Dengan Islam, Kita Selamat 2

Oleh: Hari Mukti

Sekarang ini muncul kesan yang menggambarkan bahwa Islam itu kumuh, jelek, bahkan Islam biang aksi terorisme. Propaganda ini seharusnya membuat kaum muslimin tidak nyaman. Opini yang dikembangkan kalangan yang memusuhi Islam acapkali memberikan noda yang sepertinya sampai saat ini sulit untuk diubah. Umat Islam menjadi obyek penderita dan selalu dituduh ketika terjadi kasus-kasus yang merugikan banyak orang, khusunya pihak asing. Kasus Bom Bali, umat Islam langsung dicurigai sebagai pelakunya dan dicap sebagai teroris. Belum lama ini, kasus Bom di Hotel Marriott Jakarta, juga disebut-sebut pelakunya adalah kalangan Islam, dengan menuduh Jamaah Islamiyah berada di balik serangan tersebut.

Masalah lain yang juga sering memberi sumbangan jelek bagi Islam adalah masalah kebodohan umatnya saat ini. Di beberapa kalangan kaum muslimin, Islam diajarkan sebatas pengetahuan seputar ibadah mahdoh dan akhlak semata. Kesannya Islam jadi semacam ritual saja. Di masjid-masjid yang dikaji masalah bersuci, shalat, puasa, dan nikah. Tidak lebih dari itu. Akibatnya banyak di antara kaum muslimin yang memiliki semangat mencari ilmu menjadi malasa dan bosan dengan kondisi ini. Islam bahkan dianggap tidak mampu menyelesaikan problem kehidupan yang ada saat ini.

Remaja Islam harus sadar dengan kondisi ini. Tenaga, waktu, semangat, dan pemikirannya dibutuhkan untuk meyakinkan siapa saja bahwa Islam tidak identik dengan kekerasan, apalagi aksi terorisme yang saat ini dituduhkan Amerika. Kita juga harus bisa meyakinkan bahwa Islam adalah ideologi. Jadi, beragam kajian dalam Islam menjadi sangat luas. Tidak hanya sebatas masalah ibadah saja, tapi juga dakwah, syariat, termasuk pemerintahan yang meliputi pengaturan ekonomi, pendidikan, peradilan, budaya, sosial, dan juga politik. Islamlah yang akan menyelamatkan kondisi kehidupan yang sedang mengalami kehancuran ini.

Remaja Islam, saya sangat menaruh harapan kepada mereka. Sebab, dengan energi yang masih banyak, bisa digunakan untuk menumbuhkan kesadaran umat ini tentang pentingnya kebangkitan Islam. Saya mengajak remaja Islam untuk senantiasa berpikir dan bekerja untuk menyebarkan ajaran Islam ini. Di tangan para pemudalah, Islam menjadi perkara utama yang harus mendapat perhatian lebih.

Alangkah bahagiannya kita, para orangtua, yang menyaksikan semangat para pemuda yang senantiasa menyala untuk memperjuangkan Islam. Semoga anggapan tentang Islam yang identik dengan kekerasan, identik dengan citra kumuh, bahkan kuno segera terhapus dari benak umat ini dan juga umat lain.

Semoga melalui perjuangan para remaja dan pemuda Islam untuk meyakinkan bahwa Islam itu penyelamat kehidupan, akan mengubah imej yang sebelumnya melekat erat bahwa Islam tak lebih dari sekadar ibadah ritual belaka, menjadi keyakinan yang pasti bahwa Islam itu modern dan bisa mencerahkan pemikiran setiap orang yang mengkajinya. Kaum muslimin seharusnya bangga memiliki ideologi Islam ini. Karena, Islam memiliki metode pemecahan terhadap beragam masalah yang ada saat ini.

Ambil contoh masalah sosial yang saat ini cukup memprihatinkan. Rumah tangga yang retak gara-gara istri atau suami melakukan selingkuh. Atau orangtua menelantarkan anaknya. Untuk masalah ini, Islam memiliki aturan untuk menyelamatkan umat manusia dari jurang kenistaan. Misalnya menerapkan pengaturan pergaulan antara pria dan wanita, pengasuhan anak, dan sekaligus memberikan sanksi bagi yang melanggar. Islam akan menyelamatkan kehidupan ini, jadi kenapa musti takut dengan Islam? Wallahu’alam.[]

[pernah dimuat di Majalah PERMATA, edisi Oktober 2003]

2 thoughts on “Dengan Islam, Kita Selamat

  1. avi Feb 26,2009 07:41

    jazzakallah…..

  2. yudo pratomo Mar 4,2009 14:17

    saya setuju bahwa islam menyelamatkan tapi kan nggak otomatis masuk surga di hadist aja hanya 1 diantara 73 golongan…trus bgm dg bangsa indonesia yang mayoritas muslim tapi para pemimpinnya korup..gajinya nggak halal…hasil dari tempat prostitusi…diskotik…kafe miras…panti pijat plus-plus …yang dibiarkan meraja lela ………..lalu dimanakah kebanggaan kita sbg umat….naik haji bisa berkali kali…tapi tetangga masih makan nasi aking….partai islam bertaburan tapi syariat tak bisa ditegakkan cuma cari kedudukan dan makan uang rakyat…sudah di sunahkan golongan golongan hanya berbangga..bangga dengan golongannya sendiri…miskin solusi….masjid masjid hanya mengumpulkan uang infak..hanya di tabung…nggak ada manfaatnya buat umat…umat hanya di cekoki akidah…ajaran ajaran yang nggak ada contoh praktek solusi umat dan dunia dan saya pikir belum ada tuh lsm yang islami selain MER-C yang exklusif buat dokter………..trus….bgm kita bisa bangga? kalau menyerukan anti pornografi ya jangan tanggung..tanggung…tempat maksiat yang lain minta ditutup dong…kader PKS aja bisa terjerumus…bgm dg orang awam?

Comments are closed.

%d bloggers like this: