Ir. Umar Abdullah: “Kenaikan Harga Minyak Untungkan Para Kapitalis”
Harga minyak naik, masyarakat, khususnya golongan ekonomi menengah ke bawah, pasti menjerit. Tapi mungkin banyak yang tidak tahu. Kenapa harga minyak naik? Pemerintah selalu ngomong bahwa dengan naiknya harga minyak dunia subsidi semakin besar dan memberatkan APBN sehingga harus dipangkas. Kenapa bisa begitu?
GI-Online melakukan wawancara dengan Ir. Umar Abdullah, Direktur Media Islam Net dan juga narasumber rubrik Indahnya Ekonomi Islam dalam program Voice of Islam. Berikut petikannya.
Harga minyak naik lagi. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Harga minyak yang harus dibayar masyarakat naik karena pemerintah tidak mau lagi mensubsidi harga minyak. Gambaran sederhananya begini, misalnya harga minyak jenis bensin di pasaran dunia ambil saja Rp 12.000/ liter sementara masyarakat membeli dengan harga Rp 4500/ liter. Karena pemerintah harus membeli bensin tadi dengan harga pasaran internasional, maka pemerintah nomboki Rp 7500/liternya. Berapa yang harus ditanggung pemerintah? Rp 7500 dikali berapa jumlah konsumsi masyarakat terhadap bensin itu dalam satu tahun. Untuk nomboki pemerintah harus nambah hutang baik melalui pinjaman luar negeri maupun pemerintah menerbitkan obligasi alias surat utang. Nah, jika hutang pemerintah semakin besar maka akan membuat defisit APBN semakin besar. Keuangan negara menjadi sangat tidak sehat, karena antara pendapatan dan pengeluaran jauh lebih besar pengeluarannya. Agar pengeluaran tidak terlalu besar maka subsidi bensin tadi dikurangi atau kalau perlu dicabut. Itulah yang membuat naiknya harga minyak yang dibayar oleh masyarakat. (more…)
Grup Nasyid Ar-Rijal: Bikin Grup Nasyid, Yuk!
by : anto arRijal
Geliat kebangkitan Islam sudah mulai terasa. Di berbagai lini kehidupan, aktivitas yang bernafaskan Islam kini amat mudah ditemukan. Salah satunya adalah perkembangan musik Islami yang saat ini lebih kita kenal dengan istilah nasyid. Jenis musik yang sedang digandrungi oleh para remaja muslim, tidak hanya di seantero Asia Tenggara tapi mulai merambah juga ke manca negara ini, berkembang pesat dari tahun ke tahun, baik dari segi kuantitas munsyid (orang yang bernasyid) yang terus bermunculan, maupun dari segi kualitas performance tim nasyid yang semakin menunjukkan profesionalitasnya dalam bermusik. Tentu saja kehadiran begitu banyak tim nasyid ini tidak lain sebagai salah satu sarana mensyiarkan Islam lewat syair. Lalu, apa sebetulnya yang dimaksud dengan nasyid? Dan bagaimana tips-tips untuk membuat sebuah tim nasyid yang solid? Kita akan langsung berbincang dengan para personil salah satu grup nasyid berprestasi dari Kota Hujan Bogor. Ini dia grup nasyid arRijal … (more…)
Ria Fariana
“Sastra Ideologis, Sastra Perjuangan”
Maraknya karya sastra Islam boleh dibilang menunjukkan tingkat kecintaan para penulis muslim kepada agamanya. Tentunya pula sekaligus menunjukkan bukti bahwa sastra Islam bersaing dengan sastra sekular. Pertanyaan mendasarnya, mungkinkah sastra Islam bisa dijadikan lahan untuk menyebarkan Islam ideologis? Jawabannya bisa disimak dalam wawancara GI-Online dengan penulis sastra Islam asal Surabaya ini. Berikut petikannya…
Nafiisah FB
“Membela Syariah Islam melalui Tulisan”
Komunitas penulis yang digagasnya bercita-cita menjadikan para muslimah yang tertarik dengan dunia menulis untuk mengasah kemampuannya dalam rangka mensyiarkan Islam. Melalui pena mereka berkarya dengan giat dan gesit menyebarkan risalah Islam. GI Online berhasil mewawancarai Ketua AlPenProsa (Aliansi Penulis Pro Syariah). Berikut kutipannya dalam rubrik TAMU GI pekan ini…
Bisa diceritakan sedikit latar belakang didirikannya AlPen ProSa?
Kita tahu dan alami bersama kondisi bangsa yang telah lama terbelenggu dalam berbagai problematika, mulai dari ekonomi sampai lingkungan, permasalahan anak-anak sampai perempuan. Semua itu butuh sebuah solusi, dan solusi yang hakiki hanyalah yang berasal dari kalam Ilahi. Muslimah sebagai elemen mayoritas bangsa ini sejatinya memiliki tanggung jawab untuk ikut menggulirkan pandangan dan mengungkapkan solusi terbaik bagi bangsa ini. (more…)
Ir. Umar Abdullah
“Melawan Voice of Amerika”
Dakwah via radio dianggap cukup efektif memberikan opini kepada masyarakat. Itu sebabnya, Ir. Umar Abdullah, penggagas sekaligus Direktur Voice of Islam mengaku merasa yakin ide menyebarkan Islam via radio akan mendapat sambutan dari masyarakat. Berikut wawancaranya dengan GI-Online.
Alasan apa saja yang mendasari Anda membangun Voice of Islam?
Yang pertama, saya ingin agar dakwah Islam sebagai sebuah ideologi bisa masuk ke setiap rumah di Indonesia, menyapa sekaligus mengajak seluruh penduduk Indonesia untuk meningkatkan pemikiran dengan ideologi Islam. Karena hanya dengan inilah terjadi kebangkitan di masyarakat. Dengan kata lain, Voice of Islam adalah program yang menyuarakan Islam sebagai agama sekaligus metode kehidupan. Yang kedua, nama “Voice of Islam” itu mudah menyebutnya dan mudah mengingatnya. Kata orang pemasaran, carilah nama yang mudah diingat. (more…)
Dr. Ir. Budi Kartiwa, CESA
Amerika Penyumbang Utama Pemanasan Global
Lathifah Musa
“Kami pengemban Islam ideologis”
Tamu GI pekan ini adalah sosok wanita pekerja keras, punya visi hidup yang jelas dan merupakan satu dari ribuan muslimah aktivis dakwah Islam. Memulai usaha multimedia dengan memproduksi VCD islami. Beberapa karyanya bahkan termasuk best sellers, seperti trilogi Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah. Beberapa petikan wawanacara ibu tiga anak ini dengan GI-Online…
![]()
Apa alasan Anda memulai usaha ini?
Membuat produk dakwah yang mudah dicerna dan difahami. Sebagaimana sebuah bacaan, yang paling mudah ditangkap adalah komik. Ada gambar dan ada tulisan. Nonton VCD lebih sederhana dari membaca. Kelebihannya bisa menjadi sebuah sarana dakwah yang bersifat massal. Orang satu gedung bisa sama-sama menyaksikan. (more…)
