By: Jazimah al-Muhyi “Nek Karim masuk rumah sakit, Rika!” Suara Bunda yang panik membuatku nyaris melompat dari tempat dudukku. “Sakit apa, Bunda? Rumah sakit mana?” “Itulah yang membuat Bunda bingung. Ayahmu belum pulang, sementara….” “Bunda…Bunda…jangan biarkan ini terjadi….Bunda….kita harus bertindak.” “Maafkan Bunda sayang, Bunda tidak kuasa.” Mendengar kalimat Bunda, aku pun terduduk kembali. Lemas. Esok ...