<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaulislam.com &#187; Resensi</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/category/resensi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:57:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sofia, Istri Nabi dari Putri Yahudi</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/sofia-istri-nabi-dari-putri-yahudi</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/sofia-istri-nabi-dari-putri-yahudi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 19:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[shafiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[sofia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3424</guid>
		<description><![CDATA[Judul buku: Misteri Sofia (istri Nabi dari putri Yahudi) &#124; Penulis: Abba Zhahir BiAmrillah &#124; Penerbit: Madania Prima (kelompok penerbit Salamadani), 2008 &#124; Jumlah halaman: 198 + xii hlm; 21 cm
Dari sejumlah istri-istri Rasulullah saw. yang sangat dikenal kaum muslimin adalah Ummul Mukminin Aisyah ra dan Khadijah ra. Baik mengenal namanya secara mudah maupun kehidupan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Judul buku: Misteri Sofia (istri Nabi dari putri Yahudi) | Penulis: Abba Zhahir BiAmrillah | Penerbit: Madania Prima (kelompok penerbit Salamadani), 2008 | Jumlah halaman: 198 + xii hlm; 21 cm</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-3425" title="COV-SOFIA" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2010/06/COV-SOFIA-193x300.jpg" alt="COV-SOFIA" width="193" height="300" />Dari sejumlah istri-istri Rasulullah saw. yang sangat dikenal kaum muslimin adalah Ummul Mukminin Aisyah ra dan Khadijah ra. Baik mengenal namanya secara mudah maupun kehidupan pribadinya. Namun, kaum muslimin secara umum belum banyak yang mengenal sosok-sosok istri Rasulullah saw. yang lainnya. Salah satunya Sofia, atau dalam ejaan bahasa Arab ditulis dan disebut Shafiyyah. Nama istri Rasulullah saw. ini adalah seorang putri pemimpin Yahudi. Nama lengkap beliau adalah Shafiyyah binti Huyaiy bin Akhthab ra.</p>
<p>Dalam buku ini sengaja ditulis dengan nama “Sofia”, bukan Shafiyyah. Tentu ada alasannya. Sebagaimana disebutkan dalam pengantar penerbitnya, bahwa dalam khazanah Islam, terutama dalam kitab-kitab tarikh, kita lebih banyak menjumpai nama “Shafiyyah” ketimbang “Sofia”. Nama “Shofia” terkenal dan lazim dalam penyebutan di kalangan orang-orang Yunani dan Romawi yang beragama Nasrani. Nama “Sofia” sendiri adalah nama yang biasa dipakai putri Huyaiy bin Akhthab ini di antara kaumnya. Itulah mengapa judulnya adalah <em>Misteri Sofia: Istri Nabi dari Putri Yahudi</em>. Kenapa menjadi misteri? Tentu jawabannya ada. Dalam beberapa bab yang tertera di daftar isinya saja kita sudah bisa menemukan maksud penulisnya memberi judul tersebut. Ya, banyak informasi yang bagi saya sendiri sangat baru. Sehingga mengundang rasa penasaran saya untuk membaca “misteri” yang sedang dipaparkan dalam buku ini.<span id="more-3424"></span></p>
<p>Abba Zhahir BiAmrillah, penulis buku ini yang menghadiahkannya langsung kepada saya lengkap dengan tanda tangan dan pesan silaturahminya adalah penulis yang saya kenal sebagai penulis beberapa buku remaja dan anak-anak (<em>Impian Terindah </em>(novel ber-setting di masa kekhilafahan Turki Utsmaniy); <em>99 Tokoh Muslim Dunia for Kids</em>; <em>100 Kisah Islami untuk Anak</em>; dan pernah menulis bersama penulis lainnya—termasuk  saya—dalam buku <em>How to Get Married; </em>dan buku lainnya). Tentu saja terasa sangat istimewa mendapat buku langsung dari penulisnya. Ternyata, saya bukan hanya menemukan wawasan baru dalam buku ini tentang kisah hidup Ummul Mukminin Shafiyyah binti Huyaiy bin Akhthab ra, tapi juga saya jadi tahu bahwa Abba Zhahir BiAmrillah adalah seorang filolog (ahli di bidang kajian naskah-naskah kuno). Sewaktu ia kuliah di Sastra Unpad, ia mengambil spesialisasi pada bidang studi ilmu-ilmu naskah kuno (filologi) atau ilmu <em>tahqiq</em>, sehingga pengetahuannya terhadap peristiwa-peristiwa kesejarahan cukup mumpuni, baik dari sudut sosiologi, antropologi, maupun geneologi masyarakat.</p>
<p>Buku ini adalah salah satu buktinya. Mengemas sejarah dan kisah hidup Sofia, istri nabi dari putri Yahudi ini begitu lengkap dan mengalir deras. Informasinya sangat banyak dan didukung dengan dalil-dalil yang kuat dan meyakinkan. Membaca buku ini serasa mengembara ke lembaran-lembaran masa lalu. Disusun dengan bahasa yang indah dan pilihan kata yang bagus, sehingga membaca buku ini serasa membaca novel. Padahal ini buku nonfiksi. Bahkan mungkin saja masuk kategori <em>text book</em>. Mungkin inilah salah satu keunikan penulisan buku ini.</p>
<p>Dalam pengantar buku ini Abba Zhahir BiAmrillah menuliskan, “saya ingin mengungkapkan bagaimana perikehidupan Sofia bersama nabi, keistimewaan, dan keteladanannya bagi kaum Muslim, sekaligus mengurai fakta sejarah interaksi Rasul, Sofia, dan kaum Muslim dengan orang-orang Yahudi.”  Itu sebabnya, buku ini dijejali dengan lima bab pembahasan dengan beragam fokus kajian. Bagian pertama khusus membahas tentang Sofia dengan judul bab “Siapakah Sofia?”. Dikemas menarik mulai dari nasab dan masa pertumbuhannya, pernikahan Sofia sebelum menikah dengan Rasulullah saw, isyarat pernikahan dengan Rasulullah, hingga kehidupan Sofia ketika bersama istri-istri Rasulullah yang lainnya. Bagian kedua dan ketiga dikupas tuntas tentang Yahudi dalam pandangan Islam dan <em>ahlu dzimmah</em> dalam Daulah Islam. Pada bagian keempat, kembali penulisnya membeberkan keteladan Sofia secara gamblang baik dalam kualitas individunya, akhlak mulianya, dan keteladan Sofia sebagai istri. Sangat enak dibaca dan menambah wawasan.  Buku ini ditutup dengan penjelasan di bagian akhirnya tentang wanita-wanita di sisi Rasulullah saw. yang terlupakan. Ternyata, jika membaca buku ini, kita akan mendapatkan informasi bahwa ada wanita-wanita yang pernah dilamar oleh Rasulullah saw. tapi tidak jadi dinikahi, juga tentang wanita-wanita yang dinikahi Rasulullah saw. tanpa menyempurnakan pernikahannya dan yang diceraikan Rasulullah saw. beserta alasannya, serta wanita-wanita yang menyatakan diri ingin dinikahi Rasulullah saw.</p>
<p>Kelemahan buku ini, menurut saya terletak pada masalah teknis. Penataan warna dan pernak-pernik di bagian dalam buku ini menjadi kurang menarik. Mungkin maksudnya ingin rileks dan terasa enak dibaca, tapi menjadi ‘rusak’ karena pilihan warna yang kurang cocok untuk mata (setidaknya bagi mata saya yang sudah minus dan silindris pula).</p>
<p>Meski demikian, tetap tak melemahkan kekuatan utama buku ini. Kekuatan buku ini selain pada pemaparannya, adalah pada literatur pendukungnya. Sehingga menjadikan buku ini bukan bacaan biasa, bahkan bisa digolongkan menjadi buku rujukan. Apalagi karena pengemasan produknya dengan <em>hard cover</em> sehingga memungkinkan untuk sering dibaca berulang-ulang sesuai kebutuhan untuk mendapatkan informasi dari buku ini. Ya, sebagai rujukan.</p>
<p>Satu hal lagi yang menjadi keunikan buku ini adalah mengemas secara utuh dengan frame berpikir yang utuh pula. Artinya, memandang kisah hidup tokoh di buku ini yang dihubungkan dengan sejarah hubungan kaum muslimin dengan Yahudi dalam bingkai Daulah Islam. Sehingga cukup tergambar dengan jelas berbagai peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari produk hebat peradaban Islam yang mulia.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin menambah koleksi bacaannya yang bernilai sejarah dan menjadi rujukan untuk menulis karya sejenis, rasanya pantas buku ini menjadi inspirasi Anda. Saya secara pribadi juga punya harapan besar kepada Abba Zhahir BiAmrillah untuk terus melahirkan karya-karya hebat sesuai keahliannya sebagai filolog (<em>muhaqiq</em>). Umat perlu mendapatkan suplai informasi dan ilmu pengetahuan dari orang-orang seperti Anda. Tidak menutup kemungkinan jika suatu saat pula akan banyak orang mengkaji keilmuan sejenis untuk ikut meramaikan pasar pengetahuan bagi kaum muslimin.</p>
<p>Betapa indahnya Islam, jika kita tahu lebih dalam dan tentu saja mengamalkannya dalam kehidupan. Baik mengamalkan secara individu, masyarakat maupun dalam bingkai negara.</p>
<p>Salam,<br />
O. Solihin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/sofia-istri-nabi-dari-putri-yahudi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[resensi buku] Cinta Sejati, Mencintai Nabi</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/resensi-buku-cinta-sejati-mencintai-nabi</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/resensi-buku-cinta-sejati-mencintai-nabi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 01:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[tsaqafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3418</guid>
		<description><![CDATA[Judul buku: Jadikan Aku Pecinta Nabi &#124; Penulis: Abdurrahman  al-Baghdadi dan Fathy Syamsuddin Ramadhan an-Nawiy &#124; Penerbit: Gema  Insani, 2009 &#124; Jumlah halaman: 208 hlm; 14,5 cm
Dr. Ahmad Muhammad al-Hufy sebelum  menulis Min akhlak an-Nabiy beliau bertutur penuh kerendahan hati, “Ya,  Rasulullah, junjunganku! Apakah kata-kata yang tak berdaya ini mampu  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Judul buku: Jadikan Aku Pecinta Nabi | Penulis: Abdurrahman  al-Baghdadi dan Fathy Syamsuddin Ramadhan an-Nawiy | Penerbit: Gema  Insani, 2009 | Jumlah halaman: 208 hlm; 14,5 cm</strong></p>
<p>Dr. Ahmad Muhammad al-Hufy sebelum  menulis Min akhlak an-Nabiy beliau bertutur penuh kerendahan hati, “Ya,  Rasulullah, junjunganku! Apakah kata-kata yang tak berdaya ini mampu  mengungkapkan ketinggian dan keluhuranmu? Apakah penaku yang tumpul ini  dapat menggambarkan budi pekertimu yang mulia? Bagaimana mungkin setetes  air akan sanggup melukiskan samudera yang luas? Bagaimana mungkin  sebutir pasir akan mampu menggambarkan gunung yang tinggi? Bagaimana  mungkin sepercik cahaya akan dapat bercerita tentang matahari? Sejauh  yang dapat dicapai oleh sebuah pena, hanyalah isyarat tentang keluhuran  martabatmu, kedudukanmu yang tinggi, dan singgasanamu yang agung.”</p>
<p>Buku yang terdiri dari 11 bab singkat ini ditulis oleh Ustad  Abdurrahman al-Baghdadi, ulama kelahiran Libanon yang telah lama mukim  di Indonesia. Buku ini beliau tulis bersama Fathi Syamsuddin an-Nawiy.  Ketika pertama kali disodorkan buku ini oleh Pak Abdul Hakim dari Gema  Insani, saya langsung menyusun ide untuk menuliskan resensinya.</p>
<p>Membaca bab demi bab di buku ini sangat menambah wawasan. Seolah  ingin meyakinkan pembaca untuk mencintai Nabi Muhammad saw., buku ini  dibuka dengan bab pertama yang membahas tuntas tentang larangan  menyakiti dan menentang Rasulullah saw. Untuk menegaskan, dilanjutkan di  bab dua tentang hukuman bagi para penghina Rasulullah saw. Serta  diyakinkan lagi bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad saw. diutus, maka  jika ada yang mengaku-ngaku sebagai nabi, harus siap menghadapi hukuman  yang tak bisa dianggap enteng.<span id="more-3418"></span></p>
<p>Pribadi Rasulullah saw. juga dipaparkan dengan sangat bagus di buku  ini. Tak lupa juga dibahas tentang keluarganya, istri-istrinya. Bahkan  termasuk ciri-ciri nabi secara fisik dibahas dalam bab penampilan  Rasulullah saw. Benar-benar beliau pribadi yang agung. Jadi teringat  kisah yang pernah saya baca. Diriwayatkan Abu Hurayrah (Nailul Awthar,  4: 90): “Ada seorang perempuan hitam yang pekerjaannya menyapu masjid.  Pada suatu hari, Nabi saw. tidak menemukan perempuan itu. Nabi saw.  menanyakan ihwalnya. Para sahabat mengatakan bahwa ia telah mati. Ketika  Nabi menegur mereka kenapa tidak diberitahu, para sahabat mengatakan  bahwa perempuan itu hanya orang kecil saja. Kata Nabi saw., “Tunjukkan  aku kuburannya.” Di atas kuburan itu Nabi melakukan shalat untuknya.”</p>
<p>Imam ath-Tahbrani dalam Tarikh-nya menuliskan tentang kepribadian  Rasulullah saw.: “Selama beliau tetap sebagai Rasulullah, maka tidak  boleh tidak, beliau harus menjadi orang yang paling lembut dan berlapang  dada di antara manusia, paling halus budi pekertinya, paling baik  akhlaknya dan paling indah pergaulannya. Rasulullah saw. menahan amarah,  memaafkan, dan memohonkan ampunan atas orang-orang yang tergelincir.  Beliau saw. mengalahkan hak-hak dirinya selama bukan hak Allah. Beliau  saw. memaafkan orang yang mendzaliminya, mengusirnya dari tanah airnya,  menyakitinya, mencai makinya dan bahkan yang memeranginya; karenanya  beliau berkata kepada mereka pada hari Penaklukan Mekkah, “Pergilah  kalian, karena kalian adalah orang-orang bebas.” (ath-Thabrani dalam  Tarikh-nya 2/161)</p>
