Monday, 24 June 2024, 07:12

pwantir1.jpgSub-judul amat menolong kita untuk menggolongkan dan membatasi pembahasan dalam sebuah tulisan jenis artikel dan berita. Pembaca pun dibuat mudah membaca alur tulisan yang kita rangkai. Sehingga mereka terus bertahan untuk mengikuti tulisan kita sampai habis. Mereka juga akan sangat terbantu memahami apa yang kita tulis. Itu sebabnya, sub-judul menjadi begitu penting dalam sebuah tulisan.

Sobat muda muslim, keterampilan seperti ini perlu juga kamu miliki. Kamu akan lebih mudah membuatnya manakala sudah terbiasa membuat outline (lihat lagi di tips yang sebelumnya ya). Coba saja iseng-iseng bikin tulisan yang panjang tanpa ‘dihias’ dengan subjudul. Duh, rasanya seperti kita disuruh menelusuri jalan tanpa ada tempat untuk istirahat. Tempat yang akan kita gunakan untuk melepas lelah. Setelah rileks, kita melanjutkan kembali perjalanan. Enak banget rasanya.

Subjudul dalam sebuah tulisan, juga berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan dalam membaca. Kita juga jadi ada nafas baru untuk menyegarkan kembali tulisan yang akan kita buat. Suer, pengalaman saya dalam menulis juga demikian. Saya pernah mencoba membuat tulisan tanpa subjudul. Hasilnya? Saya sendiri cepat capek dan mudah jenuh. Kenapa? Karena pembaca akan menganggap bahwa tulisan itu harus dibaca terus dengan konsentrasi penuh. Pembaca seolah diminta untuk mengingat bacaan yang telah lewat sekaligus ‘menerka’ alur bacaan berikutnya. Bayangkan, jika tulisan yang kita buat panjang tanpa subjudul, pembaca akan kewalahan banget tentunya. Hmm… kita telah ‘berdosa’ karena ‘menyiksa’ pembaca dengan tulisan yang kita buat. He..he..he..

Jadi, berlatihlah untuk membagi alur dengan tanpa memenggal rangkaian dari inti tulisan kita. Itu sebabnya, membuat subjudul adalah solusi paling jitu untuk membagi alur. Maka, dalam setiap tulisan yang saya buat, saya selalu memastikan ada subjudul di dalamnya. Manfaatnya, selain menolong kita membagi alur pembahasan, juga memudahkan pembaca untuk menikmati kesimpulan dari isi tulisan yang dibacanya. Tanpa harus berkonsentrasi penuh menjaga ingatan tentang kata-kata yang sudah dibaca sebelumnya.

Oke deh, mulai sekarang pastikan kamu membuat subjudul dalam setiap tulisanmu. Semuanya akan baik-baik kok. Asal kamu sering berlatih. Sebagai langkah awal, lihat deh gimana orang lain membuat tulisan dengan menyertakan subjudul. Saya sendiri awalnya belajar dengan melihat bagaimana orang lain membuat tulisan yang enak dibaca. Dan salah satunya, mereka menyertakan subjudul dalam tulisan-tulisannya. Saya yakin, kamu juga akan bisa membuatnya. Lagi pula, ini kan sekadar pengembangan dari teknik membuat outline. Nah, segera deh praktikkan, jangan ditunda-tunda lagi. Kamu bisa kok! [O. Solihin]