Apa Alasan Remaja Berpacaran? 13

Sebut saja Rendy, anak laki juragan kambing yang tinggal di perumahan elit kota ini. Wajahnya cool, badannya tegap dan berotot. Dengan penampilannya seperti ini, Rendy jadi idola di sekolahan. Jangan heran kalo pesonanya itu bisa membuat puluhan anak cewek merasa kudu bersaing untuk mendapatkan cintanya. Cinta dari seorang pria yang nyaris sempurna. Tentu, kalo kesempurnaan manusia hanya diukur dari bentuk luarnya; tubuh, wajah, dan pakaian yang membalut kulitnya.

Tampang Rendy memang oke. Dengan kata lain, cowok putih manis ini punya semacam bargaining power (cieee..), untuk bisa pasang pesona. Artinya, nggak malu-maluin kalo berlomba untuk jual pesona dengan anak cowok lain. Boleh dibilang, Rendy memiliki segalanya; wajah kece, bodi keren, pakaian oke punya, dan duitnya kayak nggak pernah abis. Lihat aja dompet doi tebel terus. Maklum, bokapnya tajir banget sebagai jurkam alias juragan kambing.

Seperti kebanyakan remaja lainnya, Rendy juga udah berani deket-deketan ama anak cewek. Maksudnya tentu bukan deket-deketan kayak lagi naik angkot, tapi doi udah berani nge-date. Nah, gebetan Rendy ternyata keren juga, Non. Lolita, nama anak gadis itu. Ia emang kesengsem berat ama Rendy. Pun sebaliknya, Rendy juga ngebet banget pengen jadian sama Lolita yang emang teman satu sekolahnya. Klop. Jadilah, dua insan lain jenis ini mengukir kisah cinta. Dengan latar belakang kehidupan yang nyaris kayak dalam cerita novel atawa sinetron, Rendy-Lolita jadi favorit di sekolah. Akhirnya, atas keputusan beberapa orang teman sekolahnya, mereka dinobatkan sebagai pasangan paling romantis tahun ini. Pokoknya, kalo ada anak sekolah yang mau seru ama pasangannya, buatlah seperti contoh; Rendy-Lolita.

Sampai suatu ketika, pasangan “favorit� ini bubar. Apa sebab? Lolita hamil dan Rendy nggak mau bertanggungjawab. Lolita bingung, sebab ia harus memilih di antara dua pilihan sulit baginya; membesarkan anaknya dengan risiko putus sekolah dan menanggung rasa malu atau, melakukan aborsi dengan risiko bagi keselamatan dirinya dan untuk melakukan itu ia sudah tahu hukumnya, dosa. Akhirnya, setelah mikir beribu kali, Lolita memutuskan untuk mengaborsi makhluk kecil yang tak berdaya itu. Mungkin karena pertimbangan bahwa ia musti meneruskan sekolah dan biar nggak malu. Sementara Rendy, ternyata doi bukanlah tipe lelaki jentel. Buktinya, doi berlepas tangan, bahkan konon doilah yang membujuk Lolita supaya melakukan aborsi. Alasannya, doi kudu lulus sekolah, kudu bisa kuliah, dan yang pasti memang belum siap jadi ortu. Nah, lho.

Inilah satu kisah tragis akibat pacaran. Masih banyak kisah serupa yang berawal dari hubungan haram ini. Seperti yang udah banyak disinggung di buletin ini. Kita nggak pernah bosen untuk ngingetin, bahwa pacaran itu adalah pintu menuju zina. Hampir di setiap kesempatan kita juga mengkampanyekan, bahwa pacaran adalah perbuatan haram dan wajib dihindari oleh setiap orang yang merasa dirinya Muslim. Pacaran adalah sarana menuju seks bebas. Iya kan? Sebab pacaran sendiri adalah gaul bebas, maka biasanya ada hubungan yang sangat erat, dan nggak heran kalo kemudian melakukan seks bebas. Ih?

Hubungan Rendy-Lolita yang kelewat hot dalam kisah fiktif di atas akhirnya berbuah malapateka. Yang rugi keduanya dan kedua ortunya. Udah gitu, dampak sekunder akibat gaul bebas ini makin tambah runyam; aborsi, kekacauan nasab (garis keturunan), dan penyakit menular seksual. Ih, serem amat ya?

Sekadar tahu saja, korban-korban akibat seks bebas yang kena PMS ini sudah ada sejak dulu. Bahkan orang-orang top di jamannya; seperti gerombolan Columbus, Julius Caesar dan Cleopatra VII, Raja Charles V, Charles VII, Raja Henry VIII, lalu Edward VI, Peter Agung, Katarina Agung, hingga Benito Mussolini, Napoleon Bonaparte, dan Adolf Hitler adalah tokoh-tokoh dunia yang terkenal sebagai penderita penyakit kotor sipilis dan gonorhoe. Juga bisa ditunjuk hidung rombongan selebritis Hollywood macam Brad Davis, Rock Hudson, Fredy Mercury, Tony Richardson, dan Ian Charleson. Mereka koit dihantam AIDS.

Itu sebabnya, tradisi jahiliyah ini mesti digugat keberadaannya. Sudah saatnya budaya yang lahir dari peradaban rusak ini diboikot, bahkan seharusnya dihilangkan dari daftar pergaulan muda-muda Islam. Jangan sampe kejadian serupa menimpa adik-adik kita yang mulai beranjak remaja. Pokoknya harus dihilangkan dari benak remaja Islam. Ya, untuk selamanya.

Pacaran di mata remaja
Banyak teman remaja yang kalo ditanya tentang alasan mereka berpacaran acapkali memberikan alasan seperti ini: pacaran bisa meningkatkan semangat belajar; pacaran diakui mampu menghilangkan kejenuhan alias bikin hidup lebih hidup; pacaran juga untuk mengetahui pribadi pasangan dari yang dicintainya supaya kalo jadi nikah nggak perlu ragu-ragu lagi; pacaran pun diyakini bisa membawa rejeki nomplok (ih, matre amat?); bahkan ada yang mengaku sekadar iseng doang. Alasan lainnya, ada yang mengakui bahwa pacaran adalah jalan terbaik untuk menemukan cinta sejati alias bisa memilah dan memilih siapa pasangan yang memang oke punya (emangnya sepatu?). Dan seabrek alasan lainnya. Mari kita bahas alasan-alasan mereka.

Pacaran bisa meningkatkan semangat belajar? Walah, kayaknya semut juga ketawa tuh kalo denger. Padahal kenyataan di lapangan sangat berbeda. Teori ama praktik bertolak belakang banget. Kalo emang pacaran bisa menambah semangat belajar, tapi kenapa banyak yang amburadul sekolahnya gara-gara menjalani aktivitas ini? Ingatannya sangat tajam kalo disuruh mengingat nama gacoannya, atau tentang kehidupan pasangannya, dan tentang beragam hal yang berkaitan dengan pasangannya. Tapi kalo ditanya tentang hukum gas ideal dalam pelajaran kimia langsung memantul sempurna alias kagak tahu. Tiap malam minggu selalu ada jadwal wakuncar alias waktu kunjung pacar. Lalu kapan mau belajarnya?

Apalagi di sampul bukunya ada foto yang ia sebut kekasihnya. Coba, maksud hati belajar, ternyata malah memandangi terus foto si dia. Di dinding kamarnya, bukannya dipenuhi dengan tulisan rumus-rumus fisika, matematika, atawa kimia yang emang bikin puyeng, tapi malah banyak ditempeli foto-foto pacarnya. Wah, gimana mau bisa belajar? Padahal, setahu penulis, banyak juga yang semangat belajarnya tinggi tanpa kudu menjalani pacaran. Sebaliknya, waktu sekolah dulu, ada teman penulis yang main api asmara, malah belajarnya tambah berantakan bin terbengkalai.

Kalo soal rajin dateng ke sekolah emang bener. Tapi yakinlah, tujuan utamanya bukan untuk belajar, tapi cuma pengen ketemu si dia. Bener kan? Aduh, kayaknya ada yang mesem-mesem aja kena sindir nih.

Alasan lain, pacaran katanya bisa bikin fresh pikiran kita. Aduh biyung, kayaknya perlu diedit lagi alasan ini. Yakinlah, itu cuma mengada-ada aja. Buktinya, malah banyak teman remaja yang dibikin puyeng tujuh keliling gara-gara pacaran. Bisa jadi sama puyengnya bila disuruh menurunkan rumus E=mc2. Salah-salah malah ngeluarin pernyataan yang bikin ngakak seisi kelas, sebab doi menyatakan bahwa E=mc2 artinya Einstein mencret-mencret!

Coba aja, bagi teman remaja yang udah saling mengikat janji, rasa ingin memiliki selalu ada. Makanya, setiap pasangannya?  jauh, ia rindu. Belum lagi kalo pulang sekolah atawa les malam hari, ada perasaan kalo nggak dianterin, takut kenapa-kenapa. Pokoknya jadi beban deh. Padahal sebelum jadian, boro-boro punya pikiran begitu. Bener nggak? Jadi emang tambah bikin pusing seratus keliling.

Eh, temen remaja muslim, ada juga lho teman kamu yang pacaran dengan alasan untuk mengetahui kepribadiannya, supaya kalo jadian nikah nggak usah ragu en berabe lagi. Ya, siapa tahu, kali aja ada yang nyangkut satu untuk dijadikan istrinya nanti. Waduh, sepintas memang oke juga ya tujuannya? Tapi tetap aja alasan seperti ini nggak bisa dibenarkan. Kalo niatnya udah kuat untuk nikah, ngapain kudu pacaran segala? Sebab, kenyataannya banyak juga yang justru setelah berpacaran sekian tahun, malah bubar dengan alasan nggak ada kecocokan. Itu sih, bilang aja mau coba-coba. Lagipula, itu adalah wujud kepengecutan mereka, sebab, kalo udah nikah mungkin nggak bisa sembarangan mutusin. Makanya bagi mereka yang pengecut, pacaran adalah alternatif untuk coba-coba. Kalo nggak cocok kan bisa bilang goodbye. Celakanya, kalo sampe dicobain luar-dalam, wah? Cowok or cewek yang begitu ketahun banget niat jeleknya. Ih, jangan sampe deh kamu juga begitu rupa.

Lagian, kalo alasannya adalah untuk mengetahui info tentang doi, tanya aja sama temannya yang yang emang udah akrab dan bisa dipercaya, atau bisa juga kepada keluarganya. Beres kan? Nggak sulit kok.

Alasan teman kamu yang model begini bisa kita mentahkan. Buktinya banyak juga pasangan yang tidak melalui proses pacaran, malah bahagia-bahagia aja tuh dalam rumah-tangganya.

Sobat, bagi kamu yang laki, pacaran juga bisa nguras dompet kamu, lho. Dan tentu bagi yang cewek ketiban rejeki nomplok; dijajanin, main ke tempat hiburan, dibeliin baju, dan seabrek “gula-gula� lainnya. Soalnya, malu dong kalo kebetulan ketemu sama teman lain, pas kamu lagi jalan sama pacar terus diledekin dengan plesetan syair lagu Iwan Fals: “jalan berdampingan tak pernah jajan-jajan�

Ya, ini namanya cinta terpadu alias terpaksa pakai duit. Fakta ini jadi klop dengan tulisan-tulisan yang suka nemplok di pantat truk, “Senyummu merobek kantongku!� (copeeet kali)

Sikap kita
Kawan, bagi kamu yang masih aktif pacaran, segera melakukan pembenahan; putusin aja pacar kamu. Pelajari Islam. Yakinlah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu. Nggak usah ragu, jodoh di tangan Allah, bukan di tangan hansip (maksudnya kalo kamu kepergok lagi “begituan� sama hansip).

Bagi kamu yang belum terjun ke dalam aktivitas ini, hindari segala peluang yang bakal menyeret kamu ke dalam pergaulan bebas ini. Pelajari Islam, sering hadir di majlis taklim, pengajian sekolah dan bertemanlah dengan anak-anak sholeh di sekolah dan lingkungan tempat tinggalmu. Insya Allah itu bakal meredam keinginan kamu terhadap aktivitas gaul bebas yang emang berbahaya itu.

Firman Allah Swt:
?‚???„?’ ?„???„?’?…???¤?’?…???†?????†?? ?????????¶?‘???ˆ?§ ?…???†?’ ?£???¨?’?µ???§?±???‡???…?’ ?ˆ???????­?’?????¸???ˆ?§ ?????±???ˆ?¬???‡???…?’ ?°???„???ƒ?? ?£???²?’?ƒ???‰ ?„???‡???…?’ ?¥???†?‘?? ?§?„?„?‘???‡?? ?®???¨?????±?Œ ?¨???…???§ ?????µ?’?†???¹???ˆ?†??
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS an-N?»r [24]: 30).

Sobat, pacaran adalah salah satu pemenuhan yang salah dari naluri mempertahankan jenis. Sebab, pemenuhan dan penyaluran yang sah menurut Islam adalah dengan menikah. Sabda Rasulullah saw.:

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung� (HR Bukhari)

Allah juga menegaskan dalam firman-Nya:
?ˆ???„?’?????³?’?????¹?’???????? ?§?„?‘???°?????†?? ?„?§?? ?????¬???¯???ˆ?†?? ?†???ƒ???§?­?‹?§ ?­?????‘???‰ ???????’?†???????‡???…?? ?§?„?„?‘???‡?? ?…???†?’ ?????¶?’?„???‡??
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.â€? (QS an-N?»r [24]: 33)

Jadi, alasan-alasan kamu yang menjalani aktivitas pacaran semuanya tertolak secara logika, apalagi hukum Islam. Alasan-alasan tersebut hanyalah justifikasi alias pembenaran terhadap maraknya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Padahal semua itu dilarang dalam ajaran Islam. Sebab, kita hanya hidup dengan Islam, dan hidup hanya untuk Islam.

(Buletin Studia – Edisi 069/Tahun ke-2)

13 thoughts on “Apa Alasan Remaja Berpacaran?

  1. Thi3-v@ Nov 12,2007 13:26

    ass,,,

    aq setuju bgt dg ne artikel,,,,

    dlm islam tu g da istilah PACARAN,,,,,,

    pacaran tu emg dibolehin,,,tapi,,,,,,Abis Nikah,,heheheh

  2. zeenTa,,cuDeE Dec 17,2007 21:26

    emg c bneR bgd..ql aq pcrn c gg jlz zbab.a,.
    gengzy qaleE,.
    tp qw hrz gmn dunk,?

  3. ??? Oct 18,2008 15:53

    aduh…
    qu og pcran ya…
    tp knp prestasiku makin naik???
    nah lo…:p

  4. marzuki Oct 31,2008 21:07

    gimana caranya menghilangkan perasaan jatuh cinta pada lawan jenis

  5. rizki Nov 5,2008 22:37

    bagi kalian yang masih remaja termasuk saya, hidup tuh harus pake konsep dan tujuan… sederhana koq… “klo kelak di masa yang akan datang nanti saya mau jadi apa ya…?”

    ada 3 pilihan konsep:

    1. Tidak berpacaran, Fokus menuntut ilmu untuk masadepan dan sukses di masa depan, punya anak+istri yg cantik dan solehah…

    2.Berpacaran,gaul hedonis, Punya tujuan yang sama tapi ga fokus, masa depan “gimana nanti”… tp ntar dapet istri yang cantik tapi “ga soleh..”

    3. menyeimbangkan no 1 dan 2…

    hayoooh pilih mana…?

    Klo mau diseimbangin susah banget looh… mending masa remaja tuh di isi dengan berbagai macam ibadah, termasuk menuntut ilmu..

    berdasarkan hasil penelitian juga pada umumnya orang-orang yang hidupnya sukses adalah pada masa remajanya yang memilih konsep no.1

    perbandingannya adalah 87% : 13%
    87% yang sukses
    13% yang sukses

    hehe… klo saya sih pilih no.1 coz menuntut ilmu tuh “nikmat” lhooo..

  6. rizki Nov 5,2008 22:38

    Ralat…

    87% yang sukses
    13% yang ga sukses…

    maap yaah
    heuheu

  7. Alam Jan 3,2010 21:40

    Ass..
    Af1 jidan…
    Ikut gbung blehkan…
    Mm…
    Tpi law mnurut ane pcaran emang haram, Mw Apaun bentuk’y dan jenis pacaran apa yg di jalani tetep HARAM!!!!…
    “there are no comments for once dating remains illegitimate illegitimate!!”/..

  8. Alam Jan 3,2010 21:46

    SAY NO TO PACARAN!!!!!…
    ALLAHUAKBAR!!!…

    Bukan karna suatu apapun yg memaksa aku untuk mengatakan itu smw,
    Tpi Cuma 1 yg mendasari smw itu…

    Karna-Nya!!!!
    ?

  9. anna Jan 8,2010 09:43

    sya og lgi lieur….
    mdh2n ALLAH menjaga qta smwa dri prbuatan dosa yg stu ini. Amin

  10. abubakar Jan 15,2010 11:46

    adik-adik pacaran ngga pacaran kan cuma pernyataan,
    klo ngga pacaran tapi sangat dekat sehingga hubunganya seperti suami istri kan salah juga…
    tidak mengenal wanita salah juga…,
    bergaulah sewajarnya anak muda jangan membatasi tapi tau aturan… hindari zinah…
    masa muda cuma 1 kali dari pada nanti kawin malah gagal dan menyesal.

    dekat dengan wanita kan(dekat = teman curhat/ teman jalan) boleh tapi tau diri dan aturan agama…ok.

    nikmati hidup teman…

  11. Andan Satyagraha Jan 15,2010 17:27

    cara terlepas dari pacaran :

    Coba tanya dalam hati “MANA YANG LEBIH AKU CINTA, ALLAH ATAU PACARKU?”

    Saya sudah pernah mengalami pacaran, dan saya bisa berhenti karena pertanyaan tadi.

  12. m.arif budiman Apr 2,2010 15:36

    Wah mas. Firman Allahnya ayatnya kok gak jelas gitu ??? kok muncul tanda seru dan tanya ?? tolong diperbaiki ya ??? Tapi tulisan antum bagus banget. Saya setuju banget kalau pacaran haram.

  13. rizal dwijayatna Apr 27,2010 00:09

    dari bberapa survey yang sya lakukan terhadap beberapa responden yang pernah berpacaran…..
    kesimpulan yang saya dapatkan:

    pacaran dapat menyebebabkan KETAGIHAN, KEHAMILAN, dan GANGGUAAN KEIMANAN…

    mustinya da fatwa haram dari MUI,,, sama seperti rokok !!!

Comments are closed.

%d bloggers like this: