. Waktu shalat kita diminta untuk ikhlas, tidak mengharapkan pujian dari orang lain. Misalkan ada seorang ustadz yang mengatakan janganlah membagus-baguskan shalat saat orang-orang memperhatikan shalat kita. Biasa shalat dengan bacaan surat-surat pendek, eh pas menjadi imam memanjangkan bacaan.

Waktu berpuasa lagi-lagi kita diminta ikhlas mengerjakannya. Jangan pernah minta-minta ke ortu untuk dibelikan baju lebaran, sarung baru, sendal or sepatu baru. Cuekkan saja keinginan-keinginan macam begitu. Yang mesti kita kejar cuma satu; pahala, lupakan yang lain!

Saat berbuat baik pada orang lain ikhlas juga harus jadi salah satu patokannya. Jangan pernah berharap-harap orang lain akan membalas budi kita di kemudian hari. Itu namanya pamrih. Tapi bagi kita sepatutnya mengingat-ingat jasa baik orang lain pada kita. Moga-moga kita bisa ngebalesnya kelak. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas. Tapi nggak berlaku sebaliknya. (more…)

Empati Itu Indah

Posted in Pernik,Personality by Ahmad Jibraan on the March 15th, 2009

Bagaimana perasaanmu saat ada orang yang terguling dari sepeda, jatuh di tempat yang becek, eh masih ketiban sepedanya, tapi orang-orang di sekitarnya malah tertawa, bahkan ada yang nyukurin. Kalau itu adegan slapstick (lawakan fisik) macam film komedi Home Alone, Baby’s Days Out atau Warkop nggak apa-apa kalau kamu ikutan terpingkal. Tapi kalau itu kejadian nyata, sebaiknya kamu mikir-mikir dulu dengan sehat dan…jangan tertawa. Kalau kamu tetap tertawa maka bisa jadi kamu termasuk orang yang tidak mudah berempati pada orang lain.

Apa sih empati? Menurut Daniel Goleman yang menulis buku Kecerdasan Emosional, empati adalah kemampuan memahami dan turut merasakan perasaan orang lain. Apa ini penting? Ya, sangat penting. Dalam pergaulan kalau kita tidak bisa berempati pada orang lain, amat besar kemungkinan orang lain nggak bakal betah berkawan dengan kita. Bagaimana nggak? Lha wong saat mereka tertimpa musibah kita justru bahagia, dan saat mereka bahagia kita malah bersedih (karena iri hati). Manusia manapun, pastinya ingin berkawan dengan orang yang bisa diajak happy dan terutama sedih bersama-sama. Seperti kata peribahasa, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Bukan ringan saja dijinjing, kalo berat elu yang pikul sendirian dikejar sama anjing. Seberapa pintar kita berempati pada orang lain, maka sejauh itulah kita bisa menjadi seorang kawan yang baik buat orang lain. (more…)

Ukhuwah

Posted in Pernik,Personality by Hasna Hawwa on the March 13th, 2009

Umat Muslim bersaudara. Itu adalah ajaran dan satu-satunya ikatan yang mulia yang pernah ada. Ikatan yang mengalahkan bermacam-macam ikatan yang ada di antara manusia sebelumnya. Ikatan kesukuan, nasionalisme, organisasi, dan berbagai ikatan priomordialis menemui akhir riwayatnya di tangan ukhuwah Islamiyyah.

Sebelum kedatangan Islam barangkali orang tidak pernah dapat membayangkan bagaimana caranya mempersatukan hati dan pikiran seluruh umat manusia. Bagaimana bisa seorang yang berkulit hitam dapat bersaudara dengan yang berkulit putih, kuning atau merah? Begitupula bahasa mereka berbeda, asal suku bangsa mereka juga berbeda? Entah bagaimana cara mempertautkan seluruh hati mereka. Sebuah hal yang terlalu rumit bagi manusia yang memang kemampuan berpikirnya serba terbatas.

Kita pun melihat sejarah dunia itu hampir tenggelam dengan pertikaian yang disebabkan perbedaan-perbedaan yang sudah alamiah ini. Romawi menaklukkan separuh dunia untuk kemudian menciptakan kelas-kelas sosial menurut keturunan dan suku bangsa. Demikian pula Persia. Jazirah Arab, tempat kelahiran Islam, pun pernah tenggelam dalam hiruk pikuk konflik antar kabilah. Pada abad modern Perang Dunia meletus sebanyak dua kali lagi-lagi demi alasan nasionalisme; Jepang dengan Nippon-nya, Hitler dengan Nazi-nya, Mussolini dengan Fasisme-nya, dan sekutu dengan kebanggaan aliansi sekutunya. (more…)

Kerja

Posted in Pernik,Personality by Hasna Hawwa on the February 28th, 2009

Ketika saya bersekolah dulu ada beberapa kawan? yang suka berdagang di kelas. Macam-macam. Mulai dari makanan, merchandise macam stiker sampai kerudung. Kegiatan macam itu jelas menyenangkan. Buat saya dan teman-teman, setidaknya membuat kita nggak usah cape-cape jajan ke kantin. Nilai plusnya juga ada, bikin teman senang berwirausaha dan menjalin solidaritas.

Memang, nasib kita tidak sama. Ada remaja yang aman dan lancar bersekolah tanpa perlu ikut pusing memikirkan uang bayaran dan jatah beli buku atau bayar foto kopian dari guru. Karenanya berdagang adalah salah satu bentuk kegiatan teman-teman kita untuk menambah uang saku. Bisa jadi ada kawan-kawan yang mengandalkannya untuk membayar SPP. Sewaktu saya masih SD – sekolah saya terletak di pedalaman kota Udang –, kawan-kawan saya banyak masuk kelas bersepatu kulit alias nyeker. Kebanyakan kawan-kawan saya bekerja membantu orang tuanya bekerja di sawah. Maka setiap musim panen selalu saja ada kawan-kawan yang tidak masuk. Ada yang membantu panen atau menggembalakan kambing. Ada juga kawan saya yang setiap sore, usai pulang sekolah, menjadi penarik becak. Bayangkan, anak SD narik becak! (more…)

 
« Previous PageNext Page »

  rank blog indonesia