Modal Calon Pemimpin
Siapapun pemimpin dan calon pemimpin, hendaknya mulai melakukan hal ini. Mendatangi rumah-rumah rakyatnya, orang-orang yang mereka pimpin. Merasakan dinginnya dan lembabnya lantai tanah rumah-rumah pengap. Menjenguk dapur dan bertanya adakah yang bisa mereka masak hari ini untuk keluarga? Tanyakan kepada mereka, bagaimana dengan sekolah anak-anak kalian? Masih adakah barang yang bisa digadaikan?
Rasakan sumpeknya rumah-rumah yang membuat senang kuman pernafasan menggerogoti paru-paru. Rasakan kepasrahan yang dalam ketika hujan turun deras dan air pasang pelahan menenggelamkan rumahmu. Dan ketika gempa meratakan gubukmu hingga hanya bumi lantai berpijak dan langit sebagai atap. Pernahkah kau selami kehilangan anggota keluarga ketika biaya perawatan tak mampu terbayarkan?
Bagi para pemimpin, hendaknya dua dunia mampu tergambar di pelupuk mata. Yakni, ketika kaki menjejak gedung-gedung megah dengan energi AC terbuang percuma. Deru kendaraan mewah mengantar untuk menjelajah. Hidangan terhampar di meja tak pernah memuaskan. Sementara di saat yang sama hidup rakyat sudah di ambang pintu kematian.
Bila tidak, maka kepemimpinan hanya ada pada mereka yang bebal dan berhati batu! [Lathifah Musa]

























on July 18th, 2008 at 4:09 pm
yang penting bukan kunjungannya, tapi bantuannya bagi mereka yg membutuhkan.
siapkah para pemimpin membantu dan meringankan penderitaan rakyat????
jawabannya bukan sekedar di mulut lhoo……..
harus ada bukti nyata…
yess…
on July 20th, 2008 at 9:39 am
Assalamu’alikum,
Saya sangat setuju dengan artikel di atas.
Memang faktor terbesar “Kemajuan dan Kemunduran”, “Ketakwaan dan Kedzaliman”, “Kehormatan dan Kebejatan” suatu negara adalah Pemimpin.