Israel Tak Bisa Dibiarkan! 11

Oleh: O. Solihin

www.eramuslim.com

www.eramuslim.com

Serangan militer besar-besaran oleh Israel ke Gaza dengan dalih menghancurkan infrastruktur HAMAS, setidaknya sampai artikel ini ditulis, sudah menewaskan 280 warga Palestina. Serangan yang telah dilakukan Isreal sejak Sabtu (27/12) hingga ahad ini, telah mengundang kecaman dari berbagai pihak. Inilah bukti nyata pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel yang selama ini selalui didiamkan oleh Dewan Keamanan PBB dan juga Amerika Serikat. Terorisme yang dilakukan Israel adalah terorisme yang dilakukan oleh negara. Apalagi posisi Israel yang memang sebagai penjajah Palestina.

PM Israel Ehud Olmert mengatakan operasi itu mungkin akan berlangsung beberapa lama, tetapi ia berjanji untuk menghindari krisis kemanusiaan di wilayah itu. ?Tidak akan berakhir dalam beberapa hari,? katanya dalam sebuah pernyataan televisi, sambil didampingi Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni. [www.hidayatullah.com]

www.hidayatullah.com

www.hidayatullah.com

Ini membuktikan bahwa Israel memang merencanakan serangan tersebut. Selain tentunya serangan kali ini adalah bagian dari rangkaian serangan sejak mereka merampok Palestina pada 1948 silam. Saudara kita di Palestina akan terus menderita selama saudara-saudara mereka yang dekat dengan wilayah konflik tersebut tidak membantunya dengan alasan nasionalisme. Juga, selama penguasa-penguasa Timur Tengah di sekitar Palestina tidak mengirimkan bala tentaranya ke sana. Sekadar mengingatkan saja bahwa tentara Israel dari segi jumlah kalah jauh dengan pasukan gabungan seluruh negeri kaum muslimin (minimal di wilayah Timur Tengah).

Jumlah tentara Israel hanya 167.200 (tahun 2002). Sementara pada tahun yang sama, jumlah gabungan tentara negeri-negeri Islam di kawasan yang ?melingkari? Israel adalah 2.525.450 personel (dengan rincian: Iran: 540.000; Iraq: 389.000; Kuwait: 15.500; Lebanon: 72.100; Yordania: 100.500; Mesir: 450.000, Saudi Arabia: 124.500; Turki: 514.850, Syiria: 319.000. Subhanallah, kekuatan militer yang sangat besar. Tapi tragisnya, para tentara itu tidak dikerahkan untuk menghancurkan kezaliman dan kebiadaban yang diperagakan Israel sejak 1948 silam hingga kini. Para pemimpin negeri-negeri Islam lebih memilih diam sambil ?menikmati? penderitaan rakyat Palestina. Pikiran dan perasaan mereka lebih mengikuti jejak setan untuk tunduk kepada tekanan Amerika dan sekutunya dalam melindungi Israel. Menyedihkan. BTW, jumlah tentara gabungan tersebut saat ini kemungkinan jauh lebih besar lagi.

Bandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Khalifah Al-Mu?tashim Billah. Kepala Negara Daulah Khilafah Islamiyah ini mengerahkan ratusan ribu tentaranya ke Amuria-perbatasan antara Suria dan Turki-?hanya? untuk membela kehormatan seorang muslimah yang dinodai oleh seorang pejabat kota tersebut (waktu itu masuk dalam wilayah kekaisaran Romawi). Kemudian menaklukan kota itu dan menjadi wilayah Islam. Al-Mu?tashim begitu peka saat mendengar jeritan muslimah di kota itu: Wa Islama wa mu?tashima!, ?Di mana Islam dan di mana Khalifah Mu?tashim??. Kita rindu penguasa muslim yang peduli dan berani mengumandangkan jihad fi sabilillah dalam rangka menegakkan kalimat Allah dan membela kaum muslimin yang tertindas. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): ?Sesungguhnya Imam (khalifah) adalah perisai, dengan perisai itu Umat berperang dan melindungi dirinya.? (HR Muslim)

Jumlah kita besar, kekuatan militer kita dahsyat, seharusnya kaum muslimin menjadi umat yang kuat dan digdaya. Tapi, besarnya jumlah dan kekuatan militer tak akan ada artinya jika tak bersatu dalam komando pemimpin yang bisa menyatukan seluruh kekuatan Islam tersebut. Masih ada harapan untuk menyatukan kekuatan-kekuatan tersebut asal kaum muslimin mau berjuang demi tegaknya Khilafah Islamiyah.

Untuk saat ini, kita bisa melakukan banyak hal: Pertama, meminta pemerintah negeri ini (apalagi sebagai muslim) untuk mengerahkan tentaranya dalam melindungi rakyat Palestina dari kebiadaban Israel. Bisa bekerja sama dengan seluruh tentara di Timur Tengah untuk membebaskan Palestina. Kedua, pemerintah dan rakyat? sekaligus mengirimkan juga bantuan berupa tenaga medis, obat-obatan dan menggalang dana untuk dikirim ke Palestina supaya mereka bisa tetap berjuang di sana. Ini bisa bekerjasama dengan LSM/organisasi? yang dikelola kaum muslimin yang terbiasa terjun ke daerah konflik. Ijin mereka jangan dipersulit untuk bisa ke sana. Ketiga, minimal sekali kaum muslimin di sini (syukur-syukur di seluruh dunia) bisa membantu meringankan beban mereka dengan bantuan doa. Jangan remehkan kekuatan doa, insya Allah bisa menolong mereka untuk tetap bertahan dan berjuang di sana.

Mari menyadarkan seluruh kaum muslimin untuk bersatu dalam memperjuangkan tegaknya Islam di muka bumi ini dalam naungan Khilafah Islamiyah. Israel tak bisa dibiarkan. Oya, ini salah satu problem kita, kaum muslimin. Kebetulan masalah ini sekarang terkategori emergency, maka memang harus menjadi agenda cepat yang bisa kita kerjakan untuk membereskan persoalan tersebut. Sementara masalah kaum muslimin memang bukan hanya soal Palestina, masih banyak saudara-saudara kita di sini (dan tempat lainnya) yang membutuhkan pertolongan kita. Kita bagi-bagi tugas untuk menyelesaikan persoalan ini. Semoga kita bisa tetap menjadi bagian dari kaum muslimin sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw. (yang artinya): ?Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kasih-sayang dan ikatan emosional ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, mengakibatkan seluruh anggota tidak dapat istirahat dan sakit panas.? (HR Bukhari)

Semoga kita bisa bahu-membahu untuk menyelesaikan semua masalah kita saat ini. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita untuk berjuang di jalanNya. Allahu Akbar![]

11 thoughts on “Israel Tak Bisa Dibiarkan!

  1. D 101 N Dec 30,2008 13:47

    Biadab, sungguh teramat sangat biadab
    Tunggulah adzab Allah SWT yang amat pedih akan menimpamu.
    Untuk saudara-saudara Q di Palestina, teruslah berjuang karena rahmat Allah SWT selalu menyertaimu.

  2. PHIE Dec 31,2008 03:59

    oioi

    ga tau apa yg dilakukan hamas tgl 24 25 meluncurkan rudal ke pemukiman sipil israel

    yah gitu deh hamas yg siram minyak ke api

  3. wong bener Jan 2,2009 07:43

    PHIE, elo kagak tahu (atau pura2 bodoh), yang rampas Palestina tahun 1948 siapa? Israel lah yang memulai pertumpahan darah ini…

  4. Joko Jan 8,2009 09:49

    seandainya saja ISRAEL muslim,,,PALESTINA non-muslim,,masih obyektifkah pandangannya???

  5. Ria Jan 8,2009 20:24

    Pernyataan si Joko tak uk uk ini pernyataan orang kurang kerjaan. Or, emang kerjaannya si Joko membuat pernyataan kurang kerjaan kayak gini? Belajar sejarah dulu, dan gak usah berandai-andai. Faktanya umat Islam selalu menjadi pihak yg dibantai bila tak ada institusi yang melindungi. Dan kentara banget kalo pernyataan si Joko juga tak objektif alias bertendensi. Palestina berdarah, Bung! Bayangkan bila ibu anda yang dibantai dan anda masih bisa berandai-andai, ‘misalnya yang dibantai bukan ibu saya, masihkan saya bisa berpikir objectif?’ di saat ibu anda sudah meregang nyawa karena dibantai perampok yang kafir. Hebat bila anda masih bisa melakukan hal itu atau detik berikutnya RSJ akan ketambahan satu penghuni baru.

  6. Jaka Jan 8,2009 20:43

    @ Sdr..Joko

    Jika tinggal di negeri muslim, bukan di Amerika atau Eropa, apa yg akan anda lakukan? Apakah Anda juga akan obyektif kepada Amerika atau negara2 Eropa di mana Anda tinggal sekarang ketika Amerika menginvasi Irak dan Afghanistan? Masihkah anda akan obyektif melihat persoalan, atau diam pura2 tidak tahu??

    Percayalah, di dunia ini tidak ada yang sepenuhnya obyektif. Semuanya subyektif. Tapi subyektif yang benar berdasarkan ajaran Islam, jika Anda muslim tentunya?

  7. ade Jan 8,2009 21:01

    setuju bang.. emang pada munafik semua di sini.. damai aja deh ! kita ini orang indo.. ngapain mikir sampe ke israel palestina ? ga usah bikin statement yang aneh aneh deh ! admin goblok !

  8. dea Jan 8,2009 21:09

    ade..ade… elo kemana aja selama ini? kalo elo orang Islam, pastinya nggak bakalan ngasih komen bodoh kayak gini. elo marah2 karena elo merasa tersinggung ya… Islam memang menyelamatkan, sayangnya masih banyak manusi bodoh dan goblok kayak elo semua yang nggak ngerti Islam!

    jadi jelas, isi artikel ini membela Islam, sementara ada orang2 spt ade cs yang nggak meras harus membela Islam. bajigur deh lo!

  9. eda Jan 8,2009 22:38

    apa yang bisa nda jelaskan tentang islam kalau begitu ? lihat fakta” nya aja deh..

  10. Sergio Feb 13,2009 16:18

    Ada yang harus dipahami, bahwa Tempat Israel saat ini adalah tanah JAJAHAN Turki pada masa itu. kemudian orang2 yahudi melobi para pemimpin turki untuk membeli tanah di sana. dan mengatakan akan megembangkan pertanian dan perekonomian. Permintaan Yahudi tersebut pun dipenuhi oleh Turki.
    Pada saat orang yahudi masuk,maka majulah pertanian dan perekenomianpun maju pesat. Oleh karena itu mulai banyak Orang yahudi termasuk orang2 Non yahudi masuk.
    Lama kelamaan Orang yahudi membeli tanah dari Orang2 Palestina, Oleh karena tanahnya telah dibeli maka sipenjual tidak memiliki hak lagi atas tanah itu,maka sipenjual pindah dari sana.

    begitu luas tanah2 yang dijual oleh orang palestina kepada orang2 yahudi. Maka pelan2 terkumpullah orang2 yahudi pada suatu kawasan yang luas. sementara orang palestina yang dahulu menjual tanah entah pindah kemana.(Mirip Seperti Orang Betawi).

    Karena tanah itu adalah tanah jajahan, dan orang yahudi sudah begitu banyaknya di palestina,maka Yahudi memerdekakan diri dari Turki.

    Note :
    Hak Tanah Berpindah Karena dijual (Transaksi Jual beli) – SAH
    Tanah Palestina adalah Jajahan Turki – Yahudi Menyatakan Merdeka – SAH

    -Salam Damai-

  11. yanamarta Feb 15,2009 15:56

    Sergio pasti TIDAK PERNAH BELAJAR SEJARAH… wakakakakak…

    Ini data yang benar, Coy!

    ==
    Pertama, pada tahun 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada sultan Abdul Hamid, untuk mendapatkan ijin tinggal di Palestina. Permohonan itu dijawab sultan dengan ucapan ?Pemerintan Ustmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diijinkan menetap di Palestina?, mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan.

    Kedua, Theodor Hertzl, penulis Der Judenstaat (Negara Yahudi), founder negara Israel sekarang, pada tahun 1896 memberanikan diri menemuai Sultan Abdul Hamid sambil meminta ijin mendirikan gedung di al Quds. Permohonan itu dijawab sultan ?Sesungguhnya imperium Utsmani ini adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri?.

    Melihat keteguhan Sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga, yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 agustus 1897 dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan Khilafah Ustmaniyyah.

    Karena gencarnya aktivitas Yahudi Zionis akhirnya Sultan pada tahun 1900 mengeluarkan keputusan pelarangan atas rombongan peziarah Yahudi di Palestina untuk tinggal disana lebih dari tiga bulan, paspor Yahudi harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait. Dan pada tahun 1901 Sultan mengeluarkan keputusan mengharamkan penjualan tanah kepada Yahudi di Palestina.

    Pada tahun 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya menghadap Sultan Abdul Hamid untuk melakukan risywah (Menyogok). Diantara risywah yang disodorkan Hertzl kepada Sultan adalah :

    1. 150 juta poundsterling Inggris khusus untuk Sultan.

    2. Membayar semua hutang pemerintah Ustmaniyyah yang mencapai 33 juta poundsterling Inggris.

    3. Membangun kapal induk untuk pemerintah, dengan biaya 120 juta Frank

    4. Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga.

    5. Membangun Universitas Ustmaniyyah di Palestina.

    Semuanya ditolak Sultan, bahkan Sultan tidak mau menemui Hertzl, diwakilkan kepada Tahsin Basya, perdana menterinya, sambil mengirim pesan, ?Nasihati Mr Hertzl agar jangan meneruskan rencananya. Aku tidak akan melepaskan walaupun sejengkal tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Yahudi silakan menyimpan harta mereka. Jika Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari, maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.?
    ==

    Bagi umat ISLAM jangan percaya omongan orang2 kafir (Kristen dan Yahudi), termasuk orang Musyrik (Budha, Hindu, dan yang percaya berhala lainnya), karena mereka pasti tidak akan suka dengan ISLAM…

    Mari kita dakwahkan. Harus ada keberpihakan kepada ISLAM. Muslim wajib cinta ISLAM…

    Biarlah.. makar para kafirin akan berakhir di keranjang sampah sejarah. Di neraka tempat mereka menetap nanti (jika tidak mau masuk Islam).

Comments are closed.

%d bloggers like this: