Menggugat Tayangan Video Klip

Ngomong-ngomong soal tayangan video klip musik, kayaknya kita kudu prihatin, Brur. Bukan apa-apa, kita udah dibikin gerah dengan seabrek suguhan yang nggak layak untuk ditonton. Dari mulai yang tulalit antara syair dengan visualisasinya, sampai yang erotis, sensual, jorok, bahkan porno. Hih, gawat juga ya?

Para penyanyi kini nggak cuma mendekati fansnya dengan syairnya aja, tapi udah mencoba lebih dekat dengan menghadirkan video klipnya. Karuan aja, video klip itu kan gabungan antara audio (pendengaran) dengan visual (penglihatan), jelas pengaruhnya terasa banget. Ambil contoh, kalo kamu bisa head-banging saat dengerin musik berisiknya Metallica, maka bila liat video klipnya juga, tingkah kamu bisa lebih heboh dari itu. Soalnya, emosi kita tambah “diaduk-aduk� dengan adanya tayangan visualnya.

Gabungan antara music style, lirik, dan visualisasi ini efeknya sangat besar. Soalnya kita bisa lebih leluasa dalam mengekspresikan “kebebasan kita�. Malah nggak jarang fantasi kita bisa dituntun lewat tayangan tersebut. Bayangin aja, tayangan video klip musik dangdut yang kian erotis dan sensual makin menambah persoalan. Nggak mustahil bila kemudian gambaran yang ada dalam video klip itu bisa diterjemahkan dan diamalkan dalam kehidupan oleh pemirsanya dengan amat liar. Tentu ini sangat berbahaya, Brur.

Kamu masih ingat Alanis yang tanpa busana dalam video klipnya yang ditayangan MTV? Wah, gawat kan? Belum lagi Britney Spears yang kerap mengeksploitasi unsur seks dalam video klip dan aksi panggungnya. Waduh, bener-bener bikin bete. Tapi anehnya tayangan video klip yang kayak gitu malah disenangi oleh sebagian besar pemirsanya. Maka tak heran bila MTV selama 10 tahun udah menayangkan sekitar 8000 video musik. Saluran musik “khususâ€? anak muda ini emang paling heboh dalam urusan musik. Dan tujuannya emang untuk menciptakan budaya tersendiri di kalangan anak muda. “Sejak semula kami mengambil satu keputusan inti, bahwa kami akan menjadi corong kaum muda. Kami sedang membangun lebih dari sekadar saluran, kami sedang membangun sebuah kultur yang bertujuan menguasai budaya remaja di seluruh dunia” – dikutip dari ucapan Robert Pittman, mantan Direktur Eksekutif dan Pelaksana MTV (getFresh.com, edisi 10, Maret 2001)

Industri rekaman pun mampu mendulang penghasilan gara-gara lagu yang dijualnya ditayangkan pula dalam bentuk video klipnya. Jadi emang keberadaan video klip musik itu bisa membantu mendongkrak penjualan kaset dan CD-nya. Melihat peluang bisnis yang menggiurkan itu, tak heran bila sekarang marak studio pembuatan video musik. Bahkan untuk merangsang kreativitas para sutradara video musik ini, dibuat semacam ajang kompetisi.

Walhasil, kini banyak bermunculan video klip, dari skenario yang komedi, semi-porno, porno, kekerasan, sampai yang amoral. Musik-musik rock juga kerap memunculkan video klip yang sangat “garang�, isinya dari mulai skenario pemberontakan, kekerasan, menghujat Tuhan, sampai visualisasi yang menggambarkan pemujaan terhadap setan bin Iblis. Hih, syerem banget ya?

Amburadulnya orbek
Tayangan video musik yang kayak gitu, tentu lahir dari ide “nakalâ€? sang pembuatnya atau pesanan penyanyi itu sendiri.?  Berarti di sini, yang amburadul adalah orang-orang yang ada di belakang pembuatan video klip tersebut. Siapa lagi kalo bukan para orbek alias orang beken yang membidani lahirnya video klip tersebut. Keliaran orbek ternyata nggak cuma di video klipnya aja, tapi aksi panggung mereka juga nggak kalah brutalnya. Gun â€?N Roses, grup musik heavy metal yang udah lama bubar, mengidentikan diri mereka sebagai pelaku kebebasan. Dalam aksi panggungnya, mereka kerap memvisualisasikan personelnya dengan gambar tengkorak. Udah gitu, lambangnya aja “bedil karo kembangâ€? yang merupakan identitas pelaku seks bebas.

Pemusik lain, sebut saja Marylin Manson, punya lambang “kilat jatuhâ€?, yang dalam?  pemahaman orang Nasrani adalah perwujudan Lucifer (iblis). Belum lagi wajah iblis merah selalu muncul dalam merchandise-nya grup musik Slipknot. Hal serupa dilakukan Bad Religion. Grup musik ini memiliki lambang “salib yang dicoretâ€?. Entah apakah itu menganggap bahwa agama Nasrani adalah agama yang jelek, ataukah emang manifestasi bahwa agama itu candu bagi masyarakat. Tapi walau bagaimana pun juga alasannya, kita khawatir ini bakal berpengaruh kuat bagi remaja Islam. Inilah kreasi yang muncul dari kebebasan berpikir dan bertingkah laku. Dengan kata lain, dalam berbuat para orbek yang musisi ini nggak lagi memperhatikan etika dan norma. Prinsipnya, “semau gueâ€?. Yang penting bisa berkreasi sesuka hatinya. Amburadul banget kan? Begitulah sobat.

Walhasil, kalo kamu remaja tahun 80-an, kayaknya kenal banget dengan aksinya Alice Cooper yang setiap manggung selalu ada upacara meminum darah segar dari kelinci atau kelelawar. Wuih, drakula kali ya?

Kalo boleh tahu, “mbahnya� musik rock adalah Aleister Crowley. Malah Crowley kerap melakukan ritual untuk menyembah setan. Dan konon “ajarannya� telah mengilhami banyak grup musik, sebut saja The Beatles, Rolling Stone, Led Zepelin, dan The Doors. Ini memang grup musik jaman ortu kamu muda. Mungkin kamu nggak apal ya? Soalnya The Beatles aja udah pada bangkotan personilnya, malah si John udah koit, Rolling Stone udah nggak produktif lagi, Led Zepelin malah udah bubar di tahun 1980 setelah drumer-nya, John Bonham tewas pasca menenggak 40 gelas Vodka ukuran besar.

Sebagai bukti amburadulnya para orbek ini dalam mengekspresikan nilai seninya, sebut saja The Beatles, grup band asal Liverpool ini yang terang-terangan mengaku “mengamalkan� ajaran Corwley secara total. John Lennon sendiri menyatakan bahwa seluruh ide The Beatles terinspirasi dari semboyan Crowley, “lakukan apa saja yang kamu mau�. Pasti kamu ingat lagunya Imagine, syairnnya amburadul banget kan? Salah satu baitnya,�No heaven, no hell, and no religion too..�

Tahun 1967, Rolling Stone meluncurkan album rock pertama, Their Satanic Majesti Request, yang jelas dipersembahkan untuk setan bin iblis. Jimmy Page, gitarisnya Led Zeppelin memasukkan ajaran Crowley dalam album Zepplelin yang ke-3. Page bahkan melakukan ritual yang biasa dilakukan Crowley (menyembah setan) selama konser Zeppelin. Bahkan Jim Morrison, pentolan The Doors, yang meninggal secara misterius pada tanggal 3 Juli 1971, pernah melakukan upacara sesembahan saat pernikahannya, yakni dengan berdiri di atas pentagram dan saling minum darah masing-masing. Wah, wah, wah.

Pendatang baru grup musik rock Insane Clown Posse, yang artinya Gaya Badut Gila mengaku sebagai grup terbesar dan paling menakutkan, yang kepengen banget nyaingin Marilyn Manson. Tema konser mereka selalu berkisar pada nuansa okultisme, yakni kepercayaan kepada kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia. Makanya, di panggung mereka hobi “beratraksi� dengan semburan api dan darah mengalir. Hih, syerem buwwanget!

Kalo yang diungkap tadi adalah kreasi amburadul para orbek dalam menggarap kebebasan black music, sekarang, meski tidak “berdarah-darah�, tapi lebih erotis dan sensual. Sebut saja Madonna yang terinspirasi oleh nama besar Marylin Monroe sering melakukan aksi panggung yang mengeksloitasi seks.

Blink 182 doyan nantang cewek-cewek fansnya untuk naik ke atas panggung dan–maaf–menyuruhnya bertelanjang dada di hadapan penonton. Juga dalam klipnya What’s My Age Again? yang parah banget itu. Dan banyak lagu-lagu yang menceritakan nafsu seks, seperti lagu-lagunya Ricky Martin, Fun Factory, dan lain-lain. Hati-hati, jangan sampe kamu melakukan hal yang sama. Gaswat bin celaka.

Oke Brur, itu grup-grup bule, bagaimana dengan grup musik negeri sendiri? Bisa dibilang nggak ada bedanya. Lirik dan model kekerasan emang nggak sevulgar grup musik bule, tapi dari sisi erotisme dan sensualitas nggak kalah bejatnya. Kalo kamu nongkrongin tivi pas acara musik dangdut misalkan, pasti penglihatan kita diganggu dengan tayangan video klipnya yang gimanaaa.. gitu. Musik pop juga nggak kalah bejat, lagu dan video klipnya Sheila on 7, Shepia malah termasuk liar. Hih, inilah kreasi yang muncul dari kebebasan berpikir. Puwarah, Brur!

Meracuni kepribadian remaja
Bicara soal musik, ternyata ia dapat mengubah kebudayaan suatu generasi. Musik juga mempunyai efek pengobatan dan efek merusak pada tubuh manusia. Dengan kata lain, musik bisa membuat jiwa manusia jadi sehat atau sebaliknya. Setidaknya ini adalah salah satu ukuran. Karena musik sekarang memang bukan lagi sekadar musik biasa, tapi sudah bermuatan gaya hidup sebuah peradaban. Yakni musik bisa mencirikan dari mana ia berasal dan siapa penciptanya.

Jujur saja, musik memang termasuk sarana efektif dalam menyebarkan suatu ajaran. Dari ajaran yang bener sampai yang bejat. Musik juga punya efek yang kuat untuk menjadikan pendengarnya kecanduan. Misalnya saja, efek ketagihan dan ketergantungan musik rock dan metal pada anak-anak berusia 10-20 tahun menimbulkan reaksi ketidakpedulian, yang efeknya hampir sama dengan dampak dari ketergantungan terhadap obat-obat terlarang.

Jadi musik dapat membuat seseorang keluar dari akal sehatnya dan dapat mengakibatkan timbulnya tingkah laku aneh yang sesuai dengan pesan dan isi lirik lagu atau musik yang didengarnya. Musik pun dapat menghasilkan efek nafsu seks bebas yang tidak terkendali. Ini terbukti pada generasi muda di AS periode 1960-an. (getFresh.com, edisi 10, Maret 2001)

Tentu saja fakta ini semakin menguatkan tuduhan bahwa musik adalah salah satu sarana yang bisa meracuni kepribadian seseorang. Remaja Islam pun bukan tak mungkin adalah mereka yang termasuk mengagumi dan bahkan menjadikan para pemusik dan lagu-lagunya sebagai tuntunan hidupnya. Buktinya, bicara dan berbuatnya aja udah mencerminkan gaya hidup para pemusik tersebut. Sedih banget bila melihat remaja muslim begitu rupa. Ya, dengan begitu berarti kepribadian mereka telah teracuni.?  Jelas, ini kudu dibereskan, Brur. Nggak bisa tinggal diam aja, apalagi sampe ngikutin gaya hidup mereka. Hih, amit-amit jabang bayi. Kamu nggak boleh tergoda!

Tanggung jawab bersama
Menyelesaikan problem ini, nggak cukup hanya diserahkan kepada indvidu masing-masing. Misalnya aja kita cuma menganjurkan supaya seseorang selektif dalam memilih dan memilah tayangan video klip. Bukan berarti upaya ini sia-sia, tapi bila upayanya hanya sebatas itu, jelas tak bisa membereskan persoalan. Harus ada pihak lain yang bertugas mengontrol dan menegur kesalahan individu tersebut. Sabda Rasulullah Saw.:

?…???†?’ ?±???£???‰ ?…???†?’?ƒ???…?’ ?…???†?’?ƒ???±?‹?§ ?????„?’???????????‘???±?’?‡?? ?¨???????¯???‡?? ?????¥???†?’ ?„???…?’ ?????³?’?????·???¹?’ ?????¨???„???³???§?†???‡?? ?????¥???†?’ ?„???…?’ ?????³?’?????·???¹?’ ?????¨???‚???„?’?¨???‡?? ?ˆ???°???„???ƒ?? ?£???¶?’?¹?????? ?§?„?’?¥?????…???§?†?? *? 

“Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka dia hendaklah mencegah kemungkaran itu dengan tangannya, yakni dengan kekuasaannya. Jika tidak mampu, hendaklah dicegah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga, hendaklah dicegah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman” (HR. Bukhari- Muslim. CD-al-Bayan hadits no. 32)

Hadits ini jelas menunjukkan bahwa upaya menyelesaikan kemungkaran itu bukan hanya diserahkan kepada individu semata. Tapi perlu ada orang-orang yang mengontrol dan menegurnya.

Dalam ajaran Islam ada tiga pilar penegakkan hukum, yang pertama adalah takwa individu. Ini bisa ditanamkan dengan memberikan pembinaan kepada individu dalam sebuah masyarakat. Tapi ingat, mengandalkan penegakkan hukum hanya kepada pilar ini saja, tentu langkah yang ceroboh, Non. Karena walau bagaimana pun juga masyarakat itu sangat mempengaruhi gaya hidup individunya. Bila masyarakatnya senewen, maka jangan harap individunya juga bener. Itu sebabnya, harus ada kontrol atau pengawasan dari masyarakat. Firman Allah Swt.:

?ˆ???„?’?????ƒ???†?’ ?…???†?’?ƒ???…?’ ?£???…?‘???©?Œ ?????¯?’?¹???ˆ?†?? ?¥???„???‰ ?§?„?’?®?????’?±?? ?ˆ???????£?’?…???±???ˆ?†?? ?¨???§?„?’?…???¹?’?±???ˆ???? ?ˆ???????†?’?‡???ˆ?’?†?? ?¹???†?? ?§?„?’?…???†?’?ƒ???±?? ?ˆ???£???ˆ?„???¦???ƒ?? ?‡???…?? ?§?„?’?…?????’?„???­???ˆ?†??

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan (Islam), menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. ali Imr?¢n [3]: 104)
Nah, pilar yang ketiga, sebagai benteng terakhir tegaknya hukum adalah penerapan aturan dan sanksi oleh negara.

Faktanya sekarang, takwa individu udah melorot, pengawasan masyarakat juga kendor, eh, penerapan aturan dan sanksi oleh negara juga jebol. Hasilnya? Ya kayak sekarang ini, dalam kasus tayangan video klip yang amburadul aja pemerintah menutup mata, malah tragisnya mereka sibuk mengamankan posisi jabatannya masing-masing. Ih, parah banget kan?

Jadi kalo kita ingin menggugat tayangan video klip yang makin bejat ini, maka tentu nggak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan seperti menulis dalam buletin ini saja. Tapi kudu ada kerjasama semua pihak dari kalangan kaum muslimin untuk meminta dengan sangat kepada pemerintah supaya menerapkan aturan dan sanksi yang benar dan tegas.

Terus, kita juga kudu sadar, bahwa sistem Kapitalisme yang mengatur kehidupan kita selama ini nggak bakalan mampu menyelesaikan?  berbagai persoalan, termasuk kasus ini. Suer, hanya Islam yang diterapkan sebagai akidah dan syariat yang bakal mampu memecahkan berbagai problem kehidupan saat ini, termasuk masalah video klip ini.
Oke, solusi praktisnya kamu harus bisa memilih dan memilah tayangan video klip. Tapi stop–bukan cuma sebatas itu–kamu juga kudu mendalami Islam. Caranya? Ngaji dong!

(Buletin Studia – No.047/Tahun 2)

%d bloggers like this: