<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaulislam.com &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/category/uncategorized/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Aug 2010 17:18:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Anak SD Aja Baca gaulislam!</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/anak-sd-aja-baca-gaulislam</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/anak-sd-aja-baca-gaulislam#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 11:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3376</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum wr wb Nggak nyangka. Waktu pertama kali dapet SMS dari Pak Wayan Prasetya (sekitar sebulan setengah lalu), guru di Madrasah Ibtida’iyah Darul Ihya, Ciomas saya agak kaget. “Apakah gaulislam cocok untuk anak SD?” Tapi apa boleh buat. Karena Pak Wayan berhasil meyakinkan saya bahwa mereka bisa paham baca gaulislam, maka akhirnya gaulislam edisi cetak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum wr wb<br />
</em></p>
<div id="attachment_3378" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-3378" title="100_0874-resize" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2010/05/100_0874-resize-300x204.jpg" alt="Siswa-siswa MI Darul Ihya, Ciomas-Bogor foto bersama dengan memajang gaulislam" width="300" height="204" /><p class="wp-caption-text">Siswa-siswa MI Darul Ihya, Ciomas-Bogor foto bersama dengan memajang gaulislam</p></div>
<p>Nggak nyangka. Waktu pertama kali dapet SMS dari Pak Wayan Prasetya (sekitar sebulan setengah lalu), guru di Madrasah Ibtida’iyah Darul Ihya, Ciomas saya agak kaget. “Apakah gaulislam cocok untuk anak SD?” Tapi apa boleh buat. Karena Pak Wayan berhasil meyakinkan saya bahwa mereka bisa paham baca gaulislam, maka akhirnya gaulislam edisi cetak didistribusikan ke sana. Saya berpikir: “Tak masalah sih. Siapa tahu mereka pas SMP udah paham Islam setelah membaca gaulislam. Insya Allah”</p>
<p>Kini, hari ini (10 Mei 2010), setelah 6 pekan berlalu, saya datang lagi ke sana. Seru. Lebih seru dari sebelumnya. Pada pertemuan kedua, sempat heboh juga karena anak-anak antusias ingin mendapatkan gaulislam. Rela berebutan mengambil gaulislam dari genggaman guru mereka. Apa yang membuat lebih seru di hari ini? Yup, saya berhasil memotret para siswa yang berpose bersama sambil majang gaulislam (hehehe…lebay nggak sih?).</p>
<p>Suatu ketika saya bertanya kepada Pak Wayan saat mengirimkan edisi cetak gaulislam, “Mereka paham apa yang disampaikan dalam gaulislam, Pak?”</p>
<p>“Alhamdulillah. Sebagian besar dari mereka paham karena bahasanya insya Allah mudah dipahami. Jika ada isi pesan yang tak mereka mengerti atau menurut saya butuh penjelasan, maka akan saya jelaskan saat di kelas,” Pak Wayan ngasih argumen. Wuih, sip deh Pak!<span id="more-3376"></span></p>
<div id="attachment_3380" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-3380" title="100_0876-resize" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2010/05/100_0876-resize-300x225.jpg" alt="Buletin gaulislam edisi &quot;Berjilbab Itu, Modern!&quot; diperlihatkan dua siswi MI Darul Ihya" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Buletin gaulislam edisi &quot;Berjilbab Itu, Modern!&quot; diperlihatkan dua siswi MI Darul Ihya</p></div>
<p>Nah, kalo adik-adik yang duduk di bangku SD ini antusias baca gaulislam, maka tentu anak SMP, apalagi SMA, lebih semangat lagi bacanya ya. Soalnya, anak setingkat SD di MI Darul Ihya aja mengaku bisa memahami gaulislam karena bahasanya yang mudah dicerna. Jadi, untuk memahami isinya jadi gampang. Hmm.. bener juga. Kadang kita juga sebenarnya akan mudah paham kalo ngerti bahasa pengantarnya. Dulu, waktu saya sekolah di sekolah kejuruan kimia, ada mata pelajaran bernama Mekanika yang tak bisa saya serap dengan baik. Karena apa? Karena bahasa pengantar di buku itu sulit dipahami. Memang sih, bahasa pengantarnya adalah bahasa Indonesia, tapi struktur kalimatnya berantakan. Sehingga gagal menyampaikan pesan dari setiap materi yang dijelaskan. Udah gitu, gurunya juga killer pula. Halah, tambah stres deh. Hahaha…</p>
<p>Kembali ke topik ini. Ya, gaulislam sejak awal memang mempertahankan gaya bahasa remaja dan yang mudah dipahami oleh remaja. Sebagai editor saya harus berusaha memahami karakteristik pembaca gaulislam dengan segmen remaja ini, bahkan kalo bisa untuk anak SD yang baru mau masuk usia remaja. BTW, sebenarnya dalam Islam nggak ada istilah remaja, lho. Adanya istilah anak-anak dan dewasa. Untuk menjadi dewasa dari fase anak-anak adalah dengan melalui proses yang disebut baligh. Tandanya, kalo cowok sudah ihtilam alias “mimpi basah” dan kalo perempuan sudah haid. Tapi, karena di sini sudah kadung mengenal istilah remaja, maka kita gunakan juga istilah ini untuk fase di antara anak-anak dan dewasa.</p>
<p>Sobat muda muslim, senang rasanya gaulislam bisa dibaca di mana-mana, termasuk oleh anak usia SD. Semoga pada tahun-tahun mendatang&#8211;yang kini duduk di bangku kelas 6 SD/MI yang membaca gaulislam—bisa menjadi muslim/muslimah yang shalih/shalihah. Menjadi pembela dan pejuang Islam. Yup, karena gaulislam ingin menemani remaja mengenal Islam dari akar hingga daun. Dari masalah akhlak, ibadah, muamalah, dakwah, syariah, bahkan khilafah. Karena apa? Karena Islam adalah ideologi. Islam bukan semata agama ritual.</p>
<p>Oya, sekadar tahu aja nih bagi teman-teman yang belum kenal gaulislam, bahwa edisi cetak gaulislam ini disebarkan secara gratis ke sekolah-sekolah yang kami pilih atau sekolah yang ditentukan oleh para donatur. Buletin gaulislam ini dibiayai dari para donatur yang mendukung syiar Islam untuk remaja. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah lebih dari 30 sekolah dan komunitas remaja masjid yang  sudah mendapatkan gaulislam edisi cetak (dengan masing-masing jumlah oplah yang dibagikan ke setiap sekolah antara 25 eksemplar hingga 50 eksemplar). Tersebar di kota Bogor, kabupaten Bogor, Karawang, Sukabumi, dan Bandung. Insya Allah akan menyusul untuk daerah Tegal dan Yogyakarta. Kalo edisi internetnya sih, alhamdulillah sudah terbiasa dinikmati oleh puluhan ribu pembacanya di seluruh dunia. Belum tahu website gaulislam? Klik aja: <a href="../../../../../">www.gaulislam.com</a>. Gratis kok. Ambil aja sepuasnya seluruh artikel yang ada di situ. Asalkan, bukan untuk tujuan komersial dan mohon untuk mencantumkan URL dari artikel yang diambilnya ya.</p>
<div id="attachment_3381" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-3381" title="100_0875-resize" src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2010/05/100_0875-resize-300x201.jpg" alt="Sisw-siswi MI Darul Ihya, memajang gaulislam edisi terbaru, edisi 133" width="300" height="201" /><p class="wp-caption-text">Sisw-siswi MI Darul Ihya, memajang gaulislam edisi terbaru, edisi 133</p></div>
<p>Insya Allah akan terus kami tingkatkan jumlah sebaran untuk edisi cetak gaulislam, agar lebih banyak lagi remaja yang tak bisa mengakses internet untuk mendapatkan bacaan berkualitas dari gaulislam. Nah, karena gaulislam didanai dari kaum muslimin yang menjadi donatur dakwah ini, maka pengelola gaulislam tak keberatan jika ada yang mau ikut menjadi donatur. Berapapun jumlahnya. Terserah. Yang berminat silakan kirim e-mail ke: <a href="mailto:buletin@gaulislam.com">buletin@gaulislam.com</a> atau SMS/Telp: 0251-7115520.</p>
<p>Baiklah, saya pikir ini saja yang bisa disampaikan. Semoga informasi ini menambah semangat kita, khususnya kru gaulislam untuk terus berkarya dengan curahan ide, tenaga, dan waktu. Semoga Allah Swt. melimpahkan juga kebaikan dan keberkahan kepada para donatur untuk syiar Islam di kalangan remaja ini. Insya Allah, Dia yang Mahakuasa yang akan membalas semua niat dan upaya baik kita. Tetap semangat sebagaimana semangatnya anak-anak MI Darul Ihya dan ribuan remaja dari sekolah dan tempat lainnya ketika membaca gaulislam setiap pekannya!</p>
<p>Salam,</p>
<p>O. Solihin</p>
<p>Editor buletin gaulislam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/anak-sd-aja-baca-gaulislam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook Addict</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/facebook-addict</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/facebook-addict#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 12:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[addict]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3316</guid>
		<description><![CDATA[O. Solihin Gila kerja, meskipun hal itu berdampak kepada bertambahnya pendapatan, tetap saja ada yang dikorbankan. Salah satunya, waktu berharga bersama keluarga. Gila belajar, meskipun ada manfaatnya, namun tetap saja ada yang diabaikan. Salah satunya, kita menjadi pribadi yang hanya fokus kepada belajar, belajar, dan belajar. Padahal, ada waktu yang juga kita alokasikan untuk istirahat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osolihin.com" target="_blank"><strong>O. Solihin</strong></a></p>
<p>Gila kerja, meskipun hal itu berdampak kepada bertambahnya pendapatan, tetap saja ada yang dikorbankan. Salah satunya, waktu berharga bersama keluarga. Gila belajar, meskipun ada manfaatnya, namun tetap saja ada yang diabaikan. Salah satunya, kita menjadi pribadi yang hanya fokus kepada belajar, belajar, dan belajar. Padahal, ada waktu yang juga kita alokasikan untuk istirahat, berhubungan dengan orang banyak dari berbagai kalangan. Gila belanja? Wah, itu berdampak tidak baik bagi diri kita, meskipun ada manfaat bagi para penjual produk karena produknya pasti laku kalo di dunia ini banyak orang yang gila belanja.</p>
<p>Ngomong-ngomong soal kecanduan, ternyata nggak cuma narkoba yang bisa bikin orang kecanduan. Seks bisa bikin orang kecanduan juga lho. Kalo itu dilakukan suami-istri sih nggak masalah. Yang jadi masalah adalah ketika dilakukan bukan mahrom. Kita prihatin dengan seks bebas yang kian marak dilakukan remaja dan orang dewasa yang lemah iman tapi kuat nafsunya. Obat-obatan tertentu pun bisa bikin orang ketagihan untuk terus mengkonsumsi. Ada ketagihan yang lain nggak? Hehehe.. ada. Ya, salah satunya ketagihan untuk online. Sebelum ada situs jejaring sosial bernama Facebook, orang sudah banyak menghabiskan waktu di depan komputer untuk chatting, untuk kumpul-kumpul di komunitas grup diskusi. Apalagi kalo udah berselancar nyari data. Bisa data yang bermanfaat, maupun data yang tidak bermanfaat. Situs porno pun jadi tempat mangkal netter yang ketagihan cerita dan gambar erotis. Belum lagi game online. Halah makin tekun deh tuh di depan komputer!<span id="more-3316"></span></p>
<p>Maniak-online juga bisa membahayakan lho, meskipun ada manfaatnya. Ya, kalo seharian online, apa nggak bosen tuh? Facebook-an seharian apa nggak pegel? Kalo sampe kamu ngerasa kehilangan Facebook sehari aja, itu tandanya kamu sudah kecanduan. Uring-uringan kayak orang kebakaran kumis (bagi yang punya kumis tentunya), kalo yang nggak punya kumis, ya ibarat orang kebekaran bulu keteknya. Hihihi.. atau bisa juga ibarat yang punya pantat bisulan (apa hubungannya?). Ada, yakni nggak mau diem dan merasa paling menderita. Duduk nggak bisa, jalan pegel. Ngarang deh!</p>
<p>Bro en Sis, kalo sampe tiap hari kamu merasa kudu online terus di Facebook,  waspadalah! Sebab, bisa jadi kamu mulai terkena gejala Facebook Addict alias kecanduan Facebook. Bawaannya liat hape pengennya langsung browsing dan yang terbayang di pikirannya logonya Facebook plus teman-teman dunia maya tempat ngumpul bareng secara virtual. Pengen tahu “status” terbaru teman-teman yang ada dalam list kita. Penasaran dengan apa yang dikerjakan mereka saat ini. Geregetan pengen nyapa, pengen cari informasi, pengen komentar, pengen ngasih “jempol” tanda suka dengan statusnya. Bener lho. Saya, pada awal-awal kenal Facebook, meski nggak sampe ‘gila’, tapi sering nongkrong di situs jejaring sosial. Cuma kalo saya tertantangnya pengen mengeksplorasi apa aja fitur dan fungsinya. Diulik (bukan diulek lho!) semua fitur yang ada. Satu per satu saya cobain dan praktikkan. Setelah merasa puas, barulah jarang buka-buka lagi. Toh, cuma “gitu-gitu” aja. Saya lebih memilih memfungsikan semaksimal mungkin fitur yang cocok untuk berbagi manfaat dengan teman lainnya. Kalo cuma update status mah hal yang gampang dan biasa. Hehehe.. bukan sok ya, tapi bagi saya nggak terlalu istimewa. Kecuali kalo update status isinya sensasional kayak yang pernah dilakukan Evan Brimob, baru dah tuh status jadi banyak dicari dan tentunya banyak dicaci-maki. Phew!</p>
<p>Yuk, kita kalkulasikan waktu yang kita korbankan untuk ngenet dan mangkal di Facebook dengan waktu kita di tempat lain yang lebih bermanfaat. Misalnya, dalam sehari kita nongkrong di Facebook minimal 5 jam, itu udah parah lho. Berarti dalam sebulan waktu yang habis untuk ‘bermesraan’ dengan situs jejaring sosial ini adalah (150 jam, yakni 30 hari dikali 5 jam). Silakan hitung sendiri jika dikonversi dengan duit yang kudu dikeluarkan untuk beli pulsa telepon. Juga yang terpenting, soal memanfaatkan waktunya itu lho. Waktu 5 jam itu kalo dibagi-bagi buat istirahat, belajar, dan bekerja bisa sangat berharga.</p>
<p>Oya, waktu yang dipake 5 jam sehari untuk Facebook-an itu, baik waktu 5 jam itu secara berturut-turut atau memanfaatkan waktu di sela-sela aktivitas lain, tetap aja ada waktu yang secara khusus dialokasikan untuk main-main di Facebook. Saya kok nggak merasa yakin kalo remaja yang mangkal di Facebook itu memanfaatkannya dengan kebaikan. Masih ragu gitu lho. Soalnya, yang saya tahu lebih banyak dipake sekadar “hiburan” dan “main-main” saja. Mungkin ada juga yang memanfaatkan untuk dakwah misalnya, tapi jumlahnya tak sebanyak yang dipake untuk main-main. Sori ya, bukan nuduh tapi emang ada faktanya.</p>
<p>So, waktu 5 jam sehari main Facebook aja udah kebanyakan, apalagi yang lebih dari 5 jam sehari online terus, bisa-bisa jadi manusia online deh. Itu namanya udah sampe taraf kecanduan lho. Ati-ati jangan sampe kamu terkena Facebook Addict. Pikirin lagi sebelum berbuat, dan yang pasti, kamu tinggal lebih banyak di dunia nyata. Bukan di dunia maya dan bukan cuma di Facebook. Ok? Dunia tak seluas “update status, news feed, atau note” di Facebook. Manfaatkan waktumu dengan cara yang benar dan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidupmu dan bekal di akhirat kelak. Akur ya? Harus! (ciee… saya kok jadi ngatur-ngatur gini?). Ngatur-ngatur? Kalo untuk kebaikan, kenapa nggak? Yes![]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/facebook-addict/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengen lihat Hilal awal Ramadhon 1430H?</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/pengen-lihat-hilal-awal-ramadhon-1430h</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/pengen-lihat-hilal-awal-ramadhon-1430h#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 03:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=2673</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang pengen lihat hilal awal Romadhon 1430H, bisa dilakukan hari ini jum&#8217;at (21 Agustus 2009) (umur Bulan: 24,6 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 50 menit, elongasi Bulan &#8211; Matahari = 14,6 derajat) pengamatan hilaal dapat dilakukan dengan: Menghadaplah ke langit barat sejak mulai terbenamnya Matahari hingga terbenamnya Bulan (terbenamnya Bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang pengen lihat hilal awal Romadhon 1430H, bisa dilakukan hari ini jum&#8217;at (21 Agustus 2009) (umur Bulan: 24,6 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 50 menit, elongasi Bulan &#8211; Matahari = 14,6 derajat) pengamatan hilaal dapat dilakukan dengan:</p>
<ul>
<li> Menghadaplah ke langit barat sejak mulai terbenamnya Matahari hingga terbenamnya Bulan (terbenamnya Bulan = waktu terbenamnya Matahari ditambah dengan lamanya Bulan di atas ufuk).</li>
</ul>
<ul>
<li> Perhatikan bahwa Matahari pada saat terbenam berada di Azimuth 282 alias berada di arah Barat Laut dari pengamat.</li>
</ul>
<ul>
<li> Perhatikan bahwa Bulan akan berada di sebelah kiri (sebelah selatan) dari kedudukan Matahari, sehingga bentuk lengkungan cahayanya adalah miring ke kiri</li>
</ul>
<p>Dari pengamatan citra satelit hari ini, Bogor berawan, jadi kemungkinan engga bisa lihat, untuk daerah lain di Indonesia, bisa jadi berbeda,</p>
<p>untuk melakukan pengamatan:</p>
<p>- Siapkan saksi (jangan sendirian)</p>
<p>- Siapkan juga Kamera untuk mengambil gambar hilal</p>
<p>- Sinkronisasikan jam/waktu yg kamu punya dengan time server atau dengan 103 untuk telkomsel/fleksi</p>
<p>Bisa posting hasil rukyat ke GI sbg comments dibawah artikel ini atau posting ke group Gaulislam di Facebook;</p>
<p>(informasi diatas disarikan dari berbagai sumber)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/pengen-lihat-hilal-awal-ramadhon-1430h/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[klinik] GAULISLAM edisi 19 Nopember 2008</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/klinik-gaulislam-edisi-19-nopember-2008</link>
		<comments>http://www.gaulislam.com/klinik-gaulislam-edisi-19-nopember-2008#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 08:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=1891</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu?alaikum wr wb Bagi teman-teman remaja di Bogor dan sekitarnya, kalo abis shubuh jangan pada tidur lagi ya (apalagi belum bangun). Mendingan nyari ilmu dan bisa curhat bareng kru Buletin gaulislam di acara: [klinik] GAULISLAM di Radio KISI 93.4 FM Bogor Acaranya, setiap hari Rabu mulai pukul 05.15 &#8211; 06.00 WIB Tema yang dibahas adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="snap_preview"><em>Assalaamu?alaikum wr wb</em></div>
<div class="snap_preview"></div>
<div class="snap_preview">Bagi teman-teman remaja di Bogor dan sekitarnya, kalo abis shubuh jangan pada tidur lagi ya (apalagi belum bangun). Mendingan nyari ilmu dan bisa curhat bareng kru Buletin gaulislam di acara:</div>
<div class="snap_preview">
<h2><span style="color: #0000ff;">[klinik] GAULISLAM di Radio KISI 93.4 FM  Bogor</span></h2>
<h3>Acaranya, setiap hari Rabu mulai pukul 05.15 &#8211; 06.00 WIB</h3>
<p>Tema yang dibahas adalah tema-tema yang tampil di Buletin gaulislam pada  pekan tersebut. Jadi, untuk tanggal <span style="color: #0000ff;"><strong>19  Nopember 2008</strong></span> ini, yang akan dibahas adalah Buletin gaulislam  edisi 056/Tahun 2:<span style="color: #ff0000;"><strong> ?MAHASISWA KOK TAWURAN? MALU DEEEH!?<br />
</strong></span></p>
<p>Kamu bisa ngobrol dan curhat dengan kru gaulislam, lho.</p>
<p>Ditanggung antimanyun deh! Bisa interaktif di acara via telepon  0251-8370340</p>
<p>Catat ya. Dan sebarkan aja ke seluruh teman yang kamu kenal. Ok?</p>
<p>Oya, buat kamu yang nggak bisa menjangkau siaran langsung acara ini dari Radio KISI 93.4 FM ini, kamu bisa mantengin aja streamingnya di: www.kisifm.com</p>
<h4><em>Acara ini terselenggara atas kerjasama apik antara Buletin gaulislam dan Radio KISI 93.4 FM.</em></h4>
<p>Salam,</p>
<p>GI-Online</p></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gaulislam.com/klinik-gaulislam-edisi-19-nopember-2008/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
