Putus

Oleh Arif “Kita harus berhenti. Harus berani berpisah. Aku sudah menjelaskan padamu semuanya. Tidak ada bedanya kalau sekarang harus memberikan penjelasan lagi,” kataku padanya di suatu sore. Waktu serasa lambat berputar. Aku dengannya di sebuah kafe. “Tapi aku menyayangi kamu.” “Aku tahu. Aku juga menyayangi kamu. Karena itu aku menawarkan padamu, kita mengkaji Islam bersama-sama.” ...

Kereta Terakhir dari Jakarta

O. Solihin Ogi mondar-mandir gelisah sambil sesekali melirik arloji di tangannya. Sapuan angin malam mulai terasa dingin di kulit Ogi. Pandangan matanya dilemparkan ke dalam stasiun. Sudah agak lengang. Jam sudah menunjukkan pukul 21 tepat. Sepuluh menit kemudian muncul sesosok makhluk berlari-lari kecil menuju sta?siun Kota. Wajahnya lumayan cute dengan rambut yang agak ikal. Ia ...

Mawar Telah Bertangkai

By: Imatuzzahra Dari jauh terdengar merdu. Asma Allah mengalun sendu. Sejuk. Indah terasa dapat menginjakkan kakiku di kota ini. Ya, kota sedingin salju yang telah kutinggali enam bulan yang lalu. Malam mulai merayap. Tapi aku bingung harus menginap di mana. Mataku nanar melihat angkot bersiliweran. Wartel. Ya itulah mungkin solusi. Kupencet-pencet tombol pesawat itu. Nyambung. ...

Ramalan Bintang

Oleh: Denny Prabowo “Percaya sama ramalan bintang?? Uh, gak banget, deh!” Dini memang paling tidak percaya dengan yang namanya ramal meramal. Apalagi ramalan bintang. Dia suka keki kalau melihat kedua sohibnya baca majalah, pasti rubrik zodiak yang pertama kali mereka baca. Mending kalau hanya sekedar iseng-iseng saja… nggak jarang, mereka bener-benar terpengaruh dengan isi ramalan ...

jempol kakiku…

[cerpen tanpa dialog] Oleh: -Ra Titik hitam di sela kuku jempol kakiku…Aku selalu membencinya, muak melihatnya, dan sebel tiap kali ia selalu muncul kembali, tak aneh jika membersihkan titik hitam itu kuanggap salah satu hal utama yang harus aku lakukan. Biar kecil tapi bikin bete. Aku tak pernah membayangkan, bagaimana jadinya ketika aku memperagakan sepatu ...

Bunga-bunga Dakwah

By: O. Solihin “Para pejuang kebenaran adalah orang yang paling pintar memaknai arti cinta. Mereka orang yang paling romantis. Rindu dan cintanya amat kuat menggebu. Demi cinta dan rindunya kepada kebenaran, ia rela menempuh cobaan. Telapak tangannya selalu basah oleh keringat, bahkan darah. Tapi tak pernah mengeluh dan terus berjuang. Pikirannya senantiasa dipenuhi cita-cita mewujudkan ...

Sang Pecinta dan Memori 14 Februari

By: Fauzan Muttaqien 14 Februari 2000 Gue dapet hadiah diary dari do’i gue yang nomor tiga. Ajaib juga tu anak, cowok kok dikasih diary. Namun gue terima aja sebagai tanda setia dari gue. Tapi eh, kenalin dulu, nama gue Valentino di Caprio. Aslinya sih cuma Valentino doang. Itu karena gue lahir di malam jum’at kliwon, ...

CIFI Girl’s

By: Aulia Rahman Cahaya matahari siang datang menggoda kota Bogor. Huh! …panas banget deh hari ini. Tapi ternyata ada yang lebih panas lagi, yaitu hatinya Fifi. Kepalanya juga muter-muter kayak komedi puter. Pusiiiiiing.. (lho kok kayak Mbak Peggy Melati yah?) Dari hasil investigasi, didapat bahwa pusingnya kepala Fifi yang mencapai 180 Rad disebabkan oleh sohib ...

Misteri Puisi Cinta Itu…

By: O. Solihin “Memalukan!” Ogi geram saat Jamil menyampaikan kabar bahwa ada anak rohis yang pacaran. “Mil, kamu nggak lagi bikin gosip murahan seperti ini kan?” Ogi masih kurang yakin. “Gi, pantang bagiku asal ngomong kalo nggak ada bukti.” Jamil menatap lekat wajah sahabatnya itu. Ogi mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan kemudian berjalan menuju ...

Lembayung Hati

By: Ria Fariana Sore itu di pelataran parkir SMU Cita terlihat cukup ramai. Beberapa siswi terlihat bermandi peluh. Tapi tetap wajah mereka terlihat riang dan sesekali canda tawa terdengar. Latihan cheerleaders untuk persiapan Hari Kartini yang masih dua minggu lagi sudah mulai dipersiapkan dengan serius. Gelar sebagai tim cheerleaders terbaik jangan sampai ternoda (cie…ternoda, emangnya ...
%d bloggers like this: