‘Mandi Duit’ dari Sepak Bola

Piala Dunia 2006 di Jerman kalo nggak ada halangan bakalan digelar mulai bulan Juni ini, tepatnya tanggal 9 Juni ampe 9 Juli 2006. Sebulan penuh untuk menggelar hajatan sepak bola sejagat ini. 32 negara yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia ini akan berjibaku dan saling mengalahkan untuk menjadi “Sang Pemenang�. Para bolamania pun udah nebak-nebak siapa calon juara di ajang ini. Meski udah melibatkan puluhan negara tapi hanya 7 negara yang pernah menjadi juara selama 17 kali ajang ini digelar. Brasil (5 kali juara), Italia (3 kali juara), Jerman (3 kali juara), Argentina (2 kali juara) Uruguay (2 kali juara), Inggris dan Perancis masing-masing 1 kali juara.

Oya, yang sudah pasti dari setiap hajatan akbar sepak bola ini adalah duit yang mengalir deras dari sponsor dan penonton untuk perhelatan akbar ini. Belum lagi bagi tuan rumah Jerman yang bakalan menerima duit jutaan dolar dari hak siar televisi dari seluruh dunia, dari para sponsor, dari tiket penonton, juga dari penjualan berbagai merchandise yang berkaitan dengan World Cup.

Tapi sebagai tuan rumah, Jerman harus menggelontorkan duit terlebih dahulu untuk berbagai fasilitas, terutama stadion dan jalan untuk ajang tersebut. Dan Piala Dunia 2006 di Jerman akan menjadi pesta sepak bola termahal dan paling bergengsi abad ini. Dana Rp 17 triliun digelontorkan pemerintah Jerman untuk merenovasi 12 stadion. Jumlah itu belum termasuk dana pembangunan infrastruktur jalan dan bahkan stasiun kereta api di Berlin, yang semuanya menelan hampir Rp 53 triliun.

Ajang ini juga bakalan menjadi bisnis yang menggiurkan bagi para pengusaha di seluruh dunia. Terutama bisnis judi (baik judi konvensional maupun judi online) untuk nebak skor akhir setiap pertandingan sepak bola yang digelar sebanyak 64 pertandingan itu (48 pertandingan di babak penyisihan, 8 pertandingan di babak per delapan final, 4 pertandingan di perempat final, 2 pertandingan di semifinal, 1 pertandingan untuk memperebutkan tempat juara ketiga dan 1 pertandingan di partai puncak alias final untuk menentukan sang jawara bola sejagat).

Sepak bola memang sudah menjadi industri dan bisnis yang menggiurkan, terutama di Eropa. Wajar jika para pemain profesional di liga-liga Eropa pun �mandi duit’ dari hasil keterampilannya mengolah si kulit bundar. Sebut saja Frank Lampard, midfilder Chelsea dalam sepekan digaji Rp 1,7 miliar. Michael Ballack yang baru saja ditransfer dari Bayern Muenchen ke Chelsea bakal nerima gaji Rp 2 miliar per pekan. Oya, Zinedine Yazid Zidane, ketika dibeli Los Galacticos Real Madrid dari Juventus pada 2001 mencapai nilai transfer tertinggi di dunia, bahkan bertahan sampai saat ini, yakni Rp 750 miliar!

David Beckham adalah pemain paling dikenal di dunia sampai saat ini. Beckham bukan hanya terkenal karena kepiawaiannya ngasih assist atau mengeksekusi tendangan bebas ketika beraksi di lapangan (catatan: tendangan bebas doi berkekuatan 110 km/jam, itu menurut ilmu beckhamology—pengembangan dari ilmu fisika—yang menjadi matakuliah di University of Bristol, Inggris), tapi ia juga memang fashionable. Produk iklan kosmetik pria dan olahraga yang ingin memakainya sebagai bintang iklan, harus antri.

Berapa penghasilan David Beckham dari sepak bola? Beckham adalah ikon sepakbola. Real Madrid menjadikannya sebagai tambang uang. Supaya nggak kehilangan Beckham, klub Spanyol itu berani merogoh kocek dalam-dalam. Kabarnya Real Madrid berani menyiapkan 40 juta poundsterling (lebih dari Rp 700 miliar) untuk mengikat Beckham, yang kontraknya akan berakhir Juli 2007.

Hmm.. gede juga ya? Berapa sih gaji Beckham per pekan di Real Madrid? Doi berbandrol 100 ribu poundsterling atau sekitar Rp 1,85 miliar. So, jangan heran kalo gaya hidupnya juga mewah. Di garasi Beckham terjejer mobil mewah seperti Porsche 911 Turbo, Aston Martin DB 7 Coupe, Jaguar XKR, BMW 450i Saloon, Mercedes Benz CLK 320, Lincoln Navigator, Ferrari 360, Modena Spyder, GMC Yukon 4×4, Bentley, Range Rover V8 Vogue, dan Mercedes Benz S 500.

Beckham memang magnet. Begitu datang ke Madrid, sponsorship berani masang logonya di kaos klub. Itu artinya mereka berani membayar. Sebut saja Siemens, Adidas dan Pepsi. Madrid juga mengalami peningkatan pendapatan dari karcis, hak siar televisi, dan hasil tur ke Asia. Sepanjang tahun lalu, Madrid pun menjadi klub pengumpul keuntungan terbanyak, menggeser posisi Manchester United yang sebelumnya selalu jadi nomor satu.

Bolamania juga pasti kenal siapa penyerang tim nasonal Inggris dan Manchester United yang masih muda belia. Ya, jawabannya adalah Wayne Rooney. Begitu cintanya Rooney kepada kekasihnya, Coleen McLoughlin, doi ngasih kado ulang tahun berupa sebuah mobil Porsche seharga 67 ribu poundsterling (sekitar Rp 1,2 miliar).

Ronaldinho, yang kini menggeser posisi David Beckham (yang selama tiga tahun terakhir jadi atlit terkaya) hartanya lumayan bejibun. Pemain terbaik dunia 2005 versi FIFA tersebut memperoleh total pendapatan sejumlah 23 juta euro (US$ 28,5 juta alias sekitar Rp 265 miliar) tahun ini, hampir tiga kali lipat banyaknya dari yang dia dapat pada 2005.

Juara EPL (English Premier League) selama dua musim (2004/2005 dan 2005/2006), Chelsea, menghambur-hamburkan duitnya untuk memanjakan para pemainnya. Klub milik raja minyak asal Rusia, Roman Abramovich ini tercatat sebagai klub yang menggaji pemainnya tertinggi di dunia. Menurut konsultan keuangan Deloitte dan Touche, klub juara Liga Primer itu mengeluarkan 115 juta pound atau sekitar Rp 2 triliun untuk gaji pemainnya pada musim 2003/2004 saja.

So, jangan heran dong kalo akhirnya gaya hidup pemainnya juga gila-gilaan dalam mengeluarkan duit. Menurut survei majalah pria terlaris di Inggris, Nuts, para pemain Chelsea paling banyak menghabiskan uang untuk membeli mobil. John Terry dan kawan-kawan rata-rata menghabiskan US$ 247.924 (Rp 2,3 miliar) untuk memenuhi garasi rumahnya. BMW X5 adalah mobil mewah yang menjadi mobil pilihan John Terry. Sementara Frank Lampard memilih Aston Martin.

Ini baru beberapa pemain lho, belum lagi pemain lainnya (yang nggak terlalu terkenal, tapi asalkan ia bermain di klub-klub elit Eropa, yang rata-rata bergaji paling nggak ratusan juta rupiah per pekan). Sepak bola memang bisnis yang menggiurkan. Nggak salah-salah amat kalo Thomas Dooley, seorang atlit Jerman mengatakan, “Menurutku, sepak bola di negeri kami adalah sebuah bisnis. Klub sepak bola adalah bisnis besar.�

Bikin hedonis
Banyak uang, ditambah gaya hidupnya liar dan jelas nggak punya keimanan, membuat mereka jadi hedonis. Sebut saja bintang Chelsea, John Terry, doi benar-benar keranjingan judi pacuan kuda. Dia bahkan sampai merogoh kocek pribadi menyewa helikopter untuk membawa teman-teman klubnya datang ke Festival Cheltenham. Frank Lampard, Joe Cole, Glen Johnson, Robert Huth, Arjen Robben, Asier Del Horno, Damien Duff, Carlo Cudicini, dan Nuno Maniche menyaksikan pacuan kuda itu. Tapi yang membuat mereka asyik adalah taruhan. Para pemain yang rata-rata bergaji 90 ribu poundsterling seminggu itu total kalah 500 ribu poundsterling, bahkan ada satu taruhan bernilai 100 ribu pound sterling. Walah?

Rooney dan Owen baru-baru ini diketahui ternyata gila judi. Dari hobinya itu Rooney bahkan sempat dibelit utang 700 ribu poundsterling (Rp 13 miliar) kepada bandar taruhan milik Stephen Smith, Goldchip, yang ia kenal melalui Owen.

Tony Cascarino, mantan striker Chelsea, membeberkan bahwa judi telah mewabah di ajang Liga Primer. Dan kasus menang judinya seorang bintang Inggris senilai 220 ribu poundsterling, dalam laga yang dimenangkan Bolton Wanderers atas West Ham United dengan skor 4-1 pada 11 Maret 2006 lalu, bisa menjadi fakta bahwa judi emang udah biasa dilakukan para pemain EPL. �“Saya terkejut ketika mendengar nilai hadiah judinya yang mencapai 200 ribu poundsterling. Pada zaman saya, nilai tersebut setara dengan nilai transfer atau gaji pemain selama satu tahun,� kata Cascarino yang pernah memperkuat Irlandia pada Piala Dunia 1990 dan 1994.

Selain judi, seks bebas juga kerap melanda para pemain tajir tersebut. Baik dengan pacarnya maupun dengan pelacur. Adrian Mutu, Gianluca Paglica dan Christian Vieri adalah contoh pemain yang dicap sebagai playboy. Tahun 2000 lalu, sejumlah koran di Spanyol beberapa kali memberitakan ulah sejumlah pemain Barcelona asal Belanda yang suka pesta seks dengan memanggil pelacur kelas atas. Namun ketika hal ini dikonfirmasikan pada pihak manajemen Barcelona, mereka nggak ngejawabnya.

Bukan cuma para pemain Barca yang ngelakuin perilaku bejat itu, beberapa pemain kesebelasan AS Roma juga pernah digunjingkan melakukan pesta seks dengan memakai pelacur kelas atas yang dipanggil via internet. Meski memang sampai saat ini publik belum tahu siapa saja pemain AS Roma (klub Italia) yang suka melakukan kebiasaan nggak bermoral itu.

Tingkah anak-anak Liverpool lain lagi, saat memenangkan pertandingan di hari Boxing Day, yang diadakan sehari selepas natal tahun 1998. Demi merayakan kemenangan ini, mereka bela-belain merayakan keberhasilannya dengan berpesta streptease (tentu penarinya wanita). Waduh! (dan kayaknya kelakuan model gini bukan cuma dilakukan anak-anak Liverpool dong)

Menciptakan mimpi
Siapa sih yang nggak ingin kaya? Semua orang pasti ingin banyak uang dan mungkin saja ketenaran. Nah, sepak bola, ternyata sudah menciptakan mimpi. Di Pantai Gading, para orangtua lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya di SSB alias Sekolah Sepak Bola ketimbang di pendidikan formal. Harapannya cuma satu: pengen dapat duit dengan cara cepat dan cuma ngandelin keahlian bermain bola. Udah banyak contohnya. Didier Drogba, Kolo Toure dan Yaya Toure adalah para pemain Pantai Gading yang sukses. Ada juga yang berasal dari Togo, yakni Emmanuel Sheyi Adebayor, yang kini memperkuat Arsenal. Mereka kaya raya. Belum lagi Michael Essien yang asal Ghana itu, kini boleh merasakan mandi duit bersama Chelsea.

Rata-rata pemain Brasil juga adalah dari kalangan keluarga miskin. Sebut saja Ronaldo, Rivaldo, dan juga Ronaldinho. Sekarang, terutama Ronaldinho bahkan menjadi pemain sepak bola terkaya sejagat saat ini. Konsultan BBDO Jerman, sebuah studi tentang nilai komersial pemain, memperkirakan nilai komersial Ronaldinho sebesar 47 juta euro (56,4 juta dolar AS), diikuti Beckham 44,9 juta euro dan Rooney 43,7 juta euro. Dua pemain Barcelona lainnya, striker asal Kamerun Samuel Eto’o dan pemain muda asal Argentina Lionel Messi, melengkapi lima tempat teratas, nilai komersial kedua pemain itu melebihi 30 juta euro. Cerita sukses seperti itulah yang kemudian menciptakan mimpi untuk jadi pemain sepak bola profesional tingkat dunia. Eh, ngomong-ngomong, Bambang Pamungkas ama Ellie Aiboy juga lagi �mandi ringgit’ tuh bersama klub FC Selangor, Malaysia. Ketimbang main di liga Indonesia yang bayarannya jauh lebih kecil.

Sobat muda muslim, sepak bola, dalam industri kapitalisme, menjadi komoditas yang menggiurkan untuk dijadikan lahan bisnis, juga menciptakan budaya hedonistik di kalangan selebritas lapangan hijaunya. Dan, amat pantas jika sepak bola memang menciptakan mimpi indah untuk diraih siapa pun yang terobsesi dengan hal itu. [solihin, dari berbagai sumber]

(Buletin STUDIA – Edisi 296/Tahun ke-7/5 Juni 2006)

%d bloggers like this: