<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Taghyir Ekstra Parlemen</title>
	<atom:link href="http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gaulislam.com</link>
	<description>Mari bergaul dengan Islam secara kaaffah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 07:15:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: revo</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-6992</link>
		<dc:creator>revo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 14:13:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-6992</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum...
Saatnya umat bersatu, tidak lagi terpecah belah dalam berjuang. Tuntunan kita samas, Rasulullah sebagai nabi terakhir, teladan kita, Sang Revolusioner sejati mencontohkan, &#039;tidak mengambil tawaran-tawaran dari sistem kufur&#039;. Rasulullah menolak harta, TAHTA, wanita dari tawaran kafir Quraisy waktu itu. Beliau memilih untuk berjuang (berdakwah) tidak mengambil kekuasaan yang ditawarkan, walaupun kekuasaan tersebut jika dilihat sepintas sepertinya bisa mendukung. Tapi Rasululullah MENOLAK. Jika kita istiqomah  mengambil teladan dari Rasulullah SAW, seharusnya kita juga sama. TOLAK SISTEM KUFUR ! REVOLUSI ADALAH METODENYA !
(maksudnya revolusi yang dicontohkan Rasulullulah bukan revolusi fisik, tolong jangan salah sangka ya...)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum&#8230;<br />
Saatnya umat bersatu, tidak lagi terpecah belah dalam berjuang. Tuntunan kita samas, Rasulullah sebagai nabi terakhir, teladan kita, Sang Revolusioner sejati mencontohkan, &#8216;tidak mengambil tawaran-tawaran dari sistem kufur&#8217;. Rasulullah menolak harta, TAHTA, wanita dari tawaran kafir Quraisy waktu itu. Beliau memilih untuk berjuang (berdakwah) tidak mengambil kekuasaan yang ditawarkan, walaupun kekuasaan tersebut jika dilihat sepintas sepertinya bisa mendukung. Tapi Rasululullah MENOLAK. Jika kita istiqomah  mengambil teladan dari Rasulullah SAW, seharusnya kita juga sama. TOLAK SISTEM KUFUR ! REVOLUSI ADALAH METODENYA !<br />
(maksudnya revolusi yang dicontohkan Rasulullulah bukan revolusi fisik, tolong jangan salah sangka ya&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: haris</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-6859</link>
		<dc:creator>haris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 05:41:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-6859</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr.wb.
Perjuangan menegakkan islam memang tidak mudah, akan menyerap seluruh sumber daya yg kita miliki. Oleh karenanya harus benar-benar direncanakan dengan baik dan detail. Diperlukan konsep yg komprehensif dan aplicable. Selain itu mau tak mau, suka gak suka kita harus mencontoh apa yg telah dilakukan Rasulullah saw dalam melakukan perubahan sosial. Rasulullah mengutamakan dialog tapi bukan berarti tawar-menawar. Rasulullah saw tetap beribadah di Baitul Mekah tapi tidak ikut menyembah atau mengikuti Paganisme. Perubahan hakiki tidak akan terwujud bila menggunakan cara-cara yg tidak sesuai dg tuntunan Rasulullah saw. Seandainya dakwah untuk perubahan total menuju Islam Kaaffah melalui intra parlemen diperbolehkan atau emang lebih efektif, tentu Rasul akan menerima tawaran yg diberikan oleh kaum Kuffar. Menuntut SKB pembubaran Ahmadiyah adalah hak sekaligus kewajiban umat islam, justru ini merupakan bukti nyata bahwa kita peduli terhadap keberadaan Islam. Bedakan antara masuk parlemen dengan menuntut hak dan melaksanakan kewajiban. Jadi tidak ada kaitannya apakah terlibat atau tidak dalam sistem, atau berhutang budi terhadap sistem yg ada.
Sekian dulu..semoga bermanfaat
Wassalamu&#039;alaikum wr.wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb.<br />
Perjuangan menegakkan islam memang tidak mudah, akan menyerap seluruh sumber daya yg kita miliki. Oleh karenanya harus benar-benar direncanakan dengan baik dan detail. Diperlukan konsep yg komprehensif dan aplicable. Selain itu mau tak mau, suka gak suka kita harus mencontoh apa yg telah dilakukan Rasulullah saw dalam melakukan perubahan sosial. Rasulullah mengutamakan dialog tapi bukan berarti tawar-menawar. Rasulullah saw tetap beribadah di Baitul Mekah tapi tidak ikut menyembah atau mengikuti Paganisme. Perubahan hakiki tidak akan terwujud bila menggunakan cara-cara yg tidak sesuai dg tuntunan Rasulullah saw. Seandainya dakwah untuk perubahan total menuju Islam Kaaffah melalui intra parlemen diperbolehkan atau emang lebih efektif, tentu Rasul akan menerima tawaran yg diberikan oleh kaum Kuffar. Menuntut SKB pembubaran Ahmadiyah adalah hak sekaligus kewajiban umat islam, justru ini merupakan bukti nyata bahwa kita peduli terhadap keberadaan Islam. Bedakan antara masuk parlemen dengan menuntut hak dan melaksanakan kewajiban. Jadi tidak ada kaitannya apakah terlibat atau tidak dalam sistem, atau berhutang budi terhadap sistem yg ada.<br />
Sekian dulu..semoga bermanfaat<br />
Wassalamu&#8217;alaikum wr.wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ortega</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-6400</link>
		<dc:creator>ortega</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 07:02:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-6400</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Warahmatullahi wabarokatuh
Salut buat anak muda yg semangatnya tetap membara demi TEGAKNYA ISLAM. Bekalilah perjalanan dakwah kita dengan ILMU YANG LUAS DAN MENDALAM. AMAL SHOLIH YANG TAK TERPUTUS. &quot;Sungguh beruntung orang yang mengeluarkan kelebihan hartanya dan menahan kelebihan lisannya&quot;. Berfikirlah sebelum bicara BUKAN bicara baru berfikir kemudian.
Ulama salafus sholih dulu sangat berhati-hati ketika diminta fatwa padahal ilmunya sangat luas dan dalam. Namun sekarang banyak orang yang baru belajar Islam mudah sekali mengeluarkan &#039;IJTIHAD&#039; dan &#039;FATWA&#039; yang menyalahkan pihak-pihak yg tidak sependapat dengan mereka.
[www.pkspiyungan.blogspot.com]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi wabarokatuh<br />
Salut buat anak muda yg semangatnya tetap membara demi TEGAKNYA ISLAM. Bekalilah perjalanan dakwah kita dengan ILMU YANG LUAS DAN MENDALAM. AMAL SHOLIH YANG TAK TERPUTUS. &#8220;Sungguh beruntung orang yang mengeluarkan kelebihan hartanya dan menahan kelebihan lisannya&#8221;. Berfikirlah sebelum bicara BUKAN bicara baru berfikir kemudian.<br />
Ulama salafus sholih dulu sangat berhati-hati ketika diminta fatwa padahal ilmunya sangat luas dan dalam. Namun sekarang banyak orang yang baru belajar Islam mudah sekali mengeluarkan &#8216;IJTIHAD&#8217; dan &#8216;FATWA&#8217; yang menyalahkan pihak-pihak yg tidak sependapat dengan mereka.<br />
[www.pkspiyungan.blogspot.com]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gugun</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-6000</link>
		<dc:creator>gugun</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 08:54:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-6000</guid>
		<description>Yang diperlukan adalah persatuan umat bukan bikin Partai baru
langkah pertama kuasai parlemen, lalu rubah / amandemen UUD nya bila perlu. sehingga memungkinkan khilafah. ini memerlukan waktu yang lama asal arah tidak pernah berubah (Qur&#039;an dan hadist).

Kompromi jika memang belum memungkinkan untuk menghindari keburukan atau pemaksaan. Yang penting umat islam bersatu.

Umat Islam banyak kalah oleh nasionalis (sedikit banyak kurang kaffah dalam beragama), Jangan karena beda dalam khilafiyah/beda sesaat bikin partai baru</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang diperlukan adalah persatuan umat bukan bikin Partai baru<br />
langkah pertama kuasai parlemen, lalu rubah / amandemen UUD nya bila perlu. sehingga memungkinkan khilafah. ini memerlukan waktu yang lama asal arah tidak pernah berubah (Qur&#8217;an dan hadist).</p>
<p>Kompromi jika memang belum memungkinkan untuk menghindari keburukan atau pemaksaan. Yang penting umat islam bersatu.</p>
<p>Umat Islam banyak kalah oleh nasionalis (sedikit banyak kurang kaffah dalam beragama), Jangan karena beda dalam khilafiyah/beda sesaat bikin partai baru</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ska</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-5699</link>
		<dc:creator>ska</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 19:46:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-5699</guid>
		<description>assalammualaikum wr. wb.

wahai saudara-saudara muslim yang dirahmati ALLAH SWT.
israel sedang menginjak-injak jalur gaza !!!
ingatlah saudara kita disana,
raungan tangis mereka terdengar ditelinga kita?
lalu,
apakah kita hanya berdiam dan terdiam ???
seandainya kita disini yang mengalaminya?
seandainya kita disini yang merasakannya?
seandainya kita?
berangkatlah wahai pasukan ALLAH SWT
bertemu kita di gaza
bersatu kita dalam satu bendera,
Jihad?
kumpulkan,
sumbangkan,
berikanlah?
harta bendamu untuk mereka?
mereka belum makan,
mereka kedinginan dalam gelap malam,
mereka menjerit merasakan pedihnya luka?
tunggu kami gaza,
kami segera datang?

wassalammualaikum wr. wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalammualaikum wr. wb.</p>
<p>wahai saudara-saudara muslim yang dirahmati ALLAH SWT.<br />
israel sedang menginjak-injak jalur gaza !!!<br />
ingatlah saudara kita disana,<br />
raungan tangis mereka terdengar ditelinga kita?<br />
lalu,<br />
apakah kita hanya berdiam dan terdiam ???<br />
seandainya kita disini yang mengalaminya?<br />
seandainya kita disini yang merasakannya?<br />
seandainya kita?<br />
berangkatlah wahai pasukan ALLAH SWT<br />
bertemu kita di gaza<br />
bersatu kita dalam satu bendera,<br />
Jihad?<br />
kumpulkan,<br />
sumbangkan,<br />
berikanlah?<br />
harta bendamu untuk mereka?<br />
mereka belum makan,<br />
mereka kedinginan dalam gelap malam,<br />
mereka menjerit merasakan pedihnya luka?<br />
tunggu kami gaza,<br />
kami segera datang?</p>
<p>wassalammualaikum wr. wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cuma numpang</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-4888</link>
		<dc:creator>cuma numpang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 10:17:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-4888</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum warohmatullah wabarokatuh, 
itulah salamnya orang islam, ALLAHU AKBAR.

knapa harus ada sang hitam, sang orange, sang hijau, sang biru, sang kuning, sang merah. jika putih menyenangkan, jika putih lebih menyejukkan.
kapan islam bersatu kalo para pejuangnya terus terusan saling menyalahkan,   saling bertengkar, dst.

ayo bersatu dong,

kalo dipikir2 klo kita emang kita sudah berkata demokrasi sistem kufur, maka kita harus berlepas diri darinya secara totalitas, jangan setengah setengah ya gak? jangan beriman sebagian dan mendustakan yang sebagian, 

kita ini orang islam maka sudah seharusnya kita berjuang secara islam, kita ini orang islam maka haruslah kita berjuang berdasarkan Al-quran dan As-Sunnah, bukan dengan dasar perkataan seseorang tanpa dasar.
kita ini orang islam sudah pantaslah kita menggali informasi berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.

kita ini umat nabi Muhammad SAW maka pantaslah kita meniru dakwah Rosulullah SAW,

mari kita capai kejayaan umat islam sekali lagi dan untuk selamanya,
ALLAHU AKBAR,

wallahu a&#039;lam
assalamu&#039;alaykum warohmatllah wabarokatuh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum warohmatullah wabarokatuh,<br />
itulah salamnya orang islam, ALLAHU AKBAR.</p>
<p>knapa harus ada sang hitam, sang orange, sang hijau, sang biru, sang kuning, sang merah. jika putih menyenangkan, jika putih lebih menyejukkan.<br />
kapan islam bersatu kalo para pejuangnya terus terusan saling menyalahkan,   saling bertengkar, dst.</p>
<p>ayo bersatu dong,</p>
<p>kalo dipikir2 klo kita emang kita sudah berkata demokrasi sistem kufur, maka kita harus berlepas diri darinya secara totalitas, jangan setengah setengah ya gak? jangan beriman sebagian dan mendustakan yang sebagian, </p>
<p>kita ini orang islam maka sudah seharusnya kita berjuang secara islam, kita ini orang islam maka haruslah kita berjuang berdasarkan Al-quran dan As-Sunnah, bukan dengan dasar perkataan seseorang tanpa dasar.<br />
kita ini orang islam sudah pantaslah kita menggali informasi berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.</p>
<p>kita ini umat nabi Muhammad SAW maka pantaslah kita meniru dakwah Rosulullah SAW,</p>
<p>mari kita capai kejayaan umat islam sekali lagi dan untuk selamanya,<br />
ALLAHU AKBAR,</p>
<p>wallahu a&#8217;lam<br />
assalamu&#8217;alaykum warohmatllah wabarokatuh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Minto abdullah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-4621</link>
		<dc:creator>Minto abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 04:41:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-4621</guid>
		<description>Salam khilafiah...   Kalau semuanya jelek dan kita hrs milih, ambil aja yg jeleknya dikit. Kalo semuanya baik. Ambil aja yg baiknya terbanyak. Fastabiqul khoirot aja. Gak pantas kita membenci/memusuhi yg sedang berbuat kebaikan. Kenapa tdk kita dukung ato kita lengkapi kekurangannya. Indah  dan sinergis dlm amal jama&#039;i. Allohu &#039;alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam khilafiah&#8230;   Kalau semuanya jelek dan kita hrs milih, ambil aja yg jeleknya dikit. Kalo semuanya baik. Ambil aja yg baiknya terbanyak. Fastabiqul khoirot aja. Gak pantas kita membenci/memusuhi yg sedang berbuat kebaikan. Kenapa tdk kita dukung ato kita lengkapi kekurangannya. Indah  dan sinergis dlm amal jama&#8217;i. Allohu &#8216;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Armansyah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-3268</link>
		<dc:creator>Armansyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 04:32:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-3268</guid>
		<description>Al-Qur?an menggambarkan bahwa Nabi Yusuf pernah bekerjasama dengan pemerintahan kuffar (yaitu Mesir) yang sama sekali tidak menegakkan syariat Allah. Jelas kalau melihat dari cerita yang disampaikan oleh al-Qur?an, Yusuf mencoba memperbaiki keadaan Mesir (lebih detilnya lagi adalah sistem keuangan rakyat Mesir) sehingga sesuai dengan ilmu yang beliau miliki (dan ini tidak mungkin keluar dari syariat Allah). Poinnya disini, bergabung dalam pemerintahan yang tidak benar-benar menegakkan syariat Allah tetap dibolehkan selama itu membawa kebaikan untuk masyarakat dengan menjalankan apa-apa dari syariat Allah yang bisa diterapkan walau dalam skala kecil (misalnya dalam kasus Nabi Yusuf disini adalah ibarat menteri keuangan).

&lt;blockquote&gt;Yah sedikit komentar dari saya: Sebenernya syariat yang harus diikuti umat ini adalah syariat Nabi Muhammad, karena beliau datang untuk menyempurnakan syariat Islam yang telah ada, namanya juga menyempurnakan, tentunya yang di ikuti ya yang sempurna donk (nabi muhammad), bukan yang belum sempurna.

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (Sahabatku), kemudian yang datang setelah mereka (Tabi’in), kemudian yang datang setelah mereka (Tabi’ut-Tabi’in).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Selain itu nabi yusuf melakukan aktifitas dakwahnya pasti dengan tuntunan wahyu, termasuk apakah dia harus masuk dalam sistem pemerintahan dan memperbaikinya dari dalam atau tidak, kenapa demikian? karena aktifitas ini hanya dilakukan oleh nabi yusuf (menjadi menteri) dan tidak kita temukan dalam riwayat nabi-nabi lain, artinya ini merupakan ke-khususan yang diberikan Alloh kepada nabi yusuf dalam mengemban dakwahnya. Nah pertanyaannya apakah kita menjadi menteri/mencalonkan diri menjadi legeslatif karena tuntunan wahyu? saya yakin tidak. 
&lt;/blockquote&gt;

Orang yang menjalankan syariat Allah, sekecil apapun itu, sudah bisa dinyatakan sebagai orang yang menegakkan syariat Islam. Hanya skalanya saja yang berbeda. Dan Nabi Yusuf sudah melakukan yang beliau bisa, begitupun misalnya dengan Nabi Daud, Sulaiman atau Muhammad. Masing-masing disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kemampuan yang mereka miliki.



&lt;blockquote&gt;Kalo kita bicara masalah skala, dari contoh nabi Muhammad SAW, sudah jelas bahwa penerapan syariat Islam tidak berhenti pada skala individu, tapi menyeluruh untuk ngurusin masyarakat, disini jelas skalanya adalah massive. Jadi perubahannya pun adalah perubahan yang massive. 

Memang sering saya mendengar penerapan syariat harus sesuai dengan kemampuan, cuma yang jadi masalah, sangat susah untuk bisa membedakan mana yang belum mampu dan mana yang malas melakukannya, Alloh sudah mengingatkan dalam Al Quran surat al-Maidah:48, yang artinya:

&quot;..maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu.&quot;
 &lt;/blockquote&gt;

Salah satu tujuan Islam adalah membawa rahmat untuk semua kalangan, jadi cara boleh berbeda, skala boleh berbeda asalkan tujuan tersebut dapat terlaksana.

Dalam ilmu perang, selain kemampuan diri berupa persenjataan/kekuatan ada pula seni dan strategi.
Ini semua harus bisa dikompilasi menjadi satu kesatuan yang utuh secara berkesinambungan sehingga sasaran yang dituju dapat terlaksana. Tidak ada kata akhir dalam suatu perjuangan.

Demikian dari saya.

?
Salamun ?ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir

ARMANSYAH
Penulis Buku : Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih, Jejak Nabi Palsu dan Ramalan Imam Mahdi

Blog :
http://arsiparmansyah.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.com
http://dunia-it-armansyah.blogspot.com/



&lt;blockquote&gt;Sesungguhnya tujuan yang benar wajib ditempuh melalui cara yang benar. Islam tidak mengakui prinsip menghalalkan segala cara. Yang benar dalam Islam justru sebaliknya, sebagaimana dirumuskan dalam firman Allah SWT QS Al-Maidah:48 diatas, dimana ayat ini, menjelaskan bahwa yang menjadi pedoman dalam berbuat, baik itu menyangkut tujuan atau metode, adalah bi maa anzallah (apa yang diturunkan Allah), dan bukannya bi-maa nataja min a&#039;maal (apa yang dihasilkan dari perbuatan). Menurut Imam Nabhani, tujuan dan metode, keduanya adalah perbuatan manusia (fi&#039;lul abdi). Dan yang menjadikan perbuatan manusia itu sah hanyalah dalil syar&#039;i, bukan hasil atau manfaat yang akan dihasilkan dari perbuatan itu. (Muqaddimah ad-Dustur, 1963, hal. 405).

Maka dari itu, jelas tidak benar kalau ada pendapat ingin menerapkan syariat islam, tapi menggunakan strategi atau langkah yang diharamkan. Jadi aneh kalo kemudian ada yang ngomong, silahkan cara berbeda, skala berbeda asal tujuan tetap sama. 

Semua strategi atau langkah itu sebenarnya tidak mencerminkan metode (thariqah /manhaj) yang diajarkan dalam Islam, melainkan mencerminkan metode yang diajarkan ideologi kapitalisme, yaitu pragmatisme. Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung pada berfaedah tidaknya ucapan, dalil, atau teori itu bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. Pragmatisme merupakan budaya dan tradisi berpikir Amerika khususnya dan Barat pada umumnya, dengan tokohnya Charles S. Peirce (1839-1942), William James (1842-1920) dan John Dewey (1859-1952). (Jurdi, Aib Politik Islam, 2009:238).

Demikian dari saya, semoga bermanfaat
Abu Fikri&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Qur?an menggambarkan bahwa Nabi Yusuf pernah bekerjasama dengan pemerintahan kuffar (yaitu Mesir) yang sama sekali tidak menegakkan syariat Allah. Jelas kalau melihat dari cerita yang disampaikan oleh al-Qur?an, Yusuf mencoba memperbaiki keadaan Mesir (lebih detilnya lagi adalah sistem keuangan rakyat Mesir) sehingga sesuai dengan ilmu yang beliau miliki (dan ini tidak mungkin keluar dari syariat Allah). Poinnya disini, bergabung dalam pemerintahan yang tidak benar-benar menegakkan syariat Allah tetap dibolehkan selama itu membawa kebaikan untuk masyarakat dengan menjalankan apa-apa dari syariat Allah yang bisa diterapkan walau dalam skala kecil (misalnya dalam kasus Nabi Yusuf disini adalah ibarat menteri keuangan).</p>
<blockquote><p>Yah sedikit komentar dari saya: Sebenernya syariat yang harus diikuti umat ini adalah syariat Nabi Muhammad, karena beliau datang untuk menyempurnakan syariat Islam yang telah ada, namanya juga menyempurnakan, tentunya yang di ikuti ya yang sempurna donk (nabi muhammad), bukan yang belum sempurna.</p>
<p>“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (Sahabatku), kemudian yang datang setelah mereka (Tabi’in), kemudian yang datang setelah mereka (Tabi’ut-Tabi’in).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Selain itu nabi yusuf melakukan aktifitas dakwahnya pasti dengan tuntunan wahyu, termasuk apakah dia harus masuk dalam sistem pemerintahan dan memperbaikinya dari dalam atau tidak, kenapa demikian? karena aktifitas ini hanya dilakukan oleh nabi yusuf (menjadi menteri) dan tidak kita temukan dalam riwayat nabi-nabi lain, artinya ini merupakan ke-khususan yang diberikan Alloh kepada nabi yusuf dalam mengemban dakwahnya. Nah pertanyaannya apakah kita menjadi menteri/mencalonkan diri menjadi legeslatif karena tuntunan wahyu? saya yakin tidak.
</p></blockquote>
<p>Orang yang menjalankan syariat Allah, sekecil apapun itu, sudah bisa dinyatakan sebagai orang yang menegakkan syariat Islam. Hanya skalanya saja yang berbeda. Dan Nabi Yusuf sudah melakukan yang beliau bisa, begitupun misalnya dengan Nabi Daud, Sulaiman atau Muhammad. Masing-masing disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kemampuan yang mereka miliki.</p>
<blockquote><p>Kalo kita bicara masalah skala, dari contoh nabi Muhammad SAW, sudah jelas bahwa penerapan syariat Islam tidak berhenti pada skala individu, tapi menyeluruh untuk ngurusin masyarakat, disini jelas skalanya adalah massive. Jadi perubahannya pun adalah perubahan yang massive. </p>
<p>Memang sering saya mendengar penerapan syariat harus sesuai dengan kemampuan, cuma yang jadi masalah, sangat susah untuk bisa membedakan mana yang belum mampu dan mana yang malas melakukannya, Alloh sudah mengingatkan dalam Al Quran surat al-Maidah:48, yang artinya:</p>
<p>&#8220;..maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu.&#8221;
 </p></blockquote>
<p>Salah satu tujuan Islam adalah membawa rahmat untuk semua kalangan, jadi cara boleh berbeda, skala boleh berbeda asalkan tujuan tersebut dapat terlaksana.</p>
<p>Dalam ilmu perang, selain kemampuan diri berupa persenjataan/kekuatan ada pula seni dan strategi.<br />
Ini semua harus bisa dikompilasi menjadi satu kesatuan yang utuh secara berkesinambungan sehingga sasaran yang dituju dapat terlaksana. Tidak ada kata akhir dalam suatu perjuangan.</p>
<p>Demikian dari saya.</p>
<p>?<br />
Salamun ?ala manittaba al Huda<br />
Khud al hikmah walau min lisani al kafir</p>
<p>ARMANSYAH<br />
Penulis Buku : Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih, Jejak Nabi Palsu dan Ramalan Imam Mahdi</p>
<p>Blog :<br />
<a href="http://arsiparmansyah.wordpress.com" rel="nofollow">http://arsiparmansyah.wordpress.com</a><br />
<a href="http://armansyah.swaramuslim.com" rel="nofollow">http://armansyah.swaramuslim.com</a><br />
<a href="http://dunia-it-armansyah.blogspot.com/" rel="nofollow">http://dunia-it-armansyah.blogspot.com/</a></p>
<blockquote><p>Sesungguhnya tujuan yang benar wajib ditempuh melalui cara yang benar. Islam tidak mengakui prinsip menghalalkan segala cara. Yang benar dalam Islam justru sebaliknya, sebagaimana dirumuskan dalam firman Allah SWT QS Al-Maidah:48 diatas, dimana ayat ini, menjelaskan bahwa yang menjadi pedoman dalam berbuat, baik itu menyangkut tujuan atau metode, adalah bi maa anzallah (apa yang diturunkan Allah), dan bukannya bi-maa nataja min a&#8217;maal (apa yang dihasilkan dari perbuatan). Menurut Imam Nabhani, tujuan dan metode, keduanya adalah perbuatan manusia (fi&#8217;lul abdi). Dan yang menjadikan perbuatan manusia itu sah hanyalah dalil syar&#8217;i, bukan hasil atau manfaat yang akan dihasilkan dari perbuatan itu. (Muqaddimah ad-Dustur, 1963, hal. 405).</p>
<p>Maka dari itu, jelas tidak benar kalau ada pendapat ingin menerapkan syariat islam, tapi menggunakan strategi atau langkah yang diharamkan. Jadi aneh kalo kemudian ada yang ngomong, silahkan cara berbeda, skala berbeda asal tujuan tetap sama. </p>
<p>Semua strategi atau langkah itu sebenarnya tidak mencerminkan metode (thariqah /manhaj) yang diajarkan dalam Islam, melainkan mencerminkan metode yang diajarkan ideologi kapitalisme, yaitu pragmatisme. Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung pada berfaedah tidaknya ucapan, dalil, atau teori itu bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. Pragmatisme merupakan budaya dan tradisi berpikir Amerika khususnya dan Barat pada umumnya, dengan tokohnya Charles S. Peirce (1839-1942), William James (1842-1920) dan John Dewey (1859-1952). (Jurdi, Aib Politik Islam, 2009:238).</p>
<p>Demikian dari saya, semoga bermanfaat<br />
Abu Fikri</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: one</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-3240</link>
		<dc:creator>one</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 12:49:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-3240</guid>
		<description>selain islam adalah fitrah islam juga nasihat...!
Lillahi, LiRasulihi, Likitabihi wa li&#039;aimmatil mu&#039;minin wa ammatahum, HR. Muslim.
Sungguhpun Rasulullah melakukan perubahan dan metode dakwah secara bertahap, sebelum fase madinah Rasulullah melakukan dakwah dan juga beribadah di Baitul Mekkah yang masih dipenuhi dengan Paganisme.
Demikian pula Yusuf AS. sebagai salah seorang menteri di kabinetnya Fir&#039;aun yang tentu aja jauh lebih kufur dari pemerintahan kita diperintahkan Allah untuk menggunakan jabatannya dalam melakukan dakwah.
mau ekstra parlemen atau intra parlemen ya oke-oke ajalah. wong para nabipun mencontohkannya.
Salam Khilafah smoga istiqomah...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selain islam adalah fitrah islam juga nasihat&#8230;!<br />
Lillahi, LiRasulihi, Likitabihi wa li&#8217;aimmatil mu&#8217;minin wa ammatahum, HR. Muslim.<br />
Sungguhpun Rasulullah melakukan perubahan dan metode dakwah secara bertahap, sebelum fase madinah Rasulullah melakukan dakwah dan juga beribadah di Baitul Mekkah yang masih dipenuhi dengan Paganisme.<br />
Demikian pula Yusuf AS. sebagai salah seorang menteri di kabinetnya Fir&#8217;aun yang tentu aja jauh lebih kufur dari pemerintahan kita diperintahkan Allah untuk menggunakan jabatannya dalam melakukan dakwah.<br />
mau ekstra parlemen atau intra parlemen ya oke-oke ajalah. wong para nabipun mencontohkannya.<br />
Salam Khilafah smoga istiqomah&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alfa</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-3193</link>
		<dc:creator>alfa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 08:06:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-3193</guid>
		<description>artikel HT abieezzzzz, maklum deh...
Yah kita fastabiqul khairat aja...

ttd

simpatisan PKS</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel HT abieezzzzz, maklum deh&#8230;<br />
Yah kita fastabiqul khairat aja&#8230;</p>
<p>ttd</p>
<p>simpatisan PKS</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eno</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-2683</link>
		<dc:creator>eno</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 15:34:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-2683</guid>
		<description>waduh tuduhan lama yang terus diulang-ulang nggak cape&#039; tuh One?
aneh, sistem kufur masih mau dimasuki lewat parlemennya. Aneh pula organisasi yang meminta pemerintah kufur utk menyelesaikan kasus ahmadiyah.
Padahal, sudah jelas tak akan bisa diselesaikan kecuali oleh Khilafah Islamiyah.

Islam ini bersih, jangan campurkan dalam arena sistem kufur seperti yang dilakukan banyak partai Islam yg ada di parlemen demokrasi. Bisanya cuma mengamini kebijakan pemerintah, meski kebijakan itu menyengsarakan rakyat..

Keberadaan mereka dalam sistem kufur yang zalim hanya menambah daftar para pengkhianat umat.. karena tak bisa menjadi pelindung umat. Mereka sendiri membaur dengan pemerintahan rusak dan bejat itu..

Perubahan itu harus ekstra parlemen! Harus revolusi!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh tuduhan lama yang terus diulang-ulang nggak cape&#8217; tuh One?<br />
aneh, sistem kufur masih mau dimasuki lewat parlemennya. Aneh pula organisasi yang meminta pemerintah kufur utk menyelesaikan kasus ahmadiyah.<br />
Padahal, sudah jelas tak akan bisa diselesaikan kecuali oleh Khilafah Islamiyah.</p>
<p>Islam ini bersih, jangan campurkan dalam arena sistem kufur seperti yang dilakukan banyak partai Islam yg ada di parlemen demokrasi. Bisanya cuma mengamini kebijakan pemerintah, meski kebijakan itu menyengsarakan rakyat..</p>
<p>Keberadaan mereka dalam sistem kufur yang zalim hanya menambah daftar para pengkhianat umat.. karena tak bisa menjadi pelindung umat. Mereka sendiri membaur dengan pemerintahan rusak dan bejat itu..</p>
<p>Perubahan itu harus ekstra parlemen! Harus revolusi!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: one</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-2598</link>
		<dc:creator>one</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 12:44:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-2598</guid>
		<description>waduh cerita lama tetep diulang-ulang teru nggak cape&#039; tah
aneh menentang pemerintah tapi berharap dan meminta perlindungan pemerintah.
secara fakta organisasi yg selama ini ekstra parlemen tetep meminta keputusan pemerintah. sebagai contoh: kasus ahmadiyah kenapa menjadikan SKB 3 menteri dijadikan dukungan terhadap pembatasan ahmadiyah bukankah ini tetap memerlukan campur tangan pemerintah&amp;dewan tuh.
begitu juga keberadaan organisasi ekstra parlemen kan juga tetap minta persetujuan pemerintah dan terdaftar di DEPDAGRI klo kagak gitu entar ditutup deh organisasinya.
Negara ini dibangun oleh perjuangan para syahid pendahulu kita masa&#039; mau dikasihkan orang-orang zalim apa ngak mengkhianati cita-cita perjuangan dan jihad...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh cerita lama tetep diulang-ulang teru nggak cape&#8217; tah<br />
aneh menentang pemerintah tapi berharap dan meminta perlindungan pemerintah.<br />
secara fakta organisasi yg selama ini ekstra parlemen tetep meminta keputusan pemerintah. sebagai contoh: kasus ahmadiyah kenapa menjadikan SKB 3 menteri dijadikan dukungan terhadap pembatasan ahmadiyah bukankah ini tetap memerlukan campur tangan pemerintah&amp;dewan tuh.<br />
begitu juga keberadaan organisasi ekstra parlemen kan juga tetap minta persetujuan pemerintah dan terdaftar di DEPDAGRI klo kagak gitu entar ditutup deh organisasinya.<br />
Negara ini dibangun oleh perjuangan para syahid pendahulu kita masa&#8217; mau dikasihkan orang-orang zalim apa ngak mengkhianati cita-cita perjuangan dan jihad&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mufid</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-2132</link>
		<dc:creator>Mufid</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 14:23:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-2132</guid>
		<description>Saya malah berharap, seluruh kursi di DPR atau bahkan presidennya dari kalangan orang2 zalim, supaya umat Islam mau bangkit bersama. Tidak seperti sekarang, FPI melakukan kegiatan menentang Aliansi kalangan liberal yg tergabungd alam AKKBB, massa dari oknum2 NU yang seperti &quot;kambing congek&quot; mau saja diadudomba. Mana penentangan GP Anshor terhadap Ahmadiyah? Mana aksi IPNU terhadap maraknya prostitusi pelajar? Mana kiprah Garda Bangsa terhadap pelacuran dan tempat maksiat di depan mata mereka? Hanya FPI yang berani menghancurkan tempat maksiat..

Seharusnya ini menjadi tugas semua kalangan kaum muslimin. Saya justru mengasihani cara pandang Gus Dur dan anak buahnya yang tak mau tahu gurunya salah atau benar... mengapa GD selalu membela yang salah? Tidak pernah sekalipun GD terdengar membela yang benar. :p

Ayo bangkit umat Islam, atau haruskan menunggu penguasa yang zalim terlebih dahulu untuk membangkitkan kemuliaan kalian??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya malah berharap, seluruh kursi di DPR atau bahkan presidennya dari kalangan orang2 zalim, supaya umat Islam mau bangkit bersama. Tidak seperti sekarang, FPI melakukan kegiatan menentang Aliansi kalangan liberal yg tergabungd alam AKKBB, massa dari oknum2 NU yang seperti &#8220;kambing congek&#8221; mau saja diadudomba. Mana penentangan GP Anshor terhadap Ahmadiyah? Mana aksi IPNU terhadap maraknya prostitusi pelajar? Mana kiprah Garda Bangsa terhadap pelacuran dan tempat maksiat di depan mata mereka? Hanya FPI yang berani menghancurkan tempat maksiat..</p>
<p>Seharusnya ini menjadi tugas semua kalangan kaum muslimin. Saya justru mengasihani cara pandang Gus Dur dan anak buahnya yang tak mau tahu gurunya salah atau benar&#8230; mengapa GD selalu membela yang salah? Tidak pernah sekalipun GD terdengar membela yang benar. :p</p>
<p>Ayo bangkit umat Islam, atau haruskan menunggu penguasa yang zalim terlebih dahulu untuk membangkitkan kemuliaan kalian??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elfatah</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-2130</link>
		<dc:creator>elfatah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 13:40:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-2130</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum...........

Saya hanya bisa katakan................
Seandainya kursi parlemen indonesia (DPR) diisi oleh 100% (SERATUS PERSEN) dari partai Islam yang ada saat ini, saya berani taruhan deh.............. mereka gak akan bisa apa-apa. Walaupun menang dalam pemilu di semua daerah sekalipun, mereka tidak akan bisa melarang PLAYBOY, tidak akan bisa mewujudkan pendidikan yang gratis apalagi mau mengatur negara ini menjadi mandiri, lepas dari penjajahan yang ada sekarang ini. MUSTAHIL...

Ibarat ingin cuci baju, tapi pake air kencing............
(kata temen gitu, tapi ini bener lho!)

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Saya hanya bisa katakan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Seandainya kursi parlemen indonesia (DPR) diisi oleh 100% (SERATUS PERSEN) dari partai Islam yang ada saat ini, saya berani taruhan deh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. mereka gak akan bisa apa-apa. Walaupun menang dalam pemilu di semua daerah sekalipun, mereka tidak akan bisa melarang PLAYBOY, tidak akan bisa mewujudkan pendidikan yang gratis apalagi mau mengatur negara ini menjadi mandiri, lepas dari penjajahan yang ada sekarang ini. MUSTAHIL&#8230;</p>
<p>Ibarat ingin cuci baju, tapi pake air kencing&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
(kata temen gitu, tapi ini bener lho!)</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sukamto</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-1790</link>
		<dc:creator>sukamto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 05:53:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-1790</guid>
		<description>Dakwah intra Parlemen??? Uslub aja sich, tapi penuh dengan resiko. Banyak tokoh Islam yang dulu getol dengan Syari&#039;ah (menyuarakan Syari&#039;ah), tapi setelah masuk Parlemen lupa dengan Syari&#039;ah. Terlena....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dakwah intra Parlemen??? Uslub aja sich, tapi penuh dengan resiko. Banyak tokoh Islam yang dulu getol dengan Syari&#8217;ah (menyuarakan Syari&#8217;ah), tapi setelah masuk Parlemen lupa dengan Syari&#8217;ah. Terlena&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhib</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-1776</link>
		<dc:creator>Muhib</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 08:41:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-1776</guid>
		<description>Saya justru sangat TIDAK SETUJU dengan DAKWAH dalam PARLEMEN dalam pengertian menjadi anggota parlemen dalm sistem kufur seperti saat ini.

Sebaliknya, perjuangan untuk menghancurkan Kapitalisme dan menegakkan KHILAFAH Islamiyah hanya melalui jalur luar pagar dari sistem yang ada saat ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya justru sangat TIDAK SETUJU dengan DAKWAH dalam PARLEMEN dalam pengertian menjadi anggota parlemen dalm sistem kufur seperti saat ini.</p>
<p>Sebaliknya, perjuangan untuk menghancurkan Kapitalisme dan menegakkan KHILAFAH Islamiyah hanya melalui jalur luar pagar dari sistem yang ada saat ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kyai domi</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-1759</link>
		<dc:creator>kyai domi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 12:45:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-1759</guid>
		<description>saya setuju dakwah dlm parlemen sekaligus melakukan perubahan melalui parlemen. dan memang seharusnya tugas para dai yg ada di dlm parlemen melakukan perubahan2 thd sistem yg rusak saat ini. tentu dg perjuangan yg jelas dan tegas. tidak sekedar cari muka. tidak ada tawar2an dg sistem kufur yg kokoh saat ini. karenanya para dai di parlemen harus sgr mengganti UUD n UU yg menyengsarakan rakyat dg UU Islami. dan ini pasti akan merubah bentuk negara menjadi negara khilafah. allaaahu akbar!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dakwah dlm parlemen sekaligus melakukan perubahan melalui parlemen. dan memang seharusnya tugas para dai yg ada di dlm parlemen melakukan perubahan2 thd sistem yg rusak saat ini. tentu dg perjuangan yg jelas dan tegas. tidak sekedar cari muka. tidak ada tawar2an dg sistem kufur yg kokoh saat ini. karenanya para dai di parlemen harus sgr mengganti UUD n UU yg menyengsarakan rakyat dg UU Islami. dan ini pasti akan merubah bentuk negara menjadi negara khilafah. allaaahu akbar!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: setia1heri</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-1737</link>
		<dc:creator>setia1heri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 23:54:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-1737</guid>
		<description>ijtihadiyah dalam politik memang tidak akan pernah sama dan memang tidak ada keharusan untuk menyamakan. 
dakwah intra dan ekstra parlemen mempunyai kelebihan dan kekurangan masing
saya tidak klaim-klaim sepihak, apa tidak indah kalau kita saling melengkapi ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ijtihadiyah dalam politik memang tidak akan pernah sama dan memang tidak ada keharusan untuk menyamakan.<br />
dakwah intra dan ekstra parlemen mempunyai kelebihan dan kekurangan masing<br />
saya tidak klaim-klaim sepihak, apa tidak indah kalau kita saling melengkapi ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fariz rizky</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-1659</link>
		<dc:creator>fariz rizky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 01:45:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-1659</guid>
		<description>maaf, sy sedikit berkomentar. berjuang via parlemen itu bahaya. banyak syubahtnya. jika dalam lembaga legislasi atau yg disebut DPR tentu sj tugasnya adalah membuat aturan/kebijakan..didalam badan legislasi banyak pandangan (ideologi) dan visi-misi dari farksi parpol-parpol yang ada.jika ada aturan yang bertentangan dengan prinsip islam dikeluarkan dengan keputusan bersama2 oleh anggota dewan baik parpol atas nama islam maupun yg sekuler. itu menjadi tanggung jawab mereka bersma di hadapan ALLAH SWT.. padahal kalian sudah tau aturan/kebijakan tsbt, sangat merugikan ummat. banyak contoh kasus yg kita dapatkan seperti, baik di pemerintahan pusat maupu di daerah.kalian sama sj mencapur adukan antara haq dengan yang bathil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf, sy sedikit berkomentar. berjuang via parlemen itu bahaya. banyak syubahtnya. jika dalam lembaga legislasi atau yg disebut DPR tentu sj tugasnya adalah membuat aturan/kebijakan..didalam badan legislasi banyak pandangan (ideologi) dan visi-misi dari farksi parpol-parpol yang ada.jika ada aturan yang bertentangan dengan prinsip islam dikeluarkan dengan keputusan bersama2 oleh anggota dewan baik parpol atas nama islam maupun yg sekuler. itu menjadi tanggung jawab mereka bersma di hadapan ALLAH SWT.. padahal kalian sudah tau aturan/kebijakan tsbt, sangat merugikan ummat. banyak contoh kasus yg kita dapatkan seperti, baik di pemerintahan pusat maupu di daerah.kalian sama sj mencapur adukan antara haq dengan yang bathil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aduy</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-1476</link>
		<dc:creator>aduy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 09:04:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-1476</guid>
		<description>maaf, saya mau bertanya apakah jika kita didalam parlemen ikut atau tidak ikut terlibat dalam membuat/memutuskan hukum/aturan tandingan dari aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT?
(Lihat QS. Al-Maidah, 44,45,47)
Terapkan Syariah...
Tegakkan Khilafah...
Indonesia Jadi Berkah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf, saya mau bertanya apakah jika kita didalam parlemen ikut atau tidak ikut terlibat dalam membuat/memutuskan hukum/aturan tandingan dari aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT?<br />
(Lihat QS. Al-Maidah, 44,45,47)<br />
Terapkan Syariah&#8230;<br />
Tegakkan Khilafah&#8230;<br />
Indonesia Jadi Berkah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: orang awam</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-1338</link>
		<dc:creator>orang awam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 10:12:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-1338</guid>
		<description>dakwah parlemen, hakikatnya memperjuangkan al haq, yang telah terjual di dalam parlemen. Masuk parlemen bukan berarti kompromi terhadap sistem yang ada, tapi bagaimana kita melakukan perubahan sebuah sistem dimulai dari perangkat yang menghasilkan sistem tersebut.

wallahu&#039;alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dakwah parlemen, hakikatnya memperjuangkan al haq, yang telah terjual di dalam parlemen. Masuk parlemen bukan berarti kompromi terhadap sistem yang ada, tapi bagaimana kita melakukan perubahan sebuah sistem dimulai dari perangkat yang menghasilkan sistem tersebut.</p>
<p>wallahu&#8217;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Miqdad Hawari</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-617</link>
		<dc:creator>Miqdad Hawari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 01:52:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-617</guid>
		<description>Dakwah Intra Parlemen??? Apakah mungkin mengganti suatu asas  melalui cara yang telah  tidak akan mampu mewadahi kekuatan yang akan membunuh asas itu sendiri??? [yang tentu saja memiliki resistensi demi mengukuhkan asas itu sendiri!!!]. Wallahu a&#039;lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dakwah Intra Parlemen??? Apakah mungkin mengganti suatu asas  melalui cara yang telah  tidak akan mampu mewadahi kekuatan yang akan membunuh asas itu sendiri??? [yang tentu saja memiliki resistensi demi mengukuhkan asas itu sendiri!!!]. Wallahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Shofia</title>
		<link>http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/comment-page-1#comment-218</link>
		<dc:creator>Shofia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 18:18:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gaulislam.com/taghyir-ekstra-parlemen/#comment-218</guid>
		<description>Fakta menunjukkan kalo kemenangan FIS di Aljazair bukanlah kemenangan yang bersifat ideologis. Sekedar kemenangan massa islam saja. Untuk itu umat Islam jangan pernah tertipu dengan kemenangan massa Islam di parlemen. Persoalannya, berjuang via parlemen akan berhadapan dengan banyak kompromi, karena ideologi yang diusung parlemen jelas-jelas sekularisme. Demokrasi dalam parlemen hanya bisa berdampingan dengan kapitalisme atau sosialisme. Sama-sama berasas kufur. Untuk itu memperjuangkan Islam memang tidak mungkin via parlemen. Menanam Islam hanya bisa dipastikan melalui jalan umat. Yaitu membuat agar umat mengemban Islam sebagai way of lifenya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fakta menunjukkan kalo kemenangan FIS di Aljazair bukanlah kemenangan yang bersifat ideologis. Sekedar kemenangan massa islam saja. Untuk itu umat Islam jangan pernah tertipu dengan kemenangan massa Islam di parlemen. Persoalannya, berjuang via parlemen akan berhadapan dengan banyak kompromi, karena ideologi yang diusung parlemen jelas-jelas sekularisme. Demokrasi dalam parlemen hanya bisa berdampingan dengan kapitalisme atau sosialisme. Sama-sama berasas kufur. Untuk itu memperjuangkan Islam memang tidak mungkin via parlemen. Menanam Islam hanya bisa dipastikan melalui jalan umat. Yaitu membuat agar umat mengemban Islam sebagai way of lifenya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