<p>Buku yang dilengkapi dengan penjelasan dari para ulama dan diberikan  dalil-dalinya dari al-quran dan as-Sunnah dalam mendukung setiap  penjelasannya ini akan menambah wawasan kita tentang pribadi dan  kehidupan Rasulullah saw. Itu juga tercantum dengan jelas dalam  pengantar penulisnya: “Buku ini disusun dan dipersembahkan kepada kaum  Muslim agar di dalam hati mereka tumbuh perasaan cinta, memuliakan, dan  meluhurkan Rasulullah saw., di tengah derasnya upaya kaum kafir dan  munafik untuk menghina Rasulullah saw. secara pribadi, maupun  ajaran-ajarannya. Selain itu, buku ini juga ditujukan agar kaum Muslim  mengenal lebih jauh kepribadian dan hukum-hukum khusus yang berlaku  untuk beliau saw.”</p>
<p>Benar, di tengah banyaknya penghinaan terhadap Rasulullah saw. oleh  musuh-musuh Islam saat ini, rasanya pantas juga buku ini kita baca atau  hadiahkan kepada orang-orang yang kita sayangi agar mereka tetap  mencintai nabinya dengan sepenuh hati dan pengetahuan yang memadai.  Tentu agar kecintaannya tetap terpatri sampai nanti sampai mati.</p>
<p>Salam,<br />
O. Solihin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/resensi-buku-cinta-sejati-mencintai-nabi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syauqi, Muncul di Tengah Kelesuan Nasyid</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/syauqi-muncul-di-tengah-kelesuan-nasyid</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/syauqi-muncul-di-tengah-kelesuan-nasyid#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 02:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[CD audio]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[nasyid]]></category>
		<category><![CDATA[syauqi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3371</guid>
		<description><![CDATA[Judul Album: Rajin-Rajinlah &#124; Grup  Nasyid: Syauqi &#124; Produksi: Risalah Production dan Naw Production &#124; Info  dan Pemesanan CD Syauqi: +6285691307396 &#124; +622191765625
Grup nasyid asal Depok ini mencoba menawarkan genre nasyid yang  mengingatkan saya kepada salah satu grup nasyid asal Malaysia, Raihan.  Meski tidak sama persis, tetapi bagi saya dan telinga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><strong>Judul Album: Rajin-Rajinlah | Grup  Nasyid: Syauqi | Produksi: Risalah Production dan Naw Production | Info  dan Pemesanan CD Syauqi: +6285691307396 | +622191765625</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-3372" title="syauqi" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2010/05/syauqi-300x225.jpg" alt="syauqi" width="300" height="225" />Grup nasyid asal Depok ini mencoba menawarkan genre nasyid yang  mengingatkan saya kepada salah satu grup nasyid asal Malaysia, Raihan.  Meski tidak sama persis, tetapi bagi saya dan telinga par5a pendengar  lainnya yang akrab dengan Raihan akan menemukan rasa Raihan dalam  album-album Syauqi. Baik lirik maupun musiknya <em>easy listening</em>.  Ringan, menghibur dan mudah dihapal liriknya. Namun demikian, urusan  vokal pasti sangat berbeda. Punya ciri khas tersendiri. Kualitas  vokalnya lumayan oke juga.</p>
<p>Album <em>Rajin-Rajinlah </em>dibuka  dengan lagu pertama berjudul “Shalatlah”, lalu “3 Tanda Orang Sholeh”  dan empat lagu lainnya. Ada yang menarik dalam lagu “Suratan Badan”.  Arrangment musiknya yang rapi dan mixingnya bersih membuat lagu ini  terasa nikmat didengarkan lirik-liriknya. Meski sedikit mendayu-dayu,  ini karena isi liriknya yang merupakan perenungan.</p>
<p>Entah Syauqi  hadir pada saat yang tepat atau kurang tepat. Tapi yang pasti  kehadirannya memberikan alternatif nasyid di tengah kelesuan nasyid  secara umum. Sejak band-band konvensional menyerbu dengan lagu-lagu  religi yang muncul setiap Ramadhan, masa kejayaan nasyid mulai pudar.  Pendengar remaja pada umumnya lebih menyukai lagu-lagu dari musisi idola  mereka yang memang sudah dikenalnya melalui lagu-lagu umum sebelumnya.  Band-band seperti Ungu, Wali, ST 12, Gigi, termasuk yang ikut menembus  pasar penyuka musik religi. Dengan kualitas vokal dan arransmen musik  yang sudah mapan, mereka hanya tinggal mengolah liriknya saja. Dan,  memang bagus-bagus dan digandrungi pendengar setianya.</p>
<p>Namun  demikian, sebenarnya masih ada pasar fanatik para pendengar nasyid,  meski jumlahnya sedikit jika dibandingkan dengan pendengar musik pop  pada umumnya. Inilah yang barangkali ingin dibidik oleh grup-grup nasyid  ‘tradisional’. Syauqi, sepertinya ingin bertahan pada segmen tersebut.  Syauqi mencoba mengandalkan kekuatan pada lirik nasyid, dan mengemas  dengan musik yang menjadi penarik perhatian pendengar awam tentang  nasyid yang biasanya lebih banyak accapela. Jadi, tak ada salahnya untuk  mencoba mendengarkan nasyid-nasyid dari Syauqi. Rasakan sensasinya.  Meski anda yang terbiasa dengan Raihan mungkin akan menyangka Syauqi  mengekor kesuksesan Raihan. Tetapi menurut saya, Syauqi hanya  memanfaatkan inspirasi dari pendahulunya, mengolah dan mengemasnya  dengan lebih baik lagi sesuai kreativitas yang mereka miliki. Tetap asik  untuk didengarkan, kok. Namun, saya memiliki catatan khusus: Mungkin  pada album berikunya, lagunya diperbanyak dalam satu album dan liriknya  lebih ‘menggigit’ dalam menerjemahkan fenomena kehidupan yang ada. Jadi,  lagu-lagunya terinspirasi dari kondisi perkembangan kehidupan. Agar  terasa lebih dekat dan membumi.</p>
<p>Salam,</p>
<p>O. Solihin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/syauqi-muncul-di-tengah-kelesuan-nasyid/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ledakkan Potensi Dirimu!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/ledakkan-potensi-dirimu</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/ledakkan-potensi-dirimu#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 01:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=998</guid>
		<description><![CDATA[
Judul Buku: Ledakkan Potensi Dirimu!
Penulis: M. Iwan Januar
Penerbit: Madania Prima
Harga: Rp. 45.000, -
Manusia adalah misteri sekaligus obyek penelitian yang mengasyikkan. Berbagai disiplin ilmu telah berusaha menguak hakikat manusia. Di Yunani, berlaku semboyan populer gnothi seauton, yang bermakna kenali dirimu. Karena dari mengenali hakikat manusia, maka manusia bisa memetakan jalan hidupnya dan apa yang harus dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/05/buku-potensi.jpg"><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-999" style="float: left;" title="buku-potensi" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/05/buku-potensi-208x300.jpg" alt="" width="208" height="300" /></a></p>
<p><!--[if gte vml 1]> < ![endif]--><strong>Judul Buku: Ledakkan Potensi Dirimu!</strong></p>
<p>Penulis: M. Iwan Januar</p>
<p>Penerbit: Madania Prima</p>
<p>Harga: Rp. 45.000, -</p>
<p>Manusia adalah misteri sekaligus obyek penelitian yang mengasyikkan. Berbagai disiplin ilmu telah berusaha menguak hakikat manusia. Di Yunani, berlaku semboyan populer g<em>nothi seauton</em>, yang bermakna kenali dirimu. Karena dari mengenali hakikat manusia, maka manusia bisa memetakan jalan hidupnya dan apa yang harus dilakukan untuk menempuhnya.</p>
<p>Dalam buku ini, M Iwan Januar yang biasa menulis buku-buku remaja dan pernikahan, mengajak pembaca untuk menyibak ayat-ayat <em>kauniyah</em> dan <em>qawliyah</em> yang sudah Allah datangkan pada diri manusia. Ternyata dalam diri manusia terdapat potensi kehidupan yang bila ?diledakkan&#8217; akan menciptakan enerji besar demi kemakmuran hidup manusia lahir maupun batin. Sebaliknya, terpendamnya potensi kehidupan tersebut, atau penyalurannya yang batil, justru akan membinasakan manusia itu sendiri.</p>
<p>Maka, membaca buku ini menjadi sebuah kemestian bagi setiap insan yang menginginkan jati dirinya yang sejati terungkap. Agar dapat menjalankan hidup lebih bermakna, adil, dan semakin tunduk pada kekuasaan Allah SWT. Karena ujung penyibakkan misteri kehidupan manusia itu adalah mengenal dan mengimani al-Khalik. Sebagaimana petuah Imam Ali bin Abi Thalib ra. <em>&#8220;Siapa mengenal dirinya, niscaya mengenal Rabbnya.&#8221;</em>&#353;[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/ledakkan-potensi-dirimu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap &#8220;Industri Kebohongan&#8221; bernama Holocaust</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mengungkap-industri-kebohongan-bernama-holocaust</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/mengungkap-industri-kebohongan-bernama-holocaust#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 01:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/mengungkap-industri-kebohongan-bernama-holocaust/</guid>
		<description><![CDATA[Norman G. Finkelstein menulis buku dengan begitu jujur. Bahwa holocaust hanyalah sebuah &#8220;idustri&#8221; kebohongan untuk memeras Negara-negara besar     ___________________________
The Holocaust Industry 
Penulis  : Norman G. Finkelstein &#124; Penerbit: Ufuk Press Jakarta &#124; Cetakan: Pertama, 2006
___________________________
Hidayatullah.com&#8211;Selain Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, belum pernah ada tokoh di dunia yang berani secara terang-terangan mengatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Norman G. Finkelstein menulis buku dengan begitu jujur. Bahwa holocaust hanyalah sebuah &#8220;idustri&#8221; kebohongan untuk memeras Negara-negara besar </em>    ___________________________</p>
<p><strong>The Holocaust Industry </strong></p>
<p>Penulis  : Norman G. Finkelstein | Penerbit: Ufuk Press Jakarta | Cetakan: Pertama, 2006</p>
<p>___________________________</p>
<p><img src="http://hidayatullah.com/images/stories/Holocaust%20industri.jpg" alt="Image" align="left" border="0" height="180" hspace="6" width="150" /><strong><em>Hidayatullah.com&#8211;</em></strong>Selain Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, belum pernah ada tokoh di dunia yang berani secara terang-terangan mengatakan keberadaan holocaust hanya sekedar mitos. Sebab, bagi banyak orang, khususnya di Barat dan Eropa, menolak keyakinan keberadaan Holoucaust bisa dianggap sebagai ?anti semit&#8217; dan sebuah pelanggaran tidak sepele.</p>
<p>Holocaust, yang diklaim kaum Yahudi sebagai peristiwa pembantaian oleh Nazi Jerman di bawah Adof Hitler di masa Perang Dunia II -kaum Yahudi juga menyebutnya sebagai ?the final solution- dan dianggap menyebabkan lebih dari enam juta kaum Yahudi ?dibantai&#8217; di ruang gas di kamp-kamp Auschwitz tak lain hanyalah ?kebohongan&#8217; tergoranisir dan tercanggih di abad ini.<span id="more-946"></span></p>
<p>Kecuali orang tak tidak waras, bagi kebanyakan orang normal, meyakini lebih dari enam juta kaum Yahudi disiksa dan dibantai adalah sulit dinalar. Bagi yang percaya propaganda murahan seperti ini, membantai jutaan orang -secara matematis membutuhkan 137 orang perjam-nya untuk dibantai-adalah omong kosong yang tak bermutu. Sebab, selama Perang Dunia II, hanya ada segelintir kamp-kamp di Jerman. Selain itu, kota Austchwitz adalah kota kecil. Seharusnya Jerman harus menyediakan ratusan kamp di kota kecil itu.</p>
<p><img src="http://hidayatullah.com/images/stories/KKK_holocaust_a_zionist_hoax.jpg" alt="Image" align="right" border="0" height="291" hspace="6" width="200" />Bahkan selama 6 hari pada Oktober 1999, sebuah tim Australia yang dipimpin oleh Richard Krege -seorang insinyur elektronik terkemuka- melakukan pengujian terhadap tanah pada bekas kamp Treblinka II di Polandia, di mana para sejarawan Holocaust meyakini jutaan orang Yahudi dibunuh di kamar gas kemudian dikubur secara massal, tak mendapatkan bukti apapun, kecuali kebohongan.</p>
<p>Untuk yakin bahwa jumlah Yahudi di Eropa selama 60 tahun lalu melebih enam juta jiwa (sedangkan saat ini jumlah keseluruhan populasi hanya berkisar 20 juta jiwa) diperkirakan hanya bisa diwakili orang-orang yang ?tidak sehat&#8217; berfikir.</p>
<p>Lantas bagaimana bisa cerita lelucon ini bisa &#8220;menyihir&#8221; jutaan orang dan Negara-negara besar di Barat dan Eropa? Panjang ceritanya. Lagi-lagi, tak jauh dari ?teori konspirasi&#8217; (meski hal-hal seperti ini sering dianggap isapan jempol semata).</p>
<p align="center">***</p>
<p>Sejak mendirikan negara tahun 1948 dengan merampas tanah Palestina, Israel tidak begiku dianggap penting di dunia. Bahkan ketika Israel ikut bersekutu dengan Perancis dan Inggris menyerang Mesir tahun 1956 yang membuat semenanjung Sinai jatuh, Israel tetap tak dianggap berarti.</p>
<p>Bahkan Amerika Serikat (AS) kala itu lebih memilih &#8220;Negara Arab&#8221; untuk menjaga hubungannya karena dianggap lebih menguntungkan secara politis di masa depan.</p>
<p>Yahudi -dalam hal ini Holocoust- tiba-tiba dianggap begitu penting bagi pemerintahan Amerika khususnya, setelah ia berubah menjadi ?industri politik&#8217; yang digunakan untuk memeras dolar.</p>
<p>Sampai-sampai banyak warga Amerika yang lebih mengenal Holocaust dibanding sejarah penting mereka sendiri seperti peristiwa Pearl Harbor, di mana sejarah jatuhnya bom atom oleh Jepang. Bahkan hingga hari ini, tak ada penghargaan lebih tinggi melebihi Holocaust di Amerika Serikat (AS).</p>
<p><img src="http://hidayatullah.com/images/stories/roger%20Garaudy.jpg" alt="Image" align="left" border="0" height="107" hspace="6" width="81" />Begitu dahsyatnya &#8220;sihir&#8221; Holocaust, sampai-sampai bagi yang tak mengakui -termasuk yang menolak dan mengingkarinya-harus berhadapan dengan penjara. Tak kurang dari beberapa ilmuwan penting seperti; Robert Faurisson, Profesor Roger Garaudy (Perancis), David Irving (Inggris), Ernest Zandel (Kanada), Gatsom Amadeus (Swiss), George Ashley (AS), Dr. Joel Heyward (New Zealand), kesemuanya harus menjalani hukuman atas keberanian mereka menentang fakta adanya &#8220;kebohongan&#8221; Holocaust.</p>
<p>Buku ini merupakan salah satu buku laris di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika. Penulisnya adalah Norman G. Finkelstein membuktikan sendiri kebenaran skandal bernama Holocaust. Sebuah fakta sejarah yang tiba-tiba berubah menjadi &#8220;industri politik&#8221; dan bisa memeras berbagai negara, terutama Amerika Serikat. Termasuk pemerasan bank-bank Swiss. Sang penulis, Norman G. Finkelstein -yang mengalami sendiri peristiwa itu, karena berdarah Yahudi-membuktikan banyak kebohongan yang kini terus-menerus dipaksakan ke seluruh penjuru dunia. Setidaknya, buku ini teramat penting bagi yang silau oleh tipu daya Yahudi.</p>
<p>Sebagaimana kata koran <em>The Times</em>, &#8220;Buku ini meneriakkan skandal. Ini adalah sebuah polemik yang disuarakan dengan keras.&#8221; [<em>cholis akbar</em>/<a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6288&amp;Itemid=92" target="_blank">www.hidayatullah.com</a>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/mengungkap-industri-kebohongan-bernama-holocaust/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Mau Membunuh Spider-Man?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/siapa-mau-membunuh-spider-man</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/siapa-mau-membunuh-spider-man#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafsa Mutazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/siapa-mau-membunuh-spider-man/</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Spider-Man I Will Kill You &#124; Penulis: Salman Iskandar &#124; Tebal: 192 halaman (21cm) &#124; Penerbit: Momentum, Bandung &#124; Tahun terbit : 2008

Kamu pasti sangat kenal dengan Spider-Man. Yup, Si Muka Jaring ini selalu beraksi untuk menumpas kejahatan dan membela kebenaran. Baik di komik maupun di filmnya, kamu pasti hapal banget dengan karakter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku: Spider-Man I Will Kill You | Penulis: Salman Iskandar | Tebal: 192 halaman (21cm) | Penerbit: Momentum, Bandung | Tahun terbit : 2008</p>
<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/05/bukuspiderman3.png" title="bukuspiderman3.png"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2008/05/bukuspiderman3.thumbnail.png" alt="bukuspiderman3.png" align="left" /></a></p>
<p>Kamu pasti sangat kenal dengan Spider-Man. Yup, Si Muka Jaring ini selalu beraksi untuk menumpas kejahatan dan membela kebenaran. Baik di komik maupun di filmnya, kamu pasti hapal banget dengan karakter tokoh superhero ini dan mungkin aja menjadikannya idola. Iya kan?</p>
<p>Namun, pernah nggak kepikiran bahwa di balik aksi-aksi memukau dan heroik yang diperagakan Peter Parker ketika menjadi alter-egonya itu ternyata berisi pesan-pesan Zionisme-Yahudi, termasuk tentunya <em>lifestyle</em> Barat yang rusak?<span id="more-938"></span></p>
<p>Rasa-rasanya para spider-mania wajib tahu. Sebab, komik atau film bukan semata hiburan tapi sekaligus media penyampai pesan yang cukup ampuh. Pesan tersebut bisa benar dan baik, juga bisa salah dan buruk. Khusus Spider-Man, mungkin kita akan dibuat kaget bukan kepalang karena ternyata isinya sarat banget dengan pesan Zionisme-Yahudi dan <em>lifestyle</em> ala Barat. Benar. Sekalipun tema-tema film Spider-Man kentara dengan aroma Kristen, ide dasarnya kuat dengan misi Yahudi. Masih ingat kalimat &#8220;folosofis&#8221; yang sering diputar-ulang dalam film Spider-Man? Yup, kalimat sakti Si Muka Jaring itu adalah &#8220;with great power comes great responsibility&#8221; atau &#8220;dengan kekuatan besar akan mendatangkan tanggung jawab besar.&#8221;</p>
<p>Dalam buku ini dituliskan bahwa kalimat yang diucapkan Spider-Man, pernah juga disampaikan oleh PM Inggris Winston Churchill saat Perang Dunia I berlangsung untuk nunjukkin kekuasaan dan kekuatan Britania Raya. Begitu juga Presiden George W Bush sering mengutip kalimat tersebut untuk menunjukkan kedigdayaan Amerika Serikat sebagai adidaya dunia. Dan yang jelas, kalimat &#8220;sakti&#8221; Spider-Man itu merupakan ucapan seorang Rahib Yahudi, Eliezer Sneider, kepada semua orang Yahudi, baik di AS, Israel, dan di dunia pada umumnya. <em>(hlm. 121)</em></p>
<p>Buat kamu yang masih penasaran dengan judul buku yang &#8220;menyengat&#8221; ini, sebagai gambaran dipaparkan juga tentang fakta Spider-Man, sejarah pembuatan komik dan filmnya, musuh-musuh Spider-Man, serta semua orang yang berada di balik pembuatannya yang hampir semuanya adalah orang Yahudi, tentu lengkap dengan misi yang diembannya. Fakta dan datanya insya Allah akurat dan otentik. Selain itu, sebagai sebuah solusi, Salman Iskandar memberikannya di bagian empat, yakni bagian akhir dari buku yang ditulisnya ini. Salah satunya dengan menawarkan sosok hero sejati umat Islam yang sengaja dibandingkan dengan Spider-Man secara <em>head to head</em>.</p>
<p>Secara grafis bagus banget, tampilan covernya <em>eye catching</em>, ilustrasi bagian dalamnya juga rame (bahkan mungkin terlalu rame? Sehingga jadi mirip setengah komik). Hanya saja, beberapa ilustrasi di bagian dalam buku tersebut cukup mengganggu mata karena ada tulisan yang tidak terlihat gara-gara <em>background</em> warna gambar terlalu tajam sehingga warna teksnya kalah. Meski demikian, sebagai sebuah bacaan alternatif dan solutif, buku ini layak kamu baca untuk menambah wawasan kamu tentang fakta ini dan solusinya menurut Islam. Jadi, siapa mau menemani Salman membunuh Spider-Man? <a href="http://osolihin.wordpress.com"><strong>[O. Solihin]</strong></a></p>
<p>====</p>
<p>Komentar-komentar untuk buku ini:</p>
<p>1. Para Spider-Mania wajib membaca buku ini, agar kalian tahu siapa sesungguhnya Si Muka Jaring [Johan Manandin, Komikus, Ilustrator Terbaik Adikarya IKAPI 2004]</p>
<p>2. Buku ini benar-benar akan &#8216;membunuh&#8217; Spider-Mania! Baca deh, buku yang membongkar kebohongan superhero Amrik ini agar kita lebih berhati-hati [Rida RSD, penyanyi]</p>
<p>3. Buku ini menyadarkan kita bahwa usaha pengrusakan dari luar sudah dimulai sejak dari anak-anak dan remaja [Inu Kencana Syafiie, Man of The Year 2007 versi SCTV]</p>
<p>4. Siapa yang tidak kenal Spider-Man, tokoh heroik yang sangat digandrungi anak-anak? Buku ini mencoba mengupas tuntas Spider-Man dari sisi yang lain. Dengan bahasa yang lugas, penulis mencoba menggugah kita, agar lebih berhati-hati, karena tanpa disadari tokoh idola bisa mengendalikan hidup anak-anak kita [ Dra. (Psi.) Zulia Ilmawati, Psikolog, Konsultan Anak dan Keluarga Tabloid Suara Islam]</p>
<p>5. Buku yang bikin mata kita melek, bahwa Spider-Man adalah bagian tak terpisahkan dari skenario musuh-musuh Islam [Ust. HM Khair Harry Mukti, muballigh, mantan rocker]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/siapa-mau-membunuh-spider-man/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangga Jadi Muslim</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/bangga-jadi-muslim</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/bangga-jadi-muslim#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 04:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amira Mehnaaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/bangga-jadi-muslim/</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku          : Yes! I am MUSLIM
Penulis                 : O. Solihin
Tebal                   : 388 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/10/yim-4.jpg" title="yim-4.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/10/yim-4.thumbnail.jpg" title="yim-4.jpg" alt="yim-4.jpg" align="left" /></a>Judul Buku          : Yes! I am MUSLIM</p>
<p>Penulis                 : O. Solihin</p>
<p>Tebal                   : 388 halaman</p>
<p>Genre                  : Nonfiksi remaja</p>
<p>Penerbit               : Gema Insani, Januari 2007 (cetakan pertama)</p>
<p>Kontak Penulis    : sholihin@gmx.net [http://osolihin.wordpress.com]</p>
<p>Kontak Penerbit  : www.gemainsani.co.id</p>
<p>Buku karya Kang Oleh yang satu ini ‘rasanya&#8217; beda banget dengan buku-buku yang ditulis sebelumnya. Apa bedanya? Buku ini lebih tersusun rapi menjadi satu bagian utuh dari awal sampai akhir. Bukan kumpulan tulisan seperti layaknya buku Jangan Jadi Bebek yang pertama kali ditulisnya dan menjadi best sellers. <span id="more-694"></span></p>
<p>Kelebihan dari buku ini, barangkali karena Kang Oleh sengaja membuat buku ini dengan tema yang berat tetapi penyajian tetap ringan, rileks, sederhana, dan dikomunikasikan dengan bahasa gaul khas remaja. Sehingga remaja diharapkan merasa <em>enjoy</em> melahap lembar demi lembar buku yang lumayan tebal ini meskipun bertabur data dan istilah-istilah tentang Islam yang agak berat dan mungkin baru pertama kali dikenal remaja gaul saat ini.</p>
<p>Karya yang disebutkan dan diharapkan penulisnya sebagai karya <em>masterpiece</em>-nya ini terbagi dalam lima bab pembahasan. Bagian Satu: ISLAM Bikin Bangga [dalam bab ini dijelaskan dengan halus dan detil tentang: bangga bukan sombong; alasan untuk bangga jadi Muslim; Islam mencerahkan, petunjuk bagi pencari kebenaran; Islam meninggikan derajat manusia; Islam mengajarkan etika]</p>
<p>Kemudian di Bagian Dua: ISLAM Adalah Ideologi [dibahas dengan semangat dan bertabur data dan fakta tentang ideologi-ideologi di dunia; perang peradaban; ketika islam sebagai ritual belaka; ayo bangkit!]. Nah, pada Bagian Tiga: ISLAM Menghargai Manusia [Kang Oleh menggeber pembahasan dengan total seputar Islam yang memelihara: keturunan; akal; kehormatan; nyawa; harta; agama; keamanan; dan negara]</p>
<p>Pada Bagian Empat: Ketika ISLAM Digdaya [dijelaskan secara runut dari mulai Rasulullah saw. revolusioner sejati; kemudian pembahasan dakwah dan jihad; dan bernostalgia sambil menelusuri masa kegemilangan Islam]. Terakhir, di Bagian Lima: Agar Kita Tetap Bangga [di bab ini Kang Oleh memberikan tips-tips khusus buat pembaca remaja, tips-tips tersebut adalah: kenali Islam lebih dalam; kuatkan terus sinyal perjuangan; jangan berhenti mencintai Islam; jangan pernah merasa ‘tertuduh']</p>
<p>Bagi teman-teman remaja yang pengen dapetin wawasan Islam yang agak advance, tapi tetap dengan cara penyampaian informasinya yang mudah, tak rugi membaca buku ini. Dijamin! <strong>[Fahma Rosyada]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/bangga-jadi-muslim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapitalisme Cacat Sejak Lahir</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/kapitalisme-cacat-sejak-lahir</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/kapitalisme-cacat-sejak-lahir#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 06:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Shaheed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/kapitalisme-cacat-sejak-lahir/</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku      : Kapitalisme, &#8220;The Satanic Ideology&#8221;
Penulis       : Umar Abdullah
Editor        : Lathifah Musa
Penerbit     : el-Moesa Press, 2007
Tebal         : 79 halaman
Pemesanan      [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/09/cover-buku-kapitalisme.jpg" title="cover-buku-kapitalisme.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/09/cover-buku-kapitalisme.thumbnail.jpg" title="cover-buku-kapitalisme.jpg" alt="cover-buku-kapitalisme.jpg" align="left" /></a>Judul Buku      : Kapitalisme, &#8220;The Satanic Ideology&#8221;</p>
<p>Penulis       : Umar Abdullah</p>
<p>Editor        : Lathifah Musa</p>
<p>Penerbit     : el-Moesa Press, 2007</p>
<p>Tebal         : 79 halaman</p>
<p>Pemesanan      : e-Moesa Press, Komplek Laladon Permai H-5 Bogor. Telp: 0856-287-5954. e-mail: el_moesa@yahoo.com</p>
<p>Kapitalisme yang saat ini menjadi sistem kehidupan yang diterapkan di banyak negara di dunia ini, sejatinya memiliki sejarah panjang nan gelap. Sistem kehidupan yang berakidah sekularisme ini telah menorehkan catatan berdarah dalam upaya penerapannya di banyak negara. Seperti disampaikan penulisnya pada bagian buku ini dengan mengungkapkan proses berdirinya negara Amerika dan Perancis. Di kedua negara tersebut, terjadi revolusi berdarah untuk mewujudkan sekularisme-liberalisme yang merupakan akidah dari Kapitalisme. <span id="more-630"></span></p>
<p>Di Amerika pada tahun 1775 meletuslah Perang Revolusi. Perang Revolusi ini berawal dari pertempuran Lexington dan Concord. Dan setahun kemudian (1776) Amerika mendeklarasikan kemerdekaannya dari Inggris.<sup> </sup>Slogan-slogan Hak -hak Asasi Manusia diangkat dalam <em>Declaration of Independence</em> (Deklarasi Kemerdekaan) Amerika yang ditulis oleh Thomas Jefferson. Thomas Jefferson dianggap juru bicara kebebasan manusia. <em>(hlm., 45)</em></p>
<p>Di Perancis, pada tahun 1789 pecah Revolusi Perancis yang mengusung jargon &#8220;Liberty, Egality, Fraternity&#8221;.<sup> </sup>Sistem Feodal dihapus dan diproklamasikan Hak-hak Asasi Manusia. Raja Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette dieksekusi bersama ribuan penduduk Perancis lainnya. Sebuah revolusi ideologis yang sangat berdarah. <em>(hlm., 46) </em></p>
<p>Berbeda dengan Islam, Revolusi Islam tanpa kekerasan dan darah. Rasulullah saw. ketika hendak menyampaikan Islam dan ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara, menjadikan jalan merangkul <em>ahlul quwwah</em> (pemilik kekuasaan) dari kabilah-kabilah dari Madinah yang melakukan haji ke Mekkah. Mereka diberikan pemahaman tentang ajaran Islam dengan cara yang sangat baik. Setelah Baiat Aqabah pertama (12 orang penduduk Madinah yang memeluk Islam berjanji dengan Muhammad saw. untuk tidak menyekutukan Allah Swt., tidak berzina, dan bentuk maksiat lainnya), Rasulullah saw. kemudian mengutus Mush&#8217;ab bin Umair untuk menyampaikan Islam ke penduduk Yastrib (Madinah).</p>
<p>Alhamdulillah, dakwah Mush&#8217;ab mendapat sambutan dari banyak penduduk Madinah (terutama kalangan tokohnya) hingga kemudian pada musim haji tahun berikutnya 75 rombongan dari Madinah (73 laki-laki dan 2 orang wanita), melakukan Baiat Aqabah II dengan Nabi Muhammad saw. Pada Baiat Aqabah kedua ini, Rasulullah saw. Bukan hanya membicarakan dakwah, tapi sekaligus menyusun strategi agar Islam bisa diterapkan sebagai pondasi sebuah negara. Atas pertolongan Allah, seluruh pemuka masyarakat dari Madinah ini menyetujui. Singkat kata, negara Islam berdiri di Madinah tak lama setelah Rasulullah saw. berhijrah ke sana. <em>Subhanallah</em>, inilah revolusi Islam yang tak perlu mengucurkan darah. Bahkan ketika <em>futuh</em> (penaklukan) Mekah pun, sama sekali tak ada darah yang menetes. Islam datang dengan damai. Jika pun terjadi pertempuran, itu lebih karena pihak musuh terlebih dahulu menantang Islam ketika Islam sudah menjadi dasar negara di Madinah. Tentu saja tantangan perang dari musuh-musuh Islam itu harus dilayani dengan mengangkat senjata pula sebagai pilihan logis supaya kedaulatan Islam tetap berdiri tegak.</p>
<p>Buku ini cukup bagus mengupas fakta dengan lengkap dan detil. Hanya saja, dari sisi bahasa, buku ini terasa &#8220;lurus&#8221; karena didominasi data-data yang sepertinya begitu saja dicantumkan tanpa dikemas ulang dengan gaya bahasa penulisnya. Sehingga membaca buku ini seperti sedang membaca kumpulan fakta yang disatukan dalam satu buku. Meski saling bertautan tapi rasa bahasanya kurang &#8216;hidup&#8217;. Namun demikian, hal ini tidak mengurangi bobot dari buku ini karena data yang dicantumkan sangat bagus dan diperlukan bagi para pejuang Islam yang berupaya menyerang Kapitalisme-Sekularisme ini. Bekal untuk dakwah dan mengemasnya kembali untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat secara umum.</p>
<p>Ada kabar gembira bagi Anda yang masih belum puas dengan membaca buku ini, karena el-Moesa Production dalam waktu dekat akan segera meluncurkan karya ini dalam bentuk visual, format VCD. Kita nantikan saja. Semoga buku dan VCD ini nantinya menjadi penyemangat dan penambah wawasan untuk menghancurkan bersama-sama <em>the satanic ideology</em> tersebut. Percayalah, meski Kapitalisme tampak digdaya saat ini dan diperjuangkan serta diterapkan banyak negara, tapi Kapitalisme dibangun di atas pondasi yang sangat rapuh. Menurut George Ritzer dan Douglas J Goodman (keduanya pakar sosiologi) menjelaskan dalam bukunya (<em>Modern Sociological Theory</em>) bahwa Kapitalisme cenderung menaburkan bibit kehancuran bagi dirinya sendiri. Ya, Kapitalisme memang sudah cacat sejak lahir. Jadi insya Allah seharusnya akan lebih gampang untuk menguburnya. <em>Allahu Akbar!</em> <a href="http://osolihin.wordpress.com" target="_blank"><strong>[O. Solihin]</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/kapitalisme-cacat-sejak-lahir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Pernah Menerapkan Syariat Islam</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/indonesia-pernah-menerapkan-syariat-islam</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/indonesia-pernah-menerapkan-syariat-islam#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 07:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oleh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/indonesia-pernah-menerapkan-syariat-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Judul VCD: Sejarah Penerapan Syariat Islam di Indonesia [2 Seri]: Seri 1 [644 - 1652 M], dan
