Ir. Umar Abdullah 4

“Melawan Voice of Amerika”

Dakwah via radio dianggap cukup efektif memberikan opini kepada masyarakat. Itu sebabnya, Ir. Umar Abdullah, penggagas sekaligus Direktur Voice of Islam mengaku merasa yakin ide menyebarkan Islam via radio akan mendapat sambutan dari masyarakat. Berikut wawancaranya dengan GI-Online.

umar-abdullah-sekeluarga-1.jpg

Alasan apa saja yang mendasari Anda membangun Voice of Islam?

Yang pertama, saya ingin agar dakwah Islam sebagai sebuah ideologi bisa masuk ke setiap rumah di Indonesia, menyapa sekaligus mengajak seluruh penduduk Indonesia untuk meningkatkan pemikiran dengan ideologi Islam. Karena hanya dengan inilah terjadi kebangkitan di masyarakat. Dengan kata lain, Voice of Islam adalah program yang menyuarakan Islam sebagai agama sekaligus metode kehidupan. Yang kedua, nama “Voice of Islam” itu mudah menyebutnya dan mudah mengingatnya. Kata orang pemasaran, carilah nama yang mudah diingat.

Apakah hal ini sebagai upaya menyaingi Voice of America?

Ya, betul, bahkan insya Allah Voice of Islam (VoI) akan berhasil memenangkan pertarungan melawan Voice of America (VoA). Kami akan berusaha memenangkan pertarungan ini mulai dalam tataran ideologis, kemasan program, hubungan dengan radio-radio, hingga kedekatan dengan pendengar Voice of Islam. Karena kami yakin, masyarakat Indonesia masih memiliki perasaan yang Islami, tinggal bagaimana kita mendekatkan Islam kepada masyarakat dengan cara yang nyaman, yang menggugah perasaan sekaligus mengarahkan pemikiran agar mengenal Islam sebagai agama dan sistem hidup yang sempurna, sembari membersihkan masyarakat dari pemikiran-pemikiran yang merusak.

Apa saja bentuk produk dari Media Islam Net ini?

Media Islam Net berkonsentrasi menghasilkan produk-produk yang bisa diakses oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Sarana yang dipakai adalah melalui televisi yang diakses oleh 93 % penduduk di Indonesia dan radio yang diakses oleh 63 % penduduk kita. Pada tahap awal, Media Islam Net mengembangkan dan mematangkan program Voice of Islam untuk radio-radio di seluruh Indonesia. Tahap selanjutnya, kita sedang merintis pembuatan produk-produk untuk ditayangkan televisi nasional.

Model kerjasama dengan radio seperti apa?

Kami buat program Voice of Islam dalam kemasan yang sudah matang alias pihak radio tinggal memutarnya. Kami menyediakan 30 topik untuk satu bulan. Bulan berikutnya 30 topik lagi, begitu seterusnya. Kami memberikan program ini kepada pihak radio secara gratis, dan kami meminta pihak radio menyediakan slot waktu 30 menit setiap harinya untuk memutar program VoI. Bagi pihak radio, program ini menjadi program yang menyemarakkan program di radionya. Bahkan kami berharap program VoI ini ikut mendongkrak rating atau popularitas radio tersebut di kotanya. Selain itu VoI bisa menjadi bahan bagi pihak radio untuk mencari pendapatan melalui sponsor. Hasil pendapatan dari pihak sponsor silakan diambil untuk pihak radio. Intinya, kami sangat berharap VoI ini mendatangkan berkah Allah untuk semuanya, untuk kami, pihak radio, dan untuk masyarakat. Semoga Allah memberkahi program ini.

Sejauh ini, sudah berapa radio yang bekerjasama dengan VoI?

Sampai tanggal 11 Juli 2007 sudah 94 radio di 94 kota yang bersedia bekerja sama dengan Media Islam Net untuk menyiarkan program Voice of Islam. Mulai dari radio pemerintah seperti RRI dan RSPD hingga radio-radio swasta. Mulai dari radio dangdut hingga radio hip hop. Mulai dari radio dakwah hingga radio umum.

Tersebar di mana saja?

Ke-94 radio tersebut tersebar dari Banda Aceh hingga Sorong, dari Gorontalo hingga Lombok Timur. Alhamdulillah, dalam waktu satu bulan pertama VoI telah tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Target 2 tahun ke depan apa saja?

Kami berharap –dengan pertolongan Allah– Voice of Islam disiarkan oleh radio-radio di setiap kota di seluruh Indonesia hingga tidak ada rumah yang tidak mendengarkan dakwah Islam ideologis ini. Yang kedua, kami berharap –dengan kekuatan Allah—Voice of Islam menjadi program radio terbaik di Indonesia hingga materi Islam ideologis menjadi pembicaraan hangat di masyarakat Indonesia. Sehingga makin hari makin banyak orang yang membuang kekufuran dan beralih mencintai Islam, makin banyak yang meninggalkan kemaksiatannya kepada Allah dan berusaha menjadi hamba Allah yang shalih yang menerapkan Islam dalam kehidupannya, dan semakin banyak pula pemuka-pemuka masyarakat dan tokoh-tokoh militer yang siap menjadi penolong agama Allah. Semoga Allah membukakan pintu pertolongan-Nya melalui jalan ini. Mohon doanya, mohon dukungannya.

Mengingat dakwah via radio cukup efektif, apakah ada rencana membuat siaran radio sendiri?

Kami tidak ada rencana membuat stasiun radio atau stasiun televisi sendiri. Kami ingin fokus membuat program-program radio dan televisi. Karena kami melihat fakta bahwa yang dicari oleh pendengar radio dan pemirsa televisi adalah program, bukan stasiun pemancarnya. Selanjutnya program-program yang beragam akan kami buat untuk memenuhi segmen yang berbeda-beda.

Lebih jauh dari itu, kami berharap stasiun-stasiun televisi dan radio, baik yang bekerja sama dengan kami maupun yang tidak, mau mengkonversi dirinya dari stasiun-stasiun pemancar program-program yang tidak Islami menjadi stasiun-stasiun pendukung Syari’ah dan Khilafah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Apa harapan Anda bagi kaum muslimin dalam syiar Islam via radio ini?

Kepada pemilik radio, jadikanlah radio anda sebagai ladang amal shalih anda. Yakinlah, jika anda memanfaatkan radio anda untuk mendakwahkan Islam, maka mikrofon, mixer, komputer, pemancar dan gelombang radio anda akan menjadi saksi di hadapan Allah kelak bahwa anda seorang pengemban dan pendukung dakwah Islam. Jika ada salah seorang pendengar radio anda bertaubat atau menjadi orang yang shalih setelah mendengar program yang anda siarkan, maka itu adalah lebih baik dari dunia seisinya.

Kepada masyarakat pendengar radio, jadikan radio sebagai sarana untuk beramar ma’ruf nahi mungkar, sarana untuk belajar Islam, sarana untuk mencari hiburan yang Islami. Tegurlah radio-radio yang kurang mengindahkan moralitas dan mengusung ide liberalisme kapitalistik.

Dan ketika Khilafah berdiri nanti –insya Allah sebentar lagi— radio menjadi salah satu sarana pendidikan masyarakat, membina masyarakat agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah, juga menjadi sarana untuk beramar ma’ruf nahi mungkar kepada Khalifah yang sangat kita cintai.[]

Profil Umar Abdullah

Nama : Umar Abdullah

TTL : Surabaya, 18 Juni 1974

Ras : Toraja, Bugis, China

Anak : Fathimah Nurul Jannah Leboe, Abdullah Musa Leboe, Taqiyuddin Abdurrahman

Leboe

Pendidikan : Sarjana Pertanian IPB

Pekerjaan : Menulis Naskah dan Skenario Film Sejarah

Hobi : Membaca Kisah-kisah Peradaban Islam dan Peradaban Kapitalisme

4 thoughts on “Ir. Umar Abdullah

  1. Syukri Anhar Oct 23,2007 22:31

    Assalamualaikium wr. wb.
    Bagaimana radio saya, PT. Radio Suara Singkil FM 98.9 Mhz dapat menjadi jaringan Voice of Islam ? Terima kasih atas tanggapannya. Salam.

  2. inda Nov 21,2007 14:00

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    Bagaimana radio saya, PT. Radio Suara Muhammadiyah (Mentari 94.7 Fm) Pekanbaru, sapat menjadi jaringan voice of islam? Mohan petunjuknya.
    Wassalam..

  3. Fayn Apr 10,2010 11:28

    Assalamu’alaikum…

    Saya juga ingin Ikut Berjuang melawan Voice of Amerika….

  4. ahmad fanani Mar 25,2012 10:55

    Semoga perjuangan anda berhasil dan didukung oleh 70.000 malaikat yang mendoakan anda siang malam walaupun tanpa bantuan orang-orang fasik, munafik indonesia.

Comments are closed.

%d bloggers like this: