<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaulislam.com &#187; Profile</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/category/profile/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Keteladanan Imam Hanafy dalam Soal Jabatan</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/keteladanan-imam-hanafy-dalam-soal-jabatan</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/keteladanan-imam-hanafy-dalam-soal-jabatan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 17:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[abu hanifah]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3242</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah carut-marutnya dunia hukum dan kepemimpinan di negeri kita, ada baiknya kita menengok kembali kisah kehidupan Imam Abu Hanifah atau Imam Hanafy, seorang ulama besar, yang sangat terkenal ketinggian ilmu dan akhlaknya. Imam Abu Hanifah lahir di Kufah pada 80 Hijriah (699 M) dan wafat pada tahun 150 Hijriah (767 M), tepat saat Imam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah carut-marutnya dunia hukum dan kepemimpinan di negeri kita, ada baiknya kita menengok kembali kisah kehidupan Imam Abu Hanifah atau Imam Hanafy, seorang ulama besar, yang sangat terkenal ketinggian ilmu dan akhlaknya. Imam Abu Hanifah lahir di Kufah pada 80 Hijriah (699 M) dan wafat pada tahun 150 Hijriah (767 M), tepat saat Imam al-Syafii lahir. Sering dikatakan, Imam yang satu pergi, datang Imam yang lain. Nama asli beliau sejak kecil adalah Nu’man bin Tsabit bin Zautha bin Mah.</p>
<p>Sejak kecil, Imam Abu Hanifah hidup di tengah keluarga pedagang. Setelah dikenal sebagai seorang yang alim sekali pun, dia juga menjalankan perniagaan. Kehidupan Imam Hanafy pada masa hidupnya mengetahui peristiwa pergantian Kepala Negara dari tangan banu Umayyah ke tangan banu Abbasiyah. Beliau dilahirkan pada  masa pemerintahan Abdul-Malik bin Marwan; kemudian ketika tahun 127 Hijriah, Kepala Negara jatuh di tangan Marwan bin Muhammad Al-Ja’dy (dari Banu Umayyah yang ke 14). Dan inilah akhir pemerintahan Banu Umayyah.<span id="more-3242"></span></p>
<p>Ketika itu, Gubernur di Iraq selaku wakil Kepala Negara dijabat oleh Yazid bin Amr bin Hurairah Al Fazzary. Selaku Gubernur, ia berhak mengangkat seseorang yang di pilihya untuk menjabat suatu jabatan tinggi di bawah kekuasaannya.  Pada suatu saat Imam Hanafy telah dipilih dan ditunjuk menjadi Kepala Urusan Perbendaharaan Negara (Baiitul-Mal). Tetapi pengangkatan itu ditolak oleh Abu Hanifah. Sampai berulang-kali Gubernur Yazid menawarkan pangkat yang tinggi itu kepada beliau, namun tetap ditolak.</p>
<p>Pada lain saat, Gubernur Yazid menawarkan lagi pangkat Qadli (penghulu negara) kepada Imam Hanafy. Tetapi beliau bersikap menolak tawaran itu. Melihat sikap Imam Hanafy, Gubernur mulai tidak senang.  Mulailah muncul kecurigaan terhadap Sang Imam. Gerak-geriknya mulai diamati. Kemudian pada suatu hari, Sang Imam mulai diancam hukum cambuk dan penjara oleh penguasa.  Tetapi sewaktu mendengar ancaman tersebut,</p>
<p>Sang Imam hanya menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan mengerjakan jabatan yang ditawarkan kepadaku, sekali pun–andai kata-aku sampai di bunuh olehnya.”</p>
<p>Suatu hari,  Gubernur Yazid memanggil para alim ulama ahli fiqih yang terkemuka di Iraq dan dikumpulkan di muka istananya. Di antara yang datang, ada Ibnu Abi Laila, Ibnu Syubramah, Dawud bin Abi Hind dan lain-lainnya. Mereka masing-masing lalu di beri pangkat (kedudukan) resmi oleh Gubernur. Tapi,  Imam Hanafy  tidak datang. Padahal, Sang Imam diberi jabatan tinggi, sebagai kepala “Tata Usaha” Gubernuran yang bertugas menandatangani semua surat-surat resmi yang keluar dan yang bertanggung jawab atas uang perbendaharaan negara yang di keluarkan dari Gubernuran. Semua surat resmi tidak akan dapat dilangsungkan keluar jika belum distempel (cap) dari tanda tangan beliau, dan uang dari perbendaharaan Negara (Baitul-Mal) tidak akan mungkin dikeluarkan sepeser pun, jika belum di tanda tangani (distempel) oleh beliau. Tetapi jabatan yang sepenting dan setinggi itu, tidak diterima oleh Imam Abu Hanifah.</p>
<p>Gubernur Yazid bersumpah:  “Jika Abu Hanifah tidak sudi menerima angkatan ini, niscaya akan dipukul dia.”   Para ulama yang mendengar sumpah Gubernur itu, lalu datang berduyun-duyun kepada Imam Hanafy untuk menyampaikan harapan mereka,  supaya beliau bersedia menerima jabatan yang diberikan itu. Tapi, Sang Imam tetap kokoh dengan pendiriannya. Beliau tetap bersikeras menolak pengangkatan dari Gubernur itu.  Akhirnya, sang Imam ditangkap dan dipenjara oleh polisi negara selama dua Jumat (dua minggu) dengan tidak dipukul. Kemudian – sesudah dua Jumat –baru dipukul/ di dera empat belas kali. Sesudah itu baru dibebaskan.  Dalam riwayat lain dikatakan, suatu saat  Imam Hanafy diangkat lagi oleh Gubernur Yazid bin Hurairah menjadi Qadli (Hakim) negeri di kota Kufah. Ttetapi dengan bersikeras ia tetap menolak. Karena itulah, ia ditangkap lagi dan dijebloskan ke dalam penjara.</p>
<p>Di dalam penjara &#8212; karena ia tetap menolak pengangkatan itu – maka ia dijatuhi hukuman 110 kali cambuk. Hukuman itu dicicil, tiap hari 10 kali cambukan. Akhirnya, sang Imam dilepaskan kembali dari penjara sesudah merasakan 110 kali cambuk. Seketika keluar dari penjara, tampak kelihatan mukanya bengkak-bengkak, akibat bekas cambukan. Mengalami semua hukuman itu, Imam Hanafy hanya berucap: “Hukuman dunia dengan cemeti itu lebih baik dan lebih ringan bagiku daripada cemeti di akhirat nanti.”</p>
<p>Ujian kedua kepada Sang Imam datang pada tahun 136 Hijriah, dimasa Kepala Negara dijabat oleh Abu Ja’far Al-Manshur, saudara muda dari Abul Abbas As-Saffah, pendiri Bani Abbasiyah. Ketika itu Imam Hanafy berumur sekitar 56 tahun. Beliau dikenal sebagai orang besar yang gagah berani, ahli fikir yang hebat dalam memecahkan soal-soal yang bertalian dengan hukum-hukum agama.</p>
<p>Menurut riwayat,  pada suatu hari Imam Hanafy mendapat panggilan dari baginda Al-Manshur di Baghdad. Sesampai di sana, ternyata sang Imam diangkat menjadi Hakim (Qadli) Kerajaan di Baghdad. Tawaran jabatan yang setinggi itu oleh beliau ditolak. Maka, Al-Manshur bersumpah dengan keras, bahwa ia harus menerima jabatan itu. Imam Hanafy pun juga bersumpah,  tidak akan sanggup memegang jabatan itu. Sumpah itu terjadi berulang kali, sehingga seorang pegawai kerajaan mendekati Sang Imam dan berujar: “Apakah guru tetap menolak kehendak baginda, padahal baginda telah bersumpah akan memberikan kedudukan kepada guru?.”</p>
<p>Imam Hanafy dengan tegas menyatakan : “Amirul mu’minin lebih kuat membayar kifarat sumpahnya daripada saya membayar kifarat sumpah saya.”</p>
<p>Oleh karena Imam Hanafy tetap menolak jabatan dari Kepala Negara, maka ia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara di Baghdad, sampai masa yang telah ditentukan oleh Kepala Negara.     Perlu dijelaskan, bahwa pada masa itu ulama yang terkemuka di Kufah, ada tiga orang dan antara mereka itu ialah Imam Ibnu Abi Laila.</p>
<p>Menurut riwayat, pada suatu hari Imam Hanafy dikeluarkan dari penjara, karena mendapat  panggilan dari baginda Al-Manshur. Baginda menyerahkan jabatan Qadli (Hakim) negara kepada Abu Hanifah. Tetapi, lagi-lagi  ia tetap menolaknya. Baginda lalu kepada: “Adakah engkau telah suka dalam keadaan seperti ini?.”</p>
<p>Sang Imam menjawab:  “Semoga Allah memperbaiki Amirul Mu’minin! Wahai Amirul Mu’minin, takutlah engkau kepada Allah, dan janganlah engkau bersekutu dalam kepercayaan engkau dengan orang yang tidak takut kepada Allah! Demi Allah, saya bukanlah orang yang boleh dipercaya di waktu tenang, maka bagaimana saya tidak sepatutnya diberi jabatan yang sedemikian itu!.”</p>
<p>Baginda berkata: “Kamu berdusta, karena kamu patut memegang jabatan itu!.”</p>
<p>Imam  menjawab: “Ya Amirul mu’minin! Sesungguhnya baginda telah menetapkan sendiri, jika saya benar, saya telah menyatakan bahwa saya tidak patut menjabat itu, dan jika saya berdusta, maka bagaimana baginda akan mengangkat seorang Hakim yang pendusta? Di samping itu, saya ini adalah seorang maula yang dipandang rendah oleh bangsa Arab, dan bangsa Arab tidak akan rela  diadili oleh seorang golongan maula seperti saya ini.” Karena tetap menolak, sang Imam dijebloskan kembali ke dalam penjara.</p>
<p>Ada riwayat yang menyebutkan, Abu Ja’far Al Manshur memanggil  Imam Abu  Hanifah, Imam Sufyan Ats Tsauri dan Imam Syarik An Nakha’y untuk datang menghadap di hadapan baginda.</p>
<p>Setelah mereka bertiga menghadap, masing-masing diberi   kedudukan dan diberi surat pengangkatan.</p>
<p>Kepada Imam Sufyan baginda berkata : “Ini penetapan engkau untuk menduduki Qadli di kota Bashrah maka itu berangkatlah ke sana!” , dan kepada Imam Syarik baginda berkata : “ Ini penetapan engkat untuk menduduki Qadli ibu kota saya dan sekitarnya, maka itu laksanakanlah !”  Adapun Imam Abu Hanifah tidak mau menerima jabatan apapun. Baginda memerintahkan kepada pengawalnya, agar mengantarkan mereka ke tempat masing-masing, dan berkata pula kepada pengawalnya : “Barangsiapa menolak jabatan yang telah saya berikan ini, maka pukullah dia seratus kali pukul dengan cemeti.”</p>
<p>Imam Syarik menerima jabatan itu, dan Imam Sufyan lalu melarikan diri ke Yaman, dan Imam Abu Hanifah tidak mau menerima jabatan dan tidak pula melarikan diri. Sebab itu ia tetap dimasukkan ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman seperti yang telah diperintahkan oleh baginda Al Manshur. Yakni, setiap pagi, di dalam penjara, ia dicambuk dan leher sang Imam dikalungi dengan rantai besi yang berat.</p>
<p>Ada riwayat yang menyebutkan, al-Manshur pun pernah menggunakan jasa Ibu Abu Hanifah yang berusia lanjut untuk membujuk anaknya, agar bersedia menerima tawaran jabatan yang diberikan Kepala Negara.  Pada setiap pagi, sang Ibu datang membujuk anaknya.  Tetapi segala macam bujukan dan daya upaya sang ibu tadi senantiasa ditolak dengan keterangan yang baik.</p>
<p>Pada suatu hari sang ibu pernah berkata kepada anaknya: “Wahai Nu’man! Anakku yang kucintai! Buanglah dan lemparlah jauh-jauh pengetahuan yang telah engkau punyai itu. Karena tidak ada lain yang kau dapati selama ini, melainkan penjara, pukulan, cambuk dan rantai besi itu.!”</p>
<p>Perkataan sang Ibu yang sedemikian itu, hanya dijawaboleh sang Imam dengan lemah lembut dan senyuman manis: “Oo, ibu! Jika saya menghendaki akan keridhaan Allah SWT seemata-mata dan memelihara ilmu pengetahuan yang telah saya dapati, saya tidak akan memalingkan pengetahuan yang selama ini saya pelihara kepada kebinasaan yang dimurkai oleh Allah SWT.</p>
<p>Demikianlah, sang Imam tetap gigih dalam pendiriannya, meskipun harus menghadapi hukuman yang sangat memilukan. Setiap pagi, ia selalu menerima hukuman seberat itu. Tapi, al-Manshur tidak puas dengan hukuman yang dibjatuhkannya. Maka, suatu ketika, Imam Hanafy dipanggil oleh baginda supaya menghadapnya. Kemudian ia ia datang menghadap. Ketika itulah sang Imam disuguhi segelas minuman beracun. Tak lama, sesudah kembali ke dalam penjara, sang Imam menghadap kepada Allah SWT. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un!.”</p>
<p>Beliau wafat di usia 70 tahun. Wafat di penjara, dalam kehidupan yang ia pi8lih sendiri, karena menolak jabatan yang ditawarkan kepadanya.</p>
<p>Hasan bin Imarah, yang memimpin prosesi pemandian jenazah sang Imam, berkata: “Mudah-mudahan Allah mengasihani engkau dan mengampuni semua kesalahan engkau, wahai orang yang senantiasa merasakan lapar selama tiga puluh tahun! Demi Allah, sesungguhnya engkau seorang yang menyusahkan orang banyak di masa kemudian engkau!.”</p>
<p>Tentu, sikap sang Imam memamg sangat luar biasa. Ia  tidak tergoda oleh kekuasaan. Bahkan rela menerima hukuman ketimbang memegang jabatan tinggi yang ditawarkan padanya. Ia  tidak gila jabatan. Sang Imam bersyukur dan bangga dengan kedudukannya sebagai seorang berilmu. Beliau tidak mengharamkan jabatan itu. Tetapi, beliau enggan menerima jabatan itu untuk dirinya.</p>
<p>Sepanjang riwayat yang boleh dipercaya, bahwa ketika telah merasa bahwa dirinya akan sampai ke ajalnya, sang Imam  bersujud kepada Allah. Seketika itu wafatlah beliau dalam bersujud dengan khusyu’nya. Jenazahnya kemudian dimakamkan di pemakaman Al-Khaizaran, Baghdad.</p>
<p>Semoga kita dapat mengambil hikmah dan teladan dari Kisah Sang Imam Abu Hanifah!  Islam tidak mengharamkan jabatan dan harta. Tetapi, Imam Abu Hanifah memberikan keteladanan, bahwa dunia adalah hal ”remeh” di matanya.   Akhirat adalah kehidupan dan tujuan yang hakiki.  (Disarikan dari buku Biografi Empat Serangkai Imam Mazhab karya K.H. Moenawar Cholil (Jakarta: Bulan Bintang, cet. kesembilan, 1994)). [Depok, 7 Desember 2009/<a href="http://insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=188&amp;Itemid=54" target="_blank"><strong>INSISTS</strong></a>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/keteladanan-imam-hanafy-dalam-soal-jabatan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun 2008 Akhir Sejarah Kapitalisme?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/tahun-2008-akhir-sejarah-kapitalisme</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/tahun-2008-akhir-sejarah-kapitalisme#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 21:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1639</guid>
		<description><![CDATA[  
Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Merosotnya harga-harga saham di lantai bursa diperkirakan banyak orang sebagai tanda-tanda akhir kedigdayaan kapitalisme. Sejumlah lembaga keuangan khas kapitalis lainnya seperti bank, lembaga penjamin, lembaga asuransi, juga ambruk. GI-Online berhasil mewawancarai Ust. Ir. Umar Abdullah, narasumber rubrik Indahnya Ekonomi Islam pada program Voice of Islam. Berikut hasil obrolannya:
Sebelum masuk ke krisis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml>< ![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce :style>< !  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> </mce><mce :style>< !   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p>Merosotnya harga-harga saham di lantai bursa diperkirakan banyak orang sebagai tanda-tanda akhir kedigdayaan kapitalisme. Sejumlah lembaga keuangan khas kapitalis lainnya seperti bank, lembaga penjamin, lembaga asuransi, juga ambruk. <em>GI-Online</em> berhasil mewawancarai Ust. Ir. Umar Abdullah, narasumber rubrik <em>Indahnya Ekonomi Islam</em> pada program <em>Voice of Islam</em>. Berikut hasil obrolannya:</p>
<p><strong>Sebelum masuk ke krisis keuangan di negara-negara kapitalis, perlu dijelaskan dulu apa itu kapitalisme?</strong></p>
<p>Kapitalisme itu adalah nama lain dari liberalisme di bidang ekonomi. Artinya dalam bidang ekonomi, seorang individu dibebaskan untuk memiliki apapun dengan cara apapun. Memiliki apa pun artinya tidak ada lagi halal dan haram. Tidak ada lagi batas-batas kepemilikan. Mana yang boleh dimiliki individu, mana yang hanya boleh dimiliki oleh negara dan masyarakat, sudah tidak ada lagi, semua boleh dimiliki individu. Dengan cara apapun, baik dengan cara transaksi yang halal maupun dengan cara-cara yang tidak halal seperti menekan, memaksa, merampas, menipu, mencuri, berjudi, menjual aurat, menjual diri. Aturan yang berlaku hanyalah aturan yang dibuat dan disepakati antar kapitalis sendiri. Aturan bisa diubah ketika mereka menganggap aturan itu perlu diubah ketika melihat aturan itu bisa merugikan mereka. Karena kebebasan meraup harta inilah, maka wajar sifat dasar kapitalisme adalah kerakusan. Kerakusan inilah yang mendorong para kapitalis melakukan tindakan. Walaupun kerakusan ini pula yang akan menghancurkan mereka. Kerakusan ini pula yang memicu peperangan diantara mereka.<span id="more-1639"></span></p>
<p><strong>Kapan kapitalisme ini muncul?</strong></p>
<p>Kapitalisme ini muncul di Eropa Barat di akhir abad ke-15, tepatnya tahun 1492, ketika Christopher Columbus menemukan benua Amerika. Penemuan ini kemudian disusul dengan penemuan jalur jalan laut langsung ke India oleh Vasco da Gama. Sejak saat itu kerakusan terhadap harta mendapat tempatnya. Harta berupa emas dan perak milik suku-suku Indian di benua Amerika dirampas dan dibawa ke Eropa. ?Harta berupa rempah-rempah dari India dan Indonesia dibeli atau dirampas dan dibawa ke Eropa. Dalam waktu singkat negeri-negeri Eropa Barat, khususnya Portugis dan Spanyol yang sebelumnya miskin mendadak menjadi negeri terkaya di Eropa.</p>
<p><strong>Bagaimana perjalananan Kapitalisme berikutnya?</strong></p>
<p>Kapitalisme mulai mendapat tempat. Sistem Kapitalisme Awal (1500-1750) ditandai dengan kebijakan-kebijakan Merkantilis yang identik dengan penumpukan emas dan perak. Kapitalisme Awal ini juga ditandai dengan munculnya imperium-imperium kolonial di Eropa Barat, seperti Spanyol, Portugis, Belanda, Perancis dan Inggris. Kerakusan antar imperium kapitalis ini membuat antar mereka saling berperang untuk menjajah bangsa-bangsa lain memperebutkan harta. Satu tahun sejak ditemukan benua Amerika, Spanyol dan Portugis sudah ribut berebut harta di benua Amerika. Akhirnya bersepakat membagi daerah jajahan di benua Amerika dalam perjanjian Tordesillas. Di Asia Tenggara Spanyol, Portugis dan Belanda berebut rempah-rempah. Spanyol menguasai Kesultanan Manila. Portugis menguasai Malaka, Ternate, dan Timor. Tahun 1619 para kapitalis Belanda yang tergabung dalam VOC mendirikan Batavia, sekarang Jakarta.</p>
<p>Akhir abad ke-17 dan 18 adalah masa kristalisasi liberalisme dalam bentuk Hak Asasi Manusia dan Demokrasi di Eropa Barat dan Amerika Utara. Semangat Liberalisme ini meledak dalam Revolusi Amerika tahun 1775 dan Revolusi Perancis 1789. Sehingga di akhir abad ke-18 mulailah Kapitalisme yang berbasis ideologi Liberalisme diterapkan oleh negara.</p>
<p><strong>Negara-negara mana saja yang menerapkan Kapitalisme?</strong></p>
<p>Yang pertama menerapkan Kapitalisme adalah negara Amerika Serikat dan Perancis. Di abad ke-19 mulai banyak negara-negara yang menerapkan Kapitalisme, seperti Inggris, Belanda, Jerman dan Belgia. Tahun 1868 Jepang menjadi negara Kapitalis. Tahun 1900 sudah 13 negara yang menerapkan Kapitalisme. Pada awal abad ke20 terjadi perebutan tambang minyak antar negara Kapitalis Jerman dan Inggris yang berujung pada pecahnya Perang Dunia I tahun 1914. Khilafah Turki Utsmani yang sudah kehilangan ideologi Islamnya terseret Perang Dunia I dan ikut hancur ketika kalah perang melawan Inggris. Setelah Perang Dunia II Amerika Serikat muncul sebagai negara Kapitalis nomor satu di dunia. Setelah kehilangan ideologi Sosialismenya dan hancur tahun 1990, Rusia beralih menjadi negara kapitalis. Di awal abad ke-21 nyaris seluruh dunia mengadopsi Kapitalisme sebagai ideologinya.</p>
<p><strong>Apakah Indonesia termasuk negara Kapitalisme?</strong></p>
<p>Karena saat ini Indonesia banyak mengadopsi aturan-aturan Kapitalisme dalam peraturan perundang-undangannya maka Indonesia termasuk negara Kapitalis, walaupun bukan negara yang menikmati Kapitalisme tapi lebih menjadi korban kapitalisme. Yang menikmati Kapitalisme ini hingga saat ini adalah para kapitalis asing, khususnya dari Amerika Serikat. Sejak Pak Harto jadi presiden, para Kapitalis Asing mendapat peluang untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia, khususnya tambang emas dan minyak bumi.</p>
<p>Di masa Pak Harto, bursa efek muncul di Indonesia dan menjadi jalan para Kapitalis untuk melengserkan Pak Harto. Memasuki Orde Reformasi, seiring dengan lemahnya para penguasa di Indonesia, cengkraman para Kapitalis Asing semakin kuat di Indonesia. Raksasa-raksasa ritel memasuki Indonesia. Tambang-tambang seperti migas dan batu bara seolah bukan milik rakyat lagi. Sumber daya Air sudah diliberalisasi kepemilikannya. Bursa Efek, bank-bank ribawi, dan lembaga-lembaga perkreditan ribawi yang terpuruk ketika terjadi Krisis Asia tahun 1997 bangkit lagi, walaupun harus menelan pil yang lebih pahit di tahun 2008 ini. Karena Krisis Finansiil ini tidak hanya menerpa Asia tetapi menggulung seluruh dunia.</p>
<p><strong>Apakah ha</strong><strong>ncurnya lembaga-lembaga keuangan khas kapitalisme ini menunjukkan tanda-tanda akhir sejarah kapitalisme, dengan kata lain kapitalisme akan terkubur?</strong></p>
<p>Tanda-tanda ke arah situ memang sudah ada, walaupun belum cukup untuk mengubur Kapitalisme. Sebuah ideologi ditinggalkan penganutnya jika memenuhi dua syarat. Yang pertama ideologi lama sudah tidak menentramkan dan memuaskan lagi penganutnya. Dan kedua, sudah merasuk ideologi lain ke tubuh para penganut ideologi lama dan ada upaya kuat untuk menumbangkan ideologi lama yang masih tersisa. Ketika belum ada ideologi lain yang merasuk, maka para penganut ideologi lama tetap memegang ideologi lamanya walaupun negara yang menerapkannya dalam keadaan lemah. Ideologi Islam pernah secara kuat dipegang di masa kepemimpinan Rasulullah saw, masa al-Khulafaur Rasyidun, masa Khalifah-khalifah Bani Umayah hingga Khalifah-khalifah Bani Abbasiyah awal. Setelah Masa pemerintahan Harun al-Rasyid, ideologi Islam mulai melemah, dan semakin parah saat Kekhilafahan di bawah pengawasan Bani Mamluk Mesir.</p>
<p>Untungnya saat itu tidak ada ideologi lain yang merasuk ke tubuh umat Islam. Eropa masih dalam masa the Dark Ages, yang berkuasa adalah gereja dan para kaisar kristen. Umat Islam masih memegang ideologinya walaupun negaranya dalam keadaan lemah. Ideologi Islam kembali dipegang dengan kuat ketika Khilafah Islam dipegang oleh Khilafah Turki Utsmani hingga abad ke-18 M. Kemudian melemah kembali setelah perjanjian Kuchuk Kainarji tahun 1774. Pada saat yang bersamaan, di Eropa muncul ideologi Liberalisme yang pada akhir abad ke-18 berhasil diperankan oleh Perancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte. Pada saat yang sama terjadi Revolusi Industri yang meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Eropa Barat. Umat Islam yang sedang melemah ikatan ideologisnya mulai dirasuki ideologi Liberalisme dari Eropa. Perlu satu abad untuk melepaskan ikatan ideologi Islam dari tubuh Umat Islam. Tahun 1924 ideologi Islam benar-benar terkubur ditandai dengan dihilangkannya institusi khilafah oleh majelis nasional Turki dan diusirnya Khalifah terakhir.</p>
<p>Begitu pula apa yang terjadi pada ideologi Sosialisme. Ideologi ini mulai muncul pada pertengahan abad ke-19 sebagai perlawanan terhadap ideologi Kapitalisme yang sedang merajalela saat itu. Muncul sebagai kekuatan negara, setelah kaum Bolshevik berhasil mempengaruhi rakyat untuk menumbangkan Tsar Rusia dan mendirikan negara Komunis di Rusia dipimpin oleh Lenin. Di masa pemerintahan Stalin ideologi Sosialis Komunis ini memuncak sehingga setelah Perang Dunia II Rusia yang telah menjelma menjadi Uni Sovyet menjadi negara nomor satu di dunia bersaing dengan Amerika Serikat. Setelah kehabisan nafas dalam hal ekonomi akibat isu perang bintang, dekade 80an Uni Sovyet melemah. Pada saat yang sama merasuk ideologi Kapitalisme ke tubuh masyarakat Rusia. Tahun 1990 Uni Sovyet tumbang bersama ideologi Sosialis Komunisnya. Jadi, terkuburnya sebuah ideologi tidak sekedar mulai melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap ideologi tersebut, tetapi harus disertai dengan merasuknya ideologi baru ke tubuh masyarakat tersebut.</p>
<p><strong>Bagaimana cara mengakhiri sejarah Kapitalisme?</strong></p>
<p>Cara mengakhiri sejarah Kapitalisme adalah dengan dua cara. Yang pertama, menjelaskan kelemahan ideologi Kapitalisme sekaligus melemahkan negara yang mengembannya. Yang kedua, memasukkan ideologi Islam ke tubuh masyarakat yang memegang ideologi Kapitalisme. Saat ini negara-negara Kapitalis sedang melemah ekonominya, dan mulai hilang kepercayaan kepada sistem ekonominya. Namun yang melemah baru satu kakinya, yaitu liberalisme di bidang ekonomi. Adapun kaki-kaki yang lain seperti Hak Asasi Manusia, Demokrasi, dan Pluralisme masih tertanam kuat dalam pikiran masyarakat Kapitalis. Oleh karena langkah pertama yang harus dilakukan adalah menjelaskan kelemahan Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan Plurarisme ke para penganut ideologi Kapitalisme. Sembari langkah pertama dijalankan, dilakukan langkah kedua, yakni menjelaskan ideologi Islam ke tubuh masyarakat kapitalis. Harus dijelaskan bagaimana ekonomi Islam mampu menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi. Tidak hanya ekonomi Islam, tetapi seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam Islam juga harus dijelaskan. Insya Allah dengan cara inilah akan terjadi perubahan pemikiran dan perasaan di tubuh masyarakat kapitalis.</p>
<p><strong>Apakah Indonesia bisa lepas dari Kapitalisme?</strong></p>
<p>Indonesia sangat mungkin lepas dari Kapitalisme. Faktor yang menyebabkannya mudah lepas dari Kapitalisme adalah <strong><em>pertama</em></strong> walaupun Indonesia menerapkan aturan-aturan kapitalisme namun Indonesia hampir selalu dalam posisi korban kapitalisme. Yang mendapat keuntungan dengan diterapkannya Kapitalisme hanyalah segelintir penguasa dan segelintir pengusaha. Artinya rakyat Indonesia, baik golongan menengah ke bawah dan golongan menengah ke atas secara umum sudah muak dengan sistem Kapitalisme. Walaupun mereka tidak tahu dan tidak menyadari bahwa ini ulah sistem Kapitalisme. Yang mereka tahu dan rasakan hanyalah harga-harga naik dengan cepat, hajat hidup orang banyak banyak terabaikan, dan kehidupan yang semakin sulit. Rakyat kebanyakan pun masih jarang yang tahu apa itu Kapitalisme.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Yang Kedua</em></strong>, Faktor yang memudahkan Indonesia melepaskan Kapitalisme, karena dalam diri umat Islam Indonesia masih tersimpan ideologi Islam. Mungkin sebagian orang merasa aneh jika Islam dikatakan sebagai ideologi, karena di dalam Islam bentuk ideologi itu adalah iman dan amal shalih atau aqidah dan syariah. Nah aqidah Islam masih ada dalam tubuh umat Islam di Indonesia. Syariah Islam pun sebenarnya pernah diterapkan selama 10 abad oleh kesultanan-kesultanan Islam di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Hingga benteng terakhir umat Islam Indonesia, yakni Kesultanan Aceh Darussalam dikalahkan Belanda tahun 1904.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Yang Ketiga</em></strong>, banyaknya kelompok-kelompok dakwah Islam yang menjelaskan kebobrokan ideologi Kapitalisme dan menjelaskan penerapan Ideologi Islam.</p>
<p>Setidaknya, dari tiga faktor ini kemungkinan Indonesia lepas dari Kapitalisme sangat besar. Tinggal apakah kelompok-kelompok dakwah Islam ini semakin bergelora, ataukah kalah melawan penguasa dan pengusaha yang mendapat keuntungan dari diterapkannya Kapitalisme di Indonesia.</p>
<p><strong>Bagaimana peluang Sejarah Kapitalisme akan berakhir?</strong></p>
<p>Kapitalisme itu didasari oleh Kerakusan terhadap harta. Dan kerakusan itu cepat atau akan menghancurkan pemiliknya. Terlebih lagi jika kerakusan seseorang bertemu dengan kerakusan orang lain, yang terjadi adalah perseteruan hingga peperangan. Kehancuran Kapitalis akan bisa ditunda dengan kesepakatan para kapitalis, atau kelihaian seorang pemimpin negara mengambil kesempatan dalam krisis. Tahun 1929 ketika terjadi krisis keuangan hebat yang dipicu oleh merosotnya harga-harga saham di Wallstreet, Amerika Serikat ke titik terendah. Masa ini dikenal dengan nama The Great Depression. Amerika dan Eropa lesu menjelang sekarat. Kapitalisme sudah tidak diminati. Kemudian muncullah Presiden Roosevelt dengan idenya yang menyalahi ide Kapitalisme yang melarang negara turut campur terhadap ekonomi warga negaranya. Roosevelt membangun proyek-proyek pekerjaan umum, seperti bendungan raksasa, yang menyerap jutaan tenaga kerja sehingga rakyat kembali memegang uang. Sementara Inggris dan Perancis tetap lesu bahkan ketika harus menghadapi serbuan Jerman yang dipimpin Hitler. Roosevelt memanfaatkan Perang Dunia II untuk menggairahkan industri militer dan tahun 1944 berhasil memaksa Inggris dan Perancis menerima Dollar US sebagai mata uang standard melalui pertemuan di Bretton Woods.</p>
<p>Di awal abad ke-21 ini saya belum melihat adanya para pemikir kapitalis atau pemimpin-pemimpin kapitalis yang lihai. Oleh karena itu nampaknya negara-negara Kapitalis akan mengalami Krisis walaupun mereka masih memegang ideologinya.</p>
<p>Sejarah Kapitalisme akan berakhir jika Ideologi Islam mulai memasuki ranah pemikiran masyarakat kapitalis, atau jika negara-negara Kapitalis diserang oleh kekuatan negara lain yang ideologinya bukan ideologi Kapitalis. Barulah pada saat itu tamat riwayat Kapitalisme.[]</mce></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/tahun-2008-akhir-sejarah-kapitalisme/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bursa Efek Ambruk, Tanya Kenapa?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bursa-efek-ambruk-tanya-kenapa</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bursa-efek-ambruk-tanya-kenapa#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 00:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1625</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb
Hari Rabu, tanggal 8 Oktober 2008 kita dikejutkan dengan berita bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan seluruh perdagangan saham di BEI. Kita dengar juga Bursa-bursa efek di seluruh dunia juga gonjang-ganjing. Di Rusia juga sempat dihentikan. Kita jadi bertanya kenapa Bursa Efek sampai ambruk? GI-Online melakukan wawancara dengan Ir. Umar Abdullah, narasumber rubrik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb</em></p>
<p>Hari Rabu, tanggal 8 Oktober 2008 kita dikejutkan dengan berita bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan seluruh perdagangan saham di BEI. Kita dengar juga Bursa-bursa efek di seluruh dunia juga gonjang-ganjing. Di Rusia juga sempat dihentikan. Kita jadi bertanya kenapa Bursa Efek sampai ambruk? GI-Online melakukan wawancara dengan Ir. Umar Abdullah, narasumber rubrik Indahnya Ekonomi Islam di Majalah Udara Voice of Islam. Berikut petikannya:</p>
<p><strong>Sebelum kita membahas kenapa Bursa Efek Ambruk, barangkali perlu dijelaskan terlebih dahulu. Apa itu Bursa Efek?</strong></p>
<p>Bursa Efek adalah sebuah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek. Efek atau dalam bahasa Inggris disebut <em>security</em> adalah surat berharga yang bernilai serta dapat diperdagangkan. Efek bisa berbentuk saham, bisa juga berbentuk obligasi.<span id="more-1625"></span></p>
<p><strong>Berarti Bursa Efek dengan Pasar Saham itu sama?</strong></p>
<p>Ya. Secara umum Bursa Efek sama dengan Pasar Saham.</p>
<p>?<strong>Apa kegiatan di Bursa Efek?</strong></p>
<p>Kegiatan di bursa efek itu adalah pembelian dan penjualan efek, baik berupa saham maupun obligasi. Saham itu surat modal perusahaan, sementara Obligasi itu surat utang. Perusahaan-perusahaan yang ingin menjual sahamnya, mencatatkan sahamnya di bursa saham, lalu memperdagangkannya. Perusahaan yang memperdagangkan saham ini biasanya perusahaan yang sangat besar modalnya. Ia telah menerbitkan saham banyaknya sekali, misalnya ia menerbitkan 1 juta saham seharga US$ 100 juta.</p>
<p>Perdagangan dalam bursa hanya dapat dilakukan oleh seorang anggota yang disebut pialang saham atau <em>broker</em>. Sang pembeli saham disebut investor.</p>
<p>Penawaran pertama dari saham kepada investor dinamakan pasar perdana atau pasar primer, sedang perdagangan selanjutnya disebut pasar kedua atau pasar sekunder. Harga saham naik turun tergantung permintaan dan penawaran.</p>
<p>Pembelian saham dilakukan dengan kelipatan 500 lembar, biasa disebut dengan 1 lot. Mungkin kita berfikir bahwa, seorang investor akan membeli saham dengan harapan untuk mendapatkan bagi hasil keuntungan di akhir tahun yang biasa dikenal dengan nama deviden. Namun dalam kenyataannya, kebanyakan investor membeli saham? bukan untuk mendapatkan deviden, tetapi untuk mendapatkan keuntungan dari meningkatnya nilai saham yang dibelinya yang biasa dikenal dengan nama <em>capital gain</em>. Contoh sederhananya begini, sebuah saham dijual US$ 100. Kemudian para investor ini merekayasa pasar saham misalnya dengan isyu-isyu sedemikian rupa agar harga saham yang ia beli meningkat, misalnya menjadi US$ 102 meningkat lagi menjadi US$ 105, meningkat lagi menjadi US$ 109. Pada saat harga saham tersebut dirasa sudah cukup tinggi, maka segera dijual saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga ketika ia membeli dengan ketika ia menjual saham. Misalnya, seorang investor punya 10 ribu lembar saham, maka keuntungan yang ia peroleh US$ 9 X 10 ribu lembar saham = US$ 90 ribu. Kalo dikurskan ke rupiah dengan kurs US$ 1 = Rp 10 ribu, maka keuntungan yang didapat Rp 900.000.000. Keuntungan yang sangat besar yang diperoleh dalam waktu singkat.?</p>
<p>Demikian pula sebaliknya, ketika para investor ingin membeli saham dengan harga murah, maka mereka merekayasa pasar untuk menjatuhkan harga saham tersebut. Ketika harga saham tersebut sudah jatuh, langsung mereka beli. Begitu seterusnya. Perubahan harga-harga saham begitu cepat, dan memang inilah permainan sesungguhnya di bursa efek. Permainan para kapitalis, orang-orang yang mempunyai modal besar, baik uang sendiri maupun uang hasil pinjaman dari bank.</p>
<p><strong>Kenapa Bursa Efek ada?</strong></p>
<p>Bursa efek ini ada? karena ditopang oleh 3 sistem pokok dalam sistem perekonomian kapitalisme: 1. Sistem Perseroan Terbatas. 2. Sistem Perbankan Ribawi dan 3. Sistem Uang Kertas Inkonvertibel (flat money).</p>
<p>Sistem Perseroan Terbatas membuat para pembeli saham alias investor dengan mudahnya menjual dan membeli saham di pasar saham, tanpa perlu izin dari rekanan peseronya di perusahaan yang mereka miliki sahamnya. Karena memang target para investor ini hanya untuk mendapatkan keuntungan yang cepat dari naik turunnya harga saham. Ketika saham perusahaan yang mereka pegang harganya naik, mereka jual semua saham tersebut. Ketika harga sahamnya turun, mereka kembali membelinya.</p>
<p>Adapun peran perbankan ribawi adalah menyediakan dana pinjaman bagi para investor untuk bermain di pasar saham. Biasanya yang diprioritaskan dipinjami adalah para investor teman-teman mereka sendiri. Para investor ini bisa mendapatkan pinjaman berlipat-lipat dibanding dana yang mereka miliki sendiri. Misal, sebuah saham harga US$ 100 di pasar saham dibeli dengan dengan US$ 10 dari dana si investor dan US$ 90 dari pinjaman bank, ya tentu dengan riba. Masalah besar akan muncul, jika terjadi penurunan harga saham yang cukup drastis, misalnya turun hingga 20 %, sementara si investor tidak punya dana lagi untuk mengembalikan pinjaman ke bank. Akhirnya untuk menutupi kekurangan tersebut yang dilakukan adalah menjual sahamnya.</p>
<p>?</p>
<p>Tindakan ini akan menaikkan penawaran saham dan memerosotkan harga saham. Jika sejumlah investor menjual saham-saham mereka secara bersama-sama, maka harga-harga saham makin merosot, dan bisa mengakibatkan kegoncangan pasar saham. Kegoncangan pasar saham ini tentu membuat para investor semakin sulit mengembalikan pinjamannya ke bank. Jika masyarakat tahu hal ini maka kepercayaan masyarakat terhadap bank akan hilang. Yang terjadi kemudian adalah para penyimpan uang menarik uangnya secara besar-besar dari bank karena khawatir uang tabungannya tidak bisa ditarik kembali. Penarikan secara besar-besaran ini menyebabkan kas bank terancam terkuras. Masing-masing bank tidak mau lagi meminjamkan uang kasnya. Bank-bank terancam bangkrut karena tidak bisa mengembalikan semua uang penabung.</p>
<p>?</p>
<p>Pada saat itulah Bank Sentral, kalau di Indonesia bernama Bank Indonesia,? menerbitkan uang baru yang dapat disalurkan ke bank-bank yang hampir bangkrut tersebut untuk mengoreksi dampak-dampak kegoncangan pasar. Bank kemudian meminjamkan lagi uang ke para investor untuk meringankan beban mereka. Memang bank-bank dan para investor yang semuanya adalah orang-orang kaya akan terselamatkan, namun dampaknya akan mengenai masyarakat secara umum. Penerbitan uang baru oleh bank sentral artinya jumlah uang yang beredar bertambah banyak, sementara jumlah barang di masyarakat tetap. Sehingga terjadi penurunan nilai uang, dengan kata lain terjadi kenaikan harga barang, alias terjadi inflasi. Kualitas hidup masyarakat menjadi menurun. Misalnya dengan penghasilan Rp 1 juta per bulan selama ini cukup, karena harga-harga barang naik, penghasilan Rp 1 juta tidak cukup lagi.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Kenapa Bursa Efek ada di Indonesia?</strong></p>
<p>Sebenarnya bursa efek ini hanya ada di suatu negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalisme. Oleh negara-negara kapitalis adidaya, seperti Amerika Serikat, negeri-negeri Islam, seperti Indonesia, yang awalnya menolak kapitalisme sedikit demi sedikit menerima dan mengadopsi sistem ekonomi Kapitalisme. Dirayu-rayulah penguasa Indonesia saat itu untuk mendirikan bursa efek di Indonesia. Targetnya, agar terbuka kesempatan bagi para kapitalis Barat untuk berdagang saham di pasar saham, memasukkan modalnya ke Indonesia atau menarik modalnya dari Indonesia dengan mudah kapan saja mereka mau. Amerika Serikat berdalih semua ini akan dapat menggalakkan penanaman modal asing di Indonesia, di samping sebagai tuntutan globalisasi ekonomi masa kini.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Apa manfaat yang didapatkan masyarakat dengan adanya Bursa Efek?</strong></p>
<p>Sebenarnya yang memanfaatkan Bursa Efek itu hanya para kapitalis, orang-orang yang punya duit berkarung-karung, khususnya para kapitalis Barat. Biasanya pun para investor dalam negeri, karena kurang pintar bermain di pasar modal, kebanyakan juga merugi. Adapun untuk pembangunan di Indonesia, bursa efek juga tidak ada manfaatnya. Karena yang dicari oleh para investor asing ketika membeli saham,? bukanlah mencari deviden, sehingga uang pembelian saham bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengembangkan perusahaannya. Tetapi yang dicari oleh investor asing itu hanya Capital Gain. Mereka membeli saham perusahaan-perusahaan di Indonesia ketika harganya murah, kemudian menjualnya kembali semua saham tersebut ketika harganya naik.</p>
<p>?</p>
<p>Apalagi di masa resesi seperti sekarang ini ketika mereka membutuhkan dollar, mereka tidak segan-segan menjual rugi saham-saham perusahaan-perusahaan Indonesia yang mereka beli. Jadi untuk perusahaan-perusahaan yang menjual sahamnya pun bursa efek ini tidak berguna. Tidak ada sedikit pun manfaatnya untuk pertumbuhan sektor ekonomi riil, seperti industri dan perdagangan barang. Padahal sektor ekonomi riil inilah bisa kita rasakan manfaatnya secara riil pula. Jadi memang lebih baik Bursa Efek itu ditutup untuk selamanya.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Kenapa Bursa Efek Ambruk?</strong></p>
<p>Sebenarnya satu kata saja untuk penyebab Bursa Efek ambruk, yaitu &#8220;kerakusan.&#8221; Hanya saja memang kerakusan terhadap harta inilah yang menjadi ide dasar ekonomi kapitalisme. Kerakusan inilah yang akan menghancurkan mereka juga.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Apa Resiko yang diterima oleh masyarakat ketika Bursa Efek Ambruk?</strong></p>
<p>Sebenarnya yang terkena resiko paling berat ketika Bursa Efek Ambruk adalah para kapitalis, orang-orang super kaya. Mereka akan kehilangan harta dengan sangat cepat. Tidak hanya kehilangan harta, bahkan mereka terbebani hutang yang sangat besar. Dan ini sangat berat bagi mereka yang terbiasa bergelimang harta. Mereka akan sangat tertekan. Dan inilah yang terjadi di negara-negara Barat. Adapun di negeri-negeri yang tidak mengadopsi sistem ekonomi kapitalis, sebenarnya Bursa Efek Ambruk tidak berpengaruh sedikitpun terhadap ekonomi masyarakatnya. Masalahnya, Indonesia sudah terjebak mengadopsi sistem ekonomi kapitalisme, dengan bursa efeknya. Sehingga ketika Bursa Efek ambruk, yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia adalah kenaikan harga-harga barang. Kasihan masyarakat Indonesia, mereka tidak berbuat ulah, tetapi mereka harus menanggung akibatnya.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Bagaimana pandangan Islam tentang ambruknya Bursa Efek?</strong></p>
<p>Ambruknya Bursa Efek sebenarnya sesuatu yang sudah wajar terjadi, karena ide dasarnya adalah kerakusan terhadap harta. Sesama orang rakus akan saling menghabisi. Rasa kemanusiaan, apalagi halal dan haram sudah tidak ada lagi. Jadi bursa efek, bank ribawi, lembaga-lembaga perkreditan ribawi, perusahaan-perusahaan asuransi memang seharusnya ambruk, karena dasarnya sendiri keropos, bahkan cenderung tipu-menipu.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Bagaimana pandangan Islam tentang Bursa Efek, apakah kita diperbolehkan memanfaatkan bursa efek atau tidak?</strong></p>
<p>Sebagaimana saya sampaikan tadi, bursa efek ini ada? karena ditopang oleh 3 sistem pokok dalam sistem perekonomian kapitalisme: 1. Sistem Perseroan Terbatas. 2. Sistem Perbankan Ribawi dan 3. Sistem Uang Kertas Inkonvertibel. Yang ketiga sistem ini bertentangan dengan sistem ekonomi dalam Islam.? Oleh karena itu kita tidak diperbolehkan memanfaatkan bursa efek.</p>
<p>?</p>
<p><strong>Apa solusi agar krisis keuangan ini tidak melanda kita?</strong></p>
<p>Gunakan sistem ekonomi Islam sebagai sistem ekonomi yang mengatur negara dan masyarakat kita. Bagaimana caranya?</p>
<p>?</p>
<p>Pertama, hentikan sektor ekonomi non riil. Artinya, tutup bursa efek untuk selamanya. Tidak perlu takut dijauhi investor asing. Malah bagus jika investor tidak datang ke Indonesia. Percayalah bahwa mereka hanyalah serigala berbulu domba.</p>
<p>?</p>
<p>Kedua, konversi perusahaan-perusahaan yang melanggar syariat Islam menjadi perusahaan-perusahaan yang sesuai syariat Islam. Misalnya, sistem perseroan terbatas ganti dengan sistem perusahaan yang sesuai dengan syariat Islam, misalnya cara Inan, Abdan, Mudharabah, dan Wujuh. Kalo belum ngerti bagaimana perusahaan dalam Islam, yuk kita pelajari bersama.</p>
<p>?</p>
<p>Ketiga, hentikan praktek riba di sektor perbankan dan ganti dengan sistem permodalan cara Islam. Dengan bunga nol persen akan menggairahkan sektor riil. Kita pun akan rajin bekerja karena tidak menggantungkan penghasilan dari bunga bank.</p>
<p>?</p>
<p>Keempat, hentikan penggunaan dollar US untuk perdagangan luar negeri dan transaksi bisnis lainnya. Insya Allah itu akan mempercepat kehancuran AS karena inflasi di AS akan melangit. Gunakan mata uang-mata uang yang dijamin emas untuk transaksi dalam negeri dan luar negeri, karena mata uang semacam ini relatif stabil.</p>
<p>?</p>
<p>Kelima, gairahkan sektor riil, baik pertanian, industri maupun perdagangan. Beri kemudahan, jangan dipersulit.</p>
<p>?</p>
<p>Keenam, buang ke tong sampah peradaban, janji-janji kosong ekonomi kapitalis. Dan segeralah pelajari ekonomi Islam, lalu terapkan dengan penuh keimanan bahwa inilah jalan yang terbaik untuk kita. Yakin itu.</p>
<p>?</p>
<p>Mudah-mudahan krisis kapitalisme ini memberi pelajaran dan semakin menguatkan keyakinan kita, bahwa hanya aturan-aturan Allahlah yang layak diterapkan. Baik aturan dalam hal ekonomi maupun aturan-aturan kehidupan lainnya seperti aturan dalam pergaulan, peradilan, pendidikan, keamanan, politik luar negeri, kewarganegaraan, dan ketatanegaraan. Oleh karena itu, selamat datang sistem Islam, selamat datang sistem Khilafah. Sungguh, kami sangat membutuhkanmu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bursa-efek-ambruk-tanya-kenapa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ir. Umar Abdullah: &#8220;Kenaikan Harga Minyak Untungkan Para Kapitalis&#8221;</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ir-umar-abdullah-kenaikan-harga-minyak-untungkan-para-kapitalis</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/ir-umar-abdullah-kenaikan-harga-minyak-untungkan-para-kapitalis#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 07:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jibraan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/ir-umar-abdullah-kenaikan-harga-minyak-untungkan-para-kapitalis/</guid>
		<description><![CDATA[Harga minyak naik, masyarakat, khususnya golongan ekonomi menengah ke bawah, pasti menjerit. Tapi mungkin banyak yang tidak tahu. Kenapa harga minyak naik? Pemerintah selalu ngomong bahwa dengan naiknya harga minyak dunia subsidi semakin besar dan memberatkan APBN sehingga harus dipangkas. Kenapa bisa begitu?
GI-Online melakukan wawancara dengan Ir. Umar Abdullah, Direktur Media Islam Net dan juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/05/umara.jpg" title="umara.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/05/umara.thumbnail.jpg" alt="umara.jpg" align="right" /></a><em>Harga minyak naik, masyarakat, khususnya golongan ekonomi menengah ke ba</em><em>wah,</em><em> pasti menjerit. Tapi mungkin banyak yang tidak tahu. Kenapa harga minyak naik? Pemerintah selalu ngomong bahwa dengan naiknya harga minyak dunia subsidi semakin besar dan memberatkan APBN sehingga harus dipangkas. Kenapa bisa begitu?</em></p>
<p><em>GI-Online melakukan wawancara dengan Ir. Umar Abdullah, Direktur Media Islam Net dan juga narasumber rubrik Indahnya Ekonomi Islam dalam program Voice of Islam. Berikut petikannya.</em></p>
<p><strong>Harga minyak naik lagi. Kenapa hal ini bisa terjadi?</strong></p>
<p>Harga minyak yang harus dibayar masyarakat naik karena pemerintah tidak mau lagi mensubsidi harga minyak. Gambaran sederhananya begini, misalnya harga minyak jenis bensin di pasaran dunia ambil saja Rp 12.000/ liter sementara masyarakat membeli dengan harga Rp 4500/ liter. Karena pemerintah harus membeli bensin tadi dengan harga pasaran internasional, maka pemerintah <em>nomboki</em> Rp 7500/liternya. Berapa yang harus ditanggung pemerintah? Rp 7500 dikali berapa jumlah konsumsi masyarakat terhadap bensin itu dalam satu tahun. Untuk <em>nomboki</em> pemerintah harus nambah hutang baik melalui pinjaman luar negeri maupun pemerintah menerbitkan obligasi alias surat utang. Nah, jika hutang pemerintah semakin besar maka akan membuat defisit APBN semakin besar. Keuangan negara menjadi sangat tidak sehat, karena antara pendapatan dan pengeluaran jauh lebih besar pengeluarannya. Agar pengeluaran tidak terlalu besar maka subsidi bensin tadi dikurangi atau kalau perlu dicabut. Itulah yang membuat naiknya harga minyak yang dibayar oleh masyarakat.<span id="more-953"></span></p>
<p><strong>Pemerintah kita membeli minyak dengan harga pasaran internasional, berarti kita ini impor dong? Bukankah kita ini negara pengekspor minyak? </strong></p>
<p>Betul. NKRI ini memang aneh bin ajaib. Negara pengekspor minyak sekaligus pengimpor minyak. Bahkan impornya jauh lebih besar dari ekspornya. Gila kan? Memang dulu tahun 1962 ketika NKRI baru bergabung dengan OPEC bisa dikatakan kita termasuk negara pengekspor minyak yang cukup penting. Waktu itu produksi kita sekitar 1,6 juta barrel per hari, sedangkan konsumsi kita kurang dari 1 juta barrel per hari. Jadi masih ada yang bisa diekspor. Saat itu yang mengeksplor tenaga-tenaga ahli dari luar negeri. Waktu itu Bung Karno bilang, biar saja sekarang orang-orang asing itu yang menggarap minyak kita, nanti jika kita sudah punya banyak insinyur-insinyur, maka akan kita garap sendiri. Namun keadaan berubah, Bung Karno dijatuhkan oleh AS setelah menolak tunduk pada AS dengan mengatakan <em>Go to Hell with Your Aids</em>, kemudian AS mendudukkan Pak Harto sebagai penguasa di Indonesia. Sejak itu makin menjadi-jadilah kekayaan alam di Indonesia ini dirampok oleh bangsa-bangsa Asing, khususnya AS dan Eropa, termasuk kekayaan minyaknya. Keadaan ini berlanjut hingga kini. Penguasa-penguasa tidak lebih baik dibanding Pak Harto, bahkan cenderung semakin melemah terhadap tekanan kaum Kapitalis Asing. Pertamina yang seharusnya menguasai seluruh ladang dan kilang minyak, hanya menguasai sekitar 8 % saja. Sisanya yang sekitar 92 % dikuasai oleh Kapitalis Asing. Bahkan saat ini, 40 % saham Pertamina pun sudah dimiliki Asing, negara hanya memiliki 60 % saham Pertamina.</p>
<p>Pada saat yang sama, konsumsi minyak semakin bertambah. Jumlah masyarakat semakin bertambah, aktivitas yang menggunakan energi minyak juga makin beragam, sementara kemampuan Pertamina sebagai perusahaan milik negara sangat kecil. Kita punya minyak tapi <em>nggak</em> bisa pakai minyak sendiri, karena 90 % sudah dikuasai swasta asing. Akhirnya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, Pemerintah mengimpor minyak. Jadilah negara yang seharusnya sebagai pengekspor minyak malah menjadi negara pengimpor minyak.</p>
<p><strong>Apakah itu juga jawaban kenapa setiap kali terjadi kenaikan harga minyak di pasaran dunia, Indonesia bukannya gembira, malah sedih?</strong></p>
<p>Ya, tepat. Berbeda keadaannya dengan negara-negara Timur Tengah yang masih menjadi pengekspor minyak. Dengan kenaikan harga minyak di pasaran dunia, negara-negara di Timur Tengah menikmati keuntungan yang berlipat. Bahkan kabarnya sekarang mereka sedang merencanakan proyek-proyek raksasa. TKI yang diminta bukan lagi tenaga-tenaga sektor non-formal seperti PRT, tetapi tenaga-tenaga sektor formal.</p>
<p><strong>Berarti yang untung adalah para produsen minyak. Sementara yang buntung adalah para pengimpor minyak. Begitu?</strong></p>
<p>Ya betul. Yang sangat untung adalah para pemilik ladang dan kilang minyak. Lebih tepatnya pemiliki kilang minyak. Karena pemilik ladang minyak baru menghasilkan minyak mentah (<em>crude oil</em>) yang belum bisa digunakan dan memerlukan proses panjang melalui kilang minyak hingga siap dipakai. Nah, kilang-kilang minyak di dunia ini 60 persennya berada di negara-negara industri. Sebagian besarnya dimiliki oleh para kapitalis yang mempunyai perusahaan-perusahaan raksasa. Sebut saja: Chevron, ExxonMobil, ConocoPhilips, Texaco, BP, Shell, UNOCAL, Halliburton, dan lain-lain. Merekalah yang menguasai jalur pengolahan minyak dan produk-produk hasil olahan dari kilang minyak, seperti bensin, minyak diesel, avtur, minyak bakar, kerosen, parafin (minyak tanah), aspal dan lain-lain. Jelas, kenaikan harga minyak ini menguntungkan para kapitalis.</p>
<p><strong>Kalau tadi tentang harga minyak di Indonesia dinaikkan. Sekarang pertanyaannya, mengapa harga minyak internasional terus meningkat? Apa penyebabnya?</strong></p>
<p>Inilah yang sekarang cukup dipusingkan oleh banyak orang. Karena menurut hukum pasar semestinya harga tidak perlu naik. Kenapa? Permintaan atas minyak juga tidak terjadi kelonjakan. Begitu pun produksi minyak negara-negara penghasil minyak juga cenderung meningkat. Sehingga mestinya harga stabil. Sebelum ada gonjang-ganjing ini, yakni sebelum tahun 2004 harga minyak stabil di level 30 US $/ barrel. Namun sekarang sempat menembus 120 US $/barrel. Empat kali lipatnya. Harga saham perusahaan-perusahaan minyak pun akhirnya meningkat tajam. Nah saya menduga, bahwa ini ulah para spekulan, para kapitalis minyak yang sedang bermain mata untuk membuat opini dan <em>move-move</em> agar mereka meraup untung yang sebesar-besarnya. Dibuat opini yang membuat dunia khawatir. Ada opini bahwa minyak akan habis 45 tahun lagi sehingga harus ada penghematan. Mekanisme penghematan yang dipakai adalah dengan kenaikan harga. Ada opini Cina akan menyimpan minyak untuk penguatan diri menjadi superpower berikutnya sehingga untuk menghalangi Cina ada justifikasi harga minyak dibuat tinggi.</p>
<p><strong>Apakah para Kapitalis Minyak itu tidak kasihan terhadap masyarakat dunia akibat naiknya harga minyak ini?</strong></p>
<p>Kata kasihan sudah lama ditinggalkan dalam peradaban Kapitalisme. Siapa yang kuat dialah yang menang. Persetan dengan masyarakat, bahkan persetan dengan negaranya. Afghanistan diserang AS adalah untuk kepentingan minyak. Irak diserang AS adalah untuk kepentingan minyak. Apakah untuk kepentingan negara AS? Tidak! Tapi untuk kepentingan para kapitalis minyak pimpinan George Bush yang dilanjutkan oleh anaknya George Walker Bush yang siap memangsa minyak di kawasan Asia Tengah hingga Geogia, dan mengamankan penyaluran minyak ke Laut Tengah. Ekonomi negara AS carut-marut karena anggaran militer yang membengkak, tidak jadi perhatian para kapitalis. Ribuan prajurit AS mati di Irak, adalah angka yang tak meresahkan para kapitalis. Bahkan 3000 rakyat AS dikorbankan dalam tragedi 11 September 2001 agar George Walker Bush punya justifikasi menyerang Afghanistan pun juga tidak jadi soal.? Jadi jangankan mengasihani rakyat Indonesia, bangsanya sendiri pun bisa dikorbankan kalau perlu.</p>
<p><strong>Lalu apa yang harus dilakukan?</strong></p>
<p>Yang jelas, jangan pernah meminta belas kasihan para kapitalis itu. Yang harus kita lakukan adalah percaya pada Allah bahwa Allah akan menolong kita. Menolong kita dari makar para kapitalis itu. Syaratnya apa? Syaratnya kita harus jalankan apa yang diperintahkan Allah dan tinggalkan apa-apa yang dilarang Allah. Yakin jika kita melaksanakan itu, maka kita akan mendapatkan kekuatan dari Allah, kita akan mendapat kemuliaan dari Allah Swt.</p>
<p><strong>Bagaimana caranya?</strong></p>
<p>Yang pertama, jangan pernah taat dan patuh pada apa yang dinamakan sebagai sistem Kapitalisme. Sekali kita taat maka kita pasti akan terjebak dan Allah <em>Ta&#8217;ala</em> tidak akan menolong kita lagi. Jangan pernah takut menghadapi negara-negara kapitalis seperti AS, Inggris, Perancis, Jerman dan Rusia. Yang kita takuti hanyalah Allah Swt.</p>
<p>Yang kedua, terapkan syariat Allah dalam hal energi. Allah melalui RasulNya yang mulia telah mewahyukan tuntunan tentang energi. Rasulullah saw. bersabda: &#8220;Al-Muslimuuna syurakaa`u fiy tsalatsin: fil kalaa&#8217;i, fil maa&#8217;i wan naari.&#8221; Artinya: kaum muslimin itu berserikat dalam tiga perkara, dalam air, dalam padang gembalaan, dalam api. Tiga perkara ini, air, padang gembalaan dan api adalah energi-energi terpenting di masa Rasulullah saw., baik untuk manusia maupun untuk kendaraan yang saat itu masih hewan tunggangan seperti kuda dan unta. Nah, terhadap energi ini Islam menggariskan bahwa energi adalah milik bersama, tidak boleh ada satu pihak yang memonopoli kepemilikannya atau penggunaannya. Agar tidak terjadi kekacauan dan lebih tertib dalam pemanfaatannya, negara mewakili kaum muslimin, mengeksplorasinya, mengeksploitasinya dan mendistribusikannya ke seluruh warga negara. Sehingga sebagai contoh, minyak, maka negara harus menghentikan swasta, baik swasta dalam negeri apalagi Asing untuk menguasai ladang dan kilang minyak di Indonesia. Negara harus mengambil alih itu semua. Jangan pernah takut pada Kapitalis Asing. Mereka juga manusia. Kalau kita berani mereka akan takut.</p>
<p>Yang ketiga, distribusikan energi, misalnya minyak ke seluruh warga negara, jika masih lebih maka simpan untuk cadangan. Jika masih lebih juga maka boleh dijual ke luar negeri dengan harga pasaran internasional. Hasilnya dibagikan ke masyarakat dalam bentuk fasilitas umum dan keperluan-keperluan masyarakat lainnya.</p>
<p><strong>Apakah ada jaminan bahwa masalah kebutuhan energi ini bisa terselesaikan dengan cara itu?</strong></p>
<p>Yang menjamin adalah Allah. Allah SWT berfirman: &#8220;Walau anna ahlal quraa aaamanuu wat taqau lafatahna ?alaihim barakaatin minas samaa`i wal ardh wa lakin kadzdzabuu fa akhadznaahum bimaa kaanu yaksibuun.&#8221; Artinya, &#8220;Seandainya penduduk negeri percaya dan bertaqwa niscaya akan kami bukakan barakah dari langit dan dari bumi. Akan tetapi mereka mendustakan maka kami cabut (barakah tadi) karena perbuatan mereka itu.&#8221;</p>
<p>Jadi, jika kita percaya bahwa Allah Swt. sajalah yang tahu apa itu minyak dan bagaimana pemanfaatannya, lalu kita menjalankan sesuai dengan petunjuk dari sang pembuat minyak, maka minyak itu pasti berkah. Namun jika kita tidak percaya kepada Sang pembuat minyak, lalu kita manfaatkan minyak tadi dengan akal kita sendiri, apalagi dengan akal kapitalistik, maka keberkahan minyak itu akan hilang. Yang ada tinggal bencana. <em>Naudzu billahi min dzalik.</em></p>
<p>Jadi jika kita lebih percaya kepada Kapitalisme daripada Syariat Islam, lebih takut kepada para Kapitalis daripada kepada Allah <em>azza wa jalla</em>, maka tunggu saja bencana-bencana berikutnya sudah menanti kita. Namun jika kita campakkan Kapitalisme ke tong sampah peradaban, kita remehkan gertakan Kapitalis cinta dunia dan takut mati itu, maka Allah Swt. akan melindungi kita, akan mencintai kita, dan akan memberikan kita keberkahan-keberkahan yang belum pernah kita bayangkan. Yakin itu. <strong>[GI-Online]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/ir-umar-abdullah-kenaikan-harga-minyak-untungkan-para-kapitalis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bimbingan Belajar BTA Bogor</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bimbingan-belajar-bta-bogor</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bimbingan-belajar-bta-bogor#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 02:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/bimbingan-belajar-bta-bogor/</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan Lebih Baik untuk Kehidupan Lebih Baik
Bimbingan belajar kini banyak banget ya, masing-masing pengelolanya punya kiat khusus buat menjaring siswa yang akan belajar di tempat bimbingan belajaranya. Maklumlah, hal itu dilakukan untuk bisa survive di tengah persaingan lembaga sejenis.
Salah satu bimbingan belajar di kota Bogor yang lumayan gencar dengan bikin gebrakan event-event besar adalah BTA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendidikan Lebih Baik untuk Kehidupan Lebih Baik</strong></p>
<p><a title="cimg0529.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/cimg0529.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/cimg0529.jpg" alt="cimg0529.jpg" align="right" /></a>Bimbingan belajar kini banyak banget ya, masing-masing pengelolanya punya kiat khusus buat menjaring siswa yang akan belajar di tempat bimbingan belajaranya. Maklumlah, hal itu dilakukan untuk bisa survive di tengah persaingan lembaga sejenis.</p>
<p>Salah satu bimbingan belajar di kota Bogor yang lumayan gencar dengan bikin gebrakan event-event besar adalah BTA Group. &#8220;Ini cabang pertama lho di luar Jakarta,&#8221; kata Saftananingrat, direktur BTA Group Bogor kepada GI. Oya, BTA Bogor tuh di Jl. Sawojajar, Cibalok 6 Bogor.</p>
<p>Kalo mo dirunut sejarahnya nih, BTA ternyata udah lama banget malang melintang di dunia persilatan, eh, pendidikan dengan mengelola bimbingan belajar. Tepatnya sih, BTA ini didirikan pada tahun 1979 dan diresmikan berdasarkan berita acara No. 43 tanggal 29 Mei 2001 dan SK No. 87 Tahun 2001 yang diprakarsai oleh Alumni SMA 8 angkatan 1972 dan 1978. Pada awalnya, kegiatannya hanya di SMA 8 Jakarta, namun sejak tahun 1988 mulai mengadakan kerjasama dengan berbagai SMA lain di Jakarta. Saat ini memiliki ribuan siswa yang berada di kawasan Jabodetabek. BTA Bogor sendiri, saat ini sudah menjalin kerjasama dengan Sekolah SBI Madania dan SMA Labschool Cinere.<span id="more-861"></span><!--more--></p>
<p><a title="dscn0121.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/dscn0121.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/dscn0121.thumbnail.jpg" alt="dscn0121.jpg" align="left" /></a>Visi BTA Bogor, adalah pendidikan lebih baik untuk kehidupan lebih baik. Sementara misinya adalah Merangsang intelegensi siswa dengan memberikan pemahaman secara mendalam, menyeluruh dan cemerlang. Caranya, dengan melakukan: Review dan testing; Menjadikan proses belajar yang interaktif, kritis dan dinamis; Menggali kerjasama dengan orangtua/wali siswa untuk berperan serta dalam memajukan prestasi siswa. Terus yang nggak kalah keren adalah mottonya, BTA Bogor punya motto: Fikrul Mustanir. Menurut Saftananingrat, Direktur BTA Bogor, &#8220;Ini artinya berpikir mendalam, menyeluruh, dan cemerlang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Selain memberikan kelas reguler, yakni bimbingan belajar dengan model siswa mengunjungi tempat belajar, yakni di kantor BTA, kami juga menyedikan kelas privat dengan mendatangi rumah siswa yang bersangkutan, ini sesuai pilihan mereka,&#8221; papar Saftananingrat lebih lanjut.<a title="cimg0550.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/cimg0550.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/cimg0550.thumbnail.jpg" alt="cimg0550.jpg" align="right" /></a></p>
<p>Waduh, lumayan terbantu juga kali ya kalo sampe belajar privat di rumah sendiri dan gurunya bisa diminta datang ke rumah kita. Asyik bener. Oya, belajar langsung dengan mengunjungi langsung ke tempat belajar di kantor BTA juga nggak kalah seru, selain bisa kenalan sama teman lain dari sekolah lain, kita juga bisa punya pengalaman gimana &#8220;suka-dukanya&#8221; mendatangi tempat ilmu. Pokoknya asyik dan seru deh! Perlu kamu ketahui bahwa perkelas dalam kelompok belajar dibatasi maksimal 10 orang, lho. &#8220;Ini dimaksudkan untuk memaksimalkan proses belajar mengajar dan supaya lebih fokus untuk mendapatkan hasil maksimal,&#8221; ujar Saftananingrat menambahkan.</p>
<p>Hmm.. cukup keren juga nih. <em>So</em>, nggak ada salahnya kalo kamu mo coba ikut bimbingan belajar di BTA. Siapa tahu memang cocok buat kamu. <em>Enjoy!</em> <strong>[GI]</strong></p>
<p>===========</p>
<p><strong>Program Unggulan Bimbingan Belajar BTA Bogor</strong></p>
<p><a title="dscn1096.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/dscn1096.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/dscn1096.thumbnail.jpg" alt="dscn1096.jpg" align="left" /></a>Demi memenuhi visi dalam menjadikan pendidikan lebih baik untuk kehidupan lebih baik, Bimbingan Belajar BTA Bogor memiliki beberapa program yang diharapkan bisa menjadi program unggulan untuk menghasilkan siswa unggulan di kelasnya. Beberapa di antaranya:</p>
<ol type="1">
<li>Program      Persiapan Total UN (SMA &amp; SMP), UAS (SD)</li>
</ol>
<p>Kelas VI SD dan IX SMP, meliputi 2 tahap kegiatan :</p>
<p>Semester 1? : mempelajari materi dan latihan soal kelas VI SD atau IX SMP</p>
<p>Semester 2 : mempelajari materi dan latihan soal semester 2 dan UN 5 tahun yang lalu.</p>
<p>Materi ??? ??? : Matematika, IPA, IPS, B. Indonesia, B. Inggris, Agama Islam, PPKN</p>
<p>Target: Siswa lulus dengan nilai raport yang memuaskan, menjadi juara kelas dan diterima di SMP/SMA Unggulan.</p>
<p>Program dimulai akhir bulan Juli, dengan pertemuan 3x/minggu @ pertemuan : 120 menit</p>
<p>Kelas XII SMA, meliputi 2 tahap kegiatan :</p>
<p>Semester 1 : mempelajari materi dan latihan soal kelas X dan sebagian kelas XI.</p>
<p>Semester 2 : mempelajari materi dan latihan soal kelas XI dan kelas XII.</p>
<p>Materi : IPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, B. Indonesia, dan B. Inggris).</p>
<p>IPS (Matematika Dasar, B. Indonesia, B. Inggris, Ekonomi, Sosiologi-Antropologi, Sejarah, Geografi).</p>
<p>Target: Siswa lulus dengan nilai raport yang memuaskan, lulus UN dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri favorit.</p>
<p><a title="dscn1951.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/dscn1951.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/dscn1951.thumbnail.jpg" alt="dscn1951.jpg" align="right" /></a>Program dimulai akhir bulan Juli, dengan pertemuan 3x/minggu @ pertemuan : 120 menit</p>
<ol type="1">
<li>Program      Pendalaman Materi (kelas I-V SD, kelas VII &#8211; VIII SMP, kelas X &#8211; XI SMA)</li>
</ol>
<p>Mempelajari dan latihan soal sesuai dengan kurikulum sekolah.</p>
<p>Target: Siswa naik kelas dengan nilai sangat memuaskan dan menjadi juara kelas</p>
<p>Program dimulai akhir bulan Juli, dengan pertemuan 3x/minggu @ pertemuan : 120 menit</p>
<ol type="1">
<li>Program Kelas Khusus      Kedokteran</li>
</ol>
<p>a) Jumlah KBM lebih banyak (khususnya untuk pelajaran Kimia &amp; Biologi yang berkaitan dengan Kedokteran</p>
<p>b) Kuliah umum satu bulan satu kali</p>
<p>c) Pengarahan mengenai fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) oleh Dekan FKUI</p>
<p>d) Kunjungan ke Fakultas Kedokteran UI</p>
<p>Target : Diterima di Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Negeri (PTN)</p>
<ol type="1">
<li>Program UM &#8211; UGM</li>
</ol>
<p>Latihan soal-soal UM &#8211; UGM tahun lalu dan latihan dengan variasi soal sesuai dengan materi UM &#8211; UGM.</p>
<p>Target : diterima lewat jalur UM &#8211; UGM</p>
<p>Program dimulai awal bulan Februari s.d bulan April, dengan pertemuan 2x/minggu @ pertemuan : 120 menit</p>
<ol type="1">
<li>Program Intensif SPMB</li>
</ol>
<p>Latihan soal-soal SPMB.</p>
<p>Target : Siswa lulus Perguruan Tinggi Negeri favorit.</p>
<p>Program dimulai seminggu setelah US/UN sampai dengan awal Juli, dengan pertemuan 5 hari dalam seminggu @ 2 kali pertemuan/hari @ pertemuan : 120 menit</p>
<p><strong>Fasilitas Belajar</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3>SD &amp; SMP</h3>
<p>1.Modul Belajar lengkap dan sistematis.</p>
<p><a title="cimg0543.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/cimg0543.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/04/cimg0543.thumbnail.jpg" alt="cimg0543.jpg" align="left" /></a>2. Kurikulum dirancang sesuai kebutuhan.</p>
<p>3. Pengajar dari PTN terkemuka (IPB, UI, UGM, UNPAD, UNJ dan PTN lainnya.)</p>
<p>4. Setiap Try Out di BTA adalah : &#8220;Try Out yang sebenar-benarnya Try Out&#8221;, Tipe soal, jumlah soal, Lembar Jawaban Komputer (LJK) dan waktu yang sama.</p>
<p>5. Sistem pelaporan perkembangan siswa.</p>
<p>6. Waktu belajar dan konsultasi lebih banyak.</p>
<p>7.<em> Training motivation</em> atau Quantum Learning.</p>
<p>8. Ruang belajar full AC.</p>
<h3>SMA</h3>
<p>1. Modul soal lengkap dan sistematis.</p>
<p>2. Pola try Out di <strong><em>BTA</em></strong> :</p>
<p>3. Setiap try out di<strong><em> BTA</em></strong> adalah : &#8221; Try out yang sebenar-benarnya Try Out&#8221;, tipe soal, jumlah soal, lembar jawaban computer (LJK)-mesin Opscan seperti pada SPMB sesungguhnya.</p>
<p>4. Panduan Nilai Batas Aman (NBA) sebagai alat Bantu pemilihan jurusan dan pembekalan strategi SPMB, akan mengetahui jurusan yang dapat dipilih sesuai dengan perkembangan belajar dan nilai try out selama mengikuti program.</p>
<p>5. konsultasi di luar jam belajar.</p>
<p>6. Hasil try out dirangking bersama ribuan siswa/i <strong><em>BTA</em></strong> di seluruh cabang.</p>
<p>7. Talk show studi pasca SMA &#8220;Sukses UN&#8230; PTN Oke!&#8221;.</p>
<p>8. Pengarahan Teknis SPMB, berupa Audio Visual yang sangat menarik sehingga siswa terhindar dari kesalahan teknis (Bukti bahwa <strong><em>BTA</em></strong> memperhatikan aspek akademis dan teknik).</p>
<p>9. Ruang belajar Full AC.</p>
<p>Semoga informasi ini semakin melengkapi dan membantu untuk memutuskan pilihanmu.<em> </em>Semangat! <strong>[GI]</strong></p>
<p>===========</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bimbingan-belajar-bta-bogor/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grup Nasyid Ar-Rijal: Bikin Grup Nasyid, Yuk!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/grup-nasyid-ar-rijal-bikin-grup-nasyid-yuk</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/grup-nasyid-ar-rijal-bikin-grup-nasyid-yuk#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 17:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/grup-nasyid-ar-rijal-bikin-grup-nasyid-yuk/</guid>
		<description><![CDATA[by : anto arRijal
Geliat kebangkitan Islam sudah mulai terasa. Di berbagai lini kehidupan, aktivitas yang bernafaskan Islam kini amat mudah ditemukan. Salah satunya adalah perkembangan musik Islami yang saat ini lebih kita kenal dengan istilah nasyid. Jenis musik yang sedang digandrungi oleh para remaja muslim, tidak hanya di seantero Asia Tenggara tapi mulai merambah juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by : anto arRijal</p>
<p><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/arrijal3.thumbnail.jpg" alt="arrijal3.jpg" style="float: left; margin-right: 0.5em" /><em>Geliat kebangkitan Islam sudah mulai terasa. Di berbagai lini kehidupan, aktivitas yang bernafaskan Islam kini amat mudah ditemukan. Salah satunya adalah perkembangan musik Islami yang saat ini lebih kita kenal dengan istilah nasyid. Jenis musik yang sedang digandrungi oleh para remaja muslim, tidak hanya di seantero Asia Tenggara tapi mulai merambah juga ke manca negara ini, berkembang pesat dari tahun ke tahun, baik dari segi kuantitas munsyid (orang yang bernasyid) yang terus bermunculan, maupun dari segi kualitas performance tim nasyid yang semakin menunjukkan profesionalitasnya dalam bermusik. Tentu saja kehadiran begitu banyak tim nasyid ini tidak lain sebagai salah satu sarana mensyiarkan Islam lewat syair. Lalu, apa sebetulnya yang dimaksud dengan nasyid? Dan bagaimana tips-tips untuk membuat sebuah tim nasyid yang solid? Kita akan langsung berbincang dengan para personil salah satu grup nasyid berprestasi dari Kota Hujan Bogor. Ini dia grup nasyid arRijal &#8230;</em><span id="more-775"></span></p>
<p><em>?</em></p>
<p><em>(arRijal langsung menyambut dengan satu bait nasyid ciptaannya, yang berjudul &#8220;Assalaamu&#8217;alaykum&#8221;&#8230;)</em></p>
<p><em>?</em></p>
<p><strong>Bisa diperkenalkan terlebih dahulu apa dan siapa arRijal itu?</strong></p>
<p><strong>arRijal</strong> adalah nama sebuah grup nasyid yang kami ambil dari bahasa arab yang berarti laki-laki. Dalam sebuah ayat Al-Quran juga ada, disebutkan <em>&#8220;arrijaalu qowwamuuna &#8216;ala an-nisaa..&#8221;, </em>laki-laki itu adalah pemimpin para wanita. Tapi sebetulnya arRijal adalah singkatan dari <strong>A</strong>nak <strong>R</strong>emaja <strong>R</strong>ajin <strong>I</strong>badah, <em>Insya Allah</em>, <strong>J</strong>ago <strong>A</strong>ransemen <strong>L</strong>agu. Kalau sama Kang Oleh Solihin, yang penulis buku remaja itu, nama kita sering ditambahin dengan kata <strong>Simatupang. </strong>Bukan nama marga, lho. Karena kita semua &#8216;USA&#8217;, bukan United States of America, tapi <em>Urang Sunda Asli.</em> Jadi deh kita sering dikenal dengan sebutan <strong>arRijal Simatupang </strong>alias <strong>arRijal Si</strong>ap <strong>Ma</strong>nggung <strong>Tu</strong>nggu <strong>Pang</strong>gilan. Hehehe&#8230;</p>
<p>Dari pertama kali dibentuk personilnya sudah beberapa kali ganti. Untuk formasi terakhir arRijal diperkuat oleh <strong>8 orang personil</strong>, yaitu : <strong>Ahmad Subadri</strong> (Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor) di posisi Vocal Utama, <strong>Abdul Malik</strong> (Mahasiswa Universitas Indonesia) di posisi Vocal II, <strong>Anto Apriyanto</strong> (Mahasiswa Universitas Terbuka UPBJJ Bogor &amp; Universitas Ibn Khaldun Bogor) di posisi Bass, <strong>Muhammad Sanusi</strong> di posisi Vocal III, <strong>Ahmad Haeroni</strong> (Mahasiswa Akademi Kimia Analis Bogor) di posisi Vocal IV, kemudian <strong>Muhammad Zacky</strong> (Mahasiswa Universitas Bina Nusantara Jakarta), <strong>Niko Nurmansyah</strong> (Karyawan PT. Cipta Usaha Bersama Bogor), dan <strong>R. Irsan Nurgozali</strong> (Mahasiswa Institut Pertanian Bogor), di posisi Backing Vocal.</p>
<p>Dalam bernasyid kami memilih jenis musik nasyid <em>acapella, </em>yaitu bernyanyi dengan iringan suara alat musik mulut.</p>
<p><strong>Apa sih yang dimaksud dengan nasyid?</strong></p>
<p>Istilah <em>nasyid</em> menurut masyarakat Indonesia adalah kata ganti dari kata <em>qasidah</em> sebagaimana yang dipahami di daerah Sumatera dan Kalimantan. Bahkan di daerah-daerah lain ada yang menyebutnya <em>Tagoni</em>, <em>Samrahan</em> dan sebagainya. Namun jika ditinjau dari bahasa Arab <em>nasyid</em> berasal dari kata <em>nasyada</em> yang berarti membangkitkan, memberikan semangat, meneriakkan dan lain-lain.</p>
<p>Jadi, nasyid bisa dikatakan sebagai salah satu seni Islam dalam bidang seni suara yang merupakan nyanyian yang mengandungi kata-kata nasihat, kisah para nabi, memuji Allah, dan yang sejenisnya.</p>
<p>Kami menyebut nasyid sebagai musik alternatif. Ditengah terjangan hingar bingar musik-musik yang bisa membuat kita jauh dari nilai-nilai Islam, kami berharap kehadiran nasyid bisa menjadi oase di tengah kering dan tandusnya padang pasir, menyadarkan umat manusia untuk kembali ke jalan yang benar.</p>
<p>Tujuannya jelas untuk membangkitkan <em>ghirah</em> (semangat) umat manusia untuk lebih mendekatkan diri dan mencintai Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan ajaran Islam secara <em>kaaffah </em>(totalitas) serta universal.</p>
<p><strong>Bagaimana sejarah singkat nasyid sampai ada dan berkembang sampai sekarang, termasuk ke Indonesia?</strong></p>
<p>Sesungguhnya istilah <em>nasyid</em> telah muncul dalam kebudayaan Islam sejak abad 3 Hijriyah atau 9 Masehi. Dan terus berkembang dari masa ke masa. Menurut sejarah, nasyid dipercaya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Syair <em>thola&#8217;al badru &#8216;alaina</em>, yang artinya telah muncul rembulan di tengah kami, yang kini kerap dinyanyikan oleh tim qosidah, marawis, atau tim nasyid, adalah syair yang dinyanyikan kaum muslimin saat menyambut kedatangan Rasulullah SAW ketika pertama kali hijrah ke Madinah. Nasyid kemudian berkembang seiring dengan situasi dan kondisi saat itu. Misalnya nasyid di Timur Tengah yang banyak mengumandangkan pesan jihad maupun perlawanan terhadap imperialisme Israel lebih banyak dipengaruhi oleh situasi politik yang ada saat itu.</p>
<p>Nasyid masuk ke Asia Tenggara termasuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya ajaran Islam yang dibawa oleh para pendakwah Islam utusan Khilafah Utsmani saat itu.</p>
<p>Di Indonesia, nasyid mulai berkembang pada dekade awal tahun 1970-an dengan bermunculannya grup-grup Qasidah Gambus yang kemudian disusul oleh Qasidah Rebana, Qasidah Pop, Qasidah Dangdut, Nasyid <em>Acapella</em> dan Non-<em>Acapella</em>, sampai Marawis. Pada awalnya yang dinyanyikan adalah syair-syair asli berbahasa Arab. Namun akhirnya berkembang dengan adanya nasyid berbahasa Indonesia dan dengan tema yang semakin luas, tidak hanya tema syahid dan jihad saja. Kemudian terus berkembang hingga sekarang.</p>
<p><strong>Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap nasyid?</strong></p>
<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/arrijal-live-on-stage2.jpg" title="arrijal-live-on-stage2.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/arrijal-live-on-stage2.thumbnail.jpg" alt="arrijal-live-on-stage2.jpg" align="right" /></a>Nasyid merupakan salah satu cabang ilmu <em>handasat al-Aswat</em> (seni suara). Para ulama menjelaskan bahwa hukumnya <em>mubah</em> (boleh). Bukan sunnah, apalagi wajib. Namun harus diingat, dalam sebuah kaidah <em>Ushul Fiqh </em>disebutkan : <em>&#8220;al-ashlu fil af&#8217;al at-taqoyyadu bil hukmil syar&#8217;i.&#8221; </em>Hukum asal suatu perbuatan harus terikat pada hukum syara&#8217;. Maka merujuk kaidah tersebut jelas bahwa ketika bernasyid kita harus senantiasa berpedoman pada hukum syara&#8217;. Dari mulai materi lirik lagu, cara menyanyikan lagu, tempat bernasyid, kostum, hingga niat bernasyid, semua harus sesuai dengan hukum syara&#8217;. Kemudian, memang ada perbedaan pendapat di kalangan Ulama mengenai penggunaan alat-alat musik seperti gitar, tetapi sekali lagi harus kita pahami masalah nasyid ini hanya masalah <em>furu&#8217; </em>(cabang), bukan masalah <em>ushul </em>(utama). Yang terpenting adalah sejauh mana peran atau fungsi nasyid itu sendiri mensyiarkan Islam. Maka buat kami, arRijal, lebih <em>enjoy </em>untuk bernasyid dengan mulut alias <em>acapella, </em>untuk menghindari perbedaan pendapat tersebut.</p>
<p>Sebetulnya nasyid juga telah menjadi media untuk melestarikan da&#8217;wah secara hikmah. Hal ini selaras dengan maksud Firman Allah dalam Surah an-Nahl ayat 125 :</p>
<p><em>&#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221;</em></p>
<p><a title="ftn174" name="ftn174"></a>Hikmah boleh ditafsirkan dengan perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang <em>haq</em> dengan yang <em>bathil</em> atau kata-kata yang lembut, tidak dilakukan secara paksaan dan tidak terkecuali menggunakan kata-kata berseni dan lagu yang mendamaikan jiwa, yang memberi kesan mendalam kepada jiwa manusia. Malah, bantahan dan kritikan sekali pun boleh disampaikan dalam bentuk seni. Hal ini amat selaras dengan kehidupan masyarakat Melayu yang turut menghasilkan syair dan pantun dengan tujuan kritikan tajam.</p>
<p><em>(Jeda dialog, diisi dengan satu penampilan&#8217;live&#8217; nasyid dari arRijal.)</em></p>
<p><strong>?</strong></p>
<p><strong>Kembali ke arRijal, bagaimana ceritanya sampai bisa terbentuk grup nasyid arRijal ini?</strong></p>
<p>Sebelum terjun ke dunia ?pernasyidan&#8217;, masing-masing dari kita hampir mempunyai latar belakang yang sama, yaitu personil band. Jadi, jiwa seni musik itu seolah telah mengalir dalam tubuh kita (cie..). Kebetulan Ahmad Subadri memang mantan vokalis band. Anto mantan drummer dan gitaris, satu band dengan Ahmad Subadri. Abdul Malik adalah mantan penyanyi yang sering menjadi juara dalam setiap festival. Sanusi juga mantan gitaris. Ini terjadi saat kami dulu masih duduk di bangku SMP. Ceritanya, itu waktu kami masih jahiliyah. Ketika di SMA, karena intens sering bersentuhan dengan para aktivis Rohis (kerohanian Islam), akhirnya kami tersadarkan bahwa menjadi musisi band itu lebih banyak <em>mudharat</em>nya ketimbang manfaatnya. Jadilah, kami berhenti dari aktivitas <em>nge</em>-band, bukan ngaben, lho. Setelah itu kami mulai aktif di kegiatan Rohis yang berlanjut hingga sekarang. Sebagai alternatif penyaluran hobby dalam bermusik maka akhirnya waktu itu <strong>Anto, Ahmad, Zacky, Irsan</strong>, ditambah Usman, Iman, dan Erik (sudah keluar, red) sepakat untuk membentuk grup nasyid dengan nama &#8220;arRijal&#8221;. Terinspirasi dari Raihan, Snada, dan Gradasi. Itu terjadi sekitar akhir tahun 2001. Tahun berikutnya bergabunglah <strong>Abdul Malik </strong>dan<strong> Sanusi</strong>.</p>
<p>Dari situ akhirnya arRijal mulai intens berlatih dan alhamdulillah beberapa kali menjuarai <em>event</em> festival nasyid baik tingkat kota, kota dan kabupaten, maupun se wilayah JaDeBoTaBek (Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi). Dalam perjalanannya, kami mengalami beberapa kali ?bongkar pasang&#8217; personil. Selain Usman, Erik, Iman, masih ada Abdurrahman Hakim, Ahmad Iskandar, dan Ardiansyah, yang pernah memperkuat arRijal, namun akhirnya memilih ?hengkang&#8217; dari arRijal.</p>
<p>Tahun 2006, alhamdulillah, arRijal mendapatkan dua personil baru, yaitu Ahmad Haeroni dan Niko. Sehingga tidak terasa dalam rentang waktu <strong>6 tahun</strong> ini arRijal masih bisa bertahan dengan <strong>formasi personil lengkap 8 orang</strong>.</p>
<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/anto-zacky-malik-roni-icank-uci-ahmad-niko2.jpg" title="anto-zacky-malik-roni-icank-uci-ahmad-niko2.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/anto-zacky-malik-roni-icank-uci-ahmad-niko2.thumbnail.jpg" alt="anto-zacky-malik-roni-icank-uci-ahmad-niko2.jpg" align="left" /></a>Kemudian yang tidak bisa kami lupakan adalah peran orang-orang terdekat kami yang mendorong arRijal agar tetap eksis, yaitu <strong>KH. Drs. Tatang Mukhtar</strong>, guru kami di Pondok Pesantren Miftahul Falah Bogor, <strong>KH. Muhammad Khoir Harry Moekti</strong> atau yang sering kami panggil <em>Abi</em>, mantan artis dan vokalis grup band &#8220;Adegan&#8221; yang kini menjadi da&#8217;i paling energik. Beliaulah yang selalu membimbing kami dalam melatih nada dan meluruskan niat bernasyid. Juga kakak-kakak kami <strong>Kang Krisyanto</strong>, mantan vokalis band rock <strong>&#8220;Jamrud&#8221;</strong>, dan <strong>Kang Ricky Teddy</strong> <strong>&#8220;Jamrud&#8221;</strong>, yang banyak memberi <em>support </em>dan inspirasi berharga bagi kami.</p>
<p>Sekarang kami sedang mempersiapkan materi serta aransemen lagu untuk album perdana kami yang <em>Insya Allah </em>akan diisi duet juga dengan Kang Krisyanto Jamrud, Kang Ricky Teddy Jamrud, serta Ust. Harry Moekti. Do&#8217;akan saja mudah-mudahan akhir tahun 2008 bisa kelar. <em>Insya Allah, amin.</em></p>
<p><strong>Prestasi apa saja yang pernah diraih? Juga barangkali suka dukanya?</strong></p>
<p>arRijal pernah menjadi Juara I Lomba Nasyid Tingkat SMA se-Kota Bogor, tahun 2002. Juara I Lomba Nasyid Tingkat SMA se-Bogor Raya, di tahun yang sama. Juara II Lomba Nasyid Tingkat SMA se-Kota Bogor, tahun 2003, dan Juara II Lomba Nasyid se-Jadebotabek, tahun 2004.</p>
<p>Selain itu kami seringkali diundang dalam berbagai <em>event</em> keIslaman, seperti seminar, tabligh akbar, wisuda, pernikahan, dan lain-lain. Puncak prestasi kami adalah ketika kami diminta menjadi pengisi acara pada Konferensi Khilafah Internasional yang dihadiri 100.000 lebih massa dari dalam maupun luar negeri di Jakarta Agustus 2007 kemarin yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia.</p>
<p>Suka duka yang dialami banyak sekali. Walaupun memang lebih banyak dukanya. Tapi kami tetap <em>enjoy, </em>karena bagi kami nasyid adalah hobby. Bukan aktivitas utama, karena aktivitas utama kami adalah sebagai pengemban da&#8217;wah Islam Ideologis. Jangan sampai nasyid dikomersilkan sebagai sumber <em>ma&#8217;isyah </em>(nafkah). <em>Na&#8217;udzu billahi min dzalik.</em></p>
<p><em>?</em></p>
<p><strong>Mengapa arRijal memilih <em>acapella </em>sebagai cara untuk menyanyikan nasyid?</strong></p>
<p><em>Acapella</em> itu kan menyanyikan lagu dengan iringan suara musik yang berasal dari mulut. Bagi kami, inilah cara yang paling mudah dan murah untuk bermusik nasyid. Tidak perlu repot-repot membeli, menyewa, atau meminjam alat musik ketika akan bernasyid. Tinggal tentukan nada dasar lagu, membagi variasi <em>backing </em>suara, sudah bisa bernasyid dimana pun dan kapan pun. Tapi memang membutuhkan banyak personil yang bisa menirukan suara alat musik yang berbeda setiap orangnya. Agar terkesan hidup dan bervariatif. Minimal dengan 4 orang personil, sudah bisa bernasyid <em>acapella.</em></p>
<p>Selain itu cara ini kami tempuh untuk membidik pasar remaja yang suka jenis musik unik dan kreatif. Karena mudah untuk memainkannya, kami berharap mudah-mudahan para remaja bisa mulai mencintai seni nasyid Islami yang dilanjutkan kemudian dengan mencintai ajaran Islam serta tidak lupa mengamalkannya. Prinsip yang kami pegang adalah sebagaimana sabda Rasul SAW : <em>&#8220;yassiru walaa tu&#8217;assiru, wa basysyiru walaa tunaffiru.&#8221;</em> Permudah, jangan dipersulit. Gembirakan, jangan ditakut-takuti.</p>
<p>Intinya, kami ingin kesan nasyid <em>acapella </em>di mata remaja adalah <em>gaul, funky, </em>tapi tetap <em>syar&#8217;i.</em></p>
<p><strong>Sulit tidak untuk bikin grup nasyid? Bagaimana caranya?</strong></p>
<p>Bikin grup nasyid itu mudah sebetulnya. Ini merupakan hasil pengalaman kami membangun arRijal selama 6 tahun. Caranya : <strong>1)</strong> Cari teman-teman yang punya bakat musik, diutamakan yang bisa nyanyi, jangan yang tidak bisa nyanyi, bingung nanti mau apa dia ikutan masuk di grup nasyid kalau bukan untuk nyanyi, atau minimal mengerti bagaimana caranya bernasyid. <strong>2)</strong> Setelah terkumpul minimal 4 orang, lalu tentukanlah visi misi bernasyid itu untuk apa, serta jangan lupa untuk senantiasa meluruskan niat agar tidak melenceng dari tujuan aslinya yaitu berdakwah via musik. Hal ini yang paling penting, karena tidak sedikit grup nasyid yang akhirnya terpaksa harus bubar, salah satu faktor penyebabnya adalah tidak adanya ikatan kebersamaan yang kuat. <strong>3)</strong> Tentukan pembagian peran masing-masing personil, siapa yang layak jadi vokalis utama, suara bariton, bass, tenor, dan yang akan menjadi <em>backing vocal.</em> <strong>4)</strong> Setelah masing-masing personil mempunyai tugas atau peran yang berbeda, maka mulailah untuk berlatih membawakan lagu-lagu nasyid sambil sering-sering untuk mendengarkan secara seksama variasi lagu-lagu dari grup nasyid yang ada. Berlatih nasyid tidak harus selalu dengan pelatih, seperti kami yang terbiasa berlatih mandiri alias otodidak. <strong>5)</strong> Bila ada kesempatan untuk tampil di muka umum, maka jangan disia-siakan. Gunakan kesempatan tersebut untuk mengukur sampai dimana kemampuan atau kualitas grup nasyid kita. Atau bisa juga untuk sering mengikuti perlombaan (festival) nasyid untuk mencari pengalaman, ikut mensyiarkan seni Islam, sekaligus belajar dari grup nasyid yang lain. <strong>6)</strong> Jangan takut untuk membuat karya sendiri dalam artian harus kreatif. Buatlah sebanyak mungkin lagu-lagu nasyid Ideologis dalam berbagai variasi musik, kemudian kalau memungkinkan bisa direkam, lalu disebarkan ke khalayak tapi jangan sekali-kali meniatkannya untuk kepentingan bisnis. Semuanya harus karena niatan da&#8217;wah ilallah. <strong>7)</strong> Untuk memantapkan gerak perjuangan syiar Islam, jangan sampai dilupakan juga oleh grup nasyid untuk selalu membina kepribadian Islam melalui pembinaan rutin serta kajian- kajian keIslaman. Sekali lagi harus dipahami, bahwa nasyid bukanlah satu-satunya cara dalam berdakwah. Nasyid hanyalah salah satu seni dalam Islam yang berfungsi sebagai penyemangat perjuangan. Itu barangkali sedikit tips untuk membentuk grup nasyid yang solid.</p>
<p><strong>Bisa menyanyikan satu bait nasyid yang akan dinyanyikan di album perdananya nanti?</strong></p>
<p>Untuk di album perdana kami yang <em>Insya Allah </em>akan kami rilis akhir tahun 2008 <em>featuring </em>Kang Krisyanto Jamrud, Kang Ricky Teddy Jamrud, serta Ust. Harry Moekti, kami mempunyai sebuah lagu yang diciptakan oleh guru kami, Ust. Ir. Umar Abdullah, yang berisi kritik sosial dengan judul &#8220;Andai Saja Beriman&#8221;.</p>
<p><em>Andai saja penduduk suatu negeri</em></p>
<p><em>Beriman kepada Allah</em></p>
<p><em>Andai saja penduduk suatu negeri</em></p>
<p><em>Terapkan perintah larangan-Nya</em></p>
<p><em>????? </em></p>
<p><em>????? Allah kan membuka barokah dari langit</em></p>
<p><em>????? Allah kan membuka barokah dari bumi </em></p>
<p><em>????? Allah kan memberi semua yang terbaik</em></p>
<p><em>????? Pasti kan menjadi umat yang terbaik</em></p>
<p><em>?</em></p>
<p><em>Tetapi jika penduduk negeri</em></p>
<p><em>Ragukan kuasa Allah</em></p>
<p><em>Tetapi jika penduduk negeri</em></p>
<p><em>Campakkan perintah larangan-Nya</em></p>
<p><em>?</em></p>
<p><em>????? Allah kan mencabut barokah dari langit</em></p>
<p><em>????? Allah kan mencabut barokah dari bumi</em></p>
<p><em>????? Pasti kan menjadi umat yang terhina</em></p>
<p><em>????? Pasti kan menjadi sebuah keadaan</em></p>
<p><em>?</em></p>
<p><em>* Ada pengadilan, tak ada keadilan</em></p>
<p><em>Ada kekayaan, tak bisa merasakan</em></p>
<p><em>Ada penguasa, bukan pemelihara</em></p>
<p><em>Melimpah sumber daya, rakyat tetap sengsara</em></p>
<p><em>?</em></p>
<p><em>????? Sudah saatnya kita katakan</em></p>
<p><em>????? Apakah hukum jahiliyah yang kalian cari</em></p>
<p><em>????? Hukum siapa yang lebih baik dari hukum Allah&#8230;</em></p>
<p>Terima kasih&#8230;</p>
<p><strong>?</strong></p>
<p><strong>Terakhir, pesan apa yang ingin disampaikan untuk para remaja muslim?</strong></p>
<p>Pesan dari kami, tim nasyid arRijal, cintailah Allah SWT, Rasul SAW, dan Islam di atas segala-galanya. Mulailah untuk mengenal, mengkaji, serta jangan lupa untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan mencintai seni Islam, dalam hal ini nasyid, adalah langkah awal untuk mencintai ajaran Islam yang agung dan mulia. Boleh <em>gaul, funky, </em>tapi harus tetap <em>syar&#8217;i.</em></p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lamu bi ash-showaab. </em>[ ]</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Biodata Grup Nasyid arRijal :</strong></p>
<p>Nama ????????????????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  arRijal</p>
<p>Singkatan dari?????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  <strong>A</strong>nak <strong>R</strong>emaja <strong>R</strong>ajin <strong>I</strong>badah, <em>Insya Allah,</em> <strong>J</strong>ago <strong>A</strong>ransemen <strong>L</strong>agu</p>
<p>Tahun Berdiri??????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  akhir tahun 2001</p>
<p>Jenis Musik????????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  Nasyid Acapella</p>
<p>Nama Personil????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  1.?? <strong>Abdul Malik</strong>, Vocal II, Mahasiswa Universitas Indonesia</p>
<p>2.????? <strong>Ahmad Haeroni</strong>, Vocal IV, Mahasiswa Akademi Kimia Analis &#8211; Bogor</p>
<p>3.????? <strong>Ahmad Subadri, </strong>Lead Vocal, Mahasiswa Universitas Pakuan &#8211; Bogor</p>
<p>4.????? <strong>Anto Apriyanto, </strong>Bass, Mahasiswa Universitas Terbuka UPBJJ Bogor &amp; Universitas Ibn Khaldun &#8211; Bogor</p>
<p>5.????? <strong>Muhammad Sanusi, </strong>Vocal III, Staf Pengajar SMPN 10 Bogor</p>
<p>6.????? <strong>Muhammad Zacky, </strong>Backing Vocal, Mahasiswa Universitas Bina Nusantara &#8211; Jakarta</p>
<p>7.????? <strong>Niko Nurmansyah, </strong>Backing Vocal, Karyawan PT. Cipta Usaha Bersama &#8211; Bogor</p>
<p>8.????? <strong>Raden Irsan Nurghozali,</strong> Backing Vocal, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor</p>
<p>Prestasi??????????????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  1.?? Juara I Lomba Nasyid Tingkat SMA se-Kota Bogor, tahun 2002.</p>
<p>2.????? Juara I Lomba Nasyid Tingkat SMA se-Bogor Raya, tahun 2002.</p>
<p>3.????? Juara II Lomba Nasyid Tingkat SMA se-Kota Bogor, tahun 2003.</p>
<p>4.????? Juara II Lomba Nasyid se-Jadebotabek, tahun 2004.</p>
<p>5.????? Seringkali diundang dalam berbagai <em>event</em> keIslaman, seperti seminar, tabligh akbar, wisuda, pernikahan, dan lain-lain. Puncak prestasi adalah ketika diminta menjadi pengisi acara pada Konferensi Khilafah Internasional yang dihadiri 100.000 lebih massa dari dalam maupun luar negeri di Jakarta Agustus 2007 kemarin yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia.</p>
<p>Aktivitas?????????????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  Sedang mempersiapkan materi lagu &amp; aransemen lagu untuk album perdana yang <em>Insya Allah </em>akan dirilis akhir tahun 2008 <em>featruring </em>Kang Krisyanto Jamrud, Kang Ricky Teddy Jamrud, &amp; Ust. Hari Mukti.</p>
<p>Motto?????????????????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  <em>yassiru walaa tu&#8217;assiru, wa basysyiru walaa tunaffiru.</em></p>
<p><em>?????????????????????????????????????? </em>Permudah, jangan dipersulit. Gembirakan, jangan ditakut-takuti. (al-hadits)</p>
<p>Boleh <em>Gaul, Funky,</em> tapi tetap <em>Syar&#8217;i.</em></p>
<p>Base Camp????????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  Pondok Pesantren Ideologis &#8220;Miftahul Falah&#8221;,</p>
<p>Jl. Layung Sari I No. 15 RT 02/XVII Kel. Empang Bondongan &#8211; Bogor Selatan 161312, Jawa Barat, Indonesia.</p>
<p>Tlp / HP?????????????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  (0251) 9125115 / 08561402341 / 08561150856</p>
<p>e-mail?????????????????????????? <img src='http://www.gaulislam.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  <a href="mailto:arrijal_simatupang@yahoo.com">arrijal_simatupang@yahoo.com</a></p>
<p>Catatan:</p>
<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/voi-vcd-07.jpg" title="voi-vcd-07.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/voi-vcd-07.thumbnail.jpg" alt="voi-vcd-07.jpg" align="left" /></a>Wawancara ini bisa didengarkan pula di Voice of Islam edisi Januari di seluruh radio di Indonesia yang menjadi jaringan Media Islam Net.</p>
<p>ooOoo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/grup-nasyid-ar-rijal-bikin-grup-nasyid-yuk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ria Fariana</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ria-fariana</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/ria-fariana#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 00:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hasna Hawwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/ria-fariana/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sastra Ideologis, Sastra Perjuangan&#8221;
Maraknya karya sastra Islam boleh dibilang menunjukkan tingkat kecintaan para penulis muslim kepada agamanya. Tentunya pula sekaligus menunjukkan bukti bahwa sastra Islam bersaing dengan sastra sekular. Pertanyaan mendasarnya, mungkinkah sastra Islam bisa dijadikan lahan untuk menyebarkan Islam ideologis? Jawabannya bisa disimak dalam wawancara GI-Online dengan penulis sastra Islam asal Surabaya ini. Berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/08/rf.jpg" title="rf.jpg"></a>&#8220;Sastra Ideologis, Sastra Perjuangan&#8221;</p>
<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/08/rf.jpg" title="rf.jpg"><img align="left" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/08/rf.thumbnail.jpg" alt="rf.jpg" title="rf.jpg" /></a>Maraknya karya sastra Islam boleh dibilang menunjukkan tingkat kecintaan para penulis muslim kepada agamanya. Tentunya pula sekaligus menunjukkan bukti bahwa sastra Islam bersaing dengan sastra sekular. Pertanyaan mendasarnya, mungkinkah sastra Islam bisa dijadikan lahan untuk menyebarkan Islam ideologis? Jawabannya bisa disimak dalam wawancara GI-Online dengan penulis sastra Islam asal Surabaya ini. Berikut petikannya&#8230;</p>
<p><span id="more-606"></span></p>
<p><strong>Sebenarnya apa sih definisi sastra Islam itu?</strong><br />
Sastra Islam itu adalah sastra yang sesuai dengan maunya Islam. Kalo Islam nggak bolehin hal-hal yang parno-parno (baca: porno), makanya sastra Islam juga kudu nurut.</p>
<p><strong>Latar belakang apa yang menyebabkan Anda menekuni sastra Islam?</strong><br />
Latar belakang yang menyebabkan saya menekuni sastra Islam karena saya ingin menyebarkan kebaikan (Islam) melalui sastra. Kan banyak banget sastra yang sekuler dan bertentangan dengan Islam. Saya ingin karya dilawan dengan karya juga.</p>
<p><strong>Sejauh mana peran orangtua terhadap perkembangan Anda sebagai penulis top?</strong><br />
Penulis top? Walah, lha wong saya juga sedang belajar jadi penulis kok. Peran orangtua gede banget. Pertama karena ‘kolaborasi’ mereka saya jadi ada di dunia ini. Eh&#8230;kejauhan yah. Pokoknya peran ortu gede lah. Kabarnya, waktu ibu mengandung saya, beliau suka banget baca-baca. Eits&#8230;jangan protes dulu, dari suka membaca ketika beliau mengandung saya itulah saya jadi kutu kupret hehehe maksudnya kutu buku. Dari kutu buku alias suka membaca, saya merasa harus ada penyaluran dari banyak hal yang sudah saya baca itu. Jadilah here I am, penulis euy</p>
<p><strong>Jadi Menurut Anda, apresiasi remaja Islam terhadap sastra Islam sejauh mana?<br />
</strong>Iya nih, saya agak prihatin dengan apresiasi remaja terhadap sastra Islam. Mereka, para remaja itu lebih suka sastra sekuler yang isinya nggak jauh dari pacaran, rebutan pacar, harta, balas dendam dan semacamnya.  </p>
<p><strong>Sebenarnya, seberapa besar kontribusi sastra untuk kepentingan dakwah?<br />
</strong>Kalo menurut saya, kontribusi sastra terhadap dakwah lumayan besar meski nggak bisa dibilang sangat besar. Mengutip Syaikh Taqiyudin (cie&#8230;kenal nggak sama sosok ini?) sastra itu lebih mengutamakan bentuk daripada isi. Sukanya bahasa yang dipake yang indah-indah gitu, jadi seringkali isi terabaikan. Meski nggak semua sih.   Cuma emang kalo untuk kebangkitan dan perubahan, sastra lebih pantas menjadi pengawal terhadap pemikiran yang disajikan dengan tegas dan lugas. Masalahnya sastra yang baik itu kan yang multi interpretasi (begitu sih yang saya pelajari di kampus), dan yang beginian menurut saya sulit untuk dijadikan ujung tombak kebangkitan. Masing-masing akan punya interpretasi beda-beda sesuai dengan latar belakang dan kepentingannya sendiri-sendiri.  Tapi menurut saya, di sinilah asyiknya sastra. Umat Islam kudu melek sastra karena banyak lahan untuk dijadikan bahan pergolakan permikiran dengan mereka aliran sastra sekuler dan esek-esek. Setuju kan?</p>
<p><strong>Bagaimana caranya Anda dapat inspirasi dalam menulis?<br />
</strong>Inspirasi menulis bisa dari mana aja dan kapan aja. Jadi penulis kudu peka, itu kuncinya.</p>
<p><strong>Bagaimana keberadaan penulis muslimah di Indonesia saat ini?<br />
</strong>Penulis muslimah udah cukup banyak di Indonesia. Penulis yang statusnya perempuan beragama Islam. Tapi kalo tentang kualitas karya apakah islami ato nggak, nanti dulu. Lha wong banyak penulis muslimah tapi yang ditulis nggak beda sama yang bukan muslimah.</p>
<p><strong>Apakah di sastra juga terjadi pertarungan ideologi?<br />
</strong>Pasti dong, sastra adalah lahan empuk untuk pertarungan ideologi. Makanya, ayo umat Islam melek sastra biar ideologi rusak yang mendompleng sastra bisa kita libas dengan sastra Islam. Sastra ideologis, ya sastra perjuangan.</p>
<p><strong>Gimana sih pertarungannya?<br />
</strong>Pertarungannya ya dalam bentuk karya sastra. Karya-karya Om Pramoedya Ananta Toer misalnya, kental ideologi sosialis sinis terhadap Islam. Kalo mau contoh yang lain, ada juga. Misalnya yang paling spektakuler adalah novel berjudul New Old Land karya Theodore Hertzl. Karyanya ini mampu menginspirasi jutaan orang yahudi untuk menjajah Palestina dan mendirikan negara Israel Raya. Bayangkan kalo ada novel tentang kembalinya Daulah Khilafah Islamiyah dan itu mampu menginspirasi jutaan umat Islam untuk berjuang menegakkannya lagi. Wuih&#8230; keren banget kan? Ayo! Ayo! Siapa mau terima tantangan untuk berkarya di jalur ini?</p>
<p><strong>Saran Anda untuk calon penulis maupun penulis muda (khususnya muslimah)?</strong><br />
Saran saya untuk calon penulis ataupun yang sudah jadi penulis khususnya muslimah yaitu luruskan niat dan tujuan ketika menulis.  Kalo niat dan tujuan udah lurus sesuai dengan hukum syara, maka insya Allah output/karya juga akan islami dan nggak melanggar hukum syara. Istiqamah yah dalam menulis. Karena menulis pun juga bisa sebagai alat untuk sebuah perubahan yang kita inginkan. Perubahan ke arah Islam kaaffah di bawah naungan Khilafah![]</p>
<p>Biodata:Nama: Ria Fariana<br />
Tempat tanggal lahir: Surabaya, 7 Oktober 1977<br />
Website: <a href="http://riafariana.come-mail/">http://riafariana.come-mail</a>: <a href="mailto:riafariana@yahoo.com">riafariana@yahoo.com</a></p>
<p>Buku yang pernah ditulis: Siluet Senja (novel remaja: duet dengan Hafid341); Mutiara (novel remaja); No Man No Pain (nonfiksi, Gema Insani, 2007)</p>
<p>Aktivitas: Anggota FLP (Forum Lingkar Pena) Jawa Timur; redaktur Buletin Remaja STUDIA Bogor; dan sedang menyelesaikan program pascasarjananya di Universitas Negeri Surabaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/ria-fariana/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nafiisah FB</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/nafiisah-fb</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/nafiisah-fb#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 01:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farah Zuhra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/nafiisah-fb/</guid>
		<description><![CDATA[ &#8220;Membela Syariah Islam melalui Tulisan&#8221;
 
Komunitas penulis yang digagasnya bercita-cita menjadikan para muslimah yang tertarik dengan dunia menulis untuk mengasah kemampuannya dalam rangka mensyiarkan Islam. Melalui pena mereka berkarya dengan giat dan gesit menyebarkan risalah Islam. GI Online berhasil mewawancarai Ketua AlPenProsa (Aliansi Penulis Pro Syariah). Berikut kutipannya dalam rubrik TAMU GI pekan ini&#8230;
 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> &#8220;Membela Syariah Islam melalui Tulisan&#8221;</span></strong></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="IN"><em> </em></span></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="IN"><em><a title="nafisah.JPG" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/08/nafisah.JPG"><img title="nafisah.JPG" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/08/nafisah.thumbnail.JPG" alt="nafisah.JPG" align="left" /></a>Komunitas penulis yang digagasnya bercita-cita menjadikan para muslimah yang tertarik dengan dunia menulis untuk mengasah kemampuannya dalam rangka mensyiarkan Islam. Melalui pena mereka berkarya dengan giat dan gesit menyebarkan risalah Islam. GI Online berhasil mewawancarai Ketua AlPenProsa (Aliansi Penulis Pro Syariah). Berikut kutipannya dalam rubrik TAMU GI pekan ini&#8230;</em></span></p>
<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Bisa diceritakan sedikit latar belakang didirikannya AlPen ProSa?</span></strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Kita tahu dan alami bersama kondisi bangsa yang telah lama terbelenggu dalam berbagai problematika, mulai dari ekonomi sampai lingkungan, permasalahan anak-anak sampai perempuan. Semua itu butuh sebuah solusi, dan solusi yang hakiki hanyalah yang berasal dari kalam Ilahi. Muslimah sebagai elemen mayoritas bangsa ini sejatinya memiliki tanggung jawab untuk ikut menggulirkan pandangan dan mengungkapkan solusi terbaik bagi bangsa ini. </span><span id="more-596"></span><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Ungkapan keprihatinan, pandangan, dan solusi bisa dihadirkan melalui berbagai bentuk, salah satunya adalah melalui tulisan. Tulisan yang baik bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi orang lain untuk mencetuskan aspirasi dan bergerak bersama mengubah nasib bangsa. Oleh karena itu, kehadiran penulis dari kalangan muslimah menjadi sangat penting.</span><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Persoalannya, penulis muslimah yang tergerak untuk mensosialisasikan ide-ide Syari’at Islam masih sangat sedikit.  Padahal, mayoritas umat Islam yang masih awam dengan Islam sangat membutuhkan keterampilan mereka untuk membebaskan umat dari kebutaannya terhadap Islam. </span></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Oleh karena itulah  Aliansi Penulis Pro Syari’ah atau AlPen ProSa dibentuk.  Harapan ke depan AlPen ProSa bisa menjadi wadah bagi para muslimah menggali kemampuan menulis dan menjadi penulis unggul yang menghasilkan karya yang berpengaruh di tengah-tengah umat. </span><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> </span><strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Apa visi dan misinya?</span></strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> </span></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Visi AlPenProSa: Barisan pena membentang kata membangun opini umum pro syariah dan khilafah. (AlPen ProSa menjadi barisan para penulis muslimah yang menyuarakan syariah Islam dan khilafah sebagai solusi satu-satunya atas semua permasalahan hidup)</span><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Sementara misinya adalah m</span><span style="font-family: Garamond" lang="SV">elahirkan barisan penulis muslimah yang cerdas, bertakwa, kreatif,  produktif yang akan bergerak bersama membangun opini umum pro syariah dan khilafah. </span><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR">Menumbuhkembangkan mentalitas penulis unggul yang cerdas, bertakwa, kreatif, produktif, dan inspirator penegakan syariat Islam.</span><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR"> </span><strong></strong></p>
<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR">Sudah berapa banyak penulis yang bergabung di AlPen Prosa?</span></strong></p>
<p><strong></strong><strong></strong><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR">Alhamdulillah sejauh ini, setelah hampir satu tahun AlPen ProSa berdiri, sudah ada 55 anggota yang tersebar di beberapa kota di Indonesia antara lain Jakarta, Bogor, Yogya, Malang, Surabaya, Makassar, Samarinda, dan Banjarmasin.  Masih “balita” memang. Tapi, seiring waktu, seiring semakin hausnya masyarakat akan solusi Islam, usaha, dan ijin Allah, insya Allah AlPen ProSa akan terus tumbuh dan berkembang.</span><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR"> </span><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR"> </span></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR"><strong>Siapa saja yang bisa menjadi anggota AlPen ProSa?</strong></span><strong></strong></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR">Semua muslimah yang memiliki minat menulis dan yang mau menyuarakan syariah dan khilafah melalui tulisan bisa menjadi anggota AlPen ProSa.</span><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR"> </span></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR"> </span></p>
<p align="center"><em><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Hobi menulis dimulai sejak di bangku sekolah dasar dalam bentuk puisi atau  cerpen.  Semasa kuliah kegiatan menulis semakin intens dilakukan, dari sekedar hobi menjadi rasa butuh untuk menulis.  Saat itu sempat menulis untuk media lingkar kampus dan menjadi staf redaksi buletin remaja ISRA. Kegiatan tulis-menulis di masa kuliah itulah yang membuat minat terhadap dunia kepenulisan semakin besar, dan akhirnya memantapkan hati untuk memilih menerjuni bidang tersebut seutuhnya.</span></em><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR"> </span></p>
<p align="center">
<p><span style="font-family: Garamond" lang="PT-BR"> </span><strong><span style="font-family: Garamond" lang="SV">Tema-tema Islam seperti apa yang diusung AlPen ProSa? </span></strong><br />
<strong></strong><strong></strong><span style="font-family: Garamond" lang="SV">Semua bidang kehidupan menjadi tema tulisan AlPen ProSa, tentang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, hukum, perempuan, anak-anak, teknologi, kesehatan, semuanya. </span><span style="font-family: Garamond" lang="FI">Itu nantinya bisa dituangkan dalam bentuk tulisan non fiksi, fiksi, puisi.</span><span style="font-family: Garamond" lang="FI"> </span></p>
<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="SV">Mengapa tema-tema seperti itu yang ditulis dan disebarkan?</span></strong><strong></strong><br />
<span style="font-family: Garamond" lang="SV">Manusia, <em>kan </em> sejatinya hidup dalam dan berhadapan dengan semua bidang kehidupan. Celakanya, saat ini kita menghadapi problem di semua dimensi.  Islam punya jawaban untuk semuanya, dan tulisan bisa menjadi sarana untuk menghantarkan solusi Islam itu ke tengah masyarakat. Itulah mengapa AlPen ProSa menghadirkan tema tulisan yang menyentuh semua aspek.</span></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="SV"> <strong>Sudah berapa karya yang dihasilkan AlPen Prosa? Ada karya yang sudah dibukukan?</strong></span><strong></strong></p>
<p><span style="font-family: Garamond" lang="SV">Tulisan AlPeners (sebutan untuk anggota AlPen ProSa) tersebar di berbagai media massa. Beberapa bisa dilihat di </span><span style="font-family: Garamond" lang="SV">http://alpenprosa.wordpress.com. </span><span style="font-family: Garamond" lang="SV">Kita memang belum mem-<em>publish</em> karya buku. Ada yang masih dalam proses. Doakan saja bisa segera keluar dan dinikmati. </span><span style="font-family: Garamond" lang="SV"> </span></p>
<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="SV">Apa harapan Anda terhadap perkembangan dakwah melalui tulisan ini?</span></strong></p>
<p><strong></strong><strong></strong><span style="font-family: Garamond" lang="SV">Harapan saya dakwah melalui tulisan ini akan terus berkembang seiring semakin butuhnya masyarakat akan solusi Islam, dan bisa menjadi salah satu pilar penyokong tegaknya kembali Islam , mengembalikan Indonesia dalam kesatuan yang kokoh, mandiri, sejahtera dengan syariah dan khilafah. Pilar yang akan terus dibangun bukan hanya oleh AlPen ProSa tapi juga komunitas penulis muslim/muslimah lainnya di Indonesia yang saya yakin punya semangat dan keinginan yang sama bagi Indonesia bahkan dunia.[] </span><span style="font-family: Garamond" lang="SV"> </span></p>
<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN">==== </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Biodata</span></strong><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Nama<span> </span>: Nafiisah FB</span><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Pekerjaan<span> </span>: Teaching writer</span><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Karya-karya<span> </span>: </span></p>
<ol style="margin-top: 0in" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Mini book</span></span><span style="font-family: Garamond" lang="IN">: (“Rumah:Istana Bagi Perempuan Berkarya”, 2006); </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Cerpen:</span></span><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> (Yayang, Isi Relung Hati, Balada Upik Abu dan Betty La Fea); </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-family: Garamond" lang="IN">TV Script:</span></span><span style="font-family: Garamond" lang="IN"> (Cinta Buat Enyak, 2006; </span><span style="font-family: Garamond" lang="FI">Janji Juki, 2006; Semua Karena Chaca, 2006; </span><span style="font-family: Garamond" lang="SV">Nih Gua Nenek Okem, 2007; Cinta Ghofur di Waktu Zuhur (dalam proses); </span><span style="font-family: Garamond" lang="IN">Memori Duit Lecek (Ramadhan 2007, insya Allah); dan yang lainnya.[]</span></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/nafiisah-fb/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ir. Umar Abdullah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ir-umar-abdullah</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/ir-umar-abdullah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 02:46:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/ir-umar-abdullah/</guid>
		<description><![CDATA[“Melawan Voice of Amerika”
 
Dakwah via radio dianggap cukup efektif memberikan opini kepada masyarakat. Itu sebabnya, Ir. Umar Abdullah, penggagas sekaligus Direktur Voice of Islam mengaku merasa yakin ide menyebarkan Islam via radio akan mendapat sambutan dari masyarakat. Berikut wawancaranya dengan GI-Online.
 

Alasan apa saja yang mendasari Anda membangun Voice of Islam? 
Yang pertama, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="PT-BR"><strong>“Melawan Voice of Amerika”</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="PT-BR"><!--[if !supportEmptyParas]--> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="PT-BR">Dakwah via radio dianggap cukup efektif memberikan opini kepada masyarakat. Itu sebabnya, Ir. Umar Abdullah, penggagas sekaligus Direktur Voice of Islam mengaku merasa yakin ide menyebarkan Islam via radio akan mendapat sambutan dari masyarakat. Berikut wawancaranya dengan GI-Online.</span></em></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="PT-BR"> </span><span lang="PT-BR"></span></p>
<p class="MsoNormal"><a title="umar-abdullah-sekeluarga-1.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/07/umar-abdullah-sekeluarga-1.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/07/umar-abdullah-sekeluarga-1.thumbnail.jpg" alt="umar-abdullah-sekeluarga-1.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Alasan apa saja yang mendasari Anda membangun Voice of Islam? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Yang pertama, saya ingin agar dakwah Islam sebagai sebuah ideologi bisa masuk ke setiap rumah di Indonesia, menyapa sekaligus mengajak seluruh penduduk Indonesia untuk meningkatkan pemikiran dengan ideologi Islam. Karena hanya dengan inilah terjadi kebangkitan di masyarakat. Dengan kata lain, Voice of Islam adalah program yang menyuarakan Islam sebagai agama sekaligus metode kehidupan. Yang kedua, nama “Voice of Islam” itu mudah menyebutnya dan mudah mengingatnya. Kata orang pemasaran, carilah nama yang mudah diingat. </span><span id="more-591"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Apakah hal ini sebagai upaya menyaingi Voice of America?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Ya, betul,<span> </span>bahkan insya Allah Voice of Islam (VoI) akan berhasil memenangkan pertarungan melawan Voice of America (VoA).<span> </span>Kami akan berusaha memenangkan pertarungan ini mulai dalam tataran ideologis, kemasan program, hubungan dengan radio-radio, hingga kedekatan dengan pendengar Voice of Islam. Karena kami yakin, masyarakat Indonesia masih memiliki perasaan yang Islami, tinggal bagaimana kita mendekatkan Islam kepada masyarakat dengan cara yang nyaman, yang menggugah perasaan sekaligus mengarahkan pemikiran agar mengenal Islam sebagai agama dan sistem hidup yang sempurna, sembari membersihkan masyarakat dari pemikiran-pemikiran yang merusak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Apa saja bentuk produk dari Media Islam Net ini? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Media Islam Net berkonsentrasi menghasilkan produk-produk yang bisa diakses oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Sarana yang dipakai adalah melalui televisi yang diakses oleh 93 % penduduk di Indonesia dan radio yang diakses oleh 63 % penduduk kita. Pada tahap awal, Media Islam Net mengembangkan dan mematangkan program Voice of Islam untuk radio-radio di seluruh Indonesia. Tahap selanjutnya, kita sedang merintis pembuatan produk-produk untuk ditayangkan televisi nasional.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN"><span> </span></span><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Model kerjasama dengan radio seperti apa? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Kami buat program Voice of Islam dalam kemasan yang sudah matang alias pihak radio tinggal memutarnya. Kami menyediakan 30 topik untuk satu bulan. Bulan berikutnya 30 topik lagi, begitu seterusnya. Kami memberikan program ini kepada pihak radio secara gratis, dan kami meminta pihak radio menyediakan slot waktu 30 menit setiap harinya untuk memutar program VoI. Bagi pihak radio, program ini menjadi program yang menyemarakkan program di radionya. Bahkan kami berharap program VoI ini ikut mendongkrak rating atau popularitas radio tersebut di kotanya. Selain itu VoI bisa menjadi bahan bagi pihak radio untuk mencari pendapatan melalui sponsor. Hasil pendapatan dari pihak sponsor silakan diambil untuk pihak radio. Intinya, kami sangat berharap VoI ini mendatangkan berkah Allah untuk semuanya, untuk kami, pihak radio, dan untuk masyarakat. Semoga Allah memberkahi program ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Sejauh ini, sudah berapa radio yang bekerjasama dengan VoI? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN"><span> </span>Sampai tanggal 11 Juli 2007 sudah 94 radio di 94 kota yang bersedia bekerja sama dengan Media Islam Net untuk menyiarkan program Voice of Islam. Mulai dari radio pemerintah seperti RRI dan RSPD hingga radio-radio swasta. Mulai dari radio dangdut hingga radio hip hop. Mulai dari radio dakwah hingga radio umum.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Tersebar di mana saja? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Ke-94 radio tersebut tersebar dari Banda Aceh hingga Sorong, dari Gorontalo hingga Lombok Timur. Alhamdulillah, dalam waktu satu bulan pertama VoI telah tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Target 2 tahun ke depan apa saja?</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Kami berharap &#8211;dengan pertolongan Allah&#8211; Voice of Islam disiarkan oleh radio-radio di setiap kota di seluruh Indonesia hingga tidak ada rumah yang tidak mendengarkan dakwah Islam ideologis ini. Yang kedua, kami berharap –dengan kekuatan Allah—Voice of Islam menjadi program radio terbaik di Indonesia hingga materi Islam ideologis menjadi pembicaraan hangat di masyarakat Indonesia. Sehingga makin hari makin banyak orang yang membuang kekufuran dan beralih mencintai Islam, makin banyak yang meninggalkan kemaksiatannya kepada Allah dan berusaha menjadi hamba Allah yang shalih yang menerapkan Islam dalam kehidupannya, dan semakin banyak pula pemuka-pemuka masyarakat dan tokoh-tokoh militer yang siap menjadi penolong agama Allah. Semoga Allah membukakan pintu pertolongan-Nya melalui jalan ini. Mohon doanya, mohon dukungannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Mengingat dakwah via radio cukup efektif, apakah ada rencana membuat siaran radio sendiri? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Kami tidak ada rencana membuat stasiun radio atau stasiun televisi sendiri. Kami ingin fokus membuat program-program radio dan televisi. Karena kami melihat fakta bahwa yang dicari oleh pendengar radio dan pemirsa televisi adalah program, bukan stasiun pemancarnya. Selanjutnya program-program yang beragam akan kami buat untuk memenuhi segmen yang berbeda-beda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Lebih jauh dari itu, kami berharap stasiun-stasiun televisi dan radio, baik yang bekerja sama dengan kami maupun yang tidak, mau mengkonversi dirinya dari stasiun-stasiun pemancar program-program yang tidak Islami menjadi stasiun-stasiun pendukung Syari’ah dan Khilafah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN"><span> </span></span><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Apa harapan Anda bagi kaum muslimin dalam syiar Islam via radio ini? </span></strong><strong><span lang="IN"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Kepada pemilik radio, jadikanlah radio anda sebagai ladang amal shalih anda. Yakinlah, jika anda memanfaatkan radio anda untuk mendakwahkan Islam, maka mikrofon, mixer, komputer, pemancar dan gelombang radio anda akan menjadi saksi di hadapan Allah kelak bahwa anda seorang pengemban dan pendukung dakwah Islam. Jika ada salah seorang pendengar radio anda bertaubat atau menjadi orang yang shalih setelah mendengar program yang anda siarkan, maka itu adalah lebih baik dari dunia seisinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Kepada masyarakat pendengar radio, jadikan radio sebagai sarana untuk beramar ma’ruf nahi mungkar, sarana untuk belajar Islam, sarana untuk mencari hiburan yang Islami. Tegurlah radio-radio yang kurang mengindahkan moralitas dan mengusung ide liberalisme kapitalistik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Dan ketika Khilafah berdiri nanti –insya Allah sebentar lagi— radio menjadi salah satu sarana pendidikan masyarakat, membina masyarakat agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah, juga menjadi sarana untuk beramar ma’ruf nahi mungkar kepada Khalifah yang sangat kita cintai.[]</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Profil Umar Abdullah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Nama<span> </span>: Umar Abdullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">TTL<span> </span>: Surabaya, 18 Juni 1974</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Ras<span> </span>: Toraja, Bugis, China</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Anak<span> </span>: Fathimah Nurul Jannah Leboe, Abdullah Musa Leboe, Taqiyuddin Abdurrahman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN"><span> </span><span> </span>Leboe</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Pendidikan<span> </span>: Sarjana Pertanian IPB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Pekerjaan<span> </span>: Menulis Naskah dan Skenario Film Sejarah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Hobi<span> </span>: Membaca Kisah-kisah Peradaban Islam dan Peradaban Kapitalisme</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><!--[if !supportEmptyParas]--></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/ir-umar-abdullah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dr. Ir. Budi Kartiwa, CESA</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/dr-ir-budi-kartiwa-cesa</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/dr-ir-budi-kartiwa-cesa#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 02:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Shaheed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/dr-ir-budi-kartiwa/</guid>
		<description><![CDATA[Amerika Penyumbang Utama Pemanasan Global
 
 
Pemanasan global menjadi isu utama akhir-akhir ini. Dampak nyatanya adalah terjadinya perubahan iklim yang ekstrim. Akibat pemanasan global temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat. Curah hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Topan badai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size: 11pt">Amerika Penyumbang Utama Pemanasan Global</span></strong></p>
<p><a title="dr-budi-kartiwa.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/07/dr-budi-kartiwa.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/07/dr-budi-kartiwa.thumbnail.jpg" alt="dr-budi-kartiwa.jpg" /></a><strong><span style="font-size: 11pt"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 11pt"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt"></span></strong><em><span style="font-size: 11pt">Pemanasan global menjadi isu utama akhir-akhir ini. Dampak nyatanya adalah terjadinya perubahan iklim yang ekstrim. </span></em><em><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Akibat pemanasan global temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat. Curah hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Topan badai lebih sering terjadi. Lalu, faktor apa saja yang bisa ‘menyumbang’ pemanasan global? Bagaimana pula pandangan Islam terhadap masalah lingkungan ini? Berikut hasil wawancara GI-Online dengan Dr. Ir. Budi Kartiwa, CESA, peneliti di </span></em><em><span lang="SV">Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor. </span></em><span id="more-558"></span></p>
<p><strong><span style="font-size: 11pt"></span></strong><strong><span style="font-size: 11pt">Apa pengertian pemanasan global itu?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt">Pemanasan global (Global Warming) adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pada saat ini bumi menghadapi pemanasan yang cepat. Menurut para ahli meteorologi, selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat dari 15<sup>o</sup>C menjadi 15.6<sup>o</sup>C. Hasil pengukuran yang lebih akurat oleh stasiun meteorologi dan juga data pengukuran satelit sejak tahun 1957, menunjukkan bahwa sepuluh tahun terhangat terjadi setelah tahun 1980, tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990. Secara kuantitatif nilai perubahan temperatur rata-rata bumi ini kecil tetapi dampaknya sangat luar biasa terhadap lingkungan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt" lang="SV">Faktor apa saja yang menyumbang pemanasan global itu?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="SV">Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya seperti Metana, Chlor, Belerang dan lain sebagainya. Pelepasan gas-gas tersebut telah menyebabkan munculnya fenomena yang disebut dengan Efek Rumah Kaca (green house effect). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="SV">Efek rumah kaca terjadi karena gas-gas yang dilepaskan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil bersifat seperti rumah kaca. Rumah kaca bersifat meloloskan radiasi gelombang pendek dari radiasi matahari, tetapi akan menahan pantulan radiasi matahari tersebut yang setelah mencapai permukaan bumi, berubah menjadi radiasi gelombang panjang. Selama matahari bersinar, akan terjadi akumulasi radiasi sehingga temperatur di dalam rumah kaca akan semakin panas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt" lang="SV">Negara mana saja yang paling banyak mengakibatkan pemanasan global? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="SV">Secara umum, negara negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Jepang dan<span> </span>Kanada merupakan negara-negara penghasil gas rumah kaca terbesar, sehingga disinyalir sebagai negara-negara yang paling bertanggung jawab terhadap pemanasan Global. Untuk menetralisir citra negatif yang melekat pada negara-negara industri tersebut, mereka terkadang menuduh negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Brasil yang memiliki hutan yang luas, ikut bertanggung jawab pula terhadap pemanasan global karena praktek penebangan hutan. Padahal kebutuhan kayu di negara-negara industri tersebut sebagian besar dipenuhi dari penebangan hutan-hutan di negara berkembang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN">Apakah dampak yang terjadi di setiap negara berbeda-beda? Mengapa?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Dampak pemanasan global yang terjadi di setiap negara berbeda karena faktanya iklim di setiap negara berbeda yaitu terdiri dari tropik dan subtropik.<span> </span>Di negara subtropik yang memiliki 4 musim, dampak pemanasan global terutama terjadi pada perubahan suhu yang makin ekstrim saat musim panas (suhu lebih panas) dan saat musim dingin (suhu lebih dingin). Sedangkan dampak yang terjadi di daerah tropik terutama berpengaruh terhadap pergeseran musim (awal dan akhir musim hujan atau kemarau) serta meningkatnya kasus wabah penyakit. Selain itu dampak yang dirasakan oleh negara kepulauan adalah ancaman berkurangnya panjang garis pantai akibat meningkatnya tinggi muka laut karena mencairnya lapisan es di kutub. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN">Apa saja dampak yang bisa ditimbulkan akibat pemanasan global?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Dampak yang terjadi akibat pemanasan global sangat beragam yaitu dampak terhadap cuaca, tinggi muka air laut, pertanian, hewan dan tumbuhan serta kesehatan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Akibat pemanasan global temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat. Curah hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Topan badai lebih sering terjadi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Pemanasan global akan mencairkan banyak es di kutub. Akibatnya tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm selama abad 20. Diprediksi pada abad 21, akan terjadi peningkatan tinggi muka air antara 9 – 88 cm. Padahal menurut perhitungan para ahli IPPC (lembaga internasional yang menangani perubahan iklim), kenaikan 100 cm muka air laut akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17.5 persen daerah Bangladesh. Dan ribuan pulau kecil di Indonesia akan tenggelam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Wabah penyakit<span> </span>yang biasanya ditemukan di daerah tropik, seperti malaria dan DBD diperikirakan akan meningkat sebesar 60 %.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Fakta yang tercatat menunjukkan bahwa akibat gelombang panas yang terjadi<span> </span>pada bulan Juni 2003 telah menewaskan 25.000 penduduk Eropa. Sedangkan menurut laporan BBC, musim dingin yang ekstrim yang terjadi pada bulan Desember 2003 telah menyebabkan kematian 2500 penduduk Inggris. Bahkan menurut laporan WHO pada bulan Desember 2003, pemanasan global telah membunuh 150 ribu orang tiap tahun. Menurut perkiraan WHO, dalam 30 tahun mendatang, angka kematian yang disebabkan oleh pemanasan global akan mencapai angka 300 ribu per tahun. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN">Mengapa Amerika Serikat menolak Protokol Kyoto (tentang penurunan emisi gas rumah kaca)?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Protokol Kyoto yang telah dinegosiasikan di Kyoto, Jepang<span> </span>pada Desember 1997 adalah persetujuan sah dimana negara-negara perindustrian akan mengurangi emisi karbondioksida dan gas-gas rumah kaca lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Amerika Serikat sebagai negara industri dan negara terbesar penghasil Gas Rumah Kaca, telah menolak menandatangani protokol tersebut. Hal ini bisa dipahami karena sebagai negara pengusung paham Kapitalisme yang terbesar dan terkuat, Amerika Serikat akan berbuat apapun untuk membela kepentingan ekonominya, walaupun perbuatan tersebut akan mendapat kecaman dari masyarakat dunia. Dalam pandangan Kapitalisme, tindakan untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya dari eksploitasi sumberdaya alam jauh lebih penting walaupun harus merugikan pihak lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN">Bagaimana menurut pandangan Islam tentang masalah lingkungan ini?</span></strong><strong><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="SV"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="SV">Islam sebagai agama yang memberi rahmat bagi alam sangat menjaga pelestarian lingkungan. Allah Swt. berfirman dalam QS al-A’raf (7) : 56: <em>”Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="SV">Rasulullah saw. telah bersabda terkait dengan larang penebangan pohon secara sia-sia: <em>”Siapa saja yang memotong pohon bidara yang ada di atas tanah lapang yang sering digunakan sebagai tempat bernaung bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan ataupun binatang-binatang secara sia-sia dan penuh kezhaliman anpa alasan yang benar, maka Allah akan menaruh api neraka di atas kepalanya”</em> <strong>(HR Bukhari)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN">Supaya konsep Islam ini terealisasi, apa yang yang harus dilakukan kaum muslimin?</span></strong><strong><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="SV"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Kaum muslimin harus menjadikan Islam menjadi sebuah kekuatan yang diperhitungkan oleh umat dan bangsa lain.<span> </span>Hal ini hanya dapat dicapai melalui pembentukan negara Khilafah, seperti yang pernah terjadi beberapa abad yang lalu, dimana Islam menjadi sebuah negara adidaya yang telah memberi kesejahteraan dan kedamaian bagi umatnya dan bagi umat manusia secara keseluruhan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 11pt; color: #333333" lang="IN">Jika Khilafah Islam mampu menyelamatkan dunia, berarti Kapitalisme sudah saatnya dihapus dari peradaban ini?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN">Secara faktual kekuatan paham Kapitalisme saat ini sudah sekarat dan tinggal menunggu saat-saat menuju kehancuran. Saat ini merupakan kesempatan bagi kaum muslimin untuk mendakwahkan ideologi Islam sehingga Islam segera dapat menggantikan dan menghapus ideologi Kapitalisme yang terbukti telah menyengsarakan umat manusia selama ini.[] </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">====</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>BIODATA</strong></p>
<p class="MsoNormal">Nama<span> </span>: Dr. Ir. Budi Kartiwa, CESA</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tempat/Tgl Lahir<span> </span>: Bogor, 30 Maret 1968</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Alamat Kantor<span> </span>: Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Pusat Penelitian dan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>Pengembangan Tanah dan Agroklimat. </span><span lang="ES">Jl. Tentara Pelajar 1A, Cimanggu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bogor.<span> </span>Tel. 0251-312760 <span> </span>Fax <span> </span>0251- 32760</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Alamat Rumah<span> </span>: Villa Ciomas Indah, Jalan Nuri Blok H11 No. 15.<span> </span>Ciomas. Bogor.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Status<span> </span>: Menikah, 2 anak: Rafif Nur Akbar (11 thn) dan Aisya Balqis (9 thn)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Pendidikan: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">SDN Batutulis 3, Bogor (lulus Tahun 1981)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">SMP Negeri 3, Bogor (lulus Tahun 1984)<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">SMU Negeri 4, Bogor (lulus Tahun 1987)<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">S1, di Institut Pertanian Bogor, jurusan Agrometeorologi (lulus Tahun 1993)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FR">S2, di Ecole Nationale Superieure Agronomique (ENSA) Rennes, Perancis (lulus Tahun 1999) </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FR">S3, di Universite d’Angers, Angers Perancis (lulus Tahun 2004)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/dr-ir-budi-kartiwa-cesa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lathifah Musa</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/kami-pengemban-islam-ideologis</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/kami-pengemban-islam-ideologis#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 09:48:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leila Amra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/kami-pengemban-islam-ideologis/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kami pengemban Islam ideologis&#8221; 
Tamu GI pekan ini adalah sosok wanita pekerja keras, punya visi hidup yang jelas dan merupakan satu dari ribuan muslimah aktivis dakwah Islam. Memulai usaha multimedia dengan memproduksi VCD islami. Beberapa karyanya bahkan termasuk best sellers, seperti trilogi Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah. Beberapa petikan wawanacara ibu tiga anak ini dengan GI-Online&#8230;

Apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;Kami pengemban Islam ideologis&#8221; </strong></p>
<p><em>Tamu GI pekan ini adalah sosok wanita pekerja keras, punya visi hidup yang jelas dan merupakan satu dari ribuan muslimah aktivis dakwah Islam. Memulai usaha multimedia dengan memproduksi VCD islami. Beberapa karyanya bahkan termasuk best sellers, seperti trilogi Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah. Beberapa petikan wawanacara ibu tiga anak ini dengan GI-Online&#8230;</em><br />
<a title="lathifah-musa2.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/07/lathifah-musa2.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/07/lathifah-musa2.thumbnail.jpg" alt="lathifah-musa2.jpg" /></a></p>
<p><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="PT-BR">Apa alasan Anda memulai usaha ini?</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="PT-BR"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="PT-BR"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Membuat produk dakwah yang mudah dicerna dan<span> </span>difahami. Sebagaimana sebuah bacaan, yang paling mudah ditangkap adalah komik. Ada gambar dan ada tulisan. Nonton VCD lebih sederhana dari membaca. Kelebihannya bisa menjadi sebuah sarana dakwah yang bersifat massal. Orang satu gedung bisa sama-sama menyaksikan. </span><span id="more-556"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Bagaimana memulai usaha tersebut?</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Berangkat dari keinginan kuat untuk membongkar pemikiran liberal yang menyesatkan. Ini diawali dari merebaknya isu legalisasi aborsi melalui amandemen UU Kesehatan. Kami merasa harus ada tayangan yang mendukung penolakan legalisasi aborsi. Setelah jadi sebuah produk, ide-ide pun terus mengalir. Selalu ada keinginan membongkar pemikiran-pemikiran <span> </span>yang merusak umat dan membangun (konstruksi) pemikiran Islam dalam bentuk yang mudah <span> </span>ditangkap dan difahami. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><strong>Apa saja kendalanya (jika ada)? </strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Saya pribadi menganggap tidak ada kendala yang berarti. Bagaimanapun sebuah ide yang cemerlang harus bisa diwujudkan. Ide yang baik, adalah karunia Allah Swt yang harus disyukuri dengan cara mewujudkannya. Pekerjaan kita hanyalah mencari cara memecahkan setiap masalah yang menghalangi terwujudnya ide tersebut. Tidak punya dana, bisa syirkah dengan perhitungan bisa dikembalikan. Tidak ada alat, bisa pinjam atau sewa. Tidak ada SDM bisa dicari. SDM tidak memadai, maka bagaimana caranya meng-upgrade agar lebih memadai. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><strong>Sudah berapa lama menekuni bisnis ini?</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Sejak September 2005. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><strong>Bagaimana pola marketingnya?</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Karena visinya menjual ide, dimulai dari yang terdekat dan termudah. Teman-teman terdekat. Karena mereka juga<span> </span>yang mendukung ide yang terkandung dalam produk VCD ini.<span> </span>Alhamdulillah Allah Swt memudahkan hingga bisa tersebar luas kepada siapapun yang menganggapnya bisa menjadi sarana untuk dakwah, termasuk ke toko-toko.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><strong>Apakah ada kendala dalam memasarkan produk-produk tersebut?</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Kalau bicara bisnis, selama ini kendala bisnis VCD dan MP3 adalah penggandaan secara bebas. Namun rizki dari Allah semata. Bagi kami, asalkan masih bisa memproduksi VCD yang baru. Sehingga kalau ada yang menanyakan, bolehkah digandakan? Saya sampaikan boleh, karena tidak ada hak cipta dalam Islam. Tapi bila membeli, kami sangat berterima kasih karena<span> </span>sudah membantu proses produksi VCD el-Moesa selanjutnya. Bagi kami, tersebar luasnya tayangan mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat, baik bagi yang membeli ataupun yang menggandakan. <span> </span>Semoga kemanfaatannya tetap terasakan walau kami telah tiada.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Respon apa saja yang diterima el-Moesa Production dari pemirsa?</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Mayoritas baik. Kalaupun yang buruk, biasanya menyangkut mereka yang belum menerima ide. Kewajiban kami hanyalah jujur dalam penyampaian. Benar katakan benar, salah katakan salah. Tidak boleh ada kompromi antara yang benar dan yang salah. Kami pun harus merevisi bila ternyata ada data, pendapat atau pemikiran yang keliru. Adapun respon yang terkait masalah teknis, mungkin karena keterbatasan visual, sound atau editing bahasa, semuanya kami harapkan menjadi masukan yang akan semakin memperbaiki proses produksi selanjutnya. Tidak ada produk yang sempurna. Kami juga manusia yang punya banyak kelemahan. Harapan kami hanya selalu bertambah baik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><strong>Produk-produk VCD el-Moesa cukup ideologis. Apa alasannya membuat produk seperti itu?</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Kami pengemban Islam ideologis. Produk kami harus menjadi cermin ideologi yang kami emban. Untuk itu ada dua hal yang kami lakukan: (1) Kasyful Khuththath: membongkar yang keliru, mengungkap yang salah (2) Membangun pemikiran yang benar (menyampaikan Islam).</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Sejauh ini apakah ada produk unggulan el-Moesa (best sellers)?</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">VCD Sejarah. Secara khusus adalah Seri Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah. Ada tiga jilid. Saya melihat arus sejarah masa depan kita memang akan kembali bergerak ke sana. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Kira-kira target apa saja yang ingin diraih dalam 5 tahun ke depan?</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">VCD el-Moesa mudah didapat dan menjadi rujukan masyarakat luas sebagai sebuah tayangan ideologis.[]</span></p>
<p class="MsoNormal">====</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><strong>Profil Tamu GI</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Nama<span> </span>: Lathifah Musa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">TTL<span> </span>: Temanggung, 18 Januari 1970</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Ras<span> </span>: Jawa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Suami<span> </span>: Ir. Umar Abdullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Anak<span> </span>: Fathimah Nurul Jannah Leboe, Abdullah Musa Leboe, Taqiyuddin Abdurrahman Leboe</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Pekerjaan<span> </span>: Producer, Script Writer, Editor el_Moesa Production</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -63pt"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="IN">Hobi<span> </span>: Membaca (apa saja), Menulis (yang paling disukai adalah catatan harian anak-anak), Menggambar.</span></p>
<p>===</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/kami-pengemban-islam-ideologis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
