Gaza (yang selalu) Berdarah 12

edisi 063/tahun ke-2 (8 Muharram 1430 H/5 Januari 2009)


Ah, gue kudu nulis lagi catatan harian dengan tema yang kesal dan marah. Kali ini gue kudu nulis di diary gue tentang kota kecil di sudut Palestina, Gaza namanya. Wilayah yang makin hari makin nyusut dicaplok Israel. Kalo elo nyari di peta dunia, nama negara Palestina nggak ada. Nama daerah itu diganti dengan Israel. Yup, Israel yang menjajahnya sejak 1948 dicantumkan sebagai negara yang berdaulat dan diakui secara internasional. Ah, ini pasti politik konspirasi, bro!

Bro, gue miris juga mo nulisin jumlah korbannya. Sampe kemarin aja, tanggal 3 Januari 2009, korban rakyat Palestina udah mencapai lebih dari 450 orang (belum termasuk ribuan yang luka-luka). Nggak tahu deh sekarang. Mudah-mudahan yang justru nambah banyak yang tewas adalah tentara Israel. Kalo mereka berani perang darat dengan mengerahkan tank-tank mereka, insya Allah rakyat Palestina, baik sipil maupun milisinya siap meremukkan mereka.

Meski demikian, gue juga tetap berharap bahwa seluruh pemimpin negeri-negeri muslim mengirimkan tentaranya lengkap dengan senjata mematikan untuk menghancurkan Israel yang sok jagoan itu. Gue nulis ini emang kesel banget. Soalnya kalo cuma ngutuk (eh, gue termasuk cuma bisa ngutuk Israel nggak ya?), Israel makin berani. Seharusnya, para pemimpin negeri-negeri muslim, khususnya yang negaranya berada di kawasan yang ‘mengepung’ Israel segera mengirim pasukan membantu rakyat Palestina. Iran misalnya, Pak Ahmadinejad gue harap jangan cuma omdo aja atau sekadar gertak Israel. Tapi buktikan kalo memang ingin menjadi pelindung kaum muslimin. Kerahin deh tuh ribuan tentaranya berserta senjata nuklir yang dimilikinya. Gue pikir, Iran pastinya bisa kecuali masih takut ama Amerika.

Arrgh… gue marah. Sayangnya, kemarahan gue cuma bisa ditumpahkan dalam tulisan di sini. Di catatan harian gue yang kemudian dimuat di buletin gaulislam ini. Tapi, semoga amal gue yang sedikit ini mampu memberikan manfaat untuk menyadarkan umat manusia, khususnya kaum muslimin. Coba deh tuh negeri-negeri produsen minyak di Timur Tengah kompakan boikot kiriman minyak ke Amerika Serikat. Nggak usah lama-lama, sebulan aja. Pasti deh industri Amerika keteteran dan bangkrut. Maklum, penduduk Amerika paling boros menggunakan BBM.

Tapi yang terjadi, para pemimpin kaum muslimin yang tergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam) atau dalam bahasa Inggrisnya OIC (Organisation of the Islamic Conference) belum banyak bergerak untuk mengirim pasukan melawan Israel. Dalam banyak kasus juga begitu. Lebih seneng diam, duduk, bengong, ngupil, kentut, tidur. Pas bangun baru nyadar dan bilang: Oo.. I See (ini plesetan OIC yang menjadi: Oh.. saya lihat…). Ya, cuma liat doang fakta yang sedang terjadi. Udah gitu tidur lagi deh. Ah, gue bener-bener marah. Apa susahnya sih kirim pasukan untuk nyerang Israel. Nggak usah takut ama DK PBB, wong Israel aja berani menginjak-nginjak HAM. Iya nggak sih?

Jangan lupakan Palestina!

Gue ngerti kok. Emang masalah dunia Islam bukan cuma Palestina. Terlalu banyak untuk disebutkan. Catatan harian gue dalam satu buku kecil yang udah lecek ini nggak bakalan cukup untuk nampung semua masalah. Tapi kita punya prioritas amal mana yang mendesak dan mana yang diendapkan sementara. Apalagi kita punya banyak saudara, seharusnya bisa sinergi untuk bela saudara yang lain. Buat yang dekat dengan wilayah Gaza, ya bantu deh dengan tenaga dan senjata. Buat yang jauh dari sana, titipkan bantuan dalam bentuk dana dan obat-obatan untuk saudara kita di sana. Sambil berdoa juga semoga para tentara Yahudi Israel itu cepet binasa.

Gue berharap kejadian ini bisa menyadarkan kita semua tentang ukhuwah, tentang kondisi yang ada saat ini, ketika kaum muslimin dihabisi satu persatu oleh musuh-musuh Allah. Israel itu penjajah dan Palestina adalah negara yang terjajah. Jangan lupakan Palestina, meski secara aturan nasionalisme hal itu berbeda wilayah, aturan, dan negara. Sehingga menghalangi keterlibatan kaum muslimin di antara negeri-negeri muslim yang ada. Padahal, sebagai kaum muslimin, kita disatukan dengan ikatan akidah islamiyah. Tentu saja, ikatan ini lintas batas. Tak ada ada lagi penghalang di antara saudara kita sesama muslim, meski jarak dan negara memisahkan kita saat ini. Tapi hati dan pikiran kita tetap bersama dan bersatu. Cuma sayangnya perasaan dan pikiran itu hanya terpapar di kalangan kaum muslimin sebagai rakyat biasa, bukan sebagai penguasa. Sehingga kekuataannya kurang terasa.

Ah, andai saja negeri-negeri Islam ini bersatu dalam naungan Khilafah Islamiyah dan dipimpin oleh seorang khalifah, maka para penghalang Islam akan segera dihancurkan tanpa perlu merundingkan terlebih dahulu yang biasanya perundingan itu berakhir dengan pilihan damai. Payah!

Gue baca kisah Khalifah Abdul Hamid II yang pernah berkomentar dengan tegas, tatkala Theodore Hertzl (penggagas gerakan Zionis) meminta tanah Palestina di tahun 1897,? “Tanah itu bukan milikku, tetapi milik ummatku.” Dalam syair lagu “1924” yang dibawakan Soldiers of Allah (grup hip-hop Islam asal California) ditulis: In 1901 the kufar went to Sultan Abdull Hamid the II and offered to pay tremendous amount of money to the Islamic State for Palestine. Sultan Abdull Hamid the? II replied: I am not going to give one inch of Palestine to the jews as Palestine is not mine give but it belongs to the Ummah and Ummah have shed blood to defend this land but if one day the Islamic State falls apart then you can have Palestine for free but as long as I am alive I would rather have my flesh be cut up then cut out Palestine from the Muslim land I will not allow any carving up while we are alive!!!!!

Great! Gue rindu pemimpin tegas kayak Khalifah Abdul Hamid II. Saat ini, derita demi derita terus mendera kaum muslimin. Bukan hanya di Palestina, tapi di seluruh dunia, lengkap dengan problem masing-masing. Di Palestina, Irak, Afghanistan, Kashmir, Chechnya, Pattani, Moro dan belahan dunia lain yang senasib dengan mereka harus berjuang mempertahankan kemuliaan sebagai muslim dan demi tegaknya Islam. Mereka mengangkat senjata melawan kedzaliman. Di sini, di negeri ini, masalahnya bukan peperangan, tapi didera krisis penodaan akidah Islam, kriminalitas, seks bebas, narkoba, pelacuran, korupsi, ekonomi, dan masih banyak yang betah dengan sistem kufur dan sejenisnya. Sumpah, problem kita sebagai kaum muslimin banyak banget. Tapi kudu diakui bahwa saat ini, yang paling menyita perhatian adalah soal Palestina. So, jangan lupakan saudara kita di sana. Kita bagi-bagi tugas dalam semua persoalan ini. Pasti setuju kan?

Bro, tentang Palestina ini, sebetulnya sudah dilindungi pula dengan sebuah perjanjian di masa Khalifah Umar bin Khaththab. Saat itu Khalifah Umar membuat perjanjian yang terkenal dengan nama a- Ihdat al-‘Umariyyah (perjanjian Umar), yang berbunyi, “…atas nama Islam dan kaum Muslim. Isinya antara lain, ‘Tidak boleh seorang Yahudi pun tinggal bersama kaum muslimin di Baitul Maqdis.” (Ibnu Jarir ath-Thabari, Tarikhul Umam wal Muluk, pada judul “Iftitah Baitul Maqdis”-Penaklukan Baitul Maqdis)

Kini, Gaza dibombardir. Sementara kita kaum muslimin hanya mampu diam. Saudara kita di perbatasan yang dengan Gaza tak bisa bergerak ke sana karena penguasa negara masing-masing masih menahannya. Tanpa andil dari kita semua, Gaza mungkin akan selalu dibanjiri darah para syuhada (insya Allah). Kita pantas untuk berpikir dan merenung. Apakah selama ini kita sudah cukup peduli?

Klaim Israel atas Palestina bohong belaka!

Bro, setelah Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) runtuh, orang-orang Yahudi seperti menuntut balas. Maka dalam kondisi kaum muslimin yang lemah mereka berusaha mencari dukungan Amerika dan PBB untuk mendirikan negara Israel Raya. Kamu bisa simak bagaimana para kekentong alias pentolan Yahudi ‘bersuara’ untuk mengesahkan tindakan brutal mereka dalam merampok tanah Palestina. “Negeri ini berdiri semata-mata akibat janji Tuhan sendiri. Oleh karena itu, meminta? pengakuan atas keabsahannya tentulah tindakan yang menggelikan,” teriak Golda Meir, PM wanita Israel pertama dengan sewotnya.

Terus gue juga baca pernyataan seperti ini: “Negeri ini telah dijanjikan kepada kita dan karena itu berhak sepenuhnya atas tanah itu,” ujar Menachem Begin. Bro, orang inilah yang berhasil menggiring Presiden Anwar Sadat ke meja perundingan Camp David yang direkayasa oleh Amerika dan Israel sendiri. Gue kesel banget soal ini. Tapi, itu semua udah terjadi.

Seperti satu suara dengan teman-temannya, Moshe Dayan, jenderal Israel yang terkenal keji dan selalu menutup sebelah matanya berkomentar tak kalah menyakitkan, “Jika terdapat buku injili, serta bangsa injili, maka haruslah ada pula negeri injili,” Dan ada satu lagi pernyataan yang bikin ‘gerah’ kaum muslimin, “Negeri ini merupakan rumah historis bangsa Yahudi,” demikian pernyataan dalam memorandum organisasi Zionis tahun 1919. Wah, keterluan sekali Zionis yahudi ini. Memang kurang ajar! ‘Kutu kupret!’

Tapi benarkah alasan mereka itu? Bohong besar! Gue baca buku tentang konflik Israel-Palestina. Elo kayaknya perlu tahu deh pernyataan yang dilontarkan oleh Dr. Roger Geraudy, seorang intelektual Nasrani asal Perancis yang kemudian masuk Islam, “Ia (bangsa Israel) sama sekali tidak mempunyai keabsahan, baik secara historis, injili, maupun yuridis untuk berdiri di tempat yang ia tegakkan sekarang ini,” tegasnya dalam buku yang ditulisnya, The Case of Israel a Study of Political Zionism.

Jadi dengan demikian memang tanah Palestina itu adalah milik kita, kaum muslimin. Setiap jengkal dari tanah milik kaum muslimin nggak boleh sama sekali dikuasai oleh orang-orang kafir. Nekat menjarahnya berarti urusannya darah. Gue setuju ini. Gue udah nggak tahan lagi ngeliat penderitaan saudara-saudara seakidah yang dibantai tanpa perlawanan berarti. Perang, memang selalu mengerikan, tapi jika itu melawan musuh-musuh Allah Swt. dan RasulNya, ketakutan dan kengerian bukan lagi menjadi alasan untuk diam. Wahai saudara-saudaraku para pemimpin negeri-negeri muslim, kembalikan kemuliaan Islam dengan wujud pembelaan kalian kepada kaum muslimin di Gaza saat ini. Kerahkan ribuan tentara yang terlatih lengkap dengan senjata mematikan. Damn Yahudi Israel!

Akhiri penjajahan Israel dengan jihad!

Gue berharap, semoga kenyataan yang ada saat ini menjadi cambuk bagi kita semua yang cuma bisa bengong. Semoga kenyataan ini juga menyadarkan pemimpin negeri-negeri muslim untuk bersatu padu dalam menghancurkan Israel. Sebab, arogansi militer Israel harus dilawan dengan jihad kaum muslimin. Nggak ada pilihan lain.

Allah Swt. berfirman (yang artinya): Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman” (QS at-Taubah [9]: 14)

Semoga saja dengan banyaknya seruan jihad dari kaum muslimin di seluruh dunia, khususnya yang dimotori para ulama bisa menyadarkan para penguasa negeri-negeri muslim untuk berjuang mengerahkan tentaranya lengkap dengan persenjataan mereka untuk berjihad melawan Israel. Tidak ada pilihan lain untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Israel selain berjihad.

Eh, gue juga berpikir untuk saat ini gue baru bisa nulis di buku harian gue yang kemudian ‘dibajak’ sama buletin gaulislam (hehehe..) untuk disebarin lagi ke semua orang. Ya Allah, saksikanlah bahwa aku sudah menyampaikan apa yang aku bisa. Hanya doa kecil di hati gue yang gue kirimkan buat saudara-saudara di Gaza sana yang selalu berdarah-darah agar mereka tetap diberi keberanian untuk memenangkan peperangan ini. Gue juga berdoa semoga seluruh kaum muslimin menyadari kelemahannya selama ini yang hidup tanpa seorang pemimpin di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Yuk, kita berjuang menegakkan kembali Khilafah. Kaum muslimin harus bersatu! Tinggalkan nasionalisme, campakkan sekularisme. Jangan mau betah berlama-lama dalam kungkungan sistem kufur seperti selama ini. Menyakitkan, Bro! Salam revolusi! [solihin: osolihin@gaulislam.com]

12 thoughts on “Gaza (yang selalu) Berdarah

  1. fadil Jan 5,2009 13:29

    saya mendukung rakyat palestine di Gaza sepenuhnya..

  2. Adizty_angel Jan 5,2009 13:41

    Hidup Islam……Allahu Akbar……
    sebagai umat muslim,sudah seharusnya kita peduli dengan nasib yang dialami oleh masyrakat Palestina. perjuangan itu ada banyak jenisnya misal dengan kita ikut mendoakan dan memberikan sumbangan untuk bantuan masyrakat Palestina disana. masyarakat dunia kebanyakan melakukan demo untuk menyampaikan kecamannya terhadap Israel, namun tidak ada bukti konkrit dari Pemerintah bahkan dunia. Adakah jalan ato cara lain bagi kita semua untuk setidaknya menyampaikan aspirasi kita dan harus didengar tidak dilihat saja, harus ada bukti konkritnya???

  3. Aat Puji Setyawan Jan 5,2009 18:06

    Ganyang Israel.

    Itulah kata-kata yang harus kita perjuangkan, karena kebiadaban Israel terhadap Palestina terutama umat Islam. Perbuatan membombardir Palestina dengan serangan udara merupakan tindakan pengecut, apa lagi serangan tersebut di lakukan dengan alasan membalas roket-roket yang diluncurkan oleh pihak Hamas, mungkin itu hanya alasan Israel untuk bisa menguasai Palestina secara utuh. Selain itu korban yang berjatuhan paling banyak adalah warga sipil, yang tidak bersenjata, dan juga tidak mengetahui apa-apa. Seharusnya PBB bisa menindak tegas Israel yang telah melakukan serangan membabi buta.

  4. nano Jan 5,2009 18:55

    menurut saya gmna klo kita berjuang ke sana sama membawa dukun untuk menyantet semua rakyat israel

  5. nenxgeuliz Jan 6,2009 12:31

    gue selalu berdoa semoga seluruh rakyat palestina di berikan kekuatan dalam menghadapi musuh Allah,Dan yakinlah Allah tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan kita.Semoga semua lubang-lubang yang di buat oleh ISRAEL di tanah Palestina akan menjadi kuburan bagi serdadu2 dan pemimpin2 ISRAEL!
    Ya Alllah…..
    berikan kekuatan pada saudara kami
    berikan rahmat Mu pada seluruh rakyat Palestina yang terjajah
    Lindungi tanah kami dari kebiadaban ISRAEL
    amin…

  6. lathifah Jan 7,2009 15:29

    Assalam wr wb

    Ana seorang akhwat, Insya Allah ana punya keinginan yang kuat untuk ikut berjihad kesana. Bahkan af1, ana g takut memimpin peperangan untuk menyapu habis israel. Toh pemerintah, yang kadang berani menyebut diri sebagai khalifah hanya mampu melihat, menyalurkan sedikit bantuan itu pun dari usaha rakyat kecil dan tidur lagi.

    Ana tidak ridho imam samudra dkk di eksekusi mati kemaren ni. Ana mengutuk kelakuan pemerintah yang tidak berani untuk tegas. Apa salahnya beliau dikirim ke palestina untuk merakit bom dengan kekuatan yang dahsyat dan digunakan untuk menghancurkan batok kepala presiden israel dan antek2 nya.

    kapan perlu mengahancurkan gedung putih sekalipun. Apa itu PBB? Bohong belaka semuanya. Organisasi Amerika yang bersembunyi dibalik nama Persatuan Bangsa2.
    Ana geram sekali. Obama, bulsyit. Asli ana membenci mereka semua. Dari Israel sampai Amerika dan antek2nya.

    Ana heran kenapa tentara Israel g pakai rok aja dalam berperang. Atau ana mau deh beliin rok bekas disini untuk mereka. Ya mukin disana g da produksi rok. Mereka g pantas pakai celana. Mereka lebih pengecut dari makhluk paling lemah di dunia ini.

    Ya Allah, jadikanlah perempuan2 Israel itu janda. Jadikan anak2 mereka yatim. Ketuk lah pintu hati para pemimpin kami untuk segera bergerak menghancurkan israel. Itu jalan satu2nya. Amin ya Rabbul Izzati.

    Dimana pemimpin beriman. Apakah mereka lagi tidur. Bangunkan lah mereka ya Allah. Atau mereka baru sadar bahwa Israel dan Amerika merupakan ancaman bagi seluruh umat muslim, setelah bom israel sampai di kepala mereka. Allah’alam

    Aku benci Israel. Mereka bukan negara. Mereka penjajah dan mendirikan negara di atas negara. Apa itu tidak sebuah kegilaan atau dongeng belaka. Tapi PBB yang katanya organisasi dunia, yang melindungi hak azazi manusia hanya melihat dan melihat. Memberikan sedikit komentar lalu membuang muka.

    PBB munafik, You are layer. I don’t believe with you. You are trouble maker. Semoga Palestina bersatu dan mengusir israel dari tanah kelahiran mereka. Dari tanah kelahiran para nabi, para syuhada, tanah yang disana ditulis sejarah Islam yang bernilai tinggi.

    Afwan, ana benar2 emosi. Sangat marah dengan kelakuan Israel. Mereka adalah binatang yang bisa berbicara. Bahkan binatang paling hina di dunia sekalipun, lebih mulia dibanding Israel.
    Allah Akbar. Ya Allah, mukin Israel akan mengerti kalau engkau benar2 ada ketika mereka merasakan azab MU. Ana g tau, apakah sebuah kesalahan, jika ana meminta Engkau Ya Allah menurunkan azab kepada makhluk ciptaanMu sendiri. Tapi memang itulah yang hamba mohonkan. Tunjukkan kekuasaanMU kepada mereka Ya Allah.

    Dukung PAlestina selalu. Mari kita berikan do”a untuk para syuhada kita di palestia, untuk para saudara kita di Palestina, agar mereka beliau diberi ketabahan dan kekuatan dalam berjuang. Amin
    Allah Akbar
    Freedom Palestina
    Israel go to Hell

    Afwan jika ada kata2 ana yang tidak bagus untuk dilontarkan. Tapi ana benar2 emosi dan marah pada Israel Laknatullah

    Wassalam
    Syukran untuk media islamnet yang menyediakan wadah untuk menampung aspirasi kami.
    tetap semangat untuk semuanya, mari berjuang menaklukkan zaman. Allah Akbar

  7. Lily Jan 8,2009 13:41

    Menurut saya, kenapa kita orang Indonesia harus ikut-ikutan masalah di Timur Tengah yang telah berlangsung puluhan tahun turun temurun.

    Kalau kalian tidak percaya dengan berita-2 dari Amerika, coba liat berita-2 dari BBC. Menurut saya BBC fair.

    Dua-2 nya Isarel & Palestian menurut saya salah.

    Hanya karena mayoritas Palestian adalah Muslim dan mayoritas Indonesia adalah Muslim tidak menjadikan kita membenarkan tindakan Hamas untuk menteror rakyat Israel atau sebaliknya.

    Negara kita sendiri banyak masalah yang harus kita fokuskan. Marilah kita bersama-sama membangun negara kita dulu, baru memikirkan negara orang lain.

    Apakah kita banyak dapat bantuan dari Timur Tengah untuk saudara-2 kita di Aceh dan sekitarnya yang terlanda Tsunami. Apakah mereka sudah dapat kembali hidup seperti sebelumnya. Apakah anak-2 umur sekolah kembali ke sekolah?

    Apakah kita mendapat bantuan dari Timur Tengah untuk saudara-2 kita di Jawa yang terlanda lumpur panas yang masih belum berhenti?

    Kemana United Emirat Arab yang merupakan negara-2 kaya? Bantuan dari negara Australia, China, USA, Denmark, Belanda, lebih besar dari bantuan dari UEA. Sedangkan mayoritas penduduk di negara-2 tersebut bukanlah umat Muslim.

    Beribu-ribu orang Indonesia protes buat kepentingan orang Palestinia sebagai tanda solidaritas. Apakah tidak sebaiknya beribu-ribu orang Indonesia membantu negara Indonesia untuk menjadi negara maju dan makmur dan membantu sesamanya? Mungkin membantu membersihkan Jakarta supaya tidak banjir terus-2an kalau hujan.

    Salam dan selamat tahun baru buat semua!

  8. lala Jan 8,2009 19:24

    to: Lily:

    Jawabannya sederhana, karena umat Islam itu solidaritasnya tinggi, kecuali para pemimpinnya yang payah semua, termasuk para pemimpin arab yang cuma bisa diam (atau paling banter mengutuk)! Pantas saja Israel belagu!

  9. manchunia_05 Jan 9,2009 10:08

    Assalamualaikum

    Numpang kopas artikel, untuk dipajang di web sekolah

  10. Lily Jan 9,2009 13:24

    Lala, terima kasih buah tanggapannya.

    Justu yang saya mau tunjukan adalah umat Islam di Timur Tengah tidak begitu peduli dengan Indonesia. Mana soladaritas mereka?

    Waktu Indonesia kesusahan, yang banyak memberi bantuan malah negara-2 lain yang mayoritas penduduknya bukan umat Islam.

    Soladaritas adalah unsur yang bagus. Tapi daripada soladaritas jauh-2 menyeberangi samudra untuk orang-2 yang kita tidak jelas ideologi, budaya dan cara pikir/hidup-nya, apakah tidak lebih bagus soladaritas di berikan ke bangsa kita sendiri dulu.

    Coba kita tanya kepada bapak-2, ibu-2, mas-2, mbak-2 dan anak-2 yang berdemo, apa bantuan mereka untuk membantu korban Tsunami di Aceh?
    apa yang mereka sudah berikan untuk bangsa Indonesia?

    Salam.

  11. albirru Jan 22,2009 17:21

    saya sependapat dengan lily.
    malah perlu dipertanyakan, solidaritas tinggi atau emosi yang tinggi?

    kadang saya bingung yang dibantai di palestin, kenapa orang2 muslim indonesia lebih mudah diprovokasi ketika sesuatunya dikaitkan dengan nama2 islam.

    Sadar, ini bukan pertikaian antara yahudi (red. agama) dengan islam (red. agama juga) tapi antara israel dan palestin (palestin bukan hanya islam, ada juga nasrari).

    Kita memang harus mengecam pembataian ini, penjajahan selamanya tidak boleh tegak di bumi ini. Israel memang perlu dikutuk.

    Dan jangan sampai semut di sebrang laut nampak jelas, namun gajah di pelupuk mata tak kelihatan.

  12. ksatriahening Jan 25,2009 16:10

    Saya sependapat dengan penulis artikel ini. Bahwa memang masalah kaum muslimin banyak. Tapi ada prioritasnya. Sulit membedakan antara masalah kemanusiaan, masalah politik, dan juga agama. Israel itu bangsa Yahudi, jadi jelas apa yang dilakukannya adalah sesuai tabiat dan “keyakinan” Yahudi. Alangkah polos dan bodohnya kita jika mau saja digiring opininya bahwa yang agresi Israel ke gaza bukanlah masalah agama. Sangat naif dan tak mengerti politik. Sangat disayangkan ada banyak manusia yang muslim pikirannya cetek spt ini.

    Menurut saya, solusi untuk membereskan masalah ini adana melenyapkan Israel. Palestina itu negeri Muslim. Tanah milik kaum muslimin. Coba deh untuk yang masih sok bijak memandang masalah ini (dengan mengatakan bahwa kasus ini tak ada hubungannya dengan agama). Belajar sejarah dan politik. Jangan sampai untuk memahami sejarah masa lalu saja tidak mau. Seharusnya seluruh kaum muslimin di dunia ini membakar bendera negara masing2 dan hanya bersatu dalam ISLAM dan KHILAFAH!

    Lihat saja, dalam masalah ini, masih terkotak-kotak pendapatnya (meskipun dia muslim), ini akibat nasionalisme. Buang jauh2 nasionalisme!

Comments are closed.

%d bloggers like this: