Nggak Asal Jadi Youtuber 1

  gaulislam edisi 587/tahun ke-12 (15 Jumadil Awal 1440 H/ 21 Januari 2019)

Assalaamualaikum, Bro en Sis. Gimana nih kabarnya? Semoga masih istiqomah di jalan Allah Ta’ala, ya. Nah, kali ini gaulislam mau ngebahas salah satu aplikasi sosial media yang telah menjamur di kalangan generasi milenial, youtube. Yes, YouTube adalah sebuah situs web video sharing (berbagi video) populer dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi video secara gratis. Umumnya video-video di YouTube adalah klip musik (video klip lagu), film, TV, serta video buatan para penggunanya sendiri atau biasa disebut vlog.

Orang yang sering me-upload menggunakan youtube disebut youtuber. Seseorang dapat disebut sebagai seorang youtuber, kalau dia sudah menjadikan youtube sebagai media untuk menunjukkan kreativitasnya. Contohnya kayak short movie (film pendek), cover lagu, tutorial, daily vlog dan lain-lainnya. Selain itu, youtuber umumnya sudah dikenal oleh orang-orang, Bro en Sis. Tapi bukan berarti yang belum terkenal bukan youtuber, ya. Hanya beda level saja.

Sebagai generasi milenial nih, Bro en Sis, pasti pernah dong buka-buka youtube. Dan tidak memungkiri, pasti kamu menemukan beragam video. Dari yang bagus banget sampe jelek banget, hehehe. Yang biasa-biasa aja juga ada, atau istilah kerennya terlalu mainstream. Dan tidak jarang ada juga video-video yang sebenarnya tidak pantas untuk dilihat. Anehnya lagi video-video seperti itu sering menjadi trending topik yang paling hot di youtube, ckckck.

Youtuber meluber

Kenapa sih banyak orang yang pengen jadi youtuber? Kalau ditanya kenapa, alasannya bisa banyak banget, Bro en Sis. Pertama, ada yang sekadar ikut-ikutan temennya, ada yang karena tergiur dengan pendapatan para youtuber yang katanya bisa berdolar-dolar, malah ada yang karena nggak ada kerjaan makanya bikin video (hehehe) atau juga yag benar-benar pengen nunjukkin bakat dan kreativitas yang dia punya. Dan belakangan ini menjadi youtuber adalah cita-cita kaum milenial, lho. Kamu termasuk nggak? (Jangan sampe yah! Kan nggak lucu cita-citanya cuma setinggi jadi seorang youtuber). Eh, kalo dijadikan sampingan aja, bagaimana? Hmm… terserah kamu sih, hehehe.. (yang penting kontennya bermanfaat untuk kemaslahatan umat, ya!).

Nah, sayangnya kebanyakan orang ingin menjadi youtuber karena diiming-imingi popularitas dan mendapatkan penghasilan yang luar biasa besar. Penghasilan itu didapat tergantung dengan jumlah viewer video yang diupload. Semakin banyak viewer sebuah video, semakin banyak juga penghasilan alias bayaran dari youtube buat yang upload.

Ditambah orang-orang biasanya menjadikan youtube sebagai salah satu obat penghibur ketika mereka merasa sedang jenuh. Jadi bakalan sia-sia kalau para youtuber menjadikan youtube hanya sebagai ajang untuk mencari popularitas dan uang.

Sayang banget kalo youtuber upload video cuma untuk tambah-tambah viewer. Padahal youtube bisa dijadikan sebagai salah satu lahan berdakwah loh, Bro en Sis. Jadi, berdakwah nggak cuma lewat tulisan atau lisan. Dari video juga bisa berdakwah kok. Kayak UAS (Ustad Abdul Somad) yang nggak cuma berdakwah secara langsung, tapi dakwahnya itu direkam dan diunggah deh, ke youtube. Insyaa Allah, makin nambah deh, pahalanya. Pasti!

Coba kamu bayangin, berapa orang yang yang akan melihat video kita? Apa yang akan dia dapat setelah melihat video kita? Jika setelah melihat video kita, orang-orang semakin tergugah untuk ikut berkarya dan berdakwah, insya Allah Bro en Sis bakalan dapat pahala. Beda halnya kalau video yang Bro en Sis unggah ternyata cuma untuk lucu-lucuan, cover-coveran, Bro en Sis nggak akan dapat apa-apa. Mungkin cuma dapat komentar, like, atau dislike.

Dan jangan sampe ya, video yang diunggah Bro en Sis ternyata ada maksiatnya. Nggak cuma dapat dosa karena sudah menggungahnya, tapi juga dapat dosa dari orang-orang yang melihat video itu. Belum lagi kalau video Bro en Sis ternyata di share di mana-mana, wah bisa dapat dosa investasi. Bakalan berat untuk mempertanggung jawabkannya di Yaumul Hisab. Hii, serem.

Nah, ngomong-ngomong ‘investasi dosa’, ini ada hadits yang perlu kita renungkan, lho. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya), “Siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang baik kemudian beramal dengannya, maka ia mendapat balasannya (pahala) dan balasan serupa dari orang yang beramal dengannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang buruk kemudian ia berbuat dengannya, maka ia mendapat balasannya dan balasan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi balasan mereka sedikitpun” (HR Ibnu Majah)

Ada beberapa contoh kasus nih Bro en Sis, belakangan ini youtube lagi didera banyak masalah, mulai dari keberadaan video terorisme, maraknya konten video predator anak hingga kasus Logan Paul yang memancing kontroversi karena menampilkan jenazah korban bunuh diri di Jepang. Dan nggak cuma itu Bro en Sis, youtube juga akhirnya menutup ratusan akun yang kemungkinan besar selalu diakses oleh para pedofil. Melihat fakta tersebut, bisa dibayangkan, bagaimana bebasnya orang-orang mengunggah video tanpa diperiksa terlebih dahulu, serem nggak sih?

Sobat gaulislam, kita cuma perlu memanfaatkan youtube sebagai lahan berkarya dan berdakwah. Mengingat banyak orang yang lebih menyukai video dibanding tulisan, karya-karya dan dakwah kita bisa saja menginspirasi banyak orang. Betul, betul, betul? Eits, tapi jangan main asal unggah aja ya karena ada beberapa teknis yang perlu Bro en Sis perhatikan sebelum mengunggahnya di youtube. Seperti taggingnya, judul video, deskripsi videonya, dll. Lalu buat deksripsi dan judulnya semenarik mungkin supaya hati orang-orang tertambat hehehe…

Kalau udah bisa menguasai secara tekniknya, jangan lupa ideologisnya ya Bro en Sis! Maksudnya? Yup, harus ada pemikiran Islaminya. Kenapa harus ada pemikiran Islaminya? Untuk menunjukkan bukti bahwa orang muslim itu juga bisa menghasilkan karya yang luar biasa, dan so pasti dong, supaya konten video yang Bro en Sis buat nggak cuma menarik tapi juga banyak manfaatnya, ada inspirasi dan solusi.

Pahit manis Youtuber

Waduh, jadi youtuber juga ada pahit manisnya, ya? Atau ternyata pahit-pahit aja? Hehehe.. Oke, ayo kita tegaskan lagi Bro en Sis. Youtube, adalah salah satu tempat dimana para youtuber bebas mengekspresikan dirinya dan menunjukkannya lewat karya masing-masing. “Suka-suka gue dong, video-video gue, mau lihat apa nggak bodo amaat!” mungkin agak kasar ya, tapi itulah faktanya, betapa bebasnya orang-orang mengeskpesikan dirinya.

Tapi tetap ada batasan-batasannya juga Bro en Sis, dan itu wajib diikuti. Jangan sekadar tahu aja tapi tidak dilaksanain dengan baik. Khususnya nih, rambu-rambu dalam Islam. Repot banget, ya? Kalau kelihatan repot jangan dibawa repot dong, hehehe. Kamu pasti paham kan, sebagai seorang muslim kita harus selalu taat dengan apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wassalam.

Jadi, nggak ada lagi tuh istilah, ‘Nggak apa-apa asal, yang penting jadi,’ coz jika kamu menerapkan istilah itu, pasti deh bakalan nemuin kerugian yang muncul satu-satu. Mulai dari dislike, komentar-komentar pedes, haters, dan parahnya lagi channel Bro en Sis bisa diblokir. Huhuhu, nangis bombay deh.

Terus keuntungannya apa dong? Tenang, tenang, jangan khawatir Bro en Sis, keuntungannya juga ada, kok. Urutan pertama dan yang pasti, konten video kamu bisa memberikan buanyak manfaat. Bisa saja, ada orang-orang yang terinspirasi kemudian ikut berdakwah juga melalui youtube setelah melihat video kamu sekalian dan bisa jadi banyak orang yang akhirnya tercerahkan juga. Seneng nggak sih? Aduh, jadi terharu.

Kabarnya juga, para youtuber bisa mendapatkan penghasilan dari iklan. Iya iklan, yang biasanya suka ganggu kita kalau lagi lihat video di youtube. Nggak nyangka kan? Iklan yang selalu ‘dibenci’ oleh penonton ternyata malah dicari oleh youtuber, hehehe…

Biasanya iklan yang lewat-lewat itu disebut iklan adsense. Adsense adalah produk jaringan periklanan dari Google yang keuntungannya ditentukan oleh banyak faktor. Penghasilan dari Youtube bukan hanya berdasarkan jumlah klik ataupun jumlah view pada iklan yang suka mengganggu Bro en Sis ketika nonton Youtube, melainkan berdasarkan negara, topik atau konten dan harga iklan itu sendiri.

Selain adsense, youtuber juga mendapat penghasilan dari berjualan produknya sendiri, affiliate marketing, dan sponsor. Kamu harus tahu lebih detail lagi tentang sumber pemasukan youtuber agar tidak salah fokus dalam membangun channel youtube. Soalnya untuk membangun sebuah channel yang sukses butuh proses yang panjang, Bro en Sis.

So, jika kamu memang ingin menjadi youtuber, kamu tetap harus tahu fakta-fakta yang ada sebelum berkecimpung ke dunia youtuber. Memilih dan memilahnya. Kamu harus selalu memastikan jika konten yang kamu buat sesuai dengan Islam. Dan jangan lupa untuk mengamalkan apa yang Bro en Sis buat di dalam video tersebut. Coz Allah tidak menyukai orang yang menyuruh orang lain berbuat kebaikan, tapi dirinya sendiri tidak melakukan kebaikan tersebut.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (QS ash-Shaff [61]: 2-3)

Ok Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gauilslam. Jadi, intinya jangan omdo alias omong doang. Tapi berani berbuat berani bertanggung jawab. Berani mengajak kepada kebaikan, laksanakan juga kebaikan tersebut. Ngajak orang lain untuk shalat, pastinya kita juga shalat, dong. Jadi youtuber sekadar sarana aja. Intinya, tetap punya kewajiban menyampaikan dakwah. Itu artinya, konten youtube yang kamu pajang di channelmu wajib islami. Setuju, ya? Harus!

So, nggak asal jadi youtuber alias nggak sembarangan or nggak seenaknya aja. Tapi kudu tetap taat aturan main, baik norma sosial, terlebih norma agama. [Zulfa AR | IG @zulfana17]

One comment on “Nggak Asal Jadi Youtuber

  1. Reply Ina Listiani Apr 25,2019 14:22

    assalamualaikum wr.wb,,
    kak boleh gak kalo tulisan(materi) blog kakak aku ambil buat vlog di youtube pribadi aku
    tolong dibales ya kak makasih kak.

    ‘alaikumussalam warahmatullaahi wa baraakatuh

    Ya, boleh silakan dan mohon cantumkan sumbernya dari gaulislam ya

    redaksi gaulislam

Leave a Reply to Ina Listiani Cancel reply

%d bloggers like this: