gaulislam.com


Modal Calon Pemimpin

Posted in VOI by Hasna Hawwa on the July 18th, 2008

Add to Technorati Favorites

Siapapun pemimpin dan calon pemimpin, hendaknya mulai melakukan hal ini. Mendatangi rumah-rumah rakyatnya, orang-orang yang mereka pimpin. Merasakan dinginnya dan lembabnya lantai tanah rumah-rumah pengap. Menjenguk dapur dan bertanya adakah yang bisa mereka masak hari ini untuk keluarga? Tanyakan kepada mereka, bagaimana dengan sekolah anak-anak kalian? Masih adakah barang yang bisa digadaikan?

Rasakan sumpeknya rumah-rumah yang membuat senang kuman pernafasan menggerogoti paru-paru. Rasakan kepasrahan yang dalam ketika hujan turun deras dan air pasang pelahan menenggelamkan rumahmu. Dan ketika gempa meratakan gubukmu hingga hanya bumi lantai berpijak dan langit sebagai atap. Pernahkah kau selami kehilangan anggota keluarga ketika biaya perawatan tak mampu terbayarkan?

Bagi para pemimpin, hendaknya dua dunia mampu tergambar di pelupuk mata. Yakni, ketika kaki menjejak gedung-gedung megah dengan energi AC terbuang percuma. Deru kendaraan mewah mengantar untuk menjelajah. Hidangan terhampar di meja tak pernah memuaskan. Sementara di saat yang sama hidup rakyat sudah di ambang pintu kematian.

Bila tidak, maka kepemimpinan hanya ada pada mereka yang bebal dan berhati batu! [Lathifah Musa]

3 Responses to 'Modal Calon Pemimpin'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Modal Calon Pemimpin'.

  1. nurhadi said,

    on July 18th, 2008 at 16:09

    yang penting bukan kunjungannya, tapi bantuannya bagi mereka yg membutuhkan.
    siapkah para pemimpin membantu dan meringankan penderitaan rakyat????
    jawabannya bukan sekedar di mulut lhoo……..
    harus ada bukti nyata…
    yess…

  2. Ydi said,

    on July 20th, 2008 at 09:39

    Assalamu’alikum,

    Saya sangat setuju dengan artikel di atas.
    Memang faktor terbesar “Kemajuan dan Kemunduran”, “Ketakwaan dan Kedzaliman”, “Kehormatan dan Kebejatan” suatu negara adalah Pemimpin.

  3. Denny Sagito said,

    on December 13th, 2008 at 12:28

    Saya sangat tertarik dengan ide-ide saudari Latifah Musa, namun saya mohon untuk diperjelas tentang mekanisme konkrit hal itu jika diimplementasikan pada struktural pemerintahan kita di Indonesia, baik pada skala kecil RT, RW, Lurah, Kades, Camat, Bupati hingga presiden. Saya berpikir jika itu dilakukan maka akan banyak diantara pemimpin kita yang merasa tidak hanya di kritik tetapi juga mendapat solusi riil dari saudara, sehingga komunikasi kritikus dengan pemimpin menjadi lebih baik dan tidak sekedar dari menjelekkan mereka dengan sebutan pemimpin bebal.

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

 

  rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites