<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Khilafah Islamiyah, Negara bagi umat islam sedunia</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 15:10:44 -0500</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: suyadi</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/comment-page-1#comment-12098</link>
		<dc:creator>suyadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 07:55:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/#comment-12098</guid>
		<description>assalamualaikum
sesungguhnya sudah jelas antara yang buruk dan yang baik. Antara hukum iIslam dan Toghut. mari satukan niatkembali ke jalan Islam. Mari songsong Daulah Islamiah di Indonesia. Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar
wassalamualaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum<br />
sesungguhnya sudah jelas antara yang buruk dan yang baik. Antara hukum iIslam dan Toghut. mari satukan niatkembali ke jalan Islam. Mari songsong Daulah Islamiah di Indonesia. Allahu Akbar&#8230;Allahu Akbar&#8230;Allahu Akbar<br />
wassalamualaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yususf</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/comment-page-1#comment-11730</link>
		<dc:creator>yususf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 05:27:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/#comment-11730</guid>
		<description>Saat ini pemerintah Indonesia memeras rakyat dengan banyak pajak, suatu hal yang tidak sesuai dengan hukum Islam. Sudah saatnya umat Islam melaksanakan syariat Islam yang dapat kemakmuran masyarakat.

Negeri Islam tanpa pajak akan membebaskan setiap muslim untuk berusaha dan membuat tenang kehidupan mereka. Ambil alih kekayaan alam Indonesia yang dikuasai asing dan bagikan kekayaan alam itu kepada rakyat Indonesia dan bukan sebaliknya sekarang pemerintah yang malah memeras rakyat lewat pajak untuk gaji para pejabat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini pemerintah Indonesia memeras rakyat dengan banyak pajak, suatu hal yang tidak sesuai dengan hukum Islam. Sudah saatnya umat Islam melaksanakan syariat Islam yang dapat kemakmuran masyarakat.</p>
<p>Negeri Islam tanpa pajak akan membebaskan setiap muslim untuk berusaha dan membuat tenang kehidupan mereka. Ambil alih kekayaan alam Indonesia yang dikuasai asing dan bagikan kekayaan alam itu kepada rakyat Indonesia dan bukan sebaliknya sekarang pemerintah yang malah memeras rakyat lewat pajak untuk gaji para pejabat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zaini</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/comment-page-1#comment-11305</link>
		<dc:creator>zaini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 23:59:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/#comment-11305</guid>
		<description>alhamdullilah..nice ertikel ..

ane copy yah....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdullilah..nice ertikel ..</p>
<p>ane copy yah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ima</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/comment-page-1#comment-8396</link>
		<dc:creator>ima</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 09:40:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/#comment-8396</guid>
		<description>semoga allah melancarkan dan mempermudahkan tegaknya khilafah serta mengalahkan musuh2 yang memerangi islam...
allah hu akbar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga allah melancarkan dan mempermudahkan tegaknya khilafah serta mengalahkan musuh2 yang memerangi islam&#8230;<br />
allah hu akbar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tiojanet</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/comment-page-1#comment-7510</link>
		<dc:creator>tiojanet</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 06:28:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/#comment-7510</guid>
		<description>Besar harpan kami pada daulah dan khilafah  semoga terlaksana ALLOHUAKBAR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Besar harpan kami pada daulah dan khilafah  semoga terlaksana ALLOHUAKBAR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ahmad</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/comment-page-1#comment-1562</link>
		<dc:creator>ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 09:28:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/#comment-1562</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum wr.wb.
ba&#039;da tahmid wa shalawat

cita2 kita sama... berdirinya khilafah tapi kami memilih jalur seni budaya..
kunjungi kami di radionasyid online.
Allahu Akbar!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum wr.wb.<br />
ba&#8217;da tahmid wa shalawat</p>
<p>cita2 kita sama&#8230; berdirinya khilafah tapi kami memilih jalur seni budaya..<br />
kunjungi kami di radionasyid online.<br />
Allahu Akbar!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sigit budi</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/comment-page-1#comment-294</link>
		<dc:creator>sigit budi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Sep 2007 13:57:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/#comment-294</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum

ini tulisan ilmiyyah ust.Yazid 

Senin, 3 September 2007 15:27:41 WIB

ISLAM ADALAH AGAMA YANG MUDAH 


Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas



Islam adalah agama yang mudah dan sesuai dengan fitrah manusia. Islam adalah agama yang tidak sulit. Allah Azza wa Jalla menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan tidak menghendaki kesusahan kepada mereka. Allah Allah Azza wa Jalla mengutus Nabi Muhammad Shallallahu &#039;alaihi wa sallam sebagai rahmat.

&quot;Artinya : Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [Al-Anbiyaa’: 107]

Allah menurunkan Al-Qur&#039;an untuk membimbing manusia kepada kemudahan, keselamatan, kebahagiaan dan tidak membuat manusia celaka, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla.

&quot;Artinya : “Kami tidak menurunkan Al-Qur&#039;an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.” [Thaahaa: 2-4]

Sebagai contoh tentang kemudahan Islam:

[1]. Menuntut ilmu syar’i, belajar Al-Qur&#039;an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salaf adalah mudah. Kita dapat belajar setiap hari atau sepekan dua kali, di sela-sela waktu kita yang sangat luang. 

[2]. Mentauhidkan Allah dan beribadah hanya kepada-Nya adalah mudah.

[3]. Melaksanakan Sunnah-Sunnah Nabi Shallallahu &#039;alaihi wa sallam adalah mudah, seperti memanjangkan jenggot, memakai pakaian di atas mata kaki, dan lainnya. 

[4]. Shalat hanya diwajibkan 5 waktu dalam 24 jam. Orang yang khusyu’ dalam shalat, paling lama 10 menit, dalam hitungan hari ia melaksanakan shalatnya dalam sehari hanya 50 menit dalam waktu 24 x 60 menit.

[5]. Orang sakit wajib shalat, boleh sambil duduk atau berbaring jika tidak mampu berdiri.

[6]. Jika tidak ada air (untuk bersuci), maka dibolehkan tayammum. 

[7]. Jika terkena najis, hanya dicuci bagian yang terkena najis, (agama lain harus menggunting pakaian tersebut dan dibuang).

[8]. Musafir disunnahkan mengqashar (meringkas) shalat dan boleh menjama’ (menggabung) dua shalat apabila dibutuhkan, seperti shalat Zhuhur dengan ‘Ashar, dan Maghrib dengan ‘Isya&#039;.

[9]. Seluruh permukaan bumi ini dijadikan untuk tempat shalat dan boleh dipakai untuk bersuci (tayammum).

[10]. Puasa hanya wajib selama satu bulan, yaitu pada bulan Ramadlan setahun sekali. 

[11]. Orang sakit dan musafir boleh tidak berpuasa asal ia mengganti puasa pada hari yang lain, demikian juga orang yang nifas dan haidh.

[12]. Orang yang sudah tua renta, perempuan hamil dan menyusui apabila tidak mampu boleh tidak berpuasa, dengan menggantinya dalam bentuk fidyah. [2]

[13]. Zakat hanya wajib dikeluarkan sekali setahun, bila sudah sampai nishab dan haul.

[14]. Haji hanya wajib sekali seumur hidup. Barangsiapa yang ingin menambah, maka itu hanyalah sunnah. Rasulullah Shallallahu &#039;alaihi wa sallam pernah ditanya oleh al-Aqra’ bin Habis tentang berapa kali haji harus ditunaikan, apakah harus setiap tahun ataukah hanya cukup sekali seumur hidup? Maka beliau Shallallahu &#039;alaihi wa sallam menjawab.

&quot;Artinya : “Haji itu (wajibnya) satu kali, barangsiapa yang ingin menambah, maka itu sunnah” [3]

[15]. Memakai jilbab mudah dan tidak berat bagi muslimah sesuai dengan syari’at Islam. Untuk masalah jilbab silahkan lihat kitab Jilbab Mar&#039;ah Muslimah oleh Syaikh Imam Muhammad Nashirudin al-Albani rahimahullahu

[16]. Qishash (balas bunuh) hanya untuk orang yang membunuh orang lain dengan sengaja.[4]

Allah Azza wa Jalla menginginkan kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan atas hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta&#039;ala

“...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...” [Al-Baqarah: 185]

“...Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” [Al-Maa-idah: 6]

“... Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama ...” [Al-Hajj: 78] 

Agama Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, baik dalam hal ‘aqidah, syari’at, ibadah, muamalah dan lainnya. Allah Allah Azza wa Jalla menyuruh manusia untuk menghadap dan masuk ke agama fitrah. Allah Allah Azza wa Jalla berfirman.

&quot;Artinya : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah yang Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Ar-Ruum: 30]

Nabi Muhammad Shallallahu &#039;alaihi wa sallam bersabda:

&quot;Artinya : Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” [5]

Tidak mungkin, Allah Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan manusia, kemudian Allah Allah Azza wa Jalla memberikan beban kepada hamba-hamba-Nya apa yang mereka tidak sanggup lakukan, Mahasuci Allah dari sifat yang demikian.

Allah Subhanahu wa Ta&#039;ala berfirman

&quot;Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [Al-Baqarah: 286]

Tidak ada hal apa pun yang sulit dalam Islam. Allah Azza wa Jalla tidak akan membebankan sesuatu yang manusia tidak mampu melaksanakannya.

Sabda Rasulullah Shallalahu &#039;alaihi wa sallam

&quot;Artinya : Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah. Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agamanya kecuali akan terkalahkan (tidak dapat melaksanakannya dengan sempurna). Oleh karena itu, berlaku luruslah, sederhana (tidak melampaui batas), dan bergembiralah (karena memperoleh pahala) serta memohon pertolongan (kepada Allah) dengan ibadah pada waktu pagi, petang dan sebagian malam.” [6]

Orang yang menganggap Islam itu berat, keras, dan sulit, hal tersebut hanya muncul karena.

[1]. Kebodohan tentang Islam, umat Islam tidak belajar Al-Qur&#039;an dan As-Sunnah yang shahih menurut pemahaman Shahabat, tidak mau menuntut ilmu syar’i.

[2]. Mengikuti hawa nafsu. Orang yang mengikuti hawa nafsu, hanya akan menganggap mudah apa-apa yang sesuai dengan hawa nafsunya.

[3]. Banyak berbuat dosa dan maksiyat, sebab dosa dan maksiyat menghalangi seseorang untuk berbuat kebajikan dan selalu merasa berat untuk melakukannya.

[4]. Mengikuti agama nenek moyang dan mengikuti banyaknya pendapat orang. Jika ia mengikuti Al-Qur&#039;an dan As-Sunnah, niscaya ia akan mendapat hidayah dan Allah Allah Azza wa Jalla akan memudahkan ia dalam menjalankan agamanya.

Allah Azza wa Jalla mengutus Rasul-Nya Shallallahu &#039;alaihi wa sallam untuk menghilangkan beban dan belenggu-belenggu yang ada pada manusia, sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur&#039;an: 

&quot;Artinya : (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis), yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam kitab Taurat dan Injil yang ada di pada mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membebaskan dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur-an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [Al-A’raaf: 157]

Dalam syari’at yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu &#039;alaihi wa sallam tidak ada lagi beban-beban berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Di antara beban berat itu ialah:

• Saling membunuh penyembah sapi. [7]
• Mewajibkan qishas pada pembunuhan baik yang disengaja ataupun tidak, tanpa memperbolehkan membayar diyat.
• Memotong anggota badan yang melakukan kesalahan.
• Melarang makan dan tidur bersama istrinya yang sedang haidh.
• Membuang atau menggunting kain yang terkena najis.

Kemudian Islam datang menjelaskan dengan mudah, seperti pakaian yang terkena najis wajib dicuci namun tidak digunting.[8]

Syari’at Islam adalah mudah. Kemudahan syari’at Islam berlaku dalam semua hal, baik dalam ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), baik tentang ‘aqidah, ibadah, akhlak, mu’amalah, jual beli, pinjam meminjam, pernikahan, hukuman dan lainnya.

Semua perintah dalam Islam mengandung banyak manfaat. Sebaliknya, semua larangan dalam Islam mengandung banyak kemudharatan di dalamnya. Maka, kewajiban atas kita untuk sungguh-sungguh memegang teguh syari’at Islam dan mengamalkannya.

Rasulullah Shallallahu &#039;alaihi wa sallam bersabda.

&quot;Artinya : Permudahlah dan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira dan jangan membuat orang lari” [9]

[Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan ke 2]
__________
Foote Note
[1]. Pembahasan ini diambil dari Kamaluddin al-Islami oleh Syaikh ‘Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim (hal. 42) dan Shuwarun min Samaahatil Islaam oleh DR. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman bin ‘Ali ar-Rabii’ah, cet. Darul Mathbu’aat al-Haditsah, Jeddah th. 1406 H, dan kitab-kitab lainnya.
[2]. Lihat Irwaa-ul Ghalil fii Takhriiji Ahaadits Manaaris Sabiil (IV/17-25) juga Shifat Shaumin Nabiy (hal. 80-85) oleh Syaikh Salim al-Hilaly dan Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid, cet. Maktabah al-Islamiyyah, th. 1412 H.
[3]. HR. Abu Dawud (no. 1721), al-Hakim (II/293), an-Nasa-i (V/111), dan Ibnu Majah (no. 2886), lafazh ini milik Abu Dawud.
[4]. Lihat QS. Al-Baqarah 178-179.
[5]. HR. Al-Bukhari (no. 1358) dan Muslim (no. 2658), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu &#039;anhu
[6]. HR. Al-Bukhari (no. 39), Kitabul Iman bab Addiinu Yusrun, dan an-Nasa&#039;i (VIII/122), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu &#039;anhu
[7]. Lihat surat al-Baqarah ayat 54.
[8]. Lihat Shuwarun min Samaahatil Islaam oleh Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdur Rahman bin ‘Ali ar-Rabii’ah.
[9]. HR. Al-Bukhari (no. 69, 6125), Muslim (no. 1734) dan Ahmad (III/131) dari Shahabat Anas Radhiyallahu anhu. Lafazh ini milik al-Bukhari.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum</p>
<p>ini tulisan ilmiyyah ust.Yazid </p>
<p>Senin, 3 September 2007 15:27:41 WIB</p>
<p>ISLAM ADALAH AGAMA YANG MUDAH </p>
<p>Oleh<br />
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas</p>
<p>Islam adalah agama yang mudah dan sesuai dengan fitrah manusia. Islam adalah agama yang tidak sulit. Allah Azza wa Jalla menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan tidak menghendaki kesusahan kepada mereka. Allah Allah Azza wa Jalla mengutus Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam sebagai rahmat.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [Al-Anbiyaa’: 107]</p>
<p>Allah menurunkan Al-Qur&#8217;an untuk membimbing manusia kepada kemudahan, keselamatan, kebahagiaan dan tidak membuat manusia celaka, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>&#8220;Artinya : “Kami tidak menurunkan Al-Qur&#8217;an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.” [Thaahaa: 2-4]</p>
<p>Sebagai contoh tentang kemudahan Islam:</p>
<p>[1]. Menuntut ilmu syar’i, belajar Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salaf adalah mudah. Kita dapat belajar setiap hari atau sepekan dua kali, di sela-sela waktu kita yang sangat luang. </p>
<p>[2]. Mentauhidkan Allah dan beribadah hanya kepada-Nya adalah mudah.</p>
<p>[3]. Melaksanakan Sunnah-Sunnah Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah mudah, seperti memanjangkan jenggot, memakai pakaian di atas mata kaki, dan lainnya. </p>
<p>[4]. Shalat hanya diwajibkan 5 waktu dalam 24 jam. Orang yang khusyu’ dalam shalat, paling lama 10 menit, dalam hitungan hari ia melaksanakan shalatnya dalam sehari hanya 50 menit dalam waktu 24 x 60 menit.</p>
<p>[5]. Orang sakit wajib shalat, boleh sambil duduk atau berbaring jika tidak mampu berdiri.</p>
<p>[6]. Jika tidak ada air (untuk bersuci), maka dibolehkan tayammum. </p>
<p>[7]. Jika terkena najis, hanya dicuci bagian yang terkena najis, (agama lain harus menggunting pakaian tersebut dan dibuang).</p>
<p>[8]. Musafir disunnahkan mengqashar (meringkas) shalat dan boleh menjama’ (menggabung) dua shalat apabila dibutuhkan, seperti shalat Zhuhur dengan ‘Ashar, dan Maghrib dengan ‘Isya&#8217;.</p>
<p>[9]. Seluruh permukaan bumi ini dijadikan untuk tempat shalat dan boleh dipakai untuk bersuci (tayammum).</p>
<p>[10]. Puasa hanya wajib selama satu bulan, yaitu pada bulan Ramadlan setahun sekali. </p>
<p>[11]. Orang sakit dan musafir boleh tidak berpuasa asal ia mengganti puasa pada hari yang lain, demikian juga orang yang nifas dan haidh.</p>
<p>[12]. Orang yang sudah tua renta, perempuan hamil dan menyusui apabila tidak mampu boleh tidak berpuasa, dengan menggantinya dalam bentuk fidyah. [2]</p>
<p>[13]. Zakat hanya wajib dikeluarkan sekali setahun, bila sudah sampai nishab dan haul.</p>
<p>[14]. Haji hanya wajib sekali seumur hidup. Barangsiapa yang ingin menambah, maka itu hanyalah sunnah. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah ditanya oleh al-Aqra’ bin Habis tentang berapa kali haji harus ditunaikan, apakah harus setiap tahun ataukah hanya cukup sekali seumur hidup? Maka beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menjawab.</p>
<p>&#8220;Artinya : “Haji itu (wajibnya) satu kali, barangsiapa yang ingin menambah, maka itu sunnah” [3]</p>
<p>[15]. Memakai jilbab mudah dan tidak berat bagi muslimah sesuai dengan syari’at Islam. Untuk masalah jilbab silahkan lihat kitab Jilbab Mar&#8217;ah Muslimah oleh Syaikh Imam Muhammad Nashirudin al-Albani rahimahullahu</p>
<p>[16]. Qishash (balas bunuh) hanya untuk orang yang membunuh orang lain dengan sengaja.[4]</p>
<p>Allah Azza wa Jalla menginginkan kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan atas hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala</p>
<p>“&#8230;Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu&#8230;” [Al-Baqarah: 185]</p>
<p>“&#8230;Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” [Al-Maa-idah: 6]</p>
<p>“&#8230; Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama &#8230;” [Al-Hajj: 78] </p>
<p>Agama Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, baik dalam hal ‘aqidah, syari’at, ibadah, muamalah dan lainnya. Allah Allah Azza wa Jalla menyuruh manusia untuk menghadap dan masuk ke agama fitrah. Allah Allah Azza wa Jalla berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah yang Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Ar-Ruum: 30]</p>
<p>Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Artinya : Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” [5]</p>
<p>Tidak mungkin, Allah Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan manusia, kemudian Allah Allah Azza wa Jalla memberikan beban kepada hamba-hamba-Nya apa yang mereka tidak sanggup lakukan, Mahasuci Allah dari sifat yang demikian.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman</p>
<p>&#8220;Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [Al-Baqarah: 286]</p>
<p>Tidak ada hal apa pun yang sulit dalam Islam. Allah Azza wa Jalla tidak akan membebankan sesuatu yang manusia tidak mampu melaksanakannya.</p>
<p>Sabda Rasulullah Shallalahu &#8216;alaihi wa sallam</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah. Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agamanya kecuali akan terkalahkan (tidak dapat melaksanakannya dengan sempurna). Oleh karena itu, berlaku luruslah, sederhana (tidak melampaui batas), dan bergembiralah (karena memperoleh pahala) serta memohon pertolongan (kepada Allah) dengan ibadah pada waktu pagi, petang dan sebagian malam.” [6]</p>
<p>Orang yang menganggap Islam itu berat, keras, dan sulit, hal tersebut hanya muncul karena.</p>
<p>[1]. Kebodohan tentang Islam, umat Islam tidak belajar Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah yang shahih menurut pemahaman Shahabat, tidak mau menuntut ilmu syar’i.</p>
<p>[2]. Mengikuti hawa nafsu. Orang yang mengikuti hawa nafsu, hanya akan menganggap mudah apa-apa yang sesuai dengan hawa nafsunya.</p>
<p>[3]. Banyak berbuat dosa dan maksiyat, sebab dosa dan maksiyat menghalangi seseorang untuk berbuat kebajikan dan selalu merasa berat untuk melakukannya.</p>
<p>[4]. Mengikuti agama nenek moyang dan mengikuti banyaknya pendapat orang. Jika ia mengikuti Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, niscaya ia akan mendapat hidayah dan Allah Allah Azza wa Jalla akan memudahkan ia dalam menjalankan agamanya.</p>
<p>Allah Azza wa Jalla mengutus Rasul-Nya Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam untuk menghilangkan beban dan belenggu-belenggu yang ada pada manusia, sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur&#8217;an: </p>
<p>&#8220;Artinya : (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis), yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam kitab Taurat dan Injil yang ada di pada mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membebaskan dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur-an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [Al-A’raaf: 157]</p>
<p>Dalam syari’at yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak ada lagi beban-beban berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Di antara beban berat itu ialah:</p>
<p>• Saling membunuh penyembah sapi. [7]<br />
• Mewajibkan qishas pada pembunuhan baik yang disengaja ataupun tidak, tanpa memperbolehkan membayar diyat.<br />
• Memotong anggota badan yang melakukan kesalahan.<br />
• Melarang makan dan tidur bersama istrinya yang sedang haidh.<br />
• Membuang atau menggunting kain yang terkena najis.</p>
<p>Kemudian Islam datang menjelaskan dengan mudah, seperti pakaian yang terkena najis wajib dicuci namun tidak digunting.[8]</p>
<p>Syari’at Islam adalah mudah. Kemudahan syari’at Islam berlaku dalam semua hal, baik dalam ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), baik tentang ‘aqidah, ibadah, akhlak, mu’amalah, jual beli, pinjam meminjam, pernikahan, hukuman dan lainnya.</p>
<p>Semua perintah dalam Islam mengandung banyak manfaat. Sebaliknya, semua larangan dalam Islam mengandung banyak kemudharatan di dalamnya. Maka, kewajiban atas kita untuk sungguh-sungguh memegang teguh syari’at Islam dan mengamalkannya.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Permudahlah dan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira dan jangan membuat orang lari” [9]</p>
<p>[Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan ke 2]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[1]. Pembahasan ini diambil dari Kamaluddin al-Islami oleh Syaikh ‘Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim (hal. 42) dan Shuwarun min Samaahatil Islaam oleh DR. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman bin ‘Ali ar-Rabii’ah, cet. Darul Mathbu’aat al-Haditsah, Jeddah th. 1406 H, dan kitab-kitab lainnya.<br />
[2]. Lihat Irwaa-ul Ghalil fii Takhriiji Ahaadits Manaaris Sabiil (IV/17-25) juga Shifat Shaumin Nabiy (hal. 80-85) oleh Syaikh Salim al-Hilaly dan Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid, cet. Maktabah al-Islamiyyah, th. 1412 H.<br />
[3]. HR. Abu Dawud (no. 1721), al-Hakim (II/293), an-Nasa-i (V/111), dan Ibnu Majah (no. 2886), lafazh ini milik Abu Dawud.<br />
[4]. Lihat QS. Al-Baqarah 178-179.<br />
[5]. HR. Al-Bukhari (no. 1358) dan Muslim (no. 2658), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu<br />
[6]. HR. Al-Bukhari (no. 39), Kitabul Iman bab Addiinu Yusrun, dan an-Nasa&#8217;i (VIII/122), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu<br />
[7]. Lihat surat al-Baqarah ayat 54.<br />
[8]. Lihat Shuwarun min Samaahatil Islaam oleh Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdur Rahman bin ‘Ali ar-Rabii’ah.<br />
[9]. HR. Al-Bukhari (no. 69, 6125), Muslim (no. 1734) dan Ahmad (III/131) dari Shahabat Anas Radhiyallahu anhu. Lafazh ini milik al-Bukhari.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pernyataan Seorang Calon Presiden AS &#171; O. Solihin</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/comment-page-1#comment-209</link>
		<dc:creator>Pernyataan Seorang Calon Presiden AS &#171; O. Solihin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 01:39:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/khilafah-islamiyah-negara-bagi-umat-islam-sedunia/#comment-209</guid>
		<description>[...] KOMENTAR: Cara Tom Cancredo mengkomunikasikan pesan ini, jelas-jelas memberikan stigmasisasi bahwa orang Islam pelaku serangan teror di Amerika pada 11 September 2001 lalu. Jadi serangan ke kota suci tersebut (Makkah dan Madinah) sudah terencana. Juga, menyebutkan simbol-simbol atau tempat-tempat yang berkaitan dengan agama tertentu (dalam hal ini Islam), jelas-jelas menunjukkan kebenciannya kepada Islam dan umatnya. Itu yang bisa dilihat dengan jelas. Wahai kaum muslimin, hentikan diam kita dan segera bangkit mempelajari Islam, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sambil mengkampanyekan penting dan perlunya institusi pelaksana diterapkannya syariat Islam, yakni Khilafah Islamiyah.[] [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] KOMENTAR: Cara Tom Cancredo mengkomunikasikan pesan ini, jelas-jelas memberikan stigmasisasi bahwa orang Islam pelaku serangan teror di Amerika pada 11 September 2001 lalu. Jadi serangan ke kota suci tersebut (Makkah dan Madinah) sudah terencana. Juga, menyebutkan simbol-simbol atau tempat-tempat yang berkaitan dengan agama tertentu (dalam hal ini Islam), jelas-jelas menunjukkan kebenciannya kepada Islam dan umatnya. Itu yang bisa dilihat dengan jelas. Wahai kaum muslimin, hentikan diam kita dan segera bangkit mempelajari Islam, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sambil mengkampanyekan penting dan perlunya institusi pelaksana diterapkannya syariat Islam, yakni Khilafah Islamiyah.[] [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
