<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menulis itu GAMPANG, Tapi ADA CARANYA</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/menulis-itu-gampang-tapi-ada-caranya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com/menulis-itu-gampang-tapi-ada-caranya</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 07:15:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: opi</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/menulis-itu-gampang-tapi-ada-caranya/comment-page-1#comment-10073</link>
		<dc:creator>opi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 07:29:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=2608#comment-10073</guid>
		<description>wahhh........jadi udah ringan nih buat nulis......makasih artikelnya
bermanfaat bgt</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahhh&#8230;&#8230;..jadi udah ringan nih buat nulis&#8230;&#8230;makasih artikelnya<br />
bermanfaat bgt</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pri,</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/menulis-itu-gampang-tapi-ada-caranya/comment-page-1#comment-9851</link>
		<dc:creator>Pri,</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 12:28:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=2608#comment-9851</guid>
		<description>Seorang Ustadz, waktu saya masih di pesantren dulu, pernah memperkenalkan istilah &quot;Konsep Gagal&quot;. Sama seperti sewaktu kecil kita belajar naik sepeda. Kita jatuh, kita naik lagi, jatuh lagi, naik lagi. Atau seperti saat kita belajar berjalan untuk pertama kalinya. Tak kenal putus asa. 
Kenapa? Karena kita belum mengenal Konsep Gagal tsb. Kita baru mengenalnya setelah tumbuh dewasa, misalnya, sewaktu di kelas kita menjawab soal dan salah, maka kita akan ditertawakan. Nah, dari itulah Konsep Gagal timbul.
Kalau sudah begitu, gimana caranya agar tetap bisa &quot;survive&quot;?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Ustadz, waktu saya masih di pesantren dulu, pernah memperkenalkan istilah &#8220;Konsep Gagal&#8221;. Sama seperti sewaktu kecil kita belajar naik sepeda. Kita jatuh, kita naik lagi, jatuh lagi, naik lagi. Atau seperti saat kita belajar berjalan untuk pertama kalinya. Tak kenal putus asa.<br />
Kenapa? Karena kita belum mengenal Konsep Gagal tsb. Kita baru mengenalnya setelah tumbuh dewasa, misalnya, sewaktu di kelas kita menjawab soal dan salah, maka kita akan ditertawakan. Nah, dari itulah Konsep Gagal timbul.<br />
Kalau sudah begitu, gimana caranya agar tetap bisa &#8220;survive&#8221;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wahyu nurudin</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/menulis-itu-gampang-tapi-ada-caranya/comment-page-1#comment-9741</link>
		<dc:creator>wahyu nurudin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 00:45:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=2608#comment-9741</guid>
		<description>menulis itu gampang. hanya saja kalau demi laris harus ikut pasar itu yang susah. bagaimana mengetahui selera orang?



&lt;strong&gt;&lt;blockquote&gt;Setiap orang dalam menulis itu memang punya motivasi masing-masing, selama itu benar, silakan saja, termasuk agar tulisan kita diminati pembaca adalah harapan yang wajar. Untuk mengetahui selera orang, bisa dilihat buku jenis apa yang saat ini sedang laku di pasaran. Anda bisa bertanya ke pemilik toko buku di kota Anda. Nah, kita bisa menulis tema sejenis yang dikemas lebih menarik sesuai keinginan. 

Namun demikian, beberapa penulis ada yang idealismenya tidak mau mengikuti pasar. Justru mereka berprinsip bahwa tulisan yang dibuatnya SEHARUSNYA yang memang dibutuhkan pasar. Jadi, pasar &#039;didikte&#039; untuk mengikuti selera si penulisnya. Maka, lahir banyak penulis yang tidak begitu peduli dengan keinginan pasar. Biasanya, golongan seperti ini adalah penulis yang memang menulis untuk dakwah, untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan sejenisnya. Bukan semata mengikuti keinginan pasar yang bisa dengan cepat laris manis dan berbuah materi. Intinya, menulislah dengan benar dan baik serta bermanfaat bagi kehidupan manusia untuk dunia dan akhiratnya, insya Allah akan barokah. Demikian tanggapan saya. Terima kasih.

Salam,
&lt;a href=&quot;http://osolihin.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;O. Solihin&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/strong&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menulis itu gampang. hanya saja kalau demi laris harus ikut pasar itu yang susah. bagaimana mengetahui selera orang?</p>
<p><strong><br />
<blockquote>Setiap orang dalam menulis itu memang punya motivasi masing-masing, selama itu benar, silakan saja, termasuk agar tulisan kita diminati pembaca adalah harapan yang wajar. Untuk mengetahui selera orang, bisa dilihat buku jenis apa yang saat ini sedang laku di pasaran. Anda bisa bertanya ke pemilik toko buku di kota Anda. Nah, kita bisa menulis tema sejenis yang dikemas lebih menarik sesuai keinginan. </p>
<p>Namun demikian, beberapa penulis ada yang idealismenya tidak mau mengikuti pasar. Justru mereka berprinsip bahwa tulisan yang dibuatnya SEHARUSNYA yang memang dibutuhkan pasar. Jadi, pasar &#8216;didikte&#8217; untuk mengikuti selera si penulisnya. Maka, lahir banyak penulis yang tidak begitu peduli dengan keinginan pasar. Biasanya, golongan seperti ini adalah penulis yang memang menulis untuk dakwah, untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan sejenisnya. Bukan semata mengikuti keinginan pasar yang bisa dengan cepat laris manis dan berbuah materi. Intinya, menulislah dengan benar dan baik serta bermanfaat bagi kehidupan manusia untuk dunia dan akhiratnya, insya Allah akan barokah. Demikian tanggapan saya. Terima kasih.</p>
<p>Salam,<br />
<a href="http://osolihin.com/" rel="nofollow">O. Solihin</a></p></blockquote>
<p></strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hidayah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/menulis-itu-gampang-tapi-ada-caranya/comment-page-1#comment-9729</link>
		<dc:creator>hidayah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 12:29:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/?p=2608#comment-9729</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum.....

Salam ukhuwah...

Saya juga mau bisa menyumbangkan tulisan saya di GAUL ISLAM ini,tapi bagaimana caranya??

Mohon segera dibalas..

Jazakillahu khoiron katsiir.....



&lt;blockquote&gt;&#039;alaikumussalam
Salam ukhuwah juga..
Silakan saja dikirim via e-mail: &lt;strong&gt;redaksi@gaulislam.com&lt;/strong&gt;
Syaratnya bermanfaat dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Jenisnya boleh cerpen; esai; puisi; motivasi menulis; opini; tips menulis dsb. Dan, harus mengirimkan data diri lengkap Anda. Kami tunggu. Terima kasih.

Salam,
Editor GI
&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum&#8230;..</p>
<p>Salam ukhuwah&#8230;</p>
<p>Saya juga mau bisa menyumbangkan tulisan saya di GAUL ISLAM ini,tapi bagaimana caranya??</p>
<p>Mohon segera dibalas..</p>
<p>Jazakillahu khoiron katsiir&#8230;..</p>
<blockquote><p>&#8216;alaikumussalam<br />
Salam ukhuwah juga..<br />
Silakan saja dikirim via e-mail: <strong><a href="mailto:redaksi@gaulislam.com">redaksi@gaulislam.com</a></strong><br />
Syaratnya bermanfaat dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Jenisnya boleh cerpen; esai; puisi; motivasi menulis; opini; tips menulis dsb. Dan, harus mengirimkan data diri lengkap Anda. Kami tunggu. Terima kasih.</p>
<p>Salam,<br />
Editor GI
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

