<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mantan Pendeta Itu Menjadi Muslim</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/mantan-pendeta-itu-menjadi-muslim/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com/mantan-pendeta-itu-menjadi-muslim</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Mar 2010 17:51:39 -0600</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: dewiaja</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mantan-pendeta-itu-menjadi-muslim/comment-page-1#comment-11491</link>
		<dc:creator>dewiaja</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 08:29:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3139#comment-11491</guid>
		<description>&quot;AYAH saya seorang pastor atau pendeta dalam agama Kristen Katolik.&quot;
pastor sebutan untuk pemimpin di agama dan katolik tidak boleh menikah
pendeta sebutan untuk pemimpin di agama kristen boleh menikah
sebenarnya anda dulu beragama kristen atau katolik??
sepertinya ada kejanggalan yang anda ceritakan di atas, anda sendiri tidak bisa membedakan mengenai hal tsb. enatah bohong ato memang asli cerita yang anda buat ini..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;AYAH saya seorang pastor atau pendeta dalam agama Kristen Katolik.&#8221;<br />
pastor sebutan untuk pemimpin di agama dan katolik tidak boleh menikah<br />
pendeta sebutan untuk pemimpin di agama kristen boleh menikah<br />
sebenarnya anda dulu beragama kristen atau katolik??<br />
sepertinya ada kejanggalan yang anda ceritakan di atas, anda sendiri tidak bisa membedakan mengenai hal tsb. enatah bohong ato memang asli cerita yang anda buat ini..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eva</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mantan-pendeta-itu-menjadi-muslim/comment-page-1#comment-11450</link>
		<dc:creator>eva</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 04:21:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3139#comment-11450</guid>
		<description>Subhanallah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus Rudianto</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mantan-pendeta-itu-menjadi-muslim/comment-page-1#comment-11391</link>
		<dc:creator>Agus Rudianto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 15:07:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3139#comment-11391</guid>
		<description>Pengalaman bathin pak Gold Fret sangat menarik karena pada akhirnya menemukan ketenangan yang dicari. Silakan teruskan dan perdalam iman anda. Saya mempunyai adik yang menjadi muslim - padahal orang tua Katolik. Kalau itu memang pilihan hidupnya - silakan saja. Waktu puasa ibu saya bangun dan menyiapkan makanan untuk sahur adik saya. Bagus, biarpun ibu saya seorang aktivis di gereja. Saya juga punya saudara sepupu (keponakan ayah saya) yang haji dan hajjah, tetapi dari adik dan kakaknya (3 orang) yang menjadi Katolik. Bagus selama itu mengikuti suara hati. Setiap Lebaran keponakan ayah saya entah yang Islam ataupun yang Katolik selalu mengirim Kartu Lebaran karena intinya meminta maaf lahir &amp; batin. Semuanya bagus. Saya terkesan oleh sikap mereka dan saya belajar dari mereka. Kalau bulan puasa saya ke rumah saudara yang haji, istrinya tetap menyiapkan makan siang untuk saya. Sahur dan buka saya selalu diajak dan saya ikut. Kakak atau adik dari sepupu saya yang haji dan hajjah sering mengirim makana untuk buka dan sering ikut buka bersama. Bagus. Saya belajar Transpersonal dari seorang pengajar yang beragama Islam, tetapi contoh yang diberikan dari berasal dari ajaran Islam, Hindu, Budha dan Katolik. Yang penting vibrasi yang kita kirimkan sifatnya positif, entah agamya apa tetapi suasananya damai seperti yang saya alami di keluarga saya dan sepupu saya. Saya mengantar rekan yang baru datang si suatu kota di Sumatera mencari mesjidnya - kebetulan dia LDII. Walaupun saya kurang sependapat kalau (katanya) LDII mengatakan orang lain itu kafir, termasuk orang Islam lainnya, tetapi saya tetap berusaha menilai dia positif, atau mengirimkan sinyal positif. Dia juga mahluk Tuhan kok.  Hidup itu indah, jadi mari kita cari tindakan yang saling mendukung keimanan masing-masing, bukan mempertentangkan apalagi melarang. Auranya jadi negatif. Pak Gold Fret, kalau anda masih mempertentangkan Injil dan Al-Quran, anda tidak akan mendapatkan kedamaian. Kalaupun mendapatkannya,  maka sifatnya semu (seperti ibu-ibu pembentuk kelompok pendukung poligami yang perlu  diperiksa psycholog daripada terus-terusan menipu diri dengan mengatakan nahwa dengan mendukung poligami maka makin dekat ke Tuhan). Pak Gold Fret, pelajari saja Al-Quran dan pancarkan vibrasi positif. Sebagai catatan, ayah anda pasti bukan seorang pastor (Katolik) karena pastor tidak menikah. Ayah anda mungkin seorang pendeta dari Kristen Protestan yang memang boleh menikah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman bathin pak Gold Fret sangat menarik karena pada akhirnya menemukan ketenangan yang dicari. Silakan teruskan dan perdalam iman anda. Saya mempunyai adik yang menjadi muslim &#8211; padahal orang tua Katolik. Kalau itu memang pilihan hidupnya &#8211; silakan saja. Waktu puasa ibu saya bangun dan menyiapkan makanan untuk sahur adik saya. Bagus, biarpun ibu saya seorang aktivis di gereja. Saya juga punya saudara sepupu (keponakan ayah saya) yang haji dan hajjah, tetapi dari adik dan kakaknya (3 orang) yang menjadi Katolik. Bagus selama itu mengikuti suara hati. Setiap Lebaran keponakan ayah saya entah yang Islam ataupun yang Katolik selalu mengirim Kartu Lebaran karena intinya meminta maaf lahir &amp; batin. Semuanya bagus. Saya terkesan oleh sikap mereka dan saya belajar dari mereka. Kalau bulan puasa saya ke rumah saudara yang haji, istrinya tetap menyiapkan makan siang untuk saya. Sahur dan buka saya selalu diajak dan saya ikut. Kakak atau adik dari sepupu saya yang haji dan hajjah sering mengirim makana untuk buka dan sering ikut buka bersama. Bagus. Saya belajar Transpersonal dari seorang pengajar yang beragama Islam, tetapi contoh yang diberikan dari berasal dari ajaran Islam, Hindu, Budha dan Katolik. Yang penting vibrasi yang kita kirimkan sifatnya positif, entah agamya apa tetapi suasananya damai seperti yang saya alami di keluarga saya dan sepupu saya. Saya mengantar rekan yang baru datang si suatu kota di Sumatera mencari mesjidnya &#8211; kebetulan dia LDII. Walaupun saya kurang sependapat kalau (katanya) LDII mengatakan orang lain itu kafir, termasuk orang Islam lainnya, tetapi saya tetap berusaha menilai dia positif, atau mengirimkan sinyal positif. Dia juga mahluk Tuhan kok.  Hidup itu indah, jadi mari kita cari tindakan yang saling mendukung keimanan masing-masing, bukan mempertentangkan apalagi melarang. Auranya jadi negatif. Pak Gold Fret, kalau anda masih mempertentangkan Injil dan Al-Quran, anda tidak akan mendapatkan kedamaian. Kalaupun mendapatkannya,  maka sifatnya semu (seperti ibu-ibu pembentuk kelompok pendukung poligami yang perlu  diperiksa psycholog daripada terus-terusan menipu diri dengan mengatakan nahwa dengan mendukung poligami maka makin dekat ke Tuhan). Pak Gold Fret, pelajari saja Al-Quran dan pancarkan vibrasi positif. Sebagai catatan, ayah anda pasti bukan seorang pastor (Katolik) karena pastor tidak menikah. Ayah anda mungkin seorang pendeta dari Kristen Protestan yang memang boleh menikah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ris</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/mantan-pendeta-itu-menjadi-muslim/comment-page-1#comment-11386</link>
		<dc:creator>ris</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 10:59:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=3139#comment-11386</guid>
		<description>Subhanallah.................
Mmg Allah itu maha besar. s&#039;org pendeta pun bs msk Islam.
Allahuakbar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Mmg Allah itu maha besar. s&#8217;org pendeta pun bs msk Islam.<br />
Allahuakbar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