Seri 2 [1652 - 2006 M]
Produksi : el-Moesa Production, 2007 [el_moesa@yahoo.com]
Durasi : 57 menit, 31 detik [Seri 1] dan 58 menit, 8 detik [Seri 2]
 
Salah besar jika ada pihak-pihak yang meragukan dan bahkan menentang penerapan syariat Islam sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul VCD: Sejarah Penerapan Syariat Islam di Indonesia [2 Seri]: Seri 1 [644 - 1652 M], dan<br />
Seri 2 [1652 - 2006 M]<br />
Produksi : el-Moesa Production, 2007 [el_moesa@yahoo.com]<br />
Durasi : 57 menit, 31 detik [Seri 1] dan 58 menit, 8 detik [Seri 2]<br />
<a title="penerapan-syariat-islam1a.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/06/penerapan-syariat-islam1a.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/06/penerapan-syariat-islam1a.thumbnail.jpg" alt="penerapan-syariat-islam1a.jpg" /></a> <a title="penerapan-syariat-islam2a.jpg" href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/06/penerapan-syariat-islam2a.jpg"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/06/penerapan-syariat-islam2a.thumbnail.jpg" alt="penerapan-syariat-islam2a.jpg" /></a></p>
<p>Salah besar jika ada pihak-pihak yang meragukan dan bahkan menentang penerapan syariat Islam sebagai ideologi negara. Faktanya, Islam sudah diterapkan sejak jaman baheula di negeri ini. Andai saja para sejarawan nasional mau jujur menulis, sebenarnya Indonesia pernah menerapkan Islam sebagai ideologi negara.<span id="more-528"></span></p>
<p>Ide negara Islam sebagai wadah penegakkan dan penerapan syariat Islam, bahkan sudah ada di Indonesia sejak terbentuknya Kesultanan Aceh sekitar 1042. Hal ini tentu amat wajar mengingat perjuangan kesultanan-kesultanan Nusantara hingga perjuangan kemerdekaan RI dimotori oleh para pejuang Muslim. Itu sebabnya, jika sekarang gairah perjuangan itu tetap menyala, seharusnya tidak disikapi dengan kecurigaan. Selain bukan hal baru, juga memang perjuangan penegakkan dan penerapan syariat Islam sebagai ideologi negara ini tidaklah “aneh”. Jadi kecurigaan dan ketakutan bagi sebagian kalangan terhadap penerapan Islam sebagai ideologi negara ini tidaklah beralasan. Sangat tidak beralasan.</p>
<p>Ketika Islam dipahami sebagai ideologi, maka “hararatul mabda’” (panasnya ideologi) itu akan menggerakkan turbin pemikiran dan mewujudkannya dalam bentuk perjuangan untuk melawan kedzaliman. Islam sebagai ideologi ini juga disadari oleh para orientalis Barat, mereka sepakat bahwa “Islam is not merely a religion. It is also a way of life and a whole civilization” (Islam bukan sebagai agama belaka, tetapi juga sebagai suatu gaya dan cara hidup, serta suatu peradaban lengkap). Jangan heran pula jika Bung Karno pun pernah mengatakan bahwa “Islam is not only a religion of the mosque, but also of life and struggle!” (Islam tidak hanya agama untuk diamalkan di masjid-masjid, tetapi juga untuk diamalkan di bidang kehidupan dan di medan juang!)</p>
<p>Dalam VCD ini, kita akan menemukan gambaran fakta yang sangat banyak tentang sejarah penerapan syariat Islam di Indonesia. Pada Seri 1 misalnya, dibahas dengan sangat bagus tentang permulaan dakwah Islam di Nusantara. Jika dalam buku-buku sejarah yang pernah kita baca, Islam yang masuk ke Nusantara dibawa oleh pedagang Parsi dan Gujarat, maka sejatinya tidaklah demikian. Sebab, faktanya adalah penyebaran Islam ke Nusantara memang sudah disiapkan oleh Khilafah Islamiyah dengan mengutus ulama-ulama terbaiknya ke Nusantara untuk mendakwahkan Islam. Nusantara pun kemudian menjadi bersatu dengan adanya Islam. Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan seperti: politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, hukum, peradilan, dan pemerintahan.</p>
<p>Menonton VCD ini, kita tidak merasa berat harus melahap puluhan buku karena dalam VCD ini disajikan dengan amat manis dan mudah untuk memperoleh fakta yang banyak dengan waktu yang sedikit. Tentu saja, sebagai pengenalan informasi awal tentang penerapan syariat Islam di Indonesia, VCD ini sangat membantu. Tapi jika ingin memperdalam sebaiknya membaca literatur yang lengkap dari buku-buku dan manuskrip yang ada. Minimal dari rujukan yang diambil dalam pembuatan VCD ini, yang bisa dilihat pada tayangan ‘credit’ di akhir durasi VCD ini.</p>
<p>Pada Seri 2, kita akan diajak ‘bernostalgia’ menengok perjuangan para pendahulu kita dalam menerapkan syariat Islam. Jatuh-bangun, tekanan, halangan, dan keberhasilan silih berganti. Bahkan umumnya terus merosot karena tekanan dari pihak yang membenci Islam makin kuat. Apalagi didukung oleh penjajah yang saat itu berkuasa dan mencengkeram serta mengendalikan peta kekuatan politik. Overall, VCD ini layak dimiliki sebagai pelengkap informasi dan bahan mewacanakan penerapan Islam sebagai ideologi negara.</p>
<p>Penulis skenario dari VCD semi dokumenter ini rupanya ingin memberikan pendidikan politik, sehingga pemirsa bukan hanya disodorkan fakta yang ‘mati’ begitu saja, tapi menyelipkan opini yang insya Allah jujur karena berangkat dari penilaian terhadap fakta yang ada. Agar menjadi pelajaran bagi kaum Muslimin generasi berikutnya.</p>
<p>Satu-satunya kelemahan, jika pun ingin disebut sebagai kelemahan, yakni memberi ruang ‘publikasi’ yang sangat besar kepada salah satu partai politik yang giat berdakwah menerapkan syariat Islam, yakni Hizbut Tahrir Indonesia. Sehingga seolah-olah menjadi bagian dari kampanye partai tersebut. Padahal, media ini bukanlah corong partai tersebut. Mungkin saking setujunya dengan perjuangan mereka. Allahu’alam.</p>
<p>Terlepas dari ‘kelemahan kecil’ itu, VCD ini, baik Seri 1 dan Seri 2 layak untuk dimiliki dan disebarkan kembali kepada seluruh kaum muslimin yang ingin mencari kebenaran sejarah dan menjadikan bahan evaluasi perjuangan saat ini jika pun dalam sejarah ada kekeliruan yang berakibat menggagalkan perjuangan para pendahulu kita saat itu. Allahu’alam bishowab.[O. Solihin]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/indonesia-pernah-menerapkan-syariat-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
