gaulislam.com


Curhat dengan teman cowok

Posted in Sobat Muda Tahun 1 by Hafsa Mutazz on the August 6th, 2007

Add to Technorati Favorites

Mbak, saya  belum lama hijrah. Dulu saya suka berteman dengan cowok dan curhat pada cowok. Tapi setelah ngaji, saya menjaga jarak dan saya sering curhat pada teman sepengajian. Semua masalah saya ceritakan padanya tapi ia mengkhianati malah ia ceritakan pada orang lain, mungkin untuk memecahkan masalah. Tapi saya tidak bisa terima, malahan saya kembali seperti dulu lagi. Saya sekarang lebih suka curhat sama cowok lagi. Apakah ini boleh? Apakah yang harus saya lakukan mbak? Saya sangat bingung.

Nafasi Salsabila
Di bumi Allah
[+6281371393xxx]

‘alaikum salam,
Nafasi Salsabila, semoga Allah Swt. melindungi dan memelihara adik dalam hijrah ini. Kalau pun ada godaan untuk kembali seperti dulu, semoga Allah Swt. membukakan kembali hati dan pikiran adik untuk tetap istiqomah di jalan kebaikan, betapa pun sulitnya.

Curhat dengan cowok, kenapa sih banyak anak gadis yang suka curhat dengan teman laki-lakinya? Investigasi sementara Mbak, menunjukkan katanya nih: (1) asyik aja, karena ngomong sama para cowok bisa to the point, nggak perlu basa-basi cari kata yang nggak nyakitin hati. Para cewek biasanya gampang tersinggung (2) Enak aja, karena mereka (para cowok tuh) nggak suka bawel ‘en ngegosip (3) Klop aja, karena wawasannya lebih luas. Para cewek paling cuma ngomongin dandanan dan pernak-perniknya.

Akhirnya Mbak hanya bisa bilang: ah semua itu cuma alasan kalian aja. Karena kenyataannya, ada juga cowok yang gampang tersinggung, bawel, suka gosip dan berwawasan sempit. Begitu juga sebaliknya, nggak sedikit cewek yang bisa diajak ngomong apa adanya, not bawel ‘en gosip serta berwawasan luas.

Adik Nafasi, meniti jalan kebaikan itu memang tidak mudah. Perlu motivasi yang kuat dan pengetahuan yang memadai terhadap medan yang dilalui. Kita akan menemui banyak sekali onak dan duri, juga godaan-godaan yang membuat kita ingin berhenti atau berpaling. Adakalanya perjalanan juga memerlukan pendakian yang membuat kita terengah-engah kepayahan. Tapi itulah jalan yang berakhir surga.

Sebaliknya jalan ke neraka diliputi oleh kesenangan yang menipu. Seolah-olah di dunia ini sungguh nikmat bebas berbuat apa saja tanpa kekangan (semau gue). Syariat Islam pun dianggap belenggu kebebasan.

Untuk itu, bersyukurlah saat Allah memberi karunia berupa hidayah. Hidayah adalah petunjuk bagi kita sehingga bisa melihat, mana jalan yang harus dipilih. Mengikuti syariat Islam atau meninggalkannya. Taat pada syariat Islam akan selamat, berpaling darinya akan tersesat. Tinggalkanlah mengikuti hawa nafsu.

Firman Allah Swt. yang artinya:“…dan janganlah  kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah…” (QS Shaad [38]: 26)

Adik Nafasi, berhijrah itu hanya karena Allah semata. Inilah motivasi yang akan membuat kita istiqomah. Kita tidak akan berputus asa dan kecewa bila ternyata ada hal yang tidak menyenangkan dalam perjalanan hijrah kita. Adik Nafasi tidak perlu kecewa dan meninggalkan proses hijrahnya bila ternyata ada kawan yang mengkhianati amanah. Bahkan bila mayoritas orang berkhianat, tetaplah teguh pada jalan kebenaran yang kita tuju. Allah Maha Besar. Dia tidak akan pernah mengecewakan hambaNya. Anggap saja semua cobaan sebagai batu loncatan untuk semakin menguatkan iman. Bila demikian maka ujian adalah bentuk kasih sayang Allah agar hambaNya menempati kedudukan yang lebih mulia.

Curhat kepada lawan jenis yang bukan mahramnya, berpeluang besar melanggar batas-batas pergaulan yang dibolehkan Islam. Mengapa demikian? Namanya saja curhat, yang dimaknai “mencurahkan isi hati”. Biasanya terkait dengan persoalan pribadi yang tidak ingin diketahui orang lain. Sehingga menimbulkan hubungan intens antara yang curhat dan yang dicurhati. Bisa jadi aktivitas curhat ini akan menabrak rambu khalwat (berdua-duaan di tempat sepi atau yang tidak memungkinkan orang lain ikut nimbrung). Islam melarang keras aktivitas khalwat dan menyebutnya sebagai bagian mendekati zina. Kalaupun tidak khalwat, misalnya dengan surat  menyurat, tetap memiliki peluang munculnya kecenderungan hati untuk memikirkan lawan jenis (sasaran curhat). Kalau berlarut-larut, bisa menyebabkan zina hati. Untuk itu, jauhilah curhat kepada lawan jenis. Ini adalah bentuk penjagaan terhadap kehormatan dan harga diri seorang muslimah. Curhat bisa kepada orang yang kita percaya, seperti pembina pengajian adik misalnya.

Adik Nafasi, curhat yang terbaik adalah mengadukan segala persoalan, kesulitan dan kepayahan kita kepada Allah Swt. Bahkan kita bisa mengadu dan menangis sepuasnya. Yakinlah, bahwa Allah Swt pasti memberikan jalan keluar yang terbaik, bila kita senantiasa berpegang teguh pada syariatNya dan berusaha meraih keridloanNya. Semoga Allah Swt. memudahkan kita untuk menekuni jalan ketaatan. Amin.[]

3 Responses to 'Curhat dengan teman cowok'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Curhat dengan teman cowok'.

  1. dinda said,

    on December 22nd, 2007 at 11:51

    mbak masturbasi boleh gak ya……..
    klo sudah candu gmana ngatasinya…
    mkasih

  2. azrul said,

    on October 10th, 2008 at 22:05

    kalo menurut agama apapun nama y tidak boleh

  3. asa said,

    on March 20th, 2009 at 16:17

    jgn percaya dgn org yg cuma lewat internet anda kenal ingin bertemu dgn anda, mo ngaku ingin member solusi kekalutan anda terhadap problematika batin anda , bs jd anda andalah sasaran mereka, fakta dan kejujuran hanyalah ada pd allah SWT, coba ketikkan di browser anda http://yulandas.blogspot.com. saya yakin anda akan selamat dr kepalsuan dunia

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

 

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites