Tidur

Tidur sudah identik dengan kemalasan. Kalau orang bertanya, “Tadi siang lagi ngapain?” dan jawabannya tidur, wah mengesankan kalau kita itu malas.

Tapi tahukah kamu kalau tidur adalah salah satu kebutuhan jasmani kita? Bahkan kebutuhan yang penting? Sama pentingnya dengan makan dan minum?

Itulah yang sudah dikatakan para peneliti kesehatan. Mereka amat percaya kalau tidur itu penting banget. Kata mereka, bila tubuh manusia diforsir tanpa jeda relaksasi dan tidur yang cukup, maka tubuh manusia akan ambruk. Persis seperti mesin yang dipaksa bekerja tanpa istirahat dan perbaikan suku cadang. Kurangnya tidur yang cukup juga dapat berdampak secara psikologis atau kejiwaan. Biasanya, mereka yang kurang tidur akan mudah marah, sulit berkonsentrasi dan ragu-ragu mengambil keputusan.

Penelitian soal tidur nggak main-main. Sejumlah penelitian mengenai dampak kurangnya tidur yang cukup membuktikan hal ini. Dr. Eve Van Cauter, salah seorang peneliti di Universitas Chicago telah menemukan beberapa dampak pada kesehatan tubuh yang berkaitan dengan hutang tidur. Menurut penelitian yang dia lakukan, dampak kondisi tersebut sangat berbahaya bagi tubuh. Misalnya, sekelompok laki-laki muda yang sehat setelah tidur hanya empat jam selama 6 hari berturut-turut, hasil tes kesehatan mereka cukup mengkhawatirkan. Kemampuan mereka untuk melakukan proses penyimpanan glukosa berkurang hingga 30 persen, karena kemampuan insulin yang mereka miliki sangat jauh berkurang. Selain itu kadar hormon stres (kortisol) meningkat, padahal hormon tersebut dapat mengakibatkan hipertensi dan gangguan kemampuan mengingat jika kadarnya tinggi dalam waktu lama.

Hutang tidur juga dapat menurunkan kemampuan berfikir. Kolonel Gregory Belenky, salah seorang dokter militer amerika yang memperdalam masalah tidur, melakukan penelitian untuk mengetahui dampak kurang tidur pada tentara AS. Berdasarkan penelitian, diketahui terjadi penurunan fungsi otak secara keseluruhan. Dengan alat yang bisa menampilkan gambaran otak menggunakan teknologi canggih, ditemukan bahwa kerusakan yang lebih parah terjadi pada daerah yang bertanggung jawab terhadap perhatian, perencanaan yang rumit, proses mental yang kompleks, dan pada wilayah pengambilan keputusan.

Bahaya hutang tidur juga diakui oleh dr. William Dement, salah seorang staf klinik gangguan tidur, Universitas Stanford. Dalam sebuah presentrasi di depan kongres AS, ia memaparkan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan bencana di negara tersebut. Menurut pengarang buku The Power Of Sleep, berdasarkan hasil investigasi didapatkan bahwa beberapa kecelakaan fatal disebabkan karena kurang tidur. Antara lain, tumpahnya minyak Exxon Valdez di Alaska pada tahun 1989 dan terjadinya potensi kebocoran pada pembangkit nuklir di pulau Three Mile pada tahun 1979. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena para petugas kesehatan dan masyarakat belum dapat mengenali dengan benar bahaya kurang tidur.

Kekurangan tidur juga dapat mengakibatkan kondisi yang mengkhawatirkan bagi kesehatan tubuh. Profesor Allan Hobson, salah seorang psikiater Fakultas Kedokteran Harvard mengatakan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pemusatan perhatian. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan seseorang menjadi resah, mudah marah, dan tidak dapat memusatkan perhatian. Menurutnya, norepineprin, suatu senyawa kimia yang dibutuhkan untuk memusatkan perhatian pada kondisi normal akan banyak disimpan pada saat orang bermimpi ketika tidur. Jika norepineprin ini kurang kadarnya salah satu sebabnya adalah kurang tidur

ooOoo

Soal tidur ini, agama kita sudah jauh-jauh hari mengingatkannya. Malah Allah SWT. memberi kabar buat kita bahwa Dia sudah menciptakan waktu khusus bagi manusia untuk beristirahat, yaitu malam hari. FirmanNya:

“dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,”(An Naba [78]:9-11).

Berkaitan dengan ayat-ayat? ini Imam Ibnu Katsir menafsirkan tentang ayat 9 dari surat An Naba ini sebagai berikut: Berhenti dari bergerak untuk mengistirahatkan tubuh, karena sesungguhnya anggota tubuh banyak bergerak dalam bertebaran di siang hari dalam rangka mencari penghidupan. Maka jika malam telah tiba dan menenangkan, tenanglah pergerakan anggota tubuh maka beristirahatlah sehingga manusia lelap tertidur, yaitu istirahat bagi tubuh dan ruh secara bersamaan.

Mahasuci Allah yang sudah memberikan pengaturan waktu buat kita. Dia menciptakan waktu untuk beraktivitas, dan dia juga menciptakan waktu untuk beristirahat. Semua ada porsi, ada jatah yang harus kita kerjakan dengan tepat. Salah dalam mengatur porsinya kita sendiri yang rugi.

Misalnya, waktu malam hari yang harusnya dipakai untuk istirahat, eh malah dipake begadang. Masih untung kalau acara begadang itu untuk tujuan yang positif seperti ronda, mengerjakan tugas sekolah, belajar, atau pengajian. Seperti kata H. Rhoma Irama:

Begadang jangan begadang

Kalau tak ada artinya

Begadang boleh saja

Kalau ada artinya

Giat beribadah yang dikerjakan para sahabat, juga oleh Rasulullah saw., bukan berarti mereka melupakan kebutuhan untuk istirahat termasuk tidur. Sewaktu mendengar tekad seorang pemuda yang ingin menghabiskan setiap malam untuk qiyamul layl, Nabi Muhammad saw. menegurnya. Kata beliau, “Aku shalat (malam), tapi aku juga tidur.” Begitupula saat keletihan membayang di wajah Abdullah bin Umar ra. – salah seorang sahabat yang rajin beribadah –, beliau saw. menasihatinya untuk beristirahat. “Sesungguhnya pada matamu ada hak, pada badanmu juga ada hak,” kata Rasulullah saw. pada putra Umar bin Khaththab itu.

Wah, kalau begitu jangan pernah menyepelekan soal tidur. Biar orang lain menuduh kita malas, tapi kalau mata udah nggak bisa diajak kompromi sebaiknya kita memang tidur. Karena kebutuhan jasmani memang penting banget. Salah pemenuhannya, apalagi nggak dipenuhi badan kita yang cuma satu-satunya bisa sakit.

Tapi itu juga bukan berarti kegiatan kita melulu melukin bantal. Seperti halnya makan, kebutuhan tidur itu bisa diatur. Bila makan itu harus dipenuhi saat kita lapar, dan berhenti menjelang kenyang, kebutuhan tidur juga begitu. Kalau badan masih segar bugar, ngapain juga tidur? Tidur juga nggak mesti lama-lama, asalkan nyenyak, sampai di situlah kebutuhan tidur kita.

Gimana, jelas kan? Aturlah segala kegiatan kita sebaik-baiknya jadi selesai tepat waktu, tidak bikin badan keletihan, en…selamat bobo! [januar]

[pernah dimuat di Majalah PERMATA, edisi Maret 2004]

%d bloggers like this: